Anda di halaman 1dari 26

GANGGUAN METABOLISME

LIPOPROTEIN DAN ATEROSKLEROSIS


dr. Agustyas Tj, SpPK

METABOLISME LIPID LIPOPROTEIN


Lipid merupakan senyawa yang larut dalam pelarut organik dan
tidak larut dalam air.
Secara kimia, lipid merupakan senyawa dari asam lemak atau
alkohol kompleks yang bergabung dengan asam lemak
membentuk ester.
Lipid berdasarkan keberadaan lipoprotein dibedakan menjadi :
1. Triasilgliserol (trigliserida)
2. Phospholipid
3. Kolesterol dan kolesterol ester
4. Asam lemak atau asam lemak bebas

Mayes PA. Lipid transport and storage. In: Murray RK, Granner DK, Mayes PA, editors. Harper's biochemistry. London: Prentice Hall International; 1996. p. 254-70.
Mayne PD. Clinical chemistry in diagnostics and treatment. 6th ed. London: ELBS; 1994.

METABOLISME LIPID LIPOPROTEIN


Berdasarkan densitasnya lipoprotein dibedakan menjadi 5:
1. Kilomikron
2. Very Low Density Lipopprotein (VLDL)
3. Intermediate Density Lipoprotein (IDL)
4. Low Density Lipoprotein (LDL)
5. High Density Lipoprotein (HDL)

Mayes PA. Lipid transport and storage. In: Murray RK, Granner DK, Mayes PA, editors. Harper's biochemistry. London: Prentice Hall International; 1996. p. 254-70.
Mayne PD. Clinical chemistry in diagnostics and treatment. 6th ed. London: ELBS; 1994.

KELAINAN POLA LIPID

Dislipidemia merupakan abnormalitas kadar lipid


plasma
Peningkatan kolesterol total atau kolesterol LDL
tanpa peningkatan trigliserida hiperkolesterolemia
Peningkatan trigliserida hipertrigliseridemia
Peningkatan kolesterol dan trigliserida
hiperlipidemia kombinasi

FENOTIP HIPERLIPIDEMIA
Tipe
Fredrickson

Peningkatan
lipoprotein

Normal

Kolesterol

Trigliserida

Serum puasa
setelah 12 jam

Elektroforesis
lipoprotein

%
relatif

<220
mg/dL
<260
mg/dL

<150
mg/dL
>1000
mg/dL

Jernih

Normal

Supernatan
terdapat lapisan
mengambang
seperti susu
(milky).
Infranatan jernih

Kilomikron
pada
origin, penurunan
pita , pre- dan .

<1%

>300
mg/dL
>300
mg/dL
350 - 500
mg/dL

<150
mg/dL
150-300
mg/dL
350 - 500
mg/dL

Jernih

Peningkatan pita

10%

Jernih atau keruh Peningkatan pita


dan pre-
Keruh
Peningkatan pita
, pre-,
penurunan pita .

40%

Tipe I

Kilomikron

Tipe Iia

LDL

Tipe Iib

LDL & VLDL

Tipe III

IDL

Tipe IV

VLDL

<260
mg/dL

200-1000
mg/dL

Keruh atau
seperti susu

Peningkatan pre-,
penurunan

45%

Tipe V

VLDL &
Kilomikron

>300
mg/dL

>1000
mg/dL

Lapisan
mengambang
seperti susu,
infranatan keruh

Kilomikron
pada
origin,
peningkatan pre-

5%

<1%

Lipid Phenotype

Plasma Lipid Levels,


mmol/L (mg/dL)

Lipopoteins
Elevated

Phenotype

ISOLATED HYPERCHOLESTEROLEMIA
Familial hypercholesterolemia

Familial defective apo B100


Polygenic hypercholesterolemia

Heterozygotes: total chol = 7-13


(275-500)
Homozygotes: total chol > 13
(>500)
Heterozygotes: total chol = 7-13
(275-500)
Total chol = 6.5-9.0 (250-350)

LDL

IIa

LDL

IIa

LDL

IIa

LDL

IIa

TG = 2.8-8.5 (250-750) (plasma


may be cloudy)

VLDL

IV

Chylomicrons

I, V

Chylomicrons

I, V

ISOLATED HYPERTRIGLISERIDEMIA
Familial hypertriglyceridemia

TG > 8.5 (>750) (plasma may be


milky)
TG > 8.5 (>750) (plasma may be
Familial apo CII deficiency
milky)
HYPERTRIGLYCERIDEMIA AND HYPERCHOLESTEROLEMIA
Familial lipoprotein lipase deficiency

Combined hyperlipidemia

TG = 2.8-8.5 (250-750)
Total chol = 6.5-13.0 (250-500)

VLDL, LDL

IIb

Dysbetalipoproteinemia

TG = 2.8-5.6 (250-500)
Total chol = 6.5-13.0 (250-500)

VLDL, IDL; LDL


normal

III

ATEROSKLEROSIS
Aterosclerosis adalah plaque pada tunika intima arteri besar
maupun sedang yang bentuknya ireguler (patchy).
Plaque ini mengandung lipid, sel inflamasi, dan jaringan ikat
yang keseluruhannya merupakan respon inflamasi terhadap
adanya kerusakan jaringan.
Disfungsi endotel merupakan tahap awal dari aterosclerosis.
Faktor yang mempengaruhi disfungsi endotel:
1.
2.
3.
4.
5.
11.

Hiperkolesterolemia, lipid termodifikasi, dan lipoprotein


termodifikasi
Homocystein
Radikal bebas pada rokok, hipertensi, dan diabetes melitus
Kelainan genetik
Infeksi herpes virus dan chlamydia11
Ross R. Mechanisms of disease: Atherosclerosis an inflammatory disease. N Eng Med J. 1999 January, 14th,1999;340(2):115-25.

PATOGENESIS ATEROSKLEROSIS
Disfungsi endotel
Respon inflamasi menghasilkan molekul
adesi seluler
Monosit dan limfosit T melekat pada
permukaan yang rusak (sticky surface) dari
sel endotel
Migrasi melalui dinding arteri ke dalam
ruang subendotelial

Makrofag menangkap LDL yang teroksidasi

Lipid-rich foam cells


Fatty strek dan plak

HOMOCYSTEIN DENGAN RISIKO ATEROSKLEROSIS

ATEROSKLEROSIS

Proses aterosklerosis dibagi menjadi 3 tahap:


1. Pembentukan Fatty Streak
2. Pembentukan Fibrous Plaque
3. Lesi Majemuk

PEMBENTUKAN FATTY STREAK

PERKEMBANGAN LESI ATEROSKLEROTIK

INISIASI, PERKEMBANGAN, DAN KOMPLIKASI PLAK ATEROSKLEROSIS ARTERI KORONER

PENANDA BIOLOGIK ATEROSKLEROSIS

Penanda untuk disfungsi endotel antara lain NO, endotelin1, hs-CRP, sVCAM, sICAM, E-selektin, ox-LDL, vWF, PAI-1, dan
mikroalbuminuria
Penanda mediator inflamasi dan aktivasi sel endotel antara
lain : CD40/CD40L signalling dyad, IL-18, LOX-1, PAR (Protease
Activated Receptor), Lp-PLA2, sPLA2, MMP-9 (matrix
methalloproteinase-9), EPC (Endothelial Progenitor Cells), dan
PaPP-A
Penanda pemicu rupture plak antara lain hs-CRP, P-selectin,
sVCAM, sICAM, sCD40, IL-6, IL-18, dan TNF-13
Penanda Koagulasi antara lain fibrinogen, vWF, PAI-1, dan
tPA13, 20
Penanda Fibrosis antara lain TGF- dan MMP-913, 20
Kaniawati M, Lina Y. Patogenesis molekular aterosclerosis. Forum Diagnosticum. 2004
Herjantho T. Penanda kerapuhan biokimia untuk menentukan kerapuhan plak aterosclerosis pada sindroma koroner akut. Forum Diagnosticum. 2005
Nicholls SJ, Hazen SL. Myeloperoxidase and cardiovascular disease. Arterioscler Thromb Vasc Biol. 2005 March,7th;25:1102-11

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
PADA ABNORMALITAS POLA LIPID
Profil lipid plasma:
1. Kolesterol total
2. Trigliserida
3. Kolesterol LDL
4. Kolesterol HDL
Pemeriksaan lain yang tidak rutin dilakukan :
ApoA-1
ApoB
Lp(a)
CRP

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
PADA ABNORMALITAS POLA LIPID
Pemeriksaan tambahan untuk diagnosis hiperlipidemia
sekunder:
Tes

Pemeriksaan

Diabetes

Glukosa, oGTT

Fungsi hati

GOT, GPT, -GT, CHE

Kolestasis

AP, bilirubin, -GT

Fungsi tiroid

TSH, fT4

Protein

Elektroforesis dan protein total

Pankreas

Amilase, lipase

Ginjal

Urinalisis, kreatinin, ureum

PROSEDUR PENGAMBILAN SAMPEL


Untuk tujuan diagnostik maka rekomendasi pengambilan
sampel adalah:
Puasa 12 jam sebelum pengambilan sample
Setelah duduk tenang 15 menit maka dilakukan
pengambilan sample darah dengan bendungan ringan dan
singkat sebaiknya kurang dari 1 menit
1-2 minggu sebelum pemeriksaan diharapkan tetap pada
pola makan biasa
3-4 hari sebelum pemeriksaan tidak mengkonsumsi
alkohol, tidak mengalami perubahan berat badan yang
mencolok, bila mengkonsumsi obat yang mempengaruhi
profil lipid sebaiknya dilaporkan, serta sebelum dan pada
saat sampling tidak dalam keadaan stress berat.

Penghitungan kolesterol LDL dengan rumus Friedewald (bila tdk


terdapat reagen pem langsung LDL)
Kolesterol LDL = [ Kolesterol Total HDLc Trigliserida ] mg/dL
5

Tidak berlaku bila trigliserida >400mg/dL, kelainan tipe II dan III


Frederickson, dan terdapat dislipoproteinemia digunakan
rumus deLong yaitu trigliserida/6
Kolesterol LDL = [ Kolesterol Total HDLc Trigliserida ] mg/Dl
6

INTERPRETASI KADAR LIPID BERDASARKAN NCEP-ATP III


Kadar Lipid-Lipoprotein (mg/dL)

Penafsiran

< 100
100-120
130-159
160-189
190

Kadar Kolesterol-LDL
Optimal
Near/above optimal
Boderline High
High
Very high

< 200
200-239
240

Kadar Kolesterol Total


Desirable
Boderline high
High

< 40
60

Kadar Kolesterol-HDL
Low
High

< 150
150-199
200-499
500

Kadar Trigliserida
Normal
Boderline high
High triglycerides
Very high