MODELMODEL-MODEL PEMBELAJARAN

MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK MODEL PEMBELAJARAN PAKEM

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)
Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. sehari-

1. 2. 3.

Landasan filosofis model pembelajaran kontekstual ada tiga pilar yang menjadi landasan filosofis : CTL mencerminkan konsep saling bergantungan. CTL mencerminkan prinsip deferensiasi CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri

Landasan filosofi CTL adalah konstruktivisme artinya filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisahdipisah-pisahkan harus utuh. Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal ke 20 yaitu filosofi belajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalaman siswa

KOMPONEN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Konstruktivisme Inkuiri Bertanya Masyarakat belajar Pemodelan Refleksi Penilaian

POLA / SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK € SD € SMTP € SMTA dan PT. ContohContoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas : a. Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan-persoalan persoalankontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabat.

b. Seorang guru IPS, meminta kelompok untuk menentukan pembicaraan tamu/narasumber untuk menjelaskan hal yang sedang diteliti € tentang . c. Di suatu kelas yang membahas tentang pariwisata siswa diminta untuk membahas potensi pariwisata di wilayahnya dari berbagai sudut pandang dan ideideidenya. d. Menyuruh anak mengadakan simulasi mengenai kejadiankejadiankejadian yang memicu perang dunia II, pecahnya G 30 S PKI, dll. e. Seorang guru matematika memberi tugas pada siswa tentang kegiatan di masa datang cara menabung untuk masa pensiun.

LANGKAHLANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
1. Kembangkan pemikiran bahwa anak
akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok) kelompokHadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Lakukan refleksi di akhir penemuan. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

2. 3. 4. 5. 6. 7.

CIRI KELAS YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

1. Pengalaman nyata 2. Kerjasama saling menunjang 3. Gembira belajar dengan 4. 5. 6. 7. 8. 9.
bergairah Pembelajaran terintegrasi Menggunakan berbagai sumber Siswa aktif dan kritis Menyenangkan tidak membosankan Sharing dengan teman Guru kreatif

PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Konsep Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar. Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa.

CIRICIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1. 2. 3. 4.

Saling ketergantungan positif Interaksi tatap muka Akuntabilitas individual Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi.

TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Metode STAD (Student Achievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis. LangkahLangkah-Langkah : 1. Siswa dibagi menjadi kelompokkelompokkelompok. 2. Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi. 3. Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi. 4. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

METODE JIGSAW
Dikembangkan oleh Slavin dkk Langkahnya : Kelas dibagi menjadi beberapa tim anggotanya 5-6 yang 5karakteristiknya heterogen. Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari. Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar.

Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari. Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru. ContohContoh-contoh bisa dibaca di buku.

PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING
Proses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan. Kalau semua itu tidak tercapai, guru harus ganti strategi dengan menggunakan multi media, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, proses belajar saat ini boleh dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi pada tujuan.

Pembelajaran yang Kurang Berhasil Disebabkan Tiga Hal antara lain :
1. Perkembangan kebutuhan dan
aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan hasil kerja lembaga pendidikan / p kemajuan di luar lebih pesat. 2. Pandangan dan temuan-temuan temuanbaru dari berbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran membuat paradigma, falsafah dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang ini tidak cocok lagi. 3. Berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma, falsafah dan metodologi pengajaran.

DASAR TEORI QUANTUM TEAHING
Quantum € Bermakna Pembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda.

CIRICIRI-CIRI UMUM PEMBELAJARAN QUANTUM
Berpangkal pada psikologi kognitif Humanistis Siswa sebagai pembelajar menjadi pusat perhatian. Lebih bersifat pada konstruktivistis Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna. Sangat menekankan pada pencapaian pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. Sangat menekankan kealamiyahan dan kewajaran proses pembelajaran.

PRINSIPPRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUM

1. Bawa dunia mereka ke dalam 2. 3.
dunia kita dan antarkan dunia kita ke dalam dunia mereka Berlaku prinsip permainan orkestra simponi. Harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan.

TEKNIK PEMBELAJARAN QUANTUM
Peta konsep menunjukkan penanganan ide-ide pikiran sebagai idesasaran dalam bentuk grafis. Langkah peta konsep : Contoh :
Siklus Hidrologi

Sebaran Sumber Daya Air Kualitas Air Sumber Daya Air

Perairan Laut

Perairan Darat

KONTEKS
Mengubah suasana belajar yang menggairahkan

Membangun motivasi Menjalin simpati Membangun keriangan dan ketaajuban Mendorong pengambilan resiko Membangun rasa saling memiliki Membangun keteladanan

KONTEKS
Mengubah landasan yang kokoh

Penetapan tujuan bersama Membangun prinsip dan nilai bersama Membangun keyakinan G M Membangun kesepakatan dan aturan bersama Membangun kemitraan dalam belajar

KONTEKS
Mengubah lingkungan yang menyenangkan

Lingkungan kelas Media belajar Penetapan meja kursi Penetapan hewan, taman, dan aroma Penetapan musik

KONTEKS
Mengubah belajar yang dinamis

Dari dunia siswa ke dunia kita Sesuaikan dengan karakteristrik belajar siswa Padukan kesuksesan, kegagalan, dan resiko Gunakan tahapan tandur Gunakan metaphora, analogi

TEKNIK MEMORI
a. b. c. d. e.
Melatih imajinasi Teknik rantaian kata Teknik plesetan kata Sistem pasak lokasi Teknik Akrostik (jembatan kedelai)

GUBAHAN TANDUR
a. b. c. d. e. f.
Tanamkan Amati Namai Demonstrasikan Ulangi Rayakan

PEMBELAJARAN TEMATIK
PEMBELAJARAN TEMATIK ADALAH PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEMA UNTUK MEMPELAJARI SUATU MATERI GUNA MENCAPAI KOMPETENSI TERTENTU. TEMA ADALAH SUATU BIDANG YANG LUAS, YANG MENJADI FOKUS PEMBAHASAN DALAM PEMBELAJARAN TOPIK ADALAH BAGIAN DARI TEMA / SUB TEMA JENIS TEMA : INTRA DISCIPLINARY DAN INTER DISCIPLINARY

RASIONAL PEMBELAJARAN TEMATIK
MENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJAR YANG BERMAKNA TEMA MEMBERIKAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MENEMUKAN KAITAN ANTAR BIDANG STUDI MENGAJAR DENGAN TEMA SEBAGAI SUATU CARA UNTUK MELAKUKAN KETERPADUAN KECENDERUNGAN MENEMUKAN KAITAN DALAM PEMBELAJARAN YANG DIORGANISASIKAN SECARA TEMATIK

KEUNGGULAN PEMBELAJARAN TEMATIK
PEMBELAJARAN LEBIH MUDAH MEMAHAMI APA & MENGAPA MEREKA BELAJAR HUBUNGAN ANTARA KONTEN & PROSES LEBIH JELAS MEMPERCEPAT TRANSFER KONSEP LINTAS BIDANG STUDI BELAJAR SECARA MENDALAM DAN MELUAS PENGGUNAAN WAKTU EFEKTIF MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF

STRATEGI PEMBELAJARAN
MEMILIH TEMA MENENTUKAN KONSEP KUNCI MENENTUKAN KEGIATANKEGIATANKEGIATAN UNTUK INVESTIGASI KONSEPKONSEP-KONSEP MENENTUKAN BIDANG STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN MANA YG DIGUNAKAN SEBAGAI BAG. KEGIATAN REVIU KEGIATAN & BID-BID STUDI BID/ BIDANG PENGEMBANGAN YANG BERKAITAN MENGORGANISASI BAHAN-BAHAN BAHANUNTUK MEMUDAHKAN DISTRIBUSI & PENGGUNAAN MENENTUKAN URUTAN KEGIATAN YANG DISAJIKAN DI KELAS DISKUSI TINDAK LANJUT

CONTOH PERKEMBANGAN KONSEP
TEMA : ZAT CAIR ZAT CAIR DAPAT DITUANGKAN DARI SUATU WADAH KE WADAH YANG LAIN ZAT CAIR MENGAMBIL BENTUK SEPERTI WADAHNYA ZAT CAIR DAPAT DIKELOMPOKKAN MENURUT CIRI-CIRINYA CIRIBBERAPA ZAT CAIR LEBIH KENTAL DARI PADA YANG LAIN ADA BENDA YANG LARUT DALAM ZAT CAIR DAN ADA YANG TIDAK

Beberapa benda Larut

1.

Sains Matematik Bahasa

Zat cair dpt Dimanfaatkan dg berbagai cara IPS

2. 3.

Zat cair dpt Dituangkan dr suatu wadah ke wadah lain 1. 2. 3. Sains Matematik Bahasa

Zat Cair

Beberapa zat Cair lbh Kental daripada Yg lain 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa Zat cair dpt Dikelpokkan Menurut ciri-cirinya 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa

Zat cair Mengambil bentuk seperti wadahnya 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa

BERBAGAI MODEL PEMBELAJARAN
Model Konstruktivisme Model Pemecahan Masalah/Studi Kasus Model Jigsaw Model Kreatif & Produktif Model Latihan Keterampilan Model Simulasi & Bermain Peran Dll

MODEL KONSTRUKTIVISME
Landasan Teori Siswa mengkonstruksi idea berdasarkan pengalaman dan interaksi dg sumber belajar Hasil belajar dapat ditampilkan dengan berbagai cara. Langkah : Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi Idea, Aplikasi Idea, Reviu, Membandingkan

MODEL PEMECAHAN MASALAH / STUDI KASUS
Tujuan Mengembangkan kemampuan analisis & memecahkan masalah/mengambil keputusan Topik nyata dalam kehidupan yang mempersyaratkan pemecahan masalah Evaluasi : proses kelompok & hasil pemecahan masalah

MODEL PEMECAHAN MASALAH / STUDI KASUS
LANGKAHLANGKAH-LANGKAH Pendahuluan : orientasi pada masalah Kegiatan inti : Sajikan kasus (peristiwa yang mengandung masalah untuk bahan diskusi/analisis) Pecahkan kasus dalam kelompok / secara individual Kegiatan penutup : Menindaklanjuti hasil kelompok / individu

MODEL : JIGSAW
Landasan Teori : belajar kolaboratif dan aktif, mhs dapat belajar dari teman Topik : dapat dipecah menjadi 2-4 subtopik Tujuan : menanamkan konsep melalui kerja sama Langkah : kelas dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-8 3orang.

MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF
Landasan Teori : Belajar aktif, konstruktivistik, kolaboratif dan kreatif Tujuan : Kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah & dampak pengiring, kerja sama, disiplin, mandiri. Topik : dari bidang sosial, IPA, bahasa Evaluasi : proses dan hasil

LANGKAHLANGKAH-LANGKAH
ORIENTASI EKSPLORASI INTERPRETASI RERE-KREASI

MODEL LATIHAN KETERAMPILAN
Tujuan : Menguasai keterampilan tertentu (intelektual, sosial, motorik) Bentuk : TeoriTeori-praktek (situasi nyata) Simulasi Bermain peran

MODEL BERMAIN PERAN
a. Tujuan :
Menghayati situasi tertentu dan bertindak sesuai dengan situasi tersebut. b. Topik : Masalah dalam kehidupan seharisehari-hari.

MODEL BERMAIN PERAN
LANGKAHLANGKAH-LANGKAH Menyajikan dan membahas situasi Menyiapkan permainan Bermain Mengungkapkan pengalaman

TUGAS KELOMPOK
Pilih satu kemampuan & topik yang akan dicapai / disajikan dalam pelatihan Pilih model pembelajaran yg paling sesuai dg kemampuan dan topik tersebut. Susun langkah-langkah langkahpembelajaran Berikan alasan mengapa langkah tersebut dipilih

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful