Anda di halaman 1dari 7

AUDIT RISK AND ANALYTICAL PROCEDURES

Case 3

Walaupun abernethy telah mengungkapkan bahwa terjadi beberapa


masalah dalam perusahaan lakeside tapi komite tiga mitra menyarankan bahwa
abernethy menerima lakeside sebagai klien baru, sehingga abernethy dan chapman
kembali bertemu dengan rogers selaku pemilik dari lakeside dan seminggu
berikutnya perjanjian kerjasamapun tercapai, beberapa hari kemudian abernethy
membuat dua salinan surat perjanjian, satu salinan buat rogers dan salinan yang
satu lagi buat CPA Firm.
Komite tiga mitra juga ikut terlibat dalam penugasan ini diantaranya cline
sebagai mitra, wallace andrews sebagai manajer dan carole mitchel sebagai senior
auditor dan beberapa staf auditor diminta untuk membantu kapanpun dan
dimanapaun bila diperlukan.
AAR di memiliki 3 komponen yaitu : resiko yang melekat, pengendalian
resiko dan perencanaan, AAR sendiri artinya ukuran sejauh mana auditor
menerima laporan kuangan dapat menjadi salah saji material bahkan setelah audit
selesai dan pendapat wajar tampa pengecualian diberikan. Resiko melekat adalah
ukuran

dari

penilaian

kerentanan

dari

salah

saji

material

sebelum

mempertimbangkan efektifitas pengendalian internal perusahaan. Pengendalian


resiko adalah ukuran dari penilaian perusahaan bahwa jika terjadi salah saji
material itu tidak akan dicegah atau terdeteksi oleh auditor klien internal

sedangkan perencanaan deteksi resiko adalah ukuran penilaian perusahaan dari


kemungkinan bahwa salah saji material tidak akan terdekteksi oleh adit internal
klien dan tidak dapat juga terdekteksi oleh prosedur audit perusahaan sendiri.
Yang bertugas untuk menilai resiko yang melekat pada perusahaan lakeside
adalah andrews, selain melihat hasil audit terdahulu selama beberapa hari di
lakeside, ia juga melakukan peninjauan ke tiga toko dari enam toko yang dimiliki
lakeside. Mitchel sebagai senior auditor mebuat penilaian pendahuluan
pengendalian resiko berdasarkan penilaian resiko yang melekat ia menentukan
tingkat

yang

dapat

diterima

dan

direncakana

pendeteksian

yang

kan

memungkinkan dia untuk merekomendasikan prosedur audit subtantif di lakeside


company. Oleh karena itu sebelum program audit akhir siap, pemeriksaan
menyeluruh dilakukan untuk mengidentifikasi semua area audit dalam catatn
keuangan klien dan salah satu tekniknya yaitu adalah melakukan review. Ada lima
jenis prosedur analisis yang mebandingkan data klien
1.

Industri data (seperti rasio keuangan rata-rata industri)

2.

Serupa sebelum periode data (misalnya saldo rekening tahun


sebelumnya)

3.

diharapkan hasil ditentukan

Client (seperti jumlah yang

dianggarkan)
4.

Diharapkan hasil menggunakan informasi non-keuangan (seperti


persegi rekaman dan rak

ruang

di

sebuah

memperkirakan jumlah maksimum persediaan), dan

gudang

untuk

5.

Auditor menentukan hasil yang diharapkan (seperti perkiraan dari


sejarah tren dalam account atau rasio keuangan).

Salah satu prosedur review analitis yang umumnya diterpakan disebut analisi rasio
keuangan.
Sebelum melakukan prosedur analitis yang dilakukan mitchell terlebih
dahulu dia mempelajari laporan keuangan perusahaan lakeside untuk periode dua
tahun belakangan dan dia juga membahas prosedur umum buku besar dan trial
balance dengan mark hayes sebagai controler lakeside company. Ia menunjukan
bahwa keseimbangan trial disiapkan stiap dua minggu dan diberikan salinan
keseimbangan ini diberikan kepada Mr. Rogers, Mr. Muller, Ms. Howell, Mr Davis
untuk bahan pembanding buat mereka.

Pertanyaan
1. Akuntan harus paham tentang dokumen penugasan audit yang telah
disepakati dengan klien. Surat perjanjian adalah salah satu metode
yang dapat digunakan untuk dokumentasi ini. Mengapa dokumentasi
ini diperlukan dan hal yang harus mencakup dalam menganalisi surat
perjanjian yang disipakan oleh abernethy dan chapman. Pelayan apa
yang ditugaskan untuk klien?
Jawab.
Surat keterlibatan diperlukan. Tanggung Jawab kantor akuntan publik
yang ditemukan dalam surat perikatan :
* Untuk melakukan audit untuk pernyataan pendapat atas keuangan
klien,
* Untuk mencari salah saji material,
* Untuk melaporkan setiap kelemahan pengendalian internal,
* Untuk melaporkan setiap perubahan biaya potensial ,
* Untuk memberikan laporana udit akhir.
2. Klien perusahaan akan melaporkan saldo akun seperti biaya penjualan,
untuk melakukan prosedur analitis audiot harus mengembangkan
expections dari sumber-sumbernya. Keseimbangan yang diharapkan
dalam membandingkan dengan keseimbangan aktual dan setiap
fluktuasi signifikan diperiksa lebih lanjut. Dalam kasus lakeside apa
sumber yang akan tersedia untuk auditor jika biaya yang murah utuk
penjualan?
Jawab
a. angka historis. Jika harga pokok penjualan selalu menjadi persentase
tertentu dari penjualan lakeside ini, hubungan yang sama akan

diperkirakan akan terus berlanjut kecuali adanya faktor-faktor lain


telah berubah yang dimiliki lakeside.
b. dengan mempelajari publikasi perdagangan, 'bernethy dan chapman
dapat menentukan rata-rata industri untuk beban pokok penjualan
sebagai persentase dari penjualan.
c.

memadai. Jika tersedia, laporan keuangan perusahaan yang bersaing


dapat digunakan untuk menentukan hubungan normal beban pokok
penjualan terhadap penjualan.

3. Apa potensi masalah yang akan melekat dalam audit bisnis sepeti
perusahaan lakeside? Dengan kata lain apakah akun transaksi akan
memilki tingkat resiko yang tinggi?
Jawab.
lakeside memegang investasi barang-barang teknologi tinggi:
a. peralatan elektronik konsumen. sebagian dari barang dagangan ini
adalah bahaya yang selalu ada karena inovasi baru.
b. lakeside mendistribusikan barang dagangan untuk toko ritel.
c. lakeside menyewa sejumlah toko.
d. lakeside memiliki utang yang berjumlah besar.
d. lakeside sedang mempertimbangkan untuk go public.

4. Program audit dirancang untuk menghasilkan bukti yang cukup


dimana auditor dapat memberikan pendapat, bagaimana auditor tahu
bukti yang cukup?
Jawab.
Faktor yang memprngaruhi auditor tahu tengan kecukupan bukti audit
a. Matreliatias dan resiko akun yang saldonya besar dalam laporan
keuangan diperlukan jumlah bukti audit yang lebih banyak bila
dibandingkan dengan akun yang bersaldo tidak material.

b. Faktor ekonomi yang melihat dari segi waktu dan baiaya.


c. Ukuran dan karakteristik populasi.
5. Mitchel akan melaksanakan prosedur analitis lakeside

trial

keseimbangan dan data akuntansai yang lain. Apa yang dimaksud


dengan dengan kualitas dari bukti-bukti yang dikumpulkan oleh
subtantive ini. Prosedur pengujian itu adalah bagaimana kompeten
bukti-bukti yang diberikan oleh analitis prosedur debandingkan dari
bukti jenis lain?

6. Bagaimana exvansive harus menjadikan audiot memiliki pengetahuan


tentang klien dari sektor industri, dan bagaimana audiotr mendapatkan
informasi jenis ini?
Jawab
a. menilai kondisi di mana data akuntansi dihasilkan, diolah, Ulasan, dan
akumulasi dalam organisasi, mengevaluasi kewajaran estimasi.
b. mengevaluasi akurasi representasi manajemen.
c. membuat penilaian tentang kesesuaian prinsip akuntansi yang
diterapkan dan kecukupan pengungkapan.

7. Hal ini menunjukan bawa persaiangan harga dengan KAP lainya dalam
mengamankan penugasan dalam audit ini. Apakah masalah potesial
untuk KAP yang dapat timbul dari perjanjian terhadap klien dalam
persaingan harga dengan kompetitor lain?
Jawab.
Dalam rangka untuk menyelesaikan suatu perikatan audit untuk waktu
yang cukup singkat sehingga keuntungan yang wajar dapat dibuat.
resiko bagi auditor bila

a. menerima kurang dari bukti yang cukup


b. gagal untuk mengenali area audit yang kritis, atau
c. Tidak mampu memperoleh kedalaman pengetahuan yang diperlukan
untuk penilaian audit yang penting.
Dengan demikian, argumen yang sering dikemukakan bahwa
persaingan harga menyebabkan penurunan kualitas audit secara
keseluruhan.
8. Apaka hubungan antara resiko pengendalian dan perencanaan deteksi
resiko? Juga menambah relasi antara tingkat resiko pendeteksian dan
jumlah relatif subtantif terhadap pengujian harus dilakukan auditor.
Contoh, jika deteksi resiko tinggi artinya auditor harus melakukan
lebih atau kurang tes subtantive dari pada sebaliknya?
Jawab.
artinya, jika auditor menentukan tingkat risiko deteksi menjadi rendah,
dia ingin dalam mendeteksi kesalahan juga kecil.Dalam rangka untuk
memiliki kesempatan kecil tidak mendeteksi kesalahan, auditor harus
melakukan pengujian lebih lanjut. misalnya, menggunakan model
risiko audit, risiko deteksi yang direncanakan relatif rendah.