Anda di halaman 1dari 3

Dalam kasus Samudra Indonesia ini memang terdapat 2 (dua) cara yang dapat ditempuh yakni melalui ekspansi

atau fokus dibisnis inti. Kedua cara ini dapat dilakukan oleh pihak manajemen Samudra Indonesia, tetapi harus mempertimbangkannya secara matang-matang dikarenakan langkah yang diambil merupakan langkah yang digunakan oleh pihak manajemen dalam memperbaiki bagian-bagian didalam perusahaan yang mengalami kecolongan atau kerugian dikarenakan setiap langkah yang diambil tidak bisa dikembalikan serta langkah yang diambil mempunyai 2 (dua) efek yaitu langkah yang menguntungkan perusahaan serta yang daapat merugikan perusahaan. Seperti yang dikatakan Randy (dalam bacaan kasus) dalam rapat yang diadakan dalam menyampaikan laporan serta memberikan rekomendasi mengenai keputusan bisnis pelayaran pengumpan. Seharusnya Randy tidak bisa secara spekulatif dalam menyampaikan, Langkah apa yang akan diambil? Terus dan menanggung resiko gagal serta rasa malu? Atau dibatalkan saja selagi kerugian baru berjalan dua bulan?. Dikarenakan usaha tersebut baru berjalan 2 (dua) bulan, tidak bisa dijadikan sebagai pertimbangan karena selama 2 (dua) bulan otomatis usaha yang dibangun pada bidang mana pun yang berjalan selama itu maupun yang akan masuk ke bulan ke-3 (tiga) tetap mengalami kerugian dikarenakan modal yang dikeluarkan untuk membuka usaha tersebut lebih besar daripada keuntungan yang didapat. Suatu perusahaan dapat diketahui mendapat keuntungan atau BEP (Break Event Point atau titik impas) ataupun rugi paling tidak perusahaan tersebut berjalan selama 1 (satu) tahun tergantung dari bidang dimana usaha tersebut dibuka. Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari suatu usaha akan kelihatan untung atau rugi paling cepat selama 7 (tujuh) bulan. Dalam kasus, pada bacaan yang berjudul SOEDARNO IS COMING TO TOWN, seharusnya Soedarno memikirkan perusahaan yang sedang ditanganinya serta konsekuensi yang akan didapat dalam menjanjikan suatu bantuan kepada temannya yang hanya berdasarkan atas perasaan utang budi. Dikarenakan utang budi merupakan salah satu faktor dimana suatu perusahaan akan bangkrut karena pimpinan tidak memikirkan lagi konsekuensi yang akan didapat dengan memabantu kawannya. Konsekuensi terdapat 2 (dua) tipe yaitu konsekuensi yang positif dan konsekuensi yang negatif. Maksud dari konsekuensi positif yaitu pihak manajer perushaan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan serta pimpinan mendapatkan banyak pengalaman dari orang yang kita bantu, sedangkan konsekuensi negatif merupakan konsekuensi yang timbul tanpa kita sadari yang dimanfaatkan oleh orang yang akan kita beri bantuan. Dalam kasus ini, Soedarno merupakan orang awam dalam bidang pelayaran ini sehingga Soedarno harus mempertimbangkan segala perbuatan yang akan dilakukannya karenaa konsekuensinya dapat berakibat pada perusahaan maupun pada dirinya sendiri. Pada bacaan THE DAWN, dapat kita ketahui bahwa Soedarno membeli saham ISTA tanpa mempertimbangkan usaha tersebut strategis atau tidak. Dalam membeli saham ISTA terdapat 2 (dua) sisi yang harus diperhitungkan. Sisi yang pertama dimana Soedarno membeli saham ISTA untuk mempelajari segala sesuatu tentang masalah pelayaran akan tetapi sisi kedua dimana Soedarno tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam membeli saham ISTA tersebut.

Banyaknya gerakan spekulatif seperti ini lah yang bisa menyebabkan suatu perusahaan bangkrut dikarenakan kesalahan langkah yang diambil oleh pimpinan perusahaan. Pada bacaan GROWING PAINS, terdapat perkembangan terhadap perusahaan ISTA akan tetapi terdapat keluhan dari Soedarno. Keluhan tersebut berupa Sejak itulah golf lenyap dari hidup saya. Keduam keluarga saya mulai mengajukan protes karena sudah tidak ada waktu tersisa untuk rumah. Sejak saat itu saya main tenis karena bisa tanding bersama istri saya. Melalui keluhan tersebut sebaikanya Soedarno meninggalkan golf dikarenakan banyak pihak yang memerlukan perhatian baik dari segi perusahaan maupun pihak keluarga. Dikarenakan perusahaan memerlukan perhatian dari seorang pimpinan yang mengerti apa yang diinginkan oleh karyawan, bukan orang yang hanya menjalankan tugasnya seperti robot. Perusahaan dapat berjalan sebgaimana mestinya apabila pimpinan memperhatikan bagaimana kegiatan dalam perusahaan berjalan bukan hanya mengandalkan tangan kanan. Pihak keluarga merupakan pihak yang paling penting dikarenakan apabiala ada masalah pada perusahaan Soedarno bisa menanyakan pendapat dari istrinya bagaimana langkah berikut yang akan diambil. Pada bacaan HARD TO SAY I`M SORRY, seharusnya Soedarno tidak perlu tergesagesa dalam membeli kapal untuk mendukung kontainerisasi dikarenakan memerlukan pertimbangan yang matang dari berbagai aspek agar tidak terjadi pemborosan uang untuk hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Pada bacaan NEW KID ON THE BLOCK, dimana Randy bisa dikatakan sebagai aset perusahaan yang sangat berharga dikarenakan Randy merupakan talenta muda yang mempunyai banyak pengetahuan serta pengalaman dalam bidang pelayanan. Selain itu Randy bisa mengikuti perkembangan yang terjadi pada bidang pelayaran dibanding dengan Soedarno dikarenakan seperti pada kehidupan sehari-hari orang tua lebih mempertahankan sikap, tindakan serta ajaran lama yang diajarkan kepada mereka sehingga adanya perubahan yang terjadi biasanya pikiran orang tua akan sulit untuk mengikutinya sehingga dengan adanya talenta dalam perusahaan dapat dijadikan sebagai petugas sehingga bisa mencari perkembangan-perkembangan apa saja yang bisa memajukan perusahaan yang dimana dia sedang bekerja. Pada bacaan TO BE OR NOT TO BE, Keputusan yang diambil oleh Randy merupakan keputusan yang tepat dengan mengurangi kinerja pada bagian yang memberikan keuntungan yang sedikit dikarenakan apabila bagian yang mengalami kecolongan tersebut langsung ditutup otomatis akan terjadi pemutusan kerja (PHK) secara besar-besaran. Filosofi Randy yakni Keberanian untuk mengakui kesalahan, merupakan filosofi yang patut diikuti akan tetapi pada masa sekarang banyaknya perusahaan yang melakukan pelanggaran terhadap produk yang mereka jual. Pada bacaan COAST TO COAST, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa perusahaan berada pada sebuah tekanan atau dilemma. Dikarenakan banyaknya bagian dalam Samudra Indonesia telah mengalami kecolongan mulai diperbaiki dengan cara meminimalkan semua bagian yang mengalami kecolongan. Apabila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari maka setiap pegawai akan mengalami pemutusan kerja yang disebabkan oleh pihak manajemen melakukan perampingan.

Melalui analisis yang dilakukan, maka menurut kami metode yang baik untuk dilakukan oleh Samudera Indonesia adalah melakukan ekspansi dengan memperhitungkan semua aspek yang berhubungan dengan bidang pelayaran sehingga diharapkan tidak terjadi kecolongan lagi dengan membeli barang yang tidak mendukung perusahaan dalam memenuhi keperluan konsumen dalam bidang pelayaran. Kecolongan yang terjadi bisa dikatakan Human Error karena Soedarno lebih menggunakan perasaan dalam menjalankan usahanya seperti utang budi kepada temannya yang tanpa memikirkan konsekuensi, keserakahan terhadap market share tanpa memikirkan lagi berbagai aspek dan lain-lain. Apabila Samudra Indonesia menggunakan metode fokus dibisnis ini maka perusahaan Samudra Indonesia tidak akan mengalami perkembangan dan hanya akan tetap pada tingkatan segitu saja sehingga lama kelamaan Samudra Indonesia akan kalah bersaing dengan pesaingnya sehingga Samudra Indonesia lama kelamaan keuntungan yang didapat hanya akan sama lambat laun Samudra Indonesia akan merugi dan pada akhirnya akan bangkrut. Dengan melakukan ekspansi diharapkan dapat menutupi kecolongan yang selama ini terjadi.