Anda di halaman 1dari 6

CARA MENETASKAN TELUR DENGAN MESIN PENETAS

Disini sya mengunakan mesin yang saya buat sendiri.


Dengan menggunakan Thermostat & Thermometer yang saya beli di pasaran.
Thermostat Rp 50.000
Thermometer Rp 15.000
Atau bisa pesan melalui saya
0818673834 / 0819673834 ( Edi Sampurno ).

Okeee.... Cukup promosinya!!!


Langsung saja... Hehehhehehe
urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :

Hari ke-1
Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di
atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses
prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat. Ventilasi
ditutup rapat. Kontrol suhu Thermostat (38C)

Hari ke-2
Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3 Kontrol suhu Thermostat (38C)

Hari ke-3
Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4.Disarankan
pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang
waktu setiap 8 jam.Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul
21.00.
Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan
karena ketelitian seseorang berbeda-beda.Telur yang berembrio ditandakan dengan
bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya

ada serabut-serabut kecil.Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam
masih layak untuk dikonsumsi.Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap argar
bayangan telur nampak lebih jelas.
Kontrol suhu Thermostat (38C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air
dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-4
Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3 Lubang ventilasi mulai dibuka
bagian Kontrol suhu Thermostat (38C)

Hari ke-5
Pembalikan telur harian, Ventilasi dibuka bagian,Kontrol suhu Thermostat (38C)

Hari ke-6
Pembalikan telur harian,Ventilasi dibuka bagian
Kontrol suhu (38C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak
tersebut berkurang.

Hari ke-7
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau
mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah
satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai
sarang laba-laba semakin jelas
Ventilasi dibuka seluruhnya

Hari ke-8 sampai ke-13


Pembalikan telur harian
Kontrol suhu Thermostat (38C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air
dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-14
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah
mati. Telr fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat
jelas

Hari ke 15 sampai ke-20


Pembalikan telur harian
Kontrol suhu Thermostat dinaikkan sedikit (38,5-39C) dan lakukan penambahan air
pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.

Hari ke-21
Pembalikan telur harian
Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati.
Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat
hitam semua
Kontrol suhu Thermostat (38,5-39C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-22 sampai ke-25


Pembalikan telur harian
Kontrol suhu Thermostat (38,5-39C) dan tambahkan air ke dalam bak

Hari ke-26 sampai ke-27


Pembalikan telur dihentikan
Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang
paling halus)
Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari
Hari ke-28
Telur-telur sudah banyak yang menetas

Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar
Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering
seluruhnya

Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29


Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali
untuk persiapan proses penetasan berikutnya.

PENETASAN TELUR KALKUN


kalkun adalah burung besar asli Amerika Utara. Hal ini dibedakan dengan bulu putih dan
leher yang dianyam telanjang dan kepala.Nama kalkun pertama kali diterapkan pada
unggas guinea yang diperkirakan berasal di Turki. Namun kalkun Amerika adalah
spesies yang sangat berbeda dari unggas guinea walaupun nama tetap. Bahkan kalkun
liar adalah makanan pokok dalam diet Amerika Utara. Ini dikenal sebagai Peru pada
abad ke- .Beberapa keturunan umum kalkun adalah Narragansett Bronze White
Belanda dan Bourbon Red.
Tatalaksana pemeliharaan kalkun sama dengan ayam. Kalkun mulai berproduksi
setelah30 minggu dari dewasa kelamin tercapai.Selama 25 minggu, kalkun dapat
memproduksi 88-93 butir. Pemberian pakan pada kalkun hampir sama dengan ayam.
Kebutuhan protein dalam pakan untuk kalkun masa starter (0-8 minggu) sekitar 26-28%,
sedangkan saat grower (8-24 minggu) sekitar 14-22%.
Ada tiga tahapan dalam Meningkatkan Kalkun pertanian peternak hatchery dan
peternakan kalkun.Peternakan peternak adalah tempat di mana ayam betina
meletakkan telur.Telur-telur dikumpulkan dan dikirim ke tempat penetasan.Di
pembenihan telur disimpan dalam inkubator khusus setelah dibersihkan.Inkubator ini
menyediakan suhu yang tepat dan tingkat kelembaban karena membiarkan telur
menetas.Umumnya telur kalkun mengambil hari untuk menetas.kalkun Bayi juga dikenal
sebagai poults disimpan di pembenihan sampai mereka dipindahkan ke peternakan
kalkun. Pada peternakan kalkun kalkun ayam dan kalkun tom yang dipelihara secara
terpisah.The poults harus diberi makan dengan baik dan mengawasi dengan hati-hati
setidaknya sampai mereka melepaskan bulu bawah mereka dan mendapatkan bulu
luar.Untuk ini mereka dimasukkan ke dalam lumbung iklim yang dikendalikan yang
lembut lantai ditutupi dengan jerami atau kayu chip.Mereka diberi campuran bubuk
lembut kedelai jagung dan gandum.nutrisi lain seperti gandum susu bubuk tepung
daging batu kapur garam premix vitamin metionin lisin dan grit tidak larut juga bisa
ditambahkan. Cukup air juga harus disediakan.

PENETASAN TELUR BURUNG PUYUH


Produksi dan Produktivitas
Puyuh termasuk ternak unggas yang bertubuh kecil, tetapi pertumbuhannya cepat dan
cepat menjadi dewasa Puyuh bertelur rata-rata setelah berumur 2 bulan. Produksi ratarata dapat mencapai 70% pertahun, sesudah umur 2 tahun sebaiknya puyuh tidak
diternakkan lagi karena produksi teluir telah menurun.Dengan bibit yang baik dan
dengan perawatan yang baik produksi telurnya dapat mencapai 300 butir setahun.
Berat puyuh jantan yang sudah dewasa dapat mencapai 100- 140 gr sedang yang
betina 110-160 gr. Berat telur 9-10 gr dan kulit telur putih dengan bercak-bercak coklat
sampai hitam. Telur burung puyuh relatif besar apabila dibandingkan dengan berat
tubuhnya, yaitu mencapai 6,25-8,18% dari berat tubuhnya. Sedangkan telur ayam hanya
mencapai 4-4,5% daripada berat tubuhnya.
Telur puyuh mengandung protein 13,6%, lemak 8,24% dan air 73,9%. Telur yang
berkadar protein tingggi dan lemak yang rendah adalah baik sekali untuk orang yang
diet terhadap kolesterol.

Menetaskan Telur
a.
Telur yang akan ditetaskan hendaknya dipilih dari induk yang sudah cukup umur.
Telur tetas sebaiknya diambil dari puyuh betina berumur 5-8 bulan yang dipelihara
bersama-sama puyuh jantan dengan perbandingan jantan:betina = 1:10. telur tetas itu
tidak boleh berumur lebih dari 5 hari karena daya tetas telur akan menurun 3% setiap
hari sesudah 5 hari peyimpanan.
b.
Pilihlah telur yang bentuk dan besarnya seragam, dengan bercak-bercak pada kulit
telur yang tersebar merata.Suhu yang diperlukan untuk menetaskan telur adalah 10001020Fahrenheit atau 37,70-38,80Celcius, dengan kelembaban udara 60-70%.
c.
Sebelum dimasukkan dalan mesin penetas, kulit telur diberi tanda (misalnya:
warna merah). Hal ini memudahkan dikemudian hari untuk mengontrol apakah telur
sudah diputar atau belum.
d.
Pemutaran telur dilakukan mulai hari kedua dan diputar 900, paling sedikit 4 kali
sehari. Pemutaran dilakukan terus-menerus sampai hari ke 14 dan diusahakan agar
letak bagian kulit telur yang diberi warna seperti pada waktu memasukkannya ke dalam
alat penetas (misalnya pada waktu dimasukkan, bagian yang diberi warna berda

dibaagian atas, maka pada waktu pemutaran terakhir pada hari ke-14 tersebut, bagian
yang berwarna merah berada di sebelah atas pula)Telur akan menetas pada hari ke 15
sampai ke 18.

e.
Anak puyuh yang baru menetas, berat badannya 6-7 gr. Sesudah berumur 2 hari,
baru dipindahkan kedalam kandang khusus untuk anak puyuh (kandang anakan). Untuk
melindungi anak puyuh dari angin dan kedinginan, maka kandang tertutup dengan
kertas koran dan pemanasan ruangan mutlak diperlukan

Identifikasi Telur Dalam Mesin Tetas


Telur fertil
Setelah telur dimasukkan ke dalam mesin tetas dan telah berlalu masa kritis pertama
maka dilakukan pemeriksaan telur pada hari ke-4 atau ke-5.Akan tetapi hal ini tidak
berlaku bagi yang sudah berpengalaman.Mereka yang berpengalaman dapat
mengidentifikasi telur hanya dalam sehari. Setelah telur diperiksa dengan teropong telur
(egg candling) maka telur akan dapat dibedakan sebagai berikut :
Telur kosong
Keadaan di dalam telur tampak jernih, tanpa ada serabut-serabut urat, rongga udara
tidak terdapat perubahan dan tidak tampak adanya kehidupan.Kuning telur.Telur
dikeluarkan dari mesin tetas dan masih baik untuk dikonsumsi.
Telur mati
Telur mati ditandai dengan bintik hitam atau pelangi warna merah dan tidak
menunjukkan adanya pergerakan dari kehidupan. Telur yang sudah yakin mati dapat
langsung dikeluarkan dari mesin tetas, akan tetapi telur yang masih meragukan
statusnya dibiarkan dulu dengan diberi tanda khusus.
Telur hidup
Ditandai dengan adanya serabut urat, rongga udara meluas dan tampak adanya
kehidupan di dalam telur.