Anda di halaman 1dari 12

UTS

BIMIBINGAN DAN KONSELING KARIER

oleh
Muslim
15151063
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

Aspek yang
dibandingkan
Dasar Teori

Trait and
Factor theory
1. Kepribadian
merupakan
suatu sistem
sifat atau
faktor yang
saling
berhubungan
seperti sifat,
minat, sikap,
2. untuk
membantu
individu
dalam
memeperoleh
kemajuan,
memahami,
dan
mengelola diri
dengan cara
membantuny
a menilai
kekuatan dan
kelemahan
diri dalam
kegiatan
dengan
perubahan
kemajuan
tujuan-tujuan

Teori Konseling Karir


Ann Roe
Ginzberg

Holland
Theory
Setiap
kepribadian
individu di
pengaruhi oleh
faktor keturunan
dan lingkungan

Donald
Super
pengalaman Teori Ginzberg
konsep diri
pada awal
(Munandir,
atau
masa
1996:72)
gambaran
kanakmenekankan pada diri
kanak
periode penting
sehubunga
memainkan dalam konsep
n dengan
peranan
pemilihan karir
pekerjaan
penting
yaitu
yang akan
dalam
periode fantasi
dilakukan
pencapaian (sebelum usia
dan jabatan
kepuasan
sebelas tahun),
yang akan
dalam
periode tentatif
dipegang
bidang yang (umur sebelas
(vocational
dipilih
sampai tujuh belas selfseseorang.
tahun), dan
concept).
Dan
periode relistik
Konsep diri
menginvesti (umur
vokasional
gasi
tujuh belas sampai merupakan
bagaimana
dewasa muda).
sebagian
pola asuh
Menurut teori ini
dari
orang tua
perkembangan ini keseluruha
(parental
individu bergerak
n gambaran
styles)
maju atau
tentang diri
mempengar berkembang
sendiri.
uhi hierarki
melalui
kebutuhan
serangkaian
anak, Serta tahap-tahap,
hubungan
karena itu usia
antara
sebelas

hidup dan
karir

Pandangan teori Menurut Winkel


(2010:627) Teori
ini mempunyai
ciri khas yakni
berasumsi atau
beranggapan
bahwa orang
memiliki pola
kemampuan
bakat dan minat
yang dapat
diketahui
berdasarkan
testing: dapat
juga diketahui
kualitas apa
yang dituntut
dalam berbagai
bidang
pekerjaan.

kebutuhan
individu
dengan
gaya hidup
masa
dewasanya

Kesuksesan
pemilihan karir
individu di
pengaruhi enam
tipe kepribadian
Tipe Realistik
(The Realistic
Type), Tipe
Peneliti/Pengusu
t (The
Investigative
Type), Tipe
Seniman (The
Artistic Type),
Tipe Sosial (The
Social Type),
Tipe Pengusaha
(The
Enterprising
Type), dan Tipe
Orang Rutin
(Conventional
Type)

tahun didetifikasi
sebagai titik
penting dalam
hidup individu
untuk
pertama kalinya
menyadari bahwa
ia
pada akhirnya
harus bekerja.
Teori ini
Pandangan teori
memandan
dalam pemilihan
g seseorang karir Ginzberg
individu
yaitu berdasarkan
sukses
perkembangan
dalam karir
dalam pemilihan
karena
pekerjaan
faktor
mencakup tiga
pengaruh
tahapan utama
genetika,
yaitu fantasy,
pengalaman tentatif, dan
masa kecil,
realistik.
dan
kebutuhan
manusia
yang
berpijak
dari teori
kebutuhan
maslow

Teori ini
memandan
g individu
sukses
dalam
berkarir di
pengaruhi
Growth,
Exploratory
,
Establishm
ent,
Maintenanc
e, dan
Decline

Teknik
Konseling karir

Teori ini
menggunakan
1. Tes digunakan
untuk
mengetahui
minat bakat
individu atau
peserta didik
2. Non Tes
digunakan
untuk
melengkapi
dan
memasatikan
minat dan
bakat individu
atau peserta
didik

Informasi karier
atau pekerjaan
oleh guru
pembimbing
akan lebih
memungkinkan
siswa untuk
dapat mengenal
berbagai jenis
pekerjaan dan
pola karier yang
dapat mereka
pilih setelah
menyelesaikan
pendidikannya.
Layanan seperti
ini juga
ditengarai dapat
membantu
siswa dalam
mengenal
secara seksama
arah minat dan
kemampuan
(potensi diri)
untuk difantasi
dan ditentasikan
hingga sampai
pada
kemampuan
untuk
merealisasikan
orientasi-

Menurut
Didi Tarsidi
(2015:
10)Teori Roe
telah
membangki
tkan banyak
penelitian
tetapi
hanya
sedikit saja
yang
hasilnya
mendukung
model teori
tersebut.
Postulat Roe
bahwa
interaksi
orang tuaanak
berpengaru
h terhadap
pilihan
pekerjaan di
kemudian
hari
ternyata
sulit untuk
divalidasi.
Namun
demikian,
Roe telah

Ginzberg,
Ginsburg, Axelrad,
dan Herma
dipandang
sebagai ahli
pertama yang
menggunakan
pendekatan
perkembangan
terhadap teori
pemilihan okupasi.
Mereka
mengemukakan
bahwa pilihan
okupasi
merupakan proses
perkembangan
selama enam
hingga sepuluh
tahun, yang
dimulai sekitar
usia 11 tahun dan
berakhir sekitar
usia 17 tahun.
Terdapat tiga
periode atau
tahap
perkembangan
yaitu fantasi,
tentative, dan
realistic.

Implikasi
teori Super
dalam
bimbingan
konseling
yaitu
memberikan
informasi
atau
menunjukkan
kepada siswa
tentang
jangkauan
lebih luas
dari karir
karena
pilihan
penjurusan
terbatas dari
waktu ke
waktu.

orientasi itu
dimasa yang
akan datang.
Informasi karier
seperti ini oleh
Munandir
(1996:250)
dapat berkenaan
dengan
informasi jenisjenis pekerjaan
dan informasi
jenis-jenis
pendidikan.
Bentuk lain
materi layanan
informasi karier
yang juga dapat
diberikan guru
pembimbing
adalah dengan
penyediaan
berbagai
sumber
informasi
pekerjaan,
jabatan dan
karier,
penyediaan
papan media
bimbingan, dan
penyediaan
sumber-sumber

memberika
n kontribusi
yang besar
pada
konseling
karir yaitu
dengan
mengarahk
an banyak
perhatian
pada
periode
perkemban
gan masa
kanakkanak
.

kelebihan

Teori ini lebih


sering di
terapkan pada
pemilihan
pekerjaan atau
bidang study di
satuan
pendidikan.

kekurangan

Teori ini tidak


memperhitungka
n perubahan
lingkingan dalam
kehidupan
bermasyaraka.

informasi
jabatan (Ketut,
1984 : 238-239).
Dengan adanya
enam tipe
kepribadian ini,
maka
pertimbangan
karir akan lebih
luwes karena
dapat
mempertimbang
kan enam
alternativ tipe
kepribadian dan
lingkungan yang
melatar
belakangi.

Teori Roe
lebih
mengutaka
n pada
pemilihan
karir
dengan
pendekatan
kebutuhan.

dalam teori ini


Perbedaan
adalah kurang
interaksi
ditinjau proses
orang tuaperkembangan
anak
yang melandasi
menghasil
keenam tipe
kan
kepribadian dan
perbedaa
tidak
n dalam
menunjukan
pemilihan
fase-fase
pekerjaan.
tertentu dalam Pendapat
proses
Roe bahwa
perkembangan
interaksi

Dalam teori
Ginzberg
kelebihan yang
dimilikinya yaitu
tahapan-tahapan
pemilihan karir
lebih jelas

Kekurangan teori
Ginzberg yaitu
batas usia dalam
teori ini hanya
sampai pada umur
24 tahun

Teori Super
lebih
menekankan
pada
kemampuan
individu
untuk
mewujudkan
konsep diri
dalam suatu
bidang
jabatan yang
paling
diinginkan
untuk
mengekspres
ikan diri.
Seseorang
yang tidak
memiliki
konsep diri
yang positif
akan sulit
untuk
mengarahka
n dirinya
dalam suatu
bidang
pekerjaan,
dan apabila

itu serta
akumulasi
rentang umur

Aplikasi teori

Teori trait-andfactor
dikembangkan
dari studi
tentang
perbedaanperbe
daan individu
dan terkait erat
dengan
perkembangan
tgerakan
psikometri.
Karakteristik
kunci dari teori
trait-and-faktor
adalah asumsi
bahwa individu
mempunyai pola
kemampuan atau
traits yang unik

Jika individu
telah
mengembangk
an suatu
orientasi yang
dominant,
maka akan
lebih besar
kemungkinan
baginya
mendapatkan
kepuasan
dalam
lingkungan
okupasi yang
sesuai. Akan
tetapi, jika dia
belum dapat
menentukan
pilihan, maka

orang tuaanak
berpengar
uh
terhadap
pilihan
pekerjaan
di
kemudian
hari
ternyata
sulit untuk
divalidasi.
Pengaplikasi
an teori Roe
dalam
bimbingan
karir di
sekolah
salah
satunya
dengan
melibatkan
peranan
orang tua
dalam
pelaksanaa
n bimbingan
karir.
Orangtua
dapat
menggunak
an informasi

tidak
mendapat
bimbingan
atau arahan
dari konselor
maka
individu
tersebut
akan
mengalami
kesulitan.
Fantasi
Tahap fantasi
mencakup usia
kira-kira <12
tahun atau bisa
dikatakan
anak yang masih
duduk di bangku
sekolah dasar.
Pada tahap ini
karir
tersebut masih
sebatas angan,
khayalan,
imajinasi atau
fantasi dari
individu tersebut.
Bisa dikatakan
dalam
menentukan cita-

Konsep
kematangan
karir yang
dikembangka
n oleh Super
itu
mempunyai
implikasi
yang besar
bagi program
pendidikan
karir dan
konseling
karir. Fasefase
perkembang
an
kematangan
karir
merupakan

yang dapat
secara objektif
diukur dan
akhirnya
dicocokkan
dengan
persyaratan
kerja.

kemungkinan
mendapat
kepuasan itu
akan hilang.
Orientasi
kesenangan
pribadi yang
didukung oleh
lingkungan
kerja yang
sesuai akan
menentukan
pilihan gaya
hidup individu
(Didi Tarsidi,
2015: 16).
Implikasinya
untuk
konseling
adalah bahwa
tujuan utama
konseling
adalah
mengembangk
an strategi
untuk
meningkatkan
pengetahuan
tentang diri,
berbagai
persyaratan
okupasional
dan berbagai

dari sekolah
tentang
bakat,
minat,
intelegensi,
kepribadian,
prestasi
belajar,
kegagalankegagalan,
kesuksesan,
dan
sebagainya.
Maka dari
itu Teori Roe
berperan
penting
dalam
pelaksanaa
n bimbingan
karir
disekolah.

citanya anak SD
atau yang berusia
dibawah 12 tahun
cenderung bersifat
bersifat
sembarangan,
pilihan tersebut
tidak didasarkan
pada
pertimbangan
yang
matang mengenai
kenyataan yang
ada tetapi pada
kesan yang
diterima
terhadap cita-cita
tersebut. Misalnya
seorang anak
berusia 5 tahun
yang
ingin menjadi
polisi karena
kegagahannya
dan
keberaniannya.
Anak
seperti percaya
bahwa ia dapat
menjadi apa saja
dan ini
berdasarkan
kesan yang

titik di mana
kita dapat
mengidentifi
kasi dan
mengases
sikap dan
kompetensi
yang terkait
dengan
pertumbuhan
karir yang
efektif. Lebih
jauh,
gambaran
tentang sikap
dan
kompetensi
yang
diharapkan
dicapai
dalam setiap
tahap itu
memungkink
an kita
menentukan
tujuan
instruksional
dan
konseling
yang
dirancang
untuk
membantu

macam
lingkungan
kerja.
Teori Holland
tidak
secara
khusus
berusaha
menyajikan
model bantuan
yang
dapat
diberikan oleh
konselor
dalam
melayani
kliennya. Teori
ini
tidak
menjelaskan
bagaimana
proses
pemilihan
pekerjaan.
Maka konselor
perlu
menemukan
sendiri
caracara bantuan
yang
sesuai
dengan
pribadi
dan
masalah klien
yang
dibantunya
(Munandir,199

diperolehnya
mengenai
lingkungan sekitar.
-Tentatif
Pada tahap
tentatif usia
berkisar antara 11
samai 18 tahun,
siswa SMP
dan SMA, yang
didalamnya
meliputi 4 tahap
yaitu minat,
kapasitas, nilai
dan transisi. Pada
tahap ini anak
mulai menimbangnimbang misalnya
mempertimbangk
an kemampuan
atau kapasitasnya.
Namun seringkali
individu kurang
dapat memahami
hal tersebut untuk
itu dapat dibantu
oleh konselor
melalui bimbingan
karir dalam
mengetahui bakat
dan minat
yang dimilikinya
sesuai umurnya.

perkembang
an
kematangan
karir

6:108).
Pada
tes
minat
jabatan,
individu akan
memperlihatk
an vocational
interest-nya
secara
langsung
ke
dalam
setiap
item tes yang
dipilihnya.
Sehingga
streotif
yang
dimilikinya
tergambar
dari hasil tes
dan
menunjukkan
kemungkinan
arah
karir
yang
dapat
dipilihnya.

Pada siswa SMA di


kelas X dapat
dibantu dalam
memilih jurusan
yang diinginkan
sesuai minat,
kemampuan
dan nilai yang
dimilikinya.
-Realistik
Tahap ini berkisar
>19 tahun atau
usia saat
perkuliahan atau
bekerja.
Masa ini bertahap
meliputi
eksplorasi,
kristalisasi, dan
spesifikasi.
Selama
masa realistic
anak melakukan
eksplorasi dan
dengan
menyatukan
faktor
internal dan
eksternal, anak
memasuki masa
kristalisasi dimana
anak
harus sudah

mengambil
keputusan,
selanjutnya anak
memasuki masa
spesifikasi yaitu
mengambil
keputusan yang
khusus (spesifik)
misalnya
dibidang
pendidikan,
pekerjaan guru,
guru SMP, guru SD
atau bidang lain
missal dokter,
perawat, akuntan
dan lain
sebagainya.
Pada tahap ini
konselor dapat
membantu melalui
layanan
bimbingan
karir agar dapat
memahami
potensi, bakat
serta minat yang
dimiliki untuk
disesuaikan
dengan pilihan
karirnya.

Daftar Pustaka
Winkel W.S 2013. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: MEDIA ABADI
Gani, Ruslan A.. 1996. Bimbingan Karir. Bandung: Angkasa.
Munandir. 1996. Program Bimbingan Karir di Sekolah. Jakarata : Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.
Tarsidi, Didi. 2015. Teori perkembangan karir. California: Brooks/Cole Publishing Company.
Osipow, Samuel H. 1983. Theories of Career Development. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.