Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata kuliah : Biokimia


Waktu pertemuan : 50 menit
Hari, Tanggal :
Pertemuan ke : 6

A. KOMPETENSI UMUM
Setelah mengikuti perkuliahan 1 semester diharapkan mahasiswa bidan mampu
menjelaskan metabolisme lipid.

B. KOMPETENSI KHUSUS
Mahasiswa mampu menjelaskan transport lipid dalam plasma, biosintesis lipid,
metabolism lemak dan lipoprotein plasma, serta metabolism kolesterol dengan benar
tanpa melihat catatan.

C. POKOK BAHASAN
Menjelaskan metabolisme lipid.

D. SUB POKOK BAHASAN
1. Transport lipid dalam plasma
2. Biosentis lipid
3. Metabolisme jaringan lemak dan pengaturan mobilisasi lemak dan jaringan lemak
4. Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup
5. Fungsi lemak tak jenuh
6. Metabolisme lipoprotein plasma
7. Peranan hati pada metabolisme lipid
8. Proses xetogenesis dan terjadinya ketosis
9. Metabolisme kolesterol

E. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Tahap Kegiatan pengajar Kegiatan
peserta didik
Media dan alat
pengajaran
Pendahuluan
5 menit
1. Mengucapkan salam pembuka
2. Memeriksa daftar hadir
3. Kontrak waktu
4. Menyampaikan kompetensi
5. Menyampaikan ruang lingkup bahasan
6. Menyampaikan tujuan kompetensi
7. Memberikan motivasi
8. Mengajukan pertanyaan apersepsi
Menjawab
Menjawab
Menyimak
Menyimak
Menyimak
Menyimak
Menyimak
Berpartisipasi




F. MATERI AJAR
Materi ajar terlampir.

G. EVALUASI
1. Jenis evaluasi : Lisan
2. Jumlah evaluasi : 2 soal
3. Pertanyaan :
a. Jelaskan secara singkat proses xetogenesis dan ketosis !
b. Bagaimana proses metabolism lipid dan kolesterol ?

H. SUMBER
1. Murray, RK. 1996. Biokimia. Jakarta : EGC.
2. Davis, SP. 1985. Prinsip-prinsip biokimia, edisi 2. Jakarta.
3. Lekninger. 1993. Dasar-dasar biokimia. Jakarta.
4. Gernida. 1996. Biokimia I. Jakarta : Gramedia.
Jakarta, ....................................
Dosen Pengajar,

(........................................)
Penyajian
40 menit
9. Menjelaskan materi tentang :
a. Transport lipid dalam plasma
b. Biosentis lipid
c. Metabolisme jaringan lemak dan
pengaturan mobilisasi lemak dan
jaringan lemak
d. Lemak sebagai sumber energi
untuk proses hidup
e. Fungsi lemak tak jenuh
f. Metabolisme lipoprotein plasma
g. Peranan hati pada metabolisme
lipid
h. Proses xetogenesis dan terjadinya
ketosis
i. Metabolisme kolesterol
10. Mengajukan pertanyaan kepada
peserta didik
11. Memberikan reward atas kemampuan
peserta didik
Menyimak &
Berpartisipasi













Menjawab

Menyimak
LCD, laptop.
Penutup
5 menit
12. Mengevaluasi kemampuan peserta
didik
13. Menyimpulkan materi bersama pesrta
14. Merumuskan rencana tindak lanjut
15. Menyepakati kontrak yang akan
datang
16. Menutup pembelajaran
Menjawab

Berpartisipasi
Menyimak
Menyepakati

Menyimak



Metabolisme Lipid

Lipid adalah senyawa organik yang mempunyai sifat fisika seperti lemak. Senyawa
heterogen dari senyawa yang lebih berkerabat karena sifat fisikanya dibanding sifat kimianya.
Molekul-molekul biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut-pelarut
organik.
Sifat umum lipid :
1. Relatif tidak larut dalam air.
2. Larut dalam pelarut non polar.
Contoh : eter, kloroform, serta benzene.
3. Ada hubungan dengan asam lemak dengan esternya.
4. Punya kemungkinan digunakan makhluk hidup.
Fungsi Lipid :
1. Sebagai sumber energy
2. Sebagai sumber asam esensial
3. Sebagai alat angkut vitamin larut lemak
4. Sebagai pemelihara suhu tubuh
5. Sebagai pelindung organ tubuh
Klasifikasi Lipid berdasarkan Klasifikasi Bloor :
1. Lipid Sederhana
Adalah ester lemak dengan berbagai alkohol
a) Lemak : ester asam lemak dengan gliserol
b) Malam : ester asam lemak dengan alcohol
Ester asam lemak dengan alcohol membentuk malam
2. Lipid Kompleks
Adalah ester asam lemak yang mengandung gugus lain selain asam lemak dan alkohol.
a) Fosfolipid
Kelompok lipid yang mengandung asam lemak, alkohol, dan residu asam fosfat dan
mempunyai basa yang mengandung nitrogen dan subtituen lain.
Contoh : Gliserofosfolipid > alkohol yang dimiliki :
Gliserol+fosfolipid.
Sfingofosfolipid > alkohol yang dimiliki : sfingosin.
b) Glikolipid (Glikosfingolipid)
Kelompok lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin, dan karbohidrat.
c) Lipoprotein
Kelompok lipid yang mengandung phospolipid, protein dan kolesterol.
Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks




3. Perkusor dan Derivat lipid
Kelompok ini mencangkup asam lemak, gliserol, dan karbohidrat. Contoh : Asam lemak,
gliserol, aldehida lemak, keton, hidrokarbon, sterol, vitamin larut lemak, dan beberapa
hormon.

A. Transport lipid dalam plasma
Dalam darah lipid diangkut dalam bentuk kilomikron, Lipoprotein, dan Albumin,
Kilomikron merupakan pengangkut Trigliserida dari bahan yang terdiri dari asam-asam
lemak bebas berantai panjang terdiri dari protein. karena lipid tidak dapat larut dalam air,
bentuk Lipid non polar harus bergabung dengan Lipid Amfipatik dan Protein untuk
membentuk Lipoprotein yang bisa campur dengan air sehingga dapat diangkut antar jaringan
didalam plasma darah yang akueosa.
B. Biosentisit lipid
Tubuh dapat mensintesis berbagai jenis lipid, kecuali beberapa lipid tertentu misalnya
asam lemak esesial.
Tubuh dapat membentuk asam lemak melalui beberapa cara :
1. Sintesis de novo yaitu pembentukan asam lemak baru dari senyawa bukan lipid.banyak
terdapat dalam jaringan tubuh, termasuk jaringan hati, ginjal, otak, paru,kelenjar payudara
dan adiposa.
2. Sepanjangan rantai yaitu penambahan satuan-satuan dwi karbon untuk mengubah asam
lemak yang telah ada menjadi asam lemak yang lebih panjang.
3. Desanturasi yaitu pengadaan ikatan rapat pada gugus radikal hidro karbon ( gugus alkil)
asam lemak.
C. Metabolisme jaringan lemak dan pengaturan mobilisasi lemak dan jaringan lemak
Mobilisasi lemak dari jaringan adiposa dikontrol oleh katekolamin dan
insulin.Katekolamin menstimulasi penguraian lemak melalui jalur B-adrenergik dan
menghambat penguraian lemak melalui jalur a2- adrenergik.Insulin bersifat menghambat
penguraian lemak dari jaringan adiposa.Menigkatnya jumlah hormon pertumbuhan (GH)
menginduksi kenaikan konsentrasi asam lemak bebas dan gliserol.Mobilisasi lemak
dipengaruhi kinerja 2 enzim pokok: hormon sensitif lipase (HSL) dan lipoprotein lipase (
LPL).
D. Lemak sebagai sumber energi untuk proses hidup
Tubuh mendapatkan sumber energi dari makanan yang di konsumsi setiap hari. Kalori
yang dihasilkan dari pembakaran sejumlah bahan makan dalam tubuh, tidak langsung
digunakan tetapi disimpan dalam bentuk senyawa kimia yang kaya energi seperti ATP.
Cadangan energi utama dalam tubuh adalah Glikogen dan lemak ( Trigliserida). Lemak
merupakan bentuk cadangan energi yang tergolong Lipid, lemak tersimpan dalam jaringan
Adiposa dan jaringan lain(otot). Lemak memiliki kerapatan energi lebih besar dari Glikogen.
Jumlah energi yang dapat disimpan dalam bentuk lemak setiap unit sebesar 2,5x > dari dalam
bentuk glikogen. Asam lemak dioksidasi menghasilkan ATP lebih besar daripada Glukosa.



E. Fungsi lemak tak jenuh
Jumlah kolesterol baik dalam darah merupakan penandaan penting soal gangguan
jantung, tanpa peduli berapa banyak kolesterol jahat yang di kurangi.
Fungsi lemak tak jenuh ialah :
1. Mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri sehingga aliran darah kembali lancar .
2. Mencegah penyakit kardiovaskuler.
3. Kekakuannya dapat mencegah terjadinya pengumpulan molekul lemak dekat menjadi
padat.
4. Bahan baku hormon.
5. Membantu transport vit.larut lemak.
6. Sebagai bahan insulasi perubahan suhu.
7. Pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.
Cara kerja lemak tak jenuh :
1. Lemak jenuh (kolesterol jahat) LDL yang berasal dari hasil disalurkan ke bagian tubuh
lain dan lama-lama menumpuk dan berkontribusi membentuk plak.
2. Timbunan lemak (LDL) pada dinding arteri membentuk plak (kotoran menempel).
3. Lemak tak jenuh kolesterol baik (HDL) sifatnya stabil dan membawa sifat lemak jenuh
menjauh arteri dan membawa kembali ke hati.

F. Metabolisme lipoprotein plasma
Ekstraksi senyawa lipid plasma dengan pelarut lipid menjadi berbagai kelompok lipid
akan memperlihatkan keberadaan triasigliserol, fosfolipid kolestrol dan ester kolestrol. Di
samping itu terlihat pula adanya fraksi asam lemak rantai panjang.Fraksi ini yaitu asam lemak
bebas (FFA) dan dikenal sebagai lipid plasma.
Ada 4 kelompok utama lipoprotei plasma yang sudah dikenal diantaranya : kilomikron
mengangkut lipid yang terbentuk dari pencernaan dan penyerapan, lipoprotein dengan
densitas yang sangat rendah (VLDL: very low density lipoprotein) mengangkut trigliserol
dari hati. Lipoprotein densitas-rendah ( LDL : low density lipoprotein) juga merupakan
lipoprotein yang kaya akan kolesterol serta terbentuk dari metabolisme VLDL dan
lipoprotein densitas-tinggi (HDL: hight density lipoprotein ) juga merupakan lipoprotein yang
kaya akan kolesterol tetapi terlibat di dalam pengeluaran dari jaringan serta pada metabolisme
jenis lipoprotein lainnya.
Kilomikron dan VLDL pertama-tama di metabolisasi melalui hidrolisis dengan enzim
lipoprotein lipase di dalam jaringan ekstrahepatik.Sebagian besar triasilgliserol dikeluarkan
dan lipoprotein-sisa tertinggal di dalam sirkulasi.Sisa ini akan diambil ke dalam hati oleh
endositosis yang diperantai sebagai reseptor, tetapi sebagian sisa lainnya yang terbentuk dari
VLDL menjadi LDL dan akhirnya diambil oleh hati serta jaringan lain lewat reseptor LDL.
G. Peranan hati pada metabolisme lipid


Metabolisme lipid di dalam tubuh merupakan perkiraan hak istimewa hati. Jaringan
mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi asam lemak sampai tuntas. Jaringan adiposa
memiliki sifat metabolisme yang aktif untuk memodifikasi terhadap peranan hati yang
bersifat sentral dan unit di dalam metabolisme lipid merupakan konsep yang penting.
Hati melaksanakan sejumlah fungsi utama berikut ini pada metabolisme lipid :
1. Hati memfasilitasi pencernaan dan penyerapan lipid melalui produksi empedu yang
mengandung kolesterol serta garam-garam empedu yang disintesis didalam hati secara de
novo atau ambilan kolesterol lipid.
2. Hati mempunyai sistem enzim yang aktif untuk sintesis serta oksidas asam lemak dan
untk sintesis triasilgliserol serta fosfilipid.
3. Hati mengonversi asam lemak menjadi badan keton (KETOGENESIS)
4. Hati memainkan peranan integral dadalam sintesis serta metabolisme lipoprotein plasma.

H. Proses xetogenesis dan terjadinya ketosis
Ketogenesis diatur pada 3 tahap yang menentukan :
1. Pengontrolan dilaksanakan di jaringan adiposa.
2. Asam lemak dialami oleh hati dan sesudah di aktifkan menjadi asli KoA, yaitu asam
lemak tersebut akan mengalami oksidasi menjadi CO2 atau esterifikasi menjadi
triasilgliserol dan fosfolipid.
3. Asetil KoA yang terbentuk pada oksidasi akan teroksidasi di dalam siklus asam sitrat
akan memasuki lintasan ketogenesis untuk membentuk badan keton.
Ketogenesis terjadi akibat Ketosis yang memanjang :
Terdapat badan keton dengan jumlah tinggi menunjukkan Ketonemia. Sementara
peningkatan kadar badan dinamakan Ketonuria. Bentuk ketosin yang sederhana terjadi pada
kelaparan. Tidak ada keadaan lain secara kualitatif. Bentuk ketosis nonpatologis dijumpai
pada keadaan dengan diet tinggi lemak.
I. Metabolisme kolesterol
Kolesterol adalah sebagian dari steroid = komponen dimana membran sel dan merupakan
senyawa pendahuluan yang mana dari senyawa ini steroid lain akan di sintesis.
Kolesterol di tubuh disintesis oleh Asetil-KoA secara kompleks. Asetil-KoA mempunyai
3 molekul yang membentuk Mevalonat melewati reaksi penting dan di katelisis oleh enzim
HNG-KoA reduktase.
Kolesterol di hati diatur sebagian oleh aliran masuk kolesterol makanan dalam bentuk sisa
kilomikron yang kaya kolesterol.
# LDL turun >> kadar kolesterol tinggi.
# LDL naik >> kadar kolesterol rendah.
HDL terikat pada reseptor A-1 pada saat pengangkutan balik kolesterol >> menyebabkan
translokasi kolesterol membran sel.




Komponen yang berperan pada proses ini :
PreB-HDL,HDL diskoid dan HDL3
Ester kolesteril pada HDL akan diambil langsung meninggalkan HDL3 maupun KoA-1
untuk masuk kembali ke dalam sirkulasi atau di lakukan setelah pindah ke VLDL,IDL/LDL
lewat protein pemindah ester kolesteril.
Kolesterol yang berlebihan disekresi dari hati ke empedu disebut Garam empedu yang
akan di absorbsi ke dalam sirkulasi porta.