Anda di halaman 1dari 5

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM MEMBANGUN

BANGSA MELALUI PENDIDIKAN

Oleh:
Sinta Amami (0705161)
Jurusan Psikologi
Fakultas Pendidikan Indonesia

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


2007
Menurut Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
(2007), mahasiswa adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan
tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai manusia
berpendidikan dan masih berada dalam fase yang secara formal terus belajar,
memegang peranan penting di dalam kehidupan. Tingkat pendidikan yang sedang
ditempuh oleh mahasiswa merupakan jenjang tinggi juga dapat dikatakan bahwa
mahasiswa telah memiliki bekal berupa tujuan yang lebih pasti untuk kehidupannya
di masa mendatang, dibandingkan dengan pelajar tingkat SD, SMP, atau SMA. Bila
kita ilustrasikan dengan fase pertumbuhan manusia, maka tingkat pendidikan
mahasiswa sudah memasuki fase dewasa yang telah banyak menerima asam
garamnya dunia pendidikan.
Sebagai manusia berpendidikan, mahasiswa tentu memiliki peranan yang
sangat penting dalam membangun bangsa. Bila tidak, apa fungsi utama mahasiswa
selain perannya dalam pembangunan bangsa. Bangsa ini berharap bila generasi
penerusnya mampu melakukan perubahan, yang tentunya ke arah yang lebih baik,
meskipun dalam realitas terjadi sebaliknya. Meskipun demikian, harapan besar tetap
ditujukan bagi generasi penerus yang dalam hal ini mampu berperan dalam
pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik.
Mengenai kestabilan pembangunan, bangsa ini belum mencapai kestabilan
seperti yang diharapkan, yang tentu saja ke arah yang lebih baik, baik dari segi
politik, sosial, budaya, bahkan pendidikan. Menyoroti masalah pendidikan, kembali
lagi bahwa masalah ini sangat erat kaitannya dengan generasi penerus bangsa yang
diyakini mampu bergulat dalam dunia pendidikan tingkat global. Jadi jelaslah bahwa
fungsi mahasiswa sebagai generasi yang diyakini mampu berperan dalam
membangun bangsa terutama di dunia pendidikan.
Dalam hal apa mahasiswa dikatakan mampu berperan dalam dunia
pendidikan? Apa yang mereka lakukan untuk menghidupkan fungsi mereka sebagai
mahasiswa? Peran dan fungsi mahasiswa dalam memajukan pendidikan antara lain,
mahasiswa diyakini mampu menjadi kaum idealis dalam memajukan pendidikan
bangsa ini, mahasiswa mampu bersaing dalam hal pendidikan di era globalisasi ini,
sehingga dapat mengharumkan nama bangsa, juga mahasiswa diyakini mampu
menyatukan pikiran dan hati nurani untuk memajukan bangsa.
Mahasiswa diyakini memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan-
gagasan yang cemerlang dalam memajukan pendidikan bangsa Indonesia. Upaya
pertama yang dilakukan agar mahasiswa mampu menjadi kaum idealis dalam
memajukan pendidikan yakni mereka harus peduli terhadap pendidikan di Indonesia
ini, jangan hanya tinggal diam. Rasa peduli terhadap pembangunan bangsa melalui
pendidikan perlu tumbuh pada diri mahasiswa, agar nantinya mereka pun berpikir,
bagaimana cara untuk memajukan pendidikan di Indonesia ini. Namun, terkadang
pemikiran seorang mahasiswa, yang masih kental dengan jiwa mudanya, bersifat
memaksa dan instan, maksudnya, kehendaknya harus diikuti saat itu juga. Bahkan,
ada yang bersikap brutal. Misalnya, mahasiswa yang melakukan demonstrasi tanpa
mengikuti prosedur yang berlaku, bahkan sampai terjadi perkelahian dengan aparat
pemerintah. Ini jugalah yang harus dibenahi dalam diri mahasiswa agar gagasan-
gagasannya dalam memajukan pendidikan dapat tersalurkan dengan baik, juga perlu
diperhatikan baik, buruknya. Juga hal yang terpenting adalah kemungkinan
keberhasilan dari gagasan yang disampaikan. Maksudnya, kita memiliki target berapa
persen keberhasilan yang dicapai bila ide yang disampaikan tersebut diwujudkan. Hal
ini bertujuan agar ide yang disampaikan penuh perhitungan yang matang, sehingga
ide tersebut cukup meyakinkan.
Mahasiswa pun mampu bersaing dengan negara-negara lain melalui
pendidikan. Banyak sekali mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa untuk
melanjutkan studi ke luar negeri. Ini menunjukkan bahawa mahasiswa Indonesia
mampu diandalkan untuk bersaing dalam era globalisasi ini. Selain itu, banyak
prestasi yang dicetak oleh mahasiswa dalam kejuaraan tingkat internasional, misalnya
pada 26 Juni 2007, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) meraih
juara umum dalam satu kompetisi peradilan semu (mooting competition)
International Maritime Law Arbitration Moot 2007 di Australia. Hal ini patut
dibanggakan, karena mahasiswa mampu mangharumkan nama baik negaranya.
Dengan prestasi-prestasi gemilang yang diraih, mahasiswa pun semakin berpacu
untuk mencapai taraf pendidikan internasional. Lama-kelamaan pendidikan di
Indonesia pun mengalami kemajuan pesat, bahkan mampu mencapai taraf
internasional, dengan syarat, mahasiswa harus berani berjuang, jangan hanya
berangan-angan.
Selanjutnya, mahasiswa diharapkan mampu menyatukan pikiran dan hati
nurani. Hal ini berhubungan pula dengan dunia pendidikan, karena dalam dunia
pendidikan, tidak hanya dipelajari mengenai ilmu eksak saja, tetapi juga non eksak,
misalnya pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan yang juga mempelajari
mengenai moral, dan sebagainya. Namun, ilmu eksak masih lebih digemari, daripada
non eksak, karena banyak yang beranggapan bahwa seseorang dianggap berhasil bila
mampu melanjutkan studinya di bidang eksak. Seorang mahasiswa harus mampu
berpikir intelek juga diharapkan mampu memiliki hati nurani yang bijak agar kelak
ketika dia menjadi pejabat pemerintah, pikiran dan hati nuraninya mampu bekerja
sama dengan baik, sehingga tidak akan terjadi perbuatan yang sewenang-wenang
hanya karena keegoisan sesaat. Pikiran tanpa hati nurani akan terasa hambar dan
bentuk kerjasama keduanya yakni segala pemikiran harus kembali pada hati nurani,
jangan sampai hati nurani dikendalikan oleh pikiran.
Jelaslah peran dan fungsi mahasiswa dalam membangun bangsa melalui
pendidikan. Tentunya hal ini sudah menjadi tugas penting dari setiap mahasiswa,
karena fungsi mahasiswa adalah peran pentingnya di dunia pendidikan agar
memajukan pendidikan di Indonesia. Dimulai dari pendidikan, maka bangsa ini akan
semakin mampu bersaing di era globalisasi ini dan bangsa ini mampu untuk menjadi
tuan rumah di negara sendiri. Sekali lagi, bahwa sebagai generasi penerus bangsa,
mahasiswa dituntut untuk mampu memiliki kemampuan, pemikiran dan hati nurani
sebagai langkah penting untuk memajukan pendidikan Indonesia. Seiring dengan
pengalaman yang lebih atau telah mencapai fase dewasa dalam tingkat
pendidikannya, tidak ada lagi sikap egois dalam diri mahasiswa, melainkan mereka
harus mampu mementingkan kepentingan bangsa yakni berperan dalam fungsinya
membangun bangsa melalui pendidikan.