Anda di halaman 1dari 3

PATOFISIOLOGI Retinoblastoma terjadi karena adanya mutasi pada gen RB1 yyang terletak pada kromosom 13q14 (kromosom

nomer 13 sequence ke 14) baik terjadi karena faktor hereditas maupun karena faktor lingkungan seperti virus, zat kimia, dan radiasi. Gen RB1 ini merupakan gen suppressor tumor, bersifat alel dominan protektif, dan merupakan pengkode protein RB1 (P-RB) yang merupakan protein yang berperan dalam regulasi suatu pertumbuhan sel (Anwar 2010:1). Apabila terjadi mutasi seperti kesalahan transkripsi, tranlokasi, maupun delesi informasi genetic, maka gen RB1 (P-RB) menjadi inactive sehingga protein RB1 (P-RB) juga inactive atau tidak diproduksi sehingga memicu pertumbuahan sel kanker (Tomlinson, 2006:62). Retinoblastoma biasa terjadi di bagian posterior retina. Dalam perkembangannya massa tumor dapat tumbuh baik secara internal dengan memenuhi vitrous body (endofitik). Maupun bisa tumbuh kearah luar menembus koroid, saraf optikus, dan sclera (eksofitik).

WOC

Faktor keturunan

Faktor lingkungan (virus, zat kimia, radiasi)

Mutasi gen RB1 di kromosom 13q14 Gen RB1 inactive

Protein RB1 (PRB) tidak diproduksi

Pertumbuhan sel daerah retina tidak terkontrol

RETINOBLASTOMA

RETINOBLASTOMA

Matastasis dan perkembangan penyakit, status klinis

Dekstuksi saraf

Massa tumor memenuhi vitrous body Peningkatan tekanan intraokular

Tumor menempati macula

Gangguan hantaran impuls MK. kurang pengetah uan

MK. Gangguan rasa nyaman nyeri

Gangguan pergerakan bola mata strabismus

Terjadi glaucoma

Penurunan lapang pandang Penurunan fungsi penglihatan

MK. Resiko tinggi ketidakefek tifanpenata laksanaan regimen terapeutik

MK. ANSIETAS

MK. gangguan konsep diri

MK. Resiko tinggi cedera

MK. Gangguan persepsi sensorik penglihatan

DAFTAR PUSTAKA Anwar, Faten. 2010. Retinoblastoma Expression in Thyroid Neoplasms. The United States and Canadian Academy of Pathology journal. Vol 13,562. Diakses 13 oktober 2011, dari medline database. Carpenito, Lynda Juall. 1995. Rencana Asuhan & dokumentasi keperawatan edisi 2. Jakarta:EGC Doenges, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan edisi 3. Jakarta: EGC Tomlinson, Deborah. 2006. Pediatric Oncology Nursing. Berlin: Springer