Anda di halaman 1dari 4

PERBEDAAN CATATAN KAKI DENGAN

DAFTAR PUSTAKA

NO.

CATATAN KAKI

Catatan kaki adalah


keterangan atas teks karangan
yang ditempatkan pada kaki
halaman karangan yang
bersangkutan. Unsur
keterangnan pada catatan kaki
meliputi pengarang, judul buku
atau referensi lainnya, data
publikasi, dan nomor halaman.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka atau biasa juga disebut


bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi
judul-judul buku, artikel, makalah, dan
bahan-bahan dalam bentuk lainnya yang
dijadikan sumber atau rujukan untuk
sebuah buku atau bentuk tulisan lain.

Bagi sebagian orang, daftar pustaka


mungkin tidak tertalu penting untuk
dituliskan. Namun bagi orang yang bergelut
a. Nama pengarang
di bidang akademik dan concern terhadap
dicantumkan sesuai
ilmu pengetahuan, daftar pustaka
dengan urutan biasa,
merupakan hal yang perlu diperhatikan.
misalnya gelar, nama
Para calon sarjana, ilmuwan, peneliti, dan
kecil, dan nama
lain-lain akan menuliskan sebuah daftar
keluarga. Contoh : Cut
pustaka di akhir tulisan mereka. Dengan
Rozana.
sendirinya, mereka juga harus tahu
b. Judul buku ditulis sesuai bagaimana cara menulis daftar pustaka
peraturan yang ada,
dengan benar apabila mereka membuat
yakni dimiringkan.
sebuah karya.
Contoh:
Surat menyurat dan
Sebuah karya yang menuliskan daftar
komunikasi .
pustaka akan bisa dilihat kembali apakah
sumber aslinya berkaitan dengan karya
c. Data publikasi meliputi
tersebut. Sekaligus melalui daftar pustaka,
tempat penerbit, nama
pembaca bisa memperluas
penerbit, dan tahun
pengetahuannya dengan referensi tersebut
terbitan. Ketiganya
yang ditulis di akhir karya.
ditempatkan di dalam
tanda kurung dan
Fungsi Daftar Pustaka
antara tempat penerbit
dan namanya
Fungsi dari daftar pustaka berbeda dengan
dipisahkan dengan
catatan kaki. Catatan kaki digunakan untuk
tanda titik dua. Contoh: menunjuk kepada sumber dari sebuah
(Bandung: Angkasa,
pernyataan yang digunakan pada tulisan.
1995).

d.
Nomor halaman disingkat
hal atau hlm. Contoh hlm.3
Contoh
Dendy Sugono, Berbahasa
Indonesia dengan Benar
(Jakarta: Puspa Swara,
1977), hlm. 28.

Dalam hal ini, catatan kaki lebih terperinci


dengan menyebutkan sumber seperti
penulis, judul buku, dan di halaman berapa
sumber itu diambil.
Berbeda dengan itu, daftar pustaka lebih
bersifat keseluruhan. Daftar pustaka
memberikan informasi yang lengkap
mengenai penulis, judul buku, tahun terbit,
kota terbit, dan nama penerbit. Di sisi lain,
daftar pustaka berfungsi sebagai pelengkap
catatan kaki. Bila kita ingin melihat secara
lengkap referensi yang tertulis pada catatan
kaki, maka kita bisa mencarinya dalam
daftar pustaka.
Unsur Daftar Pustaka
Agar tahu bagaimana cara menulis daftar
pustaka, maka Anda harus mengetahui
terlebih dahulu unsur-unsurnya. Unsur
yang paling penting yang harus
dimasukkan ke dalam daftar pustaka antara
lain sebagai berikut.
1. Nama penulis, ditulis secara lengkap
2. Judul buku, juga termasuk anak
judulnya atau judul tambahan
3. Data publikasi, meliputi nama
penerbit, tahun terbit, dan di mana
terbitnya buku tersebut. Jika perlu
sertakan cetakan ke berapa.
4. Untuk artikel atau tulisan di majalah,
perlu ditulis juga nama
pengarangnya, judul artikel, nama
majalah, nomor, dan tahun terbit.
Penyusunan Daftar Pustaka
Cara penyusunan daftar pustaka untuk
buku dan majalah tentu berbeda. Namun

ada tiga pokok yang selalu harus


dicantumkan: penulis, judul, dan data-data
publikasi.
Urutan cara menulis daftar pustaka pada
umumnya adalah sebagai berikut.
Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku.
Kota terbit: Nama penerbit
Catatan urutan:
1. Jika nama penulis mempunyai dua
kata, tulis kata terakhir dulu,
pisahkan dengan tanda koma
2. Setelah nama pengarang, kemudian
beri tanda titik untuk menuliskan
tahun terbit
3. Judul buku ditulis dengan italic
4. Setelah judul, beri tanda titik,
kemudian tulis kota terbit
5. Setelah kota terbit, beri tanda titik
dua, kemudian tulis nama penerbit
Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Satu pengarang

Sukono, Catur. 2010. Desain Grafis.


Jakarta: OK Publishing

Dua atau tiga pengarang

Sukono, Catur dan Joko Susilo. 2010.


Desain Grafis. Jakarta: OK Publishing
(Nama yang dibali hanya pengarang
pertama saja, yang kedua dan ketiga bila
ada ditulis tanpa dibalik.)

Banyak pengarang

Sukono, Catur, dkk. 2010. Desain Grafis.


Jakarta: OK Publishing

Buku terjemahan

Havelar, Jack. 2010. Desain Grafis, terj.


Catur Sukono. Jakarta: OK Publishing

Artikel dalam majalah atau


sumber lain

Sukono, Catur. 2010. Desain Grafis, OK


Majalah. Jakarta: OK Publishing
(Judul artikel diapit dengan tanda petik)
Nah, begitulah di antaranya cara menulis
daftar pustaka sesuai urutannya. Mudah,
bukan? Jadi, jangan lewatkan untuk
menulis daftar pustaka dengan benar pada
karya Anda!