Anda di halaman 1dari 6

Cara Merekrut Karyawan - Bagaimana cara mencari karyawan dengan mudah?

Pertanyaan ini gampang-gampah susah. Mungkin buat bapak-bapak yang mempunyai sebuah
usaha ingin mempekerjakan karyawan yang mumpuni kdang menjadi terkendala dengan
beberapa hal, mulai susahnya tenaga terampil, kurangnya informasi, bahkan kadang-kadang
membutuhkan proses yang rumit dan berbelit-belit. Saya hanya sekedar share dari apa yang
saya tahu terkait perekrutan pegawai. Yah, siapa tahu ini bermanfaat buat bapak-bapak.
Semoga saja. Berikut ini tipsnya:
1) Hubungkan perusahaan Anda dengan perguruan tinggi lokal atau sekolah-sekolah
kejuruan.
Instruktur dari berbagai program bisnis terkait dengan usaha bapak dapat menjadi jalan pintas
berharga untuk perekrutan karyawan. Dekati kampus yang mendidik siswanya dengan keahlian
yang sesuai dengan bidangnya. Mungkin Anda wajib memperkenalkan diri ke institusi yang
bersangkutan, menjelaskan apa yang Anda butuhkan, dan meminta rekomendasi yang cocok
jenis karyawan untuk usaha Anda.
2) Terlibat dengan perguruan tinggi lokal dalam program pelatihan magang.
Program magang mahasiswa selalu mencari pengusaha seperti usaha Bapak untuk
menyediakan penempatan pekerjaan yang cocok bagi mereka. Anda mungkin begitu mendesak
untuk mendapatkan karyawan dengan keterampilan saat ini. Mungkin ini solusi sementara Anda
mendapatkan karyawan terampil dengan cara murah dan aman, bisa juga Anda
mengontraknya untuk bekerja paruh waktu.
3) Bekerja sama melalui program pemerintah.
Ada berbagai hibah dan sumbangan yang berkaitan dengan sponsor pemerintah dalam
program kerja. Biasanya pemerintah merancang untuk menyediakan lapangan kerja bagi
individu pengangguran yang memenuhi syarat. Kalau dinegara ini biasanya bekerja sama
dengan Dinas Tenaga Kerja.
4) Sewa mahasiswa.

Jika Anda bisa mendapatkan karyawan tanpa harus menjadi pegawai tetap untuk mengisi
pekerjaan, sewa-mahasiswa-berbagai program yang tersedia dapat menjadi solusi dalam
perekrutan karyawan dengan SDM yg mumpuni.
Sebagian perguruan tinggi atau universitas lokal, juga akan memiliki program sendiri untuk
menyalurkan mahasiswanya dalam program magang kerja. Tentu ini menjadi tempat yang tepat
untuk menemukan karyawan sementara bagi usaha Anda.
5) Gunakan agen tenaga kerja.
Agen tenaga kerja dapat menjadi rute langsung untuk menemukan dan merekrut karyawan
yang Anda butuhkan. Seorang agen tenaga kerja yang baik akan mengurus semua perekrutan
dan menyediakan pelamar kerja untuk Anda, bahkan mengirimkan Anda beberapa pelamar
yang memenuhi kualifikasi untuk Anda dipilih.
6) Gunakan Iklan Internet Cara Murah Dan Efektif.
Ada situs yang dapat Anda gunakan untuk perekrutan karyawan. Anda juga dapat memposting
lowongan pekerjaan
7) Gethok Tular.
Jika situasi perekrutan karyawan tidak mendesak, cobalah menggunakan informasi dari mulut
ke mulut. Beritahu semua realsi Anda (baik bisnis dan pribadi) tentang posisi Anda sedang
mencari pekerja untuk mengisi lowongan karyawan yang Anda cari.
Rekrutmen Karyawan Tidak Harus Menjadi Sulit bagi Anda sekarang. Semoga ada salah satu
point di atasyang bisa menjadi acuan Anda untuk mendapatkan karyawan dengan Mudah.

MEREKRUT DAN MENGELOLA KARYAWAN

miswan

Peluang Usaha

Comments
Sumber Daya Manusia menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan
usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin tidak akan
terlalu jadi masalah.Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus
memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan
berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah.
Bagaimana, sih, lika-liku merekrut dan mengelola pegawai?
Sebagai pelaku usaha maka Anda harus berani menempatkan diri sebagai pemimpin usaha itu.
Ketika usaha berkembang pengusaha juga membutuhkan karyawan dan biasanya pengusaha
menginginkan karyawan yang sudah jadi. Karena itulah ketika mencari karyawan sebaiknya
tulislah 6-7 kriteria, baru dicari calon yang memenuhi. Tapi yakinlah tidak bisa 100% semua
syarat tersebut dipenuhi, maka harus diambil prioritas kriteria yang paling utama. Kekurangan
beberapa kriteria itu merupakan tanggung jawab pimpinan untuk membinanya.
Begitu pentingnya peran karyawan dalam memberikan pelayanan, sehingga banyak para
pengusaha yang berpendapat bahwa mereka harus menjual 20 % produk, sisanya menjual
pelayanan. Sektorpelayanan ini sangat berhubungan erat dengan emosi pelanggan, kalau
produknya bagus ditambah dengan pelayanan yang ramah, cepat dan efisien, maka dijamin
konsumen akan loyal dengan produk kita. Sebaliknya, karyawan yang jutek tak hanya membuat
pembeli kapok dan malas melakukan transaksi tetapi juga enggan untuk kembali lagi ke tempat
usaha semula. Sementara bagi pemilik usaha, ia kehilangan kesempatan menuai keuntungan
akibat sikap karyawan yang minus terhadap konsumen. Padahal sesuai dengan pepatah lama,
yang menganggap seorang pembeli adalah raja mewajibkan pemilik usaha untuk
memberikan service sebaik mungkin kepada pelanggannya.
Merekrut karyawan ternyata tak semudah metromini mengangkut penumpang di halte.
Sebab, adabeberapa langkah yang harus dilalui selama proses perekrutan tersebut. Memang,
itu bukan patokan mati. Sebab, semuanya tergantung dari keinginan Anda. Mau pilih simpel
atau konsisten melalui semua tahap.
Menambah karyawan bisa terjadi secara mendadak. Bisa karena ada order besar yang datang
tiba-tiba, ada pekerjaan baru di perusahaan, kebutuhan regenerasi untuk menjaring wajahwajah baru, hingga karena karyawan yang mengundurkan diri mendadak. Nah, daripada
pesanan terbengkalai, merekrut karyawan anyar adalah sebuah pilihan.
Ada beberapa hal yang tampaknya perlu kita cermati ketika akan menggaet pegawai baru.
1.Merekrut orang harus sesuai dengan sifat, misalnya minat bekerja di restoran tapi tidak mau
melayani orang dan susah tersenyum tentu tidak cocok. Jadi bukan hanya skill, tapi attitude

juga harus disesuaikan dengan bisnisnya. Wajah cantik dan ganteng saja tidak cukup. Sebagai
pemilik perusahaan, kita juga perlu karyawan yang mengantongi sederet persyaratan yang kita
ajukan. Tujuan utama dari proses perekrutan dan seleksi ini adalah untuk mendapatkan orang
yang tepat di bidangnya agar mereka mampu bekerja secara optimal. Memang, kedengarannya
sederhana dan sangat simpel. Namun, sejatinya proses tersebut sangat kompleks, memakan
waktu lama, dan biayanya besar. Sudah begitu, tidak ada jaminan bahwa si calon karyawan itu
benar-benar sesuai dengan keinginan si pengusaha. Ini ibarat berjudi bagi pengusaha.
2.Karena bisnis UKM itu skalanya kecil maka interaksi dengan pemilik tinggi, maka harus ada
kecocokan sifat. Kalau merekrut kalangan keluarga belum tentu cocok sifatnya, malahan kita
kadang tidak bisa membedakan hubungan profesional dengan kekerabatan. Kecuali anak yang
bisa membantu. Karyawan ini bisa dicari lulusan sekolah kejuruan.
3.Setelah merekrut dan mengembangkan keahlian, perlu memperhatikan leadership atau
kepemimpinan karyawan. Karena semakin besar perusahaan, maka harus ada level
selanjutnya yang diserahi sebagian pengelolaan perusahaan, dan kepemimpinan karyawan ini
harus dilatih benar. Pemegang pekerjaan harus tahu tugasnya secara tepat.
4.Imbal jasa dengan menerapkan open management sangat bagus bagi usaha UKM, dimana
karyawan tahu seberapa besar keuntungan perusahaan sehingga meningkatkan sense of
belonging atau rasa memiliki perusahaan.
Menyewa Tenaga Kontrak.
Ada kalanya, perusahaan harus mendapatkan karyawan tambahan dalam periode waktu
tertentu. Hal ini biasanya karena ada order besar, atau pesanan produk yang harus selesai
pada waktu tertentu. Salah satu jalan yang ditempuh pengusaha adalah mencari karyawan
kontrak atau pekerja yang dibayar harian atau mingguan bahkan ada yang dibayar berdasarkan
produk yang diselesaikan. Misalnya pengusaha katering yang mendapatkan order di luar
kemampuan karyawan tetapnya atau pengusaha souvenir yang menerima banyak order yang
harus diselesaikan segera.
Menyewa tenaga kontrak cukup menguntungkan kedua belah pihak. Si tenaga kontrak bisa
mendapatkan pengalaman, uang, dan kesempatan untuk belajar di perusahaan tersebut.
Sebaliknya, pengusaha juga merasa terbantu dengan tenaga lepas yang sudah mempunyai
pengetahuan dasar di bidangnya dan tak perlu repot menggaji bulanan.
Cara Merekrut Karyawan
Umumnya, para pengusaha pasti akan menyebarkan informasi bahwa bisnis yang sedang
dijalankannya sedang membutuhkan tenaga tambahan. Menjaring wajah baru bisa melalui
beragam cara. Contohnya, melalui iklan, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga

pendidikan, organisasi buruh, dan sebagainya. Perusahaan juga memilih lebih dari satu
metode, tergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Mana yang lebih efektif?
Dengan pertimbangan tertentu, beberapa pengusaha mengaku lebih suka mengambil tenaga
kerja dari lingkungan sekitar mereka. Salah satu pertimbangannya, lokasi dan keamanan
perusahaan. Jika karyawan bermukim di belasan bahkan puluhan kilometer dari tempatnya
bekerja, tentu saja akan menggerus upah untuk ongkos transportasi. Apalagi perusahaan yang
buka 24 jam dan menerapkan sistem kerja berdasarkan shift, bila tidak didukung oleh tenaga
kerja dari lingkungan sekitar tentu akan kerepotan saat mereka bekerja di shift malam.
Beberapa pengusaha juga mencari karyawan hasil rekomendasi dari sahabat dan kerabat
terdekat. Informasi dari mulut ke mulut, juga biasanya lebih tepat sasaran, karena kualitas dan
kriteria sudah terbukti dan ada penjamin dari si pemberi rekomendasi. Sebab, mau tak mau si
pemberi rekomendasi ikut bertanggung jawab dengan kinerja si pekerja. Selain itu, ongkosnya
lebih ngirit, karena tidak mengeluarkan biaya untuk beriklan di koran.
Menentukan Kriteria
Apa yang perlu diperhatikan soal kualifikasi pegawai? Banyak pengusaha UKM yang tak
mengharuskan karyawannya mengantongi ijazah perguruan tinggi. Siapapun orangnya, asal
punya keistimewaan dan keterampilan di bidangnya, bekerja bagus, mau belajar, jujur, dan loyal
itu sudah cukup. Yang diutamakan keahlian ketimbang pendidikan formal.
Karakter karyawan juga perlu. Persoalan karakter ini jadi penting, terutama untuk pekerjaan
yang berhubungan dengan uang. Misalnya, untuk bagian penagihan atau keuangan. Jika si
karyawan tukang tilap, tagihan bisa hilang mendadak karena duitnya dipakai duluan.
Bagi pengusaha di bidang pelayanan atau jasa seperti bengkel motor mobil, selain
keterampilan, prestasi di bangku sekolah juga menjadi ukuran. Biasanya dicari lulusan sekolah
menengah kejuruan (SMK yang dulu bernama STM). Selain itu, calon karyawan juga melalui
tes psikologi, tes IQ, tes teknis, dan tes wawancara. Penetapan syarat yang sedemikian itu
ternyata tak melunturkan minat para pelamar.
Merencanakan Pelatihan
Setelah mendapat karyawan baru, yang harus dipikirkan kemudian ialah melatihnya. Ada yang
menyebutnya sebagai masa magang karyawan, atau masa kontrak. Tujuannya untuk
mengenalkan dan memahamkan karyawan baru terhadap bidang yang akan mereka geluti.
Kendati penting, sejumlah perusahaan meniadakan kegiatan ini.
Bagi pengusaha, pelatihan ini bisa menjadi titik awal menilai kinerja karyawan. Umumnya, ada
eveluasi di setiap periode tertentu. Pengusaha berhak menilai perilaku, tanggung jawab,
penghargaan terhadap pekerjaan, absensi, dan kompetensi. Jika sesuai dengan standar,

artinya karyawan berhak untuk tinggal di perusahaan tersebut. Sebaliknya, calon karyawan
harus rela cabut karena dinyatakan tidak lulus.
Menurut pengalaman para pengusaha, tak sulit menentukan si karyawan anyar berhak menjadi
karyawan tetap atau tidak. Kita cukup melihat performa selama enam bulan hingga satu tahun.
Jika selama menjalani masa percobaan si calon karyawan tersebut tidak pernah mendapat
peringatan, teguran, atau tidak melakukan kesalahan, berarti si pengusaha tidak salah pilih
orang.