Anda di halaman 1dari 30

CASE

MIOMA UTERI

PEMBIMBING:

dr. SUWIGNYO Sp.OG


DISUSUN OLEH: EUGENIUS FLAVANTO (030.04.071)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KETILENG PERIODE 9 APRIL 16 JUNI 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

KATA PENGANTAR Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan petunjukNya, kami akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul case MIOMA UTERI. Kasus ini di buat dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik di bagian ilmu Penyakit kebidanan dan kandungan RSUD Ketileng. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada para konsulen, khususnya dr. Suwignyo Sp.OG yang telah memberikan bimbingan pada kami sehingga kami dapat menyeleaikan tugas ini dengan baik. Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih memiliki banyak kekurangan serta kesalahan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Kami berharap semoga kasus ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam bidang anestesi khususnya dan bidang kedokteran pada umumnya.

Semarang, 22 Mei 2012.

Penulis

KASUS PASIEN OBSTETRI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KETILENG

Nama Mahasiswa NIM Dokter Pembimbing

: Eugenius F. : 030.04.071 : dr. Suwignyo Sp.OG

I. IDENTITAS PASIEN Nama lengkap Jenis kelamin Umur Suku bangsa Status perkawinan Agama Pekerjaan Pendidikan Terakhir Alamat Tanggal masuk RS II. ANAMNESIS Diambil dari autoanamnesis, tanggal 19/05/2012 , Jam 12.15 WIB
3

: Ny. R : Perempuan : 43 Tahun : Jawa : Menikah : Islam : Ibu rumah tangga : tidak lulus SD : Pedurungan : 16/5/2012

Keluhan Utama: Menstruasi tidak berhenti sejak dua minggu yang lalu

Keluhan Tambahan: Pinggang belakang pegal, sesak nafas

Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke RSUD Ketileng dengan keluhan menstruasi yang tidak berhenti sejak dua minggu sebelum masuk rumah sakit. Pada saat menstruasi keluar darah segar beserta berongkolannya sebanyak kurang tiga pembalut per hari disertai nyeri di perut kiri bawah. Nyeri dirasakan semakin lama semakin bertambah, seperti ditusuktusuk, senut-senutan, hilang timbul, dirasakan menjalar sampai ke punggung belakang dan nyeri bertambah hebat saat menstruasi yang membuat pasien tidak bisa tidur pada malam hari. Pasien merasakan badannya panas dingin saat datangnya nyeri disertai nyeri ulu hati dan sesak nafas namun tidak mual atau pun muntah. Pasien mempunyai sakit maag sejak muda. Sebelumnya sudah pernah sakit seperti ini dan gejalanya hilang dengan obatobatan dari puskesmas. Pasien di diagnosa mioma uteri 1 tahun yang lalu. Tidak ada nyeri tenggorokan, batuk pilek maupun nyeri kepala. Buang air kecil pasien normal tetapi pasien sudah 3 hari tidak buang air besar.

Riwayat Haid Menarche Siklus Lama : 12 tahun : 28 hari : 7 hari


4

HPHT : 15 - 4 - 2012

Riwayat Perkawinan Menikah 1x,usia 19 tahun, usia perkawinan 26 tahun.

Riwayat Obstetri P3A0 I. II. III. 1989/bidan/aterm/spontan/bidan/laki-laki/3,5 kg/sehat 1996/bidan/aterm/spontan/bidan/laki-laki/4,0 kg/sehat 2000/bidan/aterm/spontan/bidan/perempuan/3,0 kg/sehat

Riwayat KB Pasien tidak pernah menggunakan KB atau alat kontrasepsi apa pun.

Riwayat Penyakit Dahulu DM Hipertensi Penyakit jantung Alergi Asma Hemorroid : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga DM Hipertensi Penyakit jantung Alergi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal
5

Asma

: disangkal

Riwayat Gynekologi Pasien di diagnosa Mioma Uteri pada tahun 2011 oleh dokter spesialis kandungan

Riwayat Operasi Pasien mengaku belum pernah menjalani operasi sebelumnya

III. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Tinggi Badan Berat Badan Keadaan gizi IMT Kesadaran Udema umum Mobilitas ( aktif / pasif ) Tanda-tanda Vital Tekanan Darah Nadi Suhu Pernafasaan : 140/90 mmHg : 96x/mnt : 36,5oC : 20 x/menit
6

: Tampak sakit ringan : Compos Mentis : 156 cm : 85 kg : Obesitas : 85 kg/ (1,56m)2 = 34,9 % : Compos mentis : tidak ditemukan : aktif

Status generalis: Kepala Mata : normosefali. : pupil isokor, konjungtiva anemis +/+, sklera ikterik -/-, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tidak langsung +/+. Telinga Hidung Mulut Leher : normotia, sekret -/-,serumen -/: normotia, tidak ada septum deviasi, sekret -/: tidak sianosis, uvula di tengah, faring tidak hiperemis, lidah kotor : KGB tidak teraba, tidak teraba benjolan pada leher. JVP 5+3 cmH20. Axilla Payudara : KGB tidak membesar : simetris kanan-kiri, areola mammae tidak retraksi, tidak teraba massa Tanda radang -/-, nyeri tekan -/Thorax Jantung : deformitas (-), pergerakan dada simetris, vocal fremitus simetris. : Batas jantung sulit ditentukan. Bunyi jantung I/II reguler, tidak ada murmur atau gallop. Paru Abdomen : suara napas vesikuler(+ /+), rhonki (-/-), wheezing (-/-). : supel cembung, teraba massa 10 cm, bising usus (+) normal, nyeri tekan pada regio Epigastrium (+) dan iliaca sinistra (+) Ekstremitas : akral hangat +/+, oedem -/-.

Status Gynekologi: Pemeriksaan vaginal toucher Fluor/fluxus V.U.V : -/+ : dalam batas normal
7

Ostium Uteri Externum Portio

: menutup : sebesar jempol tangan, permukaan licin, kenyal, tidak rapuh, nyeri goyang (-)

Corpus Uteri Adnexa parametrium Cavum Douglas

: sebesar telor bebek : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

IV. Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan laboratorium 16 Mei 2012 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI LENGKAP Hemoglobin Jumlah hematokrit Jumlah leukosit Jumlah trombosit Masa perdarahan Masa pembekuan KIMIA KLINIK Glukosa Sewaktu Ureum Creatinin SGOT SGPT 106 20,4 0,6 25 50 mg/dl mg/dl mg/dl u/L u/L <180 15-43 0,6-1,5 0-34 0-40 10,7 40 9,7 218 02min 08 min g/dl % ribu/l ribu/l 13-16 40-48 5-10 150-400 Hasil Satuan Nilai Normal

2. Pemeriksaan USG : kesan mioma uteri dan kista ovarii sinistra 3. Hasil pemeriksaan Lab imuno-Serologi : HBsAG : negatif
8

V. RINGKASAN Pasien datang ke RSUD Ketileng dengan keluhan menstruasi yang tidak berhenti sejak dua minggu sebelum masuk rumah sakit, keluar darah segar beserta berongkolannya sebanyak kurang tiga pembalut per hari disertai nyeri di perut kiri bawah. Nyeri

dirasakan menjalar sampai ke punggung belakang dan nyeri bertambah menstruasi.

hebat saat

Pada pemeriksaan fisik didapatkan IMT=34,9 %, tekanan darah 140/90mmHg, konjungtiva mata anemis, teraba massa 10 cm, nyeri tekan pada regio Epigastrium (+) dan iliaca sinistra (+). Pada pemeriksaan lab darah Hb= 10,7 gr/dL. Pada pemeriksaan USG mendapatkan kesan Mioma uteri dan Kista ovarii sinistra Pada pemeriksaan vaginal toucher, fluxus (+), Corpus Uteri bebek. sebesar telur

VI. DIAGNOSA KERJA P3A0 U43th Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas

VII. PERENCANAAN 1. Perencanaan Diagnostik USG, MRI 2. Rencana Terapi a. Terapi medisinal Monitor KU, TTV, PPV Bed Rest Infus RL Inj. Ceftriaxone 2x1 gr Inj. Ibuprofen 3x1 amp Amlodipin 1x10mg
9

b. terapi operatif Miomektomi Histerektomi

VIII. PROGNOSIS 1. 2. 3. Ad vitam: dubia ad bonam Ad functionam: dubia ad bonam Ad sanatiam : bonam

IX. FOLLOW UP 1. 16 Mei 2013 T: 140/90mmHg S: 36,5 N: 96x/m R: 20x/m

Keluhan: Nyeri perut, sesak nafas R. haid: M : 12 tahun S : 28 hari L : 7 hari R. perkawinan: 1x/19th/26th R. obstetri: P3A0 I. II. III. RPD: RPK: R. Gynekologi: Mioma Uteri (2011) R. KB: St. Internus: KU/Kes : tampak sakit sedang/CM
10

HPHT : 15 - 4 - 2012

1989/bidan/aterm/spontan/bidan/laki-laki/3,5 kg/sehat 1996/bidan/aterm/spontan/bidan/laki-laki/4,0 kg/sehat 2000/bidan/aterm/spontan/bidan/perempuan/3,0 kg/sehat

Mata Thorax Abdomen

: CA +/+ SI-/: C/P dbN : supel, teraba massa 10cm, nyeri tekan epigastrium (+) dan regio iliaca sinistra

Ekstremitas : odem -/-, akral dingin -/BAB/BAK : +/+

St. Gynekologi: Fluor/fluxus V.U.V Ostium Uteri Externum Portio Corpus Uteri Adnexa parametrium Cavum Douglas Ass: P3A0 U43th Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas : -/+ : dalam batas normal : menutup : sebesar jempol tangan, permukaan licin, kenyal, tidak rapuh, nyeri goyang (-) : sebesar telor bebek : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

2. 17 Mei 2012 T: 110/70mmHg S: 36,5 N: 76x/m R: 20x/m

Keluhan: sakit pinggang belakang St. Internus: KU/Kes Mata Thorax Abdomen : tampak sakit sedang/CM : CA +/+ SI-/: C/P dbN : supel, teraba massa 10cm, nyeri tekan epigastrium (+) dan regio iliaca sinistra
11

Ekstremitas : odem -/-, akral dingin -/BAB/BAK : +/+ St. Gynekologi: Fluor/fluxus V.U.V Ostium Uteri Externum Portio Corpus Uteri Adnexa parametrium Cavum Douglas Ass: P3A0 U43th Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas : -/+ : dalam batas normal : menutup : sebesar jempol tangan, permukaan licin, kenyal, tidak rapuh, nyeri goyang (-) : sebesar telor bebek : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

3. 18 Mei 2012 T: 130/90mmHg S: 36,5 N: 88x/m R: 20x/m

Keluhan: sakit pinggang belakang St. Internus: KU/Kes Mata Thorax Abdomen : tampak sakit sedang/CM : CA +/+ SI-/: C/P dbN : supel, teraba massa 10cm, nyeri tekan epigastrium (+) dan regio iliaca sinistra Ekstremitas : odem -/-, akral dingin -/BAB/BAK : +/+ St. Gynekologi: Fluor/fluxus V.U.V : -/+ : dalam batas normal
12

Ostium Uteri Externum Portio Corpus Uteri Adnexa parametrium Cavum Douglas Ass: P3A0 U43th

: menutup : sebesar jempol tangan, permukaan licin, kenyal, tidak rapuh, nyeri goyang (-) : sebesar telor bebek : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas

4. 19 Mei 2012 T: 130/80mmHg S: 36,5 N: 84x/m R: 20x/m

Keluhan: sakit pinggang belakang St. Internus: KU/Kes Mata Thorax Abdomen : tampak sakit sedang/CM : CA +/+ SI-/: C/P dbN : supel, teraba massa 10cm, nyeri tekan epigastrium (+) dan regio iliaca sinistra Ekstremitas : odem -/-, akral dingin -/BAB/BAK : +/+ St. Gynekologi: Fluor/fluxus V.U.V Ostium Uteri Externum Portio Corpus Uteri Adnexa parametrium Cavum Douglas : -/+ : dalam batas normal : menutup : sebesar jempol tangan, permukaan licin, kenyal, tidak rapuh, nyeri goyang (-) : sebesar telor bebek : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan
13

Ass: P3A0 U43th Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas

5. 20 Mei 2012 T: 100/80mmHg S: 36,5 Keluhan: St. Internus: KU/Kes Mata Thorax Abdomen : tampak sakit sedang/CM : CA +/+ SI-/: C/P dbN : supel, teraba massa 10cm, nyeri tekan epigastrium (+) dan regio iliaca sinistra Ekstremitas : odem -/-, akral dingin -/BAB/BAK : +/+ St. Gynekologi: Fluor/fluxus V.U.V Ostium Uteri Externum Portio Corpus Uteri Adnexa parametrium Cavum Douglas Ass: P3A0 U43th Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas
14

N: 96x/m R: 20x/m

: -/+ : dalam batas normal : menutup : sebesar jempol tangan, permukaan licin, kenyal, tidak rapuh, nyeri goyang (-) : sebesar telor bebek : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

6. 21 Mei 2012 T: 140/90mmHg S: 36,5 Keluhan: St. Internus: KU/Kes Mata Thorax Abdomen : tampak sakit sedang/CM : CA +/+ SI-/: C/P dbN : terbalut perban, nyeri tekan (+), darah pus (-) N: 96x/m R: 20x/m

Ekstremitas : odem -/-, akral dingin -/BAB/BAK : -/+ St. Gynekologi: Corpus Uteri PPV BAB Ass: P3A0 U43th Post op. Salpingo ooforektomi dan Histerektomi Subtotalis a.i Mioma uteri, kista ovarii Hipertensi grade 1 Obesitas : sebesar telor bebek :+ :-

15

Tinjauan Pustaka

1. MIOMA UTERI
PENDAHULUAN Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos, jaringan pengkat fibroid dan kolagen. Mioma uteri merupakan tumor pelvis yang terbanyak pada organ reproduksi wanita. Kejadian mioma uteri sebesar 20-40% pada wanita yang berusia lebih dari 35 tahun dan sering menimbulkan gejala klinis berupa menorrhagia dan Disenorea. Selain itu mioma juga dapat menimbulkan kompresi pada traktus urinarius, sehingga dapat menimbulkan gangguann berkemih maupun tidak dapat menahan berkemih. Penatalaksaan mioma dapat dilakukan dengan pemberian obatobatan (medisinal) maupun secara operatif. Pemberian GnRH analog merupakan terapi medisinal yang bertujuan untuk mengurangi gejala perdarahan yang terjadi dan untuk mengurangi ukuran mioma. Penatalaksanaan operatif terhadap gejala-gejala yang timbul atau adanya pembesaran massa mioma adalah Histerektomi. Di Amerika serikat diperkirakan 600.000 Histerektomi dilakukan tiap tahunnya. Dengan semakin berkembangnya teknologi kedokteran, tindakan operatif pada mioma uteri dapat dilakukan dengan bantuan alat Laparoskopi maupun Histeroskopi.

DEFINISI Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos, jaringan pengikat fibroid dan kolagen. Beberapa istilah untuk mioma uteri antara lain fibromioma, miofibroma leomiofibroma, fibrolaeomioma, fibroma dan fibroid.

ETIOLOGI Mioma uteri berasal dari sel otot polos miometrium,menurut teori onkogenik maka patogenesa mioma uteri dibagi menjadi 2 faktor yaitu inisiator dan promotor. Faktor-faktor yang menginisiasi pertumbuhan mioma uteri masih belum diketahui dengan pasti. Dari penelitian menggunakan glucose-6-phospatase dyhidrogenase diketahui bahwah mioma berasal dari jaringan yang uniseluler. Transformasi neoplastik dari miometrium menjadi mioma melibatkan mutasi somatikdari miometrium normal dan

16

interaksi kompleks dari hormon steroid, sex dan growth factor local. Mutasi somatik ini merupakan peristiwa awal dalam proses pertumbuhan tumor. Tidak didapat bukti bahwa hormon estrogen berperan sebagai penyebab mioma, namun diketahui estrogen berpengaruh dalam pertumbuhan mioma. Mioma terdiri dari reseptor estrogen dengan konsentrasi yang lebih tinggi dibanding dari miometrium sekitarnya namun konsentrasinya lebih rendah dibanding endometrium. Hormon progesteron meningkatkan aktfitas miotik mioma pada wanita muda namun mekanisme dan faktor pertumbuhan yang terlibat tidak diketahiu secara pasti. Progesteron memungkinkan pembesaran tumor dengan cara down-regulation apoptosis dari tumor. Estrogen berperan dalam pembesaran tumor dengan meningkatkan produksi matrix ekstra seluler.

PATOLOGI Mioma uteri umumnya bersifat multipel, berlobus yang tidak teratur maupun bentuk sferis. Mioma uteri biasanya berbatas jelasdengan miometrium sekitarnya, sehingga pada tindakan enukleasi mioma dapat dilepaskan dengan mudah darimiometruim sekitarnya. Pada pemeriksaan makroskopis dari potongan transversal berwarna lebih pucat dibanding miometrium disekelilingnya,halus berbentuk lingkaran, dan biasanya lebih keras dari jaringan sekitarnya, dan terdapat pseudocasule. Mioma dapat tumbuh disetiap bagian dari dinding uterus. Mioma intramural adalah mioma yang terdapat di dalam dinging uterus. Mioma submukosum merupakan mioma yang terdapat pada sisi dalam dari cavum uteri dan terdapat dibawah endometrium. Mioma subserous adalah mioma yang terletak di permukaan serosa dari uterusdan mungkin akan menonjol keluar dari miometrium. Mioma subserous tidak jarangbertangkai dan menjadi mioma geburt. Bila mioma subserous tumbuh ke arah lateral danmeluar diantara 2 lapisanperitoneal dari ligamentum larum akan menjadi mioma inrta ligamenter.

17

GEJALA KLINIS Tanda dan gejala mioma uteri hanyaterjadi pada 35-50% pasien. Gejala yang disebabkan oleh mioma uteritergantung pada lokasi, ukuran dan jumlah mioma. Gejala dan tanda yang paling serig adalah : 1. Perdarahan uterus yang abnormal. Perdarahan uterus yang abnormal merupakan gejala klinis yang paling sering terjadi dan paling penting. Gejala ini terjadi pada30% pasien dengan mioma uteri. Wanita dengan mioma uteri mungkin akan mengalami siklus haid teratur yag maupun tidak teratur. Menorrhagia dan atau mertorhagia serng terjadi pada penderita mioma uteri. Perdarahan abnormal ini dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Pada suatu penelitian yang mengevaluasi wanita dengan mioma uteri dengan atau tanpa perdarahan abnormal, didapat data bahwa wanita dengan perdarahan abnormal secara bermakna menderita mioma inramural (58% banding 13%) dan mioma sumukosum (21% bandng 1%) dibanding dengan wanita penserita mioma uteri yang asimtomatik. Patofisiologi perdarahan uterus yang abnormal yang berhubungan dengan mioma uteri masih belum diketahui dengan pasti. Beberapa penelitian menerangkan bahwa adanya disregulasi dari beberapa faktorpertumbuhan dan reseptor-reseptor yang mempunyai efek langsung pada fungsi vaskuler dan angiogenesis. Perugahan-perubahan inienyebabkan kelainan vaskularisasi akibatdisregulasi struktur vaskuler di dalam uterus.
18

MEKANISME PERDARAHAN ABNORMAL PADA MIOMA UTERI 1. peningkatan ukuran permukaan endometrium 2. peningkatan vaskularisasi aliran vaskuler ke uterus 3. gangguan kontraktilitas uterus 4. ulserasi endometrium pada mioma submukosum 5.kompresi pada plexus venosus di dalam miometrium

2. Nyeri panggul Mioma uteri dapat menimbulkan nyeri panggul yang disebabkan oleh karena degenerasi akibat oklusi vaskuler, infeksi, torsi dari mioma yang bertangkai maupun akibat kontraksi miometrium yang disebabkan oleh mioma subserosum. Tumor yang besar dapat mengisi rongga pelvik dan menekan bagian tulang pelvik yang dapat menekan saraf sehingga menyebabkan rasa nyeri yang mnyebar ke bagian punggung dan ekstremitas posterior. 3. Penekanan Ada mioma uteri yang besar dapat menimbulkan penekanan terhadap organ sekitar. Penekana mioma uteri dapat menyebabkan angguan berkemih, defekasi maupun dispareuni. Tumor yang besar juga dapat menekan pembuluh darah vena pada pelvik sehingga menyebabkan kongesti dan menimbulkan edema pada ekstremitas posterior. 4. Disfungsi reproduksi Hubungan antara mioma uteri sebagai penyebab infertilitas masih belum jelas. Dilaporkan sebesar 27-40% wanita dengan mioma uteri mengalami infertilitas. Mioma yang terletak di daerah kornu dapat menyebabkan sumbatan dan gangguan transportasi gamet dan embrio akibat terjadinya oklusi tuba bilaeral. Mioma uteri dapat mnyebabkan gangguan kontraksi ritmik uterus yag sebenarnya diperlukan untuk motilitas sperma di dalam uterus. Perubahan bentuk cavum uteri karena adanya mioma dapat mnyebabkan disfungsi reproduksi. Gangguan implantasi embrio dapat terjadi pada keberadaan mioma akibat histologi endomerium dimana terjadi atrofi karena kompresi massa tumor.

19

MEKANISME GANGGUAN FUNGSI REPRODUKSI DENGAN MIOMA UTERI 1.ganguan transportasi gamet dan embrio 2. pengurangan kemampuan bagi pertumbuhan uterus 3. perubahan aliran darah vaskuler 4. perubahan histologi endometrium

DIAGNOSIS Hampir kebanyakan mioma uteri dapat didiagnosa melalui pemeriksaan bimanual rutin maupun dari palpasi abdomen bila ukuran mioma yang besar. Diagnosa semakin jelas bila pada pemeriksaan bimanual diraba permukaan uterus yang berbenjol akibat penonjolan massa maupun adanya pembesaran uterus. Pemeriksaan USG pelvik dan MRI dapat mendeteksi mioma uteri.

1. Pada pemeriksaan fisik, mioma uteri dapat ditemukan melalui pemeriksaan ginekologi rutin. Diagnosis mioma uteri dicurigai bila dijumpai gangguan kontur uterus oleh satu atau lebih massa yang lebih licin, tetapi sering sulit untuk memastikan bahwa massa seperti ini adalah bagian dari uterus.

2. Pemeriksaan penunjang Ultrasonografi (USG), Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal bermanfaat dalam menetapkan adanya mioma uteri. Ultrasonografi transvaginal terutama lebih bermanfaat untuk mendeteksi kelainain pada rahim, termasuk mioma uteri. Uterus yang besar lebih baik diobservasi melalui ultrasonografi transabdominal. Mioma uteri dapat menampilkan gambaran secara khas yang mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun pembesaran uterus. Sehingga sangatlah tepat untuk digunnakan dalam monitoring (pemantauan) perkembangan mioma uteri. berikut contoh gambar USGnya.

20

Hiteroskopi, Dengan pemeriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa, jika tumornya kecil serta bertangkai. Pemeriksaan ini dapat berfungsi sebagai alat untuk penegakkan diagnosis dan sekaligus untuk pengobatan karena dapat diangkat.
21

MRI (Magnetic Resonance Imaging), Akurat dalam menggambarkan jumlah, ukuran, dan lokasi mioma tetapi jarang diperlukan karena keterbatasan ekonomi dan sumber daya. MRI dapat menjadi alternatif ultrasonografi pada kasus-kasus yang tidak dapat disimpulkan.

PENATALAKSANAAN Secara umum penatalaksaan mioma uteri dibagi atas 2 metode : 1. Terapi medisinal (Hormonal) Saat ini pemakaian GnRH agonis memberikan hasil untuk memperbaiki gejalagejala klinis yang ditimbulkan oleh mioma uteri. Pemberian GnRH agonis bertujuan untuk megurangi ukuran mioma dengan jalan mengurangi produksi estrogen dari ovarium. Dari suatu penelitian multisenter didapati data pada pemberianGnRH agonis selama 6 bulan pada pasien dengan mioma uteri didapati adanya pngurangan volume mioma sebesar 44%. Efek maksimal pemberian GnRH agonis baru terlihat setelah 3 bulan. Pada 3 bulan berikutnya tidak terjadi pengurangan volume mioma secara bermakna. Pemberian GnR agonis sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan mengurangi vaskularisasi pada tumor sehingga akan memudahkan tindakan pembedahan.terapi hormonal lainnya seperti kontrasepsi oral dan preparan progesteron akan mengurangi gejala perdarahan uterus yang abnormal namun tidak dapat mengurangi ukuran mioma. 2. Terapi pembedahan Terapi pembedahan pada miomauteri dilakukan terhadap mioma yang menimbulkan gejala. Menurut Amarican College of Obstetricians and Gynecologst (ACOG) dan American Society for Reproductive Medicine (ASRM), indikasi pembedahan pada pasien mioma uteri adalah : 1. perdarahan uterus yang tidak respn dengan terapi konservatif 2. sangkaan adanya keganaasan 3. pertumbuhan mioma pada masa menopouse 4. infertilitas karena gangguan pada cavum uteri maupun adanya oklusi tuba 5, nyeri dan penekanan yang sangant mengganggu 6. gangguan berkemih maupun obstruksi traktus urinarius 7. anemia akibat perdarahan
22

Tindakan pembedahan yang dilakukan adalah miomektomi dan histerektomi. a. Miomektomi miomektomi sering dilakukan pada wanita yang msih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya. Dewasa ini ada beberapa pliha tindakan untuk melakukan miomektomi, berdasarkan ukuran dan lokasi dari mioma.Tindakan miomektomi dapat dilakukan dengan laparotomi histeroskopi maupun dengan laparoskopi. pada laparotomi dilakukan insisi pada dinding abdomen untuk mengangka mioma dari uterus. Keunggulan malakukan miomektomi adalah lapangan pandang operasi yang lebih luas sehingga penanganan terhadap perdarahan yang mungkin timbul pada pembedahan miomektomi dapat ditangani dengan segera. Namun pada miomektomi secara laparatomiresiko terjadi perengketan lebih besar, sehingga akan mempengaruhi faktor fertilitas pada pasien. Disamping itu masa penyembuhan paska operasi juga lebih lama sekitar 4-6 minggu. Pada miomektomi secara histeroskopi dilakukan terhadap mioma submukosum yang terletak pada cavum uteri. Keunggulan teknik ini adalah masa penyembuhan paska operasi dalam 2 hari. Komplikasi operasi yang serius jarang terjadi namun dapat timbul perlukaan pada dinding uterus, ketidakseimbangan elektrolit dan perdarahan. Miomektomi juga dapat dilakukan dengan menggunakan laparoskopi. Mioma yang bertangkai dapat diangkat dengan mudah secara laparoskopi. Resiko yang terjadi pada pembedahan laparoskopi termasuk perlengketan, trauma pada organ sekitar seperti usus, ovarium, rektum serta perdarahan. Sampai saan ini miomektomidengan laparoskopi merupakan prosedur standar bagi wanita degan mioma yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya. b. Histerektomi tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu : 1. laparotomi 2. vaginal 3. laparoskopi. Tindakan histerektomi pada mioma uteri sebesar 30% dari seluruh kasus. Tindakan histerektomi pada pasien mioma uteri merupakan indikasi bila didapat keluhan metrorrhagia, menorrhagia, keluhan obstruksi pada traktus urinarius
23

dan ukuran uterus sebesar usia kehamila 12-14 minggu. Histerektomiperabdominal dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu Total Abdoiminal Histerektomi (TAH) dan Subtotal Abdominal Histerektomi (STAH). Masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. STAH dilakukan untuk menghindari resiko operasi yang lebih besar seperti perdarahan yang banyak, tauma operasi pada ureter, kandung keih dan rektum. Namun dengan melakukan STAH, kita meninggalkan servix dimana kemungkinan timbul karsinoma servix dapat terjadi. Menurut penelitian kilkku, 1983 didapat bahwa terjadiya dyspareunia akan lebih rendah dibanding yang menjalani TAH, sehingga tetap mempertahankan fungsi seksual.Pada TAH jaringan granulasi yang timbul pada tungkul vagina dapat menjadi timbulnya sekret vagina dan perdarahan paska operasi dimana keadaaan ini tidak terjadi pada pasien yang menjalani STAH. Histerektomi vaginal secara umum hampir seluruhnya merupakan prosedur operasi ekstra peritoneal dimana peritoneum yang dibuka sangant minimal sehingga trauma yang mungkin timbul pada usus dapat diminimalisasi. Histerektomi vaginal unggul di bidang kosmetik karena perasi tidak melalui dinding luar abdomen.13 masa penyembuhan pu lebih cepat dibandingkan pada histerektomi abdominalis. Dengan semakin berkembangnya teknologi di bidang kedokteran, kini histerektmi dapat dilakuka dengan menggunakan laparoskopi. Prosedur operasi dapat berupa miolisis. Miolisis adalah prosedur operasi invasif yang minimal dengan jalan menghantarkan sumber energi yang berasal dari laser The neodynium:yttrium aluminium garnet (Nd:YAG) ke jaringan mioma dimana akan menyebabkan denaurasi sehingga menimbulkan peroses koagulasi dan nekrosis didalam jaringan yang diterapi. Miolisis efektif untuk mengurangi ukuran dan devaskularisasi mioma sehingg mengurangi gejala yang terjadi. Miolisis merupakan alternatif terapi prosedur miomektomi.11 pengangkatan seluruh uterus juga dapat dilakutan dengan laparoskopi yaitu salah satunya dengan histerektomi laparoskopi.

24

2. KISTA OVARII
PENDAHULUAN Kista ovarium merupakan salah satu bentuk penyakit reproduksi yang banyak menyerang wanita. Kista atau tumor merupakan bentuk gangguan yang bisa dikatatakan adanya pertumbuhan sel-sel otot polos pada ovarium yang jinak. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan untuk menjadi tumor ganas atau kanker. Perjalanan penyakit yang secara diam-diam menyebabkan banyak wanita tidak menyadari bahwa dirinya sudah terserang kista ovarium dan hanya mengetahui pada saat kista sudah dapat teraba dari luar atau membesar. Kista ovarium juga dapat berubah menjadi ganas dan berubah menjadi kanker ovarium. Untuk mengetahui dan mencegah agar tidak terjadi kanker ov arium maka seharusnya pendeteksian dini kanker ovarium dengan pemeriksaan yang lebih lengkap sehingga dengan ini pencegahan terjadinya keganasan dapat dilakukan. DEFINISI Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh dimana saja dan jenisnya bermacam-macam. Tumor kistik ovarium yang bersifat nonneoplastik disebut kista ovarium atau tumor ovarium.

KLASIFIKASI 1. Pembagian kista ovarium berdasarkan non-neoplastk dan neoplastik: a. Non-neoplastik 1) Kista folikel kista ini berasal dari folokel de-graff yang tidak sampaiberovulasi namun terus tumbuh menjadi kista folikel, atau dari beberapa folikel primer yang setelah bertumbuh dibawah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang lazim, melainkan membesar menkadi kista. Cairan di dalam kista jernih dan mengandung estrogen, lehkarena itu jenis kista ini lebih sering menganggu siklus menstruasi. Kista ini lambat laun mengecil dan menghilang spotan. 2) Kista korpus luteum Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian bereaksi terhadap LH dengan menghasilkan hormone

25

ekstrogen dan progesterone dalan jumlah besar pembuahan. 3) Kista teka lutein

sebagai persiapan untuk

Biasanya terjadi pada Mola hidrosakarsinoma dan kadang-kadang tanpa kelainan. Kista biasanya bilateral dan bisa menjadi sebesar tinju. Pada pemeriksaan mikroskopis terlihat luteinisasi sel teka. Tumbuhnya kista ini karena pengaruh hormon koriogonadotropin yang berlebihan dan dengan hilangnya mola dan karsinoma, ovarium mengecil spontan. 4) kista inklusi germinal Biasanya terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian dari epitel germinativum pada permukaan ovarium. Besarnya kurang lebih 1 cm. Kista ini biasanya tidak sengaja ditemukan pada pemeriksaan histologi ovarium yang diangkat sewaktu operasi 5) kista Endometrium Kista ini endometriosis yang berlokasidi ovarium 6) kista sten-levental Biasanya bilateral dan bersifat polikistik, permukaan licin, kapsul menebaldan tampak tunika tebal dan fibrotik pada pemeriksaan mikroskopik b. Neoplastik 1) Kistoma ovari simpleks Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus. Biasanya bertangkai, seringkali bilateral, dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista jernih, keru dan berwarna kuning. 2) Kistadenoma ovari musinosum Asal tumor belum diketahui secara pasti. Menurut Meyer, ia mungkin berasal dari suatu teratoma dimana dalam pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemenelemen lain 3) kistadenoma ovarii serosum Berasal dari epitel permukaan ovarium, dinding luarnya dapat menyerupai kista musinosum. Dinding dalam kista sangat licin sehingga sulit dibedakan dengan kista folikel biasa.

26

4) Kista endometroid Kista ini biasanya inulateral dengan permukaan yang licin; pada dinding terdalam terdapat suatu lapisan sel-sel, yang menyerupai lapisan endomentrium. 5) Kista dermoid Suatu teratoma kistik yang jinak dimana struktur ektodermal dengan diferensiasi sempurna seperti epitel kulit, rambut, gigi dan produk glandula sebacea berwarna putuh kekuningan menyerupai lemak. 2. Pembagian kista berdasarkan lokasi a. kista bebas (pedunculata) 1) gerakan bebas 2) batas jelas b. kista intra ligamenter 1) diantara 2 ligamentum 2) gerakan terbatas 3) tampak pembuluh darah yag bersilangan satu sama lain c. kista pseudo intra ligamenter 1) di luar ligamentum 2) geraknya terbatas karen perlekatan (infeksi, metastase) 3) Gambaran pembuluh darah biasa

ETIOLOGI Belum diketahui secara pasti akan tetapi ada faktor yang menyebabkan tumor ovarium antara lain : Wanita yang menderita kanker payudara Riwayat kanker kolon Diet tinggi lemak Merokok Minum alkohol

PATOFISIOLOGI Sampai sekarang ini penyebab dari kista ovarium belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan
27

dalam mekanisme umpan balik ovarium-hipotalamus. Beberapa dari literatur menyebutkan bahwa penyebab terbentuknya kista pada ovarium ini adalah gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi. Fungsi ovarium normal bergantung pada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak memproduksi hormon hipofise dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, karena itu terbentuk kista di dalam ovarium. Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipa dari kista. Diantara beberapa tipe kista ovarium, tipe foliuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Kista ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol. Kista folikuler terjadi karena ovarium yang berisi sel telur ini tidak dapa tterbuka sehingga menimulkan bendungan cairan. Kista dapa tjuga berisi jaringan abnormal tubuh seperti rambut dan gigi. Jenis kista ini disebut kista dermoid.

GEJALA KLINIS Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapun kista yang berkembang menjadi besar dan menimbulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak biasa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium. Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Gejala-gejala berikut yang muncul bila anda mempunyai kista ovarium: Perut terasa penuh, berat, kembung Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil) Haid tak teratur

Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar kepanggul bawah dan paha.
28

Nyeri senggama Mual, ingin muntah, atau pergeseran payudara mirip seperti pada saat hamil.

Gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera : Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba Nyeri bersamaan dan demam Rasa ingin muntah

PENATALAKSANAAN Pengobatan kistedenoma musinosa adalah pembedahan. Luasnya operasi tergantung pada usia pasien. Pada wanita muda, dapat dilakukan kistektomi ovarium, kemudian dilakukan rekonstruksi ovarium setelah tumor dikeluarkan. Pendekatan yang sama juga dapat dilakukan pada kistedenoma serosa, tetapi pada wanita berusia diatas 40 tahun, lebih disukai dengan tindakan salpingo-ooforektomi bilateral dan histeroktomi total, karma perubahan menjadi maligma. Endometrioma dan teratoma benigna biasanya dapat dilakukan dari jaringan ovarium, demikian juga pada fibroma.

29

DAFTAR PUSTAKA 1. American Society for Reproductive Medicine. Uterin fibroids.Available at: http://www.asrm.org 2. Memarzadeh S, Broder MS, Wexler AS, Pernoll ML.Leiomyoma of the uterus. In: Current obstetric & Gynecologic diagnostik & treatment, Decherney AH, Nathan L, editors. Ninth edition. Lange Medical Books, New York, 2003.p: 693-701. 3. Thompson JD, Rock JA. Leiomyoma uteri and miomectomi. In: Te Lindes Operative Gynecology. Lippicott-Raven Publishers, Philadelphia, 1997.p: 731-70. 4. Wattiez A, Cohen SB, Selvaggi L. Laparoskopy hysterektomy.Curr Opin Obstet Gynecol 2002;14:417-22 5. Benda JA. Pathology of smooth muscle tumor of uterine corpus. ClinObstet and Gynecol 2001;44:350-63 6. Guaraccia MM, Rein MS. Traditional surgical approaches to uterine fibroids: abdomonal myomectomy and hysterectomi. Clin Obstet and Gynecol 2001;44:385-400 7. Stoval DW. Clinical Symtomatology of uterune leiomyoma. Clin Obstet and Gynecol 2001;44:364-71 8. www.blog-dokter,com 9. Hadibroto BR. Mioma uteri: departemen obstetri dan ginekologi fakultas kedokteran universitas sumatra utara, 2009 10. Wiknjosastro H. Ilmu kandungan, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo, 2008 p:336-364

30