Anda di halaman 1dari 5

PERSILANGAN MONOIBRID

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Makluk hidup mempunyai banyak sifat untuk diturunkan keketurunanya.


Penurunan sifat tetua melalui perkawinan yang nantinya menjadi persilangan sifat
antara kedua tetua. Setiap tetua mempunyai hasrat untuk mengembangbiakan
sifatnya supaya tidak punah. Dengan adanya persilangan sifat kedua tetua Mendel
melakukan penelitian tentang persilangan sifat beda tersebut, persilangan yang
pertama dilakukan adalah persilangan monohibrid. Persilanan monohibrid dapat
dikatakan persilangan antara dua indifidu dengan hanya melihat satu sifat
pembeda dengan rasio genotif yang dihasilakan 1:2:1 dam rasio fenotif yang
dihasilkan dari persilangan ini 3:1. Pada persilangan ini ada sifat dominan.
Hukum pewarisan Mendel adalah hukum yang mengatur pewarisan sifat
secara genetik dari satu organisme kepada keturunannya. Hukum Mendel adalah
salah satu hukum terpenting dalam perkembangan ilmu genetika di dunia.
Praktikum ini bertujuan untuk membuktikan apakah hukum 1 Mendel benar atau
tidaknya. Hukum mendel didapat dari penelitian Mendel. Hukum Mendel I yang
menyatakan bahwa pasangan alel pada proses pembentukkan sel gamet dapat
memisah secara bebas. Hukum Mendel I disebut juga dengan hukum segregasi.
Dalam praktikum digunakan kacang kedelai dengan maksud karena mempunyai
banyak sifat beda dan pertumbuhanya mudah khususnya didaerah Purwokerto.
Kedelai merupakan tanaman pangan yang dikembangkan diindonesia.
Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Di

Indonesia kedelai dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai tanaman makanan dan
pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah
Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negaranegara lain di Amerika dan Afrika. Karena kedelai banyak dikembangkan
diindonesia sejak lama maka menjadi alasan juga mengapa praktikum digunakan
kacang kedelai.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuktikan Hukum Mendel 1
pada persilanhan monibrid.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Persilangan monohibrid merupakan persilangan diantara kedua individu


tetua hanya dilihat dari satu sifat pembeda. Persilangan monohibrid akan
dihasilkan keturunan yang semuannya seragam. Jika salah satu dominan maka
sifatnya akan sama dengan individu yang dominan pada F1. Saat individu F1
heterozigot membentuk gamet maka akan terjadi pemisahan alel, sehinga gamet
hanya mempunyai salah satu alel saja. Domonasi penuh, monoibrid mengasilkan
perbandingan genotip 1:2:1 dan perbandingan fenotip 3:1 (Suryo, 1984).
Hukum Mendel I Alel memisah ( segregasi ) satu dari yang lain selama
pembntukan gamet yang diwariskan secara rambang ke dalam gamet gamet
yamg sama jumlahnya. Sebagai dasar segregasi pada lokus yang sama pada
kromosom tersebut memisah secara bebas dan tersebar ke dalam gamet yang
berbeda. Mekanisme persilangan monohibrid tentang kenyataan faktor-faktor
gen meliputi :
1.

Gen berada dalam keadaan berpasangan ( alel ).

2.

Gen memisah (segregasi) dalam sel kelamin .

3.

Gen tersusun secara rampang (satu alae menuju satu sel kelamin).

4.

Sifat gen tetap dari generasi ke generasi berikutnya (Crowder,1990).


Resesif yaitu alel dari gen yang tidak menghasilkan hasil yang berfungsi,

hasil yang defisien atau hasil yang jumlahnya sedikit. Dominan yaitu hasil gen
fungsional, menutup penampilan dari alel mutan. Homozigot yaitu keadaan
dimana kedua alel sama, individunya disebut homozigot. Heterozigot yaitu

keadaan dimana ada dua alel berbeda pada gen yang sama, individunya disebut
heterozigot. Alel yaitu salah satu bentuk mutasi yang mungkin terjadi dari satu
gen tertentu (Crowder, 1990: 28).
Persilangan monohibrid dominan adalah persilangan dua individu sejenis
yang memerhatikan satu sifat beda dengan gen-gen yang dominan. Sifat dominan
yaitu sifat yang lebih banyak muncul pada keturunan dari pada sifat lainnya yang
sealel. F dihasilkan keturunan yang mempunyai sifat sama dengan sifat induk
yang dominan. Rasio/perbandingan genotipe pada F2 = 1 : 2 : 1, sedangkan rasio
fenotipenya = 3 : l (Dwijoseputro. 1997).
Persilangan monohibrid intermediat adalah persilangan antara dua individu
sejenis yang memperhatikan satu sifat beda dengan gen-gen intermediat. Jika
tumbuhan berbunga merah disilangkan dengan tumbuhan sejenis berbunga putih
menghasilkan F, tumbuhan berbunga merah muda, dikatakan bahwa bunga merah
bersifat intermediat. Dengan cara persilangan seperti pada persilangan monohibrid
dominan di atas. dapat diketahui bahwa rasio genotipe dan fenotipe F, pada
persilangan monohobrid intermediat sama, yaitu 1 :2 : l (Dwijoseputro. 1997).
Suatu percobaan,jarang ditemukan hasil yang tepat benar, karena pasti ada
penyimpanganya..Menurut perhitungan ahli statistik penyimpangan yang masih
dapat diterima adalah 5% yang atau disebut batas normal penyimpangan. Untuk
perhitungan percobaan

dilakukan analisis Chi-squrae. Analisis chi-square

digunakan untuk membuktikan percobaan sesuai dengan teori atau tidak.


Rumusnya adalah X2 hitung = (Oi-Ei)2/Ei. Keterangan
X2 = Chi Quadrat

O = Observed (nilai pengamatan)


E = Expected (nilai harapan)
= Sigma ( Jumlah dari nilai-nilai) (Nio,tjan, 1990).
Kedelai merupakan tanaman asli Daratan Cina dan telah dibudidayakan
oleh manusia sejak 2500 SM. Sejalan dengan makin berkembangnya perdagangan
antarnegara yang terjadi pada awal abad ke-19, menyebabkan tanaman kedalai
juga ikut tersebar ke berbagai negara tujuan perdagangan tersebut, yaitu Jepang,
Korea, Indonesia, India, Australia, dan Amerika. Kedelai mulai dikenal di
Indonesia sejak abad ke-16. Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai
yaitu di Pulau Jawa, kemudian berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulaupulau lainnya (Suprapto, 1998).
III.

METODE PRAKTIKUM
A. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalampraktikum persilangan monohibrid adalah Biji


kedelai, media tanam berupa tanah dan lembar pengamatan. Alat yang digunakan
dalam praktikum persilangan monohibrid adalah seedbox, kaca pertidish dan alat
tulis.

B. Prosedur Kerja
1. Biji populasi kedelai P1, P2, F1 dan F2 ditanam pada seedbox berisi tanah.
2. Biji kedelai dibiarkan sampai tumbuh dan berkecambah.
3. Warna batang yang muncul diamati berwarna putih atau ungu.
4. Warna batang biji kedelai ditabulasikan.