Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH FOOD PROCESSING 1

EKSTRUKSI
Roti Kering

KELAS FAAL 2A1


KELOMPOK 1
OLEH:
Malix Abdul Azis

(145070300111006)

Robbiatun Nikmah

(145070300111007)

Salsabila Absari

(145070300111008)

Eva Dwi Prastika

(145070301111031)

Dessy Nurfitasari

(145070301111032)

Maulidya Chasanah Amiroh

(145070301111033)

Salis Maghfurina

(145070301111026)

Annisa Widya

(145070301111027)

JURUSAN ILMU GIZI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan berkembangnya zaman, ilmu dan teknologi juga semakin berkembang, tidak
terkecuali teknologi dalam pengolahan makanan. Semakin canggihnya teknologi pada bidang
pengolahan makanan, maka produk yang dihasilkan akan semakin aman, bergizi, terjaga
kualitasnya, serta terjangkau oleh masyarakat. Salah satu teknologi pengolahan makanan
yang semakin berkembang adalah teknologi ekstrusi. Teknologi ekstrusi ini juga semakin
diminati oleh kalangan pengolah makanan, karena banyaknya keuntungan-keuntungan yang
diperoleh dengan menggunakan teknologi ini.
Ekstrusi bahan pangan adalah suatu proses dimana bahan pangan dipaksa mengalir di
bawah satu atau lebih kondisi operasi, seperti pencampuran, pemanasan, dan pemotongan,
melalui suatu cetakan. Dengan menggunakan teknologi ekstruksi ini, maka memungkinkan
kita untuk melakukan serangkaian proses pengolahan seperti mencampur, menggiling,
memasak, mendinginkan, mengeringkan dan mencetak dalam satu rangkaian proses saja.
Produk makanan yang dihasilkan pun sangat beragam.
Saat ini, banyak sekali jenis produk makanan yang diolah dengan teknologi ekstruksi,
contohnya produk-produk pasta dan sejenisnya, sereal siap makan, snack, makanan hewan,
produk kembang gula, pati yang dimodifikasi untuk produksi sup, makanan bayi, makanan
instan, minuman ringan dan lain-lain. Makanan ringan (snack), sereal, makanan bayi, roti,
bubuk minuman atau makanan siap saji merupakan produk ekstrusi yang telah dikenal luas
dan relatif terjangkau, salah satu contonya adalah produk roti kering. Semakin luasnya
aplikasi teknologi ekstrusi ini membuat kita untuk lebih memahami prinsip kerja dan cara
penggunaannya. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai cara kerja
teknologi ekstrusi dalam menghasilkan suatu produk, khususnya produk roti kering.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.

Bagaimana karakteristik produk awal roti kering?


Apa saja proses ekstrusi yang terjadi dalam pembuatan roti kering?
Bagaimana prinsip dan cara kerja mesin ekstruder dalam pembuatan roti kering?
Bagaimana produk roti kering yang dihasilkan melalui proses tersebut?

C. Tujuan Makalah

Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut.


1.
2.
3.
4.

Mengetahui karakteristik produk awal roti kering.


Mengetahui prinsip dan cara kerja mesin ekstruder dalam pembuatan roti kering.
Mengetahui proses ekstruksi yang terjadi dalam pembuatan roti kering.
Mengetahui produk roti kering yang dihasilkan melalui proses tersebut.

D. Manfaat
Agar mahasiswa lebih memahami tentang prinsip dan cara kerja pembuatan suatu produk
melalui proses ekstruksi, terutama untuk produk roti kering.

BAB II

PEMBAHASAN
A. Tinajauan Pustaka
Ekstruksi adalah suatu proses dimana bahan pangan dipaksa oleh sistem ulir untuk
mengalir dalam ruangan yang sempit sehingga akan mengalami pencampuran dan pemasakan
sekaligus. Sumber panas utama dalam proses ekstruksi berasal dari konversi energi mekanik
(gesekan) yaitu akibat gesekan antar bahan dan gesekan antar bahan dengan ulir. Kerja ulir
tersebut juga menghasilkan akumulasi tekanan dalam sistem barrel ekstruder, bahan
dipaksakan keluar melalui cetakan (die) yang kecil ukurannya dan kembali ke tekanan normal
(atmosfer) secara seketika yaitu ketika produk melewati die (Oktavia, 2007).
Alat ekstrusi (ekstruder) terdiri dari suatu ulir (sejenis ulir bertekanan) yang menekan
bahan baku sehingga berubah menjadi bahan semipadat. Bahan tersebut ditekan keluar
melalui suatu lubang terbatas (cetakan/ die) pada ujung ulir. Jika bahan baku tersebut
mengalami pemanasan maka proses ini disebut pemasakan ekstrusi (ekstrusi panas). Ciri
utama proses ekstrusi adalah sifatnya yang kontinu. Alat ekstruder dioperasikan dalam
kondisi kesetimbangan dinamis, yaitu input setara dengan output, atau bahan yang masuk
setara dengan produk yang dihasilkan. Untuk mendapatkan karakteristik ekstrudat tertentu,
bahan yang masuk dan kondisi pengoperasian harus diatur sedemikian rupa sehingga
perubahan kimia yang terjadi dalam barrel (tabung dalam ekstruder) sesuai dengan yang
diinginkan.
Prinsip ekstrusi banyak digunakan untuk keperluan-keperluan yang berkaitan dengan
industri logam, polimer, plastik, dan produk makanan pasta, tetapi karena prinsipnya yang
sama, ekstrusi dapat diterapkan pada proses pengolahan produk-produk makanan secara luas
(Pratama, 2007). Salah satu produk makanan yang menggunakan prinsip ekstruksi yaitu roti
kering. Roti kering merupakan roti yang bertekstur keras tapi renyah yang memiliki kadar air
yang sangat rendah karena dibuat dengan cara di oven. Roti kering memiliki daya tahan yang
cukup lama, Bahan yang umum digunakan utuk pembuatan kue kering diantaranya tepung
beras, tepung ketan, terigu ataupun sagu.
Produk ekstrusi dibuat dari beragam bahan baku dalam kisaran luas. Komponen bahan
pangan dengan sifat fungsional yang berbeda dapat diolah menjadi produk ekstrusi.
Perubahan bentuk dari bahan baku selama pengolahan merupakan faktor terpenting yang
membedakan suatu proses pengolahan dengan proses lainnya. Semua produk pangan

mempunyai struktur dasar yang dibentuk dari komponen tertentu. Struktur dasar terbentuk
dari interaksi komponen penyusunnya membentuk tekstur produk. Produk ekstrusi terbentuk
dari biopolimer alami yang berasal dari bahan baku pembuatan roti kering seperti, tepung
terigu, gula, dan garam. Teknologi ekstrusi berperan penting di industri pangan seperti roti
kering karena merupakan proses yang bersifat efisien. Di dalam proses ekstrusi, dilakukan
kombinasi dari beberapa proses meliputi pencampuran, pemasakan, pengadonan,
penghancuran, pencetakan, dan pembentukan. Saat ini, fungsi pengolahan dengan ekstrusi
juga mencakup separasi, pendinginan dan pemanasan, penghilangan senyawa volatil dan
penurunan kadar air, pembentukan cita rasa dan bau, enkapsulasi, serta sterilisasi (Estiasih &
Ahmadi, 2009).
Pengekstruksi spesifik dapat berupa ekstruder collet seperti roti kering dengan kadar air
yang sangat rendah. Tekanan yang digunakan dalam ekstruder berfungsi mengendalikan
bentuk, menjaga air dalam kondisi cair yang sangat panas, dan meningkatkan pengadukan.
Tekanan yang digunakan bervariasi antara 15 sampai lebih dari 200 atm. Tujuan utama
ekstrusi adalah untuk meningkatkan keragaman jenis produk pangan dalam berbagai bentuk,
tekstur, warna, dan cita rasa. Pemasakan ekstrusi adalah kombinasi dari sebuah pompa dan
sebuah pengubah panas. Bahan baku masuk ke dalam ekstruder melalui hopper (wadah
penampung) dan terdorong ke depan mengarah ke die (cetakan) oleh putaran satu atau lebih
ulir. Pemasakan ekstrusi dengan proses suhu tinggi waktu pendek (HTST, high temperature
short time) dapat mencegah kontaminasi mikroba dan inaktivasi enzim.
Pengekstruksi spesifik terbagi menjadi 4 macam antara lain :
1. Ekstruder pasta
Alat yang paling ideal yaitu silinder licin dan geometrik ulir yang konstan. Cocok untuk
produk pasta dan makaroni.
2. Ekstruder low shear
Untuk adonan berkadar air tinggi dengan kekentalan rendah. Seperti produk permen yang
berasal dari cokelat.
3. Ekstruder collet
Untuk produk snack yang mengembang dengan suhu tinggi dan mengalami kehilangan
air yang sangat cepat.
4. Ekstruder high shear

Untuk hasil bahan yang berwarna lebih cokelat serta tekstur dan aromanya kuat. Seperti
produk yang berasal dari biji kopi.
Pengekstruksi spesifik dalam pengelompokannya dibedakan berdasarkan pengaruh
suhu, tekanan, kecepatan, dan kadar air.
B. Karakteristik Produk Awal Roti Kering
Pada pembuatan roti kering hal yang perlu diperhatikan adalah karakteristik awal dan
akhir dari proses ekstruksi tersebut.
1. Air
Air merupakan salah satu unsur penting dalam bahan makanan, meskipun keberadaannya
sering diabaikan. Air pada roti yang belum melalui proses ektruksi memiliki volume air yang
sedikit, berkisar antara 10-20% air. Hal ini dikarenakan pada pembuatan roti sendiri
menggunakan tepung terigu kuat yang mampu menyerap air dalam jumlah besar.
2. Tekstur
Tekstur adalah salah satu sifat bahan aau produk yang dapat dirasakan melalui sentuhan
kulit ataupun pencicipan. Pada roti yang belum mengalami proses ekstruksi mengalami
tekstur yang empuk lembut, halus, dan mengandung 12-13 persen protein. Sifat empuk
didapatkan dari gula dan juga lemak pada roti tersebut.
3. Warna
Roti pada umumnya memiliki warna yang bervariasi diataranya yaitu warna jingga,
orange, kuning, biru, hijau, merah, coklat dan putih. Berwarna coklat dikarenakan ada
kandungan gula pada roti tersebut. Gula berperan pada proses pewarnaan kulit (karamelisasi
gula) pada pembakaran oven pada temperatur 150C
4. Rasa
Rasa pada roti ada yang tawar dan juga manis, tergantung pada metode pembuatannya
dan juga resep membuatnya. Namun, pada roti umumnya menambahkan gula yang berfungsi
sebagai sumber energi bagi ragi. Residu gula yang tidak habis dalam fermentasi akan
memberikan rasa manis dan warna kecoklatan (golden brown) pada roti.

C. Bagian-Bagian Mesin Ekstruder

Dalam pembuatan roti kering ini mesin ekstruder yang sesuai adalah mesin ekstruder
collet.
1. Hopper
Hopper merupakan bagian dari ekstruder yang biasanya terbuat dari lembaran baja atau
stainless steel dan digunakan sebagai tempat untuk memasukkan semua bahan makanan
untuk membuat roti kering pertama kali.
2. Screw (Ulir)
Screw merupakan bagian dari ekstruder yang berfungsi untuk mengaduk dan mencampur
semua bahan-bahan hingga tercampur menjadi 1 adonan yang tercampur rata dan kalis.
Screw yang biasanya digunakan untuk membuat roti kering adalah screw tunggal. Screw
terdiri dari 3 bagian feed section, compression section, dan metering section.
a. Feed section berfungsi untuk memadatkan bahan yang kemudian dibawa ke compression
section
b. Compression section berfungsi untuk memberikan tekanan pada bahan sehingga jumlah
ruang-ruang kosong pada bahan berkurang
c. Metering section, pada bagian ini bahan digerakkan dan dihomogenisasi lebih lanjut.
Disini juga terjadi peningkatan tekanan.
3. Breaker Plate

Breaker Plate dengan saringan dimasukkan kedalam adapter, yang mana menghubungkan
antara ujung extruder dan pangkal die. Peralatan ini mempunyai beberapa fungsi sebagai
berikut.
a. Memperbaiki homogenisasi dengan memecah dan menggabungkan lagi
b. Memperbaiki mixing dengan meningkatnya tekanan balik.
4. Die
Pada bagian ini, adonan roti yang sudah terbentuk kemudian dicetak dengan alat
pencetak. Alat ini memiliki bentuk yang beragam, namun kita dapat menggunakan cetakan
sesuai dengan bentuk akhir yang diinginkan.
D. Penggunaan Mesin Ekstruder dan Proses Ekstruksi
Pada pembuatan roti kering ini, dibuat melalui mesin yang bernama mesin ekstruder.
Penggunaan mesin ekstruder ini secara umum memiliki 3 tahap utama yaitu pra-ekstruksi,
ekstruksi, dan pasca-ekstruksi. Pada pembuatan roti kering ini, mesin ekstruder juga bekerja
secara 3 tahap. Alur proses untuk penggunaan mesin ekstruder ini juga dapat dijelaskan
melalui bagan berikut ini:
Bahan utama (tepung terigu)
Pelembaban
Pembuatan adonan (homogenisasi bahan)
Ekstruksi
Pengeringan
Pelapisan

menambah zat pewarna dan pencita rasa (gula)


Pendinginan
Pengemasan
Roti kering

Pada penggunaan mesin ekstruder ini, proses yang pertama berlangsung adalah proses
pra-ekstruksi. Proses pra-ekstruksi ini meliputi proses pencampuran (blending) dan
penambahan air (moisturizing).

Pencampuran (blending) adalah pencampuran dari berbagai komponen bahan yang akan
diekstrusi sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan merupakan salah satu syarat penting
dalam proses ekstrusi. Selain harus memperhatikan ukuran bahan yang akan dicampur, cara
mencampur komponen yang benar juga penting untuk diketahui.
Jadi pada proses blending ini awalnya bahan-bahan utama roti dimasukkan. Bahan utama
pembuatan roti ini adalah tepung terigu. Sedangkan untuk bahan-bahan tambahan adalah
gula, garam, susu bubuk, ragi, dan lemak juga dimasukkan kedalam alat melalui corong.
Bahan mentah hanya tinggal dimasukkan kedalam feeder (tempat bahan masuk yang terletak
pada bagian atas ekstruder). Setelah semua bahan dimasukkan maka akan dilakukan proses
pencampuran oleh alat yang bernama mixer. Pada saat proses pencampuran ini semua semua
bahan dicampur menjadi satu. Jika proses pencampuran sudah selesai dan semu bahan sudah
tercampur rata kemudian beralih menuju ke proses selanjutnya yaitu proses pelembaban.
Penambahan air (moisturizing) adalah jumlah penambahan kandungan air pada tahap
pencampuran bahan ekstrusi ini biasanya berkisar diantara 4% hingga 8%. Hal ini tentu saja
bergantung pada banyak faktor, seperti tingkat kelembaban bahan saat pencampuran awal,
tekstur produk akhir yang diinginkan, dsb. Cara penambahan kandungan air ini harus dapat
menjamin penyebaran kelembaban yang merata pada campuran adonan bahan mentah.
Ketidakseragaman penyebaran air bahan akan mengakibatkan kondisi ekstrusi yang sukar
diprediksi, akibatnya produk ekstrusi yang dihasilkan juga menjadi tidak konsisten.
Penambahan air ini berfungsi untuk memudahkan dalam pencampuran adonan.
Penambahan air ini dilakukan dengan cara memasukkan air sedikit demi sedikit kedalam
campuran bahan utama. Penambahan ini dilakukan hingga didapatkan kelembaban adonan
yang diinginkan. Pada umumnya ekstruder yang diproduksi sekarang, terutama ekstruder ulir
ganda, telah dapat melakukan pengaturan proses pencampuran dan penambahan kadar air ini
di dalam alat itu sendiri, lalu kandungan air dapat ditambahkan melalui suatu
lubang inject pada ekstruder sesuai dengan kebutuhan kelembaban produk akhir yang
dihasilkan.
Setelah didapatkan kelembaban adonan sesuai dengan yang diinginkan kemudian
dilakukan proses homogenisasi bahan yaitu mengaduk dan mencampur semua bahan-bahan
hingga tercampur menjadi 1 adonan yang tercampur rata dan kalis. Selain bertujuan agar
bahan tercampur secara homogen juga bertujuan agar bahan terdispersi dengan baik.
Pada proses ini terdapat beberapa zona yang berpengaruh, yaitu:
1. Melting zone yaitu bahan padat akan dipanaskan

2. Pump zone yaitu bahan mengalami tekanan untuk mengurangi jumlah ruang-ruang
kosong pada bahan
3. Metering zone yaitu bahan digerakkan dan dihomogenisasi lebih lanjut. Disini juga terjadi
peningkatan tekanan
Kemudian tahap selanjutnya atau tahap kedua adalah tahap ekstruksi. Pada tahap
ekstruksi ini mesin yang digunakan ialah berbagai jenis ekstruder dan beragam aksesorisnya
sesuai kebutuhan pengolah. Produk yang keluar dari tahap ini disebut ekstrudat dan
tergantung dari kebutuhan kita atau jenis ekstruder yang digunakan, ekstrudat ini dapat
merupakan produk akhir ekstrusi ataupun juga produk yang harus diolah lagi lebih lanjut.
Bila produk akhir yang diinginkan berbentuk produk yang mengembang maka digunakan
ekstruder yang dapat mengolah bahan pada kadar air sedang. Produk akhir yang dihasilkan
hampir selalu mencapai tingkat matang sempurna. Ekstruder dengan energi mekanis tinggi
dirancang untuk memberikan energi yang besar agar dapat diubah menjadi panas untuk
mematangkan adonan bahan dan biasa digunakan dalam produksi makanan ringan dengan
bentuk mengembang dan sereal.
Pada tahap ini, adonan roti yang sudah terbentuk kemudian dicetak dengan alat pencetak.
Alat ini memiliki bentuk yang beragam, namun kita dapat menggunakan cetakan sesuai
dengan bentuk akhir yang kita inginkan. Pada proses ini, terdapat beberapa zona pula yang
terlibat didalam proses ekstruksi, yaitu compression section atau transition section dimana
terdapat ulir (screw) yang terletak dalam dinding selubung (barrel) mesin ekstruder dan pada
umumnya memiliki ukuran yang semakin mengecil ke arah bahan keluar. Ekstruder akan
mendorong bahan atau adonan dengan cara memompanya melalui sebuah lubang dengan
bentuk tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan dalam hasil produksinya. Salah satu kunci
dalam beranekaragamnya hasil produk ekstruksi terletak pada bagian die-nya, dimana dari
sinilah bahan akan didorong keluar.
Selanjutnya untuk tahap yang terakhir adalah proses pasca-ekstruksi. Untuk tahap pascaekstruksi ini mesin yang tersedia untuk proses ini ialah mesin pengering, flavouring,
pemanggang, pelapis dan pendingin yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pengolah.
Sebagai akibat dari perkembangan teknologi di bidang ekstrusi yang pesat akhir-akhir ini,
maka selain dapat berfungsi sendiri terpisah dari ekstruder, mesin-mesin tersebut juga dapat
dipasangkan pada ekstruder.
Untuk mendapatkan kandungan air yang dikehendaki, maka produk dilewatkan pada
suatu alat pengering. Proses ini memungkinkan pembentukan produk yang memiliki selubung

luar dari suatu bahan dan mengisinya dengan bahan lain yang dilakukan hanya dalam satu
proses saja. Sebagai hasilnya dapat diperoleh makanan ringan dengan lapisan luar yang
renyah dan lapisan dalam yang lembut seperti produk roti kering ini. Roti kering ini
merupakan hasil ekstruksi dengan tekstur renyah diluarnya karena kering dan bagian
dalamnya terasa lembut terlihat ketika roti kering ini lumat didalam mulut.
Pada tahap ini roti kering akan dibentuk sesuai dengan keinginan pengolah. Untuk
membuat produk yang mengembang, suhu dan tekanan ditingkatkan sementara tingkat
kelembaban harus dikendalikan dengan akurat. Ketika roti kering keluar dari ekstruder
melalui die, perubahan dari tekanan atmosfir akan menyebabkan kelembaban didalam bahan
berubah menjadi uap. Oleh karena itu mengakibatkan adonan roti mengembang menjadi
teksturnya berongga. Setelah roti kering keluar dari ekstruder kemudian roti kering ini
terbentuk keluar kemudian dipotong-potong sesuai selera. Kemudian dilakukan proses
pengeringan dan pelapisan bagian permukaan luar roti dengan gula pasir. Pada tahap ini
terdapat zona die, yaitu suhu didalam bahan kian bertambah tinggi kemudian pada saat inilah
kandungan air menguap dan membentuk gelembung udara yang akan menyebabkan
mengembangnya produk hasil ekstruksi. Sumber panas yang digunakan pada pengeringan
produk ekstruksi bisa diperoleh dari sinar infra merah dan udara yang dipanaskan atau
keduanya.
E. Roti Kering
Pengaruh ekstrusi terhadap roti kering yaitu dari segi nilai gizinya bahan pangan akan
kehilangan sebagian dari nutrisinya. Dan roti dominan mengandung karbohidrat, perubahan
yang akan terjadi pada karbohdirat yaiitu dimana tekanan tinggi dan tekanan pemotong pada
pemasakan ekstrusi menambah efisiensi gelatinisasi sehigga produk akhir seringkali tak
terbentuk, sekalipun demikian mengandung air yang sangat rendah sehingga matrik pati
mudah dicerna (Anonymous, 1993). Terjadinya interaksi pritein dan karbohidrat sehingga
proporsi pati terhidrolisis untuk meleps glukosa dimana adanya reaksi kimia di dalam
ekstruder. Hal terpenting adalah reaksi Mailard yang terjadi antara gula yang berkurang dan
kelompok amino bebas dari lisi dan memberikan produk kecoklatan (Johnson, 1993). Lemak
dan minyak yang ada pada produk ekstrusiakan mengubah tekstur, rasa, dan flavor produk
(Harper, 1981). Jika dilihat dari karakteristik sensoriknya roti kering ini rasanya juga berbeda
ari bahan awal karena sudah ditambahkan perasa pada saat pengolahan ekstrusi, untuk tekstur
juga tentunya berubah menjadi kering. Dan untuk aroma tidak terlalu terpengaruh akan

proses ekstrusi tersebut. Terjadi pembentukan dan hilangnya flavor yang mudah menguap
diakibatkan suhu tinggi yang dihasilkan dari barrel ekstruder, bersamaan dengan air yang
panas sehingga ekstrudat timbul dari die, tidak dielakka hilangnya senyawa volatile
mendukung flavor dan aroma (Harper dan Tribelhorn, 1991). Reaksi Mailard sangat penting
sebagai sumber aroma, flavor dan senyawa pewarna yang mendukung enaknya pemasakan
dan makanan yang diproses, walaupun mempunya efek kurang baik terhadap mutu protein.

BAB III

KESIMPULAN
Ekstrusi bahan pangan adalah suatu proses dimana bahan pangan dipaksa mengalir di
bawah satu atau lebih kondisi operasi, seperti pencampuran, pemanasan, dan pemotongan,
melalui suatu cetakan. Dengan menggunakan teknologi ekstruksi ini, maka memungkinkan
kita untuk melakukan serangkaian proses pengolahan seperti mencampur, menggiling,
memasak, mendinginkan, mengeringkan dan mencetak dalam satu rangkaian proses saja.
Produk makanan yang dihasilkan pun sangat beragam, salah satunya adalah produk roti
kering.
Alat yang digunakan untuk proses ekstruksi adalah mesin ekstruder. Bagian-bagian
mesin ekstruder memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pada ekstruksi yang
akan dilakukan. Penggunaan mesin ekstruder ini secara umum memiliki 3 proses utama yaitu
pra-ekstruksi, ekstruksi, dan pasca-ekstruksi. Proses pra-ekstruksi ini meliputi proses
pencampuran (blending) dan penambahan air (moisturizing). Proses ekstruksi menggunakan
berbagai jenis ekstruder dan beragam aksesorisnya sesuai kebutuhan pengolah. Proses yang
terakhir adalah proses pasca-ekstruksi, pada proses ini mesin yang tersedia ialah mesin
pengering, flavouring, pemanggang, pelapis, dan pendingin yang semuanya disesuaikan
dengan kebutuhan pengolah.

DAFTAR PUSTAKA

Estiasih, dkk. 2009. Pengolahan Produk Ekstruksi. http://ejournal.unpatti.ac.id/. Diakses pada


tanggal 22 Mei 2015.
Oktavia, Amanda. 2007. Kajian Mengenai Prinsip-Prinsip Dasar Teknologi Ekstruksi.
http://id.scribd.com/. Diakses pada tanggal 22 Mei 2015.
Julianti, Elisa 2011. Teknologi Proses Ekstruksi. http://elisajulianti.files.wordpress.com/.
Diakses pada 22 Mei 2015.
Jaenetha,

Bertha

et.

all.

2013.

Dasar

Teknologi

http://www.academia.edu/. Diakses pada 23 Mei 2015.

Pengolahan

Ekstruksi.