Anda di halaman 1dari 3

Kelompok koas forensik

Soal Forensik
1. Seorang dokter diminta polisi untuk melakukan visum et repertum pada mayat yang
diduga meninggal karena keracunan organophosphate. Polisi mencurigai adanya tindakan
kriminal pembunuhan pada kasus tersebut. Bagaimana langkah visum yang harus
dilakukan oleh dokter dan apa saja yang harus diperiksa untuk membuktikan ada atau
tidaknya tindakan kriminal pembunuhan pada kasus tersebut?
2. Pada visum et repertum kejahatan asusila, istilah pemerkosaan adalah istilah hukum yang
memerlukan pembuktian di sidang pengadilan, apakah dokter perlu membuktikan adanya
tindakan pemerkosaan tersebut di persidangan? Kemudian pada kesimpulan di visum et
repertum perlu dituliskan hal-hal lain yang didapatkan selama pemeriksaan luar dalam
atau penunjang lainnya untuk pembuktian atau hanya ditulis penyebabnya saja dengan
bahasa ilmiah?
3. Bagaimana proses bongkar kubur dan apa saja yang dapat diperiksa untuk pembuatan
visum?
4. Berapa lama batas waktu maksimal visum et repertum pemeriksaan luar dan dalam pada
kasus pembunuhan?
5. Seorang anak perempuan usia 6 tahun datang bersama orang tua dengan membawa surat
dari polisi untuk dilakukan visum oleh dokter apakah anak tersebut murni jatuh atau
diperkosa. Ketika dilakukan pemeriksaan, anak tersebut menangis terus menerus
sehingga mengganggu proses pemeriksaan. Apa yang perlu dilakukan dokter ketika akan
dilakukan pemeriksaan anak tersebut menangis tidak ingin diperiksa?
6. Jika ditemukan mayat bayi dipinggir jalan, dalam visum et repertum penentuan mayat
tersebut dibunuh atau meninggal secara alami bagaimana?
7. Dalam keluarga terdapat salah satu orang meninggal, tetapi pihak keluarga tidak
menginginkan visum, apakah bisa dilakukan visum pada mayat tersebut? Kalau ada
tetangga mencurigai kematian tersebut ada unsur kriminal, apakah tetangga tersebut
dapat mengajukan kasus ke polisi tentang kematian tersebut?
8. Bagaimana pembuatan visum et repertum dan pemeriksaan untuk kasus kasus yang
melibatkan psikologi forensik?
9. Apakah seorang dokter bisa dan boleh memberikan kesimpulan penyebab kematian pada
pasien sudden death, jika permintaan polisis hanya melakukan visu luar?

10. Seorang perempuan datang dengan keluhan memar dan luka diseluruh tubuh. Pasien
datang untuk berobat dan melakukan visum. Visum jenis apa yang sebaiknya di buat?
11. Bagaimana pembuatan visum et repertum untuk kasus pelecehan seksual? Apakah harus
menggunakan inform konsent kusus?
12. Pada kasus KLL, kapan dilakukan visum jika diminta polisi, setelah atau sebelum
pengobatan?
13. Bagaimana pembutan visum et repertum pada kasus kecelakaan masal? Apkah surat
permintaan visum et repertum sejumlah korban kecelakaan masal?
14. Aspek apa yang perlu diperhatikan pada kasus pelecehan atau pemerkosaan pada lakilaki? Seperti kasus Ryan Jombang?
15. Apakah ada perbedaan visum et repertum untuk kasus dugaan pelecehan seksual kasus
baru dan kasus lama? Contohnya 1 tahun yang lalu. Untuk kasus pemerkosaan atau
pelecehan lama masihkah diidentifikasi?
16. Jika seorang dokter membuat visum kemudian terjadi kesalahan pada penulisan
pembuatan visum, maka sanksi apa yang akan dikenakan pada dokter tersbut?
17. Jika terjadi kasus pembunuhan kemudian pihak keluarga meminta dialkukan visum,
kemudian dalam pemeriksaan visum tersebut, dokter menemukan tidak hanya bukti
pembunuhan tetapi juga tanda-tanda yang mengarah pada pelecehan seksual. Tetapi tidak
ada pernyataan dari korban yang bersangkutan (karna korban telah meninggal) apakah
dalam kesimpulan dokter boleh menyertakan dugaan pelecehan seskual tersebut?
18. Metode atau cara identifikasi mayat ad bermacam-macam diantaranya melalui air liur,
tulang, kuku, eksklusi. Apakah yang dimaksud dengan metode atau cara identifikasi
eksklusi?
19. Misal ada kasus bunuh diri, dokter forensik menyatakan mati karena bunuh diri, tetapi
hasil penyelidikan polisi mati karena dibunuh. Bukti dari otopsi dokter atau dari polisi
yang lebih kuat?
20. Dalam keadaan yang bagaimana kita sebagai dokter kita sebagai dokter bisa menolah
permintaan visum et repertum?
21. Bolehkah pemeriksaan dalam hanya dilakukan pada 1 bagian saja? Misal jantung saja
atau perut saja.
22. Misal ada seorang wanita sudah menikah menjadi korban pemeriksaan oleh laki-laki
yang bukan suaminya. Saat anamnesis 2 minggu setelah pemerkosaan wanita tersebut
melakukan hubungan suami istri dengan suaminya. Kemudian keluarlah surat visum dari
polisi apakah hubungan suami istri dengan suami mengaburkan hasil visum?

23. Misal kasus pembunuhan di 1 daerah terpencil dan tidak ada dojter forensik di daerah
tersebut dan polisi meminta dokter umum untuk melakukan visum, bagaimanakah
batasan dokter umum dalam melakukan visum?
24. Pada kasus seorang anak yang diperkosa, san surat dari kepolisian meminta dilakukan
visum pada saat itu juga, namun anak itu mengalami depresi berat dan tidak mau
dipergang oleh siapapun kecuali oleh ibunya. Bagaimana seorang dokter melakukan
visum pada anak ini?
25. Pada kasus abortus profokatif kriminalis dan ditemukan janin. Apakah visum dilakukan
pada ibu beserta janin yang ditemukan? Visum apa yang dilakukan pada janin?
26. Pada kasus penyelundupan narkoba, tersangka yang kepergok kemudian menelan semua
obat-obatan dan kemudian meninggal. Visum pemeriksaan luar dan dalam telah
dilakukan dan telah diberikan dari dokter. Namun untuk hasil lab darah dan isi lambung
yang telah diserahkan kepolisi, apakah hasil lab tersebut dikembalikan ke dokter terlebih
dahulu untuk mendapatkan kesimpulan?
27. Apabila ditemukan ada kasus janin mati dan polisi meminta untuk visum, apakah
pemeriksaannya dan isi visum et repertumnya sama dengan yang biasanya? Jika berbeda
apa perbedaannya?