Anda di halaman 1dari 3

SURAT KEPUTUSAN

No. 31/27/XI/SK_Dir_Keb/2012
TENTANG
KEBIJAKAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN
DIREKTUR RUMAH SAKIT TOELOENGREDJO
MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan
kerja
di laboratorium Rumah Sakit Baptis Batu , maka diperlukan suatu aturan di
Laboratorium
b. Bahwa agar keamanan dan keselamatan kerja di Laboratorium di Rumah
Sakit Baptis Batu dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit Baptis Batu sebagai landasan bagi penyelenggaraannya;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b
,perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Baptis Batu.
MENGINGAT : 1. Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3.. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang
Keselamatan Pasien
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU
TENTANG KEBIJAKAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
TOELOENGREDJO
KEDUA : Kebijakan keamanan dan keselamatan kerja di Laboratorium Rumah
Sakit Baptis Batu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
KETIGA
: Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan keamanan dan
keselamatan
kerja Laboratorium Rumah Sakit Baptis Batu dilaksanakan oleh Penanggungjawab
Laboratorium dan Panitia Keamanan dan Keselamatan Kerja RS
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : Batu
Pada tanggal : 27 Nopember 2012
Direktur RS. Baptis Batu
Arhwinda Pusparahaju A.dr.SpKFR.,MARS

Lampiran Surat Keputusan Direktur RS Baptis Batu


Nomor 31/27/XI/SK_Dir_Keb/2012 Tertanggal 27 Nopember 2012
KEBIJAKAN SASARAN KESELAMATAN KERJA PASIEN
KEBIJAKAN UMUM
1. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam
SPO ( Standar Prosedur Operasional) identifikasi pasien
2. Pasien diidentifikasi menggunakan dua identitas pasien, tidak boleh
menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien
3. Pasien diidentifikasi sebelum pemberian obat,pengambilan dan pemberian
darah, atau produk darah
4. Dalam penerimaan perintah lisan dan yang melalui telepon atau hasil
pemeriksaan dituliskan secara lengkap dan penerimaan perintah atau hasil
pemeriksaan di verifikasi ulang terhadap akurasi komunikasi lisan
5. Mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki/ meningkatkan
keamanan obat-obat yang diwaspadai (high-alert) sesuai standar prosedur
operasional.
6. Dalam tindakan medis dan dental dilakukan dengan cara suatu pendekatan
untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosdur dan tepat pasien sesuai standar
prosedur operasional
7. Pengawai Rumah Sakit Toeloengredjo wajib menerapkan hand hygiene sesuai
prosedur dan five moment cuci
Pare, 27 Nopember 2012
Direktur Rumah Sakit Toeloengredjo
dr. Noer Evaliana