Anda di halaman 1dari 9

BAB I

HAKIKAT FISIKA DAN PEMBELAJARANNYA


A. Hakikat Fisika
Fisika merupakan cabang dari sain. Masing-masing orang mengatakan Fisika
berbeda-beda tergantung dari latar belakang masing-masing orang. Orang awam
mengatakan fisika sebagai kumpulan informasi dari fenomena alam. Ilmuwan
memandang fisika sebagai suatu cara atau metode untuk menguji hipotesis yang
dirumuskan. Sedangkan ahli filsafat berbeda lagi pendapatnnya, fisika sebagai metode
atau cara bertanya untuk mencari kebenaran dari suatu fenomena alam yang diketahui.
Ketiga pendapat tersebut dapat diterima. Namun gabungan dari ketiga
pendapat tersebut cukup mewakili pengertian fisika sebagai bagian dari sain yang
terdiri dari proses dan produk. Proses yang dimaksudkan terdiri dari cara berfikir (a
way of thingking), cara menyelidiki (a way of investigating), dan kumpulan
pengetahuan (a body of knowledge) dikenal sebagai produk. Kumpulan pengetahuan
yang tersebut terdiri dari: fakta, konsep, hukum/prinsip/postulat, teori, dan model.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Collette dan Chiapetta (1994).
1. Fisika sebagai proses
1.1 Fisika sebagai cara berfikir
Fisika bermula dikembangkan oleh rasa ingin tahu (curiousity) dan hasrat yang
kuat dari para ilmuwan untuk memahami fenomena alam. Selanjutnya ilmuwan
berusaha mengambarkan dan menjelaskan fenomena alam melalui pemikiran yang
mendalam. Kegiatan yang dilakukan ilmuwan ini oleh ahli filsafat sain dan ahli
psikologi kognitif dikatakan sebagai kegiatan kreatif untuk menjelaskan ide-ide
fenomena alam yang disusun dalam alam fikirannya atau dikenal dengan kegiatan
mental. Oleh karena itu pemikiran dan argumentasi para ilmuwan dalam bekerja
memberikan rambu-rambu penting yang berhubungan dengan hakikat Sain (Fisika)
Fenomena alam yang dapat diobservasi tersebut dapat dijelaskan melalui
fikiran dan alasan-alasan yang rasional. Selain itu adanya rasa percaya yang kuat
bahwa alam semesta dapat dipahami juga didorong oleh rasa ingin tahu untuk
menemukan sesuatu. Rasa ingin tahu ini sudah ada sejak manusia dilahirkan oleh
karena itu perlu dikembangkan seoptimal mungkin. Hal ini tampak pada anak-anak

secara spontan melakukan eksplorasi lingkungan mereka, sehingga sring timbul


pertanyaan mengapa ? sesuatu dapat terjadi.
Rasa ingin tahu yang kuat merupakan ciri utama dari ilmuwan bahkan
melebihi manusia pada umumnya ketertarikannya terhadap fenomena alam. Kadangkadang di luar jangkauan pemikiran orang pada umumnya, sehingga sering
pemikirannya menimbulkan kontroversi seperti zaman Nicolas copernicus tentang
pusat peredaran tata surya,dia berani mengatakan bahwa matahari sebagai pusat
peredaran tatasurya padahal pada saat itu pendapat yang kuat berlaku adalah bumi
sebagai pusat peredaran tatasurya. Contoh lain Newton memikirkan fenomena
jatuhnya buah apel yang mengenai dirinya yang pada akhirnya dia menemukan gaya
gravitasi. Andaikan yang kejatuhan buah apel bukan newton mungkin orang yang
kejatuhan akan mengatakan ya begitulah hukum alam semua benda jatuh ke bawah.
Masih banyak contoh-contoh lain seperti Archimedes, Benyamin Franklin, Nicolas
Copernicus, Faraday, Neil Bohr dan masih banyak lagi.
1.2 Fisika sebagai cara menyelidiki
Fisika sebagai cara menyelidiki ini memberikan ilustrasi tentang pendekatan
yang digunakan untuk menyusun pengetahuan. Dalam fisika banyak metode yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Misalnya metode yang
digunakan adalah observasi dan prediksi atau metode lain yang digunakan adalah
kegiatan laboratorium atau eksperimen yang berfokus pada hubungan sebab akibat.
Mempelajari dan memahami fenomena alam serta hukum-hukum yang
berlaku, perlu mempelajari obyek-obyek dan kejadian di alam. Obyek dan kejadian
alam harus di observasi untuk diselidiki melalui eksperimen dan mencari
penjelasannya melalui proses berfikir untuk mencari argumentasinya. Jadi proses
dipahami sebagai cara bagaimana informasi ilmiah diperoleh, diuji, dan divalidasi
merupakan kegiatan yang penting dalam fisika.
2. Fisika sebagai kumpulan pengetahuan
Penemuan-penemuan para ahli fisika disusun secara sistematis sebagai kumpulan
pengetahuan yang dapat berupa: fakta, konsep, hukum/prinsip, teori, dan model.

2.1 Fakta
Pelangi, benda jatuh, mobil tabrakan, gerhana dan masih banyak lagi merupakan
contoh

dari

fakta.

Fakta

merupakan

suatu

kebenaran

dari

obyek

yang

mempresentasikan dari suatu benda atau suatu fenomena yang diamati. Suatu yang
diamati dapat secara langsung dan dapat didemontrasikan untuk setiap saat. Fakta
yang dapat didemontrasikan misalnya gerhana matahari maupun gerhana bulan,
tsunami, gunung meletus, danmasih banyak lagi. Fakta-fakta dalam fisika merupakan
landasan untuk menyusun konsep, hukum/prinsip, dan teori
2.2 Konsep
Panas, bunyi, atom, ion, muatan listrik merupakan contoh dari konsep. Konsep
merupakan gambaran dari fenomena alam atau peristiwa atau obyek yang memiliki
atribut tertentu.Konsep

ada yang mudah dipahami atau sulit, tergantung pada

keabstrakan dari konsep tersebut semakin abstrak semakin sulit dipahami dan
sebaliknya semakin dapat dikonkritkan konsep itu semakin mudah memahaminya.
2.3 Prinsip/hukum
Prinsip/hukum disusun berdasarkan fakta dan konsep tetapi berlaku secara umum
tetapi berkaitan dengan fenomena yang diamatinya. Contoh hukum Newton, hukum
Gauss, prinsip ketidak pastian Heisenberg.
2.4 Teori
Teori dalam fisika berusaha menjelaskan dan mengklasifikasikan fenomena alam
yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Contoh teori kinetik gas,
teori relativitas, teori atom dan sebagainya. Teori ini tidak dapat berubah menjadi
fakta maupun hukum jadi kebenarannya bersifat relatif, kalau teori ini diketahui tidak
benar maka dilakukan revisi.
2.5 Model
Model merupakan representasi dari obyek yang tidak dapat dilihat. Disusun
model membantu memahami suatu fenomena alam. Misalnya model atom Bohr ini
untuk memahami tingkat energi dan keterkaiatannya dengan berdasarkan postulat
yang disusunnya terlebih dahulu.
B. Hakikat Pembelajaran
Pembaharuan sistem pendidikan nasional menetap visi, misi, dan strategi
pembangunan pendidikan nasional. Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya
sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk
memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang
berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah.
Terkait dengan visi tersebut ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan
pendidikan sebagai landasan pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip

tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayan dan


perberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut
diperlukan

guru

yang

memberi

keteladanan,

membangun

kemauan,

dan

mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip tersebut
berakibat bergesernya paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran
ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalahproses interaksi antara peserta didik
dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran
perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif
dan efisien(Diknas,2010)
C. Hakikat Pembelajaran Fisika
Fisika harus dipandang sebagai proses dan produk, maka dalam pembelajaran
fisika tidak boleh dikatakan yang proses lebih penting dari pada produk atau
sebaliknya, tetapi keduanya harus menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran fisika.
Oleh karena itu dalam memilih metode atau model pembelajaran fisika harus yang
dapat mencakup keduanya, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan
secara efektif, efisien, inovatif, menyenangkan, dan mampu mengembangkan
kreativitas peserta didik.
Pembelajaran fisika melaui kegiatan praktik yang dapat dilakukan di
laboratorium maupun ditempat lain, peserta didik akan memperoleh olah tangan
(handson) yang berkaitan dengan proses, juga memperoleh pengetahuan melalui olah
pikir (mindson) kaitannya dengan produk. Kegiatan praktik ini dapat berbentuk
demontrasi yang dilakukan guru atau oleh sekelompok peserta didik, maupun
eksperimen dan observasi oleh peserta didik. Juga dapat dilengkapi dengan
penggunaan komputer dan film video dalam pembelajaran fisika yang melalui
kegiatan praktik. Pada saat ini penggunaan komputer dan film video dalam
pembelajaran fisika sangat membantu karena keduanya memiliki kelebihan.
Komputer dapat digunakan untuk simulasi-simulasi pada materi fisika yang sukar dan
yang hampir tidak mungkin dapat ditampilkan. Sedangkan film video dapat
menampilkan fenomena-fenomena yang jarang terjadi seperti gunung meletus gerhana
matahari, gerhana bulan dan stunami.
Kegiatan praktik dalam pembelajaran fisika menurut Thomson (1975) yang
dikutip Zuhdan Kun Prasetyo ada empat kelompok yaitu: (1) Eksperimen standar
adalah kegiatan yang dilakukan peserta didik yang langkah-langkah kerjanya telah
tersedia secara lengkap. (2) Eksperimen penemuan (Discovery experiment) kegiatan

percobaan yang diarahkan oleh guru tetapi langkah-langkah kerjanya disusun sendiri
oleh peserta didik. (3) Demontrasi kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
sekelompok peserta didik dimana peserta didik dimungkinkan untuk terlibat atau tidak
dalam diskusi penyusunan kerja ataupun dalam pelaksanaannya. (4) Proyek dapat
diidentikkan dengan pemecahan masalah (problem solving) pada kegiatan ini peserta
didik dihadapkan pada masalah baru yang pemecahannya memerlukan sejumlah
percobaan atau penelitian yang mendalam untuk menyelesaikan permasalahan yang
dihadapinya.
Peranan pembelajaran fisika melalui kegiatan praktik bagi peserta didik yaitu:
(1) memotivasi peserta didik dalam belajar, karena memberi kesempatan untuk
berinisitif, berimajinatif, dan bekerja sama juga memberi keterampilan-keterampilan
juga untuk bersikap terhadap kegiatan yang dilakukan. (2) Memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan: pengamatan (observasing),
pengukuran (measuring), mengintepretasi (interpreting), manipulasi (manipulating),
berhipotesis (hypothesising). Menyimpulkan (including) dan mengkomunikasikan
hasil (communicating). Inti dari pembelajaran fisika di sekolah seharusnya adalah
investigasi, karena memberi kesempatan peserta didik bekerja sebagai ilmuwan dalam
memecahkan

permasalahan.

Keterampilan

peserta

didik

dalam

melakukan

keterampilan sain (fisika) sering disebut dengan pemahaman prosedural sebagai


pemahaman dan penerapan dari konsep-konsep maupun keterampilan-keterampilan.
Misal permasalahan yang dihadapi peserta didik adalah mengapa telur dapat
tenggelam, melayang maupun terapung dalam zat larutan garam? Dalam memecahkan
masalah ini peserta didik menggunakan kemampuan : merencanakan percobaan,
menyusun/merangkai peralatan, memilih dan menggunakan peralatan dan bahan,
melakukan percobaan, mencatat hasil percobaan/pengamatan, menarik kesimpulan
dan mengkomunikasikan. (3) Meningkatkan kualitas belajar peserta didik, karena
mereka mendapatkan pengalaman langsung dengan apa yang dipelajari sehingga
belajar yang dihasilkan tidak mudah dilupakan. Seperti pepatah kuno pengalaman
merupakan guru yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Bruner belajar dengan
pola enactive melalui perbuatan (learning by doing). Pada pembelajaran fisika, peserta
banyak menjumpai pengalaman misalnya yang berkaitan dengan pengukuran, sifatsifat cahaya, magnet, listrik dan sebagainya.
Daftar Pustaka:

Carin A.A. (1993). Teaching Science Through Discovery (7th.ed). New York: Maxwell
Macmillan International.
Collette, A.T,& Chiappetta, E.L. (1994). Science Intruction in the Middle and
Secondary Schools. New York: Macmillan Publishing Company

Pertanyaan latihan
1. Hakikat fisika sebagai bagian IPA menurut Colette dan Chiappetta adalah:
2. Kumpulan pengetahuan dalam fisika berupa apa dan jelaskan.
3. Kriteria fakta sebagai dasar dari konsep, prinsip dan teori adalah:
4. Ilmuwan selalu berusaha menemukan sesuatu yang baru karena didorong oleh:
5. Inti dari praktikum fisika/IPA menurut Woolnough dan Allsop adalah:
6. Untuk mempelajari materi fisika kadang menggunakan model contoh model atom
Bohr. Apa manfaat model dalam mempelajari materi fisika.
7. Maksud dari fisika sebagai cara menyelidiki (a way of investigating)
8. Pembelajaran fisika yang dapat memenuhi hakikat fisika sebagai kumpulan
pengetahuan, cara berfikir dan cara menyelidiki, maka apa yang harus
dikembangkan dalam pembelajaran fisika? Jelaskan.
9. Mengapa pada pembelajaran fisika disarankan menggunakan kegiatan praktik,
jelaskan.
10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemahaman prosedural.
Jawaban Pertanyaan

1. Hakikat fisika sebagai bagian IPA menurut Colette dan Chiappettacara berfikir (a
way of thingking), cara menyelidiki (a way of investigating), dan kumpulan
pengetahuan (a body of knowledge) dikenal sebagai produk.
2. Kumpulan pengetahuan yang tersebut
terdiri dari:

fakta,

konsep,

hukum/prinsip/postulat, teori, dan model (penjelasan pada bab I hal 3-4)


3. Kriteria fakta sebagai dasar dari konsep, prinsip dan teori bila fakta dapat diamati
secara langsung dan dapat didemontrasikan setiap saat
4. Ilmuwan selalu berusaha menemukan sesuatu yang baru karena didorong rasa
ingin tahu dan rasa percaya bahwa hukum-hukum alam dapat disusun berdasarkan
hasil observasi dan dapat dijelaskan dengan pemikiran yang logis
5. Inti dari praktikum fisika/IPA menurut Woolnough dan Allsop adalah berupa
investigasi, karena memberi kesempatan peserta didik untuk berlatih bekerja
seperti ilmuwan dalam menyelesaikan masalah
6. Manfaat model dalam mempelajari materi fisika sebagai alat bantu untuk
memahami fenomena alam serta membantu menjelaskan teori
7. Maksud dari fisika sebagai cara menyelidiki (a way of investigating) untuk
memahami fenomena dan hukum alam yang akan diselidiki, observasi dan
eksperimen hal yang penting untuk kemajuan dan perkembangan sain dan
pemahaman tentang proses memperoleh, menguji dan mevalidasi informasi ilmiah
merupakan hal yang sangat penting
8. Pembelajaran fisika yang dapat memenuhi hakikat fisika sebagai kumpulan
pengetahuan, cara berfikir dan cara menyelidiki yang harus dikembangkan adalah
memadukan kegiatan minds-on dan hands-on
9. Pembelajaran fisika disarankan menggunakan kegiatan praktik karena melatih dan
meningkatkan kemampuan berfikir reflektif dari peserta didik
Pemahaman prosedural adalah dalam melaksanakan investigasi (penyelidikan)
dalam pembelajaran fisika peserta didik menggunakan pemahaman konsep yang
relevan dan menggunakan keterampilan-keterampilan ilmiah untuk memecahkan
masalah yang dikemukakan