Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM KLIMATOLOGI

PENGENALAN ALAT ALAT STASIUN KLIMATOLOGI

M. SEPTARIVANDO
05021381520054

TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2016

BAB 1
PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang.
Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di
muka bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut.Unsur utama cuaca dan
iklim meliputi suhu udara, kelembapan udara, curah hujan, tekanan udara, angin,
intensitas cahaya matahari serta unsur iklim lainnya. Faktor yang mempengaruhi
unsur iklim sehingga dapat membedakan iklim di suatu tempat dengan iklim di
tempat lain disebut dengan kendali iklim. Iklim membatasi pertumbuhan tanaman
di muka bumi, pada umumnya tanaman dan ternak mempunyai kondisi iklim
optimumnya masing-masing, namun perlu juga memperhatikan faktor lain, seperti
tanah, penyakit, dan fasilitas transportasi yang dapat mengubah keserasian suatu
daerah untuk jenis khusus pertanian dan peternakan. Di bidang klimatologi
pertanian, data tentang lama penyinaran sinar matahari sangat penting.Pengukuran
dilakukan terhadap cahaya surya yang sampai ke permukaan bumi.Ada beberapa
alat yang biasa digunakan dalam melakukan pengukuran penyinaran matahari ini
diantaranya Tipe Campbel Stokes, Tipe Jordan, Tipe Martin dan Tipe
Foster.Sedangkan pada pengukuran suhu udara hal ini berhubungan langsung
dengan manusia dan kehidupannya dan penting untuk dipelajari dan
dipahami.Ada beberapa jenis termometer (alat pengukur suhu) diantaranya
Termometer maksimum, termometer minimum, termometer bola basah dan
kering, dan alat pencatat otomatis (termograf, termohidrograf).
Klimatologi pertanian merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan tentang
hubungan antara keadaan cuaca dan problema-problema khusus kegiatan
pertanian, terutama membahas pengaruh perubahan cuaca dalam jangka
pendek.Pengamatan dan penelaahan ditekankan pada data unsur cuaca mikro
yakni keadaan dari lapisan atmosfer permukaan bumi kira-kira setinggi tanaman
atau obyek pertanian tertentu yang bersangkutan.Selain itu dalam hubungan yang
luas, klimatologi pertanian mencakup pula lama musim pertanian, hubungan
antara laju pertumbuhan tanaman atau hasil panen dengan faktor atau unsur-unsur

cuaca dari pengamatan jangka panjang. Dalam penempatannya, stasiun


meteorologi harus ditempatkan pada daerah terbuka dan representative.Secara
umum, luas daerah untuk suatu stasiun meteorologi pertanian dengan peralatan
manual biasanya dua sampai dua setengah hektar.Tetapi untuk peralatan yang
sifatnya elektronik biasanya memiliki cakupan wilayah yang lebih sempit.
Pemasangan alat di tempat terbuka memerlukan persyaratan tertentu agar tidak
salah ukur, harus difikirkan tentang halangan dari bangunan bangunan ataupun
pohon pohon di dekat alat.Agar data yang diperoleh dapat dibandingkan,
kemudian perbedaan data yang didapat bukanlah akibat kesalahan prosedur, tetapi
betul betul akibat iklimnya yang berbeda. Berdasakan hal tersebut perlunya
adanya pengetahuan mengenai alat-alat klimatologi tersebut, baik dari kegunaan
atau fungsinya dan cara menggunakannya

1. 2. Tujuan.
Untuk mengetahui beberapa macam dan fungsi alat di stasiun klimatologi

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang


mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta
interaksinya dengan permukaan bumi di bawahnya. Dalam pelaksanaan
pengamatannya menggunakan hukum dan teknik matematik. Pengamatan
cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan
stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi. Maksud
dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data meteorologis
dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan
hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan.
Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan keadaan
alami daerah tempat stasiun itu berada. Informasi meteorogis yang secara
rutin diamati antara lain ialah keadaan lapisan atmosfer yang paling bawah,
suhu dan kelengasan tanah pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan
curahan lainnya, durasi penyinaran dan reaksi matahari (Prawirowardoyo,
2010).
Dalam bidang pertanian, ilmu prakiraan penentuan kondisi iklim
atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah pengembangan tanaman.
Iklim mempengaruhi dunia pertanian. Presipitasi, evaporasi, suhu, angin,
dan kelembaban nisbi udara adalah unsur iklim yang penting. Dalam dunia
pertanian, air, udara, dan temperatur menjadi faktor yang penting.
Kemampuan menyimpan air oleh tanah itu terbatas. Sebagian air
meninggalkan tanah dengan cara transpirasi, evaporasi, dan drainase.
Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim, mempunyai arti
penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Prakiraan cuaca
24 jam yang dilakukan oleh BMG, mempunyai arti dalam kegiatan harian
misalnya untuk pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama.
Misalnya pemupukan dan penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi
hari atau ditunda jika menurut prakiraan sore hari akan hujan lebat.
Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai arti penting dalam

menentukan saat tanam di suatu wilayah. Jadi, bidang pertanian ini


memanfaatkan informasi tentang cuaca dan iklim mulai dari perencanaan
sampai dengan pelaksanaannya (Arthidanarti, 2013).
Pada proses pengamatan keadaan amosfer kita ini, digunakan
beberapa alat. Sebelum ditemukan satelit meteorologi, satu-satunya cara
untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai keadaan atmosfer
adalah dengan memasukkan keadaan yang diamati pada stasiun cuaca di
seluruh dunia ke dalam peta cuaca (Neiburger, 1982). Pada pengamatan
keadaan atmosfer kita di stasiun cuaca atau stasiun meteorologi digunakan
beberapa alat yang mempunyai sifat-sifat yang hampir sama dengan alat-alat
ilmiah lainnya yang digunakan untuk penelitian di dalam laboratorium,
misalnya

bersifat

peka

dan

teliti.

Perbedaannya

terletak

pada

penempatannya dan para pemakainya. Alat-alat laboratorium umumnya


dipakai pada ruang tertutup, terlindung dari hujan dan debu-debu, angin dan
lain sebagainya serta digunakan oleh observer. Dengan demikian sifat alatalat meteorologi disesuaikan dengan tempat pemasangannya dan para
petugas yang menggunakan (Anonim, 2011).

BAB 3

METODELOGI
3. 1. Waktu dan Tempat pelaksanaan:
3.1.1 Waktu : Jam 10.00 WIB
3.1.2 Lokasi : Stasiun klimatologi program studi agroekotekonologi
fakultas pertanian universitas sriwijaya

2.

2. Cara kerja
3.2.1. Sangkar cuaca
Didalam sangkar cuaca dipasang alat-alat seperti Thermometer bola

kering, Thermometer bola basah, Thermometer maximum, Thermometer


minimum, dan Evaporimeter jenis piche. pada stasiun meteorologi pertanian dan
klimatologi dipasang Evaporometer jenis Keshner tersendiri.
1. Thermometer Bola Kering: tabung air raksa dibiarkan kering sehingga
akan mengukur suhu udara sebenarnya.
2. Thermometer Bola Basah: tabung air raksa dibasahi agar suhu yang
terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu; suhu yang diperlukan agar
uap air dapat berkondensasi.
3. Thermometer Maximum: Thermometer air raksa ini memiliki pipa kapiler
kecil (pembuluh) didekat tempat/ tabung air raksanya, sehingga air raksa
hanya bisa naik bila suhu udara meningkat, tapi tidak dapat turun kembali
pada saat suhu udara mendingin. Untuk mengembalikan air raksa ketempat
semula, thermometer ini harus dihentakan berkali-kali atau diarahkan
dengan menggunakan magnet.
4. Thermometer Minimum: Thermometer minimum biasanya menggunakan
alkohol untuk pendeteksi suhu udara yang terjadi. Hal ini dikarenakan
alkohol memiliki titik beku lebih tinggi dibanding air raksa, sehingga
cocok untuk pengukuran suhu minimum. Prinsip kerja thermometer
minimum adalah dengan menggunakan sebuah penghalang (indeks) pada
pipa alkohol, sehingga apabila suhu menurun akan menyebabkan indeks

ikut tertarik kebawah, namun bila suhu meningkat maka indek akan tetap
pada posisi dibawah. Selain itu peletakan thermometer harus miring
sekitar 20-30 derajat, dengan posisi tabung alkohol berada di bawah. Hal
ini juga dimaksudkan untuk mempertahankan agar indek tidak dapat naik
kembali bila sudah berada diposisi bawah (suhu minimum).
Pemasangan alat-alat meteorologi didalam sangkar dimaksudkan agar hasil
pengamatan dari tempat-tempat dan waktu yang berbeda dapat dibandingkan satu
sama lain. Selain itu, alat-alat yang terdapat didalamnya terlindung dari radiasi
matahari langsung, hujan dan debu. Sangkar Meteorologi dibuat dari kayu yang
baik ( jati/ Ulin) sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih
supaya tidak banyak menyerap radiasi panas matahari. Sangkar dipasang dengan
lantainya berada pada ketinggian 120 cm diatas tanah berumput pendek,
sedangkan letaknya paling dekat dua kali (sebaiknya empat kali) tinggi benda
yang berada di sekitarnya. Sangkar harus dipasang kuat, berpondasi beton,
sehingga tidak dapat bergerak atau bergoyang jika angin kencang. selain itu agar
angkar tidak mudah di makan rayap. Sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua
jendela yang berlubang-lubang/kisi. Lubang/kisi ini memungkinkan adanya aliran
udara. Temperatur dan kelembaban udara didalam sangkar mendekati/hampir
sama dengan temperatur dan kelembaban udara diluar. Sangkar dipasang dengan
pintu membuka/menghadap Utara-Selatan, sehingga alat-alat yang terdapat
didalamnya tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. jika
matahari berada pada belahan bumi selatan pintu sebelah utara yang dibuka untuk
observasi atau sebaliknya.
3.2.2 Campbell Stocks
Lamanya penyinaran sinar matahari dicatat dengan jalan memusatkan
(memfokuskan) sinar matahari melalui bola gelas hingga fokus sinar matahari
tersebut tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini dan meninggalkan
pada jejak pias. Dipergunakannya bola gelas dimaksudkan agar alat tersebut dapat
dipergunakan untuk memfokuskan sinar matahari secara terus menerus tanpa
terpengaruh oleh posisi matahari. Pias ditempatkan pada kerangka cekung yang

konsentrik dengan bola gelas dan sinar yang difokuskan tepat mengenai pias. Jika
matahari bersinar sepanjang hari dan mengenai alat ini, maka akan diperoleh jejak
pias terbakar yang tak terputus. Tetapi jika matahari bersinar terputus-putus, maka
jejak dipiaspun akan terputus-putus. Dengan menjumlahkan waktu dari bagianbagian terbakar yang terputus-putus akan diperoleh lamanya penyinaran matahari.
Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam jam.
Alat dipasang di tempat terbuka, tak ada halangan ke arah Timur matahari
terbit dan ke barat matahari terbenam. Kemiringan sumbu bola lensa disesuaikan
dengan letak lintang setempat. Posisi alat tak berubah sepanjang waktu hanya
pemakaian pias dapat diganti-ganti setiap hari. Ada 3 tipe pias yang digunakan
pada alat yang sama.
3.2.3 Anemometer
Angin merupakan pergerakan udara yang disebabkan karena
adanya perbedaan tekanan udara di suatu tempat dengan tempat lain. Dengan
adanya pergerakan udara di atmosfer ini maka terjadilah distribusi partikelpartikel di udara, baik partikel kering (debu, asap, dsb) maupun partikel basah
seperti uap air. Pengukuran angin permukaan merupakan pengukuran arah dan
kecepatan angin yang terjadi dipermukaan bumi dengan ketinggian antara 0.5
sampai 10 meter.
Pergerakan udara atau angin umumnya diukur dengan alat cup
counter anemometer, yang didalamnya terdapat dua sensor, yaitu: cup propeller
sensor untuk kecepatan angin dan vane/ weather cock sensor untuk arah angin.
Untuk pengamatan angin permukaan,Anemometer dipasang dengan ketinggian 10
meter dan berada di tempat terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh
10 kali dari tinggi penghalang (pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang
tinggi). Tiang anemometer dipasang menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan
tiang, dimana salah satu kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang
anemometer dan antar labrang membentuk sudut 1200. Pemasangan penangkal
petir pada tiang anemometer merupakan faktor terpenting terutama untuk daerah
rawan petir. Hal ini mengingat tiang anemometer memiliki ketinggian 10

meter dengan ujung-ujung runcing yang membuatnya rawan terhadap sambaran


petir.

3.2.4 Alat Penakar Hujan


A..

Alat penakar jenis Hellman

Penakar hujan jenis Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat
sendiri. Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul
dalam tabung tempat pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta
tangkainya terangkat (naik keatas). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena
yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat
pada pias yang ditakkan/ digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan
bantuan tenaga per. Jika air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai
tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan
selang gelas, air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam
tabung dan tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias
merupakan garis lurus vertikal. Dengan demikian jumlah curah hujan dapat
dhitung/ ditentukan dengan menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat
pada pias.
B.

Alat penakar jenis Obs

Penakar hujan ini termasuk jenis penakar hujan non-recording atau tidak
dapat mencatat sendiri. Bentuknya sederhana, terdiri dari :

Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat.

Bak tempat penampungan air hujan.

Kaki yang berbentuk tabung silinder.

Gelas penakar hujan.

Jumlah air hujan yang tertampung diukur dengan gelas ukur yang telah
dikonversi dalam satuan tinggi atau gelas ukur yang kemudian dibagi sepuluh
karena luas penampangnya adalah 100 cm sehingga dihasilkan satuan mm.
Pengamatan dilakukan sekali dalam 24 jam yaitu pada pagi hari. Hujan yang
diukur pada pagi hari adalah hujan kemarin bukan hari ini.
3.2.5 Panci Evaporasi
Penguapan ialah proses perubahan air menjadi uap air. Proses ini
dapat terjadi pada setiap permukaan benda pada temperatur diatas 0 0K.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan ialah temperatur benda dan
udara, kecepatan angin, kelembaban udara, intensitas radiasi matahari dan
tekanan udara, jenis permukaan benda serta unsur-unsur yang terkandung
didalamnya. Dalam meteorologi dikenal dua istilah untuk penguapan yaitu
evaporasi dan evapotranspirasi.
Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin
luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang
sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya.
Pengukuran

evaporasi

dengan

menggunakan

evaporimeter

memerlukan

perlengkapan sebagai berikut :


1. Panci Bundar Besar
2. Hook Gauge yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan
air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk,
sehingga cara pembacaannya berlainan.
3. Still Well ialah bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk
4.
5.
6.
7.

silinder dan mempunyai 3 buah kaki.


Thermometer air dan thermometer maximum/ minimum
Cup Counter Anemometer
Pondasi/ Alas
Penakar hujan biasa
3.2.6 Aktinograph bimetal

Alat Aktinograf Bimetal mengukur total radiasi matahari dengan mencatat


perbedaan temperatur antara keping bimetal hitam yang terbuka langsung kena
sinar matahari dan 2 keping bimetal yang sama bercat putih atau tertutup sinar
matahari. Perbedaan temperatur ini merupakan fungsi dari total radiasi matahari
yang diterima. Oleh karena itu alat ini hanya cocok untuk memperoleh intensitas
radiasi matahari total harian.
Komponen utama dari alat aktinograf buatan Weather Mrasure Corp antara lain :
1.

Empat keping bimetal yang digunakan sebagai sensor. Dua keping hitam

terletak ditengah diapit oleh dua keping bimetal berwarna putih mengkilat.
2.

Batang pengangkat pena. Pena harus diangkat (dilepaskan dari silinder)

pada saat kertas pias akan dibuka.


3.

Botol tempat silica gel bahan higroskopis untuk melindungi alat dari

kelembapan udara yang terlalu tinggi.


4.

Botol tinta.
Seluruh bagian alat tertutup kotak berwarna putih metalik. Radiasi

matahari atmosfer jatuh kepermukaan sensor melalui kubah kaca Pyrex. Jenis
kaca tersebut terhadap radiasi gelombang panjang, sehingga yang masuk ke
permukaan sensor kira-kira 90% radiasi gelombang pendek antara 0,36-2,0
mikron. Keempat bimetal diikat menjadi satu pada salah satu ujung-ujungnya.
Pada ujung lainnya, kedua keping warna putih mengkilat dipakukan kepada
kerangka aktinograf, sedangkan kedua keping hitam dihubungkan dengan
mekanisme pencatat. Karena keping putih mengkilat bersipat memantulkan
seluruh radiasi yang jatuh dipermukaannya, maka bimetal ini hanya
berkompensasi terhadap perubahan suhu ruangan kotak alat. Sedangkan bimetal
warna hitam berkompensasi terhadap seluruh radiasi gelombang pendek yang
jatuh dipermukaannya, maupun terhadap suhu ruangan dalam kotak alat.
Perbedaan suhu antara kedua macam bimetal merupakan fungsi intensitas radiasi
gelombang pendek yang jatuh dipermukaannya. Hal ini menghasilkan perbedaan
pemuaian dua macam bimetal tersebut untuk kemudian disalurkan kepada

mekanik pencatat. Goresan turun naik pena pencatat direkam oleh silinder berpias
yang berputar, menghasilkan suatu kurva pada kertas pias. Kertas pias yang
digunakan yakni kertas harian atau mingguan. Pada kertas pias harian dapat
dibaca intensitas radiasi setiap 15 menit selama periode sehari dan pada kertas
mingguan dapat dibaca intensitas radasi setiap dua jam selama periode satu
minggu. Akumulasi intensitas radiasi matahari harian atau mingguan dapat
dihitung dengan menggunakan planimeter. Dalam perhitungannya harus
dimasukan nilai koreksi yang berkaraktersitik untuk tiap alat. Pencatatan oleh
aktinograf umumnya mengalami keterlambatan (time lag) kira-kira lima menit
sebab adanya kebutuhan waktu untuk merubah penyerapan radiasi oleh sensor
menjadi gerak mekanik pena. Nilai kesalahan aktinograf bimetal berkisar antara
10%-15%. Alat ini perlu dikalibrasi kembali setiap enam bulan. Pada pemasangan
di lapang hampir sama dengan pemasangan alat Campbell Stokes, aktinograf
bimetal diletakkan ditempat terbuka sehingga selama matahari berada diatas
horizon bumi, sinarnya harus leluasa mencapai sensor. Penempatan pada bangku
bercat putih setinggi 120 cm diatas permukaan tanah, atau di atas menara apabila
sulit diperoleh tempat terbuka. Kedudukan alat terutama sensor harus benar-benar
datar.

BAB 4
PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini akan membahas tentang pengenalan stasiun


klimatologi dan peralatannya. Alat-alat ini digunakan dalam menentukan iklim di
suatu tempat dan juga digunakan dalam bidang pertanian. Peralatan yang terdapat
di stasiun klimatologi antara lain: sangkar cuaca, pengukur sinar matahari jenis
Campble Stokes, anemometer, alat penakar hujan dan panci evaporasi. Di dalam
sangkar cuaca dipasang alat-alat seperti Thermometer bola kering, Thermometer
bola basah, Thermometer maximum, Thermometer minimum, dan Evaporimeter
jenis piche. Pada alat pengukur sinar atau radiasi sinar matahari jenis campble
stokes lamanya penyinaran sinar matahari dicatat dengan jalan memusatkan
(memfokuskan) sinar matahari melalui bola gelas hingga fokus sinar matahari
tersebut tepat mengenai pias yang khusus dibuat untuk alat ini dan meninggalkan
pada jejak pias. Untuk alat anemometer pengamatan angin permukaan,
Anemometer dipasang dengan ketinggian 10 meter dan berada di tempat terbuka
yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi penghalang
(pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi). Tiang anemometer dipasang
menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang, dimana salah satu
kawat/labrang berada pada arah utara dari tiang anemometer dan antar labrang
membentuk sudut 1200. Pemasangan penangkal petir pada tiang anemometer
merupakan faktor terpenting terutama untuk daerah rawan petir. Hal ini mengingat
tiang anemometer memiliki ketinggian 10 meter dengan ujung-ujung runcing
yang membuatnya rawan terhadap sambaran petir.
Pada alat penakar hujan terdapat dua jenis, yaitu jenis Hellman dan jenis
Obs. Penakar hujan jenis Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat
sendiri. Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul
dalam tabung tempat pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta
tangkainya terangkat (naik keatas). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena
yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat
pada pias yang ditakkan/ digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan
bantuan tenaga per. Jika air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai
tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan
selang gelas, air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam

tabung dan tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias
merupakan garis lurus vertikal. Penakar hujan jenis Obs ini termasuk jenis
penakar hujan non-recording atau tidak dapat mencatat sendiri. Bentuknya
sederhana, terdiri dari : Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat.
Bak tempat penampungan air hujan. Kaki yang berbentuk tabung silinder. Gelas
penakar hujan. Jumlah air hujan yang tertampung diukur dengan gelas ukur yang
telah dikonversi dalam satuan tinggi atau gelas ukur yang kemudian dibagi
sepuluh karena luas penampangnya adalah 100 cm sehingga dihasilkan satuan
mm. Pengamatan dilakukan sekali dalam 24 jam yaitu pada pagi hari. Hujan yang
diukur pada pagi hari adalah hujan kemarin bukan hari ini. Untuk mengukur
penguapan air digunakanlah alat yang dinamakan Panci Evaporasi dengan prinsip
kerja pengukuran selisih tinggi permukaan air. Evaporimeter panci terbuka
digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin
representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada
permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya.

BAB 5
PENUTUP

2. 1. Kesimpulan.
4. 1.1. Alat-alat ini mempunyai peranan penting dan banyak kegunaan
dibidang pertanian.
4.1.2. Alat-alat tersebut terdiri dari peralatan manual dan peralatan sistem
Automatic weather Station (AWS).
4.1.3. Alat-alat ini digunakan untuk megukur iklim suatu tempat.
4.1.4. Alat-alat ini mempunyai fungsinya masing-masing dan prinsip kerja
yang berbeda-beda.
4.1.5. Tingkat ketelitian alat dengan sistem AWS lebih tinggi dibandingkan
dengan peralatan manual.
3. 2. Saran.
Dalam melakukan pengamatan lapangan dengan menggunakan
alat-alat pengamatan, di harapkan haruslah berhati-hati menggunakan alat
karena harga dari alat-alat yang begitu mahal.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1. 2011. Pengenalan Alat-Alat. (Online)


http://smarttien.blogspot.com/2011/03/pengenalan-alat-alatmeteorologi.html. Diakses pada tanggal 6 Maret 2016.

Anonim 2. 2011. Alat-alat Klimatologi (Online)


http://katahatimutiara.wordpress.com/2011/11/21/alat-alatklimatologi.html. Diakses pada tanggal 6 Maret 2016.

Arthidanarti. 2013. Campbell Stocks (Online)


http://czillagoz.blogspot.com/2013/12/laporan-praktikum-dasardasar.html. Diakses pada tanggal 6 Maret 2016.

Prawirowardoyo. 2010. Ombrometer. (Online)


http://evacurly.blogspot.com/2010/05/makalah pembagian-iklim-dancuaca-di.html. Diakses pada tanggal 6 Maret 2016.

Wisnusubroto, Ari.2012. Stasiun klimatologi. (Online)


http://arisetiadi11911.blogspot.com/2012/02 /laporan-praktikum-dasardasar_27.html. Diakses pada tanggal 6 Maret 2016.