Anda di halaman 1dari 5

PNEUMOTORAKS

Definisi
Epidemiologi

Penyebab

Tanda dan Gejala

Diagnosis

Suatu keadaan dimana terdapatnya udara atau gas pada rongga


potensial diantara pleura visceral dan pleura parietal yang
menyebabkan sebagian atau seluruh paru menajdi kolaps
Angka kejadiannya berkisar antara 2,4 17,8 per 100.000
penduduk per tahun.
Laki-laki : Perempuan 5 : 1
Pneumotoraks bilateral kira-kira 2 % dari seluruh
pneumotoraks spontan
Pneumotoraks spontan primer :
Merokok
Perubahan pada tekanan atmosfer
Pneumotoraks spontan sekunder
PPOK
Emfisema
Asma
Cystic Fibrosis
Interstitial lung diseasa
Tuberculosis
Pneumonia
Colagen vascular disease
Dyspnea
Nyeri dada tajam yang timbul secara tiba-tiba, dan semakin
nyeri jika penderita menarik napas atau batuk
Dada terasa sempit
Mudah lelah
Denyut jantung cepat
Warna kulit menjadi kebiruan kekurangan oksigen
Cemas, stres
Anamnesis
Dyspnea
Nyeri dada (64-85%) bersifat pleuritik
Nyeri pada pneumotoraks spontan bersifat akut dan
ipsilateral
Batuk
Riwayat penyakit paru, khususnya PPOK dan Cystik
fibrosis
Riwayat pneumotoraks sebelumnya
Riwayat trauma
Pemeriksaan Fisik
Pergerakan dada asimetris
Takikardi
Takipnea
Hipoksia

Pemeriksaan Penunjang

Penatalaksanaan

Suara napas melemah


Perkusi : normal atau hipersonor
Vokal fremitus menurun
Analisis gas darah
EKG
Foto toraks Bayangan udara dalam rongga pleura
memberikan bayangan radiolusen yang tanpa struktur jaringan
paru (avascular pattern) dengan batas paru berupa garis
radioopak tipis yang berasal dari pleura viseral
Dasar pengobatan pneumotoraks tergantung pada: berat dan
lamanya keluhan atau gejala, adanya riwayat pneumotoraks
sebelumnya, jenis pekerjaan penderita. Sasaran pengobatan
adalah secepatnya mengembangkan paru yang sakit sehingga
keluhan- keluhan juga berkurang dan mencegah kambuh
kembali.
Pneumotorak
mula-mula
diatasi
dengan
pengamatankonservatif bila kolaps paru-paru 20% atau kurang.
Udara sedikit demi sedikit diabsorpsi melaului permukaan
pleura yang bertindak sebagai membran basah, yang
memungkinkan difusi oksigen dan karbondioksida.
Tindakan Dekompresi,
Membuat hubungan rongga pleura dengan dunia luar dengan
cara:
1. Menusukkan jarum melalui dinding dada terus masuk ronga
pleura
2. Membuat hubungan dengan dunia luar melalui kontra ventil:
Dapat memakai infus setJarum abbocath
Pipa water sealed drainage (WSD)
Penghisapan terus-menerus (Continous suction)
Pencabutan drain
Tindakan bedah

Dicari lubang penyebab pneumotoraks dan dijahit

Dekortikasi

Reseksi

pleurodesis
Pengobatan tambahan:
Bila terdapat proses lain di paru, pengobatan ditujukan terhadap
proses penyebabnya:
- terhadap bronkitis kronis
- terhadap proses tuberkulosis paru
- untuk mencegah obstipasi dan memperlancar defakasi
Istirahat total

Komplikasi

Tension pneumotoraks
Pio-pneumotoraks
Hidropneumotoraks / hemopneumotoraks
Pneumodiastinum dan emfisema subkutan

Pneumotoraks simultan bilateral


Pneumotorak kronik
Pneumotoraks ulangan
Prognosis
Pasien dengan pneumotoraks spontan mengalami pneumotorak
ulangan, tetapi tidak ada komplikasi jangka panjang dengan
terapi yang berhasil. Kesembuhan dari kolap paru secara umum
membutuhkan waktu 1 sampai 2 minggu. Pneumotoraks tension
dapat menyebabkan kematian secara cepat berhubungan denga
curah jantung yang tidak adekuat atau insufisiensi oksigen
darah (hipoksemia) dan harus ditangani sebagai kedaruratan
medik
Hal-hal yang harus Berhenti merokok
diperhatikan
Mengkonsumsi makanan bergizi
(meringankan penyakit) Istirahat total
Referensi
Hood Alsagaff, M. Jusuf Wibisono, Winariani, Buku Ajar
Ilmu Penyakit Paru 2004, LAB/SMF Ilmu Penyakit Paru dan
Saluran Nafas FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, Surabaya,
2004
Anonymous, Pneumotoraks, www.Urac.org
Anonymous, Pneumotoraks, www.lungusa.org
Anonymous, Pneumotoraks, www.meadlineplus.org
Nama

Christa Yoanita Yudith Koli

HEMATOTORAKS
Definisi
Epidemiologi
Penyebab

Tanda dan Gejala

Diagnosis

Suatu keadaan dimana terdapatnya kumpulan darah di dalam


ruang antara dinding dada dan paru-paru (rongga pleura).
Aangka kejadian hematotoraks terkait trauma di Amerika
Serikat adalah 300.000 kasus per tahun
Traumatik
Trauma tumpul
Trauma tembus (termasuk iatrogenik)
Nontraumatik / spontan
neoplasma
komplikasi antikoagulan
emboli paru dengan infark
robekan adesi pleura yang berhubungan dengan
pneumotoraks spontan
Bullous emphysema
Nekrosis akibat infeksi
Tuberculosis
fistula arteri atau vena pulmonal
telangiectasia hemoragik herediter
kelainan vaskular intratoraks nonpulmoner (aneurisma
aorta pars thoraxica, aneurisma arteri mamaria interna)
sekuestrasi intralobar dan
ekstralobar
patologi abdomen ( pancreatic pseudocyst, splenic
artery aneurysm, hemoperitoneum)
Catamenial
Denyut jantung yang cepat
Kecemasan
Kegelisahan
Kelelahan
Kulit yang dingin dan berkeringat
Kulit yang pucat
Rasa sakit di dada
Sesak nafas
Anamnesis
Riwayat dan mekanisme trauma
Pemeriksaan fisik

Inspeksi : ketinggalan gerak

Perkusi
: redup di bagian basal karena darah
mencapai tempat yang paling rendah

Auskultasi : vesikuler

Palpasi : fokal fremitus asimetris (menurun)

Sumber lain menyebutkan tanda pemeriksaan yang bisa


ditemukan adalah :
Tachypnea
Pada perkusi redup
Jika kehilangan darah sistemik substansial akan terjadi
hipotensi dan takikardia.
Gangguan pernafasan dan tanda awal syok hemoragic
Pemeriksaan Penunjang Foto thoraks : menyatakan akumulasi udara / cairan pada
area pleura, dapat menunjukan penyimpangan struktur
mediastinal (jantung)
Analisa Gas Darah : Variabel tergantung dari derajat fungsi
paru yang dipengeruhi, gangguan mekanik pernapasan dan
kemampuan mengkompensasi. PaCO2 kadang-kadang
meningkat. PaO2 mungkin normal atau menurun, saturasi
oksigen biasanya menurun.
Torasentesis : menyatakan darah/cairan serosanguinosa
(hemothorak).
Hb : mungkin menurun, menunjukan kehilangan darah.
Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan adalah untuk menstabilkan pasien,
menghentikan pendarahan, dan menghilangkan darah dan udara
dalam rongga pleura. Penanganan pada hemotoraks adalah
1. Resusitasi cairan.
2. Pemasangan chest tube ( WSD ) ukuran besar agar darah
pada toraks tersebut dapat cepat keluar sehingga tidak
membeku didalam pleura.
3. Thoracotomy
Komplikasi
Kegagalan pernafasan

Empyema
Fibrosis atau parut dari membran pleura
Syok
Kematian
Prognosis
Apabila dibiarkan tidak dirawat, akumulasi darah akan sampai
pada titik dimana mulai menekan mediastinum dan trakea
Hal-hal yang harus Menghindari terjadinya trauma di dada
diperhatikan
Mengkonsumsi makanan bergizi
(meringankan penyakit) Istirahat total
Referensi
Hood Alsagaff, M. Jusuf Wibisono, Winariani, Buku Ajar Ilmu
Penyakit Paru 2004, LAB/SMF Ilmu Penyakit Paru dan Saluran
Nafas FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, 2004
Nama
Christa Yoanita Yudith Koli