P. 1
ASUHAN KEPERAWATAN alo

ASUHAN KEPERAWATAN alo

|Views: 713|Likes:
Dipublikasikan oleh Levy Lephok SsWw

More info:

Published by: Levy Lephok SsWw on May 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian 1. Biodata Pasien a. Nama b. Umur c. Jenis Kelamin d. Agama e. Suku/ Bangsa f. Alamat g. No Register h. Tanggal MRS i. Tanggal Pengkajian j. Diagnosa Medis : : : : : : : : : : 19 Maret 2012 ASHD (Arteri Sklerosis Heart Disease) Tn. M 46 tahun Laki-Laki Islam Jawa/Indonesia Malang, Jawa Timur 10981079

2. Keluhan Utama Klien mengatakan sesak.

3. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengatakan sesak dan nyeri dada sejak 1 bulan yang lalu. Sesak yang dirasakan klien bertambah berat saat dibuat aktivitas dan berkurang saat dibuat duduk dan istirahat. Klien selalu kontrol rutin ke poli jantung. Pada tanggal 19 Maret 2012 pukul 09.00 WIB klien kontrol rutin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

4. Riwayat Penyakit Masa Lalu Klien mengatakan pernah menderita penyakit hipertensi. Klien juga mengatakan tidak mempunyai penyakit menular seperti TBC, HIV, dll dan tidak operasi.

buah Makanan yang disukai : Semua makanan suka Makanan yang tidak disukai : Tidak ada Makanan pantang : Makanan yang mengandung kolesterol Nafsu makan : Normal 2) Pola Aktivitas Olah raga Jenis : Jalan kaki Frekuensi : tidak tentu Kegiatan di waktu luang : Berkumpul dengan keluarga .5.  Riwayat Intelektual Klien mengatakan kurang mengetahui tentang penyakit  Riwayat Spiritual Klien mengatakan menganut agama Islam dan selalu menjalankan ibadahnya. sayur. Intelektual dan Spiritual  Riwayat Psikologis Klien tampak cemas dan khawatir dengan apa yang dirasakan sekarang. tetapi ada yang mempunyai penyakit hipertensi yaitu ibu dari klien 6. Riwayat Kesehatan Keluarga Klien mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang mengalami penyakit yang sama dengan yang diderita klien saat ini. 7. Jika merasa sesak klien hanya bias istirahat agar sesak dan nyeri yang dirasakan berkurang atau hilang. Riwayat Psikologis. Pola Kebiasaan Sehari-hari 1) Pola Nutrisi           Frekwensi makan : 3 kali sehari Jenis makanan : Nasi. lauk. klien juga selalu berdoa untuk kesembuhan penyakit yang dirasakan.

8. dan bau khas feses. kesadaran compos mentis. klien tampak menahan sesak didadanya. 5) Pola Istirahat Tidur Klien mengatakan dirumah tidur malam mulai pukul 21. Saat sakit 1. BAB Klien mengatakan di RS belum BAB 2. BAB Klien mengatakan dirumah BAB 1x/hari dengan konsisten lembek. BAK Klien mengatakan belum BAK 4) Pola Kebersihan Diri Klien mengatakan mandi 3x/hari dengan sabun dan gosok gigi. Klien mengatakan tidak mengalami gangguan / kesulitan dalam tidurnya.00 sampai 04.30 dan tidur siang ± 3 jam.5 °C RR = 26 x/menit . Klien memegangi dadanya yang sesak. BAK Klien mengatakan BAK ± 4 – 5x/hari dengan konsisten warna kuning dan bau khas urine. b. keramas 2x/seminggu dan selalu ganti pakaian 2x sehari. 2.3) Pola Eliminasi Sebelum sakit 1. Tanda-tanda vital TD = 120/80 mmHg N S = 88 x/menit = 36. Keadaan Umum Klien tampak lemah. Pemeriksaan Fisik a. warna kuning.

i. Batuk (+). RR : 24x/menit. B6 : Tulang-Otot-Integumen Kemampuan pergerakan ekstrimitas baik. Turgor sedang. capilary refilling : Kurang dari 3 detik. B5 : Pencernaan.5. oliguri (+) g. S2 tunggal. B4 : Perkemihan. EKG 9. . Kolesterol total 3. kadang-kadang sore hari. warna kulit pucat. sputum :(+). Pemeriksaan Penunjang 1. tekanan darah 120/ 80 mmHg. Pupil isokor. tidak ada suara tambahan. Ronchi (+).5oC. sesak nafas (+).  Warna : Kuning kecoklatan  Konsistensi : Lembek h. d. reaksi cahaya +/+ f. B3 : Persarafan/Neurosensori GCS :4. hasil monitor EKG: irama sinus 75x/menit. Harapan Klien/ Keluarga Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa.Eliminasi Uri  Frekuensi : 4-5 x per hari  Warna  Bau : Kuning : Khas urin  Produksi urin : spontan. B2 : Kardiovaskuler/ Sirkulasi S1. nyeri saat inspirasi (+). B1 : Pernafasan Suara paru : whezing (-). Urinalisa 2. tidak ada plegi/parese. Rasa pusing : (+) e. suhu : 36.c.6.Eliminasi Alvi  Frekuensi : 1 x per hari  Waktu : Pagi hari.

KU : Cukup . Sesak yang efektif Etiologi Faktor resiko Penimbunan lemak pd pembuluh darah Terdapat plak.Batuk (+) .Ronchi (+) Pola nafas tidak efektif 2.Tampak menahan sakit pada dadanya .GCS : 4-5-6 TTV : T : 120/ 80 mmHg .KU : Cukup .5oC .M : 10981079 Masalah Pola nafas tidak sesak.ANALISA DATA Nama No Register : Tn.GCS : 4-5-6 .plak Penyempitan PD arteriosklerosis Aliran darah ke paru terhambat Suplai O2 meningkat Sesak G3 pemenuhan suplai O2 Data Penunjang 1.TTV : TD : 120/ 80 mmHg RR : 26X/menit S : 36. Data Subyektif : Klien mengatakan dirasakan klien bertambah berat saat dibuat aktivitas dan berkurang saat dibuat duduk dan istirahat Data Obyektif : .Kesadaran : Compos Mentis . Data Subyektif Klien mengatakan nyeri pada dadanya Data Obyektif .Skala nyeri 5 Gangguan rasa nyaman nyeri Suplai O2 ke Jantung menurun Metabolisme anaerob Asam laktat Merangsang indikator nyeri Nyeri .Kesadaran : Compos Mentis .

Data Obyektif : K/U Cukup Intoleransi O2 dlm perifer Fase konstruksi perifer Musculoskeletal Kelemahan fisik Intoleransi aktivitas Klien mengatakan jika sesak tidak dapat aktivitas . Data Subyektif : melakukan kegiatan sehari – hari seperti biasanya.3.5oC .TTV : TD : 120/ 80 mmHg RR : 26X/menit S : 36.

Resiko : Tn M : Tanggal Muncul efektif Tanggal Teratasi Diagnosa Keperawatan pola nafas dengan tidak berhubungan pengembangan paru tidak optimal.DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama No Register No 1. 2. 3. Intoleransi dengan aktivitas berhubungan perfusi perifer penurunan sekunder dari ketidakseimbangan antara suplai oksigen miokardium dengan kebutuhan. . kelebihan cairan diparu sekunder dari edema paru akut. Nyeri berhubungan dengan ketidak seimbangan darah dan oksigen dengan kebutuhan miokardium sekunder dari penurunan suplai darah ke miokardium.

.

. menampakan b. berat. mengungkapkan c. TT mempunyai .Sesak (-) dengan bunyi nafas normal . R : Mengurangi kerja pernafasan dan meningkatkan pertukaran gas.KU Cukup pertukaran gas yang adekuat . ≤ 100 dpin.RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Nama Pasien No.Perilaku eupnea. Register TGL NO 1 Pasien : Tn M : 10545556 TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI a. steroid). antipiretik . saturasi oksigen ≥ 95 %. Auskultasi RASIONAL R : Waspadai krekels.Ronchi(-) dan warna kulit normal. Bantu pasien dalam posisi fowler tinggi. Berikan CO2 sesuai untuk melakukan program beberapa aktivitas . indocin. PaO. R : Mewaspadai adanya hipoksemia (penurunan PaO2) dan hiperkapnia (peningkatan PaCO2) (agen nonsteroid : aspirin.pasien.individu. ≥ 80 mmHg PaCO2 < 45 mmHg kemampuan untuk memenuhi kebutuhan -Pasien mampu diri. yang menandakan kongesti cairan alveolar.

hiburan jantung. disritmia. S3 . jantung. punggung. TD. 4. takikardia. pernapasan sebelum dan -Memperlihatkan irama dan setelah aktivitas dan selama diperlukan. untuk menurunkan beban penurunan kerja jantung angina. 3. dispnea.2 Mengidentifikasi perilaku -Melaporkan/menunjukkan periode dan 1. frekuensi jantung stabil 2. terjadinya komplikasi misalnya : kenyamanan perubahan posisi. gosokkan GJK. Penurunan TD. memaksimalkan curah jantung. Pantau frekuensi/irama R : Membantu menentukan derajat dekompensasi jantung dan pulmonal. tamponade jantung. murmur. dan S4. Auskultasi bunyi jantung. Pertahankan tirah baring dalam posisi semi-Fowler. R : Menurunkan beban kerja jantung. R : Meningkatkan relaksasi dan Perhatikan tonus gallop jarak/muffled mengarahkan kembali perhatian. dan takipnea adalah indikatif dari kerusakan toleransi jantung terhadap aktivitas. dan aktivitas tolerransi dalam jantung. Berikan tindakan R : Memberikan deteksi dini dari misalnya . dan frekuensi disritmia.

4. mengevaluasi keefektifan upaya batuk klien 5.Mencari posisi yang nyaman 1. antibiotika.. kekentalan pengontrolan 3. Mendemontrasikan efektif. 2. teraupetik batuk pernapasan. - memudahkan kegunaan batuk yang efektif akan membantu mengembangkan pertukaran dan mengapa terdapat kepatuhan klien terhadap rencana penumpukan sekret di sal. Jelaskan klien tentang R/ Pengetahuan yang diharapkan setelah dilakukan fisio terapi nafas yang peningkatan udara. . - Menyatakan strategi untuk metode menurunkan sekresi.Ajarkan klien yang tentang tepat batuk.3 Bersihan jalan nafas efektif .Auskultasi paru sebelum R/ Pengkajian ini membantu dan sesudah klien batuk. R/ Batuk yang tidak terkontrol adalah melelahkan dan tidak efektif.Napas dalam dan perlahan R/ Memungkinkan ekspansi paru saat duduk setegak lebih luas mungkin.Kolaborasi dengan tim R/ Expextorant untuk kesehatan lain : Dengan memudahkan mengeluarkan dokter expectoran. : pemberian lendir dan menevaluasi perbaikan pemberian kondisi klien atas pengembangan konsul photo parunya. toraks. menyebabkan frustasi.

Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan khususnya yang akan menimbulkan ketidaknyamanan R/ Mengurangi rasa takut. peningkatan fisik dan .Bantu pasien senyaman mungkin dengan duduk fowler tinggi.4 Pasien mengkomunikasikan -Klien tampak rileks rasa takut dan kuatir dan -Klien tampak nyaman melaporkan kenyamanan psikologis. . dan cemas R/ Menghilangkan rasa nyeri .Berikan kesempatan pada R/ Bersikap yakin dan pasien dan orang terdekat mendukung. untuk mengekspresikan perasaan dan rasa takut. . .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->