Anda di halaman 1dari 15

Nama

: Putri Maulidiyah

NIM

: 021134447

UPBJJ

: Jakarta

Jurusan

: Matematika

TUGAS II
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
1. Jelaskan pengertian akhlak mulia dan akhlak tercela !
Jawab :

Akhlak mulia adalah akhlak yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang


diajarkan Allah dan Rasul-Nya.

Akhlak tercela adalah akhlak yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan


Allah dan Rasul-Nya

2. Sebutkan dan jelaskan sendi-sendi akhlak mulia dan akhlak tercela menurut Imam AlGhazali !
Jawab :
Menurut Imam Al-Ghazali ada empat sendi atau akhlak batin yang baik yang
menjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan baik dan ada empat sendi akhlak batin yang
tercela yang menjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan tercela.
Keempat sendi akhlak batin yang baik itu adalah sebagai berikut

1. Kekuatan ilmu yang berwujud hikmah, yaitu kebijaksanaan yang artinya adalah
keadaan jiwa yang bisa menentukan antara hal-hal yang benar dan hal-hal yang
salah.
2. Kekuatan amarah yang wujudnya adalah berani, yaitu keadaan kekuatan amarah
yang tunduk kepada akal pada waktu dinyatakan atau dikekang.
3. Kekuatan nafsu syahwat (keinginan) yang wujudnya adalah iffah, yaitu keadaan
syahwat yang terdidik oleh akal.
4. Kekuatan keseimbangan diantara yang tiga di atas. Wujudnya adalah adil, yakni
kekuatan jiwa yang menuntun amarah dan keinginan sesuai dengan apa yang
dikehendaki oleh hikmah (kebaikan dan kebijaksanaan).

Dari empat sendi akhlak di atas akan melahirkan perbuatan-perbuatan baik, yaitu
jujur, suka memberi kepada sesama, tawadu, tabah, tinggi cita-cita, pemaaf, kasih
saying terhadap sesama, menghormati orang lain, qanaah, sabar, malu, pemurah,
berani membela kebenaran, menjaga diri dari hal-hal yang haram.
Sementara empat sendi-sendi atau dasar-dasar akhlak batin yang tercela adalah sebagai
berikut :
1. Keji, pintar busuk, bodoh, yaitu keadaan jiwa yang terlalu pintar atau tidak bisa
menentukan yang benar di antara yang salah karena bodohnya.
2. Berani tapi sembrono, penakut, dan lemah, yaitu kekuatan amarah yang tidak bisa
dikekang atau tidak pernah dilakukan, sekalipun sesuai dengan kehendak akal.
3. Rakus dan statis, yaitu keadaan syahwat yang tidak terdidik oleh akal dan syariat
agama, berarti ia bisa berlebihan atau sama sekali tidak berfungsi.
4. Aniaya, yaitu kekuatan syahwat dan amarah yang tidak terbimbing oleh hikmah.
Keempat sendi akhlak tercela itu akan melahirkan berbagai perbuatan tercela yang
dikendalikan oleh nafsu, seperti sombong, riya, mencaci maki, khianat, dusta, dengki,
keji, serakah, ujub, pemarah, malas, membukakan aib, kikir, dan lain-lain. Yang
kesemuanya akan mendatangkan malapetaka baik bagi pribadi maupun bagi
masyarakat.
3. Sebutkan sebagian akhlak terhadap Allah ! Jelaskan dan tulis sebagian ayat Al Quran
yang berkaitan dengannya !
Jawab :
Akhlak dalam Islam harus dibangun atas dasar kesadaran akan keberadaan Allah SWT
sebagai pencipta alam semesta beserta seluruh isinya.
Perwujudan daripada kesadaran itu adalah akhlak kepada-Nya, antara lain :
a. Menauhidkan
Menauhidkan artinya mengesakan bahwa Allah adalah pencipta; bahwa Allah yang
wajib disembah oleh kita, bahwa Allah yang memiliki sifat sempurna dan jauh dari
sifat kurang. Dalam Al-Quran ditegaskan,

Artinya

: Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang

bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula
diperanakkan. Dan tidak ada satu pun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas /
112 : 1-4)
b. Beribadah
Karena Allah pencipta maka kita harus beribadah hanya kepada-Nya.

Artinya

: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya

mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat / 51 : 56)

Artinya

: Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan

orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah / 2 : 21)
c. Bersyukur
Bersyukur adalah berterima kasih kepada Allah atas karunia dan nikmat yang telah
diberikan.

Artinya

: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan

(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya


azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim / 14 : 7)

Artinya

: Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepada

kalian, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari (nikmatKu). (QS. Al-Baqarah / 2 : 152)
d. Taqwa
Taqwa adalah melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala laranganNya.

Artinya

: Hai manusia ! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah

menciptakanmu dari satu diri (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan


pasangannya (Hawa). Dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan banyak lakilaki dan perempuan. Bertakwalah kepada Allah dimana kalian saling pinta meminta
sesame kalian dengan mempergunakan nama-Nya, lagi pula peliharalah hubungan
kasih saying antara kalian. Sesungguhnya Allah itu adalah Pengawas kalian. (QS.
An-Nisa / 4 : 1)

Rasulullah bersabda

Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada, dan ikutilah perbuatan
jahat dengan perbuatan baik pasti dapat menghapuskannya, dan pergaulilah
manusia dengan perangai yang baik. (HR. Turmudzi)
e. Berdoa
Berdoa adalah memohon kebaikan kepada Allah dalam segala hal untuk kebaikan
baik di dunia maupun di akhirat.

Artinya

: Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku, maka (jawab)

sesungguhnya Aku dekat, Aku akan memenuhi doa orang yang berdoa jika ia
berdoa kepadaku. Maka mintalah mereka kepada-Ku dan berimanlah kepada-Ku
agar mereka mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah / 2 : 186)

Artinya

: Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan,

dengan hati yang takut (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan
kembali kepada Tuhan mereka. (QS. Al-Muminuun / 23 : 60)
f. Berdzikir
Berdzikir artinya mengingat Allah. Perwujudannya dengan membaca tahlil, tahmid,
tasbih, istighfar.

Artinya : Dan ingatlah, karena sesungguhnya ingat itu bermanfaat bagi orangorang beriman. (QS. Adz-Dzaariyaat / 51 : 55)

Artinya

: Sebab itu ingatlah kepadaku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan

bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat-Ku). (QS. AlBaqarah / 2 : 152)

Artinya

: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram

dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi
tenteram.(QS. Ar-Rad / 13 : 28)
g. Tawakal
Tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah atas ketentuan-Nya sambil berusaha.

Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya.(QS. Ali Imran : 159)

h. Mahabbah (Cinta)
Mahabbah artinya sikap merasa dekat dan ingat terus kepada Allah yang
diwujudkan dengan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Artinya

: Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah

mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. (QS. Al-Maaidah / 5 : 54)


4. Mengapa kita harus berakhlak mulia kepada orang tua? Tulis ayat Al Quran yang
berkaitan dengannya !
Jawab :
Karena orang tua adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Sejak kita masih
di dalam rahim hingga remaja seperti sekarang ini mereka senantiasa berada dekat terus
dengan kita. Merekalah yang selalu di sisi kita dan mereka pulalah yang selalu sehati
dengan kita. Apa yang kita rasakan, mereka juga merasakannya. Kita bahagia, mereka
juga bahagia, sebaliknya jika kita sakit mereka juga ikut merasakannya. Karena itu kita
harus menghormatinya yang diwujudkan dalam akhlak, antara lain :
a. Berbakti kepada kedua orang tua

Artinya

: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan

sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu, kerabat dekatmu,
anak yatim, orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil,
dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An-Nisaa / 4 : 36)

Artinya

: Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada

kedua orang tuamu ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang semakin bertambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada kedua orang tua ibu bapakmu. (QS. Luqman / 31 : 14)

Rasulullah bersabda

Pulanglah kepada ibu bapakmu dan baik-baiklah bergaul dengan keduanya. (HR.
Muslim)
Berbaktilah kepada ibu bapakmu, pasti nanti anak-anakmu akan berbuat baik
kepadamu. (HR. Thabrani)
Keridlaan Allah tergantung pada keridlaan ibu bapak, dan kutukan Allah
tergantung juga pada kutukan kedua ibu bapak. (HR. Tirmidzi)
b. Mendoakan orang tua

Artinya

: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah

selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat kepada ibu bapakmu dengan sebaikbaiknya. Jika salah satu di antara mereka atau kedua-duanya sudah umur lanjut
dalam pemeliharaannya, maka janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka ucapan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka
berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihanilah
mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.
(QS. Al-Israa / 17 : 23 24)
c. Adil terhadap saudara

Artinya

: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat

kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,
kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu
mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl / 16 : 90)
d. Membina dan mendidik keluarga

Artinya

: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu

dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan. (QS. At-Tahrim : 6)

e. Memelihara keturunan

Artinya

: Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran)

anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang
disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung
kehinaan ataukah akan menubuhkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (QS. An-Nahl / 16 : 58 - 59)
5. Jelaskan pengertian tasamuh, taawun, dan musawah disertai ayat Al Quran !
Jawab :
1. Tasamuh
Keyakinan yang berbeda harus dihormati. Oleh karena itu, pemaksaan dan
penindasan manusia agar menerima Islam bukanlah perbuatan yang baik.
Kebebasan beragama sangat dijamin oleh Islam.

Artinya

: Tidak ada paksaan dalam agama, telah jelas mana yang baik dan mana

yang buruk. (QS. Al-Baqarah / 2 : 256)

Artinya

: Dan apabila Tuhanmu menghendaki niscaya semua manusia akan

beriman kepada Allah, apakah engkau akan memaksa manusia sehingga mereka
beriman. (QS. Yunus / 10 : 99)

Atas dasar sikap tasamuh inilah, tidak benarkan umat Islam menghina umat agama
lain. Allah berfirman :

Artinya

: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka

sembah selain Allah. (QS. Al-Anaam / 6 : 108)

Artinya

: Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab kecuali dengan cara

yang paling baik. (QS. Al-Ankabut / 29 : 46)

Artinya

: Aku (orang Islam) tidak akan menyembah apa yang kau (kafir)

sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan (Allah) yang aku sembah. Dan aku
tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah
pula penyembah apa yang aku sembah. Dan kamu juga tidak pernah pula menjadi
penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.
(QS. Al Kaafiruun / 109 : 2-6)
2. Taawun
Taawun ialah saling tolong menolong dalam hal kebajikan.

Artinya

: Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan

takwa, dan janganlah tolong menolong dalam (mengerjakan) dosa dan pelanggaran.
Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat besar siksa-Nya.
(QS. Al-Maaidah / 5 : 2)

3. Musawah
Musawah dalam arti persamaan dalam hidup bermasyarakat maupun persamaan
dalam hukum. Berkenaan dengan persamaan dalam arti luas, Allah berfirman :

Artinya

: Wahai manusia sesungguhnya aku telah menciptakan kalian dari jenis

laki-laki dan perempuan kemudian kami jadikan kalian bersuku-suku dan


berbangsa-bangsa agar kalian saling kenal, sesungguhnya semulia-mulianya kalian
di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian. (QS. Al-Hujuraat / 49 :
13)
Dalam hadits Rasulullah bersabda : Tidak ada keutamaan bagi bangsa Arab dan
bukan Arab dan tidak juga orang kulit putih atas orang kulit hitam kecuali dengan
taqwanya.

Artinya

: Dan sungguh kami telah muliakan anak-anak Adam, dan kami

tebarkan mereka di darat dan di laut serta kami anugerahi mereka rezeki yang baikbaik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna daripada
kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan. (QS. Al-Israa / 17 : 70)

Artinya

: Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan

berfirman) : Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang


beramal saleh diantara kamu sekalian baik laki-laki maupun perempuan (karena
sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang
berhijrah, yang diusir dari kampong halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang
berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan
mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungaisungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala
yang baik. (QS. Ali Imran / 3 : 195)
Dan masih banyak lagi ayat Al Quran yang berbicara menegaskan prinsip
persamaan tersebut.
Berkenaan persamaan dalam hokum, misalnya Allah berfirman :

Artinya

: Wahai orang-orang yang beriman jadilah kalian orang yang teguh dan

bersaksi kepada Allah dengan adil dan janganlah kalian menjadikan urusan satu
kaum menjadikan kalian berlaku tidak adil, berlaku adil kalian sesungguhnya ia

lebih dekat kepada ketakwaan dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian perbuat. (QS. Al Maaidah / 5 : 8)
Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah cukup memberi kesempatan kepada
orang yang zalim apabila dating masa siksanya tidak akan dilepaskan. Kemudian
beliau membacakan, Demikianlah cara Tuhan jika menyiksa sebuah negeri yang
zalim, sungguh siksanya sangat pedih dan keras. (HR. Bukari Muslim)
6. Bagaimana perwujudan akhlak terhadap alam?
Jawab :
Alam adalah ciptaan Allah dan diperuntukkan bagi manusia untuk kebaikan dan
pengabdian kepada-Nya. Karena itu, akhlak yang harus diwujudkan terhadap alam,
antara lain

a. Memperhatikan dan merenungkan penciptaan alam

Artinya

: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih

bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(QS. Ali Imran / 3 : 190)
b. Memanfaatkan alam

Artinya

: Katakanlah, Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi.

Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi


peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Yunus / 10 : 101)