Anda di halaman 1dari 4

D.

Hasil Pengamatan dan Pembahasan


1. Hasil Pengamatan
a. Data rekapan
b.
2. Pembahasan
Upaya menghilangkan warna hijau melalui dekomposisi pigmen
dikenal sebagai degreening. Penguningan merupakan proses perombakan
pigmen hijau (klorofil) pada kulit buah secara kimiawi dan sekaligus
membentuk warna kuning jingga (karotenoid) pada kulit buah. Buah-buah
yang biasa diatur warnanya adalah pisang, mangga, dan jeruk. Proses
degreening dilakukan dalam ruangan khusus yang suhu dan
kelembabannya dikendalikan. Prinsipnya, gas etilen dengan dosis tefientu
dimasukkan ke dalam suatu ruangan yang tertutup rapat bersirkulasi berisi
buah yang mau dikuningkan dengan mengatur suhu dan kelembaban
optimum agar proses penguningan dapat berjalan lancar (Dhillon 2011).
Buah klimaterik mempunyai peningkatan atau kenaikan laju
respirasi sebelum pemasakan, sedangkan buah non klimaterik tidak
menunjukan adanya kenaikan laju respirasi. Contohnya meliputi pisang,
mangga, pepaya, alpukat, tomat, sawo, apel ,dan sebagainya. Buah non-
klimaterik menghasilkan sedikit etilen dan tidak memberikan respon
terhadap etilen kecuali dalam hal degreening (penurunan kadar klorofil)
pada jeruk dan nanas. Contohnya semangka, jeruk, nenas, anggur,
ketimun, dan sebagainya.Buah klimaterik menghasilkan lebih banyak
etilen pada saat matang dan mempercepat serta lebih seragam tingkat
kematangannya pada saat pemberian etilen.
Pisang merupakan salah satu dari berbagai jenis buah-buahan tropis
yang berada dan banyak di kembangkan di Indonesia. Sistem perakaran
yang berada pada tanaman pisang umumnya keluar dan tumbuh dari
bongo (corm) bagian samping dan bagian bawah, berakar serabut, dan
tidak memiliki akar tunggang. Batang psaing dibedakan menjadi dua
macam yaitu batang asli yang disebut bongo dan batang semu atau juga
batang palsu. Bentuk daun pisang pada umumnya panjang, lonjong,
dengan lebar yang tidak sama, bagian ujung daun tumpul, dan tepinya
tersusun rata. Bunga pisang atau yang sering disebut dengan jantung
pisang keluar dari ujung batang. Buah pisang tersusun dalam tandan tiap
tandan terdiri atas beberapa sisir dan tiap sisir terdapat 6-22 buah pisang
tergantung varietasnya (Rahmat 2013).
Tanaman jeruk (Citrus sp) merupakan ordo Rutales dan famili
Rutaceae. Bakal buah menumpang, bentuknya bulat, bulat pendek atau
elips. Buah jeruk tergolong buah sejati tunggal dan berdaging, oleh karena
itu buah yang masak tidak pecah, satu bunga menjadi satu bakal buah
saja. Dinding buah tebal dengan lapisan kulit luar yang kaku, bau
menyengat dan banyak mengandung minyak atsiri (Ballve 2007).
Praktikum acara ini dilakukan penguningan buah klimakterik dan
non-klimakterik dengan menggunakan karbit pada konsentrasi yang
berbeda-beda, yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3%. Berdasarkan Tabel 4
Kematangan Pisang (Musa Sp.) Dan Jeruk (Citrus Sp.) Pada Berbagai
Perlakuan Karbit terlihat bahwa perlakuan penggunaan karbit sebanyak 3
gr pada pisang memberikan hasil paling maksimal proses penguningan
(degreening) daripada perlakuan lain yaitu membutuhkan waktu 11 hari
dan memiliki rasa yang manis. Hal tersebut menyebabkan umur
simpannya lebih pendek yaitu 8 hari. Pada perlakuan penggunaan karbit
sebanyak 2 gr pada jeruk memberikan hasil maksimal terhadap
degreening yaitu 10 hari dan memiliki rasa agak manis. Hal tersebut
menyebabkan umur simpannya lebih pendek rata-rata 10 hari.
Pada pengamatan tekstur disemua perlakuan buah pisang
mengalami perubahan tekstur, yang semula bertekstur keras menjadi
bertekstur lunak setelah diberi karbit. Pada pengamatan warna buah
pisang disemua perlakuan buah pisang mengalami perubahan warna, yang
semula hijau menjadi kuning 100%. Setelah umur simpan berakhir
pengamatan rasa dilakukan dan diperoleh data bahwa rata-rata buah jeruk
setelah disimpan mempunyai rasa agak manis sampai terlalu manis tetapi
ada beberapa yang berasa agak sepat.
Perlakuan penggunaan 1 gr karbit pada pisang (B1K1) terjadi
perubahan tekstur yang semula bertekstur keras menjadi bertekstur lunak
setelah diberi karbit dimulai pada hari ke-7 dengan tekstur yang agak
lunak. Warna mulai menguning 100% pada hari ke-11 dan memiliki rasa
yang manis. Perlakuan ini memiliki umur simpan dan lama penyimpanan
yang lebih pendek dibandingkan dengan kontrol yaitu rata-rata 12 hari.






















DAFTAR PUSTAKA
Dhillon WS dan Mahajan 2011. Ethylene and ethephon induced fruit ripening in
pear. Stored Products and Postharvest Res. Vol 2 (3) :45-51.
Ballve, Rosa ML, HP Medina, dan R Bordignan 2007. Identification of
Reciprocal Hybrids in Citrus by The Broadness of The Leaf Petiole Wing.
Braz. J. Genet. Vol 20 (4) : 697-702
Efendi, R. 2010. Pengaruh dosis dan lama pemeraman dengan karbit (kalsium
karbida) dalam proses degreening jeruk bangkinang. J. Pasca Panen. Vol 4
(2) : 22-27.
Rahmat 2013. Karakteristik dan Morfologi Pisang (Musa Sp.).
http://www.anakagronomy.com. Diakses tanggal 6 Mei 2014.