Anda di halaman 1dari 37

REFERAT HIPERTENSI

Dokter Pembimbing : dr. Hj. Etty Siti Aminah, Sp. PD

Disusun Oleh : Made Ayu ntan !inayati Oka "#"."$.%&"

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM RSUD KOTA BEKASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI PERIODE 30 September 7 Desember 0!3

LEMBAR PEN"ESAHAN

Makalah re'erat dengan judul (Hipertensi) telah diterima dan disetujui pada tanggal *o+ember ,"%# sebagai salah satu syarat menyelesaikan -epaniteraan -linik lmu Penyakit Dalam Periode #" September . / Desember ,"%# di 0S1D -O2A 3E-AS .

3ekasi, ,, *o+ember ,"%#

dr. Dr. Hj. Etty Siti Aminah, Sp. PD

KATA PEN"ANTAR

Puji serta syukur penulis panjatkan kepada Allah S!2 karena atas rahmat dan hidayah .*yalah penulis dapat menyelesaikan tugas re'erat dalam -epaniteraan -linik lmu Penyakit Dalam di 0S1D -ota 3ekasi, mengenai (H PE02E*S ). Dalam penyusunan tugas dan materi ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapi. *amun, penulis menyadari bah4a kelan5aran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan semua pihak sehingga kendala6kendala yang penulis hadapi dapat teratasi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengu5apkan terima kasih sebesar6besarnya kepada dr. Dr. Hj. Etty Siti Aminah, Sp. PDsebagai dokter pembimbing dalam pembuatan re'erat ini. Penulis menyadari bah4a dalam penulisan re'erat ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga re'erat ini dapat berman'aat dan membantu teman seja4at serta para pemba5a pada umumnya dalam memahami Hipertensi.

3ekasi, ,, *o+ember ,"%#

DAFTAR ISI
7EM3A0 PE*8ESAHA* -A2A PE*8A*2A0 DA92A0 S 3A3 PE*DAH171A* %.% 7atar 3elakang %., 2ujuan Penulisan 3A3 H PE02E*S , # & : : : / / / $ %" %% %, %, %& %; %; %< ,: ,: ,< ,$ &

,.% De'inisi ,., 9isiologi 0egulasi 2ekanan Darah ,.# Sistem 0enin Angiotensin Aldosteron ,.& Epidemiologi ,.; -riteria ,.; -lasi'ikasi ,.: 9aktor risiko ,./ Pato'isiologi ,.< Mani'estasi -linis ,.$ Diagnosis ,.%" ,.%% 2atalaksana Penatalaksanaan Hipertensi Pada -eadaan -husus

,.%%.% -elainan jantung dan pembuluh darah ,.%%., Penanggulangan Hipertensi dengan 8angguan 9ungsi 8injal ,.%%.# Penanggulangan Hipertensi pada 1sia 7anjut

,.%%.& Penanggulangan H pertensi pada 8angguan *eurologis ,.%%.; Penanggulangan Hipertensi pada Diabetes ,.%%.: Penanggulangan Hipertensi pada -ehamilan ,.%, ,.%& 3A3 -omplikasi Prognosis -ES MP17A*

#" #, ## #& #& #; #:

3A3 = DA92A0 P1S2A-A

BAB I PENDAHULUAN

!#! L$t$r Be%$&$'( Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi masalah pada hampir semua golongan masyarakat baik di ndonesia maupun diseluruh dunia. Di seluruh dunia , peningkatan tekanan darah diperkirakan menyebabkan /,; juta kematian, sekitar %,,<> dari total kematian di seluruh dunia. Di ndonesia, pre+alensi masyarakat yang terkena hipertensi berkisar antara :6%;> dari total penduduk. Hipertensi merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi kinerja berbagai organ. Hipertensi juga menjadi suatu 'a5tor resiko penting terhadap terjadinya penyakit seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke. Apabila tidak ditanggulangi se5ara tepat, akan terjadi banyak kerusakan organ tubuh. Hipertensi disebut sebagai silent killer karena dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ tanpa gejala yang khas. Penderita hipertensi yang tidak terkontrol se4aktu64aktu bisa jatuh ke dalam keadaan ga4at darurat. Diperkirakan sekitar %6<> penderita hipertensi berlanjut menjadi (krisis hipertensi) dan banyak terjadi pada usia sekitar #"6/" tahun. *amun, krisis hipertensi jarang ditemukan pada penderita dengan tekanan darah normal tanpa penyebab sebelumnya. Pengobatan yang baik dan teratur dapat men5egah insiden krisis hipertensi maupun komplikasi lainnya menjadi kurang dari %>.% !# T)*)$' Penulisan re'erat ini bertujuan untuk lebih memahami mengenai hipertensi, 5ara mendiagnosisnya dan penatalaksanaannya serta untuk member pengetahuan kepada pemba5a.

BAB II TIN+AUAN PUSTAKA

#! De,-'-sHipertensi dide'inisikan sebagai peningakatan tekanan darah sistolik sedikitnya %&" mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya $" mmHg menurut ?*@ = . # F-s-.%.(- Re()%$s- Te&$'$' D$r$/ 2ekanan darah ditentukan oleh , 'aktor utama, yaitu 5urah jantung A5ardia5 outputB dan resistensi +as5ular peri'er Aperipheral +as5ular resistan5eB. @urah jantung merupakan hasil kali antara 'rekuensi denyut jantung dengan isi sekun5up Astroke +olumeB, sedangkan isi sekun5up ditentukan oleh aliran balik +ena A+enous returnB dan kekuatan kontraksi miokard. 0esistensi peri'er ditentukan oleh tonus otot polos pembuluh darah, elastisitas pembuluh darah dan +iskositas darah. Semua parameter tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa 'aktor, antara lain: system sara' simpatis dan parasimpatis, system rennin6angiotensin6 aldosteron AS0AAB dan 'aktor lo5al berupa bahan6bahan +asoakti' yang diproduksi oleh sel endotel pembuluh darah. Sistem sara' simpatis bersi'at presi' yaitu meningkatkan tekanan darah dengan meningkatkan 'rekuensi denyut jantung, memperkuat kontraktilitas miokard, dan meningkatkan resistensi pembuluh darah. Sistem parasimpatis justru kebalikannya yaitu bersi'at de'resi'. Apabila terangsang, maka akan menurunkan tekanan darah karena menurunkan 'rekuensi denyut jantung. S0AA juga bersi'at presi' karena dapat memi5u pengeluaran angiotensin +olume darah. yang memiliki e'ek +asokonstriksi pembuluh darah dan aldosteron yang menyebabkan retensi air dan natrum di ginjal sehingga meningkatkan

Sel endotel pembuluh darah juga memegang peranan penting dalam terjadinya hipertensi. Sel endotel pembuluh darah memproduksi berbagai bahan +asoakti' yang sebagiannya bersi'at +asokonstriktor seperti endotelin, tromboksan A, dan angiotensin lo5al. Sebagian lagi bersi'at +asodilator seperti endothelium6deri+ed relaCing 'a5tor AED09B, yang dikenal juga sebagai nitrit oCide A*OB dan prostasiklin AP8 ,B. Selain itu jantung terutama atrium kanan memproduksi hormone yang disebut atriopeptin Aatrial natriureti5 peptide, A*PB yang 5enderung bersi'at diureti5, natriuretik dan +asodilator yang 5enderung menurunkan tekanan darah. ,

<

#3 S-stem Re'-' A'(-.te's-' A%0.ster.'

Peranan renin6angiotensin sangat penting pada hipertensi renal atau yang disebabkan karena gangguan pada ginjal. Apabila bila terjadi gangguan aliran sirkulasi darah pada ginjal, maka ginjal akan banyak mensekresikan sejumlah besar renin. Menurut 8uyton dan Hall A%$$/B, renin adalah enDim dengan protein ke5il yang dilepaskan oleh ginjal bila tekanan arteri turun sangat rendah. Menurut -labunde A,""/B pengeluaran renin dapat disebabkan akti+asi sara' simpatis Apengakti'annya melalui E%6adreno5eptorB, penurunan tekanan arteri ginjal Adisebabkan oleh penurunan tekanan sistemik atau stenosis arteri ginjalB, dan penurunan asupan garam ke tubulus distal. 0enin bekerja se5ara enDimatik pada protein plasma lain, yaitu angiotensinogen untuk melepaskan angiotensin . Angiotensin memiliki si'at +asokonstriktor yang ringan, oleh suatu enDim, yaitu enDim pengubah, yang selanjutnya akan diakti'kan angiotensin Angiotensin

terdapat di endotelium pembuluh paru yang disebut Angiotensin @on+erting EnDyme AA@EB. adalah +asokonstriktor yang sangat kuat, dan memiliki e'ek6e'ek lain yang menetap dalam darah hanya selama % atau , ada dalam se5ara 5epat akan diinakti+asi oleh berbagai enDim darah dan mempunyai dua pengaruh utama yang dapat meningkatkan $ juga mempengaruhi sirkulasi. Angiotensin menit karena angiotensin darah, maka angiotensin

jaringan yang se5ara bersama6sama disebut angiotensinase Selama angiotensin

tekanan arteri. Pengaruh yang pertama, yaitu +asokontriksi, timbul dengan 5epat. =asokonstriksi terjadi terutama pada arteriol dan sedikit lebih lemah pada +ena. -onstriksi pada arteriol akan meningkatkan tahanan peri'er, akibatnya akan meningkatkan tekanan arteri. -onstriksi ringan pada +ena6+ena juga akan meningkatkan aliran balik darah +ena ke jantung, sehingga membantu pompa jantung untuk mela4an kenaikan tekanan. @ara utama kedua dimana angiotensin meningkatkan tekanan arteri adalah dengan bekerja pada ginjal untuk menurunkan eksresi garam dan air. -etika tekanan darah atau +olume darah dalam arteriola e'eren turun A kadang6kadang sebagai akibat dari penurunan asupan garamB, enDim renin menga4ali reaksi kimia yang mengubah protein plasma yang disebut angiotensinogen menjadi peptida yang disebut angiotensin beberapa 5ara. Sebagai 5ontoh, angiotensin . Angiotensin ber'ungsi sebagai hormon yang meningkatkan tekanan darah dan +olume darah dalam menaikan tekanan dengan 5ara menyempitkan arteriola, menurunkan aliran darah ke banyak kapiler, termasuk kapiler ginjal. Angiotensin merangsang tubula proksimal ne'ron untuk menyerap kembali *a@l dan air. Hal tersebut akan jumlah mengurangi garam dan air yang diekskresikan dalam urin dan akibatnya adalah peningkatan +olume darah dan tekanan darah. Pengaruh lain angiotensin adalah perangsangan kelenjar adrenal, yaitu organ yang terletak diatas ginjal, yang membebaskan hormon aldosteron. Hormon aldosteron bekerja pada tubula distal ne'ron, yang membuat tubula tersebut menyerap kembali lebih banyak ion natrium A*aFB dan air, serta meningkatkan +olume dan tekanan darah. Hal tersebut akan memperlambat kenaikan +oume 5airan ekstraseluler yang kemudian meningkatkan tekanan arteri selama berjam6jam dan berhari6hari. E'ek jangka panjang ini bekerja melalui mekanisme +olume 5airan ekstraseluler, bahkan lebih kuat daripada mekanisme +asokonstriksi akut yang akhirnya mengembalikan tekanan arteri ke nilai normal. #1 Ep-0em-.%.(Data epidemiologi menunjukkan bah4a dengan meningkatnya populasi usia lanjut maka jumlah pasien dengan hipertensi kemungkinan besar juga bertambah, di mana baik hipertensi sistolik maupun kombinasi hipertensi sistolik dan diastolik sering timbul pada lebih dari separuh orang yang berusia G :; tahun. Selain itu, laju pengendalian tekanan darah yang dahulu terus meningkat dalam dekade terakhir tidak menunjukkan kemajuan lagi Apola kur+a mendatarB dan pengendalian tekanan darah ini hanya men5apai #&> dari seluruh pasien hipertensi.

%"

Sampai saat ini, data hipertensi yang lengkap sebagian besar berasal dari negara maju. Data dari The National Health and Nutrition Examination Survey A*H*ESB menunjukkan bah4a dari tahun ke %$$$6,""", insiden hipertensi pada orang de4asa adalah sekitar ,$6#%> yang berarti terdapat ;<6:; juta orang hipertensi di Amerika dan terjadi peningkatan %; juta dari data *H*ES tahun %$<<6%$$%. Hipertensi esensial sendiri merupakan $;> dari seluruh kasus hipertensi.% ,.; -riteria 3erdasarkan penyebabnya hipertensi dapat diklasi'ikasikan menjadi hipertensi esensialH primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensialHprimer adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya disebut sebagai hipertensi esensial. Sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang terjadi karena ada suatu penyakit yang melatarbelakanginya. Menurut The Seventh of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High lood Pressure A?*@ /B klasi'ikasi tekanan darah pada orang de4asa terbagi menjadi kelompok normal, prehipertensi, hipertensi derajat %, dan hipertensi derajat ,.#
K%$s-,-&$s- Te&$'$' D$r$/ *ormal Prehipertensi Hipertensi derajat % Hipertensi derajat , K%$s-,-&$s- Te&$'$' D$r$/ me')r)t +N2 7 TDS 3mmH(4 I %," %,"6%#$ %&"6%;$ J %:" Dan Atau Atau Atau TDD 3mmH(4 I <" <"6$" $"6$$ J %""

Pasien dengan prehipertensi berisiko mengalami peningkatan tekanan darah menjadi hipertensi, yang tekanan darahnya %#"6%#$H<"6<$ mmHg sepanjang hidupnya memiliki , kali risiko menjadi hipertensi dan mengalami penyakit kardio+askuler daripada yang tekanan darahnya lebih rendah. Pada orang yang berumur lebih dari ;" tahun, tekanan darah sistolik G %&" mmHg merupakan 'aktor risiko yang lebih penting untuk terjadinya penyakit kardio+askuler daripada tekanan darah diastolik. 0isiko penyakit kardio+askuler dimulai pada tekanan darah %%;H/; mmHg, meningkat , kali dengan tiap kenaikan ,"H%" mmHg. 0isiko penyakit kardio+askuler bersi'at kontinyu, konsisten, dan independen dari 'aktor risiko lainnya. %%

#5 K%$s-,-&$s#5#! Ber0$s$r&$' Et-.%.(-'6$ Hipertensi berdasarkan etiologi H penyebabnya dibagi menjadi , : H-perte's- Pr-mer $t$) Ese's-$% Hipertensi primer atau yang disebut juga hipertensi esensial atau idiopatik adalah hipertensi yang tidak diketahui etiologinyaHpenyebabnya. $"> dari semua penyakit hipertensi merupakan penyakit hipertensi esensial. H-perte's- Se&)'0er Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang terjadi sebagai akibat suatu penyakit, kondisi dan kebiasaan. -arena itu umumnya hipertensi ini sudah diketahui penyebabnya. 2erdapat %"> orang menderita apa yang dinamakan hipertensi sekunder. Skitar ;6%"> penderita hipertensi penyebabnya adalah penyakit ginjal Astenoisarteri renalis, pielone'ritis, glomerulone'ritis, tumor ginjalB, sekitar %6,> adalah penyakit kelaian hormonal Ahiperaldosteronisme, sindroma 5ushingB dan sisanya akibat pemakaian obat tertentu Asteroid, pil -3B.& #7 F$&t.r r-s-&. ,./.% 9aktor 8enetika A0i4ayat keluargaB Hipertensi merupakan suatu kondisi yang bersi'at menurun dalam suatu keluarga. Anak dengan orang tua hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada anak dengan orang tua yang tekanan darahnya normal. ,./., 0as Orang .orang yang hidup di masyarakat barat mengalami hipertensi se5ara merata yang lebih tinggi dari pada orang berkulit putih. Hal ini kemungkinan disebabkan karena tubuh mereka mengolah garam se5ara berbeda.

,./.#

1sia

%,

Hipertensi lebih umum terjadi berkaitan dengan usia, -hususnya pada masyarakat yang banyak mengkonsumsi garam. !anita pre . menopause 5enderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada pria pada usia yang sama, meskipun perbedaan diantara jenis kelamin kurang tampak setelah usia ;" tahun. Penyebabnya, sebelum menopause, 4anita relati' terlindungi dari penyakit jantung oleh hormon estrogen. -adar estrogen menurun setelah menopause dan 4anita mulai menyamai pria dalam hal penyakit jantung

,./.#

?enis kelamin Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi dari pada 4anita. Hipertensi berdasarkan jenis kelamin ini dapat pula dipengaruhi oleh 'aktor psikologis. Pada pria seringkali dipi5u oleh perilaku tidak sehat Amerokok, kelebihan berat badanB, depresi dan rendahnya status pekerjaan. Sedangkan pada 4anita lebih berhubungan dengan pekerjaan yang mempengaruhi 'aktor psikiskuat

,./.;

Stress psikis Stress meningkatkan akti+itas sara' simpatis, peningkatan ini mempengaruhi meningkatnya tekanan darah se5ara bertahap. Apabila stress berkepanjangan dapat berakibat tekanan darah menjadi tetap tinggi. Se5ara 'isiologis apabila seseorang stress maka kelenjer pituitary otak akan menstimulus kelenjer endokrin untuk mengahasilkan hormon adrenalin dan hidrokortison kedalam darah sebagai bagian homeostasis tubuh. Penelitian di AS menemukan enam penyebab utama kematian karena stress adalah P?-, kanker, paru6paru, ke5elakan, pengerasan hati dan bunuh diri.

,./.:

Obesitas Pada orang yang obesitas terjadi peningkatan kerja pada jantung untuk memompa darah agar dapat menggerakan beban berlebih dari tubuh tersebut. 3erat badan yang berlebihan menyebabkan bertambahnya +olume darah dan perluasan sistem sirkulasi. 3ila bobot ekstra dihilangkan, 2D dapat turun lebih kurang ",/H%,; mmHg setiap kg penurunan berat badan. Mereduksi berat badan hingga ;6%"> dari bobot total tubuh dapat menurunkan resiko kardio+askular se5ara signi'ikan.

%#

,././

Asupan garam *a on natrium mengakibatkan retensi air, sehingga +olume darah bertambahdan menyebabkan daya tahan pembuluh meningkat. ?uga memperkuat e'ek +asokonstriksi noradrenalin. Se5ara statistika, ternyata bah4a pada kelompok penduduk yang mengkonsumsi terlalu banyak garam terdapat lebih banyak hipertensi daripada orang6 orang yang memakan hanya sedikit garam.

,./.<

0okok *ikotin dalam tembakau adalah penyebab tekanan darah meningkat. Hal ini karena nikotin terserap oleh pembuluh darah yang ke5il dalam paru . paru dan disebarkan keseluruh aliran darah. Hanya dibutuhkan 4aktu %" detik bagi nikotin untuk sampai ke otak. Otak bereaksi terhadap nikotin dengan memberikan sinyal kepada kelenjer adrenal untuk melepaskan e'inephrine AadrenalinB. Hormon yang sangat kuat ini menyempitkan pembuluh darah, sehingga memaksa jantung untuk memompa lebih keras diba4ah tekanan yang lebih tinggi.

2.7.9 -onsumsi al5ohol

Alkohol memiliki pengaruh terhadap tekanan darah, dan se5ara keseluruhan semakin banyak alkohol yang di minum semakin tinggi tekanan darah. 2api pada orang yang tidak meminum minuman keras memiliki tekanan darah yang agak lebih tinggi dari pada yang meminum dengan jumlah yang sedikit.

#7 P$t.,-s-.%.(#7#!

H-perte's- pr-mer 3eberapa teori patogKnesis hipertensi primer meliputi : Akti+itas yang berlebihan dari sistem sara' simpatik Akti+itas yang berlebihan dari sistem 0AA 0etensi *a dan air oleh ginjal nhibisi hormonal pada transport *a dan - mele4ati dinding sel pada ginjal dan pembuluh darah nteraksi kompleks yang melibatkan resistensi insulin dan 'ungsi endotel

%&

Sebab . sebab yang mendasari hipertensi esensial masih belum diketahui. *amun sebagian besar disebabkan oleh resistensi yang semakin tinggi Akekakuan atau kekurangan elastisitasB pada arteri . arteri yang ke5il yang paling jauh dari jantung Aarteri peri'eral atau arteriolesB, hal ini seringkali berkaitan dengan 'aktor6'aktor genetik, obesitas, kurang olahraga, asupan garam berlebih, bertambahnya usia, dll.& #7# H-perte's- Se&)'0er P$t.,-s-.%.(- /-perte's- se&)'0er Hipertensi sekunder disebabkan oleh suatu proses penyakit sistemik yang meningkatkan tahanan pembuluh darah peri'er atau 5ardia5 output, 5ontohnya adalah renal +askular atau paren5hymal disease, adreno5orti5al tumor,'eokromositoma dan obat6obatan. 3ila penyebabnya diketahui dan dapat disembuhkan sebelum terjadi perubahan struktural yang menetap, tekanan darah dapat kembali normal. #8 M$'-,est$s- K%-'-s Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala 4alaupun se5ara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan diper5aya berhubungan dengan tekanan darah tinggi. 8ejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, 4ajah kemerahan, dan kelelahan yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. ?ika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:

Sakit kepala -elelahan Mual6muntah Sesak napas 8elisah Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal -adang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak disebut ensefalo!ati hi!ertensif yang memerlukan penanganan segera

%;

#!0 D-$('.s-s %. Anamnesis Anamnesis yang perlu ditanyakan kepada seorang penderita hipertensi meliputi: a. 7ama menderita hipertensi dan derajat tekanan darah b. ndikasi adanya hipertensi sekunder -eluarga dengan ri4ayat penyakit ginjal Aginjal polikistikB Adanya penyakit ginjal, in'eksi saluran kemih hematuri, pemakaian oba6 obatan analgesi5 dan obatH bahan lain. Episode berkeringat, sakit kepala, ke5emasan palpitasi A'eokromositomaB. 5. 9aktor6'aktor resiko Ari4ayat hipertensiH kardio+askular pada pasien atau keluarga pasien, ri4ayat hiperlipidemia, ri4ayat diabetes mellitus, kebiasaan merokok, pola makan, kegemukan, insentitas olahragaB d. 8ejala kerusakan organ Otak dan mata: sakit kepala, +ertigo, gangguan penglihatan, transient is5hemi5 atta5ks, de'isit neurologis ?antung: Palpitasi,nyeri dada, sesak, bengkak di kaki 8injal: Poliuria, nokturia, hematuria

e. 0i4ayat pengobatan antihipertensi sebelumnya ,. Pemeriksaan 9isik a. Memeriksa tekanan darah Pengukuran rutin di kamar periksa 6 6 6 6 6 Pasien diminta duduk dikursi setelah beristirahat selam ; menit, kaki di lantai dan lengan setinggi jantung Pemilihan manset sesuai ukuran lengan pasien Ade4asa: panjang %,6 %#, lebar #; 5mB Stetoskop diletakkan di tempat yang tepat A'ossa 5ubiti tepat diatas arteri bra5hialisB 7akukan penngukuran sistolik dan diastoli5 dengan menggunakan suara -orotko'' 'ase dan = Pengukuran dilakukan ,C dengan jarak %6; menit, boleh diulang kalau pemeriksaan pertama dan kedua bedanya terlalu jauh. Pengukuran ,& jam AAmbulatory 3lood Pressure Monitoring6A3PMB %:

6 6 6 6 6

Hipertensi borderline atau yang bersi'at episodi5 Hipertensi o''i5e atau 4hite 5oat Hipertensi sekunder Sebagai pedoman dalam pemilihan jenis obat antihipertensi 8ejala hipotensi yang berhubungan dengan pengobatan antihipertensi

Pengukuran sendiri oleh pasien

b. E+aluasi penyakit penyerta kerusakan organ target serta kemungkinan hipertensi sekunder 1mumnya untuk penegakkan diagnosis hipertensi diperlukan pengukuran tekanan darah minimal , kali dengan jarak % minggu bila tekanan darah I %:"H%"" mmHg. #. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang pasien hipertensi terdiri dari: 2es darah rutin Ahemoglobin, hematokrit, leukosit, trombositB 1rinalisis terutama untuk deteksi adanya darah, protein, gula Pro'il lipid Atotal kolesterol Akolesterol total serum, HD7 serum, 7D7 serum, trigliserida serumB Elektrolit AkaliumB 9ungsi ginjal A1reum dan kreatininB Asam urat AserumB 8ula darah Ase4aktuH puasa dengan , jam PPB Elektrokardiogra'i AE-8B 3eberapa anjurantest lainnya seperti: Ekokardiogra'i jika diduga adanya kerusakan organ sasaran seperti adanya 7=H Plasma rennin activity AP0AB, aldosteron, katekolamin urin 1ltrasonogra'i pembuluh darah besar Akarotis dan 'emoralB 1ltrasonogra'i ginjal jika diduga adanya kelainan ginjal Pemeriksaaan neurologis untuk mengetahui kerusakan pada otak 9unduskopi untuk mengetahui kerusakan pada mata Mikroalbuminuria atau perbandingan albuminHkreatinin urin

%/

9oto thoraC.,

8ambaran kardiomegali dengan hipertensi pulmonal #!! T$t$%$&s$'$ 2ujuan pengobatan pasien hipertensi adalah: %. 2arget tekanan darah I %&"H$" mmHg, untuk indi+idu berisiko tinggi Adiabetes, gagal ginjal proteinuriaB I %#"H<" mmHg ,. Penurunan morbiditas dan mortalitas kardio+askuler #. Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria

%<

3erikut ini merupakan bagan algoritma penanganan hipertensi menurut ?*@ = , ,""#

%$

Algoritma penanganan hipertensi imulai terlebih dahulu dengan perubahan li'estyle atau gaya hidup. Perubahan li'estyle yang dapat menimbulkan penurunan terhadap tekanan darah, antara lain#: ,"

Modi'ikasi

0ekomendasi

Penurunan

2ekanan

Menurunkan 3erat 3adan Mengendalikan

Darah Sistolik berat ;6," mmHgH%" kg

badan sesuai dengan M2 normal yaitu %<,;6,&,$ kgHm, Diet dengan mengadopsi 3anyak diet DASH buah, makanan Menurunkan garam lemak asupan Pada mengkonsumsi <6%& mmHg sayuran yang dan rendah dengan ,6< mmHg

pasien

hipertensi dikenal # jenis diet rendah garam, yaitu: %. Diet 8aram 0endah A,""6&"" mg *aB Ditujukan pasien hipertensi tidak diperkenankan menambahkan garam ke dalam masakan dikonsumsi menghindari makanan yang tinggi natrium. ,. Diet 8aram 0endah A:""6<"" mg *aB yang dan asitesHedema pada dengan dan berat.

Pada kondisi ini

,%

Diet kepada

ini

diberikan pasien dan berat.

edemaHasites, terlalu Dianjurkan

hipertensi yang tidak

menghindari makanan dengan natrium Diperbolehkan menggunakan garam dalam tehA,gB. #. Diet 0endah %,"" mg *aB

kandungan tinggi.

pemasakan

sebesar ",; sendok

8aram A%"""6

Diet ini diberikan

pada pasien dengan edema atau hipertensi ringan. masakannya ditambahkan dapur sendok *amun menghindari makanan tinggi. 2ertutama aerobi5 teh Pada boleh garam % A&gB. tetap jenis yang

sebanyak

mengandung natrium 7atihan 'isik olahraga &6$ mmHg seperti jalan

5epat, berenang Aminimal ,,

Menurunkan al5ohol berlebih

#" menitB konsumsi 2idak lebih dari , gelasH ,6& mmHg hari untuk pria dan tidak lebih dari % gelasHhari untuk 4anita

Stop merokok Apabila dengan perubahan li'estyle tidak ter5apai target tekanan darah yang diinginkan Atekanan darah I %&"H$" mmHg pada pasien tanpa ri4ayat diabetesH penyakit ginjal kronis dan tekanan darah I%#"H<" mmHg pada seseorang dengan diabetesHpenyakit ginjal kronisB, maka selanjutnya kita mulai terapi inisial dengan obat anti hipertensi oral. 1ntuk keperluan pengobatan, ada pengelompokkan pasien berdasarkan pertimbangan khusus As!ecial consederationsB yaitu kelompok indikasi yang memaksa Acom!elling indicationsB dan keadaan khusus lainnya As!ecial situationsB. ndikasi yang memaksa meliputi: 8agal jantung Pas5a in'ark miokardium 0isiko penyakit pembuluh darah koroner tinggi Diabetes melitus Penyakit ginjal kronis Pen5egahan stroke berulang -eadaan khusus lainnya meliputi: Populasi minoritas Obesitas dan sindrom metabolik Hipertro'i +entrikel kanan Penyakit arteri peri'er Hipertensi pada usia lanjut Hipotensi postural Demensia Hipertensi pada perempuan Hipertesi pada anak dan de4asa muda Hipertensi urgensi dan emergensi ,#

Pada pasien hipertensi tanpa kondisi medis yang memaksa, penatalaksanaan obat anti hipertensi dibagi berdasarkan derajat tekanan darahnya. Pada hipertensi derajat % regimen pengobatan dilakukan dengan menggunakan diuretik jenis 2hiaDid untuk sebagian besar kasus, dan dapatt dipertimbangkan A@E , A03, 33, @@3, atau kombinasi. Sedangkan pada hipertensi derajat , digunakan kombinasi , jenis obat untuk sebagian besar kasusnya, umumnya diureti5 jenis thiaDid dan A@E atau A03 atau @@3. Sedangkan pada pasien dengan indikasi medis yang memaksa, obat yang diberikan adalah obat6obatan untuk indikasi medis yang memaksa dan anti hipertensi lain Adiuretika, A@E , A03, @@3Bsesuai dengan kebutuhan. ?enis6jenis obat antihipertensi untuk terapi 'armakologis hipertensi yang dianjurkan ?*@ / yaitu: Diuretika terutama jenis Thia"ide A2hiaDB atau #ldosterone #ntagonist AAldo AntB eta locker A33B Calcium Channel locker atau Calcium #ntagonist A@@3B #ngiotensin Converting En"yme $nhi%itor AA@E6 B #ngiotensin $$ &ece!tor locker atau A2% &ece!tor #ntagonist atau locker AA03B Masing6masing obat antihipertensi memiliki e'ekti+itas dan keamanan dalam pengobatan hipertensi tetapi pemilihan obat antihipertensi juga dipengaruhi beberapa 'aktor yaitu: 9aktor sosio6ekonomi Pro'il 'aktor risiko kardio+askuler Ada tidaknya kerusakan organ target Ada tidaknya penyakit penyerta =ariasi indi+idu dari respon pasien terhadap obat antihipertensi -emungkinan adanya interaksi dengan obat yang digunakan pasien untuk penyakit lain 3ukti ilmiah kemampuan obat antihipertensi yang akan digunakan dalam menurunkan risiko kardio+askuler 1ntuk sebagian besar pasien hipertensi, terapi dimulai se5ara bertahap dan target tekanan darah tinggi di5apai se5ara progresi' dalam beberapa minggu. Dianjurkan untuk ,&

menggunakan obat antihipertensi dengan masa kerja panjang atau yang memberikan e'ikasi ,& jam dengan pemberian sekali sehari. Pilihan memulai terapi dengan % jenis obat antihipertensi atau dengan kombinasi tergantung tekanan darah a4al dan ada tidaknya komplikasi. ?ika terapi dimulai dengan % jenis obat dalam dosis rendah dan kemudian tekanan darah belum men5apai target, maka langkah selanjutnya adalah meningkatkan dosis obat tersebut atau berpindah ke antihipertensi lain dengan dosis rendah. E'ek samping umumnya bisa dihindarkan dengan dosis rendah baik tunggal maupun kombinasi. Sebagian besar pasien memerlukan kombinasi obat antihipertensi untuk men5apai target tekanan darah tetapi terapi kombinasi dapat meningkatkan biaya pengobatan dan menurunkan kepatuhan pasien karena jumlah obat yang semakin bertambah. -ombinasi yang telah terbukti e'ekti' dan dapat ditoleransi pasien hipertensi adalah: @@3 dan 33 @@3 dan A@E atau A03 @@3 dan diuretika A3 dan 33 -adang diperlukan # atau & kombinasi obat

Diuretika Angiotensin II Receptor Blocker

" Blocker

! Blocker

Calcium Channel Blocker Angiotensin Converting Enzyme Inhi itor

8ambar. -emungkinan -ombinasi obat antihipertensi ,;

2atalaksana hipertensi menurut ?*@ / meliputi:


K%$s-,-&$sTe&$'$' D$r$/ TDS 3mmH(4 TDD 3mmH(4 Perb$-&$' P.%$ H-0)p Ter$p- Ob$t A9$% t$'p$ I'0-&$sMem$&s$ *ormal Prehipertensi I %," %,"6%#$ dan I <" atau <"6<$ Dianjurkan La 2idak indikasi obat Hipertensi derajat % %&"6%;$ atau $6 $$ La Diuretika jenis Thia"ide untuk sebagian besar kasus, dapat dipertimbangkan A@E6 , A03, 33, @@3, atau Hipertensi derajat , J %:" atau J %"" La kombinasi -ombinasi , obat untuk sebagian besar kasus umumnya diuretika jenis Thia"ide dan A@E6 atau A03 atau 33 atau @@3 Ter$p- Ob$t A9$% 0e'($' I'0-&$sMem$&s$ Obat6obatan untuk indikasi yang memaksa Obat6obatan untuk indikasi yang memaksa Obat antihipertensi lain Adiuretika, A@E6 , A03, 33, @@3B sesuai kebutuhan

Pasien yang telah mulai mendapakan pengobatan harus dilakukan e+aluasi lanjutan dan pengaturan dosis obat sampai target tekanan darah ter5apai. Setelah tekanan darah stabil, kunjungan berikutnya datang dengan inter+al #6: bulan, 'rekuensi kunjungan ini ditentukan dengan adanya tidaknya komorbiditas seperti gagal jantung, diabetes dan kebutuhan akan pemeriksaan laboratorium. Pada beberapa pasien adakalanya terjadi hipertensi yang resisten. Apabila terjadi hal demikian, perlu dipertimbangkan adanya kedaan sebagai berikut: a. b. 5. d. Pengukuran tekanan darah yang tidak benar Dosis belum memadai -etidakpatuhan pasien dalam penggunaan obat anti hipertensi -etidakpatuhan pasien dalam memperbaiki pola hidup Asupan al5ohol berlebih -enaikan berat badan berlebih ,:

e. '. g.

-elebihan +olume 5airan tubuh Asupan garam berlebih 2erapi diuretika tidak 5ukup Pennurunan 'ungsi ginjal berjalan progresi' Adanya terapi lain Masih menggunakan bahanHobat yang dapat meningkatkan tekanan darah Adanya obat yang mempengaruhi atau berinteraksi dengan kerja obat anti hipertensi. Penyebab hipertensi lainH sekunder Adakalanya seorang dokter umum dianjurkan merujuk ke dokter spesialisH subspesialis, yaitu pada kondisi: ?ika dalam : bulan target pengobatan tidak ter5apai Selain hipertensi ada kondisi lain seperti diabetes mellitus atau penyakit ginjal Alaju 'iltrate glomerulus men5apai I:" mlHmenH%,/# m, 6G konsul penyakit dalam, sedangkan untuk laju 'iltrate glomerulus men5apai I #"mlHmenH%,/#m#6G konsul ne'rologiB.

#! Pe'$t$%$&s$'$$' H-perte's- P$0$ Ke$0$$' K/)s)s: ,.%,.% -elainan jantung dan pembuluh darah : Penyakit jantung dan pembuluh darah yang disertai hipertensi yang perlu diperhatikan adalah penyakit jantung iskemik Aangina pektoris, in'ark miokardB, gagal jantung dan penyakit pembuluh darah peri'er. a. Penyakit ?antung skemik : Penyakit jantung iskemik merupakan (kerusakan organ target) yang paling sering ditemukan pada pasien dengan hipertensi. Pada pasien hipertensi dengan $'(-'$ pe&t.r-s st$b-% .b$t p-%-/$' pert$m$ b b%.&er 3BB4 dan sebagai $%ter'$t-, ;$%;-)m ;/$''e% b%.;&er 322B4. Pada pasien dengan sindroma koroner akut 3$'(-'$ pe&t.r-s t-0$& st$b-% $t$) -',$r& m-.&$r04 , pengobatan hipertensi dimulai dengan BB 0$' A2EI dan kemudian dapat ditambahkan antihipertensi lain bila diperlukan. Pada pasien <p$s;$ -',$r& m-.&$r0=> A2EI> BB 0$' $'t$(.'-s $%0.ster.' terbukti sangat mengungtungkan tanpa melupakan penata laksanaan lipid pro'il yang intensi' dan penggunaanaspirin.

,/

b. 8agal ?antung : 8agal jantung dalam bentuk dis'ungsi +entrikel sistolik dan diastolik terutama disebabkan oleh hipertensi dan penyakit jantung iskemik. Sehingga penatalaksanaan hipertensi dan pro'il lipid yang agresi' merupakan upaya pen5egahan terjadinya gagal jantung. Pada p$s-e' $s-mt.m$t-& 0e'($' terb)&t- 0-s,)'(s- ?e'tr-&e% rekomendasinya adalah A2EI 0$' BB . Pada pasien s-mt.m$t-& 0e'($' 0-s,)'(s?e'tr-&e% t$) pe'6$&-t *$'t)'( @e'0 st$(eA direkoendasikan untuk menggunakan A2EI> BB 0$' ARB bersama dengan pemberian 0-)ret-& @%..pA#

Pada situasi seperti ini pengontrolan tekanan darah sangat penting untuk men5egah terjadinya progresi'itas menjadi dis'ungsi +entrikel kiri.

5. Hipertensi pada Pasien dengan Penyakit Arteri Peri'er APAPB : 0E-OME*DAS : -E7AS : Pemberian antihipertensi pada PAP ekstremitas in'erior dengan tujuan untuk men5apai target tekanan darah I %&"H$" mmHg Auntuk non6diabetesB atau target tekanan darah I %#"H<" mmHgAuntuk diabetesB. hipertensi dengan PAP. -E7AS a : Penggunaan A2EI pada pasien simtomatik PAP ekstremitas ba4ah beralasan untuk menurunkan kejadian kardio+askular. -E7AS b : Penggunaan A@E dipertimbangkan Antihipertensi dapat pada pasien asimtomatik PAP ekstremitas ba4ah dapat untuk menurunkan per'usi kejadian tungkai ba4ah kardio+askular. dan berpotensi menurunkan BB merupakan agen antihipertensi yang e'ekti' dan 2 DA- merupakan kontraindikasi untuk pasien

mengeksaserbasi simtom klaudikasio ataupun iskemia tungkai kronis. -emungkinan tersebut harus diperhatikan saat memberikan antihipertensi. *amun sebagian besar pasien dapat mentoleransi terapi antihipertensi tanpa memperburuk simtom PAP dan

,<

penanggulangan sesuai pedoman diperlukan untuk tujuan menurunkan risiko kejadian kardi+askular.

,.%,., Penanggulangan Hipertensi dengan 8angguan 9ungsi 8injal 3ila ada gangguan 'ungsi ginjal, maka haruslah dipastikan dahulu apakah hipertensi menimbulkan gangguan 'ungsi ginjal hipertensi lama, hipertensi primerB ataupun gangguanHpenyakit ginjalnya yang menimbulkan hipertensi. Masalah ini lebih bersi'at diagnostik, karena penanggulangan hipertensi pada umumnya sama, ke5uali pada hipertensi sekunder Areno+askular,hiperaldosteronism primerB dimana penanggulangan hipertensi banyak dipengaruhi etiologi penyakit. %. Hipertensi dengan gangguan 'ungsi ginjal : 6 Pada keadaan ini penting diketahui derajat gangguan 'ungsi ginjal A@@2, 5reatininB dan derajat proteiuria. 6 Pada @@2 I ,; m7Hmen diuretik golongan thiaDidAke5uali metolaDonB tidak e'ekti'. 6 Pemakaian golongan A2EIBARB perlu memperhatikan penurunan 'ungsi ginjal dan kadar kalium. 6Pemakaian golongan BB 0$' 22B relati' aman. ,. Hipertensi akibat gangguan ginjalHadrenal: 6 Pada gagal ginjal terjadi penumpukan garam yang membutuhkan penurunan asupan garamHdiuretik golongan ,)r.sem-0eHdialisis. 6 Penyakit ginjal reno+askular baik stenosis arteri renalis maupun aterosklerosis renal dapat ditanggulangi se5ara inter+ensi AstentingHoperasiB ataupun medikal Apemakaian A@E dan A03 tidak dianjurkan bila diperlukan terapi obat. Aldosteronism primer Abaik karena adenoma maupun hiperplasia kelenjar adrenalB dapat ditanggulangi se5ara medikal Adengan obat antialdosteronB ataupun inter+ensi. Disamping hipertensi, derajad proteinuri ikut menentukan progresi 'ungsi ginjal, sehingga proteinuri perlu ditanggulangi se5ara maksimal dengan pemberian A2EIBARB 0$' 22B (.%.'($' '.' 0-/-0r.p-r-0-'.

,$

Pedoman Pengobatan Hipertensi dengan 8angguan 9ungsi 8injal : %. 2ekanan darah diturunkan sampai I %#"H<" mmHg Auntuk men5egah progresi gangguan 'ungsi ginjalB. ,. 3ila ada proteinuria dipakai A@E HA03 Asepanjang tak ada kontraindikasiB. #. 3ila proteinuria G %gH,& jam tekanan darah diusahakan lebih rendah AM %,;H/; mmHgB. &. Perlu perhatian untuk perubahan 'ungsi ginjal pada pemakaian A@E HA03 Akreatinin tidak boleh naik G ,">B dan kadar kalium AhiperkalemiaB. ,.%,.# Penanggulangan Hipertensi pada 1sia 7anjut Hipertensi pada usia lanjut mempunyai pre+alensi yang tinggi, pada usia diatas :; tahun didapatkan antara :"6<">. Selain itu pre+alensi gagal jantung dan stroke juga tinggi, keduanya merupakan komplikasi hipertensi. Oleh karena itu, penanggulangan hipertensi amat penting dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas kardio+askular pada usia lanjut. Sekitar :"> hipertensi pada usia lanjut adalah hipertensi sistolik terisolasi Aisolated systoli5 hypertensionB dimana terdapat kenaikan tekanan darah sistolik disertai penurunan tekanan darah diastolik. Selisih dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik disebut sebagai tekanan nadi Apulse pressureB, terbukti sebagai prediktor morbiditas dan mortalitas yang uruk. Peningkatan tekanan darah sistolik disebabkan terutama oleh kekakuan arteri atau berkurangnya elastisitas aorta. Penanggulangan hipertensi pada usia lanjut amat berman'aat dan telah terbukti dapat mengurangi kejadian komplikasi kardio+askular. Pengobatan dimulai bila : 6 2D sistolik J %:" mmHg bila kondisi dan harapan hidup baik. 6 2D sistolik J %&" bila disertai DM atau merokok atau disertai 'aktor risiko lainnya. Oleh karena pasien usia lanjut sudah mengalami penurunan 'ungsi organ, kekauan arteri, penurunan 'ungsi baroreseptor dan respons simpatik, serta autoregulasi serebral, pengobatan harus se5ara bertahap dan hati6hati Astart slo4, go slo4B hindarkan emakaian obat yang dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. Seperti halnya pada usia muda, penanggulangan hipertensi pada usia lanjut dimulai dengan perubahan gaya hidup. Diet rendah garam, termasuk #"

menghindari makanan yang dia4etkan dan penurunan berat pada obesitas, terbukti dapat mengendalikan tekanan darah. Pemberian obat dilakukan apabila penurunan tidak men5apai target. -ejadian komplikasi hipotensi ortostatik sering terjadi, sehingga diperlukan anamnesis dan pemeriksaan mengenai kemungkinan adanya hal ini sebelum obat ini. Obat yang dipakai pada usia lanjut sama seperti yang dipergunakan pada usia yang lebih muda. 1ntuk menghindari komplikasi pengobatan, maka dosis a4al dianjurkan separuh dosis biasa, kemudian dapat dinaikkan se5ara bertahap, sesuai dengan respons pengobatan dengan mempertimbangkan kemungkian e'ek samping obat. Obat6obat yang biasa dipakai meliputi diuretik AH@2B %,,; mg, terbukti men5egah komplikasi terjadinya penyakit jantung kongesti'. -euntungannya murah dan dapat men5egah kehilangan kalsium tulang. Obat lain seperti golongan A@E , @@3 kerja panjang dan obat6obat lainnya dapat dipergunakan. -ombinasi , atau lebih obat dianjurkan untuk memperoleh e'ek pengobatan yang optimal. 2arget pengobatan harus mempertimbangkan e'ek samping, terutama kejadian hipotensi ortostatik. 1mumnya tekanan darah sistolik diturunkan sampai I %&" mmHg. 2arget untuk tekanan darah diastolik sekitar <;6$" mmHg. Pada hipertensi sistolik penurunan sampai tekanan darah diastolik :; mmHg atau kurang dapat mengakibatkan peningkatan kejadian stroke. Oleh karena itu sebaiknya penurunan tekanan darah tidak sampai :; mmHg. ,.%,.& Penanggulangan H pertensi pada 8angguan *eurologis Oleh karena hipertensi merupakan 'aktor risiko utama maka penderita hipertensi dapat dianggap sebagai (Stroke prone patient). Pengendalian hipertensi sebagai 'aktor risiko akan menurunkan kejadian stroke sebanyak #,>.

%. Hipertensi tanpa de'isit neurologis : Dapat dilakukan sesuai dengan konsensus naSH. Dilakukan deteksi gangguan organ6organ otak melalui berbagai kegiatan : 6 Perlu perhatian khusus bila penderita hipertensi disertai dengan kesemutan dimuka,sekeliling bibir, ujung6ujung jari dan +ertigo, ada ke5enderungan insu'isiensi basiler.

#%

6 Selain itu keluhan lain, seperti gangguan berbahasa, gangguan daya ingat dan artikulasi perlu medapat perhatian lebih lanjut. ,. Hipertensi dengan tanda de'isit neulorogi akut: Penatalaksanaan hipertensi yang tepat pada stroke akut sangat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas stroke. a. Stroke skemik akut: N 2 DA- direkomendasikan terapi hipertensi pada stroke iskemik akut ke5uali terdapat hipertensi berat dan menetap yaitu sistolik G ,," mmHg atau diastolik G %," mmHg dengan tanda6tanda ense'alopati atau disertai kerusakan target organ lain. N Obat6obat antihipertensi yang sudah dikonsumsi sebelum serangan stroke diteruskan pada 'ase a4al stroke, pemberian obat antihipertensi yang baru ditunda sampai dengan /6%" hari pas5a a4al serangan stroke. N 3atas penurunan tekanan darah sebanyak6banyaknya ,"6,;> dari tekanan darah arterial rerataAMAPOmean arterial pressureB.AMAPO2ekanan diastolik F %H# selisih tekanan sistolik . diastolikB N ?ika tekanan darah sistolik %<"6,," mmHg danHatau tekanan darah diastolik %";6 %," mmHg, terapi darurat HA01S D 21*DA ke5uali terdapat bukti perdarahan intraserebral, gagal +entrikel jantung kiri, in'ark miokard akut, gagal ginjal akut, edema paru, diseksi aorta, ense'alopati hipertensi. ?ika peninggian tekanan darah itu menetap pada , kali pengukuran selang 4aktu :" menit, maka diberikan (@andesartan @ileCetil)A3lopressB &6%: mg oral selang %, jam. ?ika monoterapi oral tidak berhasil atau jika obat tidak dapat diberikan per oral, maka diberikan obat intra+ena yang tersedia. N 3atas penurunan tekanan darah sebanyak banyaknya sampai ,"6,;> dari tekanan darah arterial rerata, dan tindakan selanjutnya ditentukan kasus per kasus. b. Stroke hemoragik akut : N 3atas penurunan tekanan darah maksimal ,"6,;> dari tekanan darah semula. N Pada penderita dengan ri4ayat hipertensi sasaranA2A08E2B tekanan darah sistolik %:" mmHg dan diastolik $" mmHg. N 3ila tekanan darah sistolik G ,#" mmHg atau tekanan diastolik G %&" mmHg: berikan (ni5ardipin)H)diltiaDem)H)nimodipin) D0 P dan dititrasi dosisnya sampai #,

dengan tekanan darah sistolik %:" mmHg dan tekanan darah diastolik $" mmHg Adosis dan 5ara pemberian lihat tabel jenis6jenis obat untuk terapi emergensiB. N Peningkatan tekanan darah bisa disebabkan stres akibat stroke Ae'ek 5ushingB, akibat kandung ken5ing yang penuh, respon 'isiologis atau peningkatan tekanan intrakranial dan harus dipastikan penyebabnya. ,.%,.; Penanggulangan Hipertensi pada Diabetes ndikasi pengobatan : B-%$ te&$'$' 0$r$/ s-st.%-& C !30 mmH( 0$' B$t$) te&$'$' 0$r$/ 0-$st.%-& C !70 mmH(# N Sasaran Atarget penurunanB tekanan darah : 6 6 2ekanan darah I %#"H<" mmHg. 3ila disertai proteinuria J %gH,& jam : M %,;H/; mmHg. :

N Pengelolaan 6 *on 9armakologis : Perubahan gaya hidup, antara lain : menurunkan berat badan, meningkatkan

akti'itas 'isik, menghentikan merokok dan alkohol, serta mengurangi konsumsi garam. 6 9armakologis : Hal6hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat antihipertensi : Pengaruh terhadap pro'il lipid Pengaruh terhadap metabolisme glukosa Pengaruh terhadap resistensi insulin Pengaruh terhadap huipoglikemia terselubung.

Obat anti hipertensi yang dapat dipergunakan : PA@E PA03 P3eta6bloker P Diuretik dosis rendah P Al'a bloker ##

P @@3 golongan non6dihidropiridin. Pada diabetisis dengan tekanan darah sistolik antara %#"6%#$ mmHg atau tekanan darah diastolik antara <"6<$ mmHg diharuskan melakukan perubahan gaya hidup sampai # bulan. 3ial gagal men5apai target dapat ditambahkan terapi 'armakologis. Diabetisis dengan tekanan darah sistolik J %&" mmHg atau tekanan darah diastolik G $" mmHg, disamping perubahan gaya hidup, dapat diberikan terapi 'armakologis se5ara langsung. Diberikan terapi kombinasi apabila target terapi tidak dapat di5apai dengan monoterapi. @atatan : 6 A@E ,A03, dan @@3 golongan non6dihidropiridin dapat memperbaiki mikroalbuminuria. 6 A@E dapat memperbaiki kinerja kardio+askular. 6 Diuretik AH@2B dosis rendah jangka panjang , 2 DA- terbukti memperburuk toleransi glukosa. 6 Pengobatan hipertensi harus diteruskan 4alaupun sasaran sudah ter5apai. 6 3ila tekanan darah terkendali, setelah satu tahun dapat di5oba menurunkandosis se5ara bertahap. 6 Pada orang tua, tekanan darah diturunkan se5ara bertahap. ,.%%.: Penanggulangan Hipertensi pada -ehamilan 2ekanan darah G %:"H%"" mmHg HA01S diturunkan untuk melindungi ibu terhadap risiko stroke atau untuk memungkinkan perpanjangan masa kehamilan, sehingga memperbaiki kematangan 'etus. Obat yang dapat diberikan ialah : METHYL DOPA 0$' NIFEDIPINE# Obat6obat LA*8 TIDAK BOLEH DIBERIKAN saat kehamilan adalah A2EI Aberkaitan dengan kemungkinan kelainan perkembangan 'etusB dan ARB yang kemungkinan mempunyai e'ek sama seperti penyekat A@E . Diuretik juga 2 DAdigunakan mengingat e'ek pengurangan +olume plasma yang dapat mengganggu kesehatan janin . terapi de'initi' ialah ME*8HE*2 -A* -EHAM 7A* atas indikasi preeklampsia berat setelah usis kehamilan G #; minggu. #&

#!3 K.mp%-&$sAdapun komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi antara lain: a. Otak b. ?antung 5. Mata d. Paru6paru e. 8injal '. Sistemik #!: Pr.('.s-s Hipertensi dapat dikendalikan dengan baik dengan pengobatan yang tepat. 2erapi dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan obat6obatan antihipertensi biasanya dapat menjaga tekanan darah pada tingkat yang tidak akan menyebabkan kerusakan pada jantung atau organ lain. -un5i untuk menghindari komplikasi serius dari hipertensi adalah mendeteksi dan mengobati sebelum kerusakan terjadi. : Stroke : Aterosklerosis, penyakit jantung koroner, gagal jantung : -ebutaan Ape5ahnya pembuluh darah pada mataB : Edema paru : Penyakit ginjal kronik :Penyakit arteri peri'er atau penyakit oklusi arteri peri'er

BAB III KESIMPULAN


#;

Hipertensi atau tekanan darah tinggi diderita oleh hampir semua golongan masyarakat di seluruh dunia. 3atasan hipertensi ditetapkan dan dikenal dengan ketetapan ?*@ = A The Seventh &e!ort of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of Hight lood PressureB. Menurut 5riteria ?*@ = , pasien dengan hipertensi dibagi menjadi normal, pre hipertensi, hipertensi derajat %, dan hipertensi derajat ,. Menurut perkiraan, sekitar #"> penduduk dunia tidak terdiagnosis adanya hipertensi Aunderdiagnosed conditionB. Hal ini disebabkan tidak adanya gejala atau dengan gejala ringan bagi mereka yang menderita hipertensi. Sedangkan, hipertensi ini sudah dipastikan dapat merusak organ tubuh seperti jantung A/"> penderita hipertensi akan merusak jantungB, ginjal, otak, mata, serta organ tubuh lainnya sehingga hipertensi disebut sebagai silent killer. Deteksi dini penting dilakukan untuk men5egah timbulnya berbagai komplikasi. Apabila sudah di diagnosis dengan hipertensi, seorang pasien harus diedukasi dengan baik mengenai pengaturan pola hidup yang benar selain dari terapi dengan medikamentosa.

DAFTAR PUSTAKA

#:

%. !HO.

0aised

3lood

Pressure.

http:HH444.4ho.intHghoHn5dHriskQ'a5torsHbloodQpressureQpre+alen5eQteCtHenH. A55essed *o+ember ,", ,"%# ,. *a'rialdi. Antihipertensi. 9armakologi dan 2erapi. Edisi ;. ?akarta: 9-1 R ,""/.p. #&%6:"8anis4arna, S. 8. A,""#B. 'amakologi dan Tera!i( ?akarta: 3agian 9armakologi 9-61 . #. 2he Se+enth 0epot o' the ?oint national @omitte on Pre+ention, dete5tion, e+aluation, and 2reatment o' High 3lood Pressure. ,""& &. Logiantoro M. Hipertensi Esensial. Dalam: Sudoyo A!, Setiyohadi 3, Al4i , Simadibrata M, Setiatii S AeditorB. 3uku Ajar lmu Penyakit Dalam. Edisi ;. ?akarta: nterna PublishingR ,""$.p. %"/$6<; ;. 0ingkasan Eksekuti' Penanggulangan Hipertensi. Perhimpunan Hipertensi ndonesia. ?akartaR,""/

#/