Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN TOTAL HIP REPLACEMENT Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah

I Dosen Pembimbing: Atyanti Isworo

Oleh : TAUFIK HIDAYAT G1D008097 Kelas : A2

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2010

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati terlebih dahulu penulis mengucapkan segala puji bagi kebesaran Alloh SWT yang telah memberi kekuatan dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Asuhan Keperawatan Total Hip Replacement. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat beliau. Makalah ini diajukan kepada dosen pengampu mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah I untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah tersebut. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, saran, dukungan dan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, maka akan sangat sulit bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan makalah ini. Penulis tidak dapat memberikan apa-apa kecuali doa semoga Allah SWT membalas seluruh amal baik yang telah mereka berikan. Amin. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Hal ini semata-mata karena kekurangan dan keterbatasan yang penulis miliki. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan. Dan akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan seluruh pihak yang konsern dalam pendidikan keperawatan.

Purwokerto, 17 Desember 2010

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tulang panggul mencakup os koksa (yi, os ilium, os iskium, os pubis), os sakrum, dan os koksigeus. Tulang-tulang ini satu sama lain saling berhubungan. Pada bagian depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri yang disebut simfisis. Pada bagian belakang, terdapat artikulasio sakro-iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium. Pada bagian bawah, terdapat artikulasio sakrokoksigeal yang menghubungkan os sakrum dengan os koksigeus. Di luar kehamilan, artikulasio ini memungkinkan pergeseran sedikit, namun pada saat kehamilan dan persalinan, dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar. Secara fungsional, panggul terdiri atas 2 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak di atas linea terminalis disebut pula false pelvis. Pelvis minor adalah bagian pelvis yang terletak di bawah linea terminalis disebut pula true pelvis karena bagian ini mempunyai peranan penting dalam obstetrik dan harus dapat dikenal dan dinilai sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan dapat tidaknya bayi melewatinya. Bentuk pelvis minor ini menyerupai suatu saluran yang mempunyai sumbu melengkung ke depan (sumbu carus). Bidang atas saluran ini normal berbentuk hampir bulat disebut pintu atas panggul (pelvic inlet). Bidang bawah saluran ini merupakan suatu bidang seperti pintu atas panggul, namun terdiri atas dua bidang disebut pintu bawah panggul (pelvic outlet). Di antara kedua pintu ini terdapat ruang panggul (pelvic cavity). Ruang panggul mempunyai ukuran yang paling luas di bawah pintu atas panggul, namun menyempit di panggul tengah untuk kemudian menjadi lebih luas lagi sedikit. Penyempitan di panggul tengah ini disebabkan oleh adanya spina iskiadika yang kadangkadang menonjol ke dalam ruang panggul. Sumbu carus adalah garis yang menghubungkan titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata vera pada pintu atas panggul dengan titik-titik sejenis di Hodge II, III, dan IV. Begitu mendekati Hodge III, sumbu itu lurus, sejajar dengan sakrum yang selanjutnya melengkung ke depan sesuai dengan lengkungan sakrum.

Penggantian panggul total adalah penggantian panggul yang rusak berat dengan sebdi buatan. Indikasi pembedahan ini meliputi artritis (penyakit sendi degeneratif, artritis reomatoid), fraktur kolum femoris, kegagalan pembedahanrekontruksi sebelumnya (kerusakan prostesis, osteotomi, penggantian kaput femoris), dan masalah karena penyakit panggul kongenital. Tersedia berbagai prostesis panggul total. Kebanyakan tersusun atas komponen femoral logam yang dilapisi bagian atasnya dengan bola sferis yang berukuran tepat dengan soket asetabulum dari plastik. Ahli bedah memilihkan prostesis yang paling cocok dengan pasien, dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk struktur skelet dan tingkat aktivitas. Pasien biasanya berusia lebih dari 60 tahun dengan nyeri yang tak tertahankan atau kerusakan sendi pinggul ireversibel. Dengan perkembangan bahan prostesis dan teknik operasi yang makin baik, masa hidup prostesis dapat diperpanjang, pasien muda dengan kerusakan panggul berat yang sangat nyeri pun dapat menjalani penggantian panggul total. Dengan penggantian sendi, pengurangan nyeri yang sempurna dapat diperoleh 85% sampai 90% pasien. Pengembalian gerakan dan fungsi bergantung pada kondisi preoperatif jaringan lunak, reaksi jaringan lunak, dan kekuatan otot secara umum. Kegagalan awal pada penggantian sendi ada hubungannya dengan aktivitas yang sangat tinggi dan patologi sendi preoperatif.

B. Rumusan Masalah 1. Pengertian Total Hip Replacement 2. Prosedur sebelum dan setelah operasi 3. Indikasi Total Hip Replacement 4. Komplikasi Total Hip Replacement 5. Proses Rehabilitasi pada Total Hip Replacement 6. Pengkajian pada Total Hip Replacement 7. Askep pada Total Hip Replacement

C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian Total Hip Replacement. 2. Mengetahui prosedur sebelum dan sesudah operasi 3. Mengetahui indikasi Total Hip Replacement. 4. Mengetahui komplikasi dan penatalaksanaan pada Total Hip Replacement. 5. Mengetahui proses Rehabilitasi pada Total Hip Replacement. 6. Mengetahui pengkajian pada Total Hip Replacement. 7. Mengetahui Askep pada Total Hip Replacement.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Penggantian panggul atau artroplasti, adalah prosedur pembedahan yang selama itu sakit bagian pinggang bersama akan dihapus dan diganti dengan yang baru, bagianbagian buatan. Bagian-bagian buatan disebut protesa. Tujuan dari operasi penggantian pinggul adalah untuk meningkatkan mobilitas dengan menghilangkan rasa sakit dan memperbaiki fungsi dari sendi pinggul. Pasien yang memiliki sendi pinggul mengalami kesulitan dalam berjalan, atau mereka telah kekakuan sendi panggul dan rasa sakit di pangkal paha dan paha. Pasien yang memiliki radang sendi pinggul umumnya mengembangkan pincang. Itu adalah reaksi dari tubuh untuk meminimalkan gaya pada sendi yang sensitif. Pada tahap ini pasien harus mulai menggunakan tongkat atau alat bantu jalan untuk menghilangkan rasa sakit dari sendi pinggul. Pada akhir-akhir ini, total hip joint replacement sudah banyak dilakukan, dan

penggunanya atau pemakainya adalah orang dewasa yang berumur 20 tahun keatas, dengan cara operasi oleh dokter bedah tulang. Pengguna hanya orang dewasa yang sudah berumur 20 tahun ke atas, bukan untuk anak-anak ataupun orang yang berumur kurang dari 20 tahun, hal ini disebabkan karena pada anak-anak, walaupun terjadi patah tulang, tidak perlu melakukan tindakan operasi, tulang pada anak-anak akan tumbuh, dan akan kembali normal dengan sendirinya. Sedangkan pada orang dewasa harus dilakukan total hip joint replacement karena orang yang sudah berumur 20 tahun ke atas,pertumbuhan tulangnya sudah terhenti,sedangkan orang yang sudah tua sudah mengalami osteoporosis,dan pembuluh darahnya mudah mati, hingga tidak dapat memperbaiki kondisinya sendiri dan harus dilakukan tindakan. Osteoarthritis atau keausan sendi yang menyebabkan radang sendi pinggul. Perawatan konservatif seperti obat anti-radang, terapi fisik dan penggunaan tongkat pejalan yang mencoba untuk melihat apakah itu memberi bantuan dan perbaikan kondisi pasien. Jika pasien tidak menunjukkan perbaikan, maka operasi penggantian pinggul dianggap.

Hip replacement surgery menghilangkan berpenyakit melibatkan jaringan tulang dan tulang rawan dari sendi pinggul rematik. Bagian yang sehat pinggul yang tersisa utuh. Bagian atas tulang paha diangkat dan implan dipasang. Lalu bagian soket akan dihapus dan soket baru diletakkan pada tempatnya. Yang paling umum sendi panggul menggunakan logam dan plastik implan. Hal ini memungkinkan gerakan meluncur alami joint. B. Prosedur Prosedur operasi mengambil beberapa jam. Dokter bedah ortopedi Anda akan menghapus tulang rawan yang rusak dan tulang dan kemudian logam posisi baru, plastik, atau permukaan sendi keramik untuk mengembalikan keselarasan dan fungsi pinggul Anda. Banyak berbagai jenis desain dan bahan yang saat ini digunakan di sendi pinggul buatan. Semuanya terdiri dari dua komponen dasar: komponen bola (terbuat dari logam yang kuat sangat dipoles atau bahan keramik) dan komponen soket (secangkir tahan lama terbuat dari plastik, keramik atau logam, yang mungkin memiliki kulit logam luar). Semen bedah khusus dapat digunakan untuk mengisi kesenjangan antara protesa dan sisa tulang alami untuk mengamankan sendi buatan. Sebuah prostesis noncemented juga telah dikembangkan dan digunakan paling sering pada yang lebih muda, pasien lebih aktif dengan tulang yang kuat. prostesis mungkin dilapisi dengan logam bertekstur atau zat tulang seperti khusus, yang memungkinkan tulang untuk tumbuh menjadi protesa. Kombinasi bola disemen dan soket noncemented dapat digunakan. Dokter bedah ortopedi Anda akan memilih jenis prosthesis yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Setelah operasi, Anda akan dipindahkan ke ruang pemulihan di mana Anda akan tetap selama 1 hingga 2 jam saat pemulihan dari anestesi dimonitor. Setelah anda bangun sepenuhnya, anda akan dibawa ke kamar rumah sakit. Penggantian Hip Invasif Minimal Jumlah Selama beberapa tahun terakhir, ahli bedah ortopedi telah mengembangkan teknik baru pembedahan invasif minimal untuk memasukkan implan penggantian pinggul total melalui sayatan kecil. Diharapkan, tetapi belum terbukti, bahwa hal ini memungkinkan untuk lebih cepat, pemulihan kurang menyakitkan dan kembali lebih cepat ke kegiatan normal. Minimal sayatan operasi pinggul invasif dan kecil penggantian total area yang berkembang pesat. Meskipun teknik tertentu telah terbukti aman, yang lain mungkin terkait dengan peningkatan risiko komplikasi, seperti cedera saraf dan arteri, masalah penyembuhan luka, infeksi, fraktur femur, dan malposition dari implan,

yang dapat berkontribusi memakai prematur , dislokasi, dan melonggarnya penggantian pinggul Anda. Pasien yang telah ditandai kelainan dari sendi, orang-orang yang berat atau berotot, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan lain yang dapat berkontribusi terhadap masalah penyembuhan luka tampaknya lebih berisiko masalah. Dokter bedah ortopedi Anda dapat berbicara kepada Anda tentang pengalaman nya dengan operasi penggantian pinggul invasif minimal dan kemungkinan resiko dan manfaat. Para AAOS dan American Association of Hip dan Bedah Lutut telah mengembangkan informasi untuk pasien tentang minimal invasif operasi penggantian pinggul. Anda biasanya akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari. Setelah operasi, Anda akan merasa sakit di pinggul Anda. Nyeri obat akan diberikan untuk membuat Anda senyaman mungkin. Untuk menghindari kemacetan paru-paru setelah operasi, Anda akan diminta untuk bernafas dalam dan batuk sering. Untuk melindungi pinggul Anda selama pemulihan awal, belat posisi, seperti bantal berbentuk V ditempatkan di antara kaki Anda, dapat digunakan. Berjalan dan Lampu aktivitas penting untuk pemulihan Anda dan akan mulai hari atau hari setelah operasi Anda. Kebanyakan pasien yang menjalani penggantian panggul total mulai berdiri dan berjalan dengan bantuan dukungan berjalan dan ahli terapi fisik hari setelah operasi.

C. Indikasi Penggantian total pinggul dilakukan paling umum karena arthritis parah yang

progresif pada sendi pinggul. Tipe yang paling umum dari arthritis yang menjurus pada penggantian total pinggul adalah arthritis degeneratif (osteoarthritis) dari sendi pinggul. Tipe arthritis ini umumnya terlihat dengan sendi pinggul yang menua, kelainan sejak kelahiran, atau trauma sebelumnya pada sendi pinggul. Kondisi-kondisi lain yang menjurus pada penggantian total pinggul termasuk patah-patah tulang dari sendi pinggul, rheumatoid arthritis, dan kematian (aseptic necrosis) dari tulang pinggul. Necrosis tulang pinggul dapat disebabkan oleh patah tulang dari pinggul, obat-obat (seperti alkohol atau prednisone dan prednisolone), penyakit-penyakit (seperti systemic lupus erythematosus), dan kondisi-kondisi (seperti transplantasi ginjal). Nyeri kronis hebat yang progresif bersama dengan perburukan dari fungsi harian yang termasuk berjalan, menaiki tangga-tangga, dan bahkan bangun dari posisi duduk, akhirnya menjadi sebab-sebab untuk mempertimbangkan penggantian total pinggul. Penggantian umumnya dipertimbangkan setelah nyeri menjadi begitu parah sehingga ia

menghalangi fungsi yang normal meskipun dengan penggunaan obat-obat anti peradangan dan/atau nyeri. Penggantian total sendi pinggul adalah prosedur memilih, yang berarti bahwa ia adalah opsi (pilihan) yang dipilih diantara alternatif-alternatif lain. Ia adalah keputusan yang dibuat dengan pengertian dari risiko-risiko dan manfaatmanfaat yang berpotensi. Pengertian yang menyeluruh dari keduanya prosedur dan hasil yang diantisipasi adalah bagian yang penting dari proses membuat keputusan.

D. Komplikasi Tingkat komplikasi setelah operasi penggantian pinggul rendah. komplikasi serius, seperti infeksi sendi, terjadi pada kurang dari 2% pasien. komplikasi medis utama, seperti serangan jantung atau stroke, bahkan terjadi lebih jarang. Namun, penyakit kronis dapat meningkatkan potensi komplikasi. Meskipun jarang, ketika terjadi komplikasi mereka dapat memperpanjang atau membatasi sembuh total. gumpalan darah di pembuluh darah di kaki atau panggul adalah komplikasi paling umum dari operasi penggantian pinggul. Dokter bedah ortopedi Anda mungkin akan meresepkan satu atau lebih tindakan untuk mencegah penggumpalan darah dari terbentuk di vena kaki Anda atau, jika mereka bentuk, langkah-langkah untuk mencegah mereka dari menjadi gejala. Langkah-langkah ini dapat mencakup selang dukungan khusus, penutup kaki karet, latihan pompa kaki, dan pengencer darah. Kaki-panjang ketidaksetaraan dapat terjadi atau mungkin menjadi atau tampak lebih buruk setelah penggantian pinggul. Dokter bedah ortopedi Anda akan melakukan ini dan mempertimbangkan, selain isu lain, termasuk stabilitas dan biomekanik pinggul. Beberapa pasien mungkin merasa lebih nyaman dengan sepatu angkat setelah operasi. komplikasi lain seperti dislokasi, saraf dan cedera pembuluh darah, perdarahan, fraktur, dan kekakuan dapat terjadi. Dalam sejumlah kecil pasien, rasa sakit dapat melanjutkan atau sakit baru dapat terjadi setelah operasi.

E. Rehabilitasi Keberhasilan operasi Anda akan tergantung dalam ukuran besar pada seberapa baik Anda mengikuti petunjuk dokter bedah ortopedi Anda tentang perawatan rumah selama beberapa minggu pertama setelah operasi. Perawatan Luka Anda akan memiliki jahitan atau staples berjalan bersama luka Anda atau jahitan di bawah kulit Anda. Jahitan atau staples akan dihapus sekitar 2 minggu setelah operasi. Menghindari luka basah sampai telah tuntas disegel dan dikeringkan. pembalut mungkin ditempatkan di atas luka untuk

mencegah iritasi dari stoking pakaian atau dukungan. Beberapa hilangnya nafsu makan adalah umum selama beberapa minggu setelah operasi. Diet seimbang, seringkali dengan sebuah suplemen zat besi, adalah penting untuk mempromosikan penyembuhan jaringan yang tepat dan memulihkan kekuatan otot. Pastikan untuk minum banyak cairan. Kegiatan Latihan adalah komponen penting dari perawatan rumah, terutama selama beberapa minggu pertama setelah operasi. Anda harus dapat melanjutkan aktivitas ringan yang paling normal dari kehidupan sehari-hari dalam waktu 3 sampai 6 minggu setelah operasi. Beberapa ketidaknyamanan dengan aktivitas dan pada malam hari adalah umum selama beberapa minggu.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian Klien Total Hip Replacement : Sementara penggantian pinggul dapat menawarkan bantuan lengkap dari semua rasa sakit dan ketidaknyamanan, seseorang harus menyadari bahwa itu adalah operasi besar. Oleh karena itu, ada pasti akan masalah pasca-operasi dan seseorang harus siap untuk mereka. Implan kegagalan - Ini adalah karena keausan sendi panggul dan mungkin menjadi longgar. Sebagian besar operasi pinggul 20 tahun terakhir pada rata-rata, tapi beberapa selama 10 tahun terakhir saja. Untuk anak-anak ini akan menjadi masalah. Mereka akan harus pergi untuk operasi penggantian lain. Penggantian pinggul revisi adalah operasi yang lebih rumit. Itulah salah satu alasan mengapa ahli bedah joint replacement surgery penundaan sebanyak mungkin. Hip dislokasi - Hal ini terjadi terutama karena orang membuat pinggul lebih kecil dibanding normal. Karena ini bola dapat keluar dari soket. Hal ini biasanya terjadi hanya pada posisi tertentu seperti menarik lutut ke dada. Kadang-kadang dapat disebabkan oleh reaksi tubuh kepada orang yang dibuat bersama. Hal ini dapat menimbulkan pembengkakan. Sel-sel tubuh juga bisa makan jauh menyebabkan sebagian bersama untuk menjadi longgar. Hal ini mungkin juga memerlukan operasi lebih lanjut untuk penggantian sendi. Gumpalan darah - Darah gumpalan di pembuluh darah besar dari kaki dan panggul yang sangat umum. Untuk mengurus masalah ini, pasien diletakkan pada thinning darah akan dilanjutkan selama beberapa minggu setelah operasi penggantian pinggul. Pasien ini dibuat untuk memakai stoking kompresi untuk mempertahankan sirkulasi darah di kaki. Jika gumpalan darah berkembang, ia dapat bergerak ke paru-paru di mana dapat berakibat fatal. Dalam kasus seperti dosis yang lebih tinggi dari obat menipis darah dapat digunakan. Infeksi - Infeksi pada penggantian panggul dapat menyebabkan komplikasi dan bahkan mungkin penghapusan memerlukan implan. Untuk mengurangi risiko

infeksi, pasien disarankan untuk minum antibiotik setiap kali ia menjalani prosedur invasif seperti perawatan gigi atau colonoscopies. Pengkajian Klien Total Hip Replacement :

1.

Identitas Klien : Nama, jenis kelamin, umur, alamat, agama, bahasa yang dipakai, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, asuransi, golongan darah, no. register, tanggal MRS, diagnosa medis.

2.

Keluhan Utama : rasa nyeri, nyeri tersebut bisa akut atau kronik tergantung dan lamanya serangan.

3.

Riwayat Penyakit Sekarang Pengumpulan data yang dilakukan untuk menentukan sebab dari penggantian panggul total, yang nantinya membantu dalam membuat rencana tindakan terhadap klien. Ini bisa berupa kronologi terjadinya penyakit tersebut sehingga nantinya bisa ditentukan kekuatan yang terjadi dan bagian tubuh mana yang terkena. Selain itu, dengan mengetahui mekanisme terjadinya kecelakaan bisa diketahui luka kecelakaan yang lain.

4.

Riwayat Penyakit Dahulu Penyakit-penyakit tertentu seperti kanker tulang dan penyakit pagets yang menyebabkan fraktur patologis yang sering sulit untuk menyambung. Selain itu, penyakit diabetes dengan luka di kaki sangat beresiko terjadinya osteomyelitis akut maupun kronik dan juga diabetes menghambat proses penyembuhan tulang.

5.

Riwayat Penyakit Keluarga Penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit tulang merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya fraktur sehingga diperlukan penggantian panggul total, seperti diabetes, osteoporosis yang sering terjadi pada beberapa keturunan, dan kanker tulang yang cenderung diturunkan secara genetik (Ignatavicius, Donna D, 1995).

6.

Riwayat Psikososial Merupakan respons emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya dan peran klien dalam keluarga dan masyarakat serta respon atau pengaruhnya dalam kehidupan sehari-harinya baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat (Ignatavicius, Donna D, 1995).

7.

Pola-Pola Fungsi Kesehatan :

8. -

Pola Persepsi dan Tata Laksana Hidup Sehat Pola Nutrisi dan Metabolisme Pola Eliminasi Pola Tidur dan Istirahat Pola Aktivitas Pola Hubungan dan Peran Pola Persepsi dan Konsep Diri Pola Sensori dan Kognitif Pola Reproduksi Seksual Pola Penanggulangan Stress Pola Tata Nilai dan Keyakinan Pemeriksaan fisik : Gambaran Umum Keadaan Lokal Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Radiologi : sinar rontgen (x-ray), Tomografi, Myelografi, Arthrografi dan Computed Tomografi-Scanning Pemeriksaan Laboratorium

9.

Analisa data : Data yang telah dikumpulkan kemudian dikelompokkan dan dianalisa untuk menemukan masalah kesehatan klien. Untuk mengelompokkannya dibagi menjadi dua data yaitu, data sujektif dan data objektif, dan kemudian ditentukan masalah keperawatan yang timbul.

B. Askep Total Hip Replacement Diagnosa yang muncul pada pasien dengan rekonstruksi berdasarkan rumusan diagnosa keperawatan menurut NANDA (2006) antara lain : Pre Operasi 1. 2. 3. 4. Ansietas berhubungan dengan prosedur penggantian panggul total. Kurang pengetahuan berhubungan dengan prosedur penggantian panggul total. Nyeri berhubungan dengan penggantian sendi panggul total Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan.

Post Operasi 1. Kerusakan mobilitas berhubungan dengan keharusan tirah baring setelah penggantian sendi pinggul. 2. 3. Kerusakan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kehilangan integritas struktur tulang Potensial kerusakan penatalaksanaan kesehatan di rumah yang berhubungan dengan penggantian sendi pinggul total. 4. Masalah Kolaborasi; hemoragi, penurunan neorovaskuler, dislokasi prostesis, trombosis vena profunda, infeksi yang berkaitan dengan pembedahan.

Pre Operasi Diagnosa 1 : Ansietas berhubungan dengan prosedur penggantian panggul total. NOC : - Anxiety Control - Aggression Control - Coping - Impulse Control Kriteria hasil : 1. 2. Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas Mengidentifikasi, mengungkapkan, dan menunjukkan teknik untuk mengontrol cemas 3. 4. Vital sign (TD, nadi, respirasi) dalam batas normal Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan tingkat aktivitas menunjukkan berkurangnya kecemasan. 5. 6. Menunjukkan peningkatan konsenrtasi dan akurasi dalam berpikir Menunjukkan peningkatan fokus eksternal :

NIC 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Gunakan pendekatan yang menenangkan Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur Pahami prespektif pasien terhdap situasi stres Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis Dorong keluarga untuk menemani anak Lakukan back / neck rub

9.

Dengarkan dengan penuh perhatian

10. Identifikasi tingkat kecemasan 11. Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan 12. Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi 13. Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi 14. Berikan obat untuk mengurangi kecemasan.

Diagnosa 2 : Kurang pengetahuan berhubungan dengan prosedur penggantian panggul total. NOC : - Knowledge : Desease Process - Knowlwdge : Health Behavior - Knowledge : Infection Control Kriteria Hasil : 1. Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit, kondisi, prognosis, dan program pengobatan 2. 3. Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan dengan benar Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/ tim kesehatan. NIC 1. :

Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik

2.

Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.

3.

Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat

4. 5. 6. 7. 8.

Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat Identifikasi kemungkinan penyebab, dengna cara yang tepat Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat Hindari jaminan yang kosong Sediakan bagi keluarga atau SO informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat

9.

Sediakan informasi tentang pengukuran diagnostik yang tersedia, dengan tepat.

10. Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit

11. Diskusikan pilihan terapi atau penanganan 12. Gambarkan rasional rekomendasi manajemen terapi/penanganan 13. Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan 14. Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat 15. Rujuk pasien pada grup atau agensi di komunitas lokal, dengan cara yang tepat 16. Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat

Diagnosa 3 : Nyeri berhubungan dengan penggantian sendi panggul total Sasaran : peredaan nyeri

Kriteria hasil : 1. 2. 3. 4. 5. Pasien menjelaskan tentang ketidaknyamanannya Mengekspresikan rasa percaya diri dalam usaha mengontrol nyeri Mengungkapkan adanya pengurangan nyeri Nampak nyaman dan santai Menggunakan upaya fisik, psikologis dan farmakologis untuk mengurangi ketidaknyamanan. Intervensi 1. 2. 3. :

Kaji pasien mengenal adanya nyeri Minta pasien menerangkan ketidaknyamanan Pahami adanya nyeri; menginformasikan kepada pasien macam-macam analgetik dan relaksan otot yang tersedia

4.

Gunakan teknik modifikasi nyeri: - Menggunakan analgetik - Mengubah posisi dalam batas yang diperbolehkan - Memodifikasi lingkungan - Memberitahu dokter bedah bila perlu

5.

Mengevaluasi dan mencatat ketidaknyamanan dan kefektifan teknik memodifikasi nyeri.

Diagnosa 4 : Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan. NOC : - Level Nyeri - Kontrol Nyeri Kriteria Hasil : 1. Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan) 2. 3. 4. 5. Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri) Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang Tanda vital dalam rentang normal

NIC: Manajemen nyeri 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi 2. 3. 4. 5. 6. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau 7. 8. Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan 9. Kurangi faktor presipitasi nyeri

10. Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non farmakologi dan inter personal).

Post Operasi Diagnosa 1 : Kerusakan mobilitas berhubungan dengan keharusan tirah baring setelah penggantian sendi pinggul. Sasaran : mencapai sendi panggul yang bebas nyeri, fungsional, stabil

Kriteria hasil : 1. Posisi yang dianjurkan tetap dipertahankan

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Pasien membantu saat perubahan posisi Memperlihatkan kemandirian saat pemindahan Berlatih setiap jam Berpartisipasi dalam program ambulasi progresif Aktif berpartisipasi dalam program latihan Mempergunakan alat bantu ambulasi dengan benar dan aman.

Intervensi : 1. 2. 3. 4. Pertahankan posisi sendi pinggul yang benar (abduksi, rotasi, netral, fleksi terbatas). Intruksikan dan membantu perubahan posisi dan perpindahan. Instruksikan dan berikan pengawasan latihan pengesetan kuadrisep dan gluteal. Dalam berkonsultasi dengan ahli fisioterapi, instruksikan dan berkan pengawasan ambulasi progresif yang aman dalam batasan pembebanan berat badan yang diperbolehkan. 5. 6. Berikan semangat dan dukungan terhadap program latihan. Instruksikan dan berikan pengawasan penggunaan alat bantu ambulasi yang aman.

Diagnosa 2 : Kerusakan Mobilitas Fisik berhubungan dengan kehilangan integritas struktur tulang. NOC : - Ambulation : Walking - Mobility Level - Self Care : activities of Daily Living (ADLs) Kriteria hasil : 1. 2. Dapat mempertahankan dan meningkatkan kekuatan dan fungsi tubuh. Pasien menunjukkan perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas. :

NIC

(Terapi Aktivitas : Ambulasi) 1. 2. Monitoring vital sign sebelm/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan. Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan. 3. 4. 5. 6. 7. Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cedera. Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi. Kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi. Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan. Dampingi dan Bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps.

8. 9.

Berikan alat Bantu jika klien memerlukan. Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan.

(Self Care : activities of Daily Living (ADLs) 1. Monitor kemempuan klien untuk perawatan diri yang mandiri. 2. Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantu untuk kebersihan diri, berpakaian, berhias, toileting dan makan. 3. Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh untuk melakukan self-care. 4. Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang normal sesuai kemampuan yang dimiliki. 5. Dorong untuk melakukan secara mandiri, tapi beri bantuan ketika klien tidak mampu melakukannya. 6. Ajarkan klien/ keluarga untuk mendorong kemandirian, untuk memberikan bantuan hanya jika pasien tidak mampu untuk melakukannya. 7. Berikan aktivitas rutin sehari- hari sesuai kemampuan. 8. Pertimbangkan usia klien jika mendorong pelaksanaan aktivitas sehari-hari.

Diagnosa 3 : Potensial kerusakan penatalaksanaan kesehatan di rumah yang berhubungan dengan penggantian sendi pinggul total. Sasaran : merawat diri sendiri di rumah

Kriteria hasil : 1. 2. Rumah dapat dicapai oleh pasien saat pemulangan. Pasien nampak santai dan mengembangkan strategi untuk menghadapi masalah yang telaah teridentifikasi. 3. 4. Tersedia bantuan personal. Pasien memperlihatkan kemampuan memberikan bantuan yang diperlukan dalam batasan terapeutik. 5. 6. Mematuhi program perawatan di rumah. Tetap menepati perjanjian perawatan kesehatan tindak lanjut.

Intervensi : 1. 2. Kaji lingkungan rumah untuk perencanaan pulang Dorong pasien mengekspresikan kekhawatirannya mengenai perawatan di rumah; eksplorasi bersama kemungkinan pemecahan masalah. 3. 4. Kaji ketersediaan bantuan fisik untuk aktivitas perawatan kesehatan. Ajarkan pemberi perawatan tentang program perawatan kesehatan di rumah.

5.

Beri instruksi kepada pasien mengenai perawatan pascahospitalisasi; - Pembatasan aktivitas (menghindari stres karena prostesis) - Memperkuat instruksi latihan. - Penggunaan alat bantu ambulasi yang aman. - Perawatan luka. - Tindakan untuk mempercepat penyembuhan. - Obat, bila ada. - Masalah potensial. - Lanjutan pengawasan dan penatalaksanaan perawatan kesehatan.

Diagnosa 4 : Masalah Kolaborasi; hemoragi, penurunan neorovaskuler, dislokasi prostesis, trombosis vena profunda, infeksi yang berkaitan dengan pembedahan. Sasarn : tidak ada komplikasi

Kriteria hasil : 1. Jumlah drinase berkurang 2. Kadar hematologik dalam batas normal 3. Kemampuan motoris normal 4. Tidak ada paresis atau paralisis 5. Prostesis tidak mengalami dislokasi 6. Tanda Homan negatif 7. Tidak terdapat kerusakan kulit 8. 9. TTV normal 10. Ketidaknyamanan minimal, tanpa hematoma. Intervensi : (hemoragi) 1. Pantau TTV, amati bila ada syok 2. Catat jumlah dan sifat drainase 3. Beritahu dokter bedah bila pasien mengalami syok atau perdarahan dan persiapkan pemberian cairan, terapi komponen darah, dan obat. 4. Catat kadar hemoglobin dan hematokrit. (gangguan neuvaskuler) 1. Kaji ekstrimitas yang sakit mengenai warna dan suhunya

2. Kaji jari kaki mengenai respon pengisian kapiler 3. Kaji adaya nyeri yang dalam, berdenyut dan tak tertahankan 4. Kaji adanya nyeri pada fleksi pasif kaki 5. Kaji mengenai sensasi dan kebas 6. Kaji kemampuan menggerakan kaki dan jari kaki (dislokasi prostesis) 1. Posisi pasien sesuai ketentuan 2. Gunakan bidai abduktor atau bantai untuk menjaga posisi dan menyangga ekstrimitas 3. Hindari fleksi akut pinggul 4. Hindari menyilangkan tungkai 5. Kaji adanya dislokasi prostesis 6. Beritahu ddokter bedah mengenai kemungkinan adanya dislokasi. (trombosis vena profunda) 1. Gunakan stoking elastik atau alat penekan sukensial sesuai ketentuan 2. Lepaskan stoking 2 kali sehari untuk perawatan kulit 3. Kaji nadi poplitea, dorsalis pedis, dan tibialis posterior 4. Kaji suhu kulit tungkai 5. Kaji tanda Homan tiap 8 jam 6. Ubah posisi dan tingkatkan aktivitas sesuai ketentuan 7. Pantau suhu tubuh. (infeksi luka) 1. Pantau TTV 2. Gunakan teknik aseptik saat mengganti balut dan pengosongan kantung drainase 3. Kaji penampilan dan sifat drainase 4. Kaji keluhan nyeri 5. Berikan antibiotik profilaksis sesuai resep, dan lakukan observasi adanya efek samping.

PENUTUP

A. Kesimpulan 1. Penggantian panggul atau artroplasti, adalah prosedur pembedahan yang selama itu sakit bagian pinggang bersama akan dihapus dan diganti dengan yang baru, bagian-bagian buatan. 2. Prosedur operasi mengambil beberapa jam. Dokter bedah ortopedi Anda akan menghapus tulang rawan yang rusak dan tulang dan kemudian logam posisi baru, plastik, atau permukaan sendi keramik untuk mengembalikan keselarasan dan fungsi pinggul Anda. 3. Indikasi pembedahan penggantian panggul totals meliputi arthritis (penyakit sendi degeneratif, arthritis reumatoid), fraktur kolum femoris, kegagalan pembedahan rekonstruksi sebelumnnya (kerusakan prostesis, osteotomi, penggantian kaput femoris), dan masalah karena penyakit panggul kongenital. 4. Komplikasi potensial khusus berkaitan dengan penggantian panggul total meliputi dislokasi prostesis panggul, cairan luka yang berlebihan, tromboembolisme, dan infeksi. 5. Pengkajian pasien dengan rekonstruksi panggul total meliputi identitas klien, keluhan utama, riwayat Penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat psikososial, pola-pola fungsi kesehatan dan pemeriksaan fisik 6. Asuhan Keperawatan rekonstruksi panggul total mencul pada pre dan post operasi. Konsep Asuhan Keperawatan Sebelum operasi dilakukan klien perlu dipersiapkan secara fisik maupun psikis, disamping itu juga klien perlu diberikan pengetahuan tentang peristiwa yang akan dialami setelah dioperasi dan diberikan latihan-latihan fisik (pernafasan dalam, gerakan kaki dan duduk) untuk digunakan dalam periode post operatif. Hal ini penting oleh karena banyak klien merasa cemas atau khawatir bila akan dioperasi dan juga terhadap penerimaan anastesi.

B. Saran 1. Penanganan penggantian panggul total harus disesuaikan dengan indikasi yang dialami oleh pasien supaya tepat dalam terapi ataupun proses penyembuhan. 2. Terapi fisik sangat penting dalam hasil keseluruhan dari segala operasi penggantian sendi. Tujuan-tujuan dari terapi fisik adalah untuk mencegah contractures, memperbaiki pendidikan pasien, dan menguatkan otot-otot sekitar sendi pinggul melalui latihan-latihanyang terkontrol. 3. Perawat memberikan informasi terkait penyakit yang diderita pasien dan perkembangan pasien supaya keluarga mengetahui kesehatan pasien secara terbuka.

DAFTAR PUSTAKA

http://hidayat2.wordpress.com/2009/05/12/askep-osteoporosis/(jumat 26 november 2010) Johnson, Marion, dkk. 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC). USA: Mosby. McCloskey, Joanne C. and Gloria M. Bulechek. 1996. Nursing Intervention Classification (NIC). USA: Mosby. NANDA.2005.Nursing Diagnoses: Definition and classifications 2005-2006. Philadelphia: NANDA International. http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00377 Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, Edisi 8, Volume 3. Jakarta : EGC. http:// scumdoctor.com