Anda di halaman 1dari 13

I Nengah Arto_K_4207040 BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pengetahuan dan Keterampilan desa khususnya, sangat perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar sebagai masyarakat dan sekaligus sebagai tulang punggung bagi bangsa dan Negara ini dapat meningkatkan kualitas daripada Sumber Daya Manusia di Indonesia sesuai dengan kemajuan jaman20/06/08. Dalam rangka menghadapi kemjuan jaman dan era globalisasi ini masyarakat Indonesia diharuskan dapat meningkatkan taraf hidup dan prilakunya sehibngga ikut mendukung kekuatan bersaing bangsa kita dengan Negara-negara maju. Untuk mendukung hal tersebut masyarakat tersebut perlu mendapat dukungan agar senantiasa mampu bertindak produktif, konstruktif dan bersifat terbuka terhadap inovasi yang bermafaat bagi diri senriri. Sebagai Negara agraris Indonesia masih memiliki lahan yang sangat luas untuk dikembangkan sebagai usaha pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu cabang usaha yang berhubungan sangat erat dengan kehidupan. Tanpa adanya pertanian kehidupan suatu bangsa masih diragukan kesejahtraannya. Usaha Pertanian di Indonesia memiliki peluang sangat cerah dan strategis untuk dikembangkan. Selain sebagai Negara agraris, Indonesia juga merupakan salah satu Negara yang berbentuk kepulauan. Hampir 18.000 pulau lebih yang ada di Indonesia dikelilingi oleh lautan yang sangat indah. Indonesia memiliki panjag laut kurang lebih 81.000 km, dimana kondisi ini masih belum dioptimalkan secara maksimal. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia juga sangat berpeluang untuk dikembangkan usaha perikanan. Perikanan secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi 3 menurut habitatnya antara lain yaitu Perikanan Air Tawar, Perikanan Air Payau dan Periaknan air Laut. Usaha Perikanan tidak hanya terbatas pada perikanan budidaya namun juga perikanan khusus ikan hias. Budiadaya ikan hias di Indonesia hanya digolongkan menjadi 2 janis yaitu Budidaya Ikan Hias Air Tawar dan Budidaya Ikan Hias Air Laut. Tetapi usaha Budidaya Ikan hias air laut di Indonesia belum bisa dibudidayakan hanya sebatas penagkaran. Sedangkan budidaya ikan Hias Air Tawar sudah bisa dimanipulasi dengan baik. Sesuai dengan namanya Budidaya ikan hias dilakukan dengan tujuan untuk digunakan sebagai hiasan disamping hal tersebut juga bermanfaat sebagai penghibur 1 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 masyarakat penggemarnya di kala merasa lelah dan memerlukan waktu istirahat. Pemenuhan kebutuhan ikan hias sebagai induk untuk dibudidayakan dapat diproleh secara menangkap dari alam secara langsuang dan juga membudidayakannya sendiri. Pasaran ikan hias tidak hanya dapat berbau pada sektopr peradagangan dalam negeri tetapi juga dapat menembus perdagangan international atau Mancanegara. Beberapa contoh ikan hias air tawar yang sangat digemari dalam dunia pasaran antara lain sebagai berikut : 1. Angel fish 2. Discus 3. Komet 4. Barbus dan lain-lainya Dalam melakukan kegiatan praktikum tentang pemijahan ikan hias ini ikan yang dipilih adalah ikan jenis komet. Ikan jenis komet ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang tergolong ikan jenis cyprinidae, pemilihan jenis ikan hias ini dengan alas an adalah agar dapat mengaplikasikan ilmu tentang penijahan ikan hias dan disamping itu juga untuk pemijahan ikan komet ini relative mudah dilaksanankan. Ikan komet memiliki bentuk tubuh yang sangat indah dan warna tubuh yang menarik bagi para penggemar.

1.2 Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan usaha budidaya ikin hias antara lain : 1. Untuk memenuhi kebutuhan akan ikan hias bagi para penggemar ikan hias di pasar 2. Untuk mengtahui tehknik-tehknik dalam melakukan usaha budidaya ikan hias 3. Untuk memanpulasi kebutuhan ikan yang harus dipenuhi selama melakukan pemijahan 4. Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan pemijaha ikan hias khususnya ikan hias air tawar 5. Untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara teori agar ssuai dengan harapan yang diinginkan yaitu berupa hasil yang memuaskan. 6. Agar Mahasiswa dapat mengetahui perbedaan induk jantan dan betina yang nantinya akan dipijahkan untuk endapatkan hasil yang baik.

2 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 1.3 Manfaat Manfaat yang diperoleh setelah melakukan pemijahan ikan hias antar lain sebagai berikut : 1. Dapat mengetahui teknik pembenihan ikan hias khususnya komet 2. Dapat mengetahui bagaimana cara memilih induk ikan hias yang baik

dijadikan sebagai induk yang baik dan membedakanya antara jantan dan betina 3. Dapat menerakan ilmu yang diperoleh secara teori dilapangan secara lansung

3 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Kingdom Phylum Class Order Family Genus Species Subspecies : Animalia : Chordata : Actinopterygii : Cypriniformes : Cyprinidae : Carassius : C. auratus : Cauratus. auratus/C. a. gibelio

Gambar Ikan Komet 2.2 Morfologi Ikan komet merupakan jenis ikan hias air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan golongan cyprinidae sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan ini mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan komet yang terdapat di Indonesia merupakan ikan yang dibawa dari CinaAdapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi,

Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta Crucian Carp (Carassius Carassius); Gold Fish (Carassius Auratus). Bagian kepala tanpa sisik, seluruh tubuh dipenuhi sisik agak besar. Penyebarannya merata di daratan Asia juga Eropa sebagian Amerika Utara dan Australia. Pembudidayaan ikan ini di Indonesia banyak ditemui di Jawa dan Sumatra dalam bentuk empang, Habitat aslinya yang di alam meliputi sungai berarus tenang sampai sedang dan di area dangkal danau. Perairan yang disukai tentunya yang banyak menyediakan 4 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 pakan alaminya. Ceruk atau area kecil yang terdalam pada suatu dasar perairan adalah tempat yang sangat ideal untuknya. Bagian-bagian sungai yang terlindungi rindangmya pepohonan dan tepi sungai dimana terdapat runtuhan pohon yang tumbang dapat menjadi tempat favoritnya. Ikan komet berkembang biak dengan bertelur, masa kawinnya pada daerah tropis pada saat awal musim hujan. Ikan komet betina biasanya bertelur di dekat tumbuhan di dalam air di perairan dangkal yang tembus sinar matahari, telur-telur tersebut kemudian menempel pada akar tanaman air yang lembut. Pakan alaminya meliputi tumbuhan air, lumut, cacing, dan organisma lainnya yang ada di perairan. Dia akan membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian menyedot makanannya seperti alat penghisap. Terkadang mengaduk-aduk dasar air dengan mulut dan badannya sehingga menimbulkan bayang kecoklatan pada perairan. Ikan komet termasuk dalam genus cyprinidae

5 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040

BAB III METRODOLOGI

3.1 Metode Pengumpulan Data 1. Observasi : pengamatan langsung dari usaha budidaya ikan hias komet 2. Konservasi : Melakukan praktikum secara lansung dengan memijahkan ikan hias komet dan mengumpulkan data-datanya sebagaio bahan laporan 3. Literatur : Dengan menggunakan berbagai macam literature yang ada dan mengutipnya dan mengambil inti sarinya serta membandingkannya dengan hasil yang sesungguhnya terjadi di lapangan.

3.2 Metode Praktikum 3.2.1 Waktu dan Tempat Dalam melakukan praktikum tentang pembenihan ikan hias komet dilakukan waktu dan tempat pelaksanaan seperti dibawah ini

Waktu Hari Tanggal Tampat

: Pukul 10.50 WIB sampai selesai : Kamis : 12 Juni 2008 : Hatchery Departemen Budidaya Perairan di Kampus Vedca

3.2.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan praktikum ini antra lain sebagai betrikut :

Alat Baskom Aquarium (60x40x40) cm Aerasi

Bahan Induk ikan komet 1 ekor betina dan 2 ekor jantan Air bersih Sabun

6 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 Batu aerasi Seser Selang sipon Selang Air Enceng gondok Methelene Blue

3.2.3 Prosedur Kerja Alur Kegiatan

Persiapan Alat dan Bahan

Pengisisan air pada akuarium

Sterilisasi Substrat

Seleksi Induk
Seleksi Induk

Timbang induk yang telah dipilih

Pemasukan induk ke dalam akuarium (Pemijahan)

Pengamatan

Pengontrolan kualitas air 7 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040

Langkah kerja dalam melakukan praktikum tentan pembenihan ikan komet adalah sebagai berikut : 1. Siapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan ubntuk melakukan praktikum seperti baskom, seser, akuariumm aerasi dan peralatan yang lainnya 2. Isilah akuarium dengan air bersih setinggi 30 cm kemudian pasang aerasi yang baik 3. Seterilisasi substrat yang akan digunakan sebagai substrat atau tempat menempelnya telur ikan komet 4. Seleksi / Pilihlah induk yang telah matang gonad sesuai dengan kreteria induk ikan hias komet yang baik 5. Setelah induk terpilih maka selanjutnya lakukanlah pemijahan ikan hias tersebut dengan cara mencampurkannya pada satu tempat selama 2-3 hari dan selam pemijahan tersebut aerasi dihidupkan terus menerus 6. Amati tingkah laku pemijahan ikan tersebut selama melakukan pemijahan waktu pemijahannya.

3.2.4 Analisa Data

Analisa Data yang digunakan dalam melakukan praktikum ini antara lain (Selisih berat total berat feces) x 100 % Fekunditas = Berat rata-rata telur

Berat total telur yang ditimbang x Berat Telur = Jumlah telur yang ditimbang

(Jumlah telur total jumlah telur yang busuk) x 100 % HR =

8 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 Jumlah telur total

Jumlah larva yang hidup x100% SR = Jumlah telur yang menetas

jumlah telur yang mejnetas jumlah telur yang hidup x 100% Mortalitas = Jumlah telur yang menetas

9 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Berdasarkan hasil praktikkum yang diperoleh selama melakukan kegiatan budidaya ikan komet ysng dilsksanakan di hatchery Departemen Perikanan Dan Kelautan Vedca Cianjur adapun hasilnya adalah sebagai berikut : 1. Jumlah ikan komet yang digunakan adalah sebanyak 3 ekor yang tediri dari 1 ekor betina dan 2 ekor jantan dengan berat adalah jantan I = 47,22 gram, jantan II = 42,81 gram, betina = 57, 44 gram. 2. Berat induk setelah dipijahkan adalah jantan I = 47,07 jantan II = 42,01 gram dan berat betina adalah = 52,02 gram 3. Parameter kualitas air yang tejadi di Hatchrey Departeman Perikanan dan Kelautan adalah berkisar antara lain sebagai berikut Suhu = 270 C 310 C pH DO = 6 75 = 3 5,5 ppm

4. Fekunditas yang dihasilkan oleh induk betina tersebut adalah sebanyak 5420 butir telur 5. Sesuai dengan perhitungan HR = 90,51 % atau sejumlah 4906 ekor 6. Mengalami kehidupan (SR) = 67,35 % atau sebanyak 3304 ekor 7. Mortalitas = 32,65 % atau sejumlah 1602 ekor

Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil praktikkum yang diperoleh selama melakukan kegiatan budidaya ikan komet ysng dilsksanakan di hatchery Departemen Perikanan Dan Kelautan Vedca Cianjur adapun hasilnya adalah sebagai berikut : 8. Jumlah ikan komet yang digunakan adalah sebanyak 3 ekor yang tediri dari 1 ekor betina dan 2 ekor jantan dengan berat adalah jantan I = 47,22 gram, jantan II = 42,81 gram, betina = 57, 44 gram. 9. Berat induk setelah dipijahkan adalah jantan I = 47,07 jantan II = 42,01 gram dan berat betina adalah = 52,02 gram

10 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 10. Parameter kualitas air yang tejadi di Hatchrey Departeman Perikanan dan Kelautan adalah berkisar antara lain sebagai berikut Suhu = 270 C 310 C pH DO = 6 75 = 3 5,5 ppm

11. Fekunditas yang dihasilkan oleh induk betina tersebut adalah sebanyak 5420 butir telur 12. Sesuai dengan perhitungan HR = 90,51 % atau sejumlah 4906 ekor 13. Mengalami kehidupan (SR) = 67,35 % atau sebanyak 3304 ekor 14. Mortalitas = 32,65 % atau sejumlah 1602 ekor

(Selisih berat total berat feces) x 100 % Fekunditas = Berat rata-rata telur

= 5420 1084 mg 0,8 mg/butir = 5420 butir Jumlah telur yang busuk atau mati adalah sebanyak 514 butir, jadi sesuai dengan perhitungan dibawah ini didapatkan hasil Hatching Rate (HR) sebanyak 90,51 %.

(Jumlah telur total jumlah telur yang busuk) x 100 % HR = Jumlah telur total = (5420 514 ) x 100 % 5420 = 4906 x 100% 5420 = 90,51 %

11 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040

Jumlah larva yang hidup x100% SR = Jumlah telur yang menetas

= 3304 x 100% 4906 = 67, 34 % jumlah telur yang menetas jumlah telur yang hidup x 100% Mortalitas = Jumlah telur yang menetas

= (4906 - 3304) x 100% 4906 = 1602 x 100% 4906 = 32,65 % Faktor yang sangat menentukan juga dalam pembenihan ikan hias antara lain factor kualitas air. Pada akuarium tempat pemijahan ikan komet yang telah dilakukan kualitas airnya sangat mendukung namun masih mangalami tingklat mortalitas yang tergolong tinggi karena disebabkan oleh kesalahan penanganan dalam merawat larva terutama dalam melakukan penyiponan yang terlalu keras sehinga menyebabkan larva ikan tersebut menjadi stress dan akhirnya mati.

12 Laporan praktikkum budidaya ikan komet

I Nengah Arto_K_4207040 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa salah satu ikan hias yang memiliki warna yang indah adalah ikan komet. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1:2 yaitu 1 berina dan 2 jantan sudah termasuk perbandingan yang cukup efektif apabila melakukan pemijahan ikan komet Fekunditas yang dihasilkan oleh ikan tergantung besarnya bobot ikan yang dipijahkan.

Dengan berat 57,44 gram dapat menghasilkann fekunditas sebanyak 5420 butir telur.dari hasil praktikum menunjukan bahwa derajat penetasan yang terjasi pada saat praktikkum suadah sangat baik tetapi derajat kehidupannya masih tergolong rendah. Terjadinya mortalitas yang cukup tinggi disebabkan oleh kesalahan penanganan dalam parawatan larva. Penanganan yang baik sangat mutlak diperlukan dalam merawat larva karena larva sangat rawan tehadap penganganan yang kasar.

5.2 Saran 1. Untuk praktikkum selanjutnya disarankan untuk melakukan kegiatan praktikum tentang budidaya ikan hias memperhatikan waktu dan tempat agar mahasiswa dapat melakukan kegiatan secara utuh dari awal sampai akhir dan praktikumpun lebih komplit dilakukan oleh mahasiswa. 2. Untuk memperoleh data yang lebih valid disarankan untuk dilalakukan penelitian lebih lanjut.

13 Laporan praktikkum budidaya ikan komet