Anda di halaman 1dari 6

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN STUDI KASUS

PERUSAHAAN 3M

oleh
AVIANDIKA HERU NANDANA ANTYA NIRBITHA PANGESTIKA AYU AJI KIRANA ANDREAS WIDHI NESSYA DINA NURDIANI MONA AJENG PUSPANINGRUM AGUSTINA C2C009025 C2C009093 C2C009095 C2C009122 C2C009132 C2C009147 C2C009148

Kelompok 6 SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN / REGULER 1 KELAS B AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO 2011

KASUS 13 2 PERUSAHAAN 3M Minnesota, Mining and Manufturing Corporation (3M) didirikan pada tahun 1992. Pendiri dan CEO nya adalah Willian L. Mc Knight , yang dikenal sebagai pendiri spiritual perusahaan, memperkenalkan kebijkan dan filosofi yang dianggap bertanggungjawab atas kemampuan 3M untuk melakukan inovasi secara konsisten. Manajemen saat ini terus menerima dan memperluas kebijakan filosofi tersebut, karena percaya bahwa inovasi merupakan tonggak kesuksesan masa depan 3M Pada tahun 2000 3M mendapatkan pendapatan penjualan $16,7 milliar,perusahaan tersebut memproduksi lebih dari 60.000 produk, $ 5,6 milliar dollar atau 35% nya berasal dari penjualan produk yang diperkenalkan selama 4 tahun lalu, $1,5 milliar berasal dari produk yang diperkenalkan selama tahun 2000. Pendapatan ini berasal dari 6 segmen bisnis 3M, yaitu: industrial (pita, amplas dan perekat);transportasi, grafis, dan keselamatan kerja; perawatan kesehatan (termasuk perlengkapan medis dan operasi serta pembungkus popok sekali pakai); konsumen dan perkantoran; listrik dan komunikasi; dan bahan baku khusus. Perusahaan-perusahaan yang berbisnis di luar Amerika Serikat menghasilkan 53% daei total penjualan bersih dan 63% dari total laba operasi perusahaan. 3M mengidentifikasi 21 merk lama dan merek baru yang strategis. Beberapa mereknya yang terkenal antara lain pita perekat Scotch, produk pembersih Scotch-Brite, dan kertas memo tempel Post-it. Merek-merek baru meliputi penguatan tampilan Vikuiti, solusi jaringan serat optik Volition, bahan perekat Command, dan produk P3K Nexcare. 3M telah melembagakan budaya perusahaan yang mengembangkan kewirausahaan. Perusahaan menerapkan struktur organisasi vertikal, dengan bisnis dibentuk berdasarkan teknologi dan pasar. Dalam periode yang sama, tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE) untuk perusahaan tersebut memiliki rata-rata 22,2%.

Ini adalah berbagai kebijakan dan filosofi 3M 1. Opsi 15% Karyawan diberikan 15% dari waktu kerja mereka dalam1 minggu untuk melaksanakan proyek individual mereka sendiri.

2. Peraturan 30 % 30% dari pendapatan unit bisnis berasal dari berbagai produk yang diperkenalkan dalma jangka waktu 4 tahun terakhir. Bonus unit bisnis didasarkan pada seberapa sukses setiap manajer mencapai cita-cita ini.

3. Jenjang karir 2 tangga Tangga jenjang karier terdiri dari 2 yaitu: tangga karier teknik dan tangga karier manajamen. Keduanya memiliki peluang kemajuan yang sama sehingga karyawan bisa memilih sesuia minat mereka.

4. Modal awal Pencipta produk meminta produk dari manajer unit bisnis mereka untuk mengembangkan produk mereka.

5. Toleransi terhadap kegagalan Jika inovasi mereka tidak berhasil maka anggota tim dijamin mendapatkan kembali pekerjaan mereka.

6. Penghargaan atas keberhasilan Ketika inovasi mereka mencapai target pendapatan tertentu, para anggota memperoleh kenaikan gaji, promosi dan pengakuan.

7. Pengeluaran litbang 3M mengeluarkan 6-7% dari penjualan untuk penelitian dan pengembangan.

8. Penelitian tiga tingkat Laboratorium Unit Bisinis: produk jangka pendek Laboratorium Sektor: 3-10tahun untuk umur hidup produk Laboratorium Korporat: sampai dengan 20 tahun

9. Forum Teknologi Mendukung forum formal dan informal untuk membagi pengetahuan.

10. Kontak Pelanggan Ilmuan bertemu secara teratur untuk mempelajari bagaimana mereka menggunakan produk 3M.

Evaluasi kebijakan dan filosofi 3M Menurut kami filosofi dan kebijakan 3M secara keseluruhan sudah baik. Namun kami akan merinci kelebihan dan kekurangan dari kebijakan dan filosofi 3M. Kekurangan : a) Manajemen pusat tidak memberikan batasan maksimal untuk kegagalan inovasi yang dibuat oleh karyawan. Hal ini akan menyebabkan perusahaan mengalami pengeluaran yang sia sia b) Perusahaan terlalu mengikuti keinginan pasar. Hal ini akan membuat perusahaan 3M terlalu banyak memiliki produk. Dan juga akan selalu menjadi follower pasar bukannya menjadi trend bagi pasar. c) Karyawan yang diberikan kebebasan untuk berinovasi pertanggung jawabannya terhadap manajemen kurang jelas. d) Alur pemberian dana untuk inovasi kurang efektif. Karena, apabila inovasi ditolak oleh divisinya sendiri bisa mengajukan ke unit bisnis lain. Seharusnya itu tidak perlu dilakukan, karena akan menganggu unit bisnis lain. Padahal , apabila unit bisnis lain menolak mereka harus mengajukan ke korporat. Kelebihan : a) Perusahaan 3M memberikan pelatihan kewirausahaan secara langsung kepada karyawannya. Sehingga, perusahaan 3M tidak hanya mempekerjakan pekerjanya, perusahaan juga memberikan pekerjanya untuk berkembang. b) Pelatihan pelatihan informal dan formal perusahaan, memberikan efek langsung kepada para karyawannya.

Berdasarkan segmen bisnis dari 3M Corporation, yaitu transportation, graphics, safety, healthcare, consumer and office, electro and communication, dan specialty materials, 3M mungkin memiliki strategi korporat berupa unrelated diversification. Idealnya, perusahaan dengan strategi korporat tersebut memiliki sistem strategic planning yang bersifat vertikal. Artinya, setiap segmen diberi kewenangan untuk menentukan rencana strategik masingmasing untuk kemudian dievaluasi dan disetujui oleh manajemen level korporat.

Dari segi business unit level, 3M terlihat memiliki competitive advantage dengan memilih strategi diferensiasi. Unit bisnis yang memilih strategi ini, idealnya selalu mengutamakan inovasi produk. 3M menurut saya telah mengutamakan budaya untuk berinovasi. Melalui kebijakan dan filosofi yang tercantum, diketahui bahwa: 3M memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk mengejar proyek individu mereka. 3M memberi kesempatan bagi karyawan untuk menangani proyek secara pribadi, 3M memberikan toleransi terhadap kegagalan produk, dan bahkan menganggap jika kegagalan dapat berubah menjadi keberhasilan, 3M tentu saja memberikan reward terhadap kesuksesan produk, 3M menetapkan bahwa hanya 30% dari penjualan yang diperbolehkan berasal dari produk lama (4 tahun), sedangkan sisanya kemunginan diharapkan muncul dari produk-produk baru ( 1 tahun). Selain itu, 3M bahkan menghabiskan biaya R&D yang dua kali lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Menurut kami, kebijakan dan filosofi yang dibangun manajemen 3M bagus, dan 3M tergolong perusahaan yang konsisten dan total sebagai differentiation strategic business