Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sony Hari Wibowo

NM : 09406241010
Karya Sasta Mutakhir Dengan Kajian Pendekatan Gender
karya sastra secara umum dimaksufkan untuk menggambarkan hidup manusia
di dunia yang berupa perilaku dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan hidupnya.
Karya sastra perempuan ndonesia pada masa kini tidak lepas dalam usaha seorang
penulis wanita untuk mendapatkan kesetaraan gender dengan para kaum laki-laki.
Pada masa ke masa peran perempuan di dunia selalu ada dibelakang baying-
bayang lelaki yang sangat dominan dalam segala bidang. Para penulih wanita saat ini
mulai tertarik dengan konsep kesetaraan gender untuk menyeimbangkan
perempuandengan laki-laki. Gender sendiri mempunyai arti jenis kelamin. Sedangkan
pengertian gender dalam konsep sastra adalah untuk mengidentifikasi perbedan laki-
laki dengan wanita.
Pemahaman gender yang dipengaruhi perubahan sosial, ataupun kultur budaya
di sikapi penulis wanita dengan menulis tentang tema gender. Hasil karya tersebut
adalah sebagai ungkapan sang penulis tentang pandangan p[erbedaan laki-laki dengan
perempuan yang sangat mencolok di era ini.
Beberapa karya sastra perempuan yang merupakan jawaban dari kehidupan
dunia perempuan dalam bersastra. Mereka mengembangkan pemikiran-pemikiran
tentang perempuan dan respon tentang realita kehidupan para kaum hawa .Karya
kreatif dalam kajian karya sastra antara lain cerpen karya Djenar Maesa Ayu yang
berjudul "Mereka Bilang Saya Monyet, dalam cerpen ini sang penulis menceritakan
tentang kedisharmonisan keluarga yang diakibatkan siksaan dari kaum lelaki. Seorang
wanita yang berusaha melawan kodratnya sebagai wanita yang menetang suaminya
yang mengakibatkan disharmonisnya suatu keluarga. Dalam buku yang berisi beberapa
cerpen ini berisi tentang perempuan yang berlatar belakang menengah keatas yang
hidup di kota Metropolitan yang menderita karena menjadi korban kekerasan seksual
kaum Adam.
Karya sastra yang di tulis oleh penulis (perempuan) yang terjadi akhir-akhir ini
yang sangat transparan dengan membongkar tabu narasi-narasi seks dan berbagai
representasi perlawanan perempuan terhadap patriarkhi, bisa dilihat sebagai bagian
utuh dari gagasan kesadaran seperti itu atau justru mengakibatkan kesalahan
pemahaman feminis yang berpikir tentang melawan seorang laki-laki adalah hal yang
wajar.ini adalah pemikiran dimana di luar konteks pemikin yang dia hanya ingin
mengungkapkan kesetaraan gender saja.
Karya-karya sastra yang ada tentang gender ini dapat menjadi wacana bagi
perempuan di masa sekarang untuk menyikapi masalah gender secara positif, seperti
yang telah dilakukan oleh sastrawan muda perempuan masa sekarang. Para sastrawan
perempuan masa ini ingin membangkitkan pola piker atau ide-ide kedalam tulisannya
yang bertemakan perempuan. Dengan mereka melakukan penulisan seperti itu mereka
mampu menempatkan diri mereka sesuai dengan laki.laki di panggung sastra, dan
dengan ide-ide mereka secara otomatis mereka telah menempati posisi sejajar deng
para laki-laki.