Anda di halaman 1dari 22

TUGAS

ALAT INDUSTRI KIMIA I

UNIT KRISTALISASI UREA PT. PUSRI

DISUSUN OLEH :

MOHAMAD PANDI

(03091003016)

BADRIANSYAH ADIL (03091003036)


AL FAUZAN

(03091003078)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2010/2011
0

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat dan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
tugas Alat Industri Kimia ini tepat pada waktunya. Salawat dan
salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi
Muhammad SAW sebagai suri teladan hingga akhir zaman.
Tugas ini merupakan bedah anatomi proses industri kimia. Proses
yang kami bedah adalah unit kristalisasi dan pembutiran urea PT.
PUSRI. Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan
gambaran umum proses pembuatan urea, khususnya unit
kristalisasi dan pembutiran.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
jauh dari sempurna, baik dari segi bentuk maupun isinya. Untuk
itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna
memperbaiki segala kekurangan dalam penyusunan makalah
untuk tugas tugas selanjutnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Leily Nurul Komariah
sebagai dosen pengasuh mata kuliah Alat Industri Kimia I, juga
kepada para mahasiswa Teknik Kimia yang telah membantu
penyelesaian makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat dan memenuhi harapan bagi semua pihak.

Indralaya, 25 Mei 2011

Penyusun,
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................


i
LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................
ii
KATA PENGANTAR ................................................................................
iv
DAFTAR ISI ...........................................................................................
v
BAB I PENDAHULUAN
1.1.

Lokasi Pabrik......................................................

3
1.2.
Proses .................................................................................
.............. 3
1.3. Kapasitas
.....................................................................................
...... 3
1.4. Bahan
Baku ...................................................................................
... 4

1.5. Bahan Pembantu


............................................................................... 4
1.6. Rasio Bahan Baku dan Bahan
Pembantu ........................................ 4
1.7. Kualits
Produk ................................................................................
.5
1.8. Proses Pembuatan
Urea ................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
1.1. Kristalisasi dan Pembutiran ............................................................10
1.2. Tabel Inventarisasi Peralatan ..........................................................13
1.3. Sfesifikasi Alat Proses ....................................................................13
BAB III
LAMPIRAN ....................................................................................
....15
DAFTAR
PUSTAKA ......................................................................................
..19

BAB I
PENDAHULUAN

LOKASI PABRIK
PT. Pupuk Sriwidjaja terletak ditepian Sungai Musi, di wilayah
perkampungan Sungai Selayur termasuk kampung 1 Ilir dan 2 Ilir,
Kecamatan Ilir Timur II, Kotamadya Palembang. Lokasi ini berada

kira-kira 7 km dari pusat kota Palembang. Pemilihan lokasi ini


berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan olah Gass Bell and
Associaties dari Amerika Serikat yang memberikan rekomendasi
untuk membangun Pabrik Pupuk Urea di Sumatera Selatan.

PROSES
PT. Pusri menggunakan 2 (dua) macam proses pembuatan urea,
yaitu Total Recycle C Improve (TRCI ) dan Advance Costand
Energy Saving (ACES).
- Pabrik Urea Pusri-III dan IV menggunakan proses TRCI.
- Pabrik Urea Pusri-II menggunakan proses TRCI yang seksi
Sintesisnya sudah dimodifikasi menjadi ACES.
- Pabrik Urea Pusri-IB menggunakan proses ACES.

KAPASITAS
Total Kapasitas Produksi pabrik Urea PT. PUSRI adalah sebesar
6.900 ton perhari, dengan kapasitas produksi masing-masing
adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

PUSRI
PUSRI
PUSRI
PUSRI

II
III
IV
IB

:
:
:
:

1725
1725
1725
1725

Ton/day
Ton/day
Ton/day
Ton/day

BAHAN BAKU :
Gas CO2
Spesifikasi :
- CO2
- Sulfur

= 98 % wt min
= 1,0 ppm vol maks

- H2O

= jenuh

- Tekanan

= 0,6 kg/cm2 min

- Suhu

= 38 o C

NH3 cair
Spesifikasi :
- NH3

= 99,5 % wt min

- H2O

= 0,5 % wt maks

- oil

= 5,0 ppm wt maks

- tekanan

= 18 kg/cm2 min

- suhu

= 30 o C

BAHAN PEMBANTU
Uap

air (steam), Air demin ( demin water), Air pendingin


(cooling water), Air tersaring (filter water), Air pemadam
kebakaran, Udara instrument, Udara pabrik untuk pasivasi,
Gas nitrogen, dan Listrik

RASIO BAHAN BAKU DAN BAHAN PEMBANTU


Rasio bahan baku dan pembantu untuk membuat 1 ton Urea
adalah sbb :
Amoniak

= 0,568 ton

Gas CO2

= 0,745 ton

Listrik

= 30 kwh

Air pendingin

= 88 M3

Uap air

= 0,99 ton

KUALITAS PRODUK

Nitrogen

= 46,2 % min

Biuret

= 0,5 % maks

Moisture

= 0,3 % maks

Kandungan Fe

= 1,0 ppm maks

NH3 bebas = 150 ppm maks


Abu

= 15 ppm maks

Ukuran butir > 6 mesh = 95 % min

PROSES PEMBUATAN UREA

Secara garis besar proses pembuatan urea tersebut dapat dibagi


dalam beberapa Seksi sbb :

2.
3.
4.
5.

1.

Seksi Sintesa

Seksi
Seksi
Seksi
Seksi

Purifikasi/Dekomposisi
Recovery
Kristalisasi dan Pembutiran
Pengolahan Kondensat Proses

Blok diagram proses pembuatan Urea adalah sbb :

1. Seksi Sintesa
1.1. Reaktor Urea
Urea dihasilkan dari reaksi antara NH3 dan CO2 sbb :
2 NH3 + CO2 <=====> NH2COONH4 + Q1
NH2COONH4 <=====> NH2CONH2 + H2O - Q2

Kondisi operasi di reaktor adalah dijaga pada tekanan =


175 Kg/Cm2, temperatur = 190 o C, rasio NH3/CO2 = 4,0
dan rasio H2O/CO2 = 0,46.

1.2. CO2 Stripper


Berfungsi sebagai pemisah kelebihan amoniak serta
menguraikan amonium karbamat yang tidak
terkonversi
di Reaktor Urea dengan cara pemanasan menggunakan
steam dan CO2 stripping. Terjadi reaksi samping hidrolisa
urea dan pembentukan biuret.

NH2CONH2 + H2O <====> CO2 + 2 NH3


2 NH2CONH2 <====> NH2CONHCONH2 + NH3

1.3. Carbamate Condenser


Gas dari bagian atas Stripper dikondensasikan dan diserap
oleh larutan karbamat didalam Carbamate Condenser
sehingga akan menghasilkan panas. Di dalam Carbamate
Condenser No. 1 panas yang timbul dimanfaatkan untuk
membangkitkan uap air tekanan 5,5 Kg/Cm2 sedangkan
didalam Carbamate Condenser No.2 panas yang timbul
dipakai untuk memanaskan larutan urea dari bagian bawah
Stripper yang akan dikirim ke HPD.
Tekanan operasinya sedikit diatas tekanan Reaktor Urea,
sedangkan suhunya adalah :
- bagian atas

= 185 oC

- bagian bawah = 175 oC


Terdapat dua buah Carbamate Condenser :
1. Carbamate Condenser No.1
Tekanan uap air yang terbentuk berkaitan erat dengan
suhu di Reaktor Urea.
2. Carbamate Condenser No. 2
Suhu larutan urea yang keluar dari sisi shell dijaga pada
156 oC dengan cara mengatur laju alir gas dari bagian
atas Stripper.

1.4. Scrubber
Berfungsi untuk menyerap gas amoniak dan CO 2 yang
keluar dari bagian atas Reaktor menggunakan larutan
karbamat daur ulang yang berasal dari HPA. Tekanan
operasinya sama dengan Reaktor Urea dan suhu bagian
bawah sekitar 180 oC.

2. Seksi Purifikasi/Dekomposisi
Seksi Purifikasi berfungsi untuk memisahkan urea dari hasil
reaksi di Seksi Sintesis dengan cara mendekomposisikan
amonium karbamat pada tekanan rendah menggunakan
panas hasil penurunan tekanan tersebut dengan reaksi :
NH4COONH2 <===> CO2 + 2 NH3
Disamping itu , terjadi juga reaksi samping hidrolisa urea
dan pembentukan biuret.

Dekomposisi dilakukan dalam dua tahap sbb :

High Pressure Decomposer (HPD)


Pada tekanan 17 Kg/Cm2 dan suhu 160 oC.
Low Pressure Decomposer (LPD)
Pada tekanan 2,3 Kg/Cm2 dan suhu 130 oC.
Setiap tingkatan dekomposisi berhubungan dengan
absorber di Seksi Recovery. Gas dari bagian atas HPD akan
dikirim ke HPA dan gas dari bagian atas LPD akan dikirim
ke LPA.

3. Seksi Recovery
Seksi Recovery berfungsi untuk menyerap sisa gas CO 2 dan
NH3 yang keluar dari seksi dekomposisi dengan
menggunakan air dan larutan urea didalam Absorber untuk
kemudian didaur ulang ke Reaktor Urea.
Peralatan utama di Seksi Recovery adalah :
- High Pressure Absorber (HPA)
- Low Pressure Absorber (LPA)

4. Seksi Kristalisasi dan Pembutiran


Seksi kristalisasi berfungsi untuk mengolah larutan Urea
yang keluar dari Decomposer kemudian dikristalkan
didalam Vaccum Crystallizer pada tekanan 73 mmHg dan
suhu 65 oC, kristal urea yang terjadi dipisahkan dengan
Centrifuge dan kemudian dikeringkan menggunakan udara
panas sampai mempunyai kandungan air kurang dari 0,3
%.

Kristal urea kering kemudian dikirim ke Melter di bagian


atas prilling tower untuk dilelehkan menggunakan
pemanas uap air pada suhu 138 o C. Lelehan urea tersebut
dialirkan ke distributor untuk membentuk butiran urea
yang jatuh ke yang jatuh ke fluidizing Cooler dengan
menggunakan pendingin udara. Produksi urea tersebut
kemudian dikirim ke Unit Penyimpanan dan Pengantongan
Urea (PPU).

5. Seksi Pengolahan Kondensat Proses.


Seksi ini berfungsi untuk mengolah air yang terbentuk dari
hasil reaksi pembuatan urea dari NH3 dan CO2 dipisahkan
dengan cara penguapan di seksi Kristalisasi, kemudian uap
air tersebut dikondensasikan di Surface Condenser.
Kondensat yang terjadi sebagian dipakai di seksi Recovery
dan sisanya diolah di seksi Pengolahan Kondensat Proses.
Kondensat proses tersebut di-strip kandungan amoniaknya
menggunakan uap air di Stripper bagian atas, kemudian
dikirim ke Hydrolizer pada tekanan 16 Kg/Cm 2 dan suhu
200 oC untuk menghidrolisa urea yang terkandung
didalamnya
Kondensat yang sudah bebas kandungan amoniak dan urea
(<10 ppm) akan keluar dari Stripper bagian bawah untuk
dikirim kembali ke pabrik Utilitas. Gas yang keluar dari

10

bagian atas Stripper dikirim ke LPD sebagai pamanas untuk


mendekomposisikan karbamat, yang selanjutnya akan
diserap kandungan NH3 dan CO2-nya di seksi Recovery.

BAB II
PEMBAHASAN

KRISTALISASI DAN PEMBUTIRAN

Seksi kristalisasi berfungsi untuk mengolah larutan Urea


yang keluar dari decomposer kemudian dikristalkan di dalam
vaccum vrystallizer pada tekanan 73 mmHg dan suhu 65

C,

kristal urea yang terjadi dipisahkan dengan centrifuge dan


kemudian

dikeringkan

menggunakan

udara

panas

sampai

mempunyai kandungan air kurang dari 0,3 %. Peralatan pada


seksi kristalisasi adalah sebagai berikut:
1. Kristalisasi bagian bawah (crytalizer bottom part, FA-201)
2. Kristalisasi bagian atas (crytalizer upper part, FA-201). Sering
disebut vacum concentrator.
3. Vacum generator (EA-201).

11

Sebuah pipa yang disebut barometric leg, menghubungkan


FA-201 upper FA-201 bottom. Kondisi vacum terjadi di vacum
generator.

Larutan urea dari oxidizing column dengan konsentrasi urea


73,9% dipompakan oleh GA-205, memasuki kristalisasi bagian
bawah melalui lubang inlet yang terletak di bagian atasnya.
Kristalisasi urea dilakukan dengan cara vacum, sehingga air akan
menguap pada temperatur rendah. Larutan urea dari sirkulasi
yang dilakukan oleh pompa GA-202.
Larutan urea slurry ini dipompakan dari bawah FA-201
bottom

oleh

GA-202,

memasuki

preticneker

(FD-201)

lalu

centrifuge (GF-201), sebagian larutan dikembalikan ke FA-201


bottom. Di dalam prethicneker terdapat kasa untuk menyaring
larutan urea dimana larutan pekat terus turun ke centrifuge
sedangkan larutan encer memasuki kasa dan turun ke mother
liquor tank (FA-203), sesampainya di centrifuge larutan urea
pekat memasuki basket distributor yang berputar. Dengan
adanya gaya sentrifugal larutan pekat menjadi kristal urea,
karena air yang masih terdapat dilarutan terlempar melewati
basket distributor lalu turun ke mother liquor tank. Di ujung
basket dipasang alat penyekerap kristal urea yang disebut cake
scrapper. Urea yang terdorong ke lorong melingkar, disekrap dan
karena gaya sentrifugal memasuki pipa yang terpasang pada
lorong melingkar tersebut, lalu memasuki sebuah alat yang
mempunyai lorong yang berputar ke bawah (cake catcher).
Dimana pada sisi lain dari lorong tersebut dipanasi oleh steam
tekanan 1 kg/cm2 yang didapat dari penurunan steam 4 kg/cm2.

12

Pengeringan kristal urea dimulai dari cake catcher, lalu


fluidizing drayer (FF-301) untuk menguapkan kandungan airnya
hingga menjadi 0,5%. Udara panas untuk pengering diperoleh
dari hembusan udara fan GB-301
Kristal urea yang telah kering terdorong ke atas bersamasama dengan udara panas menuju ke puncak prilling tower (IA301),

diterima

oleh

empat

buah

cyclone

(FC-301)

untuk

dipisahkan dari udara panas yang membawanya. Udara panas


dan sedikit debu urea yang terbawa cyclone terus ke dust
separator (FD-304). Debu urea ditangkap dengan air yang
dispraykan dari spray nozzle yang dipasang dibagian atas,
kemudian turun ke dust chamber.
Kristal urea yang dari dasar cyclone masuk ke melter (EA301) melalui screw conveyor (JD-301). Kristal urea jatuh di atas
tube-tube peleleh yang terdapat di dalam melter. Steam yang
bertekanan 7 kg/ cm2 memasuki bagian dalam tube. Untuk
melelehkan kristal urea sampai ke inti kristal. Urea leleh (molten
urea) turun dari melter memasuki head tank (FA-301), lalu
memasuki ke acoustic granulator (PF-301) dan dipancarkan
keluar melalui lubang-lubang distributor yang terdapat di bagian
bawah acoustic granulator.
Lelehan urea yang dipancarkan dari acoustic granulator
dengan temperatur 1380C, turun ke bawah dan didinginkan oleh
hembusan udara dari fan GB-303. Udara pendingin dari GB-303
naik ke atas setelah terlebih dahulu melalui lubang-lubang
distributor yang terdapat pada fluidizing cooler.
Butir-butir urea yang memadat didinginkan lagi di fluidizing
cooler sampai temperatur 400C. Kemudian dikirim ke tempat
penyimpanan

urea

melalui

beberapa

peralatan

yaitu

belt
13

conveyor (JD-303), lalu masuk ke tromol screen (FD-303) dimana


urea

produk

dipisahkan

dari

ukurannya

yang

over

size.

Seterusnya urea produk melalui belt conveyor yang dipasang


peralatan untuk timbangan yang disebut belt scale (JF-301)
dengan peralatan timbangan WIS-301.
Untuk menjaga agar kandungan biuret dalam kristal urea
tetap rendah, maka sejumlah larutan mother liquor yang banyak
mengandung biuret didaur ulang untuk menyerap NH3 dan CO2
di seksi recovery yang kemudian masuk lagi ke reaktor urea
sehingga biuret akan bereaksi dengan kelebihan NH3

untuk

kembali menjadi urea.

NH2CONHCONH2 + NH3

2 NH2CONH2

Kristal urea kering kemudian dikirim ke melter di bagian atas


prilling tower untuk dilelehkan menggunakan pemanas uap air
pada suhu 138 oC. Lelehan urea tersebut dialirkan ke distributor
untuk membentuk butiran urea yang jatuh ke yang jatuh ke
fluidizing

cooler

dengan

menggunakan

pendingin

udara.

Produksi urea tersebut kemudian dikirim ke Unit Penyimpanan


dan Pengantongan Urea (PPU).

14

Tabel 2.1. Inventarisasi Peralatan

NO

NAMA ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN

CRYSTALLIZER

VACUM CONCENTRATOR

BAROMETER LEG

FLUIDIZING DRAYER

PRILLING TOWER

PIPA PNEUMATIC

CYCLONE

MELTER

SCREW CONVEYOR

10

DUST SEPARATOR

11

DUST CHAMBER

12

HEAD TANK

13

BLOWER

14

DISOLVING TANK

15

BAB III
LAMPIRAN

Gambar 2.1. Diagram Alir Pembuatan Urea

16

Gambar 2.2. crystallizer

Gambar 2.3. vacum concentrator

17

Gambar 2.4. BAROMETER LEG

18

Gambar 2.5. Fluidizing dryer

Gambar 2.6. prilling tower


19

Gambar 2.7. pipa pneumatic

20

DAFTAR PUSTAKA

Perry, R. H & Chilton, C. H. Chemical Enggineering Handbooks. Sixth edition.


Kokagusa. Tokyo. Jepang.
---------. 1981. Engineering Data Book, section 8, Shell and Tube Heat Transfer, 5th ed.,
Gas Processor Suppliers Assosiation. Tulsa. Oklahoma.
--------. Standard Operating Procedure in Ammonia PUSRI III. M. W. Kellog Co. Lorp.
Palembang. Indonesia.
--------. Standard Operating Procedure in Urea PUSRI III. M. W. Kellog Co. Lorp.
Palembang. Indonesia.
--------. Standard Operating Procedure in Utility PUSRI III. M. W. Kellog Co. Lorp.
Palembang. Indonesia.
PT. PUSRI, Teknik Proses PUSRI III , Palembang.

21