Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA


Tentang

Kebudayaan Masyarakat Ambon

Oleh

Mirza erwan kaflis 107.053

Rudiyanto 107.032

Dosen Pembimbing

Sismarni

Desmaniar

JURUSAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM ( SKI ) FAKULTAS ILMU BUDAYA ADAB INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) IMAM BONJOL PADANG 1429 H / 2008 M

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia. Tidak ada satu masyarakat pun yang tidak memiliki kebudayaan. Begitu pula sebaliknya tidak akan ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat. Ini berarti begitu besar kaitan antara kebudayaan dengan masyarakat. Kebiasaan masyarakat yang berbeda-beda di karenakan setiap masyarakat / suku memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan suku liannya. Masyarakat Ambon, adalah salah satu masyarakat Indonesia yang berada di kawasan maluku. Setiap masyarakat pastilah memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat lainnya yang menjadi penanda keberadaan suatu masyarakat / suku.

Begitu juga dengan masyarakat Ambon yang memiliki karekteristik kebudayaan yang berbeda. Keunikan kharakteristik suku Ambon ini tercermin dari kebudayaan yang mereka miliki baik dari segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya. Suku Ambon dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari dalam bidang kajian mata kuliah Pluralitas dan Integritas Nasional yang pada akhirnya akan menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi kita dalam hal kebudayaan. B. RUMUSAN MASALAH Untuk memudahkan dalam penulisan dan pemahaman makalah ini, maka penulis merumuskan beberapa hal yang bersangkutan dengan kebudayaan masyarakat Ambon, yaitu : Bagaimanakah keadaan kebudayaan masyarakat Ambon ? Bagaimanakah masalah sosial yang ada dalam masyarakat Ambon? Bagaimanakah sistem interaksi dalam masyarakat Ambon ? Bagaimanakah stratifikasi masyarakat Ambon ? Bagaimanakah keadaan agama dalam masyarakat Ambon ? C. TUJUAN MAKALAH Adapun tujuan dari makalah ini yaitu : Agar pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat Ambon. Agar pembaca dapat memahami salah satu bentuk masalah sosial yang ada dalam masyarakat Ambon. Agar pembaca dapat menelaah sistem interaksi dalam kehidupan keseharian masyarakat Ambon.

Agar pembaca dapat mengetahui akan stratifikasi yang ada dalam kehidupan masyarakat Ambon. Agar pembaca mengetahui bagaiman kehidupan beragama masyarakat Ambon. BAB II PEMBAHASAN A. IDENTIFIKASI Pulau Ambon adlah salah satu pulau yang ada di kepulauan Maluku atau provinsi maluku. Ambon merupakan ibukota propinsi Maluku yang berada di kawasan Maluku selatan. Penduduk aslinya tinggal didaerah perbukitan atau perdalaman pulau.penduduk pendatang yang dating dari bugis, makasar, button, dan jawa biasanya tinggal didaerah pinggir pantai. Setiap pulau dengan pulau yang lain memiliki perbedaan kebudayaan atau adat istiadat, hal ini disebabkan oleh gejala isolasi. Misalnya orang Tobaru dan Sou saling tidak mengetahui bahasa satu sama lainnya, maka oleh sebab itu mereka terpaksa memakai bahasa pengantar Ternate. Setiap pulau yang ada di pulau maluku telah mengembangkan kebudayaannya sendiri. Meskipun kebudayaan mereka berbeda-beda tapi ada beberapa unsurnya yang sama. B. BENTUK-BENTUK DESA Di Ambon desa dinamakan dengan negeri yang dikepalai oleh seorang Raja. Di dalam sebuah desa atau negeri terdapat beberapa perkampungan yang di pimpin oleh Aman. Di dalam sebuah perkampungan terdiri dari bagian kampung yang dipimpin oleh seorang Soa. Di dalam Soa terdapat beberapa rumah yang dipimpin oleh mata rumah. Pada zaman modern ini bentuk desa demikian telah mulai hilang. Karena sewaktu mereka pindah dari perdalaman ke dareah pesisir pantai kesatuan-kesatuan yang mereka adakan telah berpencar dan tidak menemukan satu sama lain.

Rumah-rumah yang biasa mereka tempati ialah rumah pangung. Rumah-rumah penduduk asli sangat berbeda dengan penduduk yang datang, masyarakat islam dan masyarakat nasrani yang tidak bertiang sejajar dengan tanah. Rumah kepala Soa biasanya selalu dibangun dengan megah dan indah ala perumahan Eropa. C. MATA PENCAHRIAN HIDUP Pada umunya masyarakat Ambon menafkahi kehidupannya dengan bertani, berdagang,dan nelayan. Hasil pertaniannya ialah sagu, kentang, dan padi. Dan hasil perkebunannya seperti kopi, tebu, tembakau, singkong, jagung, dan kacang. Sedangkan hasil panen berupa buah-buahan ialah pisang, manga, gandaria, dan durian. Bagi penduduk Ambon yang tinggal di daerah pesisir biasnya mereka berprofesi sebagai nelayan. Nelayan Ambon dalam pelayaran menangkap ikan menggunakan perahu yang dibuat dari sabatang kayu besar dan di lengkapi dengan sebuah cadik. Hasil panen yng mereka dpati dri bertani, berkebun, dan menangkap ikan, biasanya mereka konsumsi sendiri. Hasil panen yang berlebih dari kebutuhan pokoknya, mereka jual kepasar guna mendaptkan uang demi kebutuhan pokok yang lain seperti bayar pajak, biaya sekolah, pangan, dan papan. D. SISTEM KEMASYARAKATAN Dalam system kemasyarakatan masyarakat Ambon mengambil system kekerabatan yang bersifat ke-Ayahan Patrilineal. Di dalam kekerabatan yang memegang peranan penting ada dua yaitu yMata rantai, mata rumah ini biasanya bertugas mengatur perkawinan warganya secara Exogami dan dalam hal mengatur penggunaan tanah-tanah dati tanah milik kerabat patrilineal. yFamily, family merupakan kesatuan terkecil dalam mata rumah. Family ini berfungsi sebagai pengatur pernikahan klenya.

Perkawinan dalam masyarakat Ambon merupakan urusan mata rumah dan family. Di dalam masyarakat Ambon perkawinan di kenal dengan beberapa macam, diantaranya : a. Kawin minta ialah perkawinan yang terjadi apabila seorang pemuda telah menemukan seorang gadis yang akan dijadikan istri, maka pemuda in meminta pada mata rumah dan family untuk melamarnya. Sebelum acara pelamaran para mata rumah dan family mengadakan rapat adat satu klen dalam persiapan acara pelamaran. b. Kawin lari atau lari bini adalah system perkawinan yang paling lazim di lakukan oleh masyarakat Ambon. Hal ini di karenakan oleh masyarakat Ambon lebih suka jalan pendek, untuk menghindari prosedur perundingan dan upacara adat. c. Kawin masuk atau kawin menua yaitu perkawinan yang pengantin laki-lakinya tinggal di rumah pengantin perempuannya. Perkawinan ini terjadi apabila : yKaum kerabat si pengantin tidak dapat membayar maskawin secara adat. yPenganten perempuan merupakan anak tunggal dalam keluarganya. yKarena ayah dari pengaten laki-laki tidak setuju dengan perkawinan tersebut Organisasi-organisasi dalam system kemasyarakatan Ambon ialah : yPatalima dan Patasiwa Patalima adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh kaum alifuru dari barat. Patasiwa ialah sebauh organisasi yang didirikan oleh anggota Patalima yang pindah ke daerah timur Ambon. yJojaro dan Ngungare Jojaro ialah sebuah organisasi yang terdiri dari para pemudi yang belum menikah. Ngunare adalah sebuah organisasi yang terdiri dari para pemuda Ambon yang belum menikah.

yPela Pela adalah sebuah organisasi / persatuan-persatuan persahabatan antara wargawarga dari dua desa atau lebih dal;am masyarakat Ambon bagian perdesaan. Organisasi ini tidak dibatasi oleh agama, siapapun boleh masuk asalkan masyarakat Ambon. E. RELIGI Agama yang dianut oleh masyarakat Ambon pada umumnya ialah Islam dan Nasrani. Meskipun masyarakat Ambon telah beragama Islam dan Nasrani tetapi sisa-sisa agama yang asli masih mereka anut. Mereka masih percaya akan adanya roh-roh yang harus dihormatidan diberi makanminum, dan tempat tinggal, agar tidak menganggu Kehidupan manusia. Acara adat yang berhubungan dengan religi ialah : yMasuk Baileu ( Rumah Adat masyarakat Ambon ) Untuk masuk baileu orang harus melakukan upacara lebih dahulu yaitu minta izin pada roh-roh yang ada di baileu. Dalam upacara ini, mauweng mengorbankan seekor sapi. yCuci Negri Di daerah jawa, acara adapt ini di kenal dengan bersih desa. Dalam acara ini semua penduduk di wajibkan membersihkan rumah, perkarangan, dan baileu. Upacara ini jika tidak dilakukan maka seluruh desa bias kejangkitan penyakit atau panennya gagal. yKain Berkat Sebuh tradisi dalam pernikahan masyarakat Ambon, yaitu pembayaran berupa kain putih dan minuman kerasa ( tuak ) oleh klen pengaten laki-laki kepada klen

pengaten perempuan. Jika tidak dilakukan maka keluarga muda itu akan jadi sakit dan mati. F. MASALAH PEMBANGUNAN DAN MODERNISASI Sektor pembagunan dan modernisasi masyarakat Ambon ialah pertanian, perkebunan, dan perdagangan. Dalam perdagangan mungkin tidak bisa dikembangkan, karena sarana pra sarana masih kurang memadai. Dalam masalah pendidikan pada zaman sekarang, masyarakat Ambon telah jauh berkembang menuju Modernisasi denga adanya sekolah-sekolah dasar, menengah, dan universitas Ambon. Meskipun Fakultas Perikanan ada sebagai pembantu masyarakat dalam mengetahui / mempelajari tentang perikanan tetapi yang sangat dibutuhkan masyarakat Ambon adalah sekaloh perikanan menengah pertama. Organisasi yang ada dalam masyarakat Ambon adalah modal awal dalam pembangunan. Dalam organisasi kita diajarkan bertanggung jawab terhadap anggota dan organisasi. Rasa tanggung jawab yang mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Ambon, biasanya tidak bisa dimport oleh anggota organisassi luar. Para petugas pembangunan masyarakat desa sebaiknya memperhatikan adanya organisasi-organisasi di daerah perdesaan Ambon pada khususnya, Indonesia pada umumnya. Kemudian memodernisasikan dan mengembangkannya. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Masyarakat Ambon tinggal di salah satu kepulaun maluku, Seram. Penduduk aslinya tinggal di perbukitan dan perdalaman pulau. Mereka tinggal berkelompok-kelompok yang dipimpin oleh seorang mata ruman dan family. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang Soa. Masyarakat yang tinggal di dalam suatu desa atau negeri dipimpin oleh seorang Raja.

Masyarakat Ambon memenuhi kebutuhan hidupnya dengan pertania, perkebunan, dan perikanan. Hasil panen yang berlebih dari kebutuhan pokok mereka jual. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membeli kebutua pokok lainnya. Dalam pernikahan, masyarakat Ambon lebih senang terhadap kawin lari. Karena masyarakat Ambon lebih suka jalan pendek, untuk menghindari prosedur perundingan dan upacara adat. Masyarakat Ambon memiliki sebuah organisasi yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pemangunan masyarakat desa, yaitu organisasi Pela. Pela sebuah organisasi / persatuan-persatuan persahabatan antara warga-warga dari dua desa atau lebih dal;am masyarakat Ambon bagian perdesaan. Organisasi ini tidak dibatasi oleh agama, siapapun boleh masuk asalkan masyarakat Ambon. B. SARAN Kebudayaan yang dimiliki suku Ambon ini menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang perlu tetap dijaga kelestariannya. Dengan membuat makalah suku Ambon ini diharapkan dapat lebih mengetahui lebih jauh mengenai kebudayaan suku Ambon tersebut dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan yang pada kelanjutannya dapat bermanfaat dalam dunia kependidikan. DAFTAR PUSTAKA Ningrat, Kountjara. 2004. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta : Djambatan. www.depdagri.go.id. Hari Selasa 14-10-08. Jam 14.00. www.hupelita.com/baca.php?id=28576. Hari Selasa 14-10-08. Jam 14.00. www.tamanmini.com, Hari Selasa 14-10-08. Jam 14.00. Kountjara Ningrat, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, ( Jakarta, Djambatan, 2004). Hlm.173. lihat juga Adathechtbundels, xxiv.1929. hal 22-24.

www.hupelita.com/baca.php?id=28576. Jam 14.00. Hari Rabu Kountjara Ningrat, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, op cit Hlm. 186-188.