Anda di halaman 1dari 56

APPENDIKS A

NERACA MASSA

Kapasitas produksi CPO = 21734 kg/jam


Kapasitas produksi PKO = 4950 kg/jam
Basis:
1 jam operasi
Kapasitas Tandan Buah
= 90000 Kg/jam
Sawit(TBS)
Yield CPO = 24% TBS (Renta,2015)
Yield PKO = 5.5% TBS (Renta,2015)
Tabel A.1. Komposisi Tandan Buah Sawit
Komponen Fraksi Massa
1. Buah Sawit = 60.5%
2. Tandang Buah Kosong = 39.5%
Total = 100%
(Naibaho,1998)
Tabel A.2. Komposisi Buah Sawit
Komponen Fraksi Massa
1. Mesokarp (Daging buah) = 60%
2. Kernel (Biji) = 40%
Total = 100%
(Ketaren)
Tabel A.3. Komposisi Mesokarp
Komponen Fraksi Massa
1. Minyak = 77%
2. Air = 8%
3. Serat = 15%
Total = 100%
(Naibaho,1998)
Tabel A.4. Komposisi Kernel
Komponen Fraksi Massa
1. Cangkang = 78%
2. Inti = 22%
Total = 100%
(Ketaren)
Tabel A.5. Komposisi Inti
Komposisi Fraksi Massa
1. Minyak = 47%
2. Air = 8%
3. Serat = 45%
Total = 100%
(Ketaren)

A-1
A. PROSES PENGOLAHAN MESOKARP MENJADI CPO
Proses pengolahan dimulai dari penimbangan buah, bertujuan untuk
mengetahui jumlah masuk .TBS yang dibawa truk pengangkut kemudian
dipindahkan ke Loading Ramp (A-111). Pada Loading Ramp (A-111) ini dilakukan
sortasi buah hingga kapasitas bahan baku terpenuhi , di mana juga bertujuan untuk
mengetahui kriteria panen dan IPB (indeks pengutipan brondolan) pada masing-
. masin kebun
TBS dari Loading Ramp ini kemudian dimasukkan kedalam lori-lori (F-112) .TBS
dimasukkan kedalam lori dengan membuka Pintu Loading yang diatur dengan sistem
hidrolik.Lori- lori yang diisi penuh dengan TBS dimasukkan kedalam Sterilizer (D-
,110)

Loading Ramp Sterilizer


Tandan (A-111) Tandan (D-111) Tandan
Buah Buah Buah Matang
Sawit Sawit
90000 kg/jam

1. STERILIZER (D-110)
Fungsi: Merebus dan mensterilasi buah kelapa sawit dengan uap panas

Aliran < 13>


Aliran <1>
Tandan Buah Matang
Tandan Buah Segar
90000 kg/jam D-110

Aliran <12>
Minyak
Air
Impurities
Gambar A.1 Blok Diagram Sterilizer
Masuk
Aliran <1>
Keterangan :
Kapasitas TBS masuk Loading ramp sama dengan Kapasitas TBS masuk sterilizer
Massa Buah Sawit = 60.5% x Kapasitas TBS Masuk
= 60.5% x 90000 kg = 54450 kg
Massa Tandan Buah Kosong = 39.5% x Kapasitas TBS Masuk
= 39.5% x 90000 kg = 35550 kg
Komponen Buah Sawit

A-2
Massa Mesokarp = 60% x Massa Buah Sawit
= 60% x 54450 kg = 32670 kg
Massa Kernel (Biji) = 40% x Massa Buah Sawit
= 40% x 54450 kg = 21780 kg

Komponen Mesokarp
Massa Minyak = 77% x Massa Mesokarp
= 77% x 32670 kg = 25155.9 kg
Massa Air = 8% x Massa Mesokarp
= 8% x 32670 kg = 2613.6 kg
Massa Serat = 15% x Massa Mesokarp
= 15% x 32670 kg = 4900.5 kg
Komponen Kernel
Massa Cangkang = 78% x Massa Biji
= 78% x 21780 kg = 16988.4 kg
Massa Inti = 22% x Massa Biji
= 22% x 21780 kg = 4791.6 kg
Komponen Inti
Massa Minyak = 47% x Massa Inti
= 47% x 4791.6 kg = 2252.05 kg
Massa Air = 8% x Massa Inti
= 8% x 4791.6 kg = 383.3 kg
Massa Serat = 45% x Massa Inti
= 45% x 4791.6 kg = 2156.22 kg
Impurities sebesar 10% tandan Buah kosong (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 10% x Massa Tandan Buah Kosong
= 10% x 35550 kg = 3555 kg

Keluar
Aliran <13> (Tandan Buah Matang)
Keterangan:
Perebusan yang sempurna akan menurunkan kadar air biji hingga 15 %(Naibaho)
Massa Air Pada Inti = (100%-15%)x Massa Air Awal pada Inti
= 85% x 383.3 kg = 325.8 kg
Pada proses sterilizer, TBS mengalami penyusutan berat akibat proses penguapan dan kehilangan
minyak karena terkondensasi (0,08% oil Losses ke kondensat)(PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Minyak Pada Mesokar= (100%-0,08%)x Massa Minyak Awal pada Mesokarp
= 99.92% x 25155.9 kg = 25135.8 kg

Aliran <12>
Keterangan:
Pada proses sterilizer, TBS mengalami penyusutan berat akibat proses penguapan dan kehilangan
minyak karena terkondensasi (0,08% oil Losses ke kondensat)(PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Minyak dari Mesokarp= 0.08% x Massa Minyak Awal

A-3
= 0.08% x 25155.9 = 20.12 kg
Perebusan yang sempurna akan menurunkan kadar air biji hingga 15 %(Naibaho)
Massa Air dari Inti = 15% x Massa Air Awal
= 15% x 383.3 = 57.50 kg
Massa Air dari Mesokarp = 85% x Massa Air Awal
= 85% x 2613.6 = 2221.6 kg
Impurities sebesar 0,5% tandan kosong (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 0.05% x Massa Impurities
= 0.05% x 3377.3 = 177.75

Tabel A.1 Neraca Massa Sterilizer (H-110)


Masuk Keluar
<1> <13> <12>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Tandan Buah Sawit 90000 87523.1 2477
Buah Sawit 0.605 54450.0 0.596 52150.8
- Mesokarp 32670.0 30428.3
Minyak 25155.9 25135.8 0.008 20.12 6.70824
Air 2613.6 392.0 0.897 2221.6 740.52
Serat 4900.5 4900.5
- Biji 21780.0 21722.5
Cangkang 16988.4 16988.4
Inti 4791.6 4734.1
Minyak 2252.1 2252.1
Air 383.3 325.8 0.023 57.50 19.1664
Serat 2156.2 2156.2
Tandan Buah Kosong 0.395 35550.0 0.40 35372.3
- Tandan Kosong 31995.0 31995.0
- Impurities 3555.0 3377.3 0.072 177.75
Total 1.000 90000 1.000 87523 1.000 2477
Total 90000 90000

2. TRESHER (H-120)
Fungsi: Memutar dan membanting tandan buah matang supaya buah terlepas
dari tandannya
Aliran <13>
Tandan Buah Matang Aliran <14>
H-120 Tandan Kosong

Aliran <15>
Buah Matang Terlepas
Gambar A.2 Blok Diagram Tresher

Keluar

A-4
Aliran <15> (Buah Matang Terlepas)
Keterangan :
Buah terlepas yaitu 95% dari Buah Matang (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Buah Sawit = 95% x Massa Buah Sawit Masuk
= 95% x 52150.8 = 49543.3 kg
Impurities keluar pada Tandan Kosong 10% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = (100%-10%) x Massa Impurities Masuk
= 90% x 3377.3 = 3039.5 kg

Aliran <14> (Tandan Kosong)


Keterangan :
Buah terlepas yaitu 95% dari Buah Matang (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Buah Sawit = (100%-95%) x Massa Buah Sawit Masuk
= 5% x 52150.8 = 2607.5 kg
Impurities keluar pada Tandan Kosong 10% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 10% x Massa Impurities Masuk
= 10% x 3377.3 = 337.73 kg

Tabel A.2 Neraca Massa Tresher (H-120)


Masuk Keluar
<13> <15> <14>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Tandan Buah Matang 87523
Buah Sawit 0.596 52150.8 0.942 49543.3 0.075 2607.5
Mesokarp 30428.3 29726.0
Minyak 25135.8 22889.0
Air 392.0 2378.1
Serat 4900.5 4458.9
Biji 21722.5 19817.3
Cangkang 16988.4 15457.5
Inti 4734.1 4359.8
Minyak 2252.1 2049.1
Air 325.8 348.8
Serat 2156.2 1961.9
Tandan Buah Kosong 0.404 35372.3
Tandan Kosong 31995.0 0.916 31995.0
Impurities 3377.3 0.058 3039.5 0.010 337.725
Total 1.000 87523 1.000 52582.8 0.00 34940.3
Total 87523 87523

3. DIGESTER (M-130)
Fungsi: Melumat buah sawit dengan cara pengadukan menggunakan pisau digester

Aliran <18>
Lumatan Buah Sawit

A-5
Aliran <18>
Aliran <15> Lumatan Buah Sawit

Buah Matang Terlepas M-130

Gambar A.3 Blok Diagram Digester

Tabel A.3 Neraca Massa Digester (M-130)


Masuk Keluar
<15> <18>
No Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Lumatan Buah Sawit 0.942 49543.3
Buah Sawit 0.942 49543.3 49543.3
Mesokarp 29726.0 29726.0
Minyak 22889.0 22889.0
Air 2378.1 2378.1
Serat 4458.9 4458.9
Biji 19817.3 19817.3
Cangkang 15457.5 15457.5
Inti 4359.8 4359.8
Minyak 2049.1 2049.1
Air 348.8 348.8
Serat 1961.9 1961.9
Impurities 0.058 3039.5 0.058 3039.5
Total 1.000 52583 1.000 52583
Total 52583 52583

4. SCREW PRESS (H-140)


Fungsi:: Mengeluarkan minyak CPO dari lumatan buah dengan ulir Aliran <19>
Aliran <18>
Lumatan Buah Sawit Ker nel dan serat
H-140

Aliran <20>
Hasil Perasan

Gambar A.4 Blok Diagram Screw Press

A-6
Keluar
Aliran <20> (Hasil Perasan)
Keterangan :
Minyak terikut pada stasiun PKO sebesar 0,05% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Minyak = (100%-0,05%) x Massa Minyak Masuk
= 99.95% x 22889.0 = 22877.5 kg
Air yang tercampur ke dalam hasil perasan sebesar 40% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = (100%-40%) x Massa Air Masuk
= 60% x 2378.1 = 1426.85 kg
Serat yang tercampur ke dalam hasil perasan sebesar 5% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Serat = 5% x Massa Serat Masuk
= 5% x 4458.9 = 222.9 kg

Aliran <19> (Kernel dan Serat)


Keterangan:
Minyak terikut pada stasiun PKO sebesar 0,05% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Minyak = 0.05% x Massa Minyak Masuk
= 0.05% x 22889 = 11.44 kg
Air yang tercampur ke dalam hasil perasan sebesar 40% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 40% x Massa Air Masuk
= 40% x 2378.1 = 951.231 kg
Serat yang tercampur ke dalam hasil perasan sebesar 5% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Serat = (100%-5%)x Massa Serat Masuk
= 95% x 4458.9 = 4236.0 kg
Impurities tercampur ke dalam hasil perasan sebesar 10% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 10% x Massa Impurities Masuk
= 10% x 3039.5 = 304.0 kg

Tabel A.4 Neraca Massa Screw Press (H-140)


Masuk Keluar
<18> <20> <19>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Lumatan Buah Sawit 0.942 49543.3
Mesokarp 29726.0
Minyak 22889.0 0.839 22877.5 0.0005 11.4
Air 2378.1 0.052 1426.8 0.038 951.231
Serat 4458.9 0.008 222.9 0.167 4236.0
Biji 19817.3 0.78268 19817.3
Cangkang 15457.5 15457.5
Inti 4359.8 4359.8
Minyak 2049.1 2049.1
Air 348.8 348.8

A-7
Serat 1961.9 1961.9
Impurities 0.058 3039.5 0.100 2735.6 0.01 304.0
Total 1.000 52582.8 1.000 27262.9 1.000 25319.9
Total 52583 52583

5. VIBRATING SCREEN (H-150)


Fungsi: Memisahkan pasir dan serat dalam minyak CPO

Aliran <20> Aliran <21>


Hasil Perasan H-150 Kotoran dan serat tersaring

Aliran <22>
Minyak Hasil Saringan
Gambar A.5 Blok Diagram Vibrating Screen

Keluar
Aliran <22> (Minyak Hasil Saringan)
Keterangan :
Serat mengandung air sebesar 5% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = (100%-5%) x Massa Air Masuk
= 95% x 1426.8 = 1355.50 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring serat sebesar 90% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Serat = 10% x Massa Serat Masuk
= 10% x 222.9 = 22.29 kg
Impurities tercampur ke dalam hasil saringan sebesar 10% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 10% x Massa Impurities Masuk
= 10% x 2735.6 = 273.56 kg

Aliran <21> (Kotoran dan Serat Tersaring)


Keterangan :
Serat mengandung air sebesar 5% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 5% x Massa Air Masuk

A-8
= 5% x 1426.8 = 71.342 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring serat sebesar 90% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Serat = 90% x Massa Serat Masuk
= 90% x 222.9 = 200.65 kg
Impurities tercampur ke dalam hasil saringan sebesar 1 (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 90% x Massa Impurities Masuk
= 90% x 2735.6 = 2462.02 kg

Tabel A.5 Neraca Massa Vibrating Screen (H-150)


Masuk Keluar
<20> <22> <21>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.839 22877.5 0.933 22877.5
Air 0.052 1426.8 0.055 1355.50 0.026 71.3423
Serat 0.008 222.9 0.001 22.29 0.073 200.65
Impurities 0.100 2735.6 0.011 273.557 0.901 2462.02
Total 1.000 27262.9 1.000 24528.9 1.000 2734.01
Total 27262.912 27262.912

6. SAND TRAP (H-160)


Fungsi : Mengendapkan Pasir pada minyak

Aliran <22> H-160 Aliran <24>


Minyak Hasil Saringan Hasil Minyak

Aliran <23>
Kotoran dan serat Terendapkan

Gambar A.6 Blok Diagram Sand Trap

Keluar
Aliran <24> (Hasil Minyak)

A-9
Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 20% x Massa Air Masuk
= 20% x 1355.5 = 271.10 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring serat sebesar 70%
Massa Serat = (100%-70%)x Massa Serat Masuk
= 30% x 22.29 = 6.69 kg
Impurities tercampur ke dalam minyak hasil sebesar 30%
Massa Impurities = 30% x Massa Impurities Masuk
= 30% x 273.56 = 82.07 kg

Aliran <23> (Kotoran dan Serat Terendapkan)


Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = (100%-20%) x Massa Air Masuk
= 60% x 1355.5 = 1084.40 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring serat sebesar 70%
Massa Serat = 70% x Massa Serat Masuk
= 70% x 22.29 = 15.61 kg
Impurities tercampur ke dalam minyak hasil sebesar 30%
Massa Impurities = (100%-30%) x Massa Impurities Masuk
= 70% x 273.56 = 191.49 kg

Tabel A.6 Neraca Massa Sand Trap


Masuk Keluar
<22> <24> <23>
No. Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.933 22877.5 0.985 22877.5
Air 0.055 1355.50 0.012 271.10 0.840 1084.40
Serat 0.001 22.29 0.000 6.69 0.012 15.61
Impurities 0.011 273.56 0.004 82.07 0.148 191.49
Total 1.000 24528.9 1.000 23237 1.000 1291.50
Total 24528.90 24528.90

7. Crude Oil Tank (F-170)


Fungsi : Tangki Penampung minyak kasar dilengkapi jacket

Aliran <24> Aliran <29>


Minyak H-170 Hasil Minyak

Aliran <25>
Dillution Water

Aliran <28>
Kotoran dan serat Terendapkan

A-10
Aliran <28>
Kotoran dan serat Terendapkan

Gambar A.6 Blok Diagram Crude Oil Tank

Masuk
Aliran <25> (Dillution Water)
Keterangan :
Dillution Water sebesar 29% dari Buah Sawit terlepas (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Dillution Water = 29% x Massa Buah Sawit terlepas di Threser
= 29% x 49543.3 = 14368 kg

Keluar
Aliran <29> (Hasil Minyak)
Keterangan :
Minyak terikut sebesar 5% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Minyak = 95% x Massa Minyak Masuk
= 95% x 22877.5 = 21733.7 kg
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 20% x Massa Air Masuk
= 20% x 271.1 = 2927.73 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring sebesar 70% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Serat = 30% x Massa Serat Masuk
= 30% x 6.69 = 2.01 kg

Efisiensi Alat dalam menyaring sebesar 70% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 30% x Massa Impurities Masuk
= 30% x 82.07 = 24.62 kg

Aliran <28> (Kotoran dan Serat Terendapkan)


Keterangan :
Minyak terikut sebesar 5% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Minyak = 5% x Massa Minyak Masuk
= 5% x 22877.5 = 1143.88 kg
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 80% x Massa Air Masuk
= 80% x 271.1 = 11710.9 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring sebesar 70% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Serat = 70% x Massa Serat Masuk
= 70% x 6.69 = 4.68 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring sebesar 70% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Impurities = 70% x Massa Impurities Masuk
= 70% x 82.07 = 57.45 kg

A-11
Tabel A.7 Neraca Massa Crude Oil Tank
Masuk
<24> <25>
No. Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Minyak 0.9845 22877.5
Air 0.0117 271.10
Serat 0.0003 6.69
Impurities 0.0035 82.07
Dillution Water 1.000 14368
Total 1.0000 23237.4 1.000 14368
Total 37604.95

Keluar
<29> <28>
No. Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Minyak 0.88033 21733.7 0.089 1143.88
Air 0.11859 2927.73 0.907 11710.9
Serat 8.1E-05 2.01 0.000 4.68
Impurities 0.0010 24.62 0.004 57.45

A-12
Total 1.0000 24688.0 1.000 12916.9
Total 37604.95

8. Cylindrical Settling Tank (H-180)


Fungsi : Memisahkan Minyak , air, dan Kotoran dengan pengendapan

Aliran <29> Aliran <31>


H-180 Minyak bersih
Minyak kotor

Aliran <30>
Kotoran dan serat Terendapkan

Gambar A.8 Blok Diagram Cylindrical Settling Tank

Keluar
Aliran <31> (Minyak Bersih)
Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 20% x Massa Air Masuk
= 20% x 2927.73 = 585.55 kg
Massa Impurities = Massa Impurities Masu - Massa Impurities terendapkan
= 24.6202 - 17.23 = 7.39 kg

Aliran <30> (Kotoran dan Serat Terendapkan)


Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 80% x Massa Air Masuk
= 80% x 2927.73 = 2342.18 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring impurities sebesar 70%
Massa Impurities = 70% x Massa Impurities Masuk
= 70% x 24.62 = 17.23 kg

Tabel A.8 Neraca Massa Cylindrical Settling Tank


Masuk Keluar
<29> <31> <30>
No. Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.880 21733.7 0.9734 21733.7
Air 0.119 2927.73 0.0262 585.55 0.992 2342.18
Serat 0.000 2.01 0.00085 2.01
Impurities 0.001 24.62 0.0003 7.39 0.0073 17.23
Total 1.000 24688.0 1.000 22326.6 1.000 2361.42

A-13
Total 24688.03 24688.03

9. Pure Oil Tank (H-190)


Fungsi : Menampung Minyak sebelum masuk Oil Purifier
Aliran <31>
H-190
Minyak Bersih
Aliran <35>
Hasil Tampungan
Minyak

Aliran <34>
Kotoran dan serat Terendapkan
Gambar A.9 Blok Diagram Pure Oil Tank

Keluar
Aliran <35> (Hasil Tampungan Minyak)
Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = (100%-80%) x Massa Air Masuk
= 20% x 585.5 = 234.2 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring impurities sebesar 70%
Massa Impurities = 70% x Massa Impurities Masuk
= 70% x 7.4 = 2.2 kg

Aliran <34> (Kotoran dan Serat Terendapkan)


Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20% (PKS Karisma Inti Usaha)
Massa Air = 80% x Massa Air Masuk
= 80% x 585.5 = 351.33 kg
Massa Impurities = Massa Impurities Masu - Massa Impurities terendapkan
= 7.4 - 2.22 = 5.17 kg

Tabel A.9 Neraca Massa Pure Oil Tank


Masuk Keluar
<31> <35> <34>
No. Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.9734 21733.7 0.989 21733.7
Air 0.0262 585.5 0.011 234.2 0.9855 351.328
Impurities 0.0003 7.4 0.0001 2.2 0.0145 5.17
Total 1.000 22326.6 1.000 21970.1 1.000 356.50
Total 22326.60 22326.60

10.Oil Purifier (H-200)

A-14
Fungsi : Memurnikan minyak dari kotoran

Aliran <35> H-200 Aliran <37>


Hasil Tampungan Minyak hasil
Minyak Oil Purifier

Aliran <36>

Gambar A.10 Blok Diagram Oil Purifier

Keluar
Aliran <37> (Minyak Hasil Oil Purifier)
Keterangan :
Efisiensi Oil Purifier untuk menurunkan kadar air sebesar 31%
Massa Air = (100%-31%) x Massa Air Masuk
= 69% x 234.2 = 161.6 kg
Massa Impurities = Massa Impurities Masu - Massa Impurities tersaring
= 2.22 - 1.11 = 1.11 kg

Aliran <36>
Keterangan :
Efisiensi Oil Purifier untuk menurunkan kadar air sebesar 31%
Massa Air = 31% x Massa Air Masuk
= 31% x 234.2 = 72.608 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring impurities sebesar 50%
Massa Impurities = 50% x Massa Impurities Masuk
= 50% x 2.22 = 1.11 kg

Tabel A.10 Neraca Massa Oil Purifier


Masuk Keluar
<35> <37> <36>
No. Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.98924 21733.7 0.993 21733.7
Air 0.01066 234.2 0.007 161.6 0.985 72.6077
Impurities 0.0001 2.2 5.1E-05 1.11 0.015 1.11
Total 1.000 21970.1 1.000 21896.4 1.000 73.72
Total 21970.11 21970.11

11.Vacuum Drayer (H-210)


Fungsi : Mengurangi Kadar Air pada hasil minyak

Aliran <37> H-210 Aliran <39>


Minyak Hasil Crude Palm Oil
Oil Purifier

A-15
Aliran <37> H-210 Aliran <39>
Minyak Hasil Crude Palm Oil
Oil Purifier

Aliran <38>

Gambar A.11 Blok Diagram Vacuum Drayer

Keluar
Aliran<39> (Crude Palm Oil)
Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20%
Massa Air = (100%-80%) x Massa Air Masuk
= 20% x 161.61 = 48.48 kg
Efisiensi Alat dalam menyaring impurities sebesar 70%
Massa Impurities = 30% x Massa Impurities Masuk
= 30% x 1.11 = 0.33 kg

Aliran<38>
Keterangan :
Minyak keluar mengandung air sebesar 20%
Massa Air = 80% x Massa Air Masuk
= 80% x 161.61 = 113.13 kg
Massa Impurities = Massa Impurities Masu - Massa Impurities terendapkan
= 1.1 - 0.78 = 0.33 kg

Tabel A.11 Neraca Massa Vacuum Drayer


Masuk Keluar
<37> <39> <38>
No. Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.99262 21733.7 1.000 21733.7
Impurities 5E-05 1.11 0.33 0.00681 0.78
Air 0.00738 161.61 48.48 0.993 113.13
Total 1.000 21895.3 1.000 21733.7 1.000 113.90
Total 21895.28 21847.57

Reendemen CPO Terhitung = 24.15 %


Batas Maksimal Kadar Air dan Kotoran = 0,5%

A-16
A-17
n dan kehilangan

n dan kehilangan

A-18
6.70824
740.52

19.1664

A-19
APPENDIKS B
NERACA ENERGI

Kapasitas produksi CPO = 21734 ton/jam


Kapasitas produksi PKO = 4950 ton/jam
Basis:
1 jam operasi
Kapasitas Tandan Buah
= 90000 Kg/jam
Sawit(TBS)
T referensi = 25 C = 298 K
Satuan = Kilo Joule

Tabel B.1. Komposisi Tandan Buah Sawit (Naibaho,1998)


Komponen Fraksi Massa
1. Buah Sawit = 60.5%
2. Tandang Buah Kosong= 39.5%
Total = 100%

Tabel B.2. Komposisi Buah Sawit (Ketaren, 1986)


Komponen Fraksi Massa
1. Mesokarp (Daging buah) = 60%
2. Kernel (Biji) = 40%
Total = 100%

Tabel B.3. Komposisi Mesokarp (Ketaren, 1986)


Komponen Fraksi Massa
1. Minyak = 77%
2. Air = 8%
3. Serat = 15%
Total = 100%

Tabel B.4. Komposisi Kernel (Ketaren, 1986)


Komponen Fraksi Massa
1. Cangkang = 78%
2. Inti = 22%
Total = 100%

Tabel B.5. Komposisi Inti (Ketaren, 1986)


Komposisi Fraksi Massa
1. Minyak = 47%
2. Air = 8%
3. Serat = 45%
Total = 100%

B-20
Menurut Smith Van Ness (1989), dalam perhitungan neraca energi ini berlaku
teori hukum kekekalan energi dengan persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut.

Tabel B.6. Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit dan


Minyak Inti Sawit (Ketaren, 1986)
Asam Lemak Minyak Kelapa SawitMinyak Inti Sawit
Asam kaprilat - 4.00
Asam kaproat - 5.00
Asam laurat - 50.00
Asam miristat 2.50 15.00
Asam palmitat 43.00 7.00
Asam stearat 4.00 2.50
Asam oleat 43.00 15.00
Asam linoleat 7.50 1.50

Tabel B.7. Cp zat cair untuk ikatan (J/molK) (Perry,1997)


Ikatan Cp
CH3 36.82
CH2 30.38
CH 21.34
CO2 60.67
CH (iso) 20.92
COOH 79.91

Berat molekul :
C = 12 kg/mol
H = 1 kg/mol
O = 16 kg/mol

Cp Asam kaprilat (C8H16O2) = 1(CH3) + 6(CH2) + COOH


BM = 144 = 36.82 + 182.28 + 79.91
= 299.01 J/molK
= 2.076 kJ/kgK

Cp Asam kaproat (C6H12O2) = 1(CH3) + 4(CH2) + COOH


BM = 116 = 36.82 + 121.52 + 79.91
= 238.25 J/molK
= 2.054 kJ/kgK

Cp Asam Laurat (C12H24O2) = 1(CH3) + 10(CH2) + COOH


BM = 200 = 36.82 + 303.8 + 79.91

B-21
= 420.53 J/molK
= 2.103 kJ/kgK

Cp Asam miristat (C14H28O2) = 1(CH3) + 12(CH2) + COOH


BM = 228 = 36.82 + 364.56 + 79.91
= 481.29 J/molK
= 2.11092 kJ/kgK

Cp Asam palmitat (C16H32O2) = 1(CH3) + 14(CH2) + COOH


BM = 256 = 36.82 + 425.32 + 79.91
= 542.05 J/molK
= 2.117 kJ/kgK

Cp Asam stearat (C18H36O2) = 1(CH3) + 16(CH2) + COOH


BM = 280 = 36.82 + 486.08 + 79.91
= 602.81 J/molK
= 2.153 kJ/kgK

Cp Asam oleat (C18H34O2) = 1(CH3) + 14(CH2) + 2(CH) + COOH


BM = 282 = 36.82 + 425.32 + 42.68 + 79.91
= 584.73 J/molK
= 2.074 kJ/kgK

Cp Asam linoleat (C18H34O2) = 1(CH3) + 12(CH2) + 4(CH) + COOH


BM = 282 = 36.82 + 364.56 + 85.36 + 79.91
= 566.65 J/molK
= 2.009 kJ/kgK

Tabel B.8. Komponen penyusun tandan kosong, cangkang, serat, inti (%) (Johari, 2013)
Komponen Hemiselulosa Selulosa Lignin
Tandan kosong 35.30 38.30 22.10
Cangkang 22.70 20.80 50.70
Serat daging buah 31.80 34.50 25.70
Serat kernel 20.50 50.77 22.00

Tabel B.9. Cp zat padat (J/molK) (Perry,1997)


Atomil Elemen E
C 10.89
H 7.56
O 13.42
N 18.74

Cp Selulosa (C6H10O5) = 6 (C) + 10(H) + 5(O)


BM = 162 = 65.34 + 75.6 + 67.1

B-22
= 208.04 J/molK
= 1.2842 kJ/kgK

Cp Hemiselulosa (C5H8O4) = 5(C) + 8(H) + 4(O)


BM = 132 = 54.45 + 60.48 + 53.68
= 168.61 J/molK
= 1.27735 kJ/kgK

Cp Lignin (C6H7O2(OH)3) = 6 (C) + 10(H) + 5(O)


BM = 162 = 65.34 + 75.6 + 67.1
= 208.04 J/molK
= 1.284 kJ/kgK

Cp cangkang = (22,7% x 1,2773)+(20,8% x 1,2842 )+(50,7% x 1,284)


= 1.208 kJ/kgK

Cp serat daging buah = 1.179 kJ/kgK


Cp serat kernel = 1.196 kJ/kgK
Cp minyak kelapa sawit = 2.092 kJ/kgK
Cp minyak inti sawit = 2.097 kJ/kgK
Cp mesokarp = 1.872 kJ/kgK
Cp Inti = 1.604 kJ/kgK
Cp kernel = 1.295 kJ/kgK
Cp buah sawit = 1.641 kJ/kgK
Cp tandan buah sawit = 1.464 kJ/kgK
Cp impurity (soil dry) = 0.882 kJ/kgK
Cp tandan kosong = 1.192 kJ/kgK

Tabel B-7. Panas laten penguapan pada berbagai suhu


T (C) T (K) Hvapor(kJ/kg) Hliquid(kJ/kg)
128.00 401.00 2,713.50 537.80
130.00 403.00 2,719.90 546.30
132.88 405.88 2,725.23 558.61
134.00 407.00 2,727.30 563.40

T (C) (kJ/kg)
132.88 2,166.62

B-23
1. STERILIZER
Aliran <2>
Steam
T= K Q Loss
Aliran <5>
Tandan Buah Sawit
Aliran <1>
keluar PEAK I
Tandan Buah Sawit
STERILIZER T= 323 K
T= 303 K
PEAK I

Aliran <4>
Aliran <3> Minyak
Steam Condensat Air
T= K Impurities

>>Masuk
PEAK I
Aliran <1> (Tandan Buah Sawit)
Suhu aliran masuk sterilizer <1> = 30 C = 303 K
Referensi suhu unsur = 25 C = 298 K
T2
H1 = Cp dT Q = M x Cp x dt
T1 = MxH
H1 = Cp TBS x (T2-T1)
= 1.46 x ( 303 - 298 )
= 7.32 kJ/kg
Q1 = H1 x Massa Tandan Buah Sawit
= 7.32 x 90000
= 658659.745

Tabel B.8 Perhitungan Entalpi Aliran


Komponen Massa(kg/jam) H1 (kJ/kg) Q1 (kJ)
Tandan Buah Sawit 90000 7.32 658659.745

Keluar
Aliran <5> (Tandan Buah Sawit keluar PEAK I)
Suhu aliran keluar PEAK I = 50 C = 323 K
Referensi suhu unsur = 25 C = 298 K
Komponen Massa MasukMassa Keluar

B-24
Air Mesokarp 2,613.60 740.52
Minyak CPO 25,155.90 6.71
Air Kernel 383.33 19.17
TOTAL 766.39
Massa Tandan = Tandan Buah Sawit Masuk- Massa Air dan Minyak Keluar
Buah Sawit = 90,000 - 766.39
= 89234
T2
H5 = Cp dT Q = M x Cp x dt
T1 = MxH
H5 = Cp TBS x (T2-T1)
= 1.46 x ( 323 - 298 )
= 36.59
Q5 = H5 x Massa Tandan Buah Sawit
= 36.6 x 89234
= 3265254.655

Tabel B. Perhitungan Entalpi


Komponen Massa H5 (kJ/kg) Q5 (kJ)
Tandan Buah Sawit 89234 36.59 3265254.655

Menghitung kebutuhan Steam


Q in + Q steam = Q out
Q steam = Q out - Q in
= 3,265,254.66 - 658,659.75
= 2,606,594.9 kJ
Q loss sebesar 5 %, maka
Q steam = 2476265.164 kJ
Massa steam = Q steam : steam
= 2476265.164 : 2166.62
= 1142.918 kg

Steam masuk
= Massa steam x Hvapor
= 1,142.92 x 2725.23
= 3,114,713.06 kJ

Steam keluar
= Massa steam x Hliquid
= 1,142.92 x 558.612
= 638,447.90 kJ

B-25
>>Neraca energi sterilizer untuk peak I
Tabel B.11 Neraca Energi Sterilizer Peak I
Masuk Keluar
Aliran kJ Aliran kJ
<1> 658,660 <3> 638,448
<2> 3,114,713 <5> 3,265,255
Q loss 130,330
TOTAL 3,773,373 TOTAL 3,773,373
Pada Peak I terjadi kenaikan suhu dari 30oC hingga 50oC dengan steam 132,88oC
Aliran <6>
Steam Q Loss
T= K Aliran <9>
Tandan Buah Sawit
Aliran <5>
keluar PEAK II
Tandan Buah Sawit
STERILIZER T= 343 K
keluar PEAK I
T= 323 K PEAK II

Aliran <8>
Aliran <7> Minyak
Steam Condensat Air
T= K Impurities

>>Masuk
PEAK II
Aliran <5> (Tandan Buah Sawit keluar PEAK I)
Suhu masuk aliran <5> = 50 C = 323 K
Referensi suhu unsur = 25 C = 298 K
T2
H5 = Cp dT Q = M x Cp x dt
T1 = MxH
H5 = Cp TBS x (T2-T1)
= 1.46 x ( 323 - 298 )
= 36.59 kJ/kg
Q5 = H5 x Massa Tandan Buah Sawit
= 36.6 x 89234
= 3265254.655

Tabel B.8 Perhitungan Entalpi Aliran


Komponen Massa(kg/jam) H5 (kJ/kg) Q5 (kJ)
Tandan Buah Sawit 89234 36.59 3265254.655

Keluar

B-26
Aliran<9> (Tandan Buah Sawit keluar PEAK II)
Suhu aliran keluar PEAK II = 70 C = 343 K
Referensi suhu unsur = 25 C = 298 K
Komponen Massa MasukMassa Keluar
Air Mesokarp 1,873.08 740.52
Minyak CPO 25,149.19 6.71
Air Kernel 364.16 19.17
TOTAL 766.39
Massa Tandan = Tandan Buah Sawit Masuk- Massa Air dan Minyak Keluar
Buah Sawit = 89,234 - 766.39
= 88467
T2
H9 = Cp dT Q = M x Cp x dt
T1 = MxH
H9 = Cp TBS x (T2-T1)
= 1.46 x ( 343 - 298 )
= 65.87
Q9 = H9 x Massa Tandan Buah Sawit
= 65.9 x 88467
= 5826979.049

Tabel B. Perhitungan Entalpi


Komponen Massa H9 (kJ/kg) Q9 (kJ)
Tandan Buah Sawit 88467 65.87 5826979.049

Menghitung kebutuhan Steam


Q in + Q steam = Q out
Q steam = Q out - Q in
= 5,826,979.05 - 3,265,254.66
= 2,561,724.4 kJ
Q loss sebesar 5 %, maka
Q steam = 2433638.174 kJ
Massa steam = Q steam : steam
= 2433638.174 : 2166.62
= 1123.244 kg

Steam masuk
= Massa steam x Hvapor
= 1,123.24 x 2725.23
= 3,061,095.69 kJ

Steam keluar

B-27
= Massa steam x Hliquid
= 1,123.24 x 558.612
= 627,457.51 kJ

>>Neraca energi sterilizer untuk peak 1


Tabel B.11 Neraca Energi Sterilizer Peak 1
Masuk Keluar
Aliran kJ Aliran kJ
<5> 3,265,255 <7> 627,458
<6> 3,061,096 <9> 5,826,979
Q loss 128,086
TOTAL 6,326,350 TOTAL 6,326,350
Pada Peak II terjadi kenaikan suhu dari 50oC hingga 70oC dengan steam 132,88oC
Aliran <10>
Steam
T= K Q Loss
Aliran <13>
Aliran <9> Tandan Buah Sawit
Tandan Buah Sawit keluar PEAK III
keluar PEAK II STERILIZER T= 363 K
T= 343 K PEAK III

Aliran <12>
Aliran <11> Minyak
Steam Condensat Air
T= K Impurities

>>Masuk
PEAK III
Aliran <9> (Tandan Buah Sawit keluar PEAK II)
Suhu masuk aliran <9> = 70 C = 343 K
Referensi suhu unsur = 25 C = 298 K
T2
H9 = Cp dT Q = M x Cp x dt
T1 = MxH
H9 = Cp TBS x (T2-T1)
= 1.46 x ( 343 - 298 )
= 65.87 kJ/kg
Q9 = H9 x Massa Tandan Buah Sawit
= 65.9 x 88467
= 5826979.049

Tabel B.8 Perhitungan Entalpi Aliran

B-28
Komponen Massa(kg/jam) H9 (kJ/kg) Q9 (kJ)
Tandan Buah Sawit 88467 65.87 5826979.049

Keluar
Aliran<13> (Tandan Buah Sawit keluar PEAK II)
Suhu aliran keluar PEAK II = 90 C = 363 K
Referensi suhu unsur = 25 C = 298 K
Komponen Massa MasukMassa Keluar
Air Mesokarp 1,132.56 740.52
Minyak CPO 25,142.48 6.71
Air Kernel 345.00 19.17
TOTAL 766.39
Massa Tandan = Tandan Buah Sawit Masuk- Massa Air dan Minyak Keluar
Buah Sawit = 88,467 - 766.39
= 87701
T2
H13 = Cp dT Q = M x Cp x dt
T1 = MxH
H13 = Cp TBS x (T2-T1)
= 1.46 x ( 363 - 298 )
= 95.14
Q13 = H13 x Massa Tandan Buah Sawit
= 95.1 x 87701
= 8343832.928

Tabel B. Perhitungan Entalpi


Komponen Massa H13 (kJ/kg) Q13 (kJ)
Tandan Buah Sawit 87701 95.14 8343832.928

Menghitung kebutuhan Steam


Q in + Q steam = Q out
Q steam = Q out - Q in
= 8,343,832.93 - 5,826,979.05
= 2,516,853.9 kJ
Q loss sebesar 5 %, maka
Q steam = 2391011.185 kJ
Massa steam = Q steam : steam
= 2391011.185 : 2166.62
= 1103.569 kg

Steam masuk
= Massa steam x Hvapor
= 1,103.57 x 2725.23

B-29
= 3,007,478.31 kJ

Steam keluar
= Massa steam x Hliquid
= 1,103.57 x 558.612
= 616,467.13 kJ

>>Neraca energi sterilizer untuk peak III


Tabel B.11 Neraca Energi Sterilizer Peak III
Masuk Keluar
Aliran kJ Aliran kJ
<9> 5,826,979 <11> 616,467
<10> 3,007,478 <13> 8,343,833
Q loss 125,843
TOTAL 8,834,457 TOTAL 8,834,457
Pada Peak III terjadi kenaikan suhu dari 70oC hingga 90oC dengan steam 132,88oC

2. DIGESTER (M-130)
Q Loss

Aliran Masuk <15> Aliran Masuk <18>


Buah Matang Terlepas Lumatan Buah Sawit
DIGESTER T= 403 K
T= 398 K

Aliran Masuk <16> Aliran Keluar <17>


Steam Steam
T= 403 K T= 398 K
Psat = 3,13 atm Psat = 3,13 atm

B-30
B. PROSES PENGOLAHAN KERNEL MENJADI PKO
12 DEPERCARPER (H-230)
Fungsi : untuk memisahkan ampas dan biji serta memisahkan biji dari sisa-sisa serabut yang
masih melekat pada biji

Aliran < 47> Aliran <48>


Ampas dan Biji Biji

DEPERICARPER

Aliran <49>
Ampas
Gambar A.12 Blok Diagram Depericarper

Keluar
Aliran <48> (Biji)
Keterangan :
Massa cangkang keluar depericarper = 78% x massa biji
= 78% x 19817.3 = 15457.5 kg
Massa inti keluar depericarper = 22% x massa biji
= 22% x 19817.3 = 4359.8 kg

Aliran <49> (Ampas)


Keterangan :
Massa serat keluar depericarper = 100% x Massa serat masuk
= 100% x 4236.0 = 4236.0 kg

Tabel A.12 Neraca Massa pada Depericarper


Masuk Keluar
<47> <48> <49>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Mesokarp 0.204 5198.7 5198.7
Minyak 11.5 11.5
Air 951.2 951.2
Serat 4236.0 4236.0
Biji 0.779 19817.3 0.980 19817.3
Cangkang 15457.5 15457.5
Inti 4359.8 4359.8
Minyak 2049.1 2049.1
Air 348.8 348.8
Serat 1961.9 1961.9
Impurities 0.016 412.1 0.020 412.1
Total 1.000 25428.0 1.000 20229.4 5198.7
Total 25428.05 25428.05
13 NUT SILO (H-240)
Fungsi : Tempat penampungan biji kernel dari depericarper

Aliran <50> Aliran <51>


NUT SILO
Biji Biji Matang

Gambar A.13 Blok Diagram Nut Silo

Tabel A.13 Neraca Massa pada Nut Silo


Masuk Keluar
<50> <51>
No Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Biji 0.980 19817.3 0.980 19817.3
Cangkang 15457.5 15457.5
Inti 4359.8 4359.8
Minyak 2049.1 2049.1
Air 348.8 348.8
Serat 1961.9 1961.9
Impurities 0.020 412.1 0.020 412.1
Total 1.000 20229.4 1.000 20229.4
Total 20229 20229

14 RIPPLE MILL (C-250)


Fungsi : Memecahkan biji

Aliran <52> Aliran <53>


Biji Matang RIPPLE MILL Inti dan Cangkang

Gambar A.14 Blok Diagram Ripple Mill

Tabel A.14 neraca Massa pada Ripple Mill


Masuk Keluar
<52> <53>
No Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Biji 0.980 19817.3 0.980 19817.3
Cangkang 15457.5 15457.5
Inti 4359.8 4359.8
Minyak 2049.1 2049.1
Air 348.8 348.8
Serat 1961.9 1961.9
Impurities 0.020 412.1 0.020 412.1
Total 1 20229.4 1 20229
Total 20229.4 20229.4

15 HYROCYCLONE (H-360)
Fungsi : Memisahkan inti dari cangkang

Aliran <55>
Air
Aliran <56>
Aliran <54> HYDROCYCLONE Inti
Inti dan cangkang

Aliran <57>
Cangkang

Gambar A.15 Blok Diagram Hydrocyclone

Keluar
Aliran <57>
Keterangan :
Efisiensi pemisahan inti dari cangkang oleh hydrocyclone adalah 98% (Usman Nasution)
Massa minyak dalam inti = 98% x massa minyak masuk
= 98% x 2049.1 = 2008.1 kg
Massa air dalam inti = 98% x massa air masuk
= 98% x 341.8 = 335.0 kg
Massa serat dalam inti = 98% x massa serat masuk
= 98% x 1922.7 = 1884.2 kg

Setelah proses pemisahan dengan hydrocyclone, kandungan air dalam inti meningkat menjadi
20% berat inti (Casimir, 2017)
Berat air dalam inti = 20% x (berat minyak + berat serat)
100% - 20%
= 20% x 2049.1 + 1922.7
100% - 20%
= 992.951 kg

Tabel A.15 Neraca Massa pada Hydrocyclone


Masuk
<54> <55>
No Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Air 1.000 658.0
Biji 0.980 19817.3
Cangkang 15457.5
Inti 4359.8
Minyak 2049.1
Air 348.8
Serat 1961.9
Impurities 0.020 412.1
Total 1.0 20229.4 658.0
Total 20887.3

Keluar
<56> <57>
No Komponen
Fraksi Fraksi
Massa Massa
Massa Massa
Air
Biji 1.000 4885.3
Cangkang 0.966 15457.5
Inti 0.008 132.5 4885.3
Minyak 41.0 2008.1
Air 13.8 993.0
Serat 77.7 1884.2
Impurities 0.026 412.1
Total 1.0 16002.0 1.0 4885.3
Total 20887.3

16 SILO DRYER (H-270)


Fungsi : Mengurangi kadar air dalam kernel
Aliran <58>
Air

Aliran < 57> Aliran <59>


SILO DRYER Inti kering
Inti

Gambar A.16 Blok Diagram Silo Dryer


Keluar
Aliran <59>
Keterangan :
Kadar air dalam inti dikurangi hingga menjadi 7% berat inti (Fahrizal,2013)
Berat air dalam inti = 7% x (berat minyak + berat serat)
100% - 7%
= 7% x 2008.1 + 1884.2
100% - 7%
= 293.0 kg

Tabel A.16 Neraca Massa pada Silo Dryer


Masuk Keluar
<57> <58> <59>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Inti 4885.3 4185.3
Minyak 0.411 2008.1 0.480 2008.1
Air 0.203 993.0 0.070 293.0
Serat 0.386 1884.2 0.450 1884.2
Air 1.00 700.0
Total 1.000 4885.3 1.000 700.0 1.000 4185.3
Total 4885.3 4885.3

17 SCREW PRESS (H-280)


Fungsi : Mengeluarkan minyak dari inti dengan cara pengepresan

>Aliran < 59 >Aliran < 61


Daging kernel SCREW PRESS II Minyak PKO
>Aliran < 60
Ampas

Gambar A.17 Blok Diagram Screw Press

Keluar
Aliran <60>
Keterangan :
Minyak terikut ke aliran ampas sebanyak 6% (Hofman,1989)
Massa Minyak = 94% x Massa minyak masuk
= 94% x 2008.1 = 1887.6 kg

Serat yang terikut bersama minyak sebesar 10% (Corley, 2016)


Berat serat dalam inti = 10% x (berat minyak + berat air)
100% - 10%
= 10% x 2008.1 + 1884.2
100% - 10%
= 432.5 kg

Tabel A.17 Neraca Massa pada Screw Press


Masuk Keluar
<59> <60> <61>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.480 2008.1 0.076 120.5 0.726 1887.6
Air 0.070 293.0 0.009 14.6 0.107 278.3
Serat 0.450 1884.2 0.915 1451.7 0.166 432.5
Total 1.0 4185.3 1.0 1586.9 1.0 2598.5
Total 4185.3 4185.3
18 VIBRATING SCREEN (H-290)
Fungsi : Menyaring minyak

>Aliran <61
Minyak PKO VIBRATING SCREEN II >Aliran <63
Minyak
PKO
>Aliran < 62
Serat
Gambar A.18 Blok Diagram Vibrating Screen

Keluar
Aliran <63>
Keterangan :
Serat yang terikut ke dalam minyak sebanyak 0,5%
Berat serat = 0.500% x (berat minyak + berat air)
100% - 0.5%
= 0.500% x 1887.6 + 278.3
100% - 0.5%
= 11.4 kg

Tabel A.18 Neraca Massa pada Vibrating Screen


Masuk Keluar
<61> <62> <63>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.726 1887.6 0.867 1887.6
Air 0.107 278.3 0.128 278.3
Serat 0.166 432.5 1.0 421.1 0.005 11.4
Total 2598.5 1.0 421.1 1.0 2177.4
Total 2598.5 2598.5
19 OIL PURIFIER (H-300)
Fungsi : pemurnian minyak untuk megurangi kadar kotoran dan air didalam minyak

OIL PURIFIER II

Aliran Masuk <64> Aliran Keluar <66>


PKO PKO
Aliran Keluar <65>
Kotoran
Gambar A.19 Blok Diagram Oil Purifier

Keluar
Aliran <66>
Keterangan :
Kandungan impurities sebanyak 0,015% dan kandungan air sebanyak 6%
Berat impurities = 0.015% x berat minyak
100% - 0.6% - 0.015%
= 0.015% x 1887.6
100% - 0.6% - 0.015%
= 0.3 kg

Berat air = 6% x berat minyak


100% - 0.6% - 0.015%
= 6% x 1887.6
100% - 0.6% - 0.015%
= 120.5 kg

Tabel A.18 Neraca Massa pada Oil Purifier


Masuk Keluar
<64> <65> <66>
No Komponen
Fraksi Fraksi Fraksi
Massa Massa Massa
Massa Massa Massa
Minyak 0.867 1887.6 0.93985 1887.6
Air 0.128 278.3 0.934 158 0.06000 120.5
Impurities 0.005 11.4 0.066 11.1 0.00015 0.3
Total 1.000 2177.4 1.000 168.9 1.000 2008.5
Total 2177.4 2177.4

Berat Minyak = 1887.6 Kg


Yield Minyak = 2.232 %

Keluar
Aliran <54>

Aliran <55>
Keterangan :
Cangkang terpisah sebanyak 98% dari total cangkang masuk
Massa Cangkang = 98% x massa cangkang masuk Ripple Mill
= 98% x 15457.5 = 15148.3 kg
<20> <21> <25>

<18> <23>
R-210

<19>
<15> <17>
<15> <17>
<13>
<18>
R-220

<9>
<16>
F-222
H-230
H-230
D-310
D-330