Anda di halaman 1dari 2

Kelainan sendi degeneratif pada Temporo Mandibular Joint dapat di diagnosa dengan

menggunakan pemeriksaan klinis. Untuk pemeriksaan klinis dapat dilakukan pemeriksaan secara
ekstraoral dan intraoral.
Pemeriksaan ekstraoral dilakukan dengan cara palpasi pada daerah sekitar Temporo
Mandibular Joint atau lebih tepatnya didepan tragus, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui
kelainan yang terlihat secara visual maupun yang terdeteksi dengan palpasi.
Pemeriksaan region TMJ dilakukan teknik inpeksi (melihat secara visual), palpasi daerah
1 cm didepan tragus untuk mengetahui sinkronasi pergerakan kedua TMJ ketika menutup dan
membuka, ada juga auskultasi menggunakan stetoskop untuk dapat mendengarkan apakah ada
bunyi abnormal ketika melakukan pergerakan sendi. Dapat pula dilakukan palpasi untuk
mengetahui adanya inflamasi ditunjukkan dengan adanya rasa nyeri dan fluktuasi kelenjar limfe.
Pemeriksaan intra oral dilakukan untuk mengetahui adanya faktor predisposisi terjadinya
kelainan sendi degeneratif seperti adanya kehilangan gigi dan pola oklusi. Kehilangan gigi
terutama gigi posterior dapat menyebabkan oklusi tidak harmonis, karena hilangnya kontak antar
gigi menyebabkan gigi lainnya mengalami migrasi, rotasi, bahkan ekstrusi. Hal ini dapat memicu
turunnya dimensi vertikal. Pada kondisi sepeti ini terjadi dislokasi diskus anterior ketika membuka
mulut. Maka akan terjadi lipatan diskus ketika condil bergerak ke depan mendorong diskus
anterior dimana pada kondisi tertentu diskus tersebut tidak dapat kembali ke posisi normal
sehingga condil akan melompati lipatan tersebut yang menyebabkan bunyi klik.
Gejala yang terjadi pada Clicking biasanya berupa suara hanya bisa didengar dan dirasa
oleh penderita pada saat membuka dan menutup mulut, suara seperti letupan (popping) atau klik,
juga ada yang merasakan suara gesekan atau geratan (grating) bisa disertai maupun tanpa disertai
rasa nyeri pada sendi.
Suara keletuk yang dikenal sebagai Clicking terjadi akibat adanya ketidakteraturan
pada permukaan sendi yang mengakibatkan gerakan discus dan kondilus tidak seimbang (diskus
seakan terkunci pada kondylus dan pada saat terbebas akan menimbulkan bunyi). Selain Clicking
ada pula kelainan sendi degenerative yakni Locking yang merupakan terjadi penurunan
kemampuan penderita dapat berupa rasa sakit yang berhubungan erat dengan sendi dan otot
mastikasi.
Bila terdapat keluhan rasa sakit sehingga menyebabkan penderita mencari perawatan.
Rasa sakit dengan keluhan meliputi bendenyut demyut, menyayat, sara terbakar dan sebagainya,
yang paling sering terjadi adalah pada telinga, pipi dan daerah temporal atau dari dari daerah
sekitar yang meluas ke sendi.
Beberapa rasa sakit akibat gangguan otot pengunyahan misalnya adalah nyeri Midfasial,
Miosis, Miospasme, dan Trismus. Nyeri Midfasial ialah rasa sakit regional yang terjadi terus

menerus yang berhubungan dengan beberapa otot pada region wajah. Biasanya disertai trismus.
Sedangkan Miosis merupakan suatu radang otot yang melibatkan perlekatan otot, sehingga
menimbulkan rasa sakit dan trismus. Selanjutnya adalah Miospasme, dimana Miospasme
merupakan suatu keadaan dimana otot secara terus menerus mengalami kontraksi. Jika hal ini
terjadi pada otot penutup mulut pada salah satu sisi, maka rahang akan tertahan terbuka dan
mandibula bergeser ke sisi yang mengalami spasme. Yang terakhir adalah Trismus. Trismus
merupakan suatu istilah yang menggambarkan suatu keadaan kesulitan membuka mulut karena
terjadi kekakuan otot atau penyakit penyakit disekitar sendi.