Anda di halaman 1dari 16

PANDUAN PERLINDUNGAN HARTA BENDA

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Seringkali terjadi banyak kasus atau peristiwa secara mendadak atau tibatiba rnisalnya kecelakaan, pingsan, bencana alarn yang mengakibatkan timbulnya
korban. Hal ini dapat mengakibatkan suatu kondisi yang cukup berbeda yakni
kepanikan, kacau, kecurigaan. Baik korban yang mengalarni maupun orang yang
melihat atau menolong. Kadang kala sering juga dalam kesempatan tersebut
kewaspadaan kurang akibat situasi yang tidak menentu. Sehingga dapat berakibat
adanya kehilangan barang atau benda terutama dan korban yang mengalami
bencana.
Negara Indonesia rnempunyai landasan hukurn yang cukup kuat untuk
dapat melindungi hak pnibadi seseorang untuk mendapatkan penlindungan yang
layak tanpa terkecuali baik untuk din pribadai maupun barang atau benda yang
dirniliknya. Sehingga setiap orang yang berada di tempat manapun tidak merasa
terancam baik secara fisik ataupun non fisik akibat kehilangan barang atau benda
Pengertian
Pengertian perlindungan adalah proses menjaga atau perbuatan untuk melindungi
Harta benda adalah
Tujuan
1. Mendeskripsikan prosedur untuk memastikan tidak terjadinya adanya
kehilangan harta benda pribadi pada pasien/pengunjung/karyawan selama
berada di rumah sakit.
2. Mengurangi kejadian yang berhuhungan dengan adanya kecurian dan
pihak dalam atau luar pada pasien/pengunjung/karyawan.

Ruang Lingkup

Panduan ini diterapkan kepada semua pasieni/pengunjung/karyawan

selama berada dalam rumah sakit.


Pelaksana panduan ini adalah semua karyawan yang bekerja di rumah
sakit (medis ataupun non medis).

Prinsip
1. Semua pasien/pengunjung/karyawan yang berada dalam rumah sakit harus
mendapat perlindungan harta benda pribadi dengan benar saat masuk
rumah sakit dan selama berada dirumah sakit.
2. Setiap pasien/pengunjung/karyawan yang berada dalam rumah sakit harus
berusaha menjaga harta benda pribadi.
3. Tujuan utarna perlindungan harm benda adalah untuk menjaga keamanan
yang memiliki harta benda tersebut.
4. Perlindungan harta benda digunakan pada proses pasien/pengunjung/
karyawan masuk dalam
lingkungan rurnah sakit.

rumah sakit atau selama berada dalam

BAB II
KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB
1. Seluruh Staf Rumah Sakit
a. Mernahami dan menerapkan prosedur perlindungan harta benda pribadi
milik pasien/pengunjung.
b. Memastikan prosedur perlindungan

harta

benda

pribadi

milik

pasien/pengunjung yang benar ketika pasien/pengunjung selarna berada


di rumah sakit.
c. Melaporkan kejadian salah prosedur perlindungan harta benda milik
pasien/pengunjung/karyawan
2. SDM yang bertugas
Perawat:

Bertanggung jawab memberikan perlindungan harta benda pasien


dan memastikan perlindungan tersebut tercatat di pada laporan di

rawat inap.
Memastikan harta benda tersimpan dengan baik. Jika terdapat
kesalahan penyimpanan maka penyimpanan harus clipindah
tempatnya.

Petugas Keamanan/Security

Bertanggung jawab memberikan pengamanan harta benda pasien

dan mernastikan pengamanan tersebut tercatat pada laporan.


Mernastikan harta benda tersimpan dengan baik. Jika terdapat
kesalahan penyimpanan maka penyimpanan harus dipindah

3.

tempatnya
Kepala Instalasi / KepalaRuang
Memastikan seluruh staf di Instalasi mernahami prosedur

perlindungan harta benda pasien.


Menyelidiki semua insiden salah perlindungan harta benda pasien
dan mernastikan terlaksananya suatu tindakan untuk rnencegah
terulangiiya kembati kejadian tersebut.

4. Manajer
Memantau dan memastikan panduan perlindungan harta benda dikeloa

dengan baik oleh Kepala Instalasi.


Menjaga standarisasi dalam rnenerapkan panduan perlindungan harta
henda pasien/pengunjung/lkaryawan.

BAB III
TATA LAKSANA PERLINDUNGAN HARTA BENDA
1. PERLNDUNGAN
PASIEN
Berlaku untuk pasien yang berada di rawat map dimana dalam hal ini
pasien mengenakan perhiasan atan barang berharga lainnya dan sedang
dalam kondisi akan dilakukan tindakan pelayanan medis.
1) Tatalaksana perlindungan harta benda pasien
a. Semua pasien sebelum masuk rawat

inap

harus

diinformasikan bahwa rumah sakit tidak bertanggung


jawab jika ada harta benda yang hilang sebab pada saat
akan masuk rawat inap sudah di informasikan oleh Unit
Pendaftaran.
b. Pastikan bahwa pasien sudah menyetujui dan mengerti
tentang infonnasi yang disampaikan tentang perlindungan
harta benda.
c. Pastikan pasien memberikan Surat Pernyataan bahwa
bersedia tidak akan menuntut apapun pada pihak rumah
sakit apabila terjadi kehilangan harta benda karena sudah
diinformasikan bahwa rumab sakit tidak bertanggung atasa
harta benda pribadi milik pasien.
d. Pastikan adanya proses serah

terima penyimpanan

sementara untuk harta benda pribadi milik pasien apabila


pada pasien tersebut tidak ada keluarga yang mendampingi
dan akan dilakukan tindakan pelayanan kesehatan.
e. Segera hubungi pihak keamanan untuk kasus kehilangan
harta benda milik pasien jika ada peristiwa kehilangan.
f. Jika perlu hubungi pihak yang berwajib untuk menangani
kasus kehilangan harta benda milik pasien jika kasus
tersebut berlanjut.
2) Tindakan/prosedur yang membutuhkan perlindungan harta benda
pasien.
a. Berikut adalah beberapa prosedur yang membutuhkan
perlindungan harta benda pasien:

Pada

saat

pasien

tidak

ada

keluarga

yang

mendampingi sedangkan pada pasien tersebut akan

b. Para

dilakukan tindakan pelayanan kesehatan.


Pada saat pasien mengalami hilang kesadaran/hilang
ingatan
staf RSKB

Rawamangun

harus

memberikan

perlindungan harta benda pasien dengan benar dengan


menanyakan kejelasan inforrnasi yang disampaikan oleh
Unit Pendaftaran untuk tidak rnenirnggalkan harta benda
khususnya yang berharga diluar pengamatan pasien,
kemudian

membandingkannya

dengan

adanya

Surat

Pernyataan yang tercantum di rekam medis. Jangan


menyebutkan sernua informasi tentang perlindungan dan
meminta pasien untuk mengkonfirmasi dengan jawaban
ya / tidak.
c. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak
mengetahui untuk menjaga harta bendanya sendiri.
Informasi rnengenai bahwa rumah sakit tidak bertanggung
jawab atas barang benda milik pasien diinformasikan ulang
oleh perawat yang bertugas menangani pasien secara
personal sebelum pasien menjalani suatu prosedur.
d. Perlindungan hat-ta benda sebaiknya mencakup 2 detail
wajib, yaitu :
Didata semua harta benda pada saat pasien masuk
Mendata semua pengunjung yang datang
berkunjung di wang perawatan lenipat pasien
dirawat.

PENGUNJUNG
1. Tatalaksana perlindungan harta benda pengunjung
a. Semua pengunjung harus diidentifikasi dengan benar
sebelum masuk dalam lingkungan rumali sakit dengan
menggunakan tanda pengenal yang masih berlaku (KTP.
SIM, Paspor) dan harta benda apa saja yang dibawa.
b. Pastikan pada pengunjung agar menjaga harm benda yang
dibawanya dan jelaskan bahwa tidak ada penitipan harta
benda yang dibawanya.
c. Perlindungan harta benda harus diberikan pada semna
pengunjungjika terjadi kecelakaan, bencana atau hilang
kesadaran/ingatan pada din pengunjung tersebut dan tidak
ada pengecualian selama herada dalain lingkungan rumah
sakit.
d. Jika

terjadi

kesadaran/ingatan

kecelakaan/bencana
pada

pengunjung

atnu

hilang

secara

tiba-tiba

pastikan segera berikan perlindungan terhadap diri dan


harta benda pengunjung. kernudian catat

pada buku

laporan dan laporkan pada pihak manajemen rumah sakit.


e. Pada situasi di mana tidak dapat diberikan perlindungan
terhadap harta benda maka harta benda harus dipastikan
dititipkan/ditinggal pada pihak keamanan dan kemudian
dikoordinaskan pada pihak manajemen
f. Harta benda pengunjung tidak boleh dititipkan kepada
pihak rumah sakit walaupun bersifat sementara dan kondisi
pengunjung masih memungkinkan untuk menjaga harta
bendanya sendiri karena rurnah sakit tidak bertanggung
jawab perlindungan harta benda tersebut kecuali dalam
kondisi tertentu.
g. Pada saat menitipkan harta benda untuk sementara waktu
jika pengunjung dalam kondisi terluka atau hilang
kesadaran/ingatan

maka

harus

memberikan

Surat

Pernyataan Penitipan dengan disertai tanda pengenal

(KTP/SIM/Paspor) yang masih berlaku dan dibubuhi oleh


tanda tangan/cap jempol pengunjung.
h. Tanda pengenal yang disertakan di pos keamanan sebaiknya
mencakup 2 detail wajib yang dapat mengidentifikasi
pengunjung, yaitu:
Tanda pengenal masih berlaku.
Tanda pengenal harus asli/bukan fotocopy
i. Jelaskan prosedur perlrndungan harta benda sementara dan
tujuannya kepada pengunjung.
j. Periksa ulang 2 (dua) detail data di buku laporan sebelurn
memberikan perlindungan harta benda pada pengunjung.
k. Saat menanyakan identitas dan harta benda pengunjung,
selalu gunakan pertanyaan terbuka, misalnya: Siapa nama
Anda? barang apa yang anda titipkan ? (jangan
rnenggunakan pertanyaan tertutup seperti Apakah narna
anda Ibu Susi?)
l. Jika pengunjung tidak mampu memberitahukan narnanya
(misalnya pada pengunjung tidak sadar, bayi, disfasia,
gangguan jiwa), verifikasi harta benda pengunjung kepada
keluarga / pengantarnya. Jika mungkin, tanda pengenal
jangan dijadikan satu-satunya bentuk identiflkasi pada saaat
menitipkan harta benda. Tanya ulang narna dan alarnat
pengunjung, kernudian bandingkan jawaban pengunjung
dengan data yang lertulis dibuku laporan..
m. Pengecekan buku laporan pengunjung dilakukan tiap kali
pergantian jaga petugas kearnanan
n. Unit yang memberikan perlindungan pada harta benda
pengunjung hams menanyakan ulang identitas pengunjung
dan membandingkan data yang diperoleh dan laporan
verifikasi pihak keamanan.
o. Pada kasus pengunjung yang lidak mau diberikan
perlindungan harta benda:
Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab,
seperti:
menolak diberikan perlindungan harta benda
Tidak ada kepercayaan dari pengunjung

Proses

perlindungan

harta

benda

hams

diinformasikan akan risiko yang dapat terjadi jika


tidak dilakukan. Alasan pengunjung harus dicatat

pada buku laporan petugas kearnanan.


Jika pengunjung menolak untuk

diberikan

perlindungan harta bendanya, petugas harus lebih


waspada dan mencari cara lain untuk memberikan
perlindungan pada harta benda pengunjung dengan
benar

sebelum

dilakukan

tindakan

petayanan

kesehatan
2. Tindakan/prosedur yang membutuhkan perlindungan harta benda
a. Berikut adalah beberapa prosedur yang membutuhkan
perlindungan harta benda pengunjung:
Pada saat terjadi bencana (kebakaran, gempa).
Pada saat evakuasi karena terjadinya bencana.
Pada saat terjadi kasus pencurian.
Pada saat pengunjung hilang kesadaran/ingatan
b. Para staf RSKB Rawamangun harus mengkonfirmasi
pengunjung dalam perlindungan harti benda dengan benar
dengan menanyakan nama dan harta benda yang akan
dilindungi, kernudian niembandingkannya dengan data
berdasarkan infornasi yang didapat dan laporan petugas
keamanan. Jangan menyebutkan nama dan harta benda
yang

dilindungi

dan

meminta

pengunjung

untuk

mengkonfirrnasi dengan jawaban ya / tidak.


c. Jangan melakukan prosedur apapun jika pengunjung tidak
rnau diberikan perlindungan pada harta benda yang
dibawanya. Perlindungan harta benda harus di pastikan
diberlakukan ulang oleh petugas keamanan yang bertugas
menangani

pengunjung

secara

personal

pada

saat

pengunjung datang.
KARYAWAN
1. Tatalaksana perlindungan haiti benda karyawan
a. Semua karyawan hams bertanggung jawab sendiri atas
harta benda yang dibawanya.

b. Pastikan pada karyawan agar menjaga harta benda yang


dibawanya dan jelaskan bahwa tidak ada penitipan harta
benda yang dibawanya.
c. Perlindungan harta benda harus diberikan pada sernua
karyawan jika terjadi kecelakaan, bencana atau hilang
kesadaran/ingatan pada diri karyawan tersebut dan tidak
ada pengecualian selama berada dalam lingkungan rumah
sakit.
d. Jika

terjadi

kecelakaan/bencana

atau

hilang

kesadaran/ingatan pada karyawan secara tiba -tiba pastikan


segera berikan perlindungan terhadap diri dan harta benda
karyawan, kemudian catat pada buku laporan dan laporkan
pada pihak manajemen rurnah sakit.
e. Pada situasi di mana tidak dapat diberikan perlindungan
terhadap harta benda maka harus dipastikan harta benda
dititipkan/ditinggal pada pihak keamanan dan kemudian
dikoordinasikan pada pihak manajemen..
f. Harta benda karyawan tidak boleh dititipkan kepada pihak
rumah sakit walaupun bersifat sementara dan kondisi
pengunjung masih rnemungkinkan untuk menjaga harta
bendanya sendiri karena rumah sakit tidak bertanggung
jawab perlindungan harta benda tersebut kecuali dalam
kondisi tertentu.
g. Pada saat menitipkan harta benda untuk sementara waktu
jika

karyawan

kesadaran/ingatan

dalam

kondisi

maka

harus

terluka

atau

hilang

memberikan

Surat

Pernyataan Penitipan dengan disertai tanda pengenal


(KTP/SIM/Paspor) yang masih berlaku dan dibubuhi oleh
tanda tangan/cap jempol karyawan.
h. Tanda pengenal yang disertakan di pos keamanan
sebaiknya

mencakup

detail

wajib

yang

mengidentifikasi pengunjung, yaitu :


Tanda pengenal masib berlaku.
Tanda pengenal harus aslil bukan fotocopy

dapat

i.

Jelaskan prosedur perlindungan haiti benda sernentara dan

tujuannya kepada karyawan.


j. Periksa ulang 2 (dua) detail data di buku laporan sebelurn
rnemberikan perlindungan harta benda pada karyawan.
k. Saat menanyakan identitas dan harm benda karyawan,
selalu gunakan pertanyaan terbuka, misalnya: Siapa nama
Anda? barang apa yang anda titipkan ? (jangan
menggunakan pertanyaan tertutup seperti( Apakah nama
anda Ibu Susi?).
l. Jika karyawan tidak mampu memberitahukan namanya
(misalnya pada karyawan tidak sadar. disfasia, gangguan
jiwa), verifikasi harta benda karyawan kepada teman
sejawat/unit kerjanya. Jika rnungkin, tanda pengenal
jangan dijadikan satu-satunya bentuk identifikasi pada saat
menitipkan harta benda Tanya ulang nama dan alamat
pengunjung, kemudian bandingkan jawaban karyawan
dengan data yang tertulis dibuku laporan.
m. Pengecekan buku laporan dilakukan tiap kali pergantian
jaga petugas keamanan.
n. Unit yang memberikan perlindungan pada haria benda
karyawan harus menanyakan ulang identitas karyawan dan
membandingkan data yang diperoleh dan laporan verifikasi
pihak kearnanan.
o. Pada kasus karyawan

yang

tidak

mau

diberikan

perlindungan harta benda:


Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab,
seperti:
Menolak

diberikan

perlindungan harta

benda.
Tidak ada kepercayaan dan karyawan
Proses perlindungan harta benda harLis
diinformasikan akan risiko yang dapat tenjadi jika
tidak dilakukan. Alasan karyawan harus dicatat

pada buku laporan petugas keamanan.


Jika karyawan menolak untuk

diberikan

perlindungan harta bendanya, petugas harus lebih

waspada dan mencari cari lain untuk memberikan


perlindungan pada harta benda pengunjung dengan
benar sebelum dilakukan tindakan pelayanan
kesehalan.
2. Tindakan/ prosedur yang

membutuhkan

perlindungan

harta

benda.
a. Berikut adalah beberapa prosedur yang niembutuhkan
perlindungan harta benda karyawan:
Pada saat terjadi bencana (kebakaran, gempa).
Pada saat evakuasi karena terjadinya bencana
Pada saat terjadi kasus pencurian.
Pada saat karyawan hilang kesadaran/ingatan
b. Para staf RSKB Rawamangun harus mengkonfirrnasi
karyawan dalarn perlindungan harta benda dengan benar
dengan rnenanyakan nama dan harta benda yang akan
dilindungi, kemudian membandingkannya dengan data
berdasarkan informasi yang didapat dan laporan petugas
kearnanan. Jangan rnenyebutkan nama dan harta benda
yang

dilindungi

dan

meminta

karyawan

untuk

rnengkonfirmasi dengan jawaban ya / tidak.


c. Jangan melakukan prosedur apapun jika pengunjung
tidak rnau diberikan perlindungan pada harta benda yang
dibawanya. Perlindungan harta benda hams di pastikan
diberlakukan ulang oleh petugas keamanan yang bertugas
menangani

pengunjung

secara

personal

pada

saat

pengunjung datang.
II. TATA CARA PERLINDUNGAN
Jenis Perlindungan
Perlindungan yang tersedia di RSKB Rawamangun adalah sebagai berikut:
a. Perlindungan harta benda pasien
b. Perlindungan harta benda pengunjung
c. Perlindungan harta benda karyawan
Menitipkan Harta Benda
Proses perlindungan harta benda yang tersedia di RSKB Rawamangun adalah
sebagai berikut:

Pasien
Proses perlindungan harta benda dilaksanakan jika pasien dalam kondisi akan ada
tindakan pelayanan kesehatan dan tidak ada keluarga yang mendampingi atau
dalam kondisi hilang kesadaran.
Pengunjung
Proses perlindungan harta benda dilaksanakan jika pengunjung menjadi korban
kecelakaan/hilang kesadaran secara tiba-tiba dan tidak ada keluarga yang
mendampingi.
Karyawan
Proses perlindungan harm benda dilaksanakan jika pengunjung menjadi korban
kecelakaan/bilang kesadaran secara tiba-tiba dan tidak ada keluarga yang
mendampingi.
Pelaporan Insiden/ Kejadian Kesalahan Perlindungan Harta Benda Pasien
1. Contoh kesalahan yang dapat terjadi adalah:
a. Misidentifikasi data / pencatatan di buku laporan.
b. Tidak adanya tanda pada harta benda yang dilindungi
c. Misidentifikasi laporan investigasi
d. Registrasi ganda saat mendata harta benda yang dilindungi.
e. Kesalahan penulisan tanda untuk karat benda yang mendapat
perlindungan di buku Japoran
2. Beberapa penvebab umum terjadinya misidentifikasi adalah:
1) Kesalahan pada administrasi / tata usaha
Salah memberikan landa pada harm benda pasien
Kesalahan mengisi buku laporan.
Penulisan data berdasar tanda pengenal yang salab.
Pencatatan yang tidak benar / tidak Iengkap / tidak terbaca
2) Kegagalan verifikasi
Tidak adekuatnya / tidak adanya protokol verifikasi
Tidak mernatuhi protokol verifikasi
3) Kesulitan kornunikasi.
Hambatan akibat keterbatasan fisik, kondisi. atau
keterbatasan bahasa pasien
Kegagalan untuk pernbacaan kembali
Kurangnya kultur/budaya organisasi
4) Jika terjadi insiden akibat kesalahan pendataan harta benda pasien
pastikan keamanan dan keselarnatan pasien
Pengunjung
1. Contoh kesalahan yang dapat terjadi adalah:

Kesalahan penLilisan tanda pengenal yang masih berlaku di


buku laporan.
Tidak adanya tanda pada harta benda yang dilindungi
Registrasi garida saat mendata harta benda yang dilindungi
2. Beberapa penyebab umum terjadinya misidentifikasi adalah:
1) Kesalahan pada administrasi / tata usaha
Salah memberikan tanda pada harta benda
pengunjung.
Kesalahan mengisi buku laporan.
Penulisan data berdasar tanda pengenal yang salah
Pencatatan yang tidak benar / tidak lengkap / tidak
terbaca
2) Kegagalan verifikasi
Tidak adekuatnya/ tidak adanya protokol verifikasi
Tidak mematuhi protokol verifikasi
3) Kesulitan komunikasi
Hambatan akibat keterbatasan fisik, kondisi, atau
keterbatasan bahasa pengunjung
Kegagalan untuk pembacaan kembali
Kurangnya kultur / budaya organisasi
4) Jika terjadi insiden akibat kesalahan pendataan harta benda
pengunjung pastikan keamanan dan keselamatan karyawan
Salah memberikan tanda path haiti benda

pengunjung
Keslahan mengisi buku laporan.
Penulisan data berdasar haiti benda yang dititipkan

salah
Pencatatan yang tidak benar / tidak lengkap / tidak

terbaca
5) Kegagalan verifikasi
Tidak adekuatnya / tidak adanya protokol verifikasi.
Tidak mematuhi protokol verifikasi
6) Kesulitan komunikasi.
Hambatan akibat keterbatasan fisik, kondisi, atau

7)

keterbatasan bahasa pengunjung.


Kegagalan untuk pernbacaan kembali.
Kurangnya kultur / budaya organisasi

Jika terjadi insiden akibat kesalahan pendataan harta benda


pengunjung pastikan keamanan dan kesearnatan pengunjung

Revisi Dan Audit

Pasien
1. Kebijakan ini akan dikaji ulang dalarn kurun waktu 2 tahun
2. Rencana audit akan disusun dengan bantuan HRD serta akan dilaksanakan
dalarn waktu 6 bulan setelah implernentasi kebijakan. Audit ini meliputi:
a. Jumlah persentase pasien yang rnembutuhkan perlindungan pada harta
benda
b. Akurasi dan reliabilitas informasi yang terdapat di buku laporan
c. Alasan mengapa pasien tidak menggunakan tanda identitas untuk
perlindungan khusus
3. Setiap pelaporan insiden yang berhubungan dengan visitor akan dipantau dan
ditindakianjuti saat dilakukan revisi kebijakan.
Pengunjung
1. Kebijakan ini akan dikaji ulang dalam kurun waktu 2 tahun
2. Reneana audit akan disusun dengan bantuan panitia kesehatan keselamatan
kerja serta akan dilaksanakan dalam waktu 6 bulan setelah implementasi
kebijakan. Audit ni meliputi:
a. Jumlah persentase pengunjung yang menggunakan tanda visitor
b. Akurasi dan reliabilitas informasi yang terdapat di buku laporan
c. Alasan mengapa pengunjung tidak rnenggunakan tanda visitor
3. Setiap pelaporan insiden yang berhubungan dengan visitor akan dipantau dan
ditindakianjuti saat dilakukan revisi kebijakan.
Karyawan
1. Kebijakan mi akan dikaji ulang dalarn kurun waktu 2 tahun
2. Rencana audit akan disusun oleh Unit HRD serta akan dilaksanakan dalam
waktu 6 bulan setelah implernentasi kebijakan. Audit mi meliputi:
a. Jurnlah persentase karyawan yang menggunakan tanda pengenal
b. Akurasi dan reliabilitas infomiasi yang terdapat di buku laporan
c. Alasan mengapa karyawan tidak nienggunakan tanda pengenal
3. Setiap pelaporan insiden yang berhubungan dengan karyawan akan dipantau
dali ditindakianjuti saat dilakukan revisi kebijakan.

BAB III
PENUTUP
Perlindungan terhadap kekerasan fisik merupakan salah satu unsur pada
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan peningkatan
kesadaran hukum, hak asasi manusia serta cara berpikir yang kritis dan raslonal.
Untuk itu Rumah Sakit harus dapat memberikan pelayanan yang Ichib baik
termasuk pelayanan perlindungan pada semua orang yang berada di Iingkungan
ruinah sakit.
Pengamanan perlindungan berlaku untuk siapapun yang berada dalam
lingkungan rumah sakit baik

untuk

pasien/pengunjung ataupun karyawan.

Namun untuk Iebih mengualkan hak perlindungan lersebut maka balk


pasien/pengunjung

atau

karyawan

harus

memberikan

Surat

Pernyataan

Perlindungan secara tertutis sehinggajelas sejauh mana pengamanan akan


diberikan.
Panduan Perlindungan Terhadap Harta Benda ini dipakai sebagai acuan
oleh rumah sakit dalarn mengembangkan pengamanan sehingga dapat diketahui
sumber daya rnanusia dan fasilitas yang dirniliki oleh rumah sakit dapat
menunjang pengarnanan tersehut