Anda di halaman 1dari 10

CONTOH GUGATAN PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK

CONTOH GUGATAN PEMBATALAN PENDAFTARAN MEREK


No. : .. Tgl.: ..

Hal : Gugatan pembatalan pendaftaran Merek


Yth. Negeri Jalan di .. Ketua Pengadilan Niaga pada .. ..

.., pekerjaan ., bertempat tinggal di Jalan .., dalam hal ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus No.. ., tertanggal .., memberi kuasa kepada PHILIP JUSUF,S.H.,M.H., .., .., dan .., para Advokat, berkantor di Jalan .., baik secara bersama-sama maupun secara sendiri-sendiri untuk membuat, menandatangani, dan mengajukan gugatan yang akan diuraikan di bawah ini, selanjutnya disebut juga: PENGGUGAT; Dengan ini PENGGUGAT hendak mengajukan gugatan mengenai pembatalan pendaftaran Merek, terhadap: 1. Tuan .., pekerjaan , bertempat tinggal di Jalan .., selanjutnya disebut juga: TERGUGAT; 2. Tuan .., pekerjaan , bertempat tinggal di Jalan .., selanjutnya disebut juga: TURUT TERGUGAT I; 3. PEMERINTAH RI c.q. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI c.q. DIREKTORAT JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL c.q. DIREKTORAT MEREK, berkedudukan di Jl. Daan Mogot km 24, Tangerang 15119, selanjutnya disebut juga: TURUT TERGUGAT II;

A. ALASAN-ALASAN GUGATAN
Gugatan ini diajukan berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Bahwa pada tanggal .. TURUT TERGUGAT I telah mengajukan kepada TURUT TERGUGAT II permohonan pendaftaran Merek dengan etiket: .., yang terdiri atas warna-warna .., dan .., dengan Nomor Permohonan .., untuk melindungi barang-barang yang termasuk dalam Kelas , dengan jenis barang berupa: ., selanjutnya Merek tersebut disebut juga: Merek AABAA; (Bukti P-1) 2. Bahwa setelah seluruh kelengkapan persyaratan pendaftaran merek dipenuhi oleh TURUT TERGUGAT I dan setelah melewati tahap pemeriksaan substantif serta tahap pengumuman, dan ternyata permohonan tersebut di atas disetujui untuk didaftar, maka pada tanggal .. permohonan itu telah didaftar dalam Daftar Umum Merek Nomor IDM000XXXXX, untuk melindungi jenis dan kelas barang seperti disebutkan di atas, kemudian pada tanggal .. TURUT TERGUGAT II menerbitkan Sertifikat Merek tersebut kepada TURUT TERGUGAT I; (Bukti P-2) 3. Bahwa berdasarkan alasan seperti dikemukakan di atas, kiranya cukup beralasan bagi PENGGUGAT untuk memohon kepada Pengadilan untuk menyatakan PENGGUGAT sebagai pemilik sah Merek AABAA tersebut; 4. Bahwa oleh karena Tanggal Penerimaan Permohonan (filing date) Merek AABAA tersebut adalah tanggal .., maka berdasarkan ketentuan Pasal 28 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, Merek tersebut akan mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu sepuluh tahun lamanya sejak Tanggal Penerimaan, dan jangka waktu perlindungan itu dapat diperpanjang; 5. Bahwa setelah permohonan tersebut di atas diajukan oleh TURUT TERGUGAT I pada tanggal .., kemudian didaftar oleh TURUT TERGUGAT II pada tanggal .. atas nama TURUT TERGUGAT I, antara tanggal .. .. .. hingga .. PENGGUGAT atas kerja samanya dengan TURUT TERGUGAT I telah melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran dan promosi untuk .. yang diproduksi dan/atau diperdagangkan dengan Merek AABAA tersebut, sebagai berikut: a. ..; b. ..; c. ..; (Bukti P-5) (Bukti (Bukti P-3) P-4)

6. Bahwa kemudian, berdasarkan Surat Jual Beli dan Penyerahan Hak yang dibuat di bawah tangan tertanggal ..oleh dan di antara TURUT TERGUGAT I sebagai pemilik merek dan PENGGUGAT sebagai penerima pengalihan, TURUT TERGUGAT I telah menjual dan menyerahkan kepada PENGGUGAT hak atas Merek AABAA tersebut, sehingga apa yang dijual dan diserahkan haknya dengan surat tersebut terhitung mulai tanggal surat tersebut menjadi kepunyaan dan hak PENGGUGAT, dan dengan demikian segala sesuatu yang terjadi di atasnya terhitung mulai tanggal surat tersebut menjadi hak dan tanggungan dari PENGGUGAT; (Bukti P-6)

7. Bahwa atas permintaan PENGGUGAT selaku penerima pengalihan hak atas Merek tersebut melalui suratnya tertanggal .. ., maka pada tanggal .. . TURUT TERGUGAT II telah mencatat pada Nomor IDM000XXXXX dalam Daftar Umum Merek di kantor TURUT TERGUGAT II pengalihan hak atas Merek tersebut dari TURUT TERGUGAT I kepada PENGGUGAT, sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 40 ayat (5) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek terhitung sejak tanggal .. . pengalihan hak atas merek tersebut telah berakibat hukum pada pihak ketiga; (Bukti P-7) 8. Bahwa berhubung Merek AABAA merupakan merek terdaftar, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, terhitung sejak tanggal Surat Jual Beli dan Penyerahan Hak tersebut, yaitu tanggal .. ., atau setidak-tidaknya terhitung sejak Tanggal Pencatatan Pengalihan Hak tersebut, yaitu tanggal .. ., PENGGUGAT mempunyai hak eksklusif selama jangka waktu perlindungan Hak Merek tersebut untuk menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya; 9. Bahwa walaupun TERGUGAT mengetahui atau patut mengetahui bahwa Merek AABAA adalah milik PENGGUGAT, yang semula terdaftar atas nama TURUT TERGUGAT I dengan jenis barang dalam Kelas seperti telah disebutkan di atas, ternyata pada tanggal .. . TERGUGAT tetap saja memasukkan Permohonan Pendaftaran dengan etiket merek yang jelasjelas mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek milik PENGGUGAT tersebut, dengan jenis barang yang sama yang termasuk dalam Kelas , yang tertulis sebagai berikut: .. kemudian pada kolom Arti Bahasa/huruf/angka Asing dalam etiket merek disebutkan ..; 10. Bahwa etiket merek yang dicantumkan dalam permohonan tersebut adalah seperti terlihat pada contoh di bawah ini: , selanjutnya merek itu disebut juga: Merek AAAA, dan kemudian permohonan itu dicatat oleh TURUT TERGUGAT II dalam Agenda .. .; (Bukti P-8) 11. Bahwa atas permohonan tersebut, walaupun tidak seluruh persyaratan administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dipenuhi oleh TERGUGAT, serta walaupun jelas merek tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA milik PENGGUGAT untuk barang sejenis, ternyata pada tanggal .. ., permohonan itu tetap saja didaftar oleh TURUT TERGUGAT II dalam Daftar Umum Merek No. IDM IDM000YYYYY, kemudian dengan tidak menyebutkan tanggal, Sertifikat Mereknya yang tertulis atas nama TERGUGAT pun diterbitkan oleh TURUT TERGUGAT II, serta di dalam sertifikat itu disebutkan TURUT TERGUGAT II memberikan hak Merek kepada TERGUGAT untuk Merek dengan nama .. .. . .; (Bukti P-9) 12. Bahwa yang dimaksud dengan persyaratan administratif yang tidak dipenuhi dalam dalil di atas adalah persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b dan huruf d Undangundang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, yaitu dalam huruf b mengenai kewarganegaraan dan dalam huruf d mengenai warna yang tidak disebutkan dalam permohonan tersebut, sehingga seharusnya berdasarkan ketentuan Pasal 15 ayat (1) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001

tentang Merek terhadap permohonan itu TIDAK diberikan Tanggal Penerimaan (filing date), dengan konsekuensi permohonan itu tidak seharusnya dibiarkan melewati tahap pemeriksaan substantif atau tahap pengumuman, apalagi tahap pendaftaran dalam Daftar Umum Merek; 13. Bahwa dalam dalil di atas dikatakan bahwa Merek AAAA tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA yang telah terlebih dahulu didaftar oleh TURUT TERGUGAT II atas nama TURUT TERGUGAT I untuk barang yang sejenis, hal ini ditunjukkan oleh adanya kemiripan yang disebabkan oleh adanya unsur-unsur yang menonjol antara Merek yang satu dan Merek yang lain, yang dapat menimbulkan kesan adanya persamaan, baik mengenai bentuk, cara penempatan, cara penulisan atau kombinasi antara unsur-unsur ataupun persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam merek-merek tersebut; 14. Bahwa persamaan mengenai hal-hal tersebut yang terdapat dalam Merek AAAA dan Merek AABAA tersebut adalah: a. Persamaan bentuk, yaitu .; b. Persamaan cara penempatan, yaitu .; c. Persamaan cara penulisan atau kombinasi antara unsur-unsur, yaitu .; dan d. Persamaan bunyi ucapan, yaitu .; 15. Bahwa berdasarkan fakta hukum seperti dikemukakan dalam dalil di atas, kiranya sangatlah beralasan bagi PENGGUGAT untuk memohon agar Pengadilan menyatakan Merek AAAA yang terdaftar atas nama TERGUGAT dalam Daftar Umum Merek No. IDM IDM000YYYYY, tertanggal . mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA milik PENGGUGAT yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek No. IDM000XXXXX, tertanggal ., untuk barang sejenis; 16. Bahwa sebagai pemilik Merek AABAA yang telah terdaftar lebih dahulu dalam Daftar Umum Merek No. IDM000XXXXX, tertanggal ., daripada Merek AAAA yang didaftar kemudian dalam Daftar Umum Merek No. IDM IDM000YYYYY, tertanggal ., dengan selisih waktu antara pendaftaran pertama dan pendaftaran kedua yang tidak kurang dari . tahun lamanya, sangat beralasan bagi PENGGUGAT untuk berkeberatan terhadap pendaftaran Merek AAAA tersebut, selain oleh karena permohonan pendaftaran Merek AAAA tersebut telah diajukan berdasarkan iktikad tidak baik dari TERGUGAT, juga oleh karena adanya kekhawatiran yang sangat beralasan pada PENGGUGAT, yaitu jika TERGUGAT memproduksi dan/atau memperdagangkan barang sejenis dengan menggunakan Merek AAAA tersebut, akan terjadi kebingungan atau mispersepsi pada masyarakat konsumen terhadap asal usul barang dan/atau kualitasnya, atau akan dapat menimbulkan kesan pada masyarakat konsumen seakan-akan barang sejenis tersebut berasal dari PENGGUGAT atau mempunyai hubungan yang erat dengan PENGGUGAT, sehingga keadaankeadaan akan menimbulkan kondisi persaingan curang, mengecoh, atau menyesatkan masyarakat konsumen, yang pada gilirannya akan merugikan kepentingan PENGGUGAT; 17. Bahwa sulit untuk dibayangkan jika TERGUGAT dalam mengajukan permohonan pendaftaran Merek AAAAA itu tidak didasari iktikad tidak baiknya untuk membonceng, meniru, atau menjiplak ketenaran Merek AABAA milik PENGGUGAT demi kepentingan diri TERGUGAT sendiri dengan mengabaikan kepentingan-kepentingan PENGGUGAT sebagai

pemilik merek yang telah mempromosikan merek itu dengan biaya yang tidak sedikit dan juga dengan mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakat yang berhak memperoleh barang sesuai dengan yang dikehendakinya, dan tidak terkecoh oleh merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA milik PENGGUGAT; 18. Bahwa TERGUGAT sebagai sesama pengusaha yang bergerak di bidang produksi dan/atau perdagangan .. sebelum dan pada saat mengajukan permohonan pendaftaran Merek AAAA tersebut tentu mengetahui atau patut mengetahui bahwa Merek AABAA milik PENGGUGAT tersebut telah digunakan untuk .. yang diproduksi dan/atau diperdagangkan oleh TURUT TERGUGAT I sejak lebih kurang tahun .. dan kemudian berdasarkan Surat Jual Beli dan Penyerahan Hak tertanggal .. tersebut di atas oleh PENGGUGAT; 19. Bahwa TERGUGAT dalam kedudukan seperti disebutkan di atas tentu mengetahui atau patut mengetahui pula bahwa masih sangat banyak merek lain yang dapat dimohonkan pendaftarannya oleh TERGUGAT selain Merek AAAA yang jelas-jelas mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA milik PENGGUGAT yang telah terdaftar terlebih dahulu dalam Daftar Umum Merek sejak dua tahun sebelumnya atas nama TURUT TERGUGAT I, dan telah digunakan oleh TURUT TERGUGAT I sejak tahun .., kemudian dilanjutkan penggunaannya oleh PENGGUGAT sejak ..; 20. Bahwa berdasarkan alasan-alasan dapat dikemukakan di atas, kiranya sangatlah beralasan bagi PENGGUGAT untuk memohon kepada Pengadilan agar berkenan kiranya menyatakan Merek AAAA yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek Nomor IDM IDM000YYYYY telah didaftar oleh TURUT TERGUGAT II atas dasar Permohonan yang diajukan oleh TERGUGAT sebagai pemohon yang beriktikad tidak baik; 21. Bahwa oleh karena Merek AAAAA yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek di bawah No. IDM IDM000YYYYY tertanggal .. atas nama TERGUGAT jelas mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA milik PENGGUGAT yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek di bawah No. IDM000XXXXX, tertanggal .., untuk melindungi barang sejenis, dan jelas pula permohonan pendaftaran Merek AAAA tersebut telah diajukan oleh TERGUGAT atas dasar iktikad tidak baik, maka berdasarkan ketentuan Pasal 68 ayat (1) jis. Pasal 6 ayat (1) huruf a jis. Pasal 4 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, sangatlah beralasan bagi PENGGUGAT untuk memohon agar berkenanlah Pengadilan menyatakan batal pendaftaran Merek AAAA tersebut, dengan segala akibat hukumnya; 22. Bahwa TURUT TERGUGAT I dan TURUT TERGUGAT II diajukan dalam perkara ini semata-mata untuk dihukum agar tunduk dan taat pada putusan dalam perkara ini; 23. Bahwa untuk sempurnanya gugatan ini, PENGGUGAT memohon pula agar Pengadilan dapat kiranya memerintahkan kepada: (1) Panitera untuk segera menyampaikan isi putusan dalam perkara ini kepada TURUT TERGUGAT II setelah tanggal putusan diucapkan sesuai dengan ketentuan Pasal 70 ayat (2) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, dan

(2) TURUT TERGUGAT II untuk melaksanakan pembatalan pendaftaran Merek AAAAA dari Daftar Umum Merek Nomor IDM IDM000YYYYY dan mengumumkannya dalam Berita Resmi Merek setelah putusan dalam perkara ini diterima dan mempunyai kekuatan hukum tetap sesuai dengan ketentuan Pasal 70 ayat (3) dan Pasal 71 ayat (1) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.

B. DALAM PERMOHONAN
Berdasarkan alasan-alasan sebagaimana dikemukakan di atas, PENGGUGAT memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk dapat kiranya mengambil putusan yang amarnya berbunyi: 1. Mengabulkan seluruh gugatan PENGGUGAT; 2. Menyatakan PENGGUGAT adalah pemilik sah Merek AABAA yang terdaftar pada TURUT TERGUGAT II dalam Daftar Umum Merek di bawah Nomor IDM000XXXXX tertanggal .., untuk melindungi barang-barang yang termasuk dalam Kelas ; 3. Menyatakan Merek AAAA yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek Nomor IDM IDM000YYYYY tertanggal ..atas nama TERGUGAT mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek AABAA yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek Nomor IDM000XXXXX tertanggal ..untuk barang sejenis; 4. Menyatakan Merek AAAA yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek Nomor IDM IDM000YYYYY tertanggal .. atas nama TERGUGAT telah didaftar oleh TURUT TERGUGAT II atas dasar Permohonan yang diajukan oleh TERGUGAT sebagai pemohon yang beriktikad tidak baik; 5. Menyatakan batal Pendaftaran Merek AAAA dalam Daftar Umum Merek Nomor IDM IDM000YYYYY tertanggal .. atas nama TERGUGAT, dengan segala akibat hukumnya; 6. Memerintahkan kepada Panitera untuk segera menyampaikan isi putusan dalam perkara ini kepada TURUT TERGUGAT II setelah tanggal putusan diucapkan; 7. Memerintahkan kepada TURUT TERGUGAT II untuk melaksanakan pembatalan pendaftaran Merek AAAAA dari Daftar Umum Merek Nomor IDM IDM000YYYYY dan mengumumkannya dalam Berita Resmi Merek setelah putusan dalam perkara ini diterima dan mempunyai kekuatan hukum tetap; 8. Menghukum TURUT TERGUGAT I dan TURUT TERGUGAT II untuk dihukum agar tunduk dan taat pada putusan dalam perkara ini; 9. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya akan ditentukan oleh Pengadilan pada saat putusan dalam perkara ini diucapkan dalam persidangan.

ATAU: Apabila pengadilan berpendapat lain, mohon keadilan yang seadil-adilnya. Hormat Untuk .. PHILIP Kuasa/Advokat kami, nama

dan

atas

JUSUF,S.H.,M.H.

TINDAK PIDANA DI BIDANG MEREK 1. Definisi Tindak pidana di bidang merek adalah perbuatan-perbuatan tertentu yang dilakukan oleh orang dan/atau badan hukum berkenaan dengan merek, indikasi-geografis, dan indikasi-asal yang diancam dengan pidana berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek. 2. Ancaman pidana Pidana yang diancamkan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Merek adalah: a. Untuk perbuatan-perbuatan tertentu yang berhubungan dengan merek Diancam dengan pidana terhadap barang siapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada: (1) keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah); [UU15/2001:90] (2) pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah); [UU15/2001:91] b. Untuk perbuatan-perbuatan tertentu yang berhubungan dengan indikasi-geografis Diancam dengan pidana terhadap barang siapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang sama pada: (1) pada keseluruhan dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah); [UU15/2001:92(1)] (2) pada pokoknya dengan indikasi-geografis milik pihak lain untuk barang yang sama atau sejenis dengan barang yang terdaftar, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah); [UU15/2001:92(2)] Terhadap pencantuman asal sebenarnya pada barang yang merupakan hasil pelanggaran ataupun pencantuman kata yang menunjukkan bahwa barang tersebut merupakan tiruan dari barang yang terdaftar dan dilindungi berdasarkan indikasi-geografis, diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 92 ayat (1) dan ayat (2). [UU15/2001:92(4)] c. Untuk perbuatan-perbuatan tertentu yang berhubungan dengan indikasi-asal Diancam dengan pidana terhadap barang siapa yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan tanda yang dilindungi berdasarkan indikasi-asal pada barang atau jasa sehingga dapat memperdaya atau menyesatkan masyarakat mengenai asal barang atau asal jasa tersebut, dengan

pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah); [UU15/2001:93] d. Untuk perbuatan memperdagangkan barang dan/atau jasa yang merupakan hasil tindak pidana di bidang Merek Diancam dengan pidana terhadap barang siapa yang memperdagangkan barang dan/atau jasa yang diketahui atau patut diketahui bahwa barang dan/atau jasa tersebut merupakan hasil pelanggaran sebagaimana dimaksud pada huruf-huruf a, b, c, dan d di atas, dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). [UU15/2001:94(1)] 3. Penangkapan Khusus terhadap tersangka pelaku perbuatan memperdagangkan barang dan/atau jasa yang merupakan hasil tindak pidana di bidang Merek sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf d tidak diadakan penangkapan kecuali dalam hal ia telah dipanggil secara sah dua kali berturutturut tidak memenuhi panggilan itu tanpa alasan yang sah. Penangkapan tidak diadakan, oleh karena berdasarkan ketentuan Pasal 94 ayat (2) Undangundang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek tindak pidana tersebut merupakan pelanggaran. [Baca: KUHAP:19(2)] 4. Penahanan Karena ancaman pidana terhadap perbuatan pidana sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf a (1) dan huruf b (1) di atas adalah pidana penjara lima tahun, tersangka atau terdakwa yang melakukan perbuatan pidana tersebut dapat dikenakan penahanan. Sedangkan, terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf a (2), huruf b, huruf c, dan huruf d tidak dikenakan penahanan, oleh karena perbuatan pidana ini diancam dengan pidana penjara kurang dari lima tahun dan juga tidak termasuk dalam kategori tindak pidana tertentu yang dapat dikenakan penahanan berdasarkan ketentuan Pasal 21 ayat (4) huruf b KUHAP. 5. Kadaluwarsanya pengaduan Pengaduan berkenaan dengan tindak pidana Merek hanya boleh diajukan dalam waktu enam bulan sejak orang yang berhak mengadu mengetahui adanya tindak pidana tersebut, jika ia bertempat tinggal di Indonesia, atau dalam waktu sembilan bulan jika ia bertempat tinggal di luar Indonesia. [Bdk.: KUHP:74(1)] 6. Penarikan kembali pengaduan Orang yang mengajukan pengaduan berkenaan dengan tindak pidana Merek, berhak menarik kembali pengaduannya dalam waktu tiga bulan setelah pengaduan diajukan. [Bdk.: KUHP:75]