Anda di halaman 1dari 22

UJI HEDONIK

Oleh :
Nama : Pika Apriyance
NRP : 113020094
No Meja : 4 (Empat)
Kelompok : E
Tanggal Praktikum : 29 Maret 2014
Asisten : Nur Laila Shaumi























JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Percobaan,
(3) Prinsip Percobaan, dan (4) Aplikasi dalam Bidang Pangan.
1.1. Latar Belakang
Uji penerimaan menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau
kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenangi. Pada uji penerimaan
panelis mengemukakan tanggapan pribadi yaitu kesan yang berhubungan dengan
kesukaan atau tanggapan senang atau tidaknya terhadap sifat sensoris atau kualitas
yang dinilai. Uji penerimaan lebih subyektif dibandingkan dengan uji pembedaan
(Susiwi, 2009).
Tanggapan senang atau suka sangat bersifat pribadi, karena itu kesan
seseorang tak dapat digunakan sebagai petunjuk tentang penerimaan suatu
komoditi. Tujuan uji penerimaan adalah untuk mengetahui apakah suatu komoditi
atau sifat sensorik tertentu dapat diterima oleh masyarakat. Karena itu tanggapan
senang atau suka harus pula diperoleh dari sekelompok orang yang dapat
mewakili pendapat umum atau mewakili suatu populasi masyarakat tertentu
(Soekarto, 1985).
Uji kesukaan disebut juga uji hedonik. Uji kesukaan pada dasarnya
merupakan pengujian yang panelisnya mengemukakan responnya yang berupa
senang tidaknya terhadap sifat bahan yang diuji. Pada pengujian ini digunakan
panelis yang belum terlatih. Panelis diminta untuk mengemukakan pendapatnya
secara spontan, tanpa membandingkan dengan sampel standar atau sampel-sampel
yang diuji sebelumnya (Kartika, 1987).
Skala hedonik dapat direntangkan atau diciutkan menurut rentangan skala
yang dikehendakinya. Dalam penganalisaan skala hedonik ditransformasikan
menjadi skala numerik dengan angka menaik menurut tingkat kesukaan. Dengan
data numerik ini dapat dilakukan analisis statistik (Soekarto, 1985).
1.2.Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan uji hedonik adalah untuk mengetahui apakah sifat
sensoris suatu komoditi atau produk olahan dapat diterima oleh masyarakat dan
untuk mengkaji reaksi konsumen terhadap suatu komoditi atau produk pangan.
1.3. Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan uji hedonik adalah berdasarkan penilaian panelis terhadap
sifat organoleptik dengan penganalisaan tingkat kesukaan (skala hedonik).
1.4. Aplikasi dalam Bidang Pangan
Uji hedonik paling sering digunakan untuk menilai komoditi sejenis atau
produk pengembangan secara organoleptik dan banyak digunakan untuk menilai
hasil akhir produksi. Selain itu uji hedonik juga digunakan untuk mengkaji reaksi
konsumen terhadap suatu bahan atau memproduksi reaksi konsumen terhadap
sampel yang disajikan, oleh karena itu panelis sebaiknya diambil dalam jumlah
besar, yang mewakili populasi masyarakat tertentu (Kartika, dkk.,1988).





II BAHAN, ALAT, DAN METODE PERCOBAAN
Bab ini membahas mengenai : (1) Bahan-bahan yang Digunakan,
(2) Alat-alat yang Digunakan, dan (3) Metode Percobaan.
2.1. Bahan-bahan yang Digunakan
Bahan-bahan yang digunakan dalam uji deskripsi adalah baso sapi
dengan kode 650 (So Good), 734 (Vigo), 186 (Prima), dan 213 (Bernadi).
2.2. Alat-alat yang Digunakan
Alat-alat percobaan yang digunakan dalam uji deskripsi adalah nampan
besar, sloki, gelas plastik, dan sendok plastik.
2.3. Metode Percobaan
2.3.1. Deskripsi Metode
Metode percobaan dari uji hedonik adalah beri penilaian terhadap sampel
baso yang telah disediakan, atribut yang dinilai meliputi warna baso, aroma baso,
rasa baso dan tekstur baso. Kriteria penilaian yaitu (1) sangat suka, (2) suka, (3)
Agak suka, (4) Agak tidak suka, (5) tidak suka, (6) sangat tidak suka. Tiap sampel
boleh diberi penilaian yang sama. Data asli penilaian panelis dirubah menjadi data
transformasi dengan rumus . Variabel x merupakan data asli penilaian
panelis. Kemudian dimasukan ke dalam table anava.





2.3.2. Analisis Perhitungan











Rumus-rumus yang digunakan dalam percobaan uji hedonik adalah sebagai
berikut :
1. 0,5 x ) ( si transforma Data + = DT
2.
( )

=
Sampel Panelis
Total
FK
2

3.
( ) ( ) ( ) ( )
FK
Panelis
S ... S S S
JKS
n
n
2
3
2
2
2
1

(
(

+ + + +
=



4.
( ) ( ) ( ) ( )
FK
Sampel
P ... P P P
JKP
n
n
2
3
2
2
2
1

(
(

+ + + +
=



5. ( ) ( ) ( ) ( ) | | FK n ... n n n JKT
n
n
2
3
2
2
2
1
+ + + + =
6. JKP JKS JKT JKG =
Contoh Tabel Anava
Sumber
Variasi
dB JK RJK F Hitung
F Tabel
5 % 1 %
Sampel S 1 JKS JKS/ dBS RJKS/ RJKG
Panelis P 1 JKP JKP/ dBP RJKP/ RJKG
Galat dBT dBS dBP JKG JKG/ dBG
Total P S) 1 JKT
Data Asli
Uji Kenormalan
Tidak Nomal
Nomal
ANAVA
Tansformasi
Tabel Distibusi F
Ketentuan tabel Anava :
a. Jika F Hitung > F Tabel pada taraf 5% dan 1%, maka diberi tanda ** (sangat
berbeda nyata).
b. Jika F Hitung > F Tabel pada taraf 5%, tetapi F Hitung < F Tabel pada taraf
1%, maka diberi tanda * (berbeda nyata).
c. Jika F Hitung < F Tabel pada taraf 5% dan 1%, maka diberi tanda tn (tidak
berbeda nyata).
Contoh Tabel Uji Lanjut Duncans
SSR
5 %
LSR
5 %
Nilai Rata-rata Perlakuan Taraf Nyata
5% Sampel Rata-rata 1 2 3 4
- - -
# -
# # -
# # # -
Keterangan dan Ketentuan tabel Uji Lanjut Duncans:
a. Nilai rata-rata diurutkan dari yang terkecil ke terbesar
b. Tentukan standar galat S =



c. Tentukan SSR 5 %, pada tabel 8 (Buku Vincent)
d. Tentukan LSR % LSR = S SSR %
e. # merupakan selisih nilai rata-rata
f. Bandingkan perlakuan dengan LSR 5 %
g. Beri tanda * jika perlakuan > LSR 5 %
h. Beri tanda tn, jika perlakuan < LSR 5 %
III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas mengenai : Hasil Pengamatan dan Pembahasan.
3.1. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Hedonik (Warna) Baso Sapi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
So Good 650 1,92 -
Vigo 734 1,702 -
Prima 186 1,97 -
Bernadi 213 1,91 -
(Sumber : Pika Apriyance, Meja 4, Kelompok E, 2014)

Grafik 1. Uji Hedonik (Warna) Baso Sapi
Berdasarkan tabel anava dapat disimpulkan bahwa F hitung < F tabel pada
taraf 5% dan 1%, maka sampel bakso sapi kode 650 (So Good), 734 (Vigo), 186
(Prima) dan 213 (Bernardi) dalam hal warna tidak berbeda nyata sehingga tidak
perlu dilakukan uji lanjut.
Tabel 2. Hasil Pengamatan Uji Hedonik (Aroma) Baso Sapi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
So Good 650 1,65 -
Vigo 734 1,72 -
1.55
1.6
1.65
1.7
1.75
1.8
1.85
1.9
1.95
2
So Good Vigo Prima Bernadi
R
a
t
a
-
r
a
t
a

D
a
t
a

A
s
l
i

Prima 186 2,22 -
Bernadi 213 1,90 -
(Sumber : Pika Apriyance, Meja 4, Kelompok E, 2014)

Grafik 2. Uji Hedonik (Aroma) Baso Sapi
Berdasarkan tabel hasil uji duncan, dapat disimpulkan bahwa sampel bakso
sapi kode 650 (So Good), 734 (Vigo), dan 213 (Bernardi) dalam hal aroma tidak
berbeda nyata tetapi berbeda nyata dengan sampel kode 186 (Prima).
Tabel 3. Hasil Pengamatan Uji Hedonik (Rasa) Baso Sapi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
So Good 650 1,35 a
Vigo 734 1,83 a
Prima 186 2,14 bc
Bernadi 213 1,62 c
(Sumber : Pika Apriyance, Meja 4, Kelompok E, 2014)
0
0.5
1
1.5
2
2.5
So Good Vigo Prima Bernadi
R
a
t
a
-
r
a
t
a

D
a
t
a

A
s
l
i


Grafik 3. Uji Hedonik (Rasa) Baso Sapi
Berdasarkan tabel hasil uji duncan, dapat disimpulkan bahwa sampel
bakso sapi kode 650 (So Good) dan 213 (Bernardi) tidak berbeda nyata tetapi
berbeda nyata dengan sampel kode 734 (Vigo) dan 186 (Prima). Sampel kode 213
(Bernardi) tidak berbeda nyata dengan sampel 734 (Vigo) tetapi berbeda nyata
dengan kode 186 (Prima). Sampel 734 (Vigo) tidak berbeda nyata dengan sampel
186 (Prima) tetapi berbeda nyata dengan sampel 650 (So Good).
Tabel 4. Hasil Pengamatan Uji Hedonik (Tekstur) Baso Sapi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
So Good 650 1,84 -
Vigo 734 1,77 -
Prima 186 1,87 -
Bernadi 213 1,9 -
(Sumber : Pika Apriyance, Meja 4, Kelompok E, 2014)
0
0.5
1
1.5
2
2.5
So Good Vigo Prima Bernadi
R
a
t
a
-
r
a
t
a

D
a
t
a

A
s
l
i


Grafik 3. Uji Hedonik (Tekstur) Baso Sapi
Berdasarkan tabel anava dapat disimpulkan bahwa F hitung < F tabel pada
taraf 5% dan 1%, maka sampel bakso sapi kode 650 (So Good), 734 (Vigo), 186
(Prima) dan 213 (Bernardi) dalam hal tekstur tidak berbeda nyata sehingga tidak
perlu dilakukan uji lanjut.
3.2 Pembahasan
Uji kesukaan pada dasarnya merupakan pengujian panelis mengemukakan
responnya yang berupa senang tidak senang terhadap sifat bahan yang diuji. Pada
pengujian ini digunakan panelis yang belum terlatih. Panelis diminta untuk
mengemukakan pendapatnya secara spontan, tanpa membandingkan dengan
sampel standar atau sampel yang diuji sebelumnya. Oleh karena itu sebaiknya
cara penyajian dilakukan secara berurutan, tidak disajikan bersama-sama.
Pengujian ini umumnya digunakan untuk mengkaji reaksi konsumen terhadap
suatu bahan atau memproduksi reaksi konsumen terhadap sampel yang disajikan,
oleh karena itu panelis sebaiknya diambil dalam jumlah besar, yang mewakili
populasi masyarakat.
1.7
1.75
1.8
1.85
1.9
So Good Vigo Prima Bernadi
R
a
t
a
-
r
a
t
a

D
a
t
a

A
s
l
i

Tanggapan senang atau suka sangat bersifat pribadi, karena itu kesan
seseorang tak dapat digunakan sebagai petunjuk tentang penerimaan suatu
komoditi. Tujuan uji penerimaan adalah untuk mengetahui apakah suatu komoditi
atau sifat sensorik tertentu dapat diterima oleh masyarakat. Karena itu tanggapan
senang atau suka harus pula diperoleh dari sekelompok orang yang dapat
mewakili pendapat umum atau mewakili suatu populasi masyarakat tertentu
(Soekarto, 1985).
Panelis disajikan sampel yang disajikan secara satu persatu. Panelis diminta
menilai sampel tersebut berdasarkan kesenangannya, menurut skala nilai yang
sudah disediakan. Skala nilai yang digunakan dapat berupa nilai numerik dengan
keterangan verbal atau keterangan verbalnya saja dengan kolom-kolom yang
dapat diberi tanda oleh panelis. Skala nilai dapat ditulis dalam arah vertikal atau
horizontal. Skala nilai yang digunakan dalam pengujian inderawi dapat berupa
skala numerik, skala grafis, skala standar atau skala verbal.
Skala yang digunakan dalam uji hedonik adalah skala numerik dengan
deskripsinya pemilihan kolom yang satu tersedia dalam grafis. Penentuan
deskripsi nilai dan intervalnya sangat penting untuk diperhatikan karena idenya
atau pemikirannya harus benar dan kalimatnya mudah dicerna oleh panelis.
Apabila skala nilai yang digunakan skala nilai numerik, kuesioner dapat langsung
ditabulasi. Apabila skala grafis yang digunakan dalam quesioner, tabulasi perlu
ada konversi nilai dari deskripsi skala nilai ke nilai numerik, kemudian lakukan
tabulasi. Dari hasil tabulasi dapat dicari nilai rata-rata dan standar deviasinya
serta dilakukan analisis varians untuk untuk mengetahui perbedaan antar sampel.
Apabila antar sampel ada perbedaan untuk mencari sampel mana yang berbeda
dapat digunakan metode uji Tukey atau Duncan New Multiple Range Test
(Kartika, dkk.,1988).
Uji penerimaan menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau
kualitas suatu bahan yang menyebabkan orang menyenangi. Pada uji penerimaan
panelis mengemukakan tanggapan pribadi yaitu kesan yang berhubungan dengan
kesukaan atau tanggapan senang atau tidaknya terhadap sifat sensoris atau kualitas
yang dinilai. Uji penerimaan lebih subyektif dibandingkan dengan uji pembedaan.
Tujuan uji penerimaan ini untuk mengetahui apakah suatu komoditi atau sifat
sensorik tertentu dapat diterima oleh masyarakat. Uji ini tidak dapat untuk
meramalkan penerimaan dalam pemasaran. Hasil uji yang menyakinkan tidak
menjamin komoditi tersebut dengan sendirinya mudah dipasarkan (Susiwi, 2009).
Sifat yang sangat subyektif itu beberapa panelis yang ekstrim senang atau
benci terhadap suatu komoditi atau bahan tidak lagi dapat digunakan untuk
melakukan uji penerimaan tetapi masih dapat digunakan untuk uji pembedaan.
Uji pembedaan dikehendaki panelis yang peka pada uji penerimaan dapat
menggunakan panelis yang belum berpengalaman. Uji penerimaan tidak ada
contoh pembanding atau contoh baku sedangkan pada uji pembedaan panelis-
panelis harus diwajibkan mengingat contoh pembanding, maka pada uji
penerimaan justru panelis tidak boleh mengingat-ingat atau membandingkan
contoh yang diuji sebelumnya. Tanggapan atau kesan harus diberikan segera dan
secara spontan bahkan tanggapan yang sudah diberikan tidak boleh ditarik
kembali meskipun kemudian timbul keragu-raguan (Soekarto, 1985).
Data asli adalah penilaian yang diberikan oleh panelis. Data asli ini harus
ditranformasikan karena ada uji kenormalan sehingga data tersebut dianggap tidak
normal seluruhnya dan untuk memperoleh data yang normal dengan cara analisis
statistik.
Panel yang dipakai dalam uji hedonik adalah panelis agak terlatih hal ini
disebabkan karena uji ini harus subjekif pengujian ini didasarkan atas kesukaan
panelis dengan secara spontan. Pada uji ini tidak digunakan dalam panelis ahli
karena dari segi biaya yang mahal dan belum tentu mewakili kesukaan dari
konsumen.
Uji lanjut Duncans digunakan untuk melihat perbedaan pengaruh pada setiap
sampel, mengetahui mutu dari suatu produk pangan, mengetahui perbedaan antara
suatu produk dengan produk lainnya dan untuk memperoleh tingkat kesukaan
pada panelis.
Baso sapi merupakan salah satu jenis olahan dari daging sapi yang diberi
tambahan bahan lain seperti tepung, air, dan bumbu-bumbu. Kualitas baso sapi
yang baik adalah dari segi rasa dan aroma yang khas daging sapi, tekstur yang
padat, tidak kenyal serta warna dari baso yang tidak terlalu putih atauu coklat
keabu-abuan.

Gambar 1. Bakso Sapi Prima (Kode 186)

Gambar 2. Bakso Sapi Bernardi (Kode 213)

Gambar 3. Bakso Sapi So Good (Kode 650)

Gambar 4. Bakso Sapi Vigo (Kode 734)
Panel yang dipakai dalam uji hedonik adalah panelis konsumen hal ini
disebabkan karena uji ini harus subjekif pengujian ini didasarkan atas kesukaan
panelis dengan secara spontan. Pada uji ini tidak digunakan dalam panelis ahli
karena dari segi biaya yang mahal dan belum tentu mewakili kesukaan dari
konsumen.







IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini membahas mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran.
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan tabel anava dapat disimpulkan bahwa F hitung < F tabel pada
taraf 5% dan 1%, maka sampel bakso sapi kode 650 (So Good), 734 (Vigo), 186
(Prima) dan 213 (Bernardi) dalam hal warna tidak berbeda nyata sehingga tidak
perlu dilakukan uji lanjut.
Berdasarkan tabel hasil uji duncan, dapat disimpulkan bahwa sampel bakso
sapi kode 650 (So Good), 734 (Vigo), dan 213 (Bernardi) dalam hal aroma tidak
berbeda nyata tetapi berbeda nyata dengan sampel kode 186 (Prima).
Berdasarkan tabel anava dapat disimpulkan bahwa F hitung < F tabel pada
taraf 5% dan 1%, maka sampel bakso sapi kode 650 (So Good), 734 (Vigo), 186
(Prima) dan 213 (Bernardi) dalam hal tekstur tidak berbeda nyata sehingga tidak
perlu dilakukan uji lanjut.
Berdasarkan tabel hasil uji duncan, dapat disimpulkan bahwa sampel bakso
sapi kode 650 (So Good) dan 213 (Bernardi) tidak berbeda nyata tetapi berbeda
nyata dengan sampel kode 734 (Vigo) dan 186 (Prima). Sampel kode 213
(Bernardi) tidak berbeda nyata dengan sampel 734 (Vigo) tetapi berbeda nyata
dengan kode 186 (Prima). Sampel 734 (Vigo) tidak berbeda nyata dengan sampel
186 (Prima) tetapi berbeda nyata dengan sampel 650 (So Good).
4.2 Saran
Dalam pengujian hedonik ini panelis harus dapat menilai secara spontan dan
pengujian dilakukan sekali saja dan jangan diulang. Dan penilain harus sesuai
dengan tingkat kesukaan panelis agar hasil yang didapat sesuai dengan perasaan
panelis.




















DAFTAR PUSTAKA
Balya, John D., (2011), Tekstur, Rheologi dan Sifat Permukaan
http://johnbalya.blogspot.com/2011/03/tekstur-rheologi-dan-sifat-
permukaan.html, Akses: 16 April2014..
Deman. John M, (1997), Kimia Makanan, Institut Teknologi Bandung: Bandung.
Kartika, B. (1987), Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan, Pusat Antar
Universitas Pangan dan Gizi, Yogyakarta.
Soekarto T. Soewarno, (1985), Penilaian Organoleptik, Bharata Karya
Aksara, Jakarta.
Susiwi, (2009), Penilaian Organoleptik,
http://file.upi.edu/Direktori/D%20%20FPMIPA/JUR.%20PEND.%20KI
MIA/195109191980032%20-%20SUSIWI/SUSIWI-
32).%20Penilaian%20Organoleptik.pdf, akses : 16 April 2014











LAMPIRAN DISKUSI
1. Mana yang lebih subyektif antara uji penerimaan dengan uji pembedaan,
jelaskan pendapat saudara?
Jawab :
Uji penerimaan lebih subyektif dibandingkan dengan uji pembedaan karena Uji
penerimaan menyangkut penilaian seseorang akan suatu sifat atau kualitas
suatu bahan yang menyebabkan orang menyenangi. Pada uji penerimaan
panelis mengemukakan tanggapan pribadi yaitu kesan yang berhubungan
dengan kesukaan atau tanggapan senang atau tidaknya terhadap sifat sensoris
atau kualitas yang dinilai.
2. Apakah uji hedonik dapat meramalkan penerimaan pasar, berikan
argumentasinya?
Jawab:
Tidak, karena uji hedonik merupakan pengujian berdasarkan tingkat kesukaan.
Hal ini dapat digunakan untuk menguji tingkat kesukaan konsumen terhadap
suatu bahan yang diuji dengan begitu dapat diketahui apakah bahan atau
produk yang diuji mendapat penerimaan yang baik di pasaran sebelum di
produksi lebih banyak lagi, namun produk yang disukai belum tentu konsumen
mau membeli.
LAMPIRAN KUIS
1. Sebutkan 4 skala nilai uji inderawi!
Jawab :
Skala standar, Skala grafis, Skala numerik, dan Skala verbal
2. Apa fungsi uji penerimaan dalam industri pangan?
Jawab :
Fungsi uji penerimaan dalam industri pangan adalah untuk mengetahui
apakahh suatu komoditi atau sifat sensorik dari produk pangan dapat diterima
oleh masyarakat dan untuk menilai komoditi sejenis atau produk
pengembangan secara organoleptik.
3. Sebutkan dan jelaskan 3 tingkatan komunikasi antara penyaji dan panelis!
Jawab :
- Umum : calon panelis dikumpulkan dan diberi penjelasan secara
umum
- Khusus : memberikan instruksii atau informasi tertentu kepada panelis
yang berhubungan dengan suatu tugas untuk melakukan uji
organoleptik pada suatu komoditi. Penjelasan yang diberikan meliputi
cara pengujian dan tujuan pencicipan.
- Instruksi : sebelum paneliis melakukan pencicipan, secara lisan atau
tulisan yang diberikan harus jelas dan singkat agar udah dipahami.
4. Sebutkan contoh penilaian dengan uji numeric dan uji hedonic!
Jawab :
Skala hedonic : tidak coklat, coklat, sangat coklat
Skala numerik : tidak coklat (1), coklat (2), sangat coklat (3)
5. Diketahui ssr 5% adalah 2,97;3,07; dan 3,13. Nilai rata-rata 0,526; 0,669;
0,716; dan 0,747. Dengan Sy adalah 0,024. Buatlah tabel Duncan dari data
tersebut beserta kesimpulannya!
Jawab :
SSR
5%
LSR
5%
Nilai
Rata-rata
Perlakuan Taraf
Nyata
5%
1 2 3 4
- - 0,526 - a
2,97 0,0713 0,669 0,143
*
- b
3,07 0,0737 0,716 0,190
*
0,047
tn
- b
3,13 0,0751 0,747 0,221
*
0,078
*
0,031
tn
- c

Kesimpulan : Berdasarkan tabe hasil uji Duncan, dapat disimpulkan bahwa
sampel dengan nilai rata-rata 0,669 dan 0,716 tidak berbeda nyata
tetapi berbeda nyata dengan sampel yyang memiliki nilai rata-rata
0,526 dan 0,747.
Denomi
nator
df
Probability of
a larger
F
Numerator df
1 2 3 4 5 6 7 8
7 .100
.050
.025
.010
.005
3.59
5.59
8.07
12.25
16.24
3.26
4.74
6.54
9.55
12.40
3.07
4.35
5.89
8.45
10.88
2.96
4.12
5.52
7.85
10.05
2.88
3.97
5.29
7.46
9.52
2.83
3.87
5.12
7.19
9.16
2.76
3.79
4.99
6.99
8.89
2.75
3.73
4.90
6.84
8.68
8 .100
.050
.025
.010
.005
3.46
5.32
7.57
11.26
14.69
3.41
4.46
6.06
8.65
11.04
2.92
4.07
5.42
7.59
9.60
2.81
3.84
5.05
7.01
8.81
2.73
3.69
4.82
6.63
8.30
2.67
3.58
4.65
6.37
7.95
2.62
3.50
4.53
6.18
7.69
2.59
3.44
4.43
6.03
7.50
9 .100
.050
.025
.010
.005
3.36
5.12
7.21
40.56
13.61
3.01
4.26
5.71
8.02
10.11
2.81
3.86
5.08
6.99
8.72
2.69
3.63
4.72
6.42
7.96
2.61
3.48
4.48
6.06
7.47
2.55
3.37
4.32
5.80
7.13
2.51
3.29
4.20
5.61
6.88
2.47
3.23
4.10
5.47
6.69
10 .100
.050
.025
.010
.005
3.29
4.96
6.94
10.04
12.83
2.92
4.10
5.46
7.56
9.43
2.73
3.71
4.83
6.55
8.08
2.61
3.48
4.47
5.99
7.34
2.52
3.33
4.24
5.64
6.87
2.46
3.22
4.07
5.39
6.54
2.41
3.14
3.95
5.20
6.30
2.38
3.07
3.85
5.06
6.12
11 .100
.050
.025
.010
.005
3.23
4.84
6.72
9.65
12.23
2.86
3.98
5.26
7.21
8.91
2.66
3.59
4.03
6.22
7.60
2.54
3.36
4.28
5.67
6.88
2.45
3.20
4.04
5.32
6.42
2.39
3.09
3.88
5.07
6.10
2.34
3.01
3.76
4.89
5.86
2.30
2.95
3.66
4.74
5.68
12 .100
.050
.025
.010
.005
3.18
4.75
6.53
9.33
11.75
2.81
3.89
5.10
6.93
8.51
2.61
3.49
4.47
5.95
7.23
2.48
3.26
4.12
5.41
6.52
2.39
3.11
3.89
5.06
6.07
2.33
3.00
3.73
4.82
5.76
2.28
2.91
3.61
4.64
5.52
2.24
2.85
3.51
4.50
5.35
13 .100
.050
.025
.010
.005
3.14
4.67
6.41
9.07
11.37
2.76
3.81
4.97
6.70
8.19
2.56
3.41
4.35
5.74
6.93
2.43
3.18
4.00
5.21
6.23
2.35
3.03
3.77
4.86
5.79
2.28
2.92
3.60
4.62
5.48
2.23
2.83
3.48
4.44
5.25
2.23
2.77
3.39
4.30
5.08
14 .100
.050
.025
.010
.005
3.10
4.60
6.30
8.86
11.06
2.73
3.74
4.86
6.51
7.92
2.52
3.34
4.24
5.56
6.68
2.39
3.11
3.89
5.04
6.00
2.31
2.96
3.66
4.69
5.56
2.24
2.85
3.50
4.46
5.26
2.19
2.76
3.38
4.28
5.03
2.15
2.70
3.29
4.14
4.86
15 .100
.050
.025
.010
.005
3.07
4.54
6.20
8.68
10.80
2.70
3.68
4.77
6.36
7.70
2.49
3.29
4.15
5.42
6.48
2.36
3.06
3.80
4.89
5.80
2.27
2.90
3.58
4.56
5.37
2.21
2.79
3.41
4.32
5.07
2.61
2.71
3.29
4.14
4.85
2.12
2.64
3.20
4.00
4.67
16 .100
.050
.025
.010
.005
3.05
4.49
6.12
8.53
10.58
2.97
3.63
4.69
6.23
7.51
2.46
3.24
4.08
5.29
6.30
2.33
3.01
3.73
4.77
5.64
2.24
2.85
3.50
4.44
5.21
2.18
2.74
3.34
4.20
4.91
2.13
2.66
3.22
4.03
4.69
2.09
2.59
3.12
3.89
4.52
17 .100
.050
.025
.010
.005
3.03
4.45
6.04
8.40
10.38
2.64
3.59
4.62
6.11
7.35
2.44
3.20
4.01
5.18
6.16
2.31
2.96
3.66
4.67
5.50
2.22
2.81
3.44
4.34
5.07
2.15
2.70
3.28
4.10
4.78
2.10
2.61
3.16
3.93
4.56
2.06
2.55
3.06
3.79
4.39
18 .100
.050
.025
.010
3.01
4.41
5.98
8.29
2.62
3.55
4.56
6.01
2.42
3.16
3.95
5.09
2.29
2.93
3.61
4.58
2.20
2.77
3.38
4.25
2.13
2.66
3.22
4.01
2.08
2.58
3.10
3.84
2.04
2.51
3.01
3.71
.005 10.22 7.21 6.03 5.37 4.96 4.66 4.44 4.28
19 .100
.050
.025
.010
.005
2.99
4.38
5.92
8.18
10.07
2.61
3.52
4.51
5.93
7.09
2.40
3.13
3.90
5.01
5.92
2.27
2.90
3.56
4.50
5.27
2.18
2.74
3.33
4.17
4.85
2.11
2.63
3.17
3.94
4.56
2.06
2.54
3.05
3.77
4.34
2.02
2.48
2.96
3.63
4.18
20 .100
.050
.025
.010
.005
2.97
4.35
5.87
8.10
9.94
2.59
3.49
4.46
5.85
6.99
2.38
3.10
3.86
4.94
5.82
2.25
2.87
3.51
4.43
5.17
2.16
2.71
3.29
4.10
4.76
2.09
2.60
3.13
3.87
4.47
2.04
2.51
3.01
3.70
4.26
2.00
2.45
2.91
3.56
4.09
21 .100
.050
.025
.010
.005
2.96
4.32
5.83
8.02
9.83
2.57
3.47
4.42
5.78
6.89
2.36
3.07
3.82
4.87
5.73
2.23
2.84
3.48
4.37
5.09
2.14
2.68
3.25
4.04
4.68
2.08
2.57
3.09
3.81
4.39
2.02
2.49
2.97
3.64
4.18
1.98
2.42
2.87
3.51
4.01
22 .100
.050
.025
.010
.005
2.95
4.30
5.79
7.95
9.73
2.56
3.44
4.38
5.72
6.81
2.35
3.05
3.78
4.82
5.65
2.22
2.82
3.44
4.31
5.02
2.13
2.66
3.22
3.99
4.61
2.06
2.55
3.05
3.76
4.32
2.01
2.46
2.93
3.59
4.11
1.97
2.40
2.84
3.45
3.94
23 .100
.050
.025
.010
.005
2.94
4.28
5.75
7.88
9.63
2.55
3.42
4.35
5.66
6.73
2.34
3.03
3.75
4.76
5.58
2.24
2.80
3.41
4.26
4.95
2.11
2.64
3.18
3.94
4.54
2.05
2.53
3.02
3.71
4.26
1.99
2.44
2.90
3.54
4.05
1.95
2.37
2.81
3.41
3.88
24 .100
.050
.025
.010
.005
2.93
4.26
5.72
7.82
9.55
2.54
3.40
4.32
5.61
6.66
2.33
3.01
3.72
4.72
5.52
2.19
2.78
3.38
4.22
4.89
2.10
2.62
3.15
3.90
4.49
2.04
2.51
2.99
3.67
4.20
1.98
2.42
2.87
3.50
3.99
1.94
2.36
2.78
3.36
3.83
25 .100
.050
.025
.010
.005
2.92
4.24
5.69
7.77
9.48
2.53
3.39
4.29
5.57
6.60
2.32
2.99
3.69
4.68
5.46
2.18
2.76
3.35
4.18
4.84
2.09
2.60
3.13
3.85
4.43
2.02
2.49
2.97
3.63
4.15
1.97
2.40
2.85
3.46
3.94
1.93
2.34
2.75
3.32
3.78