Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II

VISKOSITAS

NAMA

: AYU APRILIANI

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM

: KAMIS, 30 APRIL 2015

ASISTEN

:1. NOVIA EKA PUTRI


2. RIMBA T

LABORATORIUM FARMASI FISIKA


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2015

ABSTRAK

Viskositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar


kecilnya gesekan internal fluida. Viskositas fluida berhubungan dengan gaya gesek
antarlapisan fluida ketika satu lapisan bergerak melewati lapisan yang lain. Tujuan dari

praktikum ini yaitu membuat larutan uji yang sesuai dengan konsentrasi tertentu
dan menentukan viskositas sampel dengan viscometer Brookfield dan viskometer
Rion.

Metode

yang

digunakan

dalam

praktikum

ini

adalah

dengan

mengembangkan beberapa suspending agent yaitu Na-CMC, Tilosa, Akasia dan


tragakan lalu ditentukan viskositasnya menggunakan viscometer Brookfield dan
viskometer Rion. Tahapan praktikum viskositas yaitu dibuat larutan uji berisi agen
pensuspensi.

Ditentukan viskositas cairan uji dengan

viskometer Brookfield dan

viskometer Rion. Pengukuran dengan viskometer Brookfield LV diatur kecepatan pada


rpm 3;6;12;30;60. Ditentukan spindel yang sesuai. Dibaca dan dihitung viskositasnya dan
dibuat reogram plot antara viskositas dengan rpm. Untuk pengukuran dengan viskometer
Rion pertama ditentukan rotor yang sesuai dan dibaca nilai viskositasnya. Dari hasil
percobaan didapatkan hasil bahwa viskositas NaCMC paling besar diantara tragakan,
tilosa dan akasia.

Kata Kunci: Viskositas, Viskometer Brookfield, Viskometer Rion, Agen


pensuspensi.

ABSTRACT

Viscosity is a measure of viscosity of a fluid which indicate the size of the


internal friction of the fluid. Fluid viscosity related to the frictional forces between
the layers when one layer of fluid moving past the other layers. The purpose of
this practicum is to make the appropriate test solution with a certain concentration
and determine the viscosity of the sample with a Brookfield viscometer and the
viscometer Rion. The method used in this practicum is to develop some of
suspending agent, namely Na-CMC, Tilosa, acacia and tragacanth then the
viscosity determined using a Brookfield viscometer and the viscometer Rion.
Procedure of this practicum is make solution test containing suspending agent.
Fluid viscosity is determined by Brookfield viscometer and Rion viscometer.
Measurements with a Brookfield LV viscometer speed is set at 3 ; 6; 12; 30; 60
rpm. Determined appropriate spindle. Read and calculated viscosities and made
reogram plot between viscosity with rpm. Rion viscometer for measurements with
first determined the appropriate rotor and read the value of its viscosity. From the
experimental results showed that the viscosity of the suspending agent NaCMC
the largest among tragacanth, tilosa and acacia.

Keywords: Viscosity, Brookfield viscometer, viscometer Rion, Suspending


Agent.

I.

Tujuan Percobaam
1. Membuat larutan uji yang sesuai dengan konsentrasi tertentu
2. Menentukan viskositas sampel dengan viscometer Brookfield dan
viskometer Rion.

II.

Prinsip Percobaan

1. Viskositas
Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang
diberikan oleh suatu cairan (Dudgale. 1986)
Rumus:

F = gaya yang bekerja (N)


A = luas keping yang bersentuhan dengan fluida (m2)
v = kelajuan fluida
L = jarak antar keping
= koefisien viskositas Kg m-1 s-1 atau pascal.second

(Rumushitung,

2013)

2. Aliran Newton dan Non-Newton


Aliran Newton:
Jika bidang cairan paling atas bergerak dengan suatu kecepatan konstan, setiap
lapisan dibawahnya akan bergerak dengan suatu kecepatan konstan, setiap lapisan

dibawahnya akan bergerak dengan suatu kecepatan yang berbanding lurus dengan
jarak dari lapisan dasar yang diam.
Aliran Non Newton:
Terdapat pada emulsi, suspensi lap. Lendir (Muchilago) pekat (Martin,2008)
3. Viskometer Brookfield
Merupakan salah satu viskometer yang menggunakan gasing atau kumparan yang
dicelupkan ke dlaam zat uji dan mengukur tahanan gerak dari bagian yang
berputar (Polban,2013).

4. Rheologi
Adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran cairan dan deformasi
(Kosman,2005)

III.

Reaksi
-

IV.

Teori Dasar

Viskometer merupakan peralatan yang digunakan untuk mengukur viskositas


suatu fluida. Model viskometer yang umum digunakan berupa viskometer bola
jatuh, tabung ( pipa kapiler ) dan sistem rotasi. Viskometer rotasi silinder sesumbu
(concentric cylinder) dibuat berdasarkan 2 standar, sistem, dimana silinder bagian
dalam berputar dengan silinder bagian luar diam dan sistem Couette dimana
bagian luar silinder yang diputar sedangkan bagian dalam silinder diam. Fluida
yang akan diukur ditempatkan pada celah diantara kedua silinder. Fluida (zat alir )
adalah zat yang dapat mengalir, misalnya zat cair dan gas. Fluida dapat
digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan dinamis. Didalam fluida
yang tidak diidealisir terdapat aktivitas molekuler antara bagian-bagian

lapisannya. Salah satu akibat dari adanya aktivitas ini adalah timbulnya gesekan
internal antara bagian-bagian tersebut, yang dapat digambarkan sebagai gaya
luncur diantara lapisan-lapisan fluida tadi. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan
kecepatan bergerak lapisan-lapisan fluida tersebut. Bila pengamatan dilakukan
terhadap aliran fluida makin mengecil ditempat-tempat yang jaraknya terhadap
dinding pipa semakin kecil, dan praktis tidak bergerak pada tempat di dinding
pipa. Sedangkan kecepatan terbesar terdapat ditengah-tengah pipa aliran.
Viskositas suatu fluida adalah sifat yang menunjukkan besar dan kecilnya tahanan
dalam fluida terhadap gesekan. Fluida yang mempunyai viskositas rendah,
misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang lebih kecil
dibandingkan dengan fluida yang mempunyai viskositas yang lebih besar (USU,
2011).
Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan
gesekan antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan
yang mudah mengalir dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan
sebaliknya bahan-bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang
tinggi. Pada hukum aliran viskos, Newton menyatakan hubungan antara gayagaya mekanika dari suatu aliran viskos sebagai: Geseran dalam (viskositas) fluida
adalah konstan sehubungan dengan gesekannya. Hubungan tersebut berlaku untuk
fluida Newtonian, dimana perbandingan antara tegangan geser (s) dengan
kecepatan geser (g) nya konstan. Parameter inilah yang disebut dengan viskositas.
Aliran viskos dapat digambarkan dengan dua buah bidang sejajar yang dilapisi
fluida tipis diantara kedua bidang tersebut. Suatu bidang permukaan bawah yang
tetap dibatasi oleh lapisan fluida setebal h, sejajar dengan suatu bidang permukaan
atas yang bergerak seluas A. Jika bidang bagian atas itu ringan, yang berarti tidak
memberikan beban pada lapisan fluida dibawahnya, maka tidak ada gaya tekan
yang bekerja pada lapisan fluida. (Burhanudin, 2008).
Koefisien viskositas secara umum diukur dengan dua metode :
Metode Viskometer Ostwald

Viskometer Ostwald adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengalirnya sejumlah


tertentu cairan dicatat, dan dihitung dengan hubungan :

Umumnya koefisien viskositas dihitung dengan membandingkan laju aliran cairan


dengan laju aliran koefisien viskositasnya diketahui. Hubungan itu adalah:

(Dogra,2009)
Metode Bola jatuh
Metode bolajatuh menyangkut gaya gravitasi yang seimbang dengan gerakan
aliran pekat, dan hubungannya adalah :

dimana b merupakan bola jatuh atau manik-manik dan g adalah konstanta


gravitasi. Apabila digunakan metode perbandingan, kita dapatkan

(Dogra,2009)
Faktor yang mempengaruhi viskositas antara lain:
1. Gaya Intermolekular
Viskositas juga dihubungkan dengan gaya intermolekuler pada cairan. Jika
gaya intermolekular kuat , viskositasnya tinggi. Sebagai contoh air mempunyai
viskositas yang lebih tinggi daripada metanol, karena air mempunyai gaya
intermolekuler lebih besar daripada metanol.
2. Temperature
Kenaikan temperature menyebabkan penurunan viskositas. Hal ini
menyebabkan kenaikan energi kinetik rata-rata. Maka dari itu gaya
intermolekular dapat ditahan.
3. Ikatan Hidrogen

Cairan yang mempunyai ikatan hidrogen kuat mempunyai viskositas yang


lebih tinggi karena penigkatan ukuran massa dan molekul. Sebagai contoh asam
sulfat dan gliserol mempunyai viskositas yang lebih tinggi karena mempunyai
ikatan hidrogen yang lebih kuat (Winarto,2013).
Gaya tarik menarik antarmolekul yang besar dalam cairan menghasilkan
viskositas yang tinggi. Koefisien viskositas didefinisikan sebagai hambatan pada
aliran cairan. Gas juga memiliki viskositas, tetapi nilainya sangat kecil. Dalam
kasus tertentu viskositas gas memiliki peran penting, misalnya dalam pesawat
terbang yaitu:
1. Viskositas cairan yang partikelnya besar dan berbentuk tak teratur lebih tinggi
daripada yang partikelnya kecil dan bentuknya teratur.
2. Semakin tinggi suhu cairan, semakin kecil viskositasnya.
Dua poin ini dapat dijelaskan dengan teori kinetik. Tumbukan antara partikel
yang berbentuk bola atau dekat dengan bentuk bola adalah tumbukan elastik atau
hampir elastik. Namun, tumbukan antara partikel yang bentuknya tidak beraturan
cenderung tidak elastik. Dalam tumbukan tidak elastik, sebagian energi translasi
diubah menjadi energi vibrasi, dan akibatnya partikel menjadi lebih sukar
bergerak dan cenderung berkoagulasi. Efek suhu mirip dengan efek suhu pada gas
(Takeuchi, 2008).

V.

Alat, Bahan dan Gambar Alat


Alat
1. Air
2. Akasia
3. Gelatin
4. Na-CMC
5. Tilosa
6. Tragakan

Bahan
1. Viskometer Brookfield LV
2. Viskometer Rion

Gambar Alat

Viskometer Brookfield LV

VI.

Viskometer Rion

Prosedur
Dibuat larutan uji berisi suspending agent berupa Na-CMC, tilosa, akasia
dan tragakan dengan cara dikembangkan menggunakan pelarut yang
sesuai. Ditentukan viskositas cairan uji dengan viskometer Brookfield dan
viskometer Rion. Pengukuran dengan viskometer Brookfield LV diatur
kecepatan pada rpm 3;6;12;30;60. Ditentukan spindel yang sesuai. Dibaca
dan dihitung viskositasnya dan dibuat reogram plot antara viskositas
dengan rpm. Untuk pengukuran dengan viskometer Rion pertama
ditentukan rotor yang sesuai dan dibaca nilai viskositasnya.

VII.

Data Pengamatan

Konsentrasi
5%

Rotor

Viskositas (dPa.s)

240

10 %

600

Perhitungan

NaCMC konsentrasi 5%
x 300= 15 gram

NaCMC konsentrasi 10%


x 300= 30 gram

VIII.

Pembahasan
Dalam praktikum kali ini menentukan viskositas dari beberapa suspending

agent yang sering digunakan dalam dunia farmasi. Suspending merupakan bahan
tambahan yang penting dalam pembuatan suspensi. Suspending agent digunakan
untuk meningkatkan viskositas, mencegah penurunan partikel dan mencegah
penggumpalan resin dan bahan berlemak. Pemilihan suspensing agent harus tepat,
tunggal atau kombinasi dan pada konsentrasi yang tepat pula. Meskipun secara
kimia sesuai, tidak menutup kemungkinan suspensing agent dan obat dapat
berinteraksi.
Suspending bekerja dengan meningkatkan kekentalan. Sehingga sebaiknya
penambahan suspending agent perlu diatur. Kekentalan yang berlebih
menyebabkan suspensi sulit terkonstitusi dengan pengocokan, dan sulitnya untuk
dituang. Suspensi yang baik memiliki viskositas yang sedang serta tidak
mengandung bahan bergumpal. Suspending agent yang dipakai dalam praktikum
ini adalah Na- CMC, akasia, tragakan dan tilosa.

Viskometer yang digunakan pada paktikum kali ini adalah Viskometer


Brookfield dan Viskometer Rion. Prinsip dari Viskometer Brookfield ini yaitu
rotasi dengan mengkombinasikan setting spindle dan kecepatan putar spindle.
Pada viskometer ini dilengkapi dengan tiga spindle yang memiliki bentuk yang
berbeda-beda, ada yang berukuran kecil,sedang dan besar. Selain ukurannya yang
berbeda-beda, ketiga jenis spindle ini memiliki fungsi yang berbeda. Jika sediaan
yang akan diuji mempunyai karakteristik aliran Newton maka digunakan spindle 3
atau dapat juga dengan spindle 1 karena larutan yang memiliki daya alir Newton
bersifat tidak terlalu kental (encer). Namun untuk mengukur viskositas larutan
yang memiliki karakteristik aliran Non-Newton dapat digunakan spindle 2 yang
berbentuk kecil karena pada aliran Non-Newton larutannya mempunyai
kekentalan yang tinggi. Viskometer Rhion digunakan untuk mengukur suatu
cairan yang memiliki viskositas tinggi. Memiliki rentang ukuran 30 sampai
400.000 mPa's (cP). Hal tersebut cocok dan nyaman pada satu tangan. Dengan
menggunakan baterai kering sebagai sumber tegangan. Dan dapat membaca
viskositas dengan segera setelah diaktifkan (Moechtar,1990).
Sebelum digunakan untuk ditentukan viskositasnya , masing masing
suspending agent dikembangkan dulu dengan air sesuai dari sifat masing-masing
suspending agent. Ada yang lebih baik dikembangkan menggunakan air biasa dan
ada juga yang dikembangkan menggunakan air panas. Na-CMC mempunyai sifat
kelarutan yaitu mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloidal, tidak
larut dalam etanol, dalam eter dan dalam pelarut organik lain. Na-CMC lebih baik
dikembangkan menggunakan air panas untuk lebih mempercepat proses
pengembangan. Hal ini berhubungan dengan titik leleh atau titik didih Na-CMC
dimana rentangnya yaitu 227 C, sehingga tetap stabil jika dikembangakan
menggunakan air panas. Selain itu dipengaruhi juga oleh Na-CMC yang
merupakan suspending agent yang diperoleh dari proses sintesis. Biasanya
suspending agent yang diperoleh dari proses sintesis mempunyai ikatan yang lebih
rigid atau kuat, berbeda dengan suspending agent yang berasal dari alam. Na
CMC yang dibuat konsentrasinya yaitu 5% dan 10 %.

Na-CMC (karboksimetil selulosa) kemudian diukur menggunakan viskometer


brookfield dan rion. Nilai viskositas kedua konsentrasi tersebut terbaca dengan
penggunaan rotor nomor 2. Dimana rentang viskositasnya yaitu 100 - 4000 dPa.s.
Viskositas untuk Na-CMC dengan konsentrasi 5% adalah 240 dPa.s dan pada
konsentrasi 10 % adalah 600 dPa.s.
Dari hasil pengukuran viskositas dengan konsentrasi yang berbeda dapat
disimpulkan bahwa konsentrasi mempengaruhi viskositas suatu zat, semakin besar
konsentrasi makin besar pula viskositasnya.Viskositas berbanding lurus dengan
konsentrasi larutan. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan memiliki
viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi larutan menyatakan banyaknya
partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak partikel yang
terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi
pula. Setiap bertambahnya konsentrasi semakin bertambanhnya viskositas
(kekentalan) sehingga grafik yang ditunjukan adalah kenaikan dari setiap
bertambahnya konsentrasi.
Selanjutnya uji viskositas dengan suspending agent lain yaitu tragakan, tilosa
dan akasia. Sama dengan prosedur mengembangkan Na-CMC namun ada
perbedaan dengan air yang digunakan. Tragakan , tilosa dan akasia cocok
dikembangkan menggunakan air dingin hal ini berhubungan dengan sifat
kelarutannya dimana kurang tahan terhadap pemanasan, hal ini berhubungan
dengan asal suspending agentnya yaitu berasal dari alam dimana sifat ikatan antar
molekulnya lebih lemah sehinga kurang tahan terhadap pemanasan.
Prosedur penentuan nilai viskositasnya sama dengan penentuan nilai
viskositas pada Na-CMC dimana ditentukan terlebih dahulu rotor yang sesuai
dengan rentang nilai viskositas dari masing-masing suspending agent. Tilosa,
tragakan dan akasia cocok pada rotor nomor 3 dikarenakan rentang viskositas
untuk ketiga bahan uji pada kedua konsentrasi 5% dan 1-% terletak pada rentang
0,3 13 dPa.s.
Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa nilai viskositas Na-CMC sangat
jauh dengan nilai viskositas yang dimiliki oleh akasia, tragakan dan tilosa. Hal ini
dipengaruhi oleh berat molekul dan gaya intermoleku dan intramolekul dari

masing masing suspending agent. Na-CMC yang mempunyai nilai viskositas


paling besat memiliki berat molekul yang sangat besar yaitu 90.000-700.000.
Berat molekeul Na-CMC paling besar diantara berat molekul yang dimiliki oleh
ketiga zat lainnya. Viskositas berbanding lurus dengan berat molekul solute.
Karena dengan adanya solute yang berat akan menghambat atau memberi beban
yang berat pada cairan sehingga meningkatkan viskositas (Takeuchi, 2008).
Selain itu , viskositas juga dipengaruhi oleh gaya intermolekulernya. NaCMC
mempunyai gaya intermolekuler yang paling besar diantara yang lainnya. Gaya
tarik menarik intermolekul atau intramolekul yang besar membuat cairan
cenderung lebih berat atau diam sehingga dapat meningkatkan viskositasnya
(Winarto,2013).
Jadi dapat disimpulkan bahwa NaCMC memiliki nilai viskositas yang lebih
tinggi dari yang lainnya hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu diantaranya
berat molekul dan gaya intermolekul yang dimilikinya lebih besar dibandingkan
zat lainnya. Untuk bahan suspending agent yang sama, konsentrasi dapat
mempengaruhi besar nilai viskositasnya. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi
akan memiliki viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi larutan menyatakan
banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak partikel
yang terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin
tinggi pula.

IX.

Kesimpulan

1. Larutan uji dapat dibuat yaitu Na-CMC, Tragakan , Tilosa dan Akasia
dengan konsentrasi masing masing yaitu 5% dan 10 %.
2. Viskositas dari larutan uji dapat ditetukan dengan menggunakan
Viskometer Brookfield dan Viskometer Rion. Nilai viskositas tertinggi
dimiliki oleh NaCMC, dimana untukNa-CMC 5% adalah 240 dPa.s dan
Na-CMC 10 % adalah 600 dPa.s

Daftar Pustaka
Budianto, A. 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair dengan
Menggunakan Regresi Linier Hukum Stokes. Available at
http://jurnal.sttn-batan.ac.id/wp-content/uploads/2008/12/12-anwar157166.pdf (Diakses pada 29 April 2015).
Dogra, S. K. 2009. Kima Fisik dan Soal-soal. Jakarta: UI Press.
Dudgale. 1986. Mekanika Fluida Edisi 3. Jakarta : Erlangga.
Kosman, R. 2005. Farmasi Fisika. Makassar : Universitas Muslim Indonesia.
Martin, A. 2008. Kimia Fisika Edisi ke-3. Jakarata : UI Press.
Moechtar. 1990. Farmasi Fisik. Yogyakarta : UGM-press.
Polban, Himka. 2013.Viskositas.Available at
https://himka1polban.com/laporan/kimia-instrumen/laporan-penentuanviskositas/ (Diakses pada 29 April 2015).
Rumus Hitung. 2013. Rumus Viskositas. Available at
http://rumushitung.com/2013/10/03/rumus-definisi-viskositas/ (Diakses
pada 29 April 2015).
Takeuchi, Y. 2008. Larutan. Available at http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimia_dasar/cairan_dan_larutan/larutan/ (Diakses
pada 29 April 2015).
USU, 2011. Viskositas. Available at
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29343/4/Chapter%20II.pdf
(Diakses pada 29 April 2015).
Winarto, D. (2013). Teori Viskositas Cairan. Available at
http://www.ilmukimia.org/2013/02/teori-viskositas-cairan.html (Diakses
pada 29 April 2015).

Lampiran