Anda di halaman 1dari 20

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN QUERCETIN, SAPONIN , DAN TANIN DARI LIMBAH DAUN
JATI (Tectona grandis) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN ALAMI UNTUK
PENINGKATAN MUTU PRODUKSI DEODORAN ANTIPERSPIRANT

BIDANG KEGIATAN:
PKM GT

Diusulkan oleh:

Suryo Tetuko
Mohammad Aulia Rahman
Sri Wahyuni
Riang Anggraini Rahmanisa

(21030112120028 / 2012)
(21030112130152 / 2012)
(21030112120027 / 2012)
(21030111130056 / 2011)

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013

4.

HALAMAN PENGESAHAN USUL


PKM-GT

a.
b.
c.
d.
e.
f.

1. Judul Kegiatan
: Pemanfaatan Quercetin, Saponin,
dan Tanin dari limbah daun jati (Tectona grandis) sebagai
bahan tambahan alami untuk peningkatan mutu produksi
deodoran antiperspirant.
2. Bidang Kegiatan
: ( ) PKM-AI () PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama Lengkap
: Suryo Tetuko
NIM
: 21030112120028
Jurusan
: Teknik Kimia
Universitas
: Diponegoro
Alamat Rumah dan No Tel./HP
: Bugen Tlogosari Wetan
Alamat email
: suryo.tetuko@yahoo.co.id
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
Dosen Pendamping
Nama Lengkap dan Gelar
: Ir. C. Sri Budiyati, MT
b. NIDN : 0007085102
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP
: Jl. Durian Selatan I/7 Banyumanik
Semarang
Semarang, 1 Maret 2013
Menyetujui
Pembantu Dekan III

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Prof. Dr. Ir. Abdullah, M.S., Ph.D.)


NIP. 195512311983031014

(Suryo Tetuko)
NIM. 21030112120028

Pembantu Rektor III

Dosen Pendamping

(Drs. Warsito, SU)


NIP. 195402021981031014

(Ir. C. Sri Budiyati, MT)


NIDN. 0007085102

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
berkah, hidayah serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis
yang berjudul Pemanfaatan Quercetin, Saponin, dan Tanin dari Limbah Daun Jati
(Tectona grandis) sebagai Bahan Tambahan Alami untuk Peningkatan Mutu
Produksi Deodoran Antiperspirant. Dengan diselesaikannya karya tulis ini,
perkenankanlah kami untuk mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang
setingi-tingginya atas segala bimbingan, bantuan, dukungan dan pengarahan yang
telah diberikan. Pada kesempatan ini juga, kami tidak lupa untuk mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah banyak
membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini, terutama kepada :
1. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa, support, dan
dukungan moral dalam pengerjaan makalah ini.
2. Prof. Dr. Soedharto P. Hadi, MES selaku Rektor Universitas Diponegoro.
3. Ir. Bambang Pudjianto, MT. selaku Dekan Fakultas Teknik Undip.
4. Ir. C. Sri Budiyati, MT. selaku dosen pendamping yang telah merelakan
waktu dalam kesibukannya untuk membimbing dalam memahami dan
menyusun tulisan ini.
5. Teman-teman yang mendukung penulis dalam menyelesaikan karya tulis
ini.
6. Semua pihak yang telah membantu Penulisan karya tulis ini.
Karya tulis ini tentunya sangat jauh dari sempurna, sehingga diharapkan
saran dan kritik yang membangun untuk karya tulis ini. Semoga karya tulis ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak, termasuk penulis pada khususnya dan
pembaca pada umumnya.

Semarang,

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................ii
KATA PENGANTAR...................................................................................iii
DAFTAR ISI ...............................................................................................iv
RINGKASAN .............................................................................................vi
PENDAHULUAN.......................................................................................1
Latar belakang......................................................................................1
Tujuan Penulisan..................................................................................2
Manfaat Penulisan................................................................................2
GAGASAN..................................................................................................2
Daun Jati (Tectona grandis).................................................................2
Penggunaan dan Kandungan Deodoran Antiperspirant.......................3
Solusi yang Pernah Ditawarkan...........................................................5
Solusi yang Ditawarkan.......................................................................5
Pihak-pihak yang Terkait.....................................................................7
Langkah-langkah Strategis..................................................................8
KESIMPULAN ...........................................................................................9
Gagasan yang Diajukan........................................................................9
Teknik Implementasi............................................................................9
Prediksi Hasil yang akan Diperoleh.....................................................10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................11
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ......................................................................12

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kandungan dari Deodorant Antiperspirant..............................................4
Tabel 2. Bahan aktif yang terdapat dalam Deodorant Antiperspirant....................4

Ringkasan
Di zaman modern ini, penggunaan deodoran telah mewabah di berbagai
kalangan dari remaja hingga dewasa. Kesibukan dan aktifitas yang padat sehingga
menyebabkan banyaknya keringat yang keluar dari tubuh merupakan faktor utama
penggunaan deodoran ini. Tapi dibalik manfaat dari deodoran, ternyata ada bahan
kimia yang dapat menimbulkan efek negatif terhadap

tubuh kita yaitu

Alluminium Chlorhydrat. Zat ini dapat menahan kelenjar keringat yang terdapat
dalam ketiak, namun hal ini membuat zat racun yang terdapat dalam keringat
tertimbun di dalam kelenjar ketiak. Zat racun ini berguna untuk membunuh
bakteri penyebab bau badan yaitu Staphylococcus epidermis. Jika racun di dalam
kelenjar keringat terus menumpuk maka lambat laun akan terjadi kanker
payudara.
Gagasan yang diajukan dalam makalah ini adalah pemanfaatan daun jati
sebagai bahan alami dalam pembuatan deodoran antiperspirant. Daun jati
mengandung Quercetin(flavonoid), tannin, dan saponin yang dapat membunuh
bakteri penyebab bau badan. Hal ini menjadi suatu inovasi yang baik dalam
memanfaatkan limbah bahan organik yang lebih alami dibandingkan bahan kimia.
Implementasi program ini akan dapat dilakukan dengan melakukan
sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini dapat berupa penyuluhan mengenai
manfaat daun jati yang selama ini terbuang sia-sia dan menjadi limbah terutama
kepada penjual nasi jamblang di Kota Cirebon sehingga dapat membuka cara
pandang masyarakat agar dapat mengakselerasi diri dengan hidup sehat dan
terhindar dari bahaya bahan kimia. Penambahan limbah daun jati pada pembuatan
deodoran antiperspirant dapat diimplementasikan melalui cara yang sederhana
meskipun kandungan dalam limbah daun jati belum efektif , namun memiliki
efek negatif yang cenderung kecil jika dibandingkan dengan bahan-bahan kimia
yang terdapat dalam deodoran antiperspirant.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu makanan khas kota Cirebon adalah nasi Jamblang. Dalam
penyajiannya, makanan ini menggunakan daun jati sebagai alas makanan yang
dapat diperoleh dari desa Jamblang, Kabupaten Cirebon. Keterpopuleran makanan
ini mengakibatkan penjual nasi jamblang dapat ditemukan hampir disetiap sudut
Kota Cirebon. Sehingga kebutuhan daun jati semakin meningkat pula. Daun jati
bekas alas nasi jamblang tidak mungkin di cuci untuk digunakan kembali. Oleh
sebab itu, terdapat banyak limbah daun jati bekas alas nasi jamblang yang
terbuang sia-sia dan belum dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Kandungan bahan aktif dalam daun jati yaitu Quercetin (flavonoid),
tannin, dan saponin. Quercetin adalah zat sejenis flavonoid yang ditemukan dalam
buah-buahan, sayuran, daun dan biji-bijian. Quercetin bermanfaat sebagai anti
bakteri sehingga dapat menghilangkan bakteri penyebab bau badan yaitu
Staphylococcus epidermis yang terdapat di ketiak. Tanin merupakan substansi
yang tersebar luas dalam tanaman dan digunakan sebagai

energy proses

metabolism dalam bentuk oksidasi. Saponin adalah jenis glikosida yang banyak
ditemukan dalam tumbuhan. Tanin, Saponin, dan Quercetin merupakan senyawa
antibakterial yang terdapat dalam tumbuhan yang berfungsi melawan bakteri
phatogen (Amit Pandey, 2012).
Dewasa ini penggunaan deodoran sebagai penghilang bau badan sangat
popular di kalangan remaja sampai dewasa. Deodoran yang ditawarkan di pasaran
mengandung senyawa kimia berbahaya yaitu Alluminium Chlorohydrat. Zat ini
merupakan racun dalam deodoran yang dapat menghambat keluarnya keringat
pada ketiak sehingga zat racun dalam keringat tertimbun di kelenjar-kelenjar limfe
yang ada di daerah ketiak. Selain itu deodoran yang terdapat di pasaran memiliki
zat anti mikroba yang tidak ramah terhadap kulit kita sehingga menyebabkan
iritasi dan rasa gatal pada ketiak. Oleh karena itu perlu adanya bahan tambahan
alami dalam pembuatan deodoran sebagai anti mikroba yang aman bagi kulit.
Pemanfaatan limbah daun jati yang mengandung quercetin, tannin, dan saponin
merupakan solusi yang tepat.

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini antara lain :
1. Memberikan solusi untuk pemanfaatan limbah daun jati bekas alas nasi
jamblang di Kota Cirebon.
2. Memberi gagasan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Memberikan gagasan untuk menjadikan kandungan bahan aktif yang
terdapat dalam daun jati sebagai bahan tambahan alami untuk peningkatan
kualitas produksi deodoran.
Manfaat Penulisan
Manfaat Penulisan karya tulis ini antara lain :
1. Memberikan informasi kepada pembaca pada umumnya dan masyarakat
pada khususnya mengenai pemanfaatan kandungan bahan aktif yang
terdapat dalam daun jati.
2. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang limbah daun jati di Kota
Cirebon yang belum banyak dimanfaatkan.
3. Menanggulangi limbah daun jati bekas alas nasi jamblang di Kota Cirebon.
GAGASAN
Daun Jati (Tectona grandis)
Tanaman jati yang tumbuh di Indonesia berasal dari India. Tanaman ini
mempunyai nama ilmiah Tectona grandis linn. F. Secara historis, nama tectona
berasal dari bahasa portugis (tekton) yang berarti tumbuhan yang memiliki
kualitas tinggi. Di Negara asalnya, tanaman jati ini dikenal dengan banyak nama
daerah, seperti ching-jagu (di wilayah Asam), saigun (Bengali), tekku (Bombay),
dan kyun (Burma). Tanaman ini dalam bahasa Jerman dikenal dengan nama teck
atau teakbun, sedangkan di Inggris dikenal dengan nama teak (Sumarna, 2004).
Secara morfologis, tanaman jati memiliki tinggi yang dapat mencapai
sekitar 30-45 m. Diameter batang dapat mencapai 220 cm. Kulit kayu berwarna
kecoklatan atau abu-abu yang mudah terkelupas. Daun jati berbentuk jantung
membulat dengan ujung meruncing, berukuran panjang 20-50 cm dan lebar 1540
cm, permukaannya berbulu. Daun muda (petiola) berwarna hijau kecoklatan,

sedangkan daun tua berwarna hijau tua keabu-abuan. Tanaman jati tergolong
tanaman yang menggugurkan daun pada saat musim kemarau, antara bulan
November hingga Januari. Setelah gugur, daun akan tumbuh lagi pada bulan
Januari atau Maret. Tumbuhnya daun ini juga secara umum ditentukan oleh
kondisi musim (Sumarna, 2004).
Daun jati biasanya dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan atau daun
jati yang sudah gugur dapat dijadikan pupuk kompos. Daun jati memiliki
beberapa kandungan kimia seperti flavonoid, saponin, tanin galatin, tanin katekat,
kuinon dan steroid/triterpenoid. Quercetin adalah senyawa kelompok flavonol
terbesar, quersetin dan glikosidanya berada dalam jumlah sekitar 60 -75% dari
flavonoid. Quercetin memiliki kemampuan mencegah proses oksidasi dari bakteri
penyebab bau badan, staphylococcus epidermis, dengan cara menangkap radikal
bebas dan menghelat logam transisi (Andis S, 2009). Sedangkan Saponin
merupakan senyawa sabun yang berfungsi sebagai pembersih dan dapat juga
sebagai antiseptik. Tanin yang berfungsi untuk menyamakan kulit dan
memberikan aroma sedap. Tanin bereaksi dengan protein dari belulang. Proses ini
akan mengawetkan kulit dari serangan-serangan bakteri.
Penggunaan dan Kandungan Deodoran Antiperspirant
Kesibukan akan kegiatan yang dilakukan setiap hari membuat kita
mengeluarkan keringat berlebih. Hal ini memberikan aroma yang tidak sedap dari
badan kita terutama di daerah ketiak. Aroma tidak sedap ini disebabkan oleh
aktivitas metabolisme bakteri Staphylococcus epidermis. Deodoran antiperspirant
adalah solusi modern yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dari
remaja sampai dewasa untuk menanggulangi masalah ini. Deodoran sebagai
pencegah dekomposisi oleh mikroba sedangkan antiperspirant sebagai pencegah
laju pengeluaran keringat.

Tabel 1. Kandungan dari Deodoran Antiperspirant


No
1
2
3

Bahan
Talk
Aluminium klorhidroksi
Kaolin

Jumlah yang terkandung (%)


0.4 70 %
0.12 25 %
0.14 40 %

4
5
6
7
8

Zinc stearate
Magnesium karbonat
Pigmen
Minyak mineral
Parfum

0.5 5.0 %
0.1 0.5 %
0.25 1.0 %
1.0 8.0 %
0.1 1.0 %

Tabel 2. Bahan aktif yang Terdapat dalam Deodoran Antiperspirant


No
1

Bahan aktif
Garam
Aluminium

Fungsi
(Aluminium Penyumbat saluran keringat atau muara

klorhydrat)

saluran keringat , dengan cara :


a. Membentuk endapan protein keringat
b. Membentuk
endapan
keratin
epidermis
c. Membentuk infiltrate dinding saluran
keringat.

Antikolinergik (Propantelen bromide)

Penekan produksi keringat oleh kelenjar

Golongan Aldehid

keringat
Menekan produksi keringat dengan cara
mengurangi peredaran darah kulit di tempat
tersebut.

Dari Tabel 2. Bahan Aktif yang Terdapat dalam Deodoran Antiperspirant


dapat diketahui bahwa deodoran antiperspirant yang beredar di pasaran memiliki
banyak kandungan kimia berbahaya. Penggunaan deodoran antiperspirant dalam
jangka panjang dapat menyebabkan kanker payudara, kerusakan fungsi ginjal dan
hati serta mengganggu fungsi hormon dalam tubuh.
Solusi yang pernah ditawarkan
Daun jambu biji (Psidium guajava) memiliki kandungan flavonoid yang
sangat tinggi, terutama quercetin. Senyawa tersebut bermanfaat sebagai
antibakteri, kandungan pada daun jambu biji lainnya seperti saponin, minyak
atsiri, tannin, anti mutagenic, flavonoid, dan alkaloid banyak dimanfaatkan
sebagai deodoran alami. Karena itu daun jambu biji yang bersifat anti-bakteri
dapat melawan pertumbuhan Staphilococcus epidermis. Seperti yang telah
dilakukan oleh masyarakat Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa
Besar, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat di sana biasa menggunakan daun jambu

biji untuk menghilangkan bau badan dengan menempelkan hasil tumbukan daun
itu ke ketiak. Selama ini daun jambu biji diketahui memiliki banyak manfaat lain
seperti untuk mengobati diare, obat memar dan penyakit lainnya sehingga
menambah nilai guna dari daun jambu biji.
Solusi yang ditawarkan
Daun jati (Tectona grandis) biasa digunakan sebagai alas makanan atau
pembungkus makanan. Daun jati dibuang begitu saja setelah makanan habis. Hasil
buangan yang tidak termanfaatkan ini dapat mengakibatkan limbah. Hal ini terjadi
di Cirebon yang memiliki makanan khas nasi jamblang dimana daun jati
digunakan sebagai alasnya. Makanan khas Cirebon ini banyak dijajakan hampir di
setiap sudut kota. Hal ini mengakibatkan semakin banyak daun jati bekas yang
terbuang sia-sia karena belum dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Oleh karena
itu , perlu adanya suatu tindakan pasti untuk menanggulangi limbah dari daun jati
ini dengan memanfaatkanya sebagai bahan alami dalam pembuatan deodoran
(Amit Pandey, 2012).
Untuk mengimplementasikan gagasan ini, deodoran alami dibuat dengan
cara sederhana.
Ekstraksi quercetin, saponin, dan tannin :
500 gram limbah daun jati kering (Tectona grandis) diekstraksi
menggunakan teknik maserasi, cara ini merupakan metoda yang mudah dilakukan
dan menggunakan alat-alat sederhana, cukup dengan merendam sampel dalam
pelarut. Pelarut yang digunakan adalah methanol 90% kemudian ekstrak yang
diperoleh dipekatkan dalam evaporator vakum. Metanol digunakan sebagai
pelarut awal karena metanol memiliki struktur molekul kecil yang mampu
menembus semua jaringan tanaman untuk menarik senyawa aktif keluar. Metanol
dapat melarutkan hampir semua senyawa organik, baik senyawa polar maupun
non-polar, methanol mudah menguap sehingga mudah dipisahkan dari ekstrak.
Ekstrak kental methanol yang diperoleh diencerkan denga air. Senyawa flavonoid
umumnya mudah larut dalam air, terutama bentuk glikosidanya, senyawa tersebut
dapat diekstraksi dengan menggunakan pelarut air(Andis S, 2009).

Bahan-bahan yang digunakan antara lain:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sodium Stearat
Propelin Glikol
Alkohol
Tawas
Parfum
Pewarna
Ekstrak limbah daun jati

Alat yang digunakan :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tabung reaksi(besar dan kecil)


Pipet
Pengaduk
Mangkuk kecil
Kompor reaksi
Tempat cetakan

Cara kerja :
1. Siapkan bahan dan alat yang di butuhkan.
2. Masukan Sodium stearat, tawas, propilen glikol, ekastrak limbah daun jati
dan alkohol ke dalam tabung reaksi besar.
3. Tambahkan air secukupnya. Aduk menggunakan pengaduk hingga
tercampur rata.
4. Panaskan pada suhu + 800C dan diaduk hingga larut.
5. Tambahkan pewarna dan parfum (pewangi) secukupnya.
6. Masukan ke dalam botol (cetakan) tunggu sampai dingin (beku).
7. Keluarkan cetakan dari botol.
Dalam pembuatan deodoran ini propilen glikol berperan sebagai zat
pengawet sekaligus pelarut dari zat-zat yang tidak bisa larut dalam air. Sedangkan
Sodium stearate merupakan padatan putih yang paling umum dalam sabun dan
merupakan bahan utama dalam pembuatan deodoran. Di dalam limbah daun jati
terdapat kandungan tannin, saponin dan quercetin. Tannin berfungsi sebagai
adsorben dalam limbah daun jati, hal ini dapat menyerap keringat berlebih yang
keluar dari ketiak (P.King et al, 2006), saponin memiliki karakteristik yaitu
memiliki surfaktan dan sebagai bahan pembuat sabun yang dapat membersihkan

ketiak (W.Oleszek, 2006), dan quercetin sebagai zat antimikroba dalam daun
jati(C.Chen et al, 2010) yang dapat berfungsi sebagai pembunuh bakteri penyebab
bau badan.
Pihak-pihak yang Terkait
Untuk mewujudkan solusi tersebut, tentu diperlukan banyak pihak yang
diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif. Pihak yang dapat berperan yaitu:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
Membantu mensosialisasikan penggunaan produk alami dan meninggalkan
produk-produk deodoran berbahaya. Sehingga nantinya produk deodoran yang
menggunakan bahan tambahan alami dapat terealisasi dan berkembang.

Kalangan Pendidikan
Kalangan pendidikan seperti civitas akademis perguruan tinggi dan
lembaga penelitian dapat mendukung adanya produk deodoran berbahan
tambahan alami serta dapat meneliti lebih lanjut tentang bahan-bahan alami pada
umumnya dan limbah pada khususnya yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan
bahan tambahan alami deodoran.
Masyarakat
Selain

dua

pihak

di

atas,

masyarakat

merupakan

pihak

yang

dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan ini. Bentuk


peran serta masyarakat adalah ikut membantu memanfaatkan limbah daun jati
agar dapat digunakan sebagai bahan tambahan alami deodoran sebagai langkah
mendaur ulang limbah dan meningkatkan mutu kualitas deodoran. Sehingga
nantinya pemanfaatan daun jati tidak hanya di Kota Cirebon namun juga di kota
atau daerah-daerah lain di Indonesia.
Produsen Deodoran

Dengan adanya kerjasama dari pihak produsen deodoran, maka gagasan


memanfaatkan limbah daun jati sebagai bahan tambahan deodoran ini dapat lebih
besar dalam hal promosi dan publikasi produk.

Langkah-langkah Strategis
Rancangan dan perwujudan produk deodoran berbahan tambahan alami
membutuhkan dukungan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu program ini juga membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai
stakeholders, bukan hanya kalangan pendidikan, tetapi juga dari berbagai elemen
masyarakat. Strategi yang ditempuh untuk mewujudkan wacana

ini adalah

melalui langkah-langkah sebagai berikut :


a. Melakukan advokasi kepada BPOM setempat agar dapat memberikan
kebijakan, mensosialisasikan dan mempromosikan deodoran berbahan
tambahan alami sebagai upaya pencegahan dini terhadap bahan-bahan kimia
berbahaya masuk ke tubuh kita.
b. Memberikan pendekatan kepada para masyarakat untuk dapat memanfaatkan
daun jati untuk diproses menjadi bahan tambahan alami deodoran sehingga
tidak ada daun jati yang terbuang sia-sia. Serta memberikan pelatihan kepada
masyarakat agar dapat memproduksi sendiri deodoran yang aman bagi tubuh
ini.
c. Menyosialisasikan untuk dapat menggunakan produk deodoran yang aman
bagi tubuh dan meninggalkan deodoran yang berbahaya bagi tubuh.
d. Memberdayakan para kalangan dunia pendidikan dan kesehatan serta media
massa dalam mengadakan promosi deodoran berbahan tambahan alami yang
aman bagi tubuh.
KESIMPULAN
Gagasan yang diajukan
Daun jati merupakan bagian dari tumbuhan jati yang memiliki kandungan
bahan aktif bernilai tinggi namun masih belum dapat dimanfaatkan secara
optimal. Dengan menambahkan ekastrak limbah daun jati sebagai bahan alami

pada pembuatan deodoran antiperspirant diharapkan dapat menambah nilai dari


daun jati ini. Daun jati ini bermanfaat sebagai zat anti mikroba, menyamakan kulit
ketiak dan memberi aroma sedap pada tubuh. Selain itu, penambahan limbah daun
jati ini dapat mengurangi penggunaan bahan kimia pada deodoran yang dapat
menimbulkan

efek

berbahaya

bagi

kulit

ketiak

seperti

Aluminium

klorhidrat(Antranik B, 2001), sehingga dapat meningkatkan nilai mutu dari


produksi deodoran.
Bahan tambahan daun jati ini mudah didapatkan sehingga diharapkan
masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengolah daun jati ini menjadi produk
deodoran berbahan tambahan alami dan aman bagi tubuh.
Teknik Implementasi
Jangka Panjang
Alur implementasi yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian dan
percobaan terhadap bahan aktif Quercetin, Saponin, dan Tanin yang terdapat
dalam daun jati. Dan pengesahan gagasan oleh pihak terkait yang outputnya
berupa ajakan kepada berbagai lapisan masyarakat untuk memanfaatkan limbah
daun jati agar dapat bernilai tinggi dengan menjadikannya sebagai bahan
tambahan alami pada deodoran.
Jangka Pendek
Penanaman gagasan mengenai manfaat daun jati yang selama ini terbuang
sia-sia dan menjadi limbah terutama kepada penjual nasi jamblang, Kota Cirebon.
Membuka cara pandang masyarakat agar berpikir besar dan mengakselerasi diri
dengan hidup sehat dan terhindar dari bahaya bahan kimia.
Prediksi Hasil yang akan Diperoleh
Dalam penerapan pemanfaatan daun limbah sebagai bahan tambahan
alami pada deodoran memiliki peluang dan tantangan tersendiri. Peluang yang ada
adalah daun jati yang sudah menjadi limbah banyak ditemukan dan pengolahan
daun jati untuk dijadikan bahan tambahan alami deodoran tidak begitu sulit.
Meskipun senyawa yang terkandung dalam daun jati yaitu Quercetin, Saponin,
dan Tanin belum menunjukan hasil yang efektif , tapi senyawa ini memiliki efek

10

negative yang lebih kecil jika dibandingkan dengan senyawa yang terdapat dalam
deodoran antiperspirant yang berada di pasaran. Serta tantangan lain adalah masih
minimnya pengetahuan masyarakat tentang produk-produk berbahaya yang
selama ini beredar di pasaran. Hal ini dapat menjadi suatu inovasi yang baik untuk
membuat suatu produk dari bahan-bahan alami dengan memanfaatkan bahanbahan yang ada disekitar kita agar lebih bermanfaat dan bernilai tinggi.

11

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Propylene glycol. http://en.wikipedia.org/wiki/Propylene_glycol.


Diakses 24 Februari 2013
Anonim. 2008. Sodium stearate. http://en.wikipedia.org/wiki/Sodium_stearate.
Diakses 24 Februari 2013
Anonim. 2010. membuat deodoran. http://accan.wordpress.com/. Diakses 19
Februari 2013
Anonim. 2010. Sega Jamblang. http://id.wikipedia.org/wiki/Sega_Jamblang.
Diakses 19 Februari 2013
Anonim. 2011. Deodoran Antiperspirant. http://dheyqrendz.wordpress.com.
Diakses 19 Februari 2013
Anonim, 2012. Jati. http://id.wikipedia.org/wiki/Jati. Diakses 7 Maret 2013
Benohanian, Antarik. 2001. Antiperspirant and Deodoran. 2001;19:398-405
Chen chen, Zhou J, Ji Chunyan. 2010. Quercetin:A potential drug to reserve
multidrug resistance. Life Sciences 87 (2010) 333 338
King P, Srinivas P, Prasanna Kumar Y, Prasad. 2006. Sorption of copper (II) ion
from aqueos solution by Tectona Grandis l.f. (teak leaves powder).
Journal of Hazardous Materials B136 (2006) 560 566
Oleszek W dan Bialy Z. 2006. Chromatographic determination of plant saponins
An update (2002 2005). Journal of Chromatography A, 1112 (2006) 78
91
Pandey Amit dan Shweta. 2012. Antibacterial Properties of Psidium Guajava
Leaves, Fruits and Stems Againts Various Pathogens. UPRD, 2011; Vol
3(11): January 2012(15 24)
Sugrani Andis. 2009. Flavonoid (quercetin). Makassar. Universitas Hassanudin

12

Lampiran 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1.

Ketua Pelaksana Kegiatan


Nama

: Suryo Tetuko

NIM

: 21030112120028

Institusi

: Universitas Diponegoro

Tempat, Tanggal Lahir

: Batam, 3 Agustus 1994

Alamat

: Bugen Tlogosari wetan RT 08/RW 03

Jenis Kelamin

: laki - laki

CP

: 085797309289

Pendidikan Formal

: SDN 001 BATU AMPAR


SMP N 4 KOTA BATAM
SMA N 1 KOTA CIREBON

Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :


Lktin Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan(Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi
Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri) Dengan Memanfaatkan Kandungan
Glukomannan Menjadi Instant Jelly Sebagai Makanan Diet Penderita Diabetes
Melitus Tipe 2)

Penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih

2.

Anggota Pelaksana I
Nama

: Mohammad Aulia Rahman

NIM

: 21030112130152

Institusi

: Universitas Diponegoro

Tempat, Tanggal Lahir

: Semarang, 31 Oktober 1994

Alamat

: Jl. Indrapura 10A, Semarang

Jenis Kelamin

: Laki - laki

CP

: 089676522871

13

Pendidikan Formal

: SDN Kartika Banjarmasin


SMPN 10 Pontianak
SMAN 2 Madiun

Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :


Penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih

3.

Anggota Pelaksana II
Nama

: Sri Wahyuni

NIM

: 21030112120029

Institusi

: Universitas Diponegoro

Tempat, Tanggal Lahir

: Sukoharjo, 3 April 1994

Alamat

: Krendetan RT 04/ RW 03 Satingarang ,

Weru
Jenis Kelamin

: Perempuan

CP

: 08995237621

Pendidikan Formal

: SDN Jatingarang 3
SMPN 2 Weru
SMAN 1 Tawangsari

Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :


Penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih

4.

Anggota Pelaksana III


Nama

: Riang Anggraini Rahmanisa

NIM

: 21030111130056

Institusi

: Universitas Diponegoro

Tempat, Tanggal Lahir

: Semarang, 16 November 1992

Alamat

: Jl Sidodrajat II/28 Tlogosari Semarang

14

Jenis Kelamin

: Perempuan

CP

: 085641624999

Pendidikan Formal

: SDN Muktiharjo Kidul 01 Semarang


SMPN 2 Semarang
SMAN 3 Semarang

Karya-karya ilmiah yang pernah dibuat :


1. Inkubator Sederhana
2. Bioinsektisida dari Batang dan Daun Tomat

Penghargaan-penghargaan ilmiah yang pernah diraih

1. Peringkat 4 Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota Semarang