Anda di halaman 1dari 12

Teori Kontigensi

NESAMALAR A/P PUSPANATHAN PGD130017


MAGESVERY A/P RAJAMANIKKAM PGD120026
SARAVANAN A/L SATIANANDAN PGD120027
THILAKAWATHY A/P SABAPATHY PGD130049
VIMALA DEVI A/P SAMY PGD130050
Teori kontingensi fokus pada variabel
yang berkaitan dengan lingkungan yang
mungkin menentukan gaya
kepemimpinan tertentu yang paling
cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya
kepemimpinan yang terbaik dalam
segala situasi. Kejayaan tergantung pada
sejumlah variabel, termasuk gaya
kepemimpinan, kualiti para pengikut dan
aspek situasi.

Teori Kontigensi Fiedler
berkait rapat dengan Teori Situasi.
tahap efektif seseorang pemimpin itu
berorientasikan tugasannya (task
oriented) dan mungkin juga
berorientasikan hubungan dengan orang
bawahan yang dipimpinnya (relation
oriented).
Ianya bergantung kepada tuntutan
terhadap situasi,kehendak serta
keperluan semasa.
Sesuatu gaya kepemimpinan berkesan
bergantung kpd situasi & tertakluk kpd
orientasi psikologi pemimpin(gaya
kepemimpinan) & tuntutan persekitaran
(tahap sokongan persekitaran) iaitu:-
i. Saiz organisasi
ii. Sumber & cara operasi yg berbeza
iii. Pandangan pemimpin terhadap staf &
sebaliknya
iv. Teknologi & peralatan yg digunakan

Teori Path Goal
Dikenali juga Model Path-Goal.
Merupakan Teori Kepemimpinan.
Dikembangkan oleh Robert House (1971). Graduate
from Ohio State University.
House and Mitchell refined it in 1974.
Selepas 40-50 penyeledikan, House telah membaiki
teori ini pada tahun 1996.
Menambahkan leader behaviors daripada 4 kepada
10, pemperbarui gambaran tentang orang bawahan
konsep serta meluaskan hasilan yang diperolehi oleh
orang bawahan.


Concepts in the reformulated Path-Goal
Theory of Leadership.



Leader
Behaviors
Situation Outcomes
Path-goal
clarifying
Group decision
process
Subordinate
motivation
Subordinate
satisfaction
Achievemant
oriented
Representation
Subordinate
empowerment
Work facilitation Networking
Subordinate
abilities
Subordinate
effectiveness
Supportive Value based
Interaction
facilitation
Shared
Task demands Work unit
effectiveness



House percaya bahawa versi baru teori ini
spesifikasikan tingkah laku pemimpin yang
membawa kepada hasil positif.
4 Leader Behaviours Yang Asal
Pemimpin yang menerima
cadangan-cadangan dan
nasihat-nasihat bawahan.
Menggunakan maklumat dari
bawahan dalam pengambilan
keputusan organisasi.
Pemimpin yang menetapkan
tujuan yang mencabar
pekerjanya .
Meminta bawahan untuk
mencapai tahap prestasi
yang tinggi.
Pemimpin memberikan
bimbingan pada pekerja
dengan menetapkan
standard prestasi.
mengkoordinasi prestasi
kerja.
meminta pekerja untuk
mengikuti peraturan
peraturan organisasi.
Perhatian pada keperluan
peribadi pekerja.
Mengembangkan kepuasan
hubungan interpersonal
diantara para pekerja.
Berusaha menciptakan iklim
kerja yang bersahabat di
dalam organisasi.
Supportive
Leadership
Directive
Leadership
Participative
Leadership
Achievement
Oriented
Leadership
Leader Behaviors Baru
There are 10 new Leader Behaviors.
For example:-
1. Path-goal clarifying behaviors
Leader are capable of making subordinates
needs and preferences contingent on effective
performance.
These include performance goals, rewards and
punishment subordinates, standards of
performance, expections of others.
2. Shared leadership
Occurs when the formally appointed
leader shares the leader behaviors with
members of the work group.

3.Value-based leader behavior
Appeals to followers treasured values,
enhances their-efficacy and sense of
consistency and makes their self-worth
contingent on contributing to the leaders
mission.

Teori Vroom dan Yetton
Teori kepeminmpinan vroom & yetton adalah jenis teori kontingensi yang
menitikberatkan pada hal pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemimpin. Dalam
hal ini ada 5 jenis ciri pengambilan keputusan dalam teori ini :

A-I : pemimpin mengambil sendiri keputusan berasaskan maklumat yang ada pada saat itu.

A-II : pemimpin memperoleh informasi dari bawahannya dan mengambil keputusan
berdasarkan informasi yang didapat. jadi peranan bahawan hanya memberikan
informasi, bukan memberikan alternatif.

C-I : pemimpin memberitahukan masalah yang sedang terjadi kepada bawahan secara
peribadi, lalu kemudian memperoleh informasi tanpa mengumpulkan semua
bawahannya secara kelompok, setelah itu mengambil keputusan dengan
mempertimbangkan/ tidak gagasan dari bawahannya.

C-II : pemimpin mengumpulkan semua bawahannya secara kelompok, lalu menanyakan
gagasan mereka terhadap masalah yang sedang ada, dan mengambil keputusan dengan
mempertimbangkan/tidak gagasan bawahannya

G-II : pemimpin memberitahukan masalah kepada bawahanya secara berkelompok, lalu
bersama sama merundingkan jalan keluarnya, dan mengambil keputusan yang
disetujui oleh semua pihak.

Thank You