Anda di halaman 1dari 27

Kel ompok III

Pr ofes i Apot eker XXI II



PROPOSAL STUDI KELAYAKAN



Di susun ol eh :

ANDI SIHAM, S.Farm
ANDI SYARIFAH FARAGLADIS H, S.Farm
ANDI TENRI AMPA, S.Farm
ANNA MARFATUN, S.Farm
ANTONIUS BUDIAWAN, S.Farm
APRIANI PUSPITASARI, S.Farm
ARIS KURNIAWATI, S.Farm


PROGRAM PROFESI APOTEKER
UNI VERSI TAS SETI A BUDI
2012

Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK BAHAGIA FARMA
JL. Cendrawasih No. 34 Makassar


A. PENDAHULUAN

Perencanaan strategik adalah suatu perencanaan jangka panjang yang disusun untuk
mencapai tujuan berorganisasi. Perencanaan strategik mempunyai beberapa sifat diantaranya
adalah menyangkut kurun waktu yang lama dan persoalan yang mendasar dalam organisasi,
memberikan kerangka dasar dalam pengambilan keputusan manajerial, sebagai alat pemersatu
dalam pengambilan keputusan dan umumnya merupakan kegiatan manajer puncak. Salah satu
kegunaan dari perencanaan strategik ini antara lain digunakan dalam perencanaan pendirian
apotek.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang apoteker, seorang apoteker dituntut untuk
menjalankan Pharmaceutical Care. Untuk dapat melaksanakan Pharmaceutical Care, seorang
apoteker seharusnya memiliki apotek sendiri. Hal ini didukung oleh adanya paradigma baru yaitu
pelayanan kefarmasian yang telah bergeser dari drug oriented menjadi patient oriented.
Paradigma tersebut tentunya mempunyai andil besar pada kegiatan pelayanan kefarmasian yang
semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditas, menjadi pelayanan yang
komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien.
Bagi seorang apoteker, apotek merupakan tempat pengabdian, dimana apoteker
menjalankan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat ke masyarakat. Pekerjaan kefarmasian
yang dapat dilakukan di apotek meliputi pembuatan dan pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas
resep dokter, dan pelayanan informasi obat. Dari melaksanakan pekerjaan kefarmasian tersebut
Apoteker Penanggungjawab Apotek (APA) mendapatkan penghasilan. Dengan menjadi APA
sekaligus PSA, semua visi, misi, kebijakan, maupun kegiatan dapat ditentukan sendiri.
Dengan berbagai alasan tersebut, maka muncul ide untuk mendirikan apotek yang
berorientasi pada pasien (patient oriented) yang memberikan pelayanan kesehatan yang dapat
meningkatkan kualitas hidup pasien. Apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan
berkewajiban untuk meningkatkan pengetahuan serta kualitas pelayanannya dengan melakukan
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

pelayanan kefarmasian meliputi monitoring, informasi, komunikasi dan edukasi tentang obat
kepada masyarakat, sehingga pengobatan yang rasional dapat tercapai. Oleh karena itu,
didirikanlah Apotek Bahagia Farma yang dapat mewujudkan harapan tersebut serta dapat
membantu pemerintah Kota Madya Makassar dalam turut serta mewujudkan Indonesia Sehat
2015.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2003, maka definisi
apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan
kesehatan lainnya kepada masyarakat. Dalam peraturan ini seorang apoteker bertanggungjawab
atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan obat kepada masyarakat akan lebih terjamin
keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Jadi apotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya (barang yang
diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan kesehatan
(alat kesehatan). Sebagai perantara, apotek dapat mendistribusikan perbekalan farmasi dan
perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki beberapa fungsi kegiatan yaitu
pembelian, gudang, pelayanan dan penjualan, keuangan, dan pembukuan. Sehingga dapat di
kelola dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) disamping menguasai ilmu
kefarmasian juga perlu menguasai ilmu lainnya seperti ilmu pemasaran (marketing) dan ilmu
akuntansi (accounting). Apotek bukanlah suatu badan usaha yang semata-mata hanya mengejar
keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan
menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya.

B. VISI DAN MISI

1. Visi
Memberikan pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien dan turut serta
meningkatkan kualitas hidup pasien dengan tanpa mengesampingkan kesejahteraan dan
tumbuh kembang apotek.
2. Misi
Misi dari apotek adalah:
1. Memberikan pelayanan profesional yang berbasis Pharmaceutical care
2. Melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan obat untuk penyakit tertentu seperti
TBC, hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit ginjal.
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

3. Mengaplikasikan standar pelayanan kefarmasian di apotek untuk menjamin kualitas
pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
4. Menyediakan dan menyalurkan sediaan farmasi beserta perbekalan kesehatan yang
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat sekitar apotek
5. Mengevaluasi kinerja apotek setiap bulan agar kinerja ke depannya menjadi lebih
baik.
3. Strategi
Strategi dari apotek adalah :
Menjamin bahwa seluruh proses terapi obat yang diberikan merupakan terapi obat yang
tepat, efektif, nyaman dan aman bagi pasien,

C. TUJUAN

Tujuan pendirian apotek antara lain :
1. Sebagai tempat pengabdian profesi apoteker.
2. Membantu masyarakat mendapatkan pengobatan yang tepat, aman, dan rasional dalam
praktek pengobatan sendiri (swamedikasi)
3. Memperkenalkan profesi apoteker yang bertanggung jawab pada masyarakat
4. Memperoleh profil untuk mempertahankan eksistensi apotek dan apoteker

D. ASPEK LOKASI

Nama apotek yang akan didirikan adalah Apotek Bahagia Farma, terletak di JL.
Cendrawasih No. 34 Makassar, lokasi apotek stragis dan akan menentukan keberhasilan apotek
dan erat hubungannya dengan aspek pasar.
1. Denah lokasi : terlampiran
2. Datadata pendukung:
a. Kepadatan Penduduk
Populasi penduduk di sekitar lokasi pendirian apotek tergolong cukup tinggi yakni
1.000 kepala keluarga yang mencakup sebagian penduduk Kecamatan Mamajang dan
sebagian penduduk Kecamatan lainnya. Kebanyakan dari populasi tersebut merupakan
masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

b. Tingkat sosial dan ekonomi
Tingkat pendidikan masyarakat relatif tinggi mengingat letak Apotek Bahagia Farma
yang berada di lingkungan kampus, pabrik, dan sekolah. Dengan demikian tingkat
kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan cukup baik. Keadaan ekonomi secara
relative cukup baik.
c. Pelayanan kesehatan lain
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yang akan didirikan antara lain:
1) Rumah Stella Maris
2) Rumah Sakit Labuang Baji
3) Rumah Sakit Jiwa
4) Rumah Sakit Bhayangkara
5) Rumah Sakit Haji
6) Klinik Harmoni Keluarga
d. Jumlah Pesaing
Jumlah Apotek sebagai pesaing ada 3 yaitu Apotek Lana Farma , Malana Farma,
Mattoanging Farma. Akan tetapi dengan melihat lokasi yang sangat strategis maka
diharapkan apotek dapat bersaing dengan apotek lainnya.
e. Dekat Pusat Keramaian
Apotek Bahagia Farma dekat dengan pusat keramaian seperti Cendrawasih Square,
Kampus, Sekolah, Bank Swasta, Bank Negara, Pasar Tradisional, Mall, Pantai,
Perkantoran, Pon Bensin dll.
f. Aman
Lingkungan Apotek Bahagia Farma relatif aman dan dekat dengan pos polisi dan kantor
polisi, dan TNI
g. Mudah dijangkau
Lokasi spotek sangat mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan, bisadijangkau
dengan berbagai kendaraan umum. Apotek ini juga memiliki area parkir yang cukup luas.




Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

3. Data Hasil Survey
Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang telah dilakukan terhadap peta lokasi dan peta
pasar terutama keberadaan apotekapotek lain yang lebih dahulu berdiri sebagai calon
kompetitor di sekitar lokasi, diperoleh datadata sebagai berikut :
a. Apotek Kompetitor

No Nama Apotek Alamat
1. Malana Farma Jl. Cendrawasih No. 305
2. Lana Farma Jl. Cendrawasih No. 23
3. Mattoanging Jl. Kakatua No. 05

b. Dokter

No. Nama Dokter Spealisasi Alamat
Perkiraan
Jumlah Pasien
Jarak dari
Apotek Bahagia
1. Prof.Dr.John MF Adam SpPD-KEMD Jl.Chairil Anwar No.3 10 1000
2. Prof.Dr.Syakieb Bakri Jl.Monginsidi No.61 10 1200
3. Dr.Zulkifli Zaibir Jl.Monginsidi 8 1200
4.
Dr.Wempy Thioritz

Jl.DR.Sam Ratulangi
No.115 A
11 800
5.
Dr.Sony Tunggal

Jl.DR.Sam Ratulangi
No.180
7 800
6. Dr.Robert V.Philips Jl.G.Latimojong No.27 5 1500
7.
Dr.Robby R.Nurtani

Jl.DR.Sam Ratulangi
No.156 B
6 800
8. Dr.Rini R.Bachtiar Jl.A.Mappanyukki No.14 3 500
9. Dr.Ramadhan Tjindi Jl.AP Pettarani E23/17 5 2000
10. Dr.Pendrik Tendean Sp PD Jl.G.Latimojong No.106 8 1500
11. Dr.Nurdin Mappewali Jl.Monginsidi No.100 6 1200
12. Dr.Melanny Widjaja RS Jiwa 3 850
13. Dr.Lanny Pratiwi Jl.Bandang 9 1600
14. Dr.Jimmy Gunardi Sp PD Jl.G.Loppobattang No.135 9 1400
15. Dr.J.T. Lisal Jl.Karunrung No.11 2 1300
16. Dr.Gatot Laurence RS Bhayangkara 5 400
17.
Dr.Bambang Budiono
Sp JP
Jl.DR.Sam Ratulangi
No.28 B
8 800
18. Dr.Attayah Rasyid Jl.A.mappanyukki No.64 7 500





Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

c. Jumlah Rumah Sakit dan Poliklinik

No. Nama Alamat
Jarak dari Apotek
Bahagia Farma
1. Rumah Sakit Stella Maris
Jl. Somba Opu No.273
(0411) 854341
3000
2. Rumah Sakit Labuang Baji
Jl. Dr Sam Ratulangi No.81
(0411) 872836
2000
3. Rumah Sakit Jiwa
Jl. Lanto Dg Pasewang No.34
(0411) 854739
2500
4. Rumah Sakit Bhayangkara
Jl. A.Mappaouddang No.63
(0411) 831164
1500
5. Rumah Sakit Haji
Jl. Dg Ngeppe No.12-14
(0411) 856091
2500
6. Klinik Harmoni Keluarga
Jl Andi Mappaoddang 63
Makassar 90133
1000

d. Jumlah Penduduk Kec. Mamajang Menurut Jenis Kelamin

Laki Laki Perempuan Total (Orang)
652 1.093 1.745

e. Jumlah Penduduk Kec. Mamajang Menurut Komposisi Umur

No. Usia Jumlah (Orang)
1. 0 5 th 143
2. 6 16 267
3. 17 25 486
4. 26 55 490
5. 55 Ke atas 359

f. Jumlah Penduduk Kec. Mamajang Menurut Tingkat Pendidikannya

No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1. Belum Sekolah 415
2. Tamat TK 426
3. Tamat SD 4.567
4. Tamat SLTP 4.868
5. SLTA 6.494
6. Perguruan Tinggi 6.972
7. Tidak Sekolah 820



Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

h. Jumlah Penduduk Kec. Mamajang Menurut Profesi

No. Pekerjaan Jumlah penduduk (Orang)
1. PNS 1.960
2. Pensiun 1.329
3. ABRI 1.207
4. Buruh Harian 959
5. Pengawai Swasta 932


E. PELUANG/PROSPEK PEMASARAN

Berdasarkan datadata yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap posisi
strategis daerah/ peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat diterangkan beberapa hal yang
penting. Hal ini dapat dilihat dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap
apotek baru yang akan didirikan (SWOT ANALISIS).
A. Kekuatan/Strength
Yang menjadi kekuatan kompetitif apotek baru yang akan didirikan adalah sebagai
berikut :
1. Sudah memiliki brand di dunia kefarmasian di seluruh indonesia
2. Didukung oleh manajemen yang kuat
3. Pemilik sarana apotek / franchisee tidak harus orang yang memiliki basic
kefarmasian
4. Berani menjamin keaslian obat, karena dibeli dari distributor resmi
5. Recruitment tenaga kerja, memilih tenaga kerja yang berkompeten di bidang tersebut
6. Adanya sistem training, sehingga pelayanan terstandarisasi, dan mengutamakan
kepuasan pelanggan
7. Adanya manajemen operasional, untuk membantu franchisee dalam mengelola
apotek
8. Apotek dengan konsep layanan patient oriented yang berbasis layanan kefarmasian
pharmaceutical care.
9. Letak/lokasi apotek berada di Jl. Cendrawasih yang ramai dilalui arus kendaraan dan
mudah dijangkau dari segala arah.
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

10. Petugas apotek yang handal dan loyal, terdiri dari tenaga yang sudah berpengalaman
dan tenagatenaga muda yang penuh semangat dan kreatif.
11. Apoteker yang selalu standby di apotek, siap memberikan layanan dan konsultasi
seputar obat.
B. Kelemahan/Weakness
1. Proses pendirian / proses perijinan berdirinya usaha rumit
2. Biaya pembukaan franchise (waralaba) relatif mahal
3. Merupakan apotek baru, belum dikenal oleh masyarakat, dan belum mempunyai
langganan yang loyal.
4. Sulitnya mendapatkan tenaga kerja yang compitible, terutama tenaga kerja
kefarmasian
5. Tidak adanya manager unit, biasanya dirangkap oleh Apoteker
6. Munculnya kerugian akibat barang ED
C. Peluang/Opportunity
1. Apotek boleh menjual produk-produk lain non obat, seperti kosmetika, makanan
2. Apotek pada jaman sekarang ini bisa dibilang jadi andalan utama warga masyarakat.
Tentu saja karena tidak perlu konsultasi dengan dokter yang terbilang mahal untuk
kalangan menengah kebawah tentunya
3. Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi
4. Naiknya angka kesakitan, terutama berkembangnya penyakit-penyakit degenerative
(seperti diabetes, hipertensi, jantung, liver, ginjal, kanker, asam urat) yang
memerlukan pengobatan jangka panjang
5. Kesadaran masyarakat untuk membeli obat yang aman dan berijin resmi
6. Deregulasi perijinan apotek yang makin dipermudah
7. Jumlah Penduduk, terutama daerah Cendrawasih (sekitar lokasi apotek), cukup padat,
sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang potensial.
8. Jumlah dokter, rumah sakit, klinik, pusat keramaian, jumlah penduduk yang
berpendidikan menjadikan apotek yang strategis.



Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

D. Ancaman/Threaths
Ancaman terutama datang dari kompetitor/pesaing, yaitu apotek lana farma sekitar lokasi.
Berikut diuraikan fasilitas masingmasing apotek pesaing.
1. Apotek Lana Farma
Areal parkir sempit dan tidak gratis, lokasi strategis, dekat dengan rumah penduduk,
universitas, dan berbagai sarana pengobatan. ruang tunggu dengan fasilitas TV.
2. Apotek Malana Farma
Area parkir sempit dan gratis, ada fasilitas TV, ruang tunggu, dokter praktek, dekat
dengan perkantoran, rumah sakit, klinik, lokasi stategis.
3. Apotek Mattoanging
Area parkir luar dan gratis, ruang tunggu luas, ada fasilitas TV, ada dokter praktek,
kelengkapan obat cukup lengkap dan murah, lokasi strategis.

F. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
1. Potensi Pasar
Letal yang Sangat strategis dan dekat dengan berbagai pusat pelayanan kesehatan
menjadikan potensi pasar Apotek Bahagia Farma cukup menjanjikan.
Perkiraan konsumen:
Diperkirakan jumlah pasien RS Stella Maris 450 orang/hari, RS Haji 540
orang/hari. Rumah Sakit yang lain total pasien sekitar 600 orang/hari.
Rumah Sakit menerapkan beberapa usaha untuk mencegah resep keluar sehingga
prediksi pasien yang membawa resep keluar dari RS adalah 25% (423 pasien).
- pasien dari beberapa praktek dokter di sekitar lokasi : 237 pasien
- konsumen yang membeli OTC dan komoditi lain
2. Market Share
Jumlah pesaing di sekitar apotek Bahagia Farma : 3 apotek
Jumlah perkiraan pasien di sekitar apotek Bahagia Farma : 423 pasien setiap hari
Asumsi : konsumen Apotek Bahagia Farma = 85% x 49 pasien = 42 pasien setiap hari



Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

G. PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Untuk dapat mengelola sebuah apotek diperlukan tenag kerja yang sesuai bidangnya, oleh
karena itu diperlukan sumber daya manusia yang efektif dan efisian sehingga tujuan
organisasi tercapai. Apotek Bahagia Farma merekrut 7 karyawan dengan susunan sebagai
berikut :
Apoteker Pengelola Apotek : 1 orang
Apoteker Pendamping : 1 orang
Asisten Apoteker : 2 orang
Pembantu Umum : 2 orang
Akuntan : 1 orang
Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah :
1. Jam kerja : 08.0022.00, dibagi menjasi 2 shift (masingmasing 7 jam), yaitu jam
08.0015.00 dan jam 15.0022.00 (hari minggu dan hari libur tutup)
2. volume pekerjaan
Jumlah pasien setiap hari : 25 pasien
Setiap pasien membutuhkan waktu : 20 menit
Waktu untuk 20 pasien : 20 x 25 = 500 menit = 8 jam
3. Dana yang tersedia (bagian aspek modal dan biaya)
4. Sumber daya manusia merupakan aset terbesar dari apotek itu sendiri.
Kerjasama antar karyawan harus dijaga sehingga dapat menciptakan suasana kerja yang
kondusif serta mampu memberikan kenyamanan pada pasien.
Karenanya diperlukan adanya pembagian tugas, wewenang, hak dan kewajiban serta rasa
memiliki terhadapapotekdari para karyawan. Untuk itu kemempuan manajerial dari
apoteker sangat diperlukan.
1) Job Description
A. Apoteker Pengelola Apotek
Tugas dan kewajiban pengelola apotek antara lain :
1. Memimpin seluruh kegiatan apotek
2. Berkewajiban serta bertanggungjawab penuh untuk mengelola apotek yang
meliputi beberapa bidang antara lain :

Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

a) Pelayanan Kefarmasian
b) Adsministrasi dan Keuangan
c) Ketenangan atau Personalia
d) Bidang lainnya yang berkaitan dengan tugas dan fungs apotek
3. Melakukan langkahlangkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas apotek
Tanggungjawab pengelola apotek yaitu :
APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dlam apotek serta
bertanggungjawab terhadap kelancaran hidup apotek yang dipimpinnya.
B. Apoteker Pendamping
Tugas dan kewajiban :
Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban APA, bilamana APA
berhalangan selama jam kerja apotek.
Dalam melaksanakan segala tindakan, terutama dalam halhal penting
yang mendasar dan strategis, harus mendapat persetujuan dari APA.
Tanggungjawab dan wewenang :
Apoteker Pendamping bertanggungjawab penuh kepada APA dan melaksanakan
tugas dan fungsi sebagai apoteker pendamping sesuai dengan petunjuk dan atau
instruksi dari APA.
C. Asisten Apoteker
Tugas dan kewajiban :
1) Melaksanakan pekerjaan yang sesusai dengan profesinya sebagai asisten
apoteker, yaitu meliputi :
a. pelayanan kefarmasian (pelayanan obat bebas dan obat dengan resep)
sesuai petunjuk pimpinan apotek.
b. Mengerjakan pengubahan bentuk pembuatan sedan racikan dan meracik.
c. Menyusun, membendel dan menyimpan resep dengan baik.
d. Mencatat laporan penggunaan obat dan perbekalan farmasi (narkotik,
psikotropik, statistik resep dan OGB, OWA) dan waktu kadaluarsa.
e. Mendata kebutuhan obat dalam defekta dan membantu kelancaran
kegiatan pembelian.
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

f. Menerima barang pesanan, memeriksa dan menandatangani faktur,
mencatat ke dalam buku pembelian (komputer) dan menjaga agar daftar
harga tetap up to date.
g. Memelihara kebersihan, kerapihan serta keteraturan ruang pelayanan dan
peracikan obat.
a. Mengelompokkan dan menata obat sesuai abjadnya.
2) Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir dan lain
sebagainya.
Tanggungjaab dan wewenang :
Bertanggungjawab kepada pimpinan apotek atas segala kebenaran tugas yang
diselesaikannya. Berwewenang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai
petunjuk dan atau instruksi pimpinan apotek.
D. Pembantu Umum
Tugas dan kewajiban :
1. Menjamin kebersihan di seluruh lingkungan kerja apotek
2. Mengelola sampah apotek dengan penuh tanggungjawab
3. Membantu AA dalam pengadaan dan penyiapan obat
Tanggungjawab dan wewenang
Bertanggungjawab langsung kapada pimpinan apotek dan melaksanakan tugas
sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan apotek.

2) Standar Operating Procedure (SOP)
A. SOP Pelayanan OTC
1. Pasien datang,
2. Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa yang
dibutuhkan,
3. Tanyakan lebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita pasien, kemudian
bantu pasien untuk mendapatkan obat yang tepat,
4. Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
5. Bila sudah terjadi persetujuan, ambilkan obat yang diminta pasien sesuai
dengan permintaan meliputi : nama obat dan jumlah obat,
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

6. Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi
dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, cara penggunaan
dan efek samping obat yang mungkin timbul setelah penggunaan obat, dan
jika diperlukan pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan.

B. SOP Pelayanan OWA
1. Pasien datang,
2. Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat apa yang
dibutuhkan,
3. Tanyakan pada pasien apa keluhan yang dialamlinya dan gejala penyakitnya,
4. Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan obat tertentu
dan bagaimana hasilnya (kondisi membaik atau bertambah parah),
5. Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya tidak
memuaskan maka pilihkan obat lain yang sesuai dengan kondisi pasien, begitu
juga untuk pasien yang sama sekali belum pernah minum obat,
6. Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
7. Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat diatas,
8. Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi :
dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, cara penggunaan
dan efek samping obat yang mungkin timbul setelah penggunaan obat dan dan
jika diperlukan pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan,
9. Catat nama pasien, alamat, dan no telp pasien.
10. Buat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai patien data record.

C. SOP Pelayanan Resep
1) Menerima resep pasien,
2) Lakukan skrining resep meliputi adsministrasi, pharmaceutical dan klinik,
3) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
4) Pasien diberi no antrian,
5) Tulis no struk (print out) pada resep dan satukan resep dengan print out
6) Cocokkan nama, jumlah dan kekuatan obat dalam resep dengan print out,
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

7) Siapkan obat sesuai dengan resep,
8) Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik,
9) Buat etiket dan cocokkan dengan resep,
10) Teliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien termasuk salinan resep
dan kuitansi (jika diminta oleh pasien),
11) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat meliputi
dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat, cara penggunaan
dan efek samping obat yang mungkin timbul setelah penggunaan obat dan jika
diperlukan pengatasan pertama terhadap efek samping yang ditimbulkan,
12) Catat nama pasien, alamat dan no telp pasien.
13) Buat catatan khusus tentang pasien.

D. SOP Meracik Obat
1) Siapkan alat yang akan digunakan dan bersihkan meja untuk meracik
2) Buatlah instruksi meracik meliputi : no resep, nama pasian, jumlah dan cara
mencampur.
3) Siapkan etiket dan wadah obat sertakan bersama obat dan instruksinya untuk
diracik.
4) Cucilah tangan bila perlu gunakan sarung tangan, masker.
5) Siapkan bat sesuai resep dan ccocokkan dengan yang tertera pada struknya
6) Jika ada bahan yang harus ditimbang makapersiapkan lebih dahulu.
7) Bacalah instruksi meracik dengan seksama dan lakukanlah hati-hati.
8) Pastikan hasil racikan sesuai dengan instruksinya.
9) Masukkan dalam wadah yang telah disediakan dan beri etiket, kemudian
serahkan pada petugas lain untuk diperiksa dan diserahkan.
10) Bersihkan peralatan dan meja meracik setelah selesai.
11) Cucilah tangan sampai bersih.

E. SOP Menimbang
1) Bersihkan timbangan,
2) Setarakan timbangan terlebih dahulu sebelum mulai menimbang
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

3) Ambil bahanbahan sesuai dengan permintaan resep,
4) Ambil anak timbangan sesuai berat yang diminta dan letakkan pada ring
timbangan sebelah kiri (timbangan dalam keadaan off),
5) Bahan baku yang dikehendaki diletakkan secukupnya pada piring timbangan
sebelah kanan,
6) Buka dan on kan timbangan kemudian dilihat apakah timbangan sudah
seimbang atau belum,
7) Bahan ditambah atau dikurangi sampai diperoleh timbangan yang seimbang
yang ditunjukkan oleh letak jarum pada posisi nol,
8) Ambil bahan yang sudah ditimbang kemudian diberi nama sesuai nama yang
tertera pada botol persediaan bahan,
9) Cek ulang anak timbangan apakah berat yang diminta sesuai dengan resep
kemudian dikembalikan ketempatnya,
10) Cek ulang apakah bahan yang diambil sudah sesuai dengan resep kemudian
dikembalikan ketempatnya.

F. SOP Konseling OTC
1) menanyakan keluhan pasien dan mengapa menggunakan obat tersebut dan
sudah berapa lama pasien mengalami keluhan tersebut,
2) menanyakan bagaiman kondisi pasien setelah menggunakan obat tersebut
3) apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan memberikan efek
seperti yang diharapkan maka obat boleh diberikan,
4) apabila obat yang diminta tidak sesuai dengan kondisi pasien maka pasien
dipilihkan obat yang tepat untuk kondisinya,
5) menanyakan tentang bagaiman pasien menggunakan obat tersebut, bila ada
yang kurang atau salah maka farmasi wajib membenarkan dan
melengkapinya,

G. SOP Konseling OWA
1) Menanyakan keluhan pasien sehingga pasien menggunakan obat tersebut dan
sudah berapa lama pasien mengalami gejala tersebut,
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

2) Cocokkan kondisi pasien dengan obat yang diminta, bila obat kurang sesuai
untuk pasein maka rekomendasikan obat yang tepat untuk pasien,
3) Menanyakan tentang bagaimana pasien menggunakan obat tersebut meliputi
dosis, frekuensi, durasi,dan cara penggunaan; bila ada yang kurang atau salah
maka farmasis wajib membenarkan dan melengkapinya,
4) Menanyakan bagaimana kondisi pasien setelah menggunakan obat tersebut,
5) Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan memberikan efek
seperti yang diharapkan maka obat boleh diberikan,
6) Apabila kondisi pasien tidak membaik atau semakin memburuk maka
sebaiknya dirujuk ke dokter,
7) Informasikan kepada pasien bahwa pasien diperbolehkan konsultasi dengan
apoteker untuk berdiskusi tentang terapi yang dijalani pasien.

H. SOP Konseling Resep
1) Obat diserahkan pada pasien sekaligus dicocokkan dengan data pasien,
2) Mencocokkan obat dengan kondisi pasien dengan cara menanyakan pada
pasien tentang keluhan yang dialaminya,
3) Memberitahukan pada pasien tentang obat yang diberikan dan tujuan
penggunaan obat tersebut,
4) Memberikan informasi pada pasien tentang aturan penggunaan obat (dosis,
frekuensi, durasi, cara penggunaan),
5) Menanyakan kembali tentang semua informasi yang telah disampaikan untuk
memastikan bahwa pasien telah paham dan mengerti tentang aturan
penggunaan obat,
8) Memberitahukan pada pasien tentang ESO obat yang mungkin terjadi dan cara
penanganan yang mungkin bisa dilakukan oleh pasien terhadap efek samping
yang terjadi,
9) Menyarankan pasien untuk pergi ke dokter bila dirasa ESO cukup berat dan
mengganggu,
10) Informasikan pada pasien tentang hal apa saja yang perlu dihindari atau yang
perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan riset,
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

11) Catat nama pasien dan no telp pasein,
12) Buat catatan khusus tentang pasien sebagai.

I. SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang
1) Saat barang datang dari PBF,
2) Cek kesesuaian antara SP dengan faktur dan barangnya (kecocokan tentang
nama barang, bentuk, jumlah sediaan, no batch dan tanggal ED),
3) Cek kondisi barang (rusak, pecah, tersegel atau tidak),
4) Faktur ditandatangani oleh apoteker atau asisten apoteker dilengkapi dengan
no SIK/SIA/NIP seta dibubuhi stempel apotek,
5) Faktur diambi 1 lambar untuk arsip apotek,
6) Serahkan faktur kapada bagian adsministrasi untuk diedit di komputer,
7) Cocokkan harga yang sudah ada di computer dengan harga yang tertera pada
faktur baru, apakah ada kenaikan atau tidak,
8) Tandatangani faktur yang telah diedit di komputer,
9) Hargai barangbarang/obat bebas dan letakkan sesuai dengan spesifikasinya.
Untuk obat keras langsung disimpan dalam almari sesuai dengan efek
farmakologinya atau berasarkan abjad,
10) Arsip faktur sesuai dengan nama PBF masingmasing.

H. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN

Alat dan perbekalan yang diperlukan untuk pendirian suatu apotek adalah :
a. Bangunan, terdiri dari :
1. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien,
2. Tempat mendisplai informasi, brosur bagi pasien,
3. Ruang tertutup untuk konseling,
4. Ruang peracikan dan penyerahan obat,
5. Toilet.
b. Kelengkapan Bangunan Apotek.
1. Sumber air
2. Sumber penerangan
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

3. Alat pemadam
4. Ventilasi
5. Sanitasi
6. Papan nama APA
7. Billboard nama apotek
c. Perlengkapan Kerja
1. Alat pengolahan/peracikan :
Batang pengaduk
Cawan penguap
Gelas ukur, gelas piala
Kompor/pemanas
Labu Erlenmeyer
Mortir
Penangas air
Panci
Rak tempat pengering
Spatel logam/tanduk/gelas/porselen
Termometer
Timbangan milligram dan anak timbangan (ditera)
Timbangan gram dan anak timbangan (ditera)
2. Wadah
Pot/botol
Kertas perkamen
Klip dan kantong plastik
Etiket (biru dan putih)
3. Tempat Penyimpanan
Lemari/rak obat
Lemari narkotika
Lemari psikotropika
Lemari bahan berbahaya
Kulkas
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

4. Perlengkapan Administrasi
Blanko surat pesanan
Blanko faktur penjualan
Blanko nota penjualan
Blanko salinan resep
Blanko laporan narkotika dan psikotropika
Buku catatan pembelian
Buku catatan penjualan
Buku catatan keuangan
Buku catatan narkotika dan psikotropika
Buku catatan racun dan bahan berbahaya
Kartu stok obat
5. Kelengkapan buku pedoman
Buku standar yang wajib :
- Farmakope Indonesia edisi terakhir
- Kumpulan peraturan perundang-undangan
Buku lainnya :
- IMMS, ISO edisi terbaru
- Pharmakologi dan terapi

I. TENAGA KERJA

Struktur Organisasi











APA A.Pendamping
AA Akuntan
Pembantu
Umum/Resepir
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 7 orang, dengan rincian sbb :
APA : 1 orang
Apoteker Pendamping : 1 orang
AA : 2 orang
Pembantu Umum : 2 orang
Akuntan : 1 orang
Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan
peranannya di dalam apotek.

J. STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK
Modal diperoleh dari kerjasama :
a. dr. Andi Tenri Ampa., Sp. OG Rp. 100.000.000
b. Antonius Budiawan., S. Farm., Apt Rp. 100.000.000
1. Modal
Modal tetap Rp. 30.000.000
- Perlengkapan penunjang
(Mebeler, kulkas)
- Perlengkapan apotek Rp. 20.000.000
- Biaya perizinan Rp. 2.000.000
- Kendaraan Rp. 7.000.000
Modal Operasional Rp. 121.000.000
Cadangan modal Rp. 20.000.000+
Total Modal Rp. 200.000.000
2. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1
Biaya rutin bulanan
- Tenaga kerja
Apoteker (satu orang) Rp. 1.500.000
Asisten Apoteker (dua orang) Rp. 1.000.000
Tenaga administrasi/penjualan bebas Rp. 400.000
Pembantu umum Rp. 300.000+
Rp. 3.200.000
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

- Biaya lain-lain
Administrasi Rp. 500.000
Listrik, telepon Rp. 600.000
Lain-lain Rp. 800.000+
Rp. 1.900.000
Biaya rutin tahun ke-1
- Biaya bulanan 12 x Rp. 5.100.000 Rp. 61.200.000
- Tunjangan hari raya (1 bulan gaji) Rp. 3.200.000+
Rp. 64.400.000
3. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan tahun ke-1
Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 10 lembar / hari dengan harga rata-
rata perlembar diperkirakan Rp. 75.000 dengan demikian akan diperoleh pendapatan
pada tahun pertama sebagai berikut:
- Penjualan resep tahun I (10x25x12)xRp. 75.000 Rp. 225.000.000
- Penjualan bebas 25x12xRp. 350.000 Rp. 105.000.000
- Penjualan lain (OWA) 25x12xRp. 100.000 Rp. 30.000.000+
Total Rp. 360.000.000
Pengeluaran tahun ke-1
- Pembelian obat resep Rp. 100.000.000
- Pembelian obat bebas Rp. 50.000.000
- Pembelian OWA Rp. 40.000.000
- Pengeluaran rutin tahun I Rp. 70.000.000+
Total Rp. 260.000.000
Perkiraan laba rugi tahun ke I
- Pendapatan tahun I Rp. 360.000.000
- Pengeluaran tahun I Rp. 260.000.000
- Laba sebelum pajak Rp. 100.000.000
- Pajak pendapatan (10%) Rp. 15.000.000
- Laba netto Rp. 85.000.000

Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

4. Perhitungan Batas Laba/Rugi (BEP) tahun I
Pay Back Periode
1otuI ModuI
Lubu Nctto

=
200.000.000
85.000.000

= 2,3 tahun

Return Of Invesment (ROI)
Lubu Nctto
1otuI ModuI
x 100%
=
85.000.000
200.000.000
x 100%
= 42,5%

Break Even Point (BEP)
1
1-Buu vuubcI/ Pcnduputun 1uhun I
x Pengeluaran Rutin Tahun I

=
1
1-190.000.000/ 360.000.000
X 70.000.000
=
1
1-0,527
X 70.000.000
= 147.991.543,3/tahun

Prosentase BEP
PcngcIuuun Rutn 1uhun I
Pcnduputun 1uhun I-Buu vuubcI
x 100%
=
70.000.000
360.000.000-190.000.000
X 100%
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

=
70.000.000
170.000.000
X 100%
= 41,17%

Kapasitas
Pcrscntosc BEP x [umlo Icmbor Rcscp Pcr Ioun
= 41,17 % x ( 10x25x12)
= 41,17 % x 3.000
= 1.235,1 Lembar/tahun
= 103 Lembar/bulan

I. PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka
pendirian Apotek Bahagia Farma, Jl. Cendrawasih.11 No. 34 Makassar mempunyai prospek
yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.



Makassar, 21 Maret 2012
Pemilik Sarana Apotek Apoteker Pengelola Apotek


dr. Andi Tenri Ampa., Sp.OG Antonius Budiawan, S. Farm., Apt


Mengetahui Dinas Kesehatan Makassar
dr Andi Naisyah Tun Nurainah Azikin




Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

War net
Kampus
Khar isma
Apot ek
Bahagi a
Apot ek
Lana
TK
Khar isma
Pasar
Tr adi si onal
Jl . Baj i M inasa Jl . Baj i At eka
SD
Cendr aw asi h
SM AN 14
M KS
Bal ai
POM
Puskesmas
SM AN 3
M KS
Kampus
UNPACTI
DENA LOKASI
























S
U
T B
Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

ETIKET

Etiket Dalam

Apotek Bahagia Farma Jl. Cendrawasih No. 34 Makassar
APOTEKER : Antonius Budiawan S.Farm., Apt.
SP.00.00.01.01
No. TGL:
NAMA PASIEN

ATURAN PAKAI

Nama dokter :
Nama obat :
Jumlah : Paraf


Etiket Luar


Apotek Bahagia Farma Jl. Cendrawasih No.34 Makassar
APOTEKER : Antonius Budiawan S.Farm., Apt.
SP.00.00.90.02

No. TGL:
NAMA PASIEN

ATURAN PAKAI

Nama dokter :
Nama obat :
Jumlah : Paraf







Kel ompok III
Pr ofes i Apot eker XXI II

DATA RECORD PASIEN

DATA RECORD PASIEN
NAMA PASIEN
LIST PENYAKIT DAFTAR OBAT
TANGGAL
KODE KELUHAN
TANGGAL
KUNJUNGAN

MULAI BERHENTI KODE
NAMA
OBAT
DOSIS
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L


PROBLEMA TERAPI PADA RESEP

TANGGAL
NO PROBLEMA TERAPI PADA RESEP
IDENTIFIKASI PENANGANAN