Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh kuat, tidak mudah terombang-

ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara, sudah tentu perlu memiliki
dasar negara dan ideologi negara yang kokoh dan kuat pula. Tanpa itu, maka bangsa dan
negara akan rapuh, maka dari itu peran ideologi sangat penting untuk sebuah negara.
Mempelajari Pancasila lebih dalam menjadikan kita sadar sebagai bangsa Indonesia
yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk
menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi. Untuk itulah
diharapkan dapat menjelaskan Pancasila sebagai ideologi nasional, menguraikan pengertian
dari ideologi, menunjukkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, serta menampilkan sikap positif terhadap

Pancasila dalam kehidupan

bermasyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dalam makalah ini juga dapat dijadikan bekal
keterampilan menganalisis dan bersikap kritis terhadap sikap para penyelenggara negara yang
menyimpang dari cita-cita dan tujuan negara.
1.2

RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.

1.3

Apa itu arti Ideologi?


Darimana asal mula Pancasila?
Apakah peran Pancasila di Indonesia?
Kasus apa sajakah yang membahayakan kedudukan Pancasila?
Bagaimana solusi untuk kasus tersebut?
TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini selain sebagai pemenuhan tugas mata kuliah pancasila, juga
sebagai media untuk mempraktekkan ilmu yang telah dipelajari dan dengan tujuan sebagai
berikut :
1. Mengetahui arti ideologi
2. Mengetahui asal mula Pancasila
3. Mengetahui Pancasila sebagai ideologi Nasional
4. Mengetahui kasus yang bisa membahayakan kedudukan Pancasila

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

5. Menemukan solusi untuk kasus yang membahayakan kedudukan Pancasila


BAB II
PEMBAHASAN
2.1

PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideologi berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu

edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideologi
secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh
dan sistematis. Dalam arti luas, ideologi adalah pedoman normative yang dipakai oleh
seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.
Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan
tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam
pengertian sehari-hari menurut Kaelan idea disamakan artinya dengan cita-cita.
Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), idiologi memiliki arti
Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah
dan tujuan untuk kelangsungan hidup; cara berpikir seseorang atau suatu golangan; Paham,
Teori dan Tujuan yang merupakan satu program sosial politik.
2.2

FUNGSI IDEOLOGI
Setelah mengetahui pengertian ideologi, kita juga harus mengetahui fungsi dari

ideologi tersebut. Soerjanto Poespowardojo mengemukakan fungsi ideologi sebagai berikut:


1. Struktur kognitif, yakni keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan
untuk memahami kejadian dalam keadaan alam sekitarnya.
2. Orientasi dasar, dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta
menunjukkan tujuan dalam kehidupan masyarakat.
3. Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang.
4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya.
5. Kemampuan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk
menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

6. Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati, serta


mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang
terkandung didalamnya.

2.3

ASAL MULA PANCASILA


Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideology bangsa dan negara Indonesia bukan

terbentuk secara mendadak, namun melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa
Indonesia. Secara kausalitas Pancasila sebelum disyahkan menjadi dasar filsafat negara dan
berasal dari bangsa Indonesia sendiri, yang berupa adat istiadat, religius dan kebudayaan.
Kemudian para pendiri negara secara musyawarah, anatara lain sidang BPUPKI pertama,
Piagam Jakarta. Kemudian BPUPKI kedua, setelah kemerdekaan sebelum sidang PPKI
sebagai dasar filsafat negara RI.
Asal mula terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat negara, yaitu asal mula yang
sesudah dan menjelang Proklamasi kemerdekaan. Rincian asal mula langsung Pancasila
menurut notonagoro, yaitu :
a. Asal Mula Bahan (Kausa Materialis)
Nilai-nilai yang merupakan unsur-unsur Pancasila digali dari Bangsa Indonesia yang berupa
adat-istiadat, religius. Dengan demikian pada bangsa Indonesia sendiri yang terdapat dalam
kepribadiandan pandangan hidup.
b. Asal Mula Bentuk (Kausa Formalis)
Bentuk Pancasila dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. Asal mulanya adalah Ir.
Soekarno, Drs. Moh. Hatta serta anggota BPUPKI.
c. Asal Mula Tujuan (Kausa Finalis)
Tujuannya : untuk dijadikan sebagai dasar negara. Para anggota BPUPKI dan Soekarno
Hatta yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila sebelum ditetapkan oleh PPKI.
2.4

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL


Kita semua mengetahui bahwa pancasila merupakan pedoman hidup rakyat Indonesia.

Tapi, tidak sedikit dari kita mengetahui darimanakah ide Pancasila itu muncul di permukaan
bumi indonesia. Lalu apa arti dari Pancasila sebagai ideologi nasional?

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Kumpulan nilai-nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini


kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat, inilah yang disebut dengan
ideologi.
Seperti yang dikatakan oleh Jorge Larrain bahwa ideology as a set of beliefs yang
berarti setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan
mengenai sesuatu yang dipandang bernilai dan yang menjadi kekuatan motivasional bagi
perilaku individu atau kelompok. Nilai-nilai itu dipandang sebagai cita-cita dan menjadi
landasan bagi cara pandang, cara berpikir dan cara bertindak seseorang atau suatu bangsa
dalam memecahkan setiap persoalan yang dihadapinya.
Begitu pula dengan pancasila sebagai ideologi nasional yang artinya Pancasila
merupakan kumpulan atau seperangkat nilai yang diyakini kebenaranya oleh pemerintah dan
rakyat Indonesia dan digunakan oleh bangsa Indonesia untuk menata/mengatur masyarakat
Indonesia atau berwujud Ideologi yang dianut oleh negara (pemerintah dan rakyat) indonesia
secara keseluruhan, bukan milik perseorangan atau golongan tertentu atau masyarakat
tertentu saja, namun milik bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Klasifikasi Pancasila Sebagai Ideologi Nasional


Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diklasifikasikan melalui :
1. Dilihat dari kandungan muatan suatu ideologi, setiap ideologi mengandung di
dalamnya sistem nilai yang diyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. Nilai-nilai
itu akan merupakan cita-cita yang memberi arah terhadap perjuangan bangsa dan
negara.
2. Sistem nilai kepercayaan itu tumbuh dan dibentuk oleh interaksinya dengan berbagai
pandangan dan aliran yang berlingkup mondial dan menjadi kesepakatan bersama dari
suatu bangsa.
3. Sistem nilai itu teruji melalui perkembangan sejarah secara terus-menerus dan
menumbuhkan konsensus dasar yang tercermin dalam kesepakatan para pendiri
negara (the fouding father).

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

4. Sistem nilai itu memiliki elemen psikologis yang tumbuh dan dibentuk melalui
pengalaman bersama dalam suatu perjalanan sejarah bersama, sehingga memberi
kekuatan motivasional untuk tunduk pada cita-cita bersama.
5. Sistem nilai itu telah memperoleh kekuatan konstitusional sebagai dasar negara dan
sekaligus menjadi cita-cita luhur bangsa dan negara.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pancasila ideologi nasional dipahami dalam perspektif
kebudayaan bangsa dan bukan dalam perpektif kekuasaan, sehingga bukan sebagai alat
kekuasaan.

Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Nasional


Selaku Ideologi Nasional, Pancasila memiliki beberapa dimensi :
1. Dimensi Idealitas
Dimensi Idealitas artinya ideologi Pancasila mengandung harapan-harapan dan cita-cita di
berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai masyarakat.
2. Dimensi Realitas
Dimensi Realitas artinya nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilainilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya, yang menjadi milik mereka bersama dan
yang tak asing bagi mereka.
3. Dimensi normalitas
Dimensi normalitas artinya Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat
masyarakatnya yang berupa norma-norma atauran-aturan yang harus dipatuhi atau ditaati
yang sifatnya positif.
4. Dimensi Fleksilibelitas
Dimensi Fleksilibelitas artinya ideologi Pancasila itu mengikuti perkembangan jaman, dapat
berinteraksi dengan perkembangan jaman, dapat mengikuti perkembangan ilmu dan
teknologi, bersifat terbuka dan demokratis.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi


Nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai Ketuhanan,
Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Nilai-nilai ini yang merupakan nilai
dasar bagi kehidupan kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan. Nilai-nilai Pancasila
tergolong nilai kerokhanian yang didalamnya terkandung nilai-nilai lainnya secara lengkap
dan harmonis, baik nilai material, nilai vital, nilai kebenaran (kenyataan), nilai estetis, nilai
etis maupun nilai religius. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bersifat objektif dan
subjektif, artinya hakikat nilai-nilai Pancasila adalah bersifat universal (berlaku dimanapun),
sehingga dimungkinkan dapat diterapkan pada negara lain. Jadi kalau ada suatu negara lain
menggunakan prinsip falsafah, bahwa negara berKetuhanan, berKemanusiaan, berPersatuan,
berKerakyatan, dan berKeadilan, maka Negara tersebut pada hakikatnya menggunakan dasar
lsafat dari nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila bersifat objektif, maksudnya adalah:
1) Rumusan dari sila-sila Pancasila itu sendiri memiliki makna yang terdalam menunjukkan
adanya sifat-sifat yang umum universal dan abstrak karena merupakan suatu nilai;
2) Inti dari nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia
baik dalam adat kebiasaan, kebudayaan, kenegaraan maupun dalam kehidupan keagamaan;
3) Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara
yang mendasar, sehingga merupakan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.
Sedangkan nilai-nilai Pancasila bersifat subjektif, terkandung maksud bahwa
keberadaan nilai-nilai Pancasila itu bergantung atau terlekat pada bangsa Indonesia sendiri.
Hal ini dapat dijelaskan, karena:
1) Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia, sehingga bangsa Indonesia sebagai
penyebab adanya nilai-nilai tersebut;
2) Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, sehingga merupakan
jati diri bangsa yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran, kebaikan, keadilan dan
kebijaksanaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
3) Nilai-nilai Pancasila di dalamnya terkandung nilai-nilai kerokhanian, yaitu nilai kebenaran,
keadilan, kebaikan, kebijaksanaan, etis, estetis, dan nilai religius yang sesuai dengan hati
nurani bangsa Indonesia dikarenakan bersumber pada kepribadian bangsa. Oleh karena nilainilai Pancasila yang bersifat objektif dan subjektif tersebut, maka nilai-nilai Pancasila bagi

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

bangsa Indonesia menjadi landasan, menjadi dasar serta semangat bagi segala tindakan atau
perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan bernegara. Nilai-nilai
Pancasila sebagai sumber nilai bagi manusia Indonesia dalam menjalankan kehidupan
berbangsa dan bernegara, maksudnya sumber acuan dalam bertingkah laku dan bertindak
dalam menentukan dan menyusun tata aturan hidup berbangsa dan bernegara.Nilai-nilai
Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali, tumbuh dan berkembang dari budaya bangsa
Indonesia yang telah berakar dari keyakinan hidup bangsa Indonesia. Dengan demikian nilainilai Pancasila menjadi ideology yang tidak diciptakan oleh negara melainkan digali dari
harta kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri. Sebagai nilai-nilai
yang digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri, maka
nilai-nilai Pancasila akan selalu berkembang mengikuti perkembangan masyarakat
Indonesia.Sebagai ideologi yang tidak diciptakan oleh negara, menjadikan Pancasila sebagai
ideologi juga merupakan sumber nilai, sehingga Pancasila merupakan asas kerokhanian bagi
tertib hukum Indonesia, dan meliputi suasana kebatinan (Geistlichenhintergrund) dari
Undang-Undang Dasar 1945 serta mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar
negara.Pancasila sebagai sumber nilai mengharuskan Undang-Undang Dasar mengandung isi
yang mewajibkan
4) Pemerintah, penyelenggara negara termasuk pengurus partai dan golongan fungsional
untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat
yang luhur.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

BAB III
KAJIAN KASUS
3.1 GERAKAN 30 S PKI
Mengenang Sejarah Singkat G 30 S PKI. Sebuah pengkhianatan terbesar yang
dialami bangsa Indonesia, Gerakan 30 September 1965 / PKI atau G30S/PKI. Peristiwa G 30
S PKI terjadi pada malam hari tepat waktunya saat pergantian dari tanggal 30 September hari
Kamis, menjadi 1 Oktober pada hari Jumat tahun 1965 tepat tengah malam dengan
melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan Anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
Gerakan ini bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menginginkan
pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan komunis. Gerakan 30 S PKI dipimpin oleh
ketua saat itu, yaitu Dipa Nusantara Aidit atau sering dikenal dengan nama DN. Aidit. DN.
Aidit gencar memberikan hasutan kepada seluruh masyarakat supaya mendukung PKI dengan
iming-iming Indonesia akan lebih maju dan sentosa. DN. Aidit menurut pakar sejarah pada
masa rezim Presiden Soeharto merupakan dalang utama gerakan 30 S PKI.
Gerakan 30 S PKI bergerak atas satu komando yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I
Cakrabirawa, Letnan Kolonel Untung Syamsuri. Gerakan ini dimulai dari Jakarta dan
Yogyakarta, gerakan ini mengincar Dewan Jendral dan Perwira Tinggi. Awal mula gerakan
ini hanya bermaksud menculik dan membawa para Jendral dan perwira tinggi ke Lubang
Buaya. Namun, ada beberapa prajurit Cakrabirawa yang memutuskan untuk membunuh
Dewan Jendral dan perwira tinggi. Jendral yang dibantai oleh PKI diantaranya Jendral
Ahmad Yani dan Karel Satsuit Tubun. Sisa Jendral dan perwira tinggi meninggal dunia secara
perlahan karena luka penyiksaan di Lubang Buaya.
Para Pahlawan Dewan Jendral dan Perwira Tinggi yang meninggal dunia atas kekejaman
Gerakan 30 S PKI dan ditemukan di sumur Lubang Buaya adalah :
1. Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani (Meninggal Dunia di rumahnya, Jakarta Pusat.
Rumahnya sekarang menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)
2. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
3. Mayor Jendral Raden Soeprapto

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

4. Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan


5. Mayor Jendral Siswondo Parman
6. Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal dunia di rumahnya)
7. Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
8. Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
9. Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
10. Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution, meninggal di kejadian ini)
11. Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di kediaman Jendral Abdul Haris
Nasution)
Atas kejadian yang membuat luka Bangsa Indonesia, rakyat menuntut kepada Presiden
Soekarno supaya membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dengan rasa terpaksa
akhirnya Partai PKI yang menjadi kekuatan bagi Presiden Soekarno dalam aksi Ganyang
Malaysia di bubarkan. Selanjutnya Presiden Soekarno memberikan mandat pembersihan
semua struktur pemerintahan nya kepada Mayor Jendral Soeharto yang terkenal dengan Surat
Perintah 11 Maret 1966.
3.2 SOLUSI KASUS
Pandangan hidup, falsafah bangsa serta ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila.
Meletakan Pancasila sebagai dasar Negara yang merupakan warisan nenek moyang bangsa
Indonesia dan dijadikan sebagai tatanan kehidupan dalam hidup beragama, bermasyarakat
dan bernegara. Negara-negara yang sedang berkembang merasa terancam dengan adanya
paham komunisme, karena paham tersebut merupakan musuh bagi dunia dan bukan hanya
musuh bangsa Indonesia. Paham komunisme mempunyai cita-cita untuk mengkomuniskan
dunia, untuk itu perjuangan partai komunis belum selesai sebelum seluruh dunia mengikuti
ideologi komunis. Komunis berusaha menanamkan pahamnya ke dalam kehidupan bangsa
Indonesia selalu gagal, mereka berusaha mengganti pancasila menjadi ideologi komunis yang
dikembangkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Di dalam perkembangan sejarah
perjuangan bangsa Indonesia terbukti partai komunis sudah berkali-kali melakukan kudeta

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

10

secara fisik yang tujuanya secara jelas akan mengganti ideologi pancasila menjadi ideologi
komunis.
Partai komunis tidak akan berhenti berusaha dengan cara apapun, dengan metode
apapun, mereka berusaha untuk menanamkan pahamnya kepada setiap orang dan selalu
berusaha sebelum dunia ini menjadi komunis. Untuk itu seluruh elemen bangsa dan
masyarakat harus selalu waspada dan saling mengingatkan tentang bahaya laten komunis.
Komunis selalu menyengsarakan dan menimbulkan penderitaan, kebodohan bagi bangsa
Indonesia. TNI harus memberikan bentuk-bentuk pelatihan kepada elemen bangsa yang lain
agar masyarakat memiliki ketahanan secara pribadi, kelompok masyarakat dan secara
nasional dalam mempertahankan pancasila sebagai pandangan hidup dan kehidupan bangsa
Indonesia, untuk itu perlu adanya materi pelajaran tentang bahaya laten komunis dalam
mengingatkan kepada generasi penerus bangsa yang nantinya merekalah yang akan
memimpin bangsa Indonesia dimasa depan.
Perlu dimasukkannya kurikulum tentang bahaya laten komunis kepada pelajar tingkat dasar
sampai dengan perguruan tinggi sehingga mereka sebagai calon pemimpin bangsa yang akan
mengawaki pemerintahan dan akan mengisi masyarakat dimasa depan memiliki dasar
pengetahuan tentang siapa itu komunis apa paham yang dibawa kapan komunis berhianat dan
merongrong pada Negara Indonesia dimana saja komunis melaksanakan aksinya dan
mengapa sampai terjadi pemberontakan komunis tersebut sehingga generasi muda bangsa
Indonesia kedepan akan lebih dewasa dan lebih waspada dan mampu secara swadaya dalam
menangkal setiap ancaman gangguan hambatan dan tantangan yang disebabkan oleh partai
komunis yang akan selalu menanmkan pahamnya dinegara Indonesia.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

11

BAB III
PENUTUP
3.1

KESIMPULAN

Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide,


science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Ideologi secara fungsional
merupakan seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan
negara yang dianggap paling baik.
3.2

SARAN

1. Adapun saran penulis kepada pembaca agar pembaca dapat mengetahui bahwa
pancasila sangat penting sebagai ideologi nasional dan bagi kehidupan kita, dan agar
pembaca dapat melaksanakan atau bisa menerapkan di kehidupan.
2. Perlu adanya pembelajaran lebih dalam tentang materi-materi ideologi pada mata
kuliah pancasila pada kampus-kampus di Indonesia.
3. Perlu adanya kurikulum mengenai Komunisme dari tingkat dasar hingga perguruan
tinggi supaya generasi penerus bangsa mengetahui bahaya laten komunis sehingga bisa
menghidarinya.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

12

DAFTAR PUSTAKA

Haryanto,Agus,Alex Suryanto. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra


Indonesia. Tanggerang:ESIS
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. 2001. Jakarta: Balai Pustaka
Syairbaini, Syahril. Drs.,M.A. 2002. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi.
http://id.Wikipedia.org/wiki/ideologi
http://id.Wikipedia.org/wiki/pancasila
http://pikiran-rakyat/cakrawala/sekitarkita.htm
http://www.g-excess.com/id/sejarah-lahirnya-pancasila-sebagai-ideologi-nasional
http://www.gudangmateri.com/2010/10/pancasila-sebagai-ideologi-negara.html
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pendidikan_pancasila/bab4pancasila_sebagai_ideologi.pdf

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional