Anda di halaman 1dari 499

i

PRA RENCANA PABRIK MARGARIN


DARI MINYAK IKAN SARDEN
DENGAN KAPASITAS 3.000 TON / TAHUN
SKRIPSI
Disusun Oleh :
OLIVA NONA : 0305010011
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2008
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
PRA RENCANA PABRIK MARGARIN DARI MINYAK IKAN SARDEN
DENGAN KAPASITAS 3.000 TON / TAHUN
SKRIPSI
Disusun Oleh:
Oliva Nona : 0305010011
Program Studi : Teknik Kimia
Fakultas : Teknik
Menyetujui,
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Ir. Bambang Ismuyanto, MS Ir. Taufik Iskandar
NIP. 131 616 317 NIP. 014 024 247
Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknik Ketua Program Studi Teknik
Kimia
Nawir Rasidi, ST. MT SP. Abrina Anggraini, ST. MT
NIP. 132 158 734 NIP. 014 024 146
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Nama mahasiswa : Oliva Nona
Nim : 030 501 0011
Program studi : Teknik Kimia
Fakultas : Teknik
Judul skripsi : Pra Rencana Pabrik Margarin Dari Minyak Ikan
Sarden Dengan Kapasitas 3.000 Ton / Tahun
Dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi jenjang strata satu (S - 1)
Pada:
Hari : Jumat
Tanggal : 14 Maret 2008
Nilai :
Tim Penguji:
1. Ir. Bambang Ismuyanto, MS ........................................
2. Ir. Taufik Iskandar ........................................
3. Zuhdi Masum, ST ........................................
iv
LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama mahasiswa : Oliva Nona
Nim : 030 501 0011
Progrm Studi : Teknik Kimia
Fakultas : Teknik
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul :
Pra Rencana Pabrik Margarin Dari Minyak Ikan Sarden Dengan Kapasitas
3.000 Ton / Tahun
adalah hasil karya saya sendiri, bukan merupakan duplikasi serta tidak
mengutip atau menyadur sebagian atau seluruhnya dari hasil karya orang
lain, kecuali yang tidak disebutkan dari sumber aslinya.
Malang, ... 2008
Yang menyatakan,
Oliva Nona
Nim : 0305010011
Mengetahui,
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Ir. Bambang Ismuyanto, MS Ir. Taufik Iskandar
NIP.131 616 317 NIP. 014 024 247
v
RIWAYAT HIDUP
Oliva Nona: Penulis adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara, dari Pasangan Bapak
Dominikus Dato dan Ibu Sisilia Nindi. Keduanya berasal dan tinggal di Aedai
RT 23/RW 09 Kelurahan Rewarangga Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende
Propinsi NTT. Penulis mulai SD di Sekolah Dasar Katolik Aekoro Ende Tahun
1991 dan Lulus 11 Juni 1997. Penulis melanjutkan SMP di SLTP Swasta Diakui
Rewarangga Ende Tahun 1997 dan Lulus 17 Juni 2000. Penulis melanjutkan SMA
di SMU Katolik Frateran Ndao Ende Tahun 2000 dan Lulus 07 Juni 2003. Penulis
melanjutkan kuliah di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Tahun 2003.
Di UNITRI Malang, Penulis memilih Program Studi Teknik Kimia di Fakultas
Teknik. Selama berada di UNITRI Malang, Penulis aktif dalam berbagai kegiatan,
baik Intra Kampus maupun Ekstra Kampus. Dalam Intra Kampus Penulis pernah
menjabat sebagai Bendahara Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Aktif
di UKM Paduan Suara Kencono Wungu, Pernah menjadi Asisten Praktikum di
LABORATORIUM KIMIA UNITRI, Pada Praktikum Kimia Organik dengan
Materi Kelarutan, Asisten Paraktukum Kimia Analisis dengan Materi Pemilihan
Konsentrasi Yang Memenuhi Hukum Lambert-Beer, Asisten Paraktikum Kimia
Keperawatan dengan Materi Uji Karbohidrat. Mei 2006 Penulis, PKN di Pabrik
Gula Kebon Agung Malang dan Mei 2007 melakukan PENELITIAN di LAB.
KIMIA ANALISIS Universitas Brawijaya Malang. Selama di UNITRI Malang,
Penulis mempunyai hubungan baik dengan sesama Mahasiswa, Dosen maupun
masyarakat sekitar.
vi
LEMBAR PERSEMBAHAN
Ujian Mendatangkan Berkat
Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu.
Suatu hari ada lubang kecil muncul.
Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia
berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.
Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah
gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.
Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu
saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang
tubuhnya yang mungkin akan berkembang dalam waktu.
Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di
sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.
Dia Tidak Pernah Bisa Terbang
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa
kepompong yang menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati
lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke
dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh
kebebasan dari kepompong tersebut.
vii
Renungan :
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan
kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.
Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Kita memohon Kekuatan dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk
membuat kita kuat.
Kita memohon Kebijakan dan Tuhan memberi kita persoalan untuk diselesaikan.
Kita memohon Kemakmuran dan Tuhan memberi Kita Otak dan Tenaga untuk
bekerja.
Kita memohon Keteguhan hati dan Tuhan memberi Kita Bahaya untuk diatasi.
Kita memohon Cinta dan Tuhan memberi Kita orang-orang bermasalah untuk
ditolong.
Kita memohon Kemurahan / kebaikan hati dan Tuhan memberi Kita
kesempatan-kesempatan.
Kita tidak memperoleh yang kita inginkan, Kita mendapatkan segala yang kita
butuhkan. Demikian renungan
Cobalah Untuk.
Cobalah untuk mengerti orang lain, jika kita ingin dimengerti
Cobalah untuk memperhatikan orang lain, jika kita ingin diperhatikan
Cobalah untuk berbuat baik, jika kita ingin orang lain berbuat baik kepada kita
Cobalah untuk meminta maaf, jika kita berbuat salah
Cobalah untuk mendengarkan jika orang lain sedang berbicara
Cobalah untuk menjadi diri kita sendiri
Cobalah untuk mengerti perasaan dan kondisi orang lain
Cobalah untuk tidak menyalahkan orang lain, jika ia tidak bersalah
Semua hal baik harus dimulai dari diri kita masing-masing
Kemudian kita akan menerima kebaikan dari orang lain
Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak yang sempurna,
melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaik-baiknya dari bagian
otaknya yang kurang sempurna
viii
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku
percaya kepada perintah-perintahMu
(Mazmur 119 : 66)
Karya tulis ini ku persembahkan untuk:
Kedua orang tuaku, ..
Bapak (Dominikus Dato dan Ibu Sisilia Nindi) terima kasih atas semua
dukungan, bimbingan, kasih sayang dan semuanya yang kurasan. Kamulah
pelita yang menerangi di setiap langkah hidupku. Tiada kasih yang lebih indah
selain kasihmu dan kasih Tuhan. Namamu selalu terpahat erat dalam tugu
ingatanku.
Saudaraku Hendrik satu-satunya,
Engkau adalah sumber inspirasiku. Engkau yang membuat aku menangis
namun engkau juga yang membuat aku tertawa. Nama dan budi baikmu tak
akan kulupakan. Kebahagiaan ku adalah kebahagiaanmu, kesuksesanku adalah
kesuksesanmu.
Adik-adikku yang tersayang,
Rosalia (allmarhum), adik engkau sangat aku sayangi, dan sangat aku cintai
ku ingin membagikan kebahagiaanku bersama kamu adikku tapi kenapa Tuhan
tidak berkehendak. Betapa sengsarahnya engkau di waktu sakit sampai engkau
kembali ke pangkuan-Nya. Penderitaanmu dan kesengsaraanmu tidak pernah ku
saksikan. Bagiku Tuhan terlalu cepat menyambtmu untuk kembali kepada-Nya
di usiamu yang sangat muda (21 tahun). Adik ku pergi jauh dan ku tinggalkan
kalian ber-tiga bersama bapa dan mama. Kuingin kembali dan menyapamu
dengan sejuta kegembiraan namun dik ROSA setelah aku kembali hanyalah
tumpukan tanah yang bisa ku lihat. Dik ROSA hanyalah doaku selalu
menyertaimu semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi kanan-Nya
dan engkau selalu bahagia bersama-Nya di sorga.
Si kembar-2 : (Romana dan Elisabeth) harapanku hanya kalian berdua. Kalian
berdua yang menemaniku.
Serta semua keluarga besar yang berada di Aedai-Roworeke Ende Flores NTT.
Kasih Yesus selalu hadir dalam setiap kerelaan dan kerendahan hati.
Tuhan selalu beserta kita.
ix
My Darling,
KMarsel, thanks atas dorongan dan motivasinya sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas penelitian ini.
Special Thanks To
IESU CHISTE untuk setiap keajaiban yang kau berikan Kau tak pernah berharap. Mencurahkan
kasih-Mu, Kau Sahabat, Kekasih, Pelindung dan Perisaiku yang selalu setia mencintai dan mengasihiku
meski kadang kami banyak membuat-Mu kecewa dengan perkataan, perbuatan dan perlakuan yang
menyimpang dari kehendak-Mu, Thanks my lord.
My friends angkatan 2003
Vincent (ata baba) sapaan khusus, Dency, Tommy, Manty, Jovan, Beantonia, Benny,
Nira, Piter, Rahma, Tyas, Helsa, Yudit, Aty, Caetano, Nona, Kristo, Ina, Viktor, Ita,
Edu, Steven, Jumaat, Faldy, Mario, Aquilio, Roberto, Filipy dan senior seperjuangan
(Mas Dedy, Saiful, Sulkan Albert, Mba Via dan Helmi)
Buat sesama Q
Optimislah dalam segalah sesuatu karena Orang yang berpikiran optimis
selalu memandang segala sesuatu itu sulit tetapi mungkin, sedangkan Orang
yang berpikiran pesimis selalu memandang segala sesuatu itu mungkin tetapi
sulit.
ABSTRAKSI
x
PRA RENCANA PABRIK MARGARIN DARI MINYAK IKAN SARDEN
DENGAN KAPASITAS 3 000 TON / TAHUN
Margarin merupakan emulsi dengan tipe water in oil (w / o) atau emulsi
air dalam minyak. Lemak yang digunakan untuk pembuatan margarin dapat
berasal dari lemak nabati maupun lemak hewani. Sebagian besar margarin juga
berasal dari hewan-hewan penghuni laut. Salah satunya adalah margarin dari
minyak ikan, terutama ikan-ikan yang digolongkan berlemak, misalnya ikan
sarden. Margarin merupakan sumber energi serta dapat digunakan sebagai bahan
campuran untuk pembuatan roti, biskuit dan es krim.
Proses yang digunakan pada pembuatan margarin dari minyak ikan sarden
adalah proses hidrogenasi secara batch dan menghasilkan kemurnian 98 % dan
juga karena pengontrolan lebih mudah dan lebih cermat, serta dispersi gas
hidrogen lebih baik.
Pabrik margarin ini direncanakan didirikan di daerah Rogojampi,
Banyuwangi Jawa Timur pada tahun 2010 dengan kapsitas 3000 ton / tahun.
Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur
organisasi berbentuk garis dan staf.
Ditinjau dari perhitungan analisa ekonomi terhadap pabrik margarine dari
minyak ikan sarden, maka diperoleh data TCI Rp 4,575899611.10
11
;
ROI sebelum pajak 17,1761 %; ROI setelah pajak 12,0232 %; POT 2,5 tahun; dan
BEP 33,898 %; IRR 33,9837 %
Ditinjau dari segi teknik dan ekonomi maka dapat disimpulkan bahwa Pra
Rencana Pabrik Margarin dari Minyak Ikan Sarden Dengan Kapasitas 3.000 ton /
tahun cukup memadai untuk dilanjutkan ke tahap perancangan.
KATA PENGANTAR
xi
Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bersuka cita karena Allah Juru
Selamatku, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang besar kepadaku
dan nama-Nya adalah Kudus. Atas berkat dan uluran tangan kasih-Nya penulis
dapat menyelesaikan tugas akhir (PRP) yang berjudul Pra Rencana Pabrik
Margarin Dari Minyak Ikan Sarden Dengan Kapasitas 3000 Ton / Tahun.
Penulisan tugas akhir ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan berbagai
pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada:
1. Ir. Bambang Ismuyanto, MS selaku dosen pembimbing I yang telah
banyak memberikan bimbingan, arahan dan dukungan dalam
penyelesaikan tugas akhir ini.
2. Ir. Taufik Iskandar selaku dosen pembimbing II yang telah banyak
memberikan bimbingan, arahan dan dukungan dalam penyelesaian tugas
akhir ini.
3. Zuhdi Masum, ST selaku dosen penguji atas bimbingan dan masukan
yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Orang tua dan seluruh keluarga yang selalu mendoakan, memberikan
dukungan dan semangat pada penulis mulai awal perkuliahan hingga
mengerjakan tugas akhir ini.
5. Rekan-rekan teknik kimia dan semua pihak yang telah banyak membantu
hingga terselesainya tugas akhir ini.
Tugas akhir ini tentunya masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan,
oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan tugas
xii
akhir ini. Akhirnya, penulis berharap agar tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi
kita semua.
Malang, Maret 2008
Penulis
DAFTAR ISI
xiii
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN......................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... iii
LEMBAR PERNYATAAN .......................................................................... iv
RIWAYAT HIDUP ....................................................................................... v
LEMBAR PERSEMBAHAN ....................................................................... vi
ABSTRAKSI .................................................................................................. x
KATA PENGANTAR ................................................................................. xi
DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... vix
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. I-1
BAB II. SELEKSI DAN URAIAN PROSES ................................................. II-1
BAB III. NERACA MASSA .......................................................................... III-1
BAB IV. NERACA PANAS ........................................................................... IV-1
BAB V. SPESIFIKASI PERALATAN .......................................................... V-1
BAB VI. PERANCANGAN ALAT UTAMA ................................................ VI-1
BAB VII. INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA .................. VII-1
BAB VIII. UTILITAS ............................................................................... .....VIII-1
BAB IX. LOKASI DAN TATA LETAK ....................................................... IX-1
BAB X. ORGABNISASI PERUSAHAAN ................................................... X-1
BAB XI. ANALISA EKONOMI .................................................................... XI-1
BAB XII. KESIMPULAN .............................................................................. XII-1
DAFTAR PUSTAKA
APPENDIX:
APPENDIX A. PERHITUNGAN NERACA MASSA ........................ APP A-1
xiv
APPENDIX B. PERHITUNGAN NERACA PANAS ......................... APP B-1
APPENDIX C. PERHITUNGAN PERALATAN ................................. APP C-1
APPENDIX D. PERHITUNGAN UTILITAS ...................................... APP D-1
APPENDIX E. PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI ................... APP E-1
DAFTAR TABEL
xv
Tabel 1.5.1 Produksi Dan Kebutuhan Margarin Di Indonesia................I-10
Tabel 2.2. Seleksi Proses Pembuatan......................................................II-2
Tabel 3.1 Neraca Massa pada Tangki Netralisasi ...................................III-1
Tabel 3.2 Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge I .................................III-2
Tabel 3.3 Neraca Massa pada Tangki Pencuci........................................III-2
Tabel 3.4. Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge...................................III-3
Tabel 3.5 Neraca Massa pada Tangki Pemucatan...................................III-3
Tabel 3.6 Neraca Massa pada Filter Press ..............................................III-4
Tabel 3.7 Neraca Massa pada Tangki Katalis Mixer .............................III-4
Tabel 3.8 Neraca Massa pada Tangki Hidrogenasi.................................III-5
Tabel 3.9 Neraca Massa pada Filter Press ..............................................III-5
Tabel 3.10 Neraca Massa pada Tangki Deodorizer ................................III-6
Tabel 3.11.Neraca Massa pada Tangki Emulsi .......................................III-6
Tabel 3.12. Neraca Massa pada Tangki Penampung ..............................III-7
Tabel 3.13.Neraca Massa pada Votator ..................................................III-7
Tabel 3.14 Neraca Massa pada Packing..................................................III-7
Tabel 4.1. Neraca Panas pada Tangki Netralisasi ...................................IV-1
Tabel 4.2. Neraca Panas pada Heater I ...................................................IV-1
Tabel 4.3. Neraca Panas pada Tangki Pemucatan...................................IV-1
Tabel 4.4. Neraca Panas pada Cooler I ...................................................IV-2
Tabel 4.5. Neraca Panas pada Filter Press ..............................................IV-2
Tabel 4.6. Neraca Panas pada Tangki Hidrogenasi.................................IV-2
xvi
Tabel 4.7. Neraca Panas pada Cooler II ..................................................IV-3
Tabel 4.8. Neraca Panas pada Heater II ..................................................IV-3
Tabel 4.9. Neraca Panas pada Tangki Deodorisasi .................................IV-3
Tabel 4.10. Neraca Panas pada Cooler 3.................................................IV-3
Tabel 4.12. Neraca Panas pada Votator Unit ..........................................IV-4
Tabel 4.11. Neraca Panas pada Tangki Emulsi .......................................IV-4
Tabel 7.1. Instrumentasi pada Peralata ...................................................VII-4
Tabel 7.1. Alat-Alat Pengaman Pada Pabrik Margarin...........................VII-13
Tabel 7.1. Alat-Alat Pelindung ...............................................................VII-13
Tabel 10.1. Jadwal Kerja Karyawan .......................................................X-13
Tabel 10.2. Perincian Jumlah Tenaga Kerja ...........................................X-15
Tabel 11.1. Cash Flow Selama 10 Tahun ..............................................XI-11
Tabel A.1. Neraca Massa pada Tangki Netralisasi .................................APP A-3
Tabel A.2. Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge I ...............................APP A-4
Tabel A.3. Neraca Massa pada Tangki Pencuci......................................APP A-5
Tabel A.4. Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge II ..............................APP A-5
Tabel A.5. Neraca Massa pada Tangki Pemucatan.................................APP A-6
Tabel A.6. Neraca Massa pada Filter Press ............................................APP A-7
Tabel A.7. Neraca Massa pada Tangki Katalis Mixer ............................APP A-8
Tabel A.8. Neraca Massa pada Tangki Hidrogenasi ...............................APP A-10
Tabel A.9. Neraca Massa pada Filter Press ............................................APP A-11
Tabel A.10 Neraca Massa pada Tangki Deodorizer ...............................APP A-12
Tabel A11.Neraca Massa pada Tangki Emulsi .......................................APP A-13
xvii
Tabel A.12. Neraca Massa pada Tangki Penampung .............................APP A-14
Tabel A.13.Neraca Massa pada Votator .................................................APP A-14
Tabel A.14. Neraca Massa pada Packing................................................APP A-14
Tabel B.1. Neraca Panas pada Tangki Netralisasi ..................................APP B-3
Tabel B.2. Neraca Panas pada Heater I...................................................APP B-5
Tabel B.3. Neraca Panas pada Tangki Pemucatan..................................APP B-9
Tabel B.4. Neraca Panas pada Cooler I...................................................APP B-10
Tabel B.5. Neraca Panas pada Filter Press..............................................APP B-12
Tabel B.6. Neraca Panas pada Tangki Hidrogenasi ................................APP B-15
Tabel B.7. Neraca Panas pada Cooler II ............................................APP B-17
Tabel B.8. Neraca Panas pada Heater II .................................................APP B-18
Tabel B.9. Neraca Panas pada Tangki Deodorisasi ................................APP B-20
Tabel B.10. Neraca Panas pada Cooler 3................................................APP B-22
Tabel B.11. Neraca Panas pada Tangki Emulsi ......................................APP B-24
Tabel B.12. Neraca Panas pada Votator Unit .........................................APP B-26
Tabel D.1. Kebutuhan Steam ..................................................................APP D-1
Tabel D.2. Kebutuhan Air Pendingin......................................................APP D-5
Tabel D.3. Kebutuhan Air Proses ...........................................................APP D-6
Tabel D.4. Total Kebutuhan Air Yang Disupply ....................................APP D-6
Tabel E.1. Indeks Harga Alat Pada Tahun Sebelum Evaluasi ................APP E-2
Tabel E.2. Harga Peralatan pada Tahun 2010.........................................APP E-5
Tabel E.3. Harga Peralatan Utilitas pada Tahun 2010 ............................APP E-7
Tabel E.4 Daftar Gaji / Upah Karyawan.................................................APP E-12
xviii
DAFTAR GAMBAR
xix
Gambar 9.1 Tata Letak Bangunan ..........................................................IX-8
Gambar 9.2 Tata Letak Peralatan Proses ................................................IX-11
Gambar 10.1 Struktur Organisasi Pabrik Margarin ................................X-19
Gambar 11.1 Break Event Point..............................................................XI-13
PRA RENCANA PABRIK MARGARIN
DARI MINYAK IKAN SARDEN
DENGAN KAPASITAS 3.000 TON / TAHUN
xx
SKRIPSI
Disusun Oleh :
OLIVA NONA : 0305010011
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2008
xxi
xxii
xxiii
I-1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini Indonesia sedang giat-giatnya membangun, dan salah satu sektor
yang sedang digalakkan adalah sektor industri. Sektor ini diharapkan mampu
menjadi ujung tombak agar pembangunan dapat mencapai sasarannya dengan
tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan memperoleh devisa dari
hasil ekspor. Salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia adalah
industri makanan, diantaranya industri margarin. Margarin adalah pengganti
mentega dan keduanya merupakan emulsi dengan tipe water in oil (w / o) atau
emulsi air dalam minyak. Lemak yang digunakan untuk pembuatan margarin
dapat berasal dari lemak nabati / lemak hewani. Lemak nabati yang sering
digunakan adalah minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak biji kapas, minyak
kedelai, minyak gandum, minyak kacang tanah dan minyak wijen, sedangkan
lemak hewani yang biasa digunakan adalah lemak babi, lemak sapi (oleo oil) dan
lemak hewan penghuni laut.
Indonesia termasuk salah satu negara yang dikelilingi oleh lautan yang
luas, sehingga tentunya menghasilkan kekayaan laut. Hasil kekayaan laut
diantaranya adalah mutiara, rumput laut, kerang, ikan dan lain-lain. Sebagian
besar margarin juga berasal dari hewan-hewan penghuni laut. Salah satunya
adalah margarin dari minyak ikan, terutama ikan-ikan yang digolongkan
berlemak, misalnya ikan sarden.
I-1
I-2
Diharapkan dengan berdirinya pabrik margarin dari minyak ikan sarden ini
akan mengintensifkan penangkapan ikan sarden pada masa yang akan datang
sehingga seluruh potensi yang ada dapat digali seluruhnya.
1.2 Sejarah Pembuatan Margarin
Margarin pertama kali ditemukan oleh Hippolyte Mege Moories seorang
Kimiawan Perancis tahun 1869, yaitu pada pemerintahan Kaisar Napoleon III.
Pada waktu itu margarin dibuat untuk mengimbangi kekurangan akan kebutuhan
mentega karena perang dan berkurangnya lahan pertanian. Waktu itu dinamakan
Ole Margarine yang biasanya dibuat dari lemak sapi.
Dari hasil penemuan ini Moories tidak hanya memperoleh penghargaan
atas prestasinya dari Perancis tetapi juga memperoleh penghargaan hak paten dari
Amerika Serikat atas produk dan prosesnya. Percobaan Mege Moories mencerna
jaringan lemak lembu dalam air pada temperatur kamar 45
O
C dengan bantuan
pepsin. Setelah beberapa jam melakukan pendinginan kemudian dipress untuk
memisahkan bagian yang lembut dan ditambahkan sedikit garam, selanjutnya
campuran didinginkan sehingga diperoleh campuran yang kental yang dinamakan
margarin.
Pada tahun 1870 sampai 1880 di Amerika Serikat proses pembuatan
margarin berkembang lebih praktis. Campuran lemak, susu dan garam diaduk dan
dipadatkan dengan melewatkan air dingin sampai kepadatan yang diinginkan.
Pada tahun 1890 Stroch mulai menggunakan biakan susu untuk pembuatan
margarin dan kemudian dilakukan pula perbaikan aroma. Pada perkembangan
I-3
selanjutnya dilakukan penambahan Vitamin A dan Vitamin D pada margarin sejak
tahun 1923. Penggunaan minyak tumbuh-tumbuhan mulai dilakukan pada tahun
1933 untuk menggantikan minyak kacang. Pada akhir tahun 1940 penambahan
Vitamin A dan -Caroten mulai dirintis dan meluas (Ketaren, 1986).
1.3 Kegunaan Margarin
Pada umumnya margarin digunakan sebagai pengganti mentega, selain itu
karena nilai gizinya yang tinggi. Margarin merupakan sumber energi serta dapat
digunakan sebagai bahan campuran untuk pembuatan roti, biskuit dan es krim.
(http:/id.wikipedia.org/2007?Kategoir=Food &Newsno)
1.4 Sifat Bahan Baku dan Produk
1.4.1 Bahan Baku
Minyak Ikan Sarden
Sifat Fisika:
- Bentuk : Kental
- Warna : Kuning
- Densitas rata-rata : 0,905 g/cc
- Cp : 0,2 + 0,008 t
- Spesifik gravity : 0,9307
Sifat Kimia:
1. Minyak : 97,7 %
Asam Lemak Jenuh
I-4
- Myeristic : 7,0 %
- Palmitat : 16, 0%
- Palmitileic : 14,7 %
- Stearic : 1,0 %
Asam Lemak Tidak Jenuh
- Oleic : 27,0 %
- Arachidonic : 20,0 %
- Clupanadonic : 12,0 %
2. FFA (Free Fatty Acid) : 0,7 %
3. Air : 1,6 %
4. Bilangan Asam : 0,57
5. Angka Penyabunan : 191
6. Anagka Iod : 185
(Baileys hal: 377-378)
1.4.2 Bahan Pembantu / Bahan Tambahan
a. Arang Aktif
Sifat Fisik:
- Bentuk : Padat
- Warna : Hitam
- Titik leleh : > 3500
O
C
- Titik didih : 4200
O
C
- Spesifik gravity pada 20
O
C : 2,26
I-5
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : C
- Berat Molekul : 12,01 g/mol
b. Hidrogen
Sifat Fisika:
- Densitiy pada 0
O
C : 0,0056
- Viskositas pada 0
O
C : 0,0087 Cp
- Viskositas pada 25
O
C : 0,009 Cp
- Titik lebur : - 259,14
O
C
- Titik didih : - 252,87
O
C
- Warna : Tidak berwarna
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : H
2
- Kemurnian : 99,8 %
- Berat Molekul : 2,016 g/mol
c. Katalisator Nikel
Sifat Fisika:
- Bentuk : Padat
- Warna : Hijau
- Spesifik gravity : 2,154
- Densitas pada suhu kamar : 8,908 g/cm
3
- Titik lebur : 1445
O
C
- Titik didih : 2913
O
C
I-6
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : Ni
- Berat Molekul : 146,78
d. Natrium Hidroksida
Sifat Fisika:
- Bentuk : Padat
- Warna : Putih
- Densitas pada 25
O
C : 0,985 g/cc
- Melting point : 318,4
O
C
- Boiling point : 1,390
O
C
- Spesifik gravity : 2,13
Sifat Kimia
- Rumus Molekul : NaOH
- Berat Molekul : 40 g/mol
(http:/id.wikipedia.org)
e. Natrium Benzoat
Sifat Fisika:
- Bentuk : Kristal
- Kelarutan : Larut dalam air, air panas dan etil alkohol
- Warna : Putih
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : C
7
H
5
NaO
2
- Berat molekul : 144,11 g/mol
I-7
f. Vitamin A
Sifat Fisika:
- Bentuk : Kristal padat
- Warna : Kuning pucat
- Titik leleh : 63-64
O
C
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : C
20
H
30
O
- Berat Molekul : 286,4 g/mol
(Kirk-Othmer hal:142-144)
g. Vitamin D
- Bentuk : Kristal padat
- Warna : Putih
- Titik leleh : 115 -118
O
C
(Kirk-Othmer hal:191)
h. Lesitin
Sifat Fisika:
- Warna : Kuning sampai coklat
- Bilangan iod : 95
- Saponifikasi value : 196
- pH : 6,6
- Melting point : 150-200
O
C
- Spesifik gravity pada 25
O
C : 1,03
- Titik leleh : > 3500
O
C
I-8
- Titik didih : 4200
O
C
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : C
42
H
48
O
9
N
- Berat Molekul : 778,08 g/mol
(Kirk-Othmer hal:260)
i. Susu (Skim Milk)
Sifat Fisika:
- Densitas pada 20
O
C : 1,032 g/cm
3
- Spesifikasi panas pada 15
O
C : 3,94 KI/(kg.K)
- Viskositas pada 20
O
C : 1,5 m Pa.S
j. Garam
Sifat Fisika:
- Bentuk : Kristal
- Warna : Putih
- Titik leleh : 800,4
O
C
- Titik didih : 1413
O
C
- Spesifik gravity : 2,163
Sifat Kimia:
- Rumus Molekul : NaCl
- Berat Molekul : 58,3 g/mol
(Kirk-Othmer hal:208)
I-9
1.4.3 Sifat Produk Utama Margarin
Sifat Fisika:
- Bentuk : Semi padat
- Warna : Kuning muda
- Titik leleh : 38
O
C
Sifat Kimia:
Memiliki Komposisi: (% berat)
- Laktosa (C
12
H
22
O
11
.H
2
O) : 0,4 %
- -Caroten : 0,3 %
- Natrium benzoat (C
7
H
5
NaO
2
): 0,7 %
- Lesitin (C
12
H
48
O
9
N : 0,2 %
- Garam : 1,6466 %
- Vitamin A : 0,00077 %
- Vitamin D : 0,00008 %
- Minyak pelarut : 5 %
- Angka Iod : 40
- Aroma diasetil : 2 ppm
- Diasetil : 0,0072 %
(http:www.tempo.co..id/medika/arsip/112002/pus-2htm)
1.5 Penentuan Kapasitas
Dalam pendirian suatu pabrik, analisa pasar untuk menentukan kapasitas
pabrik sangat penting agar produksi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan.
Dengan berdirinya pabrik margarin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
I-10
dalam negeri dan dapat menambah devisa negara dengan mengekspor produk
yang dihasilkan, maka ditentukan kapasitas produksi margarin yang akan
didirikan dapat dilihat pada tabel 1.5.1
Tabel 1.5.1 Produksi Dan Kebutukan Margarin Di Indonesia
Tahun Impor (kg) Kebutuhan (kg)
2000 391,587 469,144
2001 395.583 499,562
2002 431.467 922,762
2003 462.557 1.297,572
2004 574.302 1.871,618
Sumber : (Biro Pusat Statistik Surabaya, 2007)
Dari tabel 1.5.1 diperoleh porsentase rata-rata impor margarin di Indonesia
dari tahun 2000-2004 sebesar 34,557 % sehingga pada tahun 2010 dapat
diperkirakan:
X = X
0
(1 + i)
n
Dimana:
X = Impor tahun 2010 (ton)
X
0
= Impor tahun 2004 (ton)
i = Porsentase kenaikan rata-rata (%)
n = Selisih waktu perkiraan (2010-2004 = 6)
X = 574,302 (1 + 0,34557 )
2010-2004
= 574,302 (1,34557)
6
= 3.409.990,02 kg/tahun
= 3.409,990 ton/tahun
Jadi kapasitas pabrik margarin yang akan didirikan pada tahun 2010 adalah
3.409,990 ton/tahun, tetapi direncanakan diambil 3.000 ton per tahun.
I-11
II-1
BAB II
SELEKSI PROSES
2.1 Macam Proses Pembuatan
Dikenal empat macam proses dalam pembuatan margarin, yaitu:
- Proses hidrogenasi secara batch
- Proses hidrogenasi secara batch dengan sistem sirkulasi
- Proses deodorisasi dengan sistem batch
- Proses deodorisasi dengan proses kontinyu
2.1.1 Proses Hidrogenasi Secara Batch
Proses pembuatan margarin dilakukan dengan menetralisasi minyak ikan
kemudian dialirkan ke dalam tangki hidrogenator. Pada proses ini hidrogen sisa
tidak dapat digunakan kembali, selanjutnya minyak masuk tangki deodorisasi dan
kemudian produk dari tangki deodorisasi siap untuk dikemas.
2.1.2 Proses Hidrogenasi Secara Batch Dengan Sistem Sirkulasi
Pada proses ini bahan baku, reaksi dan proses yang digunakan sama
dengan proses hidrogenasi secara batch, tetapi pada proses ini gas hidrogen sisa
dapat dipakai kembali.
2.1.3 Proses Deodorisasi Dengan Sistem Batch
Pada proses ini, pemasukan umpan, pemanasan, penghilangan bau dan
pengeluaran bahan dilakukan secara bertahap, sehingga membutuhkan waktu yang
sangat lama dan sebagian pemanas yang digunakan adalah steam.
II-1
II-2
2.1.4 Proses Deodorisasi Dengan Proses Kontinyu
Pada proses ini digunakan steam sebagai pemanas. Suhu operasi tidak
terlalu tinggi, tetapi juga tidak terlalu rendah. Tekanan tangki dioperasikan dalam
keadaan vakum.
2.2 Pemilihan Proses
Untuk memperoleh proses yang tebaik dan sesuai, maka dilakukan
pemilihan proses. Adapun pemilihan proses tersebut dapat dilihat pada tabel 2.2.1
Tabel 2.2.1 Seleksi Proses Pembuatan Margarin
Parameter Hidrogenasi
Resirkulasi
Hidrogenasi
Batch
Deodorisasi
Batch
Deodorisasi
Kontinyu
Aspek teknis
a. Proses
- Bahan baku
- Kemurnian produk
b. Kondisi operasi
- Tekanan (atm)
- Suhu (
O
C)
Aspek Ekonomi
a. Proses
b. Investasi
Minyak ikan
98 %
4-17
150-250
Rumit
Tinggi
Minyak ikan
98 %
3-20
150-250
Sederhana
Rendah
Minyak ikan
98 %
2-8
100-200
Sederhana
Rendah
Minyak ikan
98 %
2-8
100-200
Sederhana
Tinggi
Berdasarkan tabel 2.2.1, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan
margarin dengan proses hidrogenasi secara batch adalah yang terbaik, karena
pengontrolan lebih mudah dan lebih cermat, serta dispersi gas hidrogen lebih baik
sedangkan untuk deodorisasi dilakukan dengan sistem kontinyu karena waktu
tinggal yang relatif singkat.
II-3
2.3 Uraian Proses
Proses pembuatan margarin dari minyak ikan mempunyai lima tahap proses,
yaitu:
1. Proses persiapan bahan baku
2. Proses pemucatan
3. Proses hidrogenasi
4. Proses deodorisasi
5. Proses penanganan produk
2.3.1 Proses Persiapan Bahan Baku
Minyak ikan dari Tangki Penampung (F-111) dipompa dengan
menggunakan Pompa Sentrifugal (L-112) menuju Tangki Netralisasi (R-110).
Proses netralisasi adalah suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari
minyak atau lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa
sehingga membentuk sabun (soap stock). Pada tangki netralisasi ditambahkan
larutan Caustik Soda (NaOH) 20
O
Be sebanyak 2,1617 kg ke dalam minyak ikan
sarden. Suhu operasi pada tangki netralisasi 70
O
C dan tekanan 1 atm.
Reaksi yang terjadi: RCOOH + NaOH RCOONa + H
2
O
Asam lemak bebas Sabun Air
Dari tangki netralisasi minyak dialirkan ke Sentrifugal (H-114) untuk
dipisahkan minyak dengan soap stocknya. Minyak yang keluar dari Sentrifugal ini
masih mengandung soap stocknya 0,2 % sedangkan air 0,1 % sehingga perlu
dilakukan pencucian untuk menghilangkan soap stocknya. Dari sentrifugal
minyak dipompa (L-115) menuju Tangki Pencuci (F-117) untuk dilakukan
pencucian dengan menggunakan air panas 45
O
C sebanyak 10 % dari berat minyak
II-4
masuk. Selanjutnya minyak masuk Sentrifugal (H-118) untuk memisahkan
minyak dengan soap waternya. Selanjutnya minyak dipompa dengan
menggunakan Pompa Sentrifugal (L-119) ke Tangki Bleaching / Pemucatan (R-
120)
2.3.2 Proses Pemucatan (Bleaching)
Proses pemucatan yaitu suatu tahap untuk menghilangkan zat warna yang
tidak disukai dalam minyak dengan menggunakan absorben. Pada proses
pemucatan ini absorben yang digunakan adalah karbon aktif sebanyak 2 % dari
berat minyak. Dalam Tangki Pemucatan (R-120) minyak dipanaskan pada suhu
105
O
C selama 1 jam.
Penambahan absorben dilakukan pada saat suhu 70-80
O
C. Selanjutnya
minyak dialirkan ke Cooler (E-122) untuk didinginkan sampai suhu 55
O
C.
Selanjutnya minyak dipompa dengan menggunakan Pompa Sentrifugal (L-123)
menuju Filter Press (H-124) untuk dipisahkan antara minyak dengan absorben,
kemudian minyak ditampung dalam Tangki Penampung (F-125) yang kemudian
dipompa dengan menggunakan Pompa Sentrifugal (L-126) menuju Tangki Katalis
Mixer (F-127) dalam katalis mixer ditambah katalis nikel. Menggunakan katalis
nikel karena nikel lebih ekonomis dan lebih efisien dari pada logam lainya. Nikel
juga mengandung sejumlah kecil Al dan Cu yang berfungsi sebagai promoter
dalam proses hidrogenasi minyak. Suhu operasi pada tangki hidrogenasi adalah
180
O
C untuk mempercepat reaksi hidrogenasi.
H
2
Reaksinya: R-CH=CH-CH
2
-COOH R-(CH
2
)
3
-COOH
Ni
Asam lemak tak jenuh Asam lemak jenuh
II-5
Kemudian minyak dipompa (L-128) menuju tangki hidrogenasi. Minyak
yang hilang karena proses ini sebanyak 0,3 % dari berat minyak masuk.
2.3.3 Proses Hidrogenasi
Proses hidrogenasi yaitu suatu tahap proses pengolahan minyak dengan
penambahan hidrogen pada ikatan rangkap dari asam lemak, sehingga mengurangi
tingkat ketidakjenuhan minyak atau lemak. Proses ini bertujuan untuk membuat
minyak lebih plastis (keras) sehingga memudahkan dalam pembuatan margarin
mempertinggi titik cair dan menjadikan minyak tahan terhadap proses oksidasi.
Minyak dari tangki katalis mixer dipompa menuju Tangki Hidrogenasi (R-130).
Pada tangki hidrogenasi ini dialirkan gas hidrogen (F-131). Selanjutnya
minyak dipompa dengan Pompa (L-134) dan didinginkan dalam Cooler (E-135),
kemudian minyak dipompa dengan menggunakan pompa sentrifuge (L-136)
menuju Filter Press (H-137) untuk dipisahkan antara minyak dengan katalis Ni
kemudian minyak ditampung dalam Tangki Penampung (F-138).
2.3.4 Proses Deodorisasi
Proses deodorisasi ini bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa yang
diakibatkan oleh proses hidrogenasi. Dari Tangki Deodorisasi (R-140) minyak
didinginkan dalam Cooler (E-144). Setelah itu minyak ditampung dalam Tangki
Penampung (F-145). Setelah itu dipompa dengan menggunakan pompa sentrifuge
(L-146) menuju Tangki Emulsi (M-150).
II-6
2.3.5 Proses Pengemasan Produk
Minyak yang ada dalam Tangki Emulsi (M-150) ditambahkan bumbu fase
cair dan bumbu fase minyak. Bumbu fase cair (berisi garam untuk memberikan
rasa asin, Natrium benzoat sebagai pengawet, diasetil, laktosa) dari Tangki (F-
151). Emulsi fase minyak merupakan bahan tambahan yang tidak larut dalam
minyak. Bahan tambahan ini dicampurkan ke dalam air yang akan dipakai untuk
membuat emulsi dengan minyak. Sedangkan bumbu fase minyak (berisi lesitin,
-karoten, sebagai zat warna serta Vitamin A dan Vitamin D untuk menambah
gizi) dari tangki (F-152). Emulsi fase cair merupakan bahan tambahan yang dapat
larut dalam minyak yang berguna untuk menghindari terpisahnya air dari emulsi
minyak terutama dalam penyimpanan. Margarin yang dihasilkan ditampung
dalam Tangki Penampung (F-153), selanjutnya dilakukan pendinginan pada
Votator Unit (P-154). Selanjutnya diangkut dengan Screw Conveyor (J-155)
dimasukkan dalam Gudang (F-156) dan siap untuk dipasarkan.
III-1
BAB III
NERACA MASSA
Kapasitas produksi : 3.000 Ton/Tahun
Operasi pabrik : 300 Hari/Tahun
Satuan : Kg/Jam
Kapasitas pabrik :
tahun hari jamx
jam kg
/ 300 24
/ 000 . 000 . 3
= 416,6667 Kg/Jam
Basis perhitungan : 362,4584 Kg/Jam
1. Tangki Netralisasi (R-110)
Fungsi: Untuk mengurangi FFA dari minyak
Tabel 3.1 Neraca Massa pada Tangki Netralisasi (R-110)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (H-114)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
Air : 5,7993 Air : 5,7993
FFA : 2,5372 FFA sisa : 0,1015
Larutan NaOH : 2,1617 Soap stock : 4,5974
Jumlah : 364,6201 Jumlah : 364,6201
2. Sentrifuge I (H-114)
Fungsi : Untuk memisahkan sabun dari minyak
Tabel 3.2 Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge I (H-114)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (F-117)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
Air : 5,7993 FFA : 0,1015
FFAsisa : 0,1015 Soap stock sisa : 0,3541
Soap stock : 4,5974 Ke waste:
Air : 5,7993
Soap stock : 4,2433
Jumlah : 364,6201 Jumlah : 364,6201
III-1
III-2
3. Tangki Pencuci (F-117)
Fungsi : Untuk mencuci minyak agar soap stock sisa dapat dipisahkan
Tabel 3.3 Neraca Massa pada Tangki Pencuci (F-117)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (H-118)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015 FFA : 0,1015
Soap stock sisa : 0,3541
Air pencuci : 35,4578
Air sabun : 35,8119
Jumlah : 390,0353 Jumlah : 390,0353
4. Sentrifuge II (H-118)
Fungsi : Untuk memisahkan air sabun dengan minyak
Tabel 3.4. Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge II (H-118)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (H-118)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015 FFA : 0,1015
Ke waste: Air sabun : 35,8119
Air sabun : 35,8119
Jumlah : 390,0353 Jumlah : 390,0353
5 . Tangki Bleaching / Pemucatan (R-120)
Fungsi : Untuk memucatkan warna minyak dengan menambah karbon aktif
Tabel 3.5 Neraca Massa pada Tangki Bleaching / Pemucatan (R-120)
Bahan Masuk, kg/jam Bahan Keluar, kg/jam ke (H-124)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015 FFA : 0,1015
Karbon aktif : 7,0845 Karbon aktif : 7,0845
Jumlah : 361,3079 Jumlah : 361,3079
III-3
6. Filter Press (H-124)
Fungsi : Untuk memisahkan karbon aktif dari minyak
Tabel 3.6 Neraca Massa pada Filter Press (H-124)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (F-127)
Minyak : 354,1219 Minyak : 353,0595
FFA : 0,1015 Ke waste:
FFA : 0,1015
Karbon aktif : 7,0845
Karbon aktif : 7,0845
Kehilangan minyak : 1,0624
Jumlah : 361,3079 Jumlah : 361,3079
7. Tangki Katalis Mixer (F-127)
Fungsi : Untuk mencampur katalis Ni
Tabel 3.7 Neraca Massa pada Tangki Katalis Mixer (F-127)
Bahan Masuk, kg/jam Bahan Keluar, kg/jam ke (R-130)
Minyak : 353,0595 Minyak : 353,0595
Katalis Ni : 0,1765 Katalis Ni : 0,1765
Jumlah : 353,2360 Jumlah : 353,2360
8. Tangki Hidrogenasi (R-130)
Fungsi : Untuk menghidrogenasikan minyak dengan katalis Ni
Tabel 3.8 Neraca Massa pada Tangki Hidrogenasi (R-130)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (H-137)
Minyak : 353,0595 Minyak : 353,0625
Katalis Ni : 0,1765 Katalis Ni : 0,1765
H
2
: 0,0036 H
2
sisa : 0,0006
Jumlah : 353,2396 Jumlah : 353,2396
III-4
9. Filter Press (H-137)
Fungsi : Untuk menghilangkan H
2
sisa
Tabel 3.9 Neraca Massa pada Filter Press (H-135)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (R-140)
Minyak : 353,0625 Minyak : 353,0532
Ke waste:
Katalis Ni : 0,1765
Katalis Ni : 0,1765
Minyak terikat : 0,0093
Jumlah : 353,2390 Jumlah : 353,2390
10. Tangki Deodorisasi (R-140)
Fungsi : Untuk menghilangkan bau yang tidak diinginkan dalam minyak
Tabel 3.10 Neraca Massa pada Tangki Deodorizer (R-140)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (F-144)
Minyak : 353,0532 Minyak : 352,3471
Steam : 17,6527
Ke E-143
Steam : 17,6527
Kehilangan minyak : 0,7061
Jumlah : 370,7590
Jumlah : 370,7590
11.Tangki Emulsi (M-150)
Fungsi : Untuk mencampur bumbu fase cair dan bumbu fase minyak
Tabel 3.11.Neraca Massa pada Tangki Emulsi (M-150)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (F-153)
Minyak : 352,3471 Minyak : 352,3471
Bumbu fase air : 44,9375 Bumbu fase air : 44,9375
Bumbu fase minyak : 19,3821 Bumbu fase minyak : 19,3821
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
III-5
12. Tangki Penampung (F-153)
Fungsi : Untuk menampung margarin yang dihasilkan
Tabel 3.12. Neraca Massa pada Tangki Penampung (F-153)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (P-154)
Minyak : 352,3471
Bumbu fase air : 44,9375
Bumbu fase minyak : 19,3821
Emulsi : 416,6667
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
13. Votator Unit (P-154)
Fungsi : Untuk mendinginkan margarin
Tabel 3.13.Neraca Massa pada Votator (P-154)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (J-155)
Emulsi : 416,6667 Emulsi : 416,6667
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
14. Packing (F-156)
Fungsi : Untuk mengemas margarin yang dihasilkan
Tabel 3.14 Neraca Massa pada Packing (F-156)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam
Emulsi : 416,6667 Emulsi : 416,6667
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
III-6
IV-1
BAB IV
NERACA PANAS
Kapasitas Produksi : 3.000 Ton / Tahun
Suhu Referensi : 25
O
C
Satuan : Kkal / Jam
1. Tangki Netralisasi (R-110)
Tabel 4.1. Neraca Panas pada Tangki Netralisasi (R-110)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 824,3322 H
2
= 12.457,6269
H
R
= 289,8248759
Q = 11.999,1344
Qloss = 655,6646
Jumlah = 13.113,2915 Jumlah =13.113,2915
2. Heater I (E-116)
Tabel 4.2. Neraca Panas pada Heater I (E-116)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 12.457,6269
Q = 4.152,5424
H
2
= 16.610,1693
Jumlah = 16.610,1693
Jumlah = 16.610,1693
3. Tangki Bleaching / Pemucatan (R-120)
Tabel 4.3. Neraca Panas pada Tangki Bleaching / Pemucatan (R-120)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 10.767,3642 H
3
= 15.210,4222
H
2
= 5,9510
Q = 5.237,6555
Qloss = 800,5485
Jumlah = 16010.9707 Jumlah = 16.010,9707
IV-1
IV-2
4. Cooler I (E-122)
Tabel 4.4. Neraca Panas pada Cooler I (E-122)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 12.166,8435 H
1
=15.210,4222
Q = 3.043,5787
Jumlah = 15.210,4222 Jumlah = 15.210,4222
5. Filter Press (H-124)
Tabel 4.5. Neraca Panas pada Filter Press (H-124)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 6.708,1305
H
3
= 51,2270
H
1
= 12.166,8435
Qloss = 5.407,4860
Jumlah = 12.166,8435 Jumlah = 12.166,8435
6. Tangki Hidrogenasi (R- 130)
Tabel 4.6. Neraca Panas pada Tangki Hidrogenasi (R-130)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 14759,0132 H
3
= 12.457,6269
H
2
= 0,1241 Qloss = 1.951,7423
Q = 24.275,7090 H
R
= 12.931,6192
Jumlah = 39.034,8463 Jumlah = 39.034,8463
7. Cooler II (E-135)
Tabel 4.7. Neraca Panas pada Cooler II (E-135)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 9.392,2441 H
1
= 24.151,4848
Q = 14.759,2407
Jumlah = 24.151,4848 Jumlah = 24.151,4848
IV-3
8. Heater II (E-138)
Tabel 4.8. Neraca Panas pada Heater II (E-138)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jm
H
1
= 9.392,1791
Q = 42.930,3051
H
2
= 52.322,4842
Jumlah = 52.322,4842 Jumlah = 52.322,4842
9. Tangki Deodorisasi (R-140)
Tabel 4.9. Neraca Panas pada Tangki Deodorisasi (R-140)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 55.845,3120 H
2
= 57.169,9138
H
3
= 107,3272 Q = 4.446,5206
Qloss = 3.014,5916
Jumlah = 60.291,8320 Jumlah = 60.291,8320
10. Cooler III (E-143)
Tabel 4.10. Neraca Panas pada Cooler 3 (E-143)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 14.728,1088 H
1
= 53.556,7592
Q = 38.828,6504
Jumlah = 53.556,7592 Jumlah = 53.556,7592
11. Tangki Emulsi (M-150)
Tabel 4.11. Neraca Panas pada Tangki Emulsi (M-150)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 6.780,4652 H
1
= 15.003,6373
Q = 8.223,1721
Jumlah = 15.003,6373 Jumlah = 15.003,6373
IV-4
12. Votator Unit (P-154)
Tabel 4.12. Neraca Panas pada Votator Unit (P-154)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 4.197,6090 H
1
= 6.780,7530
Q = 2.583,1440
Jumlah = 6.780,7530 Jumlah = 6.780,7530
IX-1
BAB IX
LOKASI DAN TATA LETAK
Dasar pemilihan untuk penentuan lokasi pabrik dari suatu perusahaan
adalah sangat penting sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan sosial
masyarakat, karena akan mempengaruhi kedudukan dalam persaingan dan
menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu perlu diadakan
seleksi dan evaluasi sehingga terpilih benar-benar memenuhi persyaratan bila
ditinjau dari segalah segi.
9.1 Lokasi Pabrik
Dalam pemilihan lokasi untuk suatu perusahaan harus dikaitkan dengan
perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat karena akan mempengaruhi
kedudukan perusahaan dalam persaingan.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu faktor utama dan faktor khusus.
9.1.1 Faktor Utama
9.1.1.1 Penyediaan Bahan Baku
Tersedianya dan harga bahan baku seiring menentukan lokasi suatu pabrik.
Ditinjau dari segi ini maka pabrik hendaknya didirikan dengan sumber bahan
baku.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
- Letak sumber bahan baku
IX-1
IX-2
- Kapasitas sumber bahan baku dan berapa lama sumber bahan baku
tersebut dapat diandalkan pengadaannya
- Kualitas bahan baku yang ada apakah kualitas ini sesuai dengan
persyaratan yang dibutuhkan
- Cara mendapatkan bahan baku dan pengangkutan
9.1.1.2 Pemasaran
Pemasaran hasil produksi / proses suatu pabrik merupakan salah satu
faktor yang penting dalam suatu pabrik atau industri karena berhasil atau tidaknya
pemasaran akan menentukan keuntungan industri tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Dimana produk akan dipasarkan
- Kebutukan akan produk pada saat sekarang dan akan datang
- Pengaruh jaringan yang ada
- Jarak pemasaran dari lokasi dan bagaimana sarana transportasi
untuk daerah pemasaran
9.1.1.3 Utilitas
Utilitas merupakan faktor penunjang yang memegang peranan penting
dalam suatu industri, khususnya sebagai kelengkapan proses produksi. Utilitas
suatu pabrik terdiri dari air, listrik dan bahan bakar.
a. Air
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam suatu industri kimia.
Air digunakan untuk kebutuhan proses, media pendingin air umpan boiler, air
sanitasi dan kebutuhan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini air dapat diambil
IX-3
dengan tiga macam sumber, yaitu: air sumber sungai, air kawasan dan air dari
PDAM. Apabila air dibutuhkan dalam jumlah besar, maka pengambilan air dari
sungai langsung akan lebih ekonomis.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sumber air antara lain:
- Kemampuan sumber air dapat melayani pabrik
- Kualitas sumber air yang disediakan
- Pengaruh musim terhadap kemampuan penyediaan air
b. Listrik dan bahan bakar
Listrik dan bahan bakar dalam industri mempunyai peranan penting,
terutama sebagai motor penggerak selain sebagai penerangan dan untuk
memenuhi kebutuhan lainnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Ada atau tidaknya jumlah tenaga listrik di daerah itu
- Harga tenaga listrik dan bahan bakar di daerah itu
- Mudah tidaknya mendapat bahan bakar
- Persediaan tenaga listrik dan bahan bakar di masa mendatang
9.1.1.4 Iklim dan Alam Sekitarnya
Iklim dan alam sekitarnya merupakan bagian yang sangat penting juga,
karena pabrik yang akan didirikan harus ramah lingkungan. Selain itu iklim juga
berpengaruh terhadap konstruksi bangunan dan spesifikasi peralatan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Keadaan alamnya, keadaan alam yang menyulitkan konstruksi
bangunan dan mempengaruhi peralatan dan konstruksi peralatan
IX-4
- Keadaan angin (kecepatan dan arahnya) pada situasi terburuk dan
pernah terjadi pada lokasi tersebut
- Bahaya alam berupa gempa, banjir dan lain-lain yang pernah
terjadi di lokasi tersebut
- Kemungkinan untuk memperluas di masa mendatang
9.1. 2 Faktor Khusus
9.1.2.1 Transportasi
Masalah transportasi perlu dipertimbangkan agar kelancaran dari proses
(supplay) bahan baku dan penyaluran produk dapat terjamin kelangsungannya
dengan biaya serendah mungkin dan waktu singkat. Oleh karena itu perlu
diperhatikan fasilitas-fasilitasnya, seperti:
- Jalan raya yang dapat dilalui mobil
- Sungai yang dapat ditelusuri kapal laut dan perahu
- Adanya pelabuhan dan lapangan udara
9.1.2.2 Buangan pabrik (waste disposal)
Apabila buangan pabrik berbahaya bagi kehidupan disekitarnya, maka
harus diperhatikan cara pengolahan limbah pabriknya, sehingga limbah yang
dibuang tidak merugikan masyarakat di sekitarnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Cara mengeluarkan untuk buangan, terutama sehubungan dengan
peraturan pemerintah dan peraturan setempat
- Masalah polusi dan pencemaran yang mungkin timbul
IX-5
9.1.2.3 Tenaga kerja
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Mudah atau tidaknya mendapatkan tenaga kerja yang diinginkan
- Keahlian dan pendidikan tenaga kerja yang tersedia
- Tingkat penghasilan tenaga kerja di daerah tersebut
9.1.2.4 Karakteristik dari lokasi
Dalam pemilihan lokasi pabrik harus diperhatikan apakah daerah tersebut
merupakan lokasi pertanian, rawa, perbukitan, dan lain-lain. Lokasi pendirian
pabrik yang baik adalah di daerah yang cukup kering tetapi masih memiliki
persyaratan yang baik untuk mendirikan pabrik.
Hal-hal yang diperhatikan dalam pemilihan lokasi adalah:
- Apakah daerah tersebut merupakan lokasi bebas sawah, rawa, bukit
dan sebagainya
- Harga tanah dan fasilitas lainya
9.1.2.5 Masalah lingkungan
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Apakah merupakan pedesaan atau perkotaan
- Fasilitas rumah, sekolah dan tempat ibadah
- Perijinan dari pemerintah maupun penduduk di sekitar lokasi
pabrik
IX-6
9.1.2.6 Peraturan dan perundang-undangan
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Ketentuan-ketentuan mengenai daerah industri tersebut
- Ketentuan mengenai jalan umum yang ada
- Ketentuan mengenai jalan umum bagi industri di daerah tersebut
9.1.2.7 Pembuangan limbah
Hal ini berkaitan dengan usaha pencegahan terhadap pencemaran
lingkungan yang disebabkan oleh buangan pabrik yang berupa padat, cair ataupun
gas dengan memperhatikan peraturan pemerintah.
Berdasarkan faktor-faktor di atas, daerah yang menjadi alternatif
pemilihan lokasi Pabrik Margarin adalah Daerah Rogojampi Banyuwangi,
Jawa Timur
Dasar pemilihan lokasi pabrik itu adalah:
- Dekat bahan baku
- Dekat dengan daerah pemasaran
- Tersedianya kebutuhan air dan tenaga listrik
- Fasilitas transportasi yang memadai
- Tersedianya tenaga industri yang cukup
9.2 Tata Letak Pabrik
Tata letak pabrik adalah suatu peletakan bangunan dan peralatan dalam
pabrik, yang meliputi areal proses, areal penyimpanan, areal material handing, dan
IX-7
lain sebagainya sedemikian rupa sehingga pabrik bisa beroperasi secara efektif
dan efisien.
Hal-hal khusus yang harus diperhatikan dalam pengaturan tata letak pabrik
(plant lay out) margarin adalah:
- Adanya ruangan yang cukup untuk pergerakan pekerja dan
pemindahan barang-barang
- Bentuk dari kerangka bangunan tembok dan atap
- Distribusi sektor ekonomis dari kebutuhan air, steam dan lainya
- Kemungkinan perluasan di masa depan
- Kemungkinan timbulnya bahaya-bahaya seperti ledakan,
kebakaran dan lain-lain
- Masalah penyaluran zat-zat buangan pabrik (waste disposal)
- Penerangan ruangan
- Pondasi dari bangunan dan mesin-mesin
IX-8
Tata letak bangunan dapat dilihat pada gambar 9.1
--------- Jalan Raya -----------
U
T
S
Gambar 9.1 Tata Letak Bangunan
1 3 9
2
10
16
17
18
20
26
5
13
14
19
7 4
8
6
25
15
11 12
21 22 23 24
1
25
25
IX-9
Keterangan:
No Keterangan gambar
1 Pos keamanan
2 Taman
3 Musholla
4 Perpustakaan
5 Kantin
6 Aula
7 Daerah perkantoran
8 Poliklinik
9 Tempat parkiran tamu
10 Tempat parkiran karyawan
11 Ruang bengkel
12 Laboratorium
13 Ruang kepala pabrik
14 Gudang produk
15 Unit proses produksi
16 Timbangan truk
17 Unit pemadam kebakaran
18 Gudang bahan baku
19 Daerah perulasan pabrik
20 Unit pengolahan air
21 Daerah pembangkit listrik
22 Bengkel
23 Ruang boiler
24 Gudang bahan baku
25 Toilet
26 Waste water treatment
9.3 Tata Letak Peralatan Proses
Tata letak peralatan proses adalah cara menempatkan peralatan di dalam
pabrik sedemikian rupa sehingga pabrik dapat beroperasi secara efektif dan
efisien. Tata letak peralatan harus disesuaikan dengan arus proses sehingga proses
IX-10
dapat berjalan dengan baik dan sempurna. Dalam pengaturan peralatan
(equipment lay out) beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Letak ruangan yang cukup antara peralatan satu dengan yang
lainnya, untuk memudahkan pemeriksaan, perawatan serta dapat
menjamin keselamatan kerja
- Pengaturan jarak antara peralatan yang satu dengan yang lainnya
sehingga mempermudah dalam pengontrolan peralatan
- Diusahakan agar setiap alat tersusun berurutan menurut fungsinya
masing-masing sehingga tidak menyulitkan dalam pengoperasian
- Peletakan alat control sehingga mudah diawasi oleh operator
- Letak peralatan yang harus diperhatikan keselamatan kerja
operatornya.
Tata letak peralatan proses didasarkan pada areal persiapan bahan baku,
reaksi pemisahan, pemurnian serta penanganan produk.
IX-11
Tata letak peralatan proses dapat dilihat pada gambar 9.2.
Tahap Persiapan Bahan Baku
Tahap Reaksi
Tahap Pemisahan
Tahap Pemurnian
Tahap Penanganan Produk
Gambar 9.2 Tata Letak Peralatan Proses
1
2
3
5
10
13
7
9
12
4
6
8
11
14
IX-12
Keterangan:
No
Keterangan gambar
1 Tangki Penampung Bahan Bakar
2 Reaktor Netralisasi
3 Bin NaOH
4 Separator
5 Tangki Pencuci
6 Separator
7 Reaktor Pemucatan
8 Separator
9 Reaktor Hiodrogenasi
10 Tangki Katalis Mixer
11 Separator
12 Tangki Deodorisasi
13 Tangki Mixer
14 Tangki Votator
IX-13
INDONESIA
P. JAWA
P. SUM,ATRA
P. KALIMANTAN
P. SULAWESI
P. PAPUA
P.BALI
KEP. NUSATENGGARA
LAUT JAWA
SITUBONDO
BONDOWOSO
JEMBER
Benculuk
G. RAUNG
BANYUWANGI
Rogojampi
Sumber Baru
U
T
S
B
V-1
BAB V
SPESIFIKASI PERALATAN
1. Storage Minyak Ikan (F-111)
Fungsi : Menyimpan minyak ikan selama 30 menit
Type : Tangki berbentuk silinder tegak, tutup atas berbentuk conis dan
bawah datar
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter dalam (di) : 214,75 in
Diameter luar (do) : 216 in
Timggiliquid (ls) : 322,125 in
Tinggi total bejana (H) : 532,8708 in
Tebal tutup atas (tta) : 5/8 in
Tebal tutup bawah (ttb) : 5/8 in
Tebal silinder (ts) : 5/8 in
Jumlah : 1 buah
2. Pompa 1 (L-112)
Fungsi : Memompa bahan yang keluar dari tangki penampung ke netralizer
Type : Centrifugal Pump
Bahan : Commersial Steel
Di : 1,049 in
V-1
V-2
Do : 1,50 in
Ukuran : 1 in sch 40
Power : 0,5 Hp
Jumlah : 1 buah
3. Tangki Netralisasi (R-110)
Lihat bab VI Alat Utama
4. Tangki NaOH (F-113)
Fungsi : Menampung larutan NaOH sebelum masuk netralizer
Type : Bin berbentuk persegi panjang vertikal dan bagian bawah berbentuk
limas
Bahan : High Alloy Steel
Dimensi:
Lebar (L) : 1,0050 ft
Tinggi segi panjang (H) : 3,01503 ft
Tinggi limas (T) : 1,8664 ft
Panjang bin (H+T) : 4,88143 ft
Jumlah : 1 buah
5.Centrifuge (H-114)
Fungsi : Untuk memisahkan minyak dari soap stocknya yang keluar dari hasil
netralizer
V-3
Type : Disbowl Centrifuge
Bahan : Carbon Steel
Power : 0,5 Hp
Jumlah : 1 buah
6. Pompa 2 (L-115)
Fungsi: Untuk mengalirkan pisahan minyak dari centrifuge ke washing tank
Type : Centrifugal Pump
Bahan : Commersial Steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch 40
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Jumlah : 1 buah
7. Heater I (E-116)
Fungsi : Untuk memanaskan air proses
Type : Shell and tube
Dimensi:
Bagian shell:
as : 0,046 ft
2
Gs : 10633,5938 lb/jam ft
2
Nres : 134,511631
V-4
JH : 7,9
Ho : 137,29 Btu/j ft
2O
F
Ps : 1,135 psi
Bagian tube:
at : 0,0164 ft
2
Gt : 15290,105 lb/jam ft
2
Nret : 1369,59
JH : 36
Hio : 35,53 Btu/j ft
2O
F
Pt : 0,175 psi
8. Washing Tank / Tangki Pencuci (F-117)
Fungsi : Mencuci minyak yang telah dimurnikan
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Tinggi : 386,2422 in
Diameter tangki : 26,8713 in
Tinggi tutup atas (ha) : 38,2422 in
Tinggi tutup bawah (hb): 25,4885 in
Tebal tutup atas (tta) : 2/8 in
Tebal tutup bawah (ttb) : 2/8 in
Tebal silinder (ts) : 2/8 in
Jumlah : 1 buah
V-5
9. Sentrifuge Separator (H-118)
Fungsi : Untuk memisahkan minyak dan sabun setelah masuk pencucian
Type : Disk Bowl Centrifuge
Bahan : Carbon Steel
Power : 0,5 Hp
Jumlah : 1 buah
10. Pompa 3 (L-119)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari centrifuge ke bleaching tank
Type : Centrifuge Pump
Bahan : Commercial Steel
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch 40
Jumlah : 1 buah
11. Tangki Pemucatan (R-120)
Lihat pada bab VI Alat Utama
12. Tangki Karbon Aktif (F-121)
Fungsi : Menampung karbon aktif untuk keperluan pemucatan minyak
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
V-6
Dimensi:
Lebar (L) : 0,72 ft
Tinggi segi panjang (T) : 0,52416 ft
Tinggi limas (H) : 2,16 ft
Panjang bin : 2,68416 ft
Jumlah : 1 buah
13. Cooler (E-122)
Fungsi : Mendinginkan minyak yang keluar dari tangki pemucatan
Type : Shell and tube
Dimensi:
Bagian shell:
as : 0,046 ft
2
Gs : 9616,63 lb/jam ft
2
Nres : 430,95
JH : 11
Ho : 127,413 Btu/j ft
2O
F
Ps : 1,644 psi
Bagian tube:
at : 0,016 ft
2
Gt : 22703,01 lb/jam ft
2
Nret : 57,71
JH : 1,05
V-7
Hio : 0,491 Btu/j ft
2O
F
Pt : 3,933 psi
14. Pompa Bleaching / Pemucatan (L-123)
Type : Centrifugal Pump
Bahan : Commercial Steel
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch. 40
Jumlah : 1 buah
15. Filter Press (H-124)
Fungsi : Memisahkan bleaching agent dari minyak
Type : Plate and Frame
Bahan : Carbon steel
Ukuran : 291 in
Jumlah : 1 buah
16. Tangki Penampung (F-125)
Fungsi : Menampung minyak yang keluar dari filter press
Type : Silinder tegak
Bahan : Carbon steel
V-8
Dimensi:
Tinggi : 101,3839 ft
Panjang : 133,4052 ft
Lebar : 71,002 ft
Tebal tutup atas (tta) : 2/16 in
Tebal tutup bawah (ttb) : 2/16 in
17. Pompa Filter Press (L-126)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki penampung minyak ke katalis mixer
Type : Centrifugal Pump
Bahan : Commercial Steel
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch 40
Jumlah : 1 buah
18. Tangki Katalis Mixer (F-127)
Fungsi : Melarutkan katalis Ni
Type : Silinder tegak dengan dished head dan conical
Dimensi :
Diameter : 2,1732 ft
Tinggi tangki total : 107,5708 in
V-9
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Perlengkapan pengaduk:
Jenis : Six bladed flat disk turbin
Diameter : 0,0837 ft
Kecepatan pengaduk : 120 rpm
Bahan kontruksi : Stainless steel
Volume shell : 0,00211 cuft
Tinggi shell : 0,01939 ft
Power : 0,25 Hp
Jumlah : 1 buah
19. Pompa Katalis Mixer (L-128)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari storage minyak dan katalis mixer ke
hidrogenator
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commersial steel
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Power : 0,75 Hp
Ukuran : 0,5 in sch 40
Jumlah : 1 buah
V-10
20. Tangki Hidrogenasi (R-130)
Fungsi : Untuk membuat minyak lebih bersifat plastis ( keras), mempertinggi titik
cair dan menjadikan minyak tahan terhadap proses oksidasi.
Type : Silinder tegak dengan dishead head dan conical
Bahan Kontruksi : SA 285 grade M type 316
Dimensi silinder:
Diameter : 26,0623 in
Tinggi tangki : 86,87 in
Tebal silinder : 3/16 in
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Dimensi pengaduk:
Diameter : 5,6910 in
Panjang blade : 1,1382 in
Lebar blade : 2,22756 in
Kecepatan pengaduk :120 rpm
Jumlah lilitan :14 buah
Tinggi coil : 16,74 in
21. Tangki H
2
(F-133)
Fungsi : Menampung H
2
yang akan disupply ke hidrogenator
Type : Tangki tegak dengan dishead head dan dishead bottom
Bahan : Stainless steel
V-11
Dimensi :
Diameter : 0,0008228 ft
Tinggi dishead : 0,02653 ft
Luas dishead : 0,030904 ft
Volume dishead : 0,00402 ft
Volume silinder : 0,004185 ft
Tinggi silinder : 0,1538 ft
Tinggi total bejana : 0,45871ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
22. Cooler (E-135)
Fungsi : Mendinginkan minyak yang keluar dari deodorizer tank
Type : Shell and tube
Dimensi:
Bagian Shell
as : 0,1840 ft
2
Gs : 5052,519054 lb/jam ft
2
Nres : 51,700195
Ps : 1,4665 psi
Ho : 100,82275
V-12
Bagian Tube
at : 0,0784 ft
2
Gt : 11857,95288 lb/jam ft
2
Nret : 312,788521

Pt : 2,0951 psi
Hio : 58,38208
23. Pompa Hidrogenasi (L-136)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari cooler ke filter press
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch. 40
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Jumlah : 1 buah
24. Filter Press (H-137)
Fungsi : Memisahkan katalis Ni dari minyak
Type : Plate and frame
Panjang : 1,5 in
Jumlah : 1 buah
V-13
25. Tangki Penampung (F-138)
Fungsi : Menampung minyak yang keluar dari filter press
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon Steel
Dimensi:
Diameter : 1,562324 ft
Tinggi dishead : 1,63511 ft
Luas dishead : 10,90842 ft
2
Volume dishead : 4,35645 cuft
Volume silinder : 7,39919 cuft
Tinggi silinder : 3,861645 ft
Tinggi total bejana : 6,3689 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
26. Pompa Tangki Penampung (L-141)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki penampung hidrogenasi ke heater
Type : Pompa sentrifugal
Bahan : Commercial steel
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Power : 0,5 Hp
V-14
Ukuran : 1 in sch.40
Jumlah : 1 buah
27. Heater (E-142)
Fungsi : Memanaskan minyak sebelum masuk deodorizer
Type : Shell and Tube
Dimensi:
Bagian Shell:
as : 0,0424 ft
2
Gs : 5442,101896 lb/jam ft
2
Nres : 72,51241
Ps : 0,3023 psi
Bagian Tube:
as : 0,0164 ft
2
Gt : 14069,82441 lb/jam ft
2
Nret : 12854,70321
Pt : 0,0045 psi
28. Tangki Deodorisasi (R-140)
Fungsi: Untuk menghilangkan bau dan rasa pada minyak akibat proses
hidrogenasi
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon Steel
V-15
Dimensi:
Diameter : 4,11551 ft
Tinggi dishead : 0,64271 ft
Luas dishead : 14,59299 ft
2
Volume dishead : 4,42570 cuft
Volume silinder : 9,65606 cuft
Tinggi silinder : 0,72624 ft
Tinggi total bejana : 1,46982 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
29. Barometrik Condensor (E-132)
Fungsi : Mengembunkan uap yang keluar dari deodorizer tank
Type : Direct Control Counter Current
Bahan : Stainless steel
Dimensi:
Tinggi : 125 cm
Diameter : 25 cm
Diameter steam masuk : 25 cm
Diameter barometrik leg : 15 cm
Panjang barometrik leg : 125 cm
Jumlah : 1 buah
V-16
30. Jet Ejector (G-134)
Fungsi : Menvakumkan deodorizer tank
Type : Single stage jet dengan steam
Bahan : Stainless steel
Jumlah: 1 buah
Dimensi:
D
1
= 5,073 in
D
2
= 3,805 in
L = 45,657 in
31. Cooler 3 (E-144)
Fungsi : mendinginkan minyak yang keluar dari deodorizer tank
Type : Shell and tube
Dimensi:
Bagian Shell
as : 0,1472 ft
2
Gs : 4010,57181 lb/jam ft
2
Nres : 62,50242
Ps : 6,598 psi
Ho : 128,8436
Bagian Tube
at : 0,0351 ft
2
Gt : 16819,2641 lb/jam ft
2
V-17
Nret : 498,85539
Pt : 0,468 psi
Hio : 324,62019
32. Tangki Penampung (F-145)
Fungsi : Menampung minyak yang keluar dari cooler
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter : 1,56159 ft
Tinggi dishead : 0,60789 ft
Luas dishead : 4,05269 ft
2
Volume dishead : 0,99985 cuft
Volume silinder : 14,07169 cuft
Tinggi silinder : 7,35093 ft
Tinggi total bejana : 7,08188 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
33. Pompa Tangki Penampung (L-146)
Fungsi : Memompa minyak dari tangki penampung ke tangki emulsifier
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
V-18
Di : 1,049 in
Do : 1,50 in
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch.40
Jumlah : 1 buah
34. Tangki Emulsi (M-150)
Fungsi : Mencampur minyak dengan bumbu-bumbu sehingga terbentuk emulsi
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter : 2,755 ft
Tinggi dishead : 0,4696 ft
Luas dishead : 6,65063 ft
2
Volume dishead : 1,4463 cuft
Volume silinder : 16,20326 cuft
Tinggi silinder : 6,76314 ft
Tinggi total bejana : 7,82752 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
V-19
Perlengkapan pengaduk:
Jenis : Six blade plate disk turbine
Bahan : Stainless steel
Diameter : 0,9174 ft
Kecepatan pengaduk : 120 rpm
Power : 0,25 Hp
Jumlah : 1 buah
35. Tangki Bumbu Fase Cair (F-151)
Fungsi : Menampung bumbu fase cair
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter : 1,36337 ft
Tinggi dishead : 0,29786 ft
Volume dishead : 0,00166 cuft
Volume silinder : 1,6108 cuft
Tinggi silinder : 1,10395 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
V-20
36. Tangki Bumbu Fase Minyak (F-152)
Fungsi : Menampung bumbu fase minyak
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter : 1,11671 ft
Tinggi dishead : 0,35428 ft
Volume dishead : 0,06990 cuft
Volume silinder : 0,747204cuft
Tinggi silinder : 0,76329 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
37. Tangki Penampung (F-153)
Fungsi : Menampung margarin dari emulsifier untuk disuplay ke votator unit
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter : 3,88778 ft
Tinggi dishead : 0,61319 ft
Volume dishead : 6,14886 cuft
Volume silinder : 56,89568 cuft
V-21
Tinggi silinder : 4,795199 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
38. Votator Unit (P-154 )
Fungsi : Mendinginkan margarine
Type : Bak persegi
Bahan : Stainless steel
Dimensi:
Panjang : 5,8018 ft
Lebar : 1,3733 ft
Jumlah : 1 buah
39. Screw Conveyor (J- 155)
Fungsi : Mengangkut margarin ke packing
Type : Horizontal tank
Bahan : Rubber
Bahan kontruksi : Stainless steel
Dimensi:
Panjang : 15 ft
Jumlah : 1 buah
V-22
40. Packing (F-157)
Fungsi : Menampung produk
Type : Silinder tegak dengan dished head dan conical bottom
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter : 3,91352 ft
Tinggi dishead : 0,61652 ft
Volume dishead : 3,84097 cuft
Volume silinder : 6,10806 cuft
Tinggi silinder : 1,618433 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Jumlah : 1 buah
V-23
VI-1
BAB VI
PERANCANGAN ALAT UTAMA
Nama alat : Tangki Netralisasi
Kode : R-110
Fungsi : Untuk mereaksikan minyak dengan NaOH
Type : Mixed Flow Reaktor
Jumlah : 1 buah
Kondisi operasi:
Temperatur : 70
O
C
Tekanan : 1 atm
Waktu operasi : jam
Fase : Liquid-liquid
Direncanakan:
- Bahan konstruksi reaktor Plate Steel SA 240 Grade M type 316
- Reaktor berbentuk bejana tegak dengan badan berbentuk shell, tutup atas
berbentuk standard dished head dan tutup bawah berbentuk conical dengan
=120
O
- Tipe pengelasan : Double Welded Butt Joint (E = 0,8)
- Faktor korosi (C) : 1/16 in
Perlengkapan:
- Coil pemanas
- Pengaduk berdaun 4
VI-1
VI-2
Alasan pemilihan pengaduk jenis axial turbin dengan 4 buah blade karena
pada pra rencana pabrik margarin ini feed yang digunakan adalah minyak ikan
sarden. Minyak merupakan salah satu cairan yang memiliki viskositas tinggi
dibandingkan dengan air sehingga dengan pengaduk berdaun 4 yang berbentuk
axial maka proses pengadukan lebih sempurna dan feed yang diaduk lebih cepat
homogen.
Proses dilengkapi coil pemanas karena dalam proses ini membutuhkan
panas. Pada coil pemanas menggunakan steam karena daya yang dihasilkan lebih
besar sehingga prosesnya lebih efisien dan ekonomis.
6.1 Menentukan Dimensi Reaktor
Massa masuk = 364,6201 kg/jam = 803,8488 lb/jam
minyak = 51,5030 lb/ft
2
campuran = 53,1352 lb/ft
2
campuran = 0,0063517 lb/ft.dtk
a. Menentukan Volume Tangki
Volume liquid = m/
=
3
/ 1352 , 53
5 , 0 / 8488 , 803
ft lb
jamx lb
= 7,5642 ft
3
Asumsi : Volume liquid = 75 % dari Volume tangki
Volume tangki (VT) = Volume liquid 75 %
= V
L
+ V
RK
VI-3
=
% 75
Volliq
=
75 , 0
5642 , 7
= 10,0856 ft
3
b. Menentukan Diameter Tangki
Vdish = 0,0847 di
3
Vshell = ( t /4x di
2
x Ls ) = 1,1755 di
3
(Asumsi Ls = 1,5 di)
Vconis =
o

2 / 1 24tg
xdi
= 0,0755 di
3
VT = Vdish + Vshell + Vconis
= 0,0847 di
3
+ 1,1755 di
3
+ 0,0755 di
3
10,0856 ft
3
= 1,3357 di
3
di = 1,9609 ft = 23,5304 in
c. Menentukan Tinggi Silinder
Ls = 1,5 di
= 1,5 x 1,9609 ft
= 2,9414 ft
d. Menetukan Larutan Dalam Tutup Bawah (Lls)
Lls =
o 2 / 1
2 / 1
tg
xdi
=
120 2 / 1
9614 , 1 2 / 1
x tg
x
=
7321 , 1
9805 , 0
= 0,5661 ft
e. Menentukan Tinggi Larutan (hl)
hl = Ls + Lls
= 2,9414 + 0,5661
= 3,5075 ft
= 42,0900 in
VI-4
f. Menentukan Tekanan Design
PDesign = POperasi + PHidrostatik
POperasi = 1 atm = 14,7 psi
PHidrostatik = POperasi +
144
xhl
(Brownell &Young Pers 3.17, Hal 46)
PDesign = POperasi + PHidrostatik
= 14,7 psi +
144
5075 , 3 / 1352 , 53
3
x ft lb
= 15,9942 psi
g. Menentukan Tebal Tangki (ts)
Berdasarkan Brownell &Young, App D Hal 342, bahan yang digunakan Plate
Steel SA 240 Grade M type 316, dengan f = 18750, E = 0,8, C = 1/16
ts =
) . 6 , 0 . ( 2
.
pi E f
di pi

+ C
=
9942 , 15 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
5304 , 23 9942 , 15
x x
x

+ 1/16
= 0,0126 x
16
16
+
16
1
=
16
20091 , 1
in
= 2/16 in
Standarisasi do
do = di + 2 ts
= 23,5304 + 2 (2/16)
= 23,7804 in
VI-5
Berdasarkan Brownell &Young, Tabel 5-7, Hal 89 diperoleh:
do = 48 in,
di = do - 2 ts
= 48 - 2(2/16)
= 47,75 in = 3,97917 ft
VT = Vdish + Vshell + Vconis
10,0945 ft
3
= 0,0847 d
3
+
4

d
2
x Ls + 0,0755 d
3
10,0945 ft
3
= 0,0847 x (3,97917)
3
+ 0,785 (3,97917)
2
x Ls + 0,0755 x
(3,97917)
3
10,0945 = 22,23 Ls
Ls = 0,114 ft = 1,37 in
Ls = 1,5 di
= 1,5 x 3,97917 = 5,96875 ft = 71,625 in
h. Menentukan Tebal Tutup Atas (tha)
Dimana di = r =47,75 in
tha =
) 1 , 0 (
885 , 0
xPi fxE
xPixr

+ C
=
) 9942 , 15 1 , 0 ( ) 8 , 0 . 18750 (
75 , 47 9942 , 15 885 , 0
x
x x

+ 1/16
=
16
7210 , 0
+
16
1
=
16
7210 , 1
=
16
2
in
VI-6
i. Menentukan Tinggi Tutup Atas (ha)
Bentuk tutup atas adalah standart dished head
Dari Brownell &Young Fig 5-8, Hal 87 diperoleh:
a = di/2
b = r- ) (
2 2
AB BC
AB = di/2- icr
BC = r - icr
AC = ) (
2 2
AB BC
ha = th + b + sf
Dimana:
di = Diameter dalam = 47,75 in
ts = Tebal silinder = 2/16 in
th = Tebal tutup = 2/16 in
r = di = 47,75 in
Icr = Knuckle radius
= 0,06 r
= 0,06x 47,75
= 2,865 in
Sehingga :
a =
2
75 , 47
= 23,875 in
AB =23,875 in 2,865 in = 21,01 in
BC = 47,75 in 2,865 in = 44,89 in
VI-7
AC =
2 2
) 01 , 21 ( ) 89 , 44 (
= 39,66413 in
b = 4739,66413
= 8,08587 in
Dari Brownel&Young tabel 5-6, Hal 88
Untuk ts = 2/16 in diperoleh harga sf =1,5 - 2, jika diambil sf = 1,5
Maka:
ha = (
16
2
+ 1,5 +0,08587) in
= 9,71087 in = 0,80924 ft
j. Menentukan Tebal Tutup Bawah (thb)
thb =
) 6 , 0 ( 2 / 1 2
.
xpi fxE Cos
xdi pi
o
+C
=
) 9942 , 15 6 , 0 8 , 0 18750 (( 120 / 1 2
75 , 47 9942 , 15
x x Cos
x

+1/16
=
16
8152 , 0
+
16
1
=
16
8152 , 1
in
=
16
2
in
k. Menentukan Tinggi Tutup Bawah (hb)
hb =
o 2 / 1
2 / 1
tg
di
=
120 2 / 1
97917 , 3 2 / 1
x tg
x
= 1,14869 ft = 13,78424 in
VI-8
l. Menentukan Tinggi Tangki (H)
H = ha + Ls + hb
= 9,71087 + 71,625 + 13,78424
= 95,12011 in = 7,92668 ft
6.2 Perhitungan Pengaduk
Perencanaan:
Digunakan pengaduk jenis axial turbin dengan 4 buah blade
Bahan kontruksi impeller dari SA 240 Grade M type 316
Bahan yang digunakan unituk kontruksi poros pengaduk adalah Hot Rolled Steel
SAE 1020
Data-data dari jenis pengaduk (Brown,fig 477, Hal 507) sesuai dengan
perancangan:
Dt/Di = 2,4 3
ZL/Di = 2,4 3
Zi/Di = 0,4 0,5
W/Di = 0,17
L/Di = 1/3
J/Dt =1/12
Dimana:
Dt = Diameter dalam silinder
Di = Diameter dari impeller
Zi = Tinggi impeller dari dasar bejana
VI-9
J = Tebal blade
W = Lebar blade
L = Panjang impeller
ZL = Tinggi zat cair dalam silinder
a. Menentukan Diameter Impeller
Dt/Di = diambil 3, sehingga
Di = 47,75/3
= 15,91667 in = 1,32639 ft
b. Menentukan Tinggi Impeller dari Dasar Bejana
Zi/Di = diambil 0,4 sehingga,
Zi = 0,4 x 15,91667 in = 6,36667 in
c. Menentukan Tinggi Zat Cair Dalam Silinder
ZL/Di = diambil 2,4 sehingga
ZL = 2,4 x 15,91667 in = 38,2 in = 3,18 ft
d. Menentukan Tebal Blades
J/Dt = 12 sehingga,
J = 47,75/12 = 3,97917 in = 0,33160 ft
e. Menentukan Lebar Blades
W/Di = 0,17 sehingga
W = 0,17 x 15,91667 in = 2,70583 in = 0,22549 ft
f. Menentukan Panjang Impeller
L = 1/3 x Di
= 1/3 x 15,91667 in = 5,30556 in
VI-10
g. Menghitung Daya Pengaduk
P =
gc
xDi xn x
5 3
u
Dimana:
P = Daya pengaduk (lbf. ft/dtt)
u= Power number dengan menghitung bilangan Reynold (Nre).
gc = 32,174 lbm.ft/lbf (Geankolis App A1-5, Hal 851)
Rumus bilangan Reynold:
N
Re
=

x nxDi
2
Dimana :
n = Putaran pengaduk ditetapkan = 100 rpm = 1,7 rps (Perry edisi 6, hal
19-6)
Di = Diameter impeller = 15,91667 in
= Densitas campuran = 53,1352 lb/ft
3
= Viskositas campuran = 0,0063517 lb/ft.dtk
Sehingga,
Nre =
006351 , 0
1352 , 53 ) 32639 , 1 ( 7 , 1
2
x x
= 25022,5523 > 2100 (Aliran Turbulen) Geankoplis hal 49
Dari fig 3.4-1 hal 145 Geankoplis diperoleh harga u = 0,5
Maka:
P =
174 , 32
) 32639 , 1 ( ) 7 , 1 ( 1352 , 53 5 , 0
5 3
x x x
= 0,0771 Hp
VI-11
Jika efisiensi motor adalah 80 % (Peter and Timmerhouse fig 14-38 hal 481)
P =
8 , 0
0771 , 0 Hp
= 0,0964 0,5 Hp
h. Perhitungan Poros Pengaduk
Menentukan Diameter poros dengan rumus:
T =
16
3
xSxD t
(Hesse, persamaan 16-2 hal 465)
Keterangan:
T = Momen puntir (lb.in) =
N
xH 63025
(Hesse, Hal 469)
H = Daya motor (Hp)
N = Putaran pengaduk 100 rpm
Maka :
T =
100
1 63025x
= 630,25 lb. in
S = Maksimum design shering stress yang diijinkan, (l6/in
2
)
Bila digunakan bahan Hot Roller Steel SAE{0,20} = 20 % x 36000 lb/ in
2
:
= 7200 lb/in
2
(Hesse, Tabel 16.1 hal, 467)
D = Diameter poros (in)
D = [
xS
xT
t
16
]
1/3
= [
7200 14 , 3
25 , 630 16
x
x
]
1/3
= 0,6431 ft
= 7,6091 in
VI-12
i. Menentukan Jumlah Pengaduk
Sg =
3
/ 43 , 62 ft lb

=
3
3
/ 43 , 62
/ 1352 , 53
ft lb
ft lb
= 0,8511
N =
gki diameter
id tinggiliqu
tan
x Sg =
di
hl
x Sg
=
75 , 47
0996 , 42
x 0,8511= 0,7504 1 buah
j. Menentukan Panjang Poros
L = (H + Z) Zi
Dimana:
Z = Pajang poros di atas bejana tangki = 0,4 m =1,312 ft=15,748 in
Zi = Jarak impeller dari tangki
L = Panjang poros{ ft}
H = Tinggi tangki - tinggi Tutup bawah
= ha hb = 92,12011 - 13,78424 = 81,33587in = 6,77799 ft
Maka: L = (81,33587 + 15,748 - 6,77799) in = 90,71704 in=7,55975 ft
6.3 Perhitungan Coil Pemanas
Dasar perancangan :
Reaksi yang terjadi dalam tangki netralisasi adalah reaksi endotermis dan
beroperasi pada suhu 70
O
C =158
O
F
VI-13
Steam masuk pada suhu 302
O
F dan keluar pada suhu 302
O
F
Tekanan operasi = 1 atm
Digunakan coil pemanas berbentuk spiral dengan konstruksi high alloy stell SA
240 grade M tipe 316
T1= 302
O
F
t1 = 86
O
F t2 =158
O
F
T2 = 302
O
F
a. Menentukan Suhu Kalorik
TLMD =
2 / 1 ln
2 1
t t
t t
A A
A A
=
) 86 302 /( ) 158 302 ln(
) 86 302 ( ) 158 302 (


= 177,5738
O
F
Tc =
2
2 1 T T +
=
2
302 302 +
= 302
O
F
Tc =
2
2 1 t t +
=
2
86 158 + +
= 122
O
F
b. Merencanakan Ukuran Pipa
Ukuran pipa yang digunakan adalah 2 inch IPS sch 40 (Kern, Tabel 11, Hal 844)
Data pipa:
do = 2,38 in = 0,19833 ft
di = 2,067 in = 0,17225 ft
a = 3,25 in
2
= 0,2708 ft
a = 0,622 ft
2
/ft
VI-14
c. Mencari Panjang Pipa
Nre =
42 , 2
2
x
xN x L


Dimana:
L = 1/3 x 47,75 in =15,91667in = 1,32639 ft = Diameter Impelle
= Densitas campuran = 53,1352 lb/ft
3
N = (120) (60) = 7200
= Viskositas campuran = 0,0063517 lb/ft.dtk
Nre =
42 , 2 006351 , 0
7200 1352 , 53 ) 832639 , 1 (
2
x
x x
= 10339,8977 > 2100 (Aliran Turbulen)
Jh = 130 (Kern, Fig, 20.2, Hal 718)
Dimana:
K = 0,07 = 0,00658 lb/ft.dtk = 23,688 lb/ft jam
Cp = 1,935
Ho = Jh x
D
k
(

K
Cpx
1/3
(

0,4
Ho = 130x
(

17225 , 0
07 , 0
x
(

07 , 0
0063517 , 0 935 , 1 x
1/3
x1
= 29,5831 Btu/h.ft.
O
F
Untuk steam hio = 1500 Btu/h.ft.
O
F
Maka, Tahanan panas pada pipa dalam keadaan bersih:
Uc =
) ( ) (
) )( (
ho hio
ho hio
+
=
) 5831 , 29 ( ) 1500 (
) 5831 , 29 )( 1500 (
+
= 29,0096, Btu/h.ft
2
.
O
F
Rd = 0,003
VI-15
Hd = 1/Rd = 1/0,003 = 333,33333
UD =
hd Uc
Ucxhd
+
=
33333 , 333 0096 . 29
33333 , 333 0096 , 29
+
x
= 26,6871 Btu/h.ft
2
.
O
F
A =
LMTD Ud
Q
A .
=
5738 , 177 6871 , 26
000 , 133 . 13
x
= 2,7713 ft
2
L = H = A/a = 2,7713/0,622 = 4,4555 ft
d. Menentukan Jumlah Lilitan Coil
n =
xDcoil
L
t
Jika di pengaduk < di coil < di bejana,maka
di pengaduk = 1,32639 ft
di bejana = 3,97917 ft
Ditentukan di coil = 2 ft
n =
2 14 , 3
4555 , 4
x
= 0,7095 1 buah
do = 2,38 in, jarak antara coil = 3 in
= (n 1) x (do + Jarak antar coil) + do
= (1 1) (2,38 + 3) + 2,38
= 2,38 in = 0,1933 ft
= 0,1983 ft < tinggi tangki = 7,92668 ft (Memenuhi)
VI-16
6.4 Perhitungan Nozzle
Pada tangki netralisasi terdapat beberapa nozzle yang terbagi dalam 3 tempat,
yaitu:
1. Nozzle pada tutup atas
Nozzle untuk pemasukan umpan, yaitu minyak
Nozzle untuk pemasukan umpan, yaitu NaOH
2. Nozzle pada silinder reaktor
Nozzle untuk pemasukan steam
Nozzle untuk pengeluaran steam
Nozzle untuk hand hole
3. Nozzle pada tutup bawah
Nozzle untuk pengeluaran produk
Perhitungan:
1. Nozzle pada Tutup Atas
- Nozzle untuk umpan masuk
Bahan masuk = 364,6201 kg/jam = 803,8488 lb/jam
Densitas = 53,1352 lb/ft
3
Kecepatan Volumetrik (Q)
Q =
PUmpan
RateUmpan
=
1352 , 53
8488 , 803
=
dtk 3600
1284 , 15
ft
3
/jam = 0,0042 ft
3
/dtk
Pemilihan diameter nozzle didasarkan pada diameter pipa:
Dopt = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
= 3,9 (0,0042)
0,45
x (53,1352)
0,13
lb/ft
3
= 0,5569 in 1 in
VI-17
- Nozzle untuk larutan NaOH
Bahan masuk = 2,16174832 kg/jam = 4,7665 lb/jam
Densitas = 55,712 lb/cuft
Q =
PUmpan
RateUmpan
=
712 , 55
7665 , 4
=
dtk
jam ft
3600
/ 0856 , 0
3
= 0,000024 ft
3
/dtk
Pemilihan diameter nozzle berdasarkan diameter pipa:
Dopt = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
= 3,9 (0,000024)
0,45
x (55,712)
0,13
lb/ft
3
= 0,0548 in 0,5 in
2. Nozzle pada tutup bawah
- Nozzle untuk pengeluaran produk
Steam keluar = 364,6201 kg/jam = 803,8488 lb/jam
Densitas = 53,1352lb/ft
3
Q =
PUmpan
RateUmpan
=
1352 , 53
8433 , 803
=
dtk 3600
1284 , 15
ft
3
/jam = 0,0042 ft
3
/dtk
Pemilihan diameter nozzle berdasarkan diameter pipa:
Dopt = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
= 3,9 (0,0042)
0,45
x (53,1352)
0,13
lb/ft
3
= 0,5569 in 1 in
3. Nozzle pada Silinder
- Nozzle untuk pemasukan steam
Steam masuk = 32,875 kg/jam = 70,9734 lb/jam
Densitas bahan = 0,006351lb/ft.dtk
Q =
PUmpan
RateUmpan
=
006351 , 0
9734 , 70
=
dtk 3600
1535 , 11175
= 3,1042 ft
3
/dtk
VI-18
Pemilihan diameter nozzle didasarkan diameter pipa:
Doptimum = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
= 3,9 (3,1042)
0,45
x (0,006351)
0,13
lb/ft
3
= 3,3632.in 3,5 in
- Nozzle untuk pengeluaran steam
Steam masuk = 32,875 kg/jam = 70,9734 lb/jam
Densitas bahan = 0,006351lb/ft.dtk
Q =
PUmpan
RateUmpan
=
006351 , 0
9734 , 70
=
dtk 3600
1535 , 11175
= 3,1042 ft
3
/dtk
Pemilihan diameter nozzle didasarkan diameter pipa:
Doptimum = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
= 3,9 (3,1042)
0,45
x (0,006351)
0,13
lb/ft
3
= 3,3632.in 3,5 in
- Nozzle untuk hand hole
Diambil diameter 10 in, sehingga dari Brownell and Young, App K, hal 387,
didapatkan:
Ukuran pipa normal(NPS) = 10 in
Schedule = 40
Diameter dalam (ID) = 10,020 in
Diameter luar (OD) = 10,75 in
Tebal pipa = 0,365 in
VI-19
Dari Brownell & Young Hal 221 Fig 12-2 didapatkan dimensi flange
standart type welding-neck untuk semua nozzle adalah sebagai berikut:
Nozzle NPS A T R E K L
A 1 5 1 1/16 2 7/8 2 9/16 2 7/16 1,61
B 1/2 3 7/16 1 3/8 1 3/16 1 7/8 0,62
C 1 4 9/16 2 1 15/16 2 3/10 1,05
D 1 4 9/16 2 1 15/16 2 3/10 1,05
E 1 5 11/16 2 7/8 2 9/16 2 7/16 1,61
F 10 16 1 3/16 12 3/4 12 4 10,02
Keterangan :
Nozzle A = Untuk pemasukan umpan
Nozzle B = Untuk pemasukan larutan NaOH
Nozzle C = Untuk pemasukan steam
Nozzle D = Untuk pengeluaran steam
Nozzle E = Untuk pengeluaran produk
Nozzle F = Untuk hand hole
NPS = Ukuran nominal pipa (in)
A = Diameter luar flange (in)
T = Tebal minimal flange
R = Diameter luar bagian yang menonjol (in)
E = Diameter hubungan pada alas (in)
K = Diameter hubungan pada titik pengelasan (in)
L = Panjang hubungan (in)
B = Diameter dalam flange (in)
VI-20
6.5 Perhitungan Sambungan Tutup Dengan Dinding Reaktor
Untuk mempermudah perbaikan dan perawatan dari reaktor maka tutup
bejana dihubungkan dengan bagian shell secara sistem flange dan bolting.
a. Flange
Bahan = High Alloy Steel SA 240 Grade M Type 316
Tensile Strength Minimum = 75000 psi
Allowed Stress = 18750 psi
Tipe Flange = Ring Flange (Brownell App D, Hal 342 )
b. Bolting
Bahan = Low Alloy Steel SA 193 Grade B 16
Tensile Strength Minimum = 75000 psi
Allowed Stress = 15000 psi (Brownell, tabel 13-1, Hal 252)
c. Gasket
Bahan = Flate Metal, Asbestos Filled
Gasket faktor = 3,75 psi
Minimum design seating stress = 9000 psi (Brownell, fig 12-11, Hal 228)
6.5.1. Menentukan Tebal Gasket
Dari Brownell & Young persamaaan 12.2, hal 226 didapatkan:
di
do
=
) 1 ( +

m p y
pm y
Dimana:
do = Diameter luar gasket (in)
di = Diameter dalam gasket (in)
VI-21
p = Internal pressure = 14,7 psi
m = Gasket faktor = 3,75 psi
y = Yield stress = 9000 psi
Maka:
di
do
=
) 1 75 , 3 ( 5 , 14 9000
75 , 3 7 , 14 9000
+

x
x
= 1,00082
- di gasket = OD shell = 48 in
- do = 1,00082 x di = 1,00082 x 48
= 48,03936 in
- Lebar gasket minimal (n)
n =
2
di do
=
2
48 03949 , 48
=
16
31592 , 0
1/16 = 0,0625 in
- Diameter rata-rata gasket (G):
G = di + n
= 48 + 0,0625 = 48,0625 in = 4,00521ft
6.5.2.Menentukan Jumlah dan Ukuran Baut
a. Perhitungan beban baut/beban gasket
- Beban supaya gasket tidak bocor (Hy)
(Brownell & Young, Pers.12.88 Hal 240)
Wm
2
= Hy = b x x G x Y
Dimana:
b = Lebar efektif gasket
Y = Yield stress = 9000 psi
G = Diameter rata-rata gasket = 48,0625 in
VI-22
Dari Gambar 12.12 Brownell & Young, Hal 229, lebar seating gasket bawah:
b =
2
n
=
2
0625 , 0
= 0,03125 in < 0,25 in maka b = Bo
Sehingga:
Hy = Wm
2
= x b x G x Y
= 3,14x 0,03125 x 48,0625 x 9000 = 42.445,19531 lb
- Beban agar baut tidak bocor (Hp)
H = 2 x b x x G x m x p (Brownell & Young, Pers. 12.89, Hal 240)
= 2 x 0,03125 x 3,14 x 48,0625 x 3,75 x 14,7
= 5199,53643 lb
- Beban karena tekanan dalam (H)
H =
4
t
xG
2
x P) (Brownell & Young, Pers. 12.89, Hal 240)
=
4
14 , 3
x (48,0625)
2
x 14,7 = 26656,29008 lb
- Total berat pada kondisi operasi (Wm
1
)
Wm
1
= H + Hp (Brownell & Young, Pers. 12.91, Hal 240 )
= 26656,29008 + 5199,53643 = 31855,82650 lb
b. Perhitungan Luas Minimum Bolting Area
Brownell & Young, persamaan 12.92 Hal 240:
Am
1
=
fa
Wm
2
=
15000
19531 , 42445
= 2,82968 in
2
Wm
2
> Wm
1
maka yang mengontrol adalah Wm
2
VI-23
c. Perhitungan Bolt Optimum
Dari Brownell & Young, Tabel 10.4 Hal 240, dicoba:
Ukuran baut = 1 in
Root area = 0,551 in
2
Bolting spacing minimum (Bs) = 2 in
Minimal radial distance(R) = 1 3/8 in
Edge distance (E) = 1 1/16 in
Jumlah bolting optimum =
RootArea
Am
2
=
551 , 0
82968 , 2
= 5,13554 6 buah
Bolting circle diameter (C):
C = IDshell + 2 (1,4159 q
o
+ R)
Dimana q
o
= Tebal shell = 2/16 in,
IDshell = 47,75 in
C = 47,75 + 2 x (1,4159 x 2/16 + 1 3/8) = 55,43731 in
Diameter luar flange
OD = C + 2 E = 55,43731 + 2 x (1 1/16) = 57,56231 in = 4,7969ft
- Cek lebar gasket
Ab aktual = Jumlah baut x Root area = 6 x 0,551 = 3,306 in
- Lebar gasket minimal
L = Ab aktual x
G xYx x
F
. 2 t
= 3,306 x
0625 , 48 9000 14 , 3 2
15000
x x x
= 0,01826 < 0,0625 in (Karena L < n, maka lebar gasket memenuhi)
VI-24
d. Perhitungan Moment
- Perhitungan keadaan bolting uap (tanpa tekanan dalam)
W =
2
Ab Am+
x fa (Brownell & Young, Pers. 12.94, Hal 242)
=
2
306 , 3 82968 , 2 +
x 15000
= 46017,6 lb
Jarak radikal dari beban gasket yang bereaksi terhadap bolt circle (hG) adalah:
hG =1/2 (C-G) (Brownell & Young, Pers. 12.94, Hal 242)
hG = 1/2 (55,4373 + 48,0625)
= 3,6874 in
- Moment flange (Ma)
Ma = W x hG = 46017,6 in x 3,6874 = 169685,2982 in.lb
- Dalam keadaan operasi
W =Wm
2
= 42445,19531 lb
Hydrostatik dan Force pada daerah dalam flange (HD):
HD = 0,785 x B
2
x P (Brownell & Young, Pers. 12.96, Hal 242 )
Dimana:
B = OD shell = 48 in
P = Tekanan operasi = 14,7 psi
Maka:
HD = 0,785 x (48)
2
x 14,7
= 26587,008 in
VI-25
- Radial bolt circle pada aksi (hD)
h
D
= 1/2 (CG) (Brownell & Young, Pers. 12.100, Hal 242 )
= 1/2 (55,43731- 48) = 3,71865 in
- Moment komponen (M
D
)
M
D
= H
D
x h
D
(Brownell & Young, Pers. 12.96, Hal 242 )
= 26587,008x3,71865
= 98867,88808 lb.in
Perbedaan antara baut flange dengan gaya hidrostatik total(HG):
HG = WH = Wm
2
H (Brownell & Young, Pers. 12.98 Hal 242 )
= 42445,19531 26656,29008
= 15788,90524 in
- Moment komponen (M
G
)
M
G
= H
G
x h
G
(Brownell & Young, Pers. 12.98, Hal 242)
= 15788,90524 x 3,68740
= 58220,07496 in.lb
Perbedaan antara gaya hidrostatik total dengan gaya hidrostatik dalam area
flange:
HT = H HD (Brownell & Young, Pers. 12.98, Hal 242)
= 26656,29008 26587,008
= 69,28208 lb
hT = 1/2 (hD + hG) (Brownell & Young, Pers. 12.102, Hal 244)
= 1/2 (3,71865 + 3,68740) = 3,70303 in
VI-26
- Moment komponen (MT)
MT = HT + hT (Brownell & Young, Pers. 12.97, Hal 244)
= 69,28208 + 3,70303 = 72,98511 in.lb
- Moment total pada keadaan operasi (Mo)
Mo = MD + MG + MT (Brownell & Young, Pers. 12.99, Hal 244)
= 98867,8880 + 72,98511 + 58220,07496
= 157160,94814 lb.in
Mmax = Mo,karena Mo > Ma
- Perhitungan tebal flange
t =
(

fb
yxM max
0,5
(Brownell & Young, Pers. 12.85, Hal 239)
Jika: K =
B
A
Dimana:
A = Diameter luar flange = 57,56231 in
B = Diameter luar shell = 48 in
K =
48
56231 , 57
= 1,19921
Dari Fig. 12.22 Hal 238 Brownell & Young, diperoleh:
y = 5,7
fb = 18750 psi,
Mmax = 157160,94814 lb in
t =
(

18750
157160 7 , 5 x
0,5
= 6,91209 in
VI-27
6.6. Perhitungan Sistem Penyangga
Sistem penyangga dirancang untuk mampu menyangga berat bejana
penyangga total dan perlengkapannya.
Beban yang ditahan terdiri dari:
Berat silinder dan tutupnya (atas dan bawah)
Berat pengaduk dan perlengkapannya
Berat larutan dalam silinder
Berat attachment
Berat coil pemanas
a. Menghitung Berat Silinder
Ws =
4
t
x (do
2
di
2
) x H x
Dimana:
Ws = Berat silinder reaktor, (lb)
do = Diameter luar silinder = 4 ft
H = Tinggi silinder = 7,92668 ft
= Densitas bahan kontruksi = 489 lb/ft
3
(Perry ed. 6 Tabel 3-118, Hal 3-95)
di = Diameter dalam silinder = 3,97917 ft
Maka:
Ws =
4
t
[(4)
2
(3,97917)
2
] x 5,3674 x 489
= 505,81210 lb = 229,43252 kg
VI-28
b Menghitung Berat Tutup Atas
Wd = A x t x
Dimana:
Wd = Berat tutup standart dishead head (lb)
A = Luas tutup standart dishead head (in
2
)
t = Tebal tutup standart dishead head = 2/16 in = 0,01042 ft
= Densitas bahan kontruksi = 489 lb/ft
3
(Perry ed. 6 Tabel 3-118 Hal 3-95)
Maka A = 6,28 x Rc x h (Hesse, Pers. 4.16, Hal 92)
Rc = Crown Radius = 3,97917 ft
h = Tinggi tutup standart dishead head = 0,80924 ft
Maka:
A = 6,28 x 3,97917x 0,80924 = 20,22223 ft
3
Sehingga:
Wd = 20,22223 x 0,01042 x 489 = 103,03995 lb = 34,358 kg
c. Menghitung Berat Tutup Bawah
Wc = A x t x
Dimana:
Wc = Berat tutup conical (lb)
A = Luas tutup bawah bentuk conical (ft
2
)
t = Tebal tutup conical = 2/16 in = 0,01042 ft
= Densitas bahan kontruksi = 489 lb/ft
3
(Perry ed. 6 Tabel 3-118, Hal 3-95)
A = (0,785)
2
(D + m)
2 2
785 , 0 ) ( 4 D m D h + + (Hesse, pers 14-19)
VI-29
Keterangan:
D = Diameter dalam tangki = 3,97917 ft
h = Tinggi tutup conical = 1,14869 ft
m = Flat spot diameter = x 3,97917 = 1,98958 ft
Maka:
A = (0,785)
2
x 2,6354 +
1,3177
2 2
) 97917 , 3 ( 785 , 0 ) 98958 , 1 97917 , 3 ( ) 14869 , 1 ( 4 + +
= 16,32386 ft
2
Sehingga:
Wc = 16,32386 x 0,01042 x 489
= 83,17628 lb = 37,72813 kg
d. Berat Larutan
Wt = m x t
Dimana:
m = Berat larutan dalam reaktor = 364,9416 kg/jam = 804,5576 lb/jam
t = Waktu tinggal dalam reaktor = jam,
Maka:
Wt = 364,6201 x 1/2 jam = 182,31005 lb = 82,6944 kg
e. Menghitung Berat Poros Pengaduk
Wp = 0,785 x D
2
x L x
Dimana:
Wp = Berat poros pengaduk (lb)
D = Diameter dalam poros pengaduk = 0,76405 ft = 9,1686 in
VI-30
L = Panjang poros pengaduk = 7,55975 ft = 90,717 in
= Densitas bahan kontruksi = 489 lb/ft
3
(Perry ed. G tabel 3-118, Hal. 3-95)
Sehingg
Wp = 0,785 x (0,76405)
2
x 7,55975 x 489 = 1694,07744 lb = 768,42065 kg
f. Menghitung Berat Impeller
W
i
= V x p
Dimana:
Wi = Berat impeller (lb)
V = Volume total dari blades (ft
3
)
= Densitas bahan kontruksi = 489 lb/ft
3
V = 6 (P x L x T)
Dimana:
P = Panjang 1 kupingan blade (ft) = Di/2 = 0,66319 ft
L = Lebar 1 kuping blade = 0,22549 ft
T = Tebal 1 kuping blade = 0,33160 ft
Maka:
V = 6 (0,6631 x 0,1422645 x 0,0697) = 0,39463 ft
Sehingga:
Wi = 0,39463 x 489 = 192,97563 lb = 87,53228 kg
g. Menghitung Berat Coil Pemanas
Wcoil =
4
t
x (do
2
di
2
) x H x
Dimana:
Wcoil = Berat coil pemanas (lb)
VI-31
OD = Diameter luar pipa coil pemanas = 2,38 in = 0,19833 ft
ID = Diameter dalam dari pipa coil pemanas = 2,067 in = 0,17225 ft
H =L = Panjang bahan kontruksi = 4,4555 ft
= Densitas bahan kontruksi = 489 lb/ft
3
Maka:
Wcoil =
4
14 , 3
((0,19833)
2
-(17225)
2
)) x 4,4555 x 489 = 16,9905 lb = 7,5251 kg
h. Menghitung Berat Attachment
Berat attachment meliputi seluruh perlengkapan seperti nozzle dan sebagainya,
Rumus: Wa = 18 % x Ws (Brownell & Young, Hal 157)
Dimana:
Wa = Berat attachment (lb)
Ws = Berat silinder tangki = 505,81210 lb
Maka: Wa = 18 % x 505,81210 = 91,04618 lb = 41,29785 kg
i. Berat total
Wt = Ws + Wd + Wc + Wt + Wp + Wi + Wcoil + Wa
= 505,81210 + 103,03995 + 83,17628 + 182,31005 + 1694,07744 +
192,97563 + 16,590+91,04618
= 2869,0276 lb = 1301,36903 kg
j. Menghitung Kolom Penyangga (Leg)
Direncanakan:
4 buah kolom penyangga (kaki penahan)
Digunakan kolom penyangga jenis I-beam
VI-32
Perhitungan:
- Beban tiap kolom,
Rumus: P =
xdb n
L H xPw
.
) ( . 4
+
n
W E
(Brownell and young, per 10.76, Hal 197)
Dimana:
P = Beban tiap kolom (lb)
Pw = Total beban permukaan karena angin (lb)
H = Tinggi vessel dari pondasi (ft)
L = Jarak antara vessel dengan dasar pondasi (ft)
db = Diameter bolt circle (ft)
n = Jumlah support (buah)
w = Berat total (lb)
Tangki diletak dalam ruangan, sehingga Pw = 0
Maka:
Rumus: P =
n
W E
=
4
0276 , 2869
= 717,2569 lb
- Tinggi kolom penyangga
L = H + l
Dimana :
l = 5 ft (ditentukan jarak dengan tanah)
H = Tinggi tangki = 7,92668 ft
L = x 7,92668 + 5 = 8,96334 ft = 107,56005 in
VI-33
- Trial ukuran I- beam
Ukuran I beam diambil 12 in ukuran berat 12x5 in (Brownell & Young App. G
hal 355), yaitu:
Nominal size = 12 in
Area of section (A) = 9,26 in
2
Depth of beam (h) = 12 in
Width of flange (b) = 5,0 in
I
1-1
= 215,8
1-1
= 4,83

L
=
83 , 4
56005 , 107
= 22,26916 in
Karena

L
terletak antara 0 60,
Maka:
Fc aman =
A
P
=
2 2
20000 / ( 1
20000
b l +
(Brownell & Young pers 4.22, Hal 67)
= 19547,69888 psi
A =
Fcaman
P
=
69888 , 19547
2569 , 717
= 0,0367 < 9,26 in
2
Karena A < A tersedia maka ukuran 12 x 5 in memadai
k. Perhitungan Base Plate
Base plate merupakan alas / telapak kolom
- Luas base plate
Rumus: Abp =
fbp
P
(Brownell and young pers.10.35, Hal 190)
VI-34
Dimana:
Abp = Luas base plate (in
2
)
P = Beban dari tiap-tiap base plate = beban tiap-tiap kolom = 717,2971 lb
fpb = Stress yang diterima oleh pondasi (bearing capacity ) yang terbuat
dari Beton = 600 lb/in
2
(Hesse, Tabel 7-7 Hal 162)
Maka:
Abp =
600
2971 , 717
= 1,1955 in
2
- Panjang dan lebar base plate
Rumus: Abp = P x l
Dimana:
P = Panjang base plate (in)
= 2m + 0,95 h
l = Lebar base plate (in)
= 2n + 0,8 b
Asumsi: m = n (Hesse, Hal 163)
Dari brownell ang young han 355 diperoleh:
b = 5 in
h = 12 in
Maka:
Abp = (2m + 0,95 h) (2n + 0,8 b)
1,1955 = (2m + (0,95 x 12)) (2m + (0,8 x 5))
= (2m + 11,4) (2m + 4)
1,1955 = 4m
2
+8m +22,8 +45,6
VI-35
0 = 4m
2
+ 30,8 m + 44,4045
4m
2
+ 30,8 m + 44,4045 = 0
a = 4, b = 30,8 c = 44,4045
m
1.2
= -
a
ac b b
2
4 ) (
2

= -
4 2
) 4045 , 44 4 4 ( ) 8 , 30 ( 8 , 30
2
x
x x
m
1
= 1,2909 in
m
2
= - 5,7791 in
Diambil m
1
= 1,2909 in,
Sehingga:
Panjang base plate (P) = 2m + 0,95 h
= (2 x 1,2909) + (0,95 x 12) = 13,9818 in 14 in
Lebar base plate (l) = 2m + 0,8 b
= (2 x 1,2909) + (0,8 x 12) = 12,1818 in 13 in
Dengan dasar harga tersebut, yaitu panjang base plate 14 in dan lebar 13 in maka
ditetapkan ukuran base plate yang digunakan 14 x 13 in
Luas base plate (A)= 14x13 = 182 in
2
- Peninjauan terhadap beban yang harus ditahan (bearing capacity):
F =
A
P
=
182
2569 , 717
= 3,9412 lb/in
2
Dimana:
F = Bearing capacity (lb/in
2
)
P = Beban tiap kolom (lb)
VI-36
A = Luas base plate (m
2
)
Kesimpulan:
F < fpb maka dimensi base plate memenuhi
Base plate 14x13 in dapat digunakan dengan aman karena beban yang harus
ditahan 3,9412 < 600 psi (harga stress maksimum)
- Peninjauan terhadap harga m dan n
- Panjang base plate: p = 2 m + 0,95 h
14 = 2 m + 11,4
m = 1,3
- Lebar base plate: l = 2 n + 0,8 b
1 = 2 n + 9,6
n = 1,7 in
Dari nilai m dan n tersebut, maka yang mengontrol dalam pemilihan tebal base
plate adalah n karena n > m
l. Menentukan Tebal Base Plate
Rumus: tbp =
2 4
10 5 , 1 Fxm x

(Hesse, Pers. 7-12 Hal 163)
Dimana:
tbp = Tebal base plate, in
F = Actual unit pressure yang terjadi pada base plate = 3,9412
m = 1,3 in
tbp =
2 4
) 3 , 1 ( 9412 , 3 10 5 , 1 x x = 0,0010 in = 1/2 in
VI-37
m. Menentukan Ukuran baut
Rumus: Pbaut =
nbaut
P
=
4
P
=
4
2569 , 717
= 179,3142 lb/baut
Fbaut = Stress baut maksimum 12000 lb/in
2
A baut =
Fbaut
Pbaut
=
12000
3142 , 179
= 0,0149 in
2
= 1/2 in
2
Dari Brownell & Young tabel 10-4, hal 188
Ukuran baut in dengan dimensi baut:
Ukuran baut = in
Jarak antara baut = 1 2/4 in
Edge distance = 5/8 in
Nut dimension = 7/8 in
Jarak radial minimum = 1 3/16 in
Radius fillet Maximum = in
n. Perhitungan Lug dan Gusset
- Tebal plate horizontal
Rumus: thp =
fall
My 6
(Brownell & Young pers 14.41, Hal 193)
Dimana:
f all = Allowable working stress = 12.000 psi
My = Bonding moment axial (in.lb)
My =
t 4
P
(

+ + 1 1
2
ln ) 1 (
t

e
L
VI-38
Dimana:
thp = Tebal plate horizontal, in
P = Beban baut
t = Poisson ratio = 0,33 (untuk baja)
e = nut dimention dari Brownell & Young didapat nut dimention 7/8 in
= x 7/8 = 0,4375 in
b = Jarak antara gusset = ukuran baut + 13 = 1/2 + 13 in = 13,5 in
L = Jari-jari luar bearing plate
= 2 (b - 0,5 ukuran baut)
= 2 (8,5 - 0,5 x 1/2)
= 16,5 in
1 = Konstanta (Brownell & Young pers 10.6, Hal 192)
L
b
=
5 , 16
5 , 8
= 0,51515 = 1
Maka: 1 = 0,565
My =
(

+ + 565 , 0 1
14 , 3 4375 , 0
5 , 16 2
ln )) 33 , 0 1 (
14 , 3 4
3142 , 179
x
x
x
= 14,2774 x 4,2280
= 60,3648 lb.in
thp =
12000
3648 , 60 60x
= 0,5494 in
- Tebal plate vertikal (Gusset)
Rumus: tg = 3/8 x thp = 3/8 x 0,5494 = 0,2060 in
VI-39
- Tinggi gusset
hg = A+ ukuran baut = 9 in + in = 10 in
Dimana:
A = Lebar lug
= Ukuran baut + 9 in
= + 9 in
= 9 in
- Lebar gusset (L) = 9,5 in
- Tinggi lug
h = hg + 2 x thp = 10 + (2 x 0,5494) =11,0988 in
Kesimpulan perancangan:
- Untuk Lug:
Lebar = 9,5 in
Tebal = 0,5494 in
Tinggi = 11,0988 in
- Untuk Gusset:
Lebar = 9,5 in
Tebal = 0,2060 in
Tinggi = 10 in
o. Pondasi
- Beban tiap kolom (W) = 717,2971
Wbp = p x l x t x
VI-40
Dimana:
p = Panjang base plate = 14 in= 1,1667 ft
l = Lebar base plate = 13 in = 1,0833 ft
t = Tebal base plate = 0,5 in = 0,04167 ft
= Densitas gaya = 489 lb/ft
3
Wbp = 1,1667 x 1,0833 x 0,04167 x 489 = 36,7907 lb = 16,6880 kg
p. Beban Kolom Penyangga
Wp = L x A x F x
Dimana:
L = Tinggi kolom = 11,0988 ft
A =Luas kolom I-beam = 9,26 in
2
= 0,06431 ft
2
F = Faktor koreksi = 1
Wp = 11,0988 x 0,06431 x 1 x 489 = 349,0305 lb = 158,3176 kg
Berat total (E) = W + Wbp + Wp
= 2869,0276 + 36,7907 + 349,0305 = 3254,8488 lb =1476,3746 kg
Dianggap hanya ada gaya vertikal dari berat kolom itu sendiri yang bekerja pada
pondasi, Maka diambil:
Luas atas = 20 x 20 in
2
Luas bawah = 40 x 40 in
2
Tinggi pondasi = 20 in
Luas permukaan tanah rata-rata
A = 1000
2
40 20
2 2
=
+
in
2
VI-41
Menentukan volume pondasi
V = A x t
= 1000 x 20
= 20.000 in
3
=11,574077 ft
3
Menentikan berat pondasi
W = V x
Dimana:
V = Volume pondasi
= Densitas pondasi =144 lb/ ft
3
W =11,57407 x 144 = 1666,66608 lb = 755,98707 kg
q. Tekan Tanah
Pondasi didirikan diatas cemen sandand gravel dengan save bearing minimum 10
ton ft
2
(Hesse, tabel 12, Hal 327)
Kemampuan tanah menahan tekanan besar:
P =
2
10
ft
ton
x
ton
lb 2240
x
2
144
1
in
ft
= 155,56 lb/in
2
Tekanan pada tanah:
P =
A
W
Dimana :
E = Berat beban total + berat pondasi
A = Luas bawah pondasi = 1600 in
2
P =
1600
66608 , 1666 8488 , 3254 +
= 3,0760 lb/ in
2
<155,56 lb/ in
2
VI-42
Karena tekanan yang diberikan tanah lebih kecil dari kemampuan tanah
menahan taanah, maka pondasi dengan ukuran 20 x 20 in luas atas 40 x 40 in luas
bawah dengan tinggi pondasi 20 in dapat digunakan (aman).
Spesifikasi Alat Utama
Nama alat : Reaktor Netralisasi
Kode : R 110
Fungsi : Unituk mereaksikan minyak dengan NaOH
Jenis : Bejana tegak
Jumlah : 1 buah
Bagian shell berbentuk silinder tutup atas standart dished head tutup
bawah berbentuk conis dengan = 120
O
Tipe : Mixed Flow Reaktor
Kondisi Operasi:
Tekanan = 1 atm
Temperatur = 70
O
C
Fase = Liquid-liquid
Waktu operasi = 30 menit = jam
1. Diameter Silinder
Bahan konstruksi = Plate Stell SA 240 Grade M type 316
Jenis pengelas = Double Welding Butt Joint
Diameter luar (OD) = 48 in
Diameter dalam (ID) = 47,75 in
VI-43
Tinggi silinder (Ls) = 71,625 in
Tebal silinder (ts) = 2/16 in
2. Diameter Tutup
a. Tutup atas (standart dished head)
Tebal tutup atas (tha) = 2/16 in
Tinggi tutup atas (ha) = 9,7108 in
Icr = 2,865 in
sf = 1,5 in
b. Tutup bawah (conis)
Tebal tutup bawah (thb) = 2/16 in
Tinggi tutup bawah (hb) = 13,78424 in
c. Total tinggi tangki (H) = 95,12011 in
3. Dimensi Pengaduk
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Jenis = Axial turbin berdaun 4
Jumlah pengaduk = 1 buah
Diameter impeller (Di) = 15,91667 in
Tinggi impeller (Zi) = 6,36667 in
Tinggi larutan (Zl) = 38, 2 in
Tebal blades (J) = 3,97917 in
Lebar blades (W) = 2,70583 in
Panjang impeller = 5,30556 in
Daya motor = 0,5 Hp
VI-44
4. Dimensi Coil Pemanas
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Jenis = Bentuk spiral
Ukuran = 2 in sch 40
Diameter luar (OD) = 2,38 in
Diameter dalam (ID) = 2,067 in
a = 3,25 in
a = 0,622 in
Panjang (L) = 4,4555 ft
Tinggi liltan = 2,38 in
Jumlah lilitan = 8 lilitan
5. Dimensi Nozzle
a. Nozzle pada umpan masuk
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Type flange = Welding neck
Ukuran pipa = NPS 1 in
Diameter minimal luar flange (A) = 5 in
Tebal minimal flange (T) = 11/16 in
b. Nozzle pada NaOH
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Type flange = Welding neck
Ukuran pipa = NPS in
VI-45
Diameter minimal luar flange (A) = 3 in
Tebal minimal flange (T) = 11/16 in
c. Nozzle untuk pengeluaran produk
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Type flange = Welding neck
Ukuran pipa = NPS 1 in
Diameter minimal luar flange (A) = 5 in
Tebal minimal flange (T) = 11/16 in
d. Nozzle untuk pemasukan steam
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Type flange = Welding neck
Ukuran pipa = NPS 1 in
Diameter minimal luar flang(A) = 4 in
Tebal minimal flange (T) = 9/16 in
e. Nozzle untuk pengeluaran steam
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Type flange = Welding neck
Ukuran pipa = NPS 1 in
Diameter minimal luar flang(A) = 4 in
Tebal minimal flange (T) = 9/16 in
f. Nozzle untuk hand hole
Bahan konstruksi = HAS SA 240 Grade M tipe 316
Type flange = Welding neck
VI-46
Ukuran pipa = NPS 10 in
Diameter minimal luar flang(A) = 16 in
Tebal minimal flange (T) = 1 3/16 in
6. Dimensi Sambungan Tutup Dengan Dinding Reaktor
a. Gasket
Bahan = Flate metal, asbestos filled
Lebar = 0,03125 in
Tebal = 1/16 in
Diameter rata-rata = 48,0625 in
b. Flange
Bahan konstruksi = HAS SA 240 grade M tipe 316
Diameter luar = 57,562341 in
Tebal flange = 6,91209 in
7. Diameter Penyangga
a. Kolom penyangga (leg)
Digunakan 4 buah penyangga jenis I-beam
Ukuran = 12 x 5 in
Tinggi penyangga = 107,56005 in
Area of selection (A) = 9,26 in
Depth of beam (h) = 12 in
With of beam (b) = 5 in
VI-47
b. Base plate
Luas = 1,955 in
Panjang (P) = 14 in
Lebar (L) = 13 in
Tebal = in
Ukuran baut = in
c. Lug dan gusset
Tebal lug = 0,5494 in
Lebar lug = 9,5 in
Tinggi lug = 11,0998 in
Lebal gusset = 9,5 in
Tebal gusset = 0,2060 in
Tinggi gusset = 10 in
d. Sistem pondasi
Luas atas = 20 x 20 in
Luas bawah = 40 x 40 in
Tinggi pondasi = 20 in
VI-1
BAB VI
PERANCANGAN ALAT UTAMA
Nama alat : Tangki Pemucatan (Bleaching Tank)
Kode alat : R120
Fungsi : Tempat terjadinya proses pemucatan dan penghilangan
warna dari minyak sebelum masuk proses hidrogenasi
Jumlah : 1 buah
Bahan Kontruksi : Carbon steel SA 240 Grade M Tipe 316
Type : Mixed Flow Reaktor
Jenis : Bejana tegak dengan badan (shell) berbentuk silinder tegak tutup atas
berbentuk standar dished head Tutup bawah berbentuk conical dengan
=120
O
Pelengkap : Coil pemanas dan pengaduk berdaun 4
Alasan pemilihan pengaduk jenis axial turbin dengan 4 buah blade karena
pada pra rencana pabrik margarin ini feed yang digunakan adalah minyak ikan
sarden. Minyak merupakan salah satu cairan yang memiliki viskositas tinggi
dibandingkan dengan air sehingga dengan pengaduk berdaun 4 yang berbentuk
axial maka proses pengadukan lebih sempurna dan feed yang diaduk lebih cepat
homogen.
Proses dilengkapi coil pemanas karena dalam proses ini membutuhkan
panas. Pada coil pemanas menggunakan steam karena daya yang dihasilkan lebih
besar sehingga prosesnya lebih efisien dan ekonomis.
VI-1
VI-2
Kondisi operasi :
- Tekanan : 1 atm
- Waktu operasi : 1 jam
- Suhu bahan masuk : 70
O
C
- Suhu bahan keluar : 150
O
C
- Bahan masuk = 361,3079 kg/jam
= 796,5394 lb/jam
6.1. Rancangan Dimensi Tangki
a. Menentukan Volume Bahan
Rate Volumetrik Liquid
Qf =

m
3
/ 1352 , 53
/ 5394 , 796
ft lb
jam lb
= = 14,9908 ft
3
Jika volume pengaduk dan pemanas adalah 20% dari volume larutan
dalam reaktor, maka volume pengaduk dan pemanas = 20% x 14,9908
ft
3
= 2,9982 ft
3
Asumsi volume liquid = 75% dari tangki volume tangki, maka :
Vt = 100/75 x 14,9908 ft
3
= 19,9877 ft
3
b. Menentukan Diameter Tangki
Direncanakan reaktor berbentuk silinder dengan tutup atas berbentuk
standart dished head dan tutup bawah conical dengan sudut 120
O
V dished = 0,0847 di
3
V shell = Ls di . . . 4 / 1
2
t = 1,775 di
3
(asumsi Ls = 1,5 di)
VI-3
V conis =
o
t
2
1
24
.
tg
di
=
120
2
1
24
) 1775 , 1 ( 14 , 3
3
tg
di
= 0,0755 di
3
Jika Vt = Vol dished + Vol shell + V conis
19,9877 = 0,0847 di
3
+ 1,1775 di
3
+ 0,0755 di
3
19,9877 = 1,3377 di
3
di = 2,4630 ft = 29,5560 in
c. Menentukan Tinggi Silinder (Ls)
Ls = 1,5 di = 1,5 x 2,4630 = 3,6945 ft = 44,334 in
d. Menentukan Tinggi Larutan dalam Silinder (Lls)
Lls =
o
2
1
2
1
tg
di
=
120
2
1
4630 , 2
2
1

tg
= 0,7118 ft
e. Menentukan Tinggi Larutan (hl)
hl = Ls + Lls = 3,6945 + 0,7118 = 4,4063 ft
f. Menentukan Tekanan Design
P design = P operasi + P hidrostatik
= 14,7 +
144
xhl
=
144
4063 , 4 1352 , 53 7 , 14
3
ft lbft +
= 16,3259 psi
g. Menentukan Tebal Tangki (ts)
Berdasarkan Brownell dan Young, APP.D hal 335, bahan yang digunakan adalah
Carbon Steel SA 240 Grade M tipe 316 dengan
F = 18750, E = 0,8, C = 1/16
ts = C
pi E f
di pi
+

) . 6 , 0 . ( 2
VI-4
=
( ) 3259 , 16 6 , 0 8 , 0 18750 2
5560 , 29 3259 , 16


+
16
1
= 2/16 in
Standarisasi do
do = di + 2 ts = 29,5560 + (2) (
2
/
16
) = 29,806 in
Berdasarkan Brownell dan Young, tabel 57 hal, 90 diperoleh:
do = 30 in
di = do 2 ts = 30 (2) (
2
/
16
) = 29,75 in = 2,4792 ft
Ls = 1,5 di = 1,5 x 29,75 = 44,6250 in = 3,7188 ft
h. Menentukan Tebal Tutup Atas Standart Dished Head (tha)
do = r = 30 in
tha = C
pi e f
r pi
+


) 1 , 0 (
885 , 0
=
16
1
) 3259 , 16 1 , 0 ( ) 8 , 0 18750 (
30 3259 , 16 885 , 0
+


= 2/16 in
i. Menetukukan Tinggi Tutup Atas (ha)
Bentuk tutup atas adalah standar dished head. Dari Brownell dan Young, fig 5-8,
hal 87, diperoleh:
a = di/2
) (
2 2
AB BC r b =
icr
di
AB =
2
icr r BC =
) (
2 2
AB BC AC =
sf b th ha + + =
VI-5
Dimana :
di = diameter dalam reaktor = 29,75 in
ts = tebal silinder = 2 /16 in
th = tebal tutup = 2/16 in
r = di = 30 in (Crown radius, Rc)
icr = knuckle radius = 1,875 in
Sehingga
a = 29,75/2 = 14,875 in
AB = 29,75/2 1,875 = 13 in
BC = 30 1,875 = 28,125 in
AC =
2 2
) 13 ( ) 125 , 28 ( = 24,9402 in
b = 30 24,9402 = 5,0598 in
Dari Brownell dan Young, tabel 5-6, hal 88 untuk:
ts = 2/16 in, diperoleh s = 1,5 in, maka:
ha = 5 , 1 0598 , 5 ) (
16
2
+ +
= 6,6848 in= 0,5571 ft
j. Menentukan tebal tutup bawah conical (thb)
thb = C
pi e f
pixdi
+
o
2
1
cos ) 6 , 0 ( 2
=
16
1
120 . cos ) 3259 , 16 6 , 0 8 , 0 18750 ( 2
75 , 29 3259 , 16
2
1
+


= 2/16 in
k. Menentukan Tinggi Tutup Bawah (hb)
hb =
o .
.
2
1
2
1
tg
di
=
120
75 , 29
2
1
2
1

tg
= 14,875/1,73 = 8,5983 in
VI-6
l. Menentukan Tinggi Tangki (H)
H = Ls + ha + hb = 44,6350 + 6,6848 + 8,5983 = 59,9081 in
6.2. Rancangan Dimensi Pengaduk
Perencanaan :
- Digunakan pengaduk jenis turbin dengan 4 blade
- Digunakan Carbon Steel SA 240 Grade M tipe 316 sebagai bahan
kontruksi dari impeller
- Digunakan Hot Roller SAE 1020 sebagai bahan kontruksi dari poros
pengaduk.
Data-data dari jenis pengaduk (Brownell dan Young, hal 507)
Dt/Di = 3
Z1/Di = 2,7 3,9
Zi /Di = 0,75 1,3
W/Di = 0,17
Dimana :
Dt = Diameter dalam silinder = 29,75 in = 2,4792 ft
Di = Diameter impeler (ft)
ZI = Tinggi zat cair silinder
Zi = Tinggi impeler dari dasar tangki (ft)
W = Lebar baffle (ft)
a. Menentukan Diameter Impeller
Dt/Di = 3
Di = Dt/3 = 29,75/3 = 9,9167 in = 0,8264 ft
VI-7
b. Menentukan Tinggi Impeller Dari Dasar Bejana
Zi/Di = 0,75 1,3 (diambil 0,9)
Zi = 0,9 x 9,9167 = 8,9250 in = 0,7438 ft
c. Menentukan Panjang Impeller
L/Di =
1
/
3
L =
1
/
3
Di =
1
/
3
x 9,9167 = 3,3056 in = 0,2755 ft
d. Menentukan Lebar Impeller
W/Di = 0,17
W = 0,17 x Di = 0,17 x 9,9167
= 1,6858 in = 0,1405 ft
e. Menentukan Jumlah Impeller
n =
gki diameter tan
H
=
4792 , 2
4063 , 4
= 1,7773 = 2 buah
f. Menentukan Tebal Blade
J/Dt =
1
/
12
Dt =
12
75 , 29
12
=
Dt
= 2,4792 in = 0,2066 ft
L = 1/3 Di = 1/3 x 9,9167 = 3,3056 in = 0,2755 ft
g. Menentukan Jumlah Pengaduk
n =
2
. 2 Di
H
=
2
)) 28264 , 0 ( 2 (
) 4063 , 4 (

= 1,613 = 2 buah
Jadi, dalam bleacher diperlukan satu (1) buah pengaduk jenis axial turbin
dengan 4 blades.
VI-8
Daya Pengaduk
Persamaan yang digunakan :
P =
gc
Di n
5 3
|
(Brownell, pers 6-14, 506)
P = Daya Pengaduk, lbf.ft/dtk
= Po, Power number (Brownell, Fig 477 hal. 570) dengan bilangan
Reynold, (NRe).
Dimana :
P = Densitas larutan = 53,1352 lb/ft
3
= Viskositas bahan = 0,0063517 lb/ft.det
n = Putaran pengaduk = 120 rpm=2 rps
(Perry edisi 6, hal. 19-6)
Di = Diameter impeller = 0,8264 ft
gc = 32,2 lbf/ ft
2
det = 115920 lbft/min
2
lbf
Maka:
NRe =


2
Di n
=
0063517 , 0
1352 , 53 8264 , 0 2
= 11426,2298 > 2100 (aliran turbulen)
Karena aliran turbulen, | = 5 (Brownell gbr.96-447, hal 507)
P =
gc
Di n
5 3
|
=
2 , 32
8264 , 0 2 1352 , 51 5
5 3

= 1469,0160 lb ft/menit = 0,045 Hp = 0,5 Hp
VI-9
Kehilangan-kehilangan daya :
- Gain losses (kebocoran daya poros dan bearing) diperkirakan
5% daya masuk
- Transmission system losses (kebocoran belt dan gear)
diperkirakan 10% dari daya masuk.
Maka daya yang dibutuhkan :
P kebutuhan = (0,05 + 0,1) P kebutuhan
85 , 0
P
=
85 , 0
045 , 0
= 0,0529 Hp
Jadi daya pengaduk yang digunakan adalah 0,0529 Hp
Poros Pengaduk
Diameter Poros
t =
n
D s
3
t
(Hesse, Pers. 16.2 hal 465)
Dimana :
t = Moment putir / torque (lb.in)
H = Daya motor pada poros = 0,0529 Hp
n = Putaran pengaduk = 120 rpm
maka :
t =
n
H 6300
=
120
0529 , 0 6300
= 2,773 in
S = maksimum design bearing stress yang diijinkan, lb/in
2
Bila digunakan Hot Roller Steel SAE 1020 (mengandung 20% carbon),
VI-10
Maka :
S = 20% x 36000 lb/in ( Tabel 16.1, Hesse hal 476).
= 7200 lb/in
2
D = Diameter poros
D =
3 / 1 3 / 1
7200 14 , 3
7773 , 2 16 16
(

=
(

T
S t
= 0,1279 in = 0,0107 ft
Panjang Poros
L = (hl + l)
Dimana :
L = Panjang poros, ft
h = Tinggi silinder + tinggi tutup atas
= 3,6945+ 0,5571 = 4,2516 ft
l = Panjang poros diatas alas = 1 ft
Zi = Panjang (jarak) poros dari dasar reaktor = 0,7438 ft
Sehingga :
L = (4,2516 + 1) 0,7438 = 4,5078 ft = 54,0936 in
6.3. Rancangan Dimensi Koil Pemanas
Perencanaan :
- Digunakan koil berbentuk spiral
- Digunakan carbon steel SA 240 Grade M type 316 sebagai bahan
kontruksi.
- Masa campuran = 361,3079 kg/jam
VI-11
a. Menentukan t
LMTD
t
1
= T
1
t
2
= 302 158 = 144
O
F
t
2
= T
2
t
1
= 302 86 = 216
O
F
t
LMTD
2
1
2 1
ln
t
t
t t
A
A
A A
= =
216
144
ln
216 144
= 177,778
O
F
b. Ukuran Koil
Trial ukuran pipa koil = pipa HE: 1 in OD 10 BWG, diperoleh (Tabel
10, Kern hal 843).
di = 0,782 in
do = 1 in
a = 0,479 in
2
a = 0,2618 ft
c. Harga Koofisien Film Perpindahan Panas hi
Menentukan ho
ho = 0,87
(


di
k
w k
Cp n L
14 , 0
3 / 1
3 / 2
2


Dimana :
14 , 0
(

= 1
di = Diameter silinder = 2,4792 ft
L = Diameter Impeller = 0,8264 ft
n = Putaran Pengduk = 120 x 60 = 7200 rpm
= Densitas campuran = 53,1352 lb/ft
3
= Viskositas campuran = 0,0063517 lb/ft det
VI-12
Cp = 0,5123 Btu.lb/
O
F
k = 0,2 Btu/hr ft
O
F
Maka :
ho = 0,87
3 / 2
2
0063517 , 0
531352 7200 8264 , 0
(


x
3 / 1
2 , 0
0063517 , 0 5123 , 0
(


x [1]
0,14
x
(

4792 , 2
12 , 0
= 2588,1842 Btu/jam ft
2 O
F
d. Menentukan Uc (Tahanan Panas Pipa Dalam Keadaan Bersih)
Uc =
hio ho
hio ho
+

Untuk steam, hio =1500


=
1500 1842 , 2588
1500 1842 , 2588
+

= 949,6334 Btu/jam ft
2 O
F
e. Menentukan U
D
(Tekanan Panas Pipa dalam keadaan Kotor/
Terpakai)
Duketahui Rd = 0,003
Rd =
D
D
U Uc
U Uc

0,003 =
D
D
U
U

6334 , 949
6334 , 949
3,8489902 U
D
= 949,6334
U
D
= 246,7227 Btu/j ft
2 O
F
VI-13
f. Luas Perpindahan Panas
A =
LMTD D
t U
Q
A
=
778 , 177 7227 , 247
10702 , 20783

= 0,4719 ft
2
g. Panjang Koil Pemanas
L =
" a
A
=
2618 , 0
4719 , 0
= 1,8025 ft
h. Jumlah Lilitan Koil
nc =
t dc
L
Dimana :
dc = 0,45 x diameter tangki = 0,45 x 2,4792 = 1,1156 ft = 12,3872 in
Maka :
nc =
14 , 3 1156 , 1
8025 , 1

= 0,5146 = 1 buah
i. Tinggi Lilitan Koil (hc)
Diambil jarak antara 2 koil, Lc = 1,5 in
hc = (nc 1) (Lc + do) + (hc)
Lc = 1,5
= (1 - 1) (1,5 + 1) + 1
= 0,29 ft = 3,5 ft
hc < Ls (memadai)
6.4. Rancangan Dimensi Lubang
Pada reactor terdapat lubang yang terbagi dalam 3 tempat, yaitu :
1. Nozzle pada tutup atas
VI-14
- Nozzle untuk pemasukan umpan, yaitu minyak
- Nozzle untuk pemasukan bahan pembantu karbon aktif
2. Nozzle pada silinder reactor
- Nozzle untuk pemasukan koil pemanas
- Nozzle untuk pengeluaran koil pemanas
3. Nozzle pada tutup bawah
- Nozzle untuk pengeluaran umpan.
a. Nozzel Pada Tutup Atas
- Nozzle untuk Pemasukan Umpan (minyak)
Rate bahan masuk = 354,1219 kg/jam
= 780,6971 lb/jam
= 0,2169 lb/det
bahan = 51,5030 lb/ft
3
Rate Volumetrik (Q) =

m
=
3
/ 5030 , 51
/ 6971 , 780
ft lb
jam lb
=15,1583 ft
3
/jam = 0,0042 ft
3
/dtk
Dari Peter dam Timmerhause 3
nd
, persamaan 15, hal. 525 didapat:
Di opt = 39 x Qf
0,45
x
0,13
= 3,9 [0,0042]
0,45
[51,5030]
0,13
= 0,5547 in
Standar Di (Kern hal. 844)
Di = 1,5 in
NRe =

V ID
VI-15
V =
| |
2
2
5 , 1
4
14 , 3
0497 , 15
4 /
=
Di
m
t

= 8,5819
NRe = 1,5 x 51,5030 x 8,5819 = 662,9904 < 2100
- Nozzle untuk Bahan Pembantu Karbon Aktif Masuk
Rate bahan masuk = 7,0845 kg/jam
= 15,6185 lb/jam
= 0,0043 lb/det
= 141,25 lb/ft
Rate volumetrik (Q) =

m
=
25 , 141
6185 , 15
= 0,1106 ft
3
/jam
= 0,000031 ft
3
dtk
Dari Peter Timerhause 3
nd
, persamaan 15 hal. 525, didapat :
Di opt = 3,9 x Qf
0,45
x
0,13
= 3,9 (0,000031)
0,14
(141,25)
0,13
= 0,0695 in
Standarisasi Di (Kern, hal. 844)
Di = 1,5
Nre =

V D
V =
| |
2
4 / Di
m
t

=
2
) 5 , 1 ( 4 / 14 , 3
1106 , 0
= 0,0626
Nre = 1,5 x 141,25 x 0,0626
= 13,2634 < 2100 (aliran laminer)
VI-16
b. Nozzel pada Silinder
- Nozzle untuk Pemasukan dan Pengeluaran Koil
Diambil ukuran pipa 3,7518 in (Standarisasi, Kern, tabel 11, hal 844)
Dipilih dimensi pipa sebagai berikut :
- Ukuran pipa nominal (NPS) = 4 in
- Nomor schedule = 40
- Diameter dalam (ID) = 4,026 in
- Diameter dalam = 4,50 in
- a = 12,7 in
2
- a= 1,178 in
c. Nozzel Pada Tutup Bawah
- Nozzle untuk pengeluaran umpan.
Rate bahan masuk = 361,3079 kg/jam = 780,5394 lb/jam
= 53,1352 lb/ft
3
Rate volumetrik (Qf) =

m
=
3
/ 1352 , 53
/ 5394 , 780
ft lb
jam lb
=14,9908 ft/jam = 0,0042 ft/detik
Dari Peter dan Timmerhause 3
nd
, pers. 15, hal 525 didapat:
Di opt = 3,9 x Q
0,45
x
0,13
= 3,9 (0,0042)
0,45
(53,1352)
0,13
= 0,5569 in
Standarisasi Di (Kern, hal 844)
Di = 1,5
NRe =

V D
VI-17
V =
| |
2
2
] 5 , 1 [
4
14 , 3
9902 , 14
4
=
Di
m
t

= 8,4871
NRe = 1,5 x 53,1352 x 8,4871
= 676,4456 < 2100 (aliran laminer)
Dari Brownell dan Young, hal 221, Fig. 12.2, dimensi flange
standart pipa welding neck untuk semua nozzle adalah sebagai
berikut :
Nozzle NPS A T R E K L B
A 1 1/2 5 11/16 2 7/8 2 9/16 1,90 2 7/16 1,16
B
1 4 5/8 5/8 2 1/2 2 5/16 1,66 2 1/4 1,38
C 4 9 15/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
D 4 9 15/16 6 3/16 5 5/16 4,50 3 4,03
E
1 1/2 5 11/16 2 7/8 2 9/16 1,90 2 7/16 1,61
Keterangan :
Lubang A : Lubang pemasukan umpan minyak
Lubang B : Lubang pemasukan bahan tambahan (karbon aktif)
Lubang C : Lubang pemasuk steam
Lubang D : Lubang pengeluaran steam
Lubang E : Lubang pengeluaran umpan
NPS : Ukuran nominal pipa, in
A : Diameter luar flange, in
T : Tebal minimal flange, in
R : Diameter luar bagian yang menonjol, in
E : Diameter hubungan pada dasar, in
K : Diameter hubungan pada titik pengelasan, in
VI-18
L : Panjang hubungan, in
B : Diameter dalam flange, in
6.5. Rancangan Sambungan Tutup (Head)
Untuk mempermudah pemeliharaan dan perbaikan pada bejana, maka
antara dinding shell dan dengan tutup atas dihubungkan dengan gasket, bolt dan
flange sedangkan tutup bawah di las.
1. Flange
- Bahan konstruksi: High Alloy Steel SA 240 Grade M Type 316
(APP.D, Brownell dan Young, hal. 344)
- Tensible strenght minimum = 75000 Psi
- Allowable Stress = 18750 Psia
- Tipe flange = Ring flange 1oose
2. Bolting
- Bahan kontruksi: High Alloy Stell SA 193 Grade B 8 (APP. D,
Brownell dan Young, hal. 344)
- Tensible strenght minimum = 75000 Psi
- Allowable Stress = 13300 Psia
3. Gasket
- Bahan kontruksi: plat metal, jacket, asbestos filled (Brownell dan
Young, fig. 12.11, hal. 228)
- Tensible Stringht minimum = 75000 Psi
- Alowable Stress = 18750 Psia
- Tipe flange = Ring flange 1oose
VI-19
6.5.1 Menentukan Tebal Gasket
Dari persamaan 12.2 Brownell dan Young hal 226 diperoleh :
( ) 1 +

m P y
Pm y
di
do
Dimana :
do = diameter luar gasket, in
di = diameter dalam gasket, in
y = yield stress = 9000 psi
m = gasket faktor = 3,75
Maka :
( )
( ) 1 75 , 3 7 , 14 9000
75 , 3 7 , 14 9000
+

=
di
do
= 1,0008
Diketahui :
- di gasket = OD shell = 30 in
- do = 1,0008 x di = 1,0008 x 30 = 30,024 in
- Lebar gasket minimum (n)
n =
2
di do
=
2
30 024 , 30
=
16
192 , 0
= 1/16 = 0,0625 in
- Diameter rata-rata gasket (G)
G = di + lebar gasket = 30 + (
1
/
16
) = 30,0625 in = 2,5052 ft
VI-20
6.5.2 Menentukan Jumlah dan Ukuran Baut
a. Perhitungan beban baut
- Beban baut (Hy)
Wm = Hy = t . b. G. y (Persamaan 12,88 Brownell dan Young, hal
240)
Dimana :
b = Lebar efektif gasket
G = Diameter rata-rata gasket = 30,0625 in
y = Yield stress = 9000 Psia
Dari gambar 12-12, Brownell dan Young, hal 229, lebar seting
gasket bawah:
B
O
=
2
n
=
2
0625 , 0
= 0,0313 in
Karena Bo < 0,25 in, maka b = B
O
Sehingga :
Wm
2
= Hy = 3,14 x 0,0313 x 30,0625 x 9000 = 26591,4236 lb
- Beban agar beban baut tidak bocor (Hp)
Hp = 2 . b . t . G . m . P (Persamaan 12.90, Brownell dan
Young, hal 240)
Hp = 2 x 0,313 x 3,14 x 30,0625 x 3,75 x 14,7 = 325,7449 lb
- Beban karena tekanan dalam (H)
H = P G
2
4
t
(persamaan 12.89, Brownell dan Young, hal 240)
VI-21
= | | ( ) 7 , 14 0265 , 30
4
2

t
= 10428,8682 lb
- Total tekanan/baut pada kondisi operasi (Wm
1
)
Wm
1
= H + Hp (Persamaan 12.91, Brownell dan Young, hal
240)
Wm
1
= 10428,8682 + 3257449= 10754,6131 lb
Karena Wm
2
> Wm
1,
maka yang mengontrol adalah Wm
2
b. Perhitungan Luas MinimumBolting Area
Dengan persamaan 12.93, Brownell dan Young, hal. 240
Am
2
=
fa
Wm
2
=
13300
4236 , 26591
= 1,9994 in
2
Dari tabel 10.4, Brownell dan Young, hal 188 dicoba :
Ukuran baut = 1
1
/
4
in
Root area = 0,890 in
2
Maka jumlah bolting minimum :
=
RootArea
Am
2
=
890 , 0
9994 , 1
= 2,2465 = 2 buah
c. Perhitungan Bolt optimum
Dari tabel 10.4, Brownell dan Young, hal 188 di dapati :
- Bolting Spacing distance preferred (Bs) = 2 13/16 in
- Minimum radial distance (R) = 1 in
- Edge distance (E) = 1 in
- Bolting Circle diameter (C)
VI-22
C = ID shell + 2 (1,1459 x go +R)
Dimana:
go = Tebas shell = 2/16
Sehingga Bolting Circle diameter (C) :
C = (29,75 + 2(1,1459 x 2/16) + 1 3/4) = 31,7865 in
- Diameter Luar Flange (OD)
OD = Bolt circle diameter + 2 E
= 31,7865 + (2 x 1 ) = 34,2865 in
- Cek Lebar gasket
AB actual = jumlah bolt x root area = 2 x 0,890 = 1,78 in
2
- Lebar Gasket Minimal (L)
L = AB actual x
G Y
f
. . . 2 t
= 1,78 x
0625 , 30 . 9000 . 14 , 3 . 2
13300
= 0,0139 < 0,0313 (Memenuhi)
d. Perhitungan Moment
Untuk keadaan bolting up (tanpa tekanan dalam dengan persamaan
12.94, Brownell dan Young, hal 242)
W = fa
Ab Am
(

+
2
= 13300
2
78 , 1 9994 , 1
(

+
= 25133,01 lb
VI-23
hg =
2
G C
(persamaan 12.101, Brownell dan Young, hal
242)
Dimana:
C = bolt cirkle diameter
G = diameter rata-rata gasket
Maka :
hg =
2
0625 , 30 7865 , 31
= 0,8620 in
2
- Moment Flange (Ma)
Ma = hg x W
= 0,8620 x 25133,01 = 21664,65462 lb in
2
- Dalam keadaan operasi :
W = Wm
2
= 26591,4236 lb
- Moment and force pada daerah dalam flange (H
D
)
H
D
= 0,785 x B
2
x P (Persamaan 12.96, Brownell dan Young, hal
242)
Dimana:
B = OD shell = 30 in
P = tekanan operasi = 1 atm = 14,7 psi
Sehingga :
H
D
= (0,785)(30)
2
(14,7) = 10385,55 lb
VI-24
- Radial Bolt Circle pada aksi H
D
h
D
=
2
B C
(Persamaan 12.100, Brownell dan Young, hal 242)
=
2
30 7865 , 31
= 0,8933 in
- Moment M
D
M
D
= h
D
x H
D
= 0,8933 x 10385,55 = 9277,4118
- H
G
= W H = Wm
1
H (Persamaan 12.98, Brownell dan Young,
hal 242)
H
G
= 25133,01 10428,8682 = 14704,1418 lb
- M
G
= (H
G
x h
G
) = 14704,1418 x 0,8620 = 12674,97023
- H
T
= H - H
D
= 10428,8682 10385,55 = 43,3182
- h
T
=
2
G D
h h +
=
2
8620 , 0 8933 , 0 +
= 0,8777
- M
T
= H
T
x h
T
= 43,3182 x 0,8777 = 38,0204
- Moment total pada keadaan operasi (M
O
)
M
O
= M
D
+ M
G
+ M
T
= 9277,4118 + 12674,9702 + 38,0204 = 21990,4024 in
Jadi M max = 21990,4024 in
VI-25
6.6. Rancangan Dimensi Sistem Penyangga
Sistem penyangga dirancang untuk menyangga berat bejana total dan
perlengkapanya.
- Berat silinder dan tutupanya (atas dan bawah)
- Berat larutan dalam reaktor
- Berat pengaduk dan perlengkapanya
- Berat attachment
- Berat koil pemanas
a. Berat silinder dan tutupnya (atas dan bawah)
Rumus :
Ws = ( )
t
H di do
2 2
4
Dimana =
Ws = Berat silinder reaktor
Do = Diameter luar cilinder = 30 in = 2,5 ft
di = Diameter dalam silinder =29,75 in = 2,4792 ft
H = Tinggi silinder = 59,9081 in = 4,9932ft
= Densitas dari bahan Kontruksi
= 498 lb/ft (Perrys, Edisi 6, table 3 188, hal. 3 - 95).
Maka :
Ws = | || || | 498 9923 , 4 4792 , 2 5 , 2
4
14 , 3
2 2

= 202,12619 lb = 91,68384 kg
VI-26
Berat Tutup Atas
Rumus :
Wd = A x t x
Dimana :
Wd = Berat tutup atas dished head, lb
t = Tebal tutup atas dished head =
2
/
16
in
= 0,01042 ft
= Densitas dari bahan kontruksi
= 498 lb/ft (Perrys, edisi 6, tabel 3 188, hal 3 -
95).
A = Luas tutup standar dishead head, ft
2
= 6,28 x Rc x h (Hesse, pers. 4, 16, hal 92)
Rc = Crown Radius = 30 in
H = Tinggi tutup atas = 6,6848 in = 0,5571ft
A = 6,28 x 30 x 6,6848
= 1259,4163 in
2
= 8,7459 ft
2
Maka :
Wd = 8,7459 x 0,01042 x 498
= 45,3839 lb = 20,5860 kg
Berat Tutup Bawah
Rumus :
Wd = A x t x
VI-27
Dimana :
Wd = Berat tutup bawah conical, lb
t = Tebal tutup conical =
2
/
16
in = 0,01042 ft
= Densitas bahan kontruksi = 498 lb/ft
3
A = Luas tutup conical, ft
2
A = 6,28 x Rc x h (Hesse, persamaan 4 16 hal, 92)
Rc = 30 in
h = Tinggi tutup bawah = 8,5983 in = 0,7165 ft
A = 6,28 x 30 x 8,5983
= 1619,9197 = 11,2494 ft
2
Maka
Wd = 11,2494 x 498 = 58,3749 lb = 26,4787 kg
Jadi berat tutup atas adalah :
Wd = 20,5860 + 26,4787
= 47,0647 kg = 103,7588 lb
b. Berat Larutan
Rumus :
Wl = m x t
Dimana :
m = Berat larutan dalam reactor = 796,5394 lb/jam
t = Waktu pengisian reaktor = 1 jam
Maka :
Wl = 796,5394 lb/jam x 1 jam
VI-28
= 796,5394 lb = 361,3079 kg
c. Berat pengaduk dan perlengkapannya
Berat poros pengaduk
Rumus :
Wp = V x
Wp = Berat poros pengaduk, lb
V = Volume poros pengaduk, ft
3
V = ( ) L D
2
4
t
D = Diameter dalam poros pengaduk = 0,0107 ft
L = Panjang poros penagduk, 4,5001ft
Jadi :
V = ( ) 5078 , 4 0107 , 0
4
14 , 3
2
= 0,00041 ft
= Densitas bahan kontruksi = 498 lb/ft
3
(Perrys Edisi,6 tabel 3 188,hal 3 - 95)
Maka :
Wp = 0,00041 x 498 = 0,2042 lb =0,0926 kg
Berat impeler
Rumus :
Wi = V x
Dimana :
Wi = Berat Impeller, lb
V = Volume total blades, ft
3
VI-29
V = 4 (P x l x t)
Dimana :
P = Panjang 1 kupingan blade = 0,2755 ft
l = Lebar 1 kupingan blade = 0,1405 ft
t = Tinggi 1 kupingan blade = 0,7438 ft
Di = Diameter pengaduk = 0,8264 ft
Maka :
V = 4 (0,2755 x 0,1405 x 0,7438)
= 0,1152 ft
= Densitas bahan kontruksi = 498 lb/ft
(Perrys edisi 6, tabel 3 388, hal 3 - 59)
Sehingga :
Wi = 0,1125 x 498 = 57,3696 lb = 26,0227 kg
d. Berat koil pemanas
Rumus :
Wk = ( )
t
H D OD
2 2
1
4
Dimana :
Wk = Berat koil pemanas, lb
OD = Diameter luar pipa koil pemanas = lin = 0,0833ft
1D = Diameter dalam koil pemanas
= 0,728 in= 0,0652ft
H = Panjang koil pemanas = 1,8025 ft
= Densitas bahan kontruksi = 498 lb/ft
VI-30
(Perrys edisi 6, tabel 3388, hal 3-59)
Maka :
Wk = ( ) ( ) | | 498 8025 , 1 0652 , 0 0833 , 0
4
14 , 3
2 2

= 2,1369 lb = 0,9693 kg
e. Berat Attachment
Berat attachment meliputi seluruh perlengkapan seperti nozzle dan
sebagainya.
Rumus :
Wa = 18 % x Ws (Brownell dan Young hal. 157)
Dimana :
Wa = Berat attachment, lb
Ws = Berat silinder reaktor = 202,12619 lb
Maka :
Wa = 18 % x 202,12619
= 36,3827 lb = 19,5031 kg
Jadi Berat total (W
T
) :
W
T
= Ws + Wd + Wl + Wp +Wi + Wk + Wa
= 202,12619 + 103,7588 + 796,5394 + 0,2042 +
57,3696 + 1,8025 + 36,3827
= 1198,5178 lb = 543,6441 kg
VI-31
Kolom Penyangga (LEG)
Direncanakan :
Digunakan 4 buah kolom penyangga (kaki penahan)
Digunakan Kolom penyangga jenis 1 beam
Perhitungan:
Beban tiap kolom
Rumus :
P =
( )
n
W
Dgc n
L H Pw

+

.
4
Dimana :
P = Beban tiap kolom, lb
Pw = Total beban permukaan karena angin, lb
H = Tinggi vessel dari pondasi, ft
L = Jarak antara vessel dengan dasar pondasi, ft
Dgc = Diameter tangki, ft
n = Jumlah suport, buah
W = Berat total, lb
Karena reaktor terletak di dalam ruangan sehingga beban tekanan angin
tidak di kontrol, maka berlaku rumus :
P =
n
W
=
4
5178 , 1198
= 299,6295 lb
Ditentukan jarak dengan tanah (l) = 10 ft
Tinggi silinder (H) = 4,9993 ft
Panjang penyangga (L) = (H) + l
VI-32
= (4,9993) + 10
= 12,4962 ft = 149,9544 in
Trial Ukuran 1 Beam
Untuk ukuran 1 beam dicoba ukuran (5x3) in dengan pemasangan
memiliki beban eksentrik. Dari Brownell dan Young, APP G, hal 355,
didapatkan :
Nominal size = 5 in
Area of section (A) = 2,87 in
2
Dept of beam (h) = 5 in
Width of flange (b) = 3,00 in
l
1
1 = 12,1 in
r
1
- 1 = 2,05 in
Cara pemasangan leg dengan aksentrik (terhadap sumbu), maka:
=
r
l
=
05 , 2
9544 , 149
= 73,1485 in
Karena l/r terletak diantara 60 200,
Maka :
Fc =
( ) ( )
18000
1485 , 73 1
18000
18000
/ 1
18000
2 2
+
=
+ r l
= 13875,3852 psi
f eksentrisk =
( )
b
l
b P
2
1
1
2
1
1
+ o
=
( )
( ) 3
1 , 12
3 87 , 2 6295 , 299
2
1
2
1

+
= 11,4149 psi
VI-33
fc aman = fc - f eksentrik
= 13875,3852 11,4149 = 13863,9703 psi
A =
fcaman
P
=
9703 , 13863
6295 , 299
= 0,0216
0,0216 < 2,87 in
2
A < A tersedia, maka ukuran 5 x 3 in memadai.
Base Plate
Base plate merupakan alas atau telapak dari kolom yang akan dihias
dengan base plate (bearing).
Direncanakan :
Dibuat base plate dengan toleransi panjang adalah 5% dan toleransi
lebar 20% (Hesse, hal. 163)
Digunakan besi cor sebagai bahan kontruksi dari base plate.
Perhitungan :
Luas Base Plate
Rumus :
A
BP
=
f
BP
P
A
BP
= Luas Base Plate, in
2
P = Beban dari tiap-tiap base plate
= Beban dari tiap-tiap penyangga
= 299,6295 lb
VI-34

BP
= Stress yang diterima oleh pondasi (bearing
capacity) yang terbuat dari beton = 600 lb/in
2
(Hesse, tabel 7.7, hal. 162).
Maka :
A
BP
=
in lb
lb
/ 600
6295 , 299
= 0,4994 in
2
Panjang dan Lebar Base Plate
Rumus :
A
BP
= p x l
Dimana :
p = Panjang base plate , in
= 2m + 0,95 h
l = Lebar base plate, in
= 2n + 0,8b
A
BP
= Luas base plate = 0,4994 in
2
Asumsi : (Hesse, hal 163)
m = n
b = 3 in
h = 5 in
Maka :
A
BP
= (2m + 0,95h) (2n + 0,8b)
0,4994 = (2m +(0,95 x 5)) (2m + (0,8 x 3))
0,4994 = (2m + 4,75) (2m + 2,4)
0,4994 = 4m
2
+ 9,5 + 4,8m + 11,4
VI-35
0,4994 = 4m
2
+ 14,3m + 11,4
0 = 4m
2
+ 14,3m + 10,9006
sehingga :
a = 4 , b = 14,3, c = 10,9006
m
12
=
a
ac b b
2
4
2

=
( ) ( )
4 2
9006 , 10 4 4 3 , 14 3 , 14
2


=
8
8996 , 378 3 , 14
=
8
4653 , 19 3 , 14
m
1
=
8
4653 , 19 3 , 14 +
= 0,6457
m
2
=
8
4653 , 19 3 , 14
= - 4,2207
Diperoleh :
m
1
= 0,6457 in
m
2
= - 4,2207 in
Diambil :
m
1
= 0,6457 in, sehingga :
Panjang base plate :
P = 2m + 0,95 h
= 2(0,6457) + 0,95 (5) = 6,0416 in ~6 in
VI-36
Lebar base plate :
l = 2n + 0,8 b
= 2(0,6457) + 0,8(3) = 3,6914 in ~ 4 in
Ditetapkan panjang base plate, = 6 in dan lebar plate = 4 in, maka:
Luas base plate adalah = 6 x 4 = 24 in
2
Peninjauan Terhadap Bearing Capacity
Rumus :
P =
A
P
Dimana :
F = Bearing capacity, lb/in
2
P = Beban tiap kolom = 299,6295 lb
A = Luas base plate = 22,3 in
2
Maka :
F =
3 , 22
6295 , 299
= 13,4363 psi < 600 psi
Karena F < F
BP
, maka dimensi base plate memenuhi.
Peninjauan terhadap base plate
Panjang base plate (P)
P = 2m + 0,95 h
6 = 2m + 0,95 (5)
6 = 2m + 4,75
2m = 6 4,75
2m = 1,25
VI-37
m = 2,625 in
Lebar Plate (l)
L = 2n + 0,8b
4 = 2n + 0,8 (3)
4 = 2n + 2,4
2n = 4 2,4
2n = 1,6
n = 0,8 in
Karena m < n, maka n mengontrol pemilihan terhadap base plate.
Tebal base plate
Rumus :
tbp =
2
00015 , 0 n P
Dimana :
tbp = Tebal base plate
P = Tekanan masing-masing penyangga
= 299,6295 lb
n = 0,8 in
Maka :
tbp = ( )( )( )
2
8 , 0 6295 , 299 00015 , 0
= 0,1696 in
VI-38
Ukuran Baut
Beban tiap baut
P
baut
=
baut
n
P
=
4
6295 , 299
= 74,9074 lb/baut
A
baut
=
baut
baut
f
P
Dimana :

baut
= Stress tarik maksimal tiap baut
= 12000 lb/in
2
A baut =
12000
9074 , 74
= 0,0062 in
2
A baut = t db
2
0,0062 = 0,25 x 3,14 +0,0062
db
2
= 0,7912
db = 0,8895 in
Dari Brownell dan Young tabel 10,4 hal. 188 didapatkan ukuran
0,5 in dengan dimensi :
Ukuran baut = in
Bolt spacing = 1
1
/
4
in
Jarak radial maksimum = 1
3
/
16
in
Edge distance =
5
/
8
in
Nut dimension =
7
/
8
in
Maximum fillet radius =
1
/
4
in
VI-39
Lug and Gusset
Digunakan 2 plate horizontal (lug) dan 2 plate vertikal (gusset).
- Tabel plate horizontal (thp)
Rumus
thp =
fall
m . 6
Dimana :
M =
( ) h b
ro e t


2
2 2 3
1 12
|
=
( )
2 2
2
1 3
t ro

Dimana :
t = Tebal silinder, in
thp = Tebal plate horizontal, in
ro = Jari-jari silinder
P = Tekanan pada masing-masing penyangga
= 299,6295 lb
b = Lebar lug
h = Tingi lug
= Poission ratio = 0,33 (untuk baja)
M = Bonding Moment axial, in lb
Maka
=
( ) ( )
( ) ( )
2 2
2
1
2
16 / 2 5560 , 29
33 , 0 1 3


= 0,1106
VI-40
Jika pemasangan dilakukan dengan beban eksentrik, maka :
e = ts + hl
= (
2
/
16
) + 2,5 = 0,0625 + 2,5 = 2,5625
b = hl + 2db
db =
t
4
1
/ fbaut Pbaut
=
14 , 3
12000 / 6295 , 299
4
1

= 0,1783
b = 5 + 2 (0,1783) = 5,3566
M =
( ) ( ) ( )( )( )
( ) ( )( )( ) 5 3566 , 5 33 , 0 12
778 , 14 5625 , 2 6295 , 299 1106 , 0
2
2 2
16
2
3

=
3649 , 286
5446 , 3
= 0,0124
thp =
12000
0124 , 0 6
= 0,0025 x
16
16
=
16
1
in
Tebal plate vertikal (tg)
Tg =
3
/
8
x thp = (
3
/
8
) (
1
/
16
) = 0,0234 x
16
16
=
16
1
in
PONDASI
Gaya yang bekerja pada pondasi adalah gaya vertikal dari berat kolom itu
sendiri yang bekerja pada pondasi, sehingga diambil bidang kerja berbentuk bujur
sangkar dengan ukuran sebagai berikut :
Ukuran tanah = 20 in x 20 in
Luas tanah = 30 in x 30 in
Tinggi pondasi = 20 in
VI-41
Menentukan Volume Permukaan Rata-Rata
A =
(

+
(

+
2
30 20
2
30 20
= 625 in
2
Menentukan volume pondasi
V = A x T= 625 x 20 = 12500 in
2
= 86,8056 ft
Menentukan berat pondasi
Dari Perrys edisi 6, tabel 3-118 hal 3-95, untuk cement dan gravel
didapatkan :
= 169 lb/ft
W = V x = 86,8056 x 169 = 14670,1464 lb
Menentukan tekanan tanah
Bila pondasi didirikan atas cement sand dan grave dengan save bearing
power minimum 5 ton / ft dan save bearing power makximum 20 ton /
ft (Hesse, hal 327)
Beban total yang harus ditahan pondasi
Wtotal = 1198,5178 + 14670,1464 = 15868,6642 lb
Luas tanah yang didasari pondasi (A)
A = 30 x 30 = 900 in
2
Tekanan pada tanah (P)
P =
A
Wtotal
=
900
6642 , 15868
= 17, 6318 lb/in
2
Digunakan patokan harga safe bearing power minimum karena lebih
terjamin keamanannya.
Bearing power tanah = 6000 kg/ft = 91,8583 lb/in
2
VI-42
Berarti tekanan dari pondasi bearing power tanah aman karena :
P = 17,6318lb/in
2
< 91,8583 lb/in
2
Spesifikasi peralatan
Nama alat : Tangki pemucatan
Kode alat : R-20
Fungsi : Tempat terjadinya pemucatan dan penghilangan
warna dari minyak sebelum masuk proses
hidrogenasi
Bahan kontruksi : Carbon steel SA 240 grade M type 316
Type : Mixed folw reaktor
Dasar pemilihan : Dalam bleaching diperlukan pengaduk untuk
homogenitas. Reaksi ini membutuhkan panas
sehingga dilengkapi dengan koil pemanas.
Jenis : Bejana tegak dengan bagian-bagian :
- Badan berbentuk silinder tegak
- Tutup atas berbentuk standar dished head.
- Tutup atas berbentuk conical
Perlengkapan : Koil pemanas dan pengaduk berdaun 4
Kondisi operasi :
Tekanan = 1 atm = 14,7 psi
Waktu operasi = 1 jam = 60 menit
Suhu bahan masuk = 70
O
C
VI-43
Suhu bahan keluar = 105
O
C
Bahan masuk = 361,3079 kg/jam
= 780,5394 lb/jam
Jumlah = 1 buah
1. Diameter silinder
Diameter dalam (1D) = 29,75 in
Diameter luar (OD) = 30 in
Tinggi (Ls) = 44,334 in
Tebal (Ts) =
2
/
16
in
Bahan kontruksi = Carbon steel SA 240 Grade M type 316
Jenis pengelasan welded but joint
2. Dimensi Tutup
a. Tutup atas (Standart dished head)
Tebal tutup atas (tha) =
2
/
16
in
Tinggi tutup atas (ha) = 6,6848 in
icr = 1,875 in
sf = 1,5 in
b. Tutup bawah (conical)
Tebal tutup (thb) =
2
/
16
in
Tinggi tutup bawah (hb) = 8,5983 in
3. Dimensi Pengaduk
Jenis = Turbin dengan berdaun 4
Diameter impeller = 9,9167 in
VI-44
Tinggi impeller = 8,9250 in
Panjang blade = 3,3056 in
Lebar blade = 1,6858 in
Tebal = 3,3056 in
Daya motor = 0,5 Hp
Bahan kontruksi = Carbon steel SA 240 Grade M type 316
4. Dimensi Koil Pemanas
Jenis = Spiral
Diameter luar (OD) = 1 in
Diameter dalam (1D) = 0,782 in
Panjang = 1,8025 ft
Tinggi lilitan = 0,29 ft
Jumlah lilitan (n) = I buah
Bahan kontruksi = Carbon steel SA 240 Grade M type 316
5. Dimensi Nozzle
a. Nozzel pemasukan umpan
Tipe flange = Welding neck
Ukuran pipa = NPS 1
1
/
2
in
D min luar flange (A) = 5 in
Tebal min flange (T) =
11
/
16
in
Bahan kontruksi = HAS SA 240 Grade M Type 316
b. Nozzel pemasukan karbon aktif
Type flange = Welding Neck
VI-45
Ukuran Pipa = 4 in
D minflange (A) = 4
5
/
8
in
Tebal min flange (T) =
15
/
16
in
c. Nozzel Pengeluaran Steam
Type flange = Welding Neck
Ukuran pipa = 4 in
D min flange (A) = 9 in
Tebal min flange (T) =
15
/
16
in
d. Nozzel Pemasukan Steam
Type flange = Welding Neck
Ukuran Pipa = 4 in
D
min
flange (A) = 9 in
Tebal min flange (T) =
15
/
16
in
Bahan kontruksi = HAS SA 240 Grade M Type 316
e. Nozzel pengeluaran umpan
Type flange = Welding Neck
Ukuran pipa = NPS 1
1
/
2
in
D minflange (A) = 9 in
Tebal min flange (T) =
15
/
16
in
Bahan kontruksi = HAS SA 240 Grade M Type 316
6. Dimensi Sambungan Tutup Dengan Dinding Reaktor
a. Gasket
Bahan = Plate, metal, asbestos filled
VI-46
Lebar =
1
/
16
in
Tebal = 1,0008 in
Diameter rata-rata = 30,0625 in
b. Flange
Bahan = HAS SA 240 Grade M type 316
Diameter luar (OD) = 34,2865 in
Lebar flange = 1,78 in
7. Dimensi Penyangga
a. Kolom Penyangga (Leg)
Digunakan 4 buah penyangga
Jenis = 1 beam
Ukuran = 3 x 5 in
Tinggi penyangga = 149,9544 in
Area of section (A) = 2,87 in
2
Depth of beam (h) = 5 in
Width of beam (b) = 3,00 in
b. Base Plate
Luas = 0,5 in
Panjang (P) = 6 in
Lebar (l) = 4 in
Tebal (t) = 0,1696 in
Ukuran baut = 0,006 in
VI-47
c. Lug dan Gusset
Tebal lug =
1
/
16
in
Lebar lug = 5,3566 in
Tinggi lug = 5 in
Lebar gusset = 5,3566 in
Tebal gusset =
1
/
16
in
Tinggi gusset = 5 in
d. Sistem Pondasi
Luas tanah = 20 x 20 in
Luas bawah = 30 x 30 in
Tinggi Pondasi = 20 in
VII-1
BAB VII
INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA
Dalam mengatur dan mengendalikan kondisi pada alat proses diperlukan
adanya alat-alat kontrol atau instrumentasi. Instrumentasi ini merupakan suatu
petunjuk (indikator) atau pengontrol. Dalam industri kimia banyak variabel yang
perlu diukur ataupun dikontrol seperti suhu, tekanan ketinggian cairan dan
kecepatan cairan.
7.1. Instrumentasi
Pada umumnya instrumentasi dapat dibedakan berdasarkan pada proses
kerjanya: yaitu proses manual dan proses otomatis. Proses manual biasanya hanya
terdiri dari instrumentasi petunjuk dan pencatat saja. Sedangkan proses otomatis
adalah proses yang pengaturannya secara otomatis, dimana peralatan
instrumentasi dihubungkan dengan alat kontrol.
Peralatan-peralatan tersebut antara lain:
a. Element primer
Pada proses manual, biasanya alat hanya terdiri dari instrumen petunjuk
dan pencatat saja.
b. Elemen pengukur
Merupakan elemen yang menerima output dari elemen primer dan
melakukan pengukuran. Yang termasuk dalam elemen pengukur adalah
alat-alat petunjuk (indikator) dan alat pencatat.
VII-1
VII-2
c. Elemen pengontrol
Merupakan elemen yang menunjukkan harga perubahan dari variabel yang
dirasakan oleh sensing elemen dan diukur oleh elemen pengukur untuk
mengatur sumber tenaga yang sesuai dengan perubahan. Tenaga yang
diatur dapat berupa mekanis, elektris dan pneumatis.
d. Elemen proses sendiri
Merupakan elemen yang mengubah input di dalam proses sehingga
variabel yang diukur tetap berada pada range yang diinginkan. Pada pra
rencana pabrik margarin, instrumen yang digunakan alat kontrol otomatis
maupun manual. Hal ini tergantung dari sistem peralatan dan
pertimbangan teknis serta faktor mekanis.
Tujuan penggunaan instrumentasi ini diharapkan akan mencapai hal-hal sebagai
berikut:
- Menjaga variabel proses pada batas operasi yang aman
- Kualitas produksi menjadi lebih terjamin
- Membantu mempermudah pengoperasian suatu alat
- Kondisi-kondisi berbahaya dapat segera diketahui secara dini
melalui alarm peringatan
- Efisiensi kerja akan lebih meningkat
Adapun instrumentasi yang digunakan dalam pra rencana pabrik margarin
adalah: Temperature Controller (TC), Pressure Controller (PC), Flow Controller
(FC), Ration Controller (RC), Level Controller (LC), dan Level Indicator (LI)
VII-3
a. Temperature Controller (TC)
Pada pabrik margarine ini, peralatan proses yang menggunakan (TC)
adalah Tangki netralisasi, Tangki pencuci, Tangki bleacing, Tangki
hidrogenator, Coller dan Heater
b. Pressure Controller (PC)
Pada pabrik margarine ini, peralatan proses yang menggunakan (PC)
adalah Tangki deodorisasi
c. Flow Controller (FC)
Pada pabrik margarin ini, peralatan proses yang menggunakan (FC) adalah
Tangki netralisasi, Tangki pencuci, Tangki bleacing, Tangki hidrogenator,
dan Filter press
d. Ration Controller (RC)
Pada pabrik margarin ini, peralatan proses yang menggunakan (RC) adalah
storage NaOH
e. Level Controller (LC)
Pada pabrik margarine ini, peralatan proses yang menggunakan (LC)
adalah Tangki netralisasi, Tangki pencuci, Tangki bleaching, dan Tangki
katalis mixer
f. Level Indicator (LI)
Pada pabrik margarine ini, peralatan proses yang menggunakan (LI)
adalah storage bumbu fase cair, storage bumbu fase minyak dan storage
NaOH
VII-4
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam instrumentasi adalah:
- Jenis instrumentasi
- Range yang diperlukan untuk pengukuran
- Ketelitian yang dibutuhkan
- Bahan konstruksinya
- Pengaruh pemasangan instrumentasi pada kondisi proses
Tabel 7.1: Instrumentasi pada Peralatan
Kode Nama Alat Instrumen
R-110 Netralizer tank FC,TC,LC
F-118 Washing tank FC,TC,
R-120 Bleaching tank FC,TC,LC
F-127 Mixer Katalis tank LC
R-130 Hidrogenator tank FC,TC
R-140 Deodorizer tank TC,PC
F-151 Storage bumbu cair LI
F-152 Storage bumbu minyak LI
F-113 Storage NaOH LI,RC
H-135 Filter press FC
E-122 Cooler TC
E-116 Heater TC
7.2 Keselamatan Kerja
Dalam perencanaan suatu pabrik, keselamatan kerja merupakan hal yang
sangat penting yang harus diperhatikan karena menyangkut kelancaran dan
keselamatan kerja karyawan, disamping itu juga menyangkut lingkungan dan
masyarakat di sekitar pabrik. Keselamatan kerja ini merupakan usaha untuk
memberikan rasa aman dan tenang kepada karyawan dalam bekerja, sehingga
kontinuitas dan efektifitas kerja dapat terjamin. Usaha untuk mendapatkan
keselamatan kerja bukanlah semata-mata ditujukan hanya faktor manusianya saja
VII-5
akan tetapi untuk menjaga peralatan yang ada di dalam pabrik. Dengan
terpeliharanya peralatan dengan baik, maka alat tersebut dapat digunakan dalam
jangka waktu yang cukup lama.
Secara umum ada tiga macam bahaya yang dapat terjadi dalam pabrik dan harus
diperhatikan dalam perencanaanya yaitu:
- Bahaya kebakaran dan ledakkan
- Bahaya mekanik
- Bahaya terhadap kesehatan
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja sebagai berikut:
a. Latar belakang pekerja
Yaitu sifat atau karakter yang tidak baik dari pekerja yang merupakan sifat
dasar bekerja, maupun dari lingkungannya yang dapat mempengaruhi pekerja
dalam melakukan pekerjaanya, sehingga dapat menyebabkan kelalaian
pekerja.
Sifat-sifat tersebut meliputi:
- Tidak cocoknya manusia terhadap mesin atau terhadap lingkungan
kerjanya
- Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
- Ketidakmampuan fisik dan mental
- Kurangnya motivasi kerja dan kesadaran akan keselamatan kerja
b. Kelalaian pekerja
Adanya sifat gugup, tegang, mengabaikan keselamatan akan menyebabkan
pekerja melakukan tindakan yang tidak aman.
VII-6
c. Tindakan yang tidak aman dan bahaya mekanis / fisis:
Tindakan yang tidak aman dari pekerja, seperti berdiri dibawah beban
tersuspensi.
d. Kecelakaan: Kejadian seperti jatuhnya pekerja, tertumbuk benda melayang
sehingga melukai pekerja.
e. Lingkungan fisik
Meliputi mesin, peralatan dan lingkungan kerja. Kecelakaan kerja
disebabkan oleh kesalahan perencanaan, arus, kerusakkan alat, kesalahan
dalam pembelian, kesalahan dalam penyusunan atau peletakan dari peralatan
dan lain-lain
f. Sistem manajemen pabrik
Sistem manajemen pabrik merupakan unsur terpenting. Kesalahan sistem
manajemen dapat menyebabkan kecelakaan kerja antara lain:
- Prosedur kerja yang tidak diterapkan dengan baik
- Tidak adanya inspeksi peralatan
- Tidak adanya penanggulangan terhadap bahaya kecelakaan
- Kurangnya pengawasan terhadap kegiatan pemeliharaan dan
mofikasi pabrik.
Usaha-usaha untuk mencegah dan mengurangi terjadinya bahaya-bahaya yang
ditimbulkan di dalam pabrik antara lain
- Memberi pelatihan-pelatihan dan pencegahan kecelakaan terhadap
pengawasan khususnya karyawan yang bekerja pada bagian proses
dengan alat berat
VII-7
- Memberi pengamanan berupa pakaian serta perlengkapan sebagai
pelindung
- Menyediakan perlengkapan berupa unit pertolongan pertama pada
kecelakaan
7.2.1 Bangunan Pabrik
1. Konstruksi
- Konstruksi bangunan, peralatan produksi baik langsung ataupun
tidak langsung harus cukup dan pemilihan bahan kontruksinya
harus tepat
- Pada tempat-tempat yang berbahaya hendaknya diberi pagar atau
peringatan yang jelas
- Antara peralatan mesin-mesin dan alat-alat proses diberi jarak
cukup jauh
2. Bahaya yang disebabkan oleh adanya api, listrik dan kebakaran
- Tangki bahan bakar jaraknya harus cukup jauh dari tempat yang
dapat menyebabkan kebakaran
- Untuk mencegah atau mengurangi bahaya-bahaya yang timbul,
maka dipakai isolasi-isolasi panas atau isolasi listrik dan pada
tempat bertekanan tinggi diberi pagar atau penghalang
- Memberi penjelasan-penjelasan mengenai bahaya-bahaya yang
dapat terjadi dan memberikan cara pencegahannya
- Memasang tanda-tanda bahaya, seperti alarm peringatan apabila
terjadi bahaya
VII-8
- Penyediaan alat-alat pencegah kebakaran, baik akibat listrik
ataupun api
7.2.2 Ventilasi
Ruang kerja harus mendapatkan ventilasi yang cukup, sehingga pekerja
dapat leluasa untuk menghirup udara segar yang berarti ikut serta menjamin
kesehatan dan keselamatan kerja.
7.2.3 Perpipaan
- Jalan proses yang terletak di atas permukaan tanah lebih baik dari
pada diletakkan di bawah tanah, karena hal ini menyangkut
timbulnya bahaya akibat kebocoran dan sulit untuk mengetahui
letak kebocoran
- Pengaturan dari perpipaan dan value penting untuk mengamankan
operasi, bila terjadi kebocoran pada chek value sebaiknya diatasi
dengan pemasangan blok value di samping chek value tersebut
- Sebelum pipa-pipa dipasang, sebaiknya dilakukan test hidrostatik
yang bertujuan mencegah terjadinya stress yang berlebihan pada
bahan-bahan tertentu atau bagian pondasi.
7.2.4 Karyawan
Untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan karyawan perlu adanya
kesadaran dari seluruh pekerja agar dapat bekerja dengan baik sehingga tidak
membahayakan keselamatan jiwanya dan orang lain. Untuk itu pengetahuan akan
bahaya masing-masing alat sangatlah penting diketahui oleh semua karyawan
terutama operator control. Seluruh pekerja harus menggunakan pelindung seperti
VII-9
topi pengaman, sepatu karet, sarung tangan dan masker. Pada karyawan terutama
pekerja perlu diberi bimbingan atau pengarahan agar karyawan dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik dan tidak membahayakan.
Halhal yang diperlukan demi keselamatan karyawan dan kelancaran proses
industri:
- Alat-alat yang berputar dan bergerak misalnya motor harus
dilengkapi dengan penutup
- Memakai sarung tangan, masker dan sepatu karet
- Pakaian pekerja harus kuat dan bersih
- Memakai topi atau helm pelindung
7.2.5 Listrik
Pada pengoperasian peralatan listrik perlu dipasang pengaman pemutus
arus bila sewaktu-waktu terjadi hubungan singkat yang menyebabkan kebakaran,
juga perlu diadakan pemeriksaan kemungkinan adanya kabel yang terkupas yang
dapat membahayakan pekerja bila tersentuh kabel tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian instalasi
lisrik adalah sebagai berikut:
- Semua bagian pabrik diberi penerangan yang cukup dan
diutamakan pada bagian proses
- Penyediaan pembangkit tenaga cadangan
- Peralatan yang sangat penting seperti switcher dan transformar
diletakan di tempat yang lebih aman
VII-10
- Peralatan listrik di bawah tanah diberi tanda-tanda tertentu yang
jelas
7.2.6 Pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran
Salah satu bahaya yang harus diperhatikan adalah terjadinya kebakaran.
Penyebab terjadinya kebakaran antara lain:
- Kemungkinan terjadinya nyala terbuka yang datang dari sistem
utilitas, workshop, laboratorium, inti proses dan lain-lain
- Terjadinya loncatan bunga api pada saklar stop kontak serta pada
instrumentasi yang lain
- Gangguan pada peralatan utilitas seperti pada combustion chamber
boiler (ruang pembakaran)
Pencegahan dan penanggulangan kebakaran
A. Pencegahan kebakaran
- Bangunan seperti workshop, laboratorium dan kantor hendaknya
diletakkan berjauhan dengan unit operasi
- Antara unit satu dengan unit lainnya hendaknya dipisahkan dengan
beton atau jalan sehingga dapat menghambat jalannya api ketika
sedang terjadi kebakaran.
- Pengamanan bila terjadi kebakaran harus dilengkapi dengan baju
tahan api dan alat-alat pembantu pernapasan
- Pemberian tandatanda larang suatu tindakan yang dapat
mengakibatkan kebakaran seperti tanda larang merokok
VII-11
- Pemasangan pipa air melingkar di seluruh lokasi pabrik
- Penyediaan alat pemadam kebakaran disetiap bagian bangun pabrik
dan pemasangannya harus pada tempat yang mudah dijangkau
Pengamanan dan pengontrolan bila terjadi kebakaran yaitu api harus
dilokalisasir sehingga dapat diketahui kemungkinan apa saja yang dapat terjadi
dan bagaimana cara mengatasinya.
Untuk pemakaian alat-alat pemadam kebakaran harus diketahui dahulu
jenis api yang dapat dibedakan di atas:
Kelas A
Yaitu api yang ditimbulkan oleh bahan bahan yang dapat terbakar seperti kayu,
kertas dan kotoran yang terdapat di dalam pabrik. Untuk penanganan api jenis ini
diperlukan pembahasan pada bagian yang terbakar dan sekitarnya .
Kelas B
Yaitu api yang ditimbulkan oleh cairan yang mudah terbakar seperti residu.
Penanganan api jenis ini dilakukan dengan cara memberi penutup dengan bahan-
bahan yang dianggap sesuai dengan keperluan di atas.
Kelas C
Yaitu api yang ditimbulkan oleh perlengkapan listrik atau hubungan arus pendek.
Penanganan api jenis ini adalah tidak boleh mengandung listrik dan tidak dapat
dialiri listrik
Kelas D
Yaitu api yang ditimbulkan oleh bahan-bahan yang mudah meledak untuk
pencegahan diperlukan jenis pengamanan tertentu. Untuk menghindari kerusakan
VII-12
alat-alat seperti adanya ledakan atau kebakaran pada alat-alat tersebut perlu
dipasang sektor pengaman seperti safety value, isolasi, pengaman, pemadam
kebakaran dan kebakaran (hydrant).
B. Pencegahan bahaya mekanik
Bahaya mekanik biasanya disebabkan oleh pengerjaan konstruksi yang
tidak memenuhi syarat yang berlaku.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah kecelakaan adalah:
- Konstruksi harus mendapatkan perhatian yang cukup tinggi
- Pemasangan alat-alat control yang baik yang sesuai serta
pengamanan.
- Perencanaan peralatan harus sesuai dengan aturan yang berlaku
baik pemilihan bahan konstruksi maupun faktor lain
C. Pencegahan bahaya kesehatan
Selain itu bahaya terhadap kesehatan karyawan umumnya datang dari
bahan baku, bahan yang diproses dan produk. Karena itu diusahakan agar ruangan
proses maupun ruangan lainnya memiliki ventilasi atau pertukaran udara yang
cukup sehingga dapat memberikan kesegaran kepada karyawan serta dapat
menghindari gangguan terhadap pernapasan
7.2.7 Penggunaan Alat
Untuk menghindari kerusakkan alat seperti ledakan atau kebakaran, maka
pada alat-alat tertentu dipasang suatu pengaman seperti safety value dan pemadam
kebakaran.
VII-13
Tabel 7.2 Alat-alat Pengaman pada Pabrik Margarin
No Nama alat Alat pengaman
1 Reaktor Hydrant, safety value
2 Tangki deodorizer Safety value
3 Tangki bleaching Safety value
7.3 Keselamatan Kerja Karyawan
Pada karyawan terutama pada operator perlu dibimbing atau diarahkan
agar karyawan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan tidak membahayakan
keselamatan jiwanya atau orang lain.
Tabel 7.3 Alat-alat Pelindung pada Pabrik Margarin
No Alat pelindung Lokasi pengaman
1 Masker Gudang, bagian proses, storage
2 Topi pengaman Gudang, bagian proses, storage
3 Sarung tangan Gudang, bagian proses, storage
4 Sepatu karet Gudang, bagian proses, storage
5 Pemadam kebakaran Gudang, bagian proses, storage
VIII-1
BAB VIII
UTILITAS
Utilitas pada suatu pabrik adalah unit yang dapat menunjang proses
produksi, sehingga kapasitas produksi semaksimal mungkin dapat dicapai.
Adapun utilitas di dalam Pra Rencana Pabrik Margarin Dari Minyak Ikan
Sarden ini meliputi 4 unit yaitu:
1. Unit penyediaan steam
2. Unit penyediaan air
3. Unit pembangkit tenaga listrik
4. Unit penyediaan bahan bakar
8.1 Unit Penyediaan Steam
Unit ini berfungsi untuk menyediakan kebutuhan steam yang digunakan
sebagai pemanas pada heater dan reboiler. Kebutuhan steam dipenuhi dengan
jalan menguapkan air di dalam sebuah ketel (boiler). Untuk itu maka kesadahan
air pengisi ketel (boiler feed water) harus benar-benar diperhatikan dan diperiksa
dengan teliti serta harus bebas dari kotoran yang mungkin akan mengganggu
jalannya operasi pabrik.
Zat-zat yang terkandung dalam air umpan boiler (bahan baku pembuatan
steam) yang dapat menyebabkan kerusakan pada boiler:
- Kadar zat terlarut (solube matter) yang tinggi
- Zat padat terlarut (suspended solid)
VIII-1
VIII-2
- Garam-garam kalsium dan magnesium
- Zat organik (organik matter)
- Silika, sulfat, asam bebas dan oksida
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh air umpan boiler:
a. Tidak boleh membuih / berbusa
Busa disebabkan oleh adanya solid matter, suspended matter dan kebasaan
yang tinggi.
Kesulitan yang dihadapi dengan adanya busa adalah:
- Kesulitan pembacaan tinggi permukaan pada boiler
- Dapat menyebabkan percikan yang kuat yang mengakibatkan adanya
solid-solid yang menempel dan terjadinya korosi dengan adanya
pemanasan lebih lanjut
b. Tidak boleh membentuk kerak dalam reboiler
Kerak dalam boiler ini disebabkan oleh garam-garam Ca
2+
,
Mg
2+
, CO
3
2+,
SiO
2
dan Al
2
O
3.
Kerak yang terbentuk di dinding boiler akan menyebabkan:
- Isolasi terhadap panas sehingga proses perpindahan panas terhambat
- Kerak yang terbentuk dapat pecah sewaktu-waktu, sehingga dapat
menimbulkan kebocoran karena boiler mendapat tekanan yang kuat
c. Tidak boleh menyebabkan korosi pada pipa
Korosi pada pipa boiler disebabkan oleh keasaman (pH rendah), minyak dan
lemak, bikarbonat dan bahan-bahan organik dan gas CO
2,
O
2,.
H
2
S, SO
3
, NH
3
yang terlarut dalam air.
VIII-3
Reaksi elektrokimia antara besi dan air akan membentuk lapisan pelindung
anti korosi pada permukaan baja, yaitu:
Fe
2+
+ 2H
2
O Fe (OH)
2
+ 2H
+
Tetapi bila terdapat oksigen dalam air, maka lapisan hidrogen yang terbentuk akan
bereaksi dengan oksigen membentuk air, akibat hilangnya lapisan pelindung
tersebut terjadi korosi menurut reaksi:
4H
+
+O
2
2H
2
O
4Fe (OH)
2
+ O
2
+
2
H
2
O 4Fe(OH)
3
Proses pelunakan air umpan boiler dilakukan dengan pertukaran ion dalam
demineralizer (anion dan kation exhanger) mula-mula air bersih dilewatkan pada
kation exhanger yang menggunakan resin zeolit (hidrogen exhanger)
Rekasi yang terjadi (Punmia, Hal 362)
Ca Ca
Na2 + (HCO
3
)
2
+ H
2
Z Na
2
Z + 2CO
2
+ 2H
2
O
Mg Mg
Ca Ca
Na
2
SO
4
+ H
2
Z Na
2
Z + H
2
SO
4
Mg Mg
Ca Ca
Na
2
SO
4
+ H
2
Z Na
2
Z + 2HCl
Mg Mg
Ion - ion bikarbonat, sulfat dan klor diikat dengan Z membentuk CO
2
dan air,
H
2
SO
4
dan HCl
VIII-4
Air yang bersifat asam ini akan dimasukkan ke dalam anion exhanger
untuk menghilangkan anion-anion yang mengganggu proses. Resin yang
digunakan De-acidite (DOH). Reaksi yang terjadi: (Punmia, Hal 362)
H
2
SO
4
D
2
SO
4
2DOH + 2HCl 2DCl + 2H
2
O
2HNO
3
2DNO
3
Setelah keluar dari demineralizer, air umpan boiler telah bebas dari ion-ion
yang mengganggu dan siap untuk digunakan. Pemakaian resin yang terus-menerus
menyebabkan resin tidak aktif lagi. Hal ini dapat diketahui dari pemeriksaan
kesadahan air umpan boiler yang dilakukan terus-menerus. Jika terdapat kenaikan
kesadahan air umpan boiler, maka hal ini menunjukkan bahwa resin sudah jenuh
dan perlu diregenerasi (setelah 17 jam).
Regenerasi hydrogen / kation exhanger dilakukan dengan menggunakan
asam klorida dengan reaksi sebagai berikut:
CaZ CaSO4
Na
2
Z + H
2
SO
4
H
2
Z + Na
2
SO
4
MgZ MgSO4
CaZ Ca
Na
2
Z + HCl H
2
Z + Na
2
Cl2
MgZ MgCl2
Regenerasi De-acidite (DOH) dilakukan dengan menggunakan larutan sodium
karbonat (Na
2
CO
3
) atau caustic soda (NaOH) dengan reaksi sebagai berikut:
VIII-5
H
2
SO
4
Na
2
SO
4
2DCl + Na
2
CO
3
+ H
2
O 2DOH + Na
2
Cl
2
+ CO
2
2DNO
3
Na
2
SO
3
Setelah keluar dari demineralizer, air umpan boiler ditampung dalam
tangki penampung air umpan boiler. Kemudian dipompakan dalam deaerator
untuk menghilangkan gas-gas impuritis dari air umpan boiler dengan injeksi
steam. Keluar dari deaerator, air umpan boiler telah memenuhi syarat-syarat yang
harus dipenuhi dan siap digunakan.
8.2 Unit Penyediaan Air
Unit penyediaan air bertugas untuk memenuhi kebutuhan air baik ditinjau
dari segi kuantitas maupun kualitas. Segi kuantitas air merupakan jumlah
kebutuhan air yang harus dipenuhi sedangkan segi kualitas air menyangkut syarat
air yang harus dipenuhi. Di dalam pra rencana pabrik margarin keperluan air
dipergunakan untuk:
a. Air umpan boiler
Air umpan boiler merupakan bahan baku pembuatan steam yang berfungsi
sebagai media panas. Kebutuhan steam sebesar 94.245,0110 kg/jam. Air umpan
boiler disediakan dengan excess 20 % sebagai pengganti steam yang hilang yang
diperkirakan karena adanya kebocoran akibat dari transmisi sebesar 10 %
sedangkan faktor keamanan sebesar 15 %, sehingga kebutuhan air umpan boiler
sebanyak 113.094,0132 kg/jam.
VIII-6
Air untuk keperluan ini harus memenuhi syarat-syarat agar air yang
digunakan tidak merusak ketel (boiler). Persyaratan yang harus dipenuhi adalah
air tidak mengandung kation-kation seperti Ca
2+
, Mg
2+
dan anion-anion seperti
SO
4
2-
, Cl
-
, SO
3
2-
. Untuk itu diperlukan treatment secara lebih sempurna.
Dari Perry, ed.6, Hal 976 didapat bahwa air umpan boiler tersebut
mempunyai syarat sebagai berikut:
Total padatan (total disolved solid) : 3500 ppm
Alkalinitas : 700 ppm
Padatan terlarut (suspended solid) : 300 ppm
Silika : 60-100 ppm
Besi : 0,1 ppm
Tembaga : 0,5 ppm
Oksigen : 0.007 ppm
Kesadahan (hardness) : 0
Kekeruhan (turbidity) : 175 ppm
Minyak : 7 ppm
Residual fosfat : 140 ppm
Setelah memenuhi persyaratan tersebut, air umpan boiler harus bebas dari:
- Zat-zat yang menyebabkan korosi yaitu: gas-gas terlarut seperti O
2
, CO
2
,
H
2
S dan NH
3
- Zat-zat yang dapat menyebabkan busa yaitu zat organik, anorganik dan
zat-zat yang tidak terlarut dalam jumlah yang besar.
VIII-7
Untuk memenuhi syarat tersebut dan untuk mencegah kerusakkan pada
boiler, maka sebelum digunakan air umpan boiler harus diolah dahulu, melalui:
demineralizer, untuk menghilangkan ion-ion pengganggu dan deaerator, untuk
menghilangkan gas-gas terlarut.
Spesifikasi alat:
Nama Alat : Boiler
Fungsi : Menghasilkan steam
Jenis : Fire Tube Boiler
Rate steam : 25.995,5659 lb/jam
Heating surface : 1211011,178 ft
2
Jumlah tube : 121588 buah
Ukuran tube : 1,5 in ips = 20 ft
Bahan bakar : Diesel Oil
Rate fuel oil : 722,5117 kg/jam
b. Air sanitasi
Air sanitasi digunakan untuk keperluan para karyawan di lingkungan
pabrik untuk konsumsi, cuci, mandi, masak, laboratorium, perkantoran dan lain-
lain.
Syarat-syarat yang perlu dipenuhi:
1. Syarat Fisik
- Suhu : Dibawah suhu kamar
- Warna : Tidak berwarna/jernih
VIII-8
- Rasa : Tidak berasa
- Bau : Tidak berbau
- Kekeruhan : <1 mg SiO
2
/liter
- pH : Netral
2. Syarat Kimia
- Tidak mengandung zat-zat organik maupun anorganik yang tidak
terlarut dalam air, seperti PO
4
, Hg, Cu dan sebagainya
- Tidak beracun.
3. Syarat Bakteriologis
Tidak mengandung bakteri terutama bakteri patogen yang dapat merubah
sifat-sifat fisik air. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, setelah proses
penjernihan, air harus diberi desinfektan seperti klor cair atau kaporit.
c. Air pendingin
Air pendingin berfungsi sebagai media pendingin pada alat perpindahan panas.
Hal ini disebabkan karena:
- Air merupakan materi yang banyak didapat
- Mudah dikendalikan dan dikerjakan
- Dapat menyerap panas
- Tidak mudah menyusut karena pendinginan
- Tidak mudah terkondensasi
Sebagai media pendingin, air harus memenuhi persyaratan tertentu, yaitu
tidak mengandung:
VIII-9
- Kesadahan (hardness) yang dapat memberikan efek
pembentukan kerak
- Besi, penyebab korosi
- Silika, penyebab kerak
- Minyak, penyebab terganggunya film corrosion inhibitor yang
dapat menurunkan efisiensi perpindahan panas dan merupakan
makanan mikroba yang dapat menyebabkan terbentuknya
endapan.
Mengingat kebutuhan air sebagai pendingin cukup besar dan untuk
menghemat pemakaian air, maka air pendingin yang digunakan didinginkan
kembali (disirkulasi) dalam Cooling Tower, sehingga tidak perlu dilakukan
penggantian air pendingin, kecuali bila ada kebocoran atau kehilangan karena
penguapan, maka disediakan penambahan air sebesar 20 % dari kebutuhan air
pendingin.
d. Air proses
Air proses adalah air yang digunakan dalam proses. Air proses ini
ditambahkan pada peralatan washing tank untuk melakukan proses pencucian.
Proses Pengolahan Air
Proses pengolahan air pada Pra Rencana Pabrik Margarin ini dilakukan sbb:
Air sungai dipompa ke dalam Bak Sedimentasi (F-209) untuk dipisahkan
dari kotoran yang mengapung, kemudian dipompakan ke Bak Skimmer (F-212)
untuk menghilangkan kotoran yang belum hilang pada bak sedimentasi. Dengan
VIII-10
menggunakan Pompa Skimmer (L-213) dipompa menuju Tangki Clarifier (F-214)
untuk memisahkan partikel padat. Pada tangki Clarifier dilakukan dengan
penambahan koagulan Al
2
(SO
4
)
3
.18H
2
O. Bak dilengkapi baffile yang pada
awalnya baffile tersebut dipasang berdekatan dan selanjutnya dipasang agak
berjauhan sehingga setelah terbentuk flok-flok (gumpalan) partikel yang pada
akhirnya dapat terendapkan.
Kemudian dilakukan penyaringan dan partikel-partikel yang masih terikat
di dalam Sand Filter (F-215). Selanjutnya air yang sudah bersih ditampung dalam
Bak Penampung air bersih (F-217). Dari bak penampung ini sebagian air dipompa
ke Bak Klorinasi (F-230) dan diberi desinfektan (Cl
2
) yang selanjutnya dipompa
menuju bak sanitasi (F-233) dan dapat digunakan sebagai air sanitasi, sebagian air
dipompa ke Cooling Tower (P-240) dan sebagian lagi dipompa ke Demineralizer
(D-210 A/B) untuk menurunkan kesadahannya. Di dalam demineralizer yang
terdiri dari anion dan kation exhanger yaitu untuk menghilangkan anion dan
kation yang tidak diinginkan yang diperkirakan dapat mengganggu kelancaran
kerja pada proses peralatan. Setelah keluar dari tangki demineralizer diharapkan
kadar kation dan anion di dalam air sudah memenuhi syarat sebagai air pengisi
boiler (Q-220) dan air proses. Dari demineralizer air dipompa ke Deaerator (D-
223) untuk menghilangkan gas-gas impuritis yang masih terikut dalam air umpan
boiler yaitu menggunakan steam sebagai pemanas. Untuk air pendingin diambil
dari bak air bersih yang dipompakan ke Cooling Tower (P-240) kemudian dapat
langsung dipompa ke peralatan, sedangkan untuk air pendingin yang telah
digunakan dipompa ke dalam Cooling Tower (P-240) untuk didinginkan sehingga
VIII-11
dapat digunakan kembali. Begitu pula steam yang telah digunakan yang berupa
kondensat akan dikembalikan ke Bak Air Lunak (F-221) untuk diproses kembali
menjadi steam dalam boiler (Q-220). Untuk air proses digunakan air dari bak air
lunak (F-221) kemudian dipompakan ke peralatan yang menggunakan air proses.
8.3 Unit Penyediaan Listrik
Kebutuhan listrik pabrik Margarin ini direncanakan disediakan oleh PLN
dan generator set. Tenaga listrik yang disediakan dipergunakan untuk
menggerakkan motor, penerangan, instrumentasi dan lainnya.
Berdasarkan peraturan menteri kesehatan no 7 tahun 1964 tentang syarat-
syarat kesehatan dan kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja, dimana
untuk area kerja yang dituntut tingkat ketelitian tinggi dalam waktu yang lama,
syarat intensif penerangan tiap m
2
area kerja 500-1000 Lux atau sama dengan
500-1000 Lumen/m
2
.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik direncnakan listrik dipenuhi dari PLN
sebesar 166,35 KW dan dari generator sebesar 25,0413 KW
Jadi total kebutuhan listrik Pra Rencana Pabrik Margarin adalah 191,3913 KW
dengan daya yang harus dihasilkan oleh generator adalah 33,3884 KVA
8.4 Unit Penyediaan Bahan Bakar
Bahan bakar pada Pra Rencana Pabrik Margarine digunakan sebagai bahan
bakar Boiler adalah 19.682,5 L/hari dan Generator adalah 92,5992 L/hari
Jadi kebutuhan total bahan bakar adalah 19.775,0992 L/hari
VIII-12
Bahan bakar yang digunakan dalam Pra Rencana Pabrik Margarin adalah
solar (diesel oil). Pemilihan bahan bakar tersebut berdasarkan pertimbangan
sebagai berikut:
- Harga relatif murah
- Mudah didapat
- Viscositas relative rendah
- Heating valuenya relative rendah
- Tidak menyebabkan kerusakan pada alat
X-1
BAB X
ORGANISASI PERUSAHAAN
Organisasi suatu perusahaan adalah merupakan suatu alat yang sangat
penting untuk melancarkan kegiatan yang berkaitan langsung dengan perusahaan.
Karena organisasi berfungsi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai
sifat dinamis, dalam artian dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan
perusahaan yang ada.
10.1 Bentuk Perusahaan
Direncanakan bentuk perusahaan pabrik margarin adalah Perseroan
Terbatas (PT). Pemilihan bentuk perusahaan ini atas dasar pertimbangan-
pertimbangan sebagai berikut:
- Mudah mendapat modal, yaitu selain dari bank juga dapat diperoleh dari
penjualan saham
- Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan dari pemegang saham
- Tanggung jawab pemegang saham terbatas, sebab segala sesuatu yang
menyangkut kelancaran perusahaan dipegang oleh pimpinan perusahaan
- Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin karena tidak terpengaruh
seorang pemegang saham, direksi atau karyawan
- Kehidupan suatu PT lebih teratur atau konstan, ini berarti sebuah PT
mempunyai potensi operasi secara kontinyu dibandingkan dengan bentuk
X-1
X-2
perusahaan lain karena tidak tergantung dari beberapa peserta (pemegang
saham) dan pemilik dapat berganti-ganti.
- Tanggung jawab yang terbatas dari pemegang saham terhadap hutang-
hutang perusahaan
10.2 Sistem Organisasi Perusahaan
Sistem organisasi merupakan suatu alat yang penting dalam suatu
perusahaan atau instansi baik instansi pemerintah maupun instansi swasta yang
dimaksud struktur organisasi adalah gambaran secara skematis tentang bagian-
bagian, tugas-tugas, tanggung jawab dan hubungan bagian yang terdapat dalam
lembaga dalam rangka mencapai suatu tujuan.
Sistem organisasi perusahaan ini adalah sistem garis dan staf. Alasan
pemakaian sistem ini adalah:
- Umumnya digunakan untuk organisasi yang cukup besar dengan produksi
yang terus-menerus
- Terdapat kesatuan pimpinan dan perintah, sehingga disiplin kerja lebih baik
- Masing-masing kepala bagian atau manager secara langsung bertanggung
jawab atas aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan
- Pimpinan tertinggi dipegang oleh seorang direktur yang bertanggung jawab
kepada dewan komisaris, anggota dewan komisaris. Anggota dewan
komisaris merupakan wakil-wakil dari pemegang saham dan dilengkapi
dengan staf ahli yang bertugas memberikan nasehat dan saran kepada
direktur.
X-3
10.3 Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab (Job Description)
Pembagian kerja dalam organisasi perusahaan merupakan pembagian
tugas, jabatan dan tanggung jawab antara satu pengurus dengan pengurus yang
lain sesuai dengan strukturnya. Setiap jabatan dalam suatu perusahaan harus
bertanggung jawab dengan apa yang sesuai dengan jabatannya.
Penjelasan dari setiap jabatan dalam organisasi perusahaan dapat
diterangkan sebagai berikut:
10.3.1 Pemegang saham
Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal
untuk pabrik dengan cara membeli saham perusahaan. Pemegang saham adalah
pemilik perusahaan dimana jumlah yang dimiliki tergantung atau terbatas pada
jumlah saham yang dimilikinya, sedangkan kekayaan pribadi dari pemegang
saham dipertanggungjawabkan sebagai jaminan atas hutang-hutang perusahaan.
Pemegang saham harus menanamkan saham paling sedikit satu saham. Kekuasaan
tertinggi terletak pada pemegang saham dan merekalah yang memilih direktur dan
dewan komisaris dalam rapat umum (RUPS) serta menentukan gaji direktur dan
dewan komisaris tersebut.
10.3.2 Dewan komisaris
Dewan komisaris merupakan badan kekuasaan tertinggi dalam perusahaan
yang bertindak sebagai wakil dari pemegang saham, komisaris diangkat menurut
ketentuan yang ada dalam perjanjian dan dapat diberhentikan setiap waktu dalam
RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), apabila bertindak bertentangan dengan
anggaran dasar atau kepentingan perseroan tersebut.
X-4
Pada umumnya dipilih dalam RUPS dari kalangan pemegang saham yang
mempunyai saham terbanyak dari perseroan tersebut.
Tugas Dewan Komisaris:
- Mengawasi direktur dan berusaha agar tindakan direktur tidak merugikan
perusahaan
- Menetapkan kebijaksanaan perusahaan dan memberikan nasehat pada
direktur utama
- Mengadakan evaluasi atau pengawasan tentang hasil yang diperoleh
perusahaan
- Menyetujui atau menolak rancangan yang diajukan direktur
- Memberikan nasehat kepada direktur ingin mengadakan perubahan dalam
perusahaan
- Mempunyai wewenang untuk mengganti direktur utama apabila tindakannya
tidak sesuai dengan anggaran dasar yang ditetapkan
10.3.3 Direksi
Direksi adalah pemegang saham kepengurusan perusahaan dan merupakan
pimpinan tertinggi serta penanggung jawab utama dalam perusahaan secara
keseluruhan.
10.3.3.1 Direktur utama
Direktur utama adalah pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab
kepada dewan komisaris dan dalam tugasnya sehari-hari dibantu oleh Direktur
teknik dan Direktur administrasi.
X-5
Tugas dan wewenang direktur utama:
- Bertanggung jawab kepada dewan komisaris
- Menetapkan kebijaksanaan peraturan dan tata tertib baik keluar
maupun kedalam perusahaan
- Mengkoordinasi kerja sama antara direktur administrasi
- Mengatur dan mengawasi keuangan perusahaan
10.3.3.2 Penelitian dan pengembangan (litbang)
Litbang merupakan staf direktur utama yang terdiri dari ahli teknik dan
ahli ekonomi.
Tugas dan wewenang litbang
- Memberikan nasehat dan informasi mengenai masalah teknik dan
ekonomi pada direktur utama
- Membantu direktur utama dalam bidang penelitian dan
pengembangan organisasi perusahaan, teknik proses dan
sebagainya sehingga dapat memajukan perusahaan
10.3.3.3 Direktur teknik dan produksi
Direktur teknik bertanggung jawab kepada direktur utama dalam hal :
- Pengawasan produksi
- Pengawasan peralatan pabrik
- Perbaikan dan pemeliharaan alat produksi dan utilitas
- Perencanaan jadwal produksi dan penyediaan sarana produksi
- Bertanggung jawab kepada direktur utama
X-6
10.3.3.4 Direktur utama administrasi dan keuangan
Direktur utama administrasi bertanggung jawab kepada direktur utama
dalam hal:
- Biaya-biaya produksi
- Untung rugi perusahaan
- Mengatur laporan keuangan serta neraca keuangan perusahaan
- Bertanggung jawab atas pemasukkan dan pengeluaran uang
perusahaan
10.3.4 Kepala bagian
Tugas dan wewenang kepala bagian:
- Membantu direktur teknik dan produksi serta direktur administrasi
dalam pelaksanaan aktivitas pada bagian masing-masing
- Memberikan pengawasan dan pengarahan terhadap seksi-seksi
dibawahnya
- Menyusun laporan dari hasil yang dicapai oleh bagian masing-
masing
- Bertanggung jawab atas kerja bawahannya
Pembagian kepala bagian tediri dari:
10.3.4 .1 Kepala bagian produksi
Kepala bagian produksi adalah kepala bagian yang bertanggung jawab
kepada direktur dalam teknik dan produksi dalam bidang merk produksi dan
kelancaran proses produksi, mulai dari perencanaan, pembuatan / produksi,
pengendalian mutu produk sampai proses pengemasan.
X-7
Kepala seksi (kasie) yang dibawahinya adalah:
a. Seksi Proses
- Mengatur dan mengawasi pelaksanaan jalannya proses produksi
yang terjadi serta realisasi rencana
- Bertanggung jawab atas jalannya masing-masing proses
b. Seksi Laboratorium
Bertugas mengawasi dan menganalisa bahan baku, bahan bakar dan
produk yang dihasilkan sehingga sesuai dengan yang diharapkan
c. Seksi Bahan Baku
Bertugas mengatur jadwal pembelian bahan baku, pengiriman serta
bertanggung jawab atas penyediaan bahan baku
d. Seksi Gudang
Bertugas dalam pengemasan produk jadi dan menimbun atau
menyimpan dalam gudang sereta merencana pengiriman produk ke dalam atau ke
luar negeri
10.3.4.2 Kepala bagian teknik
Mengatur dan mengawasi segalah masalah yang berhubungan dengan
peralatan teknik, proses dan utilitas dan bertanggung jawab kepada direktur teknik
Kepala bagian teknik membawahi :
a. Seksi Utilitas
- Bertugas mengawasi dan mengatur pelaksanaan, penyediaan
air,steam, air umpan boiler, bahan baku dan listrik.
- Bertanggung jawab atas peralatan, misalnya boiler.
X-8
b. Seksi Peralatan
- Melaksanakan pemeliharaan gedung, taman dan peralatan proses
termasuk utilitas
- Mengadakan perbaikan terhadap peralatan-peralatan yang
mengalami kerusakan.
10.3.4.3. Kepala bagian quality control
Kepala bagian quality control bertugas mengawasi kualitas material dalam
proses pembuatan margarin melalui analisa terhadap bahan baku maupun produk.
Kepala bagian quality control bertanggung jawab kepada direktur teknik dan
produksi.
Kepala bagian quality control membawahi:
a. Seksi jaminan mutu
Bertugas merencanakan dan melakukan pengawasan terhadap mutu bahan
dari bahan baku sampai bahan tersebut layak untuk dipasarkan.
b. Seksi pengendalian proses dan laboratorium
Bertugas mengadakan test secara laboratories terhadap mutu barang dari
bahan baku sampai produk
10.3.4.4 Kepala bagian sumber daya manusia
Kepala bagian ini mempunyai tugas untuk merencanakan, mengelolah dan
memberdayakan sumber daya manusia, baik sumber daya manusia yang sudah ada
maupun sumber daya manusia yang baru. Kepala bagian ini bertanggung jawab
kepada direktur utama serta mempunyai tugas untuk mengatur masalah upah
karyawan, jenjang karier, dan masalah penempatan kerja.
X-9
Kepala bagian sumber daya manusia membawahi:
a. Kasie kesehatan
Bertugas untuk menjaga dan memperhatikan kesehatan para karyawan
dengan menyediakan berbagai fasilitas kesehatan seperti klinik dan dokter
untuk mengantisipasi bila terjadi kecelakaan pada saat kegiatan pabrik
berlangsung
b. Kasi ketenagakerjaan, bertugas dalam:
Mengatur semua kegiatan yang berhubungan dengan kesejahteraan
karyawan, mulai dari mengatur tunjangan, pemberian cuti, JAMOSTEK,
sampai mengatur pension karyawan dan mencari tenaga kerja baru apabila
perusahaan membutuhkan tenaga kerja baru. Diantaranya melalui
penyebaran iklan-iklan lowongan kerja, pengadaan test, dan pelatihan
tenaga kerja baru
10.3.4.5 Kepala bagian keuangan
Kepala bagian keuangan bertanggung jawab untuk merencanakan dan
mengawasi keluar masuknya arus uang perusahaan.
Kepala bagian keuangan membawahi:
a. Seksi keuangan
Bertugas mengeluarkan dana bagi kegiatan perusahaan, baik yang langsung
berkaitan dengan proses produksi maupun tidak dan mengatur pembukuan
serta melakukan pencatatan terhadap setiap pengeluaran dan pemasukan
keuangan serta transaksi yang dilakukan.
X-10
b. Seksi akuntansi
Bertugas mengatur pembukuan dan melakukan pencatatan terhadap
pengeluaran dan pemasukkan keuangan dan transaksi yang dilkukan serta
dilakukan pendokuntasian terhadap semua kekayaan perusahaan
10.3.4.6 Kepala bagian umum
Kepala bagian umum bertugas dalam pengawasan terhadap segalah hal
yang berkaitan dengan administrasi perusahaan dari ikut bertanggung jawab
dalam melakukan hubungan dengan masyarakat di sekitar perusahaan. Kepala
bagian umum bertanggung jawab kepada bagian direktur administrasi dalam
bidang personalia, keamanan, kesehatan dan transportasi
Kepala bagian umum membawahi:
a. Seksi Personalia:
Bertugas melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga
kerja.
Hal-hal yang dilakukan antara lain:
- Penerimaan dan pemberhentian karyawan
- Mengadakan pendidikan dan latihan kerja bagi karyawan
- Penempatan karyawan
- Kesejahteraan karyawan
b. Seksi Pemasaran
Bertanggung jawab mengenai masalah-masalah yang berguna untuk
mencari pemasaran yang seluas-luasnya dengan memperoleh keuntungan
yang sebesar-besarnya.
X-11
c. Seksi Gudang
Bertugas mengawasi dan mengatur keluar masuknya produk dari gudang.
d. Seksi kebersihan
Bertugas menjaga lingkungan pabrik agar tetap bersih dan menjaga
keindahan taman sehingga lingkungan pabrik dapat memenuhi kriteria
lingkungan
e. Seksi humas
Bertugas mengadakan hubungan baik dengan masyarakat disekitar
perusahaan maupun pemerintah
f. Seksi transportasi
Bertugas dalam pengadaan dan pengaturan transportasi, pengedaran
produk, transportasi pada umumnya, serta transportasi karyawan
khususnya bagi karyawan wanita yang bekerja pada shift malam.
10.4 Kebutuhan tenaga kerja dan tingkat pembagian golongan
10.4.1 Jadwal kerja
Pabrik margarin direncanakan bekerja atau beroperasi selama 300 hari
dalam setahun dan 24 jam sehari, sisa harinya digunakan untuk perbaikan,
perawatan dan shutdown.
Pembagian kerja untuk pegawai adalah sebagai berikut:
1. Untuk Pegawai Non Shift:
Pegawai Non Shift adalah karyawan yang tidak berhubungan langsung
dengan proses produksi. Misalnya direktur, kepala bagian, dan seksi-seksi
X-12
dibawah tanggung jawab non teknis atau yang bekerja di pabrik yang jenis
pekerjaan tidak continyu.
Bekerja selama 6 hari dalam seminggu sedangkan hari minggu dan hari
besar libur.
Ketentuan jam kerja adalah sebagai berikut:
Senin Kamis : 07.00 15.00 (Istirahat 12.00 13.00 WIB)
Jumat : 07.00 13.00 (Istirahat 11.00 13.00 WIB)
Sabtu : 07.00 13.00
2. Untuk Pegawai Shift:
Pegawai Shift merupakan karyawan yang secara langsung menangani
proses dan mengatur bagian-bagian tertentu di pabrik yang berhubungan
dengan keamanan dan keselamatan produksi.
Bekerja selama 24 jam sehari, yang terbagi dalam tiga shift, yaitu:
Shift I : 07.00 15.00
Shift II : 15.00 23.00
Shift III : 23.00 07.00
Untuk memenuhi kebutuhan pabrik, karyawan shift dibagi empat regu
bekerja dan satu regu libur.
Jadwal kerja masing-masing regu dapat dilihat pada tabel 10.1:
X-13
Tabel 10.1 Jadwal Kerja Karyawan
HARI REGU
1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
I
P
P P - M M M - S S S -
II
S
S - P P P - M M M - S
III
M
- S S S - P P P - M M
IV
-
M M M - S S S - P P P
Keterangan:
P = Pagi (Shift I)
S = Siang (Shift II)
M = Malam (Shift III)
- = Libur
10. 4.2 Status karyawan
Pada pabrik ini status karyawan berbeda-beda karena tingkat pendidikan
sehingga besar sistem upah karyawan berbeda-beda tergantung pada besar
kecilnya kedudukan, tanggung jawab dan keahliannya. Menurut statusnya
karyawan pabrik ini dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut:
1. Karyawan Tetap
Karyawan tetap adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan oleh direksi
berdasarkan surat keputusan (SK) direksi atas pengajuan kepala yang
membawahinya dan memberi upah harian yang dibayarkan tiap akhir pekan
2. Karyawan harian
Karyawan harian adalah karyawan yang diangkat dan diberhentikan oleh
direksi tanpa surat keputusan (SK) direksi dan mendapat gaji harian yang
dibayarkan setiap akhir pekan.
X-14
3. Karyawan Borongan
Karyawan borongan adalah pekerja yang digunakan oleh pabrik bila
diperlukan saja. Misalkan bongkar muat barang, dan sebagainya. Pekerja ini
menerima upah borongan untuk suatu pekerjaan.
10.4.3 Perincian jumlah tenaga kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja proses
Kapasitas = 3.000 ton/tahun
= (3.000 ton/tahun)/(300 hari/tahun)
= 10 ton/hari
Dari Vilbrant hal 235 fig 6-35 untuk peralatan dengan kondisi rata-rata didapat
M = 15,2 P
0,25
= 15,2 (10)
0,25
= 28 jam/hari tahap proses
Pra rencana pabrik margarine ada 6 tahap proses sehingga didapat:
Jumlah karyawan proses = 28 x 6 = 168 orang, jam/hari
Karena 1 shift 8 jam, maka:
Jumlah karyawa proses = 168/8 = 21 orang /shift/hari
Karena 1 shift terdiri dari 4 regu, maka:
Jumlah karyawan proses = 21 orang /shift/hari x 4 shift
= 84 orang/hari
X-15
Perincian jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada tebel 10.2
Tabel 10.2 Perincian Jumlah Tenaga Kerja
No Jabatan Jumlah
1 Dewan komisaris 3
2
Direktur utama 1
3
Direktur teknik dan produksi 1
4 Direktur utama keuangan dan administrasi 1
5
Staf litbang 2
6
Kepala bagian produksi 1
7
Kepala bagian teknik 1
8 Kepala bagian umum 1
9
Kepala bagian keuangan 1
10
Kepala sie proses 1
11 Kepala sie laboratorium 1
12
Kepala sie utilitas 1
13
Kepala sie pemeliharaan dan perbaikan 1
14
Kepala sie personalia 1
15
Kepala sie keamanan 1
16
Kepala sie administrasi 1
17
Kepala sie humas 1
18 Kepala sie pembukaan 1
19
Kepala sie keuangan 1
20
Kepala sie penjualan 1
21 Kepala sie gudang 1
22
karyawan proses 84
23
Karyawan laboratorium 10
24
Karyawan utilitas 10
25 Karyawan pemeliharaan dan perbaikan 10
26
Karyawan personalia 3
27
Karyawan keamanan 6
28 Karyawan administrasi 5
29
Karyawan humas 2
30
Karyawan pembukuan 4
31s Karyawan keuangan 4
X-16
10.4.4 Sistem perupahan karyawan
Pada pra rencana pabrik margarin, besar kecilnya upah yang diberikan
didasarkan pada:
a. Tingkat pendidikan
b. Pengelaman kerja
c. Tanggung jawab dan kedudukan
d. Keahlian yang dimiliki
Berdasarkan atas kedudukan dan perbedaan status ini, maka sistem
pengupahan pada pra rencana pabrik margarin dibedakan menjadi:
1. Upah bulanan
Upah bulanan diberikan kepada karyawan tetap yang besarnya berbeda-
beda untuk setiap karyawan dan diberikan setiap akhir pekan
2. Upah harian
Upah harian diberikan kepada karyawan harian tetap yang besarnya
berbeda-beda untuk setiap karyawan dan diberikan setiap akhir pekan
3. Upah borongan
Upah borongan diberikan kepada karyawan harian lepas atau karyawan
borongan yang besarnya tidak tetap, tergantung pada macam pekerjaan
yang dilakukan dan upah tersebut diberikan setelah pekerjaan itu selesai
10.5 Jaminan sosial
Jaminan sosial adalah jaminan yang diterima pihak karyawan di luar
kesalahannya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan. Jaminan sosial yang
diberikan oleh perusahaan pada karyawan adalah:
X-17
1. Tunjangan:
- Tunjangan di luar gaji pokok, diberi kepada tenaga kerja tetap
berdasarkan prestasi yang dilakukan
- Tunjangan lembur, yang diberikan kepada tenaga kerja yang
bekerja di luar jam kerja (khusus untuk tenaga kerja shift).
2. Fasilitas:
Disediakan kendaraan dinas berupa:
- Kendaraan roda empat bagi direktur
- Kendaraan roda dua bagi karyawan
- Disediakan kendaraan antar jemput bagi kepala seksi dan karyawan
bawahannya atau diganti dengan uang transportasi yang sesuai
- Setiap karyawan diberi dua pasang pakaian kerja dalam setahun,
selain itu kepada tenaga kerja juga dibagi perlengkapan penunjang
keselamatan kerja sesuai bidang yang ditanganinya
3. Pengobatan:
- Pengobatan ringan yang dilakukan di poliklinik perusahaan dan
diberikan kepada tenaga kerja yang membutuhkannya
- Untuk pengobatan berat diberikan penggantian biaya sebesar 50%
secara langsung kepada pihak rumah sakit, dokter dan apotek yang
bersangkutan yang ditentukan oleh perusahaan.
- Karyawan yang mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan
dalam melaksanakan tugasnya untuk perusahaan mendapatkan
penggantian biaya sepenuhnya
X-18
4. Cuti
- Cuti tahunan selama 12 hari kerja dan diatur dengan mengajukan
permohonan satu minggu sebelumnya untuk dipertimbangkan
izinnya
- Cuti sakit bagi pekerja yng memerlukan istirahat total berdasarkan
surat keterangan dokter
- Cuti haid selama 2 hari bagi karyawa setiap bulan
- Cuti hamil selama 3 bulan bagi tenaga kerja wanita
- Cuti untuk keperluan dinas atas perintah atau berdasarkan kondisi
tertentu perusahaan
5. Insentif atau bonus
Insentif diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas
dan mendorong semangat kerja karyawan. Besarnya insentif ini
dibagi menurut golongan dan jabatan. Pemberian insentif untuk
golongan operatif (golongan kepala seksi ke bawah) diberikan
setiap bulan sedangkan untuk golongan di atasnya diberikan pada
akhir tahun produksi dengan melihat besarnya keuntungan dan
target yang dicapai
6. Perumahan
Perumahan diberikan terutama bagi karyawan yang menduduki
jabatan penting, mulai dari direksi sampai kasie.
X-19
Gambar 10.1 Struktur Organisasi Pabrik Margarin
Pemegang Saham
Dewan Komisaris
Direktur Utama
Direktur Teknik
dan Produksi
Litbang
Kabag Teknik
Kasie
Genset
Staff Proses
Kabag Produksi
Kasie
Listrik
Kasie
Transportasi
Kabag QC
dan Lab
Kasie
Mekanik
Kasie Boiler
Kasie Gudang
Kasie UPA dan
UPL
Kasie
QC
Kasie
LAB
Direktur Administrsi
dan Keuangan
Kabag Umum
dan Administrasi
Kasie
Personalia
Kasie
Kebersihan
dan
Keamanan
Kasie Humas
Kabag
Keuangan
Kasie Akunting
Kasie
Pembiayaan
Kasie Penjualan
dan Pembelian
X-20
XI-1
BAB XI
ANALISA EKONOMI
Perencanaan suatu pabrik perlu ditinjau dari faktor-faktor ekonomi yang
menentukan apakah pabrik tersebut layak didirikan atau tidak. Faktor-faktor
yang perlu diperhitungkan dalam penentuan untung-rugi dalam mendirikan
pabrik margarin dari minyak ikan sarden adalah sebagai berikut:
Return On Investment (ROI)
Pay Out Time (POT)
Break Event Point (BEP)
Internal Rate Of Return (IRR)
Sedangkan untuk menghitung faktor-faktor di atas perlu diadakan
penaksiran beberapa hal yang menyangkut administrasi perusahaan dan jalannya
proses, yaitu diantaranya:
11.1 Faktor-Faktor Penentu
11.1.1 Faktor Capital Investment (FCI)
Yaitu modal yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik sebelum berproduksi,
terdiri dari:
1. Fixed Capital Investment (FCI)
a. Biaya Langsung (Direct Cost), meliputi:
- Pembelian alat
- Instrumentasi
XI-1
XI-2
- Perpipaan terpasang
- Listrik terpasang
- Isolasi
- Bangunan
- Halaman pabrik
- Fasilitas workshop
- Pemasangan dan instalasi
b. Biaya Tak Langsung
- Enggineering
- Konstruksi
2. Working Capital Investment (WCI)
Yaitu modal untuk menjalankan pabrik yang berhubungan dengan laju
produksi, meliputi:
- Penyediaan bahan baku dalam waktu tertentu
- Utilitas dalam waktu tertentu
- Gaji dalam waktu tertentu
- Uang tunai
Sehingga: TCI = FCI + WCI
11.1.2 Total Ongkos Produksi
Total ongkos produksi adalah biaya yang digunakan untuk operasi pabrik
dan biaya penjualan produk, meliputi:
XI-3
a. Biaya pembuatan, terdiri dari:
- Biaya produksi langsung (DPC)
- Biaya produksi tetap (FC)
- Biaya overhead pabrik
b. Biaya Umum (General Expenses), terdiri dari:
- Administrasi
- Distribusi dan pemasaran
- Litbang
Adapun ongkos total terbagi menjadi:
a. Ongkos Variabel (VC)
Yaitu segala biaya yang pengeluaran berbanding lurus dengan laju
produksi yang meliputi:
- biaya bahan baku
- biaya utilitas
- biaya pengepakan
b. Ongkos Semi Variabel (SVC)
Yaitu biaya pengeluaran yang tidak berbanding lurus dengan laju
produksi, yang meliputi:
- Plant over head
- Pemeliharaan dan perbaikan
- Laboratorium
- Operating supplies
- General expenses
XI-4
c. Ongkos Tetap (FC), tediri dari:
- Depresiasi
- Asuransi
- Pajak
- Bunga
11.1.3 Penaksiran Harga Alat
Harga suatu alat setiap saat akan berubah, tergantung pada perubahan
kondisi ekonomis. Untuk itu digunakan beberapa macam konversi harga alat
terhadap harga alat pada beberapa tahun yang lalu sehingga akan diperoleh harga
yang ekivalen dengan harga sekarang.
Harga alat dalam pra rencana pabrik margarin dari minyak ikan sarden
didasarkan pada data harga alat yang terdapat dalam literatur, (Peter dan
Timmerhaus dan G.D.Ulrich). Untuk menaksirkan harga alat pada tahun 2010
digunakan Rumus: C
x
=
k
x
I
I
x C
k
Dari perhitungan appendix E, didapatkan harga peralatan untuk Pabrik
Margarin dari Minyak Ikan Sarden adalah Rp 43.881.669.920
11.2. Penentuan Total Capital Investment (TCI)
11.2.1. Modal Tetap
A. Modal langsung (Total Plant Direct Cost = TPDC)
1. Harga peralatan (E) = Rp. 43.881.669.920
2. Pemasangan dan instalasi (43%E) = Rp 18.869.118.070
3. Instrumentasi dan kontrol (25%E) = Rp 10.970.417.480
XI-5
4. Perpipaan terpasang (75%E) = Rp 32.911.252.440
5. Listrik terpasang (13%E) = Rp 5.704.617.090
6. Bangunan (10%E) = Rp 4.388.166.992
7. Halaman pabrik (16%E) = Rp 7.021.067.187
8. Fasilitas work shop (50%E) = Rp 21.940.834.960
9. Isolasi (9%E) = Rp 3.949.350.293
Total Modal Langsung (TPDC) = Rp 3,407850486.10
11
B. Modal Tak Langsung (Total Plant Indirect Cost = TPIC)
1. Engineering (8% TPDC) = Rp 11.970.919.740
2. Kontruksi (10% TPDC) = Rp 3,40785048 .10
10
Total modal tak langsung (TPIC) = Rp 2,693456940.10
10
C. Total Modal ( Total Plant Cost = TPC)
TPC = TPDC + TPIC
= Rp 3,407850486 . 10
11
+ Rp 2,693456940.10
10
= Rp 6,11307426 .10
11
D. Modal Tetap (Direct Fixed Cost = DFC)
1. Biaya kontraktor (5% TPC) = Rp 3.050.653.713
2. Biaya tak terduga (10% TPC) = Rp 6,11307426 .10
10
Modal tetap (DFC) = TPC + Biaya kontraktor + Biaya tak terduga
= Rp 6,11307426 .10
11
+ Rp 3.050.653.713+ Rp 6,11307426 .10
10
= Rp 3,050653725.10
11
E. Modal Kerja (Working Capital Invesment = WCI)
Modal Kerja (WCI) = (15% DFC) = Rp 457598058.10
11
XI-6
F. Total Capital Invesment (TCI) = Modal kerja (WCI) + Modal tetap (DFC)
= Rp 457598058.10
10
+ Rp 3,050653725.10
11
= Rp 4,575899611.10
11
G. Modal Perusahaan
a. Modal sendiri (60% TCI) = Rp 2,745539767.10
11
b. Modal pinjaman (40% TCI) = Rp 1,830359844.10
10
11.3.Biaya Produksi
11.3.1. Biaya Manufaktur
A. Biaya Produksi Langsung
1. Bahan baku (per 1 tahun) = Rp 23.900.366.520
2. Gaji karyawan (per 1 tahun) = Rp 31.138.000.000
3. Biaya utilitas = Rp 22.498.323.060
4. Biaya pengemasan (per 1 tahun) = Rp 600.000.000
5. Biaya laboratorium (15% TK) = Rp 470.700.000
6. Pemeliharaan (3% DFC) = Rp 9.151.961.175
7. Operating suplies (10% DFC) = Rp 3.050.653.725
Total = Rp 62.210.004.480
B. Biaya Poduksi Tetap (fixed Cost = FC)
1. Depresiasi peralatan (10%E = Rp 43.88.166.992
2. Depresiasi bangunan (0,032% DFC) = Rp 9.762.091.920
3. Pajak kekayaan (0,5% DFC) = Rp 1.525.326.863
4. Asuransi (0,75% DFC) = Rp 2.287.990.294
XI-7
5. Bunga pinjaman (20% TCI) = Rp 36607196880.10
8
Total = Rp 2,162429576.10
10
C. Biaya overhead pabrik = 25% dari Gaiji Karyawan + Pemeliharaan
= Rp 9.936.461.175
Total biaya manufacture = Rp 74.308.895.230
11.3.2. Biaya Umum
A. Biaya administrasi = (18% Gaji + Pemeliharaan) = Rp 9.151.961.740
B. Biaya distribusi = Biaya administrasi = Rp 9.151.961.740
C. Biaya litbang = Biaya administrasi = Rp 9.151.961.740
Total = Rp 27.455.885.220
Biya Produksi Total (TPC) = Biaya Umum + Biaya Manufacture
Biaya manufacture = Rp 74.308.895.230
Biya umum = Rp 27.455.885.220
Biaya produksi = Rp 101.764.750.450
11.4. Laba Perusahaan
Laba kotor perusahaan = Penjualan - Biaya Produksi (TPC)
Penjualan (S) = Rp 5,25.10
11
Laba kotor perusahaan = Rp 5,25.10
11
- Rp 101.764.750.450
= Rp 5,239823525.10
13
XI-8
Pajak penghasilan = 30%
Maka laba bersih = Laba Kotor x (1 - % Pajak)
= Rp 5,239823525.10
13
(1 0,3)
= Rp 3,667876467.10
13
11.5 Analisa Profitabilitas
Anggapan yang diambil adalah:
a. Modal
- 60% modal sendiri
- 40% modal kredit bank
b. Bunga kredit sebesar 20 % per tahun
c. Masa kontruksi 2 tahun
d. Pengembalian pinjaman dalam waktu 10 tahun
e. Laju inflasi 20% per tahun
f. Umur pabrik 10 tahun
g. Pajak penghasilan 30% per tahun
11.5.1. Laju Pengembalian Modal (Return On Invesment = ROI )
ROI adalah pernyataan umum yang digunakan untuk menunjukan laba
tahunan sebagai usaha untuk mengembalikan modal.
ROI sebelum pajak =
Modaltetap
Labakotor
x 100%
=
11
13
10 . 050653725 , 3 .
10 . 239823525 , 5 .
Rp
Rp
x100% = 17,1761%
XI-9
ROI setelah pajak =
Modaltetap
Lababersih
x100%
=
11
13
10 . 050653725 , 3 .
10 . 667876467 , 3 .
Rp
Rp
x 100% = 12,0233%
11.5.2. Waktu Pengembalian Modal (Pay Out Time = POT)
POT adalah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal
investasi.
Cash flow = Laba bersih + Depresiasi
Cash flow = Rp 3,667876467.10
13
+ Rp 4.388.166.992 + Rp9.762.091.920
= Rp 1,415025892.10
10
POT =
CA
Modal
x 1 tahun
=
10
11
10 . 415025892 , 1
10 . 050653725 . 3
x 1 tahun
= 2,15589 tahun = 2,5 tahun
11.5.3. Break Event Point = BEP
BEP adalah titik dimana jika tingkat kapasitas pabrik berada pada titik
tersebut maka pabrik tidak untung dan tidak rugi atau harga penjualan sama
dengan biaya produksi.
BEP =
VC SVC S
SVC FC


75 , 0
. 3 , 0
x 100 %
1. Biaya tetap (FC) = Rp 2,162429576.10
10
2. Biaya variabel (VC)
- Bahan baku per tahun = Rp 23900366520
XI-10
- Utilitas = Rp 2,249832306.10
10
- Pengemasan = Rp 600.000.000,-
- Gaji karyawan = Rp 3.138.000.000
- Pemeliharaan dan perbaikan = Rp 9.151.961.175
Total VC = Rp 3,67903277.10
10
3. Biaya Semi Variabel (SVC)
- Biaya umum = Rp 27.455.885.220
- Biaya laboratorium = Rp 470.700.000
- Operasi suplies = Rp 3.050.653.725
- Biaya overhead pabrik = Rp 9.936.461.175
Total SVC = Rp 4,091370012.10
10
4. Harga penjualan (S) = Rp 5,25.10
11
BEP =
) 10 . 67903277 , 3 ( ) 091370012 , 4 75 , 0 ( ) 10 . 25 , 5 (
10 . 091370012 , 4 ( 3 , 0 10 . 162429576 , 2
10 11
10 10


x
x 100%
= 33,8984%
11.5.4. Net Present Value = NPV
Metode ini dugunakan untuk menghitung selisih dari penerimaan kas
bersih dengan nilai investasi.
Ca-
2
= (35% x DFC)(1 + i)
2
= (35% x Rp 3.050653725.10
11
) (1 + 0,2)
2
= Rp 1,537529477.10
11
CA-
1
= (65% x DFC)(1 + i)
1
= (65% x Rp 3.050653725.10
11
) (1 + 0,2)
1
= Rp 2,379509906.10
10
XI-11
Ca-
0
= (Ca-
2
- Ca-
1
)
= (Rp 1,537529477.10
11
- Rp 2,379509906.10
10
)
= -Rp 8,41980429.10
10
Tabel 11.1 Cash Flow Selama 10 tahun
Tahun Cash Flow /CA(Rp)
F.discont/Fd
(i = 0,2) NPV(RP)
0 -.8,41980429.10
10
1 -.8,41980429.10
10
1 1,415025892.10
10
0,83333 1,179141151.10
10
2 1,650854107.10
10
0,69444 1,146353092.10
10
3 1,650854107.10
10
0,578704 9,55349271.10
10
4 1,650854107.10
10
0,482253 7,96206935.10
10
5
1,650854107.10
10
0,401878 6,63478265.10
10
6
1,650854107.10
10
0,334898 5,52871040.10
10
7 1,650854107.10
10
0,279082 4,60753381. 10
10
8 1,650854107.10
10
0,232568 3,83988665. 10
10
9 1,650854107.10
10
0,193807 3,19935525.10
0
10 1,650854107.10
10
0,161506 2,66612938.10
10
NPV 8,413800994.10
10
Keterangan:
Umur pabrik : 10 tahun
Pada tahun ke : 10, nilai sisa = 0
Karena harga NPV positif, maka pabrik margarin layak didirikan.
XI-12
Internal Rate Of Return = IRR
Tabel 11.2 Cash Flow Selama 10 tahun
Tahun
Cash Flow
/CA(Rp)
F.discont/Fd
(i = 0,2) NPV(RP)
F.discont/Fd
(i = 0,27) PV(RP)
0 -.8,41980429.10
10
1 -.8,41980429.10
10
1000 -.8,41980429.10
1 1,415025892.10
10
0,83333 1,179141151.10
10
0.7874 1,141191387.10
2 1,650854107.10
10
0,69444 1,146353092.10
10
0.6200 1,023529546.10
3 1,650854107.10
10
0,578704 9,55349271.10
10
0.4882 8,05946975.10
10
4 1,650854107.10
10
0,482253 7,96206935.10
10
0.3844 6,34588318.10
10
5
1,650854107.10
10
0,401878 6,63478265.10
10
0.3027 4,99713538.10
10
6
1,650854107.10
10
0,334898 5,52871040.10
10
0.2383 3,93398533.10
10
7 1,650854107.10
10
0,279082 4,60753381. 10
10
0.1877 3,09865315.10
10
8 1,650854107.10
10
0,232568 3,83988665. 10
10
0.1478 2,43996237.10
10
9 1,650854107.10
10
0,193807 3,19935525.10
0
0.1164 1,92159418.10
10
10 1,650854107.10
10
0,161506 2,66612938.10
10
0.0916 1,51218236.10
10
NPV1 8,413800994.10
10
NPV2 8,371683074.10
IRR = i
1
+
2 1
1
NPV NPV
NPV

(i
2
- i
1
)
= 20% +
10 10
10
10 . 371683074 , 8 10 . 413800994 , 8
10 . 413800994 , 8

(27 - 20)%
= 33,9837%
Jika harga IRR > Bunga Bank, maka pabrik layak didirikan
IRR = 33,9837% > 20 %
XI-13
Rp
S
TPC
FC+0,3SVC
FC
0 33,898 % 100
Gambar 11.1 Break Even Point Pra Rencana Pabrik Margarin dari Minyak Ikan
Sarden
XI-14
BAB XII
KESIMPULAN
Pra Rencana Pabrik Margarin dari Minyak Ikan Sarden ini diharapkan
akan mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan, sehingga dari hasil
produksi tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Lokasi pabrik margarin ini terletak di Rogojampi Banyuwangi Jawa
Timur dengan mempertimbangkan tersedianya bahan baku dan mudah diperoleh
serta dekat dengan daerah pemasaran.
Ditinjau dari perhitungan analisa ekonomi terhadap pabrik margarin,
maka diperoleh data sebagai berikut:
Total Capital Invesment (TCI) : Rp 4,575899611.10
11
Return Of Invesment (ROI
BT
) : 17,1761 %
Return Of Invesment (ROI
AT
) : 12,0232 %
Play Out Time (POT) : 2,5 tahun
Internal Rate Of Return (IRR) : 33,9837 %
Break Even Point (BEP) : 33,898 %
Maka dapat disimpulkan bahwa Pra Rencana Pabrik Margarin dari Minyak Ikan
Sarden Dengan Kapasitas 3.000 Ton / Tahun adalah layak didirikan.
DAFTAR PUSTAKA
Brownell L.E. and Young F. H, Process Equipment Design, 1
st
edition, Jhon
Willey & Sons, Inc, New York, 1959.
Brown G.G, Unit Operation, Jhon Willey & Sons, Inc, New York 1950
Bernadini, Fats and Oil Techonology, Vol. I & II, Rome, 1938
Coulson, J.M Richarson, J.F, Chemical Engineering, 1
st
edition, Volume 6,
Pergaman Press, Oxford, 1983
David, M. Himmelblau, Basic Principle And Calculation In Chemical
Engineering, 5
th
edition, Printice-Hill International, Inc
Daniel Swern, Bayleys Industri Oil and Fat Product, 3
th
edition, Intersciencce
Publisher, a Division of Jhon Willey and Sons, New York
Faith W.L Keyes D.B and Chark R.L, Industry Chemical, 2
th
edition, Jhon Willey
& Sons, Inc, New York 1986
FG, Winarno, Kimia Pangan dan Gizi, PT Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
1992
Geonkoplis C.J, Transport Process and Unit Operation , 3
th
edition, Allyn &
Bacon, Inc , Boston 1983
Hawley G. Genssner, The Condensed Chemical Dictionary, 10
th
edition Van
Nostrand Reinhold Company, New York 1981
Hesse C. Herman, Process Equipment Design, D. Van Nostrand Reinhold
Company, Inc, New York 1959
Hougen O.A, Watson K.M, Chemical Process Principle 2
nd
edition, New York,
1960
Ketaren S. Minyak dan Lemak Pangan, Penerbit Universitas Indonesia, 1986
Kern D.Q Process Heat Transfer, 2
nd
edition Mc Graw Hill, Singapore, 1988
Kirk R.F, and Othmer D.F Encyclopedia Of Chemical Technology, Volume 1,
2
nd
edition Jhon Willey & Sons, Inc, New York 1972
Ludwig E.E Applied Process Design For Chemical and Petrochemical Plants,
Volume II, Guff Publishing Company, Houston, 1961
Mc. Cabe, Operasi Teknik Kimia, Jilid 1 Edisi 4, Penerbit Erlangga, Jakarta 1994
Perry R.H. and Don Green, Chemical Engineering Hand Book, 6
nd
edition, Mc
Graw Hill, Singapore, 1984
Peters M.S and K.D Timmerhaus, Plant Design And Economic For Chemical
Engineering, 4
nd
edition, Mc Graw Hill, company, inc
Robert E. Treyball, Mass Transfer Operation, 3
nd
edition, Mc Graw Hill,
Singapore, 1985
Ulrich G.D, A. Guide To Chemical Engineering Process Design And Economic,
Jhon Willey & Sons, Inc, New York 1984
Van Ness H.C, Intoduction to Chemical Engineering Termodynamics, 5
nd
edition, Mc Graw Hill Book Company, Inc, Singapore , 1996
Vilbrant FC and Dryden CE, Chemical Engineering Plant Design, 4
nd
edition,
Mc Graw Hill, Company, Tokyo
HIGHALLOYSTEELSA240 GRADEMTYPE316
14
4
1
3
2
HOT-ROLLERSTEELSAE1020
9
FLATMETAL, JACKETTED, ASBESTOSFILLED
7
5
6
8
12
10
11
13
CEMENTEDSANDGRAFEL
HIGHALLOYSTEEL
CARBONSTELLSA240GRADEMTYPE316
17
16
15
18
TUTUPATAS
POROSPENGADUK
FLANGE
BAUT
NOZZLEUMPANMASUK
GASKET
LUBANGPRODUK
BASEPLATE
PONDASI
PENGADUK
NOZZLEPEMANASKELUAR
PENYANGGA
LUGANDGUSSET
TUTUPBAWAH
NOZZLEPEMANASMASUK
SILINDER
COILPEMANAS
NOZZLEKARBONAKTIF
CARBONSTELLSA240GRADEMTYPE316
CARBONSTEELSA240GRADEMTYPE316
HIGHALLOYSTEEL
HIGHALLOYSTEELSA240 GRADEMTYPE316
CARBONSTEELSA240GRADEMTYPE316
HIGHALLOYSTEEL
HIGHALLOYSTEELSA240GRADEMTYPE316
CARBONSTEEL
HIGHALLOYSTEELSA193GRADEB8TYPE304
HIGHALLOYSTEEL
CARBONSTEELSA240GRADEMTYPE316
CARBONSTEELSA240GRADEMTYPE316
NAMABAGIAN NO NAMABAHAN
E 5 1.9 1.61
3 D 9 4 4.5 4.02
3
B
C 9
1
4
1.66
4.5
1.38
4.02
L NOZZLE
A
R A
5
NPS
1
T E K
1.9
B
1.61
1
2
5
8 4
2
1
1
16
1
1
8
5
16
5
1
16
1
1
16
5
1
7
8
2
1
2 2
3
16 6
3
16
6
7
8
2 2
5
9
16
16
5
2
2
9
5
16
16
16
5
5
7
16
2
1
4 2
7
16
2
ha =6.6848
h
b
=
8
.5
9
8
3
i
n
c
L
s
=
4
4
.
6
2
5
0
B
C
A
1
3
5
7
E
F
9
12
13
14
16
17
18
19
Do=29.79
D
o
=
3
0
i
n
2
4
8
10
11
14
A
C
B
D
E
F
L
=
1
4
9
.9
5
4
4
thb =
2
16
in
16
ts =
2
in
8
.
9
2
5
0
i
n
3.3056in
0.1279
30in
3.5in
12.3872in
1.6858in
0
.0
1
2
4
in th
p
=
0
.
0
0
2
5
i
n
0
.0
1
2
4
in
b =3in
tg=0.0234in
A=4in
OD=30 in
1.875in
b =5.0598 in
r =29.75
O
A
=
6.6
8
4
8
in
ID=29.75 in
a =14.875 in
b
=
3
in
A
C
=
2
9.9
4
02
h
b
=
8
.5
9
8
3
in
Di =29.75in
Do=30in
5
8
1.78 in 6
1
16
15in
8in
0.5in
2
0
in
15 in
8 in
2
5
i
n
b
=
5
.
3
5
6
6
i
n
A
E
K
B
R
T
L
2
16
in
37.5
OLEH:
WILHELMINANONADENSI
0305010033
PROGRAMSTUDI TEKNIKKIMIA
FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASTRIBHUWANATUNGGADEWI
MALANG
PERANCANGANALATUTAMA
TANGKI BLEACHING
TAMPAKATAS
TAMPAKSAMPING POTONGANMEMBUJUR
DETAILPENGADUK
TAMPAKATAS
TAMPAK
ATAS
TAMPAK
SAMPING
TAMPAK
SAMPING
DETAILLUG
DANLEG
DETAILBASEPLATE&PONDASI
TAMPAKSAMPING
DETAILFLANGE
DETAILTUTUPBAWAH
DETAILTUTUPATAS
DETAILNOZZLE
DETAILCOILPEMANAS
TAMPAKATAS
DOSENPEMBIBING
Ir. BAMBANGISMUYANTO, MS.
Ir. TAUFIKISKANDAR
0.62
10.02
1.05
1.61
CEMENTEDSANDGRAFEL
NAMABAHAN
DOSENPEMBIBING
Ir. BAMBANGISMUYANTO, MS.
Ir. TAUFIKISKANDAR
FLATMETAL, ASBESTOSFILLED
HSSSA-240GRADEMTIPE316
LASSA-193 GRADEB16
4
0
.
9
5
i
n
TAMPAKSAMPING
DETAILBASEPLATE&PONDASI
DETAILTUTUPBAWAH
DETAILTUTUPATAS
6.91209in
TAMPAKATAS
DETAILPENGADUK
POTONGANMEMBUJUR
7
1
.6
2
5
in
17
1
3
.7
8
2
4
i
n
TAMPAKSAMPING
19
18
11
10
C
13
TAMPAKATAS
A
9. 71087in
5
4
2
B
A
9
7
DETAILLUG
DANGUSKET
1
0
7
.5
6
0
0
5
i
n
E
1
0
i
n
B
1
3
.7
8
4
2
4
TAMPAK
SAMPING
TAMPAKSAMPING
1
.5
in
45.75
24in
TAMPAKATAS
A
2
5
16 8
2 2
16
1.9
16
2
E
B
F
E
C
1in 2
0
in
4
0
in
2
0
in
TAMPAKATAS
DETAILFLANGE
2
16
16in
20in
1in
DETAILNOZZLE
48in
47.75in
23.875in
47.75in
2
8.08587in
48in
L
R
B
K
T
6 FLANGE
TUTUPATAS
NOZZLEPEMASUKANFEED
NAMABAGIAN
OLEH:
OLIVANONA
0305010011
PROGRAMSTUDI TEKNIKKIMIA
FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASTRIBHUWANATUNGGADEWI
MALANG
5 GASKET
1
3
2
NO
4 BAUT
PERANCANGANALATUTAMA
REAKTORDENGANCOILPEMANAS
8
3
4
TUTUPBAWAH
POROSPENGADUK
HANDHOLE
7
14
9
8
12
10
11
13
17
16
15
BASEPLATE
COILPEMANAS
PENGADUK
SILINDER
18
PONDASI
1
2
3
16
5
1
10
3
1
2
12
16
7
16
16
3
1
9
CARBONSTEEL
0.84
10.75
1.32
1
3
16
12
1
16
3
7
8
1
2
4
NOZZLE
A
7
NPS
1
A T
11
R E
9
K
7
L B
F
D
F
D
C
TAMPAKSAMPING
1.5in
0
.2
7
3
7
4
in
1
1
.
0
9
8
8
i
n 0.5494in
4
0
.0
4
i
n
1
5
.
9
1
6
6
7
5
.
3
0
5
5
6
1.32639in
16
16
2
in
in
2
1
1
12
D 1
4
4
1 3
10
4
4
1
16
9
1.05
3
2
10
1.32
3
16
1 2
16
11
8
7
2 16
9
2 1.9 16
7
2 1.61
HSSSA-240GRADEMTIPE316
HSSSA-240GRADEMTIPE316
NOZZLEPEMASUKANNaOH
HSSSA-240GRADEMTIPE316
HSSSA-240 GRADEMTIPE316
HSSSA-240 GRADEMTIPE316
HSSSA-240 GRADEMTIPE316
HSSSA-240 GRADEMTIPE316 NOZZLEPEMASUKANSTEAM
LUGANDGUSSET
NOZZLEPENGELUARANSTEAM HSSSA-240 GRADEMTIPE316
HSSSA-240GRADEMTIPE316
HSSSA-240GRADEMTIPE316
HSSSA-240 GRADEMTIPE316
HSSSA-240 GRADEMTIPE316
NOZZLEPENGELUARANPRODUK
PENYANGGA
19
CARBONSTEEL
CARBONSTEEL
E
6
3
8
12 14
15
16
3in
R-140
F- 139
PI
F-152
WP
F-152
WP
M-150
11 12
F-153
LI
PC
13
LI
F-145
9
LI F-133
R-130
TC
PC
7
R-120
TC
WP
F-121
TC
PC
L-119
F-127
AIR
45
3
H-114
R-110
TC
PC
1 1
PC
F-113
LI
F-111
LI
PC
SC
SOAPSTOC
CTWR
WASTE
H-137
L-136
E-135
L-126
H-124
L-123
F-125
6
LI
H-118
4
E-116
L-115
2 1
L-112
PC
G-132
F- 131
PT
S
CTW
WP
PRARENCANAPABRIKMARGARINDARI
MINYAKIKANSARDEN
KOMPONEN
MINYAK
AIR
NAOH
FFA
SOAPSTOCKSISA
AIRPENCUCI
KARBONAKTIF
KATALISNi
H2
BUMBUFASECAIR
BUMBUFASEMINYAK
EMULSI
SOAPSTOCK
JUMLAH
NOMORALIRAN
11 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2
354,1219
5,7993
2,1617
2,5372
354,1219 353,0595 353,0625 352,3471 353,0523
7,7581
0,1015
35.4578
7,845
0,1765
0,0036
17,6527
44,9375
19,3821
416,6667
STEAM
364,6201 390,0353 361,3079 353,2360 353,2396 370,7059 416,6667
0,3516 0,3516
416,6667 416,6667
SIMBOL NO. DEFINISI
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18 LI
WASTE
LEVELINDICATOR
WEIGHTCONTROLLER
PRESESURECONTROLER
FLOWCONTROLLER
TEMPERATURECONTROLLER
WASTE
COOLINGTOWERWATERRETRUN
COOLINGTOWERWATER
SOAPSTOCK
STEAMCONDENSAT
STEAM
WATERPROCESS
ALIRANPADAT
ALIRANGAS
ALIRANFLUIDA
TEMPERATURE
TEKANAN
NOMORALIRAN
28
27
26
25
24
23
22
21
20
19
F-127
L-126
F-125
H-124
L-123
E-122
F-121
R-120
L-119
NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
H-118
F-117
E-116
L-115
H-114
F-113
L-112
F-111
R-110
KODE KETERANGAN
TANGKI KATALISMIXER
POMPACENTRIFUGE
TANGKI PENAMPUNG
ROTARYVACUMFILTER
POMPACONTRIFUGE
COOLER
BINCARBONAKTIF
REAKTORBLEACHING
POMPACENTRIFUGE
CENTRIFUGE
TANGKI PENCUCI
HEATER
POMPACENTRIFUGE
CENTRFUGE
TANGKI NAOH
POMPACERTRIFUGE
STORAGEMINYAKIKAN
REAKTORNETRALIZIR
WC
PC
TC
FC
CTWR
CTW
SOAPSTOC
SC
S
WP
40
39
38
37
36
35
34
33
32
31
29
30
M-150
G-142
L-143
E-144
E-141
R-140
G-132
L-136
L-134
F-133
F-131
R-130
TANGKI EMULSIFIKASI
JETEJEKTOR
POMPA
COOLER
BAROMETERKONDENSOR
REAKTORDEODORIZER
EKSPANDER
POMPA
POMPACENTRIFUGE
TANGKI PENAMPUNG
TANGKI PENAMPUNGH 2
REAKTORHIDROGENERATOR
F-156
J-155
P-154
F-153
E-152
F-151
GUDANG
SCREWCONDENSOR
VOTATORUNIT
TANGKI PENAMPUNG
BINBUMBUFASEMINYAK
BINBUMBUFASECAIR
L-146
5
10
P-154 J-155
F-156
8
E-122
FC
E-144
NERACAMASSA(KG/JAM)
L-128
F-138
L-143
70
1
70
70
F-117
90
1
105
1
1
70
55
6 1
180
1
180
1
1
210
1
210
1
30 30
1
1
30
14
E-141
G-142
DOSENPEMBIBING
Ir. BAMBANGISMUYANTO, MS.
Ir. TAUFIKISKANDAR
OLEH:
OLIVANONA 0305010011
WILHELMINANONADENSI
0305010033
PROGRAMSTUDI TEKNIKKIMIA
FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASTRIBHUWANATUNGGADEWI
MALANG
354,1219 354,1219 354,1219 354,1219
0,1015 0,1015 0,1015 0,1015
4,5974
0,3541
35.4578
0,3541
7,845
0,1765 0,1765
44,9375
19,3821
353,0595 352,3471
364,6201 390,0353 361,3079 353,2390
L-128 POMPA
HEATER E-135
TANGKI PENAMPUNG F-138
FILTERPRESS H-137
F-145 TANGKI PANAMPUNG
F-139 TANGKI FLUEGASHIDROGEN
41
42
PC
L-134
SUNGAI
L-208
F-209
L-211
F-212
L-213
Al2(SO4)318H2O
F-214
F-215
L-216
F-217
L-218
D-210A
D-210B
F-221
L-241
L-222
L-231
Cl2
F-230
L-232
F-233
L-226
AIRPROSES
F-224
DRAIN
D-223
PERLATAN
STEAM+O2+GAS
IMPURITIES
BUIN
FUELOIL
ANDAIR
FLUE
GAS
L-225
Q-220
P-240
DRAIN
PERALATAN
L-243
F-242
AIRSANITASI
POMPAKEPERALATAN L-243
26
25
F-242 BAKAIRPENDINGIN
24
L-241 POMPAKECOOLINGTOWER
23
P-240 COOLINGTOWER
BAKKLORINASI F-230
19
POMPAKEBAKKLORINASI L-231
20
POMPAKEBAKAIRSANITASI L-232
21
22
F-233 BAKAIRSANITASI
DEAERATOR D-223
15
BAKAIRUMPANBOILER F-224
16
POMPAKEBOILER L-225
17
18
L-226 POMPAKEAIRPROSES
L-218
11
POMPADEMINERALISASI
Q-220
12
BAKAIRLUNAK F-221
13
14
L-222 POMPAKEDEAERATOR
TANGKICLARIFIER F-214
7
TANGKISANFILTER F-215
8
POMPASANDFILTER L-216
9
10
F-217 BAKAIRBERSIH
ANIONEXCHANGER D-210B
3
POMPABAKSEDIMENTASI L-211
4
BAKSKIMER F-212
5
6
L-213 POMPASKIMMER
POMPAAIRSUNGAI L-208
BAKSEDIMENTASI F-209
1
2
D-210A KAITONEXCHANGER
BOILER
UNITPENGOLAHANAIRPRARENCANA
PABRIKMARGARIN
DOSENPEMBIBING
Ir. BAMBANGISMUYANTO, MS.
Ir. TAUFIKISKANDAR
PROGRAMSTUDITEKNIKKIMIA
FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASTRIBHUWANATUNGGADEWI
MALANG
OLEH:
OLIVANONA0305010011
WILHELMINANONADENSI
0305010033
KODE NO NAMAALAT
27
INDONESIA
P. JAWA
P. SUM,ATRA
P. KALIMANTAN
P. SULAWESI
P. PAPUA
P.BALI
KEP. NUSATENGGARA
LAUT JAWA
SITUBONDO
BONDOWOSO
JEMBER
Benculuk
G. RAUNG
BANYUWANGI
Rogojampi
Sumber Baru
U
T
S
B
APP C-1
APPENDIXC
SPESIFIKASI PERALATAN
1. Storage Minyak Ikan (F-111)
Fungsi : Menyimpan minyak ikan selama 30 hari
Type : Tangki berbentuk silinder tegak, tutup atas berbentuk conical dan bawah
datar
Dasar perhitungan:
Massa masuk = 362,4584 kg/jam = 799,22077 lb/jam
Waktu penyimpanan = 30 hari x 24 jam x 799,22077 lb/jam
= 575.438,9544 lb/jam
Temperatur = 30
O
C
Tekanan =1 atm = 14,7 psi
minyak = 56,1246 lb/cuft
Bahan = SA 285 Grade B type 316 (Brownell &Young, 254)
Maka F = 12.500 psi
Perhitungan:
a. Menentukan Diameter Tangki
Rate Volumetrik (V) =

m
=
1246 , 56
9544 , 438 . 575
= 10.252,88295 cuft
APP C-1
APP C-2
Asumsi vol liq = 75 % dari volume tangki
VT = VL + V
RK
=
75 , 0
88295 , 10252
= 13670,5106 ft
3
Vdish = 0,0847 di
3
Vshell =t /4 . di
2
x Ls = 1,775 di
3
(Asumsi Ls = 1,5 di)
V conis =
o
t
2 1 tan 24
xdi
= 0,0755 di
3
(o = 60
O
C)
Vtotal = Vdish + Vshell + V conis
= 0,0847 di
3
+ 1,775 di
3
+ 0,0755 di
3
13.670,5106 = 1,3377 di
3
di = 21,7008 ft = 269,409 in
b. Menentukan Tinggi Silinder
Ls = 1,5 di = 1,5 x 21,7008 ft = 32,5512 f t= 390,6144 in
c. Menentukan Larutan Dalam Tutup Bawah (Lls)
Lls =
o 2 1 tan
2 / 1 di
=
509 , 0
7008 , 21 2 / 1 x
= 21,3171 ft
d. Menentukan Tinggi Larutan (hi)
hi = Ls + Lls = 32,5512 + 21,3171 = 53,8683 ft = 646,4196 in
e. Menentukan Tekanan Design
P design = Poperasi + P hidrostatik
Poperasi +
144
xhl
= 14,7 +
144
8683 , 53 1246 , 56 x
= 35,6954 Psi
f. Menentukan Tebal tangki (ts)
Jenis pengelasan Double Welded But Joint,
(E = 0,8 ;F = 12.500 psi; C = 1/8)
APP C-3
ts =
) 6 , 0 . ( 2 P E F
Pxdi

+ C
=
) 6954 , 35 6 , 0 8 , 0 500 . 12 ( 2
409 , 260 6954 , 35
x x
x

+ 1/8
= 0,4659 in
ts < 5/8 in, maka type sambungan memenuhi.
Standarisasi do:
di = do 2 ts = 260,409 + 2(5/8) = 261,659 in
Berdasarkan Brownell and Young table 5-7 hal 90 diperoleh:
do = 216
di = 216 - 2(5/8) = 216-1,25 = 214,75 in
Ls = 1,5 di = 1,5x214,75 = 322,126 in
g. Menentukan Tebal Tutup Atas conical (tta)
tta =
) 6 , 0 . ( 2
i
P E F
Pixdi

+ C =
) 6954 , 35 6 , 0 8 , 0 12500 ( 2
75 , 214 6954 , 35
x x
x

+1/8 = 5/8 in
h. Menentukan Tebal Tutup Bawah (ttb)
thb =
) 6 , 0 . ( 2
i
P E F
Pixdi

+ C =
) 6954 , 35 6 , 0 8 , 0 12500 ( 2
75 , 214 6954 , 35
x x
x

+1/8 = 5/8 in
i. Menghitung Tinggi tutup atas (ha)
ha=
o 2 1
. 2 1
Tan
di
=
5095 , 0
75 , 214 2 / 1 x
== 210,7458 in
Jadi tinggi tangki = Ls + ha= 322,125 + 210,7458 in = 532,8708 in
APP C-4
Spesifikasi Peralatan
Fungsi : Menyimpan minyak selama 30 hari
Type: tangki berbentuk silinder tegak tutup atas bernebtuk conis dan bawah datar
Bahan : Carbon steel
Dimensi:
Diameter dalam (di) = 214,75 in
Diameter luar (do) = 216 in
Timggiliquid (ls) = 322,125 in
Tebal tutup atasz (tta) = 5/8 in
Tebal tutup bawah (ttb) = 5/8 in
Tebal silinber (ts) = 5/8 in
Tinggi total bejana (H) = 532,8708 in
Jumlah = 1 buah
2. Pompa 1 (L-112)
Fungsi: Memompa bahan yang keluar dari tangki penampung ke netralizer
Jumlah bahan yang akan dialirkan = 362,4584 kg/jam = 799,22077 lb/jam
bahan = 18,54436 lb/jam
bahan = 56,1246 lb/cuft
Bahan kontruksi : commercial steel
Perhitungan:
Rate Volumetrik (V) =

m
=
1246 , 56
22077 , 799
= 14,24321 cuft/jam
= 0,003956 ft
3
/dtk = 0,23736 ft
3
/mnt = 1,7756 gpm
APP C-5
a. Dianggap Aliran Viscous
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch 40
Dari table Kern, hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,5 in = 0,083 ft
a = 0,0060 ft
2
Menghitung laju fluida dalam pipa, V =
" a
Q
=
006 , 0
003956 , 0
= 0,6573 ft/dtk
b. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
005 , 0
1246 , 56 6593 , 0 087 , 0 x x
= 643,8513 < 2100
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
f =
Nre
16
=
8513 , 643
16
= 0,0248
- Taksiran panjang pipa lurus = 60 ft
- Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve
dan vitting
Valve-vitting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1x7x0,087 0,609
4 std elbow 4 4x32x0,087 26,100
1 globe 1 1x300x0,087 11,136
Total = 37,845 ft
APP C-6
Panjang total, L = 60 + 37,845 = 97,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 6593 , 0 ( 845 , 97 0248 , 0
2
x x
x x
= 0,1884 ft.lbf/lbm
c. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6593 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

1246 , 56
0
+0,1884
= 20,1951 ft.lbf/lbm
d. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP=
550
WsxQx
=
550
1246 , 56 003956 , 0 1951 , 20 x x
=0,0081 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0081 , 0
= 0,0272 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0272 , 0
= 0,0340 Hp ===0,5 Hps
Diambil power = 0,5 Hp
APP C-7
Spesifikasi peralatan
Nama alat: Pompa 1
Fungsi = Memompa bahan yang keluar dari tangki penampung ke netralizer
Type = Centrifugal pump
Bahan = Commercial steel
Di = 1,049 in
Do = 1,50 in
Power = 0,5 Hp
Ukuran = 1 in sch 40
Jumlah = 1 buah
3. Tangki Netralisasi (R-110)
Lihat Bab V1 Alat Utama
4. Tangki NaOH ( F- 113)
Fungsi : Menampung larutan NaOH sebelum masuk netralizer
Type : Bin berbentuk persegi panjang vertikal dan bagian bawah berbentuk
limas dengan o = 60
O
C
Bahan kontruksi = High alloy steel
Rate = 176,0160 kg/jam = 388,0449 lb/jam
campuran = 55,712 lb/cuft
Waktu tinggal = 1 jam
Jumlah = 1 buah
APP C-8
Perhitungan:
Laju alir Volumetrik =

m
=
712 , 55
0449 , 388
= 6,96527 cuft/jam
Kapasitas bin = 6,96527 cuft/jam
Direncanakan tangki berisi 75 %
Volume NaOH = 0,75 x Vol. bin
=
75
100
x 6,96527 = 9,28703 ft
3
Mencari tinggi limas (T)
T =
30
2 2 / 1
2
Tan

= 1,85707
Vol bin = Vol kubus + Vol prisma
Dimana :
= L, H = 3 , T = 1,85707
Vol bin = x L x H + 1/3 ( xLxT)
9,28703 = x L x H + 1/3 ( xLxH)
9,28703 = 3,01496
3
= 1,0050
Jadi = 1,0050 ft
L = 1,0050 ft
H = 3 x = 3x 1,0050 ft = 3,01503 ft
T =1,85707 = 1,85707 x 1,0050 ft = 1,8664 ft
APP C-9
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Tangki NaOH
Type : Bin berbentuk persegi panjang vertikal dan bagian bawah berbentuk limas
dengan o = 60
O
C
Bahan kontruksi : High alloy steel
Dimensi:
Lebar (L) : 1,0050 ft
Tinggi segi panjang (H) : 3,01503 ft
Tinggi limas (T) : 1,8664 ft
Panjang bin (H + T) : 4,88143 ft
Jumlah : 1 buah
5. Centrifuge Separator (H-114)
Fungsi: Untuk memisahkan minyak dan air dari soap stocknya yang keluar dari
hasil netralizer
Type : Disbowl centrifuge
Kapasitas bahan = 364,6201 kg/jam=803,9873 lb/jam
bahan = 56,26395 lb/cuft
Perhitungan :
Rate Volumetrik (V) =

m
=
26395 , 56
9873 , 803
= 14,2805 cuft/jam = 106,8324 g/jam = 1,78291 gpm
APP C-10
Dari tabel 19-14, Perry
6th
ed, 19-91
Diameter bowl = 7 in
Speed (n) = 12000 rpm
Centrifuge force:
RFC = 0,0000142 x n
2
x d = 0,0000142 x (12000)
2
x 7 = 14313,6
Power yang digunakan = 1/3 Hp = 0,33 Hp
Diambil power motor = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Centrifuge separator
Fungsi : Untuk memisahkan minyak dari air dan soap stocknya yang
keluar dari hasil netralizer
Bahan kontruksi : Carbon steel
Power : 0,5 Hp
Jumlah : 1 buah
6. Pompa 2 (L-115)
Fungsi : Untuk mengalirkan pisahan minyak dari centrifuge ke washing tank
Bahan kontruksi : Commercial steel
Jumlah bahan yang akan dialirkan = 362,4584 kg/jam = 799,22077 lb/jam
m bahan = 18,54436 lb/jam
bahan = 56,1246 lb/cuft
Perhitungan:
Rate Volumetrik (V) =

m
=
1246 , 56
22077 , 799
= 14,24321 cuft/jam
APP C-11
= 0,003956 ft
3
/dtk = 0,23736 ft
3
/mnt = 1,7756 gpm
a. Dianggap Aliran Viscous
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch 40
Dari table Kern, hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,5 in = 0,083 ft
a = 0,0060 ft
2
Menghitung laju fluida dalam pipa, V=
" a
Q
=
006 , 0
003956 , 0
= 0,6573 ft/dtk
b. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
005 , 0
1246 , 56 6593 , 0 087 , 0 x x
= 643,8513 < 2100
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
f =
Nre
16
=
8513 , 643
16
= 0,0248
Taksiran panjang pipa lurus = 60 ft
Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve dan
vitting
Valve-vitting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1 x 7 x 0,087 0,609
4 std elbow 4 4 x32 x 0,087 26,100
1 globe 1 1 x 300 x 0,087 11,136
Total = 37,845 ft
APP C-12
Panjang total, L = 60 + 37,845 = 97,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 6593 , 0 ( 845 , 97 0248 , 0
2
x x
x x
= 0,1884 ft.lbf/lbm
c. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6593 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

1246 , 56
0
+ 0,1884
= 20,1951 ft.lbf/lbm
d. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
1246 , 56 003956 , 0 1951 , 20 x x
= 0,0081 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0081 , 0
= 0,0272 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0272 , 0
= 0,0340 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
APP C-13
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompa 2
Fungsi : Untuk mengalirkan pisahan minyak dari centrifuge ke washing tank
Type : Centrifuge pump
Bahan : Commersial steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch 40
di : 1,049 in
do : 1,50 in
Jumlah : 1 buah
7. Heater (E-116)
Fungsi : Untuk memanaskan air proses yang disemprotkan dalam washing tank
Kondisi operasi:
Sebagai pemanas yang digunakan steam dengan:
Suhu masuk, T
1
: 250
o
C = 482
o
F
Suhu keluar, T
2
: 250
o
C = 482
o
F
Suhu air masuk, t
1
: 30
o
C = 86
o
F
Suhu air keluar, t
2
: 60
O
C = 140
O
F
air = 55,2085 lb/cuft
Fouling faktor, Rd = 0,002
Dari neraca massa dan panas diperoleh:
Rate minyak = 351.5847 = 755.2429 lb/jam
APP C-14
Rate air = 35,2250 = 77,67289 lb/jam
Q = 3598,9458 = 34289,26022 Btu/jam
Bagian tube:
OD BWG 10
Panjang tube (L) = 8 ft; Pith = 1 in square pith; Panjang tube, L = 8 ft
Dari Kern, tabel 10, hal 843, diperoleh:
a = 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
3
ID = 0,482 in = 0,0402 ft
T
1
= 482
O
F
t
1
= 86
O
F t
2
= 140
O
F
T
2
= 482
O
F
1. Neraca panas
Entalpi minyak = 12024,1967 kkal/jam
Entalpi air = 2113,548 kkal/jam
2. Arah aliran counter courrent
t
1
= T
1
t
2
= 342
O
F
A
t
2
= T
2
t
1
= 396
O
F
A
T
LMTD
= (t
2
-
A
t
1
) / ln (t
2
/
A
t
1
) = 46,6365
O
F
R = T
1
-T
2
/ t
1
- t
2
= 482 - 482 / 86 -140 = 0
O
F
S = t
2
- t
1
/ T
1
- t
1
= 140 86 / 482 86 = 0,136
O
F
APP C-15
Sehingga diperoleh type HE 1-2 dan F
T
= 1 (Kern fig 18, hal 828)
At = F
T
x AT
LMTD
= 1 x 46,6365
O
F = 46,6365
O
F
3. Temperature kalorik
Tc= (T
1
+ T
2
) = (482 + 482) = 482
O
F
tc = (t
1
+ t
2
) = (86 +140) = 113
O
F
4. Trial Ud
Harga Ud untuk heater dengan media pemanas berupa steam dan media
dingin berupa hight organic adalah 1-10 Btu/jam ft
2 O
F (kern, table 8 hal 5-75)
Trial harga UD = 6 Btu/jam ft
2 O
F
A =
LMTD
T UDx
Q
A
=
6365 , 46 6
26022 , 34289
x
= 122,548 ft
2
Dari Kern, tabel 10 hal 843, untuk pipa OD BWG 10 didapat,
harga a= 0,1963 ft
2
Jumlah tube (Nt) =
xL a
A
"
=
8 1963 , 0
548 , 122
x
= 78,031 = 78 buah
Nt standart = 124 buah
UD koreksi =
dart Nts
Nt
tan
xUD trial = 6
124
031 , 78
x = 3,776 Btu/jam ft
2O
F
Dri kern, table 9 harga:
Nt = 26
ID = 8 Nt = 2 passes
A baru = 26 x 0,1963 x 8 = 40,8304 = 40 ft
2
Ud baru =
) 118 , 139 40 (
53 , 184087 210724
x
x
= 33.08118 = 18,318
APP C-16
Kesimpulan sementara perancangan
Type HE 1-2
Bagian shell
B = 1,6
N+1 = 12 x L/B = 60
Bagian tube
OD = in BWG 10
a = 0,1963
a = 0,82
L = 8
PT = 1 in square
C = 0,25
5. Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Shell (campuran) Tube (steam)
as =
144 nxPTx
IDSxCxB
= 0,046 ft
2
Gs =
as
w
= 10633,5928 lb/jam ft
2
Pada Tc = 113
O
F didapat
= 2,45 ; cp = 5,929 lb/jam ft
(Kern,fig 14)
de = 0,95/12 = 0,075 ft
Nres =

dexGs
= 134,511631
JH = 7,9 (Kern,fig 28 hal 838)
at =
144
'
nx
Ntxa
= 0,0164 ft
2
Gt =
at
w
= 15290,105 lb/jam ft
2
Pada tc = 482
O
F didapat
= 0,018 ; cp = 0,044 lb/jam ft
(Kern,fig 14)
di = 0,0402 ft (Kern,table 10)
Nret =

dixGt
= 1359,59
JH = 36 (Kern,fig 24)
APP C-17
Ho = JH
(

k
xc
de
k
3 / 1
xQs
k = 0,66 (Kern, table 5)
c = 1,002 btu/lb
O
F
Qs = 1, sg = 1
Ho = 7,9
(

66 , 0
925 , 5 97 , 0
075 , 0
66 , 0 s x
3 / 1
= 137,29 btu/jam
O
F ft
Ho = JH
(

k
xc
di
k
3 / 1
xQt
k = 0,102 (Kern, table 5)
c = 0,514 btu/lb
O
F
Qt = 1, sg = 0,0012
Ho = 36
(

102 , 0
0404 , 0 97 , 0
0402 , 0
102 , 0 x
3 / 1
= 35,53 btu/jam
O
F ft
Ud =
ho hio
hioxho
+
=
29 , 137 53 , 35
29 , 137 53 , 35
+
x
= 28,2254 Btu /hr
O
F ft
2
Rd =
si UCxUDkorek
UDkotreksi UC
=
776 , 3 2254 , 28
776 , 3 2254 , 28
x

= 0,2294
Rd tetapan = 0,002
Harga Rd > Rd tetapan, maka memenuhi
6. Evaluasi Pressure Drop (P)
Evaluasi Penurunan Tekanan (P)
Shell (campuran) Tube (steam)
Nres = 134,511631
f = 0,00046 (kern,fig 29)
Ps =
xdexsg x
N xIDSx fxGs
) 10 22 , 5 (
) 1 (
10
2
+
= 1,135 psi <10 psi (memenuhi)
Nret = 1369,59
f = 0,0003 (kern,fig 26)
Pt =
xdixsg x
N xIDSx fxGt
) 10 22 , 5 (
) 1 (
10
2
+
= 0,175 psi <10 psi (memenuhi)
Kesimpulan
Shell side
Ho = 137,29
APP C-18
Hio = 35,53
Uc = 28,2254
Ud = 18,381
Rd hitung = 0,2294
Rd tetapan = 0,002
P hitung (shell) = 1,135 psi
P hitung (tube) = 0,175 psi
P max = 10 psi
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Heater
Fungsi : Untuk memanaskan air proses
Type : Shell and tube
Kapasitas : 34289,26022 Btu/jam
Dimensi:
Bagian shell:
As = 0,046 ft
2
Gs = 10633,5938 lb/jam ft
2
Nres = 134,511631
JH = 7,9
Ho =137,29
A
Ps = 1,135 psi
APP C-19
Bagian tube:
At = 0,0164 ft
2
Gt = 15290,105 lb/jam ft
2
Nret = 1369,59
JH = 36
Hio = 35,53 Btu/j ft
2O
F
APt = 0,175 psi
8. Washing Tank/Tangki Pencuci (F-117)
Fungsi : Mencuci minyak yang telah dimurnikan
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas bahan masuk = 362,4582 kg/jam = 797,075348 lb/jam
bahan = 58,220 lb/jam
Waktu tinggal :1 jam
Perhitungan:
Rate Volumetrik,V
1
=

m
=
60 220 , 58
30 075345 , 797
x
x
= 13,7251 ft
3
Vol tangki, V = 0,2 lebih besar dari V
1
= 1,2 x 13,7251 = 16,4710 cuft = 123,2147 gallon
Dipilih silinder tegak : H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
x H
16,4710 = 0,785 x D
2
x 2D
APP C-20
D = 2,1644 ft = 26,8713 in
Crown radius, Rc = D 6 = 26,8713 6 = 20,8732 in = 1,7394 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc [(Rc
2
- D
2
/4)] = 2,3686 ft = 28,4228 in
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 24,7886 ft
2
Volume dishead, Vd = 1,05 x hd (3Rc-hd) = 15,82377
Volume silinder, Vs = V (2 x Vd) = 0,64723 ft
Tinggi silinder, Hs =
2
785 , 0 xD
Vs
= 0,19577 ft
Vol liquida dalam silinder, Vls = V
1
Vd = 1,66557 cuft
Tinggi liquida dalam silinder, HL =
2
785 , 0 xD
Vls
= 1,04529 ft
Tinggi total liquida, Z = HL + Rc = 2,85560 ft
a. Menentukan Tekanan Design
P operasi = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
Z
x liquida = 23,78180 psi
P design = P operasi +P hidrostatik (Per s317 hal 46 Brownell and Young)
= 14,7 +
144
85560 , 2 220 , 58 x
= 15,8545 psi
b. Menentukan Tebal Tangki (ts)
Dengan Code ASME, bahan kontruksi carbon steel.
ts =
) 6 , 0 . ( P E F
Pxdi

+ C ( Brownell, pers 11, hal 275)


= 2/8 in
ts < 5/8 in, maka type sambungan memenuhi
APP C-21
Diambil tebal shell = 2/16 in = 0,1875 in
Tebal head bawah = 2/8 in
Standarisasi do
Berdasarkan Brownell and Young table 5-7 diperoleh:
do = 216
di = 216 - 2(2/8) = 215,5 in
Ls = 1,5 di = 1,5 x 215,5 = 323,25 in
c. Menentukan Tebal Tutup Atas (tha)
Dimana di = r = 215,5 in
tha =
) . 1 , 0 . (
885 , 0
Pi E F
xPixr

+ C =
8545 , 15 1 , 0 8 , 0 . 12500 (
5 , 215 8545 , 15 885 , 0
x
x x

+ 1/8 = 2/8 in
Berdasarkan Brownell and Young table 5-8 diperoleh:
Icr = knuckle radius = 0,06 r = 0,06 x 215,5 = 12,93 in
A =
2
di
=
2
5 , 215
= 107,75 in
AB = 107,75 - 12,93 = 94,82 in
BC = 215,5 -12,93 = 202,57 in
AC =
2 2
) 82 , 94 ( ) 57 , 202 ( = 179,0077
B = 215,5 - 179,0077 = 36,4922 in
Berdasarkan Brownell and Young table 5-6, diperoleh:
Untuk ts = 2/8 diperoleh harga sf = 1,5 in
Maka, ha = (2/8 + 36,4922 + 1,5)
= 38,2422 in
APP C-22
d. Menentukan Tebal Tutp Bawah (thb)
thb =
) 6 , 0 . ( 2 / 1 cos . 2 Pi E F
Pixdi
o
+ C
=
) 8545 , 15 6 , 0 8 , 0 . 12500 ( 30 cos . 2
5 , 215 8545 , 15
x
x

+ 1/8 = 2/8 in
e. Menentukan Tinggi Tutup Bawah (hb)
hb =
o 2 / 1 tan
2 / 1 xdi
= 2,1240 ft = 25,4885 in
f. Menentukan tinggi tangki (H)
H = ha + ls + hb = 38,2422 + 323,25 + 25,4885 = 386,9807 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Mencuci minyak yang telah disucikan
Type : Silinder tegak dengan dishead head dan conical
Kapasitas : 797,075348 lb/jam
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Dimensi:
Tinggi : 386,2422 in
Diameter tangki : 26,8713 in
Tinggi tutup atas (ha) : 38,2422 in
Tinggi tutup bawah (hb): 25,4885 in
Tebal tutup atas (tta) : 2/8in
Tebal tutup bawah (ttb) : 2/8 in
Tebal silinder (ts) : 2/8 in
APP C-23
9. Centrifuge Separator (H-118)
Fungsi : Untuk memisahkan minyak dan sabun setelah masuk pencucian
Kapasitas bahan = 362,4582 kg/jam= 799,075345 lb/jam
bahan = 58,220 lb/cuft
Perhitungan:
Rate Volumetric, V
1
=

m
=
220 , 58
075345 , 799
= 13,72510 cuft/jam
= 102,67746 gallon/jam = 1,711289 gpm
Dari tabel 19 14, Perry
6th
edisi: 19 91
Dipilih type disk bowl centrifuge
Diameter bowl = 7 in; Speed = 1200 rpm
Centrifuge force:
Ref = 0,0000142 in x (n)
2
x d (Perry
6th
ed: 19 90)
= 0,0000142 (1200)
2
x 7 = 143,136
Power yang digunakan 1/3 Hp = 0,33 Hp
Daya motor = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Centrifuge separator (H-118)
Fungsi : Memisahakan minyak dan sabun setelah masuk washing tank
Type : Disk bowl centrifuge
Kapasitas : 799,075348 cuft/jam
Daya motor : 0,5 Hp
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
APP C-24
10. Pompa 3 (L-119)
Fungsi: Untuk mengalirkan minyak dari centrifuge ke bleaching tank
kapasitas bahan = 362,4584 kg/jam = 799,22077 lb/jam
m bahan = 18,54436 lb/jam
bahan = 56,1246 lb/cuft
Bahan kontruksi : Commercial steel
Perhitungan:
Rate Volumetrik (V) =

m
=
1246 , 56
22077 , 799
= 14,24321 cuft/jam
= 0,003956 ft
3
/dtk = 0,23736 ft
3
/mnt = 1,7756 gpm
a. Dianggap Aliran Viscous
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch 40
Dari table Kern, hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,5 in = 0,083 ft
a = 0,0060 ft
2
b. Menghitung laju fluida dalam pipa
V =
" a
Q
=
006 , 0
003956 , 0
= 0,6573 ft/dtk
c. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
005 , 0
1246 , 56 6593 , 0 087 , 0 x x
= 643,8513 < 2100
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
APP C-25
f =
Nre
16
=
8513 , 643
16
= 0,0248
Taksiran panjang pipa lurus = 60 ft
Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve dan
vitting
Valve-vitting jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1 x 7 x 0,087 0,609
4 std elbow 4 4 x 32 x 0,087 26,100
1 globe 1 1 x 300 x 0,087 11,136
Total = 37,845 ft
Panjang pipa total, L = 60 + 37,845 = 97,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 6593 , 0 ( 845 , 97 0248 , 0
2
x x
x x
= 0,1884 ft.lbf/lbm
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6593 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

1246 , 56
0
+ 0,1884
= 20,1951 ft.lbf/lbm
APP C-26
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
1246 , 56 003956 , 0 1951 , 20 x x
= 0,0081 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0081 , 0
= 0,0272 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0272 , 0
= 0,0340 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompa 3
Fungi : Untuk mengalirkan minyak dari centrifuge ke bleachint tank
Type : Centrifugel pump
Bahan : Commercial steel
di : 1,049 in
do :1,50 in
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch. 40
Jumlah : 1 buah
11. Tangki Pemucatan (R-120)
Lihat Pada Bab V1 Alat Utama
APP C-27
12. Tangki Karbon Aktif (F-121)
Fungsi : Menampung karbon aktif untuk keperluan pemucatan minyak
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Kapasitas bahan = 7,0845 kg/jam = 15,6213 lb/jam
bahan = 37,4866 lb/cuft
Waktu tinggal : 1 jam
Direncanakan disimpan selama 2 hari
Perhitungan:
Kecepatan Volumetrik =

m
=
4866 , 37
2 6213 , 15 x
= 0,8334 cuft/jam
Kapasitas bahan : 0,8334 cuft/jam x 1 jam = 0,8334 cuft
Asumsi Tangki terisi 75%
Volume karbon aktif :
75
100
x 0,8334 = 1,1112 cuft
Mencari tinggi limas (T):
T =
30
. 2 2 / 1
Tan

= 0,728
Volume bin = Volume kubus + Volume prisma
Dimana:
= L; H = 3 ; T = 0,728
Vol bin = x L x H + 1/3 ( x L x T )
1,1112 = 3,01496
3
= 0,72
APP C-28
Jadi, = 0,72
L = 0,72ft
H = 2,16 ft
T = 0,52416ft
Panjang bin = T + H = 2,68416 ft
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Tangki karbon aktif
Fungsi : Menampung larutan karbon aktif sebelum masuk tangki pemucatan.
Dimensi:
Lebar (L) : 0,72 ft
Tinggi segi panjang (T) : 0,52416 ft
Tinggi limas (H) : 2,16 ft
Panjang bin : 2,68416 ft
Jumlah : 1 buah
13. Cooler (E-122)
Fungsi : Mendinginkan minyak yang keluar dari tangki pemucatan.
Kondisi operasi:
Suhu minyak masuk, T
1
= 105
O
C = 221
O
F
Suhu minyak keluar, T
2
= 70
O
C = 158
O
F
Sebagai pendingin digunakan dowterm dengan:
Suhu masuk, t
1
= 30
O
C = 86
O
F
Suhu keluar, t
2
= 45
O
C = 113
O
F
APP C-29
minyak = 58 lb/cuft
Foulling factor = Rd = 0,002 (Kern hal, 854)
Dari neraca massa dan panas diperoleh:
Rate minyak = 358,9443 kg/jam = 791,47218 lb/jam
Rate air = 35,2258 kg/jam = 77,67289 lb
Q = 332,49289 kkal/jam = 1.436,66853 Btu/jam
Bagian tube:
OD, BWG = 3/4 in, 10 BWG
Pith = 1 in
Panjang tube, L = 8 ft
Dari Kern, tabel 10, hal 843, dipeoleh:
a = 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
3
ID = 0,482 in = 0,0402 ft
T
!
= 221
O
F
t
1
= 86
O
F t
2
= 113
O
F
T
2
= 158
O
F
1. Neraca Panas dan massa
Entalpi minyak masuk = 2.270,1720 kkal/jam = 9.809,2570 Btu/jam
Entalpi air masuk = 338,1853 kkal/jam = 1.461,26486 Btu/jam
2. Untuk Aliran Counter Current
t
1
= T
1
t
2
= 108
O
F
APP C-30
At
2
= T
2
t
1
= 72
O
F
T
LMTD
=
1 2
1 2
/ ln t t
t t
A A
A A
=
108 / 72 ln
108 72
= 35,3360
O
F
R =
2 1
2 1
t t
T T

=
113 86
158 221

= 2,333
O
F
S =
1 2
1 2
t T
t t

=
86 158
86 113

= 0,375
O
F
Sehingga diperoleh type HE 1 - 2 dan F
T
= 1
At = F
T
x T
LMTD
= 35,3360
O
F
3. Temperature kalorik
Tc = (T
1
+ T
2
) = (221 + 158) = 189,5
O
F
tc = (t
1
+ t
2
) = (86 + 113) = 142,5
O
F
Karena T
2
> t
1
maka,temperatur type HE 1-2 (memenuhi)
4. Trial U
D
Harga U
D
untuk cooler dengan media pendingin dowterm adlh 1-12 Btu/jam ft
2
O
F
(Kern,table 8.5-75). Trial UD = 6 Btu/jam ft
2 O
F
A =
TLMTD UDx
Q
A
=
33607 , 35 6
66853 , 1436
x
= 7,11998 ft
2
Dari Kern, table 10 hal 843, untuk pipa OD, BWG 10 didapat: a = 0,1963 ft
2
Jumlah tube, (Nt) =
) " ( xL a
A
=
8 1963 , 0
1198 , 7
x
= 4,5338 5 buah
Dari Kern, tabel 9, harga: Nt = 26
UD koreksi =
26
5338 , 4
x 6 = 1,046 Btu/jam ft
2O
F (memenuhi)
APP C-31
Dari kern, table 9 harga
Nt = 26, ID = 8 , Nt = 2 passes
Abaru = Nt x a x L = 26 x 0,0963 x 8 = 40,8304 = 41 ft
2
UD baru =
63 , 33 Abarux
Q
=
63 , 33 41
66853 , 1436
x
= 1,04197
Kesimpulan sementara perancangan
Type: HE 1-2
Bagian shell:
B = 1,6 N+1 = 60
Bagian tube:
OD = 3/4 BWG 10
a = 0,1963 in
a = 0,182
L = 8
Pt = 1 in
C = 0,25
5. Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Shell (campuran) Tube (steam)
as =
144 nxPTx
IDSxCxB
= 0,046 ft
2
Gs =
as
w
= 9616,63 lb/jam ft
2
Pada Tc = 99,5
O
F didapat
= 0,73 , cp =1,76 lb/jam ft
at =
144
'
nx
Ntxa
= 0,016 ft
2
Gt =
at
w
=22703,01 lb/jam ft
2
Pada tc = 194
O
F didapat
= 10 , cp = 24,4 lb/jam ft
APP C-32
(Kern,fig 14)
de = 0,079 ft
Nres =

dexGs
= 430,95
JH =11 (Kern,fig 28)
Ho = JH
(

k
xc
de
k
3 / 1
xQs
k = 0,66 (Kern, table 5)
c = 1,002 btu/lb
O
F
Qs =1 , sg = 1
Ho = 127,413 Btu/jam
O
F ft
(Kern,fig 14)
di = 0,0402 ft (Kern,table 10)
Nret =

dixGt
= 57,71
JH =1,05 (Kern,fig 24)
Hio = JH
(

k
xc
di
k
3 / 1
xQt
k = 0,102 (Kern, table 5)
c = 0,514 btu/lb
O
F
Qt = 1 , sg = 0,0012
Hio = 0,491 Btu/jam
O
F ft
uc
1
=
hio
1
+
ho
1
=
491 , 0
1
+
413 , 127
1
Uc = 7,96052 Btu /jam
O
F ft
2
Rd =
si UCxUDkorek
UDkotreksi UC
=
6 96052 , 7
6 96052 , 7
x

= 0,00425 Btu/jam ft
2
Rd tetapan = 0,002
Harga Rd > Rd tetapan, maka memenuhi
6. Evaluasi Pressure Drop (P)
Evaluasi penurunan tekanan (P)
Shell (campuran) Tube (steam)
Nres = 430,95
f = 0,0035 (Kern,fig 29)
Ps =
xdexsg x
N xIDSx fxGs
) 10 22 , 5 (
) 1 (
10
2
+
= 1,644 psi <10 psi (memenuhi)
Nret = 57,71
f = 0,014 (Kern,fig 26)
Pt =
xdixsg x
N xIDSx fxGt
) 10 22 , 5 (
) 1 (
10
2
+
= 3,933 psi <10 psi (memenuhi)
APP C-33
Kesimpulan
Shell side
Ho = 127,413
Hio = 0,491
Uc = 7,9605
Ud = 7,7
Rd hitung = 0,00425
Rd tetapan = 0,002
P hitung (shell) = 1,644 psi
P hitung (tube) = 3,933 psi
P max = 10 psi
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Cooler (E-122)
Type : Shell and tube
Kapasitas : 1436,6685 Btu/jam
Dimensi:
Bagian shell:
as = 0,046 ft
2
Gs = 9616,63 lb/jam ft
2
Nres = 430,95
JH = 11
Ho =127,413
APs = 1,644 psi
APP C-34
Bagian tube:
at = 0,016 ft
2
Gt = 22703,01 lb/jam ft
2
Nret = 57,71
JH =1,05
Hio =0,491
APt = 3,933 psi
14. Pompa Bleaching (L-123)
Fungsi : Untuk mengalirkan minyak yang telah dipucatkan dari cooler ke filter
proses.
Type : Pompa centrifugal
Bahan kontruksi : Commercial steel
Kapsitas bahan = 361,3079 kg/jam = 796,6839lb/jam
bahan = 57,6954 lb/cuft
bahan = 18,54436 lb/jam
Perhitungan:
Rate Volumetrik (V) =

m
=
60 6954 , 57
6839 , 796
x
= 0,00384 ft
3
/dtk = 0,2304 ft
3
/mnt = 1,7234 gpm
a. Dianggap Aliran Viscous
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch 40
APP C-35
Dari table Kern, hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,5 in = 0,083 ft
a = 0,0060 ft
2
b. Menghitung laju fluida dalam pipa
V =
" a
Q
=
006 , 0
00384 , 0
= 0,64 ft/dtk
c. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
0006719 , 0 54693 , 17
6954 , 57 64 , 0 087 , 0
x
x x
= 275,2458 < 2100
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
f =
Nre
16
=
2458 , 275
16
= 0,0581
Taksiran panjang pipa lurus = 60 ft
Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve dan
vitting
Valve-vitting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1x7x0,087 0,609
4 std elbow 4 4x32x0,087 26,100
1 globe 1 1x300x0,087 11,136
Total = 37,845 ft
Panjang total, L = 60 + 37,845 = 97,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
APP C-36
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 64 , 0 ( 845 , 97 0581 , 0
2
x x
x x
= 0,4159 ft.lbf/lbm
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan bernouli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 64 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

6954 , 57
0
+ 0,4159
= 20,4223 ft.lbf/lbm
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
6954 , 57 00384 , 0 4223 , 20 x x
= 0,0082 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0082 , 0
= 0,0274 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0274 , 0
= 0,0343 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompa bleaching
Fungsi : Untuk mengalirkan minyak yang telah dipucatkan dari cooler ke filter
proses.
APP C-37
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
di : 1,049 in
do :1,50 in
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in sch. 40
Jumlah : 1 buah
15. Filter Press (H-124)
Fungsi : Memisahkan bleaching agent dari minyak
Type : Plate and frame
Bahan kontruksi : Carbon steel
Kapasitas bahan = 361,3079 kg/jam = 796,0886 lb/jam
bahan = 58 lb/cuft
Asumsi waktu = 1 jam
Perhitungan:
Volume minyak =
58
0886 , 796
= 13,7257 cuft/jam
Dari Perry ed
5th
edition, hal 19-67 didapat:
Nominal size :291
Luas : 1,9 ft
2
Tebal plate :1,5 in
Kapasitas plate and frame : 0,29 cuft/in
APP C-38
Jumlah liquida yang harus disaring =
5 , 1 24 1
7257 , 13
x x
= 0,3813 cuft/jam
Jumlah plate yang dibuat =
5 , 1 29 , 0 1
3813 , 0
x x
= 0,8766 = 1 buah
Panjang filter press = 1,5 x 1 = 1,5 in = 0,125 ft
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Filter press
Fungsi : Memisahkan bleaching agent dari minyak
Type : Plate and frame
Kapasitas : 13,7257 cuft/jam
Ukuran : 291 in
Jumlah plate : 1 buah
Jumlah filter press : 1 buah
Bahan kontruksi : Carbon steel
16. Tangki Penampung (F-125)
Fungsi : Menampung minyak yang keluar dari filter press
Type : Silinder tegak
Bahan kontruksi : Carbon steel
Kapasitas = 362,0379 kg/jam = 796,6839 lb/jam
bahan = 57,6954 lb/cuft
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=

m
=
6954 , 57
6839 , 796
= 13,8084 cuft/menit
APP C-39
Volume tangki tegak, V
2
= 0,2 lebih besar dari V
1
= 16,57008 cuft x 7,48052 gallon
= 123,9528 gallon
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
x H
16,57008 = 0,785 x D
2
x 2D
D = 2,1935 ft = 26,3222 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 26,3222 - 6 = 20,3222 in = 1,6935 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)] = 21,5422 in = 1,7952 ft
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 6,28 x 1,6935 x 1,7952 = 19,0922 ft
2
Vol dishead,Vd =1,5 x hd
2
(3Rc - hd) = 11,1171 cuft
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 16,57008 x (2 x 11,1171) = 368,422 ft
2
Tinggi silinder, Hs =
2
785 , 0 xD
Vs
= 97,5435 cuft
Vol liquida dalam silinder, Vls = V
1
- Vd = 15,2051cuft
Tinggi liquida dalam silinder, HL =
2
785 , 0 xD
Vls
= 4,0257 ft = 48,3085 in
Tinggi total liquida, Z = HL + Hd = 69,8507 in = 5,8209 ft
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
8209 . 5
x liquida = 2.332 psi
APP C-40
P design = 14,7 + 2.332 = 17.0322 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 1.5 x 17.0322 = 25.5483psi
Menentukan tebal dinding bejana dengan SA 285 grade M type 316 didapatkan
type F = 12500 R = 0,5 D = 13.1611 in , Ts = 0,03654 in
tta =
) 6 , 0 . ( 2
.
P E F
R P

+ C
=
) 5482 , 25 . 6 , 0 8 , 0 . 12500 ( 2
1611 , 13 5483 , 25

x
+
16
1
=
16
2
in
Tinggi total bejana = Hs + 2 Hd + 2td = 101,3839 ft
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung minyak yang keluar dari filter press.
Type : Silinder tegak
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Dimensi:
Kapasitas : 796,0886 lb/jam
Tinggi : 101,3839 ft
Tebal tutup atas (tta) : 2/16 in
Tebal tutup bawah (ttb) : 2/16 in
Panjang : 133,4052 ft
Lebar : 71,002 ft
2
APP C-41
17. Pompa Filter Press (L-126)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki penampung ke katalis mixer
Type : Pompa centrifugal
Bahan kontruksi : Commercial steel
Kapasitas = 362,0379 kg/jam = 796,6839 lb/jam
bahan = 53,830 lb/cuft
bahan = 31,457 lb/ft.j = 12,99 cp
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=
83 , 53
6839 , 796
= 13,8084 cuft/menit = 0,0041ft
2
/dtk
a. Dianggap Aliran Viscous
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch 40
Dari table Kern, hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,5 in = 0,083 ft
a = 0,0060 ft
2
b. Menghitung laju fluida dalam pipa
V =
" a
Q
=
006 , 0
0041 , 0
= 0,6833 ft/dtk
c. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
0006719 , 0 99 , 12
83 , 53 6833 , 0 087 , 0
x
x x
= 366,5644 < 2100
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
APP C-42
f =
Nre
16
=
5644 , 366
16
= 0,0436
Taksiran panjang pipa lurus = 60 ft
Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve dan
vitting
Valve-vitting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1 x 7 x 0,087 0,609
4 std elbow 4 4 x 32 x 0,087 26,100
1 globe 1 1 x 300 x 0,087 11,136
Total = 37,845 ft
Panjang total, L = 60 + 37,845 = 97,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 6833 , 0 ( 845 , 97 0436 , 0
2
x x
x x
= 0,3558 ft.lbf/lbm
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6833 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

99 , 12
0
+ 0,3558
= 20,363 ft.lbf/lbm
APP C-43
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
83 , 53 0041 , 0 363 , 20 x x
= 0,0082 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0082 , 0
= 0,0274 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0274 , 0
= 0,0343 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompa filter press
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki penampung ke katalis mixer
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in Sch. 40
di : 1,049 in
do : 1,50 in
Jumlah : 1 buah
18. Tangki Katalis Mixer (F-127)
Fungsi : Untuk melarutkan katalis Ni
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
APP C-44
Bahan kontruksi : Carbon steel
Kapasitas bahan : 353,2360 kg/jam = 778,8854 lb/jam
bahan = 58 lb/jam
Perhitungan
Rate volumetrik: V
1
=

m
=
58
8854 , 778
= 13,4290 cuft
Volume tangki, V = 0,2 lebih besar dari V
1
= 16,1148 cuft x7,48052 gallon = 120,5470 gpm
Dipilih silinder tegak, H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
x H
16,1148 = 0,785 x 2x D
3
D = 2,1732 ft = 26,0789 in
Crown radus, Rc = D - 6 = 26,0789 - 6 = 20,0789 in = 1,67 ft
Tinggi dishead head, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 28,3997 in = 2,37 ft
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 6,28 x 1,67 x 2,37 = 24,48556 ft
2
vol dishead (Vd) = 1,05 x hd
2
(3Rc - hd) = 15,57 cuft
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 15,0257 ft
Tinggi silinder, Hs =
2
785 , 0 xD
Vs
=
7074 , 3
0257 , 15
= 4,1997 ft = 50,3964 in
Vol liquida di dalam silinder, Vls = V
1
- Vd = 0,496 cuft
Tinggi liquida di dalam silinder, HI =
2
785 , 0 xD
Vls
= 0,1469 ft
APP C-45
Tinggi total liquida, Z = HI + Hd = 2,5619 ft = 30,2028 in
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
5619 , 2
x liquida = 1,0137 psi
P design = 14,7 + 1,0137 = 15,7137 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 1,5 x 15,7137 = 23,57008 psi
Menentukan tebal dinding bejana
Bahan SA 240 grade M type 316 diperoleh F = 12.500
Td =
) 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C ( Brownell & Young, hal. 275)


Dimana:
R = 0,5 D = 0,5 x 2,1732 = 1,0866 ft = 13,0392 in
td =
5705 , 23 6 , 0 8 , 0 500 . 12 (
0392 , 13 5705 , 23
x x
x

+
16
1
=
16
3
in
Tinggi total bejana = Hs + 2hd + 2td = 9,155 ft = 107,5708 in
Perencanaan pengaduk:
= 3,1 cps = 0,00211 lb/ft dtk
1 cps = 2,4191 lb/ft.dtk
= 58 lb/ ft
Digunakan impeller jenis turbin dengan 6 buah flate blade tanpa baffle, dari fig. 9-
9 Mc Cabe ed. 4, diperoleh:
D impeller = 1/3 x D shell = 1/3 x 2,17 = 0,723 ft
APP C-46
Lebar blade = 0,2 x D impeller = 0,145 ft
Panjang blade = 0,25 x D impeller = 0,81 ft
Dari fig. 9-13 Mc Cabe ed. 4, diambil kecepatan putar, N = 120 rpm = 2 rps
Froude number, Nfr =
gc
xDa N
2
= 1,083
Dari fig. 9-12 Mc Cabe, dipeoleh: Np = 1,01 ft.lbf/s
Np koreksi = Np x Nfr = 1,094
Dari persamaan 9-20, diperoleh:
P =
gc
x Da x NpxN
5 3
.
= 0,0585 Hp
Gland losses = 10%,
Power input = 10% x Pi
Transmission system losses = 20% x Pi
Total power input yang diperlukan:
Pi = 0,0585 + (0,1 x Pi) + (0,2 x Pi)
0,7 Pi = 0,0585
Pi = 0,0836 Hp
Dipakai motor dengan daya : 0,25 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Tangki katalis mixer
Fungsi : Melarutkan katalis Ni
Type : Silinder tegak dengan dishead head dan conical
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
APP C-47
Dimensi :
Diameter : 2,1732 ft
Tinggi tangki total : 107,5708 in
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Perlengkapan pengaduk:
Jenis : Six bladed flat disk turbin
Diameter : 0,0837 ft
Kecepatan pengaduk : 120 rpm
Bahan kontruksi : Stainless steel
Volume shell : 0,00211 cuft
Tinggi shell : 0,01939 ft
Power : 0,25 Hp
Jumlah : 1 buah
19. Pompa Katalis Mixer (L-128)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari storage minyak dan katalis mixer ke
hidrogenator
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
Kapasitas bahan = 353,8854 kg/jam = 778,8854 lb/jam
bahan = 58 lb/cuft
bahan = 7,74112 lb/ft.jam = 0,0022 lb/ft
APP C-48
Perhitungan :
Rate Volumetric,V =

m
=
60 58
8854 , 778
x
= 0,2238 cuft/menit
Ditetapkan diameter nominal 0,5 in sch 40
Dari Kern, table 11
ID = 0,622 in = 0,052 ft; OD = 1 in
A = 0,304 in = 0,002 ft
2
a. Dianggap aliran turbulen
ID optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
13 , 0
= 3,9 x (0,2238)
0,45
x (58)
13 , 0
= 3,3709 in
Dipakai dengan diameter optimum 0,5 in sch.40
Dari Kern, tabel 11:
ID = 0,622 in = 0,052 ft
ID =1 in
A = 0,304 in
2
= 0,002 ft
2
b. Laju alir fluida
V =
A
Qf
=
60 002 , 0
2238 , 0
x
= 111,9 ft/mnt = 1,6954 ft/dtk
c. Cek jenis aliran:
Nre =

Vx IDx.
=
0022 , 0
58 6954 , 1 052 , 0 x x
= 2324,2393 > 2100
Panjang pipa lurus = 20 ft
Panjang ekivalen untuk hambatan pada sistem perpipaan (Geankoplis,tabel 2.10)
APP C-49
Valve-vitting Lc/D Lc/D x Le (ft)
4 std elbow
1 gate values
35
300
4 x 35 x 0,052 = 7,28
1 x 300 x 0,052 = 15,6
Jumlah = 22,88
Panjang total, L = 20 + 22,88 = 42,88 ft
Dari Geankoplis, fig2.10-3 untuk Commercial steel, didapat: f = 0,0085
friksi pada npipa lurus (Geankoplis, pers 2.10-6):
Ff = 4 f x
D
L A
x
2
2
V
= 4 x 0,0085x
052 , 0
88 , 22
x
2
) 6954 , 1 (
2
= 21,5005
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan bernouli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 8 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6954 , 1 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 8x
+ 21,5005
= 29,5451 ft.lbf/lbm
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
58 2238 , 0 5451 , 29 x x
= 0,6972 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
6972 , 0
= 2,324 Hp
APP C-50
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
324 , 2
= 2,905 Hp ~ 3 Hp
Diambil power = 3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompa katalis mixer
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki katalis mixer ke hidrogenisasi.
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
di : 1,049 in
do : 1,50 in
Power : 3 Hp
Ukuran : 0,5 in sch. 40
Jumlah : 1 buah
20. Tangki Hidrogenasi (R-130)
Fungsi : Untuk membuat minyak lebih bersifat plastis ( keras), mempertinggi titik
cair dan menjadikan minyak tahan terhadap proses oksidasi.
Type : silinder tegak dengan dished dan conical
Kapasitas : 353,2396 kg/jam x 2,205 lb = 778,8933 lb/jam
campuran : 57,6954 lb/cuft
Waktu tinggal : 1 jam
Suhu bahan masuk : 80
O
C
Suhu bahan keluar : 115
O
C
Suhu rata-rata : 97,5
O
C
APP C-51
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=

m
=
6954 , 57
8933 , 778
= 13,5 cuft
Volume tangki, V
2
= 0,2 lebih besar dari V
1
= 16,2 cuft = 121,1844 gpmn
Dipilih type silinder tegak, H = 2D
V = 0,785 x D
2
x H
16,2 = 0,785 . 2 . D
3
D = 2,177 ft = 26,1248 in
Dishead head:
Crown radius, Rc = D - 6 = 26,1248 6 = 20,1248 in = 1,68 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 20,1248 + 8,33 = 28,4548 in = 2,3712 ft
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 6,28 x 1,68 x 2,3712 = 25,0171 ft
2
Volume dishead, Vd = 1,05 x hd
2
(3Rd - hd)
= 1,05 x 5,6226 x 2,6688 =15,7559 cuft
Conical:
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 16,2 - (2 x 15,7559) = 15,3118 cuft
Tinggi silinder, Hs =
2
785 , 0 xD
Vs
=
7204 , 3
3118 , 15
= 4,1156 ft = 49,3876 in
Vol liquida dalam silinder, Vls = V
1
- Vd = 16,2 - 15,7559 = 0,4441 cuft
Tinggi liquida dalam silinder, HI =
2
785 , 0 xD
Vls
= 0,1194 ft
Tinggi total liquida, Z = HI + Hd = 2,4906 ft = 29,8872 in
APP C-52
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
Z
x liquida = 0,9979 psi
Pdesign = 14,7 + 0,9979 = 15,6979 psi
Untuk keamanan, maka diambil 1,5 kalinya, sehingga:
Pdesign = 1,5 x 15,6979 = 23,5468 psi
R = 0,5D = 0,5 x 2,1770 = 1,0885 ft= 13,062s in
Menentukan tebal dinding bejana carbon steel SA 285 grade (Brownell & Young,
hal. 254)
td =
) 6 , 0 .(
.
P E F
R P

+ C ( Brownell & Young, hal. 275)


=
) 5468 , 23 6 , 0 8 , 0 1250 (
062 , 13 5468 , 23
x x
x

+
8
1
=
8
2
in
td < 5/8 in, maka type sambungan memenuhi
Diambil tebal shell = 2/8 in
Perencanaan Pengaduk:
= 3,1 cp = 0,00211 lb/ft.j
= 59,732 lb/ cuft
Digunakan impeller jenis turbin dengan 6 buah flate blade tanpa baffle, dari fig. 9-
9 Mc Cabe ed. 4, diperoleh:
D impeller = 1/3 x D shell = 0,727ft
Lebar blade = 0,2 x D impeller = 0,1454 ft
APP C-53
Panjang blade = 0,25 x D impeller = 0,18175 ft
Dari fig. 9-13 Mc Cabe ed. 4, diambil kecepatan putar, N = 120 rpm = 2 rps
Nre =

. .
2
D N
= 324,6219
Froude number, Nfr =
g
xDa N
2
= 1,083
Dari fig. 9-12 Mc Cabe, dipeoleh: Np = 3,7864 ft.lbf/s
Np koreksi = Np x Nfr = 4,1007
Dari persamaan 9-20, diperoleh:
P =
gc
x Da x NpxN
5 3
.
= 0,00019 Hp
Gland losses = 10%,
Power input = 10% x Pi
Transmission system losses = 20% x Pi
Total power input yang diperlukan:
Pi = 0,0019 + (0,1 x Pi) + (0,2 x Pi)
0,7 Pi = 0,0019
Pi = 0,0027 Hp
Dipakai motor dengan daya 0,25 Hp
Perhitungan pemanas:
Suhu bahan masuk = 80
O
C = 176
O
F
Suhu bahan keluar = 115
O
C = 239
O
F
Suhu steam jenuh = 132,222
O
C = 270
O
F
APP C-54
T
LMTD
=
) ln(
) )( (
2 2
2 2 1 2
t T
t T T T


= 56,7922
O
F
Panas yang diperlukan = 34697,6784 kkal/jam = 17462,34444 Btu/jam
Menghitung Hi:
Dj = D shell = 2,17 ft
D & I = D impeller = 0,723 ft
K = 0,259
Cp = 0,842 Btu/lb
O
F
N = 120
= 3,1 cp = 0,00211 lb/ft.menit
Nre =

. .
2
N Da
= 4638,8384
J = 90
(Cp . / k )
1/3
= 1,31651
( / .w )
0,14
= 1
hi = J
| |
(

k
cpx dj k
3 / 1
/
(

w v

14 , 0
= 13,08553 Btu/j. ft
2O
F
Menghitung hio:
Steam = 34697,6784 kg/jam = 17462,34444 = 15735,90857 lb/jam
Ditetapkan coil berupa pipa dengan ukuran in sch.40
Dari Kern, tabel 11 didapat:
ID = 0,364 in = 0,0303 ft
OD = 0,54 in = 0,045 ft
a = 0,141
APP C-55
at = 0,14 in
2
= 0,00072 ft
2
Ditetapkan ho untuk steam = 1500 Btu/j.ft
2O
F
Uc =
hio hc
hio hc
+

=17,76136 Btu /hr


O
F ft
2
Ud =
) . 1 ( Rd uc
uc
+
=17,15207 Btu /hr
O
F ft
2
Rd tetapan = 0,002
A =
cd xcp t T
t T
/ ) 2 1 (
1 1 ln


= 6,68206 ft
2
Diambil:
Diameter lilitan coil = 0,5, dishell = 1,085 ft
Luas coil dalamlilitan = 0,71209 x x a = 0,480 ft
2
Jumlah lilitan =
tan lamlili luascoilda
A
= 13,749 = 14 buah
Jarak antara lilitan = OD = 0,54 in
Tinggi coil = 16 x 0,54 x 15 x 0,54 = 16,74 in = 1,395 ft
Spesifikasi peralatan:
Fungsi: Untuk membuat minyak lebih bersifat plastis ( keras), mempertinggi titik
cair dan menjadikan minyak tahan terhadap proses oksidasi.
Type : Silinder tegak
Dimensi silinder:
Diameter : 26,0623 in
Tinggi tangki : 86,87 in
Tebal silinder : 3/16 in
Tebal tutup atas : 3/16 in
APP C-56
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan kontruksi : SA 285 grade M type 316
Dimensi pengaduk:
Diameter : 5,6910 in
Panjang blade : 1,1382 in
Lebar blade : 2,22756 in
Kecepatan pengaduk :120 rpm
Jenis pemanas
Jumlah lilitan :14 buah
Tinggi coil : 16,74 in
21. Tangki H
2
(F-131)
Fungsi : Menampung H
2
yang akan disupply ke hidrogenator
Type : Tangki tegak dengan dished head dan dishead bottom
Bahan kontruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
Kapasitas bahan = 0,0036 kg/jam = 0,007038 lb/jam
Suhu : 180
O
C
Tekanan = 8 kg/cm
3
= 113,784 psi
H
2
= 4,862
Waktu tinggal : 1 hari
APP C-57
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=
862 , 4
007038 , 0
= 0,001632 cuft
Volume tangki ,V
2
= V
1
= 0,001632 cuft
Dipilih silinder tegak: H
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
x H
0,001632 = 0,785 x D
2
x 2D
0,001632 = 0,785 x 2D
3
D = 0,0008228 ft = 0,0098736 in
Dishead head
Crown radius, Rc = D - 6 = 0,501264 ft = 0,60152 in
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,02653 ft = 0,31836 in
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 0,030904 cuft = 0,37085 in
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
( 3 Rc - Hd) = 0,00402 cuft = 0,04824 in
Conical
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 0,004185 cuft = 0,05022 in
Tinggi silinder, Hs =
2
785 , 0 xD
Vs
= 0,1538 cuft = 1,8456 in
Vol liquida dalam silinder, Vls = V
1
= 0,001632 cuft = 0,019584 in
Tinggi liquida dalam silinder, HL =
2
785 , 0 xD
Vls
= 2,02 ft = 24,24 in
Tinggi total liquida, Z = HL + Hd = 2,02 + 0,02653 = 2,04653 ft = 24,5584 in
APP C-58
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 113,784 psi
P hidrostatik = (HL/144) x liquida = 0,06820 psi
P design = 113,784 + 0,06820 = 113,85220 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 113,85220 x 1,5 = 170,7783 psi
Menentukan tebal dinding bejana dengan Code ASME, dipilih bahan kontruksi
dari Stainless Steel 316.
Td =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C (Brownell & Young, hal 275)


= 0,1258 in
t < 5/8 in, maka type sambungan memenuhi
Diambil tebal shell = 3/16 in = 0,1875 in
Tebal head bawah:
Tekanan hidrostatik = (HL/144) x liquida = 0,06820 psi
Tekanan operasi = 113,784 psi
P design = 170,7783 psi
W = 1,8; RC = 0,06 (Van Ness, hal 87)
Td =
P E F
W Rc P
) 2 , 0 .( . 2
. .

+ C (Brownell & Young, hal 275)


= 3/16 in
Diambil tebal dishead = 3/16 in = 0,1875 in
Tinggi total bejana = Hs + 2.hd + 2.td = 0,45871 ft = 5,5045 in
APP C-59
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung H
2
yang akan disupply ke hidrogenator
Type : Tangki tegak dengan dished head dan dishead bottom
Kapasitas bahan : 0,007038 lb/jam
Dimensi tangki:
Diameter : 0,0008228 ft
Tinggi dishead : 0,02653 ft
Luas dishead : 0,030904 ft
Volume dishead : 0,00402 ft
Volume silinder : 0,004185 ft
Tinggi silinder : 0,1538 ft
Vol liquida dalam silinder : 0,001632 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 2,02 ft
Tinggi total liquida : 2,04653 ft
Tinggi total bejana : 0,65298ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan kontruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
22. Cooler 2 (E- 135)
Fungsi: Mendinginkan minyak yang keluar dari tangki hidrogenasi
Kondisi operasi:
APP C-60
Suhu minyak masuk (T1) = 356
O
F
Suhu minyak keluar (T2) = 353,66
O
F
Sebagai pendingin digunakan dowterm dengan:
Suhu masuk (t1) = 140
O
F
Suhu keluar (t2) = 122
O
F
minyak = 52,99 lb/ft
Fouling factor, Rd = 0,002 (Kern, hal 845)
Bagian tube:
OD, BWG = in, 10BWG
Pitch = 1 in square pitch
Panjang tube, L = 8 ft
Dari Kern, tabel 10 hal 843:
a = 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
2
ID = 0,482 in = 0,04016 ft
T
1
= 356
O
F
t
1
= 140
O
F t
2
= 122
O
F
T
2
= 353,66
O
F
1. Neraca Massa dan Panas
Dari App B didapat:
Rate liquida = 353,2366 kg/jam = 778,74548 lb/jam
Q pendingin = 14759,2407 kg/jam = 58568,41548 Btu/jam
APP C-61
Massa air yang dibutuhkan (m) = 421,6926 kg/jam = 929,663506 lb/jam
2. Arah Aliran Counter Current
t
1
= T
1
t
2
= 356 122 = 234
O
F
At
2
= T
2
t
1
= 353,66 140 = 213,66
O
F
T
LMTD
=
1 2
1 2
/ ln t t
t t
A A
A A
=
234 / 66 , 213 ln
234 66 , 213
= 223,676
O
F
R =
1 2
1 2
t t
T T

=
140 122
356 66 , 353

= 0,13
O
F
S =
1 1
2 1
t T
t t

=
140 356
122 140

= 0,0833
O
F
Sehingga diperoleh type HE 1-2 dan F
T
= 1 (Kern, Fig 18 hal 824)
At = F
T
x T
LMTD
= 223,676
O
F
3. Temperatur Kalorik
Tc = (T
1
+ T
2
) = (356 + 353,66) = 354,83
O
F
tc = (t
1
+ t
2
) = (140 + 122) = 131
O
F
4. Trial U
D
Harga U
D
untuk cooler dengan media panas berupa steam dan media dingin
minyak adalah 1-10 BTU/jam ft
2O
F (Kern, tabel 8 hal 840).
A =
) ( t UDx
Q
A
=
) 676 , 223 10 (
41548 , 58568
x
= 26,18449 ft
2
Dari Kern, tabel 10 hal 843, umtuk pipa OD BWG 10 didapat:
a = 0,1963 ft2.
Jumlah tube (Nt) =
) " ( xL a
A
=
8 9163 , 0
18449 , 26
x
= 3,57204
APP C-62
Nt standart = 124
U
D
koreksi =
dart NtS
Nt
tan
x U
D
Trial = 0,28807 BTU/jam ft2
O
F (memenuhi)
Dari Kern, tabel 9 hal 843,didapat:
Nt = 26
ID = 8
Nt = 2
Sehingga : A baru = Nt x a x L = 40,8304 ft
2
Kesimpulan sementara perancangan:
Type: HE: 1-2
Bagian Shell:
B = 1,6
N + 1 = 6
n = 1
Bagian tube:
OD, BWG = in, 10BWG
L = 8 ft
a = 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
2
ID = 8
C = 0,25
P
T
= 1 in square
n = 2 in
APP C-63
5. Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Shell (campuran) Tube (steam)
as =
144 nxPTx
IDSxCxB
= 0,1840 ft
2
Gs =
as
m
= 5052,519054 lb/jam ft
2
Pada Tc = 354,83
O
F
didapat
= 7,74 lb/hr.ft
(Kern,fig 14)
de = 0,0792 ft
Nres =

dexGs
= 51,700195
JH = 23 (Kern,fig 28)
Ho=JH
(

k
xc
de
k
3 / 1
xQs
K = 0,102 (Kern, table 5)
C = 1,002 btu/lb
O
F(Kern, figur 3)
Qs = 1 , sg = 1
Ho = 100,82275 Btu/jam
O
F ft
at =
144
'
nx
Ntxa
= 0,0784 ft
2
Gt =
at
m
= 11857,95288 lb/jam ft
2
Pada tc = 131
O
F didapat
=1,524 lb/hr.ft
(Kern,fig 14)
di = 0,0402 ft (Kern,table 10)
Nret =

dixGt
= 312,788521
JH = 6,2 (Kern,fig 24)
Hi = JH
(

k
xc
di
k
3 / 1
xQt
k = 0,365 (Kern, table 5)
c = 1,00654 btu/lb
O
F
Qt = 1 , sg = 1
Hi = 90,84349
Hio= hi x (ID/OD) = 58,38208
Uc =
hio ho
hoxhio
+
= 36,97276 Btu/hr
O
F ft2
Rd =
D
D
UcxU
U Uc
= 3,444332
Rd tetapan = 0,002
Harga Rd > Rd tetapan, maka memenuhi.
APP C-64
6. Evaluasi Pressure Drop ( AP)
Evaluasi Pressure Drop ( A P)
Bagian Shell Bagian Tube
NRes = 51,700195
F = 0,0046( Kern,figur 29 hal 839)
Sg = 0,0012
APs =
Sg de x
N IDS Gs f
. ) 10 22 , 5 (
) 1 ( . .
10
2
+
= 1,4465 psi
1,4465 < 10 psi (memenuhi)
NRet = 312,788521
F = 0,0028 ( Kern,figur 26 hal
836)
Sg = 0,0012
A
Pt =
Sg di x
L n Gt f
. ) 10 22 , 5 (
. . .
10
2
= 2,0951 psi
2,0951 < 10 psi (memenuhi)
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memanaskan minyak sebelum masuk deodorizer tank
Type : Shell and tube
Kapasitas : 778,74548 lb/jam Dimensi:
Bagian Shell
as : 0,1840 ft
2
Gs : 5052,519054 lb/jam ft
2
Nres : 51,700195
A
Ps : 1,4465 psi
Ho : 100,82275
Bagian Tube
at : 0,0784 ft
2
Gt : 11857,95288 lb/jam ft
2
APP C-65
NRet : 312,788521
APt : 2,0951 psi
Hio : 58,38208
23. Pompa Hidrogenasi (L-136)
Fungsi: Mengalirkan minyak dari tangki cooler ke filter press
Kapasitas bahan = 353,2396 kg/jam = 778,75202 lb/jam
bahan = 56,704 lb/cuft
bahan = 60,493 lb/ft.jam = 24,997 cps
Perhitungan:
a. Menghitung rate volumetrik
Rate volumetric, Q =
60 704 , 56
75202 , 778
x
= 0,228894 ft/menit = 0,0038 ft/dtk
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch. 40
Dari Kern, table 11 hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,50 in
A = 0,0060 ft
2
b. Menghitung laju fluida dalam pipa
V =
" a
Q
=
006 , 0
0038 , 0
= 0,6367 ft/det
c. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
0168 , 0
704 , 56 6367 , 0 087 , 0 x x
= 186,9642 < 2100
APP C-66
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
f =
Nre
16
=
9642 , 186
16
= 0,0856
Taksiran panjang pipa lurus = 60 ft
Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve dan
vitting
Valve-vitting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1 x 7 x 0,087 0,609
4 std elbow 4 4 x 32 x 0,087 26,100
1 globe 1 1 x 300 x 0,087 11,136
Total = 37,845 ft
Panjang total, L = 60 + 37,845 = 97,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 6367 , 0 ( 845 , 97 0856 , 0
2
x x
x x
= 0,6065 ft.lbf/lbm
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6367 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

0168 , 0
0
+ 0,6065
APP C-67
= 20,6128 ft.lbf/lbm
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
704 , 56 0038 , 0 6128 , 20 x x
= 0,0081 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0081 , 0
= 0,027 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
027 , 0
= 0,0338 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompa hidrogenasi
Fungsi : Mengalirkan minyak dari cooler ke filter press
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in Sch. 40
di : 1,049 in
do : 1,50 in
Jumlah : 1 buah
APP C-68
24. Filter Press (H-137)
Fungsi : Memisahkan katalis Ni dari minyak
Type : Plate and frame
Kapasitas bahan = 353,2390 kg/jam = 778,750699 lb/jam
minyak = 58 lb/cuft
Asumsi waktu operasi = 1 jam
Perhitungan:
Volume minyak =

m
=
58
750699 , 778
= 13,5718 cuft/jam
Dari Perry ed
5th
edition, hal 19-69 didapat:
Digunakan type plate and frame dengan ukuran nominal:
Nominal size :291 in
Luas : 1,9 ft
2
Tebal plate :1,5 in
Kapasitas plate and frame : 0,29 cuft/in
Jumlah liquida yang harus disaring per jam =
5 , 1 24 1
5718 , 13
x x
= 0,37699 cuft
Banyaknya plate and frame =
5 , 1 29 , 0 1
37699 , 0
x x
= 0,8666 = 1 buah
Panjang filter press = 1,5 x 1 = 1,5 in = 0,125 ft
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Filter press
Fungsi : Memisahkan katalis Ni dari minyak
Type : Plate and frame
APP C-69
Jumlah : 1 buah
Volume minyak : 13,5718 cuft/jam
Nominal size : 291 in
Luas : 1,9 ft
2
Tebal plate :1,5 in
25. Tangki Penampung (F- 138)
Fungsi : Menampung minyak yang keluaar dari filter press
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
bahan = 58 lb/cuft
Kapasitas bahan = 353,2390 kg/jam = 778,750699 lb/jam
Rate volumetrik, V
1
=
58
750699 , 778
= 13,42674 cuft
Volume tangki ,V = 0,2 lebih besar dari V
1
= 16,112088 cuft
Menentukan Diameter Tangki
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
x H
16,112088 = 0,785x D
2
x 2D
D = 1,562324 ft = 18,74789 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 18,74789 -6 = 12,74789 in = 1,06232 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc- [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 1,63511 ft = 19,62132 in
APP C-70
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 10,90842 ft
2
= 130,90104 in
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
(3 Rc - Hd) = 4,35645 cuft = 52,2774 in
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 7,39919 cuft = 88,79028 in
Tinggi silinder, Hs = Vs / (0,785 x D
2
) = 3,861645 ft = 46,33974 in
Vol liquida dalam silinder, Vls = V
1
- Vd = 9,07029 ft = 108,84348 in
Tinggi liquida dalam silinder, HL = Vls /(0,785 x D
2
) = 4,73379 ft = 56,8548 in
Tinggi total liquida, Z = HL + Hd = 6,3689 ft = 76,4268 in
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik = (HL/144) x liquida
= (4,73379 /144) 58 = 1,90667 psi
P design = 14,7 + 1,90667 = 16,60667 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 16,96313 x 1,5 = 24,910005 psi
Menentukan tebal dinding bejana dengan Code Asme SA 285 grade M type 316
didapat: F = 18750
Jenis pengelasan = double welded butt joint
E = 0,8 ; C = 1/6 in
W = 1,8 Rc = 0,06 (Van Nessa, hal 187)
Ts =
P E F
R P
. 6 , 0 .
.

+ C (Brownell & Young, hal 275)


= 0,064 in
t < 5/8, maka type sambungan memenuhi.
Diambil tebal shell = 5/16
APP C-71
Tebal Head Bawah
Td =
) . 6 , 0 . 2
. .
P E F
W Rc P

+ C (Brownell & Young, hal 275)


= 0,063 in
Diambil tebal dishead = 3/16 in = 0,3125 in
Tinggi total bejana = Hs + 2.hd + 2.Td = 7,25787 ft = 87,09444 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung minyak yang keluaar dari filter press
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
Kapasitas bahan : 778,750699 lb/jam
Dimensi:
Diameter : 1,562324 ft
Tinggi dishead : 1,63511 ft
Luas dishead : 10,90842 ft
2
Volume dishead : 4,35645 cuft
Volume silinder : 7,39919 cuft
Tinggi silinder : 3,861645 ft
Vol liquida dalam silinder : 9,07029 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 4,73379 ft
Tinggi total liquida : 6,3689 ft
Tinggi total bejana : 7,25787 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
APP C-72
Tebal tutup bawah :3/16 in
26. Pompa (L-143)
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki penampung hidrogenasi ke cooler
Type : Pompa sentrifugal
Bahan : Commercial steel
Kapasitas bahan = 353,0532 kg/jam = 778,341085 lb/jam
bahan = 56,422 lb/cuft
bahan = 0,067224 lb/ft dtk
Perhitungan:
a. Menghitung rate aliran
Rate volumetric, Q =
60 422 , 56
341085 , 778
x
= 0,22992 ft/menit = 0,0038 ft/dtk
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch. 40
Dari Kern, table 11 hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,50 in
A = 0,0060 ft
2
b. Menghitung laju fluida dalam pipa
V =
" a
Q
=
006 , 0
0038 , 0
= 0,6367 ft/det
c. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
067224 , 0
422 , 56 6367 , 0 087 , 0 x x
= 46,4919 < 2100
APP C-73
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
f =
Nre
16
=
4919 , 46
16
= 0,3441
Taksiran panjang pipa lurus = 40 ft
Panjang ekivalen dari hambatan (Tabel 1, Peter & Timmerhause) untuk valve dan
vitting
Valve-vitting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 gate valve 1 1 x 7 x 0,087 0,609
4 std elbow 4 4 x 32 x 0,087 26,100
1 globe 1 1 x 300 x 0,087 11,136
Total = 37,845 ft
Panjang total, L = 40 + 37,845 = 77,845 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 6367 , 0 ( 845 , 77 3441 , 0
2
x x
x x
= 1,9398 ft.lbf/lbm
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan bernouli,
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 6367 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

067224 , 0
0
+ 1,9398
APP C-74
= 21,9461 ft.lbf/lbm
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
422 , 56 0038 , 0 9461 , 21 x x
= 0,0086 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0086 , 0
= 0,0285 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0285 , 0
= 0,0356 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompatangki penampung
Fungsi : Mengalirkan minyak dari tangki penampung hidrogenasi ke cooler
Kapasitas : 778,341085 lb/jam
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in Sch. 40
di : 1,049 in
do : 1,50 in
Jumlah : 1 buah
APP C-75
27. Heater (E-139)
Fungsi: Memanaskan minyak sebelum masuk deodorizer
Kondisi operasi:
Suhu minyak masuk, t
1
= 60
O
C = 140
O
F
Suhu minyak keluar, t
2
= 230
O
C = 446
O
F
Sebagai pemanas digunakan steam dengan:
Suhu masuk, T
1
= 250
O
C = 482
O
F
Suhu keluar, T
2
= 250
O
C = 482
O
F
minyak = 58 lb/cuft
Foulling factor = Rd = 0,002 (Kern hal, 854)
Dari neraca massa dan panas diperoleh:
Rate minyak (m) = 353,0532 kg/jam = 778,341085 lb/jam
Rate air = 104,6653 kg/jam = 230,7451204 lb/jam
Q = 42930,3051 kkal/jam = 170358,3536 Btu/jam
Bagian tube:
OD, BWG = 0,75 in, 10 BWG
Pitch = 1 in square pitch
Panjang tube, L = 8 ft
Dari Kern, tabel 10, hal 843, dipeoleh:
at = 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
3
ID = 0,482 in = 0,04016 ft
APP C-76
T
1
= 482
O
F
t
1
=140
O
F t
2
= 446
O
F
T
2
= 482
O
F
1. Neraca panas total
Entalpi minyak masuk = 9392,1791 kkal/jam
Entalpi air masuk = 52322,4848 kkal/jam
2. Arah Aliran Counter Current
Untuk aliran counter current
t
1
= T
1
t
2
= 36
O
F
At
2
= T
2
t
1
= 342
O
F
AT
LMTD
=
1 2
1 2
ln t t
t t
A A
A A
= 135,9
O
F
R =
2 1
2 1
t t
T T

= 0
S =
2 1
1 2
t T
t t

= 0,89474
Sehingga diperoleh type HE 1-2 dan F
T
= 1(Kern, fig hal 824)
At = F
T
x AT
LMTD
= 1 x 135,9 = 135,9
O
F
3. Temperatur Kalorik
Tc = (T1 + T2) = 482
O
F
tc = (t1 + t2) = 293
O
F
APP C-77
4. Trial U
D
Harga U
D
untuk heater dengan media panas berupa steam dan media dingin
minyak adalah 1-10 BTU/jam ft2
O
F (Kern, tabel 8 hal 840).
Trial harga U
D
= 6 Btu/jam ft
2 O
F
A =
) ( t UDx
Q
A
=
) 9219 , 135 6 (
3536 , 170358
x
= 208,892452 ft
2
Dari Kern, tabel 10 hal 843, umtuk pipa OD BWG 10 didapat harga a =
0,1963 ft2.
Jumlah tube (Nt) =
) " ( xL a
A
=
8 9163 , 0
892452 , 208
x
= 133,01863 = 133 buah
Nt standart = 150
U
D
koreksi =
dart NtS
Nt
tan
x U
D
Trial = 5,3207 BTU/jam ft2
O
F (memenuhi)
Dari Kern, tabel 9 hal 843,didapat:
Nt = 26; ID = 8; Nt = 2
Sehingga:
A baru = Nt x a x L = 40,8304 ft
2
Kesimpulan sementara perancangan:
Type: HE: 1-2
Bagian Shell:
B = 1,6; N + 1 = 60 ; n = 1; IDS = 15
APP C-78
Bagian tube:
OD, BWG = in, 10BWG
L = 12 ft
a= 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
2
ID = 8
P
T
= 1 in square
n = 2 in
5. Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Shell (campuran) Tube (steam)
as =
144 nxPTx
IDSxCxB
= 0,0424 ft
2
Gs =
as
m
= 5442,101896 lb/jam ft
2
Pada Tc = 293
O
F didapat
= 5,929 lb/hr.ft
(Kern,fig 14)
de = 0,0792 ft
Nres =

dexGs
= 72,51241
JH = 7,9 (Kern,fig 28)
Ho = JH
(

k
xc
de
k
3 / 1
xQs
k =0,66 (Kern, table 5)
c = 1,002 btu/lb
O
F
Qs =1 , sg = 1
Ho= 137,29 btu/jam
O
F ft
at =
144
'
nx
Ntxa
= 0,0164 ft
2
Gt =
at
m
= 14069,82441 lb/jam ft
2
Pada tc = 480
O
F didapat
= 0,044 lb/hr.ft lb/jam ft
(Kern,fig 14)
di = 0,0402 ft (Kern,table 10)
Nret =

dixGt
= 12854,70321
JH = 36 (Kern,fig 24)
Hi = JH
(

k
xc
di
k
3 / 1
xQt
k = 0,102 (Kern, table 5)
c = 0,514 btu/lb
O
F
Qt = 1 , sg = 1
Hio= hi x (ID/OD) = 214,824
APP C-79
Uc =
hio ho
hoxhio
+
= 83,7603 Btu/hr
O
F ft2
Rd =
D
D
UcxU
U Uc
= 0,1760
Rd tetapan = 0,002
Harga Rd > Rd tetapan, maka memenuhi.
6. Evaluasi Pressure Drop ( AP)
Evaluasi Pressure Drop ( A P)
Bagian Shell (campuran) Bagian Tube (steam)
NRes = 72,51241
F = 0,0046( Kern,figur 29 hal 839)
Sg = 1
APs =
Sg de x
N IDS Gs f
. ) 10 22 , 5 (
) 1 ( . .
10
2
+
= 0,3023 psi
0,3023 < 10 psi (memenuhi)
NRet = 12854,70321
F = 0,0003 ( Kern,figur 26 hal
836)
Sg = 1
APt =
Sg di x
L n Gt f
. ) 10 22 , 5 (
. . .
10
2
= 0,0045 psi
0,0045 < 10 psi (memenuhi)
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memanaskan minyak sebelum masuk deodorizer tank
Type : Shell and tube
Kapasitas : 778,341085 lb/jam Dimensi:
Bagian Shell
as : 0,0424 ft
2
APP C-80
Gs : 5442,101896 lb/jam ft
2
Nres : 72,51241
APs : 0,3023 psi
Ho : 137,29
Bagian Tube
at : 0,0164 ft
2
Gt : 14069,82441 lb/jam ft
2
NRet : 12854,70321
APt : 0,0045 psi
Hio : 214,824
29. Deodorizer Tank (R-140)
Fungsi: Untuk menghilangkan bau dan rasa pada minyak akibat proses
hidrogenasis
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Dasar perhitungan:
Kapasitas bahan = 370,7059 kg/jam = 817,25823 lb/jam
bahan = 52,99 lb/cuft
Rate volumetrik, V
1
=
99 , 52
25823 , 817
= 15,42288 cuft
Volume tangki ,V = 0,2lebih besar dari V
1
= 18,50746 cuft
APP C-81
Menentukan Diameter Tangki
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 . D
2
. H
18,50746 = 0,785 . D
2
. 2D
D = 4,11551 ft = 49,38617 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 43,38617 in = 3,61551 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,64271 ft = 7,71249 in
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 14,59299 ft
2
Volume dishead, Vd = 1,05 x. Hd
2
(3 Rc - Hd) = 4,42570 cuft
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 9,65606 cuft
Tinggi silinder, Hs = Vs /(0,785 x D
2
) = 0,72624 ft = 8,71493 in
Vol liquida dalam silinder, Vls = V
1
- Vd = 10,99718 ft
Tinggi liquida dalam silinder, HL = Vls / (0,785 x D
2
) = 0,82711 ft
Tinggi total liquida, Z = HL + Hd = 1,46982 ft = 17,63784 in
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik = (HL/144) x liquida
= (0,82711/144) 52,99 = 0,30436 psi
P design = 14,7 + 0,30436 = 15,00436 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya
P design = 22,50654 psi
APP C-82
Menentukan tebal dinding bejana dengan Code ASME SA 285 grade M type 316
didapat: F = 12500
Bahan kontruksi carbon steel
Jenis pengelasan = double welded butt joint
E = 0,8 ; C = 1/8 in
W = 1,8 ; Rc = 0,06 (Van Nessa, hal 187)
Ts =
P E F
di P
. 6 , 0 .
.

+ C (Brownell & Young, hal 275)


= 0,1296 in
t < 5/8, maka type sambungan memenuhi.
Diambil tebal shell = 3/16
Tebal Head Bawah
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik = (HL/144) x liquida
= (0,82711/144) 52,99 = 0,30436 psi
P design = 14,7 + 0,30436 = 15,00436 psi
Td =
) . 6 , 0 . ( 2
. .
P E F
W Rc P

+ C (Brownell & Young, hal 275)


= 0,1250 in
Diambil tebal dishead = 3/16 in = 0,3125 in
Tinggi total bejana = Hs + 2.hd + 2.Td = 2,26166 ft = 27,13992 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi: Untuk menghilangkan bau dan rasa pada minyak akibat proses
hidrogenasi
APP C-83
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan kontruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 buah
Kapasitas bahan : 817,25823 lb/jam
Dimensi:
Diameter : 4,11551 ft
Tinggi dishead : 0,64271 ft
Luas dishead : 14,59299 ft
2
Volume dishead : 4,42570 cuft
Volume silinder : 9,65606 cuft
Tinggi silinder : 0,72624 ft
Vol liquida dalam silinder : 10,99718 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 0,82711 ft
Tinggi total liquida : 1,46982 ft
Tinggi total bejana : 2,26166 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
30. Barometrik Condensor (E-141)
Fungsi : Mengembunkan uap yang keluar dari deodorizer tank
Type : Direct control counter current
Bahan kontruksi : Stainless steel
Kapasitas : 17,6527 kg/jam = 38,91714 lb/jam
APP C-84
Entalphi uap : 55845,3120 kkal/jam
Suhu air masuk : 86
O
F
Suhu air keluar : 113
O
F
air : 993,328 kg/m
3
Jumlah air pendingin yang dibutuhkan:
jumlahUap
JumlahAir
-
) (
1 2
T T
p EntalphiUa

= (T
2
32) (Perry, hal 11 34)
Jumlah air = 33,1224 per jam
Rate air pendingin = 33,1224 / 993,328
= 0,033345 m
3
/jam
= 0,80028 m
3
/hari
Dari tabel 65, hal 537, Bernadini untuk rate air pendingin:
Tinggi : 125 cm
Diameter : 25 cm
Diameter barometrik leg: 15 cm
Panjang barometrik leg : 125 cm
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Untuk mengembunkan uap yang keluar dari deodorizer tank
Type : Direct control counter current
Bahan kontruksi : Stainless steel
Tinggi : 125 cm
Diameter : 25 cm
Diameter barometrik leg : 15 cm
APP C-85
Panjang barometrik leg : 125 cm
Jumlah : 1 buah
31. Jet Ejector (G-142)
Fungsi : Menvakumkan deodorizer tank
Type : Single stage jet dengan steam
Diperkirakan uap yang tidak terkondensasi didalam barometrik kondensor 20%
Tekanan masuk = 2 mmHg.
Rate uap:
Tekanan yang harus dipertahankan = 0,193 psi = 10 mmHg
Tekanan masuk pada ejector = 10 2 = 8 mmHg = 0,155 psi
Dari liquida voil, figur 6-9 untuk tekanan masuk 8 mmHg digunakan steam
ejektor.
Wv = (Mv / Mud) x ( v / d )
Dimana:
Mv = BM uap air = 18
BM udara = (18 x 0,193) / (29 x 0,155
= 0,776 lb uap air /lb udara
Dari Ludwing vol 1, tabel 6-4, udara kering pada 70
O
F = 6 cuft/menit
Ekivalen Vd = 6 cuft/menit x 60 menit/jam x udara 70
O
F
= 27 lb/jam
Jadi banyaknya air = 27 x 0,776
= 20,947 lb uap air per jam
APP C-86
Kebocoran udara = 10 lb/jam (Ludwing vol 1, hal 203)
Total campuran masuk jet ejector = 27 x 20,948/10
= 57,948 lb/jam
Untuk design (20%) = 1,2 x 57,948
= 69,538 lb/jam
Kebutuhan steam:
Ws 90 = 550 lb/jam (Ludwing vol 1, figur 6-264)
Digunakan steam tekanan 76,105 psi, diperoleh:
F = 1,2 (Ludwing vol 1, figur 6-263)
Ws = Ws 90 x F = 550 x 1,2
= 660 lb/jam
Ukuran ejector:
Diameter pemasukan (section), D
1
= 2 x (Wa
1
/ P
1
)
0,48
Dimana:
Wa
1
= Kapasitas design ejector lb/jam
P
1
= Tekanan bagian masuk, mmHg
Didapat: D
1
= 2 x (69,538 / 10)
0,48
= 5,073 in
Diameter bagian luar (Discharge)
D
2
= 3/4 x D
1
= x 5,073 = 3,805 in
Panjang, L = 9 x D
1
= 9 x 5,073 = 45,657 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menvakumkan deodorizer tank
Type : Single stage jet dengan steam
APP C-87
Bahan kontruksi : Stainless steel
Dimensi:
D
1
= 5,073 in
D
2
= 3,805 in
L = 45,657 in
Kebutuhan steam : 660 lb/jam
Jumlah : 1 buah
32. Cooler (E-144)
Fungsi: Mendinginkan minyak yang keluar dari deodorizer
Kondisi operasi:
Suhu minyak masuk, T
1
= 220
O
C = 428
O
F
Suhu minyak keluar, T
2
= 80
O
C = 176
O
F
Sebagai pendingin digunakan dowterm dengan:
Suhu masuk, t
1
= 30
O
C = 86
O
F
Suhu keluar, t
2
= 50
O
C = 122
O
F
minyak = 52,99 lb/cuft
Foulling factor = Rd = 0,002 (Kern hal, 854)
Bagian tube:
OD, BWG = in, 10BWG
Pitch = 1 in square pitch
Panjang tube, L = 8 ft
Dari Kern, tabel 10 hal 843:
APP C-88
At = 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
2
ID = 0,482 in = 0,04016 ft
T
1
= 428
O
F
t
1
= 86
O
F t
2
= 122
O
F
T
2
= 176
O
F
1. Neraca massa dan Panas
Dari App B didapat:
Rate liquida = 352,3471 kg/jam = 776,78442 lb/jam
Q pendingin = 38828,6504 kg/jam = 154081,946 Btu/jam
Massa air yang dibutuhkan (m) = 267,7838 kg/jam = 590,35617 lb/jams
2. Arah Aliran Counter Current
t
1
= T
1
t
2
= 428 122 = 306
O
F
At
2
= T
2
t
1
= 176 86 = 90
O
F
T
LMTD
=
1 2
1 2
/ ln t t
t t
A A
A A
=
306 / 90 ln
306 90
= 176,50297
O
F
R =
1 2
2 1
t t
T T

=
86 122
176 428

= 7
O
F
S =
1 1
1 2
t T
t t

=
86 428
86 122

= 0,1053
O
F
Sehingga diperoleh type HE 1-2 dan F
T
= 1 (Kern, Fig 18 hal 824)
At = F
T
x T
LMTD
= 176,50297
O
F
APP C-89
3. Temperatur Kalorik
Tc = (T1 + T2) = (428 + 176) = 302
O
F
tc = (t1 + t2) = (122 + 86) = 104
O
F
4. Trial U
D
Harga U
D
untuk cooler dengan media panas berupa minyak dan media dingin air
adalah 1-10 BTU/jam ft
2O
F (Kern, tabel 8 hal 840).
Trial harga U
D
= 10 BTU/jam ft
2O
F
A =
) ( t UDx
Q
A
=
) 50297 , 176 10 (
946 , 154081
x
= 87,29708 ft
2
Dari Kern, tabel 10 hal 843, umtuk pipa OD BWG 10 didapat:
a = 0,1963 ft2.
Jumlah tube (Nt) =
) " ( xL a
A
=
8 9163 , 0
29708 , 87
x
= 55,58907
Nt standart = 124
U
D
koreksi =
dart NtS
Nt
tan
x U
D
Trial
= 4,48299 BTU/jam ft
2O
F (memenuhi)
Dari Kern, tabel 9 hal 843,didapat:
Nt = 26; ID = 8; Nt = 2
Sehingga:
A baru = Nt x a x L = 40,8304 ft
2
Kesimpulan sementara perancangan:
Type: HE: 1-2
APP C-90
Bagian Shell:
B = 6,4; N + 1 = 7,5 ; n = 1
Bagian tube:
IDS = 13
OD, BWG = in, 10BWG
L = 12 ft
a= 0,182 in
2
= 0,00126 ft
2
a = 0,1963 ft
2
ID = 18
C = 0,25
P
T
= 1 in square
n = 2 in
5. Evaluasi Perpindahan Panas (Rd)
Evaluasi Perpindahan Panas (Rd) ]
Shell (campuran) Tube (steam)
as =
144 nxPTx
IDSxCxB
= 0,1472 ft
2
Gs =
as
m
= 4010,57181 lb/jam ft
2
Pada Tc = 302
O
F didapat
= 5,082 lb/hr.ft
(Kern,fig 14)
De = 0,0792 ft
Nres =

dexGs
= 62,50242
JH = 33 (Kern,fig 28)
at =
144
'
nx
Ntxa
= 0,0351 ft
2
Gt =
at
m
= 16819,2641 lb/jam ft
2
Pada tc = 104
O
F didapat
=1,352 lb/hr.ft lb/jam ft
(Kern,fig 14)
Di = 0,0401 ft (Kern,table 10)
Nret =

dixGt
= 498,85539
JH = 23 (Kern,fig 24)
APP C-91
Ho = JH
(

k
xc
de
k
3 / 1
xQs
k = 0,102 (Kern, table 5)
c = 0,555 btu/lb
O
F
Qs = 1;sg = 1
Ho= 128,8436 Btu/jam
O
F ft
Hi = JH
(

k
xc
di
k
3 / 1
xQt
k = 0,365 (Kern, table 5)
c = 1,00651 btu/lb
O
F
Qt = 1;sg = 1
Hio= hi x (ID/OD) = 208,62258
Btu/jam
O
F ft
Uc =
hio ho
hoxhio
+
= 79,6515 Btu/hr
O
F ft2
Rd =
D
D
UcxU
U Uc
= 0,21051
Rd tetapan = 0,002
Harga Rd > Rd tetapan, maka memenuhi
6. Evaluasi Pressure Drop ( AP)
Evaluasi Pressure Drop ( A P)
Bagian Shell Bagian Tube
NRes = 62,50242
F = 0,0024( Kern,figur 29 hal 839)
Sg = 0,0012
APs =
Sg de x
N IDS Gs f
. ) 10 22 , 5 (
) 1 ( . .
10
2
+
= 6,598 psi
6,598 < 10 psi (memenuhi)
NRet = 498,85539
F = 0,00032 ( Kern,figur 26 hal 836)
Sg = 0,02216
APt =
Sg di x
L n Gt f
. ) 10 22 , 5 (
. . .
10
2
= 0,468 psi
0,468 < 10 psi (memenuhi)
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Memanaskan minyak sebelum masuk deodorizer tank
Type : Shell and tube
Kapasitas : 776,78442 lb/jam
APP C-92
Dimensi:
Bagian Shell
as : 0,1472 ft
2
Gs : 4010,57181 lb/jam ft
2
Nres : 62,50242
APs : 6,598 psi
Ho : 128,8436
Bagian Tube
at : 0,0351 ft
2
Gt : 16819,2641 lb/jam ft
2
NRet : 498,85539
APt : 0,468 psi
Hio : 324,62019
33. Tangki Penampung (F-145)
Fungsi : Menampung minyak yang keluaar dari cooler
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
bahan = 58 lb/cuft
Kapasitas bahan = 352,3471 kg/jam = 776,78442 lb/jam
Menentukan Diameter Tangki
Volume bahan, V
1
=
58
78442 , 776
= 13,39283 cuft
Volume tangki ,V = 0,2 lebih besar dari V
1
= 16,071397 cuft
APP C-93
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
x H
16,071397 = 0,785 x 2D
3
D = 1,56159 ft = 18,73914 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 12,73914 in = 1,061595 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,60789 ft = 7,294699 in
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 4,05269 ft
2
= 48,63229 in
2
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
(3 Rc Hd) = 0,99985 ft = 11,99823 in
Volume silinder, Vs = V-(2 x Vd) = 14,071697 ft = 168,86036 in
Tinggi silinder, Hs = Vs / (0,785 x D
2
) = 7,35093 ft = 88,21116 in
Vol liquida dalam silinder, Vls = V1 - Vd = 12,39298 cuft = 148,71576 in
Tinggi liquida dalam silinder, HL = Vls / (0,785 x D
2
) = 6,47399 ft = 84,98256 in
Tinggi total liquida, Z = HL + Hd = 7,08188 ft = 84,98256 in
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x liquida =
144
47399 , 6
x 58 = 2,60758 psi
P design = 14,7 + 2,60758 = 17,30758 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 25,96137 psi
Menentukan tebal dinding bejana dengan Code ASME SA 285 grade M type 316
dipilih bahan kontruksi carbon steel:
APP C-94
F =18750 ;C = 1/16
Ts =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C
= 0,0638 in
0,0638 in < 5/8 in, maka type sambungan memenuhi.
Diambil tebal shell = 3/16 in = 0,1875 in
Menentukan tebal dishead head dengan Code Asme:
W = 1,8 ; untuk rc : Rc = 0,06 ( Vannessa, hal 187)
Td =
) . 6 , 0 . ( 2
. .
P E F
W Rc P

+ C
= 0,0625 in
Diambil tebal dishead = 3/16 in = 0,1875 in
Tinggi total bejana = Hs + 2.hd + 2.Td = 8,69171 ft = 104,30052 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung minyak yang keluaar dari cooler
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas bahan : 776,78442 lb/jam
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Dimensi:
Diameter : 1,56159 ft
Tinggi dishead : 0,60789 ft
Luas dishead : 4,05269 ft
2
Volume dishead : 0,99985 ft
APP C-95
Volume silinder : 14,071697 ft
Tinggi silinder : 7,35093 ft
Vol liquida dalam silinder : 12,39298 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 6,47399 ft
Tinggi total liquida : 7,08188 ft
Tinggi total bejana : 8,81505 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
34. Pompa (L-146)
Fungsi : Memompa bahan yang keluar dari tangki penampung ke tangki
emulsifier
Type : Pompa centrifugel
Bahan : Commercial steel
Rate, F = 370,7059 kg/jam = 817,25823 lb/jam
bahan = 46,855 lb/cuft
bahan = 0,0054 lb/ft.dtk
Rate volumetrik, QF =

F
=
855 , 46
25823 , 817
= 17,44228 cuft/jam
= 0,290705 cuft/menit = 0,00485 ft/dtk
Ditetapkan diameter nominal 1 in sch. 40
Dari Kern, table 11 hal 844
ID = 1,049 in = 0,087 ft
OD = 1,50 in
APP C-96
A = 0,0060 ft
2
b. Menghitung laju fluida dalam pipa
V =
" a
Q
=
006 , 0
00485 , 0
= 0,8083 ft/detk
c. Cek jenis aliran fluida
Nre =

Vx IDx.
=
0054 , 0
855 , 46 8083 , 0 087 , 0 x x
= 610,1744 < 2100
Jadi asumsi aliran laminar terpenuhi
Untuk Nre < 2100 (Peter & Timmerhause, 512)
f =
Nre
16
=
1744 , 610
16
= 0,0262
Taksiran panjang pipa lurus (L) = 16 ft
Panjang ekivalen dari hambatan(Lc), ( Tabel 1, Peter & Timmerhause)
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc (ft)
1 globe valve 1 1x300x0,03033 9,099
3 std elbow 3 3x35x0,03033 3,1847
Total 12,284
Panjang total, L = 16 + 12,284 = 28,285 ft
Friksi karena melalui pipa dan fitting
F =
xIDxgc
xV fxL
2
.
2
=
174 , 32 087 , 0 2
) 0803 , 0 ( 285 , 28 0262 , 0
2
x x
x x
= 0,00085 ft.lbf/lbm
d. Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
APP C-97
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ F + Ws = 0
Dimana:
Z = 20 ft, gc = 32,174, g= 32,174 P = 0, o =1
Ws =
(

174 , 32 1 2
) 0803 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+
(

0054 , 0
0
+ 0,00085
= 20,0009 lbf/lbm
e. Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WsxQx
=
550
855 , 46 00485 , 0 0009 , 20 x x
= 0,0083 Hp
Efisiensi pompa 30 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
BHP =
30 , 0
0083 , 0
= 0,0277 Hp
Efisiensi motor 80 % (Timmerhause gbr 14-37 hal 520)
Power motor =
80 , 0
0277 , 0
= 0,0346 Hp ~ 0,5 Hp
Diambil power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Nama alat : Pompatangki penampung
Fungsi : Memompa minyak dari tangki penampung ke tangki emulsifier
Type : Centrifugal pump
Bahan : Commercial steel
Power : 0,5 Hp
Ukuran : 1 in Sch. 40
di : 1,049 in
APP C-98
do : 1,50 in
jumlah : 1 buah
35. Emulsifier (M-150)
Fungsi : Mencampur minyak dengan bunbu-bumbu sehingga terbentuk emulsi.
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas bahan = 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
bahan = 57,73503 lb/ft3
Perhitungan:
Rate volumetrik, V
1
=
73503 , 57
75007 , 918
= 15,91322 cuft
Volume tangki, V = 0,2 lebih besar dari V
1
= 19,09586 cuft
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 . D
2
. H
19,09586 = 0,785 . 2D
3
D = 2,755 ft = 33,06177 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 27,05177 in = 2,25515 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,4696 ft = 5,6352 in
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 6,65063 ft
2
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
( 3 Rc Hd) = 1,4463 cuft
Volume silinder, Vs = V - (2 x Vd) = 16,20326 cuft
APP C-99
Tinggi silinder, Hs = Vs / (0,785 x D
2
) = 6,76314 ft
Vol liquida dalam silinder, Vls = V1 - Vd = 14,4859 cuft
Tinggi liquida dalam silinder, HL = Vls / (0,785 x D
2
) = 2,43127 ft
Tinggi total liquida, Z = HL + Hd = 2,9246 ft
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x liquida = 1,19263 psi
P design = 14,7 + 1,19263 = 15,29263 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 22,93894 psi
Menentukan tebal dinding bejana dengan Code Asme SA 285 grade M type 316
dipilih bahan kontruksi carbon steel:
F = 18750
C = 1/16
Ts =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C
= 0,0878 in
0,0878 < 5/8 in, maka type sambungan memenuhi.
Diambil tebal shell = 3/16 in = 0,1875 in
Menentukan tebal dishead head dengan Code Asme:
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x liquida = 1,19263 psi
APP C-100
P design = 14,7 + 1,19263 = 15,68447 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 22,93894 psi
W = 1,8 ; untuk rc : Rc = 0,06 (Vannessa, hal 187)
Td =
) . 6 , 0 . ( 2
. .
P E F
W Rc P

+ C
= 0,06259 in
Diambil tebal dishead = 3/16 in = 0,1875 in
Tinggi total bejana = Hs + 2.hd + 2.Td = 7,82752 ft
Perencanaan pengaduk:
= 24,208 cp = 0,00672 lb/ft.j
= 59,73503 lb/ cuft
Digunakan Impeller jenis turbin dengan 4 buah plate tanpa baffle, dari fig. 9-9 Mc
Cabe ed. 4, diperoleh:
D impeller = 1/3 x D shell = 1/3 x 2,755 = 0,9174 ft
Lebar blade = 0,2 x D impeller = 0,2 x 0,9174 = 0,18348 ft
Panjang blade = 0,25 x D impeller = 0,25 x 0,9174 = 0,22935 ft
Dari fig. 9-13 Mc Cabe ed. 4, diambil kecepatan putar, N = 120 rpm = 2 rps
Nre =

. .
2
D N
= 102,52727
Dari persamaan 9-19, m = (a log NRe / b)
Dari tabel: a = 1; b = 40; m = (1 0,46114) / 40 = -0,03653
Froude number, Nfr =
g
xDa N
2
= 0,09423
APP C-101
Dari fig. 9-12 Mc Cabe, diperoleh: Np = 1,3 ft.lbf/s
Np koreksi = Np x Nfr = 0,22499
Dari persamaan 9-20, diperoleh:
P =
gc
x Da x NpxN
5 3
.
= 0,45501 lb ft/s = 0,0003 Hp
Gland losses = 10%, power input = 10% x P
1
Transmission system losses = 20% x P
1
Total power input yang diperlukan:
P
1
= 0,0003 + (0,1 x P
1
) + (0,2 x P
1
)
P
1
= 0,0012 Hp
Dipakai motor dengan daya 0,25 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Mencampur minyak dengan bumbu-bumbu sehingga terbentuk emulsi
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas bahan = 918,75007 lb/jam
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Dimensi:
Diameter : 2,755 ft
Tinggi dishead : 0,4696 ft
Luas dishead : 6,65063 ft
2
Volume dishead : 1,4463 cuft
Volume silinder : 16,20326 cuft
Tinggi silinder : 6,76314 ft
APP C-102
Vol liquida dalam silinder : 14,4859 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 2,43127 ft
Tinggi total liquida : 2,9246 ft
Tinggi total bejana : 7,82752 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Perlengkapan pengaduk:
Jenis : Six blade plate disk turbine
Bahan kontruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
Diameter : 0,9174 ft
Kecepatan pengaduk : 120 rpm
Power : 0,25 Hp
Bahan kontruksi : Stainless steel
36. Tangki Bumbu Fase Air (F-151)
Fungsi : Menyimpan bumbu fase cair
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas bahan : 44,9375 kg/jam = 99,069213 lb/jam
bahan : 73,652 lb/cuft
Menentukan Diameter Tangki
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=
652 , 73
069213 , 99
= 1,3451 cuft
APP C-103
Volume tangki ,V = 0,2 lebih besar dari V
1
= 1,61412 cuft
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 . D
2
. H
1,61412 = 0,785x2D
3
D = 1,36336 ft = 16,36037 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 10,36037 in = 0,86336 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,29786 ft = 3,57432 in
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
(3 Rc - Hd) = 0,00166 cuft = 0,019912 in
Volume silinder, Vs = V- (2 x Vd) = 1,6108 ft = 19,3296 in
Conical bottom:
Sudut conical, A = 60 (Van Nessa, hal 185)
Nozzle outlet, m = 4 in = 0,333 ft
Tinggi conical, Hc = (Tg A) x (D - m)/2 = 0,89229 ft = 10,70750 in
Volume tutup bawah, Vc = 0,262 x Hc x (D
2
+Dm+m
2
) = 0,56659 ft = 6,79918 in
Tinggi shell, Hs = (4 x vol.shell ) / x D
2
= 1,10395 ft = 13,24744 in
Volume liquid dalam silinder, Vls = V1-Vd = 1,34344 ft = 16,12128 in
Tinggi total liquida dalam shell, HL = 4 x (Vls-Vc) / x D
2
= 1,81363 ft
= 21,76352 in
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
APP C-104
P hidrostatik =
144
HL
x = 0,92762 psi
P design = 14,7 + 0,92762 = 15,62762 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 23,44143 psi
Menentukan tebal dinding dengan Code ASME SA 285 Grade B (Brownell &
Young, hal 254), dipilih bahan kontruksi carbon steel. F = 12500
Type sambungan single welded but joint
Efisiensi sambungan, E = 0,8
Faktor korosi, C = 1/8 in
Ts =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C
= 0,1266 in
Diambil tebal shell = 3/16 in
Tebal head bawah:
P operasi =1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 0,92762 psi
P design = 14,7 + 0,92762 = 15,62762 psi
Td =
) .. 6 , 0 . ( 2 P E F CosA
PxD

+ C
= 0,1271 in
Diambil tebal head = 3/16 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung bumbu fase cair
APP C-105
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Kapasitas bahan : 99,069213 lb/jam
Dimensi:
Diameter : 1,36336 ft
Tinggi dishead : 0,29786 ft
Volume dishead : 0,00166 cuft
Volume silinder : 1,6108 ft
Tinggi silinder : 1,10395 ft
Vol liquida dalam silinder : 1,34344 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 1,81363 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
37. Tangki Bumbu Fase Minyak (F 152)
Fungsi : Menyimpan bumbu fase minyak
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas bahan : 19,3821 kg/jam = 42,72978 lb/jam
bahan = 57,808 lb/cuft
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=
808 , 57
72978 , 42
= 0,73917 cuft
Volume tangki ,V = 0,2 lebih besar dari V
1
APP C-106
= 0,887004 cuft
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 x D
2
xH
0,887004 = 0,785 x 2D
3
D = 1,11671 ft = 13,40056 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 7,40056 in = 0,61713 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,35428 ft = 4,25137 in
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
(3 Rc - Hd) = 0,06990 cuft = 0,83881 in
Conical bottom:
Sudut conical, A = 60 (Van Nessa, hal 185)
Nozzle outlet, m = 4 in = 0,333 ft
Tinggi conical, Hc = (Tg A) x (D - m) / 2 = 0,67869 ft = 8,14431 in
Volume tutup bawah, Vc = 0,262 x Hc x (D
2
+Dm+m
2
) = 0,305224 ft = 3,66286 in
Volume silinder, Vs = V1 - ( 2 x Vd) = 0,747204 ft = 8,96645 in
Volume liquid dalam silinder, Vls = V1 - Vd = 0,66927 ft = 8,03124 in
Tinggi shell, Hs = (4 x vol.shell ) / . D
2
= 0,76329 ft
Tinggi total liquida di dalam shell, Hl = 4(vol.Liquida - Vol.head bawah) / x D
2
= 0,570174 ft = 6,84209 in
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 0,22889 psi
APP C-107
P design = 14,7 + 0,22889 = 14,92889 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya:
P design = 22,39334 psi
Menentukan tebal dinding dengan Code ASME SA 285 Grade B (Brownell &
Young, hal 254), dipilih bahan kontruksi carbon steel., F = 12500
Type sambungan single welded but joint
Efisiensi sambungan, E = 0,8 Faktor korosi, C = 1/8 in
Ts =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C
= 0,126 in
Diambil tebal shell = 3/16 in
Tebal head bawah:
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 0,22889 psi
P design = 14,7 + 0,22889 = 14,92889 psi
Td =
) . 6 , 0 . ( 2 P E F CosA
PxD

+ C
= 0,127 in
Diambil tebal head = 3/16 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung bumbu fase minyak
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas : 42,72978 lb/jam
APP C-108
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buahs
Dimensi:
Diameter : 1,11671 ft
Tinggi dishead : 0,35428 ft
Volume dishead : 0,06990 cuft
Volume silinder : 0,747204 ft
Tinggi silinder : 0,76329 ft
Vol liquida dalam silinder : 0,66927 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 0,570174 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
38. Tangki Penyuplay Votator ( F-153)
Fungsi : Menampung margarin dari emulsifier untuk disuplay ke votator
Margarine masuk : 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
margarine : 46,855 lb/cuft
Menentukan Diameter Tangki
Volume bahan masuk = 19,60837 lb/cuft
Waktu tinggal = 3 jam,
Sehingga volume bahan masuk = 58,82574 cuft
Direncanakan ruang kosong dalam tangki 15%
Volume tangki = 69,19345 cuft
APP C-109
Tutup atas berbentuk dishead head
Tutup bawah berbentuk conical.
Asumsi: H = 1,5 D
Volume tangki = {( / 4 ) x D
2
x H = 1,5 x ( / 4 ) x D}
D
3
= 58,76301
D = 3,88778 ft = 46,65336 in
H = 1,5 D = 5,83167 ft
Crown radius, Rc = D - 6 = 46,6533 - 6 = 40,6536 in = 3,38778 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,61319 ft
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
(3Rc - Hd) = 6,14886 cuft
Volume shell, Vs = Vol tangki (2 x Vd) = 56,89568 cuft
Tinggi shell, Hs = (4 x vol.shell ) / x D
2
= 4,7951993 ft
Tinggi conical, Hc = (Tg A) x (D - m) / 2 = 3,07853 ft
Volume tutup bawah, Vc = 0,262 x Hc x (D
2
+ Dm + m
2
) = 13,2232 ft
Tinggi total liquida di dalam shell, Hl = 4 x (Vls - Vc) / . D
2
= 4,63914 ft
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 1,50949 psi
P design = 14,7 + 1,50949 = 16,20949 psi
Menentukan tebal dinding dengan Code ASME SA Grade B (Brownell & Young,
hal 254), dipilih bahan kontruksi carbon steel, F = 12500
Type sambungan single welded but joint
Efisiensi sambungan, E = 0,8; Faktor korosi, C = 1/8 in
APP C-110
Ts =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C
= 0,16285 in
Diambil tebal shell = 3/16 in
Tebal head bawah:
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 1,50949 psi
Untuk keamanan diambil 1,5 kalinya
P design = 2,26424 psi
P design = 14,7 + 2,26424 = 16,96424 psi
Rc; rc = 0,006, W = 1,8
Td =
) .. 6 , 0 . ( 2
. .
P E F
W Rc P

+ C
= 0,125092 in
Diambil tebal head = 3/16 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung margarin dari emulsifier untuk disuplay ke votator
Type : Tangki tegak dengan dished head dan conical
Kapasitas : 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Dimensi:
Diameter : 3,88778 ft
APP C-111
Tinggi dishead : 0,61319 ft
Volume dishead : 6,14886 cuft
Volume silinder : 56,89568 cuft
Tinggi silinder : 4,795199 ft
Tinggi liquida dalam silinder : 4,63914 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
39. Votator Unit (P-154 )
Fungsi : Mendinginkan margarine sampai suhu 29
O
C
Type : Bak persegi
Bahan masuk = 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
bahan = 46,855 lb/cuft
Perhitungan:
Rate volumetrik =
855 , 46
75007 , 918
= 19,60837 cuft/jam
Waktu tinggal = 1 jam
Direncanakan ruang kosong dalam tangki 15%
Volume isi = 0,75 x Rate volumetrik
= 100/75 x 19,60837
= 26,14449 cuft
Diketahui:
L = 1,3733 ft
H = 4,1199 ft
APP C-112
T = 1,6819 ft
Panjang bin = T + H = 5,8018 ft
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Mendinginkan margarine sampai suhu 29
O
C
Type : Bak persegi
Bahan kontruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
Dimensi
Panjang : 5,8018 ft
Lebar : 1,3733 ft
Tinggi : 4,1199 ft
40. Screw Conveyor (J-155)
Fungsi : Mengangkut margarin ke packing
Type : Horizontal tank
Kapasitas bahan = 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam = 0,459375 ton/jam
bahan = 46,855 lb/cuft
Kapasitas conveyor =
855 , 46
75007 , 918
= 19,60837 cuft/jam = 0,32681 cuft/menit
Power =
33000
. . . F L C
L = panjang screw = 15 ft
F = material factor = 0,4
APP C-113
Sehingga power =
33000
4 , 0 855 , 46 15 32681 , 0 x x x
= 0,002784
Power = 60 %
Power motor = (100/60 ) x 0,002784 = 0,00464 Hp
Digunakan motor penggerak dengan power = 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Mengangkut margarin ke packing
Type : Horizontal tank
Bahan : Rubber
Bahan kontruksi : Stainless steel
Kapasitas bahan = 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
Panjang : 15 ft
41. Packing (F-156 )
Fungsi : Menampung margarin
Type : Tangki dengan dished head dan conical bottom
Kapasitas bahan = 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
bahan = 46,855 lb/cuft
Perhitungan:
Volume bahan, V
1
=
855 , 46
75007 , 918
= 19,60837 cuft
Volume tangki ,V
2
= 0,2 lebih besar dari V
1
= 23,53255 cuft
Dipilih type silinder tegak: H = 2D
APP C-114
Tutup atas : Dished head
Tutup bawah : Conical
V = 0,785 . D
2
. H
23,53255 = 0,785 x 2D
3
D = 3,91352 ft = 46,96224 in
Crown radius, Rc = D - 6 = 40,96224 in = 3,41352 ft
Tinggi dishead, Hd = Rc - [(Rc
2
- D
2
/4)]
0,5
= 0,61652 ft = 7,39824 in
Luas dishead, Ad = 6,28 x Rc x Hd = 13,21628 ft
Volume dishead, Vd = 1,05 x Hd
2
(3Rc - Hd) = 3,84097 cuft
Untuk tutup bawah:
Sudut conical, A = 60 (Van Nessa, hal 185)
Nozzle outlet, m = 4 in = 0,333 ft
Maka:
Tinggi conical, Hc = (Tg A) x (D m) / 2 = 3,10082 ft
Volume tutup bawah, Vc = 0,262 x Hc x ( D
2
+ Dm + m
2
) = 13,59148 cuft
Volume shell, Vs = vol tangki ( vol dishead + vol conis ) = 6,10806 cuft
Tinggi shell, Hs = ( 4 x vol.shell ) / . D
2
= 1,618433 ft
Tinggi liquida di dalam shell, Hl = 4x (Vol.liquida - Vol.head bawah) / x D
2
= 3,33299 ft
Menentukan Tekanan Design
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 1,08449 psi
P design = 14,7 + 1,08449 = 15,78449 psi
APP C-115
Menentukan tebal dinding dengan Code ASME SA Grade B (Brownell & Young,
hal 254), dipilih bahan kontruksi carbon steel, F = 12500
Type sambungan single welded but joint
Efisiensi sambungan, E = 0,8; Faktor korosi, C = 1/8 in
Ts =
) . 6 , 0 . (
.
P E F
R P

+ C
= 0,1620 in
Diambil tebal shell = 3/16 in
Tebal head bawah:
P operasi = 1 atm = 14,7 psi
P hidrostatik =
144
HL
x = 1,08449 psi
P design = 14,7 + 1,08449 = 15,78449psi
Rc; rc = 0,006, W = 1,8
Td =
) . 6 , 0 . ( 2
. .
P E F
W Rc P

+ C
= 0,12508 in
Diambil tebal head = 3/16 in
Spesifikasi peralatan:
Fungsi : Menampung produk
Type : Silinder tegak dengan dished head dan conical bottom
Bahan kontruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
Kapasitas = 416,6667 kg/jam = 918,75007 lb/jam
APP C-116
Dimensi:
Diameter : 3,91352 ft
Tinggi dishead : 0,61652 ft
Volume dishead : 3,84097 cuft
Volume silinder : 6,10806 cuft
Tinggi silinder : 1,618433 ft
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
APP C-117
APP C-118
APP E-1
APPENDIX E
ANALISA EKONOMI
A. Metode Penafsiran Harga
Penafsiran harga tiap tahun mengalami perubahan sesuai dengan kondisi
perekonomian yang ada. Untuk penafsiran harga peralatan, diperlukan indeks
yang dapat dipergunakan untuk mengkonversi harga peralatan pada masa lalu,
sehingga diperoleh harga alat saat ini digunakan persamaan:
C
x
=
k
x
I
I
x C
k
(Peter dan Timmerhause, 164)
Dimana: Cx = Tafsiran harga alat saat ini
Ck = Tafsiran harga alat pada tahun k
Ix = indeks harga saat ini
Ik = indeks harga tahun k
Sedangkan untuk menafsir harga alat yang sama dengan kapasitas yang berbeda
digunakan persamaan sebagai berikut:
VA=VB[CA/CB]
n
(Peter dan Timmerhause, 169)
Dimana :
VA = Harga alat A
VB = Harga alat B
APP E-1
APP E-2
CA = Kapasitas alat A
CB = Kapasitas alat B
n = Eksponen harga alat (Peter dan Timmerhause, 170)
Harga alat pada Pra Rencana Pabrik Margarin didasarkan harga alat yang terdapat
pada Peter &Timmerhause dan G.D.Ulrich
Tabel E.1 Indeks Harga Alat pada Tahun Sebelum Evaluasi
No Tahun Y Indeks harga X X
2
XY
1 1975 182 33124 359450
2 1976 192 36864 379392
3 1977 204 41616 403308
4 1978 219 47961 433182
5 1979 239 57121 472981
6 1980 261 68121 516780
7 1981 297 88209 588357
8 1982 314 98596 622348
9 1983 317 100489 628611
10 1984 323 104329 640832
11 1985 325 105625 645125
12 1986 318 101124 631548
13 1987 324 104976 643788
14 1988 343 117649 681884
15 1989 355 126025 706095
16 1990 356 126736 708440
31720 4569 1358565 9062121
a =


2 2
2
) ( ) (
) . )( ( ) )( (
Xi Xi n
Yi Xi Xi Xi Yi


=


2
) 4569 ( ) 1358565 ( 16
) 9062121 )( 4569 ( ) 1358565 )( 31720 (

=1960,86396
APP E-3
b. =


2 2
) ( ) (
) )( ( ) . )( (
Xi Xi n
Yi Xi Yi Xi n


=


2
) 4569 ( ) 1358565 ( 16
) 31720 )( 4569 ( ) 9062121 )( 16 (

= 0,075766
Kenaikan harga tiap tahun merupakan fungsi linier tahun dan indwks harga tahin
k merupakan persamaan garis lurus, maka:
Y = bX + a
Dimana:
a = Konstanta
b = Gradien
Y = Tahun
X = Indeks harga
Jadi, persamaan harga indeks adalah
Y= 0,075766 X.+ 1960,86396
Indeks harga (X) pada tahun 2010 (Y-2010) adalah
2010 = 0,075766X +1960,86396
X =
075766 , 0
86396 , 1960 2010
= 648,5236122
B. Harga Peralatan
Dengan menggunakan rumus-rumus pada metode penafsiran harga
didapatkan harga peralatan proses seperti terlihat pada tabel E.2, dan harga
peralatan utilitas pada tabel E-3.
Contoh perhitungan peralatan:
APP E-4
Pompa (L-112)
Power pompa : 0,5 Hp
Type : Centrifugal pump
Bahan kontruksi : Cast iron
Jumlah : 1 buah
Dari fig 5-59 Ulrich 315 diperoleh:
F
BM
= 1,0
Cp = $3000
C
BM
= C
P
x F
BM
Jadi, C
BM
= $ 3000 x 1,0 = $ 3000
Harga pada tahun 2010 adalah:
1982 arg
2010 arg
atahun Indeksh
atahun Indeksh
x harga alat pada tahun 1982
=
314
5236122 , 648
x $ 3000 = $ 6196,085467
Bila 1$ = Rp 9200
Jadi harga pompa (L-112) dalam rupiah adalah:
= 1 x $ 6196,085467 x Rp 9200 = Rp 57003986,3
Selanjutnya dengan perhitungan yang sama ditaksir harga peralatan pada pabrik
margarin dapat dilihat pada tabel E.2.
APP E-5
Tabel E.2. Harga peralatan pada tahun 2010
No Nama alat Kode Harga/unit ($)
tahun 2010
Jumlah Harga total
(Rp)
1. Storage minyak ikan F-111 123921,7093 5 570.039.863
2. Pompa L-112 6196,085467 1 57.003.986,3
3. Tangki netralisasi R-110 103268,0911 1 950.066.438,3
4. Tangki NaOH F-113 41307,23645 1 380.026.575,3
5. Centrifuge separator H-114 82614,47289 1 760.053.150,6
6. Pompa L-115 6196,085467 1 57.003.986,3
7. Heater E-116 24784,34187 1 228.015.945,2
8. Tangki pencuci F-117 41307,23645 1 380.026.575,3
9. Centrifuge separator H-118 82614,47289 1 760.053.150,6
10. Pompa L-119 6196,085467 1 57.003.986,3
11. Tangki bleaching R-120 103268,0911 1 950.066.438,3
12. Tangki karbon aktif F-121 103268,0911 1 950.066.438,3
13. Cooler E-122 20653,61822 1 190.013.287,7
14. Pompa L-123 6196,085467 1 57.003.986,3
15. Filter press H-124 8261,447289 1 76.005.315,06
16. Tangki penampung F-125 24784,34187 1 228.015.945,2
17. Pompa L-126 6196,085467 1 57.003.986,3
18. Tangki katalis mixer F-127 24784,34187 1 228.015.945,2
19. Pompa F-128 6196,085467 1 57.003.986,3
APP E-6
20. Tangki hidrogenasi R-130 103268,0911 1 950.066.438,3
21. Tangki H2 F-131 35111,15098 1 323.022.589
22. Cooler E-135 20653,61822 1 190.013.287,7
23. Pompa E-136 6196,085467 1 57.003.986,3
24. Filter press H-137 8261,447289 1 76.005.315,06
25. Tangki penampumg F-138 24784,34187 1 228.015.945,2
26. Pompa L-143 6196,085467 1 57.003.986,3
27. Heater E-139 24784,34187 1 228.015.945,2
28. Deodorizer tank R-140 103268,0911 1 950.066.438,3
29. Barometrikcondensor E-141 20653,61822 1 190.013.287,7
30. Jet ejector G-142 24784,34187 1 228.015.945,2
31. Cooler E-144 20653,61822 1 190.013.287,7
32. Tangki penampung F-145 24784,34187 1 228.015.945,2
33. Pompa L-146 6196,085467 1 57.003.986,3
34. Emulsifier M-150 103268,0911 1 950.066.438,3
35. Tangki bumbu fase cair F-151 20653,61822 1 190.013.287,7
36. Tangki bumbu fase minyak F-152 15490,21367 1 142.509.965,7
37. Tangki penampung F-153 30980,42733 1 285.019.931,5
38. Votator unit P-154 30980,42733 1 285.019.931,5
39. Screw conveyor J-155 30980,42733 1 285.019.931,5
40. Packing F-156 30980,42733 1 285.019.931,5
Jumlah 17.642.733.760
APP E-7
Tabel E .3, Harga Peralatan Utilitas pada Tahun 2010
No Nama alat Kode Harga/Unit ($)
Tahun 2010
Jumlah Harga Total
(Rp)
1. Pompa air sungai L-208 6196,085467 1 57.003.986,3
2. Bak skimer F-212 3304578,916 1 3.040.212.603
3. Pompa skimer L-213 6196,085467 1 57.003.986,3
4. Tangki clarifier F-214 413072,3645 1 3.800.265.753
5. Pompa sand filter L-216 6196,085467 1 57.003.986,3
6. Tangki sand filtration F-215 3304578,916 1 3.040.212.603
7. Bak air bersih F-127 3304578,916 1 3.040.212.603
8. Pompa demineralisasi L-218 6196,085467 1 57.003.986,3
9. Kation Exchanger D-210 A 18588,2564 1 171.011.958,9
10. Anion Exchanger D-210 B 18588,2564 1 171.011.958,9
11. Bak air lunak F-221 2065361,822 1 1.900.132.876
12. Pompa deaerator L-222 6196,085467 1 57.003.986,3
13. Deaerator D-223 165228,9458 1 1.520.106.301
14. Pompa boiler L-225 6196,085467 1 57.003.986,3
15. Pompa klorinasi L-231 6196,085467 1 57.003.986,3
16. Bak klorinasi F-230 82614,47289 1 760.053.150,6
17. Pompa sanitasi L-232 6196,085467 1 57.003.986,3
18. Bak air sanitasi F-233 82614,47289 1 760.053.150,6
19. Pompa cooling tower L-241 6196,085467 1 57.003.986,3
APP E-8
20. Pompa air ke alat L-243 6196,085467 1 57.003.986,3
21. Pompa air proses L-226 6196,085467 1 57003986,3
22. Cooling tower P-240 10326,80911 1 95006643,81
Jumlah 18.925.324.513
Dari tabel E.2 dan E.3, maka dapat diketahui total harga peralatan proses dan
utilitas.
Harga total peralatan = harga peralatan proses + harga peralatan utilitas
= Rp 17.642.733.760 + Rp 18.925.324.513
= Rp 3,656805827 . 10
10
Dengan safety factor (keamanan) 20 %,
Maka harga total = 1,2 x Rp 3,656805827 . 10
10
= Rp 4,388166992 .10
10
C. Utilitas
Bahan bakar boiler:
Pemakaian = 19682,5 L/hari
Harga = Rp 800/L
Biaya = Rp 800/L x 19682,5 L/hari x 300 hari/tahun
= Rp 4.723.800.000 / tahun
Bahan bakar generator:
Pemakaian = 92,5992 L/hari
Harga = Rp 750/L
Biaya = Rp 750/L x 92,5992 /hari x 300 hari/tahun
APP E-9
= Rp 20.834.820 / tahun
Listrik
Pemakaian listrik PLN sebesar = 166,35 KWH
Biaya beban per bulan = Rp 21578,4
Harga listrik = 373,87 KW
Biaya beban = Rp 21578,4 x 12 bulan = Rp 258.904,8
Biaya pemakaian listrik = Rp 373,87x166,35 KW/jam x 24 x 300 hari/tahun
= Rp 447.791.576,4 / tahun
Total biaya listrik = Rp 258.940,8 + 447.791.576,4 = Rp 448.050.481,2
Alum
Kebutuhan per hari = 74,1960 kg/hari
Harga per kg = Rp 200 / kg
Kebutuhan per tahun = 74,1960 kg/hari x 24 jam/hari x 300 hari /tahun
= 22258,8 kg/tahun
Harga pertahun = Rp 4.451.760
Air pengolahan
Kebutuhan air per hari = 12014,7125 kg/jam
Biaya pengolahan rata-rata = Rp 200
Kebutuhan per tahun = 12014,7125 kg/jam x 24 jam/hari x 300 hari /tahun
= 86.505.930 kg/jam
Biaya pengolahan per tahun = Rp 17.301.186.000
D. Harga Tanah Dan Bangunan
Luas tanah = 25.000 m
2
APP E-10
Luas bangunan pabrik = 13.519 m
2
Luas bangunan gedung = 11.481 m
2
Harga tanah per m
2
= Rp 300.000
Harga bangunan pabrik per m
2
= Rp 500.000
Harga bangunan gedung per m
2
= Rp 50.000
Jadi harga total tanah dan bangunan adalah:
= Rp 7.500.000.000 + Rp 5.740.500.000 + Rp 675.950.000
= Rp 13.916.450.000
E. Harga Bahan Baku
1. Minyak Ikan Sarden
Kebutuhan =354,1219 kg/jam
Harga = Rp 9000/kg
Biaya pembelian = 354,1219 kg/jam x 24 jam/hari x 300 hari/tahun x Rp
9000/kg = Rp 229.457.099.120 / tahun
2. Karbon Aktif
Kebutuhan = 7,0845 kg/jam
Harga = Rp 500/kg
Biaya untuk 1 tahun operasi = 7,0845 kg/jam x 24 jam/hari x 300
hari/tahun x Rp 500/kg = Rp 25.504.200 / tahun
3. NaOH
Kebutuhan = 2,1617 kg/jam
Harga = Rp 4000/kg
APP E-11
Biaya untuk 1 tahun operasi = 2,1617 kg/jam x 24 jam/hari x 300
hari/tahun x Rp 4000/kg = Rp 622.56.960 / tahun
4. Bumbu Fasa Cair
Kebutuhan = 46,9013 kg/jam
Harga = Rp 1500/kg
Biaya untuk 1 tahun operasi = 46,9013 kg/jam x 24 jam/hari x 300
hari/tahun x Rp 1500/kg = Rp 506.534.040 / tahun
5. Bumbu Fasa Minyak
Kebutuhan =19,9429 kg/jam
Harga = Rp 2500/kg
Biaya untuk 1 tahun operasi = 19,9429 kg/jam x 24 jam/hari x 300
hari/tahun x Rp 2.500/ kg = Rp 358.972.200 / tahun
Total biaya bahan pertahun:
= Harga (minyak ikan sarden + karbon aktif + NaOH + bumbu fasa cair +
bumbu fasa minyak
= Rp 229.457.099.120 + Rp 25.504.200 + Rp 62.256.960 + Rp 506.534.040
+ Rp 358.972.200
= Rp 23.900.366.520
F. Gaji Pegawai
Perhitungan gaji pegawai pada Pra Rencana Pabrik Margarin dapat dilihat pada
tabel E. 4.
APP E-12
Tadel E.4. Daftar Gaji/Upah Karyawan
No Jabatan Jumlah
Gaji Karyawan
(Rp)
1 Dewan komisaris 3 30.000.000
2 Direktur utama 1 9.000.000
3 Direktur teknik dan produksi 1 7.000.000
4 Direktur utama keuangan dan administrasi 1 7.000.000
5 Staf litbang 2 12.000.000
6 Kepala bagian produksi 1 4.000.000
7 Kepala bagian teknik 1 4.000.000
8 Kepala bagian umum 1 4.000.000
9 Kepala bagian keuangan 1 3.000.000
10 Kepala sie proses 1 3.000.000
11 Kepala sie laboratorium 1 3.000.000
12 Kepala sie utilitas 1 3.000.000
13 Kepala sie pemeliharaan dan perbaikan 1 3.000.000
14 Kepala sie personalia 1 3.000.000
15 Kepala sie keamanan 1 3.000.000
16 Kepala sie administrasi 1 3.000.000
17 Kepala sie humas 1 3.000.000
18 Kepala sie pembukaan 1 3.000.000
19 Kepala sie keuangan 1 3.000.000
20 Kepala sie penjualan 1 3.000.000
21 Kepala sie gudang 1 3.000.000
22 karyawan proses 84 109.350.000
23 Karyawan laboratorium 10 8.700.000
24 Karyawan utilitas 10 26.800.000
25 Karyawan pemeliharaan dan perbaikan 10 8.750.000
26 Karyawan personalia 3 2.450.000
27 Karyawan keamanan 6 4.900.000
28 Karyawan administrasi 5 3.650.000
29 Karyawan humas 2 1.700.000
30 Karyawan pembukuan 4 3.750.000
31 Karyawan keuangan 4 3.80.000
Total 264.850.000
APP E-13
G. Pengemasan
Pengemasan dilakukan setiap 5 kg dengan menggunakan kaleng
Harga kaleng = Rp 1000
Tiap tahun dibutuhkan sebanyak 3.000.000/5 kg/buah = 600.000 buah
Biaya pengemasan =Rp 1000 x 600.000 = Rp 600.000.000
H. Penjualan
a. Produk Utama : Margarin
Kapasitas = 3.000.000 kg/tahun
Harga = Rp 175.000/kaleng
Total penjualan = Rp 175.000 x 3.000.000 = 5,25 .10
10
APPENDIKS D
PERHITUNGAN UTILITAS
Utilitas pada suatu pabrik adalah unit yang dapat menunjang proses
produksi, sehingga kapasitas produksi semaksimal mungkin dapat dicapai.
Adapun utilitas di dalam Pra Rencana Pabrik Margarin ini meliputi 4 unit
yaitu:
1. Unit penyediaan steam
2. Unit penyediaan air
3. Unit pembangkit tenaga listrik
4. Unit penyediaan bahan bakar
1. Unit Penyediaan Steam
Kuantitas steam yang diperlukan dalam proses diperhitungkan menurut
pemakaian setiap harinya dari masing-masing alat.
Table D.1. Kebutuhan Steam
No Nama Peralatan Kode Alat Kebutuhan Steam (kg/jam)
1 Netralizer
R-110
11.999,1344
2 Bleaching tank
R-120
5.237,6555
3 Heater I
E-116
4.152,5424
4 Heater II
E-139
42.930,3051
5 Hidrogenasi tank
R-130
24.275,7090
6 Tangki deodorisasi
R-140
4.446,5206
Total 94.245,0110
APP D-1
APP D-2
Direncanakan banyak steam yang disupply adalah 20 % axcess,
Maka kebutuhan steam adalah = 1,2 x 94.245,0110 kg/jam
= 113.094,0132 kg/jam
Make up air untuk kebutuhan pemanas direncanakan 10 %,
Maka kebutuhan steam = 10 % x 113.094,0132 kg/jam
= 11.309,4013 kg/jam
Power Boiler:
Persamaan 172 Saver W.H Team Air And Power, Hal 140
Hp =
) 5 , 34 (
) (
+

fg
F
Hf Hg msx
Dimana:
ms = Rate steam yang dihasilkan
= 11.309,4013 kg/jam = 24.937,2299 lb/jam
Hg = Enthalpi steam pada 212
O
F =1150,4 btu/lb
Hf = Enthalpi air masuk Boiler (pada 122
O
F) = 107,96 btu/lb
Hfg = Enthalpi air pada suhu 212
O
F = 180,16 btu/lb
34,5 = angka penyesuaian pada penguapan lb air/jam pada
212
O
C menjadi uap kering.
Maka:
Hp =
) 5 , 34 (
) (
+

fg
F
Hf Hg msx
=
) 5 , 34 16 , 180 (
) 96 , 107 4 , 1150 ( 2299 , 937 . 24
+

= 121.101,1178
APP D-3
Kapasitas Boiler:
Q =
1000
) ( Hf Hg msx
(Persamaan 171 Savern W.H, Hal 140)
Q =
1000
) 96 , 107 4 , 1150 ( 2299 , 937 . 24
= 25.995,5659 Btu/jam
Dari Persamaan 173 (Savern WIH, Hal 141)
Vaktor Evaporasi =
fig
H
Hf Hg ) (
=
16 , 180
) 96 , 107 4 , 1150 (
= 5,7862
Jadi air yang dibutuhkan = 5,7862 x 25.995,5659
= 150.415,5434 Btu/lb
= 8.409,4415 Kg/jam
Sebagai bahan bakar digunakan fuel oil,
Heating Value, HV = 19.200 btu/lb (Perrys ed.7, Hal 9-62)
Diperkirakan effisiensi boiler 85 %, maka.
Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan
=
effxHV
Hf Hg msx ) (
=
19200 85 , 0
) 96 , 107 4 , 1150 ( 2299 , 937 . 24
x

= 1.592,8656 lb/j = 722,5117 kg/jam


Maka jumlah perpindahan panas boiler dan jumlah tube:
Heating volue surface = 10 ft
2
/Hp boiler
Bila direncanakan panjang tube = 20 ft
Pipa yang digunakan = 1,5 in nominal pipa (IPS)
Luas permukaan linier feed = 0,498 ft
2
/ft (Tabel Kern, Hal 844)
APP D-4
Maka jumlah tube (Nt):
Nt =
atxL
A
Dimana:
A = Luas perpindahan panas boiler = 10 Hp boiler
= 10 x 121.101,1178 = 1211011,178 ft
2
Sehingga jumlah pipa yang diperlukan (Nt)
Nt =
20 498 , 0
178 , 1211011
x
= 121587,4677 = 121.588 buah
Spesifikasi alat:
Nama Alat : Boiler
Fungsi : Menghasilkan steam
Jenis : Fire Tube Boiler
Rate steam : 25.995,5659 lb/jam
Heating surface : 1211011,178 ft
2
Jumlah tube : 121.588 buah
Ukuran tube : 1,5 in ips = 20 ft,
Susunan : Segi Empat
Bahan bakar : Diesel Oil
Rate Diesel Oil : 722,5117 kg/jam
APP D-5
2. Unit Penyediaan Air
a. Air Sanitasi
- Kebutuhan Karyawan
Kebutuhan karyawan = 120 L/hari per orang (Standart WHO)
Jumlah karyawan yang menggunakan air sanitasi adalah 165 orang/hari
Jadi kebutuhan air untuk 165 orang karyawan setiap hari adalah:
= 165/3 x 120 kg/hari= 6600 l/hari = 275 L/jam
- Laboratorium, Taman Dan Keperluan Lain
Air untuk kebutuhan laboratorium, taman dan pemadam kebakaran
diperkirakan 50 % dari kebutuhan karyawan, Maka:
= 50 % x 275 kg/jam =137,5 kg/jam= 138 kg/jam
Jadi kebutuhan air untuk karyawan, laboratorium dan pemadam kebakaran adalah:
= 138 + 275 = 413 kg/jam.
Untuk pemadam kebakaran dan cadangan air diperkirakan 40 % excess,
sehingga total kebutuhan air sanitasi: = 1,4 x 423 kg/jam = 579 kg/jam
b. Air Pendingin
Air pendingin berfungsi sebagai media pendingin pada alat perpindahan panas.
Tabel D.2 Total Kebutuhan Air Pendingin
Nama Alat Kode alat Kebutuhan (kg/jam)
Condensor I
E-122
67,6351
Condensor II
E-135
421,6926
Condensor III
E-143
267,7838
Total 757,1115
APP D-6
Mengingat kebutuhan air sebagai pendingin cukup besar dan untuk
menghemat pemakaian air, maka air pendingin yang digunakan didinginkan
kembali (disirkulasi) dalam Cooling Tower, sehingga tidak perlu dilakukan
penggantian air pendingin, kecuali bila ada kebocoran atau kehilangan karena
penguapan, maka disediakan penambahan air sebesar 20 % dari kebutuhan air
pendingin.
Kuantitas penambahan air = 1,2 x 757,1115kg/jam = 908,5338 kg/jam
Make up air pendingin untuk kebutuhan pendingin direncanakan 10 % dari
kebutuhan air pendingin sebesar = 10 % x 908,5338 kg/jam = 90,8534 kg/jam
c. Air Proses
Air proses yang digunakan pada peralatan-peralatan:
Tabel D.3. Kebutuhan Air Proses
No Nama alat Kebutuhan (kg/jam)
1 Tangki pencuci 354,578
Total 354,578
Table D.4. Total Kebutuhan Air Yang Disupply
No Keterangan Kebutuhan(kg/jam)
1
Air umpan boiler 11.309,4013
2
Air sanitasi 579,0000
3
Air pendingin 90,8534
4
Air proses 35,4578
Total 12.014,7125
APP D-7
Peralatan yang digunakan pada bagian pengolahan air adalah sebagai berikut:
1. Pompa Air Sungai (L-208)
Fungsi : Memompa air sungai ke Bak Sedimentasi
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 12014,7125 kg/j = 7,3590 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
2
Viskositas = 0,00054 lb/ft detik
Q =
liq
W

=
5 , 62
359 , 7
= 0,1177 ft/detik
Diasumsikan Aliran Turbulen
ID Optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
0,13
= 3,9 x (0,1177)
0,45
x(62,5)
0,13
= 2,5489 in = 0,2124 ft
Diambil ID Optimal = 4 in Sch 80
Di Tabel 11 Kern diperoleh hal 844:
ID = 3,826 in = 0,3188 ft
OD = 4,5 in = 0,375 ft
a=11,5 in
2
= 0,07986 ft
2
menghitung laju fluida dalam pipa
Laju alir fluida (V) =
" a
Q
=
2
3
07986 , 0
/ 1177 , 0
ft
dtk ft
= 1,4738 ft/dtk
APP D-8
Pengecekan jenis aliran:
Nre =

IDxVx
=
4
10 047 , 6
5 , 62 4738 , 1 3188 , 0
x
x x
= 48562,0390 >2100 (Turbulen) (Geonkoplis, hal 49)
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh:
= 0,00026
/D = 0,0015
F = 0,009
Perhitungan friksi:
1.Kontrasi Tangki Ke Pipa
A2/A1 = 0, karena A1>>A2 pipa
Kc = 0,4(1,25-A2/A1)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 44738 , 1 (
2
x
= 0,0169 lbf/lbm
APP D-9
2. Friksi Pada Pipa Lurus
- Panjang pipa lurus (LI) = 150 ft
- Panjang ekivalen hambatan (Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104 untuk valve fiting
Valve-fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90
O
3 35 33,4775
Grate valve 2 9 5,7390
Globe valve 1 300 95,65
Total 134,8665
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 150 + 134,8665 = 284,8665 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 3188 , 0
) 4738 , 1 ( 8665 , 284 009 , 0 2
2
x
x x
= 1,0858 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104 didapat:
Kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 4738 , 1 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,1013 lbf/lbm
Total friksi (Ft )= Fc + Ff + Fs =0,0169 +1,0858 +0,1013 = 1,2040 lbf/lbm
APP D-10
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft,
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
174 , 32 1 2
) 4738 , 1 (
2
x x
+
174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 1,2040
= 21,2377 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 1177 , 0 2377 , 21 x x
= 0,2841 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
20 , 0
2841 , 0
= 1,4203 Hp
APP D-11
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
4203 , 1
= 1,7753 2 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya pompa : 2 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
2. Bak Skimer (F-212)
Fungsi : Memisahkan kotoran yang mengapung sekaligus sebagai bak
pengendapan awal
Bahan kontruksi : Beton bertulang
Perencanaan:
Laju alir = 25650,6038 kg/jam
air pada 30
O
C = 995,68 kg/m
3
Lama pengendapan = 12 jam
Jumlah = 1 buah
Perhitungan:
Laju alir volumetrik =
3
/ 9095 , 995
6038 , 25650
m kg
kmjam
= 25,47622 m
3
/jam
Volume air = laju alir volumetrik x waktu pengendapan
= 25,47622 m
3
/jam x 12 jam
= 309,1464 m
3
APP D-12
Direncanakan bak berisi 80 % liquida, maka:
Volume bak =
8 , 0
1464 , 309
3
m
= 386,4330 m
3
Bak berbentuk persegi panjang dengan ratio:
Panjang x Lebar x Tinggi = 5 x 3 xs 2
Volume bak = 5 x 3 x 2 = 30 m
3
Maka:
Volume bak = 30 x
2
386,4330 = 30 x
2
x = 2,3441 m
Jadi:
Panjang bak = 5 x 2,3441 = 11,7205 m
Lebar bak = 3 x 2,3441 = 7,0323 m
Tinggi bak = 2 x 2,3441 = 4,6882 m
Spesifikasi peralatan:
Bahan = Beton bertulang
Jumlah = 1 buah
Panjang bak = 11,7205 m
Lebar bak = 7,0323 m
Tinggi bak = 4,6882 m
3. Pompa Skimmer (L-213)
Fungsi : Memompa air dari bak skimer ke bak clarifire
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
APP D-13
Perhitungan:
Rate aliran = 25650,6038 kg/jam = 15,7110 lb/detik
air = 62,5 lb/ft
3
= 0,9 cp = 6,047 x 10
-4
lb/ft detik
Laju alir volumetrik =

ratemassa
=
3
5 , 62
det / 7110 , 15
lbft
ik lb
= 0,2514ft
3
/dtk = 15,084 ft
3
/menit =112,8434 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
0,13
= 3,9 x (0,2514)
0,45
x (62,5)
0,13
= 3,5864 in = 2989 ft
Diambil ID optimal = 4 in, sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 3,826 in = 0,3188 ft
OD = 4,5 in = 0,375 ft
a = 11,5 in
2
= 0,07986 ft
2
Menghitung Laju alir fluida dala pipa,V = Q/a
=
2
3
07986 , 0
/ 2514 , 0
ft
dtk ft
= 3,1480 ft/dtk
APP D-14
Pengecekan jenis aliran:
Nre =

IDxVx
=
4
10 047 , 6
5 , 62 1480 , 3 3188 , 0
x
x x
= 103727,3028 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 deperoleh
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,009
Perhitungan friksi:
1. Kontrasi Tangki Ke Pipa
A2/A1 = 0, karena A1>>A2 pipa
Kc = 0,4(1,25-A2/A1)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 1480 , 3 (
2
x
= 0,0770 lbf/lbm
APP D-15
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 50 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve fiting
Valve-fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90oc 3 35 33,4775
Grate valve 2 9 5,7390
Globe valve 1 300 95,65
Total 134,8665
Perkiraan panjang pipa total =L1 + Lc = 50 +134,8665 = 184,8665 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 3188 , 0
) 1480 , 3 ( 8665 , 184 009 , 0 2
2
x
x x
= 3,2149 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis, Hal 104 didapat kf = 0,75, maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 1480 , 3 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,4620 lbf/lbm
Total friksi , Ft= Fc + Ff + Fs = 3,7539 lbf/lbm
APP D-16
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 1480 , 3 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 3,7539 = 23,9079 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 2514 , 0 9079 , 23 x x
= 0,6830 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
6830 , 0
= 3,4150 Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
APP D-17
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
4150 , 3
= 4,2680 4,5 Hp
4. Tangki Clarifier (F-212)
Fungsi : Tempat terjadinya proses flokulasi yaitu proses pencampuran alum
(Al
2
(SO
4
)
3
.18H
2
O)
Bahan kontruksi : Beton bertulang
Perencanaan:
Laju alir = 25650,6038 kg/jam
air pada 30
O
C = 995,68 kg/m
3
Waktu tinggal = 4 jam
Jumlah = 1 buah
Rate alir Volumetrik =
3
/ 9095 , 995
6038 , 25650
m kg
jam
= 25,7622 m
3
/jam
Volume air = Rate Volumetrik x Waktu pengendapan
= 25,7622 m
3
/jam x 4 jam
= 103,0488 m
3
Volume bak = 80 % Volume air
=
8 , 0
0488 , 103
= 128,8110 m
3
Alum yang dipakai sebanyak 30 % dari volume total air, dengan konsentrasi 80
ppm (0,08 kg/m
3
)
Jadi, kebutuhan koagulan =128,8110 m
3
x 30 % x 0,08 kg/m
3
= 3,0915 kg/jam
APP D-18
Dalam sehari alum yang dibutuhkan adalah
= 3,0602 x 24 = 74,1960 kg/jam
Volume tangki =
4
1
x di
2
x Ls ; Dimana Ls = 1,5 di
74,1960 = x di x 1,5 di
di = 5,8271 m
Ls = 1,5 x 5,8271 m = 8,7407 m
Spesifikasi Bak Clarifier
Bentuk : Silinder tertutup
Tinggi : 8,7407 m
Diameter : 5,8271 m
Bak ini dilengkapi dengan pengaduk sekat-sekat
6. Pompa Sand Filter (L-216)
Fungsi : Memompa air sungai dari tangki sand filter menuju bak air bersih
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 25650,6038 kg/jam = 15,7110 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,047 x 10
-4
lb/ft detik
Laju alir volumetrik =

Ratemassa
=
3
5 , 62
det / 7110 , 15
lbft
ik lb
APP D-19
= 0,2514 ft
3
/menit
=112,8434gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
0,13
= 3,9 x (0,2514)
0,45
x (62,5)
0,13
= 3,5864 in = 2989 ft
Diambil ID optimal = 4 in, sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 3,826 in = 0,3188 ft
OD = 4,5 in = 0,375 ft
a = 11,5 in
2
= 0,07986 ft
2
Menghitung Laju alir fluida dala pipa,V = Q/a
=
2
3
07986 , 0
/ 2514 , 0
ft
dtk ft
= 3,1480 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
Nre =

IDxVx
=
4
10 047 , 6
5 , 62 1480 , 3 3188 , 0
x
x x
= 103727,3028 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
APP D-20
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 deperoleh
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,009
Perhitungan friksi:
1. Kontrasi Tangki Ke Pipa
A2/A1 = 0, karena A1>>A2 pipa
Kc = 0,4(1,25-A2/A1)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 1480 , 3 (
2
x
= 0,0770 lbf/lbm
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 50 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve fiting
Valve-fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90oc 3 35 33,4775
Grate valve 2 9 5,7390
Globe valve 1 300 95,65
Total 134,8665
Perkiraan panjang pipa total =L1 + Lc = 50 +134,8665 = 184,8665 ft
APP D-21
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 3188 , 0
) 1480 , 3 ( 8665 , 184 009 , 0 2
2
x
x x
= 3,2149 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis, Hal 104 didapat kf = 0,75, maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 1480 , 3 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,4620 lbf/lbm
Total friksi , Ft= Fc + Ff + Fs = 3,7539 lbf/lbm
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
APP D-22
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 1480 , 3 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 3,7539 = 23,9079 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 2514 , 0 9079 , 23 x x
= 0,6830 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
6830 , 0
= 3,4150 Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
4150 , 3
= 4,2680 4,5 Hp
6. Tangki Sand Filtration (F-215)
Fungsi : Menghilangkan warna, rasa dan bau air sungai
Type : Tangki mendatar
Waktu tinggal : 0,5 jam
Rate aliran : 25650,6038 kg/jam
Densitas air : 995,68 kg/m
3
Rate Volumetrik =
3
/ 68 , 995
/ 6038 , 25650
m kg
jam kg
= 25,7622 m
3
/jam
APP D-23
Volume air = 25,7622 x 0,5 jam
= 12,8811 m
3
Direncanakan air mengisi 80 % Volume tangki
Volume air dalam silinder = 80 % x 12,8811 = 10,3049 m
3
Volume tangki = Volume padatan x Volume air
Volume ruang kosong = 0,2 x Volume air dalam silinder
= 0,2 x 10,3049 m
3
= 2,0610 m
3
Porositas =
gki Vpada ng Vruangkoso
ng Vruangkoso
tan +
Asumsi porositas bad = 0,4 maka
0,4 =
gki Volumepadatan 0610 , 2
0610 , 2
+
V padatan = 3,0915 m
3
Volume total tangki = Volume padatan + Volume air
= 3,0915 + 12,8811
= 15,9726 m
3
Bahan mengisi 80 % Volume tangki, maka:
Volume tangki =
80 , 0
9726 , 15
= 19,9658 m
3
V = x di
2
x Ls
Ls = 1,5 di
19,9658 = x di2 x Ls x 1,5 di
di = 2,5687 m = 101,1297 in
APP D-24
Standarisasi di di Tabel 5.7B dan Y
ID Standart = 120 in
Ls = 1,5 x 120 = 180 in = 4,5721 m
Menentukan tinggi tutup
h = 0,196 di
= 0,196 x 120 in
= 23,52 in = 0,5974 m
Jadi panjang total tangki = Ls + h
= 4,5721 + 0,5974 m
= 5,1695 m
Spesifikasi Tangki Sand Filter:
Panjang = 5,1695 m
Diameter= 3,0480 m
Tutup = Standard dished
7. Bak Air Bersih (F-217)
Fungsi : Menampung air yang berasal dari sand filter
Waktu tinggal : 24 jam
Rate air : 25650,6038 kg/jam
Densitas air : 995,68 kg/m
3
Waktu tinggal = 24 jam
Rate Volumetrik =
3
/ 68 , 995
/ 6038 , 25650
m kg
jam kg
= 25,7622 m
3
/jam
Volume air = 25,7622 x 24 jam = 618,2928 m
3
APP D-25
Direncanakan
Jumlah: 1 buah
Bak berbentuk persegi panjang
ukuran: Panjang x Lebar x Tinggi = 5 x 4 x 3
Volume air = 80 % Volume bak,
Maka:
Volume bak =
8 , 0
2928 , 618
= 772,8660 m
3
Luas = p x l x t = 60 m
3
Volume bak = 60 x
3
772,8660 = 60 x
3
x = 2,3441 m
Maka:
Panjang bak = 5 x 2,3441 = 11,7205 m
Lebar bak = 4 x 2,3441 = 9,3764 m
Tinggi = 3 x 2,3441 = 7,0323 m
Bahan = Beton bertulang
Spesifikasi peralatan
Bahan = Beton bertulang
Jumlah = 1 buah
Panjang bak = 11,7205 m
Lebar bak = 9,3764 m
Tinggi = 7,0323 m
APP D-26
8. Pompa Demineralisasi (L-218)
Fungsi : Memompa air dari bak air bersih ke kation exhanger (D-210 A)
Tipe : Sentrifugal
Bahan : Cost iron
Perhitungan:
Rate aliran = 6235,9058 kg/jam = 3,8195 lb/detik
Densitas air = 62,5lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x 10
-4
lb/ft detik
Aliran Volumetrik =

RateMassa
=
3
/ 5 , 62
/ 8195 , 3
ft lb
dt lb
= 0,0611 ft
3
/dt
= 3,666 ft
3
/menit
= 27,4253 gpm
Diasumsikan aliran turbulen:
ID optimal = 3,9x(Q)
0,14
x()
0,13
= 3,9x(0,0611)
0,14
x(62,5)
0,13
= 1,8980 in
Diambil ID optimal = 2 in, Sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 1,939 in = 0,1616 ft
OD = 2,384 in = 0,1983 ft
a = 2,95 in
2
= 0,0205 ft
2
APP D-27
Laju alir fluida (V) =
" a
Q
=
2
3
0205 , 0
/ 0611 , 0
ft
dt ft
= 2,9805 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
Nre =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 9805 , 2 1616 , 0
x
x x
= 49781,7926 > 2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan :
Bahan pipa : Cost iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh:
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,0005
Perhitungan friksi:
1. Kontraksi Tangki Ke Pipa
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
tangki >> A
2
pipa
Kc = 0,4 (1,25-A2/A1)
= 0,4(1,25-0)
= 0,5
APP D-28
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 9805 , 2 (
2
x
= 0,0690 lbf/lbm
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 100 ft
Panjang ekivalen hambatan (Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
,Hal 104 untuk valve
dan fiting.
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90
O
3 35 16,9663
Gate valve 2 9 2,9085
Globe valve 1 300 48,475
Total 68,3498
Perkiraan panjang pipa total = L1+ Lc = 100 + 68,3498 = 168,3498 ft
Ff =
Dixgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 1616 , 0
) 9805 , 2 ( 3498 , 168 0005 , 0 2
2
x
x x x
= 0,2876 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis, Hal 104 didapat kf = 0,75, maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 9805 , 2 ( 75 , 0 2
2
x x
= 0,4141 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 0,7707 lbf/lbm
APP D-29
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 9805 , 2 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 0,7707
= 20,9087 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 0611 , 0 9087 , 20 x x
= 0,1451 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
1451 , 0
= 0,7258 Hp
APP D-30
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
7258 , 0
= 0,9073 1 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 1 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash ison
Jumlah : 1 buah
9. Kation Exchanger (D-210 A)
Fungsi : Menghilangkan ion-ion positif yang menyebabkan kesadahan air. Resin
yang digunakan adalah hidrogen exchanger (H
2
Z), dimana tiap m
3
H
2
Z
dapat menghilangkan 6500-9000 gram hardness.
Direncanakan H
2
Z yang dipakai sebanyak 7500 g/m
3
.
Bahan kontruksi : Carbon Steel SA-240 Grade M Type 316.
Perhitungan:
Rate air = 6235,958 kg/jam =3,8195 lb/dtk
air = 62,5 lb/ft
3
Rate Volumetrik =
Air
RateAir

=
3
/ 5 , 62
/ 8195 , 3
ft lb
jam lb
= 0,0611 ft
3
/dtk = 27,4253 gpm
Dierncanakan:
Bejana berbentuk silinder
Kecepatan air = 5 gpm/ft
2
APP D-31
Tinggi bad = 3 m
Luas penampang tangki =
Air Kecepa
trik RateVolume
tan
=
2
/ 5
4253 , 27
ft gpm
gpm
= 5,4851 ft
2
= 0,5095 m
2
Volume bad = Luas x Tinggi
= 0,5095 x 3 = 1,5285 m
3
Diameter bad :
A = /4 x d
2
1,5285 = /4 x d
2
d = 1,3954 m
Direncanakan:
H/D = 3
H = 3 x D
= 3 x 1,3954
= 4,1862 m
Volume tangki = H x A
= 4,1862 x 0,5095
= 2,1329 m
3
Asumsi: Tiap galon air mengandung 10 gram hardness, maka:
Kandungan kation = 27,4253 gpm x 60 mnt/jam x 10 gpm
= 16455,1800 gram/jam
APP D-32
Dalam 1,5285 m
3
H
2
Z dapat menghilangkan hardness sebanyak:
= 1,5285 m
3
x 7500 grm/m
3
= 11463,7500 x (1/451,329 g/lb) x 7000 gram/lb
= 177799,8976 gram
Umur resin =
1800 , 16455
8976 , 177799
= 10,81 jam
Setelah 10,81 jam, resin harus segera diregenerasi dengan menambahkan asam
sulfat atau asam klorida.
10. Anion Exchanger (D-210 B)
Fungsi : Menghilangkan ion-ion negatif penyebab kesadahan air
Bahan : Carbon steel SA-240 Gradew M Type 316
Anion Exchanger direncanakan berkapasitas 10000 g anoion /m
3
resin
Perhitungan:
Rate air = 6235,958 kg/jam = 3,8195 lb/dtk
air = 62,5 lb/ft
3
Rate Volumetrik =
Air
RateAir

=
3
/ 5 , 62
/ 8195 , 3
ft lb
jam lb
= 0,0611 ft
3
/dtk = 27,4253 gpm
Direncanakan:
Bejana berbentuk silinder
Kecepatan air = 5 gpm/ft
2
Tinggi bad = 3 m
APP D-33
Luas penampang tangki =
Air Kecepa
trik RateVolume
tan
=
2
/ 5
4253 , 27
ft gpm
gpm
= 5,4851 ft
2
= 0,5095 m
2
Volume bad = Luas x Tinggi
= 0,5095 x 3 = 1,5285 m
3
Diameter bad :
A = /4 x d
2
1,5285 = /4 x d
2
d = 1,3954 m
Direncanakan:
H/D = 3
H = 3 x D
= 3 x 1,3954
= 4,1862 m
Volume tangki = H x A
= 4,1862 x 0,5095
= 2,1329 m
3
Asumsi: Tiap galon air mengandung 20 gram hardness, maka:
Kandungan anion = Rate Volumetrik x 60 x Kandungan air
= 27,4253 gpm x 60 mnt/jm x 20 gpm
= 32910,3600 grm/jam
Dalam 1,5285 m
3
H
2
Z dapat menghilangkan hardness sebanyak:
= 1,5285 x 10000
APP D-34
= 15285 gram
= 15285 gram (1/451,329 grm/lb) x 7000 grm/lb
= 237066,5302 gram
Umur resin =
3600 , 32910
5302 , 237066
= 7,20 jam
Setelah 7,20 jam, resin harus segera diregenerasi dengan menambahkan asam
sulfat atau asam klorida.
11. Bak Air Lunak (F-221)
Fungsi : Menampung air bersih untuk umpan air boiler dan air proses
Bahan : Beton bertulang
Perhitungan:
Rate aliran = 6235,9058 kg/jam
Densitas = 995,668 kg/m
3
Waktu tinggal = 8 jam
Rate Volumetrik =
Densitas
Ratealiran
=
3
/ 668 , 995
/ 9058 , 6235
m kg
jam kg
= 6,2630 m
3
/jam
Volume air = 6,263 m
3
/jam x 8 jam
= 50,1040 m
3
Direncanakan
Jumlah bak : 1 buah
APP D-35
Berbentuk : Persegi panjang
Ukuran : Panjang x Lebar x Tinggi = 5 x 3 x 2
Volume air 80 % Volume bak
Perhitungan:
Volume bak =
8 , 0
1040 , 50
= 62,63 m
3
V = p x l x t = 60 x
3
62,63 = 60 x
3
x = 1,0144 m
Maka:
Panjang = 5 x 1,0144 m = 5,0720 m
Lebar = 3 x 1,0144 m = 3,0432 m
Tinggi = 2 x 1,0144 m = 2,0288 m
Spesifikasi peralatan
Bahan = beton bertulang
Jumlah = 1 buah
Panjang = 5,0720 m
Lebar = 3,0432 m
Tinggi = 2,0288 m
12. Pompa Deaerator (L-222)
Fungsi : Memompa air dari bak air lunak ke deaerator
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
APP D-36
Perhitungan:
Rate aliran = 6037,2981 kg/jam = 3,6978 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x10
-4
lb/ft detik
Rate Volumetrik =

Ratemassa
=
3
/ 5 , 62
/ 6978 , 3
ft lb
dtk lb
= 0,0592 ft
3
/detik
=3,5520 ft
3
/mnt
= 26,5725 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x()
0,13
= 3,9 x (0,0592)
0,45
x(62,5)
0,13
= 1,8706 in
Diambil ID optimal = 2 in Sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 1,939 in = 0,1616 ft
OD = 2,384 in = 0,1983 ft
a = 2,95 in
2
= 0,0205 ft
2
Laju alir fluida (V) = Q/a
=
2
3
0205 , 0
/ 0592 , 0
ft
dtk ft
= 2,8878 ft/dtk
APP D-37
Pengecekan jenis aliran:
Nre =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 8878 , 2 1616 , 0

x
x x
= 48233,4711 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 deperoleh
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,0005
Perhitungan friksi:
1.Kontrasi Tangki Ke Pipa
A2/A1 = 0, karena A1>>A2 pipa
Kc = 0,4(1,25-A2/A1)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 8878 , 2 (
2
x
= 0,0648 lbf/lbm
APP D-38
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 100 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve fiting
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90
O
3 35 16,9663
Gate valve 2 9 2,9085
Globe valve 1 300 48,475
Total 68,3498
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 100 + 68,3498 = 168,3498 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 1616 , 0
) 8878 , 2 ( 3498 , 168 0005 , 0 2
2
x
x x x
= 0,2700 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104 didapat kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 8878 , 2 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,3888 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 0,7236 lbf/lbm
APP D-39
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 8878 , 2 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 0,7236
= 20,8532 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 0592 , 0 8532 , 20 x x
= 0,1403 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
1403 , 0
= 0,7014 Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
APP D-40
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
7014 , 0
= 0,8768 1 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 1 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
13. Deaerator (D-223)
Fungsi : Menghilangkan gas impurities dalam air umpan boiler dengan injeksi
steam.
Type : Bejana horisontal
Bahan : Carbon Steel SA 240 Grade M Type 316
Perhitungan:
Rate = 6037,2981 kg/jam
Densitas = 995,668 kg/m
3
Waktu tinggal = 1 jam
Rate Volumetrik =
3
/ 668 , 995
/ 2981 , 6037
m kg
jam kg
= 6,0636 m
3
/jam
Volume air = Rate Volumetrik x Waktu tinggal
= 6,0636 m
3
/jam x 1 jam
= 6,0636 m
3
APP D-41
Direncanakan air mengisi 80% Volume tangki
Maka:
Volume tangki =
8 , 0
0636 , 6
= 705795 m
3
Direncanakan bak berbentuk silinder dengan panjang L = 2D
Volume tangki = x x d
2
x L
7,5795 =1/4 x x d
2
x 2d
d =1,6901 m
L = 2 x d = 3,3802 m
Spesifikasi peralatan:
Bentuk : Bejana horizontal
Diameter : 1,6901 m
Tinggu : 3, 3802 m
Bahan : Karbon steel
Bahan : Carbon Steel SA 240 Grade M Type 316
Jumlah : 1 buah
14. Pompa Boiler (L225)
Fungsi : Memompa air dari deaerator ke boiler
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 6037,2981 kg/jam
= 0,7606 lb/detik
APP D-42
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x10
-4
lb/ft detik
Aliran Volumetrik =

RateMassa
=
3
/ 5 , 62
/ 7606 , 0
ft lb
dtk lb
= 0,0122 ft
3
/detik
= 5,4761 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x()
0,13
= 3,9 x (0,0122)
0,45
x(62,5)
0,13
= 0,9193 in
Diambil ID optimal = 2 in Sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 1,939 in = 0,1616 ft
OD = 2,384 in = 0,1983 ft
a = 2,95 in
2
= 0,0205 ft
2
Laju alir fluida (V) = Q/a
=
2
3
0205 , 0
/ 0122 , 0
ft
dtk ft
= 0,5951 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
Nre =

IDxVx
APP D-43
=
4
10 048 , 6
5 , 62 5951 , 0 1616 , 0

x
x x
= 9939,6560 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,0005
Perhitungan friksi:
1.Kontraksi Tangki Ke Pipa
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
>>A
2
pipa
Kc = 0,4(1,25-A
2
/A
1
)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 5951 , 0 (
2
x
= 0,0027 lbf/lbm
2.Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 100 ft
APP D-44
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve dan fiting.
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc (ft)
Elbow 90
O
3 35 16,9663
Gate valve 2 9 2,9085
Globe valve 1 300 48,475
Total 68,3498
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 100 + 68,3498 = 168,3498 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 1616 , 0
) 5951 , 0 ( 3498 , 168 0005 , 0 2
2
x
x x x
= 0,0115 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104 didapat, kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 5951 , 0 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,0165 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 0,0307 lbf/lbm
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
APP D-45
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 5951 , 0 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 0,0307
= 20,0362ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 0122 , 0 0362 , 20 x x
= 0,0278 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
0278 , 0
= 0,1389 Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
1389 , 0
= 0,1736 0,5 Hp
APP D-46
Spesifikasi peralatan:
Daya : 0,5 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
15. Pompa Klorinasi (L-231)
Fungsi : Memompa air dari bak bersih ke bak klorinasi
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 549 kg/jam
= 0,3363 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x10
-4
lb/ft detik
Aliran Volumetrik =

RateMassa
=
3
/ 5 , 62
/ 3363 , 0
ft lb
dtk lb
= 0,0054 ft
3
/detik
= 2,4238 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x()
0,13
= 3,9 x (0,0054)
0,45
x(62,5)
0,13
= 0,6369 in
APP D-47
Diambil ID optimal = 3/4 in sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 0,742 in = 0,0618 ft
OD = 1,50 in = 0,0875 ft
a = 0,432 in
2
= 0,003 ft
2
Laju alir fluida (V) = Q/a
=
2
3
003 , 0
/ 0054 , 0
ft
dtk ft
= 1,800 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
NRe =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 800 , 1 0618 , 0

x
x x
= 11497,4368 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,0005
Perhitungan friksi:
1.Kontraksi Tangki Ke Pipa
APP D-48
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
>>A
2
pipa
Kc = 0,4(1,25-A
2
/A
1
)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 8 , 1 (
2
x
= 0,0252 lbf/lbm
2.Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 50 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve dan fiting.
Valve-fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90
O
3 35 6,4925
Gate valve 2 9 1,1130
Globe valve 1 300 18,55
Total 26,1555
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 50 + 26,1555 = 76,1555 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 0618 , 0
) 8 , 1 ( 1555 , 76 0005 , 0 2
2
x
x x x
= 0,1247 lbf/lbm
3. Friksi pada 3 Buah Elbow 90
O
APP D-49
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104 didapat:
Kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 8 , 1 ( 75 , 0 2
2
x x
= 0,1510 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 0,3009 lbf/lbm
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 8 , 1 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 0,3009
= 20,3513 ft lbf/lbm
APP D-50
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 0054 , 0 3513 , 20 x x
= 0,0125 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
0125 , 0
= 0,0624Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
0624 , 0
= 0,0781 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 0,5 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
16. Bak Klorinasi (F-230)
Fungsi : Sebagai tempat membersihkan air dari kuman dengan penambahan
gas Cl
2
sebanyak 1 ppm.
Type: beton bertulang
Perhitungan:
Rate = 549 kg/jam
Densitas = 995,668 kg/m
3
Waktu tinggal = 24 jam
APP D-51
Rate Volumetrik =
3
/ 668 , 995
/ 549
m kg
jam kg
= 0,5514 m
3
/jam
Volume bak = Rate Volumetrik x Waktu tinggal
= 0,5514 m
3
/jam x 24 jam
= 13,2336 m
3
Direncanakan air mengisi 80% Volume tangki
Volume tangki =
8 , 0
2336 , 13
= 16,542 m
3
Direncanakan bak berbentuk persegi panjang dengan ukuran perbandingan:
Panjang : Lebar : Tinggi = 5 : 4 : 3
Maka volume penampang:
16,542 = 60 x
3
x = 0,6508 m
Jadi
Panjang = 5 x 0,6508 m = 3,2540 m
Lebar = 4 x 0,6508 m = 2,6032 m
Tinggi = 3 x 0,6508 m = 1,9524m
Spesifikasi peralatan:
Type: Beton bertulang
Panjang = 3,2540 m
Lebar = 2,6032 m
Tinggi = 1,9524m
APP D-52
Jumlah : 1 buah
17. Pompa Sanitasi (L-232)
Fungsi : Memompa air dari bak klorinasi ke bak air sanitasi
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 549 kg/jam
= 0,3363 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x10
-4
lb/ft detik
Aliran Volumetrik =

RateMassa
=
3
/ 5 , 62
/ 3363 , 0
ft lb
dtk lb
= 0,0054 ft
3
/detik
= 2,4238 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x()
0,13
= 3,9 x (0,0054)
0,45
x(62,5)
0,13
= 0,6369 in
Diambil ID optimal = 3/4 in sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 0,742 in = 0,0618 ft
OD = 1,50 in = 0,0875 ft
APP D-53
a = 0,432 in
2
= 0,003 ft
2
Laju alir fluida (V) = Q/a
=
2
3
003 , 0
/ 0054 , 0
ft
dtk ft
= 1,800 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
NRe =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 800 , 1 0618 , 0

x
x x
= 11497,4368 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan Pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,0005
Perhitungan friksi:
1.Kontraksi Tangki Ke Pipa
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
>>A
2
pipa
Kc = 0,4(1,25-A
2
/A
1
)
= 0,4 (1,25-0)
= 0,5
APP D-54
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 8 , 1 (
2
x
= 0,0252 lbf/lbm
2.Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 50 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve dan fiting.
Valve-fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90
O
3 35 6,4925
Gate valve 2 9 1,1130
Globe valve 1 300 18,55
Total 26,1555
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 50 + 26,1555 = 76,1555 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 0618 , 0
) 8 , 1 ( 1555 , 76 0005 , 0 2
2
x
x x x
= 0,1247 lbf/lbm
3. Friksi pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104 didapat:
Kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
APP D-55
=
174 , 32
) 8 , 1 ( 75 , 0 2
2
x x
= 0,1510 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 0,3009 lbf/lbm
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 8 , 1 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 0,3009
= 20,3513 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 0054 , 0 3513 , 20 x x
= 0,0125 Hp
APP D-56
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
0125 , 0
= 0,0624Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
0624 , 0
= 0,0781 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 0,5 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
18. Bak Air Sanitasi (F-233)
Fungsi : Menampung air bersih untuk digunakan sebagai air sanitasi.
Type : beton bertulang
Perhitungan:
Rate aliran = 549 kg/jam
Densitas air = 995,668 kg/m
3
Waktu tinggal = 24 jam
Rate Volumetrik =
3
/ 668 , 995
/ 549
m kg
jam kg
= 0,5514 m
3
/jam
Volume air = Rate Volumetrik x Waktu tinggal
= 0,5514 m
3
/jam x 24 jam
= 13,2336 m
3
APP D-57
Direncanakan
Bak berbentuk persegi panjang
Ukuran ; Panjang : Lebar : Tinggi = 5 : 3 : 2
air mengisi 80% Volume bak
Volume bak =
8 , 0
2336 , 13
= 16,5420 m
3
Volume bak = 30 x
3
16,5420 = 30 x
3
x = 0,8200 m
Maka:
Panjang bak = 5 x 0,8200 m = 4,1000 m
Lebar bak = 3 x 0,8200 m = 2,4600 m
Tinggi bak = 2 x 0,8200 m = 1,6400 m
Spesifikasi peralatan:
Panjang bak : 4,1000 m
Lebar bak : 2,4600 m
Tinggi bak : 1,6400 m
Type : Beton bertulang
Jumlah : 1 buah
19. Pompa Cooling Tower (L-241)
Fungsi : Memompa air dari bak air bersih ke cooling tower.
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
APP D-58
Perhitungan:
Rate aliran = 18865,6980 kg/jam
= 11,5552 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x 10
-4
lb/ft detik
Aliran Volumetrik =

RateMassa
=
3
5 , 62
det / 5552 , 11
lbft
ik lb
= 0,1849 ft
3
/dtk
= 82,9942 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
0,13
= 3,9 x (0,1849)
0,45
x (62,5)
0,13
= 3,1237 in
Diambil ID optimal = 4 in Sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 3,826 in = 0,3188 ft
OD = 4,5 in = 0,375 ft
a = 11,5 in
2
= 0,07986 ft
2
Laju alir fluida (V) =
" a
Q
=
2
3
07986 , 0
/ 1849 , 0
ft
dtk ft
APP D-59
= 2,3153 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
NRe =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 3153 , 2 3188 , 0
x
x x
= 76289,6519 >2100 (Turbulen)
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh:
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,009
Perhitungan friksi:
1. Kontrasi Tangki ke Pipa
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
>>A
2
pipa
Kc = 0,4(1,25 - A
2
/A
1
)
= 0,4 (1,25 - 0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 3153 , 2 (
2
x
APP D-60
= 0,0416 lbf/lbm
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 100 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve dan fiting.
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc (ft)
Elbow 90
O
3 35 33,4775
Gate valve 2 9 5,7390
Globe valve 1 300 95,65
Total 134,8665
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 100 +134,8665 = 234,8665 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 3188 , 0
) 3153 , 2 ( 8665 , 234 009 , 0 2
2
x
x x
= 2,2094 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis, Hal 104 didapat:
Kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 3153 , 2 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,2499 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 2,5009 lbf/lbm
APP D-61
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 3153 , 2 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 2,5009
= 22,5842 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 1849 , 0 5842 , 22 x x
= 0,4745 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
4745 , 0
= 2,3726 Hp
APP D-62
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
3726 , 2
= 2,9658 3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 3 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
20. Pompa Air Ke Alat (L-243)
Fungsi : Memompa air dari cooling tower ke peralatan.
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 18865,6980 kg/jam
= 11,5552 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp = 6,048 x 10
-4
lb/ft detik
Aliran Volumetrik =

RateMassa
=
3
5 , 62
det / 5552 , 11
lbft
ik lb
= 0,1849 ft
3
/dtk
= 82,9942 gpm
APP D-63
Diasumsikan aliran turbulen
ID = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
0,13
= 3,9 x (0,1849)
0,45
x (62,5)
0,13
= 3,1237 in
Diambil ID optimal = 4 in Sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 3,826 in = 0,3188 ft
OD = 4,5 in = 0,375 ft
a = 11,5 in
2
= 0,07986 ft
2
Laju alir fluida (V) =
" a
Q
=
2
3
07986 , 0
/ 1849 , 0
ft
dtk ft
= 2,3153 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
NRe =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 3153 , 2 3188 , 0
x
x x
= 76289,6519 >2100 (Turbulen)
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh:
APP D-64
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,009
Perhitungan friksi:
1. Kontrasi Tangki ke Pipa
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
>>A
2
pipa
Kc = 0,4(1,25 - A
2
/A
1
)
= 0,4 (1,25 - 0)
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 3153 , 2 (
2
x
= 0,0416 lbf/lbm
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 100 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve dan fiting
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc (ft)
Elbow 90
O
3 35 33,4775
Gate valve 2 9 5,7390
Globe valve 1 300 95,65
Total 134,8665
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 100 +134,8665 = 234,8665 ft
APP D-65
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 3188 , 0
) 3153 , 2 ( 8665 , 234 009 , 0 2
2
x
x x
= 2,2094 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis, Hal 104 didapat:
Kf = 0,75,maka:
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 3153 , 2 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,2499 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 2,5009 lbf/lbm
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
APP D-66
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 3153 , 2 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 2,5009
= 22,5842 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
=
550
5 , 62 1849 , 0 5842 , 22 x x
= 0,4745 Hp
Efisiensi pompa = 20 % (Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
4745 , 0
= 2,3726 Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
3726 , 2
= 2,9658 3 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 3 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
APP D-67
21. Pompa Air Proses (L-226)
Fungsi : Memompa air dari bak air lunak ke peralatan proses.
Type : Sentrifugal
Bahan : Cast iron
Perhitungan:
Rate aliran = 200,6077 kg/jam
= 0,1229 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Viskositas = 0,9 cp
= 6,048 x 10
-4
lb/ft detik
Aliran volumetrik =

RateMassa
=
3
5 , 62
/ 1229 , 0
lbft
dt lb
= 0,00197 ft
3
/dtk
= 0,8842 gpm
Diasumsikan aliran turbulen
ID optimal = 3,9 x (Q)
0,45
x ( )
0,13
= 3,9 x (0,00197)
0,45
x (62,5)
0,13
= 0,4046 in
Diambil ID optimal = 3/8 in, Sch 80
Dari Tabel 11 Kern, diperoleh:
ID = 0,423 in = 0,03525 ft
OD = 0,675 in = 0,05625 ft
APP D-68
a = 0,141 in
2
= 0,00097917 ft
2
Laju alir fluida (V) =
" a
Q
=
2
3
00097917 , 0
/ 00197 , 0
ft
dtk ft
= 2,0119 ft/dtk
Pengecekan jenis aliran:
NRe =

IDxVx
=
4
10 048 , 6
5 , 62 0119 , 2 03525 , 0
x
x x
= 7330,0268 >2100
Jadi asumsi aliran turbulen memenuhi
Ditentukan:
Bahan pipa : Cast Iron
Dari Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 99 diperoleh:
= 0,00026
/D = 0,0015
f = 0,0005
Perhitungan friksi:
1. Kontrasi Tangki ke Pipa
A
2
/A
1
= 0, karena A
1
tangki >>A
2
pipa
Kc = 0,4(1,25 - A
2
/A
1
)
= 0,4 (1,25 - 0)
APP D-69
= 0,5
Fc = Kc
xgc
v
2
2
= 0,5
174 , 32 2
) 0119 , 2 (
2
x
= 0,0314 lbf/lbm
2. Friksi Pada Pipa Lurus
Panjang pipa lurus (LI) = 100 ft
Panjang ekivalen hambatan(Lc) berdasarkan Geankoplis 2
nd
Edition, Hal 104
untuk valve dan fiting
Valve-Fiting Jumlah Lc/D Lc(ft)
Elbow 90
O
3 35 3,70125
Gate valve 2 9 0,6345
Globe valve 1 300 10,575
Total 14,9108
Perkiraan panjang pipa total = L1 + Lc = 100 + 14,9108 = 114,9108 ft
Ff =
IDxgc
xfxLxv
2
2
=
174 , 32 03525 , 0
) 0119 , 2 ( 9108 , 114 0005 , 0 2
2
x
x x x
= 0,4101 lbf/lbm
3. Friksi Pada 3 Buah Elbow 90
O
Dari Geankoplis, Hal 104 didapat:
Kf = 0,75,maka:
APP D-70
Fs =
gc
xkfxv
2
2
=
174 , 32
) 0119 , 2 ( 75 , 0 2
2
x
= 0,1887 lbf/lbm
Total friksi, Ft = Fc + Ff + Fs = 0,6302 lbf/lbm
Menentukan kerja pompa
Berdasarkan persamaan Bernoulli,
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
Ditentukan AZ = 20 ft
AP = 0 lb/ft
o
=1
g = 32,174
gc = 32,174 lbf/lbm
Sehingga:
Wf =
(

A
gc
V
. . 2
2
o
+
(

A
gc
g Z.
+
(

P
+ Ft
=
(

174 , 32 1 2
) 0119 , 2 (
2
x x
+
(

174 , 32
174 , 32 20x
+ 0 + 0,6302
= 20,6931 ft lbf/lbm
Menentukan tenaga penggerak pompa
WHP =
550
WfxQfx
APP D-71
=
550
5 , 62 00197 , 0 6931 , 20 x x
= 0,0046 Hp
Efisiensi pompa = 20 %(Timmerhouse, Gambar 14-37, Hal 520)
BHP =
q
WHP
=
2 , 0
0046 , 0
= 0,0232 Hp
Efisiensi motor (q m) 80 %
Daya pompa =
q
BHP
=
80 , 0
0032 , 0
= 0,0289 0,5 Hp
Spesifikasi peralatan:
Daya : 0,5 Hp
Type : Centrifuge pump
Bahan : Cash iron
Jumlah : 1 buah
22. Cooling Tower (P-240)
Fungsi : mendinginkan air yang akan digunakan sebagai air pendingin.
Perhitungan:
Rate aliran = 18865,6950 kg/jam
= 11,5552 lb/detik
Densitas air = 62,5 lb/ft
3
Rate Volumetrik =
3
5 , 62
det / 5552 , 11
lbft
ik lb
= 0,1849 ft
3
/dtk = 82,9942 gpm
Suhu welb bulb udara = 25
O
C = 77
O
F
Suhu air masuk menara = 60
O
C = 140
O
F
APP D-72
Suhu air pendingin = 30
O
C = 88
O
F
Direncanakan : Tinggi tower = 10 m
Digunakan counter flow encluced draft cooling tower dari gambar 12-14 Perry
didapatkan konsentrasi air = 2,5 gpm
Luas yang dibutuhkan =
gpm
gpm
5 , 2
9942 , 82
= 33,1977 ft
2
Luas = . . d
2
(10/82,9942 )
33,1977 = . . d
2
(10/82,9942 )
d = 18,7330 ft
2
Dari gambar 12-15 Perry, diperoleh:
Standart power performance = 100 % diperoleh:
Hp Ton/ft
3
tower area = 0,041 Hp/ ft
2
x 33,1977ft
2
= 1,3611Hp 2 Hp
3. Unit Penyediaan Listrik
Kebutuhan listrik pabrik Margarin ini direncanakan disediakan oleh PLN
dan generator set. Tenaga listrik yang disediakan dipergunakan untuk
menggerakkan motor, penerangan, instrumentasi dan lainnya.
Perincian kebutuhan listrik:
- Peralatan proses produksi
- Penerangan pabrik
- Listrik untuk penerangan
a. Peralatan Proses Produksi
APP D-73
Pemakaian listrik pada proses produksi dapat dilihat dalam Tabel 8.1
No Kode Alat Nama Alat Jumlah Daya (Hp)
1 L - 112 Pompa 1 0,5
2 L - 115 Pompa 1 0,5
3 L - 119 Pompa 1 0,5
4 L - 123 Pompa 1 0,5
5 L - 126 Pompa 1 0,5
6 L - 133
Pompa 1
3,0
7 L - 136 Pompa 1 0,5
8 L - 143 Pompa 1 0,5
9 L - 146 Pompa 1 0,5
10 H- 114 Centrifuge 1 0,5
11 H- 118 Centrifuge 1 0,5
12 R - 110 Netralizer 1 0,5
13 R - 120 Bleacher 1 0,5
14 R - 130 Hodrogenaror 1 0,5
15 R - 140 Deodorizer 1 0,5
16 M- 150 Emulsifier 1 0,5
Total 10,5
b. Daerah Pengolahan Air
Pemakaian listrik daerah pengolahan pabrik margarin dapat dilihat dalam tabel 8.2
No Kode Alat Nama Alat Daya (Hp)
1 L-208 Pompa 2
2 L-213 Pompa 4.5
3 L-216 Pompa 4.5
4 L-218 Pompa 1
5 L-222 Pompa 1
6 L-225 Pompa 0.5
7 L-226 Pompa 0.5
8 L-231 Pompa 0.5
9 L-232 Pompa 0.5
10 L-241 Pompa 3
11 L-243 Pompa 3
12 P-240 Cooling tower 2
APP D-74
Total
23
Data total penggerak pada unit proses dan pengolahan air adalah:
= 10,5 + 23
= 33,5 Hp
= 33,5 x 0,7475 KW/Hp
= 25,0413 KW
c. Listrik Untuk Penerangan
Berdasarkan peraturan menteri kesehatan no 7 tahun 1964 tentang syarat-
syarat kesehatan dan kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja, dimana
untuk area kerja yang dituntut tingkat ketelitian tinggi dalam waktu yang lama,
syarat intensif penerangan tiap m
2
area kerja 500-1000 Lux atau sama dengan
500-1000 Lumen/m
2
.
Adapun luas pabrik yang memerlukan penerangan dapat dilihat dalam tabel 8.3
No Bangunan Luas (m
2
) Luas (ft
2
)
1 Pos jaga 30 322.9095
2 Taman 50 538.1825
3 Parkir 100 1076.365
4 Kantor 825 8880.011
5 Perpustakaan 140 1506.911
6 Kantin 50 538.1825
7 Mushola 50 538.1825
8 Poliklinik 50 538.1825
9 Pos timbangan 30 322.9095
10 Laboratorium 250 2690.913
11 Gudang produk 300 3229.095
12 Gudang bahan bakar 50 538.1825
13 Toilet 8 86.1092
14 Listrik/generator 120 1291.638
15 PMK 250 2690.913
APP D-75
16 Boiler 150 1614.584
17 Bengkel 150 1614.584
18 Ruang proses 1000 10763.65
19 Ruang serba guna 140 1506.911
20 Perluasan 3200 34443.68
21 Pengolahan air 900 9687.285
22 Jalan 1500 16145.48
23 Garasi 150 1614.584
24 Limbah 250 2690.913
Total 9743 104870.3577
Untuk taman, timbangan, halaman, unit pengolahan air, unit pengolahan
limbah menggunakan lampu mercury 250 watt dengan ouput lumen 1000
Kebutuhan limen berdasarkan peraturan menteri kesehatan no 7 tahun 1964
adalah:
Lumen = Luas area x Lux
= 2730 x 1000
= 2730000 Lumen
Kebutuhan lampu mercury untuk penerangan taman, timbangab, halaman, jalan,
unit pengolahan limbah, unit pengolahan air adalah:
Jumlah lampu =
n outputlume
lumen
=
10000
2730000
= 273 buah lampu
Untuk area lainnya, kebutuhan penerangan dipenuhi dengan menggunakan lampu
TL 50 watt yang memiliki out lumen 2500
Kebutuhan lumen = Luas area x Lux
APP D-76
= 6613 m
2
x 700
= 4629100 lumen
Kebutuhan lampu TL untuk penerangan area:
Jumlah lampu =
n outputlume
lumen
=
2500
4629100
=1851,64 buah 1852 buah lampu
Kebutuhan listrik untuk penerangan:
= jumlah lampu x daya lampu
= (273x250 watt) +(1852 x 50 watt)
= 160850 watt
Kebutuhan listrik untuk alat laboratorium = 1500 watt
Kebutuhan listrik untuk peralatan bengkel = 2000 watt
Kebutuhan listrik untuk keperluan lain = 2000 watt
Jadi total kebutuhan listrik penerangan = 160850 watt +1500 +2000+2000
= 166350 watt
=166,35 KW
Jadi total kebutuhan listrik pabrik margarin
= Listrik proses dan pengolahan + Listrik untuk penerangan
= 25,0413 KW +166,35 KW
= 191,3913 KW
Untuk memenuhi kebutuhan listrik direncnakan listrik dipenuhi dari PLN sebesar
166,35 KW dan dari generator sebesar 25,0413 KW
APP D-77
Untuk itu power yang harus dibangkitkan dari generator:
=
rgenerator Powerfakto
k Dayalistri
=
% 75
0413 , 25 KW
= 33,3884 KW (33,3884 KVA)
Jadi daya yang harus dihasilkan oleh generator =33,3884 KVA
4. Unit Penyediaan Bahan Bakar
Jenis bahan bakar yang digunakan adala solar (diesel oil)
a. Perhitungan kebutuhan bahan bakar
- Densitas () = 55 lb/cuft = 0,881 kg/liter
- Heating volue solar = 19000 btu/lb
Bahan bakar untuk boiler = 722,5117 kg/jam
=
liter kg
jam kg
/ 881 , 0
/ 5117 , 722
= 820,1041 liter/jam
= 19682,5 liter/hari
Bahan bakar untuk generator
- Daya generator = 33,3884 KVA,
Dimana 1 KVA = 3412,154 btu/jam
- Daya generator perhari = 33,3884 x 3412,154 x 24 jam
APP D-78
= 2734232,703 btu/hari
- Efisiensi generator = 80 %
Bahan bakar yang dibutuhkan =
% 80 1900
703 , 2734232
x
=179,8837 lb/hari
= 81,5799 Kg/hari
Volume solar yang dibutuhkan =
luter kg
hari kg
/ 881 , 0
/ 5799 , 81
= 92,5992 Liter /hari
Jadi kebituhan total bahan bakar = 19682,5 Liter /hari + 92,5992 Liter /hari
= 19775,0992 liter/hari
b. Tangki bahan bakar
Fungsi : Menampung bahan bakar selama 10 hari
Type : Fixed roof vertical tank
Bahan : High alloy stell SA 240 grade A
Waktu tinggal : 10 hari
Volume bahan bakar = 19775,0992 liter/hari
Dalam 10 hari = 19775,0992 liter/hari x10
= 197750,992 liter
= 197,7510 m
3
/hari
Tangki dibagi menjadi 2 buah, maka volume tangki = 98,8755 m
3
/hari
Bahan bakar mengisi 80 % volumetotal tangki, maka
Volume tangki =
% 80
8755 , 98
= 123,5944 m
3
APP D-79
V tangki = x x d
2
x 1,5 d
123,5944 = x 3,14 x d
2
x 1,5 d
123,5944 = 1.1775 d
3
d = 4,7171 m = 15,4768 ft =185,7216 in
H = 1,5 x 4,7171 = 7,0757m= 23,2154 ft= 278,5848 in
Standarisasi di (Brownell and young App E, Hal 347)
diperoleh:
di standar = 60 in
H standar = (1,5 x 60) in = 90 in
Menentukan tebal tangki
ts =
) 6 , 0 ( 2 xpi fxE x
pixdi

+C
Dari (Brownell and young, diperoleh:
- f = 15600 Psi
- E = 0,85
- di = 60 in
- C = 2/16
- Pi = 55 lb/ft
2
x 23,2154 ft
= 1276,847 lb/ ft
2
= 8,8670 lb/in
2
ts =
) 8670 , 8 6 , 0 85 , 0 15600 ( 2
60 8670 , 8
x x x
x

+
16
2
=
) 8670 , 8 6 , 0 85 , 0 15600 ( 2
02 , 532
x x
+
16
2
APP D-80
=
16
325 , 0
+
16
2
in
=
16
325 , 2

16
3
in
Jadi tebal silinder =
16
3
in
Menentukan tebal tutup:
t =
o 2 / 1 cos ) 6 , 0 ( 2 X xpi fxE x
pixdi

+ C
=
60 cos ) 8670 , 8 6 , 0 85 , 0 15600 ( 2
60 8670 , 8
x x x
x

+
16
2
=
16
651 , 0
+
16
2
in
=
16
651 , 2

16
3
in
APP A-1
APPENDIX A
NERACA MASSA
Kapasitas produksi = 3.000 ton/tahun
Operasi pabrik = 300 hari/tahun
Satuan = kg/Jam
Kapasitas pabrik =
tahun hari jamx
jam kg
/ 300 24
/ 000 . 000 . 3
= 416,6667 kg/jam
Basis perhitungan = 362,4584 kg/jam
1. Tangki Netralisasi (R-110)
Fungsi: Untuk mengurangi FFA dari minyak
F-113
F-111 H-114
Reaksi: RCOOH + NaOH RCOONa + H
2
O
Asam oleat Lar.caustik soda Na oleat Air
Minyak masuk tangki netralisasi dengan komposisi:
Minyak = 97,7% x 362,4584 kg/jam = 354,1219 kg/jam
Air = 1,6 % x 362,4584 kg/jam = 5,7993 kg/jam
FFA dalam minyak = 0,7 % x 362,4584 kg/jam = 2,5372 kg/jam
R-110
APP A-1
APP A-2
Konversi reaksi = 96 %
(Sumber, Daniel Swern Baileys Industrial Oil And Fat Product Vol I hal 102)
Untuk menetralkan 1 kg FFA dalam minyak dibutuhkan 0,142 kg caustic
soda kristal (Ketaren, 197) = 2,5372 kg/jam x 0,142 kg = 0,3603 kg/jam
Caustic soda berlebih (Excess) yang digunakan 0,1%-0,2% yang didasarkan pada
berat minyak ikan sarden, yaitu: = 0,2% x 0,3603 kg/jam = 0,0007 kg/jam
Jadi, caustic soda yang dibutuhkan = 0,3603 + 0,0007 = 0,3610 kg/jam
Jika digunakan larutan caustic soda 20
o
Be (16,7 kg caustic soda dalam
100 liter air pelarut), maka jumlah larutan caustic soda (NaOH) yang dibutuhkan
(Ketaren, hal 198)
=
7 , 16
100 3610 , 0 x
= 2,1617 kg/jam
Jadi untuk menetralkan 2,5372 kg/jam FFA dibutuhkan sebanyak 2,1617 kg/jam
larutan caustic soda 20
O
Be.
Bahan masuk:
Minyak = 354,1219 kg/jam
FFA = 2,5372 kg/jam
Air = 5,7993 kg/jam
NaOH = 2,1617 kg/jam
Total = 364,6201 kg/jam
Bahan keluar ke centrifuge
FFA yang bereaksi = 96% x 2,5372 kg/jam = 2,4357 kg/jam
FFA yang menjadi sabun = 2,4357 kg/jam
Larutan sabun (soap stock) = 2,1617 kg/jam + 2,4357 kg/jam = 4,5974 kg/jam
APP A-3
FFA sisa = 2,5372 kg/jam - 2,4357 kg/jam = 0,1015 kg/jam
Air keluar = 5,7993 kg/jam
Minyak = 354,1219 kg/jam
Total = 364,6201 kg/jam
Tabel A.1 Neraca Massa pada Tangki Netralisasi (R-110)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (H-114)
Minyak : 354,1219
Air : 5,7993
FFA : 2,5372
Larutan NaOH : 2,1617
Minyak : 354,1219
Air : 5,7993
FFAsisa : 0,1015
Soap stock : 4,5974
Jumlah : 364,6201 Jumlah : 364,6201
2. Sentrifuge I (H-114)
Fungsi : Untuk memisahkan sabun dari minyak
F-117
R-110
Waste
Minyak keluar dari centrifuge masih mengandung 0,1 % Soap stock,
(Bernadini,114).
0,1 % x 354,1219 kg/jam = 0,3541 kg/jam
Soap stock ke waste = 4,5974 kg/jam - 0,3541 kg/jam
= 4,2433 kg/jm
H-114
APP A-4
Tabel A.2 Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge I (H-114)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (F-117)
Minyak : 354,1219
Air : 5,7993
FFAsisa : 0,1015
Soap stock : 4,5974
Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015
Soap stock sisa : 0,3541
Ke waste:
Air : 5,7993
Soap stock : 4,2433
Jumlah : 364,6201 Jumlah : 364,6201
3. Tangki Pencuci / Washing Tank (F-117)
Fungsi : Untuk mencuci minyak agar soap stock sisa dapat dipisahkan
Air
H-114 H-118
Bahan maasuk:
Minyak: : 354,1219kg/jam
FFA : 0,1015kg/jam
Soap stock sisa : 0,3541kg/jam
Total : 354,5775 kg/jam
Air pencuci 10 % berat bahan masuk (D.Swern,Ed.3,764)
10 % x 354,5775 kg/jam = 35,4578 kg/jam
F-117
APP A-5
Air sabun = Soap stock sisa + Air pencuci
= 0,3541 kg/jam + 35,4578 kg/jam = 35,8119kg/jam
Tabel A.3 Neraca Massa pada Tangki Pencuci (F-117)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (H-118)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015 FFA : 0,1015
Soap stock sisa : 0,3541
Air pencuci : 35,4578
Air sabun : 35,8119
Jumlah : 390,0353 Jumlah : 390,0353
4. Sentrifuge II (H-118)
Fungsi : Untuk memisahkan air sabun dengan minyak
F-117 R-120
Waste
Tabel A.4. Neraca Massa pada Tangki Sentrifuge (H-118)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (H-118)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015 FFA : 0,1015
Ke waste: Air sabun : 35,8119
Air sabun : 35,8119
Jumlah : 390,0353 Jumlah : 390,0353
5 . Tangki Pemucatan (R-120)
H-118
APP A-6
Fungsi : Untuk memucatkan warna minyak dengan menambah karbon aktif
F-121
H-118 H-124
Bahan masuk:
Minyak : 354,1219 kg/jam
FFA : 0,1015 kg/jam
Total : 354,2234 kg/jam
Karbon aktif yang digunakan sebanyak 2% dari berat bahan masuk (D.Swern,
Ed.3,2916)
Pada pabrik ini menggunakan karbon aktif sebagai bleaching agent
2 % x 354,2234 kg/jam = 7,0845 kg/jam
Tabel A.5 Neraca Massa pada Tangki Pemucatan (R-120)
Bahan Masuk, kg/jam Bahan Keluar, kg/jam ke (H-124)
Minyak : 354,1219 Minyak : 354,1219
FFA : 0,1015 FFA : 0,1015
Karbon aktif : 7,0845 Karbon aktif : 7,0845
Jumlah : 361,3079 Jumlah : 361,3079
6. Filter Press (H-124)
R-120
APP A-7
Fungsi : Untuk memisahkan karbon aktif dari minyak
R-120 F-125
Waste
Kehilangan minyak 0,3 % dari jumlah minyak masuk (Ketaren, hal 205)
0,3 % x 354,1219 kg/jam = 1,0624 kg/jam
Jadi, jumlah minyak yang keluar adalah:
= 354,1219 kg/jam - 1,0624 kg/jam
= 353,0595 kg/jam
Tabel A.6 Neraca Massa pada Filter Press (H-124)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar, kg/jam ke (F-127)
Minyak : 354,1219 Minyak : 353,0595
FFA : 0,1015 Ke waste:
FFA : 0,1015
Karbon aktif : 7,0845
Karbon aktif : 7,0845
Kehilangan minyak : 1,0624
Jumlah : 361,3079 Jumlah : 361,3079
7. Tangki Katalis Mixer (F-127)
H-124
APP A-8
Fungsi : Untuk mencampur katalis Ni
F-125 R-130
Katalis yang digunakan Ni sebanyak 0,05 % dari minyak masuk
(D.Swern,Ed.336)
0,05 % x 353,0595 kg/jam = 0,1765 kg/jam
Tabel A.7 Neraca Massa pada Tangki Katalis Mixer (F-127)
Bahan Masuk, kg/jam Bahan Keluar, kg/jam ke (R-130)
Minyak : 353,0595 Minyak : 353,0595
Katalis Ni : 0,1765 Katalis Ni : 0,1765
Jumlah : 353,2360 Jumlah : 353,2360
8. Tangki Hidrogenasi (R-130)
Fungsi : Untuk menghidrogenasikan minyak dengan katalis Ni
F-125 H-137
H
2
Bahan masuk:
F-127
R-130
APP A-9
Minyak : 353,0595 kg/jam
Jumlah H
2
yang dibutuhkan didasarkan pada bilangan iodium yang
diinginkan. Bilangan iodium adalah banyaknya hidrogen yang terikat oleh lemak
dihitung sebagai banyaknya I
2
setiap 100 gram minyak.
Bilangan iodium minyak ikan yang diinginkan adalah 40
Sehingga,
GramMinyak 100
40
= 0,4
Kmol H
2
= Kmol I
2
BM H
2
= 2,016
BM I
2
= 258,808
H
2
yang diserap:
I
2
=
808 , 258
4 , 0
= 0,0015 x 2,016
= 0,0030
H
2
berlebih 20 % (Bailey, 205)
H
2
yang dibutuhkan = 120 % x 0,0030 = 0,0036 kg/jam
H
2
sisa = 0,0036 kg/jam 0,0030 kg/jam
= 0,0006 kg/jam
Minyak yang keluar = 353,0595 kg/jam - 0,0030 kg/jam
= 353,0625 kg/jam
Tabel A.8 Neraca Massa pada Tangki Hidrogenasi (R-130)
APP A-10
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (H-137)
Minyak : 353,0595 Minyak : 353,0625
Katalis Ni : 0,1765 Katalis Ni : 0,1765
H
2
: 0,0036 H
2
sisa : 0,0006
Jumlah : 353,2396 Jumlah : 353,2396
9.Filter Press (H-135)
Fungsi : Untuk menghilangkan H
2
sisa
R-130 R-140
Waste
Minyak yang terikat sebanyak 0,5 %
x katalis
x

= 0,005
x
x
1753 , 0
= 0,005
x = 0,0093 kg/jam
Minyak keluar = 353,0625 kg/jam - 0,0093 kg/jam
= 353,0532 kg/jam
Tabel A.9 Neraca Massa pada Filter Press (H-137)
H-137
APP A-11
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (R-140)
Minyak : 353,0625 Minyak : 353,0532
Ke waste:
Katalis Ni : 0,1765
Katalis Ni : 0,1765
Minyak terikat : 0,0093
Jumlah : 353,2390 Jumlah : 353,2390
10 Tangki Deodorisasi (R-140)
Fungsi : Untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak diinginkan dalam
minyak
F-133 F-144
Kehilangan minyak sebesar 0,2 %
0,2 % x 353,0532 kg/jam = 0,7061 kg/jam
Kebutuhan steam = 50 kg/1000 kg minyak
0,05 x 353,0532 = 17,6527 kg/jam
Minyak keluar = 353,0532 kg/jam - 0,7061 kg/jam
= 352,3471 kg/jam
Tabel A.10 Neraca Massa pada Tangki Deodorizer (R-140)
R-140
APP A-12
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (F-144)
Minyak : 353,0532 Minyak : 352,3471
Steam : 17,6527
Ke E-143
Steam : 17,6527
Kehilangan minyak : 0,7061
Jumlah : 370,7590 Jumlah : 370,7590
11. Tangki Emulsi (M-150)
Fungsi : Untuk mencampur bumbu fase cair dan bumbu fase minyak
F-151 F-152
F-144 F-153
Minyak dari tangki deodorisasi sebanyak : 352,3471 kg/jam
Bumbu fase cair:
Air : 10 % x 352,3471 kg/jam = 35,2347 kg/jam
Natrium benzoat : 0,70 % x 352,3471 kg/jam = 2,4664 kg/jam
Garam : 1,6466 % x 352,3471 kg/jam = 5,8017 kg/jam
Diasetil : 0,0072 % x 352,3471 kg/jam = 0,0253 kg/jam
Laktosa : 0,4 % x 352,3471 kg/jam = 1,4094 kg/jam
Total = 44,9375 kg/jam
Bumbu fase minyak:
M-150
APP A-13
Vitamin A : 0,00077 % x 352,3471 kg/jam = 0,0027 kg/jam
Vitamin D : 0,00008 % x 352,3471 kg/jam = 0,0003 kg/jam
-karoten : 0,3 % x 352,3471 kg/jam = 1,0570 kg/jam
Lesitin : 0,2 % x 352,3471 kg/jam = 0,7047 kg/jam
Minyak pelarut : 5 % x 352,3471 kg/jam = 17,6174 kg/jam
Total = 19,3821 kg/jam
Tabel A.11.Neraca Massa pada Tangki Emulsi (M-150)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (F-153)
Minyak : 352,3471 Minyak : 352,3471
Bumbu fase air : 44,9375 Bumbu fase air : 44,9375
Bumbu fase minyak : 19,3821 Bumbu fase minyak : 19,3821
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
12. Tangki Penampung (F-153)
Fungsi : Untuk menampung margarin yang dihasilkan
M-150 P-154
Tabel A.12.Neraca Massa pada Tangki Penampung (F-153)
F-153
APP A-14
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (P-154)
Minyak : 352,3471
Bumbu fase air : 44,9375
Bumbu fase minyak : 19,3821
Emulsi : 416,6667
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
13. Votator (P-154)
Fungsi : Untuk mendinginkan margarin
Tabel A.13. Neraca Massa pada Votator (P-154)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam ke (J-155)
Emulsi : 416,6667 Emulsi : 416,6667
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
14. Packing (F-156)
Fungsi : Untuk mengemas margarin yang dihasilkan
Tabel A.14 Neraca Massa pada Packing (F-156)
Bahan masuk, kg/jam Bahan keluar,kg/jam
Emulsi : 416,6667 Emulsi : 416,6667
Jumlah : 416,6667 Jumlah : 416,6667
APPENDIX B
NERACA PANAS
Kapasitas Produksi = 3.000 Ton/Tahun
Suhu Referensi = 25
O
C
Satuan = kkal/Jama
1. Tangki Netralisasi (R-110)
H
1
Q
Qloss H
2
Neraca Panas Total:
H
1
+ H
R
+ Q = H
2
+ Qloss
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 30
O
C
H
2
= Panas dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 70
O
C
H
R
= Panas reaksi
Q = Panas yang dibawa oleh steam masuk
Qloss = Panas yang hilang
APP B-1
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 30
O
C
Cp minyak = 0,44 kkal/kg
O
C (Fig. 14-40b Kern, 438)
FFA = 0,507 kkal/kg
O
C (Fig. 14-40b Kern, 439)
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(30 - 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 354.1219 0.760 5 779.0682
Air 5.7993 1 5 28.9965
FFA 2.5372 0.507 5 6.4318
NaOH 2.1617 0.91 5 9.8357
Jumlah
824.3322
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 70
O
C
Rumus H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp,kkal/kg
O
C t(70 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 45 12.110,9689
Air 5,7993 1 45 260,9685
FFA 0,1015 0,507 45 2,3157
Soap stock 4,5974 0,403 45 83,3738
Jumlah 12.457,6269
c Menghitung Panas Reaksi (H
R
)
Reaksi: RCOOH + NaOH RCOONa + H
2
O
Konversi reaksi = 96 %
(Sumber, Daniel Swern Baileys Industrial Oil And Fat Product Vol I hal 102)
Hf FFA = -92,696 kkal/kgmol
Hf NaOH = -101,990 kkal/kgmol (Hougen, hal 301)
Hf sabun = -121.751,3 kkal/kgmol
Hf air = -68.317,4 kkal/kgmol (Hougen, hal 299)
H
R
= Hf Produk - Hf Reaktan
= (-121.751,3 + (-68.317,4)) - ( -92,696 + (-101,990))
= 4617,3 kkal/kgmol
Berat molekul sabun = 336,47
Panas reaksi H
R
=
47 , 336
12 , 21
x 4617,3 = 289,8248759 kkal
d. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
+ H
R
+ Q = H
2
+ Qloss
824,3322 + 289,8248759 + Q = 12457,6269 + 5%(824,3322 + 289,8248759 + Q)
Q = 11999,1344 kkal/jam
Qloss = 5% x Panas Masuk
= 0,05 (824,3322 + 289,8248759 + 11999,1344) kkal/jam
= 655,6646 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
1344 , 11999
= 29,2546 kg
Tabel B.1. Neraca Panas pada Tangki Netralisasi (R-110)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 824,3322
H
2
= 12457,6269
H
R
= 289,8248759
Q = 11.999,1344
Qloss = 655,6646
Jumlah = 13.113,2915
Jumlah =13.113,2915
2. Heater I (E-116)
Q
H
1
H
2
Neraca Panas Total:
H
1
+ Q = H
2
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 70
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar ke waste dengan suhu 85
O
C
Q = Panas yang dibawa steam
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 70
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(70- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 45 12.110,9689
Air 5,7993 1 45 260,9685
FFA 0,1015 0,507 45 2,3157
Soap stock
4,5974
0,403 45
83,3738
Jumlah 12.457,6269
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 65
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp,kkal/kg
O
C t(85 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 60 16,147,9586
Air 5,7993 1 60 347,9580
FFA 0,1015 0,507 60 3,0876
Soap stock 4,5974 0,403 60 111,1651
Jumlah 16,610,1693
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
+ Q= H
2
12457,6269 + Q = 16610,1693
Q = 4152,5424 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
5424 , 4152
= 10,1240 kg
Tabel B.2 Neraca Panas pada Heater I (E-116)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 10.767,3642
Q = 4.152,5424
H
2
= 16.610,1693
Jumlah = 16.610,1693
Jumlah = 16.610,1693
3. Centrifuge (H-118) Qloss
H
1
H
3
H
2
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ H
3
+ Qloss
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 70
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar ke waste dengan suhu 65
O
C
H
3
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 65
O
C
Qloss = Panas yang hilang
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 70
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(70- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 45 12.110,9689
Air 5,7993 1 45 260,9685
FFA 0,1015 0,507 45 2,3157
Soap stock
4,5974
0,403 45
83,3738
Jumlah 12.457,6269
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 65
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(65- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 40 10.765,3057
FFA 0,1015 0,507 40 2,0584
Soap stock
sisa
0,3541 0,403 40 5,7810
Jumlah 10.773,0722
Rumus : H
3
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (65-25)
O
C H
2,
kkal/jam
Air 5,7993 1 40 231,9720
Soap stock 4,2433 0,403 40 68,4019
Jumlah 300,3739
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ H
3
+ Qloss
12457,6269 = 10773.0722 + 300.3739 + Qloss
Qloss = 1384,1808 kkal/jam
Tabel B.2. Neraca Panas pada Centrifuga (H-118)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 10.773,0722
H
3
= 300,3739
H
1
= 12.457,6269
Qloss = 1.384,1808
Jumlah = 12.457,6269
Jumlah = 12.457,6269
4. Tangki Pemucatan (R120)
H
2
Qloss
H
1
H
3
Q
Neraca Panas Total :
H
1
+ H
2
+ Q = H
3
+ Qloss
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 65
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh karbon aktif dengan suhu 30
O
C
H
3
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 105
O
C
Q = Panas yang dibawa steam
Qloss = Panas yang hilang
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 65
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(65- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 40 10.765,3058
FFA 0,1015 0,507 40 2,0584
Jumlah 10.767,3642
b. Menghitung panas yang dibawa oleh karbon aktif dengan suhu 30
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(30- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Karbon aktif 7,0845 0,168 5 5,9510
Jumlah 5,9510
c. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 105
O
C
Rumus : H
3
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (105-25)
O
C H
3,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,5334 80 15.111,0897
FFA 0,1015 0,507 80 4,1168
Karbon
aktif
7,.0845 0,168 80 95,2157
Jumlah 15.210,4222
d. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
+ H
2
+ Q = H
3
+ Qloss
10767,3642 + 5.9510 + Q = 15210.4222 + 5%(10767,3642 + 5.9510 + Q)
Q = 5237.6555 kkal/jam
Qloss = 5% x Panas Masuk
= 0,05 (10767,3642 + 5.9510 + 5237.6556) kkal/jam
= 800.5485 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
6556 , 5237
= 12,7696 kg
Tabel B.3. Neraca Panas pada Tangki Pemucatan (R-120)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 10.767,3642
H
3
= 15.210,4222
H
2
= 5,9510
Q = 5.237,6555
Qloss = 800,5485
Jumlah = 16010.9707
Jumlah = 16.010,9707
5. Cooler 1 (E-122)
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ Q
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 105
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 70
O
C
Q = Panas yang diserap oleh air pendingin
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 105
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (105-25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,5334 80 15.111,0897
FFA 0,1015 0,507 80 4,1168
Karbon aktif 7,.0845 0,168 80 95,.2157
Jumlah 15.210,4222
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 70
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (70- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 45 12.110,9690
FFA 0,1015 0,507 45 2,3157
Karbon aktif 7,0845 0,168 45 53,5588
Jumlah 12.166,8435
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ Q
15210.4222 = 12166.8435 + Q
Q = 3043.5787 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =
T Cpx
Q
A
=
45 1
5787 , 3043
x
= 67,6351 kgs
Tabel B.4. Neraca Panas pada Cooler 1 (E-122)
Panas Masuk, kkal/jam Panas Keluar, kkal/jam
H
2
= 12.166,8435 H
1
=15.210,4222
Q = 3.043,5787
Jumlah = 15.210,4222 Jumlah = 15.210,4222
6. Filter Press (H-124)
Qloss
H
1
H
2
H
3
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ H
3
+ Qloss
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 70
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 50
O
C
H
3
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar menuju waste dengan suhu 50
O
C
Qloss = Panas yang hilang
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 70
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (70- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 354,1219 0,760 45 12.110,9690
FFA 0,1015 0,507 45 2,3157
Karbon aktif 7,0845 0,168 45 53,5588
Jumlah 12.166,8435
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 50
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(50- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 353,0595 0,760 25 6.708,1305
Jumlah 6.708,1305
Rumus : H
3
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (50 - 25)
O
C H
3,
kkal/jam
Minyak 1,0624 0,760 25 20,1856
FFA 0,1015 0,507 25 1,2865
Karbon aktif 7,0845 0,168 25 29,7549
Jumlah 51,2270
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ H
3
+ Qloss
12166.8435 = 6708,1305 + 51.2270 + Qloss
Qloss = 5407,4860 kkal/jam
Tabel B.5. Neraca Panas pada Filter Press (H-124)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
2
= 6.708,1305
H
3
= 51,2270
H
1
= 12.166,8435
Qloss = 5.407,4860
Jumlah = 12.166,8435
Jumlah = 12.166,8435
7. Tangki Hidrogenasi (R- 130)
Qloss
H
1
H
3
H
2
Neraca Panas Total:
H
1
+ H
2
+ Q = H
1
+ H
R
+ Qloss
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 80
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh gas H
2
dengan suhu 30
O
C
H
3
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 115
O
C
Q = Panas yang dibawa steam
Qloss = Panas yang hilang
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 80
O
C
Cp katalis Ni = 0,1160 kkal/kg (Hougen, 264)
Cp H
2
= 6,8940 kkal/kg
O
C (Hougen, Tabel 10,258)
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp,kkal/kg
O
C t(80-
25)
O
C
H
1,
kkal/jam
Minyak 353,0595 0,760 55 14.757,8871
Katalis Ni 0,1765 0,116 55 1,1261
Jumlah 14.759,0132
b. Menghitung panas yang dibawa oleh gas H
2
dengan suhu 30
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(30- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
H
2
0,0036 6,8940 5 0,1241
Jumlah 0,1241
c. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 115
O
C
Rumus : H
3
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(115-25)
O
C H
3,
kkal/jam
Minyak 353,0595 0,760 90 24.149,2698
Katalis Ni 0,1765 0,116 90 1,8427
H
2
0,0006 6,8940 90 0,3723
Jumlah 24.151,4848
Menghitung Panas Reaksi (H
2
)
Reaksi: C
17
H
31
(COO)
3
+ 3H
2
(C
17
H
33
COO)
3
C
3
H
5
Reaktan Produk
Minyak = 353,0595 .. Minyak = 353,0595
Ni = 0,1765 Ni = 0,1765
H
2
= 0,0036 H
2
= 0,0006
Hf
298
Reaksi dianggap steady state T = 115
O
C = 388
O
K
H
R
= Hf
298
+ H
P
- H
r
H
r
= [ (m.Cp)] (t)
= [(353,0595 x 0,760) + (0,1765 x 0,116) + (0,0036 x 6,894)] (298-388)
O
K
= - 24153,3450 kkal/jam
H
P
= [ (m.Cp)] (t)
= [(353,0595 x 0,760) + (0,1765 x 0,116) + (0,0006 x 6,894)] (388-298 )
O
K
= 24151,4820 kkal/jam
(Shreve,hal 30)
Komponen Massa, kg/jam AHf
298
Minyak 353,0595
-100,1905
H
2
0,0006
0
H
298
= (353,0595) (-100,1905) + (0,0006 x 0)
= - 35373,2078 kkal/jam
Maka:
H
R
= Hf
298
+ H
P
- H
r
= - 35373,2078 + 24151,4820 - (- 24153,3450)
= 12931,6192 kkal/jam
d. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
+ H
2
+ Q = H
3
+ H
R
+ Qloss
14759.0132 + 0.1241 + Q = 24151,4848 + 12931,6192 + 5%(14759.0132 +
0.1241+Q)
Q = 24275,7090 kkal/jam
Qloss = 5% x Panas Masuk
= 0,05 x 14759.0132 + 0.1241 + 24275,7091 kkal/jam
= 1951,7423 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
7091 , 24275
= 59,1849 kg
Tabel B.6. Neraca Panas pada Tangki Hidrogenasi (R-130)
Panas masuk, kkal/jam Panas keluar, kkal/jam
H
1
= 14759,0132
H
3
= 12.457,6269
H
2
= 0,1241 Qloss = 1.951,7423
Q = 24.275,7090
H
R
= 12.931,6192
Jumlah = 39.034,8463
Jumlah = 39.034,8463
8. Cooler 2 (E-135)
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ Q
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk suhu 115
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar suhu 60
O
C
Q = Panas yang diserap steam
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 115
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp,kkal/kg
O
C t(115-25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 353,0595 0,760 90 24.149,2698
Katalis Ni 0,1765 0,116 90 1,8427
H
2
0,0006 6,8940 90 0,3723
Jumlah 24.151,4848
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 60
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (60- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 353,0595 0,760 35 9.391,3827
Katalis Ni 0,1765 0,116 35 0,7165
H
2
0,0006 6,894 35 0,1448
Jumlah 9.392,2441
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ Q
24151,4848 = 9392,2441 + Q
Q = 14759,2407 kkal/jam
Kebutuhan air pendingin =
T Cpx
Q
A
=
35 1
2407 , 14759
x
= 421,6926 kg
Tabel B.6. Neraca Panas Pada Cooler 2 (E-135)
Masuk, kkal/jam Keluar, kkal/jam
H
2
= 9.392,2441 H
1
= 24.151,4848
Q = 14.759,2407
Jumlah = 24.151,4848 Jumlah = 24.151,4848
9. Heater 2 (E-138)
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
+ Q = H
2
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh air masuk dengan suhu 60
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh air keluar dengan suhu 220
O
C
Q = Panas yang dibawa steam
a. Menghitung panas yang dibawa oleh air masuk dengan suhu 60
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa,kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(60- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 353,0625 0,760 35 9.391,4625
Katalis Ni 0,1765 0,116 35 0,7166
Jumlah 9.392,1791
b. Menghitung panas yang dibawa oleh air keluar dengan suhu 220
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t (220- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 353,0532 0,760 195 52.322,4842
Jumlah 52.322,4842
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
+ Q = H
2
9392.1791 + Q = 52322.4842
Q = 42930.3051 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
3051 . 42930
= 104.6653 kg
Tabel B.8. Neraca Panas pada Heater 2 (E-138)
Panas Masuk, kkal/jam Panas Keluar, kkal/jm
H
1
= 9.392,1791
Q= 42.930,3051
H
2
= 52.322,4842
Jumlah = 52.322,4842 Jumlah = 52.322,4842
10. Tangki Deodorisasi (R-140)
H
3
Qloss
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
+ Q = H
2
+ H
3
+ Qloss
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 220
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 225
O
C
H
3
= Panas bahan teruap
Q = Panas yang dibawa steam
Qloss = Panas yang hilang
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 220
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C
t(220- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 353,0532 0,760 195 52.322,4842
Steam 17,6527 1,0234 195 3.522,8278
Jumlah 55.845,3120
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar dengan suhu 225
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C
t(225- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 352,3471 0,7600 200 53.556,7592
Steam 17;6527 1,0234 200 3613,1546
Jumlah 57.169,9138
c. Menghitung panas bahan teruap dengan suhu 225
O
C
Rumus : H
3
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C
t(225- 25)
O
C H
3,
kkal/jam
Minyak 0,7061 0,760 200 107,3272
Jumlah 107,3272
d. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
+ Q = H
2
+ H
3
+ Qloss
55845.3120 + Q = 57169.9138 + 107.3272 + Qloss
Q = 4446.5206 kkal/jam
Qloss= 5% x Panas Masuk
= 0,05 x 55845.3120 + 4446.5206 kkal/jam
= 3014.5916 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( =410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
5206 . 4446
= 10.8407 kg
Tabel B.9. Neraca Panas pada Tangki Deodorisasi (R-140)
Masuk, kkal/jam Keluar, kkal/jam
H
1
= 55.845,3120 H
2
= 57.169,9138
H
3
= 107,3272 Q = 4.446,5206
Qloss = 3.014,5916
Jumlah = 60.291,8320 Jumlah = 60.291,8320
11. Cooler 3 (E-143)
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ Q
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk pada suhu 225
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh bahan keluar pada suhu 80
O
C
Q = Panas yang diserap oleh steam
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk dengan suhu 225
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C
t(225- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 352,3471 0,760 200 53.556,7592
Jumlah 53.556,7592
b. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan keluar pada suhu 80
O
C
Rumus : H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C
t(80- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 352,3471 0,760 55 14.728,1088
Jumlah 14.728,1088
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ Q
53556.7592 = 14728.1088 + Q
Q = 38828.6504 kkal/jam
Kebutuhan air pendingin =
T Cpx
Q
A
=
145 1
6504 . 28828
x
= 267.7838kg
Tabel B.9. Neraca Panas pada Cooler 3 (E-143)
Masuk, kkal/jam Keluar, kkal/jam
H
2
= 14.728,1088 H
1
= 53.556,7592
Q = 38.828,6504
Jumlah = 53.556,7592 Jumlah = 53.556,7592
12. Tangki Emulsi (M-150)
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ Q
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk pada suhu 80
O
C
H
2
= Panas dalam produk keluar pada suhu 46
O
C
Q = Panas yang diserap
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk pada suhu 80
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Menghitung Hminyak masuk pada suhu 80
O
C
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(80- 25)
O
C H
,
kkal/jam
Minyak 352,3471 0,760 55 14.728,1088
Jumlah 14.728,1088
Menghitung Hbumbu fase cair dan bumbu fase minyak pada suhu 30
O
C
- H Bumbu fase cair masuk pada suhu 30
O
C
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(30- 25)
O
C H
,
kkal/jam
Air 35,2347 1 5 176,1735
Na benzoat 2,4664 0,2345 5 2,8918
Garam 5,8017 0,82 5 23,7870
Diasetil 0,0253 0,2041 5 0,0258
Laktosa 1,4094 0,299 5 2,1071
Jumlah 204,9852
- H Bumbu fase minyak masuk pada suhu 30
O
C
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(30- 25)
O
C H
,
kkal/jam
Vitamin A 0,0027 0,2675 5 0,0036
Vitamin D 0,0003 0,2560 5 0,0038
Beta karoten 1,0570 0,4791 5 2,5320
Lesitin 0,7047 0,3002 5 1,0578
Minyak pelarut 17,6174 0,760 5 66,9461
Jumlah 70,5433
Jadi, H
1
= Hminyak + Hbumbu fase cair + H bumbu fase minyak
= 14728.1088 + 204,9852 + 70,5433 kkal/jam
= 15003,6373 kkal/jam
b. Menghitung panas dalam produk keluar pada suhu 46
O
C
Rumus H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(46- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 352.3471 0,760 21 5.623,4597
Air 35,2347 1 21 739,9287
Na benzoat 2,4664 0,2345 21 12,1458
Garam 5,8017 0,82 21 99,9053
Diasetil 0,0253 0,2041 21 0,1084
Laktosa 1,4094 0,299 21 8,8496
Vitamin A 0,0027 0,2675 21 0,0152
Vitamin D 0,0003 0,2560 21 0,0016
Beta karoten 1,0570 0,4791 21 10,4346
Lesitin 0,7047 0,3002 21 4,4426
Minyak pelarut 17,6174 0,760 21 281,1737
Jumlah 6.780,4652
c. Menghitung Neraca Panas Total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ Q
15003,6373 + Q = 6780,4652
Q = 8223,1721 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
1721 , 8223
= 20,0483 kg
Tabel B.11. Neraca Panas pada Tangki Emulsi (M-150)
Masuk, kkal/jam Keluar, kkal/jam
H
2
= 6.780,4652 H
1
= 15.003,6373
Q = 8.223,1721
Jumlah = 15.003,6373 Jumlah = 15.003,6373
13. Votator Unit (P-154)
H
1
H
2
Q
Neraca Panas Total:
H
1
= H
2
+ Q
Dimana:
H
1
= Panas yang dibawa oleh bahan masuk pada suhu 46
O
C
H
2
= Panas yang dibawa oleh produk keluar pada suhu 38
O
C
Q = Panas yang diserap dowterm
a. Menghitung panas yang dibawa oleh bahan masuk pada suhu 46
O
C
Perhitungan Cp rata-rata bumbu fase air dan bumbu fase minyak sbb:
Cpr =
(

) (Cpa
m
ma
+
(

) (Cpb
m
mb
+
(

) (Cpc
m
mc
+
(

) (Cpd
m
md
+
=
(

) 1 (
9375 , 44
2347 , 35
+
(

) 2345 , 0 (
9375 , 44
4664 , 2
+
(

) 82 , 0 (
9375 , 44
8017 , 5
+
(

) 2041 , 0 (
9375 , 44
0253 , 0
+
(

) 299 , 0 (
9375 , 44
4094 , 1
= 0,9124 kkal/kg
O
C
Dengan cara yang sama diperoleh Cpr bumbu fase minyak = 0,7279 kkal/kg
O
C
Rumus : H
1
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(46- 25)
O
C H
1,
kkal/jam
Minyak 352,3471 0,760 21 5.623,4597
Bumbu fase cair 44,9375 0,9124 21 861,0205
Bumbu fase minyak 19,3821 0,7279 21 296,2728
Jumlah 6.780,7530
b. Menghitung panas yang dibawa oleh produk keluar pada suhu 38
O
C
H
2
= m.Cp. t
Komponen Massa, kg/jam Cp, kkal/kg
O
C t(38- 25)
O
C H
2,
kkal/jam
Minyak 352,3471 0,7600 13 3.481,1893
Bumbu fase cair 44,9375 0,9124 13 533,0127
Bumbu fase minyak 19,3821 0,7279 13 183,4070
Jumlah 4.197,6090
c. Menghitung neraca panas total
Panas Masuk = Panas Keluar
H
1
= H
2
+ Q
6780,7530 + Q = 4197,6090
Q = 2583,1440 kkal/jam
Kebutuhan steam pada suhu 250
O
C ( = 410,1673)
m =

Q
=
1673 , 410
144 , 2583
= 6,2978 kg
Tabel B.12. Neraca Panas pada Votator Unit (P-154)
Masuk, kkal/jam Keluar, kkal/jam
H
2
= 4.197,6090 H
1
= 6.780,7530
Q = 2.583,1440
Jumlah = 6.780,7530 Jumlah = 6.780,7530