Anda di halaman 1dari 3

Pengetahuan Dasar Tari

Media tari adalah gerak tubuh manusia. Melalui gerak tubuh manusia dipakai untuk
mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalaman sang seniman kepada orang lain.
Ciri khas gerak tari adalah gerak yang sudah diolah dari aspek tenaga, ruang, dan waktu.
Ada dua jenis tari, yakni tari tradisional dan tari non-tradisional. Hal yang termasuk tari
tradisional Indonesia adalah tari primitif, tari rakyat, dan tari klasik. Ketiga jenis tari ini tujuan
upacara, hiburan, dan tontonan Sedangkan yang termasuk dalam jenis tari non-tradisional adalah
tari kreasi baru, tari modern, dan tari kontemporer. Ciri khas tari kreasi baru adalah tari
tradisional yang diperbaharui. Ciri khas tari modern dan tari kontemporer adalah penemuan baru
dalam hal tema bentuk dan penyajian tari. Wujud tari modern dan tari kontemporer Indonesia
biasanya merupakan gabungan dari unsur-unsur budaya setempat dengan unsur budaya dunia.
Ada pula yang sepenuhnya menampilkan unsur budaya dunia. Ciri khas tari kontemporer
Indonesia adalah menyajikan tema, bentuk yang sedang terkenal, sedang menjadi sorotan saat
ini. Jika tari kontemporer cirinya menyajikan tema dan bentuk yang sedang terkenal, sedang
menjadi sorotan saat ini, namun tari modern belum tentu menyajikan tema dan bentuk yang
sedang terkenal saat ini.

tari modern ― sebuah istilah yang digunakan secara luas di Amerika dan
Inggris untuk mendenotasikan tari yang tidak berbasis pada aliran akademis ballet
klasik. Sepanjang awal abad ke-20, praktisi seperti Isadora Duncan, Ruth St Denis,
Martha Graham dan Doris Humphrey, tari modern berkembang (sebagai sebuah
aliran) yang berseberangan dengan ballet klasik, dengan menolak formalitas
struktur dan kadang juga ketidakseriusan secara tematik dalam ballet klasik. Para
perintis tari modern sengaja menjauhi hirarki kaku dalam ballet, dan lebih menyukai
gaya gerakan yang lebih bebas ― misalnya lebih menyukai (menari dengan) kaki
telanjang ketimbang bersepatu pointe. Orang-orang seperti Graham dan Humphrey
mengembangkan metode-metode mereka sendiri dalam mengajar teknik baru yang
diperlukan untuk menciptakan koreografi mereka. Subyek awal dari karya mereka
seringkali sesuatu yang politis atau psikologis (Graham terutama dipengaruhi oleh
psikologi Jungian dalam tariannya). Di kurun 1950an Cunningham maju satu
langkah dalam bentuk dengan menelanjangi tari dari konteks literatur maupun
naratif, sekaligus mengisolasi bentuknya dari iringan musikal. Di akhir abad ke-20,
rintangan-rintangan antara ballet dan tari modern kurang ditekankan oleh para
penari dan koreografer yang cenderung berkerja menggunakan kedua gaya
tersebut

Unsur Pokok Tari

Media memiliki 2 pengertian, yaitu bahan dan alat. Bahan baku tari adalah gerak dan
tubuh manusia sebagai alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, dan pengalaman.
Gerak tari terbentuk karena adanya kombinasi tenaga, ruang dan waktu di dalam setiap gerak tari
maka ketiganya disebut sebagai unsur pokok tari
Tenaga adalah kekuatan yang mendorong terjadinya gerak. Jenis tenaga adalah berat/ringan, kuat
lemah.
Ruang adalah tempat untuk bergerak. Tempat untuk bergerak yang bersifat harfiah, contohnya
panggung terbuka, panggung tertutup. Sedangkan bersifat imajinatif tercipta karena benda-benda
di panggung dan karena gerakan penari, arah gerak penari, teba gerak, tinggi rendah penari pada
waktu menari.
Waktu adalah tempo yang diperlukan penari untuk melakukan gerak. Waktu tergantung dari
cepat lambatnya (tempo) penari dalam melakukan gerakan, panjang pendeknya ketukan (ritme)
penari dalam bergerak dan lamanya (durasi) penari melakukan gerakan.

Unsur Komposisi Tari

Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bagaimana


memilih dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari. Pengetahuan komposisi tari mempelajari
tentang desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana,
tata pentas, tata lampu dan tata suara.
Desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata
pentas, tata lampu dan tata suara disebut sebagai unsur komposisi tari.
Desain lantai adalah garis-garis lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis yang dibuat
oleh formasi penari. Desain atas adalah desain yang dibuat oleh anggota badan yang berada di
atas lantai. Desain musik adalah pola ritmik dalam tari.
Desain dramatik adalah tahap-tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari.
Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari.
Tema adalah ide persoalan dalam tari. Tata rias dan busana adalah rias wajah dan pakaian untuk
mendukung penampilan penari di atas pentas. Tata pentas adalah penataan pentas untuk
mendukung pergelaran tari.
Seperangkat benda yang berada di atas pentas untuk mendukung pergelaran tari disebut dengan
setting. Tata lampu adalah penataan seperangkat lampu di pentas untuk mendukung pergelaran
tari. Tata suara adalah penataan seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik
iringan tari, pada waktu pergelaran tari berlangsung

Unsur Komposisi Tari

Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bagaimana memilih
dan menata gerakan menjadi sebuah karya tari. Pengetahuan komposisi tari mempelajari tentang
desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata
pentas, tata lampu dan tata suara.
Desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata
pentas, tata lampu dan tata suara disebut sebagai unsur komposisi tari.
Desain lantai adalah garis-garis lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis yang dibuat
oleh formasi penari. Desain atas adalah desain yang dibuat oleh anggota badan yang berada di
atas lantai. Desain musik adalah pola ritmik dalam tari.
Desain dramatik adalah tahap-tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari.
Dinamika adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari.
Tema adalah ide persoalan dalam tari. Tata rias dan busana adalah rias wajah dan pakaian untuk
mendukung penampilan penari di atas pentas. Tata pentas adalah penataan pentas untuk
mendukung pergelaran tari.
Seperangkat benda yang berada di atas pentas untuk mendukung pergelaran tari disebut dengan
setting. Tata lampu adalah penataan seperangkat lampu di pentas untuk mendukung pergelaran
tari. Tata suara adalah penataan seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik
iringan tari, pada waktu pergelaran tari berlangsung.