Anda di halaman 1dari 9

takut,jijik dan asosiasi yang negatif lainnya.

Tetapi ternyata membudidayakan ulat hongkong


bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan besar.
Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal
Wormdapat ditemukan pada toko-toko pakan burung, reptil dan ikan, karena memang ulat
hongkong biasa dipergunakan sebagai suplemen pakan hewan-hewan tersebut. Ulat
hongkong bisa dipergunakan sebagai bahan makanan hewan dalam bentuk pelet.
Bisnis budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga dan
modal yang besar, selain itu budidaya ulat hongkong bisa dilakukansebagai usaha sampingan.
Usaha budidaya ulat Hongkong ini telah ditekuni oleh beberapa warga didaerah kota Besar di
Pulau Jawa. Dengan memanfaatkan sebagian ruangan dalam rumah, mereka menekuni usaha
sampingan budidaya ulat hongkong.
Hasil usaha sampingan budidaya ulat hongkong ini cukup lumayan, saat ini hampir tiap hari
mereka memanen dan memasok ulat hongkong ke pedagang burung di Pasar-pasar Burung.
Harga ulat hongkong cukup lumayan antara 20 ribu sampai 30 ribu per kilogram. Harga ulat
hongkong sempat anjlok beberapa tahun yang lalu seharga 12 ribu per kilogram, hal itu
disebabkan over produksi karena banyaknya peternak ulat hongkong. Namun beberapa tahun
terakhir harga stabil di kisaran 20-30 ribu per kilogram.
13.2.Langkah-langkah Budidaya Ulat Hongkong:
Jika ingin menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong
langkahnya cukup mudah yang diperlukan hanyalah ketelatenan dan bisa dilakukan di rumah
1. Siapkan kandang pemeliharaan berupa papan triplek, atau bisa dengan nampan
plastik. Ukuran sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai triplek atau papan sudut-
sudut diberi lakban agar ulat tidak kabur.
2. Siapkan media pemeliharaan berupa campuran dedak halus(Polard) dan ampas tahu
kering, bisa dibeli di toko pakan ternak.
3. Telur ulat hongkong yang dibeli dari peternak, atau bisa membeli ulat hongkong
kemudian dibudidayakan hingga menjadi serangga dan kemudian bertelur.
4. Makanan ulat hongkong bisa diberikan limbah sayuran, timun, pepaya,jipang dan
bahan makanan lainnya yang mengandung banyak air.
5. Kunci budidaya ulat hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan.
Jika tidak teliti terkadang ada hama sejenis ulat hongkong yang berukuran lebih kecil
numpang hidup pada media, namun ulat kecil ini bersifat kanibal dan memakan ulat-
ulat hongkong yang lain sehingga produksi menurun. Biasanya ulat jenis ini datang
dari media dedak halus dan dari lingkungan sekitar.
13.3. Tempat Peternakan
Usahakan untuk tempat/bangunan peternakan ini, terbuat secara permanen atau terbuat dari
tembok sekelilingnya. Tujuannya, agar terhindar dari tikus atau hama semut. Atap terbuat
dari enternit serta 95% bangunan tertutup. Lantai terbuat dari tembok atau ubin. Suhu sangat
mempengaruhi pertumbuhan ulat. Usahakan suhu dalam ruangan, tetap antara 29 30
0
C dan
selalu lembab, artinya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Suhu tersebut, merupakan
suhu terbaik untuk ternak ini.
13.4. Pemilihan Induk
Adapun langkah dalam pemilihan induk adalah
sebagai berikut :
1. Serangga Tenebrio Molitor,Induk Ulat Hongkong
2. Ulat hongkong sebenarnya adalah fase larva dari serangga bernama latin Tenebrio
Molitor. Serangga berwarna hitam ini merupakan serangga pemakan biji-bijian.
Dalam Fase hidupnya serangga Tenebrio Molitor ini terdiri dari 4 siklus hidup , yaitu
telur > larva(ulat Hongkong) > kepompong > ulat dewasa/Serangga. Siklus seperti
ini bisa berlangsung dalam waktu 3 sampai 4 bulan. Larva atau ulat hongkong ini
akan mengalami pergantian kulit sebanyak 15 kali sebelum akhirnya berubah menjadi
kepompong. Pada saat berganti kulit inilah saat yang tepat untuk diberikan kepada
ikan hias, karena zat kitin yang terkandung pada kulit ulat hongkong tidak bisa
dicerna oleh ikan.
3. Untuk pemilihan induk, usahakan tidak lebih dari 2 kg, agar ulat yang jadi
kepompong ukurannya bisa besar-besar (rata-rata panjang 15 mm dan lebar 4 mm .
Sedangkan ulat dewasa dengan ukuran panjang rata-rata 15 mm, dan diameter rata-
rata 3 mm akan mulai menjadi kepompong sekitar 7 sampai 10 hari lagi secara
bergantian.
4. Pengambilan kepompong, harus dilakukan selama 3 (tiga) hari sekali, supaya
kepompong yang sudah dipisah dan ditempatkan di dalam kotak tersendiri berubah
menjadi kumbang secara serentak.
5. Pemilihan kepompong, dilakukan tiga hari sekali, serta kepompong yang dipilih
haruslah yang sudah berwarna putih kecoklatan. Dan cara pengambilannya pun, harus
hati-hati jangan sampai lecet/cacat. Apabila terjadi, maka kepompong akan mati
busuk. Kepompong yang sudah dipilih, kita taruh di dalam kotak pemeliharan yang
sudah diberi alas koran.Kemudian, disebar sedemikian rupa. Jangan sampai
bertumpuk, lalu ditutup kembali memakai kertas koran hingga rapat.
6. Kepompong akan menjadi kumbang, dalam usia mulai 10 hari. Dan apabila sayap
kumbang masih berwarna kecoklatan, jangan diambil dulu. Biarkan sampai berwarna
hitam mengkilat, dan kumbang siap ditelurkan. Satu kotak/peti, kita tebari kumbang
sekitar 250 gr, dan berikan kapas sebagai alas untuk bertelur yang sudah dibeberkan.
7. Pembibitan ini dibiarkan sampai 7 hari, dan diturunkan bila waktu tersebut tiba.
Kumbang yang sudah terpisah dari kapas, diberi kapas baru lagi dan begitu
seterusnya. Tingkat kematian pada kumbang ini, bisa mencapai 2 s/d 4 persen sekali
turun.
8. Kapas yang ada telurnya, kita simpan dalam peti terpisah, telur akan mulai menetas
setelah 10 hari. Setelah usia ulat mencapai 30 hari baru kita pisahkan dari kapasnya.
13.5. Pemberian Pakan
A.Pemberian Pakan untuk ulat bibit.
Untuk satu kotak beri makanan sekitar 500 gr, dengan interval waktu 4 hari sekali.
Atau apabila makanan sudah benar-benar bersih, dengan cara dikepal-kepal menjadi 3
bagian. Gunanya supaya kepompong yang ada, tidak tertimbun makanan karena
apabila hal ini terjadi kepompong akan busuk.
Selain ampas tahu dan dedak, makanan sebaiknya dicampur dengan tepung tulang
atau pur, tujuannya agar kepompong besar-besar.
Pemberian pakan untuk kumbang, jangan terlalu banyak dan caranya disebar merata
sekitar 100 gr sekali makan per 3 hari sekali.
B.Pemberian makan untuk ulat kecil.
1. Apabila ulat masih ada dalam kapas, sebaiknya pemberian pakan dengan sayuran
sosin, capcay atau selada, cabut maksimal 4 lembar sampai habis, dan sayuran
tersebut dijemur dulu sampai setengah kering.
2. Apabila makanan biasa, ukurannya 100 gr dan disebar tunggu sampai makanan itu
habis, baru diberi lagi.
3. Apabila ulat sudah terpisah dari kapas, pemberian pakan sekitar 1 kg, dengan cara
dikepal dan sebagian disebar merata. Sedangkan untuk ulat kecil, satu kotak sekitar 2
kg dengan ukuran ulat panjang 6 mm dan diameternya 1,5 mm (umur 30 60 hari).
4. Untuk ulat dewasa (umur 60 90 hari), pemberian pakan 1,5 kg sampai dengan 2 kg
per kotak, dengan cara dikepal dan disebar sedikit

13.6. Penyakit
Ciri-ciri ulat yang terkena penyakit dan penanggulangannya:
1. Kulit ulat kuning kehitam-hitaman.Jangan terlalu banyak diberi makan dari daun-
daunan, dan jangan terlalu banyak diberi dedak.
2. Ulat mati berwarna merah. Apabila hal ini terjadi, maka pencegahannya adalah
pemberian pakan tidak terlalu basah. Hal ini harus segera diatasi karena penyakit ini
selain menular menyerang dengan cepat.
3. Ulat mati berwarna hitam Hal ini terjadi apabila pemberian makanan disebar,
biasanya terjadi pada ulat dewasa usia 1 sampai 3 bulan, maka alangkah baik
pemberian makanannya dilakukan secara dikepal-kepal.
13.7. Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi dengan induk (ulat dewasa 1 kg)
1. Dari pembibitan 1000 gr ulat dewasa usia 90 hari, maka keseluruhan kepompong
yang akan dihasilkan adalah 900 gr secara bertahap dalam 10 kali pengambilan
kepompong.
2. Dari 900 gr kepompong, maka akan dihasilkan 700 gr kumbang sehat dan siap
bertelur, dengan tingkat kematian dari kepompong menjadi kumbang sekitar 2%
setiap pengambilan kumbang.
3. Dari 1 kg ulat bibit, maka akan dihasilkan 33,1 kg ulat siap jual dengan rincian
sebagai berikut: Target hasil tersebut, dapat dicapai apabila tingkat kematian
kumbang hanya 1 % dan makanan terjamin, serta perkembangannya bagus.
4. Makanan untuk 1 kg induk sampai habis terjual: a. Ampas tahu 50 kg kering b.
Dedak 5 kg
5. Penyusutan. Ampas tahu yang basah setelah diperas akan menyusut; dari 25 kg basah
menjadi 15 kg kering, dengan kadar air l5%.
13.8. NPS (Nematoda Patogen Serangga)
Manfaat Ulat Hongkong selain sebagai pakan burung adalah untuk
Pengembangbiakan NPS (Nematoda Patogen Serangga). NPS ini digunakan untuk mengatasi
serangan hama pengerek batang padi. NPS adalah nematode, hewan golongan cacing yang
sangat-sangat kecil. Karena begitu kecilnya tidak bisa kita melihatnya dengan mata telanjang.
Nematoda ini adalah parasit bagi ulat serangga. Ulat yang diserang oleh nematode ini akan
sakit,klenger, dan akhirnya mati mengenaskan. Oleh karena kemampuannya itu, kita bisa
minta bantuan pada para pasukan NSP ini untuk membasmi hama-hama ulat pengerek batang
padi yang sangat mengganggu tanaman padi.
Adapun Alat yang diperlukan:
a. Bak plastik yang tutupnya diberi jendela dan ditutup kain kassa. Fungsi jendela ini untuk
aerasi.
b. Kertas merang atau kertas saring atau kertas tissue. Manfaatnya untuk menyerap air dan
menjaga kelembaban.
c. Alat gelas kecil
d. Kain kecil yang bersih
e. Pinset jika ada
f. Botol untuk menampung NPS
Sedangkan Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
a. Bibit/kultur NPS
b. Ulat hongkong, biasa tersedia di toko penjual makanan burung
c. Pelet untuk pakan ulat hongkong.
d. Air bersih, bisa pakai air mineral

Cara kerja:
1. Siapkan Bibit NPS. Bibit NPS diperoleh dari balai/puslit/universitas yang memiliki
kultur stok ini. Bibit ini sekali saja membelinya, setelah itu bisa dipelihara sendiri dan
dipakai terus menerus.
2. Kemudian Siapkan bak plastik kecil yang ditutupnya telah diberi jendela.
3. Letakkan lembaran kertas merang/tissue ke dalam bak plastik.
4. Tuangkan air kultur NPS ke di atas kertas hingga basah. Sisa air dimasukkan kembali
ke dalam botol.
5. Kertas dibasahi dengan kultur NPS hingga seluruh kertas basah oleh air dan
kemudian Ulat hongkong diletakkan di atas kertas.
6. Ulat hongkong diletakkan ke dalam bak yang sudah ada NPS-nya.
7. Dengan cara ini maka nematode akan menginfeksi ulat hongkong. Nematoda akan
berkembang biak di dalam inang itu sehingga akhirnya ulat mati. Jangan lupa diberi
sedikit pellet untuk makanan ulat hongkong.
8. Bak plastik ditutup dan diinkubasi selama 2 hari.
9. Dalam waktu 2 hari, ulat yang terinfeksi akan mati. Ulat yang mati karena terinfeksi
nematode berwarna coklat cerah. Ulat mati yang berwarna hitam atau coklat tua
bukan mati karena infeksi nematoda.
10. Siapkan bak lain untuk tempat panen nematoda. Dalam bak itu diletakkan tempat alas
gelas kecil yang diletakkan dalam posisi terbalik. Tambahkan air di dalam bak
tersebut. Kemudian tutup alas gelas dengan kain putih bersih. Basahi juga kain
tersebut.
11. Ulat yang mati karena nematode dipilih dan dipisahkan dari ulat-ulat yang lain. Ulat-
ulat tersebut diletakkan di atas kain yang telah disiapkan sebelumnya.
12. Ulat mati terinfeksi nematoda di atas kain basah.
13. Kemudian ulat ini dibiarkan hingga 21 hari. Nematoda akan berkembang biak di
dalam tubuh inang. Ketika cairan tubuh inang mulai habis, nematode akan keluar dari
tubuh inang dan akan mengikuti air ke bawah nampan. Pada hari ke-16 nematoda
akan mulai keluar. Hal ini ditunjukkan dengan air yang mulai keruh. Pindahkan air
yang telah keruh ini ke dalam botol penyimpanan. Tambahkan lagi air ke dalam bak
plastik. Ulat akan keluar lagi pada hari ke-18 dan 21. Setelah 21 hari ulat sudah kering
dan nematode sudah tidak lagi ada di dalam ulat.
14. Hasil Nematoda di simpan di dalam botol sebelum dipakai.
15. Satu botol NPS dilarutkan untuk 2 tangki penyemprot. NPS ini siap disemprotkan ke
padi di lahan pertanian.
Selamat Mencoba.
14.1.
Pengantar
Penggunaan ulat kandang atau di Solo sering juga disebut uler balap
(karena larinya yang cepet) sebagai tambahan pakan untuk burung (extra food atau EF)
pengganti kroto ternyata menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dibuktikan oleh seorang
teman penghobi burung Solo untuk burung tledekan atau sulingan. Dia menggunakan ulat
kandang sebagai EF burungnya sudah berjalan selama berbulan-bulan.
Burung sulingan atau tledekan yang dia beri ulat kandang sebagai pakan tambahan
menunjukkan penampilan yang tidak ada bedanya dengan ketika burung itu diberi EF kroto
atau jangkrik. Burung tidak mudah gembos, burung tidak menjadi galak, juga burung tidak
menjadi gemuk.
14.2. Apa itu ulat kandang?
Kalau Anda pergi ke kandang ayam, seringkali dalam kotoran yang telah terfermentasi
muncul ulat dalam jumlah yang cukup banyak. Itulah ulat kandang. Ulat kandang ini juga
bisa dibudidayakan. Media pembiakannya menggunakan kotoran ayam yang sudah
terfermentasi (sudah tidak bau) ditambah sisa makanan/sayur.
Ulat kandang ini dapat juga diberikan sebagai pakan tambahan untuk ayam yang dapat
memberikan tambahan protein yang cukup tinggi sehingga dapat mengurangi prosentase
pakan konsentrat yang mahal, sehingga dapat menurunkan biaya pakan. Memang sampai saat
ini belum menemukan hasil penelitian mengenai kandungan gizi yang terdapat dalam ulat
kandang. Namun berdasar pengalaman penggunaan ulat kandang oleh penghobi burung itu,
maka bisa disimpulkan penggunaan ulat kandang adalah bagus untuk burung, khususnya
untuk mengatasi kesulitan mendapatkan kroto pada musim-musim tertentu.
Kelebihan ulat kandang dibanding Extra Food lain adalah harga yang relatif murah, bisa
disimpan dalam waktu lama, tidak membuat burung menjadi cepat gemuk (seperti halnya
pemberian ulat hongkong), tidak terlalu njelimet untuk memisahkan kotoran seperti kalau
kita membersihkan kroto, dan tidak perlu memotong kaki atau kepalanya seperti penggunaan
jangkrik.
Harga ulat kandang atau uler balap ini bergerak turun naik namun relatif stabil tidak seperti
harga kroto atau jangkrik yang naik turun berdasar musim-musim tertentu.
14.3. Porsi pemberian ulat kandang
Untuk porsi pemberian ulat kandang kepada burung, berdasar pengalaman teman, tidak
terlalu dia ukur terlalu detil. Ya pokoknya saya ambil sejumput tiga jumput, saya masukkan
ke wadah pakan burung saya. Untuk sulingan atau tledekan, saya berikan sekitar satu sendok
makan, kata dia.
Memang untuk kali pertama pemberian, mungkin ada satu dua burung yang tidak suka karena
belum pernah mengonsumsinya. Untuk itu perlu dilatih dengan pemberian sedikit-sedikit
dulu berbarengan pemberian kroto atau jangkrik dengan porsi kroto atau jangkrik yang
semakin hari semakin dikurangi.
Perlu saya tekankan, pengenalan atau pemberian pakan apapun kepada burung, perlu
dilakukan secara bertahap sambil kita pantau pengaruhnya pada burung. Jika Anda sudah
merasa aman melakukan pemberian pakan baru itu selama dua pekan, maka itu bisa
dipastikan aman. Selamat mencoba.











Ulat Hongkong Potensi Untung Besar
February 14, 2013 Filled under Buka Usaha

ulat hongkong potensi untung besar
Ulat Hongkong Potensi Untung Besar Ulat hongkong mungkin sudah tidak asing bagi
kebanyakan orang. Apalagi bagi pencinta burung berkicau yang setiap harinya pasti membeli
ulat hongkong sebagai makanan burung tercintanya. Ulat hongkong sering kita jumpai di
pasar burung ataupun di penjual pakan burung berkicau. Ulat hongkong ini banyak di cari
oleh pencinta burung karena ulat jenis ini di sukai burung berkicau. Yang jelas ulat hongkong
ini bisa menambah kebugaran burung dan menambah kemerduan suara burung.
Ulat hongkong potensi untung besar.Mungkin sebagian dari kita terutama kaum wanita akan
merasa takut,jijik melihat ulat hongkong ini. Tetapi ternyata membudidayakan ulat hongkong
memiliki potensi untung besar. Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal
Worm atau Yellow Meal Worm dapat ditemukan pada toko-toko pakan burung, reptil dan
ikan, karena memang ulat hongkong biasa dipergunakan sebagai suplemen pakan hewan-
hewan tersebut. Selain itu ulat hongkong bisa dipergunakan sebagai bahan makanan hewan
dalam bentuk pelet.
Bisnis budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga dan
modal yang besar, selain itu budidaya ulat hongkong bisa dilakukan sebagai usaha
sampingan. Usaha budidaya ulat Hongkong ini telah ditekuni beberapa orang, karena mereka
tau akan keuntungan yang didapatkan dari usaha ini. untuk harga jual ulat hongkong cukup
tinggi berkisar antara 20 ribu sampai 30 ribu per kilogram.

serangga induk ulat hongkong
Ulat hongkong sebenarnya adalah fase larva dari serangga bernama latin Tenebrio Molitor.
Serangga berwarna hitam ini merupakan serangga pemakan biji-bijian. Dalam Fase hidupnya
serangga T.Molitor ini terdiri dari 4 siklus hidup , yaitu telur > larva(ulat Hongkong)
> kepompong > ulat dewasa/Serangga. Siklus seperti ini bisa berlangsung dalam
waktu 3 sampai 4 bulan. Larva atau ulat hongkong ini akanmengalami pergantian kulit
sebanyak 15 kali sebelum akhirnya berubah menjadi kepompong. Pada saat berganti kulit
inilah saat yang tepat untuk diberikan kepada ikan hias, karena zat kitin yang terkandung
pada kulit ulat hongkong tidak bisa dicerna oleh ikan.
Cara Budidaya Ulat Hongkong
Jika anda tertarik menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong langkahnya cukup
mudah yang diperlukan hanyalah ketelatenan dan bisa dilakukan di rumah. Langkah-langkah
budidaya ulat Hongkong:
- Siapkan kandang pemeliharaan berupa papan triplek, atau bisa dengan nampan plastik.
Ukuran sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai triplek atau papan sudut-sudut diberi
lakban agar ulat tidak kabur.
- Siapkan media pemeliharaan berupa campuran dedak halus(Polard) dan ampas tahu kering,
bisa dibeli di toko pakan ternak.
- Telur ulat hongkong yang dibeli dari peternak, atau jika kesulitan bisa membeli ulat
hongkong kemudian dibudidayakan hingga menjadi serangga dan kemudian bertelur.
- Makanan ulat hongkong bisa diberikan limbah sayuran, timun, pepaya,jipang dan bahan
makanan lainnya yang mengandung banyak air.
Kunci dari budidaya ulat hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan.
Ketersediaan pakan harus selalu diperhatikan. Usaha ulat hongkong ini tidak butuh modal
banyak tetapi usaha ulat hongkong memiliki potensi untung besar.Anda ingin memiliki
usaha, tetapi modal Anda terbatas?. Mungkin budidaya ulat hongkong bisa menjadi pilihan.
Selamat menekuni usaha ulat hongkong.