Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

Trauma atau kecelakaan merupakan hal yang biasa dijumpai dalam kasus forensik.
Hasil dari trauma atau kecelakaan adalah luka, perdarahan dan/atau skar atau hambatan
dalam fungsi organ. Agen penyebab trauma diklasifikasikan dalam beberapa cara, antara lain
kekuatan mekanik, aksi suhu, agen kimia, agen elektromagnet, asfiksia dan trauma emboli.
Dalam prakteknya nanti seringkali terdapat kombinasi trauma yang disebabkan oleh satu
jenis penyebab, sehingga klasifikasi trauma ditentukan oleh alat penyebab dan usaha yang
menyebabkan trauma.2
Pada pasal 133 ayat (1) KUHAP dan pasal 179 ayat (1) KUHAP dijelaskan bahwa
penyidik berwenang meminta keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter
atau bahkan ahli lainnya. Keterangan ahli tersebut adalah Visum et Repertum, dimana di
dalamnya terdapat penjabaran tentang keadaan korban, baik korban luka, keracunan, ataupun
mati yang diduga karena tindak pidana. Bagi dokter yang bekerja di Indonesia perlu
mengetahui ilmu kedokteran Forensik termasuk cara membuat Visum et Repertum. Seorang
dokter perlu menguasai pengetahuan tentang mendeskripsikan luka, tujuannya untuk
mempermudah tugas-tugasnya dalam membuat Visum et Repertum yang baik dan benar
sehingga dapat digunakan sebagai alat bukti yang bisa meyakinkan hakim untuk memutuskan
suatu tindak pidana. Pada kenyataannya dalam praktek, dokter sering mengalami kesulitan
dalam membuat Visum et Repertum karena kurangnya pengetahuan tentang luka. Padahal
Visum et Repertum harus di buat sedemikian rupa, yaitu memenuhi persyaratan formal dan
material , sehingga dapat dipakai sebagai alat bukti yang sah di sidang pengadilan.1,2,3

BAB II
RESUME

1

Korban seorang wanita diterima di ruang forensik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H.
Abdul Moeloek, atas permintaan lisan untuk dilakukan pemeriksaan luka dan dibuatkan
Visum Et Repertum (VER) luka.
Pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2015, pukul 09.30 WIB, dilakukan pemeriksaan korban
penganiayaan seorang perempuan berusia 20 tahun dan didapatkan jahitan pada bibir atas,
luka memar pada bibir bawah, luka lecet tipe gores pada pipi kiri dan telinga kiri.
Korban diperiksa oleh dokter muda Ilmu Kedokteran Forensik dan dokter di Pusat
Pelayanan Terpadu RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dan dari hasil pemeriksaan terhadap
Korban, maka dokter Pusat Pelayanan Terpadu membuat Visum et Repertum demi
kepentingan peradilan.

2

b. H. datang seorang wanita di ruang forensik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. d. d. IDENTITAS PELAKU Nama : Niken Usia :Jenis Kelamin : Perempuan Warga Negara : Indonesia Agama :Pekerjaan : Karyawan swasta Hubungan dengan klien : Teman kerja II.30 WIB. c.BAB III ILUSTRASI KASUS Pada hari Rabu. g. g. Keramat. IDENTITAS PASIEN/KORBAN Nama : Dela Anggraini Usia : 20 tahun Jenis kelamin : Perempuan Warga Negara : Indonesia Agama : Islam Pekerjaan : Karyawati Swasta Alamat : Jl. a. I. c. Labuhan Ratu. Abdul Moeloek. f. b. untuk dibuatkan Visum Et Repertum (VER). pukul 14. 3 . e. f. e. tanggal 1 Juli 2015. Bandar Lampung a.

2) 3.00 WIB. (Lihat Lampiran Gambar 3.5 cm. (Lihat Lampiran Gambar 3.4) VI. emosi stabil. IV.5 cm x 2. Korban mengalami luka robek pada bagian bibir atas dan telah dilakukan tindakan penjahitan luka di Klinik Kosasih. tepat pada garis pertemgahan depan. 4 . tanggal 28 Juni 2015 pukul 17. Korban mengaku dipukul dengan gelas kaca bening berukuran besar di kantin Chandra. 13 cm dari garis pertengahan depan. kooperatif. Keadaan Umum : Baik. 0. Bandar Lampung pada hari Minggu.III. terdapat luka lecet berwarna kebiruan sepanjang 0. TINDAKAN/PENGOBATAN Telah dilakukan penjahitan luka pada bibir atas sepanjang 1 cm di klinik Kosasih Bandar Lampung.00 WIB. 6 cm dibawah sudut mata. (Lihat Lampiran Gambar 3. Pernafasan : 18 kali permenit PEMERIKSAAN FISIK Status Lokalis 1.3) 4. ANAMNESIS/WAWANCARA Korban datang dalam keadaan sadar dan keadaan umum baik. Pada telinga kiri. Tekanan Darah : 110/80 mmHg c.1) 2. terdapat luka lecet gores berwarna merah kehitaman dengan diameter 0. V. terdapat luka lecet gores berwarna merah dengan ukuran 3. b.5 cm.3 cm. tanggal 28 Juni 2015 pukul 15. Pada pipi kiri. pada hari Minggu.5 cm diatas liang telinga. PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak dilakukan VII. PEMERIKSAAN FISIK UMUM a. Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung. 6 cm dari garis pertengahan depan. terdapat luka jahitan sebanyak empat simpul berwarna kebiruan dengan tepi bengkak sepanjang 1 cm. Korban mengaku dianiaya oleh satu orang perempuan yang dikenal. (Lihat Lampiran Gambar 3. tepat pada garis pertemgahan depan. Pada bibir bawah. Nadi : 86 bpm d. kesadaran sadar penuh. Pada bibir atas.

Perlukaan ini tidak menyebabkan penyakit dan halangan pekerjaan namun memerlukan tindakan medis. dengan permintaan untuk dibuatkan Visum et Repertum luka tanpa membawa surat pengantar dari Kepolisian.4 Dengan adanya surat permintaan visum yang dibuat oleh penyidik maka doker berkewajiban memberikan keterangan ahli sesuai dengan pasal 179 (1) KUHAP yaitu “Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli 5 . H.VIII. pipi kiri. Pemeriksaan korban ini kurang sesuai dengan prosedur medikolegal yaitu tanpa adanya permintaan tertulis dari penyidik sesuai dengan pasal 133 KUHAP. KESIMPULAN Pada korban perempuan usia 20 tahun didapatkann luka akibat kekerasan tumpul berupa luka robek pada bibir atas dan luka lecet pada bibir bawah. BAB IV PEMBAHASAN Korban datang ke ruang forensik RSUD dr. Abdul Moeloek. dan telinga kiri.

ia tidak mengenal istilah penganiayaan. Rincian ini terutama penting pada pemeriksaan korban mati yang pada saat persidangan tidak dapat dihadirkan kembali. koordinatnya (absis adalah jarak antara luka dengan garis tengah badan. Sangsi tersebut sesuai dengan yang telah disebutkan pada pasal 216. Terdapat sangsi pidana kepada dokter yang menolak ataupun menghalang-halangi melaksanakan kewajibannya membantu peradilan. Sebagai misalnya luka lecet yang satudua hari akan sembuh sendiri secara sempurna dan tidak mempunyai arti medis. tetapi sebaliknya dari kaca mata hukum. Benda-benda yang dapat mengakibatkan luka dengan sifat luka seperti ini adalah benda yang memiliki permukaan tumpul. yang menyebabkan kulit teregang ke satu arah dan bila elastisitas kulit terlampaui. hendaknya dapat membantu pihak penegak hukum dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien atau korban perlukaan. karakteristiknya serta ukurannya. misalnya pada kejadian kecelakaan lalu lintas. Dokter sebaiknya dapat menyelesaikan permasalahan mengenai : - Jenis luka apa yang ditemui Jenis kekerasan/senjata apakah yang menyebabkan luka dan Bagaimana kualifikasi dari luka itu Sebagai seorang dokter. dan 522 KUHP.2 Luka lecet terjadi akibat cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memiliki permukaan kasar atau runcing.lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan”. Hasil pemeriksaan ini tertuang dalam Visum et Repertum yang dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah. hematom). luka lecet (ekskoriasi. 224. Sebagai seorang dokter. 222. jenis luka atau cedera. pipi kiri. maka akan terjadi robekan pada kulut. Pada korban ditemukan luka robek pada bibir atas. sering tampak luka lecet atau luka memar di sisi luka. tepi atau dinding tidak rata. Pemeriksaan juga dilakukan dengan baik secara sistematis dari atas ke bawah sehingga tidak ada yang tertinggal. Akan tetapi sebaiknya dokter tidak boleh mengabaikan luka sekecil apapun. dan luka lecet pada bibir bawah. tampak jembatan jaringan antara kedua tepi luka. Deskripsinya juga tertentu yaitu mulai dari letak anatomisnya. tubuh 6 . Jadi istilah penganiayaan tidak boleh dimunculkan dalam Visum et Repertum. Luka ini mempunyai ciri bentuk luka yang umumnya tidak beraturan. abrasi) dan luka terbuka/robek (vulnus laseratum). Dalam hal hasil pemeriksaan pada korban ini sudah memuat hasil pemeriksaan yang objektif sesuai dengan apa yang diamati terutama dilihat dan ditemukan pada korban atau benda yang diperiksa. dan telinga kiri akibat kekerasan tumpul. ordinat adalah jarak antara luka dengan titik anatomis permanen yang terdekat).2 Luka robek merupakan luka terbuka akibat trauma benda tumpul. bentuk dasar luka tidak beraturan. Luka yang terjadi dapat berupa memar (kontusio.

Sesuai dengan mekanisme terjadinya. padahal pemeriksaan luka lecet yang teliti disertai pemeriksaan di TKP dapat mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya terjadi.2 Pada korban luka tidak menyebabkan kematian. tidak di jumpai benda asing tersebut. penganiayaan ringan adalah korban dengan tanpa luka atau dengan luka lecet atau memar kecil dilokasi yang tidak berbahaya/ yang tidak menurunkan fungsi alat tubuh tertentu. atau sebaliknya benda tersebut yang bergerak dan bersentuhan dengan kulit. terganggunya daya pikir selama empat minggu atau lebih serta terjadinya gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. yang menimbulkan cacat berat (verminking). Misalnya suatu luka lecet yang semula di perkirakan sebagai akibat jatuh dan terbentur aspal jalan atau tanah.4 7 . seharusnya di jumpai pula aspal atau debu yang menempel di luka tersebut. maka harus timbul pemikiran bahwa luka tersebut bukan terjadi akibat jatuh ke aspal atau tanah. Sedangkan pada KUHP pasal 90 telah memberikan batasan tentang luka berat yaitu: jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali. kecacatan.terbentur aspal jalan. yang menyebabkan seseorang terus menerus tidak mampu untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencaharian. yang mengakibatkan terjadinya keadaan lumpuh. luka lecet serut (graze). yang menyebabkan kehilangan salah satu panca indera. Dengan demikian keadaan yang terletak di antara luka ringan dan luka berat adalah keadaan yang dimaksud dengan luka sedang.impact abrasion) dan luka lecet geser (friction abrasion). penyakit dan halangan pekerjaan. luka lecet dapat diklasifikasikan sebagai luka lecet gores (scratch). namun memerlukan tindakan medis berupa penjahitan luka maka luka pada korban masuk kedalam klasifikasi drajat luka sedang. luka lecet tekan (impression. atau yang menimbulkan bahaya maut. tapi mungkin akibat tindakan kekerasan.2. Manfaat interpretasi luka lecet di tinjau dari aspek medikolegal sering kali di remehkan. Pada pasal 352 KHUP. Bila setelah di lakukan pemeriksaan secara teliti. Dan juga tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan jabatan atau pekerjaan.

Sedangkan terminology lesi awalnya bermaksud cedera namun digunakan untuk mendeskripsikan suatu cedera. yang kelainannya terjadi pada tubuh karena adanya diskontinuitas jaringan akibat kekerasan yang menimbulkan jejas. bahan kimiawi. bahkan dapat memberikan maksud yang lebih luas dan tidak hanya membahas kerusakan yang diakibatkan oleh energi fisik tapi juga kerusakan lain yang diakibatkan oleh panas. cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (ruda paksa). penggunaan kata cedera atau luka merujuk kepada kerusakan akibat dari penyebab bukan alami. dingin. jenis kekerasan yang menyebabkan luka. adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang trauma. Terminologi cedera digunakan sebagai sinonim dari kata luka. yang berarti luka. listrik dan radiasi. sementara kata lesi merujuk kepada suatu yang tidak dapat dipastikan apakah disebabkan oleh penyebab alami atau tidak.6 5.Di dalam melakukan pemeriksaan terhadap seseorang yang menderita luka akibat kekerasan. penyakit maupun degenerasi lokal pada jaringan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi atau struktur.5 Traumatologi berasal dari bahasa Yunani.2 Deskripsi Luka 8 .Oleh karena itu. perlukaan.BAB V TINJAUAN PUSTAKA 5. dan kualifikasi luka.1 Definisi Luka Luka merupakan gangguan dari kontinuitas jaringan yang disebabkan oleh suatu energi mekanik eksterna. pada hakekatnya dokter diwajibkan untuk dapat memberikan kejelasan dari permasalahan jenis luka yang terjadi.

trauma benda tajam dan luka tembak. dan sifat luka. garis khayal mendatar yang melewati pusat. Untuk luka di bagian punggung dapat dideskripsikan lokasinya berdasarkan garis khayal yang menghubungkan ujung bawah tulang belikat kanan dan kiri. perut. Lokasi luka. bentuk.Untuk penulisan deskripsi luka jumlah.Batas (tegas atau tidak tegas) .Memar (ada atau tidak) d. Tatoase (ada atau tidak) 5. Daerah di sekitar garis batas luka. meliputi: a. Jumlah luka 2. garis khayal mendatar yang melewati puting susu. punggung. Koordinat tubuh dibagi dengan menggunakan garis khayal yang membagi tubuh menjadi dua yaitu kanan dan kiri. meliputi : a. Bentuk sebelum dirapatkan b. luka atau cedera dibagi kepada beberapa klasifikasi menurut penyebabnya yaitu. Lokasi berdasarkan garis koordinat atau berdasarkan bagian-bagian tertentu dari tubuh c. Bentuk luka. ukuran. lokasi. 3. Daerah di dalam garis batas luka.Sedangkan untuk luka tertutup. Bentuk setelah dirapatkan 4. ukuran tidak harus urut tetapi penulisan harus selalu ditulis diakhir kalimat.Tepi (rata atau tidak rata) .3 Klasifikasi Luka Secara umum.Tebing (ada atau tidak ada. Menentukan lokasi berdasarkan garis koordinat dilakukan untuk luka pada regio yang luas seperti di dada. meliputi: . trauma benda tumpul. dan garis khayal mendatar yang melewati ujung tumit. meliputi : .Dalam mendeskripsikan luka terbuka harus mencakup jumlah. lokasi.7 9 . Sifat-sifat luka. Daerah pada garis batas luka. jika ada terdiri dari apa) .Jembatan jaringan (ada atau tidak ada) .Sudut luka (runcing atau tumpul) b. Lecet (ada atau tidak) e. meliputi : a. Ukuran luka.Dasar luka c. meliputi sebelum dan sesudah dirapatkan ditulis dalam bentuk panjang x lebar x tinggi dalam satuan sentimeter atau milimeter. 5. meliputi : . Lokasi berdasarkan region anatomi nya b. Deskripsi luka meliputi:5 1. bentuk. Pada kasus luka tembak harus selalu diukur jarak luka dari garis khayal mendatar yang melewati kedua ujung tumit untuk kepentingan rekonstruksi. sifat luka tidak perlu dicantumkan dalam pendeskripsian luka.

walaupun tetap harus dipikirkan kemungkinan karena suatu kecelakaan. lantai. tinju. yang mengarah kepada kepentingan medikolegal. tetapi pada umumnya karena suatu peristiwa pembunuhan atau peristiwa bunuh diri. dan luka robek (laserasi). namun karena pemeriksa cenderung memeriksa area per area. Trauma Benda Tumpul Luka trauma benda tumpul dapat terjadi karena dua sebab yaitu alat atau senjata yang mengenai atau melukai orang yang relatif tidak bergerak dan yang lain orang bergerak ke arah objek atau alat yang tidak bergerak. Sekilas nampak sama dalam hasil lukanya namun jika diperhatikan lebih lanjut terdapat perbedaan hasil pada kedua mekanisme itu. luka Iris (incised wound). bukan karena korban tidak diperiksa.a. Benda tumpul yang sering mengakibatkan luka antara lain adalah batu. Termasuk dalam luka tembak adalah luka penetrasi dan perforasi. Foto korban dari depan maupun belakang cukup berguna untuk menetukan pola 10 . sedangkan pada luka perforasi anak peluru menembus objek secara keseluruhan. dan gagal mengenali polanya.Luka yang disebabkan oleh beda yang berujung runjing dan bermata tajam dibagi menjadi beberapa kategori.Pada kematian yang disebabkan oleh benda tajam. walaupun terkadang sulit dipastikan. Trauma Benda Tajam Luka trauma benda tajam merupakan putusnya atau rusaknya kontinuitas jaringan karena trauma akibat alat/senjata yang bermata tajam dan atau berujung runcing. c. b. sepatu.7 Terdapat beberapa pola trauma akibat kekerasan tumpul yang dapat dikenali.Dalam bidang medikolegal kadang-kadang hal ini perlu dijelaskan.Pola trauma banyak macamnya dan dapat bercerita pada pemeriksa medikolegal. 5. jalan dan lain-lain.Kadangkala sukar dikenali.4 Trauma Benda Tumpul Trauma beda tumpul adalah luka yang disebabkan karena persentuhan tubuh dengan benda yang permukaannya tumpul. luka bacok (chop wound). besi. Luka akibat trauma benda tumpul dibagi menjadi beberapa kategori yaitu luka lecet (abrasi). luka memar (kontusio). Luka Tembak Luka tembak adalah luka yang disebabkan oleh penetrasi anak peluru atau persentuhan peluru dengan tubuh. Adapun definisi dari benda tumpul itu sendiri adalah : 5 - Tidak bermata tajam Konsistensi keras / kenyal Permukaan halus / kasar Luka akibat trauma benda tumpul dapat terjadi karena dua sebab yaitu benda yang mengenai atau melukai orang yang relatif tidak bergerak dan orang bergerak ke arah benda yang tidak bergerak.Luka penetrasi terjadi bila anak peluru memasuki suatu objek dan tidak keluar lagi. yaitu luka tusuk (stab wound).

11 . namun menimbulkan edem jaringan pada bagian dalam. c. Kekerasan benda tumpul pada leher dapat berakibat patah tulang leher. kaca spion tersebut akan menjadi fragmen-fagmen kecil. terutama bila korban adalah bayi yang sering mendapat pukulan pada kepala.6 Contoh pola trauma: a. Pankreas. b. luka lecet. clavicula. trachea/larynx. otot. Luka terbuka tepi tidak rata pada kulit akibat terkena kaca spion pada saat terjadi kecelakaan. Kekerasan benda tumpul pada vertebra dapat berakibat fraktura. Kekerasan benda tumpul pada perut dapat berakibat patah os pubis.v. robek organ hepar. paru. Penderita serangan jantung yang terjatuh dapat diketahui dengan adanya pola luka pada dan di bawah area ‘hat band’ dan biasanya terbatas pada satu sisi wajah. Ketika terjadi benturan. Karena hampir seluruh kendaraan bermotor ‘nose dive’ ketika mengerem mendadak. Persiapan diagram tubuh yang memperlihatkan grafik lokasi dan penyebab trauma adalah latihan yang yang baik untuk mengungkapkan pola trauma. Kekerasan benda tumpul pada dada dapat berakibat patah os costae. dapat mengindikasikan usaha pengendara kendaraan bermotor untuk mengerem pada saat kecelakaan terjadi. pericardium g.5 Jenis Luka Akibat Trauma Benda Tumpul Luka akibat trauma benda tumpul dapat berupa salah satu atau kombinasi dari luka memar. pembuluh darah. Hal ini disebut ‘bumper fractures’. robek organ jantung. Dengan adanya pola tersebut mengindikasikan jatuh sebagai penyebab. dan laserasi yang berbentuk segiempat atau sudut. oesophagus. luxatio sendi sacro iliaca. adrenal. dislokasi sendi. luka robek. kontusio. Frenum pada bibir atas kadang rusak. robek pembuluh darah. robek otot. os sacrum. Pejalan kaki yang ditabrak kendaraan bermotor biasanya mendapatkan fraktur tulang panjang kaki. bukan karena dipukul. Adanya fraktur tersebut yang disertai luka lainnya pada tubuh yang ditemukan di pinggir jalan. ginjal. pengukuran ketinggian bemper dan tinggi fraktur dari telapak kaki. e. d. lien. lambung. dislokasi os vertebrae i. memperlihatkan bahwa korban adalah pejalan kaki yang ditabrak oleh kendaraan bermotor dan dapat diketahui tinggi bempernya. usus. sternum. Luka yang terjadi dapat berupa abrasi. patah tulang atau luka tekan. Kekerasan benda tumpul pada anggota gerak dapat berakibat patah tulang. scapula. luka tumpul yang terjadi dapat tidak begitu terlihat dari luar. tepat di depan gigi geligi. Pukulan pada daerah mulut dapat lebih terlihat dari dalam. dan kerusakan saraf 5. Pukulan yang kepalan tangan.urinari h.trauma. dan kerusakan syaraf f. symphysiolysis.

Arah dari pengelupasan dapat ditentukan dengan pemeriksaan luka. perluasan luka.Tanda yang pertama adalah arah dimana epidermis bergulung. baru terjadi (beberapa jam sebelum sampai beberapa hari). Perkiraan kasar usia luka dapat ditentukan secara mikroskopik. serta penampakan dari luka yang disebabkan oleh trauma benda tumpul bergantung kepada: - Kekuatan dari benda yang mengenai tubuh Waktu dari benda yang mengenai tubuh Bagian tubuh yang terkena Perluasan terhadap bagian tubuh yang terkena Jenis benda yang mengenai tubuh Organ atau jaringan pada tubuh mempunyai beberapa cara menahan kerusakan yang disebabkan objek atau alat.Waktu terjadinya luka sendiri sulit dinilai dengan mata telanjang. beberapa hari lau. daya tahan tersebut menimbulkan berbagai tipe luka.Derajat luka. apakah ante mortem atau post mortem. tanda yang kedua adalah hubungan kedalaman pada luka yang menandakan ketidakteraturan benda yang mengenainya.Infeksi dapat terjadi pada abrasi yang luas.5 Memperkirakan umur luka lecet: - Hari ke 1 – 3 : warna coklat kemerahan Hari ke 4 – 6 : warna pelan-pelan menjadi gelap dan lebih suram Hari ke 7 – 14 : pembentukan epidermis baru Beberapa minggu : terjadi penyembuhan lengkap Luka lecet juga harus dibedakan terjadinya.Dua tanda yang dapat digunakan. Berikut ini tabel yang menunjukkan perbedaan dari keduanya: 12 . kerusakan tubuh terbatas hanya pada lapisan kulit epidermis. Kategori yang digunakan untuk menentukan usia luka adalah saat ini (beberapa jam sebelum).7 Karakteristik luka lecet : - Sebagian/seluruh epitel hilang terbatas pada lapisan epidermis Disebabkan oleh pergeseran dengan benda keras dengan permukaan kasar dan - tumpul Permukaan tertutup exudasi yang akan mengering (krusta) Timbul reaksi radang (Sel PMN) Sembuh dalam 1-2 minggu dan biasanya pada penyembuhan tidak meninggalkan jaringan parut Pola dari abrasi sendiri dapat menentukan bentuk dari benda yang mengenainya. lebih dari benerapa hari. Efek lanjut dari abrasi sangat jarang terjadi. Luka Lecet (Abrasi) Luka lecet adalah luka yang superfisial.Jika abrasi terjadi lebih dalam dari lapisan epidermis pembuluh darah dapat terkena sehingga terjadi perdarahan.7 a. Luka akibat trauma benda tumpul dibagi menurut beberapa kategori.

Perbedaan Luka Lecet Ante Motem dan Post Mortem ANTE MORTEM Coklat kemerahan Terdapat sisa sisa-sisa epitel Tanda intravital (+) Sembarang tempat POST MORTEM Kekuningan Epidermis terpisah sempurna dari dermis Tanda intravital (-) Pada daerah yang ada penonjolan tulang Sesuai dengan mekanisme terjadinya. luka lecet dapat diklasifikasikan sebagai luka lecet gores (scratch). Gambaran luka lecet tekan yang di temukan pada mayat adalah daerah kulit yang kaku dengan warna yang lebih gelap dari sekitarnya akibat 13 . - Luka lecet gores(Scratch) Diakibatkan oleh benda runcing (misalnya kuku jari yang menggores kulit) yang menggeser lapisan permukaan kulit (epidermis) di depannya dan mengakibatkan lapisan tersebut terangkat. tetapi masih memungkinkan identifikasi benda penyebab yang mempunyai bentuk yang khas. (Dikutip dari Color Atlas of Forensic Pathology)8 - Luka lecet tekan (Impact abrasion) Disebabkan oleh penjejakan benda tumpul pada kulit. misalnya kisi-kisi radiator mobil.Tabel 5. sehingga dapat menunjukan arah - kekerasan yang terjadi. Gambar 5. Luka lecet serut (Scraping) Adalah variasi dari luka lecet gores yang daerah persentuhannya dengan permukaan kulit lebih lebar. Karena kulit adalah jaringan yang lentur maka. luka lecet serut (scrape). Arah kekerasan di tentukan dengan melihat letak tumpukan epitel.1 Bentuk dari abrasi dapat menandakan jenis permukaan yang kontak dengan kulit. luka lecet tekan (impact abrasion) dan luka lecet berbekas (patterned abrasion). bentuk luka lecet tekan belum tentu sama dengan bentuk permukaan benda tumpul tersebut. jejas gigitan dan sebagainya.1.

dalam arti seringkali lebih luas. Salah satu bentuk luka memar yang dapat memberikan informasi mengenai bentuk dari benda tumpul. berdasarkan gravitasi. seperti di daerah mata. namun waktu tersebut bervariasi tergantung jenis luka dan individu 14 .Kontusio adalah suatu keadaan dimana terjadi pengumpulan darah dalam jaringan yang terjadi sewaktu orang masih hidup. dan adanya jaringan longgar tersebut memungkinkan berpindahnya “memar” ke daerah yang lebih rendah. dimana pada tempat yang terdapat tekanan justru tidak menunjukkan kelainan. maka luka memar yang tampak seringkali tidaka sebanding dengan kekerasan.7 Bila kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan luka memar terjadi pada daerah dimana jaringan longgar. kendaraan akan menepi sehingga terbentuk perdarahan tepi yang bentuknya sesuai dengan bentuk celah antara kedua kembang ban yang berdekatan. ialah apa yang dikenal dengan istilah “perdarahan tepi” (marginal haemorrhages). leher. Gambar 5.Penekanan ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil dan dapat menimbulkan perdarahan pada jaringan bawah kulit atau organ dibawahnya.Perubahan warna pada memar berhubungan dengan waktu lamanya luka.2 Impact abrasion pada sisi kanan kepala. (Dikutip dari kepustakaan Color Atlas of Forensic Pathology)8 b. Kontusio (Luka Memar) Kontusio terjadi karena tekanan yang besar dalam waktu yang singkat.menjadi lebih padatnya jaringan yang tertekan serta terjadinya pengeringan yang berlangsung pasca kematian. misalnya bila tubuh korban terlindas ban kendaraan. atau pada orang yang lanjut usia. dikarenakan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat kekerasan benda tumpul.

c.Biasanya jenis luka ini memerlukan 1 sampai 2 hari untuk dapat terlihat di permukaan kulit.Namun sulit menentukan secara pasti karena hal tersebut pun bergantung pada keahlian pemeriksa. Semakin lama waktu antara kematian dan pemeriksaan luka akan semakin membuat luka memar menjadi gelap.Pada mayat waktu antara terjadinya luka memar. bahkan kematian. a. Luka memar berbekas Luka memar berbekas disebabkan oleh penekanan pada tubuh. Pemeriksaan mikroskopik adalah sarana yang dapat digunakan untuk menentukan waktu terjadinya luka sebelum kematian. b. biasanya objek yang menekan tubuh meninggalkan bekas pada permukaan kulit.3 Luka memar pada punggung (Dikutip dari kepustakaan Color Atlas of Forensic Pathology)8 Efek samping yang terjadi pada luka memar antara lain terjadinya penurunan darah dalam sirkulasi yang disebabkan memar yang luas dan masif sehingga dapat menyebabkan syok. kematian dan pemeriksaan menentukan juga karekteristik memar yang timbul. Luka memar dalam Luka memar dalam menandakan adanya akumulasi pendarahan lebih dalam dari lapisan kulit subkutan. Luka memar dalam (Deep). Luka memar superfisial Luka memar superficial dapat terjadi secara segera. dan luka memar berbekas (Patterned/ imprint). Yang kedua adalah terjadinya agregasi darah di bawah kulit yang akan mengganggu aliran balik vena pada 15 . Tidak ada standar pasti untuk menentukan lamanya luka dari warna yang terlihat secara pemeriksaan fisik. Luka memar dapat diklasifikasikan sebagai luka memar superficial (Superficial). Gambar 5. penurunan kesadaran. disebabkan oleh akumulasi darah secara subkutan.yang terkena.

Kontusio pada otak. Kontusio dan perangan yang kecil pada otak dapat menyebabkan gangguan fungsi organ lain yang luas dan kematian jika terkena pada bagian vital yang mengontrol pernapasan dan peredaran darah. mengenai daerah putih otak.Kontusio pada bagian superfisial atau daerah abu-abu sangat penting dalam ilmu forensik.Kontusio pada tiap organ memiliki karakteristik yang berbeda. Rupturnya pembuluh darah dengan terhambatnya aliran darah menuju otak menyebabkan adanya 16 . dengan perdarahan pada otak. koma dan kematian. Perbedaan Luka Memar dan Lebam Mayat LUKA MEMAR Di sembarang tempat Pembengkakan (+) Tanda Intravital (+) Ditekan tidak menghilang Diiris : tidak menghilang LEBAM MAYAT Bagian tubuh yang terendah Pembengkakan (-) Tanda Intravital (-) Ditekan Menghilang Diiris : dibersihkan dengan kapas menjadi bersih Luka memar atau kontusio juga dapar terjadi pada organ dan jaringan dalam.Pada organ vital seperti jantung dan otak jika terjadi kontusio dapat menyebabkan kelainan fungsi dan bahkan kematian. Livor mortis merupakan perubahan warna ungu kemerahan pada area mengikuti posisi tubuh disebabkan oleh akumulasi darah oleh pembuluh darah kecil secara gravitasi. dapat menyebabkan terjadi peradangan dengan akumulasi bertahap produk asam yang dapat menyebabkan reaksi peradangan bertambah hebat.Peradangan ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran.2. Hampir seluruh kontusio otak superfisial. Berikut ini perbedaan luka memar dengan lebam mayat:7 Tabel 5. memar dapat menjadi tempat media berkembang biak kuman.Beberapa dapat lebih dalam. kuman tersering adalah golongan clostridium yang dapat memproduksi gas gangrene. hanya mengenai daerah abuabu. Kematian jaringan dengan kekurangan atau ketiadaaan aliran darah sirkulasi menyebabkan saturasi oksigen menjadi rendah sehingga kuman anaerob dapat hidup.organ yang terkena sehingga dapat menyebabkan ganggren dan kematian jaringan.5 Memperkirakan umur luka memar : - Hari ke 1 : terjadi pembengkakan warna merah kebiruan Hari ke 2 – 3 : warna biru kehitaman Hari ke 4 – 6 : biru kehijauan–coklat > 1 minggu-4 minggu : menghilang / sembuh Lebam mayat atau livor mortis sering salah diinterpretasikan dengan luka memar. Yang ketiga.

bukan pada tempat trauma melainkan pada sisi yang berlawanan. hal ini disebut coup. kranium. dan otak. Pada pemeriksaan kepala penting untuk mengetahui pola trauma. Jantung juga sangat rentan jika terjadi kontusio.Kranium dapat patah atau tidak. Hal ini disebut kontusio contra-coup. koma.Hal ini terjadi saat kepala relatif tidak bergerak. dan kematian total. Namun. kontusio yang terjadi. biasanya mengenai daerah putih atau abu-abu. dan laserasi dari kulit kepala. kurang lebihnya. diliputi oleh lapisan normal otak. Hal tersebut dapat serupa dengan perdarahan fokal yang disebabkan 17 . Tipe lain kontusio adalah penetrasi yang lebih dalam.Kontusio ringan dan sempit pada daeran yang bertanggungjawab pada inisiasi dan hantaran impuls dapat menyebabkan gannguan pada irama jantung atau henti jantung. Pada keadaan ini kerusakan pada kulit kepala dan pada kranium dapat serupa dengan apa yang ditemukan pada benda yang bergerak-kepala yang diam. hasilnya dapat berupa.Hal ini bermakna jika pola luka ditemukan dalam pemeriksaan kepala dan komponen yang terkena pada trauma sepeti pada kulit kepala. edema otak dapat menghambat sirkulasi darah yang menyebabkan kematian otak. Kontusio pada organ lain dapat menyebabkan ruptur organ yang menyebabkan perdarahan pada rongga tubuh. Perlu dipertimbangkan lokasi kontusio tipe superfisial yang berhubungan dengan arah kekerasan yang terjadi.pembengkakan dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. dapat saja kepala yang diam dan terkena benda yang bergerak pada akhirnya akan jatuh atau mengenai benda keras lainnya.Karena foto dari semua komponen trauma kepala dari berbagai tipe kadang tidak tepat sesuai dengan demontrasi yang ada. diagram dapat menjelaskan hubungan trauma yang terjadi.Kontusio luas yang mengenai kerja otot jantung dapat menghambat pengosongan jantung dan menyebabkan gagal jantung. dengan perdarahan kecil atau besar. Kadang-kadang dapat terjadi hal yang membingungkan. Kita juga harus mempertimbangkan situasi lainnya dimana kepala yang bergerak mengenai benda yang padat dan diam. sehingga gambaran yang ada akan tercampur. Perdarahan kecil dinamakan “ball haemorrhages” sesuai dengan bentuknya yang bulat. yang tidak memerlukan penjelasan mendetail. membingungkan. Poin kedua terpenting dalam hal medikolegal adalah penyembuhan kontusio tersebut yang dapat menyebabkan jaringan parut yang akan menyebabkan adanya fokus epilepsi. yaitu abrasi. kontusio.Ketika bagian kepala terkena benda yang keras dan berat seperti palu atau botol bir.Jika jaringan dibawahnya terkena. lingkaran kekerasan dapat terbentuk apabila kontusio yang terbentuk cukup besar.

disekitarnya terdapat luka lecet yang diakibatkan oleh bagian yang lebih rata dari benda tersebut yang mengalami indentasi.Tepi dari laserasi ireguler dan kasar.Laserasi disebabkan oleh benda yang permukaannya runcing tetapi tidak begitu tajam sehingga merobek kulit dan jaringan bawah kulit dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit dan bawah kulit. dan serebelum. tepi luka yang ireguler. kasar dan luka lecet membedakan laserasi dengan luka oleh benda tajam.7 Pada beberapa kasus. penyakit jantung yang didahului dekompensasio kordis.Edema paru tipe neurogenik biasanya menyertai trauma kepala.Perdahan tersebut berhubungan dengan malformasi arteri vena. Manifestasi eksternal yang dapat ditemui adalah “ foam cone” busa berwarna putih atau merah muda pada mulut dan hidung. Hal tersebut dapat ditemui pada kematian akibat tenggelam. ujung dari pipa.Jembatan jaringan. permukaan benda tersebut cukup lancip untuk menyebabkan sobekan pada kulit yang menyebabkan laserasi. seperti pinggiran balok kayu.Keberadaan gelembung tidak membuktikan adanya trauma kepala. pons.Perdarahan yang lebih besar dan dalam biasanya berbentuk ireguler dan hampir serupa dengan perdarahan apopletik atau stroke.6 18 . robeknya kulit atau membran mukosa dan jaringan dibawahnya tidak sempurna dan terdapat jembatan jaringan.hipertensi.Tempat predileksinya adalah ganglia basal. c. serta adanya penyakit penyerta dapat membedakan trauma dengan kasus lain yang menyebabkan perdarahan. Anamnesis yang cukup mengenai keadaan saat kematian. Perdarahan intraserebral tipe apopletik tidak berhubungan dengan trauma biasanya melibatkan daerah dengan perdarahan yang dalam.Biasanya mengenai orang yang lebih muda dan tidak mempunyai riwayat hipertensi. overdosis. ada atau tiadanya tanda trauma kepala. Laserasi (Luka robek) Suatu pukulan yang mengenai bagian kecil area kulit dapat menyebabkan kontusio dari jaringan subkutan.

yang secara bertahap mengisi saluran luka.Bekuan darah yang bercampur dengan bekuan dari cairan jaringan bergabung membentuk eskar atau krusta.Jaringan parut pertama kali tumbuh pada dasar laserasi. rambut dan struktur lain. Sering terjadi sobekan dari ujung laserasi yang sudutnya berbeda dengan laserasi itu sendiri yang disebut dengan “swallow tails”.4 Luka robek multipel pada kepala belakang (Dikutip dari kepustakaan Color Atlast of Forensic Pathology)8 Tepi dari laserasi dapat menunjukkan arah terjadinya kekerasan.Laserasi yang terjadi setelah mati dapat dibedakan ddengan yang terjadi saat korban hidup yaitu tidak adanya perdarahan. Beberapa benda dapat menghasilkan pola laserasi yang mirip. dan lebih dari beberapa hari. Perkiraan kejadian saat kejadian pada luka laserasi sulit ditentukan tidak seperti luka atau memar. 19 .Tepi yang paling rusak dan tepi laserasi yang landai menunjukkan arah awal kekerasan. Seiring waktu. Sisi laserasi yang terdapat memar juga menunjukkan arah awal kekerasan. yang berada pada dasar laserasi dan penyebarannya ke sekitar kulit atau membran mukosa. Skar tersebut tidak mengandung apendises meliputi kelenjar keringat. beberapa hari. epitel mulai tumbuh ke bawah di atas jaringan skar dan penyembuhan selesai. terjadi perubahan terhadap gambaran laserasi tersebut. Bentuk dari laserasi dapat menggambarkan bahan dari benda penyebab kekerasan tersebut.Karena daya kekenyalan jaringan regangan jaringan yang berlebihan terjadi sebelum robeknya jaringan terjadi.Perubahan awal yaitu pembekuan dari darah.Kemudian.Pembagiannya adalah sangat segera segera. perubahan tersebut tampak pada lecet dan memarnya.Sehingga pukulan yang terjadi karena palu tidak harus berbentuk permukaan palu atau laserasi yang berbentuk semisirkuler.Gambar 5.

7 5. maka jarang dijumpai kasus bunuh diri dengan membuat luka terbuka dengan benda tumpul mengenai tubuh korban. Tetapi ketiga jenis luka tersebut dapat terjadi bersamaan pada satu pukulan.Sebuah laserasi kecil tanpa adanya robekan arteri dapat menyebabkan akibat yang fatal bila perdarahan terjadi terus menerus. Kombinasi dari luka lecet.Kejahatan 20 . Bila luka terjadi dekat persendian maka akan terasa nyeri.Laserasi dapat menyebabkan perdarahan hebat. Luka robek atau luka terbuka akibat kekerasan benda tumpul dapat dibedakan dengan luka terbuka akibat kekerasan benda tajam.Luka yang terjadi ini disebut Kejahatan Terhadap Tubuh atau Misdrijven Tegen Het Lijf. Adanya diskontinuitas kulit atau membran mukosa dapat menyebabkan kuman yang berasal dari permukaan luka maupun dari sekitar kulit yang luka masuk ke dalam jaringan. yaitu dari sifat-sifatnya serta hubungan dengan jaringan sekitar luka. akar rambut tampak hancur atau tercabut bila kekerasannya di daerah yang berambut. aorta. terdapat jembatan-jembatan jaringan yang menghubungkan kedua tepi luka. hati dan limpa. Laserasi yang multipel yang mengenai jaringan kutis dan sub kutis dapat menyebabkan perdarahan yang hebat sehingga menyebabkan sampai dengan kematian. Port d entree tersebut tetap ada sampai dengan terjadinya penyembuhan luka yang sempurna. memar dan laserasi Luka lecet. khususnya pada saat sendi tersebut di gerakkan ke arah laserasi tersebut sehingga dapat menyebabkan disfungsi dari sendi tersebut.5 d.Oleh karena luka pada umumnya mendatangkan rasa nyeri yang hebat dan lambat mendatangkan kematian. laserasi pada pukulan selanjutnya dan lecet pada pukulan selanjutnya. di sekitar luka robek sering tampak adanya luka lecet atau luka memar.Hal yang harus diwaspadai dari laserasi organ yaitu robekan yang komplit yang dapat terjadi dalam jangka waktu lama setelah trauma yang dapat menyebabkan perdarahan hebat.Laserasi juga dapat terjadi pada organ akibat dari tekanan yang kuat dari suatu pukulan seperi pada organ jantung. Benda yang sama dapat menyebabkan memar pada pukulan pertama.Luka robek mempunyai tepi yang tidak teratur. memar dan laserasi dapat terjadi bersamaan.6 Aspek Medikolegal Luka Luka Dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana Dalam KUHP dikenal luka akibat kelalaian atau karena yang disengaja. Benturan yang terjadi pada jaringan bawah kulit yang memiliki jaringan lemak dapat menyebabkan emboli lemak pada paru atau sirkulasi sistemik.

Jenis kejahatan yang dilakukan dengan sengaja diatur dalam Bab XX. ia tidak mengenal istilah penganiayaan.9 Sebagai seorang dokter.4.9 Disinilah dokter berperan bear sebagai saksi ahli di depan pengadilan. Sebagai misalnya luka lecet yang satudua hari akan sembuh sendiri secara sempurna dan tidak mempunyai arti medis. menjadi sakit sementar. bidan. supir.Jenis kejahatan yang disebabkan karena kelalaina diatur dalam pasal 359. dan amat kurang perhatian. Jadi istilah penganiayaan tidak boleh dimunculkan dalam Visum et Repertum. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana tidak dijumpai istilah Visum et Repertum. Akan tetapi sebaiknya dokter tidak boleh mengabaikan luka sekecil apapun.terhadap jiwa ini diperinci menjadi dua yaitu kejahatan doleuse (yang dilakukan dengan sengaja) dan kejahatan culpose (yang dilakukan karena kelalaian atau kejahatan).4. dan 361 KUHP. Pasal ini dapat dikenakan pada dokter. lupa. pasal 351 sampai dengan 358. 360. akan tetapi karena ‘salahnya’ diartikan sebagai kurang hati-hati.9 Pasal 361 KUHP menambah hukuman nya sepertiga lagi jika kejahatan ini dilakukan dalam suatu jabatan atau pekerjaan. lalai. Pasal 133 KUHAP memakai istilah “surat keterangan ahli” yang dibuat oleh 21 . berubah pikiran atau akal lebih dari empat minggu lamanya. tetapi sebaliknya dari kaca mata hukum. menggugurkan atau memnbunuh anak dari kandungan ibu. apoteker. hendaknya dapat membantu pihak penegak hukum dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien atau korban perlukaan. terus-menerus tidak cakap lagi dalam memakai salah satu panca indera. VeR Dalam KUHP4. masinis kereta api dan lain-lain. Dalam pasal-pasal tersebut tercantum istilah penganiayaan dan merampas dengan sengaja jiwa orang lain. Dalam pasal-pasal tersebut dijumpai kata-kata “mati.9 Yang dikatakan luka berat pada tubuh pada pasal 90 KUHP adalah penyakit atau luka yang tidak bisa diharapkan akan sembuh lagi dengan sempurna atau yang dapat mendatangkan bahaya maut. Hakim akan mendengarkan keterangan spesialis kedokteran forensik maupun ahli lain nya (setiap dokter) dalam tiap kejadian secara kasus demi kasus. Dokter sebaiknya dapat menyelesaikan permasalahan mengenai : - Jenis luka apa yang ditemui Jenis kekerasan/senjata apakah yang menyebabkan luka dan Bagaimana kualifikasi dari luka itu Sebagai seorang dokter. suatu istilah hukum sematamata dan tidak dikenal dalam istilah medis. lumpuh. atau tidak dapat menjalankan pekerjaan sementara” yang tidak disebabkan secara langsung oleh terdakwa.

Tidak dapat menjalankan pekerjaan. Orang yang bersangkutan menjadi sakit tetapi tidak ada halangan untuk melakukan pekerjaan atau jabatan. Terganggu pikiran lebih dari empat minggu BAB VI PENUTUP Benda-benda yang dapat mengakibatkan luka tumpul adalah benda yang memiliki permukaan tumpul. 2. jabatannya. 3. pipi kiri. d. Dapat mendatangkan bahaya maut. Orang yang bersangkutan mengalami : Penyakit atau luka yang tidak dapat diharapkan akan sembuh. abrasi) dan luka terbuka/robek (vulnus laseratum). Orang yang bersangkutan menjadi sakit dan berhalangan untuk melakukan pekerjaan atau 4. adalah identik dengan Visum et Repertum. Perlukaan ini tidak menyebabkan penyakit dan halangan pekerjaan namun memerlukan tindakan medis. Profesionalisme seorang dokter dapat dimunculkan pada kesimpulan Visum et Repertum yang dapat menjadi pertimbangan pihak penegak hukum. Pada korban perempuan usia 20 tahun didapatkann luka akibat kekerasan tumpul berupa luka robek pada bibir atas dan luka lecet pada bibir bawah.spesialis kedokteran forensik atau “surat keterangan” bila dibuat oleh dokter umum atau dokter spesialis lainnya. a. b. c. hematom). Luka yang terjadi dapat berupa memar (kontusio. Orang yang bersangkutan tidak menjadi saksi atau mendapat halangan dalam melakukan pekerjaan atau jabatan. luka lecet (ekskoriasi. Tidak dapat memakai salah satu panca indera. dan telinga kiri. Ada empat kualifikasi (derajat) yang dapat dipilih dokter : 1. 22 .

Visum et Repertum Perlukaan : Aspek Medikolegal dan Penentuan Derajat Luka. dan Ramsay. Dahlan. Chapter 8. pp. 2010. Shkrum. Dodi Afandi. Blunt Trauma. 2003. Sofwan. Simposium Tatalaksana Visum et Repertum Korban Hidup pada Kasus Perlukaan & Keracunan di Rumah Sakit. A. 2007. Sudiono S. 133-143. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 2008. A. Widiatmaka W. Ilmu Kedokteran Forensik. Idries. Jakarta: RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Pembuatan Visum Et Repertum. Sistematik Pemeriksaan Ilmu Kedokteran Forensik Khusus Pada Korban Perlukaan. Semarang. Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 4. Atmadja DS. 1997.DAFTAR PUSTAKA 1. Forensic Pathology of Trauma. J. Rabu 10 Juli 2004. hal. 3. Penerapan Ilmu Kedokteran Forensik dalam Proses Penyidikan. M. Riau. D. 405-518 23 . Budiyanto A. Fakultas Kedokteran Universitas Riau 5. M. 2. Jakarta: Sagung Seto 6. Bab 7.

2001. D. 2000. 39. 2006. Forensic Pathology Second Edition. pp. Chapter 3. Color Atlas of Forensic Patrology. A. Jay Dix. Majalah Kedokteran Nusantara.7. 32-43 9. D. Untited States of America. no. CRC Press. pp. pp. Satyo. 4. Chapter 4. dan Dominick. vol. C. Vincent J. Blunt Trauma Wounds.1 Luka robek yang telah dijahit pada bibir atas 24 . 430-433 LAMPIRAN Gambar 3. Aspek Medikolegal Luka pada Forensik Klinik. 1-26 8.

Gambar 3.2 Luka lecet pada bibir bawah Gambar 3.4 Luka lecet pada telinga kiri 25 .3 Luka lecet pada pipi kiri Gambar 3.