P. 1
Pra Rencana Pabrik Methanol Dari Sampah Kapasitas 15.000 Tontahun

Pra Rencana Pabrik Methanol Dari Sampah Kapasitas 15.000 Tontahun

|Views: 956|Likes:

More info:

Published by: Cristiano Hamdiansyah Sempadian on Jul 15, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

PRA RENCANA PABRIK METHANOL DARI SAMPAH KAPASITAS 15.

000 TON/TAHUN

SKRIPSI

Disusun Oleh : M.Sulkan 0205010006

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG 2008

PRA RENCANA PABRIK METHANOL DARISAMPAH KAPASITAS 15000 TON/ TAHUN

Skripsi
Skripsi penelitian ini disusun sebagai salah satu untuk mendapatkan gelar Sarjana TeknikUniversitas Tribhuwana Tunggadewi

Oleh : M.Sulkan 02.05.01.0006

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG 2008

LEMBAR PERSETUJUAN PRA RENCANA PABRIK METHANOL DARISAMPAH KAPASITAS 15000 TON/ TAHUN

skripsi

Oleh: M.Sulkan Nim.0205010006

Menyetujui Dosen Pembimbing I

Menyetujui Dosen Pembimbing II

Ir. Bambang Ismuyanto, MS Tanggal : ..........................

Susy Yuniningsih, ST.MT. Tanggal : ..........................

Mengetahui Dekan Fakulats Teknik Ketua Program Studi

Nawir Rasidi, ST.MT Tanggal : ..........................

SP.Abrina Anggraini, ST.MT Tanggal : ..........................

BERITA ACARA UJIAN SKRIPSI FAKULTAS TEKNIK

Nama NIM

: M.Sulkan : 0205010006

Jurusan/Prog.Studi : TEKNIK /TEKNIK KIMIA S-1 Judul Skripsi : PRA RENCANA PABRIK METHANOL DARI SAMPAH Dipertahankan dihadapan tim penguji skripsi jenjang Strata Satu (S-1) pada Hari Tanggal Nilai : JUM’AT : 14 MARET 2008 :A Dosen Pembimnbing I Dosen Pembimbing II

Ir. Bambang Ismuyanto, MS NIP.131616317 Anggota Penguji Penguji Pertama

Susy Yuniningsih, ST.,MT NIP.Y.101.8500.092

Penguji Kedua

Ir. Bambang Ismuyanto, ST NIP.131616317

Zuhdi Maksum, ST NIP.Y.103.9000.210

KATA PENGANTAR

Segala puji kepada Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Karena hanya dengan petunjuk dan bimbingan-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “ Pra Rencana Pabrik methanol dari Sampah “ Penyusunan skripsi ini adalah salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik. Berbagai pihak telah membantu, atas bantuan dan bimbingan penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Abrina anggraini,ST.,MT selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Saya mengucapkan banyak trimakasih atas kemudahan yang di berikan dalam menyelesaikan Tugas Perancangan Pabrik Kimia ini. 2. Bpk. Ir. Bambang Ismuyanto, MS selaku dosen pembimbing I. Saya ucapkan terima kasih banyak atas bimbingannya dan arahan dalam menyusun Tugas Perancangan Pabrik Kimia. 3. Ibu Susy Yuniningsih, ST.,MT selaku dosen pembimbing II. Saya ucapkan terima kasih banyak atas bimbingannya dan arahan dalam menyusun Tugas Perancangan Pabrik Kimia. 4. Bpk. Zuhdi Maksum,ST.selaku Dosen Penguji. Saya ucapkan terima kasih banyak atas masukannya, arahan dan tambahan ilmu pengetahuan yang di berikan dalam menyusun Tugas Perancangan Pabrik Kimia.

5. Bpk. Nawir Rasidi, ST.,MT.selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Kami ucapkan terima kasih banyak atas saran, tambahan pengetahuan serta kemudahan dalam menyusun Tugas Perancangan Pabrik Kimia ini. 6. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Teknik Kimia Tunggadewi Malang. 7. Bpk. Prof. DR. Ir Wani Hadi Utomo, selaku Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. 8. Teman – teman angkatan 2002, terima kasih atas do’a dan dukungannya. 9. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Skripsi ini masih jauh dari sempurna oleh sebab itu saran dan kritik sangat kami harapkan. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi kita semua, amien. Universitas Tribhuwana

Malang,14 Maret 2008

Penulis

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIM Jurusan/Prog.Studi : M.Sulkan : 0205010006 : TEKNIK /TEKNIK KIMIA S-1

Skripsi yang berjudul :PRA RENCANA PABRIK METHANOL DARI SAMPAH. Merupakan karya tulis yang saya buat sendiri dan menurut perhitungan sendiri, Skripsi Perancangan Pabrik Kimia ini tidak mengandung bagian atau karya tulis yang pernah di tulis oleh orang lain, kecuali literature yang dimuat didalam naskah Skripsi Perancangan Pabrik Kimia ini. Apabila ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya sanggup dan bersedia menerima sangsi akademik apapun dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

Malang, 14 Maret 2008

M.Sulkan.

ABSTRAKSI

Metanol ( metil alkohol ), CH3OH adalah suatu liquida yang berwarna netral dan berbau seperti pada alcohol umumnya. Metanol merupakan suatu liquida yang beracun, apabila diminum disamping akan menyebabkan kebutaan dan kematian. Metanol juga dinamakan alkohol kayu, karena didapat kondensat asam pyroligneous. Dengan menggunakan pemurnian distilasi yang bertingkat alkohol kayu mempunyai bau yang khas dan tajam, kebanyakan meracuni aceton, asam asetat dan alkyl alkohol. Pembuatan metanol dilakukan dengan proses konversi síntesis gas. Mula – mula diadakan pemisahan sampah untuk memisahkan sampah dari bahan – bahan seperti logam, gelas, keramik, mika, seng dan sebagainya. Kemudian dilakukan proses pengeringan dari sampah dimaksudkan untuk menghilangkan kadar air pada sampah sehingga memudahkan terjadinya pembakaran sampah pada proses selanjutnya. Pada alat dilengkapi dengan Belt Conveyer untuk menggangkut sampah, dimana prosesnya berjalan secara kotinyu dan pengeringananya berjalan secara adiabatik. Pengeringannya menggunakan udara panas dengan suhu masuk 121 oC dan suhu operasi 65,56 oC . Keluar dari dryer suhu sampah 150 oC. Selanjutnya proses pembakaran dalam gasifier yang dimaksudkan untuk mendapatkan gas – gas karbon monoksida dan hydrogen. Suhu sampah masuk gasifier 150 oC, sedangkan suhu operasi pada suhu gasifier 593 oC. Pembakaran dilakukan tidak sempurna dengan menggunakan oksigen. Prosesnya berlangsung secara batch. Bermacam – macam gas yang dihasilkan, dilewatkan pada pipa bagian atas sedangkan abu dari pembakaran dikeluarkan pada bagian bawah. Suhu

gas yang keluar dari gasifier adalah 593 oC kemudian dialirkan ke water heat boiler untuk mendinginkan gas – gas dari pipa gasifier. Pendinginan dilakukan dengan menggunakan air umpan boiler pada suhu 593 oC . Setelah dilakukan pendinginan gas masuk ke shift converter untuk meningkatkan jumlah gas hydrogen dan menurunkan jumlah gas karbon monoksida agar didapatkan konversi yang lebih tinggi. Untuk menurunkan jumlah gas CO digunakan steam sehingga gas CO akan bereaksi dengan steam membentuk gas CO2 dan H2. gas keluar reaktor shift converter 365oC type dari reaktor adalah Fixed Bed Reaktor. Karena disini suhu gas yang keluar dari shift converter terlalu tinggi, maka untuk ini diadakan cooler II. Keluar dari cooler II maka didapat suhu gas keluar 60 oC. Pendinginan digunakan air dari refrigerant dengan suhu air masuk 30 oC sedang suhu air keluar 35
o

C. Kemudian proses penyerapan dimaksudkan untuk

menyerap gas karbondioksid dan juga gas – gas selain karbon monoksid dan hydrogen yang mungkin ada. Penyerapan dilakukan dengan menggunakan larutan MEA 30 % berat yang disediakan pada tangki reservoir MEA. Suhu gas masuk kolom absorber 140 oC, pemasukannya pada bagian bawah kolom sedangkan pemasukan larutan MEA pada bagian puncak kolom. Gas yang tidak terserap akan keluar pada bagian atas kolom yang terdiri dari karbon monoksid, hydrogen dan gas lain (sedikit gas CO2) sedangkan gas CO2 yang terserap akan teriakat dengan laruatan MEA akan turun kebawah, karena merupakan phase berat dengan suhu 60 oC. Agar larutan MEA yang digunakan dapat dipakai kembali, maka perlu dilengkapi kolom stripper dengan cara dilakukan recycle dari larutan MEA yang terpakai untuk mengikat CO2, untuk ini di perlukan steam suhu masuk 121 oC.

begitu seterusnya sampai larutan MEA sudah tidak mampu untuk mengikat gas C. Kemudian proses Konversi dalam Kolom Reaktor Metanol, proses ini dimaksudkan untuk mengkonversikan gas – gas karbon monoksid dan hydrogen. Gas – gas karbon monoksid dan hydrogen yang dihasilkan dari puncak kolom absorber dialirkan menuju ke kolom reaktor untuk dikonversikan. Suhu operasi direaktor adalah 148 oC dengan tekanan 15 psi (1,0204 atm) setelah dikonversikan gas yang dihasilkan dari reaktor ke kondensator untuk diadakan perubahan fase. Kemudian masuk ke Flash Drum pada suhu 80 oC, untuk dipisahkan gas dengan liquidnya. Gasnya akan keluar pada bagian puncak kolom dengan suhu 135 oC, sedangkan liquidnya akan turun ke bawah dengan suhu 60 oC. Yang mana gasnya akan keluar pada bagian atas, sedangkan fase beratnya merupakan liquid methanol akan turun ke bawah. Selanjutnya masuk ke kolom distilasi. Proses ini dimaksudkan untuk menurunkan methanol dari heavy alcohol dan air. Pemisahan dilakukan berdasarkan pada titik didih, pada proses ini methanol yang lebih volatile dengan titik didih 64,75 oC, kemudian heavy alcohol setelah itu air. Gas yang keluar pada bagian atas kolom masuk ke kondensor untuk diadakan perubahan fase menjadi liquid methanol. Sedangkan residunya akan keluar pada bawah kolom. Metanol yang telah dikondensasikan masuk ke accumulator dengan konversi 12,5 ( tanpa recycle ). Pabrik methanol ini direncanakan akan didirikan di Sukolilo Surabaya Jawa Timur pada tahun 2008 dengan kapasitas 15.000 ton/tahun dengan waktu operasi 24 jam/hari selama 330 hari/tahun. Utilitas yang digunakan meliputi air, steam, listrik, bahan bakar, refrigerant.Bentuk perusahaan adalah Perseroan

Terbatas (PT), dengan struktur organisasi garis dan staf. Dari perhitungan analisa ekonomi diperoleh TCI = Rp 113.217.873.900 ; ROIAT = Rp 31,26% ; POT = 2,25 tahun ; BEP = 49,13% ; dan IRR = 33,39%. Berdasarkan hasil analisa ekonomi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pabrik methanol layak didirikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………..…........i Daftar Isi………………………………………………………………………....iii Lembar Persetujuan………………………………………………...….……......v Daftar Gambar……………………………………………………..…………….x Daftar Tabel……………………………………………….……….…………….ix BAB I PENDAHULUAN....................................................................................I-1 BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES....................................................II-1 BAB III NERACA MASSA………………………………………..………...III-1 BAB IV NERACA PANAS……………………………………...…………...IV-1 BAB V SPESIFIKASI PERALATAN………………………..………………V-1 BAB VI PERANCANGAN ALAT UTAMA…………………..……………VI-1 BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA................VII-1 BAB VIII UTILITAS…................................................................................VIII-1 BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK........................................IX-1 BAB X ORGANISASI PERUSAHAAN………………………..……………X-1 BAB XI ANALISA EKONOMI......................................................................XI-1 BAB XII KESIMPULAN...............................................................................XII-1 DAFTAR PUSTAKA APPENDIKS

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Blok Diagram Proses Konversi Sintesis Gas.............................II-2 Gambar 9.1. Peta Lokasi Pabrik Methanol………………………...…..…IX-16 Gambar 9.2. Tata Letal Pabrik Methanol…………………..…………….IX-12 Gambar 9.3. Tata Letal Peralatan Proses Pabrik Methanol…………….IX-14 Gambar 10.1. Struktur Organisasi Pabrik Methanol……………..…........X-16 Gambar 11.1. Break Even Point (BEP) Pabrik Methanol………………....XI-9

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Perkembangan Import Methanol di Indonesia………..…………I-3 Tabel 7.1. Instrumentasi Pabrik Methanol………………………………..VII-3 Tabel 7.2. Alat – alat Keselamatan Kerja………………………………...VII-11 Tabel 10.1. Jadwal Kerja Karyawan Pabrik……………….………………X-10 Tabel 10.2. Daftar Jumlah Karyawan............................................................X-14 Tabel 11.6.1. Cash Flow untuk NPV selama 10 tahun................................XI-11 Tabel 11.6.2. Cash Flow untuk IRR..............................................................XI-12

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Tinjauan umum

Sampah adalah semua material yang di buang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri, dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan perdagangan di kenal dengan limbah municipital yang tidak berbahaya. Di negara-negara berkembang komposisi sampah terbanyak adalah sampah organik, sebesar 60-70%, dan sampah anorganik sebesar kurang lebih 30%. Dampak negatif yang di timbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut: a. Gangguan kesehatan: Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus

b. Menurunnya kualitas lingkungan c. Menurunnya estitika lingkungan Timbulan sampah yang bau kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk di pandang mata. d. Terhambatnya pembangunan negara. Pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi penglolaan sampah yaitu bahwa sampah semakin sedikit dan semakin dekat

sampah di kelola dari sumbernya, maka pengelolaannya

akan menjadi lebih

mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit. Pengelolaan sampah yang dilakukan memberikan banyak manfaat diantaranya adalah: a. Menjaga keindahan, kebersihan lingkungan b. Tidak memerlukan tempat pembuangan yang luas c. Mengurangi biaya angkut sampah ke tempat pembuangan sampah. d. Mengurangi beban Pemda dalam mengelola sampah. Sampah apabila di biarkan tidak di kelola dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan lingkungan tersebut. Sebaliknya apabila di kelola dengan baik, sampah memiliki potensial, seperti penyediaan lapangan pekerjaan dan masih banyak lagi. Untuk itulah kami berusaha semaksimal mungkin untuk dapat

memanfaatkan sampah dalam industri kimia. Kami membuat prarencana pabrik berjudul “ pembuatan methanol dari sampah”. Garis besar pembuatan methanol dari sampah adalah sebagai berikut: Mula-mula diadakan pemisahan sampah untuk memisahkan sampah dari bahanbahan seperti logam, gelas, keramik, mika, seng, dan sebagainya. Kemudian digiling atau di rajang , dan setelah itu di masukkan kedalam alat pembakaran yang di sebut “gasifer”. Ke dalam alat ini selama pembakaran berlangsung, dimasukkan pula oksigen dalam jumlah tertentu.Oksigen yang di masukkan dalam alat pembakaran ini akan dapat mengatur proses pembakaran gas-gas kemudian di

alat pembakaran ini akan dapat mengatur proses pembakaran. Gas yang terjadi dialirkan kedalam Water heat boiler yang selanjutnya dialirkan kedalam alat Shiftkonverter. Setelah itu kedua gas ( carbon monoxide dan hydrogen ) dikonversikan menjadi methanol dalam alat converter, dan dilakukan proses selanjutnya. Menurut penelitian hasil yang diperoleh dari 3,5 – 4,5 ton sampah adalah rata – rata 1 ton methanol( Austin, 1984 ). Pendirian pabrik methanol ini diharapkan dapat berguna untuk kelancaran perkembangan industri di Indonesia, terutama industri – industri yang menggunakan methanol sebagai bahan baku maupun bahan penunjang. Selain itu pendirian pabrik methanol untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan export. Methanol banyak digunakan dalam industri – industri : folmadehide, cat, tinta, lem, bahan kimia buatan ( misal : metal amine, metal klorida, metal methacrylate ) dan banyak digunakan sebagai pelarut, bahan bakar dan industri – industri lainnya. Table Import by commodity and country of origin Tahun 1999-2003 Tahun 1999 2000 2001 2002 2003
BPS ( Biro Pusat Statistik 2003 )

New weight 97.983.858 118.841.584 115.152.273 91.299.442 59.526.072

Cif Value ( US$ ) 12.320.053* 20.011.350* 21.469.063* 14.703.941* 15.350.683*

1.2. Macam – macam sampah 1.2.1. Penggolongan sampah Dari penggolongan ini dapat didasarkan atas beberapa yaitu : komposisi, bentuk, lokasi, proses terjadinya, sifat dan jenisnya. a. Penggolongan sampah berdasarkan asalnya Sampah dapat dijumpai di segala tempat dan hampir di semua kegiatan. Berdasarkan asalnya, maka sampah dapat digolongkan sebagai berikut : a) b) c) Sampah dari kegiatan industri pabrik Sampah dari kegiatan pertanian Sampah dari kegiatan rumah tangga, termasuk sampah dari asrama, rumah sakit, hotel. d) e) f) Sampah dari kegiatan perdagangan, misalnya sampah dari pasar Sampah dari kegiatan pembangunan Sampah dari jalan raya.

b. Penggolongan sampah berdasarkan komposisinya Pada suatu kegiatan mungkin akan menghasilkan jenis sampah yang sama, sehingga komponen penyusunnya juga sama, misalnya : sampah logam, kertas ataupun daun – daunan. Setidak – tidaknya apabila tercampur dengan bahan – bahan lainnya maka sebagian besar komponennya akan seragam. Karena itu berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua macam :

a)

Sampah seragam Sampah dari kegiatan industri pada umumnya termasuk dalam golongan ini. Sampah dari kantor sering hanya terdiri dari kertas, karton, kertas karbon, dan masih dapat digolongkan dalam golongan sampah seragam.

b)

Sampah yang tidak seragam atau campuran Misalnya sampah yang berasal dari pasar, ataupun berasal dari tempat umum

c. Penggolongan sampah berdasarkan bentuknya Sampah dari rumah makan pada umumnya merupakan sisa – sisa makanan yang bentuknya berupa cairan ataupun yang berupa seperti bubur. Sedang beberapa pabrik menghasilkan sampah berupa gas, uap air, debu ataupun sampah yang berbentuk padatan. Dengan demikian berdasarkan bentuknya terdapat tiga macam sampah : a) Sampah berbentuk padatan ( solid ), misalnya : daun, kertas, kaleng, karton. b) Sampah berbentuk cairan ( termasuk bubur ), misalnya : bekas air pencuci, bahan cairan yang tumpah, limbah industri banyak juga yang berbentuk cairan atau bubur, misalnya blotong ( tebu ) yaitu sampah yang berasal dari pabrik tebu. c) Sampah yang berbentuk gas, misalnya : karbon dioksida, ammonia dan gas – gas lain.

d. Penggolongan sampah berdasarkan lokasinya Baik di kota maupun diluar kota, banyak dijumpai sampah yang bertumpuk – tumpuk. Berdasarkan atas lokasinya sampah dapat dibedakan : a) b) Sampah kota atau urban, yaitu sampah yang terkumpul dikota besar Sampah daerah, yaitu sampah yang terkumpul di daerah luar kota, misalnya di desa d idaerah pemukiman pantai. e. Penggolongan sampah berdasarkan proses terjadinya Berdasarkan atas proses terjadinya, dibedakan antara lain : a) Sampah alami, yaitu sampah yang terjadi karena proses alami, misalnya rontoknya daun – daun di sekitar rumah. b) Sampah non alami, yaitu sampah yang terjadi karena perbuatan manusia. f. Penggolongan sampah berdasarkan sifatnya. Terdapat dua macam sampah yang sifatnya berbeda yaitu : a) Sampah organik yang terdiri dari daun – daunan, kayu, kertas, karton, sisa – sisa makanan, buah dan sayur. Sampah organik adalah sampah yang mengandung unsur – unsur senyawa organik, dan oleh karenanya tersusun oleh unsur – unsur karbon, nitrogen dan oksigen. b) Sampah anorganik yang terdiri dari atas kaleng plastik, besi, dan logam – logam lainnya, gelas, mika atau bahan – bahan yang tidak tersusun oleh senyawa – senyawa organik.

g. Penggolongan sampah berdasarkan jenisnya : Berdasarkan atas jenisnya, sampah dapat digolongkan menjadi sembilan golongan yaitu : a). Sampah makanan ( sisa makanan termasuk ternak ) b). Sampah kebun ( pekarangan ) c). Sampah plastik, karet dan kulit. d). Sampah kain e). Sampah logam f). Sampah gelas dan keramik g). Sampah berupa abu dan debu. 1.3. Karakteristik Sampah Karakteristik sampah adalah sifat – sifat sampah yang meliputi sifat – sifat fisis, kimiawi, dan biologinya. Kalau ditinjau secara fisis, adalah sukar untuk merinci sifat – sifat sampah, terutama sampah yang berbentuk padatan. Ini disebabkan sampah padatan salalu tidak homogen, lain dengan yang berbentuk cairan, lebih mudah diadakan identifikasi sifat – sifat fisisnya. Demikian pula apabila diadakan peninjauan secara biolagis, sedemikian jauh masih sedikit atau boleh dikatakan belum ada publikasi tentang sifat – sifat biologis sampah, baik yang padatan maupun cairan. Sedangkan hasil penelitian yang mengungkapkan sifat – sifat kimia sampah juga jarang dijumpai.

Sampah padatan mempunyai beberapa sifat dan sifat – sifat tersebut sangat bervariasi, tergantung komponen – komponennya. Kekhasan sampah dari berbagai tempat atau daerah serta jenisnya berlainan sehingga memungkinkan sifat – sifat yang berbeda. Sampah kota untuk di kota negara Indonesia ( Negara sedang berkembang ) agak berbeda susunannya dengan sampah di kota negara maju. 1.4. Sejarah Metanol Metanol ( metil alkohol ), CH3OH adalah suatu liquida yang berwarna netral dan berbau seperti pada alcohol umumnya. Metanol merupakan suatu liquida yang beracun, apabila diminum disamping akan menyebabkan kebutaan dan kematian. Metanol juga dinamakan alkohol kayu, karena didapat kondensat asam pyroligneous. Dengan menggunakan pemurnian distilasi yang bertingkat alkohol kayu mempunyai bau yang khas dan tajam, kebanyakan meracuni aceton, asam asetat dan alkyl alkohol. Pada tahun 1661, Robert Boyle menemukan metanol dalam bentuk bahan yang netral, tetapi persamaannya tidak ditetapkan sampai tahun 1834. Berthelot membuat metanol pada tahun 1857 dengan jalan saponifikasi dari metil chlorida. Selama hampir satu abad methanol yang dihasilkan Berthelot selalu terbuat hanya dari asam pyroligneus dengan jalan distilasi kayu. Kira – kira tahun 1923 metanol yang pertama dibuat dari hydrogen dan karbonmonoksida. Proses ini lambat laun dikembangkan dari metode distilasi kayu. Sampai sekarang jumlah alkohol kayu yang diproduksi kurang lebih dari 0,003% total methanol yang diproduksi. Sejarah methanol sintesis yang terbuat dari monoksida dan hydrogen

mendapat suatu tentangan yang ditandai dengan gugatan – gugatan yang pro dan kontra yang tidak dapat kesepakatan. Peristiwa ini didasarkan keterangan – keterangan yang tidak resmi, yang dinyatakan dalam literatur. Mengikuti keberhasilan pressure syntesis dari ammonia, penyediaan reaksinya di bawah tekanan antara karbonmonoksida dan hydrogen yang diambil di laboratorium ammonia Badsche Anilinund Soda Fabrik ( BASF ). Dalam tahun 1913, perusahaan swasta yang didirikan di Jerman, yang memperlakukan karbon monoksida dengan hydrogen, atau komponen yang banyak mengandung hydrogen, seperti metana, digunakan katalis, chromium, cobalt, manganese,

molybdenum, osmium, pallalium, titanium, zinc atau oxide – oxide atau kompenen – komponen yang lainnya. Komponen yang dihasilkan antara lain liquid hidrokarbon, alkohol jenuh atau tidak jenuh, aldehid, aseton, asam – asam dan lain – lainnya tergantung pada katalis dan kondisi operasinya. Hal ini dilakukan di Jerman, Inggris dan Amerika Serikat selama periode 1914 – 1916, penunjukan yang dilakukan adalah karbon monoksida lebih banyak dari hydrogen, tekanan dibatasi pada range 300 – 420 0C. Pada perang dunia I dilakukan beberapa penyelidikan. Pada tahun 1921, George Patart, di Perancis menyatakan penutupan pabrik oksigen, khususnya methanol, dengan reaksi karbon monoksida dan hydrogen dengan perbandingan 2 : 1 pada suhu 300 – 600 0C dan tekanannya antara 150 – 200 atm, yang menggunakan katalis logam oksida – oksida lainnya dan garam – garam lain yang dikenal berhubungan dengan reaksi hidrogenasi.

Dengan suatu pernyataan yang dinyatakan di Jerman dan Perancis pada tahun 1923 katalis BASH yang tertutup, dengan bahan – bahan konstruksi dan reaksi di bawah tekanan karbon monoksida dan hydrogen, yang kemudian dinyatakan dengan kelebihan oksigen, dengan maksud dari hasil komponen oksigen, yang menyangkut methanol dan juga untuk pabrik pemurnian methanol. Kenyataan ini semua dianggap benar selama tahun 1924. Menurut hasil Van’t Hoff dan Le Chatelier reaksi pembentukan methanol adalah : CO + 2H2
( 3 volume )

CH3OH
( 1 volume )

Sintesis methanol pertama yang diperdagangkan di produksi di Leuna, dengan reaksi water gas pada 400 0C dan tekanan 200 atm. Katalis yang digunakan oleh Badische tidak dinyatakan, tetapi katalis yang dipakai dari oxida – oxida zinc dan chromium. Import pertama dari bahan yang rendah yang disebabkan suatu kerusakan. Selanjutnya ada kabar dari sintesa menjadi suatu kenyataan, pada tahun 1926 ketika E.I DUPONT DE NEMOURS & CO, Inc dan COMMERCIAL SOLVENT CORPORATION meresmikan penyelidikan kerja. Proses yang digunakan pabrik tersebut berbeda jauh dengan yang lain dan juga pengembangannya dari BASH. Dalam proses yang modern dengan tekanan medium, methanol dihasilkan dari reaksi katalitik karbon monoksida dengan hydrogen. Reaksi ini berjalan efektif pada tekanan 100 – 600 atm dan temperature 250 – 400 0C. secara umum proses ini memanpatkan atau mengumpulkan gas – gas yang diperlukan yaitu dengan perbandingan 2 bagian hydrogen dan 1 bagian karbon monoksida, campuran tersebut dimurnikan denangan menghilangkan gas – gas yang tidak dikehendaki misalnya : sulfur. Campuran karbon monoksida dan

hydrogen tersebut dikompresikan dengan tekanan yang diijinkan, gas tersebut terus dikompresikan melewati sebuah katalis dengan sirkulasi dan kondensasi methanol produk yang telah terbentuk diambil dan dimurnikan.

(Ullmann’s, Encyclopedia of Chemical Processing and Design) 1.5. Bahan Baku dan Produk 1.5.1. Spesifikasi Bahan Baku Bahan baku untuk pembuatan methanol adalah : - Sampah Sampah diperoleh dari sampah kota. Komposisi umumnya sampah kota : - Serat kasar - Lemak - Abu - Air - Amoniak - Senyawa nitrogen organik - Total nitrogen - Protein - pH
BPS ( Biro Pusat Statistik 2003 )

: 41 – 61% : 3 – 9% : 4 – 20% : 30 – 60% : 0,5 – 1,4 mgr/gr : 4,8 – 14 mgr/gr : 7 – 17 mgr/gr : 3,1 – 9,3% :5–8

Kandungan energi ( btu ) berbagai jenis sampah : Jenis Sampah 1. Kertas, kartun 2. Kayu, tatal 3. Ranting 4. Daun – daunan 5. Rumput – rumputan hijau 6. Sisa sayur dan buah 7. Kain ( tekstil ) 8. Karet 9. Kulit 10. Plastik 11. Kertas berlapis lilin 12. Plastik ( Poly ethylene ) 13. Plastik ( polyvinil ) 14. Sisa minyak
BPS ( Biro Pusat Statistik 2003 )

Kandungan Energi ( btu ) 7600 7825 7140 4900 3820 1820 6440 12420 10000 120000 12000 19840 17500 18000

1.5.2. Spesifikasi Produk A. Methanol 1. Sifat – sifat fisik : - Melting Point, oC - Spesific gravity, sg - Boiling Point, oC : - 97,8 : 0,7924 : 64,5

- Refractive Index, ( 20 oC ) - Viscositas, ( 20 oC ), palse - Vapor Pressure, ( 20 oC ) ml - Specific heat ( 77 oC ) cal/gr - Latent heat of evaporation, cal/gr - Heat of fution, cal/gr - Heat of combustion, kcal/mol - Critical pressure, atm - Critical temperature, oC - Avarage coefficient of critical expansion ( dari 0 – 16 oC ) - Molekul weight - Dielektric constant ( 20 oC ) dyne/cm - Surface tension ( 20 oC ) dyne/cm
(Ullmann’s, Encyclopedia of Chemical Processing and Design, 1995)

: 1,329 : 0,00593 : 92 : 0,39 : 262,8 : 32,6 : 170,9 : 78,7 : 240 : 0,0012 : 32,04 : 31,2 : 21,83

2. Sifat – sifat kimia : - Flash point = 60 oF ( open cup ) - Zat cair yang tak berwarna, jernih. - Berbau seperti alkohol biasa. - Mudah terbakar tanpa menimbulkan asap. - Bersifat racun dan keras. - Teroksidasi menjadi formaldehid, asam format dan CO2.
(Ullmann’s, Encyclopedia of Chemical Processing and Design, 1995)

Kegunaan methanol : - Banyak digunakan dalam industri – industri : folmadehide, cat, tinta, lem, bahan kimia buatan ( misal : metal amine, metal klorida, metal methacrylate ) - Sebagai pelarut, bahan bakar dan industri – industri lainnya.
(Ullmann’s, Encyclopedia of Chemical Processing and Design)

B. Ethanol 1. Sifat Fisik: - Tidak berwarna - Spesivic gravity : 0,789 - Melting point - Boiling point
(Perry, 1999)

: -112 ˚C : 78,4˚C

2. Sifat Kimia: - Berat Molekul - Kelarutan : 46,07 : larut dalam air, alkohol, eter

- Rumus Molekul : C2H5OH
(Perry, 1999)

Kegunaan: - Sebagai pelarut - Sebagai bahan dasar pembuatan bahan kimia lain. - Penghidrolisis etena
(Chemical land21.com,25-12-2005)

1.5. Perhitungan Kapasitas Pabrik Pemilihan pabrik methanol ini sangat didukung oleh beberapa hal : a. Methanol adalah suatu liquida yang berwarna netral dan berbau seperti pada alokohol umumnya. b. Kebutuhan akan methanol tiap tahunnya. Tahun 1999 2000 2001 2002 2003
BPS ( Biro Pusat Statistik 2003 )

New weight 97.983.858 118.841.584 115.152.273 91.299.442 59.526.072

M1 + M2 + M3 = M4 +M5 M3 = M4 +M5 - M1 + M2 Dimana : M1 = Nilai import (ton) M2 = Produksi dalam negeri (ton) M3 = Kapasitas pabrik baru (ton) M4 = Nilai eksport (ton) M5 = Konsumsi dalam negeri (ton)

Jadi perhitungan kapasitas pabrik methanol pada tahun 2008 menjadi : • Menentukan Faktor Pertumbuhan F = P ( 1 + i )n Dimana : F = jumlah import methanol pada tahun 2003 P = jumlah import methanol pada tahun 1999 i = jumlah kenaikan rata – rata import per tahun dalam % F = P ( 1 + i )n 59.500 ton = 98.000 ton ( 1 + i )4 0,60714 = ( 1 + i )4 ln 0,60714 = 4 ln ( 1+I ) - 0,49899 = 4 ln ( 1+I ) -0,12475 = ln ( 1+I ) 0,88827 = ( 1+I ) i = -0,11728 F = P ( 1 + i )n Dimana n = selisih tahun ( 2008 – 2003 ) = 5 = 59.500 ton ( 1 - 0.11728)5 = 30.000 ton/tahun Jadi peluang kapasitas pabrik Methanol yang akan didirikan pada tahun 2008 diperkirakan 15.000 ton/tahun.

BAB II PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES
2.1. Macam Proses Dalam industri proses pembuatan methanol sampai sekarang yang dilakukan hanya ada beberapa cara yaitu : 1. 2. 3. 4. Konversi sintesis gas Reformasi dan Anderfiring Deskripsi Kompresor Gas Sintesa

2.1.1. Konversi sintesis gas Pada proses ini menggunakan bahan campuran CO dan H2 dengan perbandingan 1:2. Campuran gas ini dimampatkan di bawah suatu tekanan 30005000 psi pada temperatur 300 oC, pada konvertor terdapat katalisator, suatu campuran ZnO dan Cr2O3. Reaksi menjadi sangat eksotermik pada temperatur 300
o

C. Gas pengeluaran didinginkandan gas yang bersifat sisa didaur ulang. Hasilnya

adalah sekitar 60%. CO + 2H2 = CH3OH Methanol dapat juga secara langsung dibuat dari metana dengan suatu campuran CH4 dan O2. Di bawah 100 atm memaksa suatu katalisator tembaga pada 200 oC dengan konversi 17 persen. CH4+ ½ 2O2 = CH3OH

Sampah

Gudang produk

Shrider Kolom distilasi methanol Rotary dryer Kolom stripper gasifier Flash drum

Shift konverter

Kolom absorber

Reaktor methanol konverter

Gambar 2.1.1. Blok diagram pembuatan methanol dengan cara Konversi sintesis gas
( Industrial Chemistry B.N. Chakrabarty )

2.1.2 Reformasi Dan Underfiring Pada proses ini sebelum memasuki reformer (pembentukan uap) kukus proses yang telah memenuhi syarat menjadi umpan reformer di campur

mendapatkan umpan reformer yang lebih homogen. Setelah itu campuran kukus proses dan gas dialirkan ke pemanas sehingga temperaturnya mencapai 5000C katalis yang di gunakan dalam proses ini berupa katalis berbasis nikel selanjutnya sisa pembakaran (flue gas) bertemperatur 9000C di lewatkan menuju system pemanfaatan panas buangan ( waste heat recovery). Gas reformasi meninggalkan reformer dengan suhu 8700 C dan tekanan 19,1 bar. Panas dari gas hasil pembakaran yang keluar dari reformer memiliki temperatur 9000C digunakan dalam pembangkit kukus bertekanan tinggi dan menengah menjadi 4850C. setelah

itu flue gas didinginkan kembali hingga mencapai suhu 1470C dan di buang ke udara. 2.1.3 Deskripsi Proses ini menghilangkan gas-gas methanol mentah dengan suhu 400C dan tekanan 68,7 bar yang mengalir dari methanol separator akan menuju bejana ekspansi yang beroprasi pada tekanan 6,5 bar. Dengan adanya penurunan tekanan ini, gas- gas terlarut akan lepas, setelah itu gas-gas terlarut yang dipisahkan dari cairan di jaga konstan dengan menggunakan pengotrol ketinggian. Dan gas-gas inert terlarut dipisahkan dari methanol mentah dan dinaikkan bagian atas kolom destilasi bersama sejumlah uap methanol. Uap tersebut akan melewqati condenser dimana sebagian uap methanol yang terbawa mengalami kondensasi dan di kembalikan di kolom destilasi sebagai refluk. Gas- gas ringan yang tidak terkondensasi akan di buang. Methanol yang akan tersetabilkan akan memasuki kolom pemurnian methanol pada kondisi 800C dan 1,5 bar. Pada kolom ini methanol menjadi prodak atas sedankan air sebagai produk bawah. Air proses yang dihasilkan sebagai produk bawah kolom distilasi ini akan di bawah menuju pemanas air proses. Uap yang menuju kolom puncak destilasi akan didinginkan oleh condenser dimana uap methanol akan dikondensasikan secara total menjadi cairan bersuhu 690C. methanol terkondensasi ini selanjutnya akan di dinginkan lagi mencapai suhu 400C dan di tampung pada suatu bejana penampung. 2.1.4 Kompresor Gas Sintesa Proses ini mengirimkan udara dan di hisap oleh kompresor dan dengan tekanan hingga 9,5 bar didinginkan dengan sweet cooling water,udara yang

lembam

di pisahkan oleh separator, pernurnian udaranya di alirkan di

refrigenerator untuk memisahkan unsur air dan gas lainnya hingga hanya mengandung gas hydrogen dan karbon monoksida untuk mendapatkan methanol yang di inginkan. 2.5 Pemilihan Proses Di pilih sistem konversi sintetis gas dengan pertimbangan: uraian Konversi Reformasi Deskripsi sintetis gas dan anderfiring Biaya Murah Murah Murah operasi Waktu yang Cepat Lama Lama digunakan Metode yang Modern Tradisional Tradisional digunakan Produk yang Kemurnian Kemurnian Kemurnian rendah dihasilkan tinggi rendah Harga Murah Murah Murah dipasaran Kualitas Bagus Kurang bagus Kurang bagus 3.2. Uraian Proses Proses pembuatan methanol dengan bahan baku sampah melalui beberapa tahapan, yaitu : 1. Proses pemecahan dan penghalusan ( shreeding )(SH-113) Proses pengerjaannya dilakukan dengan cara pemecahan, penghalusan sampah dengan menggunakan alat pemukul ( Hammer ) yang berputar pada porosnya. 2. Proses pengeringan ( drying )(R-114) Proses pengeringan dari sampah dimaksudkan untuk menghilangkan kadar air pada sampah sehingga memudahkan terjadinya pembakaran sampah pada proses selanjutnya. Pada alat dilengkapi dengan Belt Conveyer (BC-115) untuk

Kompresor gas sintesa Murah Lama Tradisional Kemurnian rendah Murah Kurangbagus

menggangkut

sampah,

dimana

prosesnya

berjalan

secara

kotinyu

dan

pengeringananya berjalan secara adiabatik. Pengeringannya menggunakan udara panas dengan suhu masuk 121 oC dan suhu operasi 65,56 oC . Keluar dari dryer suhu sampah 65,56 oC. Susunan bahan baku ( sampah ) yang masuk gasifier setelah di adakan pengeringan : Karbon Hidrogen Oksigen Nitrogen Sulfur = 51,21 % berat = 6,51 % berat = 27,47 % berat = 2,39 % berat = 0,125 % berat

Ash dan Inert = 12,25 % berat 3. Proses pembakaran (g-119) Proses pembakaran dimaksudkan untuk mendapatkan gas – gas karbon monoksida dan hydrogen. Suhu sampah masuk gasifier 65,56 oC, sedangkan suhu operasi pada suhu gasifier 593 oC. Pembakaran dilakukan tidak sempurna dengan menggunakan oksigen. Prosesnya berlangsung secara batch. Bermacam – macam gas yang dihasilkan, dilewatkan pada pipa bagian atas sedangkan abu dari pembakaran dikeluarkan pada bagian bawah. Suhu gas yang keluar dari gasifier adalah 593 oC kemudian dialirkan ke water heat boiler ( R-127 ). Sampah Solar + udara gas + abu

4. Water Heat Boiler ( WHB ) ( R-127 ) Proses pendinginan dimaksudkan untuk mendinginkan gas – gas dari pipa gasifier. Pendinginan dilakukan dengan menggunakan air umpan boiler pada suhu 593 oC . Setelah dilakukan pendinginan gas masuk ke shift converter (SC-129). 5. Proses Peningkatan Gas Hidrogen dan Penurunan Gas Karbon Monoksida ( shift konverter ) (SC-129) Dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah gas hydrogen dan menurunkan jumlah gas karbon monoksida agar didapatkan konversi yang lebih tinggi. Untuk menurunkan jumlah gas CO digunakan steam sehingga gas CO akan bereaksi dengan steam membentuk gas CO2 dan H2. gas keluar reaktor shift converter (SC129) 365oC type dari reaktor adalah Fixed Bed Reaktor dan dilengkapi dengan Coil pemanas. Karena disini suhu gas yang keluar dari shift converter terlalu tinggi, maka untuk ini diadakan cooler II(E-131). Keluar dari cooler II maka didapat suhu gas keluar 60 oC. Pendinginan digunakan air dari refrigerant dengan suhu air masuk 30 oC sedang suhu air keluar 35 oC. CO + H2O steam 6. Proses Penyerapan Dalam Kolom Absorber(A-120). Proses penyerapan dimaksudkan untuk menyerap gas karbondioksid dan juga gas – gas selain karbon monoksid dan hydrogen yang mungkin ada. Penyerapan dilakukan dengan menggunakan larutan MEA 30 % berat yang disediakan pada tangki reservoir MEA. Suhu gas masuk kolom absorber 140 oC, pemasukannya pada bagian bawah kolom sedangkan pemasukan larutan MEA CO2 + H2

pada bagian puncak kolom. Gas yang tidak terserap akan keluar pada bagian atas kolom yang terdiri dari karbon monoksid, hydrogen dan gas lain (sedikit gas CO2) sedangkan gas CO2 yang terserap akan teriakat dengan laruatan MEA akan turun kebawah, karena merupakan phase berat dengan suhu 60 oC. Agar larutan MEA yang digunakan dapat dipakai kembali, maka perlu dilengkapi kolom stripper (ST-134) dengan cara dilakukan recycle dari larutan MEA yang terpakai untuk mengikat CO2, untuk ini di perlukan steam suhu masuk 121 oC. begitu seterusnya sampai larutan MEA sudah tidak mampu untuk mengikat gas C. 7. Proses Konversi dalam Kolom Reaktor Metanol (R-130). Proses ini dimaksudkan untuk mengkonversikan gas – gas karbon monoksid dan hydrogen. Gas – gas karbon monoksid dan hydrogen yang dihasilkan dari puncak kolom absorber dialirkan menuju ke kolom reaktor untuk dikonversikan. Suhu operasi direaktor adalah 148 oC dengan tekanan 15 psi (1,0204 atm) setelah dikonversikan gas yang dihasilkan dari reaktor ke kondensator (E-142) untuk diadakan perubahan fase. Reaksi : CO + 2H2 CH3OH. ZnO+Cr2O3 8. Proses Pemisahan Gas Liquid dalam Flash Drum (FD-143). Kemudian masuk ke Flash Drum(FD-143) pada suhu 80 oC, untuk dipisahkan gas dengan liquidnya. Gasnya akan keluar pada bagian puncak kolom dengan suhu 135 oC, sedangkan liquidnya akan turun ke bawah dengan suhu 60
o

C. Yang mana gasnya akan keluar pada bagian atas, sedangkan fase beratnya

merupakan liquid methanol akan turun ke bawah.

9. Proses Distilasi Dalam Kolom Methanol (D-140). Proses ini dimaksudkan untuk menurunkan methanol dari heavy alcohol dan air. Pemisahan dilakukan berdasarkan pada titik didih, pada proses ini methanol yang lebih volatile dengan titik didih 64,75 oC, kemudian heavy alcohol setelah itu air. Gas yang keluar pada bagian atas kolom masuk ke kondensor (E-144) untuk diadakan perubahan fase menjadi liquid methanol. Sedangkan residunya akan keluar pada bawah kolom. Metanol yang telah dikondensasikan masuk ke accumulator (F-145) dengan konversi 12,5 ( tanpa recycle ). - Suhu feed masuk kolom methanol adalah 60 oC dengan tekanan 1 atm. - Suhu distilat adalah 67,47 oC dengan tekanan 1 atm. - Suhu residu adalah 76,62 oC dengan tekanan 1 atm.

BAB III NERACA MASSA

Basis kapasitas Waktu operasi Kapasitas produksi

: 15.000 ton/tahun : 330 hari/tahun :

15.000 ton 1 tahun 1 hari x x tahun 330 hari 24 jam

: 1875 kg/jam : 45.000 kg/hari 1 hari Satuan Basis : 24 jam/hari : kg/hari : 87.779,53 kg/hari

1. MAGNETIC SPARATOR ( M-112 )

Masuk Komposisi sampah: Serat kasar 51 % Lemak organik 6 % Abu 12 % Air 45 % = 44.767,5603 = 5.266,7718 = 10.533,5436 = 39.500,7885

Keluar Serat kasar 51 % Lemak organik 6 % Abu 12 % Air 45 % Protein 6,2 % = 44.767,5603 = 5.266,7718 = 10.533,5436 = 39.500,7885 = 5.442,3309 = 105.510,9951

Protein 6,2 %

= 5.442,3309 = 105.510,9951 = 4.388,9765 Total = 101.122,0186

Logam 5 %

= 4.388,9765

Logam 5 %

Total = 101.122,0186

2. ROTARY DRYER ( R-114 )

Masuk Sampah Air ( 45 % ) Udara

Keluar = 101.122,0186 = 39.500,7885 = 5.676,3229 146.299,13 Uap air ( 66,67 % )= 58519,65 Air ( 4 % ) Sampah Udara = 5676,3729 = 87.779,53 = 5.676,3229 146.299,13

3. GASIFIER ( G-119 )

Masuk Karbon Hydrogen Oksigen Nitrogen Sulfur Ash = 44.951,89 kg/hari = 5.714,45 = 24.113,03 = 2.097,93 = 171,17 = 10.752,99 = 87.779,53 CO CO2 H2 CH4 C2H6 N2 H2O

Keluar = 79.914,481 kg = 72.208,439 kg = 3.710,315 kg = 5.708,176 kg = 2.140,566 kg = 1.997,862 kg = 5.137,359 kg

Total = 100 volume = 172.814,7643 kg

4. SHIFT CONVERTER ( SC-129 )

Gas masuk : CO = 2.854,0882 kmol/hari = 101,9317 kg/hari CO2 = 1.641,1007 kmol/hari = 37,29774 kg/hari H2 = 1.855,1573 kmol/hari = 927,5787 kg/hari CH4 = 356,7609 kmol/hari = 22,29756 kg/hari C2H6 = 71,3522 kmol/hari = 2,378407 kg/hari N2 = 71,3522 kmol/hari = 2,548293 kg/hari H2O = 285,4088 kmol/hari = 158,5604 kg/hari Jumlah = 9.174,4371 kmol/hari = 1675,153 kg/hari

Gas keluar CO = 1.569,7485 kmol/hari = 56,06245 kg/hari CO2 = 3.139,4970 kmol/hari = 71,3522 kg/hari H2 = 2.925,4403 kmol/hari = 1462,72 kg/hari CH4 = 356,7609 kmol/hari = 22,29756 kg/hari C2H6 = 71,3522 kmol/hari = 2,378407 kg/hari N2 = 71,3522 kmol/hari = 2,548293 kg/hari H2O = 1.040,2859 kmol/hari = 57,79366 kg/hari Jumlah = 9.174,4371 kmol/hari = 1675,153 kg/hari

5. KOLOM ABSORBER ( A-120 )

Neraca masa total CO CO2 H2 CH4 = 1.569,7485 kmol/hari = 43.952,958 kg//hari = 3.139,4970 kmol/hari = 138.137,860 kg/hari = 2.925,4404 kmol/hari = 5.850,881 kg/hari = 356,7609 kmol/hari = 5.708,174 kg/hari = 2.140,566 kg/hari = 1.997,862 kg/hari

C2H6 = 71,3522 kmol/hari N2 H2O = 71,3522 kmol/hari

= 1.040,2859 kmol/hari = 18.725,146 kg/hari Total = 216.513,42 kg/hari

Liquid ( absorbent ) MEA = 56.534,722 kmol/hari = 11746.922,3 kg/hari CO2 = 0,00503 (56.534,722 ) = 284,3694 kmol/hari = 5.118,6486 kg/hari Total = 1.968.554,30 kg/hari Keluar : Gas : CO CO2 H2 CH4 = 1.569,7485 kmol/hari = 43.952,958 kg/hari = 31,3949 kmol/hari = 1.381,376 kg/hari

= 2.925,4408 kmol/hari = 5.850,881 kg/hari = 356,7609 kmol/hari = 5.708,174 kg/hari = 2.140,566 kg/hari = 1.997,862 kg/hari

C2H6 = 71,3522 kmol/hari N2 H2O = 71,3522 kmol/hari

= 1.040,2859 kmol/hari = 18.725,146 kg/hari Total = 79.756,963 kg/hari

Absorbent : MEA = 56.534,722 kmol/hari = 1.746.922,3 kg/hari CO2 = 0,060 ( 5.634,722 ) = 3.392,0833 kmol/hari = 165.547,6 kg/hari Total = 1.992.226,8 kg/hari
6. KOLOM STRIPPER ( ST-134 )

Masuk - MEA 30 % berat = 56.534,722 kmol/hari = 1.746.922,3 kg/hari CO2 = 3.392,0831 kmol/hari = 149.251,6 kg/hari - Steam = 9.116,2238 kmo/hari =164.092,0 kg/hari Total = 2.060.265,9 kg/hari

Keluar -MEA 30 % = 56.534,722 kmol/hari = 1.746.922,3 kg/hari - Steam = 9.116,2238 kmol/hari = 164.092,0 kg/hari CO2 ( gas ) = 3.108,102 kmol/hari = 136.758,4 kg/hari Total = 2.047.772,7 kg/hari

7. REAKTOR METHANOL KONVERTER ( R-130 )

Fres gas masuk CO H2 N2 CO2 CH4 = 43.952,964 kg/hari = 5.850,875 kg/hari = 1.997,872 kg/hari = 1.381,408 kg/hari

Keluar CO H2 N2 CH3OH = 24.938,896 kg/hari = 3.562,694 kg/hari = 39.377,072 kg/hari = 67.878,537 kg/hari = 45.002,394 kg/hari

= 5.708,191 kg/hari C2H5OH = 269,454 kg/hari

C2H6 = 2.140,557 kg/hari H2O Total = 18.725,163 kg/hari = 79.757,010 kg/hari H2O Total CH4 Recycle : CO = 24.938,896 kg/hari C2H6 H2 = 3.562,694 kg/hari CO2 N2 = 39.377,072 kg/hari = 67.878,537 kg/hari H2O Total = 1.381,408 kg/hari = 18.725,163 kg/hari = 27.955,319 kg/hari = 2.140,557 kg/hari = 421,858 kg/hari = 45.693,706kg/hari = 5.708,191 kg/hari

Total

= 141.527,562 kg/hari

Total = 141.527,562 kg/hari

8. FLASH DRUM ( FD-143 )

Masuk CH4 = 5.708,191 kg/hari

Keluar Gas : CH4 = 5.708,191 kg/hari

C2H6 = 2.140,557 kg/hari CO2 H2O = 1.381,408 kg/hari = 18.725,163 kg/hari

C2H6 = 2.140,557 kg/hari CO2 Liquid : = 1.381,408 kg/hari = 9.230,166 kg/hari

CH3OH = 45.002,394 kg/hari H2O C2H5OH = 269,454 kg/hari CH3OH = 45.002,394 kg/hari C2H5OH = 269,454 kg/hari = 64.805,628 kg/hari Total = 73227,165 kg/hari Total = 73.227,165 kg/hari = 18.725,163 kg/hari

9. KOLOM DISTILASI METHANOL I ( D-140 )

Bahan Masuk komponen Feed: methanol Etanol air 0,7066 0,2834 0,0100 %mol berat komponen Distilat: 45.002,394 Methanol 269,454 Etanol 18.725,163 Bottom: Etanol air total 63.997,011 total

Bahan Keluar %mol berat

0,9988 0,0012

45.002,394 76,3633

0,00402 0,9959

193,0896 18.725,163 63.997,011

BAB IV NERACA PANAS Di pabrik methanol ini, tidak semua peralatan yang mengalami interaksi panas. Oleh karena itu perhitungan neraca panas (energi) hanya dikerjakan pada peralatan yang mengalami interaksi panas. Kapasitas produksi Waktu Operasi Suhu referensi Satuan : 15.000 ton/tahun = 1875 kg/jam : 330 hari/ tahun, 24 jam/hari : 25oC : Kkal/jam

1. GASIFIER ( G-119 )

WHB gas ΔH2 T = 150 oC Sampah kering ΔH1 593 oC T = 593 oC ΔH3 Abu

∆H1 ∆H2 ∆H3 Q Qloss

= enthalpy yang terkandung pada feed masuk = enthalpy yang terkandung pada gas keluar = enthalpy yang terkandung pada hasil samping yang berupa abu = panas yang dikeluarkan oleh coil pemanas (steam) = panas yang hilang

Komponen ∆H1 ∆H2 ∆H3 ∆HR Q Qloss Total 2. COOLER I ( E-124 )

Enthalpi masuk 54.744.630,8 9.061.952.044

Entalpi keluar

25.649.395,03 782.120.316,5 755.684.814,4 90.242.084,9 845.926.899,3 845.926.899,3

t= 30oC Abu ∆H1 T = 593oC t= 50oC ∆H1 ∆H2 Q = enthalpy yang terkandung pada abu masuk = enthalpy yang terkandung pada abu keluar = panas yang diserap oleh air pendingin

Q loss Abu ∆H2 T = 60oC

Qloss = panas yang hilang Komponen ∆H1 ∆H2 Qloss Q Total 389.078.563 Entalpi masuk 389.078.563 23.974.911,45 19.453.928,15 345.649.723,4 389.078.563 Entalpi keluar

3. WHB ( Water Heat Boiler ) ( R-127 ) ∆H1 T = 593 oC Air ΔH3 T = 30 oC

WHB

Qs

Steam ΔH4 T = 121 oC

T = 365 oC ∆H2

∆H1 ∆H2 Q Qloss

= enthalpy yang terkandung pada larutan masuk = enthalpy yang terkandung pada larutan keluar = panas yang diserap oleh air pendingin = panas yang hilang Komponen Entalpi masuk 54.744.630,8 778.307.541,5 227.970,3056 140.849.020,5 48.040.458,57 127.756.999,1 182.729.600,02 182.729.600,02 Entalpi keluar

∆H1 ∆H2 ∆H3 ∆H4 Qloss Q Total

4. SHIFT CONVERTER ( SC-129 ) Qloss ΔH2 T = 365 oC ΔHR T = 365 oC

ΔH1 T = 365 oC

∆H1 ∆H2 Q Qloss

= enthalpy yang terkandung pada larutan methanol masuk = enthalpy yang terkandung pada larutan methanol keluar = panas yang dikeluarkan oleh coil pemanas (steam) = panas yang hilang Komponen Enthalpi masuk 4.641.848,963 5.308.224,826 5.974.600,689 5.974.600,689 279.380,254 10.616.449,65 10.616.449,65 Entalpi keluar

∆H1 ∆H2 ∆HR Q Qloss Total

5. Cooler II ( E-131 ) t= 30oC Gas ∆H1 T = 365oC t= 35oC ∆H1 ∆H2 Q Qloss = enthalpy yang terkandung pada larutan methanol masuk = enthalpy yang terkandung pada larutan methanol keluar = panas yang diserap oleh air pendingin = panas yang hilang Q loss Cair dan gas ∆H2 T = 60oC

Komponen ∆H1 ∆H2 Qloss Q Total

Entalpi masuk 4.641.848,963

Entalpi keluar 855.320,5262 23.092,4478 3.554.435,989

4.641.848,963

4.641.848,963

6. PreHeater ( E-139 ) Gas setelah absorber ∆H1 t = 60oC T=134 oC ∆H1 ∆H2 Q Qloss Q T=134oC Qloss gas ∆H1

t = 148 oC

= enthalpy yang terkandung pada larutan masuk = enthalpy yang terkandung pada larutan keluar = panas yang dilepas oleh steam = panas yang hilang Komponen Entalpi masuk 855.320,5262 1.418.060,449 74.634,7605 637.374,6831 1.492.695,209 1.492.695,209 Entalpi keluar

∆H1 ∆H2 Qloss Q Total

7. HEAT EXCHANGER ( E-133 ) Qloss ∆H1 t = 121 oC T=134 oC ∆H1 ∆H2 Q Qloss Q T=134oC ∆H1 t = 121 oC

= enthalpy yang terkandung pada larutan masuk = enthalpy yang terkandung pada larutan keluar = panas yang dilepas oleh steam = panas yang hilang Komponen Entalpi masuk 2.790.580.638 2.939.664.054 162.062.794 450.675.242,1 3.241.255.880 3.241.255.880 Entalpi keluar

∆H1 ∆H2 Qloss Q Total

8. KOLOM STRIPPER ( ST-134 ) CO2 , kondensat T = 121 o C Gas ΔH3 T = 64,75 oC

MEA , CO2 T = 60 oC Lo ΔH1

ΔH2 121 oC

L1 ΔH4 T = 64,75 oC

∆H1 ∆H2 ∆H3 ∆H4 Q Qloss

= enthalpy yang terkandung pada CO2 dan MEA masuk = enthalpy yang terkandung pada CO2 keluar = enthalpy yang terkandung pada gas keluar
=

enthalpy yang terkandung pada MEAdan CO2keluar

= panas yang dilepas oleh steam = panas yang hilang Komponen Entalpi masuk 38.635.485,44 15.341.262,08 1.305.205,697 38.527.833,05 112.923.574,7 98.779.865,88 152.756.613,4 152.756.613,4 Entalpi keluar

∆H1 ∆H2 ∆H3 ∆H4 Qloss Q Total

9.Cooler III ( E-135 ) t= 30oC ∆H1 T = 64,75oC t= 55oC ∆H1 ∆H2 Q Qloss = enthalpy yang terkandung pada larutan methanol masuk = enthalpy yang terkandung pada larutan methanol keluar = panas yang diserap oleh air pendingin = panas yang hilang Q loss ∆H2 T = 60oC

Komponen ∆H1 ∆H2 Qloss Q Total

Entalpi masuk 38.635.485,44

Entalpi keluar 34.018.666,43 3.863.548,543 753.270,4666

38.635.485,44

38.635.485,44

10. Converter ( R-130)
T 1= 148 Δ H1 Q loss Qs

Δ HR Δ H2 t 2 = 240°C

Keterangan: ΔH1 ΔH2 ΔHR Qs : Panas yang terkandung dalam bahan masuk dari kolom absorber : Panas yang terkandung dalam produk keluar. : Panas reaksi : Panas steam masuk

Qloss : Panas yang hilang (1% Qs) Masuk (Kkal/hari) ΔH1 Qs 70.725.968,29 ΔH2 Keluar (Kkal/hari) 77.458.840,59 701.199,6886 75.091,6363 78.235.131,92

7.509.163,627 ΔHR Qloss

Total

78.235.131,92

Total

11. Kondensor ( E-142 ) t=30oC ∆H1 T= 240oC Qloss ∆H2 T= 150oC

t = 58oC ∆H1 ∆H2 Q Qloss = enthalpy yang terkandung pada gas masuk = enthalpy yang terkandung pada gas keluar = panas yang diserap air pendingin = panas yang hilang Komponen ∆H1 ∆H2 Panas yang diserap pendingin ( Q ) Panas Hilang ( Qloss ) Total

Q

Entalpi masuk 659.782.361

Entalpi keluar 28.308.845,45 598.484.397,5 29.924.219,88

659.782.361

659.782.361

12. Kolom Distilasi I ( D-140 ) V ∆H2 Lo p T= 60 oC ∆H1 F ∆H6 V0 Q3 ∆H3 Q1 D ∆H4 T = 57,47 oC

∆H5

L

Q2 B ∆H7

T= 76,62oC

Dimana: ∆H1 = enthalpy yang terkandung dalam feed ∆H2 = enthalpy yang terkandung dalam V ∆H3 = enthalpy yang terkandung dalam Lo ∆H4 = enthalpy yang terkandung dalam D ∆H5 = enthalpy yang terkandung dalam L ∆H6 = enthalpy yang terkandung dalam Vo ∆H7 = enthalpy yang terkandung dalam B Q1 Q2 Q3 = panas yang diserap air pendingin = panas yang dibawa steam = panas yang hilang

Komponen ∆H1 ∆H4 ∆H7 Q1 Q2 Q3 jumlah

Entalpi masuk 1.499.549,669

Entalpi keluar 770.009,6349 973.171,3223

690.828,9768 391810,7426 55.386,9463 2.190.378,6460 2.190.378,6460

BAB V SPESIFIKASI PERALATAN

1. OPEN STORAGE SAMPAH

Fungsi - type

: sebagai tempat penyimpanan dan penyediaan sampah. : open storage

- ukuran : L = 13,3264 m P = 26,6528 m T = 8,75 m - jumlah : 1 buah 2. OPEN HOUSE

Fungsi : lahan terbuka sebagai tempat pemrosesan bahan baku pertama. - type : open home

- ukuran : I = 17,4555 m P = 34,9109 m T = 20,4 m - jumlah : 1 buah

3.CHAIN CONVEYOR ( J-111 )

- Fungsi : untuk memindahkan bahan baku sampah basah dari tempat penimbunan ke rotary dryer. - Power : 6 Hp - Diambil lebar belt - Jarak tempuh belt ( L ) : 4 ft : 40 ft ( ditetapkan )

4. MAGNETIK SPARATOR ( M-112 )

Fungsi : untuk memisahkan sampah dari biji besi - type : magnetic separator - kapasitas : 4.213,4174 kg/jam - Bc : 3,2352 ft - Dc : 12,9408 ft - De : 6,4704 ft - Hc : 6,4704 ft - Lc : 25,8816 ft - Sc : 1,6176 ft - Zc : 25,8816 ft - Jc : 1,6176 ft

5. SHREEDER ( SH-113 ) Fungsi : untuk memecah dan memotong sampah yang akan masuk rotary dryer, sehingga memudahkan proses pengeringan maupun pembakaran. Kapasitas : 6,0958 ton/jam Power : 20,3193 Hp Jumlah : 6 buah 6. ROTARY DRYER ( R-114 )

- Fungsi : Untuk mengeringkan sampah sebelum masuk ke gasifier - jumlah : 2 buah - Kapasitas :146,29913 ton/hari - Power : 5,5 Hp - luas rotary = 2.085,5645 Btu/ft2

- Waktu pengeringan : 0,5258 jam - Panas yang digunakan :9,6518 jam - Lebar dryer :18,8779 ft - Panjang dryer : 135 ft 7. BELT CONVEYOR ( BC-115 )

- Fungsi - Jumlah

: untuk mengangkut sampah dari rotary dryer ke tangki penampung. :1

- Kapasitas : 146.299,13 kg/jam : 146,29913 ton/jam - Type : Throughed belt on 20o idlers - Lebar belt : 14 in

- Panjang belt : 20 ft - Kemiringan : 20o - Kecepatan : 100 rpm - Angel of Repose : 0o - Power : 1 Hp - Bahan : Rubber canvas - Jumlah : 1 buah 8. TANGKI PENAMPUNG ( F-116 )

- Fungsi : untuk menampung hasil sampah yang sudah dikeringkan. - jumlah : 3 buah - Kapasitas : 197.000 cuft - Diameter : 43,7345 ft - Panjang : 131,2037 ft 9. BUCKET ELEVATOR ( J-117 )

- Fungsinya : untuk mengangkut sampah yang sudah kering dan disini dilengkapi dengan scru konveyer ( untuk mendorong sampah masuk gasifier ). - jumlah : 1 buah - Kapasitas : 146,29913 ton/hari - Ukuran bucket : 8 x 5 ½ x 73/4 in - Kecepatan bucket : 37,5 ft/min - Sudut kemiringan : 30 o - Rpm : 7

- Power : 16 Hp 10. SREW CONVEYOR ( C-118 )

- Fungsi : untuk mendorong sampah masuk ke gasifier. - jumlah : 1 buah - Type : Horisontal Screw Conveyor with Bin Gate & Plain Discharge Opening - Kapasitas : 386.856,032 lb/jam - Kecepatan : 55 rpm - Diameter flight : 10 in - Diameter pipa : 2,5 in - Diameter shaft : 2 in - Panjang : 20 ft - Power : 15 Hp - Bahan : Carbon Steel 11. GASIFIER ( G-119 )

- Fungsi : untuk membakar sampah sehingga menjadi gas untuk dikonversikan menjadi methanol. - kapasitas : 87,77953 ton/hari - Jumlah : 1 buah Hopper - Fungsi : sebagai tempat penampungan sampah sebelum masuk ke zone drying gasifier. - Kapasitas : 87,77953 ton/hari

- diameter : 8 ft - tinggi : 12 ft Zone drying - Fungsi : untuk menguapkan sisa-sisa air pada sampah - kapasitas : 425,7318 ft2 - Diameter atas ( da ) : 8 ft - Diameter bawah ( db ) : 10 ft - Tinggi : 9,5 ft

Dimensi zone pembakaran - Bentuk - Diameter atas - Diameter bawah - Volume - Tinggi - Tebal dinding shell : kerucut : 10,0 ft : 15,2 ft : 6.705 cuft : 50 ft : 1 5/8 in.

12. COOLER I ( E-124 )

- Fungsi : untuk mendinginkan sisa sampah/abu yang tidak terbakar dari gasifier - Jumlah - Jenis :1 : Horisontal Shell & Tube H.E

- Bagian Shell: IDs n’ B = 12 in =1 = 24

de

= 0,95

- Bagian Tube: do di n c’ = 3/4in = 0,606 in =2 = Pt-do = 1-3/4 in = ¼ in l = 16 ft

susunan pipa = square a’ a” = 0,289 in = 0,1963 ft2/ft

Ntstandart = 116 13. TANGKI PENAMPUNG RESIDU ( F-125 )

- Fungsi : untuk menampung abu yang akan digunakan untuk campuran pupuk. - Jumlah : 2 buah - Type : Silinder horisontal - Kapasitas : 16.392,4240 cuft - Diameter : 20 ft - Panjang : 60 ft

14. KOMPRESSOR ( G-126 )

- Fungsi : untuk menghembuskan udara ke dalam heater udara yang akan masuk ke dalam rotary dryer. - Jumlah : 1 - bahan : Cast iron

- type : Rotary compressor - Kapasitas : 16,2285 ft3/jam - Daya : 37 HP

15. BLOWER ( L-121 )

- Fungsi : untuk menghembuskan udara luar kedalam gasifier. - jumlah : 1 buah - Type : Centrifugal Blower - Kapasitas : 172.814,7643 kg/jam - Power : 106 Hp - Bahan konstruksi : Carbon Steel 16. POMPA I ( L-122 )

- Fungsi : memompa bahan bakar menuju ke gasifier. - Jumlah : 1 buah - Jenis : Centrifugal pump - Bahan : cast iron - Proses : kontinyu - Di opt pipa : 3 in sch 40

- Daya : 1 HP 17. TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR ( F-123 )

- Fungsi : untuk menampung bahan baker solar yang akan digunakan untuk proses pembakaran didalam gasifier. - jumlah : 2 - Kapasitas : 8.000 cuft - Diameter : 15,0326 ft - Panjang : 45,0977 ft 18. HEATER UDARA ( E-128 )

- Fungsi : memanaskan udara yang keluar dari WHB menuju ke rotary drayr - type : 1 – 2 shell & tube Heat exchanger Shell side - ID : 8 in - Baffle spancing : 8 in - Passes : 1 Tube side - OD : ¾ in 16 BWG - Picth : 1 in Square - Passes : 2 - Nt : 26 buah - L : 8 ft

19. SHIFT CONVERTER ( SC-129 )

- Fungsi : mengurangi jumlah CO dan menambahkan jumlah gas H2 dengan cara mareaksikan dengan uap air. - Type - Dimensi : fixed bed reactor : diameter = 2 ft, tinggi = 6 ft : 5/8 in

- Tebal dindind reactor - Bahan konstruksi - Isolasi 20. COOLER II ( E-131 )

: carbon steel : fire clay brick

- Fungsi : untuk mendinginkan gas – gas dari shift converter menuju ke kolom absorber. - Jumlah : 1 - Jenis : Horisontal Shell & Tube HE - Bagian Shell: IDs n’ B de = 8 in =1 = 24 = 0,95

- Bagian Tube: do di n = 3/4in = 0,620 in =2

c’

= Pt-do = 1-3/4 in = ¼ in

l

= 16 ft

susunan pipa = square a’ a” = 0,302 in = 0,1963 ft2/ft

Ntstandart = 26 21. ABSORBER ( A-120 ) Fungsi : Untuk menyerap gas karbon dengan menggunakan larutan MEA 30 % berat. Type Bahan konstruksi Tinggi shell Tebal shell Tebal tutup Diameter Jumlah tray aktual Jarak antar tray : Packing kolom : Carbon Steel SA 240 Grade C type 347 : 18 ft : 3/16 in : 3/16 in : 2 ft : 16 buah : 12 in

22. PREHEATER ( E-139 ) - Fungsi : untuk memanaskan gas – gas dari kolom absorber menuju ke methanol converter. Type : Horizontal shell & tube HE Bagian shell : IDS = 12 in N=1 B = 24 De = 0,95 Bagian Tube : Do = ¾ in Di = 0,606 in N=2 C = ¼ in L = 16 ft 23. HEAT EXCHANGER ( E-133 )

- Fungsi : untuk memanaskan CO2 dan H2 yang yang mungkin ada menuju ke kolom stripper. - Jumlah : 1 buah - kapasitas : 1.992.226,8 kg/hari - panas over design = 15 % - DPHE dengan ukuran : - 2 ½ x ¼ inc. IPS . Sch. 40 L : 20 ft Hair pain : 3 buah

24. STRIPPER ( ST-134 ) - Fungsi : untuk mengurangi kadar CO2 yang dalam larutan MEA yang berasal dari kolom absorber. - Jumlah : 1 buah - type : packed colom ukuran packing : type : berl sadlles 1in bahan : keramik - ukuran : diameter : 6 ft tinggi kolom : 27 ft - bahan : carbon steel 25. COOLER III ( E-135 )

- Fungsi : untuk mendinginkan gas yang keluar dari kolom stripper yang akan masuk ke tangki penampung. - Jumlah : 1 - Jenis : Horisontal Shell & Tube HE - Bagian Shell: IDs n’ B de = 12 in =1 = 24 = 0,95

- Bagian Tube: do = 3/4in

di n c’

= 0,606 in =2 = Pt-do = 1-3/4 in = ¼ in

l

= 16 ft

susunan pipa = square a’ a” = 0,289 in = 0,1963 ft2/ft

Ntstandart = 116 26. TANGKI PENAMPUNG MEA I ( F-136 )

- Fungsi : menampung hasil recycle larutan MEA yang masih dapat dipakai kembali. - Jumlah : 6 buah - Diameter : 6 ft - Panjang : 18 ft - Bahan : carbon steel 27. POMPA II ( L-137 )

- Fungsi : untuk memompa larutan MEA yang keluar dari kolom stripper menuju ke kolom absorber. - jumlah : 1 buah - Jenis : centrifugal pump

- Bahan

: cast iron

- Proses : kontinyu. - Di opt pipa : 3 in sch. 40 - Daya : 2 HP 28. TANGKI PENAMPUNG MEA II ( F-132 )

- Fungsi : menampung larutan MEA yang berasal dari kolom stripper. - jumlah : 6 buah - Kapasitas : 4.514.565,72 lb/jam - Ukuran tangki Diameter : 5,5 ft Panjang : 16,5 ft 29. KOMPRESSOR(G-138a)

- Fungsi untuk menaikkan tekanan - Jumlah : 1 - bahan : Cast iron

- type : Rotary compressor - Kapasitas : 2,1923 ft3/jam - Daya : 1 HP

30. EKSPANDER(G-138)

- Fungsi

: untuk menurunkan tekanan gas hydrogen dari 1 atm menjadi 0,07106 atm

- Type : radial - Jumlah : 1 buah - Kapasitas - Bahan Konstruksi : 5698,2667 Kg/jam : metal

31. EKSPANDER(G-141)

- Fungsi

: untuk menurunkan tekanan gas hydrogen dari 1 atm menjadi 0,07106 atm

- Type : radial - Jumlah : 1 buah - Kapasitas - Bahan Konstruksi : 5896,9818 Kg/jam : metal

32. REAKTOR METHANOL KONVERTER ( R-130 ) Lihat di Perancangan Alat Utama VI 33. CONDENSOR II ( E-142 )

- Fungsi : untuk mengembunkan gas – gas CH3OH, C2H5OH, H2O, CH4, C2H6, dan CO2 dari reactor methanol. - Jumlah : 1 buah - Condenser : 1-2 Heat Exchanger - Shell side : Tube side :

- ID

: 17 ¼

¾” OD, 16’ panjang,16 BWG 1 square pitch Jumlah tube : 150 Passes :6

- Baffle space : 3,45” - Passes :1

34. FLASH DRUM ( FD-143 )

- Fungsi : untuk memisahkan fase gas dan fase liquid. - Type : vertical drum - Jumlah : 1 buah - Bahan Konstruksi : Steel plat SA 240 grade M type 316 - Kapasitas - di - ts - tha = thb - ha = hb -H : 141.527,562 kg/hari = 5.896,9818 kg/jam : 12,3653 in : 3/16 in : 3/16 : 3/16 : 42,1422 in

35. KOLOM DISTILASI METHANOL ( D-140 )

36. REBOILER ( E-147 )

- Fungsi

= memanaskan produk bawah dari kolom distilasi

- Type = Shell and tube type 1-2, sehingga FT = 1 - Jumlah : 1 buah - Bahan : High Alloy Steel SA 135 grade H

- Dimensi: IDS do di n’ Nt : 12 in : ¾ in : 0,584 in : 4 in : 76 buah

37. KONDENSOR ( E-144 )

- Fungsi

= mengembunkan produk atas yang keluar dari kolom distilasi I

- Type = Shell and tube - Bahan - Dimensi: IDS do di n’ Nt : 8 in : ¾ in : 0,62 in :4 : 14 buah : High Alloy Steel SA 135 grade B

38. ACCUMULATOR ( F-145 )

- Fungsi

= menampung sementara distilat dari kolom distilasi I

- Type = silinder horisontal, tutup samping berbentuk standar dished - Jumlah = 1 buah

Bahan Konstruksi= Carbon steel SA-135 Grade A Dimensi di = 16,3632 in

do ts jumlah

= 16,4882 in = 1/16 in = 1 buah

39. POMPA ( L-146 )

- Fungsi : Untuk memompa larutan dari akumulator distilat I ke tangki penampung methanol. - jumlah : 1 buah - Jenis : sentrifugal - Bahan : cast iron

- Proses : kontinyu. - Di opt pipa : 2 in sch. 40 - Daya : 1 HP 40. TANGKI PENAMPUNG DESTILAT METHANOL ( F-149 )

- Fungsi : untu menampung produk methanol. - Kapasitas : 99.381,6416 lb/hari - Diameter : 7,4034 ft - Panjang : 22,2103 ft 41. TANGKI PENAMPUNG RESIDU ( F-148 )

- Fungsi : untu menampung produk ethanol yang tidak terpakai. - Kapasitas : 41.707,6049 lb/hari - Diameter : 5,5428 ft - Panjang : 16,6287 ft

BAB VI PERANCANGAN ALAT UTAMA

Nama alat Kode Fungsi

: Converter : R-130 : Tempat berlangsungnya reaksi perubahan atau konversi gas –gas karbon monoksid dan hydrogen.

Jenis

: Fixed - Bed Multi Tubular Reaktor

Kondisi operasi: Tekanan Temperatur = 1 atm = 14,7 psia = 148 °C = 421,15 oK = 298,4 ºF = 758,4 oR = 5.896,9818 Kg/jam =13.000,6185 lb/jam = 3,6113 lb/detik Densitas uap campuran = 1,6838 lb/ft3

Rate feed masuk reaktor

Komposisi fresh gas masuk reactor : CO H2 N2 CO2 CH4 = 43.952,964 kg/hari = 5.850,875 kg/hari = 1.997,872 kg/hari = 1.381,408 kg/hari = 5.708,191 kg/hari

C2H6 = 2.140,557 kg/hari H2O = 18.725,163 kg/hari

Total

= 79.757,010 kg/hari

Recycle : CO = 24.938,896 kg/hari H2 = 3.562,694 kg/hari N2 = 39.377,072 kg/hari = 67.878,537 kg/hari Total = 141.527,562 kg/hari = 5.896,9818 Kg/jam

Komposisi produk keluar : CO H2 N2 CH3OH C2H5OH H2O Total CH4 C2H6 CO2 H2O Total Total = 24.938,896 kg/hari = 3.562,694 kg/hari = 39.377,072 kg/hari = 67.878,537 kg/hari = 45.002,394 kg/hari = 269,454 kg/hari = 421,858 kg/hari = 45.693,706kg/hari = 5.708,191 kg/hari = 2.140,557 kg/hari = 1.381,408 kg/hari = 18.725,163 kg/hari = 27.955,319 kg/hari = 141.527,562 kg/hari = 5.896,9818 kg/jam

1. Menentukan Waktu Reaksi Waktu tinggal dalam reactor antara 4 – 5 detik. Ditetapkan 4,5 detik.

2. Menentukan Volume Reaktor P.V=n.R.T Dimana : T n = 148oC = 758,4 oR = 3,2632 = 1,6838 ft3/lb.mol.oR

ρcampuran

Menghitung Pdesign
− 1) x(H campuran gas = P hidrolituk 144 ρ

( Hgas = Hpipa = asumsi 10 ft ) Jadi Phidrolitik = 12,33 psia Poperasi P design ( Pi ) = 1 atm = 14,7 psia = Phidrilitik + Poperasi = ( 12,33 + 14,7 ) -14,7 = 12,33 psig Sehingga : V = 3,2632kg / m3 x10,73 psig . ft 3 / lb.mol.o Rx758,4o R 12,33 psia

= 154,7534 ft3

3. Menentukan Volume Actual Reaktor Dari tabel 4.22,hal 217 Ulrich ditetapkan harga fr avoid volume (porositas) ε adalah sebesar 0,75 Sehingga packing of sphere volume fluid friction = 0,7 x 154,7534 ft3 = 116,0651 ft3 Maka, Volume actual reactor = Volume reactor + Volume fluid friction = 154,7534 ft3 + 116,0651 ft3 = 270,8185 ft3 4. Menentukan Panjang Pipa dalam Reaktor L pipa =

Vactual π (Di )2 4

Dimana digunakan pipa dengan ketentuan ukuran nominal 2 in sch 40 Dari Appendiks K, Brownell and Young, hal 387 didapatkan: ID OD A a” = 5,047 in = 5,563 in = 20,01 in2 = 1,734 ft2/ft = 1950,1595 ft = 0,4206 ft = 0,464 ft = 0,1309 ft2

270,8185 ft 3 L pipa = π (0,4206)2 4

5. Menentukan Panjang Potongan Pipa Berisi Katalisator (l)

Densitas campuran ZnO + Cr2O3 = 427,7889 lb/ft3

( perry table 2-373 )

Maka berat katalis = Volume fluid friction x ρ ( campuran ZnO + Cr2O3 ) = 116,0651ft3 x 427,7889 lb/ft3 = 49.651,36125 lb Kecepatan masuk katalis =

berat katalis 49.651,36125 lb = L pipa 1950,1595 ft

= 25,4602 lb/ft Jadi, l pipa = super velocity x waktu reaksi x porositas = 13.000,6185 lb/jam x 4,5 detik x 0,75 25,4602lb/ft

= 1.723,3599 ft
6. Menentukan Jumlah Pipa (Nt)

Nt =

L pipa l asumsi

=

1.950,1595 ft 10 ft

= 195,0159 setara 200 buah
7. Cek l Pipa dan Waktu Tinggal

Rate

=

volume actual waktu reaksi =

=

270,8185 ft 3 4,5 detik

= 60,1819 ft3/detik

Rate 1 pipa

Rate 60,1819ft 3 /jam = Nt 200

= 0,3009 ft3/jam

Waktu tinggal (t) =

Axl rate l pipa 0,1309 ft 2 x 10 ft 0,3009 ft 3 /jam = 4,3503 detik ≈ 4,5 detik

=

Jadi trial terhadap l pipa 10 ft telah memenuhi.
8. Menentukan Dimensi Reaktor

Susunan pipa dalam reaktor berbentuk segitiga (triangular) dengan: PT = OD + ¼ OD = 5,563 + ¼ (5,563) luas satu pipa: t = PT x sin 60° = 6,9538 x sin 60° Luasan triangular pitch A = ½ x PT x t = ½ x 6,9538 x 6,0221 = 20,9382 in2 = 0,1454 ft2 Dengan Nt = 200 buah, maka: Luas pipa = Nt x luas segitiga = 200 x 0,1454 ft2 = 29,08 ft2 = 6,0221 in = 6,9538 in

Asumsi luas pipa = 90 % luas total Luas total = Luas pipa 0,9 = 29,08 0,9 = 32,3111 ft2

Menghitung diameter reaktor: Luas total = di2 = π x di2 4 Luas total π 4
32,3111 ft 2 π 4

di

=

di

= 6,4157 ft

= 76,9879 in

9. Menentukan Tebal Reaktor

Menentukan P design (Pi) ts = Pi.di +C 2(f.E − 0,6.Pi)

dimana : ts = tebal dinding silinder ( in ) Pi = tekanan design dari factor ( psig ) F = allowable stess bahan di = diameter dalam reactor ( in ) ts = 12,33 x 76,9879 1 + 2. (14.112 . 0,85 − 0,6 . 12,33) 16 16 16

= 0,0396 x

=

1,6335 ≈ 3/16 in. 16

Standardisasi do: do = di + 2 ts = 76,9879 + 2 (3/16) = 77,3629 in Dari Brownell and Young, tabel 5.7, hal, 91, diperoleh: Untuk ts = 3/16 in, maka diperoleh do baru = 120in r = 114 in icr = 7 ¼ in Sehingga: di baru = do baru – 2 ts = 120 – 2 (3/16) = 119,625 in
10. Menentukan Tebal Tutup Reaktor

Direncanakan tutup atas dan tutup bawah berbentuk standard dished head th = 0,885 . Pi . d +C (f . E - 0,1 . Pi) 0,885 x 12,33x 119,625 1 + ( 14.112 x 0,8 - 0,1 x 12,33 ) 16 3,0917 16 setara 3 in 16

=

=

11. Menentukan Kebutuhan Brine

Reaksi yang terjadi merupakan reaksi eksotermis, sehingga untuk menjaga suhu dalam reactor, maka panas yang dihasilkan harus diserap dengan larutan garam ( brine ).
Perhitungan :

Beban panas rector dari neraca panas diperoleh : Q = 312.881,8178 kkal/jam = 1.241,519 Btu/jam A = L . a” . Nt Dimana : A = Luas permukaan panas L = Panjang pipa = 10 ft A” = Surface per lin ft = 1,074 ft2/ft ( Brownell & Young, table 11 ) Nt = jumlah tube = 200 buah Maka , A = ( 10 ft ) . ( 1,074 ft2/ft ) . ( 200 ) = 2.148 A=
Q U D .Δt LMTD Q U D .A

∆tLMTD =

=

1.241.610,519 40 x9.988,2

= 364,5346

∆tLMTD =

(T1 − t 2 ) − (T1 − t 2 ) ⎡ T1 ⎤ ⎢ t ⎥ ln ⎢ 2 ⎥ ⎢ T1 − t 2 ⎥ ⎥ ⎢ ⎦ ⎣
Δt1 − (298,4 − 15,8) ⎤ ⎡ Δt1 ln ⎢ ⎥ ⎣ (298,4 − 15,8) ⎦

=

Dengan cara trial terhadap ∆t1 akan didapatkan harga t2 : Trial t1 = 19,3921 ∆tLMTD =
19,3921 − 1440 ⎡19,3921⎤ ln ⎢ ⎥ ⎣ 1440 ⎦

= 364,5346 Maka harga t2 = 298,4 – 19,3921 = 379,0079 oF= 192,7822 oC Kebutuhan brine adalah : Diketahui Cp Brine = 0,373 Btu/lboF ( Perry ed 5, hal 9 – 42 ) m= Q Cp.Δp 1.241.610,519 (192,7922 − 15,8)

=

= 7.015,0578 lb/jam = 3.181,9769 kg/jam

Checking Perancangan Reaktor Evaluasi Perpindahan Panas ( Rd )

Bagian tube ( gas ) Diketahui data : Cp umpan = 1,9669 btu/lb.oF

Bagian shell ( Brine ) Diketahui data : Cp umpan = 0,373 btu/lb.oF

ρ umpan = 3,6113 lb/ft.jam
K umpan = 0,179 btu/jam.ft.oF Feed masuk = 13.000,6185 lb/jam. a. Flow area At = Nt. a' 144. n 400x1,734 144.6

ρ umpan = 1,7 cp
= 4,1125 lb/ft.jam K umpan = 0,35 btu/jam.ft.oF Pt = 6,9538 in

C = Pt – OD = 1,3908 in Feed masuk = 7.015,0578 lb/jam a’ Flow area Trial nilai B hingga ( N + 1 ) = bilangan bulat B = 1,7972 (N+1)= 12 xB L

=

= 0,8028 ft2 b. Kecepatan gas ( Gt ) W Gt = At = 13.000,6185 0,8028

=2 As = IDs.B.C 144.Pt 113,625 x 1,7972 x 1,3908 144 x 6,9538

= 16.194,0938 lb/ft2.jam

=

= 0,2836 ft2 b’ keceptana gas ( Gs )

c. Bilangan Reynold ( NRet ) NRet =

Gs =

Di.G t μ 5,047x16.194,0938 6,0394

W As 7.015,0578 0,2836

=

=

= 24.735,7468 c’ Diameter ekivalen de =
4. (pt 2 − π. 2,375/4) π. 2,375 4. (6,95382 − π. 5,563/4) π. 5,563

= 13.533,0648 d. JH = 50 ( Kern,hal. 834 )
⎡ k ⎤ ⎡ Cp.μ ⎤ 3 e. hi = JH ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ Di ⎦ ⎣ k ⎦
1

=
1

⎡ 0,179 ⎤ ⎡1,9669 . 6,0394 ⎤ 3 = 50 ⎢ ⎥⎢ ⎥ 0,179 ⎣ 5,047 ⎦ ⎣ ⎦ = 322,9456 f. hio = Di xhi Do

= 5,5099 d’ Bilangan Reynold ( NRes ) NRes = De. Gs μ 5,5099 . (24.735,7468) 4,1125

5,047 = x322,9456 5,463 = 292,9906

=

= 33.140,7882 e’ JH = 600 ( Kern, hal. 838 )
⎡ k ⎤ ⎡ Cp . μ ⎤ 3 f’ ho = JH . ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ De ⎦ ⎣ k ⎦
1

⎡ 0,35 ⎤ ⎡ 0,373 . 4,1125 ⎤ 3 = 600. ⎢ ⎥ ⎥⎢ 0,35 ⎦ ⎣ 9,6852 ⎦ ⎣ = 62,3726 btu/ft2 . jamoF.

1

g. Clean overall coefficient ( Uc ) Uc = hio . ho 292,9906 x 62,3726 = hio + ho 292,9906 + 62,3726 = 51,4251 h. Faktor kekotoran ( Rd ) Rd = Uc − Ud Uc . Ud 51,4251 − 40 51,4251 + 40

=

= 0,0056 Rd perhitungan 0,0061 > 0,004 maka perencangan telah memenuhi persyaratan .
Cheking Pressure drop

NRet = 7.698,0878 f = 0,0003 ft2/in2 ρ umpan = 40,9838 ft3/lb S= ρ 62,5 40,9838 62,5 ( Kern, figure 26 )

=

= 0,6557 Gt = 16.194,0938 lb/ft2.jam ∆Pt =
f. Gt 2 . ρ. n 5,22.1010. ID .S .θθ

=

0,0003 x 16.194,09382 x 40,9838 5,22.1010 x 0,17225 x 1,5647 x 0,6557

= 0,0009 Maxsimum pressure drop yang diijinkan dalam tube reactor adalah 2 psi maka perencanaan tube telah memenuhi.
12. Menentukan Tinggi Tutup Reaktor

Dari Brownell and Young, tabel 5.4, hal, 87 untuk tha = 3/16 in, diperoleh: Sf icr = 2 in = 0,5625 in

Dari Brownell and Young, tabel 5.7, hal, 90 untuk OD = 54 in, diperoleh: r a = 108 = ½ IDs icr = 6,875 in = ½ x 113,6250 = 56,8125 in

AB = ½ IDs – icr = 56,8125 – 0,5625 = 56,25 in BC = r – icr AC = = 108 – 0,5625 = 101,125 in

(BC)2 - (AB)2
( 101,125) 2 - (56,25) 2 ( BC ) 2 - ( AB ) 2 = 23,9631 in = 84,0369 in

=
b

=r-

= 108 – 84,0369 OA = th + b + sf = (3/16) + 23,9631 + 2

= 26,1506 in

Tinggi tutup = ha = hb = OA = 26,1506 in Tinggi silinder = 10 ft = 120 in Tinggi reaktor (L) = tinggi silinder + tinggi tutup = 120 in + 2 (26,1506) in = 146,1506 in = 12,1792 ft Kesimpulan Dimensi Reaktor: Silinder: Bahan Tutup do di ts tha = thb L Pipa (tube): do di PT A Nt : 5,5630 in : 5,0470 in : 6,96 in : 20,01 in2 : 200 buah : High Alloy SA 240 Grade M Type 316 : Standard dished head : 120 in : 119,625 in : 3/16 in : 3/16 in : 12,1792 ft = 146,1506 in

13. Penentuan Ukuran Nozzle

Dalam perencanaan reaktor ini, nozzle-nozzle yang digunakan adalah: a. Nozzle untuk pemasukan umpan b. Nozzle untuk pengeluaran Produk c. Nozzle untuk pemasukan Pendingin d. Nozzle untuk pengeluaran Pendingin e. Nozzle untuk pemasangan pressure dan termokontrol
Nozzle untuk pemasukan feed dan pengeluaran produk A. Nozzle untuk pemasukan feed

Kebutuhan bahan campuran

= 5.896,9818 Kg/jam = 13.000,6185 lb/jam

ρ campuran bahan Viskositas campuran bahan Debit (Qp) =

= 1,6838 lb/ft3 = 0,001337 lb/ft.detik

13.000,6185 lb/jam 1,6838lb/ft 3

= 7.720,9993 ft3/jam = 2,1447 ft3/det Diameter Optimum (Di opt) (Peter Timmehauss, hal. 525) Di opt = 3,9 x (Qp)0,45 x (ρ)0,13 in = 3,9 x (2,1447)0,45 x (1,6838)0,13 = 2,365 in = 2,5 in, maka dipilih pipa dengan d = 2,5 in

Dari App A.5, Geankoplis hal. 892 didapatkan: Pipa dengan D nominal 2,5 in schedule 40 OD = 6,625 in ID = 6,065 in A = 0,2006 ft2 Q 2,1447 ft 3 /det = = 10,6914 ft/det Kecepatan linier (V) = A 0,2006 ft 2 Bilangan Reynold (NRe) = D x V x ρ μ 0,5054 x 10,6914 x 1,6838 0,001337 = 0,5524 ft = 0,5054 ft

=

= 6.805,0123 (Turbulen) maka t pipa = OD - ID 2 6,625 - 6,065 2 = 0,28 in

=

Bahan kostruksi yang akan digunakan adalah: Carbon Steel SA 135 Grade B, dari Brownell, hal 335 didapatkan: f C Pi = 12750 = 1/16 = 18,61431 Psig

Maka, t

=

Di (P + f/30) +C 2,3 x f 2,469 (18,61431 + 12750/30) 1 + 2,3 x 12750 16 1,59760 16 setara 3 in 16

=

=

Jadi diameter pipa feed masuk 2,5 in Sch 40 dapat digunakan
B. Nozzle untuk pengeluaran Produk

Kebutuhan bahan campuran

= 5.896,9818 Kg/jam = 13.000,6185 lb/jam

ρ campuran bahan Viskositas campuran bahan Debit (Qp) =

= 1,6838 lb/ft3 = 0,001337 lb/ft.detik

13.000,6185 lb/jam 1,6838lb/ft 3

= 7.720,9993 ft3/jam = 2,1447 ft3/det Diameter Optimum (Di opt) (Peter Timmehauss, hal. 525) Di opt = 3,9 x (Qp)0,45 x (ρ)0,13 in = 3,9 x (2,1447)0,45 x (1,6838)0,13 = 2,365 in = 2,5 in, maka dipilih pipa dengan d = 2,5 in Dari App A.5, Geankoplis hal. 892 didapatkan: Pipa dengan D nominal 2,5 in schedule 40 OD = 6,625 in ID = 6,065 in A = 0,2006 ft2 = 0,5524 ft = 0,5054 ft

Kecepatan linier (V) =

Q 2,1447 ft 3 /det = = 10,6914 ft/det A 0,2006 ft 2 D x V x ρ μ 0,5054 x 10,6914 x 1,6838 0,001337

Bilangan Reynold (NRe) =

=

= 6.805,0123 (Turbulen) maka t pipa = OD - ID 2 6,625 - 6,065 2 = 0,28 in

=

Bahan kostruksi yang akan digunakan adalah: Carbon Steel SA 135 Grade B, dari Brownell, hal 335 didapatkan: f C Pi = 12750 = 1/16 = 18,61431 Psig = Di (P + f/30) +C 2,3 x f 2,469 (18,61431 + 12750/30) 1 + 2,3 x 12750 16 1,59760 16 setara 3 in 16

Maka, t

=

=

Jadi diameter pipa feed masuk 2,5 in Sch 40 dapat digunakan

C.

Nozzle untuk pemasukan umpan ( udara )

Umpan masuk = 13.000,6185 lb/jam Densitas Umpan ( ρ ) = 1,2922 lb/ft3 Viscositas Brine ( μ ) = 0,04068 lb/ft.jam Rate volumetric ( Op ) = 13.000,6185 0,04068x60

= 5.326,3759 ft3/menit = 88,7723 ft3/detik Diameter Optimum (Di opt) (Peter Timmehauss, hal. 525) Di opt = 3,9 x (Qp)0,45 x (ρ)0,13 in = 3,9 x (88,7723)0,45 x (1,2922)0,13 = 30,3573 in Dengan menggunakan table 11, Kern hal 844 diperoleh pipa dengan ukuran : OD = 18 in ID = 17,25 in - Checking harga NRe Aliran akan turbulen apabila harga NRe > 4.000 NRe = 380 .ρ .Gs ( peter Timmerhauss, hal.527 ) 6,065 x 0,68 380 x 1,2922 x 5.326,3759 17,25x0,04068

=

= 3.727.134,819 > 4.000

T pipa =

OD − ID 2 18 − 17,25 2

=

= 0,375 in Bahan konstruksi yang digunakan adalah : Carbon steel SA 240 grade M. ( Brownell & Young, hal 335 ) Strees yang diijinkan ( f ) = 14.112 psi Factor korosi ( c ) = 1/16 in Tekanan operasi = 12,33 psig Maka : t= Di . (P + f / 30 ) 2,3 . f 17,25 x (12,33 + 18.750/30) 1 + 2,3 x 14.112 16 16 5,1048 = ≈ 5/16 in 16 16

=

= 0,3191 x

Jadi diameter pipa umpan masuk ( nozzle ) = 17,25 in Sch. 20 dapat digunakan.

D.

Nozzle untuk pendingin ( Brine )

Rate pendingin masuk = 7.015,0578 lb/jam Densitas Brine ( ρ ) = 60,7551 lb/ft3 Viscositas Brine ( μ ) = 0,279 cp = 0,68 lb/ft.jam Rate volumetric pendingin = 7.105,0578 60,7551 x 60

= 1,9244 ft3/menit = 0,7668 ft3/detik Diameter Optimum (Di opt) (Peter Timmehauss, hal. 525) Di opt = 3,9 x (Qp)0,45 x (ρ)0,13 in = 3,9 x (0,0321)0,45 x (60,7551)0,13 = 1,4153 in = 1,5 in, maka dipilih pipa dengan d = 1,5 in Dari App A.5, Geankoplis hal. 892 didapatkan: Pipa dengan D nominal 1,5 in schedule 40 OD = 1,90 in ID = 1,610 in Checking harga NRe Aliran akan turbulen apabila harga NRe > 4.000 NRe = 380 .ρ .Gs 6,065 x 0,68 380 x 60,7551 x 46,0052 6,065 x 0,68

=

= 257.533,1693 > 4.000

T pipa =

OD − ID 2 1,90 − 1,610 2

=

= 0,145 Bahan konstruksi yang digunakan adalah : Carbon steel SA 240 grade M. ( Brownell & Young, hal 335 ) Strees yang diijinkan ( f ) = 14.112 psi Factor korosi ( c ) = 1/16 in Tekanan operasi = 12,33 psig Maka : t= Di . (P + f / 30 ) 2,3 . f 1,90 x (12,33 + 12.650/30) 1 + 2,3 x 14.112 16 16 1,4065 = ≈ 3/26 in 16 16

=

= 0,0254 x

Jadi diameter pipa umpan masuk ( nozzle = 8 in Sch. 80 dapat digunakan ) Karena kec brine keluar = kecepatan Brine masuk reactor maka dapat disimpulkan bahwa pipa pengeluarannya juga sama 8 in sch. 80 dan t = 3/16 in.

E.

Nozzle untuk pemasangan Pressure dan Thermo Kontrol.

Pengukuran tekanan dan temperatur digunakan lubang dengan ukuran diameter 1 in, dan tebal 3/16 in.
Dari Brownell & Young fig 12.2 hal 221 didapat dimemensi nozzle :

c. Perhitungan Penguat A. Menentukan lubang maksimum tanpa penguat

Dari Hesse dan Rouston, pers. 10.29, hal, 280: K= P . Do 2.t .f

Dimana: P Do t f K Do x t = tekanan operasi = 12,33Psig = diameter luar dinding shell = 120 in = tebal shell = 3/16 in = stress yang diijinkan = 14.112 psi = 12,33 x 120 = 0,2796 2 x (3/16) x 14.112

= 120 x 3/16 = 22,5 in2

Dari Hesse, fig. 10.27, diperoleh bahwa lubang (diameter maksimum) = 2,6 in sehingga setiap lubang yang lebih besar dari 2,6 in memerlukan penguat. Jadi nozzle yang perlu penguat : Nozzle untuk Pemasukan Umpan , Pengeluaran Umpan,Pemasukan

Pendingin, Pengeluaran Pendingin..
B. Menghitung Dimensi Penguat.

Diameter nozzle = 6,625 in ID nozzle = 6,065 in Tekanan operasi = 12,33 psig Stress yang diijinkan = 14.112 psig Dari persamaan ,Hesse dan Rouston, didapatkan : t = P . Di 1,8 . f

=

12,33 x 6,065 1,8 x 14.112 0,0471 ≈ 1/16 in 16

=

Ditetapkan tebal penguat = 1/16 in Luas penguat yang diperlukan : A = ( 2. Dh – 2 ) t ( pers. 10.31, Hesse and Rouston, hal 281 )

Dimana: Dh = diameter lubang = 6,625 in A = luas penguat. t = tebal penguat = 1/16 in A = ( 2 . 6,625 – 2 ) . 1/16 = 0,7031 in2 Digunakan penguat berbentuk cincin . Diameter luar penguat ( Do ) A= (DO 2 − Dh 2 ) 4 (DO2 − 8,6252 ) 4

0,7031 = DO2 DO

= 46,7031 = 6,8340 in

Jadi digunakan diameter luar penguat nozzle = 6,8340 in. Karena kondisi aliran pendingin masuk sama dengan aliran pendingin keluar, maka denagn perhitungan yang sama diperoleh ukuran diameter luar nozzle = 6,8340 in.

d. Sambungan Tutup Dengan Dinding Reaktor

Guna untuk mempermudah dalam perbaikan ataupun perawatan dari reaktor, maka tutup bejana reaktor dihubungkan dengan bagian shell dengan menggunakan sistem flange dan bolting.
Flange

Dari apendiks D Brownell and Young, hal. 342, diperoleh: Bahan = High – Alloy SA 240 grade M Type 316

Tensile streght minimum = 75000 psi Allowable stress Type flange
Bolting

= 14.112 psi = Ring Hange Loss Type

Bahan

= High – Alloy SA 193 grade B Type 304

Tensile streght minimum = 75.000 psi Allowable stress
Gasket

= 14.112 psi

Bahan Gasket faktor (m)

= Flat metal, jacketed, asbestos filled = 3,75 in = 9000 = 1/16 in

Minimum design seating stress (y) Tebal

Penentuan Lebar Gasket

Dari pers. 12.2, hal. 228, Brownell and Young didapatkan:
do y - P.m = di y - P ( m +1)

Dimana: do di P m y maka:
do 9000 - 12,33 . 3,75 = 1,000069 = di 9000 - 12,33 (3,75 + 1)

= diameter luar gasket, in = diameter dalam gasket, in = internal pressure = 18,61431 Psig = gasket faktor = 3,75 in = yield stress = 9000 psi

di = OD shell = 120 in Sehingga: do = 120 x 1,00069 = 120,0828 in Lebar gasket minimum (n) n = = do - di 2 120,0828 - 120 = 0,0414 2

Diambil lebar gasket = 0,25 in Diameter rata-rata gasket (G) = 120 + 0,25 = 120,25 in = 10,0208 ft
Perhitungan Jumlah dan Ukuran Baut a. Perhitungan beban baut

Dari Brownel and Young, hal. 240, pers. 12.88 didapatkan: Beban bolt tanpa internal pressure (Wm2) = Hy = b . π . G . y 1. Dari gambar 12.12, Brownell & Young, hal. 229 didapatkan: Lebar seating gasket dasar, bo = n/2 bo = 0,25 = 0,125 in 2

Untuk bo = ¼ maka b = bo Sehingga: Hy = π . bo . G . y = π . (0,125) x (120,25) x (9.000) = 424.783,125 lb 2. Beban karena internal pressure (H) Dengan menggunakan pers. 12.89, hal. 240, Brownell and Young: H = π . G2 . P 4

π x (120,25) 2 x 12,33 = 4 = 139.959,6679 lb

3. Beban agar baut tidak bocor (Hp) Hp = 2 . bo . π . G . m . P = 2 x (0,125) x π x (120,25) x (3,75) x (12,33) = 1.390,01485 lb 4. Total beban operasi (Wm1) Wm1 = Hp + H = 1390,01485 + 139.959,6675 = 141.349,6828 lb Jadi Wm2 > Wm1, sehingga yang mengontrol adalah Wm2.
Perhitungan Luas Minimum Bolting Area

Dengan menggunakan pers. 12.92, hal. 240, Brownell and Young: Am = Wm1 fb 141.349,6828 14.112

=

= 10,0163 in2
Perhitungan Luas Optimum Bolting Area

Dari tabel 10.4, hal 188, Brownell and Young dicoba ukuran bolt = 1,5 in, maka didapatkan root area = 1,294 in2. Maka jumlah bolting optimum adalah: A m1 10,0163 = 7,7406 buah setara 8 buah = Root Area 1,294

Dari tabel 10.4, hal 188, Brownell and Young, didapatkan: Ukuran bolt Root area Bolt spacing = 1,5 in = 1,294 in2 = 3 in

Minimum radial distance = 2 in Edge distance (E) = 1,5 in

a. Bolt Area Diameter (c) C = ID shell + 2 (1,415 x go + R) Dimana: ID shell go = ts sehingga: c = 119,625+ 2 (1,415 x (0,1875) + 2) = 122,1556 in OD shell = c + 2e = 122,1556 + 2 ( 1,5 ) = 125,1556 b. Cek Lebar Gasket (trial) c. Ab actual = jumlah x root area = 8 x 1,294 = 10,352 = 119,625 in = tebal shell = 3/16 in

- lebar gasket minimum adalah : Lebar gasket minimum = Ab actual x f 2 .π . y . G

=

10,352x14.112 = 0,0215 < 0,125 in 2 . π . 9000 .120,25

Jadi lebar gasket 0,125 in telah memenuhi.
Perhitungan Moment

- Untuk keadaan bolting up (tanpa tekanan dalam) pers. 12.94, hal. 242, Brownell and Young: W = (A m1 + Ab) x fa 2 (10,0163 + 10,352) x 14.112 2

=

= 143.718,7248 lb in - Radial distance dari gasket load reaction to bolt circle (hG) adalah hG = ½ (c – G) = ½ (122,1556 – 120,25) = 0,9528 in - Moment (Ma) Ma = W x hG = 143.718,7248 x 0,9528 = 136.935,201 lb in2 - Untuk keadaan moment pada kondisi operasi W = Wm2 = 424.783,125 lb in

- Hydrostatic and force pada daerah dalam flange (HD) adalah: HD = 0,785 x B2 x P Dimana: B = diameter luar shell = 120 in P = tekanan operasi = 12,33 Psig Maka: HD = 0,785 x (120)2 x (12,33) = 139.378,32 - Radial distance dari bolt circle (hG) pada HD adalah: hD = (c - B) 2 (122,1556 - 120) 2

=

= 1,0778 in - Moment (MD) MD = HD x hD = 139.378,32 x 1,0778 = 150.221,9533 lb in2 HG = W – H = 424.783,125 – 139.959,6675 = 284.823,4575 lb in

- Moment (MG) MG = HG x hG = 284.823,4575 x 0,9528 = 271.379,7903 lb in2 - HT = H – HD = 139.959,6675 – 139.378,32 = 581,3475 lb in - hT =

(h D + h G ) 2 ( 1,0778 + 0,9528) 2

=

= 1,0153 - Moment (MT) MT = HT x hT = 581,3475 x 1,0153 = 590,2421 lb in Jadi total moment (MO) pada keadaan operasi MO = MD + MG + MT = 150.221,9533 + 271.379,7903 + 590,2421 = 422.191,9857 lb in2 Karena Ma < MO, maka Mmax = MO = 422.191,9857 lb in2

Perhitungan Tebal Flange

Dari pers. 12.85, Brownell and Young, hal, 239 didapatkan:
⎛ y.MO ⎞ t= ⎜ ⎟ ⎝ f .B ⎠
1 2

Dimana: K = A/B A B = diameter luar flange = 125,1556 in = diameter luar shell = 120 in = 125,1556 120

Maka K

= 1,0429 Dengan menggunakan fig. 12.22, hal 238 Brownell and Young dan harga K = 1,0429 didapatkan harga y = 40 Jadi: t =
40 x (16.887.679,43) 14.112 x (120)

= 3,1579 in setara 3 in Dipergunakan tebal standar 3 in

Perhitungan Las Nozzle Terhadap dinding Tutup

-

Las nozzle untuk gas masuk Pipa 6 in Sch. 40 dengan tebal n = 0,375 in

-

tebal shell = 0,1875 in untuk t dan n < 0,375 dan n > t maka ( t1 + t2 )min = 1,25 t + 0,1 n ( t1 + t2 )min = 1,25 ( 0,1875 ) + 0,1 ( 0,3571 ) = 0,2719 in ≈ 5/16 in Jadi ditetapkan tebal las t1 dan t2 = 0,3125 in

Dari Hasil Perhitungan Diatas Dapat Disimpulkan:

A . Flange Bahan Tebal OD Type flange C. Bolting Bahan Ukuran Jumlah Bolt circle diameter Edge distance : High – Alloy SA 193 grade B tipe 304 : 1,5 in : 8 buah : 122,1556 in : 1,5 in : High – Alloy SA 240 grade M tipe 316 : 3 in : 121,1556 in : Ring Hange Loss Type

Minimum radial distance : 2 in

D. Gasket Bahan Tebal Lebar : Flat metal, jacketed, asbestos filled. : 3/16 in = 0,1875 in : 0,25 in

15. Sistem Penyangga (Supports)

Sebagai penyangga digunakan sistem lugs, sehingga berlaku rumus: P= 4 . Pw . ( H - L ) ∑ W (pers. 10.76, hal197, Brownell and Young) n π . Dbc

Dimana: Pw = Total beban permukaan karena angin H L = tinggi vessel dari pondasi = Jarak antara level dengan dasar pondasi

Dbc = Diameter n = jumlah support

Σ W = Total berat reaktor dengan aksesorisnya P = Beban kompresi maksimum untuk tiap lugs

Dalam perencanaan ini pengaruh angin dapat diabaikan karena vessel terletak didalam ruangan, sehingga rumus diatas menjadi: P= ∑W n

Dimana: n = jumlah lugs, dipakai 4 buah

Menghitung Berat Total Reaktor

a. Berat tutup reactor Tinggi silinder = 10 ft = 120 in Diameter silinder (ID) Tebal tutup ρ High Alloy steel = 119,625 ft = 9,9688 in = 0,01172 ft = 3/16 in = 493,75 lb/ ft3 = 0,2857 lb/in3 Volume tutup = 0,000049 x di3 = 0,000049 x (119,625)3 = 83,8808 in3 Berat tutup bawah dan atas (W1) W1 = 2 x Volume tutup x ρ bahan = 2 x (83,8808) x 0,2857 = 47,9294 lb b. Berat dinding reaktor (W2) Tinggi shell Diameter shell Diameter luar shell = 10 ft = 300 in = 119,625 in = 120 in

Volume dinding shell adalah: V = π x (OD 2 - ID2 ) x L 4 π x ((120)2 - ( 119,625) 2 ) x 300 4

=

= 21.161,8828 in3

= 1763,49023ft3 Berat dinding shell adalah (W2) W2 =ρxV = (493,75 lb/ft3) x (1.763,49023 ft3) = 870.723,3011 lb c. Berat isi reactor
Tube

Volume bahan tube =

π x ( DO - DI ) 2 x L 4 π x ( 5,568 - 5,047 ) 2 x 120 4

=

= 515,7224 in3 = 0,2985 ft2 Volume total tube adalah V = Volume bahan tube x jumlah tube = 0,2985 ft2 x 200 buah = 59,7 ft3 Berat tube adalah (W4) W3 =Vxρ = 59,7 ft3 x 0,2857 lb/ft3 = 17,0563 lb

Baffle

Tinggi tube ID shell Baffle spacing

= 10 ft = 120 in = 119,625 in = 1/2 Ids = 56,8125 in = 26,81250 in = 4,7344 ft

Jumlah baffle

=

Tinggi tube Baffle spacing 10 4,7344

=

= 2,1122 buah setara 2 buah Tebal baffle Luas baffle (A) = 0,1875 in = 75 % x π x di 4 π x (119,625) 4

= 0,75 x

= 70,4292 in2 = 5,8691 ft2 Volume baffle =Axt = 70,4292 x 0,1875 = 13,2055 in3 = 1,1005 ft3

Berat baffle (W4)

=Vxρ = 13,2055ft3 x 0,2857 lb/ft3 = 3,7728 lb

Tube Sheet

Luas baffle Tebal baffle Luas baffle Luas tube sheet

= 70,4292 in2 = 5,8691 ft2 = 0,1875 in = 80 % luas tube sheet = 100 x 70,4292 in2 80

= 88,0365 in2 Berat tube sheet (W5) W5 = 2 x luas x tebal x densitas bahan = 2 x 88,0365 x 0,1875 x 0,2857 = 9,4320 lb Berat pendingin (W6) Berat Molten Salt total = 7.015,0578 Berat katalis (W7) W8 = 10.835,1955 lb

Berat bahan masuk (W8)

W9

= 13.000,6185 lb

Maka berat total (Wt) Wt = W1 + W2 + W3 + W4 + W5 + W6 + W7 + W8 = 47,9294 + 870.723,3011 + 17,0563 + 3,7728 + 9,4320 + 10.835,1955 + 13.000,6185 = 170.171,1131 lb Diperkirakan berat total yang harus ditahan oleh lugs, termasuk nozzle, las, gasket, flange adalah = 228.998,0223 Jadi, P = Wmax n 170.0171,1131 lb 4

=

= 42.517,7783 lb
Perencanaan Kolom Support

Beban tiap kolom adalah 42.517,7783 lb Ditentukan jarak reaktor dengan lantai (l) = 5 ft a. Menentukan tinggi kolom (L) Panjang kolom penyangga: L = 0,5 H + l

Dimana: H L = tinggi reaktor = 12,1792 ft = 0,5 (12,1792) + 5 = 7,0896 ft

b. Trial ukuran I beam Ukuran I beam dicoba 8 in ukuran berat 8 x 4 dengan beban 18,4 lb/ft. Dari Brownell and Young, App. G, hal. 355 diperoleh: b h Ay r1-1 = 8 in = 4 in = 5,34 in2 = 3,26 in L r1-1 = 7,0896 3,26

Maka,

= 2,1747 Maka, fc = 17000 – 0,485 (L/ r1-1)2 = 17000 – 0,485 (2,1747)2 = 16.998,9453 lb/in2 Luas (A) yang dibutuhkan = 42.517,7785 = 2,5012 in2 16.998,9453

Karena A yang dibutuhkan < A yang tersedia, maka I beam dengan ukuran 8 in, 8 x 4, beban 18,4 lb/ft telah memenuhi.

16. 3. Perencanaan Base Plate

a. Menentukan luas base plate Abp = P Fop

Dimana: Abp P Fop = luas base plate, in2 = beban tiap base plate = stress yang diterima oleh pondasi yang terbuat dari beton. = 600 lb/ in2 Sehingga, Abp = 42.517,7783 lb 600 lb/ in 2 (Hesse, tabel 7.7, hal. 162)

= 70,86296 in2 b. Panjang dan Lebar base plate Rumus: Abp Dimana: L = panjang base plate = 2 m + 0,95 h W = lebar base plate = 2 n + 0,8 b Dengan I beam 8 x 4 diperoleh: h b = 8 in = 4 in =LxW

Dari Hesse, hal, 163 diasumsikan m = n, maka: Abp 70,86296 0 = (2m + 0,95 h) x (2n + 0,8 b) = (2m + 0,95 (8)) x (2n + 0,8 (4)) = (4m2 + 21,6m - 71,0958)

Dengan menggunakan rumus abc, maka: m1,2 =
- b ± b 2 - 4ac 2a

- (21,6) ± (21,6) 2 - 4 (4) (- 71,0958) = 2 (4) = - (43,8) ± 40,0511 8

= 2,3064 Panjang base plate = 2m + 0,95h = 2 (2,3064) + 0,95 (8) = 7,8128 setara 8 in Lebar base plate = 2n + 0,8b = 2 (2,3064) + 0,8 (4) = 12,2128 setara 12 in Abaru = 8 x 12 = 96in2

Beban yang harus ditahan: F = P A 42.517,7789 = 442,8935lb/in2 96

=

Base plate dengan ukuran 8 x 4 in ini dapat digunakan dengan aman karena beban yang harus ditahan 442,8935 lb/in2 < 600 psi (harga stress maksimum). Peninjauan terhadap harga m dan n. Panjang base plate : 8 = 2m + 0,95h = 2 (m) + 0,95 (8) m = 0,2 Lebar base plate : 6 = 2n + 0,8b = 2 (n) + 0,8 (4) = 0,4 Dari nilai n dan m tersebut, maka yang mengontrol dalam pemilihan tebal base plate adalah nilai n, karena n > m. c. Tebal Base Plate tbp = 0,00015 . F . n 2 (Hesse, pers. 7.12, hal. 163)

Dimana: tbp F n = tebal base plate, in = beban yang harus ditahan = 42.517,7783 lb/in2 = 0,4 in

Sehingga, tbp = = 0,00015 . F . n 2 0,00015 . (42.517,7783) . ( 0,3 ) 2

= 0,7576 in setara 1 in Jadi digunakan tebal base plate = 1 in d. Menentukan Ukuran Baut Beban baut = 42.517,7783 lb Jumlah baut yang digunakan = 8 buah Beban tiap baut = 42.517,7783 = 6.073,9683 lb 8

Menentukan luas baut: Ab Dimana: Ab Pb fs Maka, Ab = 6.073,9683 lb 14.112psi = luas baut = beban tiap baut = 6.073,9683 lb = stress maksimal tiap baut = 14.112 psi = Pb fs

= 0,4364 in2

Dari Brownell and Young, tabel 10.4, hal. 188 diperoleh ukuran baut dengan dimensi: Ukuran baut Bolt circle (BC) Jarak radial minimum Edge distance (E) Nut dimension Radius fillet maksimum = 1,25 in = 7 in = 1 3/4 in = 1 3/4 in = 2 in = 9/16 in

Menentukan Dimensi Lug dan Guset Dari Brownell and Young, fig. 10.6, hal. 191 diperoleh: A = lebar lug = ukuran baut + 9 in = 1,25 + 9 in = 10,25 in B = jarak antar guset = ukuran baut + 8 in = 1,25 + 8 in = 9,25 in L = lebar guset = 2 (lebar kolom – 0,5 x ukuran baut) = 2 (10,25 – 0,5 (1,25)) = 19,25 in Lebar lug atas = a = 0,5 (L + ukuran baut) = 0,5 (19,25 + 1,25) = 10,25 in

Perbandingan tebal base plate

=

B 9,25 = L 19,25

= 0,4805 Dari Brownell and Young, tabel 10.6, hal. 192 diperoleh γ1 = 0,565 = 0,5 x nut dimension = 0,5 x (2 ) =1 in Menentukan maksimum bending moment sepanjang sumbu radial MY = P 4.π 2L ⎤ ⎡ ⎢ (1 + μ) x ln π e + (1 - γ1 ) ⎥ ⎦ ⎣

Dimana: MY = maksimum bending moment sepanjang sumbu radial P μ L e jadi: MY =
⎤ 8.178,5008 ⎡ 2 (19,25) + ( 1 - 0,565) ⎥ ⎢(1 + 0,33) x ln 4.π π (2) ⎣ ⎦

= beban tiap baut = 10.567,0803 lb = poisson’s ratio = 0,33 (steel) = panjang horizontal plate bawah = 19,25 in = nut dimension = 2 in

= 17.177,4 lb MY disubstitusikan ke persamaan 10.41, hal. 193, Brownell and Young. thp = 6 x My f

Dimana: thp Maka, thp = tebal horizontal plate

⎛ 6 x 17.177,4 ⎞ =⎜ ⎟ 1000 ⎠ ⎝ = 2,9306 in

0,5

Diambil tebal horizontal plate = 3 in Dari Brownell & Young, fig. 10.6, hal. 191 diperoleh: Tebal guset minimal = 3 x thp 8 3 x 3 in 8

=

= 1,125 in Tinggi guset = hg = A + ukuran baut = 10,25 + 1,25 = 11,25 in Lebar guset Tinggi lug = 19,25 in = hg + 2 thp = 11,5 + 2 (3,0841) = 17,5 in

Kesimpulan:

a. Lug Lebar Tebal Tinggi b. Guset Lebar Tebal Tinggi : 19,25 in : 1,125 in : 11,5 in : 10,25 in : 3 in : 17,5 in

16. Menentukan Dimensi Pondasi

Beban tiap kolom (W) = 42.517,7783 lb a. Menentukan beban base plate Persamaan yang digunakan: Wbp =pxlxtxρ

Dimana: Wbp p l t ρ = beban base plat, lb = panjang base plate = 9 in = 0,75 ft = lebar base plate = 13 in = 1,0833 ft = tebal base plate = 1,25 in = 0,9766 ft = densitas bahan konstruksi = 489 lb/ ft3

Sehingga: Wbp = 0,75 x 1,0833 x 0,9766 x 489 = 388,0014 lb b. Menentukan beban kolom penyangga Persamaan yang digunakan: Wp =lxAxρxf

Dimana: Wp l ρ f = beban kolom, lb = tinggi kolom = 7,0896 ft = densitas bahan konstruksi = 489 lb/ ft3 = faktor korosi = 3,4

Sehingga: Wp = 7,0896 x 0,0371 x 489 x 3,4 = 437,1080 lb Beban total: Wt = W + Wbp + Wp = 42.517,7783 + 388,0014 + 437,1080 = 43.342,8877 lb

Dianggap bahwa hanya ada gaya vertikal dari berat kolom itu sendiri yang bekerja pada pondasi, maka diambil: 1. luas atas 2. luas bawah = (20 x 20) in = (40 x 40) in = 400 in2 = 1.600 in2 = 3,3333 ft

3. tinggi pondasi = 40 in Maka luas permukaan rata-rata (A): ⎧⎛ 20 + 40 ⎞ ⎛ 20 + 40 ⎞⎫ A = ⎨⎜ ⎟⎬ ⎟x⎜ ⎩⎝ 2 ⎠ ⎝ 2 ⎠⎭ = 900 in2 = 6,2500 ft2 Menentukan volume pondasi: V =Axt = 6,2500 ft2 x 3,3333 ft = 20,8333 ft3 Menentukan berat pondasi: W =Vxρ Dimana: W = berat pondasi, lb V = Volume pondasi, ft3 ρ = densitas pondasi (beton) = 196 lb/ft3

(Perry ed. 6, tabel 3.18, hal. 395)

Maka, W = 20,8333 ft3 x 196 lb/ ft3 = 4.083,333 lb Menentukan tekanan tanah Pondasi didirikan diatas cemented sand and gravel dengan daya dukung: 5 ton/ ft3 < P < 10 ton/ ft3 (Hesse, tabel 12.2, hal. 327)

Kemampuan tanah menahan tekanan sebesar: P = 10 ton/ft3 x 1 ft 2 2204,64 lb x 1 ton 144 in 2

= 153,1000 lb/in2 Tekanan pada tanah: P = berat pondasi + berat beban total luas tanah 43.342,8877 + 170.071,1131 40 x 40

=

= 133,3838 lb/ in2 < 153,1000 lb/ in2 Karena tekanan yang diberikan tanah lebih kecil dan kemampuan tanah menahan tekanan lebih besar, maka pondasi dengan ukuran (20 x 20) in untuk luas atas dan (40 x 40) in untuk luas bawah dan tinggi pondasi 40 in dapat digunakan (aman).

Kesimpulan Spesifikasi Reaktor

Fungsi

: Tempat berlangsungnya reaksi perubahan atau konversi gas –gas karbon monoksid dan hydrogen.

Reaksi Jenis Bentuk

CH3OH : CO + 2H2 Katalis ZnO + Cr2O3 : Fixed - Bed Multi Tubular Reaktor : Bejana tegak dengan tutup atas dan bawah berbentuk standar dished head

Jumlah Kapasitas

: 1 buah : 5.896,9818 Kg/jam = 13.000,6185 lb/jam

A. Ukuran bagian silinder Diameter luar Diameter dalam Tebal shell Tebal tutup Tinggi Bahan konstruksi = 120 in = 119,625 in = 3/16 in = 3/16 in = 12,1792 ft = 146,1506 in = High Alloy SA 240 Grade M tipe 316

B. Ukuran tube Diameter luar Diameter dalam Pt Nt = 5,563 in = 5,047 in = 6,96 in = 200 buah

C. Ukuran bagian tutup atas dan bawah Crown Radius Tebal Tinggi = 0,75 in = 0,1875 in = 26,1506 in

D. Nozzle E Baffle Bahan Jumlah baffle Baffle spacing Tebal Luas baffle = High Alloy SA 240 Grade M tipe 316 = 4 buah = 4,7334 in = 3/16 in = 66,8967 in2 Ukuran pipa pemasukan umpan Ukuran pipa pengeluaran produk Ukuran pipa pemasukan pendingin Ukuran pipa pemasukan umpan uadar = 6 in = 6 in = 1,5 in = 18 in

Ukuran pemasangan Pressure dan Thermo Kontrol. = 1 in

F. Sambungan head dan shell 1 Flange Bahan Tebal OD Type flange = High – Alloy SA 240 grade M tipe 316 = 3 in = 121,1556 in = Ring Hange Loss Type

1. Bolting Bahan Ukuran Jumlah Edge distance = High – Alloy SA 193 grade M tipe 304 = 1,5 in = 8 buah = 1,5 in

Minimum radial distance = 2 in

2. Gasket Bahan Tebal Lebar Diameter = Flat metal, jacketed, asbestos filled = 1/ 16 in = 0,0625 in = 0,125 in = 114,25 in

4. Lug Lebar Tebal Tinggi = 10,25 in = 3 in = 17,5 in

5. Guset Lebar Tebal Tinggi = 19,25 in = 1,125 in = 11,5 in

6. Base plate Panjang Lebar Tebal = 8 in = 4 in = 12 in

7. Pondasi Luas atas Luas bawah Tinggi = 20 x 20 in = 40 x 40 in = 40 in

BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA

7.1.1. Tujuan pemakaian instrumentasi Instrumentasi merupakan bagian yang sangat penting dalam mendirikan sutau industri.Instrumentasi ini dapat merupakan petunjuk (indikator), perekam ( recorder) dan pengontrol (controller). Dalam industri kimia ini banyak variablevariabel proses yang perlu diukur atau dikontrol secara otomatis atau manual. Penggunaan peralatan kontrol otomatis dimaksudkan untuk menghasilkan kualitas produk yang terbaik disamping itu juga dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Pada pra rencana pabrik methanol ini, instrument yang digunakan ada yang secara manual tergantung dari system peralatan dan faktor pertimbangan teknis serta ekonominya. Dengan adanya instrumentasi ini diharapkan: a. Kondisi operasi suatu peralatan tetap terjaga pada kondisi yang aman. b. Rate produksi diatur dalam batas-batas yang direncanakan. c. Membantu mempermudah pengoperasian alat d. Lebih terjamin keselamatan dan efisiensi kerja.

Pada pra rencana pabrik Methanol ini alat-alat kontrol otomatis yang digunakan adalah : 1. Level Indikator ( LI ) 2. Temperatur Indikator ( TI ) 3. Flow Controller ( FC ) 4. Temperatur Controller ( TC ) 5. Temperatur Indikator Controller ( TIC ) 7. 1. 2. Pertimbangan – pertimbangan didalam pemilihan instrumentasi. Agar sasaran dan tujuan tersebut diatas dapat tercapai, maka didalam perencanan instrumentasi haruslah diingat hal – hal sebagai berikut : a. menentukan pemilihan instrumentasi harus direncanakan tentang pemilihan alat serta tempat pemasngan agar initial failure dari alat tersebut setelah dipasang bisa dihindarkan. b. Sifat –sifat instrumen harus diingat dan harus dipilih dengan kriteria sebagai berikut : 1. Reability Reability dapat dipenuhi dengan jalan melihat alat yang mempunyai kategori : Sedikit gangguan Sedikit kerusakan Mudah ditangani

2. Maintenanbility Alat harus diseleksi agar mudah dalam perawatan dan pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan mudah dan dengan biaya perawatan yang murah. 3. Harus diperhatikan bahwa bila reability makin tinggi, maka material instrument cost makin rendah. Pemasangan alat – alat kontrol ini ditempatkan pada bagian tertentu dari alat – alat proses : No 1. 2. 3. Kode alat TIC-1 TIC-2 TIC-3 PIC-1 6. TIC-4 PIC-2 8. 9. TIC-5 TIC-6 Dryer Gasifier Shift converter Shift converter Absorber Absorber heat exchanger Stripper Reaktor Menara distilasi Reflux ratio Yang dikontrol Sistim kontrol Temperatur indicating controller Temperatur indicating controller Temperatur indicating controller Pressure indicating controller Temperatur indicating controller Pressure indicating controller Temperatur indicating controller Temperatur indicating controller Temperatur indicating controller Temperatur indicating controller Feed indicating controller

11. TIC-7 13. TIC-8 14. TIC-9

7.1.3. Keamanan Keamanan yang dimaksud disini adalah : 1. Keamanan terhadap penjagaan pabrik. 2. Peamanan terhadap bahaya – bahaya yang timbul akibat zat – zat kimia. 3. Pencegahan terhadap bahaya kebakaran, kecelakaan kerja. Pada saat perencanaan harus dipikirkan juga tentang lay out pabrik agar peletakan bahan bakar, arah angin dan api diatur sedemikian rupa sehingga bahaya kebakaran dapat dihindari. Pada alat – alat mesin seperti roda gila, belt dan alat – alat yang berputar dipasang pagar pengaman. Untuk menjaga keselamatan jiwa karyawan, maka perlu diingat penjagaan keamanan karena bahan baku produk dan gas – gas mungkin bocor, maka perlu diberi saftyhod, masker dan alat – alat lain untuk mencegah zat – zat yang mungkin terhisap oleh para karyawan dan yang penting yang harus dipatuhi ialah mengikuti petunjuk – petunjuk dan syarat – syarat keamanan dari jawatan keselamatan kerja. Untuk menanggulangi bila terjadi kebakaran pabrik ini menyediakan unit PMK.

7.2. Keselamatan Kerja

Pra rencana pabrik methanol ini, proses yang digunakan adalah proses konversi sintesis gas. Bahan baku yang digunakan mempunyai tingkat bahaya yang cukup rendah namun dalam pendirian pabrik ini tidak dapat lepas dari faktor keselamatan kerja. Keselamatan kerja yang terjamin secara psikologis dapat membuat para pekerja yang terlibat didalamnya dapat merasa aman dan tenang serta lebih terkonsentrasi pada pakerjaan yang ditangani. Secara tidak langsung dalam pra rencana pabrik metanol ini menggunakan sumber daya manusia guna tercapainya tujuan yang diharapkan. Usaha pemeliharaan keselamatan kerja dan keamanan pabrik tidak semata-mata ditujukan untuk tenaga kerja saja, tetapi juga terhadap peralatan yang ada. Diharapkan peralatan yang digunakan dalam pra rencana pabrik Metanol ini dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama. Usaha-usaha untuk mencegah atau mengurangi terjadinya bahaya-bahaya yang muncul di pabrik diantaranya: 1. Bangunan Pabrik Bangunan pabrik meliputi gedung maupun unit peralatan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: - Konstruksi harus mendapat perhatian yang cukup tinggi. - Peralatan penunjuk untuk pengaman terhadap bahaya yang alamiah seperti petir, angin dan sebagainya perlu diperhatikan kelengkapannya. 2. Ventilasi Pada ruang proses maupun ruang yang lainnya, pertukaran udara diusahakan dengan baik, sehingga dapat memberikan kesegaran kepada karyawannya

serta dapat menghindari gangguan terhadap pernafasan. Dengan demikian dapat diharapkan effisiensi kerja meningkat. 3. Alat-alat bergerak Pada peralatan bergerak sebaiknya diberi jarak yang cukup antara masingmasing peralatan sehingga mempermudah penanganan dan perbaikannya ditinjau dari segi keamanannya. 4. Perpipaan Jalur proses yang terletak diatas permukaan tanah lebih baik daripada diletakkan dibawah tanah karena hal tersebut menyangkut timbulnya bahaya akibat kebocoran dan sulit untuk mengetahui letak kebocoran. Fire stop dan drain harus dipasang pada jarak yang teratur. Pengaturan dari perpipaan dan valve penting untuk pengamanan operasi. Bila terjadi kebocoran pada check valve sebaiknya diatasi dengan pemasangan block valve disamping check valve. Sebelum pipa-pipa dipasang sebaiknya dilakukan tes hidrostatik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya stress yang berlebihan pada bagianbagian tertentu atau pada bagian pondasi. Pada bagian pipa-pipa yang bersuhu tinggi hendaknya diisolasi sehingga tidak membahayakan. 5. Karyawan Para karyawan terutama para operator perlu diberikan bimbingan agar karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak

membahayakan keselamatan jiwanya maupun keselamatan orang lain.

6. Listrik Pada pengoperasian maupun perbaikan instalasi listrik hendaknya selalu menggunakan alat pengaman yang disediakan pabrik, dengan demikian dalam pengoperasiannya keselamatannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: Peralatan-peralatan yang sangat penting seperti switcher dan transformator sebaiknya diletakkan ditempat yang aman atau tersendiri. Peralatan listrik dibawah tanah sebaiknya diberi tanda-tanda tertentu dengan jelas. Sebaiknya disediakan pembangkit tenaga (power supply) cadangan. Semua bagian pabrik harus diberikan penerangan yang cukup. maupun perbaikan para pekerja dapat terjaga

7. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Penyebab kebakaran dapat berupa: Kemungkinan kebakaran bisa berasal dari utilitas, bengkel, laboratorium, unit proses, dan lain-lain. Terjadinya loncatan bunga api listrik pada saklar dan stop kontak serta instrumentasi yang lain. Cara Penanggulangan kebakaran: Menempatkan alat-alat utilitas yang cukup jauh dari power plant, tetapi praktis dari unit operasi.

-

Menghilangkan bahan-bahan yang mudah terbakar yang disebabkab larutan-larutan yang keluar dari pipa atau tangki dapat dipadamkan dengan menggunakan alat penutup.

-

Bangunan seperti bengkel, laboratorium, kantor sebaiknya diletakkan berdekatan dengan unit operasi.

-

Bila terpaksa antara unit yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan dinding beton agar dapat dihindarkan pengaruh kebakaran dari satu unit ke unit lainnya.

-

Dinding beton (fire ball) sebaiknya dibuat disekitar semua storage tank yang berisi bahan yang mudah terbakar.

-

Pemisahan isolasi pada seluruh kabel-kabel transmisi yang ada. Penyediaan alat pemadam kebakaran disetiap bagian pabrik untuk pencegahan sementara merembetnya kebakaran menjalar ke bagian yang lain.

-

Menyediakan unit operasi pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan alat-alat penanggulangan kebakaran yang lengkap.

Pengaman dan pengontrolan terhadap kebakaran Apabila terjadi kebakaran , api harus dilokalisir dan diusahan dapat diketahui kemungkinan apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasinya dan dengan segera menghubungi unit pemadam kebakaran setempat.

8. Pencegahan dan Penanggulangan kebocoran gas Selama gas dan uap dapat dikendalikan, keduanya tidak menimbulkan bahaya. Tetapi keadaan ini dapat berubah dengan cepat karena adanya gangguan operasi, kesalahan manipulasi, kesalahan peralatan, atau kesalahan manusia yang mengakibatkan keluarnya gas atau uap beracun atau yang dapat terbakar ke atmosfer dalam jumlah besar. Cara Penanggulangan kebocoran gas: Menyelamatkan karyawan yang tidak dapat keluar dari ruangan beracun (pertolongan pertama). Menghindarkan kebocoran gas yang lebih lanjut. Membuka pintu-pintu dan jendela-jendela. Menghidupkan ventilasi ruangan.

Reparasi kerusakan baru dapat dilaksanakan setelah udara didalam ruangan sudah tidak mengganggu pernapasan. Jika yang terjadi adalah kebocoran gas yang mudah terbakar, petugas pemadam kebakaran harus segera dipanggil karena dapat timbul ledakan yang diakibatkan oleh suatu sumber api. 9. Pencegahan dan Penanggulangan kebocoran energi Pipa penyalur energi bisa rusak (misalnya karena berkarat). Dari tempat kerusakan ini, air dan kukus dapat keluar dalam jumlah yang besar. Setelah kerusakan diketahui, maka harus segera diusahakan agar kebocoran energi yang lebih lanjut tidak terjadi.

10. Situasi dengan resiko kerusakan yang meningkat drastis. Kadang-kadang proses-proses dalam pabrik tidak berlangsung seperti apa yang diharapkan. Kejadian-kejadian seperti kerusakan alat, kenaikan temperatur atau terhentinya aliran listrik bila tidak segera ditanggulangi dapat menimbulkan situasi yang mengakibatkan kerusakan besar. Sebagian dari perlengkapan teknis pada peralatan kimia berfungsi sebagai pengaman terhadap timbulnya suatu kecelakaan. Misalnya: Pengaman temperatur dengan umpan balik Alat pengaman terhadap tekanan berlebih Sinyal-sinyal akustik dan optic yang dihidupkan oleh data-data hasil pengukuran. Bahan pemadam untuk menekan ledakan yang berfungsi secara otomatis. Pemindahan hubungan secara otomatis ke agregat darurat (misalnya arus listrik darurat) Selain itu gangguan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya pun dapat juga terjadi. Penyebab gangguan ini sangat bervariasi sekali tergantung tergantung dari prosesnya sendiri, karena itu tidak mungkin diberikan instruksi-instruksi yang tepat tentang apa yang harus dilakukan. Pada umumnya berlaku: Tindakan-tindakan pengamanan dilakukan dengan segera untuk

menghindarkan kenaikan resiko kerusakan, misalnya : memutuskan aliran bahan dan energi yang berbahaya (bila tidak ada kemungkinan lain

lakukan dengan improvisasi), mendinginkan atau melakukan penggantian udara dengan ventilasi (alat dan ruangan) Pemasangan papan peringatan dan penutupan tempat tersebut. Pembuatan laporan pada pimpinan. Pimpinan akan memutuskan tindakantindakan keselamatan yang masih harus dilakukan. Selain itu, keselamatan kerja karyawan juga termasuk hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Para karyawan perlu diberi bimbingan atau pengarahan agar karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak membahayakan jiwanya maupun orang lain. Dengan disiplin dan kesadaran khususnya para operator maka dapat tercipta etos kerja yang tinggi dan aman, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja bahkan harus diusahakan tanpa adanya kecelakaan kerja. Adapun peralatan keselamatan kerja Pra Rencana Methanol terdapat pada tabel 4.1. Tabel Keselamatan Kerja No. Alat Pelindung 1. 2. 3. 4. 5. Helm Sepatu bot Sarung tangan Masker PMK Lokasi Penggunaan Pekerja pada bagian alat-alat proses Pekerja pada bagian proses dan bahan baku Pekerja pada bagian produksi Semua unit proses Semua unit proses

7.3. Dampak Lingkungan dan Penanganan Limbah Setiap proses produksi akan menghasilkan buangan. Buangan yang dihasilkan dapat menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan sehingga kualitas lingkungan menurun sampai tingkat tertentu dan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya, misalnya pencemaran air menyebabkan terjadinya perubahan kualitas air sehingga berbahaya untuk sumber makanan, kesehatan manusia, atau hewan , perikanan, pertanian, ataupun rekreasi. Untuk menghindari tersebut perlu dilakukan suatu pengelolaan lingkungan. Adapun hirarki dari pengelolaan lingkungan adalah: Pengurangan buangan di sumbernya Pemanfaatan buangan di luar (eksternal) Pengelolaan buangan (IPAL) Pembuangan terkontrol

Adapun pencemaran lingkungan terdiri dari: Pencemaran fisik, meliputi: Warna Bau dan rasa Suhu Kekeruhan Pencemaran Kimia, meliputi: pH CO2 dan CO2 agresif BOD dan COD

DO Alkalinitas Zat padat terlarut Pengelolaan buangan yang dilakukan mengacu pada peraturan lingkungan hidup meliputi: Undang – Undang No. 23 tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1994 tentang Baku Mutu Limbah Cair

Selain itu, juga diperlukan “3R” (Reuse, Recorver, Refinery) yang dapat diterapkan melalui: Menghemat pemakaian bahan baku dan energi Menghindari kebocoran bahan dari penyimpangan atau proses produksi Mengurangi emisi dan jumlah buangan Menerapkan pengetahuan dan teknologi bersih Membiasakan sikap dan tingkah laku cinta kebersihan dan lingkungan Informasi dan komunikasi yang cukup bila menemukan masalah

Pengelolaan buangan secara garis besar dibagi menjadi 4 tahap: 1. Tahap pendahuluan (preliminary treatment) meliputi pemisahan sampah – sampah dalam buangan yang berukuran besar dengan penyaringan 2. Tahap penanggulangan (primary treatment) berupa pengendapan bendabenda terlarut dan tersuspensi. 3. Tahap penanggulangan sekunder (Secondary Treatment) merupakan penanggulangan lanjutan dengan bantuan mikroorganisme . Pada tahap ini dapat dilakukan dengan berbagai metode filter biologi (trickling atau

percolating filter), Lumpur aktif (activated sludge), pencernaan lumpur (sludge digestion), kolom stabilisasi. 4. Tahap penanggulangan tersier (tertiary treatment) sebagai suatu upaya untuk menstabilkan nutrient dan mikroba patogen yang terkandung dengan penyaringan mikro atau irigasi permukaan. Tujuan dari pengolahan buangan adalah: 1. Mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan akibat pembuangan buangan ke dalam lingkungan kehidupan penduduk, terutama masuknya polutan ke dalam tanah sehingga dapat mencemari air tanah dan air sungai. 2. Mengubah atau mengkonversi bahan – bahan yang terkandung di dalam buangan terutama senyawa – senyawa organik menjadi bahan – bahan yang lebih berguna. 3. Mengurai senyawa beracun yang mematikan mikroba penyebab penyakit. Sedangkan parameter harian yang digunakan untuk analisa buangan adalah: - pH - DO (Dissolved Oxygen) - COD (Chemical Oxygen Demand) - BOD (Biochemical Oxygen Demand) - SS (Suspended Solid) - SV30 (Sludge Value) - SVI (Sludge Volume Index)

- SDI (Sludge Density Index) - MLSS (Mother Liquor Suspended Solid) - Temperatur - Mikroorganisme (Zoo dan Phitoplankton) Buangan tersebut terdiri dari : 1. Padat Pabrik metanol ini menghasilkan hasil samping yang masih memiliki hasil samping yang masih berguna. Yang kemudian dapat diproses lebih lanjut untuk digunakan sebagai campuran pupuk. 2. Cair Air buangan ini berasal dari proses distilasi, air limbah domestik termasuk di dalamnya yang berasal dari kantin. Yang perlu diperhatikan pada limbah cair ini adalah COD, BOD, TSS dan pH. Air buangan pabrik metanol ini mempunyai BOD yang cukup tinggi. Penanganan limbah cair di pabrik metanol dilakukan dalam suatu kolam pengolah limbah. Air limah dengan ph 6-7 ditambah dengan kapur sehingga pH air limbah ketika keluar dari proses menjadi 10-10,1 kemudian ditampung di dalam bak yang bersekat- sekat untuk mengendapkan limpur dan memisahkan minyak. Dasar bak dibuat miring agar minyak dapat mengapung di permukaan air limbah, sehingga dapat lebih mudah dibuang keluar. Kemudian air tersebut dibawa ke kolam untuk diaerasidengan system surface aerasi (penambahan udara secara bertahap). Aerasi diberikan sampai empat kali

dengan tujuan mengurangi kadar BOD dan COD sampai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah itu, air buangan yang telah memenuhi ketentuan dimasukkan dalam fish pond sebagai indikator. Air buangan telah memenuhi syarat dialirkan ke sungai. 3. Gas Gas yang dihasilkan pada pabrik ini adalah CO2 dan H2, CH4, C2H6. Untuk meningkatkan nilai ekonomis, gas buangan ini dipisahkan sebagai produk

samping dari pabrik metanol.

BAB VIII UTILITAS

Unit utilitas merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk menunjang jalannya proses produksi dalam suatu proses industri kimia. Adapun unit utilitas didalam Pabrik Methanol ini meliputi 5 unit , yaitu: 1. Unit penyediaan air 2. Unit penyediaan steam 3. Unit penyediaan tenaga listrik 4. Unit penyediaan bahan bakar 5. Unit penyediaan refrigerant

8.1. Unit Penyediaan Air a. Air Umpan Boiler Air umpan boiler merupakan bahan baku pembuatan steam yang berfungsi sebagai media pemanas. Kebutuhan steam sebesar 644.578,0156 Kg/jam Steam yang digunakan adalah saturated steam yang mempunyai temperatur 213°C tekanan 20 atm. Dari “Perry, edisi 6 hal 976” didapat bahwa air umpan boiler tersebut mempunyai syarat sebagai berikut : - Total padatan (total suspended solid) - Alkalinitas - Padatan terlarut ( suspended solid) = 3500 ppm = 700 ppm = 300 ppm

- Silika - Besi - Tembaga - Oksigen - Kesadahan ( hardness) - Kekeruhan (turbidity) - Minyak - Residual phospat

= 60-100 ppm = 0,1 ppm = 0,5 ppm = 0,007 ppm =0 = 175 ppm = 7 ppm = 140 ppm

Selain untuk memenuhi persyaratan tersebut, air umpan boiler harus bebas dari: Zat-zat yang menyebabkan korosi , yaitu gas-gas terlarut seperti O2, CO2, H2S, dan NH3 Zat-zat yang dapat menyebabkan busa , yaitu zat organik, anorganik, dan zat yang tidak terlarut dalam jumlah yang besar. Untuk memenuhi syarat tersebut dan untuk mencegah kerusakan pada boiler sebelum digunakan air umpan boiler harus diolah terlebih dahulu, melalui: Demineralizer untuk menghilangkan ion-ion pengganggu. Deaerator untuk menghilangkan gas-gas terlarut

b. Air Sanitasi Air sanitasi digunakan untuk keperluan para karyawan dilingkungan pabrik untuk konsumsi cuci, mandi, masak, laboratorium, perkantoran dan lainlain. air sanitasi yang digunakan sebesar 63.600 Kg/hari. Standart air sanitasi yang harus dipenuhi: Syarat – syarat air sanitasi: 1. Syarat fisik: o Berada di bawah suhu udara o Warananya jernih o Tidak berasa o Tidak berbau 2. Syarat Kimia: o Tidak mengandung logam berat seperti Pb, As, Cr, Cd, Hg o Tidak mengandung zat – zat kimia beracun o Warnanya jernih 3. Syarat Mikrobiologis o Tidak mengandung kuman maupun bakteri, terutama bakteri patogen Untuk memenuhi persyaratan tersebut, setelah proses penjernihan air harus diberikan desinfektan seperti khlor cair atau kaporit.

8.2. Unit Pengolahan Steam Bahan baku pembuatan steam adalah air umpan boiler yang dibutuhkan dalam proses ini mempunyai kondisi : - Tekanan : 20 atm

- Temperatur : 213°C Zat-zat yang terkandung dalam air umpan boiler yang dapat menyebabkan kerusakan pada boiler adalah: - Kadar zat terlarut (soluble matter) yang tinggi - Zat padat yang terlarut ( suspended solid) - Garam – garam kalsium dan magnesium - Silika, sulfat, asam bebas dan oksida Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh air umpan boiler: a. Tidak boleh berbusa Busa disebabkan oleh adanya solid matter, suspended matter, dan kebebasan yang tinggi. Kesulitan yang dihadapi dengan adanya busa : Kesulitan pembacaan tinggi liquida dalam boiler Buih dapat menyebabkan percikan yang kuat yang mengakibatkan adanya solid-solid yang menempel dan mengakibatkan terjadinya korosi dengan adanya pemanasan yang lebih lanjut. Untuk mengatasi hal itu perlu adanya pengontrolan terhadap adanya kandungan lumpur , kerak dan alkalinitas air umpan boiler.

b. Tidak boleh membentuk kerak dalam boiler Kerak dalam boiler akan menyebabkan : Isolasi terhadap panas sehingga proses perpindahan panas terhambat. Kerak yang terbentuk dapat pecah sewaktu-waktu , sehingga dapat menimbulkan kebocoran karena boiler mendapatkan tekanan yang kuat. c. Tidak boleh menyebabkan korosi pada pipa Korosi pada pipa boiler disebabkan keasaman (pH rendah) , minyak dan lemak, bikarbonat dan bahan organik , serta gas-gas H2S, SO2, NH3, CO2, O2 yang terlarut dalam air. Reaksi elektrokimia antara besi dan air akan membentuk lapisan pelindung anti korosi pada permukaan pipa, yaitu: Fe2+ + 2 H2O Fe(OH)2 + 2 H+

Tetapi jika terjadi oksigen dalam air, maka lapisan hydrogen yang terbentuk akan bereaksi dengan oksigen membentuk air. akibat hilangnya lapisan pelindung tersebut menurut reaksi: 4 H+ + O2 2 H2O 4 Fe(OH)2

Fe(OH)2 + O2 + H2O

Adanya bikarbonat dalam air akan menyebabkan terbentuknya CO2, karena pemanasan dan adanya tekanan. CO2 yang terjadi bereaksi dengan air akan menjadi asam karbonat. Asam karbonat akan bereaksi dengan air akan membentuk garam bikarbonat. Dengan adanya pemanasan (kalor) garam bikarbonat ini akan membentuk CO2 lagi.

Reaksi yang terjadi: Fe2+ + 2 H2CO3 Fe(HCO)2 + H2O + panas Fe(HCO)2 + H2 Fe(OH)2 + H2O + 2 CO2

Proses Pengolahan Air Pada Unit Pengolahan Air Air sungai digunakan untuk memenuhi kebutuhan air sanitasi, air pendingin dan air umpan boiler. Adapun proses pengolahannya adalah: Air sungai dipompa menuju bak skimmer (F-212) dengan menggunakan pompa sentrifugal (L-211). Air sungai tersebut ditampung dalam bak skimmer untuk memisahkan kotoran yang mengapung sekaligus sebagai bak pengendapan awal. Kemudian air dipompa dengan pompa clarifier ( L-213) menuju tangki clarifier (F-214) Sebagai tempat terjadinya koagulasi dan flokulasi yaitu dengan jalan penambahan alum atau Al2(SO4)3.18 H2O. Hasil atas dari tangki clarifier dialirkan menuju bak sedimentasi (F-215) dan dilanjutkan ke sand filter ( F-217) untuk dilakukan penyaringan terhadap gumpalan yang terbawa. Selanjutnya air yang sudah bersih ditampung dalam bak air bersih (F-218) dan siap untuk dibagi menjadi dua yaitu untuk keperluan sanitasi dan keperluan proses , yang masing-masing akan diolah lebih lanjut dengan persyaratan yang telah ditentukan, yaitu: a. Pengolahan air sanitasi Air dari bak penampung air bersih ( F-218) dialirkan dengan pompa klorinasi (L-229) menuju bak klorinasi ( F-230) dan ditambahkan desinfektan khlor (Cl2) sebanyak 1 ppm untuk menghilangkan bakteri dan mikroba pathogen

yang diinjeksikan langsung ke pipa. Selanjutnya dipompa dengan menggunakan pompa tangki air sanitasi ( L-231) dan dialirkan ke tangki air sanitasi dan siap untuk digunakan. b. Pelunakan air umpan boiler Pelunakan air umpan boiler dilakukan dengan proses pertukaran ion dalam demineralizer yang terdiri dari 2 tangki, yaitu tangki anion exchanger (D-220A) dan kation exchanger(D-220B) Setelah keluar dari demineralizer, air yang telah bebas dari ion-ion penggangu ditampung dalam bak air lunak ( F-221) yang selanjutnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu air umpan boiler dan air pendingin. Yang pertama dialirkan dengan pompa deaerator (L-222) menuju deaerator (F-223) untuk menghilangkan gas-gas terlarut dalam air seperti CO2 dan O2 dengan pemberian steam yang diinjeksikan secara langsung. Air yang keluar dari deaerator ditampung dalam bak boiler feed water (F-223) dan siap dipompakan menuju boiler ( Q-220 ) dan kemudian dialirkan ke peralatan. Selain digunakan untuk air umpan boiler juga digunakan sebagai air pendingin, dimana air lunak dipompa dengan pompa air pendingin (L-225) menuju ke bak air pendingin ( F-226). c. Refrigerant Untuk pendingin digunakan ammonia dimana ammonia dialirkan dari tangki penyimpan ammonia dipompa menuju ke cooler (E-131) dan kondensor (E-142).

8.3. Unit Penyediaan Listrik Kebutuhan listrik pada pabrik Methanol direncanakan dan disediakan oleh PLN dan generator set. Tenaga listrik yang disediakan dipergunakan untuk menggerakkan motor instrumentasi dan lain-lain. Total kebutuhan listrik : Untuk proses dan utilitas : 132,7346 kWh Untuk penerangan : 31,7398 kWh

8.4. Unit Penyediaan Bahan Bakar Bahan bakar yang dibutuhkan oleh pabrik Methanol yaitu boiler dan generator. Bahan bakar yang digunakan adalah Fuel Oil 35 ° API dan kebutuhannya adalah 164.572,2004 lb/hari. Pemilihan bahan bakar yang digunakan berdasarkan pertimbangan- pertimbangan sebagai berikut: Harganya relative murah Mudah didapat Viskositasnya relatif rendah sehingga mudah mengalami pengabutan. Heating value relatif tinggi Tidak menyebabkan kerusakan pada alat-alat.

8.5. Unit Penyediaan Refrigerant Refrigerant dibutuhkan oleh pabrik Methanol ini untuk kondensor dan cooler pada pengolahan gas. Refrigerant yang digunakan adalah Ammonia dan kebutuhannya adalah 135.573,1791 Kg/jam.

Pemilihan refrigerant yang digunakan berdasarkan pertimbangan – pertimbangan sebagai berikut: Harganya relatif murah Mudah didapat Ramah lingkungan Bisa digunakan untuk suhu yang diinginkan

BAB IX LOKASI DAN LAYOUT PABRIK

1. Lokasi Pabrik

Lokasi pabrik dipilih daerah sukolilo Surabaya. Penentuan lokasi suatu pabrik merupakan suatu bagian yang terpenting pada perencanan suatu pabrik, oleh karena itu perlu dipilih daerah yang benar – benar memenuhi syarat baik factor utama maupun faktor spesifik. Adapun faktor – faktor yang menentukan didalam pemilihan lokasi pabrik ini adalah : 1.1. Faktor Umum 1. Bahan Baku Bahan baku merupakan faktor yang harus diperhatikan didalam menentukan lokasi suatu pabrik. Bila ditinjau dari segi ini maka pabrik sebaiknya didaerah mana bahan bakunya berada, sehingga masalah pengadaan bahan baku mudah diatasi. Hal – hal yang perlu diketahui tentang bahan baku adalah : Letak dari sumber bahan baku. Kwalitas bahan baku yang ada dan apakah kwalitas ini memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Cara mendapatkan bahan baku dan pengangkutannya sampai ke pabrik.

-

Kapasitas dari sumber itu dan berapa lama sumber – sumber itu dapat diandalkan pengadaannya.

-

Kemungkinan – kemungkinana untuk mendapatkan sumber yang lain.

2. Pemasaran hasil produksi Pemasaran merupakan faktor yang penting dalam suatu industri, karena berhasil tidaknya pemasaran akan menentukan masa depat dari suatu pabrik Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah : dimana produksi iti dapat dipasarkan. apakah kebutuhan produksi ini untuk jangka panjang. Berapa banyak produk yang beredar dipasaran. Apakah ada pengaruh persaingan. Perlu diperhatikan jarak pabrik dan tempat pemasarannaya dan bagaimana transportasi produk yang dipasarkan. 3. Persediaan power dan bahan bakar Adanya power dan bahan bakar merupakan hal yang penting dalam melaksanakan proses produksi. Hal – hal yang perlu diperhatikan yaitu : ada atau tidaknya tenaga listrik didaerah itu. Apakah jumlahnya mencukupi. Harga tenaga listrik dan bahan bakar. Persediaan tenaga listrik dimasa yang akan datang.

-

Mudah atau tudaknya untuk mendapatkan bahan bakar tersebut.

4. Sumber air Air merupakan kebutuhan yang penting dalam industri, sebab air digunakan untuk proses sebagai pendingin, kebutuhan steam atau kebutuhan lainnya. Ada dua macam sumber air untuk memenuhi kebutuhan yaitu : air sumur, sungai dan sebagainya. Air dari perusahaan penyedia air

Hal – hal yang perlu diperhatikan yaitu : apa ada sumber airnya. Sampai kapan sumber air itu dapat memenuhi kebutuhan. Apakah kwalitas air yang ada memenuhi syarat untuk suatu industri. Apakah ada pengaruh alam terhadap kemampuan penyediaan air ataupun kwalitas air tersebut. 5. iklim atau cuaca dan keadaan sekitarnya Hal – hal yang perlu diperhatikan yaitu : apakah keadaan sekitarnya menyulitkan konstruksi pabrik atau pengaruh peralatan. Perlu diperhatikan keadaan angin, kecepatan dan arahnya pada situasi terbuka yang pernah terjadi pada daerah tersebut. Kemungkinan untuk perluasan dimasa yang akan datang.

1.2. Faktor spesifik 1. Transportasi Masalah transportasi yang perlu diperhatikan agar penyediaan bahan bakar dan bahan baku serta penyaluran hasil produksi bisa berjalan lancar dan membutuhkan biaya yang relatif rendah serta waktu yang relatif singkat. Hal – hal yang perlu diperhatikan : jalan raya yang dapat dilalui mobil atau truk. Jalan kereta api. Sungai yang dapat dilalui kapal dan perahu. Adanya pelabuhan dan lapangan terbang.

2. Waste Disposal Hal ini perlu diperhatikan apakah sisa atau buangan pabrik berbahaya atau tidak bagi masyarakat sekitarnya. Bila berbahaya, maka yang perlu diperhatikan : Cara pengeluaran bentuk dari buangan terutama yang ada hubungannya dengan pemerintah dan peraturan setempat. Masalah polusi atau pencemaran.

3. Tenaga kerja Penyediaan tenaga kerja yang perlu diperhatikan : Mudah tidaknya untuk mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan. Keahlian dan pendidikan tenaga kerja yang tersedia. Peraturan perburuhan atau ikatan buruh yang berlaku. Tingkatan penghasilan tenaga kerja di daerah itu.

4. Faktor undang – undang peraturan 5. Perpajakan dan asuransi 6. Site karakteristik dari lokasi Hal yang harus diperhatikan : - Apakah lokasi itu pada daerah rawa, bekas sampah atau bukit. - Harga tanah dan fasilitas – fasilitas yang ada. 7. Perlu diperhatikan apakah daerah itu terletak di daerah militer, daerah banjir atau di daerah kebakaran. 8. Masalah lingkungan atau komunitas. Disini yang harus diperhatikan adalah : Apakah merupakan daerah pedesaan atau perkotaan. Fasilitas sekolah, rumah dan tempat ibadah. Fasilitas rekreasi dan rumah sakit.

1.3. Pemilihan lokasi Berdasarkan pada faktor – faktor tersebut di atas, maka pemilihan pabrik metanol ini dirancang terletak didaerah Sukolilo Surabaya. Pemilihan lokasi ini didasarkan atas sebagai berikut : 1. Bahan baku Bahan baku yang diperlukan dalam pabrik ini adalah sampah. Sampah didapat dari pasar yang ada di daerah Surabaya dan sekitarnya. Jadi hal ini dapat sangat ekonomis sekali. 2. Pemasaran Keperluan metanol antara lain untuk formal dehid cat, tinta, lem, bahan kimia buatan ( misal : metil amin, metil khlorid, metil methakrylat ), sebagai bahan pelarut. Yang memerlukan metanol terutama di daerah Gresik, Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya. 3. Penyediaan utilitas Kebutuhan air didapat dari sungai Jagir yang diolah sendiri, dan dari sumber artetis untuk keperluan proses, rumah tangga dan lain – lain. Kebutuhan listrik mudah didapat dari PLN karena lokasi ini sudah terjangkau oleh jaringan listrik dari PLN, sedang intuk kebutuhan bakar diperoleh dari Pertamina.

4. Transportasi Lokasi di tepi jalan raya yang bisa dilewati atau dimasuki kendaraan – kendaraan, dekat stasiun atau jalan kereta api, dan juga tidak terlali jauh dari pelabuhan Gresik dan Surabaya sehingga memperingankan ongkos pengangkutan bila hasil produksi akan dipasarkan ke luar Jawa. 5. Tenaga kerja Kebutuhan akan tenaga kerja baik yang terdidik atau ahli maupun yang tidak terdidik atau kasar diperoleh dari daerah sekitarnya dan kota lain yang mempunyai sekolah menengah yang ada jurusan industri kimia dan lain – lain. 6. Peninjauan peraturan pemerintah dan pajak Pendirian pabrik metanol ini tidak bertentangan dengan pemerintah dan bahkan menunjang program pembangunan dibidang industri kimia. Sedangkan pajak disini lebih rendah dibanding bahan bakunya karena pemasaran bahan bakunya dikenakan pajak yang tinggi. 7. Iklim atau cuaca Karena cuaca cukup baik, gangguan alam seperti angin ribut, gempa bumi, banjir, boleh dikatakan tidak terjadi di kota ini. 8. Site karakteristik Struktur tanah cukup baik dan perluasaannya cukup sempurna. 9. Keadaan masa perang Daerah ini bukan daerah masa basis, jadi cukup aman.

10. Faktor – faktor lain Sukolilo Surabaya merupakan lokasi yang cocok karena bahan bakunya dekat dengan Surabaya dan buangannya tidak bahaya dengan lingkungan, dekat dengan sungai Jagir. 2. Lay out pabrik Perencanaan lay out adalah penempatan alat – alat dalam pabrik agar dapat beroperasi sebaik – baiknya, juga dalam perbaikan agar dapat beroperasi sebaik – baiknya maupun untuk pembersihan dan pemeliharaan dapat berjalan lancar dan sempurna. Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan lay out suatu pabrik yaitu : 1. Apakah pabrik yang akan didirikan merupakan tambahan atau sama sekali. Pabrik yang direncanakan ini adalah baru sehingga mendapat kebebasan didalam merencanakan tempat alat – alat. Oleh karena itu digunakan hasil survey yang diteliti dengan cermat, supaya pabrik dapat berproduksi dengan lancar. 2. Perluasan dimasa yang akan datang Untuk keperluan ini diperlukan persediaan tanah kosong palin sedikit setengah dari besarnya pabrik yang telah ada. 3. Soal yang menyangkut soal distribusi Distribusi utility yang dibutuhkan dalam pabrik perlu diatur seekonomis mungkin, seperti pemakaian air, bahan bakar, steam dan lain – lain.

4. Cuaca Ini menentukan pemilihan bangunan yang di luar gedung dan yang di dalam gedung. 5. Hal – hal yang menyangkut keselamatan kerja Perlu adanya alat pengaman, misal untuk kebakaran, ledakan dan sebagainya. Juga faktor keamanan yang ada hubungannya baik terhadap pabrik itu sendiri maupun pada karyawan dari pabrik itu maupun masyarakat sekitarnya. 6. Faktor – faktor yang menyangkut adanya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai bangunan ( misalnya dalam pembuatan tower, cerobong dan lain – lain ). 7. Harus diperhatikan tentang waste diposal 8. Diusahakan pemakaian ruangan yang seefisien mungkin juga ruang pemindahan barang, storid dan lain – lain.

3. Equipment lay out Perencanan tata ruangan penting untuk : effisiensi proses keselamtan dan ketenangan kerja

Adapun hal – hal yang perlu diperhatikan adalah : letak peralatan yang disusun sesuai dengan urutan proses. Pengelompokan alat yang sejenis untuk memudahkan pengawasan. Pengaturan letak peralatan yang dapat memudahkan transfortasi bahan – bahan. Adanya ruangan yang cukup antara peralatan yang satu dengan yang lainnya, yaitu untuk memudahkan pemeriksaan, peralatan serta dapat menjamin keselamtan dan ketenangan kerja. ruangan kelihatan harmonis, sehingga membangkitkan kegairahan kerja dan mudah pembersihannya.

4. Perluasaan pabrik Dalam perluasan suatu pabrik perlu diperhatikan perencanana perluasan pabrik dimasa yang akan datang yaitu : menyediakan tempat uantuk memungkinkan adanya perluasan pabrik. Menyediakan untuk penambahan unui baru ataupun perluasan dari unut yang telah ada.

PLANT LAY OUT

SKALA 1 : 1000

Gambar 9.2. Tata Letak Pabrik Methanol

Keterangan Gambar: 1. Tempat Parkir 2. Satpam 3. Mushola 4. Masjid 5. Satpam 6. Kompleks Welfare terdiri atas kantin, perpustakaan, barber shop, koperasi dan auditorium 7. Storage Bahan baku 8. Research and Development 9. Quality Control 10. Storage Produk 11. Proses 12. Instalasi Listrik 13. Unit Penyediaan Air dan Steam 14. Tempat Parkir Kendaraan Angkut Bahan Baku 15. Unit Distilasi 16. Pemadam Kebakaran

EQUIPMENT LAY OUT

Gambar 9.3. Tata Letak Peralatan Proses Pabrik Methanol

Keterangan Gambar : SH-114 R-115 G-119 R-127 SC-129 ST-134 A-120 R-130 : Shredder : Rotary Dryer : Gasifier : Water Heat Boiler : Shift Converter : Kolom Stripper : Kolom Absorber : Reaktor Metanol Converter

FD-143 D-140

: Flash Drum : Kolom Distilasi

Peta Jawa Timur

Peta Surabaya

Peta Lokasi Pabrik

Gambar 9.1 Lokasi Pabrik Methanol

BAB X ORGANISASI PERUSAHAAN

10.1. Bentuk Perusahaan

Direncanakan bentuk perusahaan pabrik methanol ini adalah Perseroan Terbatas(PT.). Pemilihan bentuk perusahaan ini didasarkan atas pertimbanganpertimbangan sebagai berikut: Mudah mendapatkan modal, yaitu selain dari bank, modal juga dapat didapat dari penjualan saham. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pemegang saham. Tanggung jawab pemegang saham terbatas, sebab segala sesuatu yang menyangkut kelancaran perusahaan dipegang oleh pimpinan perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin, karena tidak terpengaruh dengan pemegang saham, direksi atau karyawan.

10.2. Struktur Organisasi

Direncanakan bentuk perusahaan pabrik methanol ini adalah Perseroan Terbatas (PT). Pemilihan bentuk perusahaan ini didasarkan atas pertimbangan – pertimbangan sebagai berikut : • Mudah mendapatkan modal, yaitu selain dari bank, modal juga dapat diperoleh dari penjualan saham. • Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pemegang saham.

Tanggung jawab pemegang saham terbatas, sebab segala sesuatu yang menyangkut kelancaran perusahaan dipegang oleh pimpinan perusahaan.

Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin, karena tidak terpengaruh dengan seorang pemegang saham, direksi, atau karyawan. Sistem organisasi perusahaan ini adalah sistem garis dan staf. Alasan

pemakaian sistem ini adalah : • Biasa digunakan untuk organisasi yang cukup besar dengan produksi kontinyu. • • Terdapat kesatuan pimpinan dan perintah, sehingga disiplin kerja lebih baik. Masing – masing kepala bagian atau manager secara langsung bertanggung jawab atas aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan. • Pimpinan tertinggi dipegang oleh seorang direktur yang bertanggung jawab kepada dewan komisaris. Anggota dewan komisaris merupakan wakil – wakil dari pemegang saham dan dilengkapi dengan staf ahli yang bertugas memberikan nasihat dan saran kepada direktur. Bagan struktur organisasi dapat dilihat pada gambar 10.1

10.3. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

10.3.1. Pemegang Saham

Adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal untuk pabrik dengan cara membeli saham perusahaan. Pemegang saham adalah pemilik perusahaan dimana jumlah yang dimiliki tergantung atau terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, sedangkan kekayaan pribadi dari pemegang saham tidak

dipertanggungjawabkan sebagai jaminan atas hutang – hutang perusahaan. Pemegang saham harus menanamkan saham paling sedikit satu tahun. Kekuasaan tertinggi terletak pada pemegang saham, dan merekalah yang memilih Direktur dan Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta menentukan gaji Direktur tersebut.

10.3.2. Dewan Komisaris

Dewan komisaris bertindak sebagai wakil dari pemegang saham. Komisaris diangkat menurut ketentuan yang ada dalam perjanjian dan dapat diberhentikan setiap waktu oleh/dalam RUPS apabila ia bertindak bertentangan dengan anggaran dasar atau kepentingan perseroan tersebut. Umumnya dipilih dalam RUPS dari kalangan pemegang saham yang mempunyai saham terbanyak dari perseroan tersebut. Tugas Dewan Komisaris : • Mengawasi direktur dan berusaha agar tindakan direktur tidak merugikan perusahaan. • • Menetapkan kebijaksanaan perusahaan. Mengadakan evaluasi atau pengawasan tentang hasil yang diperoleh perusahaan. • • Menyetujui atau menolak rancangan yang diajukan direktur. Memberikan nasihat pada direktur bila direktur ingin mengadakan perubahan dalam perusahaan.

10.3.3. Direktur Utama

Direktur utama adalah pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan membawahi : • • Direktur Teknik Direktur Administrasi

Tugas dan wewenang Direktur Utama : • • Bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris. Menetapkan kebijaksanaan peraturan dan tata tertib baik keluar maupun ke dalam perusahaan. • • • • Mengkoordinasi kerja sama antara Direktur Teknik dan Direktur Administrasi. Mengatur dan mengawasi keuangan perusahaan. Mengangkat dan mengawasi keuangan perusahaan. Bertanggung jawab atas kelancaran perusahaan

10.3.4. Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Litbang merupakan staf Direktur Utama yang terdiri dari ahli teknik dan ahli ekonomi. Tugas dan wewenang Litbang: • Memberikan nasihat dan informasi mengenai masalah teknik dan ekonomi kepada Direktur Utama.

Membantu Direktur Utama dalam bidang penelitian dan pengembangan organisasi perusahaan, teknik proses dan sebagainya, sehingga dapat memajukan perusahaan.

10.3.5. Direktur Teknik

Direktur Teknik bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam hal : • • • • Pengawasan produksi. Pengawasan peralatan pabrik. Perbaikan dan pemeliharaan alat produksi dan utilitas. Perencanaan jadwal produksi dan penyediaan sarana produksi.

10.3.6. Direktur Administrasi

Direktur Administrasi bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam hal : • • • • Biaya – biaya produksi. Untung rugi perusahaan. Neraca keuangan. Administrasi perusahaan.

10.3.7. Kepala Bagian

Tugas dan wewenang kepala bagian : • Menbantu Direktur Teknik atau Direktur Administrasi dalam pelaksanaan aktivitas pada bagian masing – masing.

• • •

Memberi pengawasan dan pengarahan terhadap seksi – seksi dibawahnya. Menyusun laporan dari hasil yang dicapai oleh bagian masing – masing. Bertanggung jawab atas kerja bawahannya.

Kepala Bagian terdiri dari : a. Kepala Bagian Produksi Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dalam bidang mutu produksi dan kelancaran proses produksi, dan membawahi : Seksi Proses Mengatur dan mengawasi pelaksanaan jalannya proses produksi yang terjadi serta realisasi rencana. Bertanggung jawab atas jalannya masing – masing proses.

Seksi Laboratorium Bertugas mengawasi dan menganalisa mutu bahan baku, bahan baker, dan produk, supaya diperoleh kualitas produk yang diharapkan. Seksi Bahan Baku Mengatur jadwal pembelian bahan baku, pengiriman serta bertanggung jawab atas penyediaan bahan baku. b. Kepala Bagian Teknik Mengatur dan mengawasi segala masalah yang berhubungan dengan peralatan teknik, proses, dan utilitas. Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik.

Kepala Bagian Teknik membawahi : Seksi Utilitas Bertugas mengawasi dan mengatur pelaksanaan penyediaan air pendingin, steam, air umpan boiler, bahan bakar, dan listrik. Bertanggung jawab atas peralatan, misalnya : boiler.

Seksi Perawatan Melaksanakan pemeliharaan gedung, taman dan peralatan proses termasuk utilitas. Mengadakan perbaikan terhadap peralatan – peralatan yang mengalami kerusakan. c. Kepala Bagian Umum Bertanggung jawab kepada Direktur Administrasi dalam bidang personalia, keamanan, kesehatan, dan angkutan. Kepala Bagian Umum membawahi : Seksi Personalia Bertugas melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja antara lain : Penerimaan dan pemberhentian karyawan. Mengadakan pendidikan dan latihan kerja bagi karyawan. Penempatan karyawan Kesejahteraan karyawan.

Seksi Kesehatan Tugas seksi kesehatan : Menjaga dan memberi pelayanan kesehatan kepada seluruh karyawan.

Seksi Angkutan Tugas seksi angkutan : Menyediakan sarana transportasi guna keperluan pengangkutan bahan baku maupun produk. Menyediakan sarana transportasi untuk keperluan karyawan.

d. Kepala Bagian Keuangan Bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dalam bidang keuangan, pemasaran, gudang. Seksi Keuangan dan Pembukuan Mengadakan perhitungan uang perusahaan. Mengamankan keuangan perusahaan. Merencanakan keuangan di masa yang akan datang. Membayar gaji karyawan

Seksi Pemasaran Bertanggung jawab mengenai masalah – masalah yang berguna untuk mencari pemasaran yang seluas – luasnya dengan memperoleh keuntungan yang sebesar – besarnya. Seksi Gudang Bertugas mengatur dan mengawasi keluar masuknya produk dari gudang.

10.4.

Jadwal Jam Kerja

Pabrik methanol ini direncanakan bekerja atau beroperasi selama 330 hari dalam pertahun dan 24 jam perhari, sisa harinya digunakan untuk perbaikan dan perawatan serta shut down. Pembagian kerja untuk pegawai adalah sebagai berikut : a. Untuk pegawai non shift Bekerja selama 6 (enam) hari dalam seminggu, sedang hari Minggu dan hari besar libur. Ketentuan jam kerja adalah sebagai berikut: Senin – Kamis Jumat Sabtu b. Untuk pegawai shift Sehari bekerja 24 jam, yang terbagi dalam 3 shift, yaitu: Shift I Shift II Shift III : 07.00 – 15.00 WIB : 15.00 – 23.00 WIB : 23.00 – 07.00 WIB : 07.00 – 15.00 ( Istirahat 12.00 – 13.00 WIB) : 07.00 – 15.00 ( Istirahat 11.00 – 13.00 WIB) : 07.00 – 13.00

Untuk memenuhi kebutuhan pabrik, karyawan shift dibagi menjadi 4 (empat) regu bekerja, di mana jika 3 (tiga) regu bekerja maka 1 (satu) regu libur. Jadwal kerja masing – masing regu ditabelkan sebagai berikut :

Tabel 10.1 Jadwal Kerja Karyawan Regu 1 I II III IV P S M 2 P S M 3 P S M 4 P S M 5 M P S 6 M P S Hari 7 M P S 8 M P S 9 S M P 10 S M P 11 S M P 12 S M P

Keterangan : P = Pagi (shift I) S = Siang (shift II) M = Malam (shift III) = Libur

10.5. Status Karyawan dan Sistem Upah

Pada pabrik ini sistem upah karyawan berbeda – beda tergantung pada status karyawan dan tingkat pendidikan, serta besar kecilnya kedudukan, tanggung jawab dan keahliannya. Menurut statusnya karyawan pabrik ini dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut : a. Karyawan tetap Karyawan tetap adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan surat keputusan (SK) Direksi dan mendapat gaji bulanan berdasarkan kedudukan, keahlian dan masa kerjanya.

b. Karyawan harian Karyawan harian adalah pekerja yang diangkat dan diberhentikan oleh Direksi berdasarkan nota persetujuan Direksi atas pengajuan kepala yang

membawahinya dan menerima upah harian yang dibayarkan tiap – tiap akhir pekan. c. Karyawan borongan Karyawan borongan adalah pekerja yang dipergunakan oleh pabrik bila diperlukan saja, misalnya : bongkar muat barang, dan lain – lain. Pekerja ini menerima upah borongan untuk suatu pekerjaan.

10.6. Jaminan Sosial

Jaminan sosial adalah jaminan yang diterima pihak karyawan di luar kesalahannya, sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan. Jaminan sosial yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan adalah : a. Tunjangan - Tunjangan di luar gaji pabrik, diberikan kepada tenaga kerja tetap berdasarkan prestasi yang telah dilakukannya. - Tunjangan lembur yang diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja di luar jam kerja (khusus untuk tenaga kerja shift). b. Fasilitas - Disediakan kendaraan dinas berupa : • Kendaraan roda empat bagi Direktur. • Kendaraan roda dua bagi Kepala Bagian.

- Disediakan kendaraan antar jemput bagi para kepala seksi dan karyawan bawahannya, atau diganti dengan uang transport yang sesuai. - Setiap karyawan diberi 2 (dua) pasang pakaian kerja dalam setahun. Selain itu kepada tenaga kerja shift juga dibagikan perlengkapan penunjang keselamatan kerja yang sesuai dengan bidang yang ditanganinya. c. Pengobatan - Pengobatan ringan dapat dilakukan di poliklinik perusahaan dan diberikan kepada tenaga kerja yang membutuhkan. - Untuk pengobatan berat diberikan penggantian ongkos sebesar 50 % secara langsung kepada rumah sakit, dokter, dan apotik yang bersangkutan yang ditentukan oleh perusahaan. - Karyawan yang mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan dalam melaksanakan tugasnya untuk perusahaan, akan mendapat penggantian

ongkos pengobatan sepenuhnya. d. Cuti - Cuti tahunan selama 12 hari kerja dan diatur dengan mengajukan permohonan satu minggu sebelumnya untuk dipertimbangkan ijinnya. - Cuti sakit bagi tenaga kerja yang memerlukan isrirahat total berdasarkan surat keterangan dokter. - Cuti hamil selama 1 (satu) bulan bagi tenaga kerja wanita. - Cuti untuk keperluan dinas atas perintah atasan berdasarkan kondisi tertentu perusahaan.

10.7. Perincian Jumlah Tenaga Kerja

Penentuan jumlah karyawan proses : Kapasitas = 15.000ton/ tahun = (15.00 ton/ tahun)/ (330 hari/ tahun) = 45 ton/ hari Dari Vilbrandt hal. 235 fig 6-35 untuk peralatan dengan kondisi rata- rata didapat: M = 38 (orang jam/ hari . tahapan proses). Ada 18 proses dalam pabrik sehingga didapat : Karyawan proses = 38 x 18 = 684 orang.jam / hari Karena 1 (satu) shift = 8 jam, maka : Karyawan proses: (684/8) orang/shift.hari = 85,5 orang/ shift.hari Jadi total jumlah karyawan : = 85,5 orang/ shift. hari x 4 shift = 342 orang / hari.

Perincian jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada tabel 8.2. Tabel 10.2. Perincian Jumlah tenaga Kerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Dewan Komisaris Direktur Utama Sekretaris Direksi Direktur Staff Litbang Kepala Bagian Kepala Seksi Karyawan Utilitas Karyawan Pemeliharaan Karyawan Proses Karyawan Laboratorium Karyawan Bahan Baku Karyawan Personalia Karyawan Keamanan Karyawan Kesehatan Karyawan Angkutan Karyawan Pemasaran Karyawan Keuangan Karyawan Gudang Karyawan Kantin Jabatan Jumlah 5 1 1 2 2 4 12 20 20 342 10 10 4 15 4 8 15 10 15 5

21 22 23 24

Karyawan Pemadam Kebakaran Sopir Pesuruh Dokter Jumlah

7 6 5 1 525

Gambar 10.1 Struktur Organisasi Pabrik Methanol

BAB XI ANALISA EKONOMI

Perencanaan suatu pabrik perlu ditinjau dari faktor – faktor ekonomi yang menentukan apakah pabrik tersebut layak didirikan atau tidak. Faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan untung rugi dalam mendirikan pabrik methanol adalah sebagai berikut: Return On Invesment (ROI) Pay Out Time (POT) Break Event Point (BEP) Sedangkan untuk menghitung faktor - faktor di atas perlu diadakan penaksiran beberapa hal yang menyangkut administrasi perusahaan dan jalannya proses, yaitu: 1. Penaksiran modal investasi Total (Total Capital Investment) a. Modal tetap (Fixed Capital Investment) b. Modal Kerja (Working Capital Investment) 2. Penentuan Biaya Produksi (Total Production Cost) a. Biaya pembuatan (Manufacturing Cost) b. Biaya pengeluaran umum (General Expence) 3. Total Pendapatan

11.1. Penentuan Total Capital Investment (TCI)

Karena harga peralatan dari tahun ke tahun cenderung naik maka perhitungan harga alat dapat dilihat di appendiks D. a. Biaya Langsung (DC) 1. Harga peralatan 2. Instalasi alat 3. Instrumentasi dan alat kontrol 4. Perpipaan terpasang 5. Listrik terpasang 6. Tanah 7. Bangunan E 40% E 20% E 40% E 30% E 5% E 20% E = Rp 21.760.360.168,65 = Rp 8.704.144.064 = Rp 4.352.072.032 = Rp 8.704.144.064 = Rp 6.528.108.048 = Rp 1.088.018.008 = Rp 4.352.072.032 = Rp10.880.180.080 = Rp 66.369.098.490

8. Fasilitas pelayanan dan pengembangan 50% E Total Modal Langsung (DC) b. Biaya Tak Langsung (IC) 9. Engineering dan Supervisi 10. Konstruksi Total Modal Tak Langsung (IC) c. Fixed Capital Investment (FCI) FCI = DC + IC = Rp 66.369.098.490 + Rp 29.866.094.320 = Rp 96.235.192.810 d. Working Capital (WC) WC = 15% TCI = 0,15 x Rp 113.217.873.900 = Rp 16.982.681.080

25% DC = Rp 16.592.274.620 20% DC = Rp 13.273.819.700 = Rp 29.866.094.320

e. Total Capital Investment (TCI) TCI = FCI + WC = Rp 96.235.192.810 + 15% TCI = Rp 113.217.873.900 f. Modal Perusahaan Modal sendiri (MS) 60% TCI = 0,6 x Rp 113.217.873.900 = Rp 67.930.724.340 Modal pinjaman (MP) 40% TCI = 0,4 x Rp 113.217.873.900 = Rp 45.287.149.560 11.2. Penentuan Total Product Cost (TPC) a. Biaya Poduksi Langsung (Direct Production Cost/DPC) 1. Bahan baku 2. Tenaga kerja 3. Supervisi 4. Utilitas TK = Rp 9.048.868.090 = Rp 11.677.200.000

15% TK = Rp 1.751.580.000 = Rp 8.897.386.555

5. Pemeliharaan dan perawatan (PP) 10% FCI = Rp 9.623.519.281 6. Penyediaan operasi 7. Laboratorium 8. Patent dan Royalti 9. Biaya pengemasan Biaya Produksi Langsung (DPC) 20% PP = Rp 1.924.703.856

10% TK = Rp 1.167.720.000 1% TPC = 0,01 TPC

= Rp 3.288.780.000 = Rp 47.379.757.780 + 0,01TPC

b. Biaya Tetap (Fixed Cost/FC) 10. Depresiasi alat 11. Depresiasi bangunan 12. Pajak kekayaan 13. Asuransi 14. Bunga bank Biaya Tetap (FC) c. Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead 50% TK = 0,5 x Rp 11.677.200.000 = Rp 5.838.600.000 d. Biaya Pengeluaran Umum (General Expences/GE) 15. Biaya administrasi 15% TK = Rp 1.751.580.000 = = 0,05 TPC 0,05 TPC 13% FCI 2% FCI 2% FCI 3% FCI 20% MP = Rp 12.510.575.070 = Rp 1.924.703.856 = Rp 1.924.703.856 = Rp 2.887.055.784 = Rp 9.057.429.912 = Rp 28.304.468.480

16. Biaya distribusi dan pemasaran 5% TPC 17. Biaya LITBANG Biaya Pengeluaran Umum (GE) e. Biaya Produksi Total (TPC) TPC = DPC + FC + Biaya Overhead + GE 5% TPC

= Rp 1.751.580.000 + 0,1 TPC

= (Rp 47.379.757.780+ 0,01 TPC) + Rp 28.304.468.480 + Rp 5.838.600.000 + (Rp 1.751.580.000+ 0,1 TPC) = Rp 83.274.224.260 + 0,11 TPC TPC = Rp 93.566.544.110 Maka, DPC = Rp 47.379.757.780 + 0,01 TPC = Rp 47.379.757.780 + (0,01 x Rp 93.566.544.110) = Rp 48.315.423.220

GE

= Rp 1.751.580.000 + 0,1 TPC = Rp 1.751.580.000 + (0,1 x Rp 93.566.544.110) = Rp 11.108.234.410

11.3. Analisa Profitabilitas 1. Laba Perusahaan Laba perusahaan, yaitu keuntungan yang diperoleh dari penjualan produk. Total penjualan per tahun = Rp 136.551.624.600 Laba kotor = Harga Jual - Biaya Produksi = Rp 136.551.624.600 – Rp 93.566.544.110 = Rp 42.985.080.500 Pajak penghasilan = 30% dari laba kotor = (0,3 x Rp 42.985.080.500) = Rp 12.895.524.150 Laba bersih = laba kotor x (1 - % pajak) = Rp 42.985.080.500 x (1 – 0,3) = Rp 30.089.556.350 Nilai penerimaan Cash Flow setelah pajak (CA): CA = Laba bersih + Depresiasi alat = Rp 30.089.556.350 + Rp 12.510.575.070 = Rp 42.600.131.420

2. Laju Pengembalian Modal (ROI) ROI adalah pernyataan umum yang digunakan untuk menunjukkan laba tahunan sebagai usaha untuk mengembalikan modal. a. ROI sebelum pajak ROIBT =

Laba kotor × 100 % Modal tetap Rp 42.985.080.500 × 100 % Rp96.235.192.810

=

= 44,66 % b. ROI setelah pajak ROIAT =

Laba bersih × 100 % Modal tetap
Rp30.089.556.350 × 100 % Rp96.235.192.810

=

= 31,26% = (31,26%) dari modal investasi = 0,3126 x Rp 113.217.873.900 = Rp 35.391.907.380

3. Lama Pengembalian Modal (POT) POT adalah masa tahunan pengembalian modal investasi dari laba yang dihitung dikurangi penyusutan atau waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal investasi. POT = Modal tetap x 1 tahun Cash flow setelah pajak Rp 96.235.192.810 x 1 tahun = 2,25 tahun Rp 42.600.131.420

=

4. Break Event Point ( BEP ) BEP adalah titik dimana jika tingkat kapasitas pabrik berada pada titik tersebut maka pabrik tidak untung dan tidak rugi atau harga penjualan sama dengan biaya produksi. BEP = FC + (0,3 SVC) × 100 % S − 0,7 SVC − VC

a. Biaya Tetap ( FC ) FC = Rp 28.304.468.480 b. Biaya Variabel ( VC ) 1. Bahan Baku per tahun 2. Biaya Utilitas per tahun 3. Biaya Pengemasan per tahun Total Biaya Variabel (VC) = Rp 9.048.868.090 = Rp 8.897.386.555 = Rp 3.288.780.000 = Rp 21.235.034.650

c. Biaya Semi Variabel (SVC) 1. Biaya Umum (GE) 2. Biaya Overhead 3. Penyediaan Operasi 4. Biaya Laboratorium 5. Gaji Karyawan Langsung 6. Supervisi 7. Perawatan dan Pemeliharaan 8. Royalti Total Biaya Semi Variabel (SVC) d. Harga Penjualan (S) S = Rp 136.551.806.600 Maka, BEP = FC + (0,3 SVC) × 100 % S − 0,7 SVC − VC = Rp 11.108.234.410 = Rp 5.838.600.000 = Rp 1.924.703.856 = Rp 1.167.720.000 = Rp 11.677.200.000 = Rp 1.751.580.000 = Rp 9.623.519.281 = Rp 935.665.441,1

= Rp 44.027.222.990

=

Rp 28.304.468.480 + (0,3 Rp 44.027.222.990) ×100 % Rp136.551.806.600 − (0,7 Rp 44.027.222.990) − Rp 21.235.034.650

= 49,13% Titik BEP terjadi pada kapasitas = 0,4913 x 15000 ton/tahun = 7.369,5 ton/tahun Nilai BEP untuk pabrik Methanol berada diantara nilai 30 – 60%, sehingga nilai BEP diatas memadai. Untuk produksi tahun pertama kapasitas pabrik 90% dari kapasitas yang sesungguhnya, sehingga keuntungan adalah : PBi (100 − BEP) − (100 − %kapasitas) = PB (100 − BEP)

Dimana : PBi PB = keuntungan pada %kapasitas yang tercapai (dibawah 100%) = keuntungan pada kapasitas 100%

%kap = % kapasitas yang tercapai PBi (100 − 49,13) − (100 − 90) = Rp 30.089.556.350 (100 − 49,13) PBi = Rp 24.174.565.910 Sehingga cash flow setelah pajak untuk tahun pertama adalah : CA = laba bersih tahun pertama + depresiasi alat = Rp 24.174.565.910 + Rp 12.510.575.070 = Rp 36.685.140.980

S Rp T BEP SVC + VC

0,3 SVC FC 0 49,13 Kapasitas Produksi (%) 100

Gambar 11.1 Break Event Point (BEP) Pabrik Methanol

11.4. Shut Down Point (SDP) Shut Down Point adalah suatu titik yang merupakan kapasitas minimal

pabrik masih boleh beroperasi. SDP = 0,3SVC x100% S − 0,7SVC − VC (0,3x 44.027.222.990) 136.551.806.600 − (0,7 x 44.027.222.990) − 21.235.034.650

=

= 15,63% Titik Shut Down Point terjadi pada kapasitas = 15,63% x 15000 ton/th = 2.344,5 ton/th
11.5. Net Present Value (NPV)

Metode ini digunakan untuk menghitung selisih dari nilai penerimaan kas bersih sekarang dengan nilai investasi sekarang. Langkah – langkah menghitung NPV : a. Menghitung CAo (tahun ke-0) untuk masa konstruksi 2 tahun CA-2 = 40% x FCI x (1+i)2 = 40% x Rp 96.235.192.810 x (1 + 0,2)2 = Rp 55.431.471.060 CA-1 = 60% x FCI x (1 + i)1 = 60% x Rp 96.235.192.810 x (1 + 0,2)1 = Rp 69.289.338.820 CAo = - (CA-1 +CA-2) = - (Rp 69.289.338.820 + Rp 69.289.338.820) = - Rp 124.720.809.900

b. Menghitung NPV tiap tahun NPV = CA x Fd Dimana : CA = Cash Flow setelah pajak Fd = faktor diskon = n = tahun ke-n i = tingkat bunga bank Tabel 11.6.1. Cash flow untuk NPV selama 10 tahun
Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai sisa WCI Jumlah Cash Flow/CA (Rp) -1.24721E+11 36.685.140.980 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 0 16.982.681.080 Fd (i = 0.2) 1,0000 0,8333 0,6944 0,5787 0,4823 0,4019 0,3349 0,2791 0,2326 0,1938 0,1615 0,1615 0,1615 NPV -1.24721E+11 30.570.950.817 29.583.424.597 24.652.853.831 20.544.044.859 17.120.037.383 142.66.697.819 11.888.914.849 9.907.429.041 8.256.190.867 6.880.159.056 0 2.742.797.807 51.692.691.026

1 (1 + i) n

Karena harga NPV = (+) maka pabrik methanol dari sampah kota layak untuk didirikan.

Tabel 11.6.2. Internal Rate Return (IRR)
Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai sisa WCI Jumlah Cash Flow/CA (Rp) -1.24721E+11 36.685.140.980 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 42.600.131.420 0 16.982.681.080 Fd (i = 0.2) 1,0000 0,8333 0,6944 0,5787 0,4823 0,4019 0,3349 0,2791 0,2326 0,1938 0,1615 0,1615 0,1615 NPV1 Fd (i = 0.4) -1.24721E+11 1,0000 30.570.950.817 0,7143 29.583.424.597 0,5102 24.652.853.831 0,3644 20.544.044.859 0,2603 17.120.037.383 0,1859 14.266.697.819 0,1328 11.888.914.849 0,0949 9.907.429.041 0,0678 8.256.190.867 0,0484 6.880.159.056 0,0346 0 0,0346 2.742.797.807 0,0346 51.692.691.026 NPV2 -1.24721E+11 26.203.672.129 21.734.760.929 15.524.829.235 11.089.163.739 7.920.831.242 5.657.736.602 4.041.240.430 2.886.600.307 2.061.857.362 1.472.755.259 0 587.118.678,6 -25.540.243.989

IRR

= i1 +

NPV1 x (i1 − i 2 ) NPV1 − NPV2 51.692.691.026 x(40% − 20%) 51.692.691.026 − (−25.540.243.989)

= 20% + = 33,39%

Karena harga IRR lebih besar dari bunga bank (20%), maka pabrik methanol dari sampah kota layak didirikan.

BAB XII KESIMPULAN

Pra rencana pabrik methanol

dari sampah kota ini menghasilkan

methanol, etanol. Selain itu juga menghasilkan abu sebagai pupuk. Ketersediaan methanol ini selain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri juga diekspor. Lokasi pendirian pabrik di daerah Sukolilo Surabaya dengan pertimbangan berbagai aspek yang menguntungkan seperti bahan baku yang melimpah, dekat jalan utama dan pelabuhan sehingga memudahkan pemasaran, tenaga kerja yang murah dan banyak serta sarana dan prasarana lainnya. Ditinjau dari segi ekonomi, pabrik methanol ini layak didirikan dengan penilaian investasi sebagai berikut. 1. Total Capital Investment (TCI) 2. Total Production Cost (TPC) 3. Rate of Return on Investment (ROI) - ROI sesudah pajak - ROI sebelum pajak 4. Break Event Point (BEP) 5. Pay Out Time (POT) 6. . Internal Rate Return ( IRR ) = 31,26% = 44,66% = 49,13 % = 2, tahun 2 bulan = 33,39 % = Rp 113.217.873.900 = Rp 93.566.544.110

DAFTAR PUSTAKA

Austin, T George, “Shreve’s Chemical Process Industries”, Fifth Edition, McGraw Hill Book Company, 1984. Brownell, L.E. and Young, E.H., “Process Equipment Design”, Willey Estern Limited, New Delhi, 1955. Brown, G.G., “Unit Operation”, John Willey and Sons Inc., New York, 1950. Chakrabarty, B.N., “Industrial Chemistry”, Coulson and Richardson, “Chemical Engineering”, Sixth Pergamon Press, Oxford. Foust, A.S., “Principle of Unit Operation”, second edition, John Willey and Sons Inc, London, 1980. Fait W L, Keyes, D.B and Dark , “Industrial Chemicals”, Fourth edition, A Willey Interscience Publication, New Jersey, 1975. Geankoplis, J Christie, “Transport Process and Unit Operation” , Third Edition, Prentice-Hall, Inc, 1993. Hesse, H.C., J.H. Rushton, “Process Equipment Design” , Van Nostrand Company Inc, Princeton, New Jersey, 1969. Hougen, A Olaf , “Chemical Process Principles” , Second Edition, John Wiley and Sons, Inc, 1954. Himmeblau, D.M, “Basic Principle and Calculation In Chemical Engineering”, 4th ed, Prentice hall Inc, 1982.

Mc. Cabe, W.L. and Smith, J.C, “Operasi Teknik Kimia, Jilid I dan II”, ed ke-4 terjemahan, penerbit Erlangga, Jakarta, 1987. Mc. Ketta J., “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”, Vol.29. Kirk and Othmer, , “Encyclopedia of Chemical Technology”,first edition, John Willey and Sons Inc, New York, 1958. Ludwig E Ernest, “Design for Chemical and Petrochemical Plants”, Gulf Publishing Company, Houston, 1964. Perry, J.H., “Perry’s Chemical Engineering Handbook”, 6th edition, New York, Mc. Graw Hill Book Company, Tokyo, 1998. Peter and Timmerhaus, “Plant Design and Economics foe Chemical Engineer”, Fourth Edition, McGraw Hill Book Company,1991. Smith J M and Vanness HC, “Introduction to Chemical Eng Thermodinamics”, Fourth Edition, Mc Graw Hill Book Company, 1987. Treybal, Robert, E.”Mass Transfer Operation”, Mc. Graw Hill, Tokyo, 1981. Ulrich, D, Gael, “A Guide to Chemical Engineering Process Design and Economics”, John Willey and Sons, 1984. Ullmann’s, “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”, Vol.A.16. Van, Winkle Matthew, “Distillation”, Mac Graw Hill Book Company, 1967. Vilbrandt And Dryden, “Chemical Engineering Plant Design”, Fourth edition, Mc Graw Hill Company , 1959. www.chemicalland21.com, 29 Desember 2007 www.Surabaya.co.id, 29 Desember 2007 www.matche.co.id, 29 Desember 2007

Peta Jawa Timur

Peta Surabaya

Peta Lokasi Pabrik

Gambar IX.1 Lokasi Pabrik Methanol

APPENDIK C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
1. OPEN STORAGE SAMPAH Fungsi : sebagai tempat penyimpanan dan penyediaan sampah. Dasar perencanaan : Tudara : 30 oC P : 1 atm

Laju pemakaian sampah = 101.122,0186 kg/jam x 48 jam/2hari = 4.853,893 kg/2hari = 10.700,922 lb/2hari Bulk density = 195 lb/ft3 Perencanaan : - suatu storage dengan type open storage. - untuk menampung 200 % sampah dalam 2 hari. Perhitungan : - kebutuhan sampah tiap 2 hari = 10.700,922 - volume sampah =

π .L.ρ 12

L = 0,4 D2 V = 0,105 D3 Volume sampah =
10.700,922 195

= 54.876,5230 ft3 = 1.553,9385 m2 - volume storage = 2 x 1.553,9385 = 3.107,8770 m3

- direncanakan tinggi storage = 7 m Allowance 25 % maka tinggi yang diperlukan = 1,25 x 7 = 8,75 m - panjang open storage = 2 x lebar open storage - jadi 3.107,8770 m3 = p x l x t 3.107,8770 m3 = 21 x l x 8,75 L = 13,3264 m P = 26,6528 m Spesifikasi : - fungsi : sebagai tempat penyimpanan dan penyediaan sampah - type : open storage - ukuran : L = 13,3264 m P = 26,6528 m T = 8,75 m - jumlah : 1 buah
2. OPEN HOUSE

Fungsi : lahan terbuka sebagai tempat pemrosesan bahan baku pertama. Dasar perencanaan : Tudara : 30 oC P : 1 atm

Perencanaan : - suatu storage : dengan type open house

- Sebagai tempat : open storage sampah, chain conveyor, magnetic separator, shredder. Perhitungan : - direncanakan tinggi gedung = 12 m Allowance 70 % maka tinggi yangdiperlukan = 1,70 x 12 = 20,4 m - panjang open storage = 2 x lebar open storage Volume gedung = 4 x 3.107,8770 = 12.431,508 m3 jadi : 12.431,508 m3 = p x l x t 12.431,508 m3 = 2l x l x 20,4 L = 17,4555 m P = 34,9109 m Spesifikasi : - fungsi : lahan terbuka sebagai tempat pemrosesan bahan baku pertama - type : open home - ukuran : I = 17,4555 m P = 34,9109 m T = 20,4 m - jumlah : 1 buah

3.CHAIN CONVEYOR ( J-111 )

Fungsi : untuk memindahkan bahan baku sampah basah dari tempat penimbunan ke rotary dryer. Kapasitas ( Q ) = 146,29913 ton/hari = 6,0958 ton/jam Diambil lebar belt Jarak tempuh belt ( L ) = 4 ft = 40 ft ( ditetapkan )

Horse power yang dibutuhkan :
Hp = [ 10 Q Q sin α ( 10 + L ) + (10 + 1)]x1,1 ………………..1) 75 270

⎡10 6,0958 ⎤ 6,0958 sin 0 ( 10 + 40 ) + (10 + 40)⎥ x 1,1 = ⎢ 75 270 ⎢ ⎥ ⎦ ⎣ = 3,2 Hp diambil eff. Motor = 60% sehingga horse yang dibutuhkan = 3,2 = 5,33 Hp 0,6

jadi horse power yang dibutuhkan = 6 Hp
4. MAGNETIK SPARATOR ( M-112 )

Fungsi : untuk memisahkan sampah dari biji besi Dasar perencanaan : - kondisi operasi : sampah masuk magnetic separator pada suhu 30 oC = 86oF Perencanaan : Type : magnetic separator

Perhitungan : Dari ( perry 6th ed. P 20 – 86 ) Keterangan : DPC = ukuran partikel yang berfraksi efisiensi 50 % , ft Dp = ukuran partikel yang masuk, mm Bc = lebar magnetic separator inlet duck, ft Nc = kecepatan sampah masuk magnetic separator, ft/detik ρs = density material, lb/ft3 ρ = density sampah, lb/ft3 μ = viskositas sampah, lb/ft.dt Dari ( perry 6th ed. P 20 – 86 )didapat Dp antara 10 μm – 1 μm : diambil Dp = 0,25 mm kondisi udara masuk magnetic separator pada suhu 86 oF μ = 0,021 cps = 1,411 . 10-5 lb/ft.dt ………..( kern. Hal 825 ) density material masuk magnetic separator = 78,731 lb/ft3 Dari ( perry 6th ed. P 20 – 86 ) didapat Nre = 2 Efisiensi magnetic separator = 90 % Dp =5 Dpc Dp = 0,25 = 0,05mm = 1,6404.10 − 4 5

Rate material masuk magnetic separator = rate sampah + rate partikel halus = 3.952,1764 + 261,241 = 4.213,417 kg/jam

Density udara pada suhu 30 oC dan tekanan 1 atm ρ= 29 x 1 x 273 359 x 1x (273 + 30)

= 0,0728 lb/ft3 Maka :
1,6404.10
−4

⎤ ⎡ 9.(1,4111.10 −5 ) Bc =⎢ ⎥ ⎣ 2ππ2. 50 . (78,731 − 0,0728) ⎦

0,5

Bc = 3,2352 ft Didapat dari ( perry 6th ed. P 20 – 84 ) : Dc = 4. Bc = 12,9408 ft De = 2 . Bc = 6,4704 ft Hc = 2 . Bc = 6,4704 ft Lc = 8 . Bc = 25,8816 ft Sc = 1/2 . Bc = 1,6176 ft Zc = 8 . Bc = 25,8816 ft jc = 1/2 . Bc = 1,6176 ft Spesifikasi : Fungsi : untuk memisahkan sampah dari besi - type : magnetic separator - kapasitas : 4.213,4174 kg/jam - Bc : 3,2352 ft - Dc : 12,9408 ft - De : 6,4704 ft - Hc : 6,4704 ft

- Lc : 25,8816 ft - Sc : 1,6176 ft - Zc : 25,8816 ft - Jc : 1,6176 ft
5. SHREEDER ( SH-113 )

Fungsi : untuk memecah dan memotong sampah yang akan masuk rotary dryer, sehingga memudahkan proses pengeringan maupun pembakaran. Kapasitas : 146,29913 ton/hari = 6,0958 ton/jam Dengan nilai conservative 20 Hp.jam/ton sebagai basis horse power ( Rolf, hal 227 ) , horse power yang dibutuhkan : Horse power = 6,0958 ton/jam x 20 Hp.jam/ton = 121,916 Hp/6 = 20,3193 Hp Spesifikasi : Fungsi : untuk memecah dan memotong sampah yang akan masuk rotary dryer, sehingga memudahkan proses pengeringan maupun pembakaran. Kapasitas : 6,0958 ton/jam Power : 20,3193 Hp Jumlah : 6 buah

6. ROTARY DRYER ( R-114 )

Dari neraca massa Bahan masuk Sampah : Uap Air = 146,29913 ton/hari (moisture 40%) = 101,1220186 ton/hari = 39,5007885 ton/hari

( % Uap air dalam sampah kering ) = 66,67 % Sampah keluar : Sampah kering Air ( 4 % ) Perhitungan kebutuhan udara : Banyaknya uap air yang harus diuapkan : = ( X1 – X2 ) x 87.779,53 ton/hari = ( 0,6667 – 0,15 ) x 87,77953 ton/hari = 45,35568 ton/hari Kondisi udara segar Relative humidity Temperatur ( humidity ) = 70 % = 30 oC = 0,027 lb air/lb udara kering = ( moisture 15 % ) = 87,77953 ton/hari = 5,6763729

Otto…………….,hal 310 Untuk keperluan pengeringan digunakan udara panas, dengan temperatur: 121 oC Asumsi : proses pengeringan berlangsung secara adiabatic. Jumlah udara panas / pengeringan yang dimasukkan. Ww/Ws = 7,5 lb udara pengering/lb sampah masuk.

Menentukan humidity udara keluar : ( X1 – X2 ) = ( H2 – H1 ) x Dimana : X1 = % air dalam sampah masuk dryer = 40 % X2 = % air dalam sampah keluar dryer = 15 % H1 = Humidity udara masuk = 0,027 H2 = Humidity udara keluar Ww/Ws = ( X1 – X2 ) berat udara pengering masuk dryer = 7,5 berat sampah masuk dryer = ( H2 – H1 ) x Ww/Ws Ww Ws

( 0,4 – 0,15 ) = ( H2 – 0,027 ) x 7,5 H2 = 0,0603 lb uap air/lb udar kering

% relative humidity = 75 % ( Mc. Cabe, hal 748 ) Menentukan temperatur udara keluar Harga NTU dar ( perry ed.5 , hal 8 - 45 ) adalah : 1,5 – 2,5
NTU = tg 1 − tw tg 2 − tw

Dimana : hv = koefisiensi perpindahan panas G = 146.299,13 ton/hari = 13.439,0015 hv = 0,0128 x 13.439,0015 hv = 33

beban belt per ft2 luas rotary m1 = berat sampah kering = 1 ft2 x 2 ft x 24,5776 lb/ft3 = 49,1552 lb M2 = berat air = 0,6667 x 49,1552 = 32,7718 lb Menentukan waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan Basis = 1 ft2 luas belt conveyer Cp1 Cp2 = kapasitas panas masuk = 0,32 Btu/lb oF = kapasitas panas liquid = 1 Btu/lb oF

Untuk final periode Panas yang diperlukan untuk pengeringan q = ( m1 . cp1 + m2 . cp2 ) Δ t t = t2 – tw ( suhu solid sampah keluar – suhu wetbulp ) = 150 – 107 = 43 oF q = ( 49,1552 x 0,32 ) + ( 32,7718 x 1 ) x 43 = ( 15,7297 + 32,7718 ) x 43 = 2.085,5645 Btu/ft2 Waktu yang diperlukan untuk pengeringan q = hu . A . ΔTLM Qf − Q2

Dimana : q luas rotary Qf – Q2 = panas yang diperlukan untuk pengeringan/ ft2 = 2.085,5645 Btu/ft2 = untuk pengering/ ft2 luas rotary = logaritmik mean temperatur defference =
(t1 − tw) − (t1 − t2) t1 − tw ln t1 − t2
(250 - 107) − (250 - 150) 250 - 107 ln 250 - 150

Δ TLM

=

= 120,2 oF Qf – Q2 = 2.085,5645 33 x 120,2

= 0,5258 jam Untuk konstanta rate periode dQ = h v x A x ΔTLM =
Qc

− Ws x λ. dx dθ

Q3

∫h

v

. A . ΔTLM = h v . A . TLM (Q c − Q 3 )
' = + Ws . λ . ( x 3 − x 'c )

Dimana :
' x3 = kandungan air mula-mula = 66,67%

' xc = critical moistur = 35%

Ws = jumlah air = 32,7718 λ = latent heat air = 1.025,8 Qc-Q3 = waktu pengeringan pada konstanta rate periode Untuk temperatur udara pada Tc = 210 oF
' h v . A . TLM (Qc − Q 3 ) = Ws . λ ( x 3 − x 'c )

(Qc − Q 3 ) . 33,1

(210 − 107) − (210 − 150) = 32,7718 x 1.025,8 x (0,1667 − 0,35) ln(210 − 107)/(210 − 150)

Qc – Q3 = 4,05 jam Untuk falling rate periode
dq = h veff − Ws . λ .d 'x .A.T = dt

h veff = A . T . dt = − Ws . λ . d 'x Dimana : hveff = koefisien heat transfer effektif
' ' hveff = hv = 33 pada saat x3 = xc = 0,35

hveff = 0 pada saat x ' = 0,13 ( foust,hal 18-10)

x 'f = 0,1765
' xc = 0,35

h veff 33 = konstan = = 150 ' 0,35 − 0 − 0,13 x h v − h veff = 150 0,35 − x ' hveff = 150 x ' − 19,5 A . λ . TLM 150x 'c − 19,5 1 (Q 2 − Qc) = Ws . ln 150 150 x 'f − 19,5 32,7718 x 1.025,8 150 . 0,35 − 19,5 x ln 150 150 . 0,1765 − 19,5

1 . 120,2 (Q 2 − Qc) =

(Q2 – Qc) = 2,899 jam Untuk warm up periode Panas yang dibutuhkan untuk pengeringan
q = (m1 . Cp1 + m 2 . Cp 2 ) . ΔT

= (49,1552 . 0,32 + 49,1552 .1 . 0,6667) x (107 – 86) = 1.018,5309 Btu/ft2 luas conveyer q = h v . A . TLM Q 3 − Qc
(150 − 86) − 9150 − 107) 1.018,5309 = 33 x 1 x ln(150 − 86)/(150 − 107) Q 3 − Qc Q3 – Qc = 2,187 jam

Total waktu pengeringan yang dipergunakan = 0,5258 + 4,05 + 2,889 + 2,187 = 9,6518 jam Spesifikasi dryer ( foust,hal 468) Panjang dryer sampai 160 ft Lebar dryer sampai 15” – 9 ft Tebal lapisan solid 0,5 – 6 “ Menghitung jumlah dryer yang diperlukan Kapasitas dryer = 141,178 ton/hari Direncanakan lebar dryer maksimum yang digunakan = 9 ft Panjang belt rotary = 135/9,66 = 13,9752 Panjang dryer = 135 ft Lebar dryer yang digunakan :
G = Sm x L x V

Dimana : G = kapasitas dryer = 141,178 ton /hari = 12.968,29 lb/jam Sm = berat sampah kering per ft2 luas rotary = 49,1552 lb L = lebar dryer V = kecepatan dryer 12.968,29 = 49,1552 x L x 13,9752 L = 18,8779 Jadi lebar dryer yang digunakan = 18,8779 ft

Menghitung power dryer Kapasitas = 8,33 ton/jam Menghitung power rotary dryer
Hp = 10 3 q Q sin 0 + 10 + L + (10 + L x 1,1) 75 270

( otto, hal 310) Hp = 10 3 8,33 x 10 + 30,36 + 8,33 sin 0 x (10 + 30,36) x 1,1 75

= 4,697 Hp Diambil effisiensi motor = 85% Sehingga power motor besarnya = Jadi power motor diambil = 5,5 Hp
7. BELT CONVEYOR ( BC-115 )

4,697 = 5,5 Hp 0,85

Fungsi Jumlah

: untuk mengangkut sampah dari rotary dryer ke tangki penampung. :1

Kapasitas : 146.299,13 kg/jam = 146,29913 ton/jam P = 1 atm Perencanaan : Type : Throughed belt on 20o idlers Dari Perry 6th ed.tabel 7-7 didapat : - lebar belt = 14 in - kecepatan = 100 rpm - kemiringan ditetapkan = 20o

- panjang belt = 20 ft - bulk density bahan = 195 lb/ft3 Perhitungan : - Power yang dibutuhkan : ( Perry 3rd ed.p.1355 ) Jadi Hp = TPH . [(H . 0,002) + (V . 0,001)] . C Keterangan : TPH = kapasitas, ton/jam H = jarak horizontal, ft V = jarak vertical, ft C = faktor bahan yang diangkut = 2 ( Perry 3rd ed.p.1356 ) Jadi Hp = 146,29913 [(20 sin 20 . 0,001) + (20 cos 20 . 0,002)] . 2 = 146,29913 (0,006 + 0,038) . 2 = 12,87 Hp Dipilih motor dengan power = 13 Hp Spesifikasi : - Fungsi : untuk mengangkut sampah dari rotary dryer ke tangki penampung

- Type : Throughed belt on 20o idlers - Kapasitas : 146,29913 ton/jam - Lebar belt : 14 in - Panjang belt : 20 ft - Kemiringan : 20o - Kecepatan : 100 rpm - Angel of Repose : 0o

- Power : 1 Hp - Bahan : Rubber canvas - Jumlah : 1 buah
8. TANGKI PENAMPUNG ( F-116 )

Fungsi : untuk menampung hasil sampah yang sudah dikeringkan. Kapasitas : 87.779,53 kg/hari x 48 jam/2hari = 4.214.377,44 kg/2hari = 9.291.111,227 lb/2hari Density liquid : 0,9057 gr/cc = 56,606 lb/cuft Volume tangki minimum : Vmin = 9.291.111,227/56,606 = 164.136,509 cuft Volume faktor = 1,2 Volume tangki = 1,2 x 164.136,509 = 196.963,8108 cuft ≈ 197.000 cuft Ukuran tangki : Panjang tangki : 3 x diameter tangki L = 3D V = 0,785 x D x L = 0,785 x 3D3 197.000 = 2,355 D3 D = 43,7345 L = 3 x 43,7345 = 131,2037 ft Spesifikasi tangki : Kapasitas : 197.000 cuft

Diameter : 43,7345 ft Panjang : 131,2037 ft
9. BUCKET ELEVATOR ( J-117 )

Fungsinya : untuk mengangkut sampah yang sudah kering dan disini dilengkapi dengan scru konveyer ( untuk mendorong sampah masuk gasifier ). Kapasitas : 146,29913 ton/hari = 6,096 ton/jam ρ sampah = 24,6 lb/cuft dilakukan pendekatan dengan mengalikan ¼, didapatkan : ( perry edisi 5,tabel 7-9) Ukuran bucket = 8 x 5 ½ x 73/4 in Kecepatan bucket = ½ x 150 = 37,5 ft/min Sudut kemiringan = 30 o Rpm = ¼ x 28 = 7 Hp yang dibutuhkan pada heat shaff = 1,8 x ¼ = 0,45 Hp Hp yang harus ditambahkan pada setiap ft panjang = 0,06 Hp Tinggi gasifier = 74,5 ft Jarak tempuh bucket = 74,5/sin 30o = 149 ft Jadi Hp yang harus ditambahlan pada : 149 x 0,06 Hp/ft = 8,94 Hp Jadi Hp yang dibutuhkan = 8,94 + 0,45 = 9,39 Hp Eff.motor = 60% Jadi Hp motor = 9,39 = 15,65 = 16 Hp 0,6

10. SREW CONVEYOR ( C-118 )

Fungsi : untuk mendorong sampah masuk ke gasifier. Dasar perencanaan : - Kapasitas : 146.299,13 kg/jam Direncanakan kapasitas screw conveyor 20% lebih besar dari pada kapasitas bahan masuk. Kapasitas = 1,2 (146.299,13) = 175.474,956 kg/jam = 386.856,032 lb/jam Kapasitas sampah = 386.856,032lb 195lb / ft 3

= 1.983,877 ft3/jam = 33,0646 ft3/menit - Bulk desity = 195 lb/ft3 - P = 1 atm Perencanaan : - Type : Horisontal Screw Conveyor with Bin Gate & Plain Discharge Opening Perhitungan : - Ukuran Screw conveyor yang digunakan : 6 in (Perry 6th ed.tabel 7-5 ) - Material termasuk kelas d (Perry 6th ed.tabel 7-3 ) - Faktor material : 4 ( Badger, hal 713 ) - Kecepatan : 55 rpm - Diameter flight : 10 in - Diameter pipa : 2,5 in - Diameter shaft : 2 in - Panjang : 20 ft

- Power motor :

C.L.W .F 33.000

Keterangan : C = kapasitas, ft3/menit L = panjang, ft W = berat material, lb/ft3 F = faktor material = 4 Hp = 33,0646 . 20 . 195 . 4 33.000

= 15,63 Hp Motor yang digunakan mempunyai power 15 Hp Spesifikasi : - Fungsi : untuk mengangkut sampah masuk ke bucket elevator - Type : Horisontal Screw Conveyor with Bin Gate & Plain Discharge Opening - Kapasitas : 386.856,032 lb/jam - Kecepatan : 55 rpm - Diameter flight : 10 in - Diameter pipa : 2,5 in - Diameter shaft : 2 in - Panjang : 20 ft - Power : 15 Hp - Bahan : Carbon Steel - Jumlah : 1 buah

11. GASIFIER ( G-119 )

Fungsi : untuk membakar sampah sehingga menjadi gas untuk dikonversikan menjadi methanol. Menentukan ukuran gasifier : Volume Hopper Fungsi : sebagai tempat penampungan sampah sebelum masuk ke zone drying gasifier. Kapasitas : 87,77953 ton/hari = 3,6575 ton/jam = 8.056,1558 lb/jam Bulk density = 24,6 lb/ft Holding time = 1 jam Volume sampah = 1x8.056,1558 = 327,486 ft 3 24,6

Faktor design = 30% Dimensi Hopper : Bentuk : Silinder vertikal dengan diameter 8 ft Tinggi Hopper ( L ) V=

π .D 2
4

xL

582 =

3,14 x8 2 xL 4

L = 12 ft Zone drying gasifier : Fungsi : untuk menguapkan sisa-sisa air pada sampah

Kecepatan pengeringan sampah pada zone drying gasifier ( Foust, pers.18-6 )
Q

∫ dQ = −Ws
0

A

X '2
' X1

dX R

Dimana :
X 1' = kadar air konstan pada t = 0 – 15 %
' X 2 = kadar air konstan pada t = Q – 0 %

R = drying rate, lb uap air yang diuapkan per J.ft2, dari permukaan sampah Ws = berat sampah = 8.056,1558 lb/jam A = luas permukaan sampah Asumsi : pada pemanas di zone drying dianggap air dapat teruapkan seluruhnya. Waktu pemasukkan sampah diambil tiap 1 jam jadi sampah yang masuk kedalam zone drying = 60/60 x 8.056,1558 lb/jam = 8.056,1558 Diameter permukaan atas zone driying = 8 ft Luas =

π ⋅ D2
4

=

3,14 ⋅ 64 4

= 50,24 ft2

Q

o

dQ =

− 8.056,1558 X ' 2 dx ∫X 2' R 50,24

∫ dQ = 160,3534∫
0

1

dx 0 ,15 R
0

1 = 160,3534(0,15) / R R = 24,053 lb/jam ( ft2 ) Untuk density sampah ( ρ ) = 24,6 lb/ft3

Volume sampah masuk zone drying = massa sampah masuk density sampah 8.056,1558 = 327,4860ft 2 24,6

=

Faktir design = 30 % Kapasitas zone drying = 1,3 x 327,4860 = 425,7318 ft2 Dimensi zone draying ( dianggap bentuk kerucut ) Diameter atas ( da ) = 8 ft

Diameter bawah ( db ) = 10 ft Tinggi Volume =L = 425,7318

Volume kerucut = 1/3 . A2 . LAP = 1/3. 100 .π .LAP 4

= 26,1667 Dimana : L2 = tg α . DF DF = ½ . DE Volume kerucut ADE = 26,1667 x tg α x 5 = 130,85 tg α

volume kerucut ABC =

1/3. A 2 .ππLAG 4

=

1/3 .64 .ππLAG 4

= 16,7466 Dimana LAG = tg α x BG = ½ tg α x BC Jadi volume kerucut ABE = 16,7466 x ( ½ tg α x 8 ) = 66,9866 tg α Volume zone drying = 130,85 tg α – 66,9866 tg α 425,7318 = 63,8633 tg α tg α = 6,6663 Α = 9,5 o Jadi kemiringan zone drying = 9,5 o Menentukan tinggi zone drying L = LAP – LAG Dimana : LAP = ½ db x tg α LAG = ½ da x tg α L= (db − da) tgα 2 ( 10 − 8 ) tg 84 2

=

= 9,5 ft

Dimensi zone drying Kapasitas Diameter atas Diameter bawah Tinggi = 425,7318 ft2 = 8 ft = 10 ft = 9,5

Bahan konstruksi batu tahan api Dari neraca panas didapat panas pembakaran sampah = 2.475.620.000 Btu/hari = 103.150.833,3 Btu/jam Kapasitas gasifier = 87,77953 ton/hari = 2.942,8087 lb/jam Direncanakan kecepatan pemasukan sampah ke dalam gasifier = 60 lb/ft2 jam Panas yang dibebaskan oleh sampah = A= 103.150.833,3 Btu/jam = 183,7 ft 2 561.466,93 Btu/J.sqft 183,7 1/2 ) = 15,15 ft 187,7

D=(

Panas yang dibebaskan oleh gasifier tiap unit isi = 20.000 Btu/cuft J ( 30 hal 39 ) volume gasifier = 103.150.833,3 Btu/jam 20.000 Btu/J.cuft

= 5,157 cuft Factor design = 1,3 Jadi volume gasifier yang dibutuhkan = 1,3 x 5,157 = 6.705 ft2

Dimensi zone pembakaran Bentuk Diameter atas Diameter bawah Volume = kerucut = 10,0 ft = 15,2 ft = 6.705 cuft

Menentukan sudut kemiringan dinding zone pembakaran LAF = ½ BC x tg α

LAG = ½ DE x tg α BC DE = 10 ft = 15,2 ft

Volume kerucut ADE = 1/3 A x LAG = 1/3 x 0,875 ( 15,2 )2 x ½ DE x tg α = 495,5 tg α Volume kerucut ABC = 1/3 A x LAG = 1/3 A x ½ BC x tg α = 1/3 x 0,875 x 100 x ½ x 10 x tg α = 130,8 tg α Volume zone pembakaran Diameter atas Diameter bawah Tinggi = 10 ft = 15,2 ft = 50 ft

Tebal dinding shell reactor t= P.r +C f.E − 0,6P ( Brownell, pers 13-1)

Dimana : P = pressure design F = stress yang diijinkan E = efisiensi las C = factor korosi t= P.r +C f.E − 0,6P 20x91,2 + 0,125 1.550x0,6 − 0,6(20) = 20 psi = 1.550 psi = 0,8 = 0,125 in

=

= 1,6 in Jadi tebal dinding shell yang dibutuhkan = 1 5/8 in.
12. COOLER I ( E-124 )

Fungsi : untuk mendinginkan sisa sampah/abu yang tidak terbakar dari gasifier Jumlah : 1 Jenis : Horisontal Shell & Tube H.E

Media T1 = 593 oC= 1099,4oF air pendingin t1=30 oC=86 oF T2 = 60 oC = 140 oF t2 =35 oC = 95 oF

Direncanakan: Air masuk pada tube (fluida dingin) dan media masuk melalui bagian shell (fluida panas) dengan arus berlawanan arah (counter current) Sampah masuk pada suhu = 593oC(1099,4oF) dan keluar pada suhu 60oC (140
o

F)

-

Air pendingin masuk pada suhu =30oC(50 oF) dan keluar pada suhu 35oC (95oF)

-

Pressure drop pada tube max 10 psi dan shell max= 10 psi, faktor Rd = 0,003 jam ft2/oF BTU

Ratesampah yang tidak terbakar = 1825,9375 Kg/jam = 4.025,5029 lb/jam Panas yang dihilangkan = 810.580,3396 kkal/jam = 3.214.547,666 BTU/jam Kebutuhan air pendingin a. Menentukan ΔTLMTD ΔTLMTD = Δt1 − Δt 2 (1099,4 − 86) − (86 − 95) = = 216,4359 o F Δt1 (1099,4 − 86) ln ln (86 − 95) Δt 2 =14.402.071,81 Kg/jam = 31.751.131,21 lb/jam

R

=

T1 − T2 (1099,4 − 140) = 18 = (95 − 86) t 2 − t1 t 2 − t1 (95 − 86) = 0,0889 = T1 − t1 (1099,4 − 86)

S

=

Dari gambar 18 hal 828 Kern didapatkan Ft = 0,99 dengan HE type 1-2 b. Suhu Calloric Tc = ½ (T1 + T2) = ½ (1099,4+140˚F) = 619,7 ˚F

tc c. Triall Ud

= ½(t1+t2) = ½ (86+95˚F) = 90,5˚F

Ud terletak pada range 5-75 sehingga Ud ditriall 40 A= 3.214.547,666BTU/jam Q = 371,3048 ft 2 = 40 x 216,4359 Udtriall.Δt

Dari Kern hal. 843 tabel 10 didapatkan : Do = ¾ in BWG = 15 Di = 0,606 in a’ = 0,289 in a” = 0,1963 ft2/ft Nt = A 371,3048 ft 2 = = 118,2198 a".l 0,1963 ft 2 / ftx16 ft

Nt distandartkan pada tabel 9 hal.841-842 Nt standart = 116 Ud koreksi = Nt xUdtriall Ntstandart 118,2198 x 40 116

=

= 40,5041 Btu/jft2˚F Kesimpulan sementara Shell and Tube:
Shell Tube

IDs n’

= 12 =1

do = ¾ in di = 0,606 in

B de

= 24 = 0,95 (gbr 28, Kern)

c’ = 1- ¾ = ¼ n =2 l = 16 ft a’ = 0,289 in2 a” = 0,1963 ft2/ft Nt = 116 PT = 1

susunan pipa = square

Evaluasi Perpindahan Panas Rd

Bagian shell - as = IDs.c'.B n'.Pt.144 12.1 / 4.24 = 0,5 ft 2 1.1.144 M 4025,5029lb/jam = as 0,5ft 2 - at =

Bagian Tube a '.Nt 0,289.116 = = 0,1164 ft 2 n.144 2.144

=

- Gt = m/at = 31.751.131,21lb / jam 0,1164

Gs =

= 272.776.041,3 lb/jamft2 - NRet = di.Gt 0,606.272776041,3 = μ .2,42 1,22.2,42

= 8.051,0058 lb/jft2 - Nres = de.Gs 0,95.8.051,0058 = μ .2,42 1,246.2,42

= 55.989,121 JH = 185 ( Gbr. 24 hal.834 Kern) cp= 1 Btu/lb˚F k = 0,33 Btu/jam ft2 k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ hi = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ di ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠
1/ 3 0 ,14

= 2.536,5319 Dari Gbr 28 hal 838 Kern JH = 28 cp media = 0,8693 k = 0,3048

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ - ho = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ de ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

1/ 3

0 ,14

0,33 ⎛ 1.0,85.2,42 ⎞ =185 x .⎜ ⎟ .1 0,606 ⎝ 0,33 ⎠
1/ 3

1/ 3

0,3048 ⎛ 0,8693.1,246.2,42 ⎞ =32 x .⎜ ⎟ .1 0,95 ⎝ 0,3048 ⎠

= 185,4043 x 2,0778 = 385,2331 Btu/jam ft2˚F hio = hi x di do 0,606 = 311,2683 Btu/jam ft2˚F 3/ 4

= 21,0345 x 2,866 = 60,2856 Btu/jam ft2˚F

= 385,2331x

- Uc =

hio.ho 311,2683x60,2856 = hio + ho 311,2683 + 60,2856

= 40,7654 Btu/jam ft2˚F - Rd = Uc − Udkoreksi Uc.Udkoreksi

=

40,7654 − 40,5041 = 0,0001583 << 0,0035 40,7654 x 40,5041

Bagian Shell Nres = 2.536,5319 f = 0,00025 n+1 = lx12 16x12 = = 8 ft B 24 f .Gs 2 .(n + 1).IDs 5,22.1010.de.sg.φs

Bagian tube Nret = 55.989,121 f = 0,00016 Gbr. 26 hal 836 Kern ΔPL = f .Gt 2 .n.l 5,22.1010.di.sg .φt

ΔPs =

=

0,00016.272776041,3 2.2.16 5,22.1010.(0,606 / 12 ).1

=

0,00025.8051,0058 2.8.(12.12) 5,22.1010.0,95 / 12.1,12.1

= 4,7528 ΔPn = 4n/sg.(v2/2gc)x(ρ/144)

= 0,004033 psi << 10 psi

(v2/2gc)x(ρ/144) dari gbr.27 hal 837 Kern = 0,25 ΔPn = 4.2/1 x 0,25 = 2 ΔPT = ΔPn + ΔPL = 2 + 4,7528 = 6,7528 Psi ΔPT << ΔP ketetapan

Kesimpulan:

Type H-E 1-2
Bagian Shell:

IDs n’ B de

= 12 in =1 = 24 = 0,95

Bagian Tube:

do di n c’

= 3/4in = 0,606 in =2 = Pt-do = 1-3/4 in = ¼ in

l

= 16 ft

susunan pipa = square a’ a” = 0,289 in = 0,1963 ft2/ft

Ntstandart = 116
13. TANGKI PENAMPUNG RESIDU ( F-125 )

Fungsi : untuk menampung abu yang akan digunakan untuk campuran pupuk. Kapasitas : 1.825,9375 kg/jam x 24 jam/hari x 7 hari/minggu = 306.757,5 kg/minggu = 676.284,4792 lb/minggu Density liquid : 49,5071 lb/cuft Volume larutan = 676.284,4792 49,5071

= 13.660,3533 cuft Design faktor = 1,2 Volume tangki = 1,2 x 13.660,3533 = 16.392,4240 cuft Ukuran tangki : Panjang tangki : 3 x diameter tangki L = 3D V = ¼ x π x D2 x L = ¾ x π x D3 16.392,4240 = ¾ x 3,14 x D3 D = 19,0934 ft ≈ 20 ft L = 3 x 20 = 60 ft Spesifikasi tangki : - Type : Silinder horisontal

- Kapasitas : 16.392,4240 cuft - Diameter : 20 ft - Panjang : 60 ft - Jumlah : 2 buah
14. KOMPRESSOR ( G-126 )

Fungsi : untuk menghembuskan udara ke dalam heater udara yang akan masuk ke dalam rotary dryer. Jumlah : 1 bahan : Cast iron type : Rotary compressor

Rate udara = 42.180,8709 kg/jam x 2,2046 lb/kg = 92.991,9479 lb/jam Kapasitas = 92.991,9479lb / jam 1 jam x 60menit 95,5026 ft 3 / jam

= 16,2285 ft3/jam P1 = 14,7 psia P2 = 300 psia Pkompresor = 144.Q.P 144.16,2285.(300 − 14,7) = 33000 33000

= 20,2036 HP η kompresor = 40-70 % Diambil η = 55% sehingga Power = 20,2036 = 36,7339 HP ≈ 37 HP 0,55

Kesimpulan :

- Kapasitas : 16,2285 ft3/jam - Daya : 37 HP

15. BLOWER ( L – 121 )

Fungsi : untuk menghembuskan udara luar kedalam gasifier. Dasar perencanaan : - Dapat dipakai untuk menghembuskan udara dengan kapasitas besar dengan tekanan rendah - Massa udara yang dihembuskan = 172.814,7643 kg/jam = 380.991,3136 lb/jam - BMudara = 29 - Suhu udara = 30oC = 303oK Perencanaan : - Type : Centrifugal Blower Volume udara pada suhu 30oC dan tekanan 1 atm :

ρ=

29 x1x 273 359 x1(273 + 30)

= 0,0728 lb/ft3 kecepatan volumetric udara = 380.991,3136 0,0728

= 87.233,2861 ft3/menit Power untuk menghembuskan udara Hp = 1,54.10-4.Q.P…………………………..( Perry 6th ed.p.6-23 ) Keterangan : Q = ratio volume gas ft3/menit

P = tekanan operasi blower, in H2O = 0,0 – 0,5 psi……………………………..( Perry 6th ed.p.6-23 ) Diambil 0,2 psi = 5,5158 in H2O Hp = 1,54.10-4 . 87.233,2861 . 5,5158 = 74,09045 Hp Efisiensi = Hpblower Hpshaft

Efisiensi motor 70% Hp shaft = 74,09045 0,7

= 105,8435 ≈ 106 Hp Spesifikasi : - Fungsi : untuk menghembuskan udara luar kedalam rotary dryer - Type : Centrifugal Blower - Kapasitas : 172.814,7643 kg/jam - Power : 106 Hp - Bahan konstruksi : Carbon Steel - Jumlah : 1 buah
16. POMPA I ( L-122 )

Fungsi : memompa bahan bakar menuju ke gasifier. Jumlah : 1 buah Jenis : Centrifugal pump Bahan : cast iron Proses berlangsung secara kontinyu

V larutan =

m bahan masuk ρ campuran 15.874,6381 56,606

=

= 280,4409 ft3/jam Rate volume metric = 280,449 ft3/jam x 1 jam / 60 menit = 4,6740 ft3/jam x 7,481gal 1 ft 3

= 34,9663 gal/menit

ρ = 56,606lb / ft 3 μ = 4,889.10 − 4 lbm / ft.dt
1. perhitungan diameter pipa Dianggap aliran turbulen, untuk menentukan diameter pipa digunakan fig. 14 – 2, persaman timerhousse ed. 4 hal 498 maka didapatkan di opt 3 in Sch 40. Dari table 11 kern hal 844 diperoleh : Di = 3,068 in = 0,255 ft Do = 3,5 in A = 7,38 in2 = 0,05125 ft2 A” = 0,917 ft2/ft Maka : V=
280,4409ft 3 /det 1jam x 2 3600detik 0,05125ft

= 0,1520 ft/detik Nre = ρxDxV μ

=

56,606 x 0,2557 x 0,1520 4,88910 − 4

= 4.500,0583 Jadi benar jika alirannya turbulen. 2. Perhitungan Power Pompa ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + (z1 − z 2 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Ws = 0 ⎟ 2.α.α. gc ⎝ ⎠ Diasumsikan :

α =1
v1 = 0 z 2 − z1 = 30 ft P2 = P1 Sehingga : 1 x(0,1520 − 0) + 30 + 0 + 0 + Ws = 0 2.32,2 Ws = 30,0024 ft.lbf/lbm.detik

m = 280,4409 ft 3 / jamx56,606lb. ft 3 x1 jam / 3600 det ik = 4,4096 lb/detik

WHp = Wsxm
= 30,0024 x 4,4096 = 132,2992 ft.lbf/lbm x = 0,2406 Hp Dari Petter & Timerhausse ed.4 fig 14-36 hal 520 diperoleh efisiensi pompa η P = 28% 1Hp 550 ft.lb / lbm

BHP =

WHP ηP
0,2406 0,28

=

= 0,8591 HP Dari Petter & Timerhausse ed.4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi motor η m = 80% Daya pompa actual =

WHP ηm
0,206 0,8

=

= 0,3008 HP Jadi dipakai pompa berdaya 1 HP Kesimpulan : - Jenis : Centrifugal pump - Bahan : Cost iron - Di opt pipa : 3 in sch 40 - Daya : 1 HP - Jumlah : 1 buah
17. TANGKI PENAMPUNG BAHAN BAKAR ( F-123 )

Fungsi : untuk menampung bahan baker solar yang akan digunakan untuk proses pembakaran didalam gasifier. Kapasitas : 172.814,7643 kg/hari = 380.991,3136 lb/hari Density liquid : 0,9057 gr/cc = 56,606 lb/cuft Volume tangki minimum :

Vmin = 380.991,3136/56,606 = 6.730,5818 cuft Volume faktor = 1,2 Volume tangki = 1,2 x 6.730,5818 = 8.076,6982 cuft ≈ 8.000 cuft Ukuran tangki : Panjang tangki : 3 x diameter tangki L = 3D V = 0,785 x D x L = 0,785 x 3D3 8.000 = 2,355 D3 D = 15,0326 L = 3 x 15,0326 = 45,0977 ft Spesifikasi tangki : Kapasitas : 8.000 cuft Diameter : 15,0326 ft Panjang : 45,0977 ft
18. HEATER UDARA ( E-128 )

Fungsi : memanaskan udara yang keluar dari WHB menuju ke rotary drayr Dasar perencanaan : - kondisi operasi = 87 oF - factor kekuatan gabungan ( rd ) = 0,003 j.ft2.oF/Btu - pressure drop pada bagian tube = 2,5 psi - pressure drop pada bagian shell = 2,5 psi

Perencanaan : - type = shell and tube HE - P steam = 88,185 psia - dari steam table didapat steam = 318,819 oF

Steam masuk 318,810 oF

Suhu udara masuk 30 oF Kondensat 318,810 oF

Suhu udara keluar 120 oF

Perhitungan : 1. Neraca panas 7.200,6152 x 0,25 ( 120 – 30 ) = ms. 300 ms = 540,0462 kg/jam = 1.190,5978 lb/jam 2. ∆t udara ∆t udara =

232,819 − 70,819 232,819 ln 70,819

= 136,134 oF 3. suhu Caloric Tc = ½ ( 318,819 + 318,819 ) oF = 318,819 oF tc = ½ ( 86 + 248 ) oF = 167 oF 4. Trial UD

Ud = 5 – 50 Trial UD A= Q UD . Δt

Q = m . cp . ∆t = m . λ = 540,0462 x 300 = 23655,18 kkal/jam = 93.863,754 Btu/jam A= 93.863,754 20.136,134

= 34,474 ft3 Nt = 34,474 = 21,95 0,1963

Dari kern hal 843 tabel 10 untuk ¾ in OD 16 BWG dan 1 in square pitch dengan tube passes , jumlah tube yang terdekat adalah ; Nt = 26 buah IDS = 8 in Nt = 26 A baru = Nt . a” . L = 26. 0,1963 . 8 = 40,8304 ft2 UD baru =

Q Abaru.Δt
93.863,754 40,83x136,134

=

= 16,89 ( memenuhi )

Evaluasi Perpindahan Panas Rd

Tube side ( fluida dingin ) udara as =

Tube side ( fluida panas ) steam - at =

IDs.c'.B n'.Pt.144

a '.Nt 26 x0,302 = = 0,027 ft 2 2.144 n.144

ID = 8 in Pt = pitch = 1 in C’ = pt – OD = 1 – ¾ = ¼ in Ns = 1 type 1-2 B=1 Ids = 1 – 8 = 8 in Dipilih b = 8 in Check N + 1 N+1= 12.L 12.8 = = 12 B 8

- Gt = w/at = 1190,5979lb / jam 0,027

= 64382,975 lb/jamft2 T = 318,819 oF

μ = 0,0145 cp ( kern fig 15 )
D = 0,62 in ( kern table 10 ) = 0,62/12 = 0,0517 ft - NRet =

de.Gt 0,0517 x64382,995 = μ .2,42 0,0145

B=

12.8 8in 12 = 8.0,25.8.1 = 0,111 ft 2 1.1.144

= 94813,903 Untuk steam Hio = 1500 Btu/j.ft2 oF ( kern hal 164 ) = 274,2755 x 2,0778 = 569,8897 Btu/jam ft2˚F

W 1190,5979lb/jam = Gs = as 0,111ft 2 = 15660,721 lb/jft2 tc = 167 oF

μ = 0,0197 cp ( kern fig. 15 )
= 0,0197 . 2,491 = 0,0477 lb/ft2 De = 0,95 in = 0,95/12

= 0,079 ( kern fig. 28 ) - Nres =

de.Gs 0,0792.15660,721 = μ .2,42 0,0197

= 629960,868 Dari Gbr 28 hal 838 Kern JH = 145 cp media = 0,25 Btu/lboF ( kern p. 805 fig 3 ) k = 0,017 ( kern table 5 )

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ - ho = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ de ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

1/ 3

0 ,14

0,017 ⎛ 0,25.0,0477 ⎞ =145x .⎜ ⎟ .1 0,0792 ⎝ 0,017 ⎠

1/ 3

= 27,654 Btu/jam ft2˚F

1 1 1 1 1 = − = + Uc hio ho 1500 27,654 C = 27,77 1 1 1 1 1 = − = − = 0,0232 Rd U D Uc 16,89 27,778 Harga Rd > Rd ketetapan ( memenuhi )

Pressure Drop

Bagian Shell Rres = 62960,868 f = 0,0016 ( kern fig. 29 )

Bagian Tube ( steam ) Rret = 62960,868 f = 0,0016 ( kern fig. 29 )

ρudara = 0,0633 lb/ft3 (M & M. ρ 30 )
sg udara = n+1 = 0,0633 = 0,001 62,43

ρudara = 0,2002 lb/ft3 (vanes 629 )
sg udara = ΔPs = = 0,2002 = 0,00321 62,43

lx12 16 x12 = 8 ft = B 24 f .Gs 2 .(n + 1).IDs 5,22.1010.de.sg.φs

f .Gt 2 .n.l 5,22.1010.di.sg.φt

ds = 8/12 = 0,657 ft ΔPs = =

0,00014.64382,97 2.8.2 1 x 5,22.1010 0,0517.0,00321 2

= 0,536 psi < 2,5 psi ( memenuhi )

0,0016.15660,7212.12.0,667 1 x 2 5,22.1010.0,0792.0,001.1

= 0,383 psi << 2,5 psi memenuhi psi

Spesifikasi :

- fungsi : mendinginkan udara yang keluar dari WHB menuju ke rotary drayr - type : 1 – 2 shell & tube Heat exchanger
Shell side

- ID : 8 in - Baffle spancing : 8 in - Passes : 1
Tube side

- OD : ¾ in 16 BWG - Picth : 1 in Square - Passes : 2

- Nt : 26 buah - L : 8 ft
19. SHIFT CONVERTER ( SC-129 )

Fungsi : mengurangi jumlah CO dan menambahkan jumlah gas H2 dengan cara mareaksikan dengan uap air. Kondisi operasi P = 300 psig T = 365 oC Type : fixed bed reactor Space velocity ( sv ) = 950 jam-1 Kapasitas = 9.174,4371 kmole/hari = 382,2682 kmole/jam Katalis yang digunakan : Fe2O3 Porositas ( € ) = 0,363 kg/liter ( perry, ed. 5 hal. 4 - 32 ) Specific grafity = 5,12 Umur = 12 bulan Menentukan volume katalitik Volume gas pada P = 300 psig dan T = 365 oC V= 673 14,7 x x 22,4 273 314,7 ( perry, ed. 5 hal. 3 – 13 ) ( athur, hal. 680 )

= 2,7 liter/mole = 2.700 liter/kmole Volume gas masuk = 382,2682 x 2.700 = 293,3 liter

Volume katalis yang dibutuhkan : τ= 1 Vk = SV Vo

Dimana

τ = space time
SV = space velocity = 950 jam-1 Vk = volume katalis Vo = volumetric rate gas = 382,2682 kmole/jam Vk = Vo SV 382,2682 950

=

= 0,4023 kmole = 0,4023 x 2.700 liter/kmole = 1.080,21 liter Volume reactor ( Vr ) Vr = Vk sg.ε 1.080,21 5,12 x 0,363

=

= 581,208 liter = 20,5329 cuft Dimensi reactor converter Volume reactor = 581,208 liter

L/D = 3 Dimana : L = tinggi reactor D = diameter reactor Volume reactor V= π x D2 x L 4
1/3

⎥ ⎢ 4 = ⎢( x πx V ⎥ ⎦ ⎣ 3

⎢4 ⎥ = ⎢ x 3,14) . 20,5329⎥ ⎣3 ⎦ = 1,8968 ft = 2 ft L = 6 ft Jadi Tinggi reactor = 6 ft

1/3

Diameter reactor = 2 ft Dinding reactor Karena reactor bekerja pada temperature 365 oC dan tekanan 300 psig, maka direncanakan memakai bahan konstruksi carbon steel dengan sifat – sifat bahan ( Brownell, hal 252 ) : tensile strength = 70.000 psi f allowable = 10.000 psi joint efficiency = 0,8

dimana : ts = tebal dinding reactor P = tekanan operasi = 300 psig

f = tegangan yang diijinkan = 10.000 psi C = corrosion factor = 0,125 in

ri = jari – jari dalam reactor = 12 in E = joint efficiency ts = 300 x 12 + 0.125 10.000 x 0,8 − 0,6 x 300 = 0,8

= 0,585 in Jadi tebal dinding reactor = 5/8 in Spesifikasi shift converter Type Dimensi : fixed bed reactor : diameter = 2 ft, tinggi = 6 ft

Tebal dindind reactor : 5/8 in Bahan konstruksi Isolasi : carbon steel : fire clay brick

20. COOLER II ( E-131 )

Fungsi : untuk mendinginkan gas – gas dari shift converter menuju ke kolom absorber. Jumlah : 1 Jenis : Horisontal Shell & Tube HE T1 = 365oC=689oF Air pendingin T1 = 30oC=86oF t2 = 35oC=95oF

T2 = 60oC=140oF Direncanakan: Air masuk pada tube (fluida dingin) dan media masuk melalui bagian shell (fluida panas) dengan arus berlawanan arah (counter current) Media gas masuk pada suhu = 365oC(689oF) dan keluar pada suhu 60oC (140
o

F)

-

Air pendingin masuk pada suhu =30oC(50 oF) dan keluar pada suhu 35oC (95oF)

-

Pressure drop pada tube max 10 psi dan shell max= 10 psi, faktor Rd = 0,003 jam ft2/oF BTU

Rate gas masuk = 193.410,3735 Kg/jam = 426.396,8564 lb/jam Panas yang dihilangkan = 193.410,3735 kkal/jam = 767.014,4887 BTU/jam Kebutuhan air pendingin =148.101,4995 Kg/jam = 326.507,8946 lb/jam

a. Menentukan ΔTLMTD ΔTLMTD = Δt1 − Δt 2 (689 − 86) − (86 − 95) = 145,5517 o F = (689 − 86) Δt ln ln 1 (86 − 95) Δt 2

R

=

T1 − T2 (689 − 140) = = 61 t 2 − t1 (95 − 86) t 2 − t1 (95 − 86) = = 0,0149 T1 − t1 (689 − 86)

S

=

Dari gambar 18 hal 828 Kern didapatkan Ft = 0,99 dengan HE type 1-2 b. Suhu Calloric Tc tc c. Triall Ud Ud terletak pada range 5-75 sehingga Ud ditriall 60 A= 767.014,4887 BTU/jam Q = 87,8284 ft 2 = 60 x 145,5517 Udtriall.Δt = ½ (T1 + T2) = ½ (689+140˚F) = 414,5 ˚F = ½(t1+t2) = ½ (86+95˚F) = 90,5˚F

Dari Kern hal. 843 tabel 10 didapatkan : Do = ¾ in BWG = 16 Di = 0,620 in a’ = 0,302 in a” = 0,1963 ft2/ft Nt = 87,8284 ft 2 A = = 27,9637 a".l 0,1963 ft 2 / ftx16 ft

Nt distandartkan pada tabel 9 hal.841-842

Nt standart = 26 Ud koreksi = Nt xUdtriall Ntstandart 27,9637 x60 26

=

= 64,5316 Btu/jft2˚F Kesimpulan sementara Shell and Tube: Shell IDs n’ B de =8 =1 = 24 = 0,95 (gbr 28, Kern) do = ¾ in di = 0,620 in c’ = 1- ¾ = ¼ n =2 l = 16 ft a’ = 0,302 in2 a” = 0,1963 ft2/ft Nt = 26 PT = 1 Tube

susunan pipa = square

Evaluasi Perpindahan Panas Rd

Bagian Shell - as =

Bagian Tube - at =

IDs.c'.B n'.Pt.144
8.1 / 4.24 = 0,333 ft 2 1.1.144 M 426.396,8564lb/jam = as 0,333ft 2

a '.Nt 0,302.26 = = 0,0273 ft 2 2.144 n.144

=

- Gt = m/at = 326.507,8946lb / jam 0,0273

Gs =

= 11.959.996,14 lb/jamft2 - NRet = 0,620.11959996,14 di.Gt = μ .2,42 1,22.2,42

= 1.280.471,04 lb/jft2 - Nres =

de.Gs 0,95.1280471,04 = μ .2,42 1,246.2,42

= 251.158,2986 JH = 280 ( Gbr. 24 hal.834 Kern) cp= 1 Btu/lb˚F k = 0,33 Btu/jam ft2

= 403.422,3526 Dari Gbr 28 hal 838 Kern JH = 430 cp media = 0,8693 k = 0,3048

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ hi = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ di ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠
1/ 3 0 ,14

1/ 3

0 ,14

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ .⎜ - ho = JH x ⎟ .⎜ ⎟ de ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

0,33 ⎛ 1.0,85.2,42 ⎞ =280 x .⎜ ⎟ .1 0,620 ⎝ 0,33 ⎠
1/ 3

1/ 3

0,3048 ⎛ 0,8693.1,246.2,42 ⎞ .⎜ =430x ⎟ .1 0,95 ⎝ 0,3048 ⎠

= 274,2755 x 2,0778 = 569,8897 Btu/jam ft2˚F hio = hi x

= 282,6545 x 2,866 = 810,0877 Btu/jam ft ˚F
2

di do
0,620 = 471,1088 Btu/jam ft2˚F 3/ 4

= 569,8897x

- Uc =

471,1088 x810,0877 hio.ho = hio + ho 471,1088 + 810,0877

= 297,8773 Btu/jam ft2˚F - Rd =

Uc − Udkoreksi Uc.Udkoreksi

=

297,8773 − 64,5316 = 0,0000012 << 0,0035 297,8773x64,5316

Evaluasi Pressure Drop

Bagian Shell Nres = 403.422,3526 f = 0,0001 n+1 = ΔPs = =

Bagian Tube Nret = 251.158,2986 f = 0,00013 Gbr. 26 hal 836 Kern

lx12 16 x12 = 8 ft = B 24 f .Gs 2 .(n + 1).IDs 5,22.1010.de.sg.φs

f .Gt 2 .n.l ΔPL = 5,22.1010.di.sg .φt
= 0,00013.11959996,14 2.2.16 5,22.1010.(0,620 / 12).1

0,0001.1280471,04 2.8.(12.8) 5,22.1010.0,95 / 12.1,12.1

= 1,8447 ΔPn = 4n/sg.(v2/2gc)x(ρ/144) (v2/2gc)x(ρ/144) dari gbr.27 hal 837 Kern = 0,25 ΔPn = 4.2/1 x 0,25 = 2 ΔPT = ΔPn + ΔPL = 2 + 1,8447 = 3,8447 Psi ΔPT << ΔP ketetapan

= 2,7206 psi << 10 psi

Kesimpulan:

Type H-E 1-2
Bagian Shell:

IDs n’ B de

= 8 in =1 = 24 = 0,95

Bagian Tube:

do di n c’

= 3/4in = 0,620 in =2 = Pt-do = 1-3/4 in = ¼ in

l

= 16 ft

susunan pipa = square a’ a” = 0,302 in = 0,1963 ft2/ft

Ntstandart = 26
21. ABSORBER ( A-120 )

Fungsi : Untuk menyerap gas karbon dengan menggunakan larutan MEA 30 % berat Type : Packing kolom Gas masuk pada absorber, pada T = 60oC

CO CO2 H2 CH4

= 1.569,7485 kmol/hari = 43.952,958 kg//hari = 3.139,4970 kmol/hari = 138.137,860 kg/hari = 2.925,4404 kmol/hari = 5.850,881 kg/hari = 356,7609 kmol/hari = 5.708,174 kg/hari = 2.140,566 kg/hari = 1.997,862 kg/hari

C2H6 = 71,3522 kmol/hari N2 H2O = 71,3522 kmol/hari

= 1.040,2859 kmol/hari = 18.725,146 kg/hari Total = 216.513,42 kg/hari

Gas keluar absorber, pada T = 60oC CO CO2 H2 CH4 = 1.569,7485 kmol/hari = 43.952,958 kg/hari = 31,3949 kmol/hari = 1.381,376 kg/hari

= 2.925,4408 kmol/hari = 5.850,881 kg/hari = 356,7609 kmol/hari = 5.708,174 kg/hari = 2.140,566 kg/hari = 1.997,862 kg/hari

C2H6 = 71,3522 kmol/hari N2 H2O = 71,3522 kmol/hari

= 1.040,2859 kmol/hari = 18.725,146 kg/hari Total = 79.756,963 kg/hari

Liquid masuk absorber pada T = 60oC MEA = 56.534,722 kmol/hari = 11746.922,3 kg/hari CO2 = 0,00503 (56.534,722 ) = 284,3694 kmol/hari = 5.118,6486 kg/hari Total = 1.968.554,30 kg/hari Liquid keluar absorber pada T = 60oC MEA = 56.534,722 kmol/hari = 1.746.922,3 kg/hari CO2 = 0,060 ( 5.634,722 )

= 3.392,0833 kmol/hari = 165.547,6 kg/hari Total = 1.992.226,8 kg/hari Perhitungan
a. Menentukan diameter tray dan spacing kolom absorber

V : 216.513,42 kg/hari = 9.021,3925 kg/jam = 19.888,76467 lb/jam L : 1.992.226,8 kg/hari = 83.009,45 kg/jam = 183.004,4992 lb/jam Densitas uap ( ρv ) =
33.9651x 273 x 2 = 0.1551 lb/ft3 359 x333 x1

= 0.00248 g/cm3 = 0.0732 kgmol/m3 Densitas liquid ( ρL ) = 61.88 lb/ft3 = 55.4867 kgmol/m3 Flow rate uap : Qv =
V x 1 jam 3600 det ik

ρv

=

19.888,76467 1 jam x = 35,6199 ft3/dt 0.1551 3600 det ik

Flow rate liquid : QL =
L x 1 jam 60menit

ρL

=

183.004,4992 1 jam x = 49,2901 ft3/menit = 6,5893gpm 61.88 60menit

b. Menentukan surface tension bahan ( o )

Dari Perry ed 6hal 2-372 : ⎡ P ⎤ x( ρ L − ρ v ) ⎥ σ=⎢ ⎣1000 ⎦
4

⎡ 55.2 ⎤ x(55.4867 − 0.0732) ⎥ = 87.5426 dyne/cm3 σ=⎢ ⎣1000 ⎦

4

Trial : T =12 dan σ = 87.5426 dyne/cm3 Didapatkan C = 370 G = C ρ v ( ρ L − ρv ) = 540 0.1551 (61.88 − 0.1551) = 1144.9205 lb/j. ft2
(Ludwig, fig 8-38 hal 56)

Vm = 1211.6272 lb/jam. ft2 4 ⎛V ⎞ d= ⎜ ⎟ π ⎝G ⎠
0.5

4 ⎛ 1211.6272 ⎞ ⎟ = ⎜ π ⎝ 1670.9651 ⎠

0.5

= 1.1625 ≈ 2 ft
(Ludwig, fig 8 - 48, hal 77)

Misal : Lw/d = 75% didapat Ad = 12% x At Harga Shell = (π x d x T/12) x ($ 2.8)

= (3.14 x 2 x (12/12) x ($ 2.8) =17.5840 $ harga Tray = { ( 1 - 0.5 ) x ( π/4 ) x ( d )2 x ( $ 0.79) } = { (1 - 0.5) x (3.14/4) x (2)2 x ( $ 0.79 ) } = $ 1.2403 Harga downcomer = ( 0.6 x 2 x ( T/12 )) x ( $ 0.5 ) = ( 0.6 x 2 x (12/12 )) x ( $0.5 ) = $ 0.600 Harga total = Harga shell + Harga Tray + Harga Downcomer = 17.5840 + 1.2403 + 0.600 = $ 19.4243 Dengan cara yang sama didapatkan harga pada tabel untuk T = 10 - 36 in
T (in) 10 12 C 210 370 G 649.820 1144.921 d 1.541 1.316 d 2 2 Shell ($) 14.6533 17.5840 Tray ($) 1.2403 1.2403 Downcomer ($) 0.5000 0.6000 Total ($) 16.3936 19.4243

Lw/d 0.6 0.65 0.7 0.75

Lw/d (in) 36 39 42 45

how max (in) 0.1118 0.0700 0.1008 0.0963

how min (in) 0.0738 0.0700 0.0666 0.0636

hw 2.5 2.5 2.5 2.5

hl max (in) 2.6118 2.5700 2.6008 2.5963

hl min (in) 2.5738 2.5700 2.5666 2.5636

15 18 20 24 30 36

540 670 700 700 700 700

1670.965 2073.234 2166.066 2166.066 2166.066 2166.066

0.961 0.863 0.844 0.844 0.146 0.103

1 1 1 1 1 1

10.9900 13.1880 14.6533 17.5840 21.9800 26.3760

0.3101 0.3101 0.3101 0.3101 0.3101 0.3101

0.3750 0.4500 0.5000 0.6000 0.7500 0.9000

11.6751 13.9481 15.4634 18.4941 23.0401 27.5861

Diambil T = 12 in dengan d = 2 ft = 24 in (Paling ekonomis)
c. Menentukan type aliran

Dari gambar 8.63 hal 96 Ludwig , type aliran adalah cross flow Pengecekan terhadap liquid head (hd) Q max = 1.3 x L = 4.0756 gpm Q min = 0.7 x L = 2.1945 gpm how max = [ Q max / (2.98 Lw) ]2/3 how min = [ Q min / ( 2.98 Lw ) ]2/3 hw = 1.5 -3.5 in ( diambil 2.5 ) hLmax = hw + how max hLmin = hw + how min Untuk d = 2 ft = 24 in, T = 12, Sieve Tray dan Cross flow

0.8 0.85 0.9

48 51 54

0.0922 0.0885 0.0563

0.0609 0.0585 0.0563

2.5 2.5 2.5

2.5922 2.5885 2.5563

2.5609 2.5585 2.5563

Diambil optimalisasi diameter kolom absorber sesuai dengan : Lw/d = 0.7% hw - hc = 1/4 in hc = 2.5 - 1/4 = 2.25 in Ac = Lw x hc = 0.6573 ft2 Ad = 0.09 x (π/4) x (22) = 0.2826 Ap = 0.2826 (harga terkecil dari Ac sampai Ad)

hd = 0.03 ( QLmax / 100 x Ap )2 = 0.03( 4.0756/100 x 0.2826)2 = 0.0006 in < 1 in ( memenuhi)
d. Pengecekan harga tray spacing (T)

Untuk Lw/d =70%, pada gambar 8.48 hal 77 Ludwig didapatkan harga Wd = 9%d Wd = 9% d = 0.09 x 24 in = 2.16 in Ws = 3in Ww =3in r = 1/2 d - Ws/12 = (1/2 x 24 ) - (3/12) = 0.750 ft x = d/2 - ( Wd + Ws / 12 ) = 2/2 - ( 2.16 + 3 / 12 ) = 0.570 ft Aa = 2 ( x (r2 - x2) + r2 sin-1 x/r ) = 2 ( 0.570 (0.7502 - 0.570) + 0.7502 sin-1 0.570/0.750 ) = 55.9134 ft Untuk bentuk ∆ = n Ao 1.5
22.5269

Ao 0.9065 = Aa n2

2
12.6714

2.5
8.1097

3
5.6317

3.5
4.1376

4
3.1678

4.5
2.5030

Untuk n = 2, maka : V= 1211.6272 V = = 2.1696 ft3/det ρ x 3600 0.1551 x 3600
V 2.1696 = 1.3 x = 0.2226 ft/det Ao 12.6714

Uo max = 1.3 x

Ac = At - Ad = ( π / 4 x d2 ) - 0.2826 = (1/4 x 3.14 x 22 ) - 0.2826 = 2.8574 ft2
2 ⎛ ρv ⎞ ⎛ Uo ⎞ ⎡ ⎛ Ao ⎞ ⎛ Ao ⎞ ⎤ ⎟ ⎢ 0.4⎜1.25 − ⎟ + ⎜1 − ⎟ ⎥ hpm = 12⎜ ⎟ 1.14⎜ Ac ⎠ ⎝ Ac ⎠ ⎦ ⎝ 2 gc ⎠ ⎣ ⎝ ⎝ ρL ⎠ 2 ⎛ 0.2226 ⎞ ⎡ ⎛ ⎛ 0.1551⎞ 12.6714 ⎞ ⎛ 12.6714 ⎞ ⎤ ⎟ ⎥ ⎟ + ⎜1 − ⎟ ⎢ 0.4 ⎜1.25 − ⎟ 1.14 ⎜ = 12 ⎜ ⎝ 2 x32.174 ⎠ ⎣ ⎝ ⎝ 61.88 ⎠ 2.8574 ⎠ ⎝ 2.8574 ⎠ ⎦

= 0.001248 in hr =
31.2

ρL

=

31.2 = 0.5042 in 61.88 lb / ft 3

ht = hp + hr + hl = 3.1063 in hb = ht + hl + hd = 3.2077 in Pengecekan :
hb ≤ 0.5 T + hw

T ≥ 2 hb – hw T ≥ 2 ( 5.2077 ) - 2.5 10.4154 - 2.5 = 7.9154 T ≥ 3.9154 in T yang tersedia 12 in sehingga memenuhi syarat 12 in ≥ 3.9154 in

e. Stabilitas Tray and Weeping

Uo min = 0.7 x

V 2.1696 = 0.7 x = 0.1199 ft/det Ao 10.4154

hpw = 0.2 + 0.05 hl = 0.2 + ( 0.05 x 2.5666 ) = 0.3283 in
2 ⎛Uo 2 ⎞ ⎡ ⎛ ⎛ ρv ⎞ Ao ⎞ ⎛ Ao ⎞ ⎤ ⎟ ⎢ 0.4 ⎜1.25 − ⎟ 1.14 ⎜ ⎟ ⎥ ⎟ + ⎜1 − hpm = 12⎜ Ac ⎠ ⎝ Ac ⎠ ⎦ ⎝ ρL ⎠ ⎝ 2 gc ⎠ ⎣ ⎝ 2 ⎛ 0.1199 2 ⎞ ⎡ ⎛ ⎛ 0.1551⎞ 10.4154 ⎞ ⎛ 10.4154 ⎞ ⎤ ⎟ ⎢ 0.4 ⎜1.25 − ⎟ + ⎜1 − ⎟ 1.14 ⎜ ⎟ ⎥ hpm = 12 ⎜ ⎝ 61.88 ⎠ 2.8574 ⎠ ⎝ 2.8574 ⎠ ⎦ ⎝ 2 x 32.174 ⎠ ⎣ ⎝

= 0.4578 in ≥ 0.3283 in

(memenuhi)

Syarat agar tidak terjadi weeping hpm ≥ hpw
f. Pengecekan pada entrainment

Syarat tidak terjadi entrainment :

eo = 1 , dimana eo = 0.1 e

Uc =

1.3 V 1.3 x 2.1696 = = 0.9871 ft/det Ac 2.8574

Tc = efektif tray spacing = T - ( 2.5 x hl ) = 12 – ( 2.5 x 2.6008 ) = 5.4980 in Sehingga : ⎛ 73 ⎞ ⎛Uc ⎞ e = 0.22 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ σ ⎠ ⎝ Tc ⎠
3.2

⎛ 73 ⎞ ⎛ 0.9871 ⎞ ⎟⎜ ⎟ = 0.22 ⎜ ⎝ 87.5426 ⎠ ⎝ 5.4980 ⎠

3.2

= 0.000753

eo 0.1 = = 132.7988 ≥ 1 e 0.000753

(memenuhi syarat )

g. Pelepasan uap dalam downcomer

Syarat pelepasan uap dalam downcomer : wl = 0.8 x = 0.8 x
how (T + hw + hb)

wl ≤ 0.6 in wd

0.1008 (5.4980 + 2.5 + 3.2077) = 0.9231in

wd = 9 % d, dengan lw/d = 70 % = 9% x ( 2 x 12 ) = 2.16 in
wl = 0.4273 ≤ 0.6 ( memenuhi ) wd

(Ludwig, fig 8 - 69, hal 77 )

h. Menentukan jumlah tray

Total gas masuk (VN+1 ) = 549.5905 kg/jam = 17.1644 kgmol/jam Gas terserap yang terkandung dalam gas masuk ( YAN+1 ) ( YAN+1 ) = Xo
0.1764 = 0.01 17.1644

= 0

Liquid masuk ( Lo ) = 705.7573 kg/jam = 39.1652 kgmol/jam Gas terserap masuk ( YAN+1 . VN+1 ) = 0.01 x 17.1644 kgmol/jam = 0.1764 kgmol/jam Gas masuk ( 1 - Y AN+1 ) x ( V N+1 ) = ( 1- 0.01 ) x 17.1644 kgmol/jam = 16.9880 kgmol/jam Produk yang terkandung dalam gas keluar = 0.5669 kgmol/jam

Produk yang terkandung dalam liquid keluar = 5.1020 kgmol/jam V1 = 16.9880 + 0.5669 = 17.5549 kgmol/jam

YA1 = LN

0.5669 = 0.0323 kgmol/jam 17.5549

= 39.1652 + 5.1020 = 44.2673 kgmol/jam
5.1020 = 0.1153 44.2673

XAN =

i. Menentukan P ( tekanan )

P operasi = 2atm = 29.40 psia P design = P operasi + P hidrostatik
⎛ hl − 1 ⎞ ⎟ = 14.7 + ρL x ⎜ ⎝ 144 ⎠ ⎛ 2.6008 − 1 ⎞ ⎟ = 15.3879 psia = 14.7 + 61.88 x ⎜ ⎝ 144 ⎠

= ( 15.3879 - 14.7 ) psi = 0.6879 psig m=
29.40 P opeasi = = 1.9106 P design 15.3879

A1 =

39.1652 Lo = ) = 1.1677 m x V1 1.9106 x 17.5549
LN 44.2673 = = 1.3498 m x V N +1 1.9106 x 17.1644

AN = A=

A1 x AN = 1.1677 x 1.3498 = 1.2555

⎡ Y N +1 − m. Xo ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞⎤ ⎜1 − ⎟ + ⎜ ⎟⎥ log ⎢ ⎣ Y1 − m.Xo ⎝ A ⎠ ⎝ A ⎠⎦ N= log A
⎡ 0.01 − 1.9106 (0) ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞⎤ ⎜1 − ⎟ +⎜ ⎟⎥ log ⎢ ⎣ 0.0323 − 1.9106 (0) ⎝ 1.2555 ⎠ ⎝1.2555 ⎠⎦ N =8.0830tray = log 1.2555

Efisiensi tray ( Ulrich hal 198 = 50 % ) Jumlah tray aktual =
8.0830 = 16.1660 tray 0.5

j. Menentukan dimensi kolom

Menentukan Tinggi Kolom ( Shell ) Jumlah tray aktual = 16 tray Jarak antar tray ( T ) = 12 in Tinggi shell = ( 16 tray x 12 in ) + ( 2 x 12 in ) = 216.00 in = 18 ft Diameter ( ID ) kolom absorber = 2 ft = 24 in Menentukan volume kolom absorber Volume liquida selama waktu tinggal 1 jam Feed masuk = 1211.6272 lb/jam Vliquid =
F

ρL

=

1211.6272 = 19.5803 ft3 61.88

Pdesign = Pi = 0.6879 psig Menentukan tebal shell (ts) ts = =
Pi x di +C 2 ( f x E x o.6 − Pi)

Bahan konstruksi Carbon Steel SA - 240 Grade C type 347 dengan : f = 18750 ; C = 0.125 ; E = 0.85

Pdesign = 0.6879psig ts = 0.6879 x 24 2 + 2 ( 18750 x 0.85 x o.6 − 0.6879) 16

= 0.1255 in x 16 / 16 = 2.0083/16 in = 3/16 in

Standarisasi OD : OD = di + 2 ts = 24 + ( 2 x 3/16 ) = 24.3750 in Dari Brownell and Young ,hal 90 didapatkan : OD = 40 in, r = 40, icr =2.5, ts = 3/16 ID baru = do - 2 ts = 40 - ( 2 x 3/16 ) = 39.6250 in Menentukan tinggi tutup atas dan tutup bawah yang berbentuk standard dished Untuk ts = 3/16 in maka r = 40 Tinggi tutup ( ha = hb ) = 0.169 x ID = 0.169 x 39.6250 = 6.6966 in = 0.5581ft Tinggi tangki (L) = Ls + 2 (ha) = 216 + 2 (6.6966) = 229.3933 in = 19.1161 ft Menentukan tebal tutup atas dan bawah standard dished ( tha ) tha = 0.885 x Pi x r +C 2 ( f x E − 0.1 x Pi) 0.885 x 0.6879 x 40 1 + 2 (18750 x 0.85 − 0.1 x 0.6879) 16

tha = thb =

= 0.1890 in x 16/16 = 3.0244/16 = 3/16 in
Spesifikasi alat :

Fungsi

: Untuk menyerap gas karbon dengan menggunakan larutan MEA 30 % berat

Type Bahan konstruksi Tinggi shell Tebal shell

: Packing kolom : Carbon Steel SA 240 Grade C type 347 : 18 ft : 3/16 in

Tebal tutup Diameter Jumlah tray aktual Jarak antar tray

: 3/16 in : 2 ft : 16 buah : 12 in

22. PREHEATER ( E-139 )

Fungsi : untuk memanaskan gas – gas dari kolom absorber menuju ke methanol converter. Gas setelah absorber ∆H1 t = 60oC T=134 oC Q T=134oC Qloss gas ∆H1

t = 148 oC

Dari App C neraca massa diperoleh bahwa kebutuhan steam: M = 79.756,963kg/jam x 2,2046lb = 175.832,2006 lb/jam 1kg 2,2046lb = 69.473,862 lb/jam 1kg

m = 31513,1369 kg/jam x

ΔtLMTD =

Δt1 − Δt 2 (60° − 134°) − (148° − 134°)C = 36,0359˚C = 96,8646 ˚ F = ⎛ 60° − 134° ⎞ ⎛ Δt ⎞ ln⎜ ⎟C ln⎜ 1 ⎟ ⎜ Δt ⎟ ⎝ 148° − 134° ⎠ ⎝ 2⎠

Bahan bukan hidrokarbon, sehingga: Tc =
T1 + T2 60 + 120° = = 90°C 2 2

t1 + t 2 134 o + 134° = = 134°C tc = 2 2

Trial ukuran diameter coil 4 in IPS sch 40 pada tabel 11 hal. 844 Kern diperoleh:

Di Do

= 4,026 in = 4,50 in Bagian Shell

A = 12,7 in2 A” =1,178 ft2/ft Bagian Tube ap = 12,7in 2 = 0,0882 ft2 144 ft 2 / in 2
M 175.832,2006 = = 1.993.562,365 0,0882 ap di . Gp μ .2,42

NRe s =

dp 2 .ρ .N μ .2,42 3,1563 2.74,343. (10 x60 ) 1,246.2,42

=

Gp =

= 147365,6041 Jcoil = 2000 ⎛ k ⎞ ⎛ Cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ ⎟ ho= Jc. ⎜ ⎟ x⎜ ⎟ .⎜ ⎜ ⎟ ⎝ dvessel ⎠ ⎝ k ⎠ ⎝ μw ⎠
1/ 3 0 ,14

NRe t =

4,026 x1.993.562,365 12 = 0,85 x 2,42

⎛ 0,3048 ⎞ ⎛ 0,8536.1,246 ⎞ =2000 x ⎜ ⎟.⎜ ⎟ .1 ⎝ 9,4687 ⎠ ⎝ 0,3048 ⎠

1/ 3

= 5473,8298 JH = 1500 Btu/jam ft2˚F cp= 1 Btu/lb˚F k = 0,34 Btu/jam ft2 hio = 1500 Btu/jam ft2˚F - Uc = 1500.74,8843 hio.ho = hio + ho 1500 + 74,8843

= 64,3805 x 1,16315 = 74,8843 BTU/Jft˚F

= 71,3236 Btu/jam ft2˚F - Rd =
Uc − Ud Uc.Ud

0,0035 =

71,3236 − Ud 71,3236.Ud

0,2496 = 71,3236-Ud

Ud

= 57,0756 Btu/jam ft2˚F

A=

Q = Ud .Δt LMTD

1248056,668 x

1BTU 0,252 = 895,8138 ft 2 57,0756 x96,8646

L=

A 895,8138 = = 760,4531 ft 2 1,178 a"

Diasumsikan : dp < dc < di 5,493 < dc < 16,696 dc = 6 ft nc = 760,4531 L = = 24,22 ≈ 25buah π .dc π .10

Lc = ( ( nc-1) (hc+do)+ do) = ((25-1) ( 2 4,5 4,5 ) + )+ 12 12 12 Lc<< Ls

= 13,375 ft Kesimpulan :
Bagian shell :

Type = Horizontal shell & tube HE

IDS = 12 in N=1 B = 24 De = 0,95
Bagian Tube :

Do = ¾ in Di = 0,606 in N=2

C = ¼ in L = 16 ft
23. HEAT EXCHANGER ( E-133 )

Fungsi : untuk memanaskan CO2 dan H2 yang yang mungkin ada menuju ke kolom stripper.
T1 = 250 oF

t1 = 144,1 oF T2 = 250 oF

t2 = 225 oF

1. Heat dan material balance : Q = m . cp . ∆t = m . λ = m . cp . ∆t Q = 180.829,9606 lb/jam x 26,2915 ( 225 – 144,1 ) = 384.622.134,5 Btu/jam M = 180.829,9606 2 . LMTD ∆LMTD = Δt1 − Δt 2 Δt ln 1 Δt 2
(250 − 225) − (250 − 144,1) (250 − 225) ln (250 − 144,1)

=

= 107,12 oF

3. Suhu caloric Tc = ½ ( T1 +T2 ) / 2 = 125 oF tc = ½ ( t1 + t2 ) / 2 = 92,275 4. Trial ukuran DPHE Dicoba ukuran DPHE 2 ½ x ¼ IPS Sch 40 dengan aliran steam dibagian pipa. Dari table 11 dan 6.2 kern didapat: aan = 2,93 in = 0,018 ft2 de = 2,02 in = 0,168 ft de’ = 0,81 in = 0,0675 ft dop = 1,66 in = 0,138 ft dip = 1,38 in = 0,115 ft ap = 1,5 in2 = 0,009 ft2 a” = 0,435 ft2/ft trial UD 5 – 75
Evaluasi Perpindahan Panas Rd

Bagian annulus ( liquid ) 5. menghitung Nre Gs = M 180.829,9606lb/jam = a an 0,018ft 2

Bagian pipa ( steam ) 8. menghitumg Nre - Gt = m/cp = 384.622.134,5lb / jam 0,009

= 10.046.108,92 lb/jft2 - Nres =

de.Gan 0,168 x10.046.108,92 = μ .2,42 0,15 x.2,42

= 4,2736.1010 lb/jamft2 - NRet =
di.G p

= 4.649.438,84 Dari Gbr 28 hal 838 Kern

μ .2,42

=

0,155 x 4,2736.1010 0,015.2,42

= 1,8248 1010

6. JH = 310 btu/j.ft2.oF cp media = 0,8693 k = 0,3048

JH

= tidak dicari ( Gbr. 24 hal.834

Kern) cp= 1 Btu/lb˚F
1/ 3 0 ,14

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ .⎜ 7. - ho = JH x ⎟ .⎜ ⎟ de ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

k = 0,33 Btu/jam ft2

0,3048 ⎛ 0,8693.1,246.2,42 ⎞ =310x .⎜ ⎟ .1 0,81 ⎝ 0,3048 ⎠

1/ 3

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ 9. hi = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ di ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

1/ 3

0 ,14

= 116,653 x 2,866 = 334,3275 Btu/jam ft2˚F

0,33 ⎛ 1.0,85.2,42 ⎞ =185 x .⎜ ⎟ .1 0,606 ⎝ 0,33 ⎠

1/ 3

= 185,4043 x 2,0778 = 385,2331 Btu/jam ft2˚F hio = hi x

di do
0,115 = 1500 Btu/jam ft2˚F 0,138

= 385,2331x

10. Tahanan panas pipa bersih ( UC ) Uc =

hio.ho 385,2331x1500 = hio + ho 385,2331 + 1500
= 306,5136 Btu/jam ft2˚F

11. Tahanan panas pipa terpakai ( UD ) - Rd =

Uc − Udkoreksi Uc.Udkoreksi
306,5136 − 122 = 0,0049 306,5136 x122

=

A=

Q (UD x Δt) 180.829,9606 (122 x107,12)

=

= 48,8369 ft2 L= A 48,8369 = = 112,2687ft a" 0,435

10. mencari panjang ekonomis dan mencari over design yang terkecil diperpanjangan pipa standart. Panjang Hairpin Pembetulan L pipa ( ft ) 12 16 20 4,6 3,5 2,75 ( buah ) hairpain ( buah ) 5 4 3 Baru ( ft) 120 128 120 A Baru ( ft) 46,8 49,9 46,8 113,4 106,4 113,4 UD baru btu/j.ft2oF) Rd Dihitung (j.ft2.oF) 0,0046 0,0046 0,0046 Rd over Design ( %) 15,0 15,0 15,0

Karena over designnya sama maka yang dipilih adalah DPHE dengan jumlah hairpain sebanyak 3 buah dengan potongan pipa sepanjang 20 ft
Evaluasi Pressure Drop

Bagian annulus ( liquid ) 1. Menghitung Nre dan Fraksi Nres = =

Bagian Tube ( steam ) 1’. Nret = =

de'.Gan μ .2,42
0,0675 x10.046.108,92 0,15 x 2,42

di.Gp μ .2,42

0,168 x 4,27361010 0,015 x 2,42

= 1,9779 1010 f = 0,0035 + 0,264 (1,97791010 ) 0, 42

= 1.868.078,105

f = 0,0035 + = 0,0041

(1.868.078,105)

0,264

= 0,0035 2’ ∆p pipa

0 , 42

2. mencari Δp karena panjang pipa ΔP1 = =

ρ 1 4. f .Gt 2 ..l ΔP pipa = x x 10 2 x5,22.10 .ρ .di 144 2
4.0,0035.(1,97791010 ) 2 .112,2687 x 2 x5,22.1010.0,00167 2.0,115 = 0,00167 1 x 144 2

ρ 4. f .Gan 2 .L. x 10 5,22.10 .ρ .de. 144

4.0,0041.(10.046.108,92) 2 .112,2687 0,0012 x 144 2 x5,22.1010.0,0012 2 0,168

= 2,29 psi
⎛ v2 ⎞ ρ 3. Δpn = nx⎜ ⎜ 2.g ' ⎟ 144 ⎟ ⎝ ⎠

= 00552 psi Δp < 2 psi OKE

= 0,138 psi 5. ∆ptotal = ( ∆p1 + ∆pn ) = ( 2,29 + 0,138 ) = 2,428 psi ∆pan << 10 psi OKE

Spesifikasi alat :

-

panas over design = 15 % DPHE dengan ukuran : - 2 ½ x ¼ inc. IPS . Sch. 40 L : 20 ft Hair pain : 3 buah

24. STRIPPER ( ST-134 )

Fungsi : untuk mengurangi kadar CO2 yang dalam larutan MEA yang berasal dari kolom absorber. BM CO2 = 44 BM MEA 30 % = 30,9 Menentukan diameter kolom Liquid masuk Ln = 1.746.922,3 + 149.251,6 = 1.896.173,9 kg/hari = 174.012,4529 lb/jam BM rata – rata = 0,93 x 30 + 0,07 x 44 = 31,82 ρ1 = 1,003 x 62,4 = 62,527 lb/cuft μ1 = 1,182 cps Gas keluar V1 = 9.116,2238 + 31.108,102 = 12.224,3258 kmole/hari = 279.274,4379 kg/hari = 25.630,9242 lb/jam rata – rata = 279.274,4379 = 22,85 12.224,3258 Vn ; Yn Lo ; Xo Ln ; Xn 30 psi 226 OF V1 ; Y1

Volume gas pada = 30 psi dan T = 225 oF = 359x 14,7 460 + 225 x 492 44,7

= 164,37 cuft/lbmole

ρ gas = 22,85 L G

164,37

= 0,139 lb / cuft

= 174.012,4529 lb/jam = 25.630,9242 lb/jam

Direncanakan packing dengan bahan : ceramic berl sandlles 1 in
ΔP/Z = 400 N/m2

( Tryball, tab. 6.3 )

cf j

= 110 =1
0,5

L / G ⎣ρ /(1 − G ) ⎦

=

174.012,4529 0,5 ⎣0,139 / (62,527 − 0,139)⎦ 25.630,9242

= 0,24 Dari ( 26, Fig. 6,34 ) didapat (G , ) 2 (cf x j x μ 0,1 x 1) = 0,09 G(ρ L − ρ G ) x gc ⎢ 0,09 x 0,139 (62,527 − 0,139) x 4,18 x 10 8 ⎥ G =⎢ ⎥ 110 x 1,182 0,1 x 1 ⎣ ⎦
, 0,5

= 1.708,4 lb/ft2.jam Asumsi G’ operasi = 60 % G’ floading = 0,6 x 1.708,4 = 1.012,04 lb /ft2. jam A = G / G’ operasi = 25.630,9242 = 25,0041 ft 2 1.025,04

D = ( 25,0041 / 0,785 ) 0,5 = 5,6437 ft Jadi diameter kolom stripper ( Dt ) = 6 ft Merencanakan tinggi packing Z= υxn kG a x A x Plm x fa

kGa =

FxL2 / 3

υ

⎣1 + 5,7(ce − c)Mxe 0,0067T −3,4 P ⎦

dimana : F L = 2,1 x 10-3 = 174.021,4529 lb/jam = 5.198,87 lb /ft2 . jam µ Ce C ( Ce – C ) T M P1 P2
kGa =

= 1,182 cps = 0,0694 mole CO2 / mole MEA = 0,0048 mole CO2 / mole MEA = 0,0646 = 157 oF = 5 mole / liter = 30 psi = 0,2971 atm =0
2,1 x 10 − 3 (5.198,87) 2/3 x ⎣ + 5,7 (0,046) x 5 x e 0,0067x157 −3,4x0,2971 ⎦ 1 1,182

= 1,74 lbmole/j.cuft.atm

Z=

n kGaxAxΔPlm xfa

Dimana : ΔPlm = 0,2971 atm N = 92,79 lbmole/jam ( gas CO2 yang dibebaskan oleh steam ) A = 25,0041 ft2 fa = 0,24 ( L/G ) 0,25 = 0,24 ( 174.012,4529 / 25.630.9242 ) 0,25 = 0,36 Jadi tinggi packing = 21 ft Direncanakan tebal plate distributor = 1 ft jarak plate distributor atas ke tangan atas = 2 ft jarak plate distributor bawah ke tangan bawah = 2 ft

jadi tinggi kolom total = 2 + 1 + 21 + 1 + 2 = 27 ft spesifikasi kolom stripper type : packed colom ukuran packing : type : berl sadlles 1in bahan : keramik ukuran : diameter : 6 ft tinggi kolom : 27 ft bahan : carbon steel jumlah : 1 buah

25. COOLER III ( E-135 )

Fungsi : untuk mendinginkan gas yang keluar dari kolom stripper yang akan masuk ke tangki penampung. Jumlah : 1 Jenis : Horisontal Shell & Tube HE T1 = 64,75oC=148,55oF Air pendingin T1 = 30oC=86oF t2 = 55oC=131oF

T2 = 60oC=140oF Direncanakan: Air masuk pada tube (fluida dingin) dan media masuk melalui bagian shell (fluida panas) dengan arus berlawanan arah (counter current) Media gas masuk pada suhu = 64,75oC(148,55oF) dan keluar pada suhu 60oC (140 oF) Air pendingin masuk pada suhu =30oC(50 oF) dan keluar pada suhu 55oC (131oF) Pressure drop pada tube max 10 psi dan shell max= 10 psi, faktor Rd = 0,003 jam ft2/oF BTU Rate gas masuk = 1.609.811,893 Kg/jam = 3.549.027,482 lb/jam Panas yang dihilangkan = 3.863.548,543 kkal/jam = 15.321.813,7 BTU/jam Kebutuhan air pendingin =31.386,2694 Kg/jam = 69.194,8751 lb/jam

a. Menentukan ΔTLMTD ΔTLMTD = Δt1 − Δt 2 (148,55 − 86) − (86 − 131) = 326,6 o F = (148,55 − 86) Δt ln ln 1 (86 − 131) Δt 2

R

=

T1 − T2 (148,55 − 140) = = 0,19 (131 − 86) t 2 − t1 t 2 − t1 (131 − 86) = = 0,7194 T1 − t1 (148,55 − 86)

S

=

Dari gambar 18 hal 828 Kern didapatkan Ft = 0,99 dengan HE type 1-2 b. Suhu Calloric Tc tc c. Triall Ud Ud terletak pada range 5-75 sehingga Ud ditriall 60 A= 15.321.813,7 BTU/jam Q = 1.172,8271 ft 2 = 40 x 326,6 Udtriall.Δt = ½ (T1 + T2) = ½ (148,55+140˚F) = 144,275 ˚F = ½(t1+t2) = ½ (86+131˚F) = 108,5˚F

Dari Kern hal. 843 tabel 10 didapatkan : Do = ¾ in BWG = 15 Di = 0,606 in a’ = 0,289 in a” = 0,1963 ft2/ft Nt = 1.172,82 ft 2 A = = 373,4167 a".l 0,1963 ft 2 / ftx16 ft

Nt distandartkan pada tabel 9 hal.841-842 Nt standart = 116 Ud koreksi = Nt xUdtriall Ntstandart 373,4167 x 40 116

=

= 128,7644 Btu/jft2˚F Kesimpulan sementara Shell and Tube: Shell IDs n’ B de = 12 =1 = 24 = 0,95 (gbr 28, Kern) do = ¾ in di = 0,606 in c’ = 1- ¾ = ¼ n =2 l = 16 ft a’ = 0,289 in2 a” = 0,1963 ft2/ft Nt = 116 PT = 1 Tube

susunan pipa = square

Evaluasi Perpindahan Panas Rd

Bagian Shell - as =

Bagian Tube - at =

IDs.c'.B n'.Pt.144
12.1 / 4.24 = 0,5 ft 2 1.1.144

a '.Nt 0,289.116 = = 0,1164 ft 2 n.144 2.144

=

- Gt = m/at

Gs =

M 3.549.027,482lb/jam = as 0,5ft 2

=

64.194,8751lb / jam 0,1164

= 7.098.054,964 lb/jft2 - Nres =

= 551.502,3634 lb/jamft2 - NRet =

de.Gs 0,95.7098054,964 = μ.2,42 1,246.2,42

di.Gt 0,606.551502,3634 = μ.2,42 1,22.2,42

= 2.236.297,38 Dari Gbr 28 hal 838 Kern JH = 32 cp media = 0,8693 k = 0,3048

= 113.199,5774 JH = 185 ( Gbr. 24 hal.834 Kern) cp= 1 Btu/lb˚F k = 0,33 Btu/jam ft2

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ - ho = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ de ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

1/ 3

0 ,14

k ⎛ cp.μ ⎞ ⎛ μ ⎞ hi = JH x .⎜ ⎟ .⎜ ⎟ di ⎝ k ⎠ ⎜ μ ⎟ ⎝ ⎠

1/ 3

0 ,14

0,3048 ⎛ 0,8693.1,246.2,42 ⎞ .⎜ =32x ⎟ .1 0,95 ⎝ 0,3048 ⎠

1/ 3

0,33 ⎛ 1.0,85.2,42 ⎞ =185 x .⎜ ⎟ .1 0,606 ⎝ 0,33 ⎠

1/ 3

= 185,4043 x 2,0778 = 385,2331 Btu/jam ft2˚F hio = hi x

= 21,0345 x 2,866 = 60,2856 Btu/jam ft2˚F

di do
0,606 = 311,2683 Btu/jam ft2˚F 3/ 4

= 385,2331x

- Uc =

hio.ho 311,2683x60,2856 = hio + ho 311,2683 + 60,2856

= 128,9617 Btu/jam ft2˚F - Rd =

Uc − Udkoreksi Uc.Udkoreksi

=

128,9617 − 128,7644 = 0,0001583 << 0,0035 128,9617 x128,7644

Evaluasi Pressure Drop

Bagian Shell Nres = 2.236.297,38 f = 0,00025 n+1 = ΔPs = =

Bagian Tube Nret = 113.199,5774 f = 0,00016 Gbr. 26 hal 836 Kern ΔPL =

lx12 16 x12 = 8 ft = B 24 f .Gs 2 .(n + 1).IDs 5,22.1010.de.sg.φs

f .Gt 2 .n.l 5,22.1010.di.sg .φt

0,00016.551502,3634 2.2.16 = 5,22.1010.(0,606 / 12).1 = 0,5908 ΔPn = 4n/sg.(v2/2gc)x(ρ/144) (v2/2gc)x(ρ/144) dari gbr.27 hal 837 Kern = 0,25 ΔPn = 4.2/1 x 0,25 = 2 ΔPT = ΔPn + ΔPL = 2 + 0,5908 = 2,5908 Psi ΔPT << ΔP ketetapan

0,00025.7098054,964 2.8.(12.12) 5,22.1010.0,95 / 12.1,12.1

= 3,1350 psi << 10 psi

Kesimpulan:

Type H-E 1-2
Bagian Shell:

IDs n’ B

= 12 in =1 = 24

de

= 0,95

Bagian Tube:

do di n c’

= 3/4in = 0,606 in =2 = Pt-do = 1-3/4 in = ¼ in

l

= 16 ft

susunan pipa = square a’ a” = 0,289 in = 0,1963 ft2/ft

Ntstandart = 116
26. TANGKI PENAMPUNG MEA I ( F-136 )

Fungsi : menampung hasil recycle larutan MEA yang masih dapat dipakai kembali. Kapasitas : 1.746.922,3 kg/hari = 160.469,3709 lb/jam MEA = 64,52 lb/cuft Holding time = 10 menit Density = 62,316 lb/cuft Volume larutan MEA = 160.469,3709 = 305,3 62,316

Dengan faktor design : 1,2 Volume tangki = 1,2 x 305,3 = 366,4 cuft

Panjang tangki = 3 x diameter tangki L=3D V = ¼ x π x d2 x L = ¾ x π x D3 = ¾ x 3,14 x D3 D = 6 ft L = 3 x 6 = 18 ft

Spesifikasi : Diameter : 6 ft Panjang : 18 ft Bahan : carbon steel
27. POMPA II ( L-137 )

Fungsi : untuk memompa larutan MEA yang keluar dari kolom stripper menuju ke kolom absorber. jumlah : 1 buah Jenis : centrifugal pump Bahan : cast iron Proses berlangsung secara kontinyu. ρ larutan MEA = 62,53 lb/cuft larutan MEA = 1,2 x 2,42 = 2,48 lb/ft jam = 0,04 lb/ft menit Komponen :

MEA 30% = 1.946.922,3 kg/hari = 5.118,648 kg/hari Total = 1.752.040,948 kg/hari = 893,4 kg/menit = 405,6 lb/menit Vlarutan = m bahan masuk 1.752.040,948lb / jam = ρcampuran 2068,5253lb / ft 3 = 847 ft3/jam Rate volumetrik = 847 ft3/jam x 1 jam/60 menit = 14,1167 ft3/menit x = 105,607 gal/menit 1. Perhitungan diameter pipa Dianggap alirannya turbulen , untuk menentukan diameter pipa digunakan 7,481gal 1 ft 3

fig.14.2 Peter-Timerhausse ed. 4 hal 498 maka didapatkan Di opt. 3 in sch. 40 Dari tabel 11 Kern hal 844 diperoleh: Di = 3,068 in = 0,2557 ft Do = 3,5 in A = 7,38 in2 = 0,05125 ft2 A” = 0,917 ft2/ft maka: v=
847ft 3 /dt 1jam x 2 0,05125ft 3600detik

= 4,591 ft/detik

NRe =

79,546.0,2557.4,591 ρ.D.v = μ 4,889.10 − 4 = 191001,3027

Jadi benar jika alirannya turbulen. 2. Perhitungan power pompa ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z1 − z 2 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Ws = 0 ⎟ 2.α .gc gc ⎝ ⎠ diasumsikan : α=1 v1 = 0 z2-z1 = 30 ft P2 = P1 Sehingga : 1 (4,5912 − 0) + 30 + 0 + 0 + Ws = 0 2.32,2 -Ws = 30,327 ft.lbf/lbm.detik

m = 847 ft3/jam x 79,546 lb/ft3 x 1jam/3600 detik = 18,7154 lb/detik WHP = -Ws . m = 30,327 ft.lbf/lbm.detik . 18,7154 lb/detik = 567,582 ft.lbf/lbm x = 1,032 HP Dari Peter & Timerhausse ed.4 fig 14-36 hal 520 diperoleh efisiensi pompa η P = 28 % 1HP 550ft.lbf/lbm

BHP

=

WHP ηP
1,032 0,28 = 3,685HP

=

Dari Peter & Timerhausse ed.4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi motor ηm = 80% Daya Pompa actual =

WHP ηm
1,032 0,8

=

= 1,29 HP Jadi dipakai pompa berdaya 2 HP Kesimpulan : - Jenis : centrifugal pump - Bahan : cast iron - Di opt pipa : 3 in sch. 40 - Daya : 2 HP - Jumlah : 1 buah
28. TANGKI PENAMPUNG MEA II ( F-132 )

Fungsi : menampung larutan MEA yang berasal dari kolom stripper. Kapasitas : 2.047.772,7 kg/hari = 4.514.565,72 lb/jam MEA : 56.534,722 Lb/cuft Holding time : 10 menit

Volume larutan MEA =

4.514.565,72 56.534,722

= 13,3091 cuft Volume tangki penampung = 1,2 x 13,3091 = 174,2298 cuft Panjang tangki = 3 x diameter tangki L = 3D V = ¼ x D2 x L = ¾ D3 174,2298 = 0,75 x 3,14 x D3 D = 4,2 ft L = 16,5 ft Ukuran tangki Diameter : 5,5 ft Panjang : 16,5 ft Jumlah : 6 buah
29. KOMPRESSOR(G-138a)

Fungsi untuk menaikkan tekanan Jumlah : 1 bahan : Cast iron type : Rotary compressor

Rate udara = 5698,2667 kg/jam x 2,2046 lb/kg = 12562,3987 lb/jam Kapasitas = 12562,3987lb / jam 1 jam x 95,5026 ft 3 / jam 60menit

= 2,1923 ft3/jam

P1 = 3,06 atm = 44,982 psia P2 = 6 atm = 88,2 psia Pkompresor = 144.Q.P 144.2,1923.(88,2 − 44,982) = 33000 33000

= 0,4134 HP η kompresor = 40-70 % Diambil η = 55% sehingga Power = 0,4134 = 0,7517 HP ≈ 1HP 0,55

Kesimpulan :

- Kapasitas : 2,1923 ft3/jam - Daya : 1 HP

30. EKSPANDER(G-138)

Fungsi : untuk menurunkan tekanan gas hydrogen dari 1 atm menjadi 0,07106 atm Type : radial
Dasar perancangan:

- Rate massa : 5698,2667 Kg/jam = 1,5829 Kg/detik - P1 - P2 η ρ maka: Ws = = 1 atm x 1,01325 = 1,01325 bar

= 0,07106 x 1,01325 = 0,072 bar = 80% = 0,0898 Kg/m3

η .m.( P1 − P2 ) ρ

⎛ 105 / m 2 (0,8)(1,5829)(1,01325 − 0,072)(1J / 1m)⎜ ⎜ 1bar ⎝ = 0,08989 = 1392,2369 Joule/detik = 1392,2369 Watt =
Kesimpulan:

⎞ ⎟ ⎟ ⎠

1,3922369 kW = 1,867 HP ≈ 2 HP 0,74570 kW/HP

Nama alat Type Bahan Konstruksi Kapasitas
31. EKSPANDER(G-141)

: Ekspander Hidrogen : radial : metal : 5698,2667 Kg/jam

Fungsi : untuk menurunkan tekanan gas hydrogen dari 1 atm menjadi 0,07106 atm Type : radial
Dasar perancangan:

- Rate massa : 5896,9818 Kg/jam = 1,6381 Kg/detik - P1 - P2 η ρ maka: Ws = = 3,06 atm x 1,01325 = 3.1006 bar = 1 x 1,01325 = 1,01325 bar = 80% = 0,0898 Kg/m3

η .m.( P1 − P2 ) ρ

⎛ 105 / m 2 (0,8)(1,9573)(3,1006 − 1,013125)(1J / 1m)⎜ ⎜ 1bar ⎝ = 0,08989 = 4772,2056 Joule/detik = 4772,2056 Watt =
Kesimpulan:

⎞ ⎟ ⎟ ⎠

4,7722056 kW = 6,3996 HP ≈ 6 HP 0,74570 kW/HP

Nama alat Type Bahan Konstruksi Kapasitas

: Ekspander Hidrogen : radial : metal : 5896,9818 Kg/jam

32. REAKTOR METHANOL KONVERTER ( R-130 )

Lihat di Perancangan Alat Utama dibab VI
33. CONDENSOR II ( E-142 )

Fungsi : untuk mengembunkan gas – gas CH3OH, C2H5OH, H2O, CH4, C2H6, dan CO2 dari reactor methanol. Kondisi operasi Suhu Tekanan CH3OH : 25 oC : 1,0204 atm = 14,98 psia 45.002,394 kg/hari 5.340,3886 kcal/kmole Cp = 21,2801 kcal/kmole oK CH3OCH3 808,6268 kg/hari 6.707,9516 kcal/kmole Cp = 21,9848 kcal/kmole oK

C2H5OH

269,4543 kg/hari

11.230,5848 kcal/kmole Cp = 27,6814 kcal/kmole oK

H2O

18.725,163 kg/hari

11.677,7501 kcal/kmole Cp = 8,196 kcal/kmole oK

CH4

5.708,1906 kg/hari

4.218,7886 kcal/kmole Cp = 9,9550 kcal/kmole oK

CO2

1.381,408 kg/hari

6.426,9799 kcal/kmole Cp = 7,0425 kcal/kmole oK

CO

41.345,925 kg/hari Cp = 7,0435 kcal/kmole oK

N2

41.345,925 kg/hari Cp = 7,0160 kcal/kmole oK

H2

3.740,8344 kg/hari Cp = 6,9635 kcal/kmole oK

total

116.338,02 kg/hari

Straight line condensation t=30oC ∆H1 T= 148oC ∆H2 T= 25 oC

t = 58oC Suhu kondensasi rata – rata ( Tc )

Tc = ½ ( 148 + 25 ) = 173 oC = 343,4 oF Cp campuran = 11,9985 kcal/kmole O K = 21,597 Btu/lbmole oF Rate gas masuk = 141.527,562 kg/hari = 5.740,47 kmole/hari Panas uap masuk : Qi = 5.740,47 x 11,9985 ( 250 – 173 ) = 5.303.531,256 kcal/hari Panas laten dari kondensasi ( latent heat of condensation ) Jumlah uap yang mengembun = 45.002,394 + 808,6268 + 269,4543 + 18.725,163 + 5.708,1906 + 2140,5571 + 1.381,408 = 58.932,86 kg/hari = 2.323,68 kmole/hari ∆ campuran = 6.060,709 kcal/ kmole Qc = 2.323,68 x 6.060,709 = 14.083.136,17 kcal/hari Panas uap dingin keluar Jumlah uap dingin keluar = 5.740,97 – 2.323,68 = 3.416,79 kmole/hari Qo = 3.416,79 x 6,999 x ( 140 – 30 ) = 2.630.553,15 kcal/hari

Panas condensate dingin Qs = 2.323,678 x 15,084 ( 140 – 30 ) = 3.855.539,48 kcal/hari Total beban panas kondensor = Qi + Qc + Qo + Qs = 7.576.471,77 + 14.083.136,17 + 2.630.553,15 + 3.855.539,48 = 28.145.700,57 kcal/hari = 4.653.720,33 Btu/jam Qg = Qi + Qo =5.303.531,256 + 3.419.718,189 = 8.723.249,445 kcal/hari = 1.687.669,46 Btu/jam QT / Qg = 4.653.720,33 = 2,76 1.687.669,46

Beban panas air pendingin = 4.653.720,33 Btu/jam Beban air pendingin = 4.653.720,33 120 − 82,4

= 123.769,2 lb/jam Coefficient perpindahan panas gas yang didinginkan ⎢ cμ h = 0,0023 x CG ⎢( ) ⎣ k Untuk Re = 8.000
2/3

DG ) ( μ

0,2

⎥ ⎥ ⎦

−1

Direncanakan menggunakan : Vertical tube dengan jumlah tube = 150, sedang diameter dalamnya = 0,62 in Rata – rata kecepatan massa pada rate aliran uap : = 116.338,02 + 57.405,16 2

= 86.871,59 kg/hari = 7.979,8 lb/jam
G= 7.979,8 0,62 2 π ) ( ) 150( 12 4

= 25.374,06 lb/j.ft2 DG

μ

=

0,62 / 12 x 25.374,06 0,05

= 26.219,9 Pada suhu = 284 oF

μ campuran = 0,05 lb/ft.j
Campuran = 0,25 Btu/j.ft2 ( oF/ft ) Koefisien kondensasi T= W (Nt x D x πx 58.932,86/24 x 2,2046 150 x 3,14 x 0,62/12

( kern , Fig. 14 ) ( kern, tabel 4 )

=

= 222,5 4T

μ

= 4 x 222,5 / 0,005 = 17.796,5

Cμ = 21,597 x0,05 / 0,25 = 4,32 k Dari Necholas Fig. 7.17 didapat

hc = ⎣μ 2 ( ρ 2 xgxk 3 ) ⎦

1/ 3

= 0,35
1/ 3

hc = 0,35⎣( ρ 2 xgxk 3 ) / μ 2 ⎦

BM gas yang mengembun = 0,62 x 32 + 0,011 x 45 + 0,004 x 46 + 0,25 x 16 + 0,0074 x 30 + 0,041 x 44 = 28,554

ρgas =

28,554 492 4.500 x x = 12,26lb / cuft 359 460 + 482 14,7
1/3

⎢ (12,26) 2 x (4,184) x (0,25) 3 ⎥ hc = 0,35⎢ ⎥ (0,05) 2 ⎦ ⎣ = 2.344,77 Btu/j.ft2.oF

Coefficient perpindahan panas dalam ( hcg) ⎢ Qg 1 1 ⎥ hcg = ⎢( ) x( ) + ( )⎥ hg hc ⎦ ⎣ QT
−1

1 1 ⎢ 1 ⎥ = ⎢( ) x( )+( )⎥ 2.344,77 ⎦ ⎣ 2,76 618,76

−1

= 1.000 Btu/j.ft2.oF Overall heat transfer coefficient
1 1 1 1 1 di = + + + ( ) U ho hs hw h cg do

Dimana : U = overall heat transfer coefficient ho = coefficient perpindahan panas luar hs = coefficient perpindahan panas fuoling hw = coefficient perpindahan panas melalui dinding hcg = coefficient perpindahan dalam di = diameter dalam tube do = diameter luar tube asumsi : hs = 1.000 Btu/j.ft2.oF Termal conductivity dari tube = 10 Btu/j.ft2(oF/ft ) 1/U = 1 1 1 1 + + + 2.344,77 1000 10 /(0,75 − 0,62) 1000(0,62 / 0,75) 12,2

= 0,003 U = 333 Btu/j.ft2.oF LMTD = 362 − 3,6 = 77,74 oF 362 ln 3,6

Luas permukaan perpindahan panas yang dibutuhkan : A= QT 4.653.720,33 = = 179,6 ft 2 U x LMTD 333x77,74

L = 179,6/(150 x 3,14 x 0,75/12 ) L = 6,10 ft Direncanakan menggunakan 1 – HE dengan : Tube ¾ “ OD, 16 BWG, 1” square pitch

a’ = 0,1963 ft2

( Kern, tabel 10 )

Dari ( Kern, tabel 9 ) didapat : ID shell = 17 ¼” NT = 150

Passes = 6 B A UD koreksi = = 3,45” = 150 x 6,10 x 0,1963 = 179,6 ft2 4.653.720,33 = 333 Btu/j.ft2.oF 179,6 x77,74 Fluida dingin, tube side ( water ) Flow area, at’ = 0,302 ft2 ( Kern, tabel 10 ) at =
Ntxa t ' 150 x0,302 = 144n 144 x6

Fluida panas, shell side ( gas ) 1 17 x0,25 x3,45 IDxC ' xB as = = 4 144 x1 144 xPT = 0,103 ft2 Gs =

W 116.338,02 x 2,2046 = as 24 x0,103
2

= 0,052 ft2 Gt =

= 103.753,6 lb/j.ft μ = 0,05 lb/j.ft

W 123,769 / 0,052 = at 6

Pada T rata-rata = 284 oF De = 0,95/12 = 0,079 ( Kern, Fig.29 ) Res = De x Gs/μ = 0,079 x103.753,6 0,05

= 396.696,02 lb/j.ft2 Pada t rata-rata = 101,2oF μ = 0,7 x 2,42 = 1,694 lb/j.ft D = 0,62/12 = 0,052 ft Ret = D x Gt/μ = 0,052 x396.696,02 = 12.106,9 1,694

= 163.930,7 f = 0,0012 ( Kern, Fig.29 ) N + 1 = 12 L/B = 12 x 6,1/3,45

f = 0,00025 ( Kern, Fig.26 ) ΔPt =

fxGt 2 xLxn 5,22 x1010 xDxSxφt

= 22 ρ gas = 12,26 lb/cuft S = 12,26/62,4 = 0,2 Ds = 17,25/12 = 1,44 ft ΔPs = =

=

0,00025(396.696,02)2 x6,10 x1 5,22 x1010 x0,052 x1x1

= 0,53 psi ΔPr = ( 4n/S ) ( V2/2g’ ) Gt = 396.696,02 V2/2g’ = 0,02 ( Kern, Fig.27 ) ΔPr = ( 4,6/1 ) x 0,02 = 0,48 psi ΔPT = ΔPt + ΔPr = 0,53 + 0,48 = 1,01 psi

fxGs 2 xDs( N + 1) 5,22 x1010 xDexSxφs
0,0012(103.753,6) 2 x1,44 x 2 5,22 x1010 x0,079 x0,2 x1

= 0,5 psi

Spesifikasi : Condenser : 1-2 Heat Exchanger Shell side : ID : 17 ¼ Tube side : ¾” OD, 16’ panjang,16 BWG 1 square pitch Jumlah tube : 150 Passes
34. FLASH DRUM ( FD-143 )

Baffle space : 3,45” Passes :1

:6

Fungsi : untuk memisahkan fase gas dan fase liquid. Type : vertical drum Dasar perhitungan - temperatur : 60 oC = 333 oK - Tekanan operasi : 1 atm = 14,7 psia

- ρ liquid : 0,0771 lb/ft3 - tangki berbentuk silinder vertical dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk standard dished. - bahan konstruksi yang digunakan steel plat SA 240 Grade M tipe 316 dan f = 18750 psi ( Brownell and young, hal 343 ) - jenis Pengelasan : Doubel Welded but joint ( E = 0,85 ) - factor korosi, C = 1/16 - campuran liquid dan gas mengisi 80 % vessel. -

L = 3in ( Ulrich, hal 248 ) D

- Recidence time ( θ ) = 60 detik ( Ulrich, tabel 4 – 18, hal 188 ). Perhitungan. a. Menentukan volume total vessel. Massa liquid : 64.805,628 kg/hari = 142.871,9441 lb/hari = 5.952,9977 lb/jam Massa gas : 9.230,166 kg/hari = 4.186,6878 lb/hari = 174,4453 lb/jam. ⎡ massa liquid ⎤ xθ ⎥ Vliquid = ⎢ ⎢ ρ liquid ⎥ ⎣ ⎦ = 5.952,9977 174,4453

= 1.288,5277 ft3 b. Menghitung volume gas CH4 = 5.708,191 kg/hari = 356,7619 kgmol/hari = 14,8651 kgmol/jam C2H6 = 2.140,557 kg/hari = 71,3519 kgmol/hari = 2,9729 kgmol/jam CO2 = 1.381,408 kg/hari = 31,3956 kgmol/hari = 1,3082 kg/jam

Total = 19,1462 kgmol/jam = 42,2102 lbmol/jam Volume pada kondisi standart ( S.C ) = 359,046 x 42,2102 = 15.155,4035 ft3/jam = 4,2098 ft3/detik P1 = P2 = 14,7 psia T1 = 333 oK T2 = 335 oK
v 2 = v1 x P1 xT2 P2 xT1

V2 = Vgas = 4,2098

14,7 x335 14,7 x333

= 42,1612 ft3 x 60 detik = 2.529,6726 ft3 Volume campuran liquid dan gas dalam vessel : Vliquid + Vgas = 1.288,5277 ft3 + 2.529,6726 ft3 = 3.818,2003 ft3 Asumsi : 80 % campuran liquid dan gas mengisi vessel. Jadi volume total dalam vessel = 3.818,2003 3 ft 0,8

= 4.772,7504 c. Menentukan Dimensi Vessel Vtotal = Vsilinder + 2 Vtutup 4.772,7504 = π/4. di2 . Ls + 2 ( 0,0847 . di3 ) 4.772,7504 = π/4. di2 . 3 di + 0,1694 di3

4.772,7504 = 2,5244 di3 di3 = 1.890,6475 di = 12,3653 ft = 148,3832 in d menentukan Pdesign Vcampuran liquid dan gas = ( π/4 ) .di2 . H + 0,0847. di3 3.818,2003 ft3 = ( π/4 ) .( 12,3653 )2 . H + 0,0847. ( 12,3653 )3 3.818,2003 ft3 = 313,0398 H H = 12,1972 ft Poperasi = 14,7 psia = 0 psig Phidrolitik =

ρ liquid ( H − 1)
144

= 0,0771

(12,1972 − 1) 144

= 0,005995 psia = 0,000408 psig Pdesign = Poperasi + Phidrostatik = ( 0 + 0,000408 ) = 0,000408 psig e. Menentukan tebal silinder ⎡ Pixdi ⎤ ts = ⎢ ⎥+C ⎣ 2 fE − 0,6 Pi ⎦ 0,000408 x148,3832 ⎤ 1 ⎡ = ⎢ ⎥+ ⎣ 2 x18750 x0,85 − 0,60,000408 ⎦ 16 = 0,000001899 + 1/16 = 1,0000303/16 ≈ 3/16

Standardisasi dimensi vessel ( Brownell & Young, tabel 5 – 7, hal 89 ) Do = di + 2 ts = 148,3832 + 2.3/16 = 12,7403 in Dipilih do standart = 14 in Jadi : Di baru = Do standart – 2 ts = 14-2 ( 3/16) = = 13,625 in r = di baru = 13,625 in icr = 6 % di baru = 6 % x 13,625 = 8,175 in Ls = 3 x di baru = 3 x 12,625 = 37,875 in f . mementukan tebal tutup atas ( tha ) ⎡ 0,885 xPixr ⎤ 1 tha = ⎢ ⎥+ ⎣ fE − 0,1Pi ⎦ 16 ⎡ 0,885 x0,000408 x13,625 ⎤ 1 = ⎢ ⎥+ ⎣18750 x0,85 − 0,1x0,000408 ⎦ 16 = 1,0000046/16 ≈ 3/16 in

g . Menentukan tebal tutup bawah ( thb ) karena tutup atas dan tutup bawah berbentuk standart dished, maka : tha = thb = 3/16 in h. menentukan tinggi tutup atas ( ha ) ha = 0,169 x di = 0,169 x 12,625 = 2,1336 in i. menentukan tinggi tutup bawah ( hb ) karena tutup bawah dan tutup atas berbentuk standart dished, maka : hb = ha = 2,1336 in j. Menentukan tinggi tangki ( H ) H = Tinggi shell + ( 2x tutup atas ) = 37,875 + ( 2 x 2,1336 ) = 42,1422 in Spesifikasi Alat : Nama Type : Flash Drum : vertical drum

Bahan Konstruksi : Steel plat SA 240 grade M type 316 Kapasitas di ts tha = thb ha = hb : 141.527,562 kg/hari = 5.896,9818 kg/jam : 12,3653 in : 3/16 in : 3/16 : 3/16

H Jumlah

: 42,1422 in :1 buah

35. KOLOM DISTILASI METHANOL I( D-140 )

36. REBOILER ( E-147 )

Fungsi = memanaskan produk bawah dari kolom distilasi Type = Shell and tube type 1-2, sehingga FT = 1 Dasar Perancangan: Campuran liquida masuk pada shell (fluida panas) dan steam masuk bagian tube(pemanas). Mengggunakan pipa ¾ in OD 15 BWG dengan l=16 ft. PT=1, susunan segitiga. Liquid t2=225,266oF m = 2.655,1382 Kg/jam Q T1 = 302oF Dari tabel didapat: OD ID = ¾ in = 0,606 in a’ a” = 0,289 in2 = 0,1963ft2/ft T2 = 302oF

Rd gabungan min ΔPs ΔPt max

=0,004 jam ft2oF/BTU = diabaikan = 2 psi

Dari neraca panas didapatkan: Q qs = qs + qv = m.Cp.(t2-t1) = 2655,1382.1.(225,266-169,916) = 146.961,8994 qv = m1 (hg-hl) = 0,8 . 2655,1382 (225-95) = 3718978,598 Q = 146.961,8994 + 3718978,598 = 4629770,761 Q M =Mλ = Q/ λ = 4629770,761 = 5.099,4281lb / jam 907,9 = Δt1 − Δt 2 132,084 − 76,734 = = 101,9162 o F Δt1 132,084 ln ln 76,734 Δt 2 = m.Cp.(t2-t1) + 0,8m(hg-hi) = m.λ

2. ΔTLMTD

Ft ΔT

=1 = Ft . ΔTLMTD = 1. 101,9162 = 101,9162

3. Menghitung suhu Calloric Tc = (T1 + T2)/2 = 302oF tc = (t1 + t2)/2 =197,591 oF

4. Trial UD (tabel 8, Kern) UD antara 50-100 (dicoba 80) A =

Q 4629770,761 = = 213,6809 ft2 UDtrial.Δt 190.(101,9162) A 213,6809 = = 68,034 a".l 0,1963.16
dari tabel 9 =76 Nt 68,034 xUD trial = x150 = 134,8855 Nt standar 76

Nt

=

Nt standar UD koreksi =

(memenuhi antara70-150)
Kesimpulan sementara Shell and Tube: Shell Tube

IDs n’ B de

= 12 =1 = 10 = 0,95 (gbr 28, Kern)

do = ¾ in di = 0,620 in c’ = 1- ¾ = ¼ n =2 l = 16 ft a’ =0,268 in2 a” = 0,1963 ft2/ft Nt = 76 PT = 1

EVALUASI PERPINDAHAN PANAS

Bagian Shell(uap) 5. as =

Bagian Tube(air) 5’. at =

IDs.c'.B n'.Pt.144

a '.Nt 76.0,268 = = 0,07 ft 2 n.144 2.144

=

12.12.1 / 4 = 0,25 ft 2 1.1.144 M 5099,4281lb/jam = as 0,25ft 2

- Gt = m/at = 2655,1382lb / jam 0,07

Gs =

= 231719,4543lb/jamft2 - NRes =

= 20397,7124 lb/jft2 - Nret =

de.Gs 0,95.20397,7124 = μ.2,42 0,014.2,42

di.Gt 0,834.139638,5659 = μ.2,42 0,9.2,42

= 124264,6109 6’.7’. ύ =

= 571954,7454 6.7. Trial ho antara 150-300 ho trial = 200 BTU/j ft2oF tw =tc+

Gt 231719,4543 = =1,0299 3600.ρ 3600.62,5

hi = 1500 hi koreksi = η x hi = 1,01 x 1500 = 1515 hio = hi. di/do = 1515 . (0,584/0,75) = 1179,68

ho trial (Tc − tc) hio + ho trial

= 157,181 + = 174,3362 tf =

200 (302 − 157,181) 1500 + 200

(Tc + tw) =238,1681 2

ho koreksi (gbr 12.9 hal 274)

G" =

M 5099,4281 = = 17,508 2/3 l.Nt 16.76 2 / 3

ho = 230 ho koreksi> ho trial Δho =(230-200)/200 . 100% = 15 % < 20% - Uc =

hio.ho 1179,68.230 = hio + ho 1179,4569 + 230

= 192,4737 Btu/jam ft2˚F - Rd =

Uc − Udkoreksi Uc.Udkoreksi
192,4737 − 134,8855 = 0,0225 > 0,0035 192,4737 x134,8855

=

Evaluasi Pressure Drop

Bagian Shell

Bagian tube

ΔPs diabaikan karena gas bergerak secara Nret = 124264,6109 beraturan f = 0,00015 Gbr. 26 hal 836 Kern ΔPt =

f .Gt 2 .n.l 5,22.1010.di.sg.φt

=

0,5.0,00015.231719,4543 2.4.16 5,22.1010.(0,584 / 12).1

= 0,0085 ΔPn = 4n/sg.(v2/2gc)x(ρ/144) (v2/2gc)x(ρ/144) dari gbr.27 hal 837 Kern = 0,028

ΔPn = 4.4/0,0025 x 0,001= 6,4 ΔP = ΔPn + ΔPt = 6,4+ 0,0085 = 6,4085 psi ΔP << ΔP ketetapan
Kesimpulan :

Fungsi : untuk memanaskan produk bawah kolom distilasi I type : Shell and Tube

Bahan : High Alloy Steel SA 135 grade H Dimensi: IDS do di n’ Nt : 12 in : ¾ in : 0,584 in : 4 in : 76 buah

37. KONDENSOR ( E-144 )

Fungsi = mengembunkan produk atas yang keluar dari kolom distilasi I Type = Shell and tube t1= 30oC=86oF

T1=57,47oC = 135,446oF

T2 = 63,26oC = 145,868oF t2=45oC = 113oF

Ketetapan: Rd minimal = 0,0034 J ft2 oF/BTU

ΔP uap maksimal = 2 psi ΔP air maksimal = 10 psi Dasar Perancangan:
1. Massa air pendingin =

Q 214,031,6679 = = 980,5911Kg / jam Cp.ΔT 8,084(113 − 86)

= 2161,8111 lb/jam Massa produk
2. Menentukan ΔTLMTD

= 10309,1114 Kg/jam = Δt1 − Δt 2 22,446 − 32,868 = = 27,3713o F Δt 22,446 ln ln 1 32,868 Δt 2

3. Menghitung suhu Calloric

Tc

= (T1 + T2)/2 = 140,657oF

tc

= (t1 + t2)/2 =99,5 oF

4. Merancang jumlah pipa

Menentukan harga UD trial. Dari tabel 8, Kern hal 840 didapat UD = 75-150 Dicoba UD = 130 BTU/jam ft 2 oF

A=

Q 214031,6679 = = 60,1505 ft2 UD. At 130.27,3713

Menentukan ukuran pipa. Diambil ukuran pipa 1” OD, 16 BWG, l= 16 ft, susunan Δ (tabel 10,hal 843, Kern) Nt =

A 60,1505 = = 14,3599buah a".l 0,2618.16

Nt standar = 14 UD koreksi = Nt hitung 8,73 xUDtrial = x130 = 81,06 (memenuhi) Nt standard 14

Kesimpulan sementara Shell and Tube: Shell Tube

IDs n’ B de

=8 =2 =8 = 0,95 (gbr 28, Kern)

do = ¾ in di = 0,620 in c’ = 1- ¾ = ¼ n =4 l = 12 ft a’ = 0,594 in2 a” = 0,2618 ft2/ft Nt = 14 PT = 1

EVALUASI PERPINDAHAN PANAS

Bagian Shell 5. as =

Bagian tube 5’. at =

IDs.c'.B n'.Pt.144

a '.Nt 14.0,594 = = 0,0289 ft 2 n.144 2.144

=

8.8.1 / 4 = 0,0555 ft 2 2.1.144 M 22.272,6967b/jam = as 0,0694ft 2

- Gt = m/at = 18611,5629lb / jam 0,0289

Gs =

= 643.998,7163 lb/jamft2 -NRes=

= 10782,8127 lb/jft2 - Nres =

de.Gs 0,95.10782,8127 = μ.2,42 0,011.2,42

di.Gt (0,62 / 12)643.998,7163 = μ.2,42 0,43.2,42
= 31975,0789

= 38481,1122 6.7. Trial ho antara 150-300 ho trial = 200 BTU/j ft2oF tw = tc +

6’.7’. ύ =

Gt 643.998,7163 = =2,8622 3600.ρ 3600.62,5

hi = 860 hi koreksi = η x hi = 1 x 860 = 860 hio = hi. di/do = 860 . (0,62/0,75) = 710,9333

ho trial (Tc − tc) hio + ho trial

= 99,5 +

200 (140,657 − 99,5) 710,933 + 200

= 109,6404 tf = (Tc + tw) =127,7542 2

ho koreksi (gbr 12.9 hal 274)

G" =

M 22.272,6967 = = 7,9812 2/3 l.Nt 16.14 2 / 3

ho = 180 ho koreksi> ho trial Δho =(200-180)/180 . 100% = 11,11 % < 20% - Uc =

hio.ho 710,9333.180 = hio + ho 710,9333 + 180

= 143,6336 Btu/jam ft2˚F - Rd =

Uc − Udkoreksi Uc.Udkoreksi
143,6336 − 81,06 = 0,000532 < 0,0035 143,6336.81,06

=

Evaluasi Pressure Drop

Bagian Shell NRes = 38481,1122 f = 0,0017 ΔPs =

Bagian tube Nret = 8616,1285 f = 0,001 Gbr. 26 hal 836 Kern ΔPt =

f .Gt 2 .n.l 5,22.1010.di.sg .φt

f .Gt 2 .n.l 5,22.1010.di.sg.φt

0,0017.38481,1122 2.10 / 8(24) = 5,22.1010 0,95 / 12.1,88.1,069

0,5.0,001.8616,1285 2.12.1 = 5,22.1010.(0,62 / 12 ).0,23.0,028 = 0,0513 psi ΔPn = 4n/sg.(v2/2gc)x(ρ/144) (v2/2gc)x(ρ/144) dari gbr.27 hal 837 Kern = 0,028 ΔPn = 4.1/0,23 x 0,001= 0,017

= 0,0091 <2 psi memenuhi

ΔP = ΔPn + ΔPt = 0,0513+ 0,017 = 0,0683 psi ΔP << ΔP ketetapan
Kesimpulan :

Fungsi : mengembunkan produk atas yang keluar dari kolom distilasi I type : Shell and Tube

Bahan : High Alloy Steel SA 135 grade B Dimensi: IDS do di n’ Nt : 8 in : ¾ in : 0,62 in :4 : 14 buah

38. ACCUMULATOR ( F-145 )

Fungsi = menampung sementara distilat dari kolom distilasi I Type = silinder horisontal, tutup samping berbentuk standar dished Jumlah = 1 buah Dasar Perhitungan: P = 1 atm = 14,7 psia = 0 psig

Residence time

= 10 menit (Ulrich, tabel 4-27,249)

Direncanakan volume ruang kosong 20% Bahan konstruksi = Carbon steel SA-135 Grade A

Pengelasan Allowable stress f l/d

= Double Welded Butt Joint dengan E = 0,85 = 10.200 psi (Brownell) = 3- 5 ( diambil 3)

1. Menentukan Volume tangki

Rate massa (Q)

= 11,4039 Kg/jam x 2,2046 lbm/Kg = 25,1411 lb/jam

ρ bahan

=

(11,1149 x0,9377) + (0,2889 x0,0623) 25,1411

=0,4153Kg/m3 = 0,9155 lb/ft3 Rate Volumetrik = 25,1411lb / jam = 27,4616 ft 3 / jam 3 0,9155lb / ft
ft 3 1 jam x x10menit jam 60menit

Volume

= 27,4616

= 4,5769 ft3 Volume tangki terisi = 0,8 Volume tangki total VT = 4,5769 ft3 + 0,2 VT

0,8 VT = 4,7769 ft3 VT = 5,9712 ft3

2. Menentukan dimensi tangki:

VT

= V silinder + V tutup

5,9712=

π
4

di 2 ls + 2(0,000049)di 3

5,9712= 2,355 di3+9,8 . 10-5 di3 d = 1,3636 ft

P

=

ρxH
144

=

49,3112 x0,8 x0,04 = 0,011 144

3. Menentukan tebal tangki

ts

=

pixdi +c 2( fE − 0,6 pi )
0,011x1,3636 1 + 2(10.200 x0,85 − 0,6 x0,011) 16 1,0139 1 = 16 16

=

= do

= di + 2ts = (1,3636 x 12) + 2(1/16) in = 16,4882 in

di

= do - 2ts = 16,4882– 2(1/16) = 16,3632 in

l

= 3 x 16,3632 = 49,0896

4. Menentukan tebal tutup bawah dan atas

th

=

0,885 xpixr 0,885 x0,4465 x19,75 2 +c = + fE − 0,1 pi 102000 x0,85 − 0,1x0,4465 16 2 16

=

Spesifikasi peralatan:

Nama alat Type

= akumulator distilat = silinder horisontal, tutup samping standar dished

Bahan Konstruksi= Carbon steel SA-135 Grade A

Dimensi di do ts jumlah

= 16,3632 in = 16,4882 in = 1/16 in = 1 buah

39. POMPA ( L-146 )

Fungsi : Untuk memompa larutan dari akumulator distilat I ke tangki penampung methanol. jumlah : 1 buah Jenis : sentrifugal Bahan : cast iron Proses berlangsung secara kontinyu. ρ= (45.002,394 x0,9988) + (76,3633 x0,0012) = 0,9971Kg / L 45.078,7573

= 37,2705 lb/jam μ = 1,246cp = 8,7733.10-4lb/ft.detik Rate volumetrik = 45.078,7573Kg / jam x 2,2046lb / jam 37,2705lb / ft 3 1 jam x 7,481 gal/ft3= 5,987gpm 60menit

= 3.785 ft3/jam x
1. Perhitungan diameter pipa

Dianggap alirannya turbulen , untuk menentukan diameter pipa

digunakan

fig.14.2 Peter-Timerhausse ed. 4 hal 498 maka didapatkan Di opt. 2 in sch. 40 Dari tabel 11 Kern hal 844 diperoleh: Do = 2,38 in = 0,1983 ft

A = 3,35 in2 = 0,02326 ft2 maka: v=
3785ft 3 /dt 1jam x 2 0,02326ft 3600detik

= 0,3928 ft/detik NRe = 37,2705.0,1983.0,3928 ρ.D.v = μ 8,3733.10− 4 = 3467,0712 (turbulen) Jadi benar jika alirannya turbulen.
2. Perhitungan power pompa

⎛ P − P1 ⎞ g 1 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z1 − z 2 ) + ⎜ 2 ⎟ ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Ws = 0 gc 2.α .gc ⎠ ⎝ diasumsikan : α=1 v1 = 0 z2-z1 = 30 ft P2 = P1 Sehingga : -Ws 1 (0,3928 2 − 0) + 30 + 0 + 0 + Ws = 0 2.32,2 = 30,00239 ft.lbf/lbm.detik m = 45.078,7573 Kg/jam x 2,2046lb/jamx 1 jam/3600 detik = 0,45 lb/detik WHP = -Ws . m = 30,00239 ft.lbf/lbm.detik . 0,458 lb/detik

= 13,749 ft.lbf/lbm x = 0,0249 HP

1HP 550ft.lbf/lbm

Dari Peter & Timerhausse ed.4 fig 14-36 hal 520 diperoleh efisiensi pompa η P = 28 % BHP =

WHP ηP
0,0249 0,2 = 30,125HP

=

Dari Peter & Timerhausse ed.4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi motor ηm = 80% Daya Pompa actual =

WHP ηm
0,125 0,8

=

= 0,1562 HP Jadi dipakai pompa berdaya 1 HP
Kesimpulan :

- Jenis : sentrifugal - Bahan : cast iron - Di opt pipa : 2 in sch. 40 - Daya : 1 HP - Jumlah : 1 buah

40. TANGKI PENAMPUNG DESTILAT METHANOL ( F-149 )

Fungsi : untu menampung produk methanol. Kapasitas : 45.078,7573 kg/hari = 99.381,6416 lb/hari Density liquid : 0,792 gr/cc = 56,606 lb/cuft Volume tangki minimum : Vmin = 45.078,7573/56,606 = 796,3601 cuft Volume faktor = 1,2 Volume tangki = 1,2 x 796,3601 = 955,6321 cuft ≈ 956 cuft Ukuran tangki Panjang tangki : 3 x diameter tangki L = 3D V = 0,785 x D x L = 0,785 x 3D3 956 = 2,355 D3 D = 7,4034 ft L = 3 x 7,4034 = 22,2103 ft Spesifikasi tangki : Kapasitas : 956 cuft Diameter : 7,4034 ft Panjang : 22,2103 ft

41. TANGKI PENAMPUNG RESIDU ( F-148 )

Fungsi : untu menampung produk ethanol yang tidak terpakai. Kapasitas : 18.918,2526 kg/hari = 41.707,6049 lb/hari Density liquid : 0,9057 gr/cc = 56,606 lb/cuft Volume tangki minimum : Vmin = 18.918,2526/56,606 = 334,2093 cuft Volume faktor = 1,2 Volume tangki = 1,2 x 334,2093 = 401,0512 cuft ≈ 401 cuft Ukuran tangki Panjang tangki : 3 x diameter tangki L = 3D V = 0,785 x D x L = 0,785 x 3D3 401 = 2,355 D3 D = 5,5428 ft L = 3 x 5,5428 = 16,6287 ft Spesifikasi tangki : Kapasitas : 401 cuft Diameter : 5,5428 ft Panjang : 16,6287 ft

37. WHB ( R-127 )

Fungsi : untuk mendinginkankan gas – gas dari gasifier.

APPENDIKS D PERHITUNGAN UTILITAS
Utilitas pada suatu pabrik adalah bagian atau unit yang dapat menunjang proses produksi. Adapun utilitas di dalam pra rencana pabrik Methanol ini meliputi 5 unit, yaitu: 1. Unit Penyediaan Steam 2. Unit Penyediaan Air 3. Unit Refrigerator 4. Unit Pembangkit Tenaga Listrik 5. Unit Penyediaan Bahan Bakar 1. Unit Penyediaan Steam Kebutuhan steam dipenuhi dengan jalan menguapkan air di dalam sebuah ketel (boiler). Untuk itu maka kesadahan air pengisi ketel (boiler feed water) harus benar – benar diperhatikan dan diperiksa dengsn teliti serta harus bebas dari kotoran yang mungkin akan mengganggu jalannya operasi pabrik. Kualitas steam yang diperlukan dalam proses diperhitungkan menurut pemakaian setiap harinya dari masing – masing alat. Menurut perhitungan dari bab – bab sebelumnya.

Kebutuhan steam adalah sebagai berikut: 1. WHB 2. Shift konverter 3. Heat Excahanger 4. Converter 5. Reboiler = = = = 135.149,69 Kg/jam 1.000,4825Kg/jam 484.843,0624 kg/jam 11.235,7513 Kg/jam

= 12.709,0294 Kg/jam Total = 644.578,0156 Kg/jam

Faktor kehilangan (10%) Faktor keamanan (15%)

= 64.457,80156 Kg/jam = 96.686,7023 Kg/jam

Jadi kuantitas steam yang harus dihasilkan oleh boiler: = 644.578,0156 Kg/jam + 64.457,80156 Kg/jam + 96.686,7023 Kg/jam = 805.722,5195 Kg/jam = 1.776.313,976 lb/jam Direncanakan steam yang digunakan adalah saturated steam dengan kondisi: Suhu (T) Tekanan (P) λ = 150°C = 302°F = 69,06 psia = 475,8 Kpa = 504,946 Kkal/Kg

Karena kebutuhan steam tertinggi adalah 150 oC, maka digunakan saturated steam dengan kondisi: Suhu (T) Tekanan (P) = 213°C = 415°F = 20 atm = 293,92 psia = 20,265 bar

Karena tekanan di atas 18 bar maka digunakan boiler dengan jenis Water Tube Boiler dan efisiensi 85 - 90% (Ulrich hal 109) Boiler Horse Power Dimana: Ms = massa steam yang dihasilkan oleh boiler, lb/jam = hf hfg hg 34,5 1.776.313,976 = 2.368.418,634 0,75 =
Ms (h g - h f ) H fg x34,5

= Enthalpi air pada suhu 86 oF = enthalpi uap air pada suhu 86 oF = enthalpi uap air pada suhu 415 oF = konstanta penyesuaian pada penguapan 1 lb air/jam dari 86 oF dan tekanan 14,7 psia menjadi uap kering.

Dari Kern, tabel 7 hal 817 diperoleh: hf pada suhu 86 oF hfg pada suhu 86 oF hg pada suhu 415 oF Boiler Hp = = 54,002 Btu/lb = 1045,18 Btu/lb = 1202,56Btu/lb

1.776.313,976(1202,56 − 54,002) = 56.579,9394 ≈ 56.580 Hp 1045,18 x34,5 Ms(hg − h f ) 1000 = 1.776.313,976(1202,56 − 54,002) 1000

Kapasitas Boiler = Q =

= 2.040.199,628

Luas perpindahan panas dan jumlah tube boiler Heating surface dari boiler Total heating surface = 10 ft2/Hp boiler = 10 ft2/Hp x 56.580 Hp = 565.800 ft2

Direncanakan panjang tube standar = 16 ft Ukuran pipa yang digunakan = IPS 4 in Luas permukaan leher feed = 1,178 per in Jumlah tube = Nt = A 565.800 = = 30.019,1002 = 30.019 buah at.l 1,178.16

Kebutuhan bahan bakar untuk boiler dipilih jenis fuel oil 33oAPI dengan heating value 132.000 (Perry’s ed 3) Rate steam = 1.776.313,976 lb/jam

Dari persamaan 173 W.H hal 130 didapat: Faktor evaporasi =

(hg − h f ) 970,3

=

(1202,56 − 54,002) = 1,0989 970,3

Jadi air yang dibutuhkan

= 1,0989 x 1.776.313,976 lb/jam = 1.951.991,428 lb/jam = 885.408,4767 Kg/jam = 21.249.803,44 Kg/hari

Kuantitas bahan bakar didapat dari: =
Ms(h − h f ) ηboiler x heating value

=

1.776.313,976(1202,56 − (54,002)) = 18.183,5974 lb/jam 0,85 x132000

Spesifikasi : Nama alat Jenis : Boiler : Water Tube Boiler : 2.040.199,628 lb/jam : 1.776.313,976 lb/jam : 85%

Kapasitas boiler Rate steam Efisiensi

Bahan bakar : fuel oil 35oAPI Heating Surface Jumlah tube : 565.800 ft2

: 30.019 buah

Panjang tube : 16 ft Ukuran tube : IPS 4 in

2. Unit Penyediaan Air Air Pendingin: Cooler Cooler Cooler Kondensor Kondensor = 13.825.988,94 Kg/hari = 142.177,4396Kg/hari = 37.663,35233 Kg/hari = 30.481.085,96 lb/hari = 313.447,5788 lb/hari = 83.033,473 lb/hari = 16.491.623,83lb/hari

= 7.480.475,23 Kg/hari = 54.233,9969 Kg/hari

= 119.565,4885 lb/hari = 47.488.756,33 lb/hari

= 21.540.538,96 Kg/hari

Kuantitas penambahan air = 0,25 x 21.540.538,96 Kg/hari = 5.385.134,74 Kg/hari Kebutuhan air umpan boiler = 852.782,616 Kg/hari

Air Sanitasi Air sanitasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan karyawan, laboratorium, taman dan kebutuhan yang lain. Syarat – syarat air sanitasi: 1. Syarat fisik: Berada di bawah suhu udara Warananya jernih Tidak berasa Tidak berbau 2. Syarat Kimia: Tidak mengandung logam berat seperti Pb, As, Cr, Cd, Hg Tidak mengandung zat – zat kimia beracun Warnanya jernih 3. Syarat Mikrobiologis Tidak mengandung kuman maupun bakteri, terutama bakteri patogen Air sanitasi dipakai untuk memenuhi keperluan laboratorium, karyawan dan air untuk cuci-cuci. Berdasarkan Vilbrandt dan Dryden “ Chemical Engineering Plant Design” fig 6-35 hal 235 maka dibutuhkan karyawan sebanyak 38 orangjam / hari/step. Dalam pabrik Methanol ini terdapat 18 tahapan proses : = 38orang − jam / hari / stepx18step = 52,5 ≈ 53 orang/shift 8 jam / harixshift

Karena karyawan shift dibagi 4 regu, dimana 3 regu kerja dan 1 regu istirahat, maka jumlah karyawan bagian proses = 53 orang / shift x 4 = 212 orang Diperkirakan kebutuhan air karyawan = 100 L / hari, maka kebutuhan air / hari: = 212 x 100 = 21200 L/hari = 21200 Kg/hari

Air untuk laboratorium (asumsi 50% kebutuhan karyawan) : = 50% x 21200 Kg/hari = 10.600 Kg/hari

Air untuk cuci – cuci dan lain-lain (asumsi 1,5 kali kebutuhan karyawan) : = 1,5 x 21200 Kg/hari = 31.800 Kg/hari

Kebutuhan air sanitasi : 21200 Kg/hari + 10.600 Kg/hari + 31.800 Kg/hari : 63.600 Kg/hari Jadi kebutuhan air per hari: = air pendingin + air umpan boiler + air sanitasi = ( 21.540.538,96 + 852.782,616 + 63.600) Kg/hari = 22.456.921,58 Kg/hari Air yang tersirkulasi adalah steam kondensat dan air pendingin dengan asumsi kerugian selama sirkulasi 25%. Kehilangan air selama sirkulasi = 2.970.861,976 + (0,25 x 852.782,616) = 3.184.057,63 Jadi make up air yang disuplai = 3.184.057,63 Kg/hari

Sehingga total air sungai yang dibutuhkan : = jumlah make up + air sanitasi = 3.184.057,63 + 63.600 = 3.247.657,63 Kg/hari = 135.319,0679 Kg/jam = 298.327,4586 lb/jam PROSES PENGOLAHAN AIR Proses pengolahan air yang dilakukan pada pra rencana pabrik Methanol ini dilakukan sebagai berikut: Air sungai dipompakan ke dalam bak sedimentasi untuk dilakukan pengendapan awal kemudian dilanjutkan dipompa ke bak skimmer untuk dipisahkannya dari kotoran yang mengapung. Kemudian dipompakan ke dalam tangki clarifier untuk ditambahkan koagulan Al2(SO4)3. Bak dilengkapi dengan 10 buah baffle yang pada awalnya baffle dipasang berdekatan dan selanjutnya dipasang agak berjauhan, sehingga sudah terbentuk flok- flok partikel yang pada akhirnya dapat terendapkan. Selanjutnya dilakukan penyaringan dari partikel-partikel yang masih ada di dalam Sand Filter. Selanjutnya air yang sudah bersih ditampung dalam bak penampung air bersih. Dari bak penampung ini sebagian air dipompa ke bak air klorinasi dan diberi desinfektan (Cl2). Selanjutnya dapat digunakan sebagai air sanitasi dan sebagian lagi dipompa ke demineralizer untuk menurunkan kesadahannya. Di dalam Demineralizer yang terdiri dari Kation Exchanger dan Anion Exchanger yang berfungsi untuk menghilangkan kation dan anion yang tidak diinginkan karena dapat mengganggu kelancaran kerja pada proses

peralatan. Setelah keluar dari tangki Demineralizer diharapkan kadar kation dan anion di dalam sudah memenuhi syarat sebagai air pengisi boiler, dan air pendingin. Dari Demineralizer sebagian air dipompa ke Deaerator untuk menghilangkan gas – gas impuritis yang masih terikut dalam air umpan boiler yaitu menggunakan steam sebagai pemanas. Sebagian lagi air dipompa ke bak penampung air pendingin untuk air pendingin. Untuk air pendingin yang telah digunakan dipompa kembali ke Cooling Tower untuk didinginkan sehingga dapat digunakan kembali. 1. Pompa Air Sungai (L-211) Fungsi Type Bahan Rate Air : untuk memompa air dari sungai ke bak sedimentasi. : sentrifugal : Cast Iron = 135.319,0679 kg/jam = 298.327,4586 lb/jam = 82,8687 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10 -4 b/ft.detik 298.327,4586 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 4.773,2393 ft3/jam = 79,5539 ft3/menit = 595,0632 gpm

Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat:

Diopt

= 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (1,4761) 0,45 (62,1608)0,13 = 7,9548 in

8 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID A ID = 8,625 in = 50 in2 = 7,981 in = 0,71875 ft = 0,3472 ft2. = 0,6651 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 1,4761 ft 3 / s = = 4,2514 ft / s A 0,3472 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,6651x 4,2514 = = 291.999,8188 μ 6,0523.10 − 4

Karena 291.999,8188 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 2,2703.10 − 4 0,6651 = 0,0043

ε
D

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

Le

= (1x 9 x 0,6651)+(4 x 35 x 0,6651) = 298,6299 ft

Δl

= 300 +298,6299 ft = 798,6288

Menghitung friksi pompa Kc Δ1 Δ2 Kc hc =0,55 1 − A2 A1

= luas sungai ≈ 0 = luas penampang pipa = 0,3472 ft2 = 0,55 (1-0) = 0,55 = Kc.

v2 (4,2515 ft 2 / s) 2 = 0,55 = 0,15449 ft.lbf / lbm 2.gc 2.31,174

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 500 m Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17 = Kf .

v2 (4,2515 ft / s ) = 9,17 = 2,5758 ft.lbf / lbm 2 gc 2.32,174

Menghitung friksi ekspansi

Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

v2 (4,2515 ft / s) 2 =1 = 0,28089 ft.lbf .lbm =kex . 2 gc 2.32,174

sehingga: ΣF = (5,80144 + 0,15449 + 2,5758 +0,28089 )ft.lbf.lbm = 8,81262 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft P1 P2 v1 v2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak sedimentssi

= kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 4,2515 ft/s ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠

1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (4,2515 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 8,81262 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608

-Ws

= 40,2811 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP = (−Ws) x1,4761 ft 3 / sx62,1608 = 6,7567 Hp 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 63% BHP = WHP 6,7567 = = 10,7249 inHp ≈ 11Hp 0,63 ηP

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 87% Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Nama alat Kode Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa Air sungai = L-211 = untuk memompa air sungai menuju ke bak skimmer = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel BHP = 11 = 12,6436 = 13HP 0,87

η

Dimensi Pmpa: Kapasitas = 1,4761 ft3/s

Ukuran Pipa = 8 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 798,6299 ft daya pompa n = 13 HP = 2 buah (1 cadangan)

2. Bak sedimentasi (F-212)

Fungsi : untuk pengolahan pendahuluan dari air sungai. Bahan konstruksi : beton bertulang Rate volumetrik = 135,3191 m3/jam Waktu pengendapan = 24 jam Volume air = 135,3191 m3/jam x 24 jam = 3.247,6584 m3/jam Bak air dibagi menjadi 3 bak, sehingga: Volume bak =
3.247,6584 3 m 3

= 1.082,5528 m3 Bak berbentuk persegi panjang dengan ukuran : Tinggi = lebar = x Panjang = 2,5 x Vb = 2,5 x3

1.082,5528 m3= 2,5 x3 x = 7,5655 m Kesimpulan : - panjang - lebar - tinggi : 19,6024 m : 7,5655 m : 7,5655 m

3. Pompa sedimentasi (L-213) Fungsi Type Bahan Rate Air : untuk memompa air dari bak sedimentasi ke bak skimmer : sentrifugal : Cast Iron = 135.319,0679 Kg/jam = 298.327,4586 lb/jam = 82,8687 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10 -4 b/ft.detik 298.327,4586 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 4.773,2393 ft3/jam = = 79,5539 ft3/menit 595,0636 gpm

Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (1,4761) 0,45 (62,1608)0,13 = 7,9548 in 8 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID A ID = 8,625 in = 50 in2 = 7,981 in = 0,71875 ft = 0,3472 ft2. = 0,6651 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 Q 1,4761 ft 3 / s = = = 4,2514 ft / s A 0,3472 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,6651x 4,2514 = = 291.999,8188 μ 6,0523.10 − 4

Karena 291.999,8188 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 2,2703.10 − 4 0,6651 = 0,0043

ε
D

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,6651)+(4 x 35 x 0,6651) = 298,6299 ft

Δl

= 300 +298,6299 ft = 798,6288

Menghitung friksi pompa A Kc =0,55 1 − 2 A1 Δ2 = luas penampang pipa = 0,3472 ft2 Kc hc = 0,55 (1-0) = 0,55 = Kc.

v2 (4,2515 ft 2 / s) 2 = 0,55 = 0,15449 ft.lbf / lbm 2.gc 2.31,174

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 500 m Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17

v2 (4,2515 ft / s ) = 9,17 = 2,5758 ft.lbf / lbm = Kf . 2 gc 2.32,174

Menghitung friksi ekspansi Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

=kex .

v2 (4,2515 ft / s) 2 =1 = 0,28089 ft.lbf .lbm 2 gc 2.32,174

sehingga: ΣF = (5,80144 + 0,15449 + 2,5758 +0,28089 )ft.lbf.lbm = 8,81262 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft P1 P2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak sedimentssi

v1 v2

= kecepatan aliran fluida = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida bak sedimentasi = 4,2515 ft/s ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠

1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (4,2515 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 8,81262 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 40,2811 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa (−Ws) x1,4761 ft 3 / sx62,1608 WHP = = 6,7567 Hp 550 Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 63% BHP = WHP 6,7567 = = 10,7249 inHp ≈ 11Hp ηP 0,63

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 87% Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Type Bahan Bahan pipa = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel BHP = 11 = 12,6436 = 13HP 0,87

η

Dimensi Pmpa: Kapasitas = 1,4761 ft3/s

Ukuran Pipa = 8 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 798,6299 ft daya pompa n = 13 HP = 2 buah (1 cadangan)

4. Bak Skimmer (F-214) Fungsi : untuk memisahkan kotoran yang mengapung sekaligus sebagai bak pengendapan awal. Laju alir Volume air = 135.319,0679 kg/jam = 135,3191 m3/jam x 12 jam = 1.623,8292 m3 Terdiri dari 2 buah bak masing masing bak berisi Direncanakan bak berisi 80% volume maka : Volume bak = = 811,9146 3 m 0,8 1.014,8933 m3
1.623,8292 = 811,9146 m 3 2

Bak berbentuk persegi panjang dengan ukuran : Tinggi = lebar = x Panjang = 2,5 x

Vb = 2,5 x3 1.014,8933 m3= 2,5 x3 x = 7,4045 Kesimpulan : - Kapasitas : 1.014,8933 m3 m

- Bahan konstruksi : beton bertulag - panjang - lebar - tinggi : 18,5112 m : 7,4045 m : 7,4045 m

5. Pompa Clarifier (L-215) Fungsi Type Bahan Rate Air :untuk memompa air dari bak skimmer ke clarifier : sentrifugal : Cast Iron = 135.319,0679 Kg/jam = 298.327,4586 lb/jam = 82,8687 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10 -4 b/ft.detik 298.327,4586 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 4.773,2393 ft3/jam = = 79,5539 ft3/menit 595,0636 gpm

Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (1,4761) 0,45 (62,1608)0,13 = 7,9548 in 8 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID = 8,625 in = 0,71875 ft

A ID

= 50 in2 = 7,981 in

= 0,3472 ft2. = 0,6651 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 1,4761 ft 3 / s = = 4,2514 ft / s A 0,3472 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,6651x 4,2514 = = 291.999,8188 μ 6,0523.10 − 4

Karena 291.999,8188 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 2,2703.10 − 4 0,6651 = 0,0043

ε
D

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,6651)+(4 x 35 x 0,6651) = 298,6299 ft

Δl

= 300 +298,6299 ft = 798,6288

Menghitung friksi pompa Kc Δ2 Kc hc =0,55 1 − A2 A1

= luas penampang pipa = 0,3472 ft2 = 0,55 (1-0) = 0,55 = Kc.

v2 (4,2515 ft 2 / s) 2 = 0,55 = 0,15449 ft.lbf / lbm 2.gc 2.31,174

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 500 m Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17 = Kf .

v2 (4,2515 ft / s ) = 9,17 = 2,5758 ft.lbf / lbm 2 gc 2.32,174

Menghitung friksi ekspansi Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

=kex .

v2 (4,2515 ft / s) 2 =1 = 0,28089 ft.lbf .lbm 2 gc 2.32,174

sehingga: ΣF = (5,80144 + 0,15449 + 2,5758 +0,28089 )ft.lbf.lbm

= 8,81262 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft P1 P2 v1 v2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak sedimentssi = kecepatan aliran fluida = 0 ft/s

= kecepatan aliran fluida bak sedimentasi = 4,2515 ft/s ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠

1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (4,2515 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 8,81262 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 40,2811 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP = (−Ws) x1,4761 ft 3 / sx62,1608 = 6,7567 Hp 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 63% BHP = WHP 6,7567 = = 10,7249 inHp ≈ 11Hp ηP 0,63

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 87%

Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Type Bahan Bahan pipa

BHP

η

=

11 = 12,6436 = 13HP 0,87

= Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel

Dimensi Pmpa: Kapasitas = 1,4761 ft3/s

Ukuran Pipa = 8 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 798,6299 ft daya pompa n = 13 HP = 2 buah (1 cadangan)

6. Tangki Clarifier (F-210) Fungsi : Sebagai tempat terjadinya koagulasi dan flokulasi yaitu dengan jalan penambahan alum atau Al2(SO4)3.18 H2O Bahan : Carbon steel SA 283 Grade D

Allowable stress = 18750 psi Pengelasan Faktor korosi Densitas Kapasitas = Double welded butt joint (0,8) = 1/16 = 995,68 kg/m3 = 298.327,4586 lb/jam

Perhitungan : Rate volumetrik (Q) =
kapasitas densitas 298.327,4586lb / jam 62,1608kg / m 3

=

= 479,9286 ft3/jam = 0,1333 ft3/s Kecepatan clarifier = 0,1 – 0,3 m/s ( Ulrich, hal.232), diambil kecepatan 0,1 m/s = 0,3280 ft/s A=
Q v

0,1333 ft 3 / s = 0,4064 ft 2 = 0,3280 ft / s
A 0,4064 ft 2 D = ¼ . π . D2 = ¼ . π . D2 = 0,7195 ft2 = 8,6342 in2

Standardisasi do (Brownell and Young , tabel 5.7 hal 89) do = 12 in = 1 ft

Sesuai dengan tabel 4-25 hal. 231 Ulrich, diperoleh waktu tinggal bahan dalam clarifier < 300 detik, maka diambil harga t = 180 detik Volume air = 0,1333 ft3/s x 180 detik = 23,994 ft3 Direncanakan volume liquid = 80 % Vtangki

Volume tangki = 0,8 x 23,994 ft3 = 19,1952 ft3 Volume clarifier = ¼ x π x D2 x L 19,1952 ft3 L = ¼ x π x (1 ft)2 x L = 24,4525 ft = 293,4298 in

Kebutuhan alum = 30 % dari V air total dengan konsentrasi 80 ppm atau 80 mg tiap 1 Liter air ( 0,08 kg/m3) Koagulan( alum) yang dibutuhkan : 30 % x 293,4298 m3 x 0,08 kg/m3 = 7,0423 kg/jam = 169,0156 kg/hari = 372,6155 lb/hari Tangki berbentuk silinder dengan tutup bawah conis : Tutup berbentuk sudut 120º Direncanakan tangki clarifier berjumlah 3 buah, sehingga

Vliquida di 3 π π = x + xdi 2 xLs 3 24 tg 1 α 4 2

di 3 π π 293,4298m 3 x + xdi 2 1,5di = 24 tg 1 .120 4 3 2
97,8099 m3 = 0,22661 di3 + 1,1775 di3 di Tinggi shell : 1,5 di = 1,5 x 4,1146 m = 6,1719 m = 20,2490 ft tinggi liquida dalam shell =
V liquida dalam shell π / 4.di 2

= 4,1146 m = 13,4993 ft

=

293,4298 = 22,0789 ft π / 4.( 4,1146) 2

Tinggi tutup bawah berbentuk conis : tg ½ α =
0,5 xdi h 0,5 x6,1719 h

tg ½ . 120º =

h x tg 60º = 3,0859 h = 1,7817 m = 5,8454 ft

Tinggi mixer = tinggi shell + tinggi tutup bawah = 6,1719 m + 1,7817 m = 7,9536 m = 26,0945 ft Menentukan Pengaduk Jenis pengaduk bahan impeller = axial turbin 6 blades sudut 45o (GG.Brown hal 507) = High Alloy Steel SA 240 Grade M type 316 = Hot Roller SAE 1020

Bahan poros pengaduk

Dari G.G. Brown hal 507, diperoleh data – data sbb: Dt/Di Zi/Di Z1/Di W/Di = 2,4 – 3,0 = 0,75 – 1,3 = 2,7 – 3,9 = 0,17

Dimana

Dt Di Zi Z1 W

= Diameter dalam dari silinder = Diameter impeller = tinggi impeller dari dasar tangki = tinggi liquid dalam silinder = lebar daun impeller

1. Menentukan diameter impeller Dt/Di =3,0 Di = Dt/3,0 = (13,4993 ft)/3,0 = 4,4998 ft 2. Menentukan tinggi impeller dari dasar tangki Zi/Di = 0,9 Zi =0,9 Di = 0,9 . 4,4998 ft = 4,0498 ft 3. Menentukan panjang impeler L/Di L = ¼ (Geankoplis, tabel 3.4-1 hal 144) = ¼ Di = ¼ . 4,4998 ft = 1,1249 ft 4. Menentukan lebar daun impeller W/Di = 0,17

W W

= 0,17. Di =0,17 . 4,4998 ft = 0,7649 ft

5. Menentukan tebal blades J/Dt J = 1/12 = Dt/12 = 13,4993 ft /12 = 1,1249ft 6. Menentukan jumlah pengaduk n=
Hliquida 2xDi 2 22,0789 ft 2 x(4,4998) 2

( Geankoplis tabel 3-4.1 hal. 144)

=

= 0,5452 buah ≈ 1 buah Perhitungan Daya Pengaduk P= Φ.ρ.n 3 .Di 5 gc (G.G. Brown hal 508.)

Dimana : P = Daya Pengaduk Φ = Power number ρ = Densitas bahan Di = Diameter impeller gc = 32,2 lbft/dt2.lbf n = putaran pengaduk = 100 rpm = 1,67 rps Menghitung bilangan Reynold (NRe)

NRe =

Di 2 .n.ρ μ

Asumsi: μair = 1,05 cp x 6,7197.10-4 = 7,056.10-4 lbm/ft.dt NRe = lbm/ft.dt cp

4,4998 2.1,67rpm.65,541lb/ft 2 7,056.10 -4 lbm/ft.detik

= 3.140.875,767 (aliran turbulen >> 2100) Dari G.G Brown fig.4.77 hal 507 didapatkan Φ = 7 P=

7.(65,541lb/ft 3 ).(1,67rps) 3 .(4,4998) 5 32,2lb.ft/dt 2 .lbf

=9935,9143 lb.ft/dt = 9935,9143 lb.ft/dt x = 18,065 Hp ≈ 18 HP Kehilangan daya Gain Losses 10 % Transmission System Losses (kebocoran tenaga akibat motor, seperti pada belt dan gear) 15 % power input. Sehingga daya yang dibutuhkan: P yang dibutuhkan = (10 + 15 %) P + P = (0,1+0,15) 18 + 18 HP = 22,5 HP ≈ 23 HP
1Hp 550lb.ft/d t

Kesimpulan: Nama alat Kode Fungsi = Tangki Clarifier = F-210 = Sebagai tempat terjadinya koagulasi dan flokulasi yaitu dengan jalan penambahan alum atau Al2(SO4)3.18 H2O Bahan Kapasitas do Jumlah = Carbon steel SA 283 Grade D = 298.327,4586 lb/jam = 12 in = 1 ft = 3 buah

Dimensi Pengaduk: Jenis pengaduk bahan impeller = axial turbin 6 blades sudut 45o (GG.Brown hal 507) = High Alloy Steel SA 240 Grade M type 316 = Hot Roller SAE 1020 = 4,4998ft = 4,0498 ft

Bahan poros pengaduk Diameter impeller

Tinggi impeller dari dasar tangki Panjang impeller = 1,1249 ft

Lebar daun impeller = 0,7649 ft Tebal blades Jumlah pengaduk = 1,1249ft = 1 buah

7. Sand Filter (H-216) Fungsi : untuk menyaring partikel – partikel yang masih ada dalam air dari bak air clarifier. Ketentuan : - Berbentuk silinder dengan tutup atas dan tutup bawah berbentuk standart dished head. - Waktu penyaringan : 0,5 jam - Bahan Bed pasir - Volume bahan dalam silinder = 85% a. Penentuan volume bejana Rate Volumetrik : 135,3191 m3/jam Volume air dalam bejana = 135,3191 m3/jam x 0,5 jam = 67,6596 m3 Porositas = Asumsi
Vruangkosong Vruangkosong + V pada tan

= -Porositas bed = 0,4 - Air terisi dalam bed = 60% air masuk

Maka air dalam bed = 0,6 x 67,6596 m3 = 40,5957m3 Sehingga Vb = Vp- Vair Maka volume ruang kosong = 0,15 x 67,6596 m3

= 10,1489 m3

Maka persamaan tersebut diatas menjadi: 0,4 = 10,1489 10,1489 + V p

Vpadatan= 15,7982 m3 Sehingga Vb = Vp + Vair =15,7982 + 10,1489 = 25,9471 Bila bejana terisi oleh 85% bahan, maka: Vbejana = 25,9471 0,85

= 30,526 m3 b. Penentuan dimensi bejana Mula – mula bejana dianggap berbentuk silinder dengan perbandingan: L/D Vb = 1,5 = π/4 x D2 x L

30,536 m3 = 1,178D3 D = 2,9592 m = 116,5039 in ≈ 120 in

Standardisasi (Tabel 5.7 Brownell and Young ) Diameter standart = 120 in = 10 ft =3,048m Tinggi silinder : 1,5 x 120 = 180 in = 4,572m

Kesimpulan : Nama Alat : Sand Filter Kode Alat : F-217 Fungsi : untuk menyaring partikel yang masih terdapat dalam air.

Dimensi bejana: D: 3,0441 m L: 4,572 m Bahan Konstruksi : Carbon Steel Jumlah : 1 buah

8. Bak Air Bersih (F-217) Fungsi Laju alir : untuk menampung air bersih yang berasal dari sand filter. = 135.319,0679 kg/jam = 135,3191 m3/jam

Volume air =135,3191 m3/jam x 24 jam = 3.247,6584 m3 Direncanakan bak berisi 80% volume maka : Volume bak = 135,3191 3 m 0,8

= 169,1489 m3 Bak berbentuk persegi panjang dengan ukuran : Tinggi = lebar = x Panjang = 2,5 x

Vb 169,1489 x

= 2,5 x3 m3= 2,5 x3

= 4,0783 m

Kesimpulan : Nama alat = Bak Air Bersih

Kode = F-218 Tinggi = 4,0783 m Lebar = 4,0783 m Panjang = 10,1871 m Bahan Konstruksi = beton bertulang 9. Pompa ke Bak Klorinasi (L-219) Fungsi Type Bahan Rate Air : untuk mengalirkan air dari bak air bersih ke bak klorinasi : sentrifugal : Cast Iron = = ρ air μair 63600 kg/hari = 2650 kg/jam 5842,19 lb/jam

= 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10-4lb/ft.detik 5842,19 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 93,4750 ft3/jam = 1,5579 ft3/menit = 0,025965 ft3/detik = 11,6532 gpm

Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (0,025965) 0,45 (62,1608)0,13 = 1,2912 in 1 ½ in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: OD A ID = 1,9 in = 2,04 in2 = 1,610 in = 0,1583 ft = 0,0142 ft2. = 0,1342 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 0,025965 ft 3 / s = = 1,8285 ft / s A 0,0142 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,1342 x1,8285 = = 25.202,5003 μ 6,0523.10 − 4

Karena 25.202,5003 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 1,1252.10 −3 0,1342

ε
D

Diperoleh f

= 0,0013

Asumsi panjang pipa = 800 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,1342)+(4 x 35 x 0,1342) = 60,2558 ft

Δl

= 800 +60,2558 ft = 860,2558

Menghitung friksi pompa Ff

ΔL v 2 x =4xfx D 2 gc
= 4 x 0,008 x 860,2558 (1,8285) x 0,1342 2 x32,174
2

Ff

= 0,8963 ft. lbf/lbm Menghitung friksi kontraksi Kc A1 A2 =0,55 1 − A2 A1

= luas sungai ≈ 0 = luas penampang pipa = 0,3472 ft2

Kc hc

= 0,55 (1-0) = 0,55 = Kc. v2 (1.8285 ft 2 / s ) 2 = 0,55 = 0,0156 ft.lbf / lbm 2.gc 2.32,174

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 800 m Gate valve wide open = 1 buah; Kf = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Kf = 35 = 1 buah, Kf = 6

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17 = Kf .

v2 (4,2515 ft / s ) = 9,17 = 2,5758 ft.lbf / lbm 2.32,174 2 gc

Menghitung friksi ekspansi Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

(1,8285 ft / s ) 2 v2 =kex . =1 = 0,0519 ft.lbf .lbm 2 gc 2.32,174

sehingga: ΣF = (0,8963 + 0,0156 + 0,4765 +0,0519 )ft.lbf.lbm = 1,4403 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft

P1 P2 v1 v2

= tekanan operasi sungai

= 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak air bersih = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 1,828/5 ft/s

Menentukan Daya Pompa ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠ 1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (1,8285 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 1,4403 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 31,2396 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP =
( −Ws ) xQxρ 550

31,2396 x0,025965 ft 3 / sx62,1608 WHP = = 0,0917 Hp 550 Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 48% BHP = WHP 0,0917 = = 0,191Hp ≈ 0,5 Hp 0,48 ηP

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 80% Daya Pompa Aktual = BHP = 0,5 = 0,625Hp = 1HP 0,8

η

Kesimpulan: Nama alat Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa klorinasi = untuk memompa air dari bak air bersih menuju ke bak klorinasi = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel

Dimensi Pmpa: Kapasitas = 0,025965 ft3/s

Ukuran Pipa = 1 ½ in IPS Sch 40” Panjang pipa = 860,2558 ft daya pompa n = 1 HP = 1 buah

10.

Bak Klorinasi (F-227) Fungsi : untuk menampung air bersih membunuh kuman penyakit. Rate Volumetrik Waktu tinggal Volume bak : 63600 kg/hari = 2650 kg/jam = 2,65 m3/jam : 5 jam : 2,65 m3/jam x 5 jam= 13,25 m3 serta proses klorinasi untuk

Direncanakan bak berisi 85%nya maka: Volume tangki : 13,25 = 15,5882 m 3 0,85

Direncanakan bak berbentuk silinder dengan panjang L = 1,5D V = π/4 x D2 x 1,5D 15,5882= π/4 x D2 x 1,5D 15,5882= 1,1775 D3 D = 2,3656 m L = 3,5484 m Klorin diperlukan tiap 100 ton air= 0,01 kg Kebutuhan Klorin per tahun = (63600/100.000)x 0,01 x 330 hari/tahun = 20,988 Kesimpulan: Kode alat Kapasitas Bentuk Dimensi: : F-230 :15,5882 m3 : silinder tertutup - Diameter = 2,3656 m - Panjang = 3,5484 m

11.

Pompa tangki air sanitasi (L-228) Fungsi : untuk memompa air sanitasi dari bak air sanitasi ke peralatan Type : sentrifugal Bahan : Cast Iron Rate Air= 2650 kg/jam

= ρ air μair

5842,19 lb/jam

= 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10-4lb/ft.detik 5842,19 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 93,4750 ft3/jam = 1,5579 ft3/menit = 0,025965 ft3/detik = 11,6532 gpm Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (0,025965) 0,45 (62,1608)0,13 = 1,2912 in 1 ½ in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: OD A ID = 1,9 in = 2,04 in2 = 1,610 in = 0,1583 ft = 0,0142 ft2. = 0,1342 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 0,025965 ft 3 / s = = 1,8285 ft / s A 0,0142 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,1342 x1,8285 = = 25.202,5003 μ 6,0523.10 − 4

Karena 25.202,5003 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88)

ε

= 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 1,1252.10 −3 0,1342 = 0,0013

ε
D

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 800 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,1342)+(4 x 35 x 0,1342) = 60,2558 ft

Δl

= 800 +60,2558 ft = 860,2558

Menghitung friksi pompa Ff

ΔL v 2 x =4xfx D 2 gc
= 4 x 0,008 x 860,2558 (1,8285) x 0,1342 2 x32,174
2

Ff

= 0,8963 ft. lbf/lbm Menghitung friksi kontraksi Kc A1 A2 =0,55 1 − A2 A1

= luas sungai ≈ 0 = luas penampang pipa = 0,3472 ft2

Kc hc

= 0,55 (1-0) = 0,55 = Kc. v2 (1.8285 ft 2 / s ) 2 = 0,55 = 0,0156 ft.lbf / lbm 2.gc 2.32,174

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 800 m Gate valve wide open = 1 buah; Kf = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Kf = 35 = 1 buah, Kf = 6

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17 = Kf .

v2 (4,2515 ft / s ) = 9,17 = 2,5758 ft.lbf / lbm 2.32,174 2 gc

Menghitung friksi ekspansi Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

(1,8285 ft / s ) 2 v2 =kex . =1 = 0,0519 ft.lbf .lbm 2 gc 2.32,174

sehingga: ΣF = (0,8963 + 0,0156 + 0,4765 +0,0519 )ft.lbf.lbm = 1,4403 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft

P1 P2 v1 v2

= tekanan operasi sungai

= 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak klorinasi = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 1,828/5 ft/s

Menentukan Daya Pompa ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠ 1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (1,8285 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 1,4403 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 31,2396 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP =
( −Ws ) xQxρ 550

31,2396 x0,025965 ft 3 / sx62,1608 WHP = = 0,0917 Hp 550 Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 48% BHP = WHP 0,0917 = = 0,191Hp ≈ 0,5 Hp 0,48 ηP

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 80% Daya Pompa Aktual = BHP = 0,5 = 0,625Hp = 1HP 0,8

η

Kesimpulan: Nama alat Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa Air Sanitasi = untuk memompa air dari bak air klorinasi ke bak air sanitasi = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel

Dimensi Pompa: Kapasitas = 0,025965 ft3/s

Ukuran Pipa = 1 ½ in IPS Sch 40” Panjang pipa = 860,2558 ft daya pompa n = 1 HP = 1 buah

12.

Bak Air Sanitasi (F-229) Fungsi : untuk menampung air dari bak klorinasi. : 63600 kg/hari = 2650 kg/jam = 2,65 m3/jam : 5 jam : 2,65 m3/jam x 5 jam= 13,25 m3

Rate Volumetrik Waktu tinggal Volume bak

Direncanakan bak berisi 85%nya maka: Volume tangki : 13,25 = 15,5882 m 3 0,85

Direncanakan bak berbentuk silinder dengan panjang L = 1,5D V = π/4 x D2 x 1,5D 15,5882= π/4 x D2 x 1,5D 15,5882= 1,1775 D3 D = 2,3656 m L = 3,5484 m Klorin diperlukan tiap 100 ton air= 0,01 kg Kebutuhan Klorin per tahun = (63600/100.000)x 0,01 x 330 hari/tahun = 20,988 Kesimpulan: Kode alat Kapasitas Bentuk Dimensi: Diameter = 2,3656 m Panjang = 3,5484 m : F-232 :15,5882 m3 : silinder tertutup

13. Pompa Demineralizer (L-218) Fungsi : untuk mengalirkan air dari bak air bersih ke tangki Demineralizer Type : sentrifugal Bahan : Cast Iron Rate Air = 3.184.057.63 kg/hari = 132.669,0679 kg/jam

= 292.482,227 lb/jam = 81,2451 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10-4lb/ft.detik 292482,327 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 4679,7156 ft3/jam = 77,9953ft3/menit = 583,4045 gpm Rate Air = 135.319,0679kg/jam = 298.327,4586 lb/jam = 82,8687 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10 -4 b/ft.detik 298.327,4586 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

= 4.773,2393 ft3/jam = 79,5539 ft3/menit = 1,2999 ft3/detik = 662,4584gpm Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (1,2999) 0,45 (62,1608)0,13 = 7,5073 in 8 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID A = 8,625 in = 50 in2 = 0,71875 ft = 0,3472 ft2.

ID

= 7,981 in

= 0,6651 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 1,2999 ft 3 / s = = 3,7439 ft / s A 0,3472 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,6651x3,7439 = = 255.745,1086 μ 6,0523.10 − 4

Karena 255.745,1086> 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 2,2703.10 − 4 0,6651 = 0,0043

ε
D

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,6651)+(4 x 35 x 0,6651) = 298,6299 ft

Δl

= 500 +298,6299 ft = 798,6288

Menghitung friksi pipa Ff =4xfx

ΔL v 2 x D 2 gc
798,6299 (3,7439 ) x 0,6651 2 x32,174
2

Ff

= 4 x 0,0043 x

= 4,4988 ft. lbf/lbm Kc Δ1 Δ2 Kc hc =0,55 1 − A2 A1

= luas sungai ≈ 0 = luas penampang pipa = 0,3472 ft2 = 0,55 (1-0) = 0,55

v2 (3,7439 ft 2 / s) 2 = 0,55 = 0,1198 ft.lbf / lbm = Kc. 2.32,174 2.gc

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 500 m Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17 = Kf .

v2 (3,7439 ft / s) = 9,17 = 1,9975 ft.lbf / lbm 2.32,174 2 gc

Menghitung friksi ekspansi Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

v2 (3,7439 ft / s) 2 =1 = 0,2178 ft.lbf .lbm =kex . 2.32,174 2 gc

sehingga: ΣF = (4,4988 + 0,1198+1,9975+0,2178 )ft.lbf.lbm = 6,8339 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft P1 P2 v1 v2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak air bersih

= kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 3,7439 ft/s ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠

1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (3,7439 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 6,8339 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 31,4054 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP =
( −Ws ) xQxρ 550

WHP =

31,4054 x1,4761 ft 3 / sx62,1608 = 4,614 Hp 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 83% BHP = WHP 4,614 = = 5,559 Hp ≈ 6 Hp ηP 0,83

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 85% Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Nama alat Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa Demineralizer = untuk memompa air menuju ke bak demineralizer = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel BHP = 6 = 9,2307 = 10 HP 0,85

η

Dimensi Pompa: Kapasitas = 1,2999 ft3/s

Ukuran Pipa = 8 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 798,6299 ft daya pompa = 10 HP

n

= 1 buah

14. Demineralizer Terdiri dari kation dan anion exchanger untuk penghilangan kation dan anion yang tidak digunakan. A. Anion Exchanger ( D-220A) Fungsi : untuk menghilangkan anion SO42-, NO2-, F= 4679,7156 ft3/jam = 112313,1744 ft3/hari = 292482,227 lb/jam = 840214,8577 gal/hari Jika anion exchanger itu beroperasi selama 16 jam/ hari dan 8jam regenerasi, maka laju alirnya menjadi =
840214,8577 = 875,2238 gpm 16 x60

Kebutuhan air lunak

Kandungan air masuk yang akan dihilangkan anionnya: SO42- = 200 mg/L NO2F=

= 4,169 mek/L = 0,333 mek/L = 0,079 mek/L = 4,577 mek/L

10 mg/L

= 1,5 mg/L Total

Dalam penukaran ion, anion – anion diatas diubah menjadi anion OH= 4,577 . 10-3 x 875,2238 x 16 x 60 x 3,785 = 14555,83582 grek/ hari

Digunakan resin OH- dengan kapasitas operasi 16 grek/ ft3 dan regenerasi tiap hari Volume resin =
14555,83582 16

= 909,7397 ft Direncanakan akan digunakan sebuah unit penukaran ion dengan tinggi bed = 600 in = 50 ft Sehingga diameter bed:
⎡ ⎤ 4 x vol D = ⎢ ⎥ ⎣ π x tinggi re sin ⎦
0.5

⎡ 4 x909,7397 ⎤ =⎢ ⎥ ⎣ π x 50 ⎦

0,5

= 4,8131 ft

Tinggi tangki = 2 x tinggi resin = 2 x 50 ft = 100 ft B. Kation Exchanger (D-220B) Fungsi : menghilangkan kation – kation Mg2+, Ca2+, H+, Fe2+, dan Mn2+. Kebutuhan air lunak = 840.214,8577gal/ hari Jika kation exchanger itu beroperasi selama 16 jam/ hari dan 8 jam regenerasi maka laju alirnya =
840214,8577 = 375,2238 gpm 16 x60

Kandungan air masuk yang akan dihilangkan kationnya: Mg2+, Ca2+ H+ Fe2+ = 0,1 mg/L = 1 mg/L = 0,5995 mek/L = 0,1 mek/L = 10,0356 mek/L = 0,0182 mek/ L = 0,7533 mek/L

Mn2+ = 0,5 mg/L Total

Dalam pertukaran ion, kation kation di atas dirubah menjadi kation H+ = 0,7533. 10-3 x 875,2238 x 16 x 60 x 3,785 = 2395,6546 grek/ hari Digunakan resin OH- dengan kapasitas operasi 7 grek/ ft3 dan regenerasi tiap hari Volume resin =
2395,6546 7

= 342,2364 ft Direncanakan akan digunakan sebuah unit penukaran ion dengan tinggi bed = 30 in = 360 ft Sehingga diameter bed:
⎡ ⎤ 4 x vol D = ⎢ ⎥ ⎣ π x tinggi re sin ⎦
0.5

⎡ 4 x342,2364 ⎤ =⎢ ⎥ ⎣ π x 30 ⎦

0,5

= 14,5249 ft

Tinggi tangki = 2 x tinggi resin = 2 x 30 = 60ft

15. Bak Air Lunak (F-221) Fungsi : untuk menampung air lunak dan kondensat sebelum ke Deaerator Rate Volumetrik : 132.669,0679 kg/jam : 132,6691m3/jam Waktu tinggal Volume bak : 5 jam : 132,6691m3/jam x 5 jam : 663,3455 m3

Direncanakan bak berisi 85%nya maka: Volume tangki : Tinggi = lebar = x Panjang = 2,5 x Vb = 2,5 x3 = 2,5 x3 = 6,7936 m 663,3455 = 780,4065m 3 0,85

780,4065m3 x Kesimpulan : Tinggi= Lebar = 6,7936 m 6,7936 m

Panjang = 16,9590m Bahan Konstruksi = beton bertulang

16. Pompa Deaerator (L-222) Fungsi : untuk mengalirkan air dari bak air lunak ke deaerator Type : sentrifugal Bahan : Cast Iron Rate Air= 852.782,616 kg/hari = = 35.532,609 kg/jam 78.335,1898 lb/jam

= 21,7598 lb/detik ρ air μair = 62,1608 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10-4lb/ft.detik

Jumlah air yang harus dipompa =

78.335,1898 62,1608

= 1260,2024 ft3/jam = 0,35006 ft3/detik = 157,12623 gpm Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (0,35006) 0,45 (62,1608)0,13 = 4,1599 in 4 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID A ID = 4,500 in = 0,08840 ft2. = 4,026 in = 0,3355 ft = 0,375 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 Q 0,35006 ft 3 / s = = = 3,9599 ft / s A 0,08840 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,3355 x3,9599 = = 153503,07016 μ 5,38.10 − 4

Karena 153.503,07016 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft

ε
D

=

0,000151 = 4,5007.10 − 4 0,3355 = 0,008

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,3355)+(4 x 35 x 0,3355)+ (1x300x0,3355) = 150,6395 ft

Δl

= 500 +150,6395 ft = 650,6395

Menghitung friksi pompa Ff

ΔL v 2 x =4xfx D 2 gc
= 4 x 0,008 x 650,6395 (3,9599) x 0,3355 2 x32,174
2

Ff

= 15,12276 ft. lbf/lbm Menghitung friksi kontraksi Kc A1 A2 =0,55 1 − A2 A1

= luas penempang bak air lunak = 29146,0443 ft2 = luas penampang pipa = 0,08840 ft2

A2 = 3,0052.10 −6 A1
Kc hc = 0,55 (1-3,0052.10-6) = 0,54999 = Kc.

v2 (3,9599 ft 2 / s) 2 = 0,54999 = 0,13403 ft.lbf / lbm 2.32,174 2.gc

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 500 m Gate valve wide open = 1 buah; Kf = 0,17 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 3 buah; Kf = 0,75 = 1 buah, Kf = 6

= 0,17 + (3 . 0,75) + 6 = 8,42 = Kf .

v2 (3,9599 ft / s) = 8,42 = 2,05185 ft.lbf / lbm 2.32,174 2 gc

Menghitung friksi ekspansi Kex A1 A2

A1 2 ) A2 = luas penampang pipa = 0,08840 ft2
= (1 = luas penampang deaerator = 738,,04689 ft2

A2 = 1,19776.10 −4 A1
= (1- 1,19776.10 −4 )2 = 0,99876 hex =kex .

v2 (3,9599 ft / s) 2 = 0,9999 = 0,24363 ft.lbf .lbm 2.32,174 2 gc

sehingga: ΣF = (15,12276 + 0,13403 + 2,05185 +0,24363 )ft.lbf.lbm = 17,5523 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 2,1104 ft = tinggi titik 2 dari datum = 6,05 ft

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 6,05ft – 2,1104 ft = 3,9395 ft P1 P2 v1 v2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi deaerator = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 3,9599 ft/s

Menentukan daya pompa ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠ 1 3,9395 2116,8 − 2116.8 (3,9599 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 15,12276 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 19,3059 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP =
(−Ws ) xQxρ 550

WHP =

19,3059 x0,35006 ft 3 / sx62,1608 = 0,7638 Hp 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 75%

BHP =

WHP 0,7638 = = 1,0184 Hp ≈ 1Hp ηP 0,75

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 80% Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Nama alat Kode Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa deaerator = L-222 = untuk memompa air menuju ke tangki deaerator = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel BHP = 1 = 1,25 HP 0,80

η

Dimensi Pmpa: Kapasitas = 3,9599 ft3/s

Ukuran Pipa = 4 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 650,6395 ft daya pompa n = 1,25 HP = 2 buah (1 cadangan)

17. Pompa Peralatan (L-226) Fungsi : untuk mengalirkan air dari bak air pendingin ke cooling tower Type : sentrifugal Bahan : Cast Iron Rate Air= 897.522,4567 kg/jam = 1.978.696,181 lb/jam = 549,6384 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10-4lb/ft.detik 1.978.696,181 62,5 = 31.659,1389 ft3/jam = 527,6523 ft3/menit = 8,7942 ft3/detik = 3.947,3871 gpm Rate Air = 135.319,0679 kg/jam = 298.327,4586 lb/jam = 82.8687 lb/detik ρ air μair = 62,5 lb/ft3 = 0,9 cps = 6,0523 . 10 -4 b/ft.detik = 298.327,4586 62,5

Jumlah air yang harus dipompa =

Jumlah air yang harus dipompa

= 4.773,2393 ft3/jam = 79,5539 ft3/menit = 1,2999 ft3/detik = 662,4584gpm

Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (1,2999) 0,45 (62,1608)0,13 = 7,5073 in 8 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID A ID = 8,625 in = 50 in2 = 7,981 in = 0,71875 ft = 0,3472 ft2. = 0,6651 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 1,2999 ft 3 / s = = 3,7439 ft / s A 0,3472 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,6651x3,7439 = = 255.745,1086 μ 6,0523.10 − 4

Karena 255.745,1086> 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft = 0,000151 = 2,2703.10 − 4 0,6651 = 0,0043

ε
D

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o = 4 buah; Le/D = 35

Globe valve wide Le

= 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,6651)+(4 x 35 x 0,6651) = 298,6299 ft

Δl

= 500 +298,6299 ft = 798,6288

Menghitung friksi pipa Ff

ΔL v 2 x =4xfx D 2 gc
= 4 x 0,0043 x 798,6299 (3,7439 ) x 0,6651 2 x32,174
2

Ff

= 4,4988 ft. lbf/lbm Kc Δ1 Δ2 Kc hc =0,55 1 − A2 A1

= luas sungai ≈ 0 = luas penampang pipa = 0,3472 ft2 = 0,55 (1-0) = 0,55 = Kc.

v2 (3,7439 ft 2 / s) 2 = 0,55 = 0,1198 ft.lbf / lbm 2.32,174 2.gc

Menghitung friksi Asumsi panjang pipa = 500 m Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17

hf

= Kf .

v2 (3,7439 ft / s) = 9,17 = 1,9975 ft.lbf / lbm 2.32,174 2 gc

Menghitung friksi ekspansi Kex

Δ1 2 ) Δ2 = (1-0)2
= (1 =1

hex

=kex .

v2 (3,7439 ft / s) 2 =1 = 0,2178 ft.lbf .lbm 2.32,174 2 gc

sehingga: ΣF = (4,4988 + 0,1198+1,9975+0,2178 )ft.lbf.lbm = 6,8339 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft P1 P2 v1 v2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak air bersih

= kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 3,7439 ft/s ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠

1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (3,7439 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 6,8339 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608

-Ws

= 31,4054 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP =
(−Ws ) xQxρ 550

WHP =

31,4054 x1,4761 ft 3 / sx62,1608 = 4,614 Hp 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 83% BHP = WHP 4,614 = = 5,559 Hp ≈ 6 Hp ηP 0,83

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 85% Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Nama alat Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa Demineralizer = untuk memompa air menuju ke bak demineralizer = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel BHP = 6 = 9,2307 = 10 HP 0,85

η

Dimensi Pompa: Kapasitas = 1,2999 ft3/s

Ukuran Pipa = 8 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 798,6299 ft

daya pompa n

= 10 HP = 1 buah

18. Tangki Deaerator ( F-232) Fungsi : untuk menghilangkan gas impurities dalam air umpan boiler dengan pemanas steam Rate Volumetrik : 35.532,6090 kg/jam : 35,5326 m3/jam Waktu tinggal Volume bak : 0,5 jam : 35,5326 m3/jam x 0,5 jam = 17,7663m3

Direncanakan bak berisi 85%nya maka: Volume tangki : 17,7663 = 20,9015m 3 0,85

Direncanakan bak berbentuk silinder dengan panjang L = 2D V = π/4 x D2 x 2D D = 2,370m L = 4,740m Kesimpulan : Kapasitas Bentuk Diameter Tinggi : 20,9015m3 : silinder horisontal = = 2,370m 4,740m

Bahan Konstruksi = beton bertulang

19. Bak Air Pendingin (F-225) Fungsi : untuk menampung air lunak, air pendingin dari Cooling Tower. Rate volumetrik = (make up + air pendingin ) = (3.184.057,63 + 21.540.538,96) = 24.724.596,59 kg/hari = 1.030.191,525 kg/jam = 1030,1915 m3/jam Waktu tinggal = 5 jam Volume = 1.030,1915 m3/jam x 5 jam = 5.150.957,625m3

Direncanakan bak berisi 85%nya maka: Volume tangki : Tinggi = lebar = x Panjang = 2x Vb = 2 x3 5.150.957,625 = 6.059.950,147 m 3 0,85

6.059.950,147 m3= 2 x3 x Kesimpulan : Kapasitas Tinggi Lebar Panjang = 6.059.950,147m3 = 1.740,6824m

= 1.740,6824m = 1.740,6824m = 3.481,3647 m

Bahan Konstruksi = beton bertulang

20. Cooling Tower (P-231) Fungsi : mendinginkan air untuk proses pendinginan

Rate air = 897.522,4567 Kg/jam = 897,5225m3/jam = 237.098,5188 gpm = 3.951,6420 gpm Suhu wet bulb (kelembaban 70%) = 25 ˚C Suhu air masuk Suhu air keluar menara = 45 ˚C = 113 ˚F = 30 ˚C = 86 ˚F

Jenis Counter Flow Induced Draft Cooling Tower Konsentrasi air = 2 gpm/ ft3 Luas area pendingin =
3.951,6420 = 1.975,8210 ft 2 2

Diambil persentase standard performance sebesar 100% sehingga dari fig 12-15. Perry didapat: HP / luas tower Power pan Jadi power pan = 0,041 Hp/ ft2 = 6,6676 Hp = 7 Hp

22. Pompa Air Pendingin (L-224) Fungsi : untuk mengalirkan air dari bak air lunak ke bak air pendingin Type : sentrifugal Bahan : Cast Iron Rate Air = 180.356,6651 lb/jam

ρ air μair

= 62,1608 lb/ft3 = 0,9 cps = 5,38 . 10 -4 b/ft.detik 180.356,6651 62,1608

Jumlah air yang harus dipompa =

= 2901,4534 ft3/jam = 0,80596 ft3/s Dari Timmerhaus ed. 4 hal 496 didapat: Diopt = 3,9 (Qf) 0,45 (ρ)0,13 = 3,9 (0,80596) 0,45 (62,1608)0,13 = 6,0543 in 6 in IPS Sch 40” (Geankoplis hal 892 App A-5) diperoleh: ID A ID = 6,625 in = 0,2007 ft2. = 6,065 in = 0,5054 ft = 0,5521 ft

Kecepatan aliran fluida dalam pipa (v2) v2 = Q 0,80596 ft 3 / s = = 4,0157 ft / s A 0,2007 ft 2

Menentukan NRe NRe =

ρDv 62,1608 x0,5054 x 4,0157 = = 234.496,1262 μ 5,38.10 − 4

Karena 234.496,1262 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen Dipilih pipa Commersial Steel (fig 2.10-3 Geankoplis, hal 88) ε = 4,6 . 10-5 in = 0,000151 ft

ε
D

=

0,000151 = 2,9877.10 − 4 0,5054 = 0,004

Diperoleh f

Asumsi panjang pipa = 500 m Dari tabel 12.10-1 Geankoplis hal 98 didapat= Gate valve wide open = 1 buah; Le/D = 9 elbow, 90o Globe valve wide Le = 4 buah; Le/D = 35 = 1 buah, Le/D = 300

= (1x 9 x 0,5054)+(4 x 35 x 0,5054)x (1 x 300 x 0,5054) = 226,9246 ft

Δl

= 500 +226,9246 ft = 726,9246 ft

Menghitung friksi pompa Ff

ΔL v 2 . = 4.f. D 2 gc
= 4 . 0,004 . = 1,4362

726,9246 4,0157 2 . 0,5054 2.32,174

Menghitung friksi kontraksi Kc A1 A2 =0,55 1 − A2 A1

= luas penampang bak air lunak = 29416,0443 ft2 = luas penampang pipa = 0,2007 ft2

A2 = 6,823.10 −6 A1
Kc hc = 0,55 (1-6,823.10-6) = 0,54999 = Kc. v2 (4,0157 ft 2 / s ) 2 = 0,54999 = 0,03432 ft.lbf / lbm 2.gc 2.32,174

Menghitung friksi Gate valve wide open = 1 buah; Kf = 0,17 elbow, 90o Globe valve wide ΣKf hf = 4 buah; Kf = 0,75 = 1 buah, Kf = 6

= 0,17 + (4 . 0,75) + 6 = 9,17 = Kf . (4,0157 ft / s ) v2 = 9,17 = 2,2980 ft.lbf / lbm 2 gc 2.32,174

Menghitung friksi ekspansi A1 A2 = luas penampang pipa = 0,05130 ft2 = luas penampang air lunak = 29416,0443 ft2

A2 = 1,7439.10 − 6 A1
Kex = (1 -

Δ1 2 ) Δ2

= (1-1,7619.10-6)2 = 0,99999 hex (4,0157 ft / s ) 2 v2 =kex . = 0,9999. = 0,2506 ft.lbf .lbm 2 gc 2.32,174

sehingga: ΣF = (1,4361 + 0,03432 + 2,2980 +0,2506 )ft.lbf.lbm

= 2,0190 ft.lbf.lbm Direncanakan ΔZ1 ΔZ2 = tinggi titik 1 dari datum = 0 ft = tinggi titik 2 dari datum = 31,1876 ft

Jadi ΔZ= ΔZ1 – ΔZ2 = 31,1876 ft – 0 ft = 31,1876 ft P1 P2 v1 v2 = tekanan operasi sungai = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2

= tekanan operasi bak air lunak = 14,7 psia = 2116,8 lb/ft2 = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 0 ft/s = kecepatan aliran fluida dalam sungai = 4,0157 ft/s ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠

1 31,1876 2116,8 − 2116.8 (4,0157 2 − 0 2 ) + 32,174( )+( ) + 2,0190 + Ws =0 2 x32,174 32,174 62,1608 -Ws = 33,4572 ft lbf.lbm

Tenaga penggerak Pompa WHP =
(−Ws ) xQxρ 550

WHP =

(33,4572) x0,80596 ft 3 / sx62,1608 = 3,0476 Hp 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 48 % BHP = WHP 3,0476 = = 6,3491 Hp ≈ 7 Hp ηP 0,48

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 86% Daya Pompa Aktual = Kesimpulan: Nama alat Kode Fungsi Type Bahan Bahan pipa = Pompa air pendingin = L-224 = untuk memompa air dari bak air lunak ke bak air pendingin = Pompa centrifugal = Cast Iron = Comersial Steel BHP = 7 = 8,139 = 8 HP 0,86

η

Dimensi Pmpa: Kapasitas = 0,80596 ft3/s

Ukuran Pipa = 6 in IPS Sch 40” Panjang pipa = 726,9246 ft daya pompa n = 8 HP = 1 buah

Unit Penyediaan Refrigerant (NH3) Kebutuhan refrigerant pada utilitas digunakan pada cooler (E-131) dan kondensor (E-142). Kebutuhan Refrigerant sebagai pendingin : 2.686,7985 + 126.430,5149 kg/jam = 129.117,3134 kg/jam Make up Refrigerant NH3 Jadi kebutuhan refrigerant =5% = 0,05 x 129.117,3134 kg/jam

= 6455,8657 kg/jam

1. Tangki penyimpan refrigerant Fungsi Type : Menyimpan refrigerant : Silinder tegak dengan tutup atas berbentuk standar dished dan tutup bawah conical. Dasar Perencanaan: - Suhu (T) - Tekanan - Massa - ρ amonia : -25 º C : 1 atm : 135.573,1791 kg/jam = 298.884,6306 lb/jam : 0,987 g/cm3 = 59,1212 lb/ft3

- Waktu tinggal : 24 jam - Van kontruksi : SS SAE 240 Grade M type 316 a. Menentukan Vtangki massa amonia : 6219,4817 lb/jam x 24 jam = 149267,5612 lb V amonia :
m

ρ

=

298.884,6306 lb 59,1212lb / ft 3

= 5055,4561 ft3 V total mengisi 80 % dari V NH3, maka : V total :

Vamonia 5055,4561 ft 3 = = 6319,3201 ft 3 80% 0,8

b. Menentukan diameter tangki Asumsi : Ls = 1,5 di

V liquida =

π di 3 + xdi 2 xLs 24 tg 1 α 4 2
x di 3 π + xdi 2 x1,5di 24 tg 1 .120 4 2 x

π

6319,3201 ft3 = 6319,3201 ft3 di3 di

π

= 0,22661 di3 + 1,1775 di3 = 4502,2229 = 16,5123 ft = 198,1483 in

c. Menentukan tinggi tutup bawah Tinggi liquid dalam shell =
Vliquid dalam shell π/4.di 2

=

6319,3201 ft 3 π / 4.(16,5123) 2

= 29,5097 ft d. Menentukan P design Phidrostatik =

ρ ( H − 1)
144

(59,1212lb / ft 3 ).(29,5097 − 1) = 144 = 11,7050 Psi P design = 14,7 Psia + 11,7050 Psia = 26,4050 Psia = 26,4050 Psia – 14,7 psig = 11,7050 psig

e. Menentukan tebal tangki ts = pi.di +c 2( f .E − 0,6. pi ) 11,7050.198,1483in 1 + 2(18750.0,8 − 0,6.11,7050) 16
2,2375 ≈ 3/16 in 16

=

= 0,1398 x 16/16 = Standardisasi do

do = di + 2ts do do = 198,1483 + 2(3/16)in = 198,5233 in

Standardisasi do = 204 in (Brownell & Young tab 5-7 hal 90) di = do + 2ts = 204 – 2(3/16)in = 203,625 in = 16,96875 ft f. Menentukan tebal tutup atas berbentuk standard dished r = 170 in icr = 12 ¼ in sf = 1 ½ in tha = 0,885. pi.r +c f .E − 0,1.Pi 0,885(11,7050).170 1 + 18750.0,8 − 0,1.11,7050 16 ( Brownell-Young Tabel 5.7 hal.90)

=

= 0,17991 x

16 16

=

2,8786 3 ≈ in 16 16

Tebal tutup bawah berbentuk conis thb = pi.di 1 + 2( f .E − 0,6 pi) cos α 16 11,7050.(203,625) 1 + 2(18750.0,8 − 0,6.11,7050) cos120 16
16 2,2709 3 in = ≈ 16 16 16

=

= 0,14193 x

g. Menentukan tinggi tangki Vtotal =

πxdi 3
24 xtg 1 α 2

+

πxdi 2
4

.Ls + 0,0847.di 3

6319,3201 ft =

3

π .(16,969) 3
24.tg 60

+

π .(16,969) 2
4

Ls + 0,0847(16,969) 3

6319,3201 ft3 = 369,0688 + 226,0383 Ls + 413,8587 5536,3926 Ls = 226,0383 Ls = 24,4932 ft = 293,9179 in

Menentukan tinggi tutup atas a = di/2 = 203,625/2 in = 101,8125 in AB BC AC = a-icr = (101,8125-(12 ¼ )) in = 89,5625 in = r-icr = (170 -12 ¼ ) in = 157,75 in =
( BC ) 2 − ( AB ) 2 = (157,75) 2 − (89,5625) 2

= 129,8600 in

b

= r-AC = 170 – 129,8600 in = 40,13999 in

ha

= tha+b+sf = (3/16)+(40,13999)+1 ½ in = 41,8275 in

Menentukan tinggi tutup bawah (hb) b hb =
1 / 2di 1 / 2.203,625 = = 58,7815 in tg1 / 2α tg1 / 2.120 o

= b + sf = 58,7815 in + 1,5 in = 60,28147 in

Tinggi tangki = Tinggi (tutup bawah + silinder + tutup atas) = hb + Ls + ha = 60,28147 + 293,9179 in + 41,8275 in = 396,0269 in = 33,0022 ft. Kebutuhan tenaga listrik untuk penerangan No. Bangunan Luas m3 ft2 1. Pos penjagaan 8 86,11 2. Taman 200 2152,73 3. Parkir 400 4305,44 4. Kantor 150 1614,54 5. Perpustakaan 50 538,18 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Kantin Musholla Poliklinik Pos Timbangan truk Laboratorium R&D Gudang produk Gudang bahan baku 56 36 40 20 200 150 200 250 602,7616 387,49 430,544 215,27 2152,73 1614,54 2152,72 2690,91 Foot candle Lumen 861,1 10763,65 43054,4 32290,8 10763,6 3013,808 1937.45 4305,50 2152,70 43054,60 32290,8 21527,2 26909,1

10 5 10 20 20 5 5 10 10 20 20 10 10

14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

Gudang bahan bakar Toilet Listrik PMK Ketel Bengkel Ruang proses Ruang serba guna Perluasan Pengolahan Pembuangan sludge Jalan

80 50 150 36 200 150 2000 250 1000 500 500 1228

861,09 538,18 1614,54 387,49 2152,73 1614,54 21527,30 2690,91 10763,6 5381,82 5381,82 13217,76

10 10 10 5 10 25 25 20 5 10 10 5

8610,9 5381,8 16145,4 1937,45 21527,3 40363,75 538182,50 53818,20 43054,60 53818,20 53818 66088,80

7901 1135671,628 Penerangan seluruh area kecuali jalan dan halaman meggunakan fluoroecent lmp type day light 40 watt yang mempunyai lumen output sama dengan 1960 lumen. Lumen output =
1960 = 49 lumen / Watt 40

Jumlah lumen total = 1135671,628 + 66088,8 + 161454 = 1053437,428 lumen Tenaga listrik yang diperlukan =
1053437,428 49

= 21498,723 Watt Jumlah lampu yang digunakan =
21498,723 40

= 538 buah Untuk penerangan jalan dan halaman digunakan mercuri vapour 100 watt yang mempunyai lumen output = 3000 lumen Lumen output Jumlah lumen =
3000 = 30lumen / Watt 100

= 66088,80 +16145,4 = 82234,2 lumen

Tenaga listrik yang diperlukan =

82234,2 30 2741,4 100

= 2741,14 Watt Jumlah lampu yang digunakan =

= 27 buah Jumlah tenaga listrik yang diperlukan: - Lampu fluoroecent - Lampu mercury - Peralatan bengkel - Peralatan Laboratorium - Peralatan R & D - Keperluan lain = 21498,723 Watt = 2741,14 Watt = 2000 Watt = 1500 Watt = 2000 Watt = 2000 Watt Total = 31739,863 Watt Kebutuhan listrik untuk peralatan proses produksi. Kebutuhan tenaga listrik untuk peralatan pabrik direncanakan untuk memenuhi tenaga listrik pada motor penggerak. Nama Alat Hp Motor chain conveyor 6 Motor shreeder 20 Motor rotary dryer 5,5 Motor belt conveyor 1 Motor bucket elevator 16 Motor scew conveyor 15 Motor blower 106 Pompa reboiler 0,05 Pompa prodak 0,5 Pompa bahan bakar 1 jumlah 171,05 Tenaga listrik untuk motor penggerak = 171,05 Hp x 0,7457 = 127,5519 kWh No. 1. 2. 3. 4. 5. 7. 8. 9. 10. 11

Jadi kebutuhan total listrik dalam pabrik ini : - Untuk penerangan - Untuk peralatan proses produksi Total = 31,7398 kWh

= 127,5519 kWh = 159,2918 kWh

Kebutuhan listrik untuk motor disupplay dari Diesel, sedangkan listrik untuk penerangan dari PLN . Jadi dari : Diesel =127,5519 kWh PLN = 31,7398 kWh

Power actual untuk diesel = 75 % Power yang harus dibangkitkan Spesifikasi alat : - Type Generator - Kapasitas - Power Factor - Frekuensi - Phase - Bahan bakar - Jumlah : AC- Generator 3 phase : 170 ; 380/220V : 75 % : 50 Hz : 3 phase : IDO : 1 buah = 127,5519 = 170,0692 kWh 0,75

Unit Penyediaan Bahan Bakar Bahan bakar digunakan untuk : Sumber panas boiler untuk menghasilkan steam

-

Motor diesel Pembangkit Tenaga Listrik

1. Bahan bakar boiler Fungsi Jenis : sebagai sumber panas untuk menghilangkan steam : Fuel Oil 35 ° API

Heating Value : 19200 Btu/Lb (Perry ed.3 page 10-29) Kebutuhan bahan bakar boiler: Mf =

M s x(h − h f )

ηxH .value
:

Dimana Mf Ms h hf

= bahan bakar yang dibutuhkan (lb) = massa steam yang dihasilkan boiler (lb/jam) = entalpi 1 lb pada tekanan dan temperatur (Btu/lb) = entalpi 1 lb pada kondisi air masuk boiler (Btu/lb)

Eff. = effisiensi boiler = 75 % Mf = 236.8418,634 x(1180,76 − 180,16) 0,75 x19200

= 164.572,2004 lb/jam = 3.949.732,809lb/hari = 1.791.568,784 kg/hari 2. Tangki bahan bakar boiler Fungsi Bahan Jumlah : untuk menampung persediaan bahan bakar : carbon steel : 1 buah

Diketahui

: ρ fuel oil

: 58 lb/ft3

Kebutuhan : 3.949.732,809 lb/hari = 164.572,2004 lb/jam = 45,7145 lb/detik Volume fuel oil perhari =
3.949.732,809 = 68.098,8415 ft 3 58

Tangki berisi 80 % nya maka: Vt =

68.098,8415 = 85.123,5519 ft 3 0,8

Direncanakan tangki berupa silinder tegak H = 1,5 D Vt = π/4 x D2 x 1,5 D

85.123,5519 = 1,1781 . D3 D = 13,2386 ft = 158,863 in = 168 in = 14 ft ( Brownell& Young tabel 15-7 hal 90)

Diameter standart

3. Pompa Bahan bakar boiler Fungsi : untuk memompa bahan bakar dari tangki bahan bakar menuju boiler Kapasitas : 164.572,2004 lb/jam : 2.837,4566 ft3/jam :47,2909 ft3/menit = 353,7787 gpm a. Perhitungan diameter pipa Dianggap alirannya turbulen . Untuk menentukan diameter pipa digunakan fig 14.2 Peters & Timmerhaus ed. 4 hal 498 didapat: Diopt pipa 1,5 in sch 40 Dari App. D tabel 13 Peter & Timmerhause ed 4 didapat: ID A = 1,610 in = 2,04 in2 = 0,1342 ft = 0,01417 ft2.

V

=

0,02531 ft 3 / jam = 1,7866 ft / menit 0,01417 ft 2

NRe

=

ρDv 62,5 x0,1342 x1,7866 = = 8277,8575 μ 6,0523.10 − 4

Karena 8277,8575 > 2100 maka benar bahwa aliran turbulen b. Perhitungan Power pompa ⎛ P − P1 ⎞ 1 g 2 2 (v 2 − v1 ) + ( z 2 − z1 ) + ⎜ 2 ⎜ ρ ⎟ + ∑ F + Wr = 0 ⎟ 2α gc gc ⎝ ⎠ Asumsi: α V1 Z2-Z1 P2 = 1(turbulen) =0 = 30 ft = P1 = 1 atm

∑F diabaikan karena nilainya sangat kecil bila dibandingkan dengan Ep. Sehingga: 1 (1,7866 2 − 0) + 1(30) + 0 + 0 + Wr =0 2 x32,174 -Wr m = 30,0496 = 164.572,2004 lb/jam = 45,7145 lb/detik

WHP =

(Wr x m) (30,0496 x 45,7145) = = 2,4976 Hp 550 550

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-37 hal 520 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 20% BHP = WHP 2,4976 = = 12,488 Hp 0,2 ηP

Dari Peters & Timmerhause ed 4 fig 14-38 hal 521 diperoleh efisiensi pompa = ηP = 80% Daya Pompa Aktual = BHP = 12,488 = 15,61HP 0,8

η

Dipakai pompa berdaya 16 Hp Bahan Konstruksi : cast iron 4. Bahan bakar generator Total kebutuhan listrik dari diesel = 642,4205 KWh

Kebutuhan listrik untuk proses disupplay dari generator Power factor generator = 0,75 Maka power yang harus dibangkitkan = Kebutuhan bahan bakar Daya yang harus dibangkitkan generator = 857 KVA Diketahui bahwa 1 kWh = 56,884 BTU/menit Daya generator = 857 x 56,884 = 48749,588 BTU/menit Jumlah bahan bakar =
Daya generator Heating value

642,4205 = 856,5607 KWh = 857 KVA 0,75

=

48749,588 x60menit 19200 x1 jam

= 152,3425 lb/jam=69,1021 kg/jam Diketahui ρ IDO Maka Volume IDO = 0,8 kg/L = 69,1021kg / jam = 86,3776 L/jam 0,8

APPENDIKS E PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI
A. Metode Penafsiran Harga Kenaikan harga tiap tahun dianggap merupakan fungsi linear tahun terhadap indeks harga dengan persamaan XV(6) Sudjana, Metode Statistika: Y= a + bx a=

(∑ yi )(∑ xi ) − (∑ xi)9 ∑ xiyi) n ∑ xi 2 − (∑ xi) 2
n(∑ xiyi) − (∑ xi)(∑ yi) n ∑ xi 2 − (∑ xi) 2

b=
Dimana:

x = indeks harga y = tahun a = intersept b = gradient Perhitungan komponen – komponen fungsi linear indeks harga: Tabel E.1. Perhitungan komponen – komponen fungsi linear indeks harga
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 Indeks 182 192 204 219 239 261 297 314 317 323 325 318 x2 33124 36864 41616 47961 57121 68121 88209 98596 100489 104329 105625 101124 x.y 359450 379392 403308 433182 472981 516780 588357 622348 628611 640832 645125 631548

13 14 15 16 jumlah

1987 1988 1989 1990 31720

324 343 355 356 4569

104976 117649 126025 126736 1358565

643788 681884 706095 708440 9062121

1992 1990 1988 1986 Tahun 1984 1982 1980 1978 1976 1974 1972 150 200 250 300 350 400 Indeks Harga Alat Gambar E.1. Grafik Hubungan Antara Tahun Dengan Indeks Harga Alat y = 0.07577x + 1960.86396 R = 0.90886
2

Grafik E.1. Hubungan indeks harga dengan tahun Dari data – data indeks harga tersebut didapatkan persamaan garis linearnya adalah: y = 0,0758x + 1960,9 Maka indeks harga tahun 2008 adalah 621,3720 dengan perhitungan sebagai berikut: 2008 = 0.0758x + 1960,9 x = 621,3720

Penafsiran harga peralatan tiap tahun mengalami perubahan sesuai dengan kondisi peralatan yang ada. Untuk menaksir harga peralatan, digunakan indeks harga sebagai konversi harga peralatan pada tahun yang berbeda. ⎛ lx ⎞ Cx = Ck ⎜ ⎟ ⎝ lk ⎠ dimana Cx Ck Ix Ik = tafsiran harga alat pada saat ini = tafsiran alat pada tahun k = indeks harga alat saat ini = indeks harga tahun k

Berikut adalah contoh perhitungan penafsiran harga belt conveyor pada tahun 2007: Dari http:www.equipcost.matche.com diperoleh Cp Chain Conveyor = $2.230 C BM =

621,3720 x $2.230 356

= $3,892.30

B. Harga Peralatan

Daftar harga peralatan proses dapat dilihat pada tabel E.2. Tabel E.2. Harga Peralatan Proses
No Nama Alat Kode 2003 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Chain Conveyor Magnetik Sparator Shreeder Rotary dryer Belt Conveyor Tangki penampung Bucket Elevator Screw Conveyor Gasifier WHB Cooler I Tangki penampung residu Kompresor Blower I pompa I Tangki penampung bahan bakar Heater Udara Shift konverter Cooler II Absorber Preheater Heat exchanger Stripper Cooler III Tangki penampung MEA I Pompa II Tangki penampung MEA II Kompressor Exspander I Exspander II Reaktor Methanol Konverter L-122 F-123 E-128 SC-129 E-131 A-120 E-139 E-133 ST-134 E-135 F-136 L-137 F-132 G-138a G-138 G-141 R-130 E-124 F-125 G-126 J-111 M-112 SH-113 R-114 BC-115 F-116 J-117 C-118 G-119 $2,230.00 $9,900.00 $100,900.00 $28,300.00 $700.00 $19,700.00 $8,200.00 $3,600.00 $6,900.00 $15,300.00 $17,400.00 $10,000.00 $19,100.00 $5,300.00 $4,700.00 $18,900.00 $13,600.00 $66,800.00 $18,300.00 $35,000.00 $4,400.00 $6,100.00 $50,000.00 $14,500.00 $22,400.00 $5,600.00 $20,500.00 $800.00 $5,400.00 $5,900.00 $475,900 Harga/Unit 2008 $3,892.30 $17,279.73 $176,113.58 $49,395.58 $1,221.80 $34,384.91 $14,312.50 $6,283.54 $12,043.45 $26,705.03 $30,370.43 $17,454.27 $33,337.66 $9,250.76 $8,203.51 $32,988.57 $23,737.81 $116,594.52 $31,941.31 $61,089.94 $7,679.88 $10,647.10 $87,271.35 $25,308.69 $39,097.56 $9,774.39 $35,781.25 $1,396.34 $9,425.31 $10,298.02 $830,648.69 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Rp38,533,791.13 Rp171,069,296.97 Rp1,743,524,450.90 Rp978,032,546.29 Rp12,095,808.88 Rp680,821,242.47 Rp141,693,761.12 Rp62,207,017.08 Rp119,230,116.07 Rp264,379,822.58 Rp300,667,249.21 Rp518,391,808.99 Rp330,042,785.06 Rp91,582,552.92 Rp81,214,716.74 Rp653,173,679.33 Rp235,004,286.74 Rp1,154,285,761.35 Rp316,219,003.48 Rp604,790,443.82 Rp76,030,798.65 Rp105,406,334.49 Rp863,986,348.31 Rp250,556,041.01 Rp387,065,884.04 Rp96,766,471.01 Rp708,468,805.62 Rp13,823,781.57 Rp93,310,525.62 Rp101,950,389.10 Rp8,223,422,063.26 Jumlah Harga Total

32 33 34 35 36 37 38 39 40

Kondensor I Flash drum Kolom Distilasi Methanol Reboiler Kondensor I Akumulator Pompa Tangki produk tangki penampung residu

E-142 FD-143 D-140 E-147 E-144 F-145 L-146 F-149 F-148

$1,700.00 $4,400 $10,800.00 $800.00 $1,600.00 $13,200.00 $10,900.00 $28,500.00 $15,700.00

$2,967.23 $7,679.88 $18,850.61 $1,396.34 $2,792.68 $23,039.64 $19,025.15 $49,744.67 $27,403.20

1 1 1 1 1 1 1 7 3

Rp29,375,535.84 Rp76,030,798.65 Rp186,621,051.24 Rp13,823,781.57 Rp27,647,563.15 Rp228,092,395.96 Rp188,349,023.93 Rp3,447,305,529.78 Rp813,875,140.11 Rp15,931,908,262.92

Tabel E.3. Harga Peralatan Utilitas
Harga/Unit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Alat Anion Exchanger Kation Exchanger pompa air sungai bak skimmer pompa clarifier clarifier bak sedimentasi pompa sand filter sand filter bak air bersih pompa demineralizer boiler bak air lunak pompa deaerator deaerator pompa air pendingin bak air pendingin pompa peralatan cooling tower bak klorinasi pompa clorinasi pompa air sanitasi bak air sanitasi Kode D-210A D-210B L-211 F-212 L-213 F-214 F-215 L-216 F-217 F-218 L-219 Q-220 F-221 L-222 F-223 L-225 F-226 L-227 P-228 F-230 L-231 L-232 F-233 $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 2003 1,800.00 3,100.00 8,200.00 31,100.00 8,200.00 18,500.00 1,600.00 8,200.00 18,200.00 26,500.00 8,200.00 42,200.00 39,300.00 5,400.00 14,000.00 6,900.00 22,900.00 8,500.00 10,300.00 11,800.00 3,700.00 3,700.00 9,800.00 $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 2008 3,141.77 5,410.82 14,312.50 54,282.78 14,312.50 32,290.40 2,792.68 14,312.50 31,766.77 46,253.81 14,312.50 73,657.02 68,595.28 9,425.31 24,435.98 12,043.45 39,970.28 14,836.13 17,977.90 20,596.04 6,458.08 6,458.08 17,105.18 Jumlah 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Harga Total 31,103,508.54 53,567,153.60 283,387,522.25 537,399,508.65 141,693,761.12 959,024,846.63 27,647,563.15 141,693,761.12 314,491,030.79 457,912,764.61 141,693,761.12 729,204,477.98 679,093,269.78 93,310,525.62 241,916,177.53 119,230,116.07 50.111.208,20 146,877,679.21 177,981,187.75 203,900,778.20 63,934,989.78 63,934,989.78 169,341,324.27 5.828.451.905,73

Harga Peralatan Total = Harga peralatan proses + harga peralatan utilitas = Rp 15.931.908.262,92 + Rp 5.828.451.905,73 = Rp 21.760.360.168,65

C. Perhitungan Biaya Utilitas

Tabel E.4. Perhitungan Biaya Utilitas No Material 1 air sungai 2 resin 3 alum 4 ammonia 5 listrik 6 bahan bakar Total Kebutuhan 132.669,0679 1.251,98 7,0423 6.455,8657 159,2918 69,1021 Harga Satuan Rp 100,00 Rp 3.000,00 Rp 2.500,00 Rp 1.500,00 Rp 450,00 Rp 5.200,00 Harga Total
Rp Rp Rp Rp Rp Rp 13.266.906,79 3.755.940 17.605,75 9.683.798,55 71.681,31 165.845,04

Rp

26.961.777,44

Total biaya utilitas per tahun = 330 x 26.961.777,44
= Rp. 8.897.389.555

D. Gaji Pegawai

Perhitungan gaji pegawai pada pra rencana pabrik butanol dapat dilihat pada tabel E.5. Tabel E.5. Daftar gaji / Upah Karyawan
No Jabatan 1 Dewan Komisaris 2 Direktur Utama 3 Sekretaris Direksi 4 Direktur 5 Staff Litbang 6 Ka Bagian 7 Ka Seksi 8 Kary. Utilitas 9 Kary. Pemeliharaan 10 Kary. Proses 11 Kaary. Laboratorium 12 Kary. Bahan baku 13 Kary. Personalia 14 Kary. Keamanan 15 Kary. Kesehatan 16 Kary. Angkutan 17 Kary. Pemasaran 18 Kary. Keuangan 19 Kary Gudang 20 Kary Kantin 21 Kary. Pemadam Kebakaran 22 Sopir 23 Pesuruh 24 Dokter Total Jumlah 5 1 1 2 2 4 12 20 20 342 10 10 4 15 4 8 15 10 15 5 7 6 5 1 Gaji/bulan Rp 5.000.000,00 Rp10.000.000,00 Rp 3.000.000,00 Rp 7.000.000,00 Rp 4.000.000,00 Rp 4.000.000,00 Rp 4.000.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.800.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.750.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.750.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.000.000,00 Rp 750.000,00 Rp 3.000.000,00 Total Rp 25.000.000,00 Rp 10.000.000,00 Rp 3.000.000,00 Rp 14.000.000,00 Rp 8.000.000,00 Rp 16.000.000,00 Rp 48.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Rp 615.600.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 26.250.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 12.000.000,00 Rp 22.500.000,00 Rp 17.500.000,00 Rp 22.500.000,00 Rp 7.500.000,00 Rp 10.500.000,00 Rp 6.000.000,00 Rp 3.750.000,00 Rp 3.000.000,00 Rp 973.100.000,00

Total Biaya Gaji Pegawai per tahun = 12 x Rp 973.100.000,00 = Rp 11.677.200.000,00

E. Harga Tanah dan Bangunan

Tabel E.6. Perhitungan harga tanah dan bangunan No Keterangan 1 Tanah 2 Bangunan Total Luas(m2) 90.000 88.200 Harga/m2 Rp 100.000,00 Rp 450.000,00 Harga Total Rp 9.000.000.000,00 Rp 39.690.000.000,00 Rp 4,869 1010

F. Harga Bahan Baku

Tabel E.7 Perhitungan Harga Bahan Baku No 1 2 3 4 Bahan Baku Sampah (per Kg) MEA ZnO Cr2O3 Kebutuhan Harga Harga Total 87779.53 300 26.333.859 56534.722 1000 56534722 10071.9966 15000 151.079.949 10071.9966 15000 151.079.949

Total kebutuhan bahan baku per tahun = ( 330 x 26.333.859 ) + 358.694.620
= Rp 9.048.868.090

G. Pengemasan

Pengemasan dilakukan tiap 100 kg dengan menggunakan drum. Tabel E.8 Perhitungan Harga Pengemasan No Produk 1 Methanol 2 Ethanol Kapasitas Produksi 45002.394 269,4529 Kebutuhan Drum 450 3 Harga Drum 22000 22000 Harga total 9.900.000 66.000 9.966.000

Total kebutuhan harga pengemasan = 330 x Rp. 9.966.000 = Rp. 3.288.780.000

H. Perhitungan Harga Produk

Tabel E.9. Perhitungan Harga Produk No Produk Kapasitas 45.002,394 269,4529 Harga satuan/L 9.150 7.500 Harga Total 411.771.905,1 2.020.896,75
413.792.801,9

1 Methanol 2 Ethanol

Total harga produk/tahun = 330 x Rp 413.792.801,9 = Rp 136.551.624.600

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->