Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Dana Pensiun adalah sekumpulan aset yang dikelola dan dijalankan
oleh suatu lembaga untuk menghasilkan suatu manfaat pensiun yaitu suatu
pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan
cara yang ditetapkan dalam ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan
program pensiun dimana pembayaran manfaat tersebut dikaitkan dengan
pencapaian usia tertentu.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui manfaat
Dana Pensiun, jenis jenis Dana Pensiun, kelemahan dan kelebihan, dan lain
lain.
1.2.Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bagaimana sejarah dan pengertian dana pensiun ?


Bagaimana tujuan pensiun ?
Bagaimanakah program pensiun ?
Bagaimanakah Jenis-jenis pensiun ?
Bagainmankah jenis dana pensiun ?
Bagaimanakah fungsi program pensiun ?
Bagimana Prinsip penyelenggaraan pensiun?
Bagaimanakah asas-asas dana pensiun ?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Sejarah dan Pengertian Dana Pensiun

Diera tahun 70-an sampai tahun 80-an,masyarakat Indonesia berlomba


lomba masuk menjadi pegawai negeri dengan tujuan untuk memperoleh
pensiun

dimasa

tuanya.

Pensiun

merupakan

dambaan

memperoleh

penghasilan setelah berakhir masa kerja seseorang dan masa itu masyarakat
masih berpikir bahwa pada usia menjelang pensiun adalah masa yang sudah
tidak produktif lagi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pilihan utama
mereka terjun ke dunia kerja adalah pegawai negeri, karena pegawai negerilah
pada saat itu memberikan kepastian adanya pensiun.
Jika pada era 70-an sampai 80-an belum banyak perusahaan yang
menyediakan dana pensiun bagi karyawannya, maka diera tahun 90 menjadi
sebaliknya Apalagi setelah keluarnya UU Nomor 11 tahun 1992 yang
mengatur tentang Dana Pensiun. Hampir seluruh perusahaan dewasa ini telah
menyelenggarakan dana pensiun bagi karyawannya, baik yang dikelola sendiri
atau

lewat

lembaga

lain.

Bahkan

bagi

perusahaan

yang

tidak

menyelenggarakan dana pensiun bagi karyawannya, banyak alternatif pilihan


untuk memperoleh pensiun dan lembaga lainnya.
Pemberian pensiun kepada para karyawannya bukan saja hanya
memberikan kepastian penghasilan dimasa depan, akan tetapi juga ikut
memberikan motivasi bagi karyawannya untuk lebih giat bekerja. Dengan
memberikan program jasa pensiun para karyawan merasa aman, terutama bagi
mereka yang menganggap pada usia pensiun tidak produktif lagi. Sedangkan
bagi sebagian masyarakat yang merasa masih produktif juga akan
memberikan motivasi bahwa jasa jasa mereka masih dihargai oleh
perusahaannya.
Berkembangnya jasa pensiun dewasa ini telah menarik beberapa
lembaga untuk mendirikan dana pensiun. Hal ini disebabkan pengelolaan dana
pensiun ini jika dilihat dari kaca mata bisnis sangat menguntungkan. Dapat
dibayangkan keuntungan yang akan diperoleh dari uiuran yang diperoleh

tanpa bunga yang kemudian diinvestasikan kembali dalam bentuk berbagai


bidang investasi.
Sejak diberlakukan Undang-undang No. 11 Tahun 1992, di Indonesia
hanya ada dua lembaga yang dapat menyelenggarakan program dana pensiun,
yaitu Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan Dana Pensiun Pemberi
Kerja (DPPK).
Dana Pensiun adalah sekumpulan aset yang dikelola dan dijalankan
oleh suatu lembaga untuk menghasilkan suatu manfaat pensiun yaitu suatu
pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan
cara yang ditetapkan dalam ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan
program pensiun dimana pembayaran manfaat tersebut dikaitkan dengan
pencapaian usia tertentu.
Pengertian Perusahaan Dana Pensiun secara umum dapat dikatakan
merupakan perusahaan yang memungut dana dari karyawan suatu perusahaan
dan memberikan pendapatan kepada peserta pensiun sesuai perjanjian.
Artinya, Dana Pensiun dikelola oleh suatu lembaga dan memungut dana dari
pendapatan para karyawan suatu perusahaan, kemudian membayarkan
kembali dana tersebut dalam bentuk pensiun setelah jangka waktu tertentu
sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak. Pengertian sesuai
perjanjian artinya pensiun dapat diberikan pada saat karyawan tersebut sudah
memasuki usia pensiun atau ada sebab sebab lain sehingga memperoleh hak
untuk mendapatkan dana pensiun.
Sedangkan menurut UU Nomor 11 TAhun 1992 Dana Pensiun adalah
Badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan
manfaat pensiun. Dengan demikian jelas bahwa yang mengelola Dana
Pensiun adalah perusahaan yang memiliki badan hukum seperti bank umum
atau asuransi jiwa.

Selanjutnya pengertian pensiun adalah hak seseorang untuk


memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki
usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah
ditetapkan.
Jadi kegiatan perusahaan Dana Pensiun adalah memungut dana dari
iuran yang dipotong dari pendapatan karyawan suatu perusahaan. Iuran ini
kemudian diinvestasikan lagi ke dalam berbagai kegiatan usaha yang
dianggap paling menguntungkan. Bagi perusahaan dana pensiun iuran yang
dipungut dari para karyawan suatu perusahaan tidak dikenakan pajak. Hal ini
dilakukan pemerintah dalam rangka pengembangan program pensiun kepada
masyarakat luas, seperti yang tertuang dalam Peraturan Perundang
undangan dibidang Perpajakan yang memberikan fasilitas penundaan pajak
penghasilan seperti dalam UU No.7 tahun 1993 tentang Pajak Penghasilan
yang berbunyi: Iuran yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang
disetujui Menteri Keuangan, baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun
oleh karyawan dan penghasilan Dana Pensiun dari modal yang ditanamkan
dalam bidang-bidang tertentu berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tidak
termasuk dari obyek pajak.
2.2.Tujuan Pensiun
Bagi Pemberi Kerja tujuan untuk menyelenggarakan Dana Pensiun
bagi karyawannya adalah sebagai berikut:
1. Memberikan penghargaan kepada para karyawannya yang telah
mengabdi di perusahaan tersebut;
2. Agar dimasa usia pensiun karyawan tersebut tetap dapat menikmati
hasil yang diperoleh setelah bekerja di perusahaannya;
3. Memberikan rasa aman dari segi batiniah, sehingga dapat menurunkan
turn over karyawan;
4. Meningkakan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas seharihari;
5. Meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat dan pemerintah.

Sedangkan bagi karyawan yang menerima pensiun, manfaat yang


diperoleh dengan adanya pensiun adalah:
1. Kepastian memperoleh penghasilan dimasa yang akan datang sesudah
masa masa pension;
2. Memberikan rasa aman dan dapat meningkatkan motivasi untuk
bekerja.
Selanjutnya

bagi

Lembaga

Pengelola

Dana

Pensiun

tujuan

penyelenggaraan Dana pensiun adalah:


1. Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan
melakukan berbagai kegiatan investasi;
2. Turut membantu dan mendukung program pemerintah.
2.3.Program Pensiun
Terdapat dua jenis program pensiun yaitu :
1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)/ Defined Benefit. Merupakan
program pensiun yang besarnya manfaat pensiun ditetapkan dalam
Peraturan Dana Pensiun.
Seluruh iuran merupakan beban karyawan yang dipotong dari gajinya.
Dalam PPMP, besarnya manfaat pensiun yang dijanjikan kepada
peserta dientukan dengan rumus manfaat pensiun yang telah ditetapkan
dalam Peraturan Dana Pensiun. Rumus tersebut dipengaruhi oleh masa
kerja, faktor penghargaan per tahun masa kerja, dan penghasilan dasar
pensiun.
PPMP

menbutuhkan

bantuan

akturis

secara

periodik

untuk

menentukan nilai kewajiban aktuaria , mengkaji kembali asumsi


aktuarial yang digunakan dan merekomendasikan tingkat iuran yang
seharusnya.
Kelebihan:
Besar manfaat pensiun mudah dihitung;
Lebih memberikan kepastian kepada peserta;
Lebih mudah memberikan penghargaan untuk masa kerja lalu.

Kekurangan:

Beban biaya mudah berfluktuasi;

Nilai hak peserta sebelum pensiun tidak mudah ditentukan.

2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) / Defined Contribution. Pada PPIP,


besar manfaat pensiun sangat tergantung pada besar iuran yang disetor
dan hasil pengembangan dana. Jadi sifatnya mirip tabungan, namun
memiliki kelebihan fasilitas penundaan pajak dari pemerintah. Besar
iuran baik dari Pemberi Kerja maupun peserta ditetapkan dalam
Peraturan Dana Pensiun.Dalam PPIP, jumlah yang diterima oleh
peserta pada saat pensiun bergantung pada jumlah iuran dari pemberi
kerja, atau iuran peserta dan pemberi kerja atau iuran peserta, dan hasil
usaha. Kewajiban dari pemberi kerja adalah membayar iuran sesuai
dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. Bantuan
aktuaris biasanya tidak diperlukan, meskipun nasihat aktuaris kadangkadang digunakan untuk memperkirakan manfaat pensiun yang akan
diterima peserta pada saat pensiun., berdasarkan jumlah iuran saat ini
dan dimasa depan serta estimasi hasil investasi Dana Pensiun.
Peserta berkepentingan untuk mengetahui kegiatan investasi Dana
Pensiun karena sangat menentukan manfaat pensiun yang diterima.
Baik peserta maupun pemberi kerja berkepentingan untuk mengetahui
apakah iuran telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun,
pengawasan atas kekayaan Dana Pensiun telah dilakukan secar tepat,
atau kegiatan operasional Dana Pensiun telah dilaksanakan secara
efisien dan wajar. Sedangkan Pemerintah berkepentingan untuk
mengetahui apakah Dana Pensiun telah dikelola sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku.
Kelebihan:
Beban biaya stabil dan mudah diperkirakan;
Nilai hak peserta setiap saat mudah ditetapkan;
Risiko investasi dan mortalitas ditanggung oleh peserta.

Kekurangan:

Besar manfaat pensiun tidak mudah ditentukan;


Lebih sulit memperkirakan besar penghargaan untuk masa kerja
lampau.

Perbedaan antara Program Pensiun Manfaat pasti dan Program


Pensiun Iuran Pasti. Perbedaan tersebut adalah:

Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit)


1) Manfaat Pensiun ditentukan lebih dahulu, baru kemudian
diperhitungkan besar iurannya;
2) Mengenal Past Service Liabilities (PSL);
3) Ada perhitungan aktuaria.
Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution)
1) Iuran ditentukan lebih dahulu baru dihitung manfaatnya;
2) Pada saat pensiun atau diakhir program, dana yang terkumpul akan
dibelikan anuitas seumur hidup ke Perusahaan Asuransi Jiwa.

2.4.Jenis Jenis Pensiun


Proses pelaksanaan pensiun dapat dilaksanakan sesuai dengan
kebijaksanaan perusahaan. Para penerima pensiun dapat memilih salah satu
dari berbagai alternatif jenis pensiun yang ada sesuai dengan tujuan masingmasing. Jenis-jenis pensiun yang ditawarkan dapat dilihat dari berbagai
kondisi

atau

dapat

pula

disesuaikan

dengan

kondisi

yang

ada.

Secara umum jenis pensiun yang dapat dipilih oleh karyawan yang akan
menghadapi pensiun antara lain:
1. Pensiun Normal. Yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang
usianya telah mencapai masa pensiun seperti yang ditetapkan perusahaan.
Sebagai contoh rata-rata usia pensiun di Indonesia adalah berusia 55 tahun
dan 60 tahun untuk profesi tertentu;
2. Pensiun Dipercepat. Jenis pensiun ini diberikan untuk kondisi tertentu,
misalkan karena adanya pengurangan pegawai di perusahaan tersebut;
3. Pensiun Ditunda. Merupakan pensiun yang diberikan kepada para
karyawan yang meminta pensiun sendiri, namun usia pensiun belum

memenuhi untuk pensiun. Dalam hal tersebut karyawan yang mengajukan


tetap keluar dan pensiunnya baru dibayar pada saat usia pensiun tercapai;
4. Pensiun Cacat. Pensiun yang diberikan bukan karena usia tetapi lebih
disebabkan peserta mengalami kecelakaan sehingga dianggap tidak
mampu lagi untuk dipekerjakan. Pembayaran pensiun biasanya dihitung
berdasarkan formula manfaat pensiun normal di mana masa kerja diakui
seolah-olah sampai usia pensiun normal.
2.5.Jenis Dana Pensiun
Di Indonesia dikenal 2 jenis dana pensiun yaitu :
1. "Dana pensiun pemberi kerja (DPPK)", yaitu dana pensiun yang dibentuk
oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri,
untuk menyelenggarakan program pensiun bagi kepentingan sebagian atau
seluruh karyawannya sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban
terhadap Pemberi Kerja; DPPK dapat menjalankan PPMP atau PPIP.
Oleh karena itu peserta DPPK hanya terbatas pada mereka yang terikat
hubungan kerja dengan perusahaan yang membuat DPPK atau biasa
disebut tertutup. Pengurus dari DPPK bukan pendiri melainkan orang atau
badan yang ditunjuk dan mendapatkan pengesahan Menteri untuk
menjalankan dana mengelola dana pensiun;
2. "Dana pensiun lembaga keuangan (DPLK)" yaitu dana pensiun yang
dibentuk

oleh

bank

atau

perusahaan

asuransi

jiwa

untuk

menyelenggarakan program pensiun bagi perorangan, baik karyawan


maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja
bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.
DPLK hanya dapat menyelenggarakan PPIP.
Berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1992, terdapat tiga unsur
yang terlibat dalam program pensiun melalui DPLK. Pertama, peserta, yang
menyetorkan

iuran

dan

menikmati

pensiun.

Kedua,

DPLK,

yang

menyelenggarakan program pensiun. Ketiga, Perusahaan Asuransi Jiwa, yang


menyediakan fasilitas anuitas sebagai manfaat pensiun yang diberikan secara
berkala kepada peserta.
2.6.Fungsi Program Pensiun
Program pensiun memiliki 3 fungsi, meliputi: fungsi asuransi, fungsi
tabungan dan fungsi pensiun. Program pensiun memiliki fungsi asuransi
karena memberikan jaminan kepada peserta untuk mengatasi risiko
kehilangan pendapatan yang disebabkan oleh kematian atau usia pensiun.
Program pensiun memiliki fungsi tabungan, karena selama masa program
Anda diharuskan untuk membayar iuran. Dan program pensiun memiliki
fungsi pensiun, karena manfaat yang akan diterima oleh peserta dapat
dilakukan secara berkala selama hidup.
1. Fungsi Asuransi. Penyelenggara Program Pensiun mengandung azas
kebersamaan seperti halnya program asuransi. Sebagai contoh, bila
peserta program pensiun mengalami musibah, baik cacat ataupun
meninggal dunia, yang mengakibatkan terputusnya pendapatan
sebelum memasuki masa pensiun maka kepada peserta tersebut akan
diberikan manfaat sebesar yang dijanjikan atas beban Dana Pensiun;
2. Fungsi Tabungan. Karena program pensiun bertugas untuk
mengumpulkan dan mengembangkan dana yang merupakan dana
terakumulasi dari iuran peserta, di mana iuran tersebut diperlakukan
seperti halnya tabungan. Selanjutnya iuran tersebut akan dikelola dan
dikembangkan, yang nantinya di saat pensiun atau di akhir masa
program, dana yang terkumpul akan digunakan untuk membayar
manfaat pensiun peserta. Besarnya manfaat yang diterima oleh peserta
sangat bergantung dengan akumulasi dana yang disetor dan hasil
pengembangan dari iuran tersebut. Tentunya dengan semakin panjang
waktu kepesertaan akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan
dana setoran iuran peserta.

3. Fungsi Pensiun. Peserta akan diberikan kelangsungan pendapatan


dalam bentuk pembayaran secara berkala seumur hidup setelah
memasuki masa pensiun. Terdapat empat cara pembayaran manfaat
pensiun. Pertama, pensiun normal, artinya pembayaran hak pensiun
setelah mencapai usia pensiun normal sesuai perjanjian. Kedua,
pensiun dipercepat, artinya pembayaran hak pensiun minimal 10 tahun
sebelum mencapai usia pensiun normal. Ketiga, pensiun ditunda,
artinya pembayaran hak pensiun yang ditunda apabila berhenti bekerja
minimal 3 tahun masa kepesertaan dan belum mencapai pensiun
dipercepat. Keempat, pensiun cacat, artinya pembayaran hak pensiun
bagi yang menderita cacat total (tetap) akibat kecelakaan kerja.
2.7.Prinsip Penyelenggaraan Dana Pensiun
1. Prinsip Kejelasan Maksud dan Tujuan Program Jaminan terhadap
kesinambungan penghasilan;
2. Prinsip Independensi;
Kelembagaan: berstatus badan hukum;
Manajemen Operasional dimana Asas Keterpisahan Kekayaan atau
Segregated Asset dan Hak pengurus mengadakan perjanjian dgn pihak

ketiga;
Pengawasan dimana Pengawasan dilakukan oleh Dewan Pengawas
yang terdiri atas wakil-wakil dari pemberi kerja dan peserta dengan

jumlah yang sama/


3. Prinsip Akuntabilitas.
Dewan Pengawas wajib mengumumkan laporan hasil pengawasannya

kepada Peserta;
Laporan keuangan Dana Pensiun setiap tahun harus diaudit oleh

akuntan publik yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas;


Pendiri/Mitra Pendiri, Pengurus, dan Penerima Titipan wajib
memperlihatkan

seluruh

dokumen/keterangan

untuk

keperluan

pemeriksaan;

10

Dana Pensiun wajib mengumumkan neraca dan perhitungan hasil

usahanya kepada Peserta


4. Prinsip Transparansi;
Pengurus wajib menyampaikan keterangan mengenai setiap perubahan
peraturan Dana Pensiun dan hal-hal yang terjadi dalam rangka

kepesertaan kepada Peserta;


Pengurus wajib mengumumkan perkembangan portofolio investasi dan
hasil pengembangannya kepada Peserta dan melaporkannya kepada

Pendiri dan Dewan Pengawas


5. Prinsip Perlindungan Konsumen;
Perubahan Peraturan Dana Pensiun tidak boleh mengurangi manfaat

pensiun;
Setiap karyawan berhak menjadi Peserta, bila berusia 18 tahun atau

telah kawin, dan memiliki masa kerja satu tahun;


Hak atas manfaat pensiun tak dapat dijaminkan, dialihkan/disita;
Semua transaksi penyerahan, pembebanan, pengikatan, pembayaran
sebelum jatuh tempo atau penjaminan manfaat pensiun dinyatakan

batal demi hukum;


Pengembalian kekayaan Dana Pensiun kepada pemberi kerja, dilarang;
Saat likuidasi, peserta dan pensiunan/ahli waris memiliki hak utama

dalam pembagian kekayaan Dana Pensiun


Kekayaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan dikecualikan dari setiap

tuntutan hukum atas kekayaan Pendirinya.


6. Prinsip Struktur Pengendalian Intern;
Tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Pendiri, Mitra Pendiri, Dewan
Pengawas, dan Pengurus diatur dalam Undang Undang Dana Pensiun

dan peraturan pelaksanaannya;


Dana Pensiun tak diperkenankan melakukan pembayaran apapun,

kecuali pembayaran yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun;


Dana Pensiun tidak diperkenankan meminjam atau mengagunkan

kekayaannya sebagai jaminan atas suatu pinjaman;


Tidak satu bagianpun dari kekayaan Dana Pensiun dapat dipinjamkan
atau diinvestasikan pada pihak-pihak terafiliasi;

11

Bentuk dan susunan laporan keuangan Dana Pensiun harus sesuai


dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor

2345/KEP-LK/2003.
7. Prinsip Kualifikasi Penyelenggara.
Kualifikasi Pengurus dan Dewan Pengawas (kecuali yang terakhir)
adalah Warga Negara Indonesia, berakhlak dan moral yang baik,
belum pernah dihukum pidana ekonomi, dan berpengetahuan atau
berpengalaman di bidang Dana Pensiun;

Pengurus tidak boleh merangkap jabatan Pengurus Dana Pensiun lain,


atau direksi, atau jabatan eksekutif lainnya.

2.8.Asas Asas Dana Pensiun


Berdasarkan Undang-undang No.11 tahun 1992 Penyelenggaraan
Program Pensiun didasarkan pada asas-asas sebagai berikut :
1. Asas keterpisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan badan hukum
pendirinya. Dana Pensiun didukung oleh badan hukum tersendiri dan
diurus

serta

dikelola

berdasarkan

ketentuan

undang-undang.

Berdasarkan asas ini kekayaan dana pensiun yang terutama bersumber


dari iuran terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat
terjadi pada pendirinya;
2. Asas penyelenggaraan dalam sistem pendanaan. Penyelenggaraan
program pensiun berdasarkan asas ini baik bagi karyawan maupun
bagi pekerja mandiri,haruslah dengan pemupukan dana yang dikelola
secara terpisah dari kekayaan pendiri,sehingga cukup memenuhi
pembayaran hak peserta.Dengan demikian pembentukan cadangan
dalam perusahaan guna membiayai pembayaran manfaat pensiun
karyawan tidak diperkenankan;
3. Asas pembinaan dan pengawasan. Agar terhindarkan penggunaan
kekayaan dana pensiun dari kepentingan-kepentingan yang dapat
mengakibatkan tidak tercapainya maksud utama pemupukan dana

12

yaitu untuk memenuhi hak peserta,maka perlu dilakukan pembinaan


dan

pengawasan.Pembinaan

dan

pengawasan

meliputi

sistem

pendanaan dan pengawasan atas investasi kekeyaan dana pensiun.

BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Dana Pensiun merupakan Badan hukum yang berfumgi untuk
menjalankan program pension. Perusahaan Dana Pensiun memungut dana dari
karyawan suatu perusahaan dan memberikan pendapatan kepada peserta
pensiun sesuai perjanjian.
Dana Pensiun mempunyai beberapa fungsi yaitu, fungsi tabungan,
fungsi asuransi, dan fungsi pensiun. Dimana fungsi fungsi tersebut memiliki
peranan masing masing. Program Pensiun terbagi menjadi dua yaitu, PPMP
dan PPIP. Yang mana program pensiun tersebut dijalankan oleh jenis dana
pension, yaitu DPLK dan DPPK. DPLK dapat dibentuk oleh Bank dan
perusahaan asuransi yang hanya bisa menjalankan program PPIP. Sedangkan,
DPPK didirikan oleh pemberi kerja dan bisa mejalankan PPMP dan PPIP.
Dana Pensiun sangat berguna untuk pekerja. Karena Dana pensiun
dapat memberikan penghasilan kepada pekerja ketika tidak bekerja lagi. Dana
Pensiun juga bisa digunakan bagi karyawan yang di PHK. Hal ini termasuk ke
dalam jenis pensiun dipercepat.

13

DAFTAR PUSTAKA
Kasmir, S.E.M.M. 2009. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada.
http://www.asosiasi-dplk.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Dana_pensiun

14