Anda di halaman 1dari 9

CASE 1.

ENRON CORPORATION

Oleh:
Kelompok 6
Ni Putu Riski Martini

1391662010

Nyoman Angga Pradipa

1391662014

Putu Dina Marlina

1391662015

Putu Diah Savitri

1391662016

Ni Putu Nonik Hariasih

1391662017

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

ENRON CORPORATION
Arthur Edward Andersen lahir pada tahun 1885 adalah pendiri kanrtor akuntan publik
Arthur Andersen yang dimana merupakan salah satu organisasi jasa profesional terbesar di
dunia. lahir tahun 1885. Think Straight, Talk Straight (kedisiplinan, kejujuran, dan kerja
keras) adalah tiga ciri utama yang ditanamkan oleh orangtua Arthur Andersen. Arthur
Andersen di usianya yang ke 23 tahun menjadi CPA termuda di Illinois. Bersama rekannya
Clarence Delany, Arthur Andersen mendirikan KAP Andersen, Delany & Company. Ketika
Delany berhenti, ia mengganti nama perusahaannya menjadi Arthur Andersen & Company.
Sepanjang karirnya, Arthur Edward Andersen mengandalkan moto sederhana, yaitu: Think
Straight, Talk Straight. Sebagai profesional muda, Arthur Andersen dengan cepat dikenal.
Dalam perjalanan kariernya Arthur Andersen mengaudit beberapa perusahaan yang
memiliki karakteristik permasalahan yang khas, misalnya pada tahun 1915, ia mengaudit
perusahaan angkutan komoditas di Michigan setelah tutup tahun fiskal. Kemudian terjadi
peristiwa kapal tenggelam di Danau Michigan yang berpengaruh pada penyusunan laporan
keuangan tahunan karena hilangnya asset perusahaan. Andersen bersikeras mengungkap
hilangnya kapal dengan alasan ada pihak ketiga yang akan menggunakan laporan keuangan
perusahaan. Meskipun tidak senang, klien akhirnya menyetujui dan melaporkan kerugian
dalam catatan laporan keuangan; Arthur Andersen menghadapi situasi sama dengan
perusahaan kimia, du Pont. Anggota tim auditnya dan eksekutif dari du Pont bertentangan
dalam menentukan pendapatan operasional; Pada tahun 1920-an, ia mengubah fokusnya
untuk klien industri energi. Depresi besar tahun 1930-an menimbulkan masalah keuangan
bagi banyak klien Arthur Andersen & Company. Reputasi kejujuran dan integritasnya
memberikan keyakinan terhadap data keuangan yang dicap melalui persetujuannya.
Tahun 1947, banyak anggapan bahwa perusahaan akan bubar ketika ditinggal oleh
pendirinya. Akhirnya asosiasi patner perusahaan memilih anak didik yang paling dipercaya
untuk menggantikannya, yakni Leonard Spacek. Leonard Spacek sangat terampil dan
kepemimpinanya sangat baik sehingga merubah Arthur Andersen & Company menjadi
sebuah kantor akuntan terkemuka di dunia. Ketika Spacek pensiun tahun 1973, Arthur
Andersen & Company dapat dikatakan sebagai kantor akuntan paling dihormati di dunia.
Tenggelamnya Arthur Andersen dimulai akibat mengaudit perusahaan energi tahun 2001.
Arthur Andersen & Co mengalami krisis dari keunggulan hasil hubungannya dengan
seorang klien yang dikenal untuk keperluan agresif dan inovatif akuntansinya untuk
melakukan window dressing laporan keuangannya. Enron Corporation, klien terbesar kedua
2

Andersen, terlibat dalam transaksi yang kompleks dengan ratusan entitas tujuan khusus (SPE)
yang digunakan untuk mengaburkan kondisi keuangan dan hasil operasi yang benar. Di
antara kegunaan lain, SPE ini memungkinkan Enron untuk men-download aset berkinerja
buruk dari neraca dan untuk menyembunyikan kerugian operasi yang besar. Selama tahun
2001, serangkaian keadaan, termasuk penurunan tajam dalam harga saham Enron, memaksa
perusahaan untuk mengambil kendali dan kepemilikan banyak SPE yang bermasalah.
Akibatnya, Enron terpaksa melaporkan kerugian besar pada bulan Oktober 2001, menyatakan
kembali pendapatan untuk lima tahun sebelumnya, dan, pada akhirnya, mengajukan
kebangkrutan pada bulan Desember 2001.
Selama awal tahun 2002, Andersen menjadi titik fokus perhatian
antara pihak penegak hukum untuk mencari pihak yang bertanggung
jawab atas runtuhnya Enron secara tiba-tiba. Tuduhan yang ditujukan
pada Andersen berpusat pada tiga isu utama. Masalah pertama harus
dilakukan dengan lingkup jasa profesional yang diberikan Andersen
kepada Enron. Kritikus menuduh bahwa biaya konsultasi yang besar
mempengaruhi independensi audit. Isu kedua berasal dari dugaan peran
Anderson dalam perlakuan akuntansi dan pelaporan keuangan Enron yang
agresif untuk transaksi-SPE terkait nya. Akhirnya, masalah yang paling
memalukan adalah upaya besar-besaran kantor Andersen di Houston
untuk merusak dokumen audit Enron, yang akhirnya menyebabkan
kematian perusahaan.
PERTANYAAN:
1. Hancurnya Enron

membuat seorang pejabat publik melaporkan adanya "krisis


kepercayaan" pada bagian dari publik dalam profesi akuntansi. Sebutkan pihak-pihak
yang Anda percaya paling bertanggung jawab atas krisis itu. Secara singkat justifikasi
setiap pilihan Anda.
2. Sebutkan tiga jenis jasa konsultasi yang diberikan oleh perusahaan audit kepada klien
mereka
dalam
beberapa
tahun
terakhir.
Untuk
setiap
item,
indikasikan ancaman spesifik, jika ada, bahwa penyediaan pelayanan yang diberikan
dapat menimbulkan kemandirian sebuah perusahaan audit.
3.
Untuk tujuan pertanyaan ini, asumsikan bahwa kutipan dari Powers Reports
diperlihatkan pada Tampilan 3 memberikan deskripsi akurat tentang keterlibatan
Andersen dalam akuntansi Enron dan keputusan pelaporan keuangan. Dalam asumsi
ini, apakah Anda percaya bahwa keterlibatan Andersen dalam keputusan-keputusan
3

4.

5.

6.

7.

tersebut melanggar setiap standar audit profesional? Jika demikian, sebutkan standarstandar tersebut dan jelaskan secara singkat alasan Anda.
Jelaskan secara singkat persyaratan utama termasuk dalam standar auditing yang
professional mengenai penyusunan dan retensi kertas kerja audit. Pihak mana
"memiliki" kertas kerja audit: klien atau perusahaan audit?
Identifikasi dan sebutkan lima rekomendasi yang telah dibuat baru-baru ini untuk
memperkuat fungsi audit independen. Untuk setiap rekomendasi ini, tunjukkan
mengapa Anda mendukung atau tidak mendukung pengukuran tertentu.
Apakah Anda percaya bahwa telah terjadi perubahan yang signifikan atau evolusi
selama beberapa dekade terakhir dalam konsep "profesionalisme" yang berkaitan
dengan disiplin akuntansi publik? Jika ya, jelaskan bagaimana Anda percaya konsep
yang telah berubah atau berevolusi selama jangka waktu tersebut dan
mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang bertanggung jawab untuk setiap perubahan
yang jelas.
Seperti yang ditunjukkan kasus ini, SEC tidak mengharuskan perusahaan publik untuk
memiliki laporan keuangan kuartalan mereka diaudit. Tanggung jawab apa, jika ada,
apakah perusahaan audit harus memiliki laporan keuangan kuartalan klien mereka?
Menurut pendapat Anda, apakah sebaiknya laporan keuangan kuartalan diaudit?
Pertahankan jawaban Anda.

JAWABAN PERTANYAAN:
1. Menurut kelompok kami pihak yang sangat bertanggungjawab atas krisis kepercayaan
publik dalam profesi akuntansi adalah Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Fungsi
akuntan publik adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai atas kewajaran
laporan keuangan. Laporan keuangan digunakan baik oleh shareholders maupun
stakeholders dalam pengambilan keputusan. Untuk memberikan keyakinan yang memadai
atas laporan keuangan mengaharuskan seorang auditor untuk melakukan perencanaan dan
pelaksanaan audit. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas bukti-bukti yang mendukung
jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian
atas standar akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan oleh manajemen, serta
penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Seorang auditor juga
harus mengikuti kode etik yaitu (1) independen, obyektif, dan tidak memihak; (2)
integritas; (3) profesionalisme; (4) kerahasiaan. Dalam kasus Enron dan Arthur Andersen,
pihak Arthur Andersen bukannya mengaudit laporan keuangan sesuai dengan aturannya
namun pihak Arthur Andersen justru melakukan rekayasa laporan keuangan tingkat tinggi.
4

Arthur Andersen membantu membuat penggelembungan laporan keuanga dengan


memanipulasi hutang dan piutang (Window Dressing), Arthur Andersen telah melakukan
pemusnahan kertas kerja pemeriksaan atas Enron sejak kasus mencuat ke permukaan
hingga munculnya panggilan pengadilan. Hal-hal tersebut tentu saja telah memperlihatkan
bahwa pelanggaran kode etik yang telah dilakukan oleh Arthur Andersen sebagai auditor
internal.
2. KAP memberikan beberapa jasa yaitu:
a. Assurance Service
Assurance service adalah jasa profesonal independen yang mampu meningkatkan mutu
informasi atau konteksnya, untuk kepentingan para pengambil keputusan. Auditing
adalah salah satu jasa kunci yang termasuk ke dalam lingkup luas assurance service.
Assurance services berbeda dengan jasa audit dalam satu hal kunci tertentu. Jasa audit
terutama berfokus pada informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Assurance
services bukan hanya berkaitan dengan laporan keuangan, namun juga berkaitan
dengan lingkup luas informasi yang digunakan oleh para pengambil keputusan.
Perbedaan penting antara assurance services dan jasa audit adalah bahwa assurance
services lebih mengarah kepada pasar dari pada ke standar. Beberapa contoh bagian
dari assurance services :
i)

Jasa penilaian risiko. Dimana CPA dapat meningkatkan mutu informasi risiko
untuk para pengambil keputusan internal melalui penilaian independen
mengenai kmungkinan suatu peristiwa atau tindakan akan berpengaruh buruk
pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan bisnis serta melaksanakan
strateginya dengan berhasil.

ii)

Jasa penilaian kinerja berfokus pada pemberian keyakinan berkenaan dengan


penggunaan ukuran-ukuran keuangan dan nonkeuangan oleh organisasi untuk
mengevaluasi efektivitas dan efisiensi kegiatan.

iii)

Assurance perawatan lansia merupakan jasa potensial dimana para CPA dapat
menyediakan jasa yang bernilai bagi anggota keluarga dengan cara
memberikan keyakinan bahwa tujuan pemeliharaan dapat tercapai untuk para
anggota keluarga berusia lanjut yang tidak lagi dapat mandiri sepenuhnya.
Tujuan jasa ini adalah untuk memberikan keyakinan secara profesional,
independen, dan objektif kepada pihak ketiga (anak, anggota keluarga, atau
pihak lain yang berkepentngan) bahwa kebutuhan para lansia dapat terpenuhi.

b. Jasa atestasi
5

Jasa atestasi merupakan salah satu jasa dimana kantor CPA mengeluarkan komunikasi
tertulis yang menyatakan suatu kesimpulan tentang ekandalan asersi tertulis yang
menjadi tanggungjawab pihak lain. Selanjutnya jasa atestasi dapat dibagi menjadi
empat jenis, yaitu:
i)

Audit. Audit merupakan upaya memperoleh atau mengevaluasi bukti yang


mendasari laporan keuangan historis yang memuat asersi yang dibuat oleh
manajemen entitas. Berdasarkan audit tersebut, CPA memberikan pernyataan
pendapat positif tentang apakah laporan keuangan tersebut telah menyajikan
secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Biasanya kiriteria
yang digunakan adalah GAAP.

ii)

Pemeriksaan (examination). Digunakan untuk menguraikan jasa lain yang


muncul dalam pernyataan positif suat pendapat tentang kesesuaian asersi yang
dibuat oleh pihak lain dengan kriteria yang telah ditetapkan. Contoh misalnya
pemeriksaan laporan keuangan prospektif (bukan historis), asersi manajemen
tentang efektivitas struktur pengendalian intern entitas, dan kepatuhan entitas
terhadap perundangan dan peraturan tertentu.

iii)

Review. Jasa review terdiri dari permintaan keterangan dari manajemen entitas
serta analisis komparatif atas informasi keuangan. Lingkup jasa ini kurang
signifikan bila dibandingkan dengan jasa audit atau jasa pemeriksaan. Tujuan
review adalah untuk memberikan keyakinannegatif sebagai lawan pernyataan
positif yang diberikan pada suatu audit.

iv)

Prosedur yang disepakati bersama. Lingkup kerja dalam melaksanakan


prosedur yang disepakati juga lebih sempit dibandingkan jasa audit dan jasa
pemeriksaan. Pemeriksaan hanya dilakukan berdasarkan kesepakatan antara
dua belah pihak misalnya suatu prosedur tertentu hanya akan dilaksanakan
pada elemen dan akun tertentu dalam laporan keuangan sebagai lawan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.

c. Jasa-jasa lain

Jenis utama jasa-jasa lain yang diberikan oleh kantor CPA adalah jasa teknologi,
konsultasi manajemen, perencanaan keuangan, serta jasa internasional. Ciri umum dari
jasa-jasa ini adalah bahwa jasa ini tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan
negatif, ringkasan temuan atau bentuk lain dari keyakinan.
3. Mengenai asumsi Power Reports menurut pendapat kami, pihak Auditor (Andersen)
terlibat dalam pengambilan keputusan pelaporan akuntansi serta keuangan pada transaksi
SPE yang dilakukan Enron pada saat memberikan saran tentang perlakuan akuntansi
terhadap transaksi SPE serta melakukan pengungkapan yang tidak berisi penjelasan
tentang transaksi antara Enron dan sekutu perusahaannya secara jelas dan lengkap.
Keterlibatan Andersen tersebut mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap standar
pengauditan profesional yang berkaitan dengan independensi auditor. Auditor dituntut
untuk bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan pekerjaan audit dan melaporkan
temuan serta pada saat memberikan pendapat audit. Kewajaran pendapat dari auditor
dibenarkan apabila auditor tidak bisa bersikap independen.
4. Persyaratan utama dalam penyusunan dan retensi kertas kerja audit. Agar kertas kerja itu
bermanfaat maka hal-hal atau syarat yang harus diperhatikan adalah

kelengkapan: lengkap dalam hal ini adalah harus berisi semua informasi pokok
serta tidak memerlukan penjelasan lisan sebagai tambahan

Ketelitian : kertas kerja yang dibuat harus bebas dari kesalahan, baik
kesalahan penulisan atau penjumlahan.

Keringkasan: hanya berisi informasi yang pokok.

Kejelasan: tidak menimbulkan pengertian ganda atas apa yang disajikan

Kerapian, kerapaian ini akan mempermudah pemahaman atas informasi yang


disajikan.

Pihak yang memiliki kertas kerja audit adalah perusahaan audit karena kertas kerja ini
digunakan untuk mencatat bukti yang telah dikumpulkan selama pemeriksaan oleh auditor,
kertas kerja ini merupakan media untuk menghubungkan antara catatan klien dengan laporan
pemeriksaan akuntan. Selain itu kertas kerja merupakan dasar penyusunan Laporan Hasil
7

Audit, merupakan alat bagi supervisor atau partner untuk mereview dan mengawasi
perkerjaan anggota tim audit, merupakan alat pembuktian dari Laporan Hasil Audit,
menyajikan data untuk keperluan referensi, dan merupakan salah satu pedoman untuk tugas
audit periode berikutnya. Seorang akuntan publik harus menjaga kerahasiaan informasi yang
diperolehnya selama penugasan audit dan tidak boleh terlibat dalam pengungkapan fakta atau
informasi tersebut, bila ia tidak memperoleh ijin khusus dari klien yang bersangkutan, kecuali
jika dikehendaki oleh hukum serta kode etik profesinya, meskipun kertas kerja dibuat oleh
auditor dari catatan klien dalam daerah wewenang klien, dan atas biaya klien, kertas kerja
sepenuhnya adalah milik auditor. Hal ini disebabkan kertas kerja tidak hanya berisi tentang
catatan klien tapi juga berisi langkah-langkah yang dilakukan auditor dalam melaksanakan
audit.
5. Lima rekomendasi untuk memperkuat indepedensi auditor.
a. auditor tidak mendapatkan tekanan dari klien dalam melaksanakan tugasnya
seorang auditor harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan
pemeriksaan terhadap klien. Klien sebaiknya tidak memberikan tekanan-tekanan
tertentu yang dapat menghalangi auditor dalam melaksanakan tugasnya.
b. auditor tidak memiliki hubungan kekrabatan, ataupun bisnis dengan client.
Seorang auditor sebaiknya tidak meiliki hubungan kekerabatan dengan client, apabila
memiliki hubungan kekerabatan makan independensi seorang auditor harus
dipertanyakan. Tentu saja auditor juga manusia yang nantinya pemeriksaannya tidak
bersifat objektif tapi subjektif saat melakukan pemeriksaan.
c. Seorang auditor tidak boleh merangkap menjadi auditor internal perusahaan klien.
Auditor ekternal adalah pihak independen yang berasal dari luar perusahaan yang
melakukan prosedur pemeriksaan atas suatu perusahaan dan memberkan opini atas
laporan keuangan yang diperiksa. Auditor internal adalah pihak dari dalam perusahaan
yang statusnya sebagai pegawai yang melakukan audit di dalam perusahaan, dan tidak
boleh memberikan opini hanya masukan-masukan kepada pihak manajemen
perusahaan. Sebaiknya auditor eksternal tidak merangkap sebagai auditor internal,

karena independensinya dapat dipertanyakan dalam pemeriksaan dan pemberian


opini.
d. Seorang auditor sebaiknya tidak tergiur dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan klien.
Saat melakukan audit, biasanya klien akan menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu
seperti makan siang, hotel maupun rekreasi. Sebaiknya seorang auditor tidak
menerima fasilitas yang ditawarkan tersebut, agar objektivitas dan independensi
auditor tetap terjaga. Auditor boleh menerima fasilitas makan siang apabila tertera
dalam surat kontrak perjanjian audit.
e. Melakukan rotasi akuntan publik secara berkala.
Dengan melakukan rotasi akuntan publik secara berkala, maka dapat menghindarkan
auditor dari keterikatan dan hubungan khusus dengan klien tertentu. Sehingga
independensi auditor dapat terjaga.
6. Evolusi konsep profesionalisme yang berkaitan dengan disiplin akuntansi publik dapat
dilihat dari adanya revisi kode etik bagi para akuntan yang bekerja pada International
Federation Accountants (IFAC) pada akhir tahun 2001 agar menjadi whitstleblower di
mana para profesional dituntut bukan hanya bersikap profesional dalam aturan-aturan
profesi saja tetapi profesional juga dalam menyatakan kebenaran pada saat masyarakat
akan dirugikan atau ada tindakan-tindakan perusahaan yang tidak sesuai dengan hukum
yang berlaku yang lebih-lebih bisa berdampak pada ekonomi masyarakat. Evolusi ini
ditimbul akibat hilangnya kepercayaan publik terhadap profesi akuntansi terutama auditor
karena dianggap tidak bisa memberikan informasi yang seharusnya.
7. Perusahaan audit tidak harus memiliki laporan keuangan kuartalan klien mereka, laporan
tersebut merupakan diluar tanggung jawab auditor, kecuali untuk laporan keuangan
kuartalan terakhir (31 Desember XX) karena auditor hanya bertanggung jawab untuk
menyatakan pendapat atas laporan keuangan tahunan yang telah diaudit berdasarkan buktibukti audit yang diperoleh dan bersifat material dan kompeten.