Anda di halaman 1dari 4

ALAT DAN BAHAN 1. Spuit 2. Vacuum tube 3. Jarum hisap 4. Alcohol dan kapas sebagai anti septic 5.

Coller box Prosedur percobaan 1. Menyiapkan ternak dalam posisi berbaring atau berdiri 2. Memegang kepala ternak ke satu sisi 3. Operator menggunakan ibu jari untuk menekan vena di pangkal leher sehingga vena menggembung dan mengempisnya vena akan terlihat 4. Membersihkan daerah sekitar yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan alcohol. Kemudian menusukan jarum di bagian vena. 5. Menusukan jarum suntik yang steril dengan sudut 300 kearah atas pada pembuluh darah dengan lubang jarum menghadap keatas. Apabila darah belum terhisap, artinya jarum belum masuk ke dalam pembukuh darah 6. Menampung darah dengan menggunakan vacuum tube sesuai dengan kebutuhan Hasil pengamatan Dari demonstrasi percobaan pengambilan darah pada ternak dapat di peroleh beberapa informasi : 1. Pengambilan sampel darah ternak merupakan salah satu hal penting dalam bidang peternakan. 2. Pengambilan sampel darah ternak harus dilakukan secara cermat dan hati-hati agar tidak menyebebkan hal yang membahayakan ternak tersebut. 3. Ada dua cara pengambilan sampel darah ternak yaitu dengan menggunakan vacuum tube dan dengan menggunakan suntikan. II Tinjauan pustaka Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat zat yang dibutuhkan oleh tubuh organisme tersebut. Selain itu darah juga berfungsi untuk pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri. Pada dasarnya darah merupakan adalah cairan yang ada di dalam tubuh manusia ataupun hewab yang berfungsi untuk alat transportasi zat zat yang ada di dalam tubuh seperti O2 , CO2, hormon dan lain sebagainya. Tanpa darah manusia dan sebagian hewan tidak dapat hidup karena darah merupakan pengantar oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Pada serangga darah tidak terlibat dalam peredaran oksigen di dalam tubuh. Karena oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea yaitu melalui saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke seluruh jaringan tubuh. Oleh karena itu darah pada serangga tidak berwarna merah, yang berarti tidak ada hemoglobin yang mengikat oksigen. Darah pada serangga berfungsi untuk transportasi zat-zat makanan keseluruh tubuh dan sebagai pengangkut zat-zat metabolisme. Pada hewan yang lain fungsi darah yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Di dalam darah terdapat hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Pada sebagian kecil hewan yang tak bertulang belakang atau sering di sebut invertebrate oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas.

Hematologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pembekuan darah. Darah memiliki komposisi sebagai berikut : 1. Plasma darah Komposisi darah sebagian besar adalah plasma darah. Sekitar 55% darah merupakan plasma darah. Plasma darah merupakan cairan yang berada diantara sel-sel darah yang bebas. Sifat fisik dari plasma darah yaitu terletak pada warnanya. Warna pada plasma darah tergantung pada spesies dan jumlah plasma darah. 2. Sel-sel darah Sel-sel darah terdiri dari : Darah merah ( eritrosit ) ( red blood cell ) Darah putih ( leukosit ) ( white blood cell ) Keeping- keping darah ( thrombosit ) Pembahasan Pengambilan darah (venesectio) merupakan salah satu hal yang terpenting dari kegiatan peternakan. Tujuan pengambilan darah ternak yaitu untuk mengetahui tingkat kadar suatu zat yang terkandung dalam darah ternak tersebut. Pengambilan sampel darah ternak dapat juga di gunakan untuk mengidentifikasi suatu penyakit yang menyerang atau diderita ternak tersebut. Pengambilan sampel darah pada ternak tidak bisa di lakukan dengan cara sembarangan, di perlukan kecermatan dan ketelitian yang tinggi. Karena apabila terjadi kesalahan maka darh tidak akan terhisap keluar dan apabila tidak dilakukan dengan cara yang benar maka akan menimbulkan sakit pada hewan yang diambil sampel darahnya. Terdapat dua metode untuk mengambil sampel darah pada ternak yaitu dengan menggunakan vacuum tube dan dengan menggunakan suntikan. Berikut ini adalah beberapa tempat untuk mengambil sampel darah pada ternak : 1. Domba Pada domba pengambilan sample darah ternak dapat dilakukan pada beberapa tempat yaitu : Vena jugularis Pembuluh darah vena jugularis teletak pada bagoan leher domba. Vena cephalica antibrachii anterior pembuluh darah vena cepcilica antibrachii anterior terletak pada distal anterior kaki depan domba. Apabila ingin mengambil sample darah pada daerah ini akan lebih mudah apabila ternak diposisikan dengan keadan ternak rebah. Vena saphena magna pembuluh darah vena saphena magma terletak pada daerah lateral kaki belakang dan menyilang dengan arah cranioventral pada sekitar tendo Achilles. Vena femoralis Pembuluh darah vena femoralis terletak pada daerah proksimomedial kaki belakang. Pengambilan darah pada daerah ini cukup sulit. Lebih mudah dilakukan jika domba direbahkan. 2. Kelinci Pengambilan darah pada kelinci dilakukan pada vena auricularis. Vena auricularis terletak pada telinga kelinci.

3. Ayam pengambilan sampel darah pada ayam di lakukan pada vena pectoralis. Pembuluh darah ini terletak pada bagian bawah sayap ayam. 4. Kucing Pengambilan darah pada kucing dilakukan pada vena cephalica antibrachii anterior, vena saphena, dan vena femoralis. Pengambilan sampel darah pada kucing relatif lebih sulit dari pada hewan hewan lain, oleh karena itu Untuk melakukan pengambilan sampel darah, kucing harus dihandel kedua kaki dan kepalanya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pengambilan sampel darah ternak yaitu : 1. Spuit Nomer spuit harus di sesuaikan dengan jenis ternak yang akan diambil darahnya. 2. Vacuum tube Terdapat beberapa jenis vacuum tube diantaranya : Lithium heparin (tutup tabung berwarna hijau) Tidak berheparin (tutup tabung berwarna merah) EDTA heparin (tutup tabung berwarna merah) Pada vacuum tube perlu juga diperhatikan tanggal kadaluarsanya karena ini akan mempengaruhi hasil dari sample darah yang diambil. Selain itu perlu diperhatikan juga volume tabung yang akan digunakan. Terdapat dua macam tabung berdasarkan volumenya yaitu 4ml dan 9ml. gunakan vacuum tube sesuai jumlah sampel darah yang akan diambil. 3. Jarum hisap (multi drawing needle) Jarum hisap di sesuaikan dengan jenis ternak yang akan diambil sampel darahnya No. 14 sd 18 (sapi dan kerbau) No. 21 (kelinci dan ayam) No. 14 sd 16 (domba) Alkohol digunakan sebelum menyuntikan jarum agar mencegah terjadinya infeksi pada ternak. Percobaan harus dilakukan secara bersih dan steril agar mencegah terjadinya lisis. Kesimpulan 1. Darah merupakan salah satu komponen dalam tubuh manusia dan hewan yang sangat penting, berfungsi sebagai alat transportasi zat yang ada di dalam tubuh. 2. Pengambilan sampel darah ternak merupakan salah satu hal terpenting dalam bidang peternakan karena dengan melakukan pengambilan sampel darah ternak kita dapat mengidentifikasi penyakit yang ada dalam ternak tersebut. 3. Pengambilan sampel darah ternak dapat digunakan untuk mengukur jumlah suatu kandungan zat yang terdapat dalam darah ternak tersebut. 4. Pengambilan sampel darah ternak dapat menggunakan vacuum tube atau secara langsung dengan menggunakan jarum suntik. 5. Pengambilan sampel darah ternak harus dilakukan dengan steril dan cermat agar tiak terjadinya lisis dan agar tidak melukai hewan ternak. DAFTAR PUSTAKA Sadikin, M. 2001. Biokimia Darah. Widya Medika. Jakarta. Sonjaya, H. 2010. Bahan Ajar Fisiologi Ternak Dasar. Fakuiltas Peternakan-Universitas Hasanuddin. Makassar. http://duniaveteriner.com/2009/08/cara-pengambilan-darah-beberapa-hewan/print, diakses pada kamis 10 maret 2011 pukul 21.35

Frandson, R. D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi 4.Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Sadikin, M. 2001. Biokimia Darah. Widya Medika. Jakarta.