Anda di halaman 1dari 8

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN
Mahasiswa dapat mendesain dan merakit kompor surya sederhana agar mudah untu
diaplikasikan

1.2 LATAR BELAKANG
Energi surya merupakan energi yang ramah lingkungan dan didapat secara gratis.
Indonesia sebagai negara yang terletak digaris katulistiwa mempunyai periode untuk
memanfaatkan matahari lebih besar baik secara kuantitas maupun kualitasnya dibanding
dengan kawasan yang tidak dilintasi oleh garis katulistiwa. Penggunaan energi surya di
Indonesia merupakan pilihan yang tepat sebagai energi alternatif untuk kebutuhan
energi dalam industri atau memenuhi kebutuhan energi sehari-hari di rumah
tangga.
Salah satu kebutuhan energi sehari-hari dalam rumah tangga adalah untuk keperluan
memasak. Untuk memanfaatkan energi matahari dalam keperluan memasak dapat
digunakan kompor energi surya; dimana sebuah kolektor dengan bidang berbentuk
parabolik digunakan untuk mengumpulkan sinar matahari ke satu titik fokus
sehingga mengahasilkan panas yang besar. Bentuk dan kelengkungan kolektor parabolik
ini sangat menentukan letak titik fokusnya yang nantinya berpengaruh pada kinerja dari
kompor energi surya. Untuk mengetahui seberapa besar potensi pemanfaatan
kompor energi surya untuk keperluan rumah tangga khususnya memasak ini, perlu
dilakukan penelitian/ pengujian.











BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Dalam pemanfaatan energi surya dapat dibedakan menjadi tiga cara yaitu :
a. Pemanfaatan langsung panas sinar matahari untuk pengeringan, misalnya:
menjemur pakaian, pembuatan garam, pembuatan ikan kering, dll.
b. Mengumpulkan energi termal matahari melalui suatu kolektor energi surya yang
selanjutnya energi termal tersebut digunakan secara langsung atau dikonversikan
menjadi energi listrik.
c. Mengkonversikan energi radiasi termal matahari langsung menjadi energi listrik
melalui sel fotovoltaik.

Pemanasan dengan pemanfaatan secara langsung panas matahari, suhu yang dicapai
tidak akan melampaui 100
o
C. Suhu pemanasan dan efektivitas pemanfaatan energi surya
dapat dicapai lebih tinggi dengan menggunakan pengumpul-pengumpul panas yaitu kolektor
energi surya. Sinar matahari yang jatuh pada permukaan kolektor dikonsentrasikan/
difokuskan pada sebuah titik atau pada area tertentu sehingga diperoleh suhu yang
sangat tinggi. Secara umum bentuk geometrik permukaan kolektor surya ada tiga jenis
yaitu : pipih/ rata, parabolik silindris dan parabolik bulat.
Kompor tenaga surya adalah perangkat masak yang menggunakan sinar matahari sebagai
sumber energi. Berhubung kompor jenis ini tidak menggunakan bahan bakar konvensional dan
biaya operasinya rendah, organisasi kemanusiaan mempromosikan penggunaannya ke seluruh
dunia untuk mengurangi penggundulan hutan dan penggurunan, yang disebabkan oleh
penggunaan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak. Kompor surya dapat digunakan di luar
rumah, terutama dalam situasi ketika konsumsi bahan bakar minimal atau resiko kebakaran
menjadi pertimbangan penting. Ada berbagai jenis kompor surya. Semuanya menggunakan
panas dari dan cahaya matahari untuk memasak makanan.
Beberapa prinsip dasar kompor surya adalah sebagai berikut: Pemusatan cahaya matahari.
Beberapa perangkat, biasanya berupa cermin atau sejenis bahan metal/logam yang
memantulkan cahaya, digunakan untuk memusatkan cahaya dan panas matahari ke arah area
memasak yang kecil, membuat energi lebih terkonsentrasi dan lebih berpotensi menghasilkan
panas yang cukup untuk memasak. Mengubah cahaya menjadi panas. Bagian dalam kompor
surya dan panci, dari bahan apapun asal yang berwarna hitam, dapat meningkatkan efektivitas
pengubahan cahaya menjadi panas. Panci berwarna hitam dapat menyerap hampir semua
cahaya matahari dan mengubahnya menjadi panas, secara mendasar meningkatkan efektivitas
kerja kompor surya. Semakin baik kemampuan panci menghantarkan panas, semakin cepat
kompor dan oven bekerja. Memerangkap panas. Upaya mengisolasi udara di dalam kompor
dari udara di luarnya akan menjadi penting. Penggunaan bahan yang keras dan bening seperti
kantong plastik atau tutup panci berbahan kaca memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam
panci. Setelah cahaya terserap dan berubah jadi panas, kantong plastik atau tutup berbahan
gelas akan memerangkap panas di dalamnya seperti efek rumah kaca. Hal ini memungkinkan
kompor untuk mencapai temperatur yang sama ketika hari dingin dan berangin seperti halnya
ketika hari cerah dan panas. Strategi memanaskan suatu barang dengan menggunakan tenaga
matahari menjadi kurang efektif jika hanya menggunakan salah satu prinsip tersebut di atas.
Pada umumnya kompor surya menggunakan sedikitnya dua cara atau bahkan ketiga prinsip
dasar kompor surya untuk menghasilkan temperatur yang cukup untuk memasak. Terlepas
dari kebutuhan akan adanya cahaya matahari dan kebutuhan untuk menempatkan kompor
surya pada posisi yang tepat sebelum menggunakannya, kompor ini tidak berbeda jauh dengan
kompor konvensional. Namun demikian, salah satu kerugiannya adalah karena kompor surya
umumnya mematangkan makanan pada saat hari panas, ketika orang-orang cenderung enggan
memakan makanan yang panas. Bagaimanapun, penggunaan panci tebal yang lambat
menghantarkan panas (seperti panci dari besi tuang/cor) dapat mengurangi kecepatan hilangnya
panas dan dengan menggabungkannya dengan penggunaan pengisolasi panas, kompor dapat
tetap menghangatkan makanan sampai malam hari. Penutup kompor biasanya dapat dibuka
untuk menempatkan panci ke dalamnya. Kotak kompor umumnya mempunyai satu atau lebih
pemantul cahaya dari bahan kertas alumunium atau bahan reflektif lainnya untuk memantulkan
lebih banyak cahaya ke bagian dalam kotak. Panci pemasak dan bagian dalam bawah kompor
sebaiknya berwarna gelap atau hitam. Dinding bagian dalam kompor harus dapat memantulkan
cahaya untuk mengurangi hilangnya panas dan mengarahkan pantulan cahaya ke arah panci
dan dasar kompor yang berwarna gelap, yang bersentuhan langsung dengan panci.
Kompor tenaga surya adalah perangkat memasak yang menggunakan energi
termal matahari melalui suatu kolektor sebagai sumber energi. Prinsip dasar cara kerja
kompor surya adalah radiasi termal sinar matahari yang jatuh pada permukaan kolektor
dipantulkan ke sebuah titik / area tertentu yang disebut titik api kolektor; konsentrasi energi
termal matahari pada titik/ area ini menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Panci atau alat
tempat memasak ditempatkan pada daerah titik api ini sedemikinan rupa sehingga energi
termal yang terkonsentrasi mengenai alas panci dan meneruskan energi termal tersebut ke
produk yang sedang dimasak. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kompor tenaga
surya ini selain lamanya waktu bersinar dan besarnya intensitas radiasi termal dari matahari
adalah:
a. Refleksivitas material kolektor
b. Luas permukaan kolektor
c. Bentuk geometrik dan letak titik api dari kolektor
d. Arah normal permukaan kolektor terhadap sinar matahari yang datang.
e. Sifat benda hitam dari panci atau alat memasak
f. Besarnya kehilangan energi kalor ke sekitarnya



























BAB 3 PERANCANGAN ALAT

3.1 DESAIN KOMPOR SURYA































3.2 PERANCANGAN KOMPOR SURYA
Pada pembuatan alat sederhana ini bahan yang digunakan adalah bahan sederhana yang
umum ditemukan dalam kehidupan sehari hari yaitu kardus dan alumunium foli sedangkan
alat pendukung yang dibutuhkan hanya cutter, lem dan gunting. Awal mula proses pembuatan
kompor surya ini adalah memotong kardus sesuai dengan desain alat yang digunakan. Seperti
gampar berikut



Pastikan bahwa pola yang anda bentuk seperti pada gambar diatas, setelah pola terbentuk
kemudian lapisi dengan aluminium foil dengan lem yang sudah dipersiapkan, dan jangan lupa
buat dua lubang pengaitnya seperti di gambar pola sebagai tempat pengait untuk bagian
kolektor sinar matahari. Setelah dipastikan alumunium foil yang disatukan dengan kertas
karton telah benar-benar menempel dengan baik kemudian rangkai
kompor seperti gambar di bawah ini .Setelah kompor terangkai
dengan sempurna langkah selanjutnya adalah mempersiapkan wadah
untuk memasak makanan, pastikan panci yang kita jadikan sebagai
tempat memasak berwarna hitam, karena warna hitam dapat
menyerap panas dengan baik.
Kemudian untuk mengoptimalkan panas yang
terserap dan menghindari panas terbuang, dalam proses
memasak sebaiknya kita gunakan plastik untuk
membungkus panci tersebut. Dr. Steven Jones dari
Brigham Young University mengatakan bahwa "agar lebih optimal dalam memasak akan lebih
baik jika dibuatkan tatakan untuk panci yang akan kita letakkan di dalam kompor". Tatakan
dibuat dengan ketinggian 6 cm seperti pada gambar dibawah, dengan maksud untuk
mengoptimalkan cahaya matahari yang dipantulkan baik dari atas, samping maupun dari bawah
panci.


3.3 PRINSIP KERJA

Pada prinsipnya semua jenis kompor tenaga surya mempunyai cara kerjanya tidak jauh
berbeda, yaitu memusatkan cahaya matahari yang jatuh ke alumunium/kaca. Tujuannya agar
energi lebih terkonsentrasi dan berpotensi menghasilkan panas yang cukup untuk memasak.
Kedua, mengubah cahaya . Bagian dalam kompor surya dan panci, dari bahan apapun
asal berwarna hitam, dapat meningkatkan efektivitas pengubahan cahaya menjadi panas. Panci
berwarna hitam dapat menyerap hampir semua cahaya yang masuk dan mengubahnya menjadi
panas. Semakin baik kemampuan panci menerima dan menghantarkan panas maka semakin
cepat kompor menjadi panas
Ketiga, memerangkap panas. Upaya mengisolasi udara di dalam kompor dari udara di
luarnya akan menjadi penting. Penggunaan bahan yang keras dan kering seperti kantong plastik
atau tutup panci berbahan kaca memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam panci.
Strategi memanaskan suatu barang denagn menggunakan energi tenaga surya akan
menjadi kurang efektif jika haya menggunakan salah satu prinsip dasar di atas. Pada umumnya
kompor surya sedikitnya menggunakan dua cara atau ketiga prinsip di atas untuk menghasilkan
panas yang cukup untuk memasak.
Kompor jenis surya ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya, bahan bakarnya
tidak akan pernah habis dan gratis, tidak menyebabkan polusi maupun efek buruk buruk bagi
lingkungan di sekitarnya., mudah di bawa ke mana-mana, baiaya murah dan menghasilkan rasa
masakan yang lebih nikmat.

3.4 MENGHITUNG TINGKAT EFESIENSI

Energi panas yang digunakan untuk menaikkan temperature dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan berikut :
Q
u
= m x C
p
x t
Dengan Qu adalah besar energi panas yang dimanfaatkan oleh kolektor surya (J),
m adalah massa zat yang masuk ke kolektor (kg/s),
Cp merupakan kalor jenis zat (J.Kg/
o
C)
t adalah perubahan temperatur (
o
C).
Energi radiasi matahari yang diterima kolektor dapat ditentukan dengan persamaan berikut :
Q
radiasi
= I x A
kolektor

Dengan I adalah intensitas radiasi matahari (W/m
2
)
A merupakan luas permukaan kolektor (m
2
).

Dari kedua persamaan di atas maka efisiensi kompor surya tipe kotak dapat di hitung dengan
menggunakan persamaan berikut :


Dengan adalah efisiensi kompor surya (%)

3.5 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KOMPOR SURYA TIPE INI
Kelebihan tidak menghasilkan asap sehingga pemakaian kompornya sama sekali tidak
membahayakan kesehatan orang yang sedang memasak, apa lagi kecelakaan seperti kebakaran
aku ledakan gas dan sebagainya, bias memasak beberapa makanan sekaligus, ringan dan
portable, mudah pengoperasian dan perawatannya, mudah dibuat dan bahan untuk
membuatnya terjangkau
Kekurangan proses memasaknya dibutuhkan 2 sampai 3 kali lebih lama dari pada
kompor minya, lamanya tergantung pada radiasi dari penyinaran matahari dan tidak dapat
digunakan untuk menggoreng dan memanggang.




BAB 4 KESIMPULAN
Pembuatan kompor surya merupakan kompor aternatif energy yang memiliki nilai
ekonomis yang sangat tinggi
Pemilihan kompor surya dilandasi dengan kemudahan dalam proses pembuatan dan
perolehan bahan baku