Anda di halaman 1dari 5

Pengendalian Akuntansi

Dalam perusahaan kecil, manajer yang merangkap sebagai pemilik dapat


mengamati dan mengendalikan sendiri semua operasi perusahaan. Dia dapat
mendeteksi ketidak efisienan atau metode-metode yang tidak wajar dan
memperbaiki kondisi-kondisi tersebut ditempat kejadian.

Akan tetapi, begitu perusahaan berkembang, hubungan yang dekat atau


supervisi langsung oleh pemilik atau manajer sebagian besar akan hilang dengan
sendirinya. Dengan demikian diperlukan cara pengendalian yang lain untuk
dapat mengelola secara efektif yaitu melalui pengendalian akuntansi dan
laporan statistik. Melalui penggunaan laporan ini, manajemen dapat
merencanakan, mengawasi, mengarahkan, mengevaluasi dan
mengkoordinasikan kegiatan dari berbagai fungsi, departemen dan unit-unit
operasi.

Cakupan Pengendalian Akuntansi

1. Semua aspek transaksi keuangan, meliputi: pembayaran dan penerimaan kas,


arus dana dan pengamanan dana dr penggunaan yang tdk syah.
2. Pengendalian piutang, meliputi: pengelakan kerugian yang dapat terjadi karena
adanya prosedur penagihan dan pemberian kredit dagang yang tidak layak.
3. Perencanaan dan pengendalian persediaan, meliputi: jadwal produksi,
pengiriman dan pencegahan persediaan dari kerusakan atau keusangan.

Definisi Standard
Standard merupakan suatu tolak ukur atau alat untuk menilai sesuatu, atau
Standard merupakan sesuatu yang diadakan dan yang ditetapkan oleh yang
berwenang sebagai suatu aturan untuk mengukur kwantum, berat, luas, nilai
atau kualitas.
Pada saat standard ditetapkan, maka biaya standard merupakan jumlah yang
seharusnya dikeluarkan dalam kondisi-kondisi operasi yang normal.
jadi biaya standard adalah biaya yang telah ditetapkan terlebih dahulu secara
ilmiah sebagai lawan dari biaya aktual atau biaya historis.

2 (dua) kondisi dalam penetapan standard:

1. Standard adl hasil dari penelitian yang teliti atau analisa terhadap prestasi yang
lalu dan ikut mempertimbangkan kondisi-kondisi yang diharapakan dimasa
mendatang. Jadi standard bukanlah sekedar terkaan-terkaan, tetapi merupakan
pendapat, yang didasarkan pada fakta-fakta yang tersedia dari orang-orang
yang paling ahli untuk menilai bgmn prestasi kerja itu seharusnya.

2. Standard perlu ditinjau ulang dan direvisi dari waktu ke waktu. Suatu standard
ditetapkan berdasarkan kondisi-kondisi tertentu. Bila kondisi berubah, standard
harus juga dirubah, kalau tidak, maka standard tidak akan merupakan tolak ukur
yang benar.
Manfaat Penggunaan Standard:

1. Dalam Pengendalian Biaya:


Standard memberikan suatu tolak ukur yang lebih baik mengenai prestasi
pelaksanaan. Penggunaan standard akan mengkoreksi semua bidang dimana
terjadi biaya yang berlebihan, yang mungkin tidak akan diketahui tanpa adanya
standard.
Memungkin dipergunakannya prinsip pengecualian. Tidaklah perlu untuk meneliti
dan melaporkan tentang semua operasi, tetapi cukup mengenai operasi yang
sangat menyimpang dari standard.
Memungkinkan biaya akuntansi yang ekonomis. Biaya ketatausahaan dapat
dikurangi karena lebih sedikit catatan-catatan yang diperlukan dan prosedur
yang lebih sederhana dapat diterapkan.

2. Dalam Penetapan Harga Jual


Tersedianya informasi biaya yang lebih baik sebagai dasar untuk menetapkan
harga. Melalui penggunaan standard yang ditetapkan terlebih dahulu, diperoleh
biaya-biaya yang bebas dari distorsi abnormal yang disebabkan oleh bahan-
bahan sisa yang berlebihan atau kondisi luar biasa lainnya.
Menambah fleksibilitas pada data harga jual. Melalui penggunaan tarif-tarif yang
ditetapkan terlebih dahulu, perubahan dalam produk atau proses dapat dengan
cepat tercermin pada biaya. Selanjutnya, penyesuaian pada harga-harga bahan
atau tarif mudah dilakukan begitu juga untuk menentukan harga jualnya.

3. Dalam Penilaian Persediaan


Diperoleh suatu angka “Biaya” yang lebih baik. Akan diperoleh data biaya yang
lebih dapat diandalkan, oleh karena telah dieleminasikannya pengaruh dari
kapasitas yang menganggur atau dari pemborosan atau ketidakefisienan yang
abnormal.
Diperoleh kesederhanaan dalam penilaian persediaan. Semua produk yang
serupa, dinilai dengan harga pokok yang sama. Ini tidak saja membantu dalam
menutup buku pada setiap akhir bulan, tetapi juga menguntungkan dalam
menetapkan nilai persediaan fisik setiap tahun.

4. Dalam Perencanaan Anggaran


Penetapan biaya total standard dipermudah. Biaya standard per unit
menyediakan data dasar utk mengkonversi penjualan dan produksi yang
ditetapkan kedalam biaya total. Sehingga untuk menentukan total anggaran,
maka hanya mengalikan biaya standard dengan volume atau kuantitas
produksinya saja dan tidak perlu lagi menganalisa biaya biaya lainnya kedalam
produksi.
Tersedia alat untuk menunjukkan adanya penyimpangan prestasi kerja dibawah
yang tidak ditetapkan. Dengan adanya data historis mengenai penyimpangan
beserta alasannya, maka untuk biaya yang tidak dapat dikendalikan akan
diberikan range penyimpangan yang layak untuk anggaran yang sedang
berjalan.
Jenis-jenis Standard yang dibutuhkan:
1. Standard Kuantitas Bahan
dalam memproduksi suatu barang, faktor biaya yang paling nyata ialah kuantitas
dari bahan yang digunakan. Standard kuantitatif bila dikalikan dengan standard
harga bahan perunit, akan menghasilkan standard biaya bahan, dan bila meliputi
lebih dari satu jenis bahan, maka penjumlah dari seluruh standard biaya bahan
tersebut menjadi total standard biaya bahan.
2. Standard Harga Bahan
untuk membedakan penyimpangan biaya (cost variance) yang terjadi karena
pemakaian bahan yang berlebihan dari perbedaan biaya yang terjadi karena
perubahan harga, maka perlu ditetapkan suatu standard harga bahan. Standard
harga ini menggambarkan biaya yang diperkirakan dan bukan biaya yang
diinginkan atau biaya yang “efisien”. Standard harga ini biasanya digunakan
selama satu periode atau satu tahun.

3. Standard Jumlah Jam kerja


karena dalam suatu perusahaan kita berhubungan dengan manusia, maka upah
merupakan unsur yang paling variabel yang perlu dipelajari untuk mencapai
pengurangan dan pengendalian biaya. Oleh karena itu, perlu diketahui jumlah
tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan suatu produk, dgn cara
menetapakan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan bila
bekerja dalam kondisi standard. (time and motion study)

4. Standard Tarif Upah


tarif upah pada umumnya ditentukan oleh faktor-faktor diluar penguasaan
perusahaan, mungkin sebagai hasil permufakatan melalui serikat buruh atau
menurut tarif yang berlaku dipasaran setempat. Standard upah diperlukan untuk
dapat mengisolasi biaya-biaya tinggi yang terjadi karena pemakaian tenaga kerja
yang berlebihan. Standard jumlah jam kerja (waktu) yang diperlukan bila
dikalikan dengan standard tarif upah, akan menghasilkan standard biaya upah
untuk operasi.

5. Standard Biaya Overhead Pabrik

merupakan biaya yang paling sulit dikendalikan, karena: biaya-biaya tersebut


bereaksi berbeda terhadap berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. Ada biaya
yang bersifat tetap, yaitu: biaya pengawasan, pemeliharaan dan biaya
administrasi. Dan ada juga biaya yang berubah langsung terhadap perubahan
kegiatan operasi, yaitu: bahan baku tidak langsung, pelumas, perlengkapan dan
listrik. oleh karena itu, biaya-biaya overhead paling baik dikendalikan melalui
penggunaan anggaran fleksibel yang memisahkan antara biaya tetap dan
variabel yang berhubungan dengan perubahan aktivitas perusahaan. standard
biaya overhead dapat ditetapkan untuk setiap unsur biaya yang dianggarkan,
baik dalam jumlah total per unsur maupun per unit, misalnya: biaya energi/listrik
per jam kerja, atau bahan perlengkapan per unit barang.

6. Standard Penjualan
Ditetapkan untuk tujuan pengendalian, pengukuran efektivitas kegiatan
pemasaran atau penjualan dan untuk memberikan insentif atau menstimulisasi
sumber daya penjualan. Standard yang paling lazim digunakan adalah Quota
Penjualan yang biasanya dinyatakan dalam jumlah penjualan (banyaknya satuan
fisik atau jumlah uang) yang harus dicapai. Adapun standard lain yang
digunakan adalah:
○ Banyaknya pelanggan yang akan dipertahankan,
○ Banyaknya pelanggan baru yang akan diperoleh,
○ Banyaknya kunjungan yang dilakukan per periode,
○ Banyaknya kontak telepon yang dilakukan per periode,
○ Rata-rata order (pesanan) yang akan diperoleh/periode.

7. Standard Biaya Distribusi


Standard yang lebih efektif adalah yang dapat mengukur prestasi pelaksanaan
per individu, yaitu:

○ Biaya penjualan per unit yang dijual,


○ Biaya per hari,
○ Biaya perkilo-meter yang ditempuh,
○ Biaya per order penjualan.

8. Standard Biaya Administrasi

ditetapkan suatu standard yang sesuai untuk setiap fungsi atau operasi yang
diukur, yaitu:

Pembelian Biaya per order pembelian


Personalia Biaya per karyawan yg dipekerjakan
Ketatausahaan Biaya per arsip yang ditangani
Pembkan Faktur Biaya per faktur yang dibukukan

9. Standard Lainnya
Ditetapkan untuk mengukur efektivitas dalam penggunaan harta atau kredit
perusahaan, yaitu:

Current Ratio,
Perputaran Persediaan,
Rasio hutang thd modal sendiri,
Tingkat pengembalian atas harta,
Tingkat pengembalian atas modal,
Perputaran Modal Kerja, dan
Operating Ratio.

Penggunaan Biaya Standard oleh Manajemen:

1. Perencanaan dan peramalan


2. Memotivasi para pegawai
3. Pemberian balas jasa bagi para pegawai
4. Pengukuran prestasi pelaksanaan
5. Penganalisaan tindakan alternatif produk2 baru
6. Keputusan-keputusan penetapan harga
7. Penilaian persediaan
8. Keputusan membuat atau membeli
9. Pengendalian dan pengurangan biaya.