Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Vena varikosa pada ekstrimitas bawah dapat ditemukan pada sistem vena superfisial yang
meliputi greater saphenous vein (GSV) dan lesser saphenous vein (LSV) dan cabang-
cabangnya. ada sistem vena superfisial terdapat katub dengan satu !alur" dimana katub ini
mencegah aliran balik dari darah vena dan men!aga agar aliran darah tetap menu!u !antung.
enyebab primer dari vena varikosa adalah inkompetensi dari katub tersebut" yang paling
sering pada saphenofemoral !unction. Sampai saat ini belum dapat dimengerti dengan !elas
penyebab ter!adi gangguan fungsi pada katub tersebut. #etika seseorang dangan fungsi
katub yang buruk sedang berdiri" maka aliran darah akan berbalik ke vena superfisial.
engumpulan darah akan mengakibatkan dilatasi vena. Sekitar $% & populasi menderita
vena varikosa pada ekstrimitas bawah.
ada kebanyakan orang" vena varicosa dan spider veins ( biasanya" ringan dan merupakan
variasi vena varikosa yang tidak signifikan ) merupakan masalah kosmetik yang tidak
berarti. 'agi orang lain" vena varikosa dapat menyebabkan nyeri mendadak dan
ketidaknyamanan. #adang-kadang kondisi tersebut men!adi masalah yang serius. Vena
varikosa mungkin !uga sebagai tanda resiko tinggi adanya gangguan sistem sirkulasi yang
lain.
#eadaan insufisiensi vena kronis akhirnya akan menyebabkan ter!adinya perubahan kronis
kulit dan !aringan lunak yang dimulai dengan bengkak ringan. er!alanan sindrom ini
akhirnya akan menghasilkan perubahan warna kulit" dermatitis stasis" selulitis kronis atau
rekuren" infark kulit" ulkus" dan degenerasi ganas. #omplikasi berat yang dapat muncul
sebagai akibat dari insufisiensi vena dapat berupa ulkus pada tungkai yang kronis dan sulit
menyembuh" phlebitis berulang" dan perdarahan yang berasal varises" dan hal ini dapat
diatasi dengan penanganan dan koreksi pada insufisiensi vena itu sendiri.
(
)ngka insiden dan prevalensi dari penyakit insufisiensi vena bergantung pada umur dan
!enis kelamin pada populasi umum. Varises lebih sering ter!adi pada wanita dari pada laki-
laki pada beberapa tingkat umur. ada penelitian kesehatan komunitas *ecumsech" varises
ditemukan +$ & pada wanita berumur ,--,. tahun dan hanya ( & laki-laki pada umur $--$.
tahun. Vena varikosa merupakan kondisi yang umum di!umpai di /S" mengenai hingga (%
persen pria dan $% persen wanita.
$
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Anatomi Vena Tungkai
ada tungkai terdapat tiga macam sistem vena yang mempunyai arti klinis yaitu sistem vena
superfisial" sistem vena profunda" dan sistem vena komunikans atau penghubung. Sistem
komunikans merupakan penghubung antara sistem vena superfisial dan sistem vena
profunda. Seluruh sistem vena ini dilengkapi dengan katup yang menghadap ke arah
!antung. Sistem vena profunda terletak di dalam bungkusan otot. Sistem ini diperas kosong
ke arah proksimal pada setiap kontraksi otot tungkai.
Sistem vena superfisial di tungkai ini terdiri atas vena safena magna dan vena safena parva.
Vena safena magna berawal dari sisi medial kaki merupakan bagian dari lengkung vena dan
mendapat percabangan dari vena profunda pada kaki yang kemudian ber!alan ke atas
sepan!ang sisi anterior maleolus medialis. 0ari pergelangan kaki" vena safena magna
ber!alan pada sisi anteromedial betis sampai lutut dan ke bagian paha dimana terletak lebih
medial. 0ari betis bagian atas sampai pelipatan paha vena safena magna ditutupi oleh
sebuah fasia tipis dimana fasia ini berfungsi untuk mencegah agar vena ini tidak berdilatasi
secara berlebihan. 1ormalnya ukuran vena safena magna adalah 2-3 mm pada pertengahan
paha. Sepan!ang per!alanannya se!umlah vena perforata atau vena penghubung
menghubungkan antara vena safena magna dengan sistem vena profunda pada regio
femoral" tibia posterior" gastrocnemius" dan vena soleal. )ntara pergelangan kaki dan lutut
terdapat 4ockett perforator" yang merupakan kelompok vena perforata yang
menghubungkan sistem vena profunda dengan lengkung vena posterior yang memberikan
percabangan ke vena safena magna dari bawah pergelangan kaki dan berakhir di vena safena
magna di bawah lutut. )khir dari per!alanan vena safena magna berakhir di vena femoralis"
percabangan ini disebut dengan Safenofemoral junction. ada pertemuan antara vena safena
magna dengan vena femoralis terdapat katup terakhir dari vena safena magna.
2
2.2 Epidemioogi
)ngka insiden dan prevalensi dari penyakit insufisiensi vena bergantung pada umur dan
!enis kelamin pada populasi umum. Varises lebih sering ter!adi pada wanita dari pada laki-
laki pada beberapa tingkat umur. ada penelitian kesehatan komunitas *ecumsech" varises
ditemukan +$ & pada wanita berumur ,--,. tahun dan hanya ( & laki-laki pada umur $--$.
tahun.
Vasises retikuler yang berukuran lebih kecil telah ada se!ak awal kehidupan. 5anya sedikit
kasus baru yang berkembang setelah kelahiran. Varises trunkal dan !aring telangiektasia
relatif !arang ditemukan pada anak-anak dan kemudian muncul seiring bertambahnya umur.
emeriksaan serial yang dilakukan pada sekitar %-- anak berumur (--($ tahun dan setelah 3
dan 6 tahun terlihat adanya ge!ala sebelum vena abnormal terlihat di permukaan kulit.
ertama terlihat adalah vena retikuler abnormal. Vena retikuler ini diikuti perkembangannya
setelah beberapa tahun ter!adi inkompeten vena perforata yang akhirnya diikuti oleh
munculnya varises trunkal.
)ngka prevalensi penyakit vena didapatkan lebih tinggi pada negara barat dan negara
industri dari pada negara kurang berkembang.
2.! Pato"i#ioogi $ena $a%iko#a
ada keadaan normal katup vena beker!a satu arah dalam mengalirkan darah vena naik ke
atas dan masuk ke dalam !antung. ertama darah dikumpulkan dalam kapiler vena
superfisialis kemudian dialirkan ke pembuluh vena yang lebih besar" akhirnya melewati
katup vena ke vena profunda yang kemudian ke sirkulasi sentral menu!u !antung dan paru.
Vena superfisial terletak suprafasial" sedangkan vena profunda terletak di dalam fasia dan
otot. Vena perforata mengi!inkan adanya aliran darah dari vena superfisial ke vena profunda.
eningkatan tekanan di dalam lumen paling sering disebabkan oleh ter!adinya insufisiensi
vena dengan adanya refluks yang melewati katup vena yang inkompeten baik ter!adi pada
vena profunda maupun pada vena superfisial. eningkatan tekanan vena yang bersifat kronis
!uga dapat disebabkan oleh adanya obstruksi aliran darah vena. enyebab obstruksi ini dapat
oleh karena thrombosis intravaskular atau akibat adanya penekanan dari luar pembuluh
darah. ada pasien dengan varises oleh karena obstruksi tidak boleh dilakukan ablasi pada
varisesnya karena segera menghilang setelah penyebab obstruksi dihilangkan.
3
#egagalan katup pada vena superfisal paling umum disebabkan oleh karena peningkatan
tekanan di dalam pembuluh darah oleh adanya insufisiensi vena. enyebab lain yang
mungkin dapat memicu kegagalan katup vena yaitu adanya trauma langsung pada vena
adanya kelainan katup karena thrombosis. 'ila vena superfisial ini terpapar dengan adanya
tekanan tinggi dalam pembuluh darah" pembuluh vena ini akan mengalami dilatasi yang
kemudian terus membesar sampai katup vena satu sama lain tidak dapat saling betemu.
#egagalan pada satu katup vena akan memicu ter!adinya kegagalan pada katup-katup
lainnya. eningkatan tekanan yang berlebihan di dalam sistem vena superfisial akan
menyebabkan ter!adinya dilatasi vena yang bersifat lokal. Setelah beberapa katup vena
mengalami kegagalan" fungsi vena untuk mengalirkan darah ke atas dan ke vena profunda
akan mengalami gangguan. 'ila katub di vena perforans" tidak memadai" darah akan diperas
keluar dari sistem vena profunda ke sistem superfisial setiap kali otot betis atau paha
berkontraksi. )kibatnya makin banyak katub yang mengalami insufisiensi" dan menaggung
tekanan hidrostatik di vena safena magna dan 7 di vena safena parva. 'ila katub komunikans
dengan sistem vena profunda tidak memadai" aliran darah akan berbalik dari proksimal ke
distal sehingga vena makin melebar" meman!ang dan berkelok-kelok. 5al ini akan
menyebabkan udem" statis" dan hipoksia di subkutis dan kulit. #eadaan inilah yang
mendasari timbulnya penyulit berupa trombosis" gangguan penyembuhan luka" dan
terbentuknya tukak. #a!ian tentang penyakit vena umumnya dititikberatkan pada kelainan
vena di tungkai" karena tungkailah yang paling besar menyangga beban hidrostatik dan
gangguan peredaran darah vena tungkai paling sering ter!adi.
2.& 'akto% (e#iko
'erikut beberapa faktor yang dapat memperburuk vena varicosa
8 /mur. enuaan menyebabkan katub vena yang membantu regulasi aliran darah men!adi
kendor dan mudah robek.
8 9enis kelamin. :anita lebih beresiko dari pada pria dalam perkembangan vena varicosa.
erubahan hormon semasa kehamilan" pre-menstruasi atau menopause mungkin salah satu
penyebabnya. 5ormon wanita dapat membuat dinding vena men!adi rapuh (rela;). *indakan
terapi penggantian hormon atau pill #' dapat meningkatkan resiko vena varicosa.
8 Genetik. 9ika anggota keluarga yang lain menderita vena varicosa" maka besar
%
kemungkinan untuk terkena.
8 <besitas. 'erat badan berlebih menambah 7 meningkatkan tekanan pada vena.
8 'erdiri lama. 0arah tidak akan mengalir sebaik biasanya !ika tubuh berada pada posisi
yang sama dalam waktu lama.
2.) Ka#i"ika#i $ena $a%iko#a
Secara klinis varises tungkai dikelompokan atas varises trunkal"varises retikular" dan varises
kapilar. Varises trunkal merupakan varises vena safena magna dan vena safena parva.
Varises retikular menyerang cabang vena safena magna atau parva yang umumnya kecil dan
berkelok. Varises kapiler merupakan varises vena subkutan yang tampak sebagai kelompok
serabut halus dari pembuluh darah.
Sesuai dengan berat ringannya varises dibagi atas empat stadium yakni" stadim = keluhan
samar tidak khas" stadium == pelebaran vena" stdium === varises tampak !elas" dan stadium =V
kelainan kulit dan7 tukak karena sindrom insufisiensi vena menahun. Sedangkan sindrom
insufisiensi vena kronik dibagi men!adi tiga dera!at yaitu> dera!at = pelebaran vena" dera!at ==
hiperpigmentasi dan atrofi kulit" stadium === ulkus varikosum.
=nspeksi tungkai dilakukan dari berbagai arah dibawah penyinaran. 0aerah vena yang
berkelok dan berbelit perlu diraba untuk menilai ketegangan varises dan besarnya pelebaran
vena. 0engan berbagai u!i" misalnya dengan u!i trendelenburg" dan u!i perthes" dinilai
dera!at dan ketinggian insufisiensi vena.
2.* +am,a%an Kini# Vena Va%iko#a
asien dengan vena varikosa mungkin tidak memperlihatkan ge!ala salain keluhan kosmetik.
*etapi dapat !uga disertai dengan keluhan seperti rasa nyeri" bengkak" sensasi berdenyut"
sensasi tertusuk-tusuk" kram" ataupun sensasi terbakar di kaki.
#eluhan biasanya hilang saat pasien meninggikan posisi kakinya atau di pagi hari saat
bangun dari tidur dan keluhan semakin memberat sepan!ang hari terutama dengan posisi
berdiri.
:anita lebih sering memberi keluhan daripada laki-laki. 0ari penelitian yang dilakukan oleh
'radbury ge!ala yang paling sering dikeluhkan oleh wanita adalah nyeri" dan laki-laki lebih
sering mengeluh kram. Vena varikosa mungkin dapat bertambah berat selama menstruasi
,
dan !uga selama kehamilan. erempuan !uga dapat mengeluhkan nyeri pelvis atau
dispareunia karena valvula varises.
Ge!ala yang ditimbulkan tidak selamnya berkorelasi dengan ukuran dan !umlah vena yang
terkena. asien dengan vena varikosa yang kecil (talengiektasia dan vena retikular) mungkin
mengeluh sensasi terbakar yang hebat" terasa berat atau bengkak" Sementara pasien dengan
vena varikosa yang besar dapat tidak disertai keluhan apapun.
#eluhan lain yang !uga dapat menyertai vena varikosa meliputi udem" ulserasi" dermatitis"
hiperpigmentasi" lipodermatosklerosis" perdarahan" dan thromboplebitis superfisialis.
5iperpigmentasi dan ulserasi lebih sering ter!adi pada sisi medial dari pergelangan kaki.
#ondisi ini ter!adi karena adanya hipertensi vena. igmentasi disebabkan karena
ekstravasasi sel darah merah ke dalam kulit.
/lkus vena mungkin sulit untuk disembuhkan pada beberapa pasien" tapi secara umum
berespon terhadap terapi kompresi dan pembebatan yang sesuai. #eluhan ini cendrung
berulang terutama pada pasien yang dengan kepatuhan yang rendah untuk men!alani terapi.
Lipodermatosclerosis merupakan komplikasi insufisiensi vena yang berlangsung lama dan
sering ter!adi pada pasien dengan vena varikosa. Lipodermatosklerosis !uga dikenal dengan
selulitis stasis dengan karakteristik berupa udem" eritema" nyeri" dan kulit men!adi menebal
dan mengeras.
Athropi blanche disebut !uga ulserasi dengan bentuk bintang yang ter!adi pada pasien
dengan insufisiensi vena yang kronis. /lserasi ini biasanya kecil dan sangat nyeri. 0ari
penelitian yang dilakukan ulkus ini berbeda dari ulkus vena stasis.
erdarahan pada pasien dengan vena varikose biasanya berlangsung spontan" atau setelah
mengalami truma minor pada kaki. erdarahan dapat sangat banyak sehingga sering
disangka berasal dari arteri karena tingginya tekanan pada vena" dan sering membuat pasien
datang mencari pertolongan medis. 5al ini dapat diatasi dengan menekan dan meninggikan
posisi kaki.
*hromboplebitis superfisial " dapat ter!adi secara spontan" berhubungan dengan trauma" atau
karena kondisi hiperkoagulan. asien biasanya mengeluh nyeri dan dari pemeriksaan fisik
didapatkan hangat" bengkak" dan eritema pada daerah yang mengalai varises. Vena saphena
magna yang paling sering terkena. *rombosis vena dalam dan emboli pulmoner merupakan
efek samping yang sering ter!adi !ika thromboplebitis superfisial meluas ke dalam sistem
+
vena profunda. enanganan sesuai dengan lokasi dari trombosis tapi biasanya menggunakan
obat antiinflamasi !ika pembuluh darah yang terkena terletak lebih distal dari sistem vena
profunda. *erapi antikoagulan atau pembedahan dipilih untuk thromboplebitis superfisial
yang lebih proksimal ((- cm dari saphenofemoral !untion).
2.- Diagno#i#
Anamne#i#
5al-hal yang perlu ditanyakan pada anamnesis adalah
?iwayat vena varikosa" trombosis vena dalam" atau tromboplebitis superfisial pada
pasien dan keluarganya
<nset timbulnya penyakit tersebut dan hal-hal apa sa!a yang dapat memperberat
penyakit tersebut
@aktor predisposisi (keturunan" trauma pada tungkai" atau peker!aan yang
mengharuskan berdiri dalam waktu yang lama)
Aenggunakan pakaian yang ketat
#ebiasaan duduk dengan posisi kaki bersilangan
ada wanita " ge!ala varises bertambah berat saat hamil
)danya riwayat bengkak" perubahan pada kulit" adanya ulserasi" atau nyeri
?iwayat menderita penyakit vaskuler lainnya (penyakit arteri perifer" penyakit arteri
coronaria" lymphadema" lymphangitis)
)danya peningkatan ukuran dan !umlah varises
Peme%ik#aan 'i#ik
emeriksaan fisik sistem vena penuh dengan kesulitan karena sebagian besar sistem vena
profunda tidak dapat dilakukan pemeriksaan langsung seperti inspeksi" palpasi" auskultasi
dan perkusi. ada sebagian besar area tubuh" pemeriksaan pada sistem vena superfisial harus
mencerminkan keadaan sistem vena profunda secara tidak langsung.
emeriksaan vena dapat dilakukan secara bertahap melalui inspeksi" palpasi" perkusi" dan
pemeriksaan menggunakan 0oppler. 5asil pemeriksaan tersebut nantinya dibuatkan peta
6
mengenai gambaran keadaan vena yang di ter!emahkan ke dalam bentuk gambar. Gambar
ini akan memberikan informasi mengenai penatalaksaan selan!utnya.
In#pek#i
=nspeksi tungkai dilakukan dari distal ke proksimal dari depan ke belakang. ?egio perineum"
pubis" dan dinding abdomen !uga dilakukan inspeksi. ada inspeksi !uga dapat dilihat
adanya ulserasi" telangiektasis" sianosis akral" eksema" brow spot" dermatitis" angiomata"
varises vena prominent" !aringan parut karena luka operasi" atau riwayat in!eksi sklerotan
sebelumnya. Setiap lesi yang terlihat seharusnya dilakukan pengukuran dan
didokumentasikan berupa pencitraan. Vena normalnya terlihat distensi hanya pada kaki dan
pergelangan kaki. elebaran vena superfisial yang terlihat pada region lainnya pada tungkai
biasanya merupakan suatu kelainan. ada seseorang yang mempunyai kulit yang tipis vena
akan terlihat lebih !elas.
Stasis aliran darah vena yang bersifat kronis terutama !ika berlokasi pada sisi medial
pergelangan kaki dan tungkai menun!ukkan ge!ala seperti perubahan struktur kulit. /lkus
dapat ter!adi dan sulit untuk sembuh" bila ulkus berlokasi pada sisi medial tungkai maka hal
ini disebabkan oleh adanya insufusiensi vena. =nsufisiensi arteri dan trauma akan
menun!ukkan ge!ala berupa ulkus yang berloksi pada sisi lateral.
Papa#i
alapsi merupakan bagian penting pada pemeriksaan vena. Seluruh permukaan kulit
dilakukan palpasi dengan !ari tangan untuk mengetahui adanya dilatasi vena walaupun tidak
terlihat ke permukaan kulit. alpasi membantu untuk menemukan keadaan vena yang
normal dan abnormal. Setelah dilakukan perabaan pada kulit" dapat diidentifikasi adanya
kelainan vena superfisial. enekanan yang lebih dalam dapat dilakukan untuk mengetahui
keadaan vena profunda.
alpasi diawali dari sisi permukaan anteromedial untuk menilai keadaan SVA kemudian
dilan!utkan pada sisi lateral diraba apakah ada varises dari vena nonsafena yang merupakan
cabang kolateral dari VSA" selan!utnya dilakukan palpasi pada permukaan posterior untuk
meinail keadaan VS. Selain pemeriksaan vena" dilakukan !uga palpasi denyut arteri distal
dan proksimal untuk mengetahui adanya insufisiensi arteri dengan menghitung indeks ankle-
.
brachial. 1yeri pada saat palpasi kemungkinan adanya suatu penebalan" pengerasan"
thrombosis vena. Bmpat puluh persen 0V* didapatkan pada palpasi vena superfisialis yang
mengalami thrombosis.
Pe%ku#i
erkusi dilakukan untuk mengetahui kedaan katup vena superficial. 4aranya dengan
mengetok vena bagian distal dan dirasakan adanya gelombang yang men!alar sepan!ang
vena di bagian proksimal. #atup yang terbuka atau inkopeten pada pemeriksaan perkusi
akan dirasakan adanya gelombang tersebut.
.anu$e% Pe%t/e#
/!i perthes merupakan pengu!ian terhadap sistem vena dalam. 9ika terdapat varises tidak
boleh dilakukan tindak bedah pengeluaran varises atau terapi sklerosis karena !alan darah
kembali satu-satunya akan tertutup dengan pembedahan ini.
/ntuk menetapkan ada atau tidaknya peredaran darah vena" cukup dilakukan u!i perthes.
ada keadaan berdiri" saat varises penuh" lipat paha diikat sehingga vena saphena magna
tertutup. Selan!utnya penderita diminta ber!alan ditempat sehingga pompa otot tungkai
berfungsi baik. 9ika varises berangsur-angsur hilang" artinya sistem vena memadai.
Te# T%endeen,u%g
*es *rendelenburg sering dapat membedakan antara pasien dengan refluks vena superficial
dengan pasien dengan inkopetensi katup vena profunda. *es ini dilakukan dengan cara pada
fase =C tungkai diangkat sehingga vena kosong" kemudian tungkai diikat dengan pembalut
karet di distal lipat paha" atau vena disana ditekan untuk menutup hubungan safenofemoral.
@ase ==C tungkai diturunkan atau penderita diminta berdiri sementara tekanan di lipat paha
dipertahankan. ada keadaan ini varises tidak tampak karena vena tetap kosong akibat
tekanan di persilangan safenofemoral. Vena safena magna tidak terisi darah !ika katup vena
komunikans dan vena dalam utuh. @ase ===C bebat karet atau tekanan dilepaskan tidak
tampaknya varises membuktikan katup safenofemorar dan popliteofemoral utuh. 5asil u!i
trendelenburg positif !ika vena safena magna segera terisi mulai dari atas karena darah cepat
mengalir balik dari perut ke tungkai melalui persilangan safenofemoral dan menyebabkan
(-
ter!adinya varises pada vena safena magna dan7 vena safena parva karena katupnya
insufisien.
Peme%ik#aan Pemun0ang
Au#kuta#i menggunakan Doppe%
emeriksaan menggunakan 0oppler digunakan untuk mengetahui arah aliran darah vena
yang mengalmi varises" baik itu aliran retrograde" antegrade" atau aliran dari mana atau ke
mana. 0oppler tranduser diletakkan sepan!ang a;is dari vena" dimana probe dari 0oppler ini
membentuk sudut 3% dera!at dengan kulit" kemudian dilakukan penekanan pada vena
sehingga menghasilkan signal doppler yang kuat. Aanuver ini dilakukan dengan cara
menekan dan melepaskan vena dan otot di bawah probe. #ompresi atau penekanan akan
menyebabkan aliran yang searah dengan katup vena" relase atau pelepasan dari penekanan
vena tadi akan menyebabkan aliran balik melalui katup vena yang inkompeten. Signal
doppler tidak akan ada !ika katup venanya kompeten dan tidak ada aliran balik dari darah.
enilaian dengan menggunakan doppler memberikan tambahan informasi selain dengan
pemeriksaan fisik" tapi pada pasien dengan varises yang signifikan harus dievaluasi
menggunakan duple; ultrasonogrphy" yaitu kombinasi antara doppler dengan dua
dimensional ultrasound imaging.
Peme%ik#aan Imaging
*u!uan dilakukannya pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan seluruh
area yang mengalami obstruksi dan refluks dalam sistem vena superfisial dan sistem vena
profunda. emeriksaan yang dapat dilakukan yaitu venografi dengan kontras" A?=" dan
/SG color-flow dupleks. /SG dupleks merupakan pemeriksaan imaging standar yang
digunakan untuk diagnosis sindrom insufisiensi varises dan untuk perencanaan terapi serta
pemetaan preoperasi. 4olor-flow /SG (/SG tripleks) digunakan untuk mengetahui keadaan
aliran darah dalam vena menggunakan pewarnaan yang berbeda. emeriksaan yang paling
sensitive dan spesifik yaitu menggunakan Aagnetic ?esonance venography (A?V)
digunakan untuk pemeriksaan kelainan pada sistem vena profunda dan vena superficial pada
tungkai bawah dan pelvis. A?V !uga dapat mengetahui adanya kelainan nonvaskuler yang
menyebabkan nyeri dan edema pada tungkai. Venografi dengan kontras merupakan teknik
((
pemeriksaan invasive. Saat ini venografi sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan
pemeriksaan /SG dupleks sebagai pemeriksaan rutin penyakit vena. Sekitar (% & pasien
yang dilakukan pemeriksaan venografi ditemukan adanya 0V* dan pembentukan
trombosisis baru setelah pemberian kontras.
2.1 Penataak#anaan $ena $a%iko#a
1. Komp%e#i ek#te%na
enggunaan kompresi eksternal seperti bandage atau stocking efektif untuk mengatasi
udem" nyeri" dan ulkus" dan dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan terapi
yang lain. #ontraindikasi melakukan terapi kompresi diantaranyaC insufisiensi arterial
(ankle7arm inde; D-., dan7 atau ankle presure D,%mm5g)" penyakit kulit" dan alergi
terhadap bahan stocking.
*erapi kompresi lebih murah !ika dibandingkan dengan terapi lainnya.*etapi" terkadang
pada kebanyakan pasien merasa tidak nyaman menggunakannya dan tingkat
kepatuhannya rendah.
2. S2e%ote%api
Sceloterapi adalah mengin!eksikan suatu substansi yang dapat menyebabkan obliterasi
pembuluh vena" ini merupakan treatment yang sering digunakan untuk talengiektasis
vena" reticular vena" dan vena-vena kecil. Secara umum" vena-vena kecil memberi
respon yang lebih baik terhadap sceloroterapi.
Sceloroterapi !uga dapat digunakan untuk varises pada vena dengan ukuran besar selain
vena saphena atau setelah operasi untuk menghilangkan sisa-sisa vena varikosa dan !uga
digunakan untuk pasien yang menolak tindakan operasi tanpa memandang ukuran
venanya. 0ari hasil penelitian didapatkan tingginya angka kekambuhan dengan
scleroterapi dibandingkan dengan pembedahan.
Scleroterapi dapat menghilangkan nyeri dan rasa tidak nyaman dari vena varikosa" dan
dapat mencegah ter!adinya komplikasi seperti perdarahan vena dan ulserasi. =ni !uga
digunakan untuk memperbaiki kosmetik.
'ahan-bahan sclerotan yang dapat digunakan seperti hipertonik salin" salin (-& dalam
dektrose $%&" sodium morhuatee %& dan ethanolamic o;alat. 'ahan yang lebih sering
($
digunakan di )merika Serikat adalah hipertonik salin $2"3& karena mudah didapat"
memiliki resiko alergi yang kecil" memberi hasil yang memuaskan dengan efek samping
yang minimal.
Sklerotan dibagi berdasarkan !enis substansinya yaitu yang berbentuk foam dan
berbentuk liEuid. ada sklerotan !enis foam memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan dengan !enis liEuid yaitu dosis yang diperlukan lebih sedikit" lebih efektif
dan komplikasi yang ditimbulkan lebih rendah.
#omplikasi dari scleroterapi ini diantaranya nyeri" hiperpigmentasi" talengiektasis"
necrosis" superfisial trombophlebitis" dan deep vein trombosis. ?eaksi anafilaksis sangat
!arang dilaporkan dengan menggunakan sclerotan sodium tetradecyl sulfat dan sodium
morhuatte. 1yeri dan rasa keram bisa ter!adi dengan menggunakan solusio hipertonik
(salin dan dektrosa). /rticaria" blister" dan udem terkadang dapat ter!adi.
#ontrindikasi dalam penggunaan scleroterapi diantaranya pasien dengan deep vein
trombosis" dan pasien yang tidak beraktivitas dalam waktu yang lama (bedrest)" atau
sedang menderita infeksi akut (seperti selulitis) atau memiliki riwayat hipersensitifitas
terhadap bahan sclerotan. Sebagai tambahan pasien dengan diabetes yang tidak
terkontrol" kondisi hiperkoagulable" dan dengan penyakit kanker tidak direkomendasikan
menggunakan scleroterapi. Scleroterpi !uga tidak dapat diberikan selama masa
kehamilan dan masa menyusui.
!. (adio"%ekuen#i A,a#i 3('A4
?adiofrekuensi ablasi adalah teknik untuk mengobliterasi lumen vena menggunakan
bipolar kateter yang ditempatkan interaluninal dan menggunakan duple; sebagai
guidence. emanasan lokal yang ter!adi dengan prosedur ini mengakibatkan spasme
pembuluh vena dan denaturasi kolagen yang bersifat irreversibel dengan destruksi pada
intimal. rosedur tindakan ablasi ini dapat dilakukan dengan general atau regional
anastesi.
0ari hasil penelitian randomised control trial" yang meneliti tentang keamanan"
keefektifan" dan keuntungan dari radiofrekuensi ablasi" didapatkan oklusi vena dalam
satu minggu lebih dari .-&. 0alam $ tahun" 6%-.-& dari vena yang diterapi tetap
teroklusi" dan dalam empat sampai lima tahun 6%& vena tetap teroklusi. ?efluks dari
(2
aliran vena ter!adi pada (-& kasus dalam waktu $ tahuun" ($& dalam 2 tahun" dan
(,"$& dalam % tahun.
enelitian randomised trial yang pertama (membandingkan radiofrekuensi ablasi dengan
ligasi konvensional dan striping vena safena magna) didapatkan nyeri post operasi yang
lebih ringan pada radiofrekuensi ablasi" lebih cepat dapat beraktivitas kembali dan waktu
pemulihan dari sakit yang lebih singkat. Sementara komplikasi yang ter!adi pada kedua
prosedur ini serupa.
#omplikasi yang ter!adi pada radiofrekuensi ablatif diantaranya parastesia (--(.&)"
in!ury termal pada kulit diatas vena yang diablasi (--2&)" deep vein trombosis ((&)" dan
pulmonary embolism (D (&)
&. Endo$enou# La#e% T%eatment 3EVLASE(4
BVL)SB? menggunakan energi laser yang dihantarkan melalui ,--Fm (3---+%- Fm)
laser fiber untuk mengobliterasi vena. Gelembung uap yang dihasilkan dari pemanasan
darah di dalam lumen menyebabkan heat injury pada dinding vena. Laser dengan
pan!ang gelombang yang pendek menyebabkan penetrasi yang lebih dangkal dan
diabsorbsi lebih baik oleh darah dan menyebabkan kerusakan yang minimal pada
!aringan sekitarnya. rosedur ini biasanya dilakukan dengan anastesi lokal perivaskular.
enutupan vena yang ter!adi dengan terapi ini setelah di follow-up selama $ tahun
sekitar .--(--&. #egagalan dari BVL)SB? dapat ter!adi karena dosis energi yang
dihantarkan ke vena terlalu rendah. =ndeks masa tubuh yang tinggi !uga berhubungan
dengan kegagalan terapi.
BLV)SB? menyebabkan perbaikan klinis dan ge!ala pada lebih dari .%& kasus. )ngka
kepuasan pasien dengan terapi ini cukup tinggi dan pasien dapat beraktivitas segera
setelah terapi ini.
#omplikasi seperti bruising" nyeri" dan plebitis !arang ter!adi setelah 3 minggu.
arastesia dan sensasi terbakar dapat hilang dengan ber!alannya waktu. 0eep vein
trombosis ter!adi pada --+"+& kasus. embentukan fistula arteriovena antara vena safena
parva dengan arteri sural superfisial di fosa poplitea pernah dilaporkan.
(3
). Te%api Pem,eda/an
=ndikasi untuk melakukan tindakan pembedahan diantaranya ulserasi" nyeri" bengkak
dan ter!adi perdarahan. embedahan !uga dilakukan untuk alasan kosmetik.
#ontraindikasi relatif dalam melakukan tindakan pembedahan diantaranya deep vein
trombosis" deep venus insufisiensi dengan atau tanpa ulkus" dan memiliki riwayat
#lippel- *renaunay syndrome. 9enis-!enis terapi pembedahan diantaranyaC
Liga#i Vena Sa"ena
'aku emas terapi pembedahan untuk vena varikosa adalah melakukan stripping
pada vena safena magna dan vena safena parva dan melakukan ligasi pada
safenofemoral !unction atau safenopopliteal !unction yang dikombinasi dengan
multipel stab avulsion atau plebectomy pada percabangan varises vena. asien
direkomendasikan untuk melakukan prosedur ini !ika memiliki vena safena
magna dan vena safena parva yang incompeten" ter!adi refluks melalui
safenofemoral dan safenopopliteal !unction" atau superfisial tromboplebitis yang
diidentifikasi menggunakan duple; 0oppler ultrasonography. Sistem vena
dalam7 profunda harus kompeten" dan tidak terdapat tanda deep vein trombosis.
Sebelumnya diyakini bahwa dengan melakukan stripping pada vena safena dari
ankle sampai groin dapat mengkoreksi ter!adinya refluks yang merupakan
penyebab vena varikosa truncal. Sekarang didapatkan ligasi pada vena safena di
safenofemoral !untion dapat mengatasi ter!adinya masalah tersebut.
Ligasi pada sistem vena safena keberhasilannya tinggi dalam mengatasi vena
varikosa !ika dikombinasikan dengan scleroterapi. Skleroterapi digunakan setelah
ablasi endovenous untuk mengontrol varises residual yang masih ada.
Am,uato%5 atau #ta, p/e,e2tom5
)mbulatory phlebectomy relatif mudah" efektif" dan tidak mahal untuk
menghilangkan vena varikosa. *eknik ini menggunakan suatu pengait khusus.
ertama dilakukan mikroinsisi kemudian pengait dimaskkan ke dalam untuk
mengait bagian vena yang mengalami varises dan kemudiam dilkukan eksisi
yang sangat tipis.
(%
#omplikasi yang bisa ditimbulkan diantaranya perdarahan dan hematome"
kadang dapat ter!adi hiperpigmentasi" infeksi" nyeri" talengiektasis.
Tan#uminated po6e%ed p/e,e2tom5 3TIPP4
*eknik ini menggunakan transluminator yang dialirkan melewati bagian dalam
dari varises" dan sebuah suction resector dimasukan melalui insisi di kulit. 4ara
ker!anya" vena akan diisap melalui resector" kemudian mengalami morcellation
dan keluarkan melalui suction.
#eefektifan dari *= dalam meghilangkan varisas sebanding dengan
phlebectomy. Bfek samping yang ditimbulkan dari teknik ini diantaranya
bruising" selulitis" cedera saraf" vena residual" dan hematoma.
2.7 Pen2egana $ena $a%iko#a
*idak ada cara yang sempurna untuk mencegah varicose vein. *api meningkatkan sirkulasi
dan kekuatan otot akan mengurangi resiko. endekatan yang bisa dilakukan antara lainC
8 Latihan. Gerakkan tungkai. 'er!alan-!alan adalah cara terbaik untuk memperlancar
sirkulasi darah di tungkai.
8 #ontrol berat badan" dan pola makan. eningkatan berat badan bebrapa pound sa!a
meningkatkan tekanan pada vena. Aakanan !uga mempengaruhi. )tur pola makan rendah
garam" kaya serat untuk mencegah begkak yang dihasilkan oleh retensi cairan.
8 erhatikan pakaian. 5indari high heel. Sepatu Glow-heelH membuat otot betis beker!a lebih
aktif" hal ini akan bagus untuk vena. 9angan memakai pakaian ketat karena akan
menghambat sirkulasi darah.
8 Blevasikan tungkai. /ntuk meningkatkan sirkulasi vena" luangkan sedikit waktu tiap
harinya untuk mengelevasikan (meninggikan) tungkai lebih tingi dari !antung. 4ontohnya"
berbaring telentang dengan tungkai disangga tumpukan 2 atau 3 bantal.
8 5indari terlalu lama berdiri atau duduk. Sering-seringlah berganti posisi untuk
memperlancar aliran darah. 4obalah berganti posisi setidaknya 2- menit sekali.
(,
2.18 P%ogno#i#
asien dengan refluks vena yang signifikan memiliki resiko tinggi ter!adinya ulkus varises
yang akan sulit diterapi secara efektif. ada pasien dengan komplikasi perdarahan dan
tromboemboli memberikan prognosis yang kurang baik dalam terapi varises vena. 0engan
terapi yang tepat akan memberikan hasil yang baik dan progresifitas penyakit akan berhenti
dan prognosis akan men!adi lebih baik.
(+
BAB III
PENUTUP
!.1 Ke#impuan
ada tungkai terdapat tiga macam sistem vena yang mempunyai arti klinis yaitu sistem vena
superfisial" sistem vena profunda" dan sistem vena komunikans atau penghubung.
)ngka insiden dan prevalensi dari penyakit insufisiensi vena bergantung pada umur dan
!enis kelamin" dimana lebih sering ter!adi pada wanita dari pada laki-laki pada beberapa
tingkat umur.
Vena varikosa atau varises ter!adi karena pelebaran pembuluh darah balik yang disertai
dengan gangguan fungsi katup yang terdapat dalam pembuluh darah tersebut.
Sesuai dengan berat ringannya varises dibagi atas empat stadium yakni" stadim = keluhan
samar tidak khas" stadium == pelebaran vena" stdium === varises tampak !elas" dan stadium =V
kelainan kulit dan7 tukak karena sindrom insufisiensi vena menahun.
asien dengan vena varikosa mungkin tidak memperlihatkan ge!ala salain keluhan kosmetik.
*etapi dapat !uga disertai dengan keluhan seperti rasa nyeri" bengkak" sensasi berdenyut"
sensasi tertusuk-tusuk" kram" ataupun sensasi terbakar di kaki.
0iagnosis ditegakan dari anamnesis" pemeriksaan fisik termasuk didalamnya melakukan
manuver perthes dan tes tredelenburg" dan !uga pemeriksaan penun!ang menggunakan
doppler
enatalaksanaan vena varikosa terdiri dari terapi non operatif seperti menggunakan
kompresi eksternal dan skleroterapi" dan !uga terapi opertif seperti ambualtory plebectomy
dan ligasi vena safena..
/paya pencegahan vena varikosa pada tungkai ditu!ukan untuk meningkatkan sirkulasi dan
kekuatan otot sehingga akan mengurangi resiko. endekatan yang bisa dilakukan antara lainC
latihan gerakkan tungkai> kontrol berat badan" dan pola makan> elevasikan tungkai> dan
hindari berdiri terlalu lama.
ada pasien dengan komplikasi perdarahan dan tromboemboli memberikan prognosis yang
kurang baik dalam terapi varises vena. 0engan terapi yang tepat akan memberikan hasil
yang baik dan progresifitas penyakit akan berhenti dan prognosis akan men!adi lebih baik.
(6
DA'TA( PUSTAKA
(. :eiss"?. ($-(-" )pril(3-last update)HVaricose vein and spider veinH"
)vilableChttpC77emedicine.medscape. com7article7(-6%%2--di agnosis (accessedC $-(-"
!uni(2)
$. Subramonia"S."Lees.*). ($--+-last update) G*he *reatment of Varicose VeinH"
)vailableC httpC77www.ncbi.nlm.nih.gov7pmc7articles7pmc (.,3%%,7pdf7rcse 6.-$-
-.,.pdf ()ccesssedC $-(-" mey $$).
2. 'artholomew"9?." Sahgal")." #ing"*."Vidimos")*.($--%"Aaret-last update)
GVaricose veinC1ewer" 'etter treatment availableH"
)vailableChttpC77www.cc!m.org7conten7+$7372($.full.pdf (accessedC $-(-" mey $$ ).
3. Aalik"G).")hmed"G."?ehan"*A.($--3" !uni-last update) HVaricose vein surgeryH"
)vailableChttpC77theprofesional.com7v((n$7prof-+66.pdf (accessedC $-(-" mey$$)
%. *isi"V."'averley"4."?ees"). ($--," <ctober 2-)H=n!ection Sclerotherapy for
Varicose VeinH" )vailableChttpC77www rcsed.ac.uk7 fellows7putisi7in!ection
sclerotherapy for
varicose vein.pdf(accessedC$-(-" mey$$)
(.
$-